Docstoc

Data Encoding _ Pengkodean Data

Document Sample
Data Encoding _ Pengkodean Data Powered By Docstoc
					Komunikasi Data
                                                                  58e6cdee-b049-4083-b518-4904454b48dc.doc-1

                             Data Encoding / Pengkodean Data
Dalam menyalurkan data baik antar komputer yang            Pengelompokkan karakter
sama pembuatannya maupun dengan komputeer                  Pada     komunikasi       data informasi     yang
yang lain pembuatannya, data tersebut harus                dipertukarkan terdiri dari 2 grup (baik ASCII
dimengerti oleh pihak pengirim maupun penerima.            maupun EBCDIC), yaitu :
Untuk mencapai hal itu, data harus diubah                  a. karakter data
bentuknya dalam bentuk khusus yaitu sandi untuk            b. karakter kendali
komunikasi data.                                              digunakan untuk mengendalikan transmisi data,
                                                              bentuk (format data), hubungan naluri data dan
Coding :                                                      fungsi fisik terminal.
Penggambaran dari satu set simbol menjadi set
simbol yang lain.                                          Karakter Kendali dibedakan atas :
                                                           a. Transmisi Control
Sistem sandi yang umum dipakai :                              Mengendalikan data pada saluran, terdiri atas :
a. ASCII (American Standard Code for Information               SOH : Start Of Header
   Interchange)                                                  Digunakan sebagai karakter pertama yang
    Paling banyak digunakan                                     menunjukkan bahwa karakteer berikutnya
    Merupakan sandi 7 bit                                       adalah header
    Terdapat 128 macam simbol yang dapat                      STX : Start of Text
       diberi sandi ini                                          Digunakan untuk mengakhiri header dan
    Untuk transmisi asinkron terdiri dari 10 atau               menunjukkan awal dari informasi / text
       11 bit yaitu : 1 bit awal, 7 bit data, 1 bit            ETX : End of Text
       paritas, 1 atau 2 bit akhir                               Digunakan untuk mengakhiri text
b. Sandi Baudot Code (CCITT Alfabet No. 2 /                    EOT : End Of Transmision
   Telex Code                                                    Untuk menyatakan bahwa transmisi dari text
    Terdiri dari 5 bit                                          baik satu atau lebih telah berakhir
    Terdapat 32 macam simbol                                  ENQ : Enquiry
    Digunakan 2 sandi khusus sehingga semua                     Untuk meminta agar remote station
       abjad dan angka dapat diberi sandi yaitu :                tanggapan
       - LETTERS (11111)                                       ACK : Acknowledge
       - FIGURES (11011)                                         Untuk memberikan tanggapan positif ke
    Tiap karakter terdiri dari : 1 bit awal, 5 bit              pengirim dari penerima
       data dan 1,42 bit akhir                                 NAK : Negatif Akcnowkedge
c. Sandi 4 atau 8                                                Merupakan tanggapan negatif dari penerima
    Sandi dari IBM dengan kombinasi yang                        ke pengirim
       diperbolehkan adalah 4 buah “1” dan 4 buah              SYN : Synchronous
       “0”                                                       Digunakan untuk transmisi sinkron dalam
    Terdapat 70 karakter yang dapat diberi                      menjaga atau memperoleh sinkronisasi
       sandi                                                     antar peralatan terminal
    Transmisi asinkron membutuhkan bit, yaitu :               ETB : End of Transmision Block
       1 bit awal, 8 bit data dan 1 bit akhir.                   Digunakan untuk menyatakan akhir dari blok
d. BCD (Binary Coded Decimal)                                    data yang ditransmisikan, bila data dipecah
    Sandi 6 bit                                                 menjadi beberapa blok
    Terdapat 64 kombinasi sandi                               DLE : Data Link Escape
    Transmisi asinkron membutuhkan 9 bit, yaitu                 Mengubah       arti    karakter    berikutnya,
       : 1 bit awal, 6 bit data, 1 bit paritas dan 1 bit         digunakan untuk lebih mengendalikan
       akhir.                                                    transmisi data.
e. EBCDIC (Extended Binary Coded Decimal
   Interchange Code)                                          Catatan : Header dapat berisi informasi tentang
    Sandi 8 bit untuk 256 karakter                           terminal, misalnya alamat, prioritas, tanggal.
    Transmisi asinkron membutuhkan 11 bit,                   Tidak semua sistem menggunakan ETX
       yaitu : 1 bit awal, 8 bit data, 1 bit paritas dan      sehingga dalam text harus ada informasi yang
       1 bit akhir.                                           digunakan untuk merangkai berita.




                                                                                                   Nur Yuliani
  Komunikasi Data
                                                                   58e6cdee-b049-4083-b518-4904454b48dc.doc-2

  b. Format Effectors                                       Komunikasi data menggunakan sinyal digital.
     Digunakan untuk mengendalikan tata letak fisik         Kelemahan : jarak tempuh pendek akibat pengaruh
     informasi pada printout / tampilan layar               redaman/derau yang terjadi pada media transmisi.
      BS (Back Space), menyebabkan kursor /                Pengiriman sinyal analog : jarak tempuh jauh.
         print head mundur satu posisi.
      HT (Horizontal Tabulation), maju ke posisi           Masalah : bagaimana menggunakan tehnik sinyal
         yang telah ditentukan                              analog untuk pengiriman sinyal digital.
      LF (Line Feed), maju satu baris / spasi              Sinyal digital mengenal dua keadaan (biner), maka
      VT (Vertical Tabulation, maju beberapa baris         digunakan tehnik      modulasi. Dengan       tehnik
         / spasi                                            modulasi sinyal digital dapat diubah menjadi
      FF (Form Feed), maju 1 halaman (halaman              sinyal analog untuk dikirimkan dan setelah diterima
         baru)                                              diubah kembali menjadi sinyal digital.
      CR (Carriage Return), print head / kursor
         menuju ke awal baris                               Demodulasi : tehnik mengubah digital menjadi
  c. Device Control                                         analog. Gelombang pembawa sinyal ini disebut
     Digunakan untuk mengendalikan peralatan                carrier dan berbentuk sinusoidal.
     tambahan dari terminal
  d. Information Separators                                 Terdapat 3 jenis modulasi untuk mengkonversi
     Digunakan untuk mengelompokkan data secara             signal binary ke dalam bentuk yang cocok melalui
     logis. Umumnya ditentukan :                            PSTN, yaitu amplitude, frequency and phase.
      US (Unit Separators), tiap unit informasi
         dipisahkan oleh US                                 Teknik modulasi merupakan dasar dari frequency
      RS (Record Separator), tiap record terdiri           domain :
         atas beberapa unit dan dipisahkan oleh RS          Modulasi adalah proses encoding sumber data
      GS (Group Separator), beberapa record                dalam suatu sinyal carrier dengan frekuensi fc.
         membentuk suatu grup dan dipisahkan oleh           1. Amplitudo
         GS                                                    Adalah besarnya (tinggi rendahnya) tegangan
      FS        (File   Separator),beberapa    grup           dari sinyal analog
         membentuk sebuah fike yang dipisahkan              2. Frequency
         oleh FS                                               Adalah jumlah gelombang sinyal analog dalam
                                                               waktu 1 detik
  Digital Signalling dengan teknik encoding                 3. Phase
                                                               Adalah besarnya sudut dari sinyal analog pada
  G(t)              Enco         S(t)   Deco         G(t)      saat tertentu
 Digital             der                 der
/Analog                      Digital
                                                            4 kombinasi yang dapat dihasilkan :
                                                            a. Data Digital, Sinyal Digital
                                                               Secara umum peralatan untuk mengkode data
      X(t)                                                     digital menjadi sinyal digital adalah sedikit lebih
                                                 t
                                                               komplek dan lebih mahal daripada peralatan
                                                               modulator digital ke analog
                                                            b. Data Analog, Sinyal Digital
                                                               Yang diijinkan adalah menggunakan transmisi
  Analog Signalling dengan teknik modulation                   digital modern dan peralatan sakelar
                                                            c. Data Digital, Sinyal Analog
 M(t)               Modu-        S(t)                M(t)
Digital /           lator
                                        Demu-                  Beberapa media transmisi seperti serat optik /
                                         lator
                             Analog                            software yang hanya merambatkan sinyal
Analo g
                                                               analog
                                                            d. Data Analog, Sinyal Analog
                                                               Ditransmisikan sebagai baseband yang mudah
      X(t)                                                     dan murah. Penggunaan modulasi untuk
                                                               menggeser bandwidth dari sinyal baseband ke
                                                 t             porsi lainnya dari spektrum


                            fc



                                                                                                      Nur Yuliani
Komunikasi Data
                                                              58e6cdee-b049-4083-b518-4904454b48dc.doc-3

Data Digital, Sinyal Digital                           3. Kemampuan mendeteksi error / signal error
Elemen sinyal adalah tiap pulsa dari sinyal digital.      detecting capability
Data binari / digital ditransmisikan dengan               Kemampuan error detection dapat diberikan
mengkodekan bit-bit data ke dalam elemen-                 secara sederhana dengan pengkodean natural.
elemen sinyal.                                         4. Tahan terhadap gangguan / signal interference
Contoh : bit binari 0 untuk level tegangan rendah         and noise immunity
         bit binari 1 untuk level tegangan tinggi         Digambarkan oleh kecepatan bit error.
kecepatan data signalling dalam bps (bit per detik)    5. Biaya dan kompleksitas / cost and complexity
                                                          Semakin tinggi kecepatan pensinyalan untuk
Sinyal unipolar adalah semua elemen sinyal yang           memenuhi data rate yang ada, semakin besar
mempunyai tanda yang sama, yaitu positif semua            biayanya.
atau negatif semua. Sedangkan sinyal polar
adalah elemen sinyal dimana salah satu logic           Teknik Data Digital, Sinyal Digital terbagi atas :
statenya diwakili oleh level tegangan positif dan      1. Non-Return to Zero / NRZ
yang lainnya oleh level tegangan negatif.              2. Return to Zero / RZ
                                                       3. Biphase
Durasi = panjang bit (1/R) adalah jumlah waktu         4. Delay Modulation
yang    dibutuhkan    oleh   transmiter  untuk         5. Multilevel Binary
mengirimkan bit dengan kecepatan R
                                                       a.d :
Kecepatan modulasi :                                   Non-Return to Zero / NRZ
kecepatan perubahan level sinyal dalam satuan          Level tegangannya tetap selama interval bit tidak
baud (besaran eleman sinyal perdetik)                  ada transisi.
                                                       a. NRZ-L (NRZ-Level)
Mark menunjukkan binari 1, dan                            Kode yang digunakan untuk menghasilkan dan
Space menunjukkan binari 0                                menginterprestasikan data digital oleh terminal
                                                          pemproses data / peralatan lainnya dan jika
Faktor kesuksesan penerima dalam mengartikan              kode yang digunakan untuk transmisi berbeda.
sinyal yang datang :                                      (tetap seperti data awal)
1. Ratio signal to noise (S/N) : peningkatan S/N       b. NRZ-M (NRZ-Mark)
   akan menurunkan bit error rate                         Keuntungan         transmisi       dengan   kode
2. Kecepatan data / data rate : peningkatan data          defferensial, dimana sinyal dikodekan dengan
   rate akan meningkatkan bit error rate                  membandingkan polaritas elemen sinyal yang
   (kecepatan error dari bit)                             berdekatan dari harga absolut sinyal.
3. Bandwidth : peningkatan bandwidth dapat                Keuntungannya : mudah dalam mendeteksi
   meningkatkan data rate.                                transisi noise
                                                          Bit = 1 jika transisi pada awal pulsa clock
Hubungan ketiga faktor tersebut adalah :                  Bit = 0 jika tidak ada transisi / perubahan
1. Kecepatan data bertambah, maka kecepatan            c. NRZ-S (NRZ-Space)
   errorpun bertambah, sehingga memungkinkan              Sama dengan NRZ-M, tapi bedanya :
   bit yang diterima error.                               Bit = 1 jika tidak ada transisi / perubahan
2. Kenaikan S/N mengakibatkan kecepatan error             Bit = 0 jika transisi pada awal pulsa clock
   berkurang
3. Lebar       bandwidth     membesar      yang        Return to Zero / RZ
   diperbolehkan, kecepatan data akan bertambah         Untuk melihat perbedaan antara kecepatan
                                                         data dan kecepatan modulasi
5 faktor evaluasi                                       Bit rate / kecepatan bit = 1/ tb, dan kecepatan
(faktor-faktor yang mempengaruhi coding) :               maksimal modulasi = 2 / tb
1. Spektrum sinyal / signal spektrum                    Ukuran minimal elemen signal adalah pulsa
   Ketidakadaan komponen frekuensi tinggi berarti        untuk binari 1 besarnya ½ panjang interval bit
   diperlukan bandwidth sempit untuk transmisi.         Kecepatan maksimum modulasi = 2 / tB
2. Kemampuan sinkronisasi / clocking / signal           Tidak memberikan perbaikan terhadap teknik
   synchronization capability                            NRZ, bandwidth sinyal besar
   Untuk menghitung posisi start dan stop dari tiap     Bit = 1, pulsa berada pada awal ½ interval
   posisi bit dengan mekanisme sinkronisasi.            Bit = 0, tidak ada pulsa



                                                                                               Nur Yuliani
Komunikasi Data
                                                                    58e6cdee-b049-4083-b518-4904454b48dc.doc-4

Biphase                                                       d. Differensial Manchester
 Diharapkan untuk mengatasi kerugian teknik                     Selalu terjadi transisi di tengah interval
   pengkodean NRZ dan RZ                                         Bit = 1, tidak ada transisi di awal interval
 Sekurang-kurangnya memerlukan 1 transisi                       Bit = 0, transisi di awal interval
   waktu bit dan sebanyak-banyaknya 2 transisi,
   sehingga kecepatan maksimumnya 2 x NRZ                Delay Modulation (Miller-Codding)
 Keuntungannya adalah :                                  Ada 1 transisi per 2 waktu bit dan pernah lebih
   a. Synchronization, karena transisi dapat               dari 1 transisi per bit
      diramalkan selama masing-masing waktu bit           Bit = 1, transisi di tengah interval
      sehingga penerima dapat sinkron dalam               Bit = 0, tidak ada transisi jika diikuti 1, dan
      transisi tersebut.                                   transisi pada akhir interval jika diikuti 0
   b. No-DC-Component,           tidak     mempunyai
      komponen DC, sehingga menghasilkan                 Bipolar / Multilevel Binary
      keuntungan untuk mendeteksi error.                  Menggunakan lebih dari 2 level sinyal
   c. Error Detection, ketidak adaan transisi             Mempunyai pusat bandwidth pada ½ kecepatan
      diharapkan dapat dipakai untuk mendeteksi             bit
      error.                                              Keuntungannya : tidak ada komponen DC /
 Jenis-jenis Biphase :                                     kemampuan sikronisasi yang baik dan
   a. Biphase-L (biphase-level / manchester)                pemakaian bandwidth yang lebih kecil, dapat
      Bit = 1, transisi dari high ke low di tengah          menampung bit informasi lebih.
                  interval                                Kerugiannya : diperlukan receiver yang mampu
      Bit = 0, transisi dari low ke high di tengah          membedakan 3 level (+A, -A, 0) sehingga
                  interval                                  membutuhkan lebih dari 3 dB kekuatan sinyal
   b. Biphase-M                                             dibandingkan NRZ untuk probabilitas bit error
      Selalu terjadi transisi di awal interval              yang sama.
      Bit = 1, transisi di tengah interval                Bit = 1, pulsa pada tengah bit interval awal
      Bit = 0, tidak ada transisi di tengah interval        dan mempunyai polaritas
   c. Biphase-S                                           Bit = 0, tidak ada pulsa
      Selalu terjadi transisi di awal interval            Memberikan beberapa error detection capability
      Bit = 1, tidak ada transisi di tengah interval        jika 1 harus mempunyai tanda berlawanan
      Bit = 0, transisi di tengah interval

Data Digital, Sinyal Digital :
    Data                          1      0        1     1       0       0     0        1     1     0        1

    NRZ-L                         1      0        1     1       0       0     0        1     1     0        1

    NRZ-M                         0      0        1     0       0       0     0        1     0     0        1

    NRZ-S                         1      0        0     0       1       0     1        1     1     0        0

    RZ                           1 0     0    1 0 1 0           0       0     0    1 0 1 0         0    1 0

    Biphase-L                    1 0 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 0 1 1 0

    Biphase-M                    0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0

    Biphase-S                    0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1

    Diff Manchester              1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 1

    Delay modulasi               1 0     0    0 1 1 0           0       1     0    0 1 1 0         0    0 1

    Bipolar                      + 0     0    -       0 + 0     0       0     0    -       0 + 0   0    -       0

   Catatan : bandwidth paling kecil yaitu delay modulation, dan terbesar yaitu biphase.


                                                                                                       Nur Yuliani
Komunikasi Data
                                                          58e6cdee-b049-4083-b518-4904454b48dc.doc-5

Data Digital, Sinyal Analog                             Tujuannya agar pengiriman data lebih cepat
 Yang paling populer yaitu jaringan telepon             dan penggunaan bandwidth medianya lebih
  umum. Device yang dipakai adalah modem                 efisien
                                                        Data 11, s(t) = A cos (2fct) + 45
                                                                                            0
  (modulator dan demodulator) yang mengubah
                                                        Data 10, s(t) = A cos (2fct) + 135
                                                                                             0
  data digital ke sinyal analog (modulator) dan
                                                        Data 00, s(t) = A cos (2fct) + 225
  sebaliknya mengubah sinyal analog ke data                                                  0

  digital (demodulator).                                Data 01, s(t) = A cos (2fct) + 3150
 Karena operasi modulasi meliputi 1atau lebih
  dari 3 sifat sinyal pembawa yaitu amplitudo,      Secara umum kecepatan pengiriman data yang
  frequency, phase, dimana sinyal yang              termodulasi (D) tergantung pada kecepatan
  dihasilkan menempati pusat bandwidth pada         pengiriman data dan banyaknya data yang dikirim
  frequency pembawa                                 secara paralel, sehingga :

a. ASK = Amplitudo Shift Keying                            D = R / l = R / log2 L
    2 bilangan binary digambarkan oleh 2           Dengan : D   = kecepatan modulasi
     perbedaan      amplitudo    dari  frequency             R   = kecepatan data
     pembawa                                                 L   = jumlah     perbedaan     elemen-
    Dapat menerima perubahan perbesaran                           elemen sinyal
     secara tiba-tiba dan teknik modulasinya                 I   = jumlah bit per-elemen sinyal
     kurang efisien
    Dalam jalur voice grade adalah digunakan       Bandwidth signal modulasi :
     hanya untuk diatas 1200 bps                    a. Bandwidth transmisi BT untuk ASK dan PSK
    Data = 1, level high                                BT = ( 1 + r ) R
     s(t) = A cos (2fct) + c                         Dengan : BT = bandwidth transmisi (Hz)
    Data = 0, level low                                        r = faktor transmisi, dimana 0<r<1
     s(t) = 0                                                   R = kecepatan bit (bps)
b. FSK = Frequency Shift Keying                     b. Bandwidth transmisi BT untuk FSK
    Harga 2 binary digambarkan oleh 2                   BT = 2F + ( 1 + r ) R,
     perbedaan frequency mendekati frequency             dimana F = f2 – f1
     pembawa                                           Dengan : F = offset frekuensi modulasi dari
    Sangat      mudah       membuat   kesalahan                       frekuensi pembawa
     dibanding ASK                                              f1 = frekuensi sinyal
    Dalam jalur voice grade adalah digunakan                   f2 = frekuensi pembawa
     hanya sampai dengan 1200 bps                   c. Bandwidth transmisi BT untuk multilevel PSK
    Dipakai untuk frequency tinggi pada jaringan        BT = ( (1+r) / l ) R = ( (1+r) / log2 L) ) R
     locak dengan kabel coaxial
    Data = 1, frequency f1                         Efisiensi Bandwidth
     s(t) = A cos (2f1t) + c                            Eb/No = S/NoR
    Data = 0, frequency f2
                                                    Hubungan antara noise dengan bandwidth signal
     s(t) = A cos (2f2t) + c
                                                    BT adalah N = No . BT
c. PSK = Phase Shift Keying
                                                    Maka :
    Harga 2 binary digambarkan oleh 2
                                                          Eb/No = (S. BT) / NR
     perbedaan phase dari frequency pembawa
     yang digeser untuk menggambarkan data
                                                    Jadi kecepatan bit error dapat dikurangi dengan
    Data = 1, phase = 180
                              0
                                                    kenaikan Eb/No dengan dilakukan oleh kenaikan
     s(t) = A cos (2fct) + c                      bandwidth / penurunan kecepatan data dengan
    Data = 0, phase = 00                           menurunkan effisiensi bit.
     s(t) = A cos (2f0t)
d. QPSK = Quardrature Phase Shift Keying            Pendekatan untuk mendapatkan bandwidth yang
    Metode yang lebih komplek dalam sistem         lebih baik adalah :
     pengiriman                                            BT = 0,5 ( 1 + r ) D
    Memakai pergeseran phase perkalian 90
                                              0

    Tiap urutan 2 bit dinyatakan dengan phase      Untuk NRZ, D= R, maka :
     yang berbeda                                         R/B = 2 / (1 + r)



                                                                                          Nur Yuliani
Komunikasi Data
                                                             58e6cdee-b049-4083-b518-4904454b48dc.doc-6

      Data            0     0      1     1      0     1       0     0     0      1     0


      ASK


      FSK


      PSK




Data Analog, Sinyal Digital                               Modulation) yang merupakan langkah pertama
Digitalisasi adalah :                                     dari PCM.
 Proses transmisi data analog ke dalam sinyal-
   sinyal data                                       2. DM = Delta Modulation
 Konversi data analog ke dalam sinyal digital           Data analog fungsinya kurang lebih seperti
                                                          tangga rumah yang bergerak keatas ke
Beberapa kemungkinan yang dapat terjadi dalam             bawah oleh 1 level quantizasi pada masing-
proses digitalisasi adalah :                              masing waktu sampling
1. Data digital dapat ditransmisikan menggunakan         Sifat terpenting dari fungsi tangga rumah /
   NRZ-L                                                  staircase function adalah binary. Pada
2. Data digital dapat di-encode sebagai sinyal            masing-masing waktu sampling fungsi
   digital memakai kode selain NRZ-L                      gerakan keatas kebawah jumlahnya adalah
3. Data digital dapat dikonversikan ke dalam              konstan, maka keluaran proses DM adalah
   sinyal analog dengan menggunakan 1 dari                single binary digit untuk masing-masing
   teknik modulasi                                        sample. Pada pokoknya aliran bit dihasilkan
                                                          dari pendekatan pengurangan amplitudo
Contoh :                                                  sinyal analog.
Data suara yang berupa data analog akan di-              Nilai 1 = dihasilkan jika fungsi tangga rumah
digitalisasi dan dikonversikan ke dalam sinyal            bergerak keatas selama interval berikutnya
analog ASK, maka peralatan yang dipakai untuk            Nilai 0 = dihasilkan kebalikannya
konversi data analog ke dalam bentuk digital             Sinyal berubah 0,1,0,1 dipakai jika amplitudo
dalam transmisi dan memperoleh kembali barisan            konstan
data analog digital diketahui sebagai CODEC
(Coder – Decoder)                                    Data Analog, Sinyal Analog
                                                     Modulasi adalah :
Teknik CODEC (Coder and Decoder)                      Proses kombinasi sinyal masukan m(t) dan
1. PCM = Pulse Code Modulation                         sinyal pembawa (carrier) pada frequency fc
   Berdasarkan teori sampling, apabila sinyal f(t)     untuk    menghasilkan    sinyal s(t)  yang
   di sampling pada interval waktu reguler dan         mempunyai bandwidth yang biasanya berpusat
   kecepatan tertingginya 2 kali atau lebih dari       pada fc.
   ketinggian frequency sinyal yang mana sample
   berisikan seluruh informasi sinyal asli, maka     Prinsip teknik modulasi menggunakan data
   fungsi f(t) dibentuk kembali dari sample ini      analog adalah :
   menggunakan low pass filter.                      a. AM = Modulasi Amplitudo
   Sinyal original diambil untuk bandlimited            Modulasi ini menggunakan amplitudo sinyal
   dengan bandwidth B, sample diambil pada rate         analog untuk membedakan kedua keadaan
   2B atau setiap 1/2B detik, yang digambarkan          sinyal digital, dimana frequency dan phasenya
   sebagai pulsa sempit yang amplitudonya               tetap, amplitudo yang berubah.
   sebanding dengan harga sinyal original. Proses       Dengan cara ini, maka keadaan „1‟ (high)
   ini dinamakan PAM (Pulse Amplitudo                   diwakili dengan tegangan yang lebih besar dari
                                                        „0‟ (low), misalkan „1‟ = 5 V dan „0‟ = 0 V.



                                                                                            Nur Yuliani
Komunikasi Data
                                                          58e6cdee-b049-4083-b518-4904454b48dc.doc-7

PCM = Pulse Code Modulation

     Sinyal asli




     PAM pulse




                   3.6        2.3         7.9         1.5           2.4          5.2         5.8




                   4          2           8           2             2            5           6

     PCM pulse
                   0100       0010        1000        0010          0010         0101        0110



DM = Delta Modulation




   AM adalah modulasi yang paling mudah, tetapi      Carrier) dimana menyaring frekuensi carrier
   mudah juga dipengaruhi oleh keadaan media         dan mengirimkan kedua sideband.
   transmisinya.                                  b. FM = Modulasi Frequency
   Variant AM yang populer untuk diketahui           Modulasi ini menggunakan sinyal analog untuk
   adalah     SSB     (Single   Side   Band),        membedakan kedua keadaan sinyal digital,
   keuntungannya     adalah   pengirim  hanya        dimana amplitudo dan phasenya tetap,
   memerlukan 1 side band dan membersihkan           frequency yang berubah. Kecepatan transmisi
   side band lainnya, dan sinya pembawa. Dan         mencapai 1200 bit persekon. Untuk transmisi
   DSBTC (Double Sideband Transmitter                data sistem yang umum dipakai FSK




                                                                                         Nur Yuliani
Komunikasi Data
                                                                 58e6cdee-b049-4083-b518-4904454b48dc.doc-8

c. PM = Modulasi Phase                                  sistem komputer tanpa pertolongan operator bila
   Modulasi ini menggunakan perbedaan sudut             ada panggilan). Modem yang dioperasikan pada
   phase sinyal analog untuk membedakan kedua           saluran telepon disebut voice band atau voice
   keadaan sinyal digital, dimana frequency dan         grade modem.
   amplitudo tetap, phase yang berubah. Cara ini
   paling baik, tapi paling sukar, biasanya             Hal penting dalam pemakaian modem :
   dipergunakan untuk pengiriman data dalam             · Laju transmisi data.
   jumlah besar yang banyak dan kecepatan yang            * kecepatan rendah ( sampai dengan 600 bps )
   tinggi. Bentuk PM yang paling sederhana                * kecepatan menengah ( 1200 s/d 2400 bps )
   adalah pergeseran sudut phassa 180 derajat             * kecepatan tinggi ( 4800 bps keatas )
   setiap penyaluran bit “0” dan tidak ada              · Mode komunikasi.
   pergeseran sudut bila bit “1” disalurkan.              * simplex
                                                          * half duplex
MODEM (Modulasi dan Demodulasi)                           * full duplex
Dalam komunikasi data diperlukan alat untuk             · Sinkronisasi.
mengubah sinyal digital dengan proses modulasi            Untuk modem berkecepatan rendah dan
dan menerima data yang dikirimkan pada                    menengah         digunakan     transmisi   asinkron
komputer untuk diolah. Alat ini disebut dengan            sedangkan untuk modem yang berkecepatan
modulator-demodulator (modem).                            tinggi      menggunakan        transmisi    sinkron.
Modem menerima pulsa biner dari komputer,                 Sinkronisasi baik dengan cara asinkron maupun
terminal atau alat lain dan mengubahnya menjadi           sinkron perlu memperhatikan :
sinyal analog yang dapat disalurkan melalui               * Waktu yang menentukan bilamana suatu bit
saluran komunikasi.                                          dari data diterima (sinkronisasi bit)
                                                          * Bit yang mana dari suatu karakter yang sudah
Modulasi yang paling sederhana yang sering                   diterima (sinkronisasi karakter)
digunakan adalah FSK (Frequency Shift Keying)           · Tehnik Modulasi.
yang tergolong dalam FM. Tehnik lainnya adalah            3 tehnik modulasi yaitu AM (QAM), FM (FSK) dan
PSK (Phasa Shift Keying) yang tergolong dalam             PM (PSK). Kecepatan rendah memakai metode
FM dan QAM (Quadrature Amolitude Modulation)              FSK. Kecepatan tinggi memakai metode PSK.
yang merupakan kombinasi dari phasa modulation          · Standar Industri.
dan amplitude modulation. Saluran komunikasi              Standard yang digunakan secara internasional
diukur dengan kecepatan data yang disalurkan              dikeluarkan oleh CCITT (Comitee Consultative
melaluinya. Untuk kecepatan 9600 bps keatas               Internationale de Telegraphique et Telephonique)
digunakan cara khusus. Karena komunikasi data             antara lain :
sistem komputer pada umumnya mempergunakan                  * sampai dengan 300 bps         CCITT V.21
jaringan telepon maka         sering kali modem             * 600 - 1200 bps            CCITT V.23
dilengkapi dengan fasilitas seperti auto dial (sistem       * 200 bps                   CCITT V.22
komputer dapat langsung memutar nomor telepon               * 2400 bps                  CCITT V.26, V.26 bis
tujuannya dan modem akan langsung bekerja bila              * 4800 bps                  CCITT V.27 bis
hubungan telepon diperoleh) dan auto answer                 * 9600 bps                  CCITT V.29
(modem dapat menghubungkan diri               dengan

      Data          0      0      1      1      0       1    0       0      0     1      0


      AM


      FM

      PM




                                                                                                  Nur Yuliani
Komunikasi Data
                                                             58e6cdee-b049-4083-b518-4904454b48dc.doc-9

Pertimbangan tehnik dalam pemilihan modem :            · Cost (biaya)
· Kecepatan transmisi (transmision rate).                Harus sebanding dengan kecepatannya.
  Sekurang-kurangnya harus dapat melayani              · Maintainability (perawatannya).
  volume data yang biasa dikirimkan.
· Turn-around Time.                                    Accoustic Coupler
  Waktu yang diperlukan oleh modem untuk               Adalah modem yang dipergunakan melalui alat
  merubah fungsinya dari pengirim menjadi              telepon. Modem ini mengubah sinyal biner menjadi
  penerima atau sebaliknya berkisar antara 20          sinyal    akustik yang kemudian diberikan ke
  msec - 200 msec.                                     mikrofon dari pesawat telepon. Pada penerima
· Error Susceptibility (daya tahan terhadap error).    sinyal akustik yang diberikan oleh loudspeaker
  Modulasi PM lebih baik daripada FM untuk             dari pesawat telepon diubah oleh mikropon dari
  kecepatan diatas 4800 bps. Saluran komunikasi        accoustic coupler menjadi sinyal digital kembali.
  harus dibuat sedemikian rupa sehingga error rate     Modem ini kehandalannya rendah dan sekarang
  dapat kecil, proses ini disebut line conditioning.   sudah tidak banyak digunakan.
· Realibility




                                                                                             Nur Yuliani
Komunikasi Data
                                             58e6cdee-b049-4083-b518-4904454b48dc.doc-10

                                 Latihan :
Data Digital, Sinyal Digital :

    Data

    NRZ-L

    NRZ-M

    NRZ-S

    RZ

    Biphase-L

    Biphase-M

    Biphase-S

    Diff Manchester

    Delay modulasi


    Bipolar



Data Digital, Sinyal Analog

       Data


       ASK


       FSK


       PSK




                                                                             Nur Yuliani
Komunikasi Data
                              58e6cdee-b049-4083-b518-4904454b48dc.doc-11

Data Analog, Sinyal Digital

     Sinyal asli




     PAM pulse




     PCM pulse




Data Analog, Sinyal Analog

     Data


     AM


     FM

     PM




                                                              Nur Yuliani

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:551
posted:3/7/2010
language:Indonesian
pages:11