Docstoc

Pernikahan Adat Ambon

Document Sample
Pernikahan Adat Ambon Powered By Docstoc
					                                     Pernikahanadat.blogspot.com 2010

PERNIKAHAN ADAT AMBON | INDONESIA




Di Negeri Nusaniwe Pulau Ambon, dalam kaitan dengan ritual perkawinan, dikenal upacara kawin
“masuk minta.” “Masuk minta” artinya keluarga laki-laki datang meminta atau meminang anak
perempuan, untuk dijadikan sebagai anak, yang dikukuhkan dalam ikatan perkawinan. Tahap awal dari
upacara kawin “masuk minta” biasanya dimulai dari pertemuan Nyong dan Nona, yang sudah sepakat
melaksanakan perkawinan.

Bagi orang Ambon yang menganut garis keturunan menurut garis ayah, ajakan untuk melaksanakan
perkawinan biasanya datang dari pihak laki-laki (Nyong). Nona akan menunggu sampai Nyong
mengutarakan keinginannya untuk menikah. Kalau setuju, nona akan menyampaikan berita itu kepada
orang tuanya.
                                       Pernikahanadat.blogspot.com 2010
Setelah ada persetujuan dari Nona, maka Nyong langsung memberitahukan keinginan itu kepada
orangtuanya. Serentak dengan itu, orang tua laki-laki mengadakan acara kumpul keluarga, guna
membicarakan keinginan anaknya. Selain itu, dibicarakan pula tentang waktu yang tepat untuk bertamu
di rumah keluarga perempuan. Bila telah ada kata sepakat mengenai waktu pertemuan, maka dikirimlah
Surat Bertamu kepada keluarga perempuan yang dibawa oleh seorang utusan.

Keluarga perempuan setelah menerima Surat Bertamu, mengumpulkan anggota keluarga dekat guna
membahas surat tersebut. Bila memang keluarga mengetahui anaknya akan menikah, maka dalam
pertemuan keluarga itu ditentukan waktu untuk menerima kunjungan bertamu dari keluarga laki-laki.
Jawaban surat juga disampaikan melalui utusan.

Pada hari yang ditentukan, bertamulah keluarga laki-laki dirumah keluarga perempuan. Tiba di rumah
keluarga perempuan, juru bicara keluarga laki-laki akan berbasa-basi sebagai pengantar, untuk
menyampaikan maksud utama kedatangan yaitu meminang anak perempuan.

ANTAR PAKAIAN

Acara ini disebut acara Masuk Minta Nona. Juru bicara keluarga perempuan akan melayani seluruh
pembicaraan dari keluarga laki-laki dengan bahasa yang halus. Dengan tutur kata yang juga sopan, juru
bicara keluarga perempuan akan membicarakan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh pihak laki-laki.
Misalnya harta kawin.

Pada saat itu, kedua keluarga sama-sama mengandalkan kelincahan bicara dari masing-masing juru
bicara. Saat itu pula kedua belah pihak akan menentukan waktu perkawinan. Penentuan waktu
perkawinan ini haruslah tepat, karena masyarakat percaya bahwa waktu yang tepat sangat
mempengaruhi kelanggengan bahtera rumah tangga sebuah pasangan.

Dua hari menjelang hari perkawinan, kedua belah pihak harus melewati acara antar pakaian kawin.
Mula-mula keluarga laki-laki mengantarkan pakaian kawin perempuan yang disebut baju mustiza atau
baju basumpa yang diantar oleh seorang jujaro (anak gadis), ditemani seorang ibu yang disebut Mata
Ina.

Antaran itu dibalas keluarga perempuan dengan mengantar seperangkat pakaian kawin laki-laki yakni
celana panjang dan baniang, yang akan dipakai calon pengantin laki-laki saat perkawinan. Makna acara
saling antar pakaian ini, adalah agar kelak setelah menikah suami istri saling memiliki tanggung jawab.

Biasanya keluarga laki-laki melengkapi antaran pakaian kawin itu dengan sebotol anggur dan sebuah kue
(yang dibikin sendiri), sebagai doho-doho atau oleh-oleh kepada keluarga perempuan.

BASUMPAH KAWIN

Tibalah hari yang ditunggu-tunggu. Calon pengantin laki-laki dengan berpakaian pengantin diantar oleh
keluarga dekat, menuju rumah keluarga calon pengantin perempuan dengan iringi musik toto buang.
Toto buang adalah jenis musik tradisional di Pulau Ambon, yang biasanya dipakai saat dilaksanakannya
pesta kawin masuk minta.
                                        Pernikahanadat.blogspot.com 2010
Acara jemput pengantin itu bertujuan membawa calon pengantin perempuan, untuk dikukuhkan secara
keagamaan, maupun secara pemerintahan, sebagai suami dan istri yang sah. Dalam acara ini, pihak
keluarga laki-laki membawa harta kawin berupa seutas benang dan satu tetes air serta sopi dan satu
kayu (gulungan) kain putih. Harta kawin ini berbeda untuk tiap negeri di Maluku. Harta ini harus dibayar
lunas agar dikemudian hari tidak menjadi hutang.

Setelah sah sebagai suami istri, rombongan pengantin menuju keluarga perempuan untuk melaksanakan
pesta dan menyerahkan harta kawin. Sepanjang jalan, tifa dan toto buang dipukul bertalu-talu
menandakan kegembiraan dan tanda ada pesta.

Usai melaksanakan seluruh kegiatan di rumah perempuan, juru bicara keluarga laki-laki minta diri
bersama dengan anak perempuan mereka, guna melanjutkan pesta kawin di rumah keluarga pengantin
laki-laki. Saat minta diri, keluarga perempuan biasanya merasa terharu, bahkan tak jarang sampai
mengucurkan air mata. Sebab merasa kini anak perempuan mereka telah menjadi milik keluarga laki-
laki, yang selanjutnya akan tinggal di rumah sang suami.

PIRING BALAPIS

Rombongan pengantin dengan tetap diiringi musik tifa toto buang menuju rumah laki-laki sambil
bersukaria. Tiba di depan rumah, istri disambut dengan Acara Basu Kaki. Basu Kaki atau mencuci kaki
sebagai tanda istri harus meninggalkan semua kebiasaan lama yang buruk, sebelum ia memasuki rumah
keluarga laki-laki. Acara basuh kaki istri, dilakukan salah seorang adik perempuan suami yang belum
menikah. Usai membasuh kaki, tiba saatnya istri diperbolehkan keluarga laki-laki memasuki rumah
untuk memulai hidup baru.

Acara basu kaki dilanjutkan dengan acara Makan Bersama Piring Balapis. Disebut piring balapis, karena
di atas meja makan telah disusun lima buah piring makan (disusun berlapis) berwarna putih. Angka lima
menandakan masyarakat Negeri Nusaniwe termasuk kelompok Uli Lima (persekutuan lima) dan warna
putih mengartikan isi hati dari keluarga laki-laki yang bersih, putih dan tulus, yang telah menerima anak
perempuan sebagai bagian dari anggota keluarga. Kini ia harus dilayani seperti anak sendiri.

Makan piring balapis dapat juga diartikan sebagai penunjukkan status social, serta kemampuan keluarga
laki-laki yang sedang melaksanakan pesta perkawinan Masuk Minta.

Proses Acara Makan Piring Balapis secara singkat diuraikan sebagai berikut. Pengantin laki-laki dan
pengantin perempuan beserta orang tua dan undangan dipersilahkan menuju meja makan. Selanjutnya
dengan mendengarkan aba-aba melalui bunyi peluit, makanan pembuka (biasanya sop) dihidangkan
untuk dinikmati. Pada bunyi peluit yang kedua, wadah makanan (mangkuk sop) diangkat oleh pelayan.
Lalu saat bunyi peluit berikut, pelayan menyajikan makanan lain di atas piring susun pertama. Undangan
terus menikmati makanan yang disajikan secara berganti-ganti sesuai bunyi peluit, sampai semua piring
yang ada di atas meja habis terpakai.

Selanjutnya undangan meja pertama dipersilahkan meninggalkan meja, dan para pelayan akan
mengundang rombongan kedua menikmati makanan, dengan tetap menggunakan tata krama seperti
                                        Pernikahanadat.blogspot.com 2010
meja pertama. Demikian seterusnya sampai semua undangan dapat mengambil bagian di meja makan
piring balapis.

Selesai menikmati Makan Piring Balapis, puncak atau akhir dari seluruh upacara Kawin Masuk Minta
ialah Acara Dendang Badendang yaitu acara bernyanyi bersama diselingi dengan baku balas pantun.
Ditingkahi dengan bunyi tifa yang mendayu-dayu, undangan mulai bernyanyi sambil goyang badan dan
bergandengan tangan. Masing-masing pihak menunjukkan kemampuan mengolah kata berbalas pantun
sampai puas. Kadang-kadang dilanjutkan dengam acara Dansa Katreji. Itulah wujud kegembiraan orang
Ambon dari Negeri Nusaniwe saat pelaksanaan Upacara Adat Kawin Masuk Minta. (rbb)

                        Pakaian adat pengantin ambon adalah sebagai berikut




PAKAIAN PENGANTIN PEREMPUAN
Terdiri dari :
1. Baju modern berwarna putih, berlengan panjang dari kain brokar yang harus dan ada variasi motif
renda kecil.
Baju ini motif baju cele leher bundar terbelah pada leher.Pada bagian tangan kancing dari baju tersebut
ditutup dengan ban tangan yang divariasi dengan manik - manik warna emas dan pada bagian kiri
tersebut akan disisipkan lenso pinggang yang terbuat dari sisa kain jenis brokar tadi dan divariasi dengan
renda : sedang yang dipegang oleh pengantin disebut lenso tangan terbuat dari kain putih yang dibordir.
2. Cole
Cole ini dipakai pada bagian dalam dari baju modern tadi.Cole yaitu baju dalam atau lebih dikenal istilah
kutang, yang dipaki/dikenakan sebelum memakai baju / kebaya. Cole ini berlengan panjang tapi ada juga
                                        Pernikahanadat.blogspot.com 2010
yang berlengan sampai ke sikut dan pada bagian atasnya diberi renda. Cole ini terbuat dari kain putih
sedangkan bagian belakang yang lebih dikenal dengan istilah belakang cole itu juga dibordir. Bagian
depan cole ini memakai kancing.
3. Kain pengantin terbuat dari kain saten merah atau juga beludru merah.
Kain ini menarik karenadihiasi dengan manik - manik warna emas pada bagian kain tersebut, dan pada
kaki dari kain tersebut diberi renda warna emas.
4. Tali kaeng
Tali kaeng diikat pada kain pengantin agar tidak terlepas. Pada kali kaeng ini juga diberi renda.
5. Mistiza
Mistiza ini berbentuk huruf U panjang ± 60 cm mistiza ini dipakai dari depan ke belakang, berwarna
merah diberi manik - manik dan diberi renda emasMemakai kalung motif mutiara besarAnting – anting /
giwang
6. Cenela
Cenela adalah sejenis slop yang dibuat dari kulit. Ujung slop atau bagian atas cenela dilapisi dengan kain
beludru yang dihiasi oleh hiasan bunga-bunga kecil yang dinamakan Laborcis yang berwarna keemasan,
dipakai dengan kaos kaki warna putih.
7. Sanggul
Sanggul dihiasi dengan sosoboko yaitu kembang lingkar konde yang disebut bunga ron yang dibuat dari
papecede dengan 9 buah kembang goyang atau 7 buah sebagai lambing Patasiwa dan terbuat dari emas
dan tusuk konde yang disebut nano-nano dan juga sisir konde / sanggul, berwarna keemasan.Kalau
pengantin yang masih gadis diberi renda hitam disebit pokis dibuat dari kain saten / renda gigi anjing.


PAKAIN PENGANTIN LAKI – LAKI
Pakaian lelaki terdiri dari :
1. Kebaya dansa
Kebaya dansa dipakai pada bagian luar berwarna merah, tanpa kancing berlengan panjang, dipakai
hiasan renda, warna keemasan pada pinggiran kebaya dansa. Pada bagian kebaya dansa kain untuk
kebaya dansa yaitu saten atau beludru merah.
2. Baniang Putih
Baniang putih dipakai pada bagian dalam dari kebaya dansa pakai kancing warna emas, dengan baniang
leher bundar, kain yang dipakai adalah jenis kain saten.Baniang juga berlengan panjang.
3. Band Pinggang
Band pinggang berwarna merah diikat pada bagian dalam dari kebaya dansa, pada pinggiran band
pinggang dipakai renda keemasan dan variasi manik-manik emas.Dipakai celana panjang hitam dan
sepatu hitam

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:10292
posted:3/6/2010
language:Indonesian
pages:5
Description: Prosesi Upacara pernikahan adat ambon dan pakaian adat pengantin ambon Indonesia