Biaya Produk Bersama dan Produk Sampingan

Document Sample
Biaya Produk Bersama dan Produk Sampingan Powered By Docstoc
					ANDRIANA, Ak




               1
       BIAYA PRODUK BERSAMA


2.1 Pengantar
Banyak proses produksi yang menghasilkan lebih dari satu
produk dari suatu proses produksi. Misalnya industri
perminyakan yang memproses minyak mentah menjadi
berbagai macam produk seperti, minyak tanah, kerosene,
gasoline, dan lain-lainnya.

Dalam proses produksi produk bersama terdapat produk yang
memiliki nilai jual dan kuantitas yang lebih kecil dibandingkan
dengan produk yang lainnya yang disebut produk sampingan
(byproducts). Sementara produk yang memiliki nilai jual dan
kuantitas lebih besar dibandingkan produk lainnya disebut
produk utama (main product).

Produk utama maupun produk sampingan diperoleh dari suatu
masukan tunggal dalam suatu proses produksi. Jadi, proses
produksi keduanya dimulai dari suatu bahan mentah yang
sama sampai pada suatu titik proses produksi tertentu dapat
diidentifikasi menjadi produk-produk yang terpisah yang
disebut titik pemisahan (split-off point). Setelah produk
bersama atau produk sampingan terpisah, produk-produk
tersebut dapat dijual atau diproses lebih lanjut supaya layak
jual, tergantung dari sifatnya. Biaya tambahan untuk
pemrosesan lebih lanjut yang terjadi setelah titik pemisahan
disebut biaya yang dapat dipisahkan (separable costs) atau
biaya pemrosesan tambahan (additional processing costs).
  Gambar 2-1 Biaya Proses Produk Bersama dan Pemrosesan
                        Tambahan

Biaya produk bersama atau disebut juga joint cost merupakan
biaya-biaya produksi yang terjadi seperti bahan baku, tenaga
kerja langsung, dan overhead pabrik sebelum mencapai titik
pemisahan (split-off point). Dalam proses ini peran alokasi
biaya dibutuhkan untuk mengalokasikan biaya-biaya diantara
produk bersama, yaitu untuk menghitung nilai persediaan dan
harga pokok penjualan untuk tujuan pelaporan keuangan.

2.2 Metode Alokasi Biaya Produk Bersama
Dalam tulisan singkat ini, penulis akan coba membahas tiga
metode yang sering digunakan dalam mengalokasikan biaya
produk bersama, yaitu:

1. Metode ukuran fisik (physical measure method).

   Dengan metode ini biaya produk bersama akan
   dialokasikan ke produk bersama atas dasar ukuran fisik
   (pon, galon, kilogram atau ukuran lainnya) pada saat titik
   pemisahan (split-off point). Jadi, menggunakan metode ini
   harus tersedianya ukuran fisik sebagai dasar untuk alokasi
   biaya bersama.

2. Nilai penjualan pada titik pemisahan (sales value at
   split-off method).
   Dengan metode ini biaya produk bersama akan
   dialokasikan ke produk bersama atas dasar jumlah nilai
   penjualan relatif pada saat titik pemisahan (split-off
   point). Jadi, menggunakan metode ini harus dihitung
   jumlah nilai penjualan masing-masing produk pada saat
   titik pemisahan sebagai dasar untuk alokasi biaya produk
   bersama.

3. Nilai realisasi bersih (net realizable value).

   Dengan metode ini biaya produk bersama akan
   dialokasikan ke produk bersama atas dasar nilai realisasi
   bersih, yaitu dengan mengurangkan jumlah nilai penjualan
   pada operasi normal dengan biaya pemrosesan tambahan.

2.3 Perlakuan Akuntansi Untuk Produk
    Sampingan
Telah dikatakan diawal bahwa yang dimaksud dengan produk
sampingan (byproduct) adalah produk yang memiliki nilai dan
kuantitas yang relatif kecil jika dibandingkan dengan produk
lainnya yang dihasilkan dalam proses produksi. Produk
sampingan dapat diperlakukan dengan menggunakan dua
pendekatan yaitu, pengakuan produk sampingan pada saat
produksi selesai dan pengakuan produk sampingan pada saat
penjualan.

Pengakuan produk sampingan pada saat produksi selesai akan
diakui sebagai persediaan pada neraca sebesar nilai realisasi
bersihnya. Dengan pendekatan ini, nilai realisasi bersih dari
produk sampingan akan menjadi pengurang untuk biaya
bersama produk utama. Dengan pendekatan ini setiap
penjualan produk sampingan yang terjadi akan menjadi
pengurang nilai persediaan produk sampingan. Jadi, tidak ada
pengakuan pendapatan pada saat produk sampingan dijual.

Sementara pengakuan produk sampingan pada saat penjualan
akan mengakui setiap pendapatan yang diperoleh dari
penjualan produk sampingan. Dalam metode ini tidak ada
pengakuan persediaan produk sampingan pada saat produksi
selesai.

2.4 Studi Kasus




   Gambar 2-2 Pilihan Menu Alokasi Biaya Produk Bersama

Materi pembahasan studi kasus terdapat pada file BAB02, dan
untuk anda berlatih terdapat dalam file BAB02L dalam CD
pendamping. File terdiri dari 4 studi kasus ditambah satu
sheet MENU seperti terlihat dalam gambar 2-2. Anda bisa
mengikuti pembahasan materi ini melalui file BAB02L.
2.4.1 Studi Kasus 1: Biaya Bersama - Penjualan Pada Titik
      Pemisahan

PT Kimia ABC memproduksi dua produk, yaitu kimia A, dan
kimia B. PT Kimia ABC membeli bahan baku Kimia XYZ untuk
memproduksi produk Kimia A dan Kimia B seharga Rp
40.000.000. biaya konversi (tenaga kerja dan overhead)
sebesar Rp 60.000.000 sampai titik pemisahan untuk kedua
produknya. Dalam kasus ini asumsinya tidak ada produk
sampingan dan persediaan akhir.

Data produksi dan penjualan kedua produk tersebut pada Mei
2008 adalah sebagai berikut:

                                                Harga jual
                 Produksi        Penjualan       per Ton
                   (Ton)           (Ton)           (Rp)
Kimia A        1.200.000       1.200.000       500
Kimia B          800.000         800.000       750

Berdasarkan    informasi  diatas anda        diminta  untuk
mengalokasikan biaya bersama sebesar         Rp 100.000.000
diantara kedua produk dengan:

     Metode nilai penjualan pada titik pemisahan.

     Metode ukuran fisik.

     Hitung margin kotor untuk kedua produk tersebut
     dengan menggunakan kedua metode alokasi biaya
     bersama.

Prosedur penyelesaian studi kasus ini dengan asumsi file
BAB02L telah aktif adalah sebagai berikut:
1. Pilih dan klik sheet KASUS1 atau klik tombol pilihan 1 pada
   sheet MENU.

   Metode nilai penjualan pada titik pemisahan:
2. Untuk mengisi Nilai penjualan pada titik pemisahan
   ketikan rumus berikut:

     C20        =C14*D14.

     D20        =C15*D15.

     E20        =SUM(C20:D20).

3. Untuk mengisi Alokasi biaya bersama ketikan rumus
   berikut:

     C21        =SUM($C$8:$D$8)*C$20/$E20, salin ke alamat
     sel D21.

     E21        =SUM(C21:D21).

4. Untuk mengisi Laba kotor ketikan rumus =C20-C21 pada
   alamat sel C22, salin ke range C22:E22.

5. Untuk mengisi Margin kotor ketikan rumus =C22/C20 pada
   alamat sel C23, salin ke range C23:E23.

   Metode ukuran fisik:
6. Untuk mengisi Ukuran (ton) ketikan rumus berikut:

     C27        =E9, salin ke range D27.

     E27        =SUM(C27:D27).

7. Untuk mengisi Nilai penjualan ketikan rumus berikut:
    C28        =C14*D14.

    D28        =C15*D15.

    E28        =SUM(C28:D28).




  Gambar 2-3 Alokasi Biaya Bersama – Penjualan Pada Titik
                        Pemisahan

8. Untuk mengisi Alokasi biaya bersama ketikan rumus
   berikut:

    C29        =SUM($C$8:$D$8)*C$27/$E27, salin ke alamat
    sel D29.

    E29        =SUM(C29:D29).
9. Untuk mengisi Laba kotor ketikan rumus =C28-C29 pada
   alamat sel C30, salin ke range C30:E30.

10. Untuk mengisi Margin kotor ketikan rumus =C30/C28 pada
    alamat sel C31, salin ke range C31:E31.

2.4.2 Studi Kasus 2: Biaya Bersama – Nilai Realisasi Bersih

Studi kasus ini hampir sama dengan studi kasus 1, hanya
terdapat perbedaan produk Kimia B diproses seluruhnya untuk
menghasilkan 500.000 ton produk Kimia C dengan harga jual
per ton Rp 2.000 dan biaya pemrosesan tambahan Rp
20.000.000. Asumsi tidak ada persediaan akhir untuk produk
Kimia C dan seluruh produknya terjual pada bulan Mei 2008.

Prosedur penyelesaian studi kasus ini dengan asumsi file
BAB02L telah aktif adalah sebagai berikut:

1. Pilih dan klik sheet KASUS2 atau klik tombol pilihan 2 pada
   sheet MENU.

2. Untuk mengisi Nilai penjualan pada titik pemisahan
   ketikan rumus berikut:

     C22         =C15*D15.

     D22         =C16*D16.

     E22         =SUM(C21:D21).

3. Untuk mengisi Biaya pemrosesan tambahan ketikan rumus
   berikut:

     D23         =-G10.
     E23        =SUM(C23:D23).

4. Untuk mengisi Nilai realisasi bersih pada titik pemisahan
   ketikan rumus =SUM(C22:C23) pada alamat sel C24, salin
   ke range C24:E24.




  Gambar 2-4 Alokasi Biaya Bersama – Nilai Realisasi Bersih

5. Untuk mengisi Alokasi biaya bersama ketikan rumus
   berikut:

     C25        =SUM($C$8:$D$8)*C$24/$E24, salin ke alamat
     sel D25.

     E25        =SUM(C25:D25).

6. Untuk mengisi Laba kotor ketikan rumus =C22-C25 pada
   alamat sel C26, salin ke range C26:E26.
7. Untuk mengisi Margin kotor ketikan rumus =C26/C22 pada
   alamat sel C27, salin ke range C27:E27.

2.4.3 Studi Kasus 3: Biaya Bersama – Produk Sampingan

PT ABC memproduksi dua produk utama yaitu Kimia A dan
Kimia B. Kimia C merupakan produk sampingan dari Kimia A.
berikut data produksi dan biaya bersama untuk PT ABC selama
bulan Juni 2008:




Produk sampingan Kimia C diakui sebagai persediaan pada saat
produk dapat diidentifikasi, dan nilainya menjadi pengurang
biaya bersama sebelum alokasi ke produk utama. Anda
diminta untuk:

     Melakukan alokasi biaya bersama ke produk utama
     dengan menggunakan metode nilai realisasi bersih.

     Hitung persediaan akhir untuk produk Kimia A, Kimia B,
     dan Kimia C.

Prosedur penyelesaian studi kasus ini dengan asumsi file
BAB02L telah aktif adalah sebagai berikut:

1. Pilih dan klik sheet KASUS3 atau klik tombol pilihan 3 pada
   sheet MENU.

2. Untuk mengisi Nilai penjualan ketikan rumus berikut:
     C17        =D9*D12, salin ke alamat sel D17.

     E17        =SUM(C17:D17).

3. Untuk mengisi Biaya pemrosesan tambahan ketikan rumus
   berikut:

     C18        =D11, salin ke alamat sel D18.

     E18        =SUM(C18:D18).




   Gambar 2-5 Alokasi Biaya Bersama – Produk Sampingan

4. Untuk mengisi Nilai realisasi bersih bersih ketikan rumus
   =C17-C18 pada alamat sel C19, salin ke range C19:E19.

5. Untuk mengisi Alokasi biaya bersama-bersih ketikan rumus
   berikut:
     C20        =($C$8-($F$12*$F$9))*C$19/$E19,    salin   ke
     alamat sel D20.

     E20        =SUM(C20:D20).

6. Untuk mengisi Persediaan akhir ketikan rumus berikut:

     C23        =(D$9-D$10)/D$9*C$20, salin ke alamat sel
     D23.

     E23        =(F9-F10)*F12.

2.4.4 Studi Kasus 4: Biaya Bersama – Jual atau Proses Lebih
      Lanjut

Studi kasus ini hampir sama dengan studi kasus sebelumnya
yang membedakan dalam kasus ini tidak ada produk
sampingan dengan data produksi dan biaya bersama bulan Juni
2008 sebagai berikut:




Pada bulan tersebut PT ABC dapat memproses lebih lanjut
produk Kimia B dengan harga jual Rp 800 dengan skenario
sebagai berikut:
Anda diminta untuk:

     Melakukan alokasi biaya bersama dengan menggunakan
     metode nilai penjualan pada titik pemisahan.

     Tunjukan pengaruhnya terhadap laba kotor produk Kimia
     B antara menjual pada titik pisah atau memproses lebih
     lanjut.

Prosedur penyelesaian studi kasus ini dengan asumsi file
BAB02L telah aktif adalah sebagai berikut:

1. Pilih dan klik sheet KASUS4 atau klik tombol pilihan 4 pada
   sheet MENU.

2. Untuk mengisi Nilai penjualan pada titik pemisahan
   ketikan rumus berikut:

     C27        =D12*D9, salin ke alamat sel D27.

     E27        =SUM(C27:D27).

3. Untuk mengisi Alokasi biaya bersama ketikan rumus
   berikut:
     C28       =$C$8*(C$27/$E27), salin ke alamat sel D28.

     E28       =SUM(C28:D28).

4. Untuk mengisi Penjualan ketikan rumus =D24*E10 pada
   alamat sel C35.




 Gambar 2-6 Alokasi Biaya Bersama – Jual atau Proses Lebih
                          Lanjut

5. Untuk mengisi Harga pokok penjualan ketikan rumus
   =IF(D33="";0;E10/E9*D30) pada alamat sel C36.

6. Untuk mengisi Biaya pemrosesan tambahan ketikan rumus
   =D20 pada alamat sel C37.

7. Untuk mengisi Laba (Rugi) kotor ketikan rumus =C35-C36-
   C37 pada alamat sel C38.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Stats:
views:2554
posted:3/5/2010
language:Indonesian
pages:15
Description: File ini membahas konsep biaya produk bersama (join cost) dan produk sampingan (byproducts) serta aplikasinya menggunakan Ms.Excel 2007
BUY THIS DOCUMENT NOW PRICE: $5 100% MONEY BACK GUARANTEED
PARTNER Andriana