200 TANAMAN HIAS DIAMANKAN
Document Sample


200 TANAMAN HIAS DIAMANKAN
Monday, 11 May 2009 16:47
Untuk Digemukkan dan Menghindari Tangan Jahil
Cimahi, (PR).-
Setelah sempat dirusak tangan jahil saat baru dua hari ditanam, seluruh pot tanaman hias yang
ada di jembatan layang Cimindi, kini sama sekali tidak berada di tempatnya. Sejumlah tanaman
hias itu telah diamankan untuk sementara oleh Dinas Penyehatan Lingkungan dan Kebersihan
(DPLK) di green house Kantor Pemkot Cimahi.
Sebelumnya, pemandangan berbeda tampak di sepanjang jembatan layang Cimindi sejak
Senin (27/4) lalu. Pasalnya, sepanjang pinggir jembatan yang biasanya hanya pembatas saat
jalan itu dihiasi dengan dua ratus pot yang berisi tanaman bunga air mancur. Namun, pot-pot itu
dirusak oleh tangan jahil dua hari setelah ditempatkan. Tanaman hias itu sebagian besar
dicabut dari potnya. Bahkan ada beberapa potnya yang hancur atau hilang sama sekali. DPLK
pun merapikan tanaman yang rusak dan menata kembali pot yang tersisa.
Seminggu kemudian, Senin (28/4), pemandangan berbeda kembali nampak di jembatan layang
Cimindi. Jembatan layang Cimindi yang sebelumnya dihiasi tanaman kini kembali lengang.
Tidak nampak sama sekali pot atau tanaman hias yang dahulu menghiasi jembatan tersebut.
Kepala Bidang Pertamanan, Pemakaman, dan Penerangan Jalan DPLK Kota Cimahi Dadang
Kartiwa mengatakan, tanaman hias tersebut akan disimpan dahulu di green house untuk
"digemukkan". Menurut dia, bunga air mancur merupakan jenis tanaman menjuntai dan lembut.
"Untuk itu, kami perlu memastikan agar tanaman tersebut tumbuh sampai besar dan berbunga
agar kuat disimpan di lapangan," ujar Dadang.
Adipura
Dia mengakui, penempatan tanaman di jembatan layang Cimindi itu bertujuan untuk
memperindah kota dalam rangka penilaian Adipura. Meskipun demikian, Dadang mengatakan,
pengadaan sarana untuk Adipura itu berlaku dalam jangka waktu panjang, bukan dalam waktu
sesaat.
"Waktu kemarin, waktunya memang sangat mepet untuk Adipura, jadi disimpan dahulu di
lapangan." katanya.
Dadang menuturkan, kemungkinan tanaman itu akan diletakkan kembali pada Juni mendatang.
Waktu itu bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup, tanggal 5 Juni.
Menurut dia, tanaman bunga air mancur itu dipilih karena toleran terhadap polusi, menyerap
karbon, serta tahan panas. Sementara pemilihan bahan serta ukuran pot sehingga gampang
dirusak karena tempat untuk menyimpan tanaman hias itu relatif kecil.
Terburu-buru
Sementara itu, anggota Komisi C DPRD Kota Cimahi, Santoso Anto mengatakan, Pemkot
Cimahi tidak memperhitungkan sisi kekuatan material pot dan tanaman. Selain itu, ia menyoroti
1/2
200 TANAMAN HIAS DIAMANKAN
Monday, 11 May 2009 16:47
waktu pemasangan pot tanaman hias yang terkesan terburu-buru serta tidak dilakukan secara
matang.
"Sebaiknya dalam melakukan kegiatan tidak hanya untuk sekadar mendapatkan penghargaan,
apabila kita sehari-hari melakukan penataan dengan baik pasti penghargaan itu datang sendiri,"
tuturnya. (A-185)***
Sumber: Harian Pikiran Rakyat, Senin 11 Mei 2009
2/2
Related docs
Get documents about "