Skripsi Bab 1 by laapo

VIEWS: 5,363 PAGES: 8

									                                     BAB I
                                 PENDAHULUAN

   A. LATAR BELAKANG

Sebagai individu, anak usia dini adalah suatu organisme yang merupakan suatu

kesatuan jasmani dan rohani yang utuh dengan segala struktur dan perangkat biologis

dan psikologisnya sehingga menjadi sosok yang unik. Sebagai makhluk sosio-

kultural, ia perlu tumbuh dan berkembang dalam suatu lingkungan sosial tempat ia

hidup dan perlu diasuh dan dididik sesuai dengan nilai-nilai sosio-kultural yang

sesuai dengan harapan masyarakatnya. Menurut Hibana S Rahman (2004: 4) anak

usia dini mengalami suatu proses perkembangan yang fundamental dalam arti bahwa

pengalaman perkembangan pada masa usia dini dapat memberikan perkembangan

yang membekas dan berjangka lama sehingga melandasi proses perkembangan anak

selanjutnya. Ia memiliki sejumlah potensi baik potensi fisik-biologis, kognisi maupun

sosio-ekonomi. Ia adalah individu yang sedang mengalami proses perkembangan

sangat pesat serta merupakan pembelajar yang aktif dan energik. Para ahli psikologi

perkembangan sepakat usia dini (0-4 tahun) adalah sebagai “the golden age” atau

masa emas dalam tahap perkembangan hidup manusia. Dikatakan sebagai masa emas,

karena pada masa ini tidak kurang dari 100 miliar sel otak siap untuk distimulasi agar

kecerdasan seseorang dapat berkembang secara optimal di kemudian hari. Dalam

banyak penelitian menunjukkan, kecerdasan anak usia 0-4 tahun akan terbangun 50

persen dari total kecerdasan yang akan dicapai pada usia 18 tahun. Hal ini

menunjukkan bahwa usia 4 tahun pertama adalah masa-masa paling menentukan



                                          1
dalam membangun kecerdasan anak dibandingkan masa-masa sesudahnya. Artinya,

nilai pada usia tersebut anak tidak mendapatkan rangsangan yang maksimal, maka

potensi tumbuh kembang anak tidak akan teraktualisasikan secara optimal (Sutaryati,

2006: 10).

Menurut Hibana S Rahman (2005: 5) anak yang mendapatkan pembinaan sejak usia

dini akan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik dan mental, yang

secara langsung maupun tidak langsung akan berdampak pada peningkatan prestasi

belajar, atas kerja dan produktivitas. Pada akhirnya anak akan lebih mampu untuk

mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimiliki.

Gambaran di atas menunjukkan betapa pentingnya Pendidikan Anak Usia Dini

(PAUD) untuk anak-anak kita. Kalau dulu banyak orang beranggapan bahwa

pendidikan untuk anak hanya akan efektif bila dimulai dari usia TK atau SD, maka

persepsi tersebut harus diluruskan. Karena pendidikan anak yang dimulai dari TK

atau SD sebenarnya sudah ketinggalan kereta. Pendidikan terhadap anak sebaiknya

dilakukan sejak anak usia 0 tahun atau bahkan sejak dalam kandungan. Hanya saja

yang perlu diperhatikan, menu pendidikan yang diberikan pada anak dalam rentangan

PAUD (0-6 tahun) tidak dibenarkan seperti anak usia sekolah dengan diajak menulis

dan berhitung, akan tetapi lebih pada pengenalan angka dan huruf. Oleh sebab itu,

mereka cukup diberikan menu pendidikan sederhana yang diramu dalam bentuk

permainan menyenangkan namun tetap efektif guna merangsang tumbuh kembang

anak, baik fisik maupun non fisik. Dengan demikian, dipandang dari sudut medis-

neurologis, psikososiokultural dan edukatif dapat disimpulkan bahwa pendidikan


                                        2
anak usia dini merupakan hal yang sangat esensial. Secara medis-neurologis, PAUD

sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan struktur dan fungsi otak anak sehingga

dapat memberikan pengaruh yang menetap terhadap perkembangan perilaku dan

kepribadian anak selanjutnya. Mendukung pemikiran ini, secara psiko-edukatif masa

usia dini juga dipandang sebagai masa kritis bagi perkembangan intelektual,

kepribadian dan perilaku sosial manusia sehingga rangsangan-rangsangan pada saat

itu mempunyai dampak yang lama terhadap diri seseorang. Pengalaman pendidikan

dipandang sebagai suatu yang berkesinambungan sehingga pengalaman pendidikan

pada masa dini akan melandasi proses dan hasil penelitian selanjutnya.

Secara lebih luas dari aspek sosio-kultural, PAUD dapat merupakan suatu realisasi

dari hak anak untuk hidup dan berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.

Melalui PAUD, pewarisan nilai-nilai masyarakat dapat dilakukan sehingga dapat

menyiapkan anak sebagai generasi penerus untuk masa depan. Bahkan secara

ekonomik, PAUD dapat merupakan investasi bagi masa depan karena anak yang

terdidik dan berkembang baik secara ekonomis akan menguntungkan pada masa yang

akan datang.

Mengingat anak adalah bagian dari masyarakat dan sekaligus menjadi generasi

penerus dari masyarakat yang bersangkutan, maka PAUD hendaklah berlandaskan

dan sekaligus turut mengembangkan nilai-nilai sosio-kultural yang berkembang pada

masyarakat yang bersangkutan. Lebih lanjut, prinsip ini juga mempersyaratkan

perlunya PAUD untuk memanfaatkan potensi lokal, baik itu berupa keragaman sosial




                                         3
budaya maupun berupa sumber-sumber daya potensial yang ada di masyarakat

setempat.

Dari Uraian-uraian yang yang telah dikemukakan di atas, maka penulis tertarik untuk

mengangkat judul “Pengaruh Pendidikan Anak usia Dini (PAUD) Terhadap

kemampuan Dalam Bersosialisasi di SDN Batara Guru”



B. IDENTIFIKASI MASALAH

    Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka masalah

    dapat diidentifikasi sebagai berikut :

   1. Penanganan anak perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu, namun

       hingga saat ini belum ada suatu sistem yang menjamin keterpaduan kebijakan

       dan program dalam penanganan anak usia dini.

   2. Anak usia dini (0-6 tahun) merupakan populasi yang cukup besar (12,85%

       dari keseluruhan populasi, sementara di pihak lain, peran pemerintah dalam

       penyelenggaraan PAUD sangat minim.

   3. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengikutkan putra-putrinya dalam

       program PAUD.

   4. Pembinaan anak          usia dini seharusnya membantu pertumbuhan dan

       perkembangan jasmani dan rohani anak        untuk bersosialisasi memasuki

       pendidikan dasar dan pendidikan tahap selanjutnya.




                                             4
C. Pembatasan Masalah


  Berdasarkan identifikasi masalah yang telah dikemukakan di atas, maka masalah

  dalam penelitian dibatasi pada :


  1. Kesadaran masayarakat untuk mengikutkan putra-putrinya dalam program

      PAUD.

  2. Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini mengembangkan dengan kemampuan

      potensi jasmani dan rohani pada diri anak untuk bersosialisasi memasuki

      pendidikan dasar dan pendidikan tahap selanjutnya.

D. Perumusan Masalah

      Berdasarrkan batasan masalah yang telah dikemukakan diatas, makaRumusan

      Masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :

      1. Bagaimanakah Kesadaran masayarakat untuk mengikutkan putra-putrinya

          dalam program PAUD di SD Negeri 5 Batara guru.

      2. Adakah pengaruh Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini mengembangkan

          dengan kemampuan potensi jasmani dan rohani pada diri anak untuk

          bersosialisasi memasuki pendidikan dasar dan pendidikan           tahap

          selanjutnya SD Negeri 5 Batara guru..

E. Tujuan Penelitian

   Berdasarkan rumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan dari

   penelitian ini yaitu :




                                        5
   1.   Untuk memperoleh bukti ada/ tidaknya pengaruh Pendidikan Anak Usia Dini

        terhadap kemampuan bersosialiasi di SDN 5 Bataraguru

   2. Untuk     memperoleh    informasi       tentang   ada/tidaknya   masalah   dalam

        mengembambangkan potensi jasmani dan rohani anak untuk bersosialisasi

        memasuki pendidikan dasar dan pendidikan tahap selanjutnya

   3. Guna memenuhi syarat terakhir untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

F. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dalam penelitian adalah :

   1. Bagi (Nama instansi) kiranya ini ada manfaatnya untuk menambah koleksi

        hasil penelitian dan sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan

        akademik.

   2. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi peneliti sendiri guna

        meningkatkan profesionalisme di bidang penelitian

   3. Hasil penelitian ini berguna untuk memenuhi tugas dan persyaratan untuk

        memperoleh gelar sarjana pendidikan.

G. Sistematika Penulisan

Untuk dapat memberikan gambaran mengenai penelitian ini dapat disusun sistematika

penulisan sebagai berikut :

BAB I PENDAHULUAN

        Berisi tentang Latar Belakang Masalah, Identifikasi masalah, Pembatasan

        Masalah, Rumusan Masalah, Tujuan dan Manfaat Penelitian, Kerangka

        Berpikir dan Perumusan Hipotesis dan Sistematika Penulisan.


                                          6
BAB II KAJIAN PUSTAKA

Landasan Teoritik, Kerangka Konseptual Dan Hipotesis Penelitian Bab ini

menguraikan deskripsi teoritik, kerangka konseptual dan hipotesis penelitian

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini menguraikan tentang tempat dan waktu penelitian, populasi dan sample,

metode penelitian, teknik pengumpulan data, instrument penelitian dan teknis analisa

data.

BAB IV ANALISIS DATA, PEMBAHASAN DAN HASIL PENELITIAN

Bab ini menguraikan tentang deskripsi teoritik, pengujian persyaratan statistic,

pengujian hipotesis dan interpretasi hasil penelitian

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

        Bab ini berisi kesimpulan dari seluruh uarian dari bab terdahulu dan saran

        yang bisa menunjang peningkatan dari permasalahan yang dilakukan

        penelitian.




                                           7
8

								
To top