Sejarah BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang

Document Sample
Sejarah BAB I PENDAHULUAN A Latar Belakang Powered By Docstoc
					                                  BAB I
                              PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
            Keberadaan kerajaan Majapahit dalam babakan sejarah Indonesia tidak
   bisa dilepaskan dari kerajaan Singosari dan secara urutan waktu, Majapahit
   berdiri sesudah runtuhnya kerajaan Singasari dan secara keturunan pendiri
   kerajaan Majapahit merupakan pewaris kekuasaan kerajaan Singasari

           Raja terakhir Singasari adalah Kertanegara, sebagai raja terakhir,
   Kertanegara juga berhasil menjadikan dirinya sebagai raja terbesar dalam
   sejarah Singasari. Data sejarah mengenai masa pemerintahan Kertanegara bisa
   diperoleh dari kitab Pararaton dan kitab negara Kertagama. Kertanegara
   memerintah kerajaan Singasari dari tahun 1268 sampai dengan tahun 1292. ia
   memilih jiwa kepemimpoinan, antara lain berpandangan luas, cakap, dan bersika
   tegas memiliki pengetahuan yang tinggi terutama tentang agama dan
   memberikan kebebasan dalam menjalankan agama.

           Dari uraian di atas, enulis berkelanjutan menajak diri pribadi penulsi
   khususnya dan masyarakatan untuk lebih mengelkan sejarah di Indonesia
   dengan mencoba menyajikan karya tulis yang berbentuk paper yang berjudul
   Sejarah Perkembangan Kerajaan Majapahit dan Peninggalannya.

B. Rumusan Masalah
           Dari uraian yang tertera di atas atau dalam karya tulis yang bentuk
   paper ini, penulis akan mencoba menyimpulkan atau mengambil kesimpulan,
   yang berkaitan dengan tema di atas
   a. Bagaimana awal mula pertumbuhan awal kerajaan Majapahit ?
   b. Bagaimana struktur pemerintahan kerajaan Majapahit

C. Tujuan Penulisan
          Adapun tujuan dari penulisan dan penyusunan karya tulis (paper) adalah
   sebagai berikut :
   1. Mengetahui awal mupa pertumbuhan awal kerajaan Majapahit
   2. Mengetahui struktur pemerintahan kerajaan Majapahit
   3. Mengetahui keadaan masa kahir majapahit
D. Metode Penulisan
          Dalam penyajian karya tulis ini, penulis menggunakan metode untuk
   mendapatkan data-data yang valid.
          Adapun metode atau sumber data ini disusun berdasarkan data-data
   diperoleh melalui metode-metode sebagai berikut :
   1. Metode diskriptif kualitatif
      merupakan suatu analisa data yang dikumpulkan berupa informasi-informasi
      dan dokumentasi secara menyeluruh
   2. Metode observasi
      Bahwasanya penulis dalam mencari data melakukan pengamatan secara
      langsung pada objek, yang menjadi tujuan penyusnan karya tulis ini, yang
      berbentuk paper.

                          BAB II
         SEJARAH PERKEMBANGAN KERAJAAN MAJAPAHIT

A. Proses Berdirinya Kerajaan Majapahit
           Pembukaan hutan Tarik oleh R. Wijaya merupakan titik pangkal bagi
   berdirinya kerajaan Majapahit. Sesudah diperkenankan oleh Jayakatwang,
   daerah hutan Tarik oleh R. Wijaya dibuka menjadi sebuah desa menurut
   Parararton dan Harsa Wijaya. Raden Wijaya menamai desa tersebut dengan
   nama Majapahit. Penamaan ini sesuai dengan kenyataan bahwa di hutan tarik
   banyak terdapat pohon Maja. R. Wijaya berusaha menarik simpati penduduk
   sekitarnya. Ia juga menerima dengan baik pendatang dari Tumapel dan Daha.
   Majapahit akhirnya tumbuh menjadi desa yang ramai. R. Wijaya sebenarnya
   akan menjadikan daerah yang kuat dan sebagai titik pangkal untuk
   menghancurkan Jayakatwang. R. Wijaya membangun desa Majapahit sambil
   menunggu saat yang tepat untuk menyerang Jayakatwang.

B. Pertumbuhan awal kerajaan Majapahit
          R. Wijaya sebagai pendiri kerajaan Majapahit memerintah dari Tahun
   1292-1309. dalam menjalankan pemerintahannya, ia didampingi oleh empat
   putri Kertanegara, sebagai permaisuri adalah Tribuwaneswari, Narendradunita,
   Prajna Paramittan, dan Gayatri.
          Raden Wijaya memberikan jabatan penting kepada pengikutnya yang
   mempunyai andilcukup besar pada kerajaan Majapahit. Mereka diberi
   kesempatan untuk menikmati hasil perjuangannya dan diangkat menjadi pejabat
   kerajaan. Dari prasasti Kadada kita mengetahui bahwa R. Wijaya memberi
   hadiah kepada kepala desa kadada sebagai balas jasa atas pertolongannya
   kepada R. Wijaya dan pasukannya sewaktu melarikan diri dari serangan
   pasuikan Jayakatwang.
          Wilayah kerjaaan Majapahit pada awal pemerintahan R. Wijaya belum
   begitu luas daerah yang penting adalah Kediri. Singasari dan Madura, namun
   dalam perkembangannya majapahit menjadi kerajaan besar dengan wilayah
   yang cukup luas. Daerah inti kerajaan Majapahit adalah sebatas sungai Brantas
   dengan pusatnya di Mojokerto.
          Sendi perekonomian Majapahit bersifat agro-maritim, yakni meliputi
   bnidang agraris (pertanian) dan perdagangan. Majapahit juga didukung oleh
   sungai besar yang mudah dilayani sampai jauh ke pedalaman. Sungai Brantas
   dan Bengawan Solo merupakan jalur transportasi yang cukup penting.
   Perdagangan juga tumbuh berkembang jauh dipedalaman. Majapahit
   mempunyai potensi untuk menjadi kerajaan besar. Faktor-faktor yang
   mendukung Majapahit sebagai kerajaan besar antara lain letaknya strategis.
          Sebagai penerus Singosari Majapahit mewarisi nama besar Singasari
   yang menjadikan Majapahit mudah memperoleh kedudukan terhormat dalam
   bidang politik di nusantara.
          Pada awal perkembangan, Majapahit dihadapkan pada beberapa
   pemberontakan. Ia berhadapan dengan Ranggalawe yang tidak puas dengan
   jabatannya. Ranggalawe sebenarnya ingin menjabat sebagai Patih, sementara
   yang diangkat adalah Nambi. Akhirnya R. Wijaya mengirim Kebo Anabrang
   untuk menumpas pemberontakan tersebut.
          R. Wijaya meninggal tahun 1309, dicandikan sebagai siswa disamping
   (Sumberjati) Blitar dan sebagai Budha di Antahpura di Ibukota Majapahit. R.
   Wijaya telah berhasil meletakkan dasar-dasar berdirinya Majapahit yang kelak
   mampu tampil sebagai kerajaan yang besar.

C. Masa pemerintahan Jaya Negara
            Pengganti R. Wijaya adalah Jayanegara. Ia adalah putera R. Wijaya dan
   Sri Parawemeri Dya Dewi Tribuwaneswari. Nama pentahbisannya adalah Sri
   Sundaraandyadewa Dhiswaranomarajakhi Seka Wikra Mottunggadewa.
   Sebelum menjadi raja menggantikan ayahnya, Jayanegara telah diangkat sebagai
   Yuwaraja di Kediri. Ia memerintah dari tahun 1309 sampai 1328.
            Pada masa pemerintahannya Jayanegara dhadapkan serangkaian
   pemberontakan. Pada tahun 1316 terjadi pemberontakan Nambi. Ia adalah
   mahapatih sejak masa pemerintahan R. Wijaya. Pemberontakan lain adalah
   pemberontakan yang dipimpin oleh Semi di Lasem (1318). Peristiwa ini juga
   terjadi akibat muslihat mahapatih, sehingga seolah semi menolak perintah yang
   diberikan oleh raja Jaya Negara. Atas kesalahan itu, Jayanegara menghukum
   mahapatih dengan hukuman mati. Pemberontakan yang besar besar dan
   berbahaya. Masa pemerintahan Jayanegara adalah pemberontakan Kuti.
           Pemberontakan ini berhasil menduduki kota Majaphit, dan Raja
   meloloskan diri ke bedander. Peristiwa ini juga disebut peristiwa Bedander.
   Dalam pelarian ini, raja dikawal oleh pasukan Bhayangkari yang bertugas
   sebagai pasukan penjaga istana di bawah pimpinan Bekel Gajah Mada.
           Hubungan diplomatik dengan Cina mulai terbina kembali sejak masa
   Jayanegara catatan Cina menyebutkan bahwa utusan raja datang ke Cina setiap
   tahun dari tahun 1325 sampai tahun 1328, sangat mungkin Adityawarman yang
   memimpin perutusan ini.
           Jayanegara meninggal dunia tahun 1328 akibat pembunuhan yang
   dilakukan oleh Tanca. Pararaton menyebut peristiwa ini sebagai tabib yang
   mengobat bisul Jayanegara.ia kemudian menikam raja Jayanegara.

D. Struktur Pemerintahan Kerajaan Majapahit
          Kerajaan Majapahit merupakan kerajaan yang lengkap struktur
   pemerintahan dan birokrasinya. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk yang
   diabntu Mahaatih Gajah Mada telah memiliki struktur pemerintahan dan
   birokrasi yang teratur dan tertata rapi. Struktur pemerintahan dan birokrasi di
   Ibukota Majapahit terdapat pejabat yang terdiri dari raja Sapta Prabu atau
   Battara Sapta Prabu, Raksan Maha Mantri Katrini, Dewan Mentri yang
   beranggotakan lima orang, dan Dharmadhayaksa, Sapta Prabu keluarga Raja.
   Tugasnya mengurus soal keuangan raja, pergantian mahkota, urusan negara
   yang berhubungan dengan mahkota, dan urusan kebijaksanan kerajaan. Rakyat
   Mahamantri Katrinbi terdiri tiga orang yakni Rakyan Mahamantri I Hino,
   Rakyan Mahamantri I Halu, Rakyan Mahamantri I Sarikah, Rakyan Mantri
   Pakiran-kiran, merupakan badan yang mengurus tata negara, angkatan perang
   dan kejaksaan. Dewan menteri terdiri lima orang, yang dikepalai oleh
   Mahapatih Gajah Mada (Mantri Mukya) terdiri dari Rakyan Mahapatih, Rakyan
   Tumenggung, rakyan Demang, Rakyan Rangga, Rakyan kasurahan. Jabatan di
   atas disebut sang panca ring wilwatikta atau mantri amanca negara.
   Dharmayaksa yakni; Dharmayaksa ring kesaiwan untuk urusan agama Siwa dan
   Dharmayaksa ring kasogahan untuk urusan agama Budha. Masing-masing
   dharmayaksa di atas dalam menjalankan tugas dibantu sejumlah pejabat
   keagamaan (Dharma Upakati) yang diberi sebutan sang pamengat (sanget).
   Jumlah pejabat ini cukup banyak, mereka dikelompokkan berdasarkan sekte-
   sekte dalam agama siwa maupun budha. Selain jabatan-jabatan tersebut di atas,
   masih terdapat anggota dewan menteri yang lain seperti sang Wherdhamantri,
   Yuwamantri, sang aryyadhikara, sanga aryyamaraju, mantri wangniwaya,
   mantri dasdari dan pakyan juru.

E. Perekonomian kerajaan Majahapit
           Majapahit merupakan kerajaan yang bersifat agromaritim. Sifat
   perekonomian ini bertumpuh ini dua aspek yaitu pertanian dan kelautan
   (perdagangan hasil laut). Hal ini dilatarbelakangi wilayah Majapahit yang luas
   dan terdiri banyak pulau serta menempati posisi strategis dalam pelayaran dan
   perdagangan. Potensi lain yang sangat mendukung terhadap perekonomian
   Majapahit adalah tanah yang subur sepanjang kali Brantas dan Bengawan Solo.
           Penguasa Majapahit memberikan perhatian yang cukup besar terhadap
   sektor pertanian, keberhasilan di bidang pertanian akan berpengaruh terhadap
   kebutuhan hidup rakyat, ketersediaan barang dagangan, dan juga pajak yang
   dibayar kepada para pejabat kerajaan.
           Perindustrian Majapahit menghasilkan barang-barang kerajinan. Dari
   hasil kerajinan tersebut antara lain kapur, payung bulat, keranjang, dari daun
   palem, alat tenun dan lainnya. Hasil kerajinan lainnya adalah grabah (tembikar),
   yaitu barang yang terbuat dari tanah liat. Hasil industri yang pentng adalah
   industri logam
           Majapahit memainkan peranan penting dalam kegiatan perdagangan.
   Letak Majapahit yang berada pada jalur perdagangan menjadikan Majapahit
   memiliki pelabuhan-pelabuhan yang ramai. Dari sektor ini Majapahit mampu
   memperoleh jumlah pajak yang relatif besar. Majapahit juga didukung oleh
   sungai besar mudah dilayar sampai ke pedalaman. Hasil pertanian Majapahit
   yang meliputi beras, kacang-kacangan kelapa, merica, dan saran merupakan
   komoditas yang menarik bagi pedagang untuk mengunjungi majapahit.
   Perdagangan ini dilakukan baik di dalam maupun luar negeri (ekspor).

F. Keadaan pemerintahan masa akhir majapahit
          Hayam Wuruk berusaha agar pemerintahan di Majapahit berjalan lancar
   dan terhindar dari perpecahan diantara keturunannya setelah beliau wafat. Ia
   menikahkan anaknya dari permaisuri, yaitu Kusumawardhani dengan
   keponakannya sendiri, yaitu Wikramawardhana. Generasi muda yang tidak
   menjadi caloin penerus kepemimpinan kerajaan tidak behasil seperti yang
   diharapkan.
          Pertikaian dan perebutan kekuasaan memuncak, sehingga terjadi perang
   saudara yang dikenal dengan pergreg (huru-hara). Perang saudara berlangsung
   selama lima tahun (1401 – 1406), dan dilanjutkan oleh keturunan mereka selama
   berpuluh-puluh tahun. Penguasa wilayah berusaha untuk saling mengalahkan,
   sehingga suatu ketika tidak ada penguasa yang dirasakan mampu memimpin
   majapahit. Pararaton mencatat masa antara tahun 1453-1456 Majapahit tdak
   memiliki seorang raja.
          Pemerintah pusat tidak mampu mengawasi kegiatan-kegiatan pemimpin
   (Bupati) di daerah. Akibat pemerintah pusat tidak mampu melindungi wilayah
   yang luas, sehingga beberapa daerah mulai lepas dari pengaruh istana
   Majapahit. Pada tahun 1405 Palembang dan Melay tidak mengakui kekuasaan
   Majapahit. Muncul kekuatan-kekuatan baru di pesisir Jawa Tengah dan Jawa
   Timur yang menggantikan peranan dan kedudukan kerajaan Majapahit. Masa
   akhir majapahit ditandai dengan terjadinya perubahan yang pesat di asian
   tenggara dalam bidang ekonomi, sosial, dan politik. Kota-kota pantai di
   seanjang jalur perdagangan tumbuh menjadi pusat perdagangan yang ramai.
   Penguasa kota-kota pantai tumbuh menjadi penguasa baru yang mampu
   menandingi kekuasaan pemerintahan pusat di Majapahit.

G. Penyebab mundurnya kerajaan Majapahit
            Majapahit yang besar wiulayahnya luas mengalami kemerosotan yang
   tajam pada sekitar abad XVI. Selanjutnya peranan Majapahit digantikan oleh
   kerajaan Demak yang bercotak Islam sebagai pusat kekuasaan terbesar di pulau
   Jawa
           Berikutnya ini beberapa penyebab mundur dan runtuhnya kerajaan
   Majapahit
   1. setelah Gajah Mada dan Hayam Wuruk wafat, tidak ada pemimpin yang
       berkualitas, dan cakap menjalankan pemerintahan, bahkan pada tahun 1453
       – 1456 kerajaan Majapahit tidak mempunyai raja karena tidak ada calon
       pengganti yang mampu memimpin kerajaan Majapahit.
   2. Terjadinya perang saudara yang lebih dikenal dengan perang paregreg mulai
       1401 sampai 1406, perang ini terjadi sebagai puncak dari pertikaian keluarga
       saja untuk berebut kekuasaan antara wikramawardhana / wikramawardhani
       dengan Bhe Wirabhumi. Semua dana dan kemampuan hanya untuk
       membiayai perang saudara
   3. daerah kekuasaan Majapahit banyak melepaskan diri akibat kurangnya
       perhatian dari pemerintah pusat. Wilayah Majapahit meliuti daerah yang
       sangat luas, membutuhkan kemampuan yang besar untuk mengaturnya.
       Majapahit harus memiliki armada laut yang besar dan kuat agar mamu
       mengurusi wilayahnya. Ketika Majapahit disibukkan dengan perang saudara
       pengawasan terhadap daerah-daerah tidak dilakukan. Sehingga beberapa
       daerah tidak lagi menunjukkan kesetiaannya. Daerah-daerah yang melepas
       diri membawa akibat menurunnya pendapatan Majapahit.
   4. Lepasnya daerah pesisir yang memegang peran penting dalam perdagangan
      memasuki babakan akhir perkembangan majapahit ditandai dengan
      menguatnya pengaruh Islam di masyarakat pesisir. Penguasa daerah pantai
      muncul sebagai kelompok baru dalam masyarakat dan memiliki kekayaan
      lebih dan menganut agama Islam. Dulunya mereka adalah pejabat-pejabat
      Majapahit, mereka tidak lagi merasa merasa terikat dasar keagamaan dengan
      pemerintah pusat Majapahit sehingga kesetiaan mereka sangat lemah.
      Hilangnya dukungan dari wilayah pesisir berpengaruh sangat besar bagi
      perkembangan Majapahit karena itu tidak memiliki aspek perdagangan
      dalam kehidupan perekonomian.

                                 BAB III
                            PENINGGALANNNYA

A. Candi Berahu
           Candi Brahu terletak di Dukuh Jambumente desa Bejijong kecamatan
   Trowulan. Di lihat dari gaya bangunan dari sisi profil bagian atas stupa pada
   atap candi sisi tenggara kemungkinan Candi Brahu jenis agama Budha ,
   bangunan ini diperkirakan didirikan pada abad 15 M. Nama Brahu dihubungkan
   dengan kata Wanaru atau Wanahu, yaitu nama sebuah bangunan suci yang
   disebutkan diuam prasasti Tenbaga yang dikeluarkan Mpu Sendok tahun 861
   saka, di perkirakan fungsi Candi Brahu adalah tempat pemujaan.

B. Candi Tikus / Patirtan Tikus
           Patirtan tikus berada di dukuh Dinu Desa Temon Kecamatan Trowulan
   penamaan bangunan ini dengan nama tikus sesuai cerita rakyat pada saat
   ditemukan merupakan sarang tikus. Ditinjau dari sei arsitekturnya. Bangunan ini
   berkenaan dengan tata air. Bangunan patirtanb ini yang menggambarkan konsep
   Makro kosmos (alam raya) berpusat pada gunung Mahameru sebagai tempat
   bersemayamnya para dewa. Air yang mengalir di Mahameru dapat dianggap
   sebagai air suci (amita) konsep air amta dikenal baik dalam agama hindu
   maupun Budha. Patirtan tikus merupakan replika (tiruan) Mahameru yaitu
   bentuk bagunannya yang semakin ke atas semakin kecil. Serta bangunan untuk
   berada di puncak utama yang dikelilingi oleh 8 puncak yang lebih kecil. Patirtan
   tikus merupakan sebuah patirtan yang disucikan oleh pemeluk Hindu dan
   Budha.
C. Gapura Bajangratu
          Gapura Bajangratu terletak didukuhkraton desa Temon kecamatan
   Trowulan. Dilihat dari bentuknya bangunan ini merupakan pintu gerbang yang
   memiliki atap (Gapura Paduraksa) para ahli menghubungkan bangunan ini
   dengan wafatnya Jayanegara yaitu Gapura Bajangrau diduga sebagai pintu
   masuk ke sebuah bangunan suci untuk memperingati wafatnya jaya negara
   dalam 1328 saka.

D. Makam Troloyo
          Makam Troloyo terletak di dukuh Sidodadi desa Sentonorejo Kecamatan
   Trowulan, pada Komplek makam Troloyo terdapat 3 kelompok makam, yaitu
   kelompok makam Walisongo. Kelompok makam Syeh Jaelani Qubro, dan
   kelompok makam yang berjumlah tujuh. Dari satu nisan di makam Troloyo
   terdapat pahatan angkar tahun Soka dan hijrah, ungkapan keagaaan dalam huruf
   arab. Ukuran surya Majapahit, dan hiasan kalamerga. Dalam penulisan
   ungkapan keagamaam Islam terdapat beberapa hal yang tdak tertulis angka
   tahun yang dipahatkan pada nisan Troloyo yang paling tua adalah 1204 saka
   (1282 M) dan yang paling mudah tahun 1533 saka (1611 M).
          Situs makam Troloyo merupakan peninggalan yang cukup penting. Letak
   Troloyo yang berada di lingkungan istana Majapahit menunjukkan bahwa
   penyebaran agama Islam telah jauh sampai di ibukota Majapahit. Para ahli
   berpendapat berdasarkan hiasan surya Majapahit dan kelerakan Troloyo
   dilingkungan ibukota Majapahit, situs Troloyo adalah komplek makam
   bangsawan Majapahit yang sudah memeluk agama Islam. Toleransi hidup
   beragama rupanya telah terbentuk pada masa itu.


                                   BAB IV
                                  PENUTUP

A. KESIMPULAN
           Dari uraian di atas menjabarkan kita tentang beberapa hal. Kerajaan
   majapahit yang pernah mewarnai perkembangan Sejarah Indonesia, memperoleh
   kejayaan karena adanya pemimpin-pemimpin yang cakap. Tampilnya Hayam
   Wuruk dan Gajah Mada sebagai pemimin, menjadikan Majapahit memiliki
   kekuasaan yang besar.
           Sepeninggal Hayam Wuruk dan Gajah Mada, Majapahit tidak lagi
   memiliki pimpinan yang cakap dan memiliki wawasan yang luas. Ini merupakan
   pelajaran bagi kita dengan belajar dan bekerja keras serta bertaqwa kepada
   Tuhan. Bangsa Indonesia di masa mendatang akan mencapai masyarakat yang
   adil dan sejahtera danm memperoleh kedudukan yang sederajat dan meperoleh
   kedudukan yang sederajat dalam pergaulan internasional dengan bangsa-bangsa
   di dunia. Perang saudara yang berlarut-larut merupakan faktor penting
   rutnuhnya Majaphit. Pertikaian saudara akan berakibat hacnurnya sendi-sendi
   kehidupan politik, sosial, ekonomi dan budaya. Hal ini menjadi pelajaran
   berharga bagi kita dalam usaha mempertahankan keutuhan negara republik
   Indonesia.

B. Saran-saran
    Hendaknya kita mengetahui sejarah kerajaan Majaphit mulai dari
      perkembangan serta pennggalan
    Hendaknya kita juga mengetahui sejarah atau cerita tentang berdirinya
      kerajaan Majapahit.
    Sering-seringlah dalam berkarya baik dalam membuat karya tulis atau karya
      yang lain, karena itu dapat menambah pengalaman, wawasan, serta
      ketramipilan
    Semoga dengan karya tulis ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan
      kita semua.


                            DAFTAR PUSTAKA

Arwana, I. G. Bagus, Drs. 1998. Mengenal Peninggalan Majapahit di daerah
Trowulan. Trowulan : Koperasi Pegawai Republik Indonesia Purbakala

Djafar, Hasan, 1978. Girindrawardhana Beberapa Masalah Majapahit Akhir.
Jakarta : Yayasan Dana Pendidikan Buddis

Poeponegoro, Mawarti Djoenad, dan Nugroho Notosusanto, 1984. sejarah Nasional
Indonesia II, Jakarta : Balai Pustaka
                                  MOTTO

 Ilmu adalah harta yang tak ternilai
 Kegagalan adalah sukses yang tak tertunda
 Pengalaman adalah guru yang terbaik dalam hidup
 Waktu terlalu singkat untuk dibuang tanpa digunakan untuk belajar
 Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik dan mulia
 Alloh tidak akan meberikan tugas seseorang kecuali orang ini sanggup
  menyelesaikannya
 Kecerdasan tidak akan datang keada kita, terapi kitalah yang menciptakannya
                            PERSEMBAHAN

Sebagi ucapan rasa terima kasih paper ini kami persembahkan kepada :
 Alloh SWT yang selalu melindungi dan memberi rahmat kepada saya
   dimanapun saya berada
 Nabi Muhammad SAW yang menjadi panutan saya
 Para wali-wali Allah dan ulama yang telah berjasa dalam menyebarkan agama
   Islam
 Seluruh Mu’asis pondok pesantren Bahrul ’Ulum
 Pengasuh Bumi Damai Al Muhibbien, Romo KH. M. Djamaluddin Ahmad dan
   KH. M. Aris Djamaluddin
 Seluruh guru-guru dan staf pengajar di MAN Tambakberas Jombang
 Kedua orang tua saya yang selalu mendoakan untuk keselamatan saya
 Drs. H. Ahsan Sutari, M.Pd. selaku kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN)
   Tambakberas Jombang
 Bpk. Taufiq Wahyudi, S.Pd., selaku Pembimbing yang tak pernah lelah untuk
   membimbing saya dalam mengerjakan dan menyusun pembuatan paper ini.
 Semua teman-teman kelas XI Sosial seperjuangan dan senasib.
                            KATA PENGANTAR


         Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT, penguasa Alam raya
dengan kekuasaannya, dan atas pemberian rahmat, hidayah, inayah, karunia serta
ridlo-Nya, penulis dapat menyusun dan menyelesaikan karya tulis yang berbentuk
paper yang berisi laporan penelitian ini.
         Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabiyulloh Agung,
Nabi Akhiruzzaman Rosulullah Muhammad SAW, yang telah memberikan kita
tuntunan untuk mengenal Tuhan dan agama-Nya.
         Begitu sulitnya untuk membuat laporan yang begitu sempurna, yang mana
paper ini berjudul ”Sejarah Perkembangan Kerajaan Majapahit dan
Peninggalannya” mungkin belum bisa memnuhi keinginan pembaca, karena masih
banyak kekurangan, dan kesalahan-kesalahan serta jauh dari kesempurnaan.
         Maka dari itu kami sebagai penulis, mohon teguran, kritik, dan masukan
yang bersifat membangun supaya dapat kami jadikan tangga untuk naik selangkah
lebih baik.
         Akhirnya penulis berharap semoga paper ini dapat bermanfaat khususnya
bagi penulis dan pada umumnya bagi pembaca dan semua pihak.
                         DAFTAR ISI


HALAMAN COVER
HALAMAN PERSETUJUAN
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN MOTTO
HALAMAN PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I   : PENDAHUUAN
          A. Latar Belakang Masalah
          B. Rumusan Masalah
          C. Ruang Lingkup Masalah
          D. Tujuan Pembahasan
          E. Metode Penulisan
          F. Sistematika
BAB II : SEJARAH PERKEMBANGAN KERAJAAN MAJAPAHIT
          DAN PENINGGALANNYA
          A. Proses Berdirinya Kerajaan Majapahit
          B. Pertumbuhan Awal Kerajaan Majapahit
          C. Masa Pemerintahan Jayanegara
          D. Struktur Pemerintahan Kerajaan Majapahit
          E. Perekonomian Kerajaan Majapahit
          F. Keadaan Pemerintahan Masa Akhir Majaphit
          G. Penyebab Mundurnya Kerajaan Majapahit
BAB III : PENINGGALANNYA
          A. Candi Tikus
          B. Candi Brahu
          C. Gapura Bajang Ratu
          D. Makam Troloyo
BAB IV : PENUTUP
          A. Kesimpulan
          B. Saran

DAFTAR PUSTAKA

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:10211
posted:3/5/2010
language:Indonesian
pages:13