APLIKASI ANALISIS KOMPONEN UTAMA DALAM PEMODELAN

Document Sample
scope of work template
							Jurnal Matematika dan Sains
Vol. 9 No. 1, Maret 2004, hal 215 – 222


   Aplikasi Analisis Komponen Utama dalam Pemodelan Penduga Lengas Tanah dengan
                               Data Satelit Multispektral

                        Erna Sri Adiningsih1) ,Mahmud2) ,dan Iskandar Effendi1)
            1)
              Pusat Pengembangan Pemanfaatan dan Teknologi Penginderaan Jauh – LAPAN,
                        Jl. Lapan No. 70, Pekayon – Pasar Rebo, Jakarta 13710
       2)
         Pusat Pemanfaatan Sains Atmosfer dan Iklim – LAPAN, Jl. Dr. Junjunan no. 133, Bandung

                   Diterima Oktober 2002, disetujui untuk dipublikasikan Nopember 2003

Abstract
Principle Component Analysis (PCA) application in modeling the soil moisture estimate using multispectral satellite
data is meant to optimize spectral combination. PCA method has been applied to Landsat Thematic Mapper (TM)
satellite data with good results. However, Landsat data have low temporal resolution (16 days) compared with
daily NOAA-AVHRR (NOAA-Advanced Very High Resolution Radiometer) satellite data. So, NOAA-AVHRR data
are able to provide better information on daily soil moisture. The objective of the study is to develop soil moisture
estimation model based on daily 5-channel daily NOAA-AVHRR data using PCA method. The locations are West
Java and Central Java as case study, while the period is August-September 1999. Some field soil samples were also
taken from the two locations. The coefficient of variance shows that the three principle component (PC) can explain
the variance of soil moisture of 0-20 cm depth better than of >20 cm depth. This is due to more dynamic surface
soil moisture change rather than deeper soil layer. Among the three PCs, the first PC is the best parameter to
estimate soil moisture. The index resulted by the first PC can estimate soil moisture better than vegetation index.

Keywords : PCA, soil moisture, soil brightness index, greenness index, soil wetness index, multispectral satellite
data.
Abstrak
Penerapan analisis komponen utama (PCA) dalam pemodelan penduga lengas tanah menggunakan data satelit
multispektral dimaksudkan untuk mengoptimalkan kombinasi spektral. Metode PCA telah diterapkan untuk data
satelit Landsat Thematic Mapper (TM) dengan hasil yang baik. Namun data Landsat memiliki resolusi temporal
yang rendah (16 hari) dibandingkan dengan data satelit NOAA-AVHRR harian, sehingga penggunaan data NOAA-
AVHRR diharapkan dapat memberikan informasi tentang kondisi lengas tanah harian dengan lebih baik.
Penelitian bertujuan untuk mengembangkan model penduga lengas tanah berdasarkan data NOAA-AVHRR harian
5 kanal menggunakan metode PCA. Lokasi studi kasus adalah Jawa Barat dan Jawa Tengah dengan periode data
Agustus - September 1999. Beberapa contoh tanah diambil di lapangan pada 2 lokasi. Koefisien keragaman ketiga
komponen utama dapat menjelaskan lengas tanah pada kedalaman > 20 cm dengan lebih baik dibandingkan pada
kedalaman 0-20 cm. Hal ini disebabkan perubahan lengas tanah pada lapisan permukaan lebih dinamis daripada
lengas tanah pada lapisan lebih dalam. Komponen utama pertama yang diperoleh disebut sebagai indeks
kecerahan tanah, yang kedua adalah indeks kehijauan, dan yang ketiga adalah indeks kelembaban tanah. Diantara
ketiga komponen utama, komponen utama pertama merupakan parameter penduga lengas tanah yang terbaik.
Indeks yang dihasilkan dari komponen utama pertama juga menduga lengas tanah lebih baik jika dibandingkan
indeks vegetasi.

Kata kunci: Analisis komponen utama, lengas tanah, indeks kecerahan tanah, indeks kehijauan, indeks kelembaban
tanah, data satelit multispektral.

1. Pendahuluan                                                satu cara yang dapat diterapkan adalah dengan
                                                              memanfaatkan data satelit. Pemanfaatan data satelit
       Ketersediaan air tanah merupakan salah satu
                                                              Landsat Thematic Mapper (TM) multispektral untuk
faktor yang penting bagi pertanian secara umum, baik
                                                              menduga lengas tanah telah diteliti oleh Dirgahayu,
pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan,
                                                              dkk.1) untuk daerah perkebunan tebu di Jatitujuh,
dan kehutanan. Oleh sebab itu informasi tentang
                                                              Jawa Barat. Dengan menerapkan teknik analisis
lengas tanah (soil moisture) sangat diperlukan untuk
                                                              komponen utama, para peneliti tersebut memperoleh
perencanaan, pengelolaan dan pemantauan pertanian.
                                                              tiga jenis indeks untuk menduga lengas tanah
Pengukuran lengas tanah dengan peralatan
                                                              berdasarkan data empat kanal. Namun data Landsat
konvensional seperti tensiometer, neutron probe,
                                                              TM yang memiliki resolusi spasial 30 m2 hanya
maupun teknik gravimetri dapat memberikan
                                                              sesuai untuk digunakan pada daerah tertentu dan
informasi yang sangat akurat tetapi kurang efisien
                                                              untuk waktu yang tertentu pula karena satelit ini
untuk daerah pengukuran yang sangat luas. Salah
                                                              memiliki resolusi temporal 16 hari. Sementara itu,
                                                        215
216                                                                                    JMS Vol. 9 No. 1, Maret 2004



informasi tentang lengas tanah seringkali dibutuhkan            teknik analisis komponen utama (Principle
untuk pemantauan secara terus-menerus karena                    Component Analysis atau PCA) menggunakan data
informasi dini tentang kekeringan lahan sangat                  NOAA-AVHRR lima kanal. Kelima kanal tersebut
penting untuk mengantisipasi dampak yang                        meliputi kanal tampak, infra merah dekat, infra
ditimbulkan. Salah satu cara yang dapat diandalkan              merah termal, dan infra merah jauh. Hal ini karena
untuk memantau lengas tanah pada daerah yang luas               kelima kanal tersebut memberikan perbedaan respon
setiap hari adalah dengan memanfaatkan data satelit             spektral yang kontras terhadap ketiga jenis bahan
National Oceanic and Atmospheric Administration                 utama di daratan yaitu tanah, vegetasi, dan air.
(NOAA). Hal ini dimungkinkan karena salah satu                          Analisis komponen atau PCA adalah metode
sensor satelit NOAA, yaitu Advanced Very High                   analisis peubah multi yang bertujuan memperkecil
Resolution     Radiometer     (AVHRR)       memiliki            dimensi peubah asal sehingga diperoleh peubah baru
karakteristik multispektral. Sejak 1980 hingga saat             (komponen utama) yang tidak saling berkorelasi
ini data NOAA-AVHRR dapat diterima setiap hari                  tetapi menyimpan sebagian besar informasi yang
oleh stasiun bumi milik Lapan yang ada di Jakarta               terkandung dalam peubah asal2). Di dalam aplikasi
dan Biak. Karakteristik data yang dihasilkan untuk              data penginderaan jauh (inderaja), PCA merupakan
setiap kanal dari sensor AVHRR disajikan pada                   salah satu metode statistika yang digunakan untuk
Tabel 1.                                                        menggali informasi dari data citra inderaja, terutama
                                                                dalam hubungannya dengan multidimensi peubah.
Tabel 1. Karakteristik Spektral Data NOAA-AVHRR
                                                                Horler dan Ahern3) melakukan transformasi
 Kanal   Spektrum                  Kegunaan                     komponen utama pada citra satelit Landsat-4 TM
 1       0.58–0.68 µm (tampak)     Menghitung        albedo     daerah barat Ontario dan daerah hutan Arkansas.
                                   permukaan bumi dan
                                   puncak             awan,
                                                                Hasilnya      memperlihatkan      bahwa      Principle
                                   mendeteksi permukaan         Component atau Komponen Utama ke-1 dan ke-2
                                   darat      dan       laut,   (PC1 dan PC2) mampu menyerap 64% dan 28%
                                   memantau pertumbuhan         keragaman data.       PC1 menunjukkan kecerahan
                                   dan       perkembangan
                                   tanaman
                                                                (brightness) yang merupakan weighed value (nilai
 2       0.73–1.10 µm     (infra   Memantau        vegetasi     terbobot) dari semua kanal dimana kanal 4 dan 5
         merah dekat)              (peka terhadap klorofil),    memiliki bobot yang terbesar. PC2 merupakan
                                   mendeteksi         awan,     kontras kanal visible (tampak) dan kanal infra merah
                                   mendeteksi lapisan salju
                                   dan es di permukaan
                                                                dekat yang menjadi ukuran kehijauan (greenness).
                                   bumi,        mendeteksi      PC3 adalah kontras antara kanal SWIR dan empat
                                   albedo permukaan darat       kanal pertama yang disebut sebagai SWIRness3).
                                   dan laut.                             Teknik transformasi PCA juga telah diteliti
 3       3.55–3.95 µm (infra       Menghitung          suhu
                                                                oleh Abdurrazak4) dengan data Landsat-5 TM untuk
         merah menengah)           permukaan            laut,
                                   mendeteksi     distribusi    mempelajari profil awan dan asap kebakaran di
                                   awan pada siang dan          daerah Kalimantan Timur. Penelitian ini menghasil
                                   malam hari, mendeteksi       kan tiga komponen utama yang mampu menyerap
                                   kebakaran hutan karena
                                                                keragaman 98.6 %. Ketiga komponen utama tersebut
                                   kanal ini peka terhadap
                                   sumber      panas       di   berhubungan dengan 3 dimensi fundamental spektral
                                   permukaan bumi.              citra Landsat-5 TM yaitu brightness (kecerahan),
 4       10.3–11.3 µm     (infra   Pada prinsipnya kanal 4      greenness (kehijauan), dan wetness (kelembaban).
         merah jauh)               dan kanal 5 mempunyai        PC1 yang dihasilkan memiliki koefisien atau
                                   kegunaan yang sama
                                   yaitu              untuk     pembobot yang besar dan negatif, sehingga
                                   mengekstraksi        nilai   dinyatakan sebagai kecerahan negatif (blackness).
                                   suhu permukaan laut,         PC3 yang dihasilkan dapat membedakan asap
                                   suhu permukaan darat,        kebakaran dari awan dengan lebih baik dibandingkan
                                   mendeteksi awan pada
                                   siang dan malam hari,        teknik klasifikasi citra multispektral yang umum
                                   memantau         gunung      digunakan, seperti metode maximum likelihood dan
                                   berapi yang aktif, dan       sebagainya.
                                   mendeteksi suhu puncak                Penerapan teknik transformasi komponen
                                   awan.
                                                                utama untuk menentukan tahap pertumbuhan padi
 5       11.5–12.5 µm (infra
         merah jauh)                                            dengan data Landsat TM juga telah diteliti oleh
                                                                Ernawati5) untuk areal pertanaman padi di Sukamandi
        Pendugaan lengas tanah menggunakan data                 - Jawa Barat. Hasilnya menunjukkan bahwa tiga
satelit NOAA telah dilakukan dengan menggunakan                 komponen utama pertama dapat menjelaskan lebih
indeks vegetasi dalam bentuk Normalized Difference              dari 90% keragaman data. Masing-masing komponen
Vegetation Index (NDVI) berdasarkan data kanal 1                utama pertama menggambarkan kehijauan (85.9%),
dan 2 saja, sedangkan indeks-indeks lainnya belum               kecerahan (8.9%), dan kelembaban (2.5%).
dikembangkan di Indonesia. Dalam penelitian ini,                Selanjutnya citra Landsat TM dalam bentuk komposit
parameter penduga lengas tanah diperoleh dengan                 yang terdiri dari tiga komponen utama dapat
JMS Vol. 9 No. 1, Maret 2004                                                                            217



digunakan untuk mengidentifikasi kelompok tanaman      NOAA-AVHRR dengan menerapkan analisis
padi di Sukamandi sesuai tahap pertumbuhannya.         komponen utama terhadap kelima kanal AVHRR.
       Dirgahayu,    dkk.1)   telah    memodifikasi    Data yang digunakan untuk PCA adalah data
perumusan tiga indeks untuk menduga lengas lahan       AVHRR harian Pulau Jawa selama periode
dari data Landsat TM, yaitu Indeks Kecerahan Lahan     September 1998 sampai September 1999. Sebagai
(IKcL), Indeks Kehijauan Lahan (IKhL), dan Indeks      studi kasus dipilih beberapa lokasi di Jawa Barat dan
Kebasahan Lahan (IKbL). Ketiga indeks tersebut         Jawa Tengah untuk validasi model lengas tanah.
diperoleh dengan menggunakan empat kanal Landsat
                                                       2. Metodologi
TM yaitu kanal 2, 3, 4, dan 5. Persamaan ketiga
indeks yang didapatkan adalah sebagai berikut:         2.1 Data dan Alat

IKcL = 0.185 K2+0.308 K3+0.238 K4+0.269 K5                     Data yang digunakan untuk PCA adalah data
                                                       NOAA-AVHRR harian untuk Pulau Jawa yang
IKhL = -0.179 K2-0.447 K3+0.940 K4+0.060 K5+k
IKbL = 0.255 K2+0.458 K3+0.286 K4-0.797 K5+k           terdiri dari dari 137 data selama periode September –
                                                       Desember 1998 dan Maret – September 1999.
                                                       Penggunaan data tersebut disesuaikan dengan kondisi
Konstata k ditambahkan agar tidak ada nilai negatif
pada citra. Menurut Dirgahayu, dkk1) kondisi lahan     penutupan awan. Data bulan Januari – Februari 1999
dengan kandungan lengas tinggi dicirikan oleh nilai    tidak digunakan karena penutupan awan dengan
                                                       persentase sangat tinggi yang pada bulan-bulan
IKhL dan IKbL yang tinggi dan IkcL yang rendah,
dan demikian pula sebaliknya.                          tersebut merupakan puncak musim hujan. Contoh
      Penelitian ini bertujuan untuk menyusun          citra NOAA-AVHRR yang belum ditransformasi
model penduga lengas tanah dengan data satelit         disajikan pada Gambar 1.




Gambar 1. Contoh citra NOAA-AVHRR yang belum ditransformasi dalam bentuk kombinasi RGB (Red Green
Blue).

       Untuk validasi persamaan atau indeks-indeks             Peralatan untuk melakukan pengolahan awal
yang diperoleh dengan data lengas tanah di lapangan,   data AVHRR adalah seperangkat PC dengan
digunakan hasil pengukuran lengas tanah pada           perangkat lunak Erdas Imagine, sedangkan
kedalaman 0-20 cm pada bulan September 1999 di 9       pengolahan lanjut untuk analisis PCA dilakukan
lokasi di Pekalongan dan sekitarnya, Jawa Tengah       dengan perangkat lunak MINITAB dan Microsoft
(Kedungwuni, Bligo Buaran, Babalan Kidul Bojong,       Excel.
Kampir Bojong, Getas Wonopringgo, Karanganyar,
                                                       2.2 Metode Penelitian
Wiradesa, Pekalongan Selatan, dan Kajen) yang telah
dilakukan oleh Adiningsih, dkk.6). Untuk melengkapi    2.2.1 Pengolahan Data Lapangan
data lengas tanah digunakan pula hasil pengukuran
Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) untuk                   Analisis kadar lengas tanah dilakukan di
                                                       Laboratorium Tanah dengan metode gravimetri, yaitu
kedalaman 0-20 cm dan >20 cm pada bulan Agustus
1999 di 8 stasiun klimatologi/meteorologi pertanian    dengan pemanasan contoh tanah selama 24 jam pada
di Jawa Barat (Darmaga – Bogor, Chinchoma –            suhu 100 oC dan dilakukan penimbangan sebelum
                                                       dan sesudah pemanasan. Kadar lengah tanah (dalam
Bandung, Margahayu – Lembang, Sukamandi –
Subang, Jatisari – Karawang, Sukapura – Cirebon,       % berat) adalah selisih antara berat sebelum dan
dan Cipanas – Cianjur).                                sesudah dipanasi terhadap total berat contoh tanah
                                                       sebelum pemanasan.
218                                                                              JMS Vol. 9 No. 1, Maret 2004



2.2.2 Pengolahan Data NOAA-AVHRR                                λ1 + λ2 +… + λp = tr(Σ)                  (5)
        Data NOAA-AVHRR terlebih dahulu
                                                        dan persentase total keragaman data yang mampu
dikoreksi geometrik dengan menggunakan sejumlah
                                                        dijelaskan oleh komponen utama ke-j adalah:
Ground Control Point (GCP) yang tersebar merata
pada citra. Selanjutnya dilakukan resampling dengan
metode nearest neighbourhood interpolation karena               (λj / tr(Σ)) x 100%                      (6)
metode ini paling efisien dan tidak mengubah nilai
digital number (DN) yang asli. Resampling dilakukan     Persentase keragaman dianggap cukup mewakili total
dengan mengambil sample beberapa picture element        keragaman jika 75% atau lebih mampu dijelaskan
(pixel) yang dijadikan GCP, selanjutnya diolah          oleh 4 atau 5 komponen utama pertama2).
dengan metode nearest neighbourhood interpolation              Dari analisis keragaman belum dapat
dan hasilnya adalah persamaan transformasi              diketahui hubungan antara peubah asal dengan
geometrik data. Kemudian dilakukan eliminasi GCP        komponen utamanya. Untuk mengetahui keeratan
yang menyebabkan root mean square error (RMSE)          hubungan antara peubah ke-i dengan komponen
tinggi sampai didapatkan nilai RMSE < 0.5 pixel.        utama ke-j dilakukan analisis korelasi yang
         Pengolahan PCA selanjutnya dilakukan           dinyatakan sebagai:
dengan data lima kanal untuk memperoleh nilai PC1,
PC2, dan PC3 untuk semua kanal. Dari nilai ketiga               rxiyj = (ai √1j) / Si                    (7)
komponen utama (PC) harian dapat dihitung rata-rata
PC untuk satu musim maupun rata-rata seluruh            dengan 1j adalah akar ciri matriks peragam S
tanggal. Berdasarkan penelitian sebelumnya, maka        (penduga Σ).
nilai PC1, PC2, dan PC3 masing-masing                           Perhitungan PCA dengan persamaan-
menunjukkan indeks yang disebut dengan Soil             persamaan tersebut di atas dilakukan secara otomatis
Brightness Index (SBI), Greenness Vegetation Index      dengan perangkat lunak Erdas Imagine.           Hasil
(GVI), dan Soil Wetness Index (SWI). Nilai masing-      akhirnya berupa nilai-nilai koefisien korelasi antara
masing indeks pada lokasi-lokasi tertentu diekstraksi   komponen utama dengan Digital Number (DN) setiap
untuk divalidasi dengan hasil pengukuran kadar          kanal untuk seluruh tanggal atau data yang diolah.
lengas tanah, baik dengan data dari pengukuran          Dari nilai yang diperoleh untuk seluruh data
langsung maupun data dari stasiun klimatologi.          kemudian dihitung nilai bulanannya, serta rata-rata
                                                        total dan rata-rata musim. Untuk musim hujan, nilai
2.2.3 Analisis Komponen Utama                           koeisien rata-rata dihitung berdasarkan nilai pada
        Nilai digital (Digital Number) data NOAA-       bulan Oktober sampai Maret, sedangkan untuk
AVHRR pada setiap kanal dianggap sebagai peubah         musim kemarau dihitung dari nilai pada bulan April
acak X1, X2, …, Xp yang menyebar menurut sebaran        sampai September.
tertentu dengan vektor nilai tengah µ dan matriks       2.2.4 Analisis Data NDVI
peragam Σ. Komponen utama merupakan kombinasi
linier terboboti dari peubah-peubah asal yang mampu            Analisis perbandingan korelasi komponen
menerangkan keragaman data secara maksimum.             utama dengan lengas tanah dan NDVI dengan lengas
Komponen utama ke-j dari sejumlah p peubah dapat        tanah dilakukan berdasarkan hasil penelitian
dinyatakan sebagai:                                     Adiningsih, dkk.6). Nilai NDVI diperoleh dengan
                                                        menggunakan data kanal 1 dan 2 dari persamaan:
        yj = a1j x1 + a2jx2 + … + apjxp = a'x    (1)             NDVI = (C2 – C1) / (C1 + C2),
                                                        dengan C1 dan C2 masing-masing adalah DN pada
Dan keragaman komponen utama ke-j adalah:               kanal 1 dan 2 AVHRR.
                                                        3. Hasil dan Pembahasan
        Var (yj) = λj; j=1, 2, …, p              (2)
                                                               Dari perhitungan tranformasi komponen
                                                        utama diperoleh nilai koefisien transformasi untuk
λ1, λ2, …, λp adalah akar ciri yang diperoleh dari
                                                        kelima kanal data NOAA-AVHRR harian yang
persamaan:
                                                        seluruhnya berjumlah 137 data. Oleh karena hasil
                                                        pengolahan yang diperoleh sangat banyak, maka
        |Σ - λj I| = 0                           (3)
                                                        untuk memudahkan analisis dan pembahasan nilai-
                                                        nilai koefisien transformasi tersebut selanjutnya
dengan λ1>λ2> …>λp>0. Vektor ciri a sebagai             dihitung rata-rata bulanannya untuk periode
pembobot dari transformasi linier peubah asal           September 1998 sampai dengan September 1999.
diperoleh dari persamaan:                               Nilai koefisien komponen utama yang diperoleh
         |Σ - λj I| aj = 0               (4)            untuk setiap bulan disajikan pada Tabel 2 berikut.
Total keragaman komponen utama adalah:
JMS Vol. 9 No. 1, Maret 2004                                                                                                       219



Tabel 2. Koefisien Komponen Utama Pertama,                                     pantulan dan karakteristik emisi dari obyek-obyek
Kedua, dan Ketiga untuk Lima Kanal Data NOAA-                                  yang dipindai (di-scan) oleh sensor satelit. Selain itu,
AVHRR Pulau Jawa.                                                              perbedaan nilai koefisien yang cukup beragam untuk
  Principle Tahun    Bulan                       Kanal                         kanal 2 juga disebabkan oleh keragaman nilai DN
 Component                     1         2         3         4        5        data kanal 2 dalam menunjukkan karakteristik
PC1         1998 September    0,3953   -0,0300   -0,0547   -0,5567   0,1280
                  Oktober     0,3214    0,5457    0,0186   -0,386    0,1257    kecerahan tanah (soil brightness) dari seluruh obyek
                  November    0,3363    0,3463    0,1863   -0,6381   0,1200
                  Desember    0,3877    0,3162    0,0262   -0,6477   0,0954    yang digambarkan oleh PC1, karateristik kehijauan
            1999 Maret        0,3706   -0,1400    0,1529   -0,6535   0,1000    yang digambarkan oleh PC2, dan karakteristik
                  April       0,3877    0,3162    0,0262   -0,6477   0,0954
                  Mei         0,3020    0,6620    0,1580   -0.6600   0,0540    kelembaban yang digambarkan oleh PC3.
                  Juni        0.3983   -0,0558   -0,1117   -0,6625   0.0633
                  Juli        0,3200    0,0420   -0,0200   -0,4080   0,0640            Hasil PCA untuk data kanal 3 juga tampak
                  Agustus     0.3780   -0,0350   -0,2480   -0,3680   0,1190    beragam untuk ketiga PC seperti halnya data kanal 2.
                  September   0,2743    0,0371   -0,0871   -0,2321   0,1607
                                                                               Nilai koefisien PC1 untuk kanal 3 berkisar antara -
PC2        1998 September     0,3493   -0,0780   -0,0920   0,7147    -0,0773
                Oktober       0,2821    0,4729   -0,0214   0,7514    -0,0450   0.2480 hingga 0.1863, untuk PC2 antara -0.2510
                November      0,3006    0,3081    0,0794   0,7494    -0,0863   hingga 0.0982, dan untuk PC3 antara -0.2080 hingga
                Desember      0,3244    0,1781    0,0206   0,7500    -0,0675
           1999 Maret         0,3247   -0,0953    0,0982   0,7435    -0,0576   0.8520. Perbedaan nilai koefisien yang cukup
                April         0,3392    0,1631   -0,0146   0,7454    -0,0438
                Mei           0,2700    0,6080    0,0220   0.7420     0,0080   beragam untuk kanal 3 juga berhubungan dengan
                Juni          0,3458   -0,1633   -0,1908   0,7067     0,0083   keragaman nilai DN data kanal 3 dalam menunjukkan
                Juli          0,2540   -0,0420   -0,0940   0,4340     0,0180
                Agustus       0,3060   -0,0650   -0,2510   0,6290    -0,0450   karakteristik kecerahan tanah (soil brightness) dari
                September     0,1857    0,0607   -0,0821   0,5400    -0,0729
                                                                               seluruh obyek yang digambarkan oleh PC1,
PC3        1998 September     0,2187    0,3347 -0,1473     0,1173 0,0267
                Oktober       0,4650   -0,3336 0,4114      0,0579 -0,0036
                                                                               karateristik kehijauan yang digambarkan oleh PC2,
                November      0,4844   -0,1094 0,4619      0,0275 0,0306       dan karakteristik kelembaban yang digambarkan oleh
                Desember      0,4256   -0,0331 0,4156      0,0306 0,0438
           1999 Maret         0,4206    0,1965 0,3765      0,0453 0.0453       PC3.
                April         0,3562    0,0006 0,4808      0,0862 0.0585
                Mei           0,4040   -0,3080 0,8520      0,0840 0,1740
                                                                                       Hasil PCA untuk kanal 4 menunjukkan bahwa
                Juni          0,3750    0,3533 0,0467      0,1558 -0,0550      nilai koefisien PC1 seluruhnya bertanda negatif yaitu
                Juli          0,3840    0,3840 0,2640      0,0340 0,0820
                Agustus       0,3140    0,4720 -0,2080     0,0920 0,0570       berkisar antara -0,2321 hingga 0,6625, sedangkan
                September     0,5207    0,3307 -0,1250     0,0471 0,0586
                                                                               untuk PC2 bertanda positif yaitu berkisar antara
                                                                               0,4340 hingga 0,7514, dan untuk PC3 bertanda
       Dari Tabel 2 terlihat bahwa koefisien                                   positif yaitu berkisar antara 0,0275 hingga 0,1558.
transformasi data kanal 1 untuk PC1, PC2, dan PC3                              Hasil PCA untuk kanal 4 yang konsisten untuk setiap
bernilai positif. Nilainya untuk PC1 berkisar antara                           PC. Hal ini menunjukkan bahwa data kanal 4 yang
0.2743 hingga 0.3983, untuk PC2 antara 0.1957                                  dihasilkan pada spektrum infra merah termal
hingga 0.3493, dan untuk PC3 antara 0.2187 hingga                              mempunyai DN yang cukup baik dalam
0.5207. Perbedaan nilai antar bulan untuk setiap PC                            menggambarkan karakteristik kecerahan tanah (soil
disebabkan oleh perbedaan nilai digital number (DN)                            brightness) dari seluruh obyek yang digambarkan
data aslinya akibat perbedaan penutupan awan.                                  oleh PC1, karateristik kehijauan yang digambarkan
Adanya awan cenderung meningkatkan DN pada                                     oleh PC2, dan karakteristik kelembaban yang
kanal 1 karena awan bersifat memantulkan radiasi                               digambarkan oleh PC3.
pada spektrum tampak (spektrum kanal 1). Nilai                                         Hasil PCA untuk data kanal 5 juga tampak
koefisien transformasi PC1 pada bulan September                                beragam untuk PC2 dan PC3 seperti halnya data
1999 terlihat lebih rendah dari pada bulan September                           kanal 2 dan kanal 3, tetapi relatif homogen untuk
1998 karena kondisi cuaca pada tahun 1998 lebih                                PC1. Nilai koefisien PC1 untuk kanal 5 berkisar
berawan dibandingkan dengan cuaca pada tahun                                   antara 0,0540 hingga 0,1607, sedangkan untuk PC2
1999. Hal ini juga berkaitan dengan terjadinya                                 antara -0,0863 hingga 0,0180, dan untuk PC3 antara -
fenomena La Nina pada tahun 1998 yang                                          0,0550 hingga 0,1740. Hal tersebut menunjukkan
menyebabkan cuaca lebih berawan. Perbedaan nilai                               bahwa data kanal 5 yang dihasilkan pada spektrum
koefisien pada bulan September tahun 1998 dan 1999                             inframerah      jauh    menunjukkan        karakteristik
juga terlihat dari nilai koefisien komponen utama                              kecerahan tanah (soil brightness) dari seluruh obyek
kedua (PC2) untuk data kanal 1, sedangkan nilai                                yang digambarkan oleh PC1 dengan cukup baik.
koefisien komponen utama ketiga (PC3) untuk data                               Sementara itu perbedaan nilai koefisien PC2 dan PC3
kanal 1 pada bulan September 1998 lebih rendah                                 yang cukup beragam untuk kanal 5 bahwa data kanal
daripada bulan September 1999.                                                 5 memiliki nilai DN yang kurang konsisten dalam
         Hasil PCA untuk data kanal 2 tampak sangat                            menggambarkan        karateristik   kehijauan     yang
beragam untuk ketiga PC. Nilai koefisien PC1 untuk                             ditunjukkan oleh PC2, dan karakteristik kelembaban
kanal ini berkisar antara -0,1400 hingga 0,5457, PC2                           yang digambarkan oleh PC3.
berkisar antara -0,1633 hingga 0,6080, dan PC3                                         Berdasarkan uraian di atas dapat dikemukakan
berkisar antara -0,3336 hingga 0,4720. Beragamnya                              bahwa nilai koefisien transformasi berbeda antar
nilai koefisien untuk data kanal 2 berhubungan                                 kanal. Umumnya koefisien bernilai positif, kecuali
dengan spektrum kanal 2 yaitu inframerah dekat yang                            beberapa nilai negatif yang diperoleh untuk kanal 2,
menyebabkan nilai DN data aslinya sebagian                                     3, 4, dan 5. Koefisien transformasi untuk PC1 pada
dipengaruhi oleh gabungan antara karakteristik                                 kanal 1 dan 5 seluruhnya bernilai positif , untuk kanal
220                                                                                       JMS Vol. 9 No. 1, Maret 2004



2 dan 3 sebagian bernilai positif dan sebagian lagi     Tabel 3. Koefisien Rata-rata Komponen Utama
bernilai negatif, sedangkan untuk kanal 4 seluruhnya    Pertama, Kedua, dan Ketiga Untuk Lima Kanal
bernilai negatif. Koefisien transformasi untuk PC2      AVHRR.
bernilai positif seluruhnya pada kanal 1 dan 4,          Pinciple         Periode                           KANAL
sedangkan pada kanal 2, 3, dan 5 sebagian bernilai      Component                          1        2          3         4        5
                                                        PC 1      Rata-rata Total         0,3493   0,1728     0,0047   -0,5552   0,1038
positif dan sebagian lagi bernilai negatif. Koefisien             Rata-rata ms.hujan      0,3371   0,2223     0,0189   -0,5415   0,1291
                                                                  Rata-rata ms.kemarau    0,3594   0,1316    -0,0071   -0,5666   0,0826
transformasi untuk komponen utama ketiga (PC3)
bernilai positif pada kanal 1 dan 4, sedangkan pada     PC 2       Rata-rata Total
                                                                   Rata-rata ms.hujan
                                                                                          0,2984
                                                                                          0,2884
                                                                                                   0,1225
                                                                                                   0,1884
                                                                                                             -0,0478
                                                                                                             -0,0191
                                                                                                                       0,6824
                                                                                                                       0,7011
                                                                                                                                 -0,0419
                                                                                                                                 -0,0698
kanal 2, 3, dan 5 sebagian bernilai positif dan                    Rata-rata ms.kemarau   0,3066   0,0676    -0,0717   0,6668    -0,0187

sebagian bernilai negatif. Berdasarkan hasil tersebut   PC 3       Rata-rata Total        0,3971   0,1171    0,2571    0,0707    0,0471
                                                                   Rata-rata ms.hujan     0,4229   0,0379    0,2033    0,0561    0,0312
dapat dikemukakan bahwa pada kanal 1 responnya                     Rata-rata ms.kemarau   0,3756   0,1831    0,3020    0,0829    0,0603
adalah positif untuk ketiga komponen utama. Hal ini
menunjukkan bahwa hasil transformasi kanal 1
bersifat konsisten untuk semua komponen utama.                  Nilai koefisien transformasi rata-rata untuk
Pada kanal 4 responnya adalah negatif untuk PC1,        PC2 memiliki nilai positif tertinggi untuk kanal 4,
tetapi negatif untuk PC2 dan PC3 sehingga bersifat      diikuti dengan kanal 1, dan 2, sedangkan untuk kanal
konsisten untuk masing-masing komponen utama.           3 dan 5 bernilai negatif. Hal ini menunjukkan bahwa
Sementara itu pada kanal 2, 3 dan 5 responnya tidak     kanal 4 dan 1 sangat responsif terhadap informasi
konsisten. Hal ini disebabkan karakteristik spektral    tentang kehijauan (greenness) yang digambarkan
kanal 2 yang mendekati kanal 1 dan karakteristik        oleh PC2. Hal yang sama juga masih berlaku untuk
spektral kanal 3 dan 5 mendekati kanal 4.               nilai rata-rata pada musim hujan maupun musim
        Koefisien transformasi yang diperoleh untuk     kemarau, meskipun nilai koefisien pada musim
seluruh data sangat banyak, sehingga akan               kemarau umumnya lebih kecil (kecuali untuk kanal 1
menyulitkan dalam menerapkan hasil PCA untuk            yang lebih besar) daripada musim hujan.
memperoleh persamaan transformasi umum terhadap                 Koefisien transformasi rata-rata total untuk
data NOAA-AVHRR untuk mendapatkan model                 PC3 memiliki nilai positif untuk semua kanal, yaitu
pendugaan lengas tanah. Oleh sebab itu dilakukan        tertinggi untuk kanal 1, diikuti kanal 3, 2, 4, dan 5.
perhitungan nilai rata-rata total untuk seluruh PC.     Hal ini menunjukkan bahwa kanal 1 paling responsif
Jika koefisien tersebut dirata-ratakan untuk seluruh    terhadap informasi tentang kelembaban (wetness)
data yang diolah maupun untuk setiap musim, maka        yang digambarkan oleh PC3. Hal yang sama juga
diperoleh nilai akhir seperti yang disajikan pada       berlaku untuk rata-rata musim hujan dan musim
Tabel 3. Perhitungan rata-rata dilakukan dengan         kemarau, meskipun nilai koefisien pada musim
mengelompokkan ke dalam musim karena keragaman          kemarau umumnya lebih kecil daripada musim hujan.
DN data asli cukup besar antar musim yang                       Hubungan antara PC1, PC2, dan PC3 dengan
diakibatkan oleh perbedaan penutupan awan.              lengas tanah secara linier menunjukkan korelasi yang
        Dari Tabel 3 dapat dilihat bahwa koefisien      berbeda untuk setiap komponen utama maupun untuk
transformasi rata-rata total untuk PC1 memiliki nilai   kedua kedalaman tanah (0-20 cm dan >20 cm).
positif tertinggi untuk kanal 1, diikuti dengan kanal   Komponen utama ke-1 (PC1) dapat menduga lengas
2, kanal 5, dan kanal 3, sedangkan untuk kanal 4        tanah pada kedalaman > 20 cm dengan koefisien
bernilai negatif. Hal ini berarti bahwa kanal 1         keragaman 61.4 % dan pada kedalaman 0 – 20 cm
memberikan bobot terbesar diikuti kanal 2, 5, dan 3,    dengan koefisien keragaman 83.3 %. Sementara itu
dimana hubungannya adalah semakin besar nilai DN        komponen utama ke-2 (PC2) dapat menduga lengas
setiap kanal makin besar nilai PC1. Sementara itu       tanah pada kedalaman > 20 cm dengan koefisien
hubungan yang berkebalikan diberikan oleh kanal 4,      keragaman 26.5 % dan pada kedalaman 0 – 20 cm
dimana makin besar DN kanal 4 makin rendah nilai        dengan koefisien keragaman 32.42 %. komponen
PC1. Keadaan ini berkaitan dengan karakteristik         utama ke-3 (PC3) dapat menduga lengas tanah pada
spektral kanal 1 dan 4 dalam merespon kondisi           kedalaman > 20 cm dengan koefisien keragaman 0.15
lengas di permukaan bumi. Karena korelasi PC1           % dan pada kedalaman 0 – 20 cm dengan koefisien
dengan lengas tanah adalah terbesar dibandingkan        keragaman 14.33 %. Perbedaan keragaman hasil
dengan PC2 dan PC3, maka kanal 1 yang responsif         validasi disebabkan kondisi lengas tanah permukaan
terhadap albedo permukaan dan kanal 4 yang              relatif lebih dinamis dibandingkan dengan lengas
responsif terhadap suhu permukaan memberikan            tanah di bagian yang lebih dalam. Dari analisis
kontribusi yang besar terhadap informasi tentang Soil   keragaman tersebut terlihat bahwa PC1 merupakan
Brightness Index untuk menduga lengas tanah.            penduga kadar lengas tanah yang terbaik
                                                        dibandingkan dengan kedua komponen utama
                                                        lainnya. Persamaan korelasi antara PC1 atau SBI
                                                        dengan lengas tanah untuk dua kedalaman tanah
                                                        adalah sebagai berikut:
JMS Vol. 9 No. 1, Maret 2004                                                                                  221



Kedalaman 0-20 cm: Lengas tanah (dalam %) = -              pada kedalaman > 20 cm. Hal ini karena indeks
2.47 + 0.220 SBI (R2 = 61.4 %)                             vegetasi hanya diturunkan dari data dua kanal
Kedalaman >20 cm: Lengas tanah (dalam %) = -3.66           (tampak dan infra merah dekat), sehingga tidak
+ 0.202 SBI (R2 = 83.3 %)                                  semua informasi kanal dapat ditampilkan. Selain itu
                                                           NDVI dapat menduga lengas dengan baik apabila
        Pada Gambar 2 disajikan citra PC1 untuk            permukaan tanah tertutup oleh vegetasi, sedangkan
Pulau Jawa. Hasil PC1 juga dibandingkan dengan             pada kondisi tanah terbuka nilai NDVI akan menduga
analisis indeks vegetasi (NDVI) yang biasa                 lengas tanah lebih rendah (under estimate).
digunakan untuk menduga lengas tanah. Hasilnya             Sebaliknya, indeks yang dihasilkan dari komponen
menunjukkan bahwa koefisien keragaman (R2) antara          utama pertama (PC1) dapat menduga lengas tanah
NDVI dengan lengas tanah adalah 67.12 % untuk              pada kedua kondisi (dengan maupun tanpa vegetasi).
kedalaman 0-20 cm dan 65.61 % untuk kedalaman              Hubungan antara NDVI dengan lengas tanah telah
>20 cm, sehingga dapat dijadikan penduga yang agak         diteliti Adiningsih, dkk.6). Adapun persamaannya
lebih baik untuk lengas tanah permukaan daripada           yang didapat untuk Pulau Jawa adalah:
korelasi PC1 dengan lengas tanah, tetapi NDVI
kurang baik untuk dijadikan penduga lengas tanah

         Lengas tanah (%) = 0.8697 NDVI – 63.068                    (untuk kedalaman tanah 0-20 cm)
         Lengas tanah (%) = 1.6116 NDVI – 134.89                    (untuk kedalaman tanah >20 cm)




  Gambar 2. Citra Principal Component 1 atau Soil Brightness Jawa Pulau AVHRR kanal 1,
  Gambar2. Citra Principal Component 1 atau Soil Brightness Index PulauIndexdari dataJawa dari data 2
  dan 3 tanggal 25 Agustus 1999.
                AVHRR kanal 1, 2 dan 3 tanggal 25 Agustus 1999.
4. Kesimpulan                                              PC2, dan PC3. Kanal 4 juga responsif terhadap
                                                           kondisi lengas tanah, kehijauan (greenness), tetapi
        Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan
                                                           kurang responsif terhadap kelembaban (wetness).
bahwa transformasi komponen utama dari data
                                                                  Komponen utama pertama (PC1) atau disebut
NOAA-AVHRR dapat diterapkan untuk menduga
                                                           pula Soil Brightness Index merupakan penduga
kadar lengas tanah di Pulau Jawa. Koefisien
                                                           lengas tanah terbaik dibandingkan dengan PC2 dan
transformasi rata-rata total untuk PC1 memiliki nilai
                                                           PC3 maupun NDVI, yaitu dengan korelasi 61.4 %
positif tertinggi untuk kanal 1, diikuti dengan kanal
                                                           untuk kedalaman tanah 0-20 cm dan 83.3 % untuk
2, kanal 5, dan kanal 3, sedangkan untuk kanal 4
                                                           kedalaman tanah >20 cm.
bernilai negatif. Koefisien transformasi rata-rata total
untuk PC2 memiliki nilai positif tertinggi untuk kanal     Daftar Pustaka
4, diikuti dengan kanal 1, dan 2, sedangkan untuk
                                                           1. Dirgahayu, D., Sitanggang, G., Carolita, I., Arifin,
kanal 3 dan 5 bernilai negatif. Koefisien transformasi
                                                              S., dan Surlan, “Penggunaa data radar dan optik
rata-rata total untuk PC3 memiliki nilai positif untuk
                                                              untuk memprediksi kelengasan lahan (Studi kasus
semua kanal, yaitu tertinggi untuk kanal 1, diikuti
                                                              pada areal tanaman tebu)”, Proyek Perencanaan
kanal 3, 2, 4, dan 5.
                                                              dan Peningkatan Ketatalaksanaan, Lapan, Jakarta,
        Kanal 1 sangat responsif terhadap kondisi
                                                              1997.
lengas tanah, kehijauan (greenness), dan kelembaban
(wetness) seperti yang digambarkan oleh nilai PC1,
222                                                                          JMS Vol. 9 No. 1, Maret 2004



2. Morisson, D.F., “Multivariate Statistical Method”,       “Penentuan awal musim tanam menggunakan data
   3rd ed. McGrawHill Publishing Company,                   satelit lingkungan dan cuaca di pulau jawa.
   Singapura, 1990.                                         Prosiding Seminar Internasional Penginderaan
3. Horler, D.N. & Ahern, F.J., “Forestry information        Jauh dalam Pengembangan Ekonomi dan
   contents of thematic data”, Int. J. Remote Sensing,      Pelestarian Lingkungan Hidup”, Jakarta, 11-12
   7, 405-428, (1986).                                      April 2000.
4. Abdurrazak, M. N., “Profil Nilai Digital Awan         6. Ernawati, “Transformasi Komponen Utama Data
   dan Asap Kebakaran”, Skripsi, Jurusan Statistika,        Citra Landsat TM5 pada Areal Tanaman Padi”,
   FMIPA, Institut Pertanian Bogor, Bogor, 1999.            Skripsi, Jurusan Statistika, FMIPA, Institut
5. Adiningsih, E.S., Prasasti, I., Effendi, I.,             Pertanian Bogor, Bogor, 2001.
   Khomarudin, M.R., Wiweka, Las, I., & Impron,

						
Related docs