Perkawinan Adat Sunda by rustantosuprih

VIEWS: 17,262 PAGES: 10

More Info
									                                     Pernikahanadat.blogspot.com 2010

              Upacara Pernikahan Adat Sunda
    I. PRA PERNIKAHAN
    A. Neundeun Omong

    Dalam pelaksanaannya neundeun omong biasanya, seperti berikut ini :

- Pihak orang tua calon pengantin bertamu kepada calon besan (calon pengantin perempuan).
    Berbincang dalam suasana santai penuh canda tawa, sambil sesekali diselingi pertanyaan
    yang bersifat menyelidiki status anak perempuannya apakah sudah ada yang melamar atau
    atau masih (belum punya pacar)
- Pihak orang tua (calon besan) pun demikian dalam menjawabnya penuh dengan benyolan
    penuh dengan siloka
- Walapun sudah sepakat diantara kedua orang tua itu, pada jaman dahulu kadang-kadang anak-
    anak mereka tidak tahu.
- Di beberapa daerah di wilayah pasundan kandang-kadang ada yang menggunakan cara
    dengan saling mengirimi barang tertentu. Seperti orang tua anak laki-laki mengirim rokok
    cerutu dan orang tua anak perempuan mengerti dengan maksud itu, maka apabila mereka
    setuju akan segera membalasnya dengan mengirimkan benih labu siem (binih waluh siem).
    Dengan demikian maka anak perempuannya itu sudah diteundeunan omong




    B. Narosan (ngalamar / nyeureuhan )

        Dalam bertamu yang keduakalinya ini desebut ngalamar nama ini diambil dari nama
barang yang dibawa pada waktu itu yaitu lemareun terdiri atasa sirih, gambir dan apu)

        Pada pelaksanaannya orang tua anak laki-laki biasanya sambil membawa barang-barang,
seperti yaitu :
- lemareun, (seperti daun sirih, gambir, apu )
- pakian perempuan

http://www.pernikahanadat.blogspot.com
                                    Pernikahanadat.blogspot.com 2010
- cincin meneng
- beubeur tameuh (ikat pinggang sang suka dipakai kaum perempuan terutama setelah
    melahirkan
- uang yang jumlahnya 1/10 dari jumlah yang akan dibawa pada waktu seserahan




         Barang-barang yang dibawa dalam pelaksanaan upacara ngalamar itu tidak lepas dari
simbol dan makna seperti :
- sirih, bentuknya segi tiga meruncing ke bawah kalau dimakan rasanya pedas. Gambir rasanya
     pahit dan kesat. Apu rasanya pahit. Tapi kalau sudah menyatu rasanya jadi enak dan dapat
     menyehatkan tubuh dan mencgah bau mulut.
-    cincin meneng yaitu cincin tanpa sambungan mengandung makna bahwa rasa kasih dan
       sayang tidak ada putusnya
- pakian perempuan, mengandung makna sebagai tanda mulainya tanggung jawab daripihak
      laki-laki kepada perempuan
- beubeur tameuh, mengandung makna sebagai tanda adanya ikatan lahir dan batin antara kedua
     belah pihak




     C. Nyandakeun atau Seserahan

         Bertamu yang ke-tiga kalinya nyaitu upacara seserahan /nyandakeun, menyerahkan
calon pangantin pria kepada pihak calon pengantin perempuan, sekalian menyerahkan keperluan-
keperluan untuk acara resepsi pernikahan. Adapun jumlah uang yang diberikan pada saat itu
biasanya jumlahnya 10x jumlah pada waktu melamar. Pada waktu dewasa ini biasanya
pemasrahan calon pengantin pria ini, dilaksanakan pada saat sebelum akad nikah dilaksanakan.




http://www.pernikahanadat.blogspot.com
                                       Pernikahanadat.blogspot.com 2010


     D. Ngecagkeun Aisan

Upacara ini biasa dilaksanakan sehari sebelum acara resepsi pernikahan dilaksanakan, upacara
ini diselenggarakan di kediaman calon pengantin perempuan. Upacara ini dilaksanakan sebagai
simbol lepasnya tanggung jawab kedua orang tua calon pengantin

        Proferty yang digunakan pada upcara ngaras diantaranya yaitu :
1. Palika atau pelita atau menggunakan lilin yang berjumlah tujuh buah. Hal ini mengandung
     makna yaitu rukun iman dan jumlah hari dalam seminggu
2. Kain putih, yang mengandung makna niat suci
3. Bunga tujuh rupa, mengandung makna bahwa perilaku kita, selama tujuh hari dalam
     seminggu harus wangi yang artinya baik.
4. Bunga hanjuang, mengandung makna bahawa kedua calon pengantin akan memasuki alam
     baru yaitu alam berumah tangga.
        Adapun langkah-langkah pelaksanaan upacara ngaras adalah sebagai berikut :
1. Orang tua calon pengantin perempuan keluar dari kamar sambil membawa lilin/ palika yang
     sudah menyala,
2. Kemudian di belakangnya diikuti oleh calon pengantin peremupan sambil dililit
     (diais )oleh ibunya
3.   Setelah sampai di tengah rumah kemudian kedua orang tua calon pengantin perempuan
     duduk dikursi yang telah dipersiapkan
4. Untuk menambah khidmatnya suasana biasanya sambil diiring alunan kecapi suling dalam
     lagu ayun ambing




http://www.pernikahanadat.blogspot.com
                                       Pernikahanadat.blogspot.com 2010


     E. Ngaras

Upacara ngaras artinya membasuh kedua telapak kaki orang tua sebagai tanda berbakti kepada
orang tua. Pelaksanaan upacara ini dilaksanakan setelah upacara ngecagkeun aisan.
Pelaksanaanya sebagai berikut :

     1. calon pengantin permpuan bersujud dipangkuan orang tuanya sambil berkata:
          “ Ema, Bapa , disuhunkeun wening galihna, jembar manah ti salira. Kersa ngahapunten
          kana sugrining kalelepatan sim abdi. Rehing dina dinten enjing pisan sim abdi seja
          nohonan sunah rosul. Hapunten Ema, hapunten Bapa hibar pangdu’a ti salira “
     2. Orang tua calon perempuan menjawab sambil mengelus kepala anaknya :
          “ Anaking, ! Titipan Gusti Yang Widi !
          Ulah salempang hariwang, hidep sieun teu tinemu bagja ti Ema sareng ti Bapa mah,
          pidu’a sareng pangampura, dadas keur hidep sorangan, geulis !
     3. Selanjutnya kedua orang tua calon pengantin perempuan membawa anaknya ke        tempat
          siraman untuk melaksanakan upacara siraman.




F.    Siraman

Upacara siraman, artinya memandikan calon pengantin perempuan dengan air yang telah
dicampur dengan air bunga tujuh rupa (kembang setaman). Maksud dari upacara siraman adalah
sebagai simbol bahwa untuk menuju sebuah mahligai rumah tangga yang suci harus pula diawali
dengan tubuh serta niat yang suci pula.

          Adapun pelaksanaan upacara siraman adalah sebagai berikut:
     1.    Sesudahnya membacakan do’a, orang tua laki-laki dari calon pengantin permpuan
          langsung menyiramkan air dimulai dari atas kepala hingga ujung kakinya. Setelah itu


http://www.pernikahanadat.blogspot.com
                                             Pernikahanadat.blogspot.com 2010
           diteruskan oleh ibunya dengan pelaksanaan sama seprti tadi. Dan setelah itu dilanjutkan
           oleh para kerabat dengan jumlah harus tujuh orang dan harus sudah menikah.
     2.     Pada siraman terakhir biasanya dilakukan dengan melafalkan jangjawokan (mantra-
           mantara ) seperti berikut ini :
           cai suci cai hurip
           cai rahmat cai nikmat
           hayu diri uarang mandi
           nya mandi jeung para Nabi
           nya siram jeung para malaikat
           kokosok badan rohani
           cur mancur cahayaning Allah
           cur mancur cahayaning ingsun
           cai suci badan suka
           mulih badan sampurna
           sampurna ku paraniama

G.        Ngerik

setelah melaksanakan upacara siraman rangkaian upacara selanjutnya
yaitu, ngerik atau ngeningan. Yaitu mengerik bulu-bulu yang berada di sekitar wajah supaya
hasil riasannya baik.
           Mantera ketika melaksanakan upacara ngerik :
           “Peso putih ninggang kana kulit putih
           Cep tiis taya rasana
           Mangka mumpung mangka melung
           Maka eunteup maka sieup
           Mangka meleng ka awaki i Ngeuyeuk Seureuh




http://www.pernikahanadat.blogspot.com
                                    Pernikahanadat.blogspot.com 2010




      Kata ngeuyeuk berasal dari kata ngaheuyeuk yang berarti mengurus, mengolah.
Yaitu, mengurus lembaran-lembaran daun sirih disusun kedua lembar perut daun sirih (beuteung
seureuh) disatukan selanjutnya diikat menggunakan tali dari benang (kanteh). Acara selanjutnya
yaitu berlomba membuat lukun ( gulungan daun sirih yang tekah dibubuhi apu dan gambir ).
        Acara nyeuyeuk seureuh biasanya dihadiri oleh kedua calon pengantin beserta dengan
keluarganya, yang dilaksanakan pada malam hari sebelum acara akad nikah.
        Tata cara melaksanakan upacara ngeuyeuk seureuh adalah sebagai berikut :
    1. Alat dan bahan ( perlengkapan ) ngeuyeuk suereuh ditaruh diatas selembar tikar pandan,
        kemudian ditutup memakai kain putih (kain kapan)
    2. Pemandu acara kemudian memanggil orang-orang yang akan melaksanakan (membantu)
        upacara ngeuyeuk seureuh yang berjumlah tujuh orang. Angka tujuh dianggap keramat.
    3. Yang menyaksikan upacara ngeuyeuk seureuh biasanya kebanyakan kaum perempuan.
        Untuk membedakan antara pelaksana upacara dengan penonton biasanya menggunakan
        benang putih.
    4. Anak gadis atau jejaka dilarang menyaksikan upacara ini, karena dipercaya akan sulit
        mendapatkan jodoh ( jomblo )




H. Upacara Adat Sunda Akad Pernikahan
Pada hari yang telah ditetepkan dan disepakati oleh kedua keluarga calon pengantin.
Rombongan keluarga calon pengantin pria datang ke kediaman calon pengantin perempuan.
Selain membawa untuk mas kawin biasanya juga membawa barang-barang seperti peralatan
dapur, perabotan kamar tidur, kayu bakar, gentong (gerabah untuk menyimpan beras).
        Di daerah Priangan susunan acara upacara akad nikah, biasanya
seperti berikut ini :


http://www.pernikahanadat.blogspot.com
                                      Pernikahanadat.blogspot.com 2010
   1. Pembukaan
       a.   Penjemputan calon pengantin pria. Dalam acara ini biasanya dilaksanakan prosesi
            upacara mapag.
       b. Mengalungkan untaian bunga melati
       c.   Gunting pita
   2. Penyerahan calon pengantin pria
       a.   Yang mewakili pemasrahan calon penganti pria biasanya diwakilkan kepada orang
            yang dituakan (ahli berpidato)
       b.   Yang menerima dari perwakilan calon pengantin perempuan juga biasanya
            diwakilkan.
   3. Akad nikah
       Diserahkan kepada petugas dari Kantor Urusan Agama (KUA)
   4. Menyerakan mas kawin (mahar)
   5. Sungkeman
       Kedua pengantin melakukan sungkeman meminta do’a dan restu dari kedua orang tua
       mereka.




II. Upacara Adat Sunda Setelah Akad Pernikahan

Setelah melaksanakan akad nikah kedua mmempelai masih harus melakukan serangkaian
upacara adat yang disebut bantayan. Orang yang memimpin upacara ini harus orang yang
mempunyai watak humor. Adapun acara adat yang dilakukan pada upacara bantayan adalah
sebagai berikut :

1. Sawer pengantin

        Kata sawer berasal dari kata panyaweran , yang dalam bahasa Sunda berarti tempat
jatuhnya air dari atap rumah atau ujung genting bagian bawah. Mungkin kata sawer ini diambil
dari tempat berlangsungnya upacara adat tersebut yaitu panyaweran.




http://www.pernikahanadat.blogspot.com
                                      Pernikahanadat.blogspot.com 2010
       Bahan-bahan yang diperlukan dan digunakan dalam upacara sawer ini tidaklah lepas
dari symbol dan maksud yang hendak disampaikan lepada penganti baru ini, seperti :
          a. beras yang mengandung symbol kemakmuran. Maksudnya mudah-mudah setelah
              berumah tangga pengantin bisa hidup makmur
          b. uang recehan mengandung symbol kemakmuran maksudnya apabila kita
              mendapatkan kemakmuran kita harus ikhlas berbagi dengan Fakir dan yatim
          c. kembang gula, artinya mudah-mudah          dalam melaksanakan rumah tangga
              mendapatkan manisnya hidup berumah tangga.
          d. kunyit, sebagai symbol kejayaan mudah-mudahan dalam hidup berumah tangga
              bisa meraih kejayaan.
          e. Kemudian semua bahan dan kelengkapan itu dilemparkan, artinya kita harus
              bersifat dermawan.
          Syair-syair yang dinyanyikan pada upacara adapt nyawer adalah sebagai berikut :




KIDUNG SAWER
Pangapunten kasadaya
Kanu sami araya
Rehna bade nyawer heula
Ngedalkeun eusi werdaya

       Dangukeun ieu piwulang

       Tawis nu mikamelang

       Teu pisan dek kumalancang
       Megatan ngahalang-halang

Bisina tacan kaharti

Tengetkeun masing rastiti
Ucap lampah ati-ati

http://www.pernikahanadat.blogspot.com
                                          Pernikahanadat.blogspot.com 2010
Kudu silih beuli ati

           Lampah ulah pasalia

          Singalap hayang waluya
          Upama pakiya-kiya
          Ahirna matak pasea

1       Nincak endog (menginjak telur)

          Mengandung symbol keperawanan dan benih artinya agar pengantin perempuan bisa
memberikan keturunan yang baik.

2       Meuleum harupat (membakar lidi )

    Mengandung maksud bahwa dalam memecahkan suatu permasalahan jangan punya sifat
seperti harupat yang mudah patah tetapi harus dengan pikiran yang bijaksana. Pelaksanaannya
yaitu kedua mempelai memegang harupat saling berhadapan dan langsung mematahkannya.

3       Buka pintu

    Diawali mengetuk pintu tiga kali. Diadakan tanya jawab dengan pantun bersahutan dari
    dalam dan luar pintu rumah. Setelah kalimat syahadat dibacakan, pintu dibuka. Pengantin
    masuk menuju pelaminan..Dialog pengantin perempuan dengan pengantin laki-laki seperti
    berikut ini :

KENTAR BAYUBUD

Istri           : Saha eta anu kumawani

                 Taya tata taya bemakrama
                 Ketrak- ketrok kana panto

Laki-laki       : Geuning bet jadi kitu


http://www.pernikahanadat.blogspot.com
                                       Pernikahanadat.blogspot.com 2010
              Api-api kawas nu pangling
              Apan ieu teh engkang
              Hayang geura tepung
              Tambah teu kuat ku era
              Da diluar seueur tamu nu ningali

Istri         : Euleuh karah panutan




4 Huap lingkung
    Setelah buka pintu dilaksanakan kedua mempelai dipertemukan, dan dibawa ke kamar
    pengantin untuk melaksanakan upacara huap lingkung.Perlengkapan yang harus disediakan
    seperti : sepasang merpati, bekakak ayam,nasi kuning, dll.
5 Melepaskan sepasang burung merpat
    Upacara ini mengandung maksud bahwa kedua mempelai akan mengarungi dunia baru yaitu
dunia rumah tangga.
6    Numbas
     Upacara numbas biasa dilaksanakan satu minggu setelah akad nikah. Upacara numbas
mengandung maksud untuk memberi tahu kepada keluarga dan tetangga bahwa pengantin
perempuan “tidak mengecewakan “ pengantin laki-laki. Upacara numbas dilakukan dengan cara
membagi-bagikan nasi kuning




http://www.pernikahanadat.blogspot.com

								
To top