Bunga Krisan

Document Sample
Bunga Krisan Powered By Docstoc
					Untung Usahatani
Bunga Krisan          (naskah ini disalin sesuai aslinya untuk kemudahan navigasi)

(sumber : SINAR TANI Edisi 8 – 14 Oktober 2008)

Besar juga untung budidaya bunga
potong krisan di kawasan lereng
Gunung Merapi. Hanya dengan rumah
plastik sederhana seluas 120 m2
dengan populasi tanaman 10.000
tangkai, dapat diperoleh pendapatan
bersih Rp. 7.213.008,-.



H
      itung-hitungan keuntungan itu adalah
      hasil analisa finansial (usahatani) yang
      dilakukan Badan Pengkajian Teknologi
(BPTP) Yogyakarta selama tiga tahun
mengujicoba usahatani tanaman ini di lereng
Gunung Merapi Yogya.
     Inovasi pengembangan bunga potong
Krisan di kawasan lereng Gunung Merapi
tersebut dilaksanakan sejak tahun 2005, dan
terus dipantau selama 2 tahun berikutnya
(tahun 2006 dan 2007).
     Ada empat varietas Krisan yang diuji
tanamkan di areal tersebut yaitu Puma, Reagen, Stroika dan Town Talk. Pengamatan dilakukan
terhadap daya tumbuh, tinggi tanaman dan produktivitas keempat varietas yang ditanam.
Hasilnya, keempatnya mempunyai daya adaptasi lingkungan tumbuh baik.

     Kelayakan Usahataninya
     Analisa finansial (perhitung-an kelayakan usahataninya) dilakukan selama 3 ujicoba. Pada
                                                                                             2
tahun ketiga (2007) dengan teknologi penggunaan rumah plastik sederhana seluas 120 m
(populasi tanaman 10.000 tangkai) dengan modal tetap Rp. 6.000.000,-, biaya produksi Rp.
2.786.992, maka dapat diperoleh pendapatan bersih Rp. 7.213.008,- (harga estimasi terendah
Rp. 1.000,-/tangkai).
     B/C rasio yang diperoleh 2,59 dan R/C rasio sebesar 3,59, dengan demikian dapat
dinyatakan bahwa bunga potong krisan menguntungkan dan secara ekonomi dan layak untuk
dikembangkan.
     Dalam mengembangkan sistem usahatani yang lebih diutamakan adalah keterlibatan
kelembagaan terkait untuk mengembangkan agribisnis bunga krisan. Sinergi antar instansi terkait
sesuai tupoksi masing-masing untuk menunjang pengembangan bunga krisan (tidak saling
menonjolkan kepentingan/ego sektoral betul-betul dieliminir dalam kegiatan ini) sangat
diperlukan.




     Sejak dimulai uji adaptasi bunga potong krisan sampai 2 tahun berikutnya, banyak sekali
perubahan yang terjadi pada Kelompok Tani Udi Makmur di Dusun Wonokerso, Desa
Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Perubahan sosial dan dampak yang
terjadi dapat dipaparkan.

                                                                               BPTP Yogyakarta

				
DOCUMENT INFO