Docstoc

PTK Hafalan

Document Sample
PTK Hafalan Powered By Docstoc
					 Penelitian Tindakan Kelas                           SDIT AL-HIKMAH


                                BAB I
                             PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
       Alquran adalah kitab suci umat Islam yang harus terus
  digali. Salah satu tujuan dari penggalian makna Alquran
  adalah peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Allah
  swt. Dengan keimanan dan ketakwaan yang tinggi diharapkan
  seorang muslim dapat menjadi muslim yang shaleh secara
  personal dan shaleh secara sosial.
       Alquran     adalah     pegangan     bagi   setiap     umat    Islam.
  Karena di sanalah terdapat tatanan sosial, peribadatan,
  keluarga, pendidi-kan, perekonomian, keamanan, sejarah,
  dan lainnya. Sehingga dengan memahami unsur-unsur dalam
  Alquran seseorang akan lebih hati-hati dan sigap dalam
  menghadapi permasalahan hidupnya.
       Untuk      melangkah    menuju      pemahaman     tersebut      maka
  menghafal Alquran pada usia dini adalah salah satu cara
  pintu memasuki Alquran.
       Namun, hafalan Alquran yang diajarkan kelas satu dan
  dimulai dari surat an-Nas sampai surat an-Naba' sering
  sekali      terlupakan.     Penulis      menduga     bahwa      hilangnya
  hafalan peserta didik adalah proses evaluasi yang kurang
  maksimal. Sehingga perlu ada perbaikan metode untuk terus
  mempertahankan hafalan Alquran tersebut.
       Dalam proses pengajaran kemandirian siswa di SDIT Al-
  Hikmah adalah shalat bejamaah yang dilaksanakan bersama-
  sama, baik shalat Dhuha, Dhuhur dan Ashar. Sedangkan untuk
  bacaan shalat bagi kelas I, II, III dan IV adalah dengan
  jahr (dikeraskan) sedangkan untuk kelas V dan VI adalah
  sir (dilirihkan).
       Oleh    karena   itu,    dalam    Penelitian     Tindakan      Kelas
  (PTK)    ini,    penulis     bermaksud     meneliti      pola     evaluasi
 Penelitian Tindakan Kelas                          SDIT AL-HIKMAH


  hafalan    Alquran dengan judul "Shalat sebagai              Evaluasi
  Hafalan Alquran pada Peserta Didik di SDIT Al-Hikmah Bence
  kec.    Garum   -   Blitar"   yang didasarkan      pada penelitian
  Kuantitatif.
         Dengan penelitian ini dharapkan proses KBM menghafal
  Alquran dapat berjalan dengan efektif dan efesien.


B. PERTANYAAN MASALAH
  1. Mengapa peserta didik sering lupa terhadap hafalan
     Alquran?
  2. Apakah shalat efektif untuk evaluasi hafalan Alquran
     peserta didik di sekolah?


C. TUJUAN PEMBAHASAN
         Tujuan dari PTK ini adalah:
  1. Mengetahui faktor penyebab peserta didik sering lupa
     terhadap hafalan Alquran.
  2. Mengetahui       cara   penerapan   evaluasi    hafalan   Alquran
     peserta didik di sekolah.


D. MANFAAT PEMBAHASAN
         Dari penelitian tindakan kelas ini diharapkan:
   1. Guru mampu memonitor kelemahan hafalan alquran peserta
     didik.
   2. Guru    mampu     menerapkan    metode   pengajaran      hafalan
     alquran dengan metode yang lebih baik.
   3. Peningkatan mutu hafalan peserta didik selama menempuh
     jenjang sekolah dasar.




                                  2
 Penelitian Tindakan Kelas                            SDIT AL-HIKMAH


E. BATASAN MASALAH
       Dalam     penelitian     ini,      penulis      membatasi      objek
  penelitian dengan menfokuskan pada hafalan siswa kelas II
  dan kelas VI. Alasan pembatasan tersebut adalah; a) Siswa
  kelas   II    telah    mengalami     proses     pendidikan    menghafal
  Alquran   selama      satu   tahun.    b)    Siswa    kelas   VI    sudah
  mencapai tahap akhir untuk mampu menghafal Alquran.
       Selain itu, pembatasan hafalan yang dimaksud adalah
  hafalan      juz   Amma   karena      mengacu      pada   Jaminan   Mutu
  kelulusan SDIT Al-Hikmah Bence.


F. Metode penelitian
  1. Jenis penelitian
      Jenis penelitian ini adalah penilitian Kuantitatif dengan
      objek penelitian adalah peserta kelas II dan kelas VI.


  2. Sumber data penelitian
      Data peneltian diperoleh dari:
      a. Mewawancarai guru pengajar hafalan.
      b. Mewawancarai guru Ummi.
      c. Mewawancarai peserta didik. Sample diambil dengan
          cara mengambil tiga teratas, tiga terbawah dan tiga
          tengah berdasarkan konsultasi dengan guru hafalan
          dan Ummi.
      d. Menguji hafalan siswa. Sample diambil dengan cara
          mengambil     tiga   teratas,       tiga   terbawah   dan   tiga
          tengah berdasarkan konsultasi dengan guru hafalan
          dan Ummi.
      e. Aspek uji hafalam siswa yang perlu diperhatikan
          adalah; a) keshahihan bacaan, b) keshahihan makhraj
          huruf, c) kecepatan hafalan.




                                  3
Penelitian Tindakan Kelas                        SDIT AL-HIKMAH



    f. Materi uji hafalan untuk kelas II adalah surat an-
        Nas sampai surat at-Takatsur.
    g. Materi uji hafalan untuk kelas VI adalah surat an-
        nas sampai surat an-Naba'.


 3. Daftar Pertanyaan
    a. Barikut adalah daftar pertanyaan yang diajukan pada
        guru hafalan.
        1) Bagaimana    metode        hafalan    yang      selama   ini
           diterapkan pada siswa?
        2) Bagaimana    perkembangan         hafalan    siswa   dengan
           metode yang anda terapkan?
        3) Menurut anda apakah siswa mampu mempertahankan
           hafalannya? Mengapa?
        4) Keluhan anda ketika mengajar siswa menghafal juz
           'Amma?


    b. Berikut adalah daftar pertanyaan yang diajukan pada
        guru Ummi.
        1) Apakah Ummi memberi support yang signifikan pada
           hafalan siswa? Mengapa?
        2) Pada tahun ajaran sebelumnya Ummi juga bertang-
           gung     jawab   pada       hafalan    siswa.     Bagaimana
           perkembangannya pada saat itu?
        3) Bagaimana    metode       yang   dikembangkan    pada    saat
           itu?
        4) Menurut anda bagaimana seharusnya pembelajaran
           dan evaluasi hafalan siswa?




                                 4
Penelitian Tindakan Kelas                    SDIT AL-HIKMAH



     c. Berikut adalah daftar pertanyaan yang diajukan pada
        siswa.
        1) Sampai saat ini ananda sudah hafal juz 'Amma
           sampai surat apa?
        2) Apakah   surat-surat    yang   pernah   dihafal   dulu
           masih diingat dengan baik?
        3) Kapan ananda sering mengevaluasi hafalan yang
           sudah dikuasai?
        4) Bagaimana cara ananda mengevaluasi hafalan yang
           sudah dikuasai?
        5) Menurut ananda apakah guru hafalan sudah enak
           mengajarkan hafalan pada siswa?


 4. Sample uji hafalan
     a. Surat an-Nas
     b. Surat al-Kafirun
     c. Surat at-Tiin
     d. Surat al-Fiil
     e. Surat at-Takatsur
     f. Surat adl-Dluha
     g. Surat al-Balad
     h. Al-Ghosyiyah
     i. Surat ath-Thariq
     j. Al-Buruj


 5. Pengolahan data penelitian
     Langkah pengolahan data penelitian adalah:
     a. Menganalisa hasil wawancara guru hafalan dan Ummi.
     b. Menganalisa wawancara siswa.
     c. Sinkronisasi perkembangan siswa berdasarkan wawan-
        cara dengan guru dan siswa.
     d. Menganalisa hasil uji hafalan siswa.




                               5
     Penelitian Tindakan Kelas                                       SDIT AL-HIKMAH



                                  BAB II
                       ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

B. Analisa Hasil Wawancara
              Dari      hasil      wawancara,          dapat       diketahui        beberapa
       realita tentang hasil belajar siswa yang kurang memuaskan.
       Indikasi dari kegagalan ini adalah banyaknya jumlah surat
       yang terlupakan dari pada surat yang masih hafal. Dan
       faktor utama dari hafalan peserta didik yang terhapus
       adalah kurangnya evaluasi (tikrar / mengulang-ulang).


C. Analisa Hasil Uji Hafalan
              Dengan sample yang berbeda, peneliti mencoba menguji
       hafalan peserta didik untuk dijadikan evaluasi. Berikut
       beberapa konklusi dari hasil tes hafalan.

                                                            1
              Novita Anggraini – VI. (Novi)
              Wawancara        yang     dilakukan        bersama       Novi     disimpulkan
       bahwa ananda masih mampu menghafal surat lebih banyak dari
       pada surat yang lupa. Surat yang masih mampu dihafal
       adalah surat an-Nas, at-Takatsur, adl-Dluha, al-Buruj.
              Namun,      dari      surat      yang     mampu      dihafal       ini     masih
       mengalami kelemahan, yaitu menyamakan nama surat dengan
       awal bacaan surat.
              Sedangkan surat yang sudah tidak mampu lagi untuk
       dihafal adalah surat al-Balad dan al-Ghosyiah.

                                                            2
              Erdian Syahlan – VI. (Erdian)
              Wawancara yang dilakukan bersama Erdian dapat disim-
       pulkan bahwa ananda mampu beberapa surat. Meskipun dari


1
    File hasil rekaman disimpan di komputer kurikulum. D:/Data guru/PTK Hafalan/Wawancara.
2
    Ibid.




                                                 6
    Penelitian Tindakan Kelas                             SDIT AL-HIKMAH



      jumlah surat sampel yang diujikan hanya terkait sedikit
      dengan yang dilupakan, Erdian mampu menghafal surat-surat
      tersebut dengan baik. Surat-surat yang dimaksud adalah
      surat An-Nas, al-Lahab, Quroisy, al-Fiil, at-Taktsur, adl-
      Dluha, al-Infithor.
             Sedangkan surta yang sudah tidak lagi dihafal adalah
      al-Bayyinah, al-Balad, al-Ghosyiyah, al-Buruj.

                                   3
             Beny Gesang Prayogo
             Yang masih mampu dihafal dengan baik adalah surat an-
      Nas, al-Fiil, at-Takatsur, al-Infithor.
             Sedangkan yang tidak mampu dihafal dengan baik adalah
      surat Al-Lahab, Quroisy, al-Bayyinah, adl-Dluha, al-Balad,
      al-Ghasyiah, al-Buruj.

                                               4
             Mohammad Fariz Khoirurozi
             Yang masih mampu dihafal dengan baik adalah surat an-
      Nas,    al-Lahab,    al-Quraisy,         al-Fiil,   at-Takatsur,   adl-
      Dluha, al-Buruj, al-Infithor.
             Sedangkan yang tidak mampu dihafal dengan baik adalah
      surat al-Bayyinah, al-Balad, al-Ghasyiyah.

                                           5
             Moh Fajrul Haqqi Muntaha
             Yang masih mampu dihafal dengan baik adalah surat an-
      Nas,     al-Lahab,   al-Quraisy,         al-Fiil,   at-Takatsur,   al-
      Qori'ah.
             Sedangkan yang tidak mampu dihafal dengan baik adalah
      surat Al-Bayyinah.




3
  Ibid.
4
  Ibid.
5
  Ibid.




                                       7
    Penelitian Tindakan Kelas                                 SDIT AL-HIKMAH


                                                6
           Salsabila Sakinatul Jannah
           Sampel tidak mau menghafalkan surat yang dimaksud
      meskipun menyatakan masih hafal surat tersebut.

                                                                 7
           Pray Sally Firdaus Barren Dinasti Gani
           Yang masih mampu dihafal dengan baik adalah surat an-
      Nas dan al-Qori'ah.
           Sedangkan yang tidak mampu dihafal dengan baik adalah
      surat Al-Lahab, Quraisy, al-Fiil, at-Taktsur.

                                        8
           Andri Suhartono Putra
           Yang masih mampu dihafal dengan baik adalah                          surat
      an-Nas, al-Lahab, al-Balad, al-Ghosyiyah.
           Sedangkan yang tidak mampu dihafal dengan baik adalah
      surat Quraisy, al-Fiil, at-Taktsur, al-Infithor.


D. Faktor Penyebab Hafalan Lupa
           Dari     wawancara    yang       telah     dilakukan,       maka     dapat
      diambil kesimpulan berkenaan dengan faktor-faktor yang
      menyebabkan hafalan peserta didik hilang, yaitu:
      1.   Evaluasi
           Dari objek wawancara menyatakan bahwa tidak pernah
           ada    evaluasi      yang    rutin       untuk     hafalan.    Sehingga
           hafalan    hanya     dilakukan       pada    saat     jam     UMMI   atau
           hafalan.
      2.   Pengulangan
           Kebiasaan       mengulang-ulang          hafalan    –baik     di     kelas
           maupun     di     rumah-     belum        dapat     berjalan       dengan
           maksimal.


6
  Ibid.
7
  Ibid.
8
  Ibid.




                                            8
 Penelitian Tindakan Kelas                             SDIT AL-HIKMAH



  3.     Moods belajar
         Sebagian menyatakan tidak mood belajar ketika harus
         menghafal. Perasaan ini muncul karena metode yang
         dilakukan oleh guru dinilai oleh siswa belum enjoy.


E. Shalat sebagai Sarana Evaluasi Hafalan
         Shalat adalah titik zero bagi pelaksananya, sehingga
  pada saat shalat akan banyak titik fokus yang bermunculan
  untuk mengisi ruang yang kosong tersebut.
         Sebagai salah satu upaya pengfokusan yang efektif
  maka    siswa      hendaklah    difokuskan        untuk    membaca    surat
  tertentu –yang telah ditentukan guru- ketika membaca surat
  pendek setelah surat al-Fatihah. karena dari sisi akan
  terlihat beberapa hal:
  1.     Kelancaran
         Hafalan siswa akan dapat dinilai dengan baik apabila
         dalam bacaan shalat tersebut dapat menghafal surat
         dengan baik dan lancar. karena tidaklah mungkin dalam
         shalat    seseorang     akan     mengulang-ulang      bacaan    yang
         salah atau berhenti terlalu lama karena mengingat-
         ingat ayat yang akan dibaca.


  2.     Konsentrasi
         Dalam shalat seseorang harus khusyu' dan tuma'ninah.
         Dari      sinilah     peserta       didik      diajarkan       untuk
         berkonsentrasi       penuh       mengingat-ingat      surat     yang
         dihafal.


  3.     Makhraj
         Kelemahan     pada    evaluasi      personal       adalah     makhraj
         bacaaan.    Beberapa    guru      sering    tidak    memperhatikan




                                      9
Penelitian Tindakan Kelas                      SDIT AL-HIKMAH



      kefashihan   bacaan      dan   lebih     konsentrasi    pada
      kemampuan menghafal.
      Namun dengan menentukan bacaan surat pada saat shalat
      peserta   didik   akan   menghafal     surat   dengan   tetap
      memperhatikan kefashihan bacaan.




                               10
 Penelitian Tindakan Kelas              SDIT AL-HIKMAH



                             BAB III
                             PENUTUP

A. Kesimpulan
  1.   Kelemahan peserta didik dalam menghafal cendrung
       disebabkan oleh faktor internal, seperti
       keengganan untuk mengulang-ulang hafalan dan
       kesenangan siswa pada pelajaran menghafal.

  2.   Memanfaatkan rutinan keseharian peserta didik
       dalam melaksanakan shalat Dluha, Dhuhur dan Ashar
       sebagai sarana untuk mengevaluasi hafalan siswa.



B. Saran
  1.   Bagi guru UMMI dan hafalan terus berusaha mencari
       metode hafalan yang efektif.

  2.   Bagi semua guru untuk terus memotifasi peserta
       didik menghafal Alquran.

  3.   Membuat jadwal khusus untuk bacaan shalat peserta
       didik.




                               11
  Penelitian Tindakan Kelas                               SDIT AL-HIKMAH



                             DAFTAR PUSTAKA

http://ardhana12.wordpress.com/2008/01/25/belajar-
       penelitian-tindakan-kelas-yuuuk/

http://learningathome.wordpress.com/2007/01/31/metode-
       pengajaran-hafalan-quran-untuk-balita/

http://massofa.wordpress.com/2008/01/11/contoh-proposal-
       ptk-pendidikan/

http://majidbsz.wordpress.com/2008/06/30/rencana-
       penelitian-tindakan-kelas/


http://yanpraz.multiply.com/journal/item/9/menulis/



Add.
Softcopy PTK, hasil wawancara dan referensi (e-ref.) di serahkan pada kurikulum.




                                        12

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2195
posted:3/3/2010
language:Indonesian
pages:12