Docstoc

Proposal ptk EKSPERIMEN

Document Sample
Proposal ptk EKSPERIMEN Powered By Docstoc
					                      USULAN
           PENELITIAN TINDAKAN KELAS




 PRAKTIKUM BIOLOGI BERBASIS KETERAMPILAN PROSES
UNTUK MENINGKATKAN KINERJA ILMIAH DAN PEMAHAMAN
KONSEP METABOLISME PADA SISWA KELAS XII ILMU ALAM
                 SMA 16 SEMARANG




                        OLEH
               Drs. AGUNG PURWOKO,M.Pd.
                     NIP.131973558




          DEPERTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
 DIREKTORAT JENDRAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DAN
                TENAGA KEPENDIDIKAN
                     TAHUN 2007
                                            DAFTAR ISI


                                                                                              Halaman
HALAMAN JUDUL                             ……………………………………                                             i
PENGESAHAN                                ……………………………………                                            ii
PRAKATA                                   ……………………………………                                           iii
DAFTAR ISI                                ……………………………………                                           iv
ABSTRAK                                   ……………………………………                                            v
   BAB I. PENDAHULUAN
      A. Latar Belakang Masalah …………………………………                                                       1
      B. Permasalahan ……………………………………………..                                                           4
      C. Tujuan Penelitian………………………………………….                                                         5
      D. Manfaat Penelitian                                                                         5
  BAB II. KERANGKA TEORETIS, KERANGKA BERFIKIR DAN
          HIPOTESIS TINDAKAN
      A. Kerangka Teoretis ………………………………………...                                                       6
      B. Kerangka Berfikir ………………………………………….                                                       12
      C. Hipotesis Tindakan                                                                        12
 BAB III. PELAKSANAAN TINDAKAN
      A. Siklus 1 .........................................................................        13
      B. Siklus 2 …………………………………………………….                                                            15
      C. Siklus 3                                                                                  17
 BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
      A. Hasil Penelitian ……………………………………………                                                        20
      B. Pembahasan Hasil Penelitian                                                               21
 BAB IV. PENUTUP
      A. Simpulan ………………………………………………...…                                                           24
      B. Saran ……………………………………………………….                                                              24
DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………                                                                27
LAMPIRAN-LAMPIRAN ……………………………………………….                                                              28
                 PROPOSAL PENELITIAN

1. Judul Penelitian

   “Praktikum Biologi Berbasis Keterampilan Proses Untuk Meningkatan

   Kemampuan Merancang dan Menyusun Laporan Eksperimen Pada Siswa

   Kelas XII SMA Negeri 16 Semarang”



2. Latar Belakang

      Pada Kurikulum Berbasis kompetensi, pendidikan biologi menekankan

   pada pemberian pengalaman secara langsung. Siswa perlu dibantu untuk

   mengembangkan sejumlah keterampilan proses supaya mereka mampu

   menjelajahi dan memahami alam sekitar (Depdiknas,2003a). Kegiatan

   pembelajaran biologi dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan seperti

   pengamatan, pengujian/penelitian, diskusi, penggalian informasi mandiri

   melalui tugas baca, wawancara nara sumber, simulasi/bermain peran,

   nyanyian, demonstrasi/peragaan model.

      Salah satu bentuk kegiatan pembelajaran yang banyak digunakan guru

   biologi untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa adalah

   praktikum. Pada umumnya kegiatan siswa dalam praktikum biologi adalah

   membaca Lembar Kerja Siswa (LKS) yang telah disediakan, menyediakan

   alat dan bahan, melakukan prosedur eksperimen yang ada, kemudian

   menyusun laporan eksperimen. Kegiatan praktikum tidak dirancang khusus

   untuk membantu siswa mengembangkan berbagai keterampilan proses seperti
mengamati,     mengklasisifikasi,     mengukur,        menggunakan       alat,

mengkomunikasikan      hasil,   menganalisis,   mengidentifikasi     variabel,

merumuskan hipotesis, merancang eksperimen dan melakukan eksperimen.

   Dalam Kurikulum SMA Tahun 2004, kompetensi kerja ilmiah secara

khusus „dititipkan‟ pada mata pelajaran Biologi. Aspek kerja ilmiah yang

dikembangkan meliputi;

a. Merencanakan penelitian ilmiah

  Siswa mampu membuat perencanaan penelitian sederhana antara lain

  menetapkan dan merumuskan tujuan penelitian, langkah kerja, hipotesis,

  variabel dan instrument yang tepat untuk tujuan penelitian.

b. Melaksanakan penelitian ilmiah

  Siswa   mampu      melaksanakan    langkah-langkah    kerja   ilmiah   yang

  terorganisir dan menarik kesimpulan terhadap hasil penemuannya.

c. Mengkomunikasikan hasil penelitian ilmiah

  Siswa mampu menyajikan hasil penelitian dan kajiannya dengan berbagai

  cara kepada berbagai kelompok sasaran untuk tujuan.

d. Besikap ilmiah

  Siswa mengembangkan sikap antara lain keingintahuan, berani dan santun,

  kepedulian lingkungan, berpendapat secara ilmiah dan kritis, bekerja sama,

  jujur dan tekun.

  Refleksi awal terhadap hasil-hasil praktikum biologi pada siswa Kelas XII

Program Ilmu Alam di SMA 16 Semarang, melalui kegiatan praktikum yang

dirancang untuk melaksanakan prosedur yang telah disediakan, dalam
merancang eksperimen tidak mengikuti tahapan kerja ilmiah yang benar.

Rancangan eksperimen yang disusun siswa tidak didahului dengan identifikasi

variabel dan rumusan hipotesis, langkah-langkah melakukan eksperimen tidak

bersesuaian dengan tujuan praktikum.

   Laporan eksperimen yang disusun oleh siswa Kelas XII Ilmu alam tidak

mencantumkan variabel-variabel yang bekerja pada eksperimen, tidak

mencantumkan hipotesis yang diuji, landasan teori hanya menerangkan

konsep dasar yang terdiri dari beberapa kalimat saja, pembahasan/analisis data

tidak berkaitan dengan data hasil eksperimen, kesimpulan menerangkan

kembali data hasil eksperimen dan tidak bersesuaian dengan tujuan

eksperimen.

   Penerapan pendekatan keterampilan proses dalam pembelajaran biologi,

pada prinsipnya melatihkan keterampilan berpikir kepada siswa sebagaimana

ilmuwan berpikir dan bertindak dalam memecahkan masalah dalam

penelitian. Komponen-komponen keterampilan proses seperti pengamatan,

pengklasifikasian, pengukuran, komunikasi, inferensi, prediksi, pengontrolan

variabel,   penginterpretasian   data,   perumusan   hipotesis,   pendefinisian

operasional variabel dan eskperimen dapat diintegrasikan dalam pembelajaran

biologi, bukan sebagai bahan pembelajaran terpisah. Pengenalan langkah-

langkah penelitian sebagai bahan pembelajaran terpisah tidak menarik minat

siswa untuk melakukan penelitian, karena terasa sulit dan membosankan.

Penguasaan keterampilan-keterampilan proses ilmiah oleh siswa diharapkan

akan membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam merancang
   eksperimen dan menyusun laporan eksperimen berdasarkan tahapan kerja

   ilmiah sebagaimana yang dilakukan ilmuwan. Sebagaimana pendapat M.Nur

   (1996), bahwa ilmu pengetahuan alam (natural science) harus dipahami

   sebagai : 1) sikap ilmiah, 2) proses ilmiah dan 3) produk ilmiah. Dengan

   demikian proses atau keterampilan proses atau metode ilmiah merupakan

   bagian IPA. Jika pembelajaran IPA menekankan pada produk atau fakta,

   konsep, teori saja, dapat dikatakan belum lengkap, karena hanya

   mengembangkan salah satu komponen saja.




3. Masalah dan Fokus Masalah

      Penelitian berfokus pada masalah bagaimana meningkatkan kemampuan

   siswa dalam merancang dan menyusun laporan eksperimen melalui penerapan

   kegiatan praktikum biologi berbasis keterampilan proses.

      Masalah yang akan diungkap melalui penelitian ini adalah;

   a. Apakah rencana kegiatan praktikum biologi yang disusun guru

      bersesuaian   dengan    prinsip-prinsip   kegiatan   praktikum   berbasis

      keterampilan proses?

   b. Ketrampilan proses apa sajakah yang dilakukan siswa selama kegiatan

      praktikum biologi?

   c. Bagaimanakah tanggapan siswa terhadap kegiatan praktikum biologi

      berbasis ketrampilan proses?

   d. Apakah siswa merancang eksperimen berdasarkan tahapan kerja ilmiah?
   e. Apakah siswa menyusun laporan eksperimen berdasarkan tahapan kerja

      ilmiah ?

   f. Apakah kegiatan praktikum biologi berbasis keterampilan proses yang

      dilakukan oleh siswa dapat meningkatkan kemampuan dalam merancang

      dan menyusun laporan eksperimen.



4. Tujuan Penelitian, Kegunaan dan Prospek Penelitian

   a. Tujuan

      Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan siswa Kelas XII

   Ilmu Alam SMA 16 Semarang dalam merancang dan menyusun laporan

   eksperimen.



   b. Kegunaan

      Penerapan kegiatan praktikum biologi berbasis keterampilan proses untuk

   meningkatkan kemampuan merancang dan menyusun laporan eksperimen

   diharapkan dapat membantu guru-guru Biologi SMA dalam membimbing

   siswa-siswanya untuk dapat melakukan penelitian sederhana berdasarkan

   langakh-langkah kerja ilmiah sebagaimana dilakukan oleh ilmuwan.

   Sedangkan bagi siswa diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang

   prosedur penelitian, pelaksanaan dan pelaporannya, meningkatkan minat

   untuk melakukan penelitian sederhana dan mengembangkan sikap ilmiah

   dalam memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.
   c. Prospek

         Hasil-hasil penelitian ini memiliki prospek untuk dikembangkan lebih

   lanjut untuk merumuskan pola-pola yang tepat dalam medorong siswa SMA

   gemar melakukan penelitian. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk

   merumuskan model-model pembelajaran biologi berbasis keterampilan

   proses, kelebihan dan kekurangannya dengan memanfaatkan berbagai sumber

   belajar yang ada di sekitar sekolah atau tempat tinggal siswa.



5. Kerangka Teoretik

   a. Keterampilan Proses

   1).    Pengertian

         Ilmuwan       menggunakan      prosedur-prosedur    investigasi    untuk

   mengembangkan pengetahuan tentang fenomena alam. Keterampilan-

   keterampilan ilmiah yang digunakan untuk investigasi tersebut meliputi; (a)

   observasi(observation), (b) pengukuran(measurement), (c) eksperimentasi, (d)

   komunikasi(communication), dan (e) keterampilan-keterampilan berpikir

   kritis (critical thinking skills).

         Keterampilan berpikir kritis merupakan dasar dan bagian dari proses

   investigasi ilmiah. Termasuk dalam keterampilan berpikir kritis adalah

   berpikir induktif, berpikir deduktif, merumuskan hipotesis,         eksplorasi,

   sintesis, evaluasi dan berbagai keterampilan mental yang analog.

         Proses dapat didefinisikan sebagai perangkat keterampilan kompleks yang

   digunakan ilmuwan dalam melakukan penyelidikan ilmiah. Ilmuwan
mengembangkan teori melalui keterampilan proses, misalnya pengamatan,

klasifikasi, inferensi, merumuskan hipotesis dan melakukan eksperimen.

Keterampilan-keterampilan tersebut dimiliki oleh para ilmuwan berkat

pengalaman dan latihan yang terus menerus. Dengan demikian dalam bentuk

yang elementer dari apa yang mereka lakukan, dapat pula dipelajari oleh

siswa. Hal ini tidak berarti pembelajaran IPA hendak menjadikan setiap siswa

sebagai ilmuwan, tetapi mengembangkan mereka agar memiliki keterampilan-

keterampilan sebagaimana cara-cara ilmuwan bekerja dan bersikap.



2). Hasil-hasil Penelitian

   Berbagai penelitian telah dilakukan para ahli berkaitan dengan

keterampilan-keterampilan proses ilmiah. Penelitian dalam strategi dan

metodologi mengajar di Elementary School (setingkat sekolah dasar),

menghasilkan kesimpulan yang jelas, bahwa para siswa yang belajar dengan

pendekatan proses, belajar lebih banyak dari pada siswa-siswa yang belajar

dengan pendekatan tradisional yang berbasis text-book (Bredderman, 1983

dalam Hartikainen,2003).

   Hasil penelitian menunjukkan bahwa program-program pendekatan proses

yang dilakukan pada periode tahun 1960 – hingga tahun 1970 seperti

Elementary Science Study (ESS), Science Curriculum Improvement Study

(SCIS) dan Science A Process Approach (SAPA), terbukti lebih efektif

meningkatkan performance dan sikap siswa daripada program-program

pembelajaran tradisional yang berbasis membaca.
Pada kondisi lain, di mana para siswa berada dalam kelas yang heterogen baik

baik dari komposisi jenis kelamin dan latar belakang sosio-ekonomi yang

berbeda pendekatan keterampilan proses yang diprogramkan melalui ECC,

SCIS dan SAPA, menunjukkan hasil yang lebih baik daripada mereka belajar

sains melalui pendekatan tradisional. Melalui tes yang telah distandarisasi

siswa-siswa tersebut menunjukkan kinerja yang lebih baik dalam pengukuran.

   Berbagai penelitian lain menunjukkan bahwa penerapan pendekatan

keterampilan proses menunjukkan hasil yang baik untuk meningkatkan

berbagai keterampilan pada siswa seperti keterampilan memecahkan masalah

dan berbagai keterampilan intelektual bahkan keterampilan-keterampilan

motorik siswa baik pada level sekolah dasar, maupun sekolah menengah.

    Berbagai hasil penelitian sebagaimana diungkapkan dalam artikel di atas

membuktikan keunggulan pendekatan keterampilan proses dalam program-

program pembelajaran bagi siswa. Salah satu yang esensial dari pendekatan

keterampilan proses adalah melatih siswa untuk berpikir kritis.

Salah satu tujuan utama sekolah adalah meningkatkan kemampuan untuk

berfikir kritis, membuat keputusan rasional tentang apa yang diperbuat atau

apa yang diyakini (Hartikainen, 2003). Berbagai contoh berpikir kritis

termasuk mengidentifikasi iklan yang menyesatkan, menimbang bukti-bukti

yang bertentangan dan mengidentifikasi asumsi atau argumentasi yang keliru.

Seperti halnya setiap tujuan yang lain, belajar berpikir kritis memerlukan

latihan, siswa dapat diberikan sejumlah dilemma (dua pilihan yang sulit),
argument (alasan) logis dan tidak logis, iklan yang valid dan iklan yang

menyesatkan dan sebagainya (Hartikainen 2003).

   Pembelajaran efektif tentang berfikir kritis bergantung pada penataan

suasana kelas yang mendorong penerimaan pandangan divergen (berbeda) dan

diskusi bebas. Tatanan itu juga lebih menekankan pada pemberian alasan atau

pandangan daripada hanya memberikan jawaban yang benar. Keterampilan

berpikir kritis paling baik akan dicapai siswa bila berhubungan dengan topik-

topik yang dikenal siswa.

   Hal yang paling penting tentang pembelajaran berpikir kritis adalah

menciptakan suatu semangat berpikir kritis, yang mendorong siswa

mempertanyakan apa yang mereka dengar dan mengkaji pikiran mereka

sendiri untuk memastikan tidak terjadi logika yang tidak konsisten atau keliru

(Hartikainen, 2003). Lebih dari itu, guru harus siap dalam arti menguasai

berbagai keterampilan untuk mengelola pembelajaran yang mengembangkan

keterampilan berpikir kritis kepada para siswa. Tanpa itu tentu berbagai

kelebihan pendekatan keterampilan proses sebagaimana ditunjukkan oleh

hasil penelitian para ahli tidak akan berarti apa-apa bagi peningkatan kualitas

pembelajaran (Soetardjo, 1998).

3). Komponen Keterampilan Proses

   Sejumlah pakar dan lembaga-lembaga pengembangan pembelajaran IPA

mengklasifikasikan komponen keterampilan proses dengan cara yang

berbeda-beda. Beberapa di antaranya diuraikan di bawah ini :
a). Menurut Commision on Science Education of The American Asciciation

for the Advancement of Science (AAAS)

   AAAS mengklasifikasikan keterampilan proses IPA menjadi keterampilan

proses dasar (Basic Science Process Skills) dan keterampilan proses terpadu

(Integrated Science Process Skills).

Keterampilan proses dasar terdiri atas; (a) pengamatan, (b) penggunaan

hubungan ruang/waktu, (c) klasifikasi, (d) penggunaan bilangan, (e)

pengukuran, (f) komunikasi, dan (g) inferensi. Sedangkan keterampilan proses

terpadu meliputi; (a) pengontrolan variabel, (b) penginterpretasian data, (c)

perumusan hipotesis, (d) pendefinisian variabel secara operasional, dan (e)

eksperimen.

b). Menurut Funk dkk.

       Funk dkk.(1979), juga mengklasifikasikan keterampilan proses

menjadi keterampilan proses dasar dan keterampilan proses terpadu.

Keterampilan proses dasar terdiri atas ; (a) pengamatan, (b) klasifikasi, (c)

komunikasi, (d) pengukuran, (e) prediksi, dan (f) inferensi. Keterampilan

proses terpadu terdiri atas; (a) pengidentifikasian variabel, (b) penyusunan

tabel data, (c) penyusunan grafik, (d) pendeskripsian hubungan antar variabel,

(e) perolehan dan pemrosesan data, (f) pendeskripsian penyelidikan, (g)

perumusan hipotesis, (h) pendefinisian variabel secara operasional, (i)

perencanakan penyelidikan dan (j) eksperimen.

   Keterampilan proses dasar merupakan fondasi untuk melatih keterampilan

proses terpadu yang lebih kompleks. Menurut Nur (1996), enam keterampilan
proses dasar yang perlu dilatihkan kepada siswa adalah: pengamatan,

pengukuran, klasisifikasi, komunikasi, prediksi dan inferensi. Keenam

keterampilan proses dasar ini merupakan prasarat untuk keterampilan proses

terpadu.

   Seluruh keterampilan proses ini diperlukan apabila seseorang sedang

berupaya menemukan pemecahan atas suatu masalah ilmiah. Keterampilan

proses terpadu khususnya diperlukan apabila seseorang           melakukan

eksperimen untuk memecahkan masalah. Keterampilan proses terpadu yang

penting dilatihkan meliputi ; identifikasi variabel, pengontrolan variabel,

interpretasi data, perumusan hipotesis, perumusan definisi operasional

variabel, perencanaan dan pelaksanaan eksperimen.



4). Praktikum Biologi Berbasis Keterampilan Proses

   Konsep-konsep, prinsip-prinsip dan teori-teori yang berkaitan dengan

makhluk hidup, merupakan inti biologi, suatu kajian tentang makhluk hidup

dan kehidupannya.

   Untuk kepentingan pendidikan, biologi berkaitan dengan cara mencari

tahu dan memahami alam secara sistematis, sehingga biologi bukan hanya

penguasaan kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep,

prinsip-prinsip dan teori-teori saja, malainkan juga merupakan suatu proses

penemuan. Oleh karena, pembelajaran biologi harus menekankan pada

pemberian pengalaman secara langsung. Bagi siswa pengalan langsung dapat

diperoleh melalui kegiatan praktikum biologi. Melalui kegiatan praktikum
berbasis keterampilan proses, siswa dibantu untuk mengembangkan sejumlah

keterampilan proses agar mereka mampu menjelajahi dan memahami alam

sekitarnya. Keterampilan proses ini meliputi keterampilan mengamati dengan

seluruh indera, menggunakan alat dan bahan secara benar dengan

mempertimbangkan         keselamatan   kerja,    mengajukan       pertanyaan,

mengklasifikasi,    mengajukan     hipotesis,   menafsirkan       data,   dan

mengkomunikasikan hasil temuan, menggali dan memilah informasi faktual

yang relevan untuk menguji gagasan-gagasan atau memecahkan masalah

sehari-hari. Di samping itu kemungkinan untuk mengembangkan teknologi

relevan dari konsep-konsep biologi yang dipelajari. Dengan demikian, siswa

memahami manfaat pembelajaran biologi bagi diri serta masyarakatnya

(Purwoko,2005).

   Pada prinsipnya untuk melatihkan keterampilan proses kepada para siswa,

perlu   siswa   benar-benar   melakukan,   seperti   mengamati,    mengukur,

memanipulasi variable dan sebagainya (Soetardjo,1998). Oleh karena itu

pendekatan ini lebih banyak menlibatkan siswa dengan objek-objek konkrit,

sehingga mereka dapat memahami fakta-fakta dan konsep-konsep sains

dengan lebih baik. Pembelajaran biologi melalui pendekatan keterampilan

proses memberikan pengalaman langsung kepada siswa yang memungkinkan

mereka menggunakan keterampilannya untuk memecahkan masalah dalam

kehidupan sehari-hari.
5). Merancang Eksperimen

   Menurut Dimyati (2002), Keterampilan merancang eksperimen perlu

diberikan sejak dini. Merancang aksperimen dapat diartikan sebagai suatu

kegiatan untuk mendeskripsikan variabel-variabel yang dimanipulasi dan

direspon dalam penelitian secara operasional, kemungkinan dikontrolnya

variabel hipotesis yang diuji dan cara mengujinya, serta hasil yang diharapkan

dari eksperimen yang akan dilaksanakan. Contoh kegiatan yang tercakup

dalam keterampilan merancang eksperimen adalah;

       a) Mengenali, menentukan dan merumuskan masalah yang akan

           diteliti,

       b) Merumuskan satu atau lebih “dugaan yang dianggap benar”, ini

           disebut menyusun hipotesis. Menyusun hipotesis dapat dilakukan

           dengan mendasarkan dugaan pada pengalaman sebelumnya atau

           observasi atau intuisi.

       c) Memilih instrument/alat yang tepat untuk membuktikan kebenaran

           hipotesis yang dirumuskan.

   Merancang eksperimen pada dasarnya adalah menentukan prosedur yang

akan diikuti dalam melakukan eksperimen (Nur,2000). Suatu prosedur

memuat alat dan bahan apa yang digunakan dan bagaimana menggunakan

bahan itu. Setelah mengikuti prosedur itu, data diperoleh. Dari data ini dapat

ditarik kesimpulan dan membuat pernyataan tentang hasil eksperimen.

Apabila kesimpulan yang ditarik dari data menunjang hipotesis, maka dapat
   dikatakan bahwa hipotesis dapat diandalkan. Dapat diandalkan artinya bahwa

   kesimpulan dapat dipercaya.



6. Rencana Penelitian

   a. Setting Penelitian

      Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 16 Semarang, pada Kelas XII

   Program Ilmu Alam Tahun Pelajaran 2006/2007.

   b. Disain dan Metoda Penelitian

      Penelitian ini merupakan penelitian tindakan yang direncanakan dalam

   tiga siklus. Tiap siklus dikembangkan mengacu pada perubahan yang terjadi

   terhadap faktor-faktor yang diselidiki.

   Untuk siklus pertama, tindakan di rinci sebagai berikut :

  1). Perencanaan

   a). Menganalisis/memilih materi pembelajaran.

   b). Membuat rencana pembelajaran

   c). Menyiapkan sarana/prasarana pembelajaran

   d). Mendisain instrumen untuk mengukur peningkatan kemampuan siswa

   dalam merancang dan menyusun laporan eksperimen.



   2). Pelaksanaan Tindakan

      Melaksanakan rencana pembelajaran yang telah dibuat. Pada tahapan ini

      dilaksanakan kegiatan praktikum biologi berbasis keterampilan proses.
   Setelah tindakan dilakukan analisis terhadap rancangan dan laporan

   eksperimen yang dilakukan siswa menggunakan instrument yang telah

   disusun sebelumnya.



3). Observasi

   Dilakukan observasi terhadap pelaksanaan tindakan. Observasi dilakukan

   untuk mengamati aktivitas siswa dalam melakukan kegiatan praktikum

   biologi berbasis keterampilan proses, aktivitas guru sebagai fasilitator

   berlangsungnya kegiatan praktikum biologi berbasis keterampilan proses.



4). Refleksi

   Pada tahapan ini dilakukan analisis hasil observasi. Kemudian dilakukan

   refleksi apakah tindakan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam

   merancang dan menyusun laporan eksperimen. Hasil analisis digunakan

   untuk merencanakan siklus berikutnya.



c. Data dan cara Pengambilannya

1). Sumber Data

   Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru.

2). Jenis Data

   Jenis data yang diperoleh meliputi data kualitatif dan kuantitatif, terdiri

   dari :
   a). Rencana pembelajaran, digunakan untuk mendapatkan data kesesuaian

      kegiatan praktikum biologi dengan kegiatan praktikum biologi yang

      direncanakan untuk melatihkan berbagai keterampilan proses dasar

      maupun keterampilan proses terpadu.

   b). Data hasil observasi, meliputi hasil pengamatan terhadap langkah-

      langkah pembelajaran yang dilakukan guru dan respon siswa dalam

      kegiatan praktikum biologi yang berbasis keterampilan proses.

   c). Jurnal harian guru, dibuat oleh guru mencatat hal-hal yang terjadi

      selama pembelajaran berlangsung dan respon siswa di luar

      pembelajaran, digunakan sebagai bahan refleksi untuk perbaikan

      pembelajaran dalam pelaksanaan siklus berikutnya.

   d). Hasil angket, mendeskripsikan pendapat siswa, rekan guru, dan kepala

      sekolah tentang penerapan kegiatan praktikum biologi berbasis

      keterampilan proses, berkaitan dengan persiapan, pelaksanaan dan

      dampaknya.



3). Cara Pengambilan Data

   a) Data keterkaitan antara perencanaan dengan pelaksanaan tindakan

      didapat dari analisis rencana pembelajaran.

   b) Data tentang kegiatan praktikum biologi pada saat tindakan diperoleh

      dari hasil observasi.

   c) Data tentang refleksi diri guru serta perubahan yang terjadi pada siswa

      diperoleh dari jurnal harian guru.
      d) Data mengenai kemampuan siswa dalam merancang dan menyusun

          laporan eksperimen, analisis rancangan dan laporan eksperimen.

      e) Data pelengkap tentang respon siswa terhadap kegiatan praktikum

          cara guru memfasilitasi kegiatan praktikum diperoleh dari angket

          siswa.



   d. Indikator Kinerja

      Indikator keberhasilan penelitian ini adalah jika 70% siswa dapat

      membuat rancangan eksperimen dan menyusun laporan eksperimen

      berdasarkan tahapan kerja ilmiah.



7. Daftar Pustaka
   Arikunto,Suharsimi.1998.Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.
        Jakarta:Penerbit Rineka Cipta.

   Arikunto,S. Suhardjono. Supardi. 2006. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta:
        Penerbit Bumi Aksara.

   Dahar,Ratna Wilis.1996. Teori-teori Belajar. Jakarta: Penerbit Erlangga.

   Depdiknas.2003a.Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran
       Biologi SMA/MA. Jakarta.

   ________ .2003b. Kurikulum 2004 Pedoman Khusus Pengembangan Silabus
        dan Penilaian Mata Pelajaran Biologi. Jakarta.

   Dimyati, Mudjiono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Penerbit
       Rineka Cipta.

   Hartikainen,Anu-Kari Sormunen. 2003. Seven-Grade Pupils’ Scientific
        Process Skills in Biology Context. Artikel Penelitian, dalam
        http://www2.educ.sfu.ca (Dikunjungi :16/12/2003)
Nasoetion,Andi Hakim.1992.Panduan Berpikir dan Meneliti Secara Ilmiah
    Bagi Remaja.Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Nurhayati. 2000. Pengembangan Paket Pembelajaran Bioteknologi dan
    Pengaruhnya Terhadap Sikap, Minat, Motivasi Belajar dan Prestasi
    Belajar Siswa SMU. Disertasi. Malang: Program Pasca Sarjana,
    Universitas Negeri Malang.

Nur,Mohamad.1996.Teori Pembelajaran IPA dan Hakekat Pendekatan
     Keterampilan Proses. Jakarta : Ditjen Dikdasmen,Depdikbud.

Nur,Mohamad. 2000. Buku Panduan Keterampilan Proses dan Hakikat Sains.
     Surabaya : Pusat Sains dan matematika Sekolah Program Pascasarjana
     UNESA-University Press.

Nur,Mohamad. 2002. Trend Penelitian Pendidikan MIPA di Masa Datang.
     Makalah pada Seminar hasil Penelitian MIPA dan Pendidikan MIPA.
     Universitas Negeri Yogyakarta,26 Oktober 2002.

Purwoko,Agung. 2005. Pembelajaran Biologi Berbasis Keterampilan Proses
    Dan Pengenalan Prosedur Penelitian Pada Siswa SMA. Makalah.
    Seminar Nasional Pengembangan Pembelajaran MIPA dan
    Implementasinya Pada Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi.
    IKIP PGRI,Semarang, 27 Juni 2007.


Soertardjo. 1998. Proses Belajar Mengajar dengan Metode Pendekatan
     Keterampilan Proses. Surabaya : Penerbit SIC Kerja sana dengan LPM-
     IKIP Surabaya.

Zuriah,N. 2003. Penelitian Tindakan Dalam Bidang Pendidikan dan Sosial.
     Malang: Bayumedia Publishing.
Lampiran:
Instrumen-instrumen yang digunakan dalam penelitian;
Instrumen 1: Instrumen Penilaian Rencana Pembelajaran Keterampilan Proses
Instrumen 2: Angket Pendapat Siswa Tentang Kegiatan Pembelajaran
Instrumen 3: Lembar Pengamatan Pengelolaan Kegiatan Pembelajaran dan
              Suasana Kelas
Instrumen 4: Lembar Observasi Guru Terhadap Keterampilan Proses Yang
              dilakukan Kelompok
Instrumen 5: Lembar Penilian Menyusun Rencana Eksperimen
Instrumen 6: Lembar Penilaian Penyajian Laporan Eksperimen
                                                                         Instrumen 1
              INSTRUMEN PENILAIAN RENCANA PELAJARAN
                 PEMBELAJARAN KETRAMPILAN PROSES

Nama Penilai:                                Mata Pelajaran:
Asal Lembaga Penilai:                        Penyusun RP:


Dimohon kesediaan Bapak/Ibu menilai apakah rencana pelajaran terlampir telah
memenuhi ide pokok pembelajaran ketrampilan proses. Sebagian ide pokok tersebut
tertulis di bawah ini sebagai indikator. Apabila rencana pelajaran tersebut memenuhi
indikator mohon diberi tanda (√) pada tempat yang disediakan, apabila tidak
memenuhi mohon diberi tanda (―).

Indikator                                                                      RP
Memperhatikan pengetahuan awal dan pengethuan prasyarat.

Menggunakan hands-on activities atau minds-on activities sebagai kegiatan
utama.

Proses pengembangan konsep dan teori bermula dari dunia nyata dan konkrit.

Menekankan pada penerapan-penerapan ke dunia nyata atau kehidupan
sehari-hari.

Menekankan pada pendekatan multi-metode dan multi-media.

Merencanakan pembelajaran lebih diwarnai student centered daripada
teacher centered.

Memperhatikan siswa dengan kemampuan/gaya belajar yang berbeda.

Konteks yang dipilih mempertimbangkan sumber daya local, minat siswa
dan latar belakang budaya.

Mengembangkan ketrampilan proses dasar.

Mengembangkan ketrampilan proses terpadu.

Merencanakan suasana pembelajaran demokratis dan interaktif


                                                     Semarang,
                                                     Penilai
                                                     _________________________

                                                  Instrumen 2
                           ANGKET
       PENDAPAT SISWA TERHADAP KEGIATAN PEMBELAJARAN

                       Nama Sekolah:
                       Mata Pelajaran: BIOLOGI
                       Kelas         : VII (Tujuh)
                       Nama Guru :

Setelah kamu mendapat pelajaran biologi , sekolah ingin mengetahui pendapatmu.
Pendapatmu ini sangat berharga untuk dijadikan pertimbangan dalam merencanakan
perbaikan kegiatan pembelajaran biologi di masa mendatang. Oleh karenanya sangat
diharapkan agar kamu menjawab pertanyaan-pertanyaan dalam angket ini dengan
jujur. Apapun isi jawabanmu, tidak akan berpengaruh terhadap nilai raportmu. Sebab
kamu tidak diperkenankan menuliskan nama pada angket ini.

   01. Selama mengikuti pelajaran biologi bagaimana perasaanmu?
       a. senang             b. tidak senang             c. biasa-biasa saja

   02. Seandainya kamu merasa senang, hal apa saja yang membuat pelajaran terasa
       menyenangkan? – kamu boleh menjawab lebih dari satu. (Jika kamu
       menjawab tidak senang, langsung menjawab pertanyaan 03. Jika kamu
       menjawab biasa-biasa saja, langsung menjawab pertanyaan 04)
          a. banyak prakteknya
          b. menerangkan dengan jelas, yang belum mengerti menjadi mengerti
          c. mengajarnya tidak monoton, tidak membosankan
          d. menambah ilmu pengetahuan
          e. kesempatan bekerja dalam kelompok
          f. dapat belajar mandiri
          g. suasana kelasnya menyenangkan
          h. banyak memperoleh kesempatan berbicara, mengeluarkan pendapat
             atau bertanya kepada guru atau teman
          i. mengerti kaitan pelajaran biologi dengan praktik atau kehidupan
             sehari-hari.
          j. belajar di laboratorium atau tempat terbuka
          k. banyak hal-hal baru yang belum pernah atau jarang saya alami pada
             pelajaran biologi sebelumnya
          l. lain-lai, tuliskan:
             _____________________________________________
             ________________________________________________________
             ___
          ________________________________________________________
          ___




03. Jika kamu merasa tidak senang, hal apa saja yang membuat pelajaran terasa
    tidak menyenangkan? – kamu boleh menjawab lebih dari satu jawaban.
        a. banyak prakteknya
        b. menerangkan tidak jelas, banyak yang belum mengerti
        c. gurunya
        d. membosankan
        e. tidak menambah ilmu pengetahuan
        f. bekerja dalam kelompok
        g. suasana kelas tidak menyenangkan
        h. belajar di laboratorium atau di luar kelas
        i. sama saja tidak berbeda dengan pelajaran biologi yang saya alami
           sebelumnya
        j. lain-lain, tuliskan:
           ________________________________________________________
           ________________________________________________________
           ________

04. Sampaikan pendapat atau harapanmu tentang pelajaran biologi (kamu boleh
    memilih lebih dari satu pilihan)
       a. dapat berlanjut pada semester berikutnya
       b. banyak hal-hal baru yang menyenangkan selama pelajaran
       c. pelajaran biologi ini sama saja dengan pelajaran yang pernah saya
          ikuti sebelumnya dan terasa membosankan
       d. waktu pelajaran terlalu pendek
       e. waktu pelajaran terlalu panjang
       f. pelajaran biologi terasa semakin sulit
       g. pelajaran biologi terasa semakin mudah
       h. saya suka seandainya pelajaran biologi kososng
       i. saya kecewa seandainya pelajaran biologi ini kososng
       j. lain-lain, tuliskan:
          ________________________________________________________
          ________________________________________________________
          ________________________________________________________
          ____________

05. Apabila dibanding dengan pelajaran biologi yang pernah kamu ikuti, hal
    apakah yang kamu rasakan paling berbeda dalam pelajaran biologi ini
       sehingga kamu merasa senang? (Jika kamu merasa tidak senang lewati
       pertanyaan ini)
       ______________________________________________________________
       ______________________________________________________________
       ______________________________________________________________
       ____________

   06. Apabila dibanding dengan pelajaran biologi yang pernah kamu ikuti, hal
       apakah yang kamu rasakan paling berbeda dalam pelajaran biologi ini
       sehingga kamu merasa tidak senang? (Jika kamu merasa senang lewati
       pertanyaan ini)
       ______________________________________________________________
       ______________________________________________________________
       ______________________________________________________________
       ____________
                                                                      Instrumen 3
                           LEMBAR PENGAMATAN
   PENGELOLAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN DAN SUASANA KELAS

Petunjuk:
Berikut ini diberikan suatu daftar aspek pengelolaan kegiatan belajar mengajar
Biologi yang dilakukan guru dalam kelas atau di laboratorium dan aspek suasana
kelas. Berikan penilaian dengan membubuhkan tanda cek (√) pada kolom yang
sesuai.
Nama Sekolah:
Nama Guru:
Hari/Tanggal:
Waktu:

                                                 Kurang Sedang Baik         Sangat
              Aspek yang diamati
                                                                            Baik
A. Pengamatan Pengelolaan Pembelajaran
1. Pendahuluan
    a. Memotivasi/membangkitkan minat siswa
    b. Menghubungkan pelajaran sekarang
       dengan pelajaran sebelumnya.
    c. Mengkomunikasikan kompetensi yang
       harus dikuasai
    d. Penampilan guru:
       1). Ceria
       2). Antusias
       3). Kerapian
       4). Kebersihan
2. Kegiatan Pokok
   a.  Menguasai materi
   b.  Memotivasi siswa untuk bertanya
   c.  Berperan sebagai fasilitator
   d.  Penguasaan teknik bertanya
   e.  Pengelolaan waktu
   f.  Menguasai penggunaan alat, bahan dan
       media
    g. Mengaktifkan diskusi
    h. Membimbing ketrampilan proses
    i. Membimbing siswa menyimpulkan hasil
       pengamatan/percobaan.
    j. Membimbing siswa mengkomunikasikan
       hasil pengamatan/percobaan.
    k. Memantau kesulitan/kemajuan belajar
       siswa
    l. Kelejasan dalam mengemukakan
       ide/konsep
    m. Melaksanakan kegiatan
       perbaikan/pengayaan segera.
    n. Penggunaan papan tulis.
3. Penutup
    a. Membimbing siswa membuat
       rangkuman.
    b. Mengkaitkan materi yang baru dipelajari
       dengan materi pelajaran berikutnya.
    c. Pemberian tugas
Pengamatan Suasana Kelas
    a. Antusiasme siswa dalam KBM
    b. Keceriaan siswa dalam KBM


                                                 Pengamat,
Guru yang diamati,


                                                 _________________________
_________________________

                                                              Instrumen 4

                  LEMBAR OBSERVASI GURU
   TERHADAP KETRAMPILAN PROSES YANG DILAKUKAN KELOMPOK

   1. Nama Sekolah
   2. Nama Guru
   3. Hari/tanggal:
   4. Waktu:

Petunjuk:
Kolom Ketrampilan proses diisi dengan ketrampilan proses yang akan diamati dalam
kegiatan pembelajaran. Beri tanda cek (√), jika ketrampilan tersebut dilakukan oleh
kelompok yang diamati.


                                               Kelompok
  Ketrampilan Proses
                          1     2    3     4   5    6   7        8    9      10




                                                                          Instrumen 5


                           LEMBAR PENILAIAN
                      MENYUSUN RENCANA EKSPERIMEN


Sekolah:
Tanggal:
Judul:


Guru:
Petunjuk:
Berilah skor dengan rentang 1 – 4 untuk masing-masing indikator yang telah
ditetapkan dengan bobot maksimum sesuai lembar penilaian di bawah ini.

 No.    Indikator Penilaian                   Bobot    Skor   Bobot X Skor
 1      Mengidentifikasi variabel               20
 2      Merumuskan hipotesis                    25
 3      Memilih alat/bahan                      20
 4      Merumuskan cara kerja                   20
 5      Menyusun tabel data                     15
        Total                                  100

                                               ………………. ,
                                               ………………………
                                               Penilai


                                               ____________________
                                                                       Instrumen 6
                           LEMBAR PENILAIAN
                      PENYAJIAN KARYA ILMIAH SISWA


Sekolah:
Tanggal:
Judul:


Guru:

Petunjuk:
Berilah skor dengan rentang 1 – 4 untuk masing-masing indikator yang telah
ditetapkan dengan bobot maksimum sesuai lembar penilaian di bawah ini.

 No. Indikator Penilaian                      Bobot    Skor   Bobot X Skor
 1   Sistematika laporan ( alur pikiran)        20
 2   Mengembangkan teori/bahan pustaka          15
     (relevansi dan kemutakhiran)
 3   Menganalisis data hasil percobaan          15
 4   Tata tulis laporan.                        10
 5   Kerapian/kebersihan                        10
 6   Penyajian                                  10
7   Kemampuan mempertahankan    10
8   Metode Penelitian           10
    Total                      100

                               ………………. ,
                               ………………………
                               Penilai


                               ____________________

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:7330
posted:3/3/2010
language:Indonesian
pages:29