Docstoc

Contoh Laporan PTK

Document Sample
Contoh Laporan PTK Powered By Docstoc
					                            .




     LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS


   PENERAPAN PENDEKATAN PROSES 5 FASE
UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN
       MENULIS PADA SISWA KELAS V SD


                        Oleh:
                Dra. Sumarwati, M.Pd.
               Sudarsono, S.Pd., M.Pd.
                      Drs. Suradi


                       Dibiayai Oleh :
                   Direktorat Ketenagaan
           Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi
             Departemen Pendidikan Nasional
     Dengan Surat Perjanjian Pelaksanaan Penelitian
   Nomor : 110/Ketenagaan/2007 tanggal 23 Februari 2007




      PRODI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA
     JURUSAN PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI
   FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
    UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA
                NOVEMBER 2007
                            HALAMAN PENGESAHAN
                      LAPORAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS
                        (CLASSROOM ACTION RESEARCH)

1. Judul Penelitian              PENERAPAN PENDEKATAN PROSES 5 FASE
                                 UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS
                                 PEMBELAJARAN MENULIS PADA SISWA
                                 KELAS 5 SD

2. a. Mata Pelajaran             Bahasa Indonesia
   b. Bidang Kajian              Masalah Pembelajaran Menulis di SD
3. Ketua Peneliti
   a. Nama Lengkap dan Gelar     Dra. Sumarwati, M.Pd.
   b. Jenis Kelamin              Perempuan
   c. Pangkat, Golongan, NIP     Pembina/IV.1/131658567
   d. Program Studi/Jurusan      Pend. Bahasa Indonesia/Pend. Bahasa dan Seni
   e. Fakultas                   Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)
    f. Institut/Universitas      Universitas Sebelas Maret Surakarta
   g. Alamat rumah               Perum “Dalem Asri” Jl. Duku AA5 Jaten,
                                 Karanganyar
     Nomor telepon/HP:           (0271)822653/08164272262
      Email:                     watik_fkipuns@yahoo.com
4. Nama Anggota Peneliti         1. Sudarsono WP, S.Pd.
                                 2. Drs. Suradi
5. Lama Penelitian               8 (delapan) bulan
                                 dari bulan April sampai bulan November 2007
6. Biaya yang diperlukan:
   a. Sumber dari Ditjen Dikti   Rp 15.000.000
   b. Sumber lain                    Tidak ada
                                 _______________________
       Jumlah                    Rp. 15.000.000
                                 (Lima belas juta rupiah)


                                                 Surakarta, 2 November 2007

Mengetahui                                       Ketua Pelaksana,
Dekan FKIP,


Prof. Dr. M. Furqon H., M.Pd.                     Dra. Sumarwati, M.Pd.
NIP: 131658563                                    NIP: 131658567



Menyetujui                                       Mengetahui
Ketua LPPM UNS,                                  Kepala SD Negeri 15
                                                 Surakarta,


Prof. Dr. Sunardi, M.Sc.                         Sudarsono WP, S.Pd., M.Pd.
NIP : 130605279                                  NIP : 130576319




                                       ii
                                  ABSTRAK


DRA. SUMARWATI, M.PD., DKK ”PENERAPAN PENDEKATAN PROSES 5
FASE UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN MENULIS
PADA SISWA KELAS V SD”
          Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi, aktivitas, dan
kemampuan     menulis    dengan    mengimplementasikan      tahap-tahap   dalam
pendekatan proses 5 fase. Strategi penelitiannya adalah penelitian tindakan
kelas yang dilakukan dalam 3 dan tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan,
pelaksanaan, observasi, serta refleksi dan verifikasi. Yang menjadi subjek
penelitian adalah siswa kelas V.1 SD Negeri 15 Surakarta, sedang objeknya
adalah pembelajaran menulis yang termasuk dalam pelajaran Bahasa
Indonesia.
          Hasil   penelitian   menunjukkan    penerapan     tahap-tahap   dalam
pendekatan proses 5 fase, yaitu meliputi tahap prapenulisan, penulisan, revisi,
pengeditan, dan pemajangan karangan, dapat meningkatkan kualitas proses
maupun hasil pembelajaran menulis pada para siswa kelas V.1 SD Negeri 15
Surakarta. Ini ditunjukkan dari adanya peningkatan jumlah siswa yang
termotivasi dan aktif selama proses kreatif menulis berlangsung. Selain itu, juga
tampak dari meningkatnya jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar
menulis (mendapat nilai minimal 65) dari siklus pertama hingga ketiga. Adapun
cara penerapan pendekatan proses 5 fase yang dapat meningkatan kualitas
proses dan hasil pembelajaran menulis tersebut adalah sebagai berikut: (1)
tahap prepenulisan direalisasikan melalui pembimbingan pemilihan dan
pembatasan topik karangan serta penyusunan kerangka karangan, (2) tahap
penulisan direalisasikan melalui pembimbingan mengembangkan topik-topik
pada kerangka karangan menjadi paragraf-paragraf sehingga dihasilkan draf
karangan, (3) tahap revisi dan tahap pengeditan direalisasikan melalui
pemberian tanda-tanda atau feedback mengenai kekurangan pada aspek isi
karangan dan kesalahan bahasa dan pembimbingan memperbaiki isi dan
mengoreksi kesalahan bahasa, dan (4) tahap publikasi diwujudkan melalui
pemajangan karya semua siswa kelas V.1 pada papan pajang oleh guru dan
siswa


                                       iii
                             KATA PENGANTAR


      Puji syukur peneliti panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wataala atas
limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya karena dapat melaksanakan
penelitian ini hingga penyusunan laporan hasilnya.
   Sudah barang tentu pelaksanaan penelitian ini dapat berjalan dengan lancar
berkat bantuan dari berbagai pihak. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini kami
mengucapkan terimakasih kepada:
1. Ketua LPPM      Universitas Sebelas Maret yang memberikan pengesahan
   pada proposal maupun laporan hasil penelitian.
2. Dekan FKIP Universitas Sebelas Maret yang memberikan pengesahan pada
   proposal maupun laporan hasil penelitian.
3. Kepala SD Negeri 15 Surakarta yang telah memberikan pengesasahan
   pada proposal dan hasil penelitian serta berpartisipasi sebagai angota
   dalam penelitian ini
4. Guru kelas V.1 SD Negeri 15 Surakarta yang telah berpartisipasi aktif
   sebagai anggota dalam penelitian ini
5. Para guru SD Negeri15 Surakarta yang telah berpartisipasi dalam
   pelaksanaan tindakan penelitian ini
6. Para siswa kelas V.1 SD Negeri 15 Surakarta           yang menjadi subjek
   penelitian ini dan berpartisipasi aktif selama pelaksanaan tindakan.
7. Semua pihak yang telah membantu kelancaran pelaksanaan penelitian ini.
      Semoga amal baik semua pihak diatas mendapat balasan yang berlipat
ganda dari Allah Subhanahu wataala. Amin.
      Sudah barang tentu laporan penelitian ini memiliki banyak kekurangan
dan kelemahan karena terbatasnya kemampuan peneliti. Oleh karena itu, kritik
dan saran dari berbagai pihak sangat peneliti harapkan untuk memperbaikinya.


                                                Surakarta,    November 2007




                                         iv
                                                DAFTAR ISI


                                                                                            Halaman


HALAMAN JUDUL . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                   i
HALAMAN PENGESAHAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                       ii
ABSTRAK . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .      iii
KATA PENGANTAR. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                iv
DAFTAR ISI. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .         v
DAFTAR TABEL. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .          vii
DAFTAR LAMPIRAN . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .             viii


BAB I       PENDAHULUAN
            A. Latar Belakang Masalah . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                     1
            B. Rumusan Masalah dan Pemecahannya. . . . . . . . . . . ..                                   5
            C. Tujuan Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                8
            D. Manfaat Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                 8


BAB II      KAJIAN PUSTAKA
             A. Kajian Teori
                 1. Pembelajaran Menulis . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .              9
                 2. Bahasa dalam Penulisan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                11
                 3. Pembelajaran Menulis dengan Pendekatan Proses. .                                  13
             B. Kerangka Pemikiran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .            17
             C. Hipotesis Tindakan. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .           18


BAB III      PELAKSANAAN PENELITIAN
             A. Lokasi dan Waktu Penelitian.. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                 19
             B. Subjek dan Objek Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .               19
             C. Prosedur Penelitian . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .        20




                                                        v
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
           A Hasil Penelitian . . . . . . . . . .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .      22
              1. Siklus Pertama . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .       22
              2. Siklus Kedua . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .     27
              3. Siklus Ketiga . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .    30
          B. Pembahasan Hasil Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                35


BAB V SIMPULAN DAN SARAN
           A Simpulan . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .   37
           B. Saran-saran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .   38


DAFTAR PUSTAKA . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .        39


LAMPIRAN




                                                      vi
                                            DAFTAR TABEL


                                                                                             Halaman


Tabel 1 : Rerata Nilai Hasil Tes Tengah Semester Siswa Kelas V.                                   1


Tabel 2 : Contoh Kesalahan Terjemahan Soal Cerita Matematika . .                                   2


Tabel 3: Persentase Siswa yang Aktif dalam Pembelajaran . . . . . .                               31


Tabel 4: Persentase Siswa yang Menerjemahkan Soal Cerita
        secara Benar . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .        37


Tabel 5: Persentase Siswa yang Menjawab Soal Cerita
        secara Benar. .. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .          38




                                                  vii
                                           DAFTAR LAMPIRAN


                                                                                              Halaman


Lampiran 1 : Perangkat Pembelajaran . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                    41


Lampiran 2 : Instrumen Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .              50


Lampiran 3 : Personalia Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .               52


Lampiran 4 : Curriculum Vitae Tim Peneliti . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .                 53


Lampiran 5: Data Penelitian . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .        56


Lampiran 6 : Bukti Lain Pelaksanaan Penelitian                    . . . . . . . . .. . . . . . .   60




                                                   viii
                                      BAB III
                          PELAKSANAAN PENELITIAN


                                A. Setting Penelitian
          Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 15 Surakarta, yang berdasarkan
data pada Kantor Dinas Dikpora kota Surakarta, termasuk dalam kualifikasi baik
Fasilitas penunjang pelajaran menulis yang telah ada di sekolah ini adalah
adanya sebuah papan tempel berukuran sekitar 100 x 80 cm pada setiap kelas
sehingga hanya mampu memuat sebagian karya siswa. Karya yang dimuat
adalah yang menurut penilain guru merupakan karya terbaik sehingga yang
dimuat umumnya karya dari siswa yang itu-itu saja, yakni hanya yang berminat
atau suka menulis. Padahal, siswa yang demikian itu jumlahnya tidak banyak
sehingga seringkai papan tersebut dalam kondisi kosong.
          Waktu pelaksanaan penelitian, yakni dari tahap persiapan hingga
pelaporan hasil penelitian dilakukan selama 8 bulan, yakni mulai bulan April
sampai dengan 15 November 2007. Adapun pelaksanaan pembelajaran
diselenggarakan pada setengah semester gasal (semester 1), yaitu bulan
Agustus hingga September 2007 dengan rincian sebagai berikut:
1. Siklus I     : dilaksanakan pada tanggal 6, 8, dan 10 Agustus 2007 (pema-
   jangan karangan berlangsung dari tanggal 11 s.d. 23 Agustus 2007)
2. Siklus II    : dilaksanakan pada tanggal 20, 22, dan 24 Agustus 2007 (pema-
  jangan karangan berlangsung tanggal 26 Agustus s.d. 8 September 2007)
3. Siklus III    : dilaksanakan pada tanggal 3 dan 7 September 2007 (pema-
   jangan karangan berlangsung dari tanggal 10 s.d. 22 September 2007


                           B. Subjek dan Objek Penelitian
           Yang menjadi subjek penelitian adalah para siswa kelas V.1 (non-
akselerasi) SD Negeri 15 Surakarta tahun ajaran 2007 yang berjumlah 48
siswa. Dalam berbagai mata pelajaran, sebenarnya kelas ini memiliki prestasi
yang lebih baik dibandingkan kelas V.2, namun dalam menulis tampaknya para
siswa kelas V.1 minatnya lebih rendah daripada kelas V.2 Adapun yang
menjadi objek penelitian adalah pembelajaran menulis yang termasuk dalam
mata pelajaran Bahasa Indonesia



                                        1
                      C. Langkah-langkah Penelitian
    Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan
dengan menempuh prosedur sebagai berikut:
a. Tahap Persiapan Tindakan, meliputi kegiatan tim (dosen, guru, dan
   kepsek):
  1) mengadakan sharing ideas dengan guru-guru SD Negeri 15 untuk
       mendapatkan      berbagai pertimbangan dan masukan mengenai
       penerapan pendekatan proses dalam pembelajaran menulis
  2)   penyiapan sarana dan media pembelajaran menulis, yaitu papan
       pajang karya dan gambar-gambar      seri   sebagai stimulan pada
       siswa untuk tahap prapenulisan (pemilihan dan pembatasan topik)
  3) menyiapkan pedoman observasi terhadap proses pembelajaran
       menulis dengan pendekatan proses serta pedoman penilaian
       terhadap karangan siswa
b. Tahap Aplikasi Tindakan
           Dalam pelaksanaan PTK ini, mekanisme kerjanya diwujudkan
   dalam bentuk siklus (direncanakan 3 siklus), yang setiap siklusnya
   tercakup 4 kegiatan, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3)
   observasi dan interpretasi, dan (4) analisis dan refleksi (McNiff,
   1992:22-24). Karena pendekatan proses ini meliputi 5 fase, maka
   pelaksanaan kelima fase tersebut dianggap sebagai satu siklus.
   1) Rancangan siklus I
       a) Tahap perencanaan, mencakup kegiatan menyiapkan perngkat
          pembelajaran dan merancang skenario pembelajaran menulis
          dengan pendejkatan proses 5 fase.
       b) Tahap       pelaksanaan,   dilakukan    dengan   mengadakan
          pembelajaran yang dalam satu siklus ada 3 kali tatap muka,
          yang masing-masing 2 x 40 menit, sesuai skenario pembelajarn
          dan RP pada siswa Pada siklus I ini pembelajaran dilakukan
          oleh guru kelas, sedangkan peneliti lain (dosen dan kepala
          sekolah) melakukan observasi terhadap proses pembelajaran
          dan wawancara kepada beberapa siswa setelah pembelajaran
          berakhir.



                                 2
   c) Tahap observasi dilakukan dosen dan kepala sekolah dengan
          mengamati proses pembelajaran (aktivitas guru dan siswa)
          Observasi diarahkan pada poin-poin              dalam pedoman yang
          telah disiapkan peneliti. Selain itu, untuk memperoleh data yang
          akurat, peneliti juga melakukan wawancara dengan para siswa
          mengenai poin-poin tertentu yang dirasa perlu ditanyakan pada
          siswa untuk mendapatkan data yang lebih lengkap.
   d) Tahap analisis dan refleksi, dilakukan oleh dosen, guru, dan
          kepala sekolah dengan cara menganalisis hasil pekerjaan
          siswa,    hasil   observasi,   serta    hasil   wawancara.    Dengan
          demikian,    analisis   dilakukan      terhadap   proses   dan    hasil
          pembelajaran.      Berdasarkan      hasil   analisis   tersebut   akan
          diperoleh kesimpulan bagian fase mana yang perlu diperbaiki
          atau disempurnakan dan fase mana yang telah memenuhi
          target.


2) Rancangan siklus II dan III
               Pada siklus kedua dan ketiga dilakukan tahapan-tahapan
   seperti pada siklus pertama tetapi didahului dengan perencanaan
   ulang berdasarkan hasil-hasil yang diperoleh pada siklus pertama
   (refleksi), sehingga kelemahan-kelemahan yang terjadi pada siklus
   pertama tidak terjadi pada siklus kedua, begitru juga dengan siklus
   III.




                                    3
                                     BAB IV
                    HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN


                  A. Hasil Pelaksanaan Tindakan Setiap Siklus
           Sebagaimana telah dituliskan di depan, penelitian tindakan terhadap
pembelajaran menulis ini dilakukan dalam 3 siklus yang setiap siklus meliputi 2
atau 3 kali pertemuan. Setiap pertemuan menggunakan waktu 2 x 35 menit.
Yang menjadi buku sumber adalah buku teks ”Bina Bahasa Indonesia untuk
Sekolah Dasar Kelas V Semester I” yang diterbitkan oleh Erlangga. Buku
tersebut dimiliki oleh semua siswa kelas V.1 sehingga membantu kelancaran
pembelajaran menulis
           Ada sembilan tema pelajaran dalam buku itu, yaitu tema hiburan,
kependudukan, keamanan dan keselamatan, ekonomi, pahlawan, pertanian,
lingkungan, kegiatan, dan peristiwa. Dari pelajaran pertama hingga kesembilan
terdapat materi keterampilan menulis. Namun demikian, pada dasarnya materi
menulis yang termuat meliputi menulis surat (pribadi dan resmi), menulis
berdasarkan gambar seri, menulis berdasarkan pengalaman, dan menulis
percakapan.
           Oleh guru biasanya materi tidak disampaikan sesuai urutan dalam
buku teks karena guru menerapkan prinsip penyampaian materi dari yang
mudah ke yang sukar, atau dari yang sederhana ke yang kompleks. Misalnya
menulis berdasarkan gambar yang terdapat pada pelajaran kedua disampaikan
terlebih dahulu, sedangkan menulis surat undangan pada pelajaran pertama
disampaikan berikutnya. Pertimbangannya, menulis berdasarkan gambar lebih
mudah dibandingkan menulis surat undangan.
           Adapun hasil pelaksanaan tindakan setiap siklus adalah sebagai
berikut ini.
1. Siklus I
               Pada siklus pertama ini, materi pelajaran diambil dari buku teks
   ”Bina Bahasa Indonesia” pada pelajaran ke-2 yang bertema kependudukan
   dengan pokok bahasan ”menulis berdasarkan gambar seri”. peneliti
   mengawalinya dengan melakukan tahap perencanaan tindakan yang,
   mencakup kegiatan:



                                        4
a. menyusun silabi dan rencana pembelajaran (RP) menulis                untuk
   setengah semester
b. merancang skenario pembelajaran menulis dengan pendekatan proses
   dengan    langkah-langkah     sebagai   berikut:   (1)   guru   memberikan
   apersepsi dengan menggali pengalaman siswa mengenai peristiwa yang
   ditemuinya dalam kehidupan sehari-hari, (2) guru memperlihatkan
   beberapa gambar seri yang menggambarkan suatu peristiwa, (3) guru
   memberi contoh kerangka karangan berdasarkan gambar seri tersebut,
   (4) guru memberi contoh mengembangkan beberapa topik yang ada
   dalam kerangka karangan, (5) guru memberi contoh memperbaiki isi
   karangan, (6) guru memberi contoh memperbaiki pemakaian bahasa
   dalam karangan, (7) guru meminta siswa melihat gambar seri yang ada
   dalam buku teks, (8) guru meminta siswa menyusun kerangka karangan
   sesuai dengan gambar seri, (9) siswa diminta mengembangkan setiap
   poin dalam kerangka karangan sehingga menjadi draf karangan (10) draf
   karangan selanjutnya diberi feedback oleh guru pada bagian-bagian
   yang perlu diperbaiki isi dan dibetulkan bahasanya, (11) siswa
   melakukan revisi dan pengeditan bahasa, (12) siswa menulis kembali
   karangan masing-masing serta memberikan ilustrasi sesuai keinginan
   siswa sehingga menjadi karangan final, (13) dosen, guru, dan kepala
   sekolah mengevaluasi dan menganalisis hasil tulisan siswa sebagai
   bahan pertimbangan tingkat keberhasilan siklus I, dan (14) guru bersama
   siswa memajang semua tulisan pada papan displai
c. membuat media pembelajaran berupa gambar seri pada kertas manila,
   contoh kerangka karangan untuk gambar seri tersebut, draf karangan
   yang merupakan pengembangan dari kerangka tersebut, serta contoh
   pemanfaatan feedback untuk merevisi dan mengedit tulisan yang diketik
   pada kemudian diperbanyak untuk dibagikan kepada para siswa.
d. menyusun pedoman observasi terhadap proses pembelajaran serta
   pedoman penilaian terhadap hasil karangan siswa
e. menyiapkan papan pajang untuk menempelkan seluruh karya siswa
   yang telah diberi ilustrasi




                                    5
Aktivitas-aktivitas perencanaan tindakan tersebut dilakukan oleh dosen,
guru, dan kepala sekolah dalam waktu satu minggu sebelum pelaksanaan
pembelajaran (minggu pertama bulan Agustus 2007)
            .Tahap pelaksanaan tindakan yang berupa pembelajaran
menulis dengan pendekatan peroses 5 fase dilakukan dalam waktu 3 kali
tatap muka yang setiap tatap muka menggunakan waktu 2 x 35 menit. Pada
pertemuan pertama diawali dengan pemberian apersepsi berupa tanya
jawab tentang penduduk di Indonesia yang sudah dibahas dalam pelajaran
membaca. Selanjutnya, siswa diminta mengamati gambar seri yang ada
dalam buku teks pada halaman 24 dan 25, dan mengurutkan ketiga deretan
gambar seri tersebut. Kemudian, guru memberi contoh membuat kerangka
karangan untuk tiga deret gambar seri yang masing-masing deret memuat 3
gambar.Selanjutnya guru memberi contoh mengembangkan salah satu
kerangka karangan menjadi sebuah karangan (telah diketik, digandakan,
dan dibagikan kepada siswa) Dalam contoh karangan yang dibagikan
tersebut sengaja       dibuat terdapat   kesalahan pada aspek isi maupun
bahasanya. Kemudian, guru meminta siswa memperbaiki kesalahan isi dan
bahasa pada karangan di bawah bimbingan guru. Setelah siswa diberi
contoh melakukan tugas mengarang melalui tahap-tahap menulis dengan
benar, selanjutnya mereka diminta menulis berdasarkan gambar seri yang
termuat pada halaman 31. Sebelumnya para siswa           mengurutkan deretan
gambar seri yang terdiri atas lima gambar tersebut di bawah bimbingan
guru. Setelah diperoleh urutan yang benar, siswa diminta membuat
kerangka karangan sesuai gambar seri dan mengumpulkannya pada guru.
Siswa diminta membuat minimal sebuah poin/catatan untuk sebuah gambar
sehingga minimal akan diperoleh lima poin pada kerangka karangan.
Selanjutnya, kerangka tersebut dikumpulkan pada guru yang akan diperiksa
untuk diberi catatan pada yang dinilai kurang baik.
            Pada pertemuan kedua, guru membagikan kerangka karangan
kepada masing-masing siswa untuk dikembangkan menjadi sebuah
karangan pada kertas folio tersendiri. Siswa diminta membuat minimal
sebuah paragraf untuk setiap poin yang ditulisnya dalam kerangka
karangan.     Selama     penaksanaan     aktivitas   menulis   tersebut,   guru



                                     6
memberikan bimbingan kepada para siswa yang merasa mengalami
kesulitan, terutama mengenai detail peristiwa yang terdapat pada gambar.
Hampir 50% siswa yang minta dijelaskan. Karangan yang sudah selesai
dikumpulkan kepada guru. Karangan tersebut selanjutnya diamati guru
dalam hal organisasi isi dan bahasanya agar guru memiliki gambaran
tentang hal-hal yang perlu mendapat perhatian besar pada saat revisi dan
pengeditan.
            Pada pertemuan ketiga, karangan dibagikan kepada para siswa
sesuai nama yang tertera. Kemudian, di bawah bimbingan guru, para siswa
melakukan revisi atau perbaikan isi karangan dengan cara siswa diminta
membaca karangannya dan menilai isinya sudah lengkap belum. Penilaian
ini dikaitkan dengan kesesuaian isi tiap paragraf      dengan gambar yang
dimaksud. Siswa yang merasa isi karangannya kurang sesuai dengan
gambar, siswa tersebut dapat memperbaikinya dengan bantuan guru. Begitu
halnya dengan siswa yang merasa karangannya belum memuat semua
peristiwa    yang   terdapat   pada   gambar   seri,   dia   dibimbing   untuk
melengkapinya. Setelah melakukan revisi, siswa dipandu guru untuk
memperbaiki bahasanya (pengeditan) Berdasarkan pengamatan guru,
kesalahan bahasa yang banyak dilakukan siswa adalah pemakaian tanda
koma, titik, penulisan kata depan, dan pemakaian kata yang tidak tepat.
Tahap pengeditan ini dilakukan dengan cara guru memberi contoh
pemakaian aspek bahasa (koma, titik, kata depan, kata yang tepat) yang
salah dan cara pembetulannya. Kemudian siswa diminta menemukan
kesalahan yang sejenis pada karangannya, jika ada mereka harus
mengoreksinya. Kalau karangan sudah selesai diperbaiki bahasanya,
selanjutnya bisa ditulis ulang di rumah untuk dikumpulkan hari berikutnya..
            Semua karangan siswa yang telah dikumpulkan, selanjutnya
ditempelkan pada dua papan pajang yang terdapat di depan kelas V,1.
Penempelan karya siswa tersebut dilakukan oleh para siswa di bawah
bimbingan guru. Adapun pemajangan karangan dilakukan selama sepuluh
hari. Tampak para siswa berebutan membaca karangan temannya.
            Berdasarkan    hasil   observasi    yang    dilakukan    terhadap
pelaksanaan tindakan dapat dikemukakan hal-hal sebagai berikut ini.



                                      7
a.   60% siswa belum dapat membuat kerangka karangan yang lengkap
     dan sesuai dengan urutan gambar dan detail peristiwa pada gambar
     (umumnya hanya memuat 3 poin, padahal seharusnya minimal ada 5
     poin karena ada 5 gambar)
b.   50% siswa belum dapat mengembangkan kerangka karangan menjadi
     karangan yang lengkap, yakni ada yang tidak mengembangkan poin
     tertentu pada kerangka karangannya dan ada yang menulis hanya satu
     kalimat pendek untuk sebuah poin (bukan sebuah paragraf).
c.   50% siswa belum dapat memperbaiki isi karangannya yang kurang
     lengkap atau belum selesai yang tampak dari tidak adanya perbedaan
     antara karangan yang belum direvisi dengan yang sudah
d.   40% siswa belum dapat memperbaiki kesalahan bahasa dalam
     karangannya yang ditunjukkan dari masih adanya kesalahan bahasa
     pada aspek tanda koma, titik, penulisan kata depan, dan pemakaian
     kata tidak tepat
e.   40% siswa belum menampakkan kesungguhan dan aktif dalam
     melakukan tahap-tahap menulis
f.   55% belum mencapai ketuntasan belajar menulis karena nilai hasil
     karangannya masih di bawah 65.


          Berkaitan dengan hasil observasi yang menunjukkan bahwa
indikator penelitian ini belum tercapai, peneliti berupaya menggali faktor
penyebab fenomena tersebut, kemudian melakukan refleksi bersama-
sama. Adapun hasilnya sebagai berikut ini.
a.   Para siswa belum bisa membuat kerangka karangan secara lengkap
     karena mengikuti contoh yang diberikan, yakni membagi tulisan menjadi
     tiga bagian (pembukaan, isi, penutup). Hal ini akan diperbaiki dengan
     menerangkan dan memberi contoh kerangka karangan yang lebih tepat
     pada pembelajaran berikutnya.
b.   Para siswa kurang mampu mengembangkan poin-poin dalam kerangka
     karangan ke dalam paragraf-paragraf dan wacana yang lengkap dan
     utuh serta memperbaiki isi karangannya (merevisi) karena umumnya
     kurang memahami peristiwa yang terdapat dalam gambar. Ini



                                     8
        menunjukkan gambar seri yang menjadi sumber materi kurang jelas
        dan masalahnya tidak dikuasai para siswa. Faktor      ini juga menjadi
        penyebab para siswa kurang antusias dan aktif dalam melakukan
        tahap-tahap menulis serta karangannya tidak mencapai nilai 65.
        Dengan kata lain, para siswa merasa asing dengan masalah
        kependudukan yang digambarkan sehingga mereka enggan untuk
        menulis sebaik-baiknya. Untuk menghindari terulangnya masalah
        tersebut, pada pembelajaran berikutnya, siswa akan diberi pilihan topik
        karangan dan yang diperkirakan dikuasai serta disukai mereka.
   c.   Para siswa belum dapat memperbaiki kesalahan bahasa pada aspek
        yang dicontohkan karena kesulitan menemukan letak-letak kesalahan
        pada karangannya. Selain itu, waktu yang diberikan untuk melakukan
        tahap pengeditan juga dirasa kurang. Oleh karena itu, untuk mengatasi
        masalah tersebut pada pambelajaran berikutnya siswa akan dibantu
        dengan memberikan tanda tertentu pada kesalahan bahasanya dan
        waktu pengeditan akan ditambah


2. Siklus II
               Yang menjadi guru pada siklus ini adalah kepala sekolah
   sehingga guru kelas bersama dosen berposisi sebagai pengamat selama
   proses pembelajaran. Tindakan pada siklus kedua tetap menggunakan
   pendekatan proses 5 fase dengan materi “menulis surat pribadi” dan akan
   menerapkan hasil refleksi dari siklus I. Materi ajar diambil dari buku teks
   “Bina Bahasa Indonesia” halaman 58.
               Pada tahap perencanaan tindakan, peneliti menyusun skenario
   pembelajaran dengan memperhatikan hasil tindakan siklus I. Selain itu,
   yang disiapkan adalah media yang berupa contoh-contoh surat pribadi yang
   ditulis siswa kelas V.1 tahun lalu (saat ini kelas VI).
               Adapun langkah-langkah pembelajaran yang akan ditempuh
   sebagai berikut: (a) guru memberikan apersepsi, (b) guru menunjukkan
   beberapa contoh surat pribadi, (c) guru meminta siswa menyebutkan
   bagian-bagian yang ada dalam surat pribadi dan memberi contoh cara
   menyusun surat pribadi, (d) guru meminta siswa menyusun kerangka surat



                                         9
dengan membebaskan siswa memilih topik dan orang yang dituju, (e) siswa
diminta mengembangkan setiap poin dalam kerangka           sehingga menjadi
draf surat yang lengkap (f) draf surat selanjutnya diberi tanda-tanda oleh
guru pada bagian-bagian yang perlu, yaitu pada masalah isi dan bahasa, (g)
siswa melakukan revisi isi, (h) siswa melakukan pengeditan bahasa,         (i)
siswa menulis kembali karangan masing-masing serta memberikan ilustrasi
sesuai keinginannya, (j) guru bersama siswa memajang semua surat pribadi
pada papan displai, dan (k) dosen, guru, dan kepala sekolah mengevaluasi
tulisan siswa sebagai bahan pertimbangan tingkat keberhasilan siklus II.
           Pada tahap pelaksanaan tindakan, guru melakukan pem-
belajaran dengan aktivitas sebagai berikut ini. Pertemuan pertama (2 x 35
menit)   diawali   pemberian   apersepsi    dengan   pertanyaan   mengenai
pentingnya komunikasi melalui surat dengan saudara atau teman.
Selanjutnya guru menunjukkan contoh-contoh nyata surat pribadi juga
contoh yang ada dalam buku teks, kemudian guru bersama siswa
mengidentifikasi komponen-komponen yang terdapat dalam surat pribadi.
Setelah siswa dinilai dapat memahami cara menyusun surat pribadi, mereka
diminta membuat surat dengan topik dan tujuan surat yang dipilih sendiri
melalui tahap penyusunan kerangka karangan terlebih dahulu, baru
mengembangkannya       menjadi surat       yang lengkap.   Meski demikian,
bimbingan guru tetap diberikan kepada para siswa yang tampak mengalami
kesulitan, baik dalam pemilihan topik surat maupun penyusunan kerangka
karangannya. Surat yang sudah selesai dikumpulkan pada guru, yang akan
diberi tanda-randa tentang kekurangan pada isi dan kesalahan bahasanya.
Tanda-tanda tersebut untuk membantu siswa ketika melakukan revisi isi dan
pengeditan bahasa yang akan dilakukan pada pertemuan kedua.
          Pada pertemuan kedua surat para siswa yang telah diberi tanda-
tanda (menggunakan tinta merah) dikembalikan pada siswa masing-masing.
Pertama-tama, guru memandu siswa dalam melakukan perbaikan isi surat
berdasarkan tanda-tanda yang ada. Tanda yang digunakan adalah plus (+)
berarti pada bagian itu perlu ditambah uraiannya, tanda panah (             )
berarti bagian itu perlu dipindah letaknya.sesuai arah panah. Bimbingan
merevisi ini dilakukan dengan memanfaatkan satu per satu tanda sehingga



                                   10
siswa memiliki cukup waktu untuk memperbaiki karangannya. Selanjutnya,
guru memandu siswa untuk melakukan pengeditan bahasanya. Seperti
halnya pada tahap revisi, pada pengeditan ini dilakukan dengan bimbingan
menggunakan satu persatu tanda. Tanda tersebut adalah T untuk kesalahan
pemakaian tanda titik, K untuk kesalahan pemakaian tanda koma, Sk untuk
kesalahan penulisan singkatan, H untuk kesalahan penulisan huruf, dan KD
untuk penulisan kata depan. Surat yang telah diperbaiki dikumpulkan
kembali kepada guru.
          Pada pertemuan ketiga, surat yang memuat coretan-coretan
sebagai tanda telah mengalami perbaikan dikembalikan kepada siswa.
Selanjutnya, siswa diminta menulis ulang surat tersebut pada lembar kertas
yang baru. Kalau sudah selesai, para siswa dapat memberi hiasan sesuai
keinginanya supaya menarik kalau dipajang. Sebelum dipajang, surat-surat
tersebut dinilai guru. namun nilainya tidak dituliskan pada surat melainkan
langsung pada daftar nilai.
          Berdasarkan hasil observasi terhadap pelaksanaan tindakan
pada siklus II ini diperoleh data sebagai berikut ini.
a.   30% siswa belum dapat membuat kerangka karangan yang lengkap
     dan sesuai dengan urutan komponen surat
b.   30% siswa belum dapat mengembangkan kerangka karangan menjadi
     surat yang lengkap, yakni ada yang masih            mengembangkan poin
     tertentu pada kerangka karangannya dalam satu kalimat pendek (bukan
     sebuah paragraf) dan dua poin dikembangkan dalam satu paragraf.
c.   30% siswa belum dapat memperbaiki isi suratnya yang kurang lengkap
     atau kurang runtut yang tampak dari tidak adanya perbedaan antara
     karangan yang belum direvisi dengan yang sudah
d.   25% siswa belum dapat memperbaiki kesalahan bahasa dalam
     karangannya yang ditunjukkan dari masih adanya kesalahan bahasa
     yang sudah diberi tanda oleh guru
e.   25% siswa belum menampakkan kesungguhan dan aktif dalam
     melakukan tahap-tahap menulis
f.   30% belum mencapai ketuntasan belajar menulis surat pribadi karena
     nilainya masih di bawah 65.



                                      11
                 Dari hasil refleksi yang dilakukan guru, kepala sekolah, dan dosen
   diperoleh fakta-fakta dan rencana tindakan sebagai berikut ini.
   a.   Siswa belum dapat membuat kerangka karangan secara runtut dan
        lengkap karena masih belum memahami cara menyusun kerangka
        karangan dan kesulitan ini akan diupayakan dengan memberi contoh
        lebih banyak.
   b.   Siswa belum mampu mengembangkan kerangka karangan menjadi
        karangan yang utuh dan lengkap karena kurangnya penguasaan kosa
        kata. Hal ini akan diatasi dengan memberi tugas membaca dan
        membuat ringkasannya sebelum dilakukan tindakan siklus III.
   c.   Siswa kurang maksimal dalam memanfaatkan tanda-tanda yang
        diberikan guru. baik pada aspek isi maupun bahasa. Ini disebabkan
        siswa masih belum memahami paragraf yang baik dan kurang baik
        serta kurang memahami mengapa pemakaian bahasa yang ditandai itu
        salah. Karena itu, pembetulan yang dilakukan hanya bersifat coba-coba
        sehingga perbaikan yang dilakukan masih juga salah. Kesulitan ini akan
        diatasi dengan cara guru memberi banyak contoh tentang paragraf-
        paragraf yang baik dan penjelasan penyebab suatu pemakaian bahasa
        salah dan bagaimana membetulkannya. Selain itu, karena pemberian
        tanda-tanda kesalahan pada karangan sangat membantu siswa dalam
        melakukan perbaikan, langkah tersebut akan tetap diterapkan pada
        siklus berikutnya.
   d.   Siswa kurang antusias dan aktif selama pembelajaran           berlangsung
        karena beranggapan menulis surat sulit. Ini akan diatasi dengan
        pemberian reinforcement berupa pujian terhadap karangannya.


3. Siklus III
                Pada siklus ini kompetensi yang akan diajarkan adalah “menulis
   pengalaman yang berkesan”. Yang menjadi guru pada siklus ini adalah guru
   kelas V.1. Karena tujuannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
   menulis, sebelum melaksanakan siklus III ini, penerapan fase-fase yang
   berdasarkan hasil penerapan siklus I dan II dinilai belum berhasil diperbaiki
   untuk diterapkan lagi.



                                          12
          Perencanaan tindakan dilakukan dengan merancang skenario
pembelajaran dengan langkah-langkah : (a) guru memberikan apersepsi
dengan menggali pengalaman siswa yang dianggap berkesan, (b) guru
memberi contoh urutan karangan tentang suatu pengalaman yang
berkesan, (c) guru meminta siswa menyusun kerangka karangan, (d) siswa
diminta mengembangkan setiap poin dalam kerangka karangan sehingga
menjadi draf karangan, (e) draf selanjutnya diberi feedback oleh guru pada
bagian-bagian yang perlu diperbaiki yakni kejanggalan isi dan kesalahan
bahasanya, (f) siswa melakukan revisi isi (g) siswa melakukan pengeditan
bahasa,     (h) siswa   menulis kembali karangan masing-masing serta
memberikan ilustrasi sesuai keinginannya, (i) guru mengevaluasi     karya
siswa sebagai bahan pertimbangan tingkat keberhasilan siklus terakhir ini,
dan (j) guru dan kepala sekolah bersama siswa memajang semua karangan
pada papan displai. Untuk mengukur ketercapaian siklus III didasarkan pada
persentase siswa yang memenuhi ke-6 indikator yang telah dirumuskan.
Target persentasenya tentu saja harus lebih besar dibandingkan persentase
pada siklus II.
           Tahap pelaksanaan tindakan dilakukan guru dengan melakukan
pembelajaran menulis dalam 2 kali pertemuan. Pada pertemuan pertama
guru mengadakan apersepsi dengan menanyakan pengalaman para tokoh
yang terdapat dalam wacana yang telah dibaca pada pelajaran sebelumnya.
Selanjutnya siswa diminta membaca tugas yang ada dalam buku teks
halaman 123, yaitu tugas menulis pengalaman yang berkesan. Pertama-
tama dengan dibimbing guru, siswa memilih topik tentang hal menarik yang
pernah dialaminya. Kemudian, topik tersebut dirinci menjadi sub-sub topik
sehingga membentuk sebuah kerangka karangan. Siswa diminta memeriksa
kelengkapan sub-sub topik serta urutannya dengan cara membandingkan-
nya dengan contoh kerangka karangan yang ditunjukkan guru. Kalau dinilai
sudah baik, siswa diminta mengembangkan masing-masing sub topik pada
kerangka karangan menjadi paragraf-pargraf sehingga terbentuk sebuah
karangan yang lengkap. Karangan yang sudah selesai dikumpulkan pada
guru. Selanjutnya guru membaca semua karangan dan memberi tanda-




                                  13
tanda pada bagian-bagian yang dinilai perlu diperbaiki, baik dalam hal isi
maupun bahasanya. Adapun tanda yang dipakai sama dengan pada siklus II
         Pada    pertemuan     kedua,     karangan   dikembalikan    kepada
penulisnya masing-masing. Dengan bimbingan guru, siswa memperbaiki isi
karangan dengan memanfaatkan tanda-tanda yang diberikan guru pada
karangannya. Pada umumnya yang masih perlu direvisi adalah paragraf
yang isinya belum lengkap. Untuk membantu siswa, guru memberikan
contoh sebuah paragraf yang lengkap dan yang kurang lengkap pada kertas
manila. Siswa diminta membandingkan paragraf-paragraf yang ditulisnya
dengan yang dicontohkan guru. Siswa yang menemukan kekurangan pada
tulisannya diminta melengkapinya. Selanjutnya, guru memandu siswa untuk
memperbaiki pemakaian bahasanya dengan memanfaatkan tanda-tanda
yang diberikan guru pada aspek bahasa. Kesalahan bahasa yang banyak
dilakukan siswa adalah penulisan kata depan dan kata berimbuhan di-/di
serta ke-/ke, yakni kata depan ditulis serangkai, sedangkan imbuhan ditulis
terpisah dengan kata yang mengikutinya. Untuk memperjelas pemahaman
siswa, guru memberikan rumus “di dan ke yang bila diterjemahkan ke dalam
bahasa Jawa memilki makna ning atau ing harus ditulis terpisah”. Tampak-
nya siswa terbantu dengan penjelasan guru sehingga tahap pengeditan
berlangsung lancar.Karangan yang sudah direvisi dan diedit, selanjutnya
dikumpulkan pada guru untuk diberi paraf. Adapun penulisan ulang
dilakukan di rumah dan dikumpulkan pada hari berikutnya untuk dipajang.
          Observasi    yang   dilakukan     kepala   sekolah   dan    dosen
menghasilkan fakta-fakta sebagai berikut:
a. 20% siswa masih membuat kerangka karangan yang kurang lengkap
   dan kurang tuntut
b. 20% belum dapat membuat pengembangan kerangka menjadi karangan
   yang utuh dan runtut
c. 25% siswa belum dapat memperbaiki isi karangan
d. 15% siswa belum dapat memperbaiki pemakaian bahasanya
e. 20% siswa belum menampakkan keaktifan dan kesungguhan dalam
   melakukan fase-fase menulis
f. 25% siswa masih mendapat nilai menulis di bawah 65



                                  14
          Berkaitan dengan hasil observasi di atas, guru, kepala sekolah,
dan dosen melakukan refleksi dengan hasil sebagai berikut ini.
a. Siswa belum dapat membuat kerangka karangan yang baik karena
   bimbingan yang diberikan guru tidak bisa maksimal mengingat jumlah
   siswa dalam satu kelas yang cukup besar, yaitu 48 orang. Pada
   pembelajaran menulis berikutnya masalah ini akan diatasi dengan
   meminta para siswa yang masih kesulitan dalam membuat kerangka
   karangan yang baik untuk duduk di deretan depan. Cara ini
   memungkinkan mereka mendapat bimbingan secara invidual lebih
   banyak.
b. Masalah siswa belum bisa membuat pengembangan kerangka menjadi
   karangan yang utuh dan runtut dapat dikaitkan dengan hambatan yang
   dialami    ketika   membuat   kerangka     karangan.   Dengan   demikian,
   penempatan para siswa yang mengalami masalah ini pada tempat duduk
   di depan sekaligus sebagai upaya             mengatasi masalah dalam
   pengembangan karangan.
c. Para siswa belum mampu memperbaiki isi dan bahasa dalam karangan,
   padahal sudah diberi tanda-tanda yang perlu dibehani karena mereka
   tidak berupaya memperbaikinya, Ini tampak dari fakta bahwa bagian-
   bagian karangan yang telah diberi tanda oleh guru tidak diperbaiki siswa.
   Refleksi lebih lanjut mengenai hal ini mendapati bahwa para siswa
   beranggapan karangannya sudah jadi atau sudah baik sehingga tidak
   perlu diperbaiki lagi. Mereka juga menyatakan bahwa biasanya tugas
   menulis hanya sampai pada taraf itu, tidak ada kegiatan lanjutan. Untuk
   meluruskan pandangan siswa tersebut guru dan kepala sekolah akan
   menyampaikan cara menulis yang benar melalui berbagai kesempatan,
   misalnya melalui majalah dinding dan pengarahan saat upacara.
          Mengingat capaian pada siklus III yang telah sesuai dengan
indkator yang dirumuskan, penelitian ini diakhiri. Namun demikian, karena
masih terdapat hambatan dalam pembelajaran menulis seperti di atas, guru
kelas   V.1    memutuskan    untuk    tetap   menerapkan    tindakan   pada
pembelajaran menulis berikutnya.




                                     15
          Hasil pelaksanaan tindakan pada siklus I hingga III di atas dapat
dibuat rekapitulasi sebagai berikut:
                                                  Persentase yang Dicapai
 No.                Indikator                  Siklus I    Siklus II      Siklus III
  1    Siswa mampu membuat kerangka
       karangan secara lengkap dan urut
       pada fase prapenulisan                   40%         70%             80%

  2    Siswa mampu mengembangkan
       kerangka karangan menjadi draf
       karangan secara lengkap dan runtut       50%         70%             80%
       pada fase penulisan

  3    Sswa mampu memperbaiki isi
       karangan sesuai tanda-tanda dari
       guru pada fase revisi                    50%         70%             75%
  4    Sswa mampu memperbaiki bahasa
       karangan sesuai tanda yang diberikan
       guru pada fase pengeditan                60%         75%             85%

  5    Siswa aktif dan bersungguh-sungguh
       dalam melaksanakan tahap-tahap
       menulis                                  60%         75%             80%
  6    Siswa mencapai ketuntasan belajar
       (karangannya memperoleh nilai
       minimal 65)                              45%         70%             75%


          Perbandingan persentase yang dicapai pada siklus I, II, dan III
menunjukkan adanya peningkatan pada keenam indikator. Peningkatan paling
banyak terdapat pada indikator pertama, yaitu jumlah siswa yang dapat
membuat kerangka karangan dengan baik dari 40% pada siklus I menjadi 70%
pada siklus II. Peningkatan yang tinggi juga terjadi pada indikator keenam,
yakni jumlah siswa yang mendapatkan nilai minimal 65, dari 45% pada siklus I
menjadi 70% pada siklus II. Peningkatan yang cukup tinggi              terjadi pada
indikator satu, dua, dan tiga yang masing-masing meningkat 20% dari siklus I
ke siklus II. Peningkatan yang kurang berarti terjadi pada indikator ketiga dan
enam, yakni hanya mencapai 5% dari siklus II ke siklus III. Adapun secara
umum dapat dinyatakan bahwa peningkatan keenam indikator dari siklus I ke II
lebih tinggi dibandingkan dari siklus II ke III. Namun demikian, secara
keseluruhan ada peningkatan persentase pada semua indikator deri satu siklus
ke siklus berikutnya.



                                          16
                          B. Pembahasan Hasil Penelitian


            Melihat pencapaian indikator-indikator penelitian antarsiklus dapat
dinyatakan bahwa penerapan pendekatan proses 5 fase dapat meningkatkan
kualitas proses maupun hasil menulis para siswa kelas V.1 SD Negeri 15
Surakarta. Dengan kata lain, aktivitas menulis yang dilakukan siswa melalui
tahap     prapenulisan,    penulisan,   revisi,   pengeditan,    dan       pemajangan
menghasilkan karangan yang kualitasnya baik. Ini menunjukkan aktivitas-
aktivitas dalam proses menulis berpengaruh terhadap hasil yang dicapai.
Fenomena tersebut dapat dibenarkan jika dikaitkan dengan penelitian Baskoff
(dalam Raimes, 1992:52) yang mengidentifikasi bahwa kelemahan-kelemahan
yang terdapat dalam karangan para siswa dapat dikaitkan dengan tahap-tahap
yang dilalui selama aktivitas menulis berlangsung. Temuan tersebut juga
sejalan     dengan hasil eksperimen Simpson (dalam Shaw, 1991) yang
mendapati bahwa pada siswa yang tidak melakukan tahap perancangan dan
perbaikan     karangannya     (tahap    prapenulisan    dan     revisi),    kekacauan
penempatan idenya lebih parah dibandingkan yang melakukannya. Temuan
tersebut dapat dikaitkan dengan berbagai temuan Nunan (1988:89) bahwa guru
yang menerapkan pendekatan tradisional hanya bertujuan agar hasil karangan
siswa bebas dari kesalahan, sedangan guru yang menerapkan pendekatan
proses lebih bertujuan agar siswa dapat menghasilkan karangan sebaik-
baiknya dengan melalui proses memproduksi hingga memperbaiki
            Pembelajaran menulis dengan melatih siswa mengerjakannya melalui
proses yang seharusnya, oleh Chan (1986:57) dinyatakan sebagai salah satu
upaya “mengasah kreativitas siswa”. Pernyataan tersebut dikaitkan dengan
hasil penelitian Rea, Pittman, dan Valley terhadap 34 kelas menulis yang
mendapati bahwa kelas-kelas yang menerapkan pendekatan tradisional
(berorientasi pada produk) mendorong para siswa untuk mencontoh tulisan
yang ada sehingga hal itu menghambat kreativitas mereka (dalam Chan,
1986:56) Fenomena siswa mencontoh tulisan yang sudah jadi merupakan hal
yang memungkinkan terjadi karena satu indikasi dari pembelajaran menulis
yang berorientasi pada produk yaitu dilakukan dengan memberi tugas menulis
sebagai tugas di rumah (Nunan, 1988: 16). Ini berarti dalam mengerjakan tugas



                                         17
menulis, para siswa      tidak memiliki skemata tentang cara-cara yang harus
dilakuinya untuk menghasilkan tulisan final (Shaw, 1991:225). Karena siswa
tidak memiliki pengalaman yang “seru” ketika melakukan aktivitas menulis,
sebagai konsekuensinya mereka memiliki sikap kurang positif terhadap tugas
itu (Flower dan Hayes,1981: 271). Konsekuensi lanjutannya adalah setiap ada
tugas menulis, siswa tidak termotivasi mengerjakannya sehingga hasil
karangannya banyak yang mengecewakan (Shaw, 1991:229).
           Dari tabel 2 dapat dinyatakan bahwa pencapaian semua indikator
pada siklus I masih rendah. Ini dapat dipahami mengingat pendekatan proses
5 fase baru kali pertama diterapkan. Hal tersebut juga terjadi pada kelas yang
diteliti Chan (1986: 25) dan menurutnya yang menjadi penyebab adalah belum
terbiasa atau terlatihnya siswa melalui tahap-tahap yang ada namun
“kegagapan” tersebut akan hilang kala mereka telah “menikmati” hasilnya.
Pernyataan itu sejalan dengan hasil penelitian ini, yakni adanya peningkatan
yang tinggi pada persentase siswa yang mendapatkan nilai 65 atau lebih yaitu
dari 45% pada siklus I menjadi 70% pada siklus II. Berkaitan dengan hal
tersebut, para siswa menyatakan bahwa pemajangan karangannya menjadikan
mereka    berusaha membuat karangan selanjutnya yang lebih baik karena
karangannya     akan     dibaca   banyak    orang,   bukan   hanya   gurunya.   Ini
menunjukkan adanya tahap publikasi telah memotivasi siswa untuk mengarang
sebaik-baiknya. Fenomena tersebut sesuai dengan hasil penelitian Kounin
(dalam Borich, 1996: 271) yang menemukan bahwa kunci untuk mencegah
pembelajar dari kebosanan dan kepasifan adalah mendesain kegiatan belajar
yang memungkinkan mereka benar-benar melihat adanya penghargaan
terhadap yang telah dilakukannya. Adapun menurut Tompkins (1995:106)
pemajangan karangan siswa pada dasarnya sebagai upaya memberi
penghargaan kepada siswa terhadap keryanya dan itu juga merupakan
reinforcement positif.
                Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pemberian tanda-
tanda senagai feedback pada draf karangan siswa sangat membantu siswa
dalam kegiatan memperbaiki karangannya. Menurut              Choudron feedback
merupakan hal penting yang pasti terjadi di dalam interaksi pembelajaran yang
baik (1988, 133). Menurutnya apapun yang dilakukan oleh pengajar,



                                           18
pembelajar mendapatkan masukan. Dari pandangan seorang pengajar bahasa,
adanya umpan balik merupakan alat utama yang bisa memberitahukan kepada
pembelajar mengenai ketepatan dalam menggunakan bahasa. Penggunaan
umpan balik dalam rangka koreksi kesalahan berbahasa merupakan sumber
pengembangan berbahasa yang sangat potensial. Bahkan oleh Allwright (1975:
98) dikatakan bahwa feedback mempunyai 3 fungsi, yakni sebagai pemberi
reinforcement „penguatan”, information „informasi‟, dan motivation „motivasi‟.
Feedback dapat memberikan pertimbangan pada pembelajar untuk mengulangi
pemakaian pola-pola bahasa yang benar. Informasi yang ada pada feedback
dapat   digunakan    oleh   pembelajar     untuk   membenarkan    atau   tidak
membenarkan dugaan-dugaan yang telah muncul dalam pikirannya terhadap
suatu bentuk pemakaian bahasa. Adapun sebagai pemberi motivasi, feedback
dapat mempengaruhi pembelajar untuk mencoba memperbaiki kesalahan
bahasa yang terjadi. Ini disebabkan tidak adanya feedback akan timbul
kecemasan akan gagal..
               Dalam kegiatan koreksi kesalahan bahasa semua yang
dilakukan guru dapat berfungsi        sebagai feedback, seperti pengajar
melakukan pengulangan pada ujaran yang salah (repetition), melakukan
konfirmasi, melakukan klarifikasi, melakukan interupsi, memberikan contoh,
memberi tanda cek atau tanda lainnya (clues), atau menerangkan (Walz,
1982:4). Pemilihan bentuk feedack harus disesuaikan dengan tingkat
penguasaan kaidah oleh pembelajar, kemajuan belajar yang telah dicapai,
dan tujuan pembelajaran. Berdasarkan faktor-faktor tersebut, Day (dalam
Chaudron, 1984:2) membedakan teknik pemberian feedback dalam kegiatan
koreksi kesalahan menjadi 3, yaitu kegiatan koreksi tanpa feedback, dengan
feedback secara langsung, dan dengan feedback secara tak langsung.




                                      19
                                     BAB V
                           SIMPULAN DAN SARAN


                                 A. Simpulan
            Berdasarkan deskripsi pada hasil yang dicapai penelitian tindakan
kelas ini, dapat disimpulkan sebagai berikut:
a. Penerapan pendekatan proses 5 fase (prapenulisan, penulisan, revisi,
   pengeditan, dan publikasi) dapat meningkatkan keaktifan dan kesungguhan
   siswa kelas V.1 SD Negeri 15 Surakarta dalam melakukan aktivitas menulis.
   Ini ditunjukkan dari meningkatnya persentase jumlah siswa yang memenuhi
   kriteria pada indikator tersebut, baik dari siklus I ke siklus II, maupun dari
   siklus II ke III. Peningkatan kualitas kerangka karangan, draf karangan, hasil
   revisi, serta hasil pengeditan juga mengindikasikan adanya peningkatan
   kualitas proses pembelajaran.
b. Penerapan pendekatan proses 5 fase dapat meningkatkan kualitas hasil
   pembelajaran menulis. Ini ditunjukkan dari adanya peningkatan persentase
   jumlah siswa yang mendapatkan nilai minimal 65. Bahkan dari data nilai
   dapat dinyatakan bahwa sejak siklus I capaian nilai menulis para siswa
   kelas V.1 lebih tinggi dibandingkah nilai menulis sebelumnya. Adapun
   rentangan nilai pada siklus I adalah 40 - 70, pada siklus II 60 - 80, dan pada
   siklus III 60 - 90.
c. Penerapan pendekatan proses 5 fase yang dapat meningkatkan kualitas
   proses dan hasil pembelajaran adalah melalui prosedur sebagai berikut: (1)
   tahap prapenulisan dan penulisan dengan memberi contoh dan bimbingan
   intensif, (2) tahap revisi dan pengeditan dilakukan dengan memberikan
   tanda-tanda pada bagian yang perlu diperbaiki dalam karangan siswa
   sehingga mereka dapat memanfaatkan tanda tersebut untuk menemukan
   letak kekurangan atau kesalahan, dan (3) tahap publikasi dilakukan dengan
   memajang semua karangan siswa pada papan di depan kelas sehingga
   para siswa mengetahui orang-orang yang membaca karangannya.




                                       20
                                B. Saran-saran


           Berkaitan dengan hasil yang dicapai penelitian tindakan kelas ini,
peneliti mengajukan saran-saran sebagai berikut ini.
1. Hendaknya para guru SD tidak lagi menerapkan pendekatan menulis yang
   tradisional, yaitu memberi tugas menulis langsung jadi, atau pendekatan
   berorientasi pada produk karena hasil yang dicapai akan mengecewakan.
   Akan tetapi, pendekatan yang perlu dipotimalkan penerapannya adalah
   pendekatan proses, terutama pendekatan proses 5 fase
2. Hendaknya sekolah memberi perhatian pada ketersediaan tempat untuk
   memajang karangan para siswa meskipun dalam bentuk yang sederhana,
   misalnya triplek yang disandarkan pada dinding sehingga penerapan
   pendekatan proses 5 fase tidak mengalami kendala pada tahap publikasi.




                                      21
                        DAFTAR PUSTAKA

Akhadiah, Sabarti, dkk. (1995). Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa
         Indonesia. Jakarta; Erlangga.




                                22
Lampiran 1: Perangkat Pembelajaran


                       a. Materi Pembelajaran
                      MATERI UNTUK SIKLUS I




                                 23
MATERI UNTUK SIKLUS II




          24
MATERI UNTUK SIKLUS III




          25
                RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN




Lampiran 2: Instrumen Penelitian Tindakan
                  LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA
                     DALAM PEMBELAJARAN MENULIS
Siklus          : I/II/III (Coret yang tidak sesuai)
Petunjuk       : Berilah tanda cek (√) pada kolom frekuensi yang sesuai.

No         Aktivitas Siswa                             Frekuensi
         dalam Pembelajaran      Sangat      Banya     Cukup   Sedikit   Tidak
                                 Banyak      k         25% -   <25%      ada
                                 > 75%       50% -     50%
                                             75 %
1    Dapat memilih topik ka-
     rangan yang sesuai
     dengan tema
     Dapat membuat
2    kerangka karangan
     sesuai dengan topik
     yang dipilih
     Dapat mengembangkan
3    kerangka karangan
     menjadi karangan
     secara lengkap
     Dapat memberi judul
4    yang sesuai dengan isi
     karangan
     Dapat memperbaiki isi
5    karangan sehingga
     menjadi lebih runtut
     (melakukan revisi)
     Dapat memperbaiki
6    pema-kaian ejaan dalam
     karang-annya
     Dapat memperbaiki
7    pemi-lihan kata dalam
     karang-annya
     Dapat memperbaiki
8    penyu-sunan kalimat
     dalam ka-rangannya
     Memiliki semangat yang



                                        26
9    tinggi dalam mengarang
     Memiliki motivasi yang
10   tinggi untuk memajang
     karangannya
     Termotivasi untuk
11   membaca karangan
     temannya
                 PEDOMAN PENILAIAN KARANGAN SISWA




     No.   Aspek Karangan yang Dinilai      Bobot Penilaian
      1    Organisasi isi                           1-30
      2    Isi gagasan yang disampaikan             1-30
      3    Pemakaian ejaan                          1-10
      4    Pemilihan kata                           1-15
      5    Penyusunan kalimat                       1-15


     JUMLAH (RENTANGAN NILAI)                       5-100




                                  27
Lampiran 4 : Curicculum Vitae Tim Peneliti
 1. Ketua Peneliti
                            RIWAYAT HIDUP

   a.    Nama lengkap               : Dra. Sumarwati, M.Pd.
   b.    Tempat/Tanggal Lahir       : Kudus
   c.    Jenis kelamin              : Perempuan
   d.    Lembaga tempat kerja       : Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNS
   e.    Jabatan Akademis/Gol       : Lektor Kepala/IV.1
   f.    NIP                        : 131658567

   A. PENGALAMAN AKADEMIS
         No.                Pendidikan/Pelatihan                         Tahun
         1      Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia (S1)               1979 – 1985
                IKIP Yogyakarta
         2      Jurusan Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (S2)        1994 – 1997
                Pascasarjana IKIP Yogyakarta


   B. PENGALAMAN PENELITIAN YANG RELEVAN
        No.                   Judul Penelitian                      Tahun   Ket.
         1     Penguasaan Dasar-dasar Menulis Karya Ilmiah pada     2000     Ketua
               Mahasiswa FKIP UNS
         2     Analisis Kesalahan Pemakaian Bahasa pada             2000    Individu
               Karangan Siswa Kelas V SD Negeri dan Swasta
               di Kodya Surakarta
         3     Analisis Pemakaian Bahasa dalam Laporan              2001     Ketua
               Pengabdian pada Masyarakat di FKIP UNS
         4     Pembelajaran Apresiasi Sastra yang Apresiatif: PTK   2002     Ketua
               pada Siswa SLTP Negeri 4 Surakarta (PTK)
         5     Karakteristik Pemakaian Bahasa dalam Karangan        2002    Individu
               Narasi Siswa SD di Kota Surakarta.
         6     Pembelajaran Microteaching Berbasis Sekolah pada     2003     Ketua
               Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP UNS
               (PTK)_
         7     Penerapan Teknik Koreksi dengan Feedback Tak         2004     Ketua
               Langsung dalam Pembelajaran Analisis Kesa-lahan
               Bahasa pada Mahasiswa (PTK
         8     Keefektifan Pendekatan Proses dalam                  2005     Ketua
               Pembelajaran Menulis di SMP (PTK)
         9     Pemakaian Bahasa Komunikatif untuk Meningkatkan      2006     Ketua
               Kemampuan Memecahkan Soal Cerita pada Sisws
               Kelas V.3 SDN 15 Surakarta
        10     Penerapan Pendekatan Proses 5 Fase untuk             2007     Ketua
               Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Menulis Siswa




                                             28
             Kelas V.1 SD Negeri 15 Surakarta (PTK)




                                                  Surakarta, 2 November 2007
                                                  Yang Membuat,


         .                                        Dra. Sumarwati, M.Pd.
                                                  NIP: 131658567
2. Anggota Peneliti I

   a. Nama lengkap                 : Sudarsono WP, S.Pd.
   b. Tempat/tanggal lahir        : Surakarta
   c. Jenis kelamin               : Laki-laki
   d. Lembaga tempat kerja        : SD Negeri 15 Surakarta
   e. NIP                         : 130576319
   f. Alamat                       : Jati Rt. 03/V Cemani


   A. PENGALAMAN AKADEMIS
     No.                     Pendidikan/Pelatihan                           Tahun
      1       D2 Pendidikan Matematika Universitas Veteran                1992-1994
              Sukoharjo

     2        S1 Pendidikan Matematika Universitas Widya Darma 1996-1999
              Klaten

     3        Pelatihan Pengelolaan Administrasi Sekolah di Sura-          2001
              karta

     4        Pelatihan Penerapan KBK untuk SD di Ungaran                  2004


    B. PENGALAMAN PENELITIAN (5 TAHUN TERAKHIR)



                                            29
     No.                 Judul Penelitian                      Tahun     Ket.
      1    Perbedaan hasil Belajar Bilangan Berdasarkan       1999      Skripsi
           Peragaan yang Digunakan pada Siswa Kelas V
           SD Negeri Kutosari

      2    Pembelajaran Bilangan Bulat dengan Menggu-          2001     Tesis
           nakan Alat Peraga „Muatan‟ pada Siswa Kelas
           V Sekolah dasar

      3    Pemakaian Bahasa Komunikatif untuk Mening-         2006      Anggota
           katkan Kemampuan Memecahkan Soal Cerita
           Matematika pada Siswa Kelas V SD


                                                Surakarta, 2 November 2007

                                                Yang Membuat,


              .                                 Sudarsono WP, S.Pd., M.Pd.
                                                NIP: 130576319

3. Anggota Peneliti II

    a. Nama lengkap            : Drs. Suradi
    b. Tempat/tanggal lahir   : Surakarta
    c. Jenis kelamin          : Laki-laki
    d. Lembaga tempat kerja   : SD Negeri 15 Surakarta
    e. NIP                    : 131026530
    f. Alamat                  : Perum Bayan Indah No 2
                                 Kadipiro, Banjarsari, Surakarta
                                 HP: 08562830125

   A. PENGALAMAN AKADEMIS
     No.                 Pendidikan/Pelatihan                           Tahun
       1    D3 Pendidikan Sejarah di Universitas Muhammadi-           1986-1988
            yah Surakarta

      2     S1 Pendidikan Sejarah di Universitas Muhammadi-           1990-1992
            yah Surakarta

      3



   A. PENGALAMAN PENELITIAN (5 TAHUN TERAKHIR)




                                       30
       No.                      Judul Penelitian                   Tahun       Ket.
        1       Hubungan Minat Belajar Sejarah dan Prestasi       1992       Skripsi
               Mata Pelajaran Sejarah Siswa SMP Kartasura
               1

        2      Pemakaian Bahasa Komunikatif untuk Mening-          2006      Anggota
               katkan Kemampuan Memecahkan Soal Cerita
               Matematika pada Siswa Kelas V SD


                                                      Surakarta, 2 November 2007

                                                      Yang Membuat,


                   .                                  Drs. Suradi.
                                                      NIP: 131026530




Lampiran 5 : Data Penelitian

                          a. Daftar Nilai Karangan Siswa V.1
 No.                                         No.                  Nilai
 Urut                   Nama                Induk
                                                    Siklus I   Siklus II   Siklus III
   1        Abda‟u Rochman Tejo M.           4645      60         61           70
   2        Agam Nata Widjaja                4647      62         70           72
   3        Annisa Aprilia Riesky            4649      50         60           80
   4        Arfelya Prestiana                4650      70         72           75
   5        Arfian Tri Laksita               4651      75         75           80
   6        Arini Widyawati                  4652      60         62           60
   7        Adyatma Revan Pradipta           4654      50         60           63
   8        Barana Driya Santosa             4655      67         70           75
   9        Benita Katri Cinantya            4656      60         62           61
  10        Bimo Arif Hidayat Prayoga        4657      50         60           60
  11        Bulan Berlinda Anjani            4658      68         70           72
  12        Chintya Amelia S.                4659      62         60           62
  13        Denovan Riefky Vireal P.         4662      56         62           60
  14        Dika Sekar Dwi Utami             4663      72         75           78
  15        Faren Andika Putri               4665      70         72           80
  16        Fitri Ardiyanti Putri            4666      56         58           61
  17        Grenda Audia Wuryas Pradita      4667      62         80           75
  18        Hakim Aulia Rahman Gusti         4668      75         77           80
  19        Haribowo Setyo Pambudi           4669      60         62           60
  20        Indira Meidina                   4670      75         75           77
  21        Ivana Kusumadewi                 4671      61         60           60
  22        Khairina Cintya Kusuma           4672      55         60           60
  23        Muhammad Adtya Milyarwan         4674      65         75           78



                                            31
24   Muhammad Ilhah Anjasmoro        4675   70    80   85
25   Muhammad Reza Irawan            4676   58    65   70
26   Muhammad Zulfikar Baihaqi       4677   72    77   80
27   Odhie Dhanis Fajar Pamungkas    4682   70    75   75
28   Oktaviana Kurnia W.             4683   71    76   77
29   Rahardiyan Proharyo             4684   60    70   80
30   Rhona Kharisma Apsari           4686   50    65   70
31   Roya Sukma Adam                 4687   70    72   76
32   Tatiara Sanjani                 4688   45    60   62
33   Taufan Putra Prasetyo           4689   54    55   60
34   Tiara Intania Suseno            4690   72    75   78
35   Varriel Handhita Serevian       4691   57    80   80
36   Vega Tiara Anaditya             4692   60    70   75
37   Widya Sekar Tanjung             4693   65    72   75
38   Yulaikha Puspaningrum           4694   61    80   90
39   Muhammad Rifki Hartanto         4697   62    65   70
40   Natasha Ayu Kusumaningrum       4968   77    80   85
41   Jessica Kusumadewi              4964   61    70   77
42   Rara Rose Kumaladewi            4976   58    68   70
43   Ahmad Nugroho                   5087   76    75   75
44   Isma Raulia S.                  5090   75    70   75
45   Muh. Syamsul B.                 5091   68    75   72
46   Juhan Rehana Ardanes            4672   68    70   68
47   Axel Bramasta                   4653   62    82   85
48   Nigel Bramantya                 4680   72    85   90


                       b. Contoh Karangan Siswa




                                    32
              c. Dokumentasi Pelaksanaan Tindakan




Foto 1: Aktivitas Pembelajaran Menulis Siklus I



                                33
Foto 2: Pemajangan Karangan pada Siklus I




                              34