MAKALAH KONSEP SISTEM INFORMASI SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN by iff67063

VIEWS: 32,891 PAGES: 47

									                   MAKALAH
     KONSEP SISTEM INFORMASI :
   SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
           Dosen : Fandi Halim,S.kom


                          O
                          L
                          E
                          H


                  TIM PENYUSUN :
      1. Demson Natanael Sihaloho   082121251
      2. Steven Gohan               082120353
      3. Rajeni                     082121081
      4. Efdinar                    082121103
      5. Tommy                      082120612
      6. Rizky Ardianti             082121120




JURUSAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
      STMIK - STIE MIKROSKIL
                        2009
                                        ABSTRAK



       Dalam kurikulum Sistem Informasi (SI) tradisional, orientasi matakuliah Sistem
Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support System (DSS) adalah pada survei dan
bukanlah pada tingkat penerapan. Dilakukan tinjauan pustaka yang dipusatkan pada
percobaan penggunaan Microsoft Excel (Excel) dan Visual Basic for Applications (VBA)
dalam pengajaran Sistem Pendukung Keputusan (SPK) berorientasi kepada penerapan yang
ditujukan untuk mahasiswa Sistem Informasi (SI). Tinjauan tersebut menunjukkan bahwa
mahasiswa menganggap bahan yang diberikan dalam pengajaran tersebut menarik dan
bermanfaat bagi mereka setelah nantinya lulus.
       Berdasarkan hal ini, penggunaan Microsoft Excel dan Visual Basic Applications
(VBA) dalam pengajaran Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang ditujukan kepada
mahasiswa Sistem Informasi (SI) atau ekuivalennya dianggap layak untuk dipertimbangkan
oleh sebagian pembimbing, yang selama ini mengajarkan matakuliah tersebut baik secara
umum maupun secara spesifik terhadap mahasiswa yang bergelut di bagian Sistem Informasi
(SI)
Suatu kode Visual Basic Applications (VBA) untuk menghitung jenis penawaran juga telah
dibuat dan diusulkan sebagai salah satu bahan yang dapat digunakan dalam demonstrasi
karya ilmiah, presentasi, atau sebagai bahan pertimbangan seminar mahasiswa Sistem
Informasi(SI).




                                             2
                                           BAB I
                                   PENDAHULUAN


1.1. LATAR BELAKANG MASALAH

        Sebagaimana kita tahu bahwa system informasi memegang peranan yang sangat
penting dalam kehidupan kita. Sebagai salah satu contohnya, kita dapat melihat manager dari
perusahaan-perusahaan yang ada dapat memperoleh sejumlah informasi yang sangat penting
dengan adanya system informasi. Pada dasarnya, system informasi terbagi-bagi menjadi
beberapa bagian misalnya Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Informasi Manajemen, dan
sebagainya.. Secara garis besarnya system yang ada disesuaikan untuk kebutuhan informasi
dari sejumlah besar manager (mereka yang membentuk manajemen seluruh perusahaan atau
suatu unit organisasi). Dalam banyak kasus informasi ini kurang memadai untuk membuat
keputusan yang spesifik untuk memecahkan permasalahan yang spesifik. Oleh karena itulah
Sistem Penunjang Keputusan (salah satu komponen yang cukup penting dalam Sistem
Informasi) dibuat sebagai suatu cara untuk memenuhi kebutuhan ini.
Sistem penunjang keputusan (SPK) atau Decision support system (DSS) adalah salah satu
subsistem dari Sistem Informasi Berbasis Komputer / Computer Information System (CBIS)
yang dapat menyediakan informasi yang berguna bagi proses pengambilan keputusan ketika
menghadapi sebuah masalah semi terstruktur yang spesifik. Bila diterapkan dalam sebuah
organisasi, tujuan utama dari SPK adalah membantu manager dan orang – orang yang terlibat
dalam proses pengambilan keputusan, adalah untuk meningkatkan kemampuannya dalam
memutuskan masalah. Keputusan yang dihasilkan nantinya dapat memenuhi batasan kognitif,
waktu dan ekonomis.
Masalah sering kali muncul dalam kehidupan manusia. Setiap permasalahan tidak akan
berhenti sendiri tanpa disertai solusi untuk menyelesaikannya.masalah sering kali terjadi pada
komunitas- komunitas baik komunitas kecil maupun komunitas besar. Permasalahan yang
kompleks sering terjadi pada perusahaan-perusahaan yang pada akhirnya secara tidak
langsung menuntut seorang manejer untuk membuat sebuah keputusan.




                                              3
Pada saat ini suatu pendekatan sistematis untuk pemecahan masalah telah diciptakan yang
terdiri dari tiga jenis usaha :
        - persiapan
        - definisi
        - solusi
         Dalam mempersiapkan pemecahan masalah, manajer memandang perusahaan
sebagai suatu system dengan memahami lingkungan perusahaan dan mengidentifikasi
subsistem-subsistem dalam perusahaan. Dalam mendefenisikan masalah, manajer bergerak
dari tingkat system ke subsistem dan menganalisis bagian-bagiansistem menurut suatu urutan
tertentu. Dalam memecahkan masalah manajer mengidentifikasi berbagai solusi alternative,
mengevaluaasinya, memilh yang terbaik, menerapkannya, dan membuat tindak lanjut untuk
memastikan bahwa solusi itu berjalan sebagaimana mestinya.




                                            4
                                        BAB II
                                LANDASAN TEORI


1.1. Landasan Teori Sistem Penunjang Keputusan (SPK)
        Sistem penunjang keputusan (SPK) adalah bagian dari Sistem Informasi berbasis
    kompter, termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen pengetahuan) yang dipakai
    untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu organisasi atau sebuah
    perusahaan. Teori umum yang mendasari Decision Support Systems (DSS) :
        • Herbert A. Simon
         Menggunakan konsep keputusan terprogram dan tidak terprogram dengan phase
         pengambilan keputusan yang merefleksikan terhadap pemikisan Decision Support
         Systems (DSS) saat ini.
        • G Anthony Gory dan Michael S Scott Morton
         Menggunakan tahapan dalam pengambilan keputusan dengan membedakan antara
         struktur masalah dan tingkat keamanan.


    Dapat juga dikatakan sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi
    untuk mengambil keputusan dari masalah baik yang bersifat terstuktur, tidak terstuktur,
    maupun semi-terstuktur. Ada beberapa jenis keputusan berdasarkan sifat dan jenisnya,
    menurut Herbet A. Simon :
        1. Keputusan Terprogram
         Yaitu Keputusan yang bersifat berulang dan rutin, sedemikian sehingga suatu
         prosedur pasti telah dibuat untuk menanganinya.


        2. Keputusan Tak Terprogram
         Yaitu keputusn yang bersifat baru, tidak terstruktur dan jarang konsekuen. Tidak
         ada metode yang pasti untuk menangani masalah tersebut.


    Dalam mengambil keputusan dibutuhkan adanya beberapa tahapan menurut Herbet A.
    Simon tahapan dalam Sistem Pengambilan Keputusan (SPK) terdapat empat tahap
    diantaranya :
        1. Kegiatan Intelijen
            Yakni kegiatan yang berorientasi untuk memaparkan masalah, pengumpulan


                                            5
              data dan informasi, serta mengamati lingkungan mencari kondisi-kondisi yang
              perlu diperbaiki.
         2. Kegiatan Merancang
              Yakni kegiatan yang berorientasi untuk menemukan, mengembangkan dan
              menganalisis berbagai alternatif tindakan yang mungkin.
         3. Kegiatan Memilih
              Yakni kegiatan yang berorientasi untuk memilih satu rangkaian tindakan
              tertentu dari beberapa yang tersedia.
         4. Kegiatan Menelaah
              Yakni kegiatan yang berorientasi terhadap penilaian pilihan-pilihan yang
              tersedia.
     Sebuah Informasi yang akan diolah menjadi sebuah keputusan yang akurat, lengkap dan
     baik diperlukan beberapa konsep dalam membentuk sebuah Sistem Informasi yang baik
     diantaranya :
         1. Konsep Terstruktur
              Merupakan konsep berdasarkan suatu masalah yang memiliki struktur masalah
              pada 3 tahap pertama, yaitu intelijen, rancangan dan pilihan.
         2. Konsep Tak Terstuktur
              Merupakan konsep berdasarkan suatu masalah yang sama sekali tidak memiliki
              struktur, seperti yang diuraikan berdasarkan tahapan dari Sistem Pendukung
              Keputusan (DSS) oleh Hebert A. Simon.
         3. Konsep Semi-terstruktur
            Merupakan konsep berdasarkan suatu masalah yang memiliki struktur hanya
            pada satu atau dua tahapan dari Sisem Pendukung Keputusan (SPK) yang
            diuraikan oleh Hebert A. Simon.
Definisi Sistem Penunjang Keputusan (SPK) menurut pandangan seorang Hebert A. Simon
yakni merupakan suatu sistem yang memberikan kontribusi terhadap para manajer untuk
memberikan dukungan dalam pengambilan keputusan.


1.2. MAKSUD Dan TUJUAN
        Penulisan makalah ini bermaksud membuka pemikiran para mahasiswa untuk lebih
tanggap dalam menghadapi sebuah permasalahan dan mampu menyelesaikan permasalahan
tersebut dan tentunya ini sangat bermanfaat bagi para mahasiswa ketika memasuki dunia
kerja nantinya.
                                               6
Tujuan SPK adalah sebagai berikut :
1. SPK adalah suplemen bagi kemampuan pengambilan keputusan oleh seorang
   pengambil keputusan. Salah satunya yaitu membantu pengambil keputusan dalam
   mengenali masalah dan kemudian memformulasikan data pendukung untuk
   keperluan analisis dan pengambilan tindakan.
2. SPK dapat membantu dalam memanajemen formasi/pengetahuan. Hal ini
   dimungkinkan karena DSS dapat memiliki kemampuan untuk menerima
   menyimpan, menggunakan, menurunkan, dan mempresentasikan informasi /
   pengetahuan yang sesuai dengan keputusan yang akan diambil.
3. SPK dapat menjadi bantuan untuk memecahkan masalah yang semi terstruktur
   bahkan tidak terstruktur.
4. Meningkatkan efektifitas manajer dalam pembuatan keputusan dan bukan
   peningkatan efisiennya.




                                      7
                                         BAB III
                                    PEMBAHASAN


1.1. JENIS – JENIS DAN KONSEP SPK
   Retrive information element (memanggil eleman informasi)
   Analyze entries fles (menganalisis semua file)
   Prepare reports form multiple files (laporan standart dari beberapa files)
   Estimate decisions qonsquences (meramalkan akibat dari keputusan)
   Propose decision (menawarkan keputusan )
   Make decisions (membuat keputusan)


    Konsep SPK



                                        Tingkat-tingkat Manajemen
                           Pengendalian      Pengendalian            Pengendalian
                        Operasional              Manajemen              Strategis
     Terstruktur          Piutang               Analisis               Pengaturan
                          dagang                anggaran -              armada tanker
                           Pemasukkan           biaya
                           Pesanan              rekayasa
                           Pengendalian         Peramalan               Lokasi
                           persediaan           jangka pendek           gudang & pabrik
   Semi terstruktur
                          Penjadwalan           Analisis varians -      Penggabungan usaha
                          produksi              anggaran keselu-        dan akuisisi
   Tak Terstruktur                              ruhan
                           Manajemen            Penyiapan               Perancanaan produk
                           kas                  anggaran                baru
                          Sistem                Penjualan dan           Perencanaan
                           PERT/COST            produksi                Litbang




                                            8
1.2. KARAKTERISTIK SPK

   1. Interaktif: SPK memiliki user interface yang komunikatif sehingga pemakai dapat
       melakukan akses secara cepat ke data dan memperoleh informasi yang dibutuhkan.
   2. Fleksibel: SPK memiliki kemampuan sebanyak mungkin variable masukan,
       kemampuan untuk mengolah dan memberikan keluaran yang menyajikan 2 alternatif
       keputusan kepada pemakai
   3. Data kualitas: SPK memiliki kemampuan untuk menerima data kualitas yang
       dikuantitaskan yang sifatnya subyektif dari pemakainya, sebagai data masukan untuk
       pengolahan data. Misalnya: penilaian terhadap kecantikan yang bersifat kualitas,
       dapat dikuantitaskan dengan pemberian bobot nilai seperti 75 atau 90.
   4. Prosedur pakar: SPK mengandung suatu prosedur yang dirancang berdasarkan
       rumusan formal atau berupa prosedur kepakaran seseorang atau kelompok dalam
       menyelesaikan suatu bidang masalah dengan fenomena tertentu.


              SPK BERFOKUS PADA MASALAH SEMI TERSTRUKTUR



                                 SEMI -
        STRUCTURED
                                 TERSTRUKTUR
                                                                         UNSTRUCTU
            (Computer            (Computer+Mana-                         RED (Manajer
             solution)                                                   Solution)
                                     jer Solution)




        SPK dirancang sedemikian rupa untuk membantu mendukung keputusan-keputusan
yang melibatkan masalah-maslah kompleks yang diformulasikan sebagai problem problem
semiterstruktur. SPK bisa dibangun untuk mendukung keputuisan sekali saja, keputusan–
keputusan yang jarang dibuat atau keputusan-keputusan yang muncul secara rutin.
SPK berorientasi proses dimana fokus SPK adalah pada interaksi pembuat keputusan dengan
sistem tersebut, bukan pada keluaran yang dihasilkan. Pembuat keputusan dalam organisasi
terjadi pada tiga level utama yaitu : level strategik, manajerial dan operasional. Keputusan
pada level operasional merupakan keputusan-keputusan terstruktur yaitu keputusan-

                                             9
keputusan dimana semua atau sebagian besar variabel-variabel yang ada diketahui dan bisa
diprogram secara total (secara menyeluruh dapat diotomatiskan). Keputusan-keputusan
terstruktur bersifat rutin dan memerlukan sedikit pendapat manusia begitu variabel-variabel
tersebut terprogram. Pada level manajerial dan strategik merupakan keputusan semistruktur,
dimana problem problem dan peluang tidak dapat distrukturkan secara total dan memerlukan
pendapat dan pengalaman manusia untuk membuat suatu keputusan. Dalam hal ini SPK dapat
digunakan untuk mengembangkan solusi problem–problem yang bersifat kompleks dan
semiterstruktur.
       Penggunaan SPK tidak terbatas untuk manajer-manajer dari level menengah sampai
ke ke level tinggi, tetapi dapat digunakan oleh individu-individu. Pengguna memiliki gaya
pembuatan keputusan tersendiri, kebutuhan yang berbeda serta tingkat pengalamannya
sendiri-sendiri, oleh karenanya perancang SPK perlu mempertimbangkan atribut-atribut
khusus sehingga memungkinkan pengguna berhasil berinteraksi dengan sistem.




Gambar 2.2



1.3. TAHAP-TAHAP PEMBENTUKAN SPK

   1. Studi kelayakan, sebelum membuat SPK perluditeliti trelebih dahulu kelyakannya,
        mengingat faktor biaya baik waktu, tenaga, maupun financial
   2. Persetujuan terhadap proposal kelayakan, proposal kelayakan harus dapat
        menjelaskan kebutuhan dan urgensi dari keberadaan system tsb, keuntungan dan
        biaya dari pembentukan SPK, waktu yg dibutuhkan, ketersediaan ahli atau pakar yg



                                            10
        merupakan sumber pengetahuan SPK, serta ketersediaan perangkat hardware dan
        software baik yg utama maupun pendukungnya
   3. Pemilihan hardware dan software
   4. Merepresentasikan pengetahuan yang diperoleh dari para ahli dan pakar ke
        dalam computer
   5. Mengimplementasikan pengetahuan dalam bentuk bahasa yg dipahami oleh
        computer, menggunakan suatu bahasa pemrograman
   6. Menguji system yg telah dibuat.


1.4. KOMPONEN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
Secara garis besar DSS dibangun oleh tiga komponen besar:
1) Database
2) Model Base
3) Software System
Sistem database berisi kumpulan dari semua data bisnis yang dimiliki perusahaan, baik yang
berasal dari transaksi sehari-hari, maupun data dasar (master file). Untuk keperluan SPK,
diperlukan data yang relevan dengan permasalahan yang hendak dipecahkan melalui
simulasi.
Komponen kedua adalah Model Base atau suatu model yang merepresentasikan
permasalahan ke dalam format kuantitatif (model matematika sebagai contohnya) sebagai
dasar simulasi atau pengambilan keputusan, termasuk di dalamnya tujuan dari permasalahan
(obyektif), komponen-komponen terkait, batasan-batasan yang ada (constraints), dan hal-hal
terkait lainnya. Kedua komponen tersebut untuk selanjutnya disatukan dalam komponen
ketiga (software system), setelah sebelumnya direpresentasikan dalam bentuk model yang
“dimengerti” komputer . Contohnya adalah penggunaan teknik RDBMS (Relational Database
Management System), OODBMS (Object Oriented Database Management System) untuk
memodelkan struktur data. Sedangkan MBMS (Model Base Management System)
dipergunakan untuk mere-presentasikan masalah yang ingin dicari pemecahannya. Entiti lain
yang terdapat pada produk DSS baru adalah DGMS (Dialog Generation and Management
System), yang merupakan suatu sistem untuk memungkinkan terjadinya “dialog” interaktif
antara computer dan manusia (user) sebagai pengambil keputusan.




                                           11
1.5. PENGGUNAAN KOMPUTER DALAM SISTEM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
        Salah satu produk hasil perkembangan teknologi adalah komputer. Komputer
mempunyai kemampuan yang fantastis dalam banyak hal. Dengan kemampuannya itu
menyebabkan komputer dapat diterima diberbagai kalangan, bahkan telah mejadi suatu
kebutuhan. Perkembangan komputer dalam mejawab tantangan dan kebutuhan secara terus
menerus berkembang dengan cepat. Salah satu kemampuan itu, adalah dalam pengelolaan
data dan komunikasi informasi.
Informasi dapat diakses dan diperoleh dengan cepat, tepat dan akurat. Selain mampu
mengelola data atau informasi masih banyak kemampuan lain. Diantaranya kesanggupan
untuk mengolah data dengan kecepatan tinggi, ketelitian yang dapat dipercaya, memiliki
memory (daya ingat) yang tinggi, ready for use (tidak mengenal lelah).
   Salah satu jenis sistem aplikasi yang sangat popular di kalangan manajemen perusahaan
adalah Decision Support System atau disingkat DSS. DSS ni merupakan suatu sistem
informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan
keputusan. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk
menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi
mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang
telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science.
Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi
harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum,
maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk
menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat. Dalam kedua bidang ilmu di
atas, dikenal istilah decision modeling, decision theory, dan decision analysis – yang pada
hakekatnya adalah merepresentasikan permasalahan manajemen yang dihadapi setiap hari ke
dalam bentuk kuantitatif (misalnya dalam bentuk model matematika). Contoh-contoh klasik
dari persoalan dalam bidang ini adalah linear programming, game‟s theory, transportation
problem, inventory system, decision tree, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak problem
klasik yang kerap dijumpai dalam aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari, sebagian dapat
dengan mudah disimulasikan dan diselesaikan dengan menggunakan formula atau rumus-
rumus sederhana. Tetapi banyak pula masalahan yang ada sangat rumit sehingga
membutuhkan kecanggihan komputer.
Dss sebagai sistem yang memiliki lima karakteristik utama.
1) Sistem yang berbasis komputer;
2) Dipergunakan untuk membantu para pengambil keputusan;
                                             12
3) Untuk memecahkan masalah-masalah rumit yang “mustahil” dilakukan dengan kalkulasi
  manual;
4) Melalui cara simulasi yang interaktif;
5) Dimana data dan model analisis sebagai komponen utama.
        Karakteristik 4 dan 5 merupakan fasilitas baru yang ditawarkan oleh DSS belakangan
ini sesuai dengean perkembangan terakhir kemajuan perangkat komputer.
Dalam hal ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwasanya komputer merupakan bagian
penting dari DSS itu sendiri, yakni sebagai unit pemroses dalam pengambilan suatu
keputusan.


1.6. CARA PENGGUNAAN INFORMASI DARI SPK
        Pada dasarnya dua pengguna informasi dari SPK oleh manajer, yaitu untuk
mendefinisikan masalah dan memecahkan masalah tersebut. Pendefinisian masalah adalah
usaha definisi dari pendekatan system. Ia juga berkaitan dengan fase intelegensi yang di
kemukakan oleh simon. Selanjutnya manjer menggunakan informasi untuk memecahkan
masalah yang telah diidentifikasi. Hal ini merupakan usaha pemecahan menurut poendekatan
sistim dan berkaitan denga fase disain dan pemilihan. Pada umumnya, lapaoran berkala dan
khusus digunakan terutama dalam usaha definisi, dan simulasi dalam usaha pemecahan.
Laporan berkala dapat di rancang untuk menidentifikasi masalah atau masalah yang
kemungkinan besar akan muncul, manjer juga melakukan query terhadap database untuk
menemukan masalah atau mempelajari lebih jauh lagi mengenai masalah yang telah di
identifikasi. Simulasi dapat juga membuka masalah yang tersembunyi, karna kelemahan
cenderung akan kelihatan menonjol ketika operasi perusahaan diubah secara matematis.
Laporan berkala dan khusus dapat juga membantu manajer untuk memecahkan masalah
dengan cara mengidentifikasi keputusan alternative, mengevaluasi dan memilih alternative
tersebut, dan memberikan informasi lanjutan.


1.6.1. LAPORAN
1. Laporan berkala dan khusus
        Laporan berkala atau periodic report yaitu laporan yang dibuat menurut jadwal
tertentu contohnya adalah analis penjualan terhadap pelanggan perbulan dan laporan khusus
atau special report yaitu laporan yang di buat ketika laporan dibuat ketika sesuatu yang tidak
seperti biasanya terjadi contohnya laporan mengenai kecelakaan. Dalam penggunaannya
laporan berkala dan khusus bersifat lengkap atau ringkas.
                                               13
2. Laporan lengkap dan ringkas
        Laporan lengakap atau detail report yaitu laporan yang memberikan spesifikasi
mengenai setiap tindakan atau transaksi dan baris yang mewakili tindakan atau transaksi
disebut baris lengkap atau detail line sedangkan laporan ringkas atau summary report yaitu
laporan yang menyertakan baris yang mewakili beberapa tindakan atau transaksi. Baris
laporan biasanya di cetak dalam beberapa ururtan tertentu, filed yang berada dalam record
data, yang disebut key filed atau control filed digunakan untuk mengurutkan record sebelum
laporan tersebut dicetak. Yang paling sering digunakan ialah Ascending sequence (urutan
naik) disini nilai filed control terendah (no pelanggan 0001 atau nama Aardbverk) didaftar
pertama kali, dan nilai tertinggi (no 9999 atau zikmund) di daftar paling akhir.


1.7. Model DSS
Pada gambar yang tertera dibawah, tampak bahwa data dan informasi dimasukkan ke dalam
database dari lingkungan perusahaan. Database juga berisi data yang disediakan oleh system
informasi akuntansi. Isi database digunakan oleh tiga subsistem perangkat lunak.
   • Perangkat Lunak Penulis Laporan menghasilkan laporan periodic maupun khusus.
       Laporan periodic disiapkan sesuai jadwal dan biasanya dihasilkan oleh perangkat
       lunak yang dikodekan dalam suatu bahasa procedural seperti COBOL atau PL/I.
       laporan khusus disiapkan sebagai jawaban atas kebutuhan informasi yang tak terduga
       dan berbentuk database query oleh pemakai yang menggunakan query language dari
       DBMS atau bahasa computer generasi keempat.
   • Model Matematika menghasilkan informasi sebagai hasil dari simulasi yang melibatkan
       satu atau beberapa komponen dari system fisik perusahaan, atau berbagai aspek
       operasinya. Model matematika dapat ditulis dalam bahasa pemrograman procedural
       apapun. Namun, bahasa khusus pembuatan model memudahkan tugas dan memiliki
       potensi untuk bekerja lebih baik.
   • Groupware memungkinkan beberapa pemecah masalah(problem solver) bekerja sama
       sebagai satu kelompok, mencapai solusi. Dalam situasi tertentu ini, istilah GDSS atau
       system pendukung keputusan kelompok (group decision support system) digunakan,.
       Mungkin pemecah masalah itu mewakili suatu komite atau tim proyek. Para anggota
       kelompok saling berkomunikasi baik secara langsung maupun melalui groupware.
       Perangkat lunak penulis laporan dan model matematika selalu dianggap sebagai unsur
       yang mutlak dalam DSS. Ketika konsep DSS meluas menjadi penyediaan dukungan
       bagi sejumlah pemecah masalah yang bekerja sama sebagai satu tim atau komite,
                                              14
        gagasan tentang perangkat lunak khusus yang berorientasi kelompok, atau groupware,
        menjadi suatu kenyataan.


Selama decade terakhir, sebagian besarusaha DSS diarahkan untuk memperbaiki konsep
system pendukung keputusan kelompok


1.8. PERBEDAAN ANTARA DECISION SUPPORT SYSTEM DAN MANAGEMENT
INFORMATION SYSTEMS.
            Ditinjau berdasarkan fitur yang ada dalam ruang lingkup antara Decision Support
Systems (DSS) dan Management Information Systems (MIS) yakni diantaranya:
• DSS dapat digunakan untuk mengawali kerja, dan masalah-masalah yang kemungkinan
terjadi dan sangat tidak diharapkan kehadirannya.
• DSS dapat menyediakan pendukung keputusan dalam kerangka waktu yang pendek atau
terbatas.
• DSS dapat berevolusi sebagaimana halnya pengambilan keputusan dalam mempelajari
mengenai masalah-masalah yang dihadapinya.
• DSS dapat di kembangkan oleh para profesional yang tidak melibatkan prosesan data.
Ditinjau berdasarkan karakteristik yang ada dalam Management Information System (MIS)
diantaranya yakni :
• Kajiannya ada pada tugas- tugasnya yang terstuktur, dimana prosedur operasi standar,
peraturan-peraturan sebuah keputusan, dan alur informasinya dapat didefinisikan.
• Hasil utamanya adalah meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya, waktu tunggu,
dan dengan mengganti karyawan klerikal.
• Relevansinya untuk manajer pengambilan keputusan biasanya tidak langsung di dapatkan,
misalnya : dengan adanya penydiaan laporan dan akses ke data.
Ditinjau berdasarkan karkateristik Operation Research atau Management Science yaitu :
• Kajiannnya ada pada masalah yang testuktur (dibandingkan dengan tugas-tugas), dimana
tujuan, data, dan batasan-batasan dapat lebih dahulu ditentukan.
• Relevansinya untuk manajer ada recomendasi detail dan metodelogi baru untuk menangani
masalah-masalah yang kompleks.
Sedangkan jika ditinjau dari karakteristik Decision Support System (DSS) itu sendiri
diantaranya :




                                              15
• Kajiannnya terhadap pada keputusan-keputusan, dimana stuktur yang cukup untuk
komputer    dan    alat    bantu   analitis   yang   memiliki   nilai   tersendiri,   tetapi   tetap
mempertimbangkan manajer yang memiliki esensi utama.
• Hasil utamanya adalah dalam peningkatan jangkauan dan kemampuan dari proses
pengambilan keputusan para manajer untuk membantu mereka meningkatkan efektivitasnya.
• Relevansinya untuk maanjer dalam pembuatan tool pendukung, dibawah pengawasan
mereka, yang tidak ditujukan untuk mengotomatiskan proses pengambilan keputusan, tujuan
sistem, atau solusi tertentu.




                          Gambar2.1. Relasi antara EDP., MIS, dan DSS


1.9. KETERKAITAN ANTARA SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN DENGAN
     PEMBUAT KEPUTUSAN.
         Beberapa konsep yang membantu dalam pembuatan sistem pendukung keputusan,
diantaranya pembuatan keputusan beresiko. Pembuatan keputusan biasanya mengasumsi
keputusan yang dibuat berdasarkan tiga rangkaian kondisi yaitu kepastian, ketidakpastian dan
resiko. Dari ketiga rangkaian kondisi tersebut yang dimaksud dengan kepastian, adalah kita
mengetahui segala sesuatu sebelumnya dalam membuat keputusan. Dalam kondisi kepastian
terdapat model ilmu pengetahuan manajemen umum yang mengasumsikan kondisi-kondisi
kepastian contohnya program linier dimana sumber daya, tingkat konsumsi, tekanan dan laba
diasumsikan sudah diketahui dan tepat. Sedangkan, ketidakpastian merupakan sebaliknya
yaitu kita tidak mengetahui tentang probabilitas atau konsekuensi keputusan-keputusan kita.
Diantara dua perbedaan dari kepastian dan ketidakpastian terdapat serangkain kondisi yang
disebut resiko. Keputusan-keputusan yang dibuat mengandung resiko mengasumsikan kita
bahwa setidaknya tahu tentang alternatif-alternatif yang digunakan.


                                                16
1.9.1 Ketidakpastian
           Pembuatan keputusan dan klasik biasanya mengasumsi keputusan yang dibuat
berdasarkan tiga rangkaian kondisi, yaitu : kepastian, ketidakpastian dan resiko.yang
dimaksud dengan kepastian adalah kita mengetahui segala sesuatu sebelumnya dalam
membuat keputusan. Model ilmu pengetahuan manajemen umum yang mengasumsikan
kondisi-kondisi kepastian adalah program linier, dimana sumber daya, tingkat konsumsi,
tekanan dan laba semuanya diasumsikan sudah diketahui dan tepat. Sedangkan ketidakpastian
merupakan sebaliknya yaitu kita tidak mengetahui tentang probabilitas atau konsekuensi
keputusan-keputusan kita. Sehingga dalam bahasa lain, keputusan yang nantinya ada masih
dalam keadaan ragu.
           Diantara dua perbedaan dari kepastian dengan ketidakpastian terdapat serangkaian
kondisi yang disebut resiko. Keputusan-keputusan yang dibuat mengandung resiko
mengasumsikan bahwa kita setidaknya tahu tentang alternatif- alternatif yang dimiliki.



2.0. PENDEKATAN SISTEM

           Proses pemecahan masalah secara sistematis bermula dari John Dewey, seorang
profesor filosofi di Columbia University pada awal abad ini. Dalam bukunya tahun 1910, ia
mengidentifikasi tiga seri penilaian yang terlibat dalam memecahkan masalah suatu
kontroversi secara memadai yaitu:
1. Mengenali kontroversi
2. Menimbang klaim alternatif
3. Membentuk penilaian
Kerangka kerja yang dianjurkan untuk penggunaan komputer dikenal sebagai pendekatan
sistem . Serangkaian langkah-langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa masalah
itu pertama-tama dipahami, solusi alternative dipertimbangkan, dan solusi yang dipilih
bekerja.


2.1. STRUKTUR MASALAH
           Masalah terstruktur terdiri dari elemen-elemen dan hubungan-hubungan antar
elemen yang semuanya dipahami oleh pemecah masalah. Masalah tak terstruktur berisikan
elemen-elemen atau hubungan-hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah
masalah.


                                              17
Sebenarnya dalam suatu organisasi sangat sedikit permasalahan yang sepenuhnya terstruktur
atau sepenuhnya tidak terstruktur. Sebagaian besar masalah adalah masalah semi-terstruktur,
yaitu manajer memiliki pemahaman yang kurang sempurna mengenai elemen-elemen dan
hubungannya. Masalah semi-terstruktur adalah masalah yang berisi sebagian elemen-
elemen atau hubungan yang dimengerti oleh pemecah masalah.


2.2. TAHAP PEMECAHAN MASALAH
        Dalam proses pegambilan keputusan diperlukan beberapa langkah (step) dari sebuah
informasi yang ada diantaranya yakni :
    1. Langkah Pertama
              Mengdefinisikan masalah (pada kesempatan yang ada), Expert Systems (ES)
       dapat membantu dalam mendesain alur informasi pada eksekutif (misalnya,
       bagaimana    utuk   memonitor,    kapan     waktu      untuk   memonitor)   dan    dalam
       penginterpreasian informasi. Disebabkan beberapa informasi bersifat fuzzy, maka
       kombinasi antara Expert Systems (ES) tentu akan membantu. Seluruh area dari proses
       scanning,   monitoring,    forecasting,    (misalnya     perubhaan   zaman/tren)     dan
       penginterpretasian sangat dibantu oleh adanya komputerisasi. Demikian juga halnya
       pada Natural Language Processors (NLP) akan berguna dalam menyimpulakan
       sebuah informasi didalamnya.
    2. Langkah Kedua
              Menganalisis masalah. Sesekali suatu masalah (kesempatan) teridentifikasi,
       pertanyaan selnajutnya adalah apa yang harus di kerjakan dengan hal ini ? Disinilah
       langkah analisis berperan. Analisis bisa bersifat kualitatif ataupun kuantitatif
       (kombinasinya). Analisis kuantitatif di dukung oleh Decision Support Systems (DSS)
       dan tool – tool analsis kuantitatif. Sednagkan untuk analisis kualitatif di dukung oleh
       Expert Systems (ES).
    3. Langkah Ketiga
              Memilih solusi. Pada langkah ini, keputusan dibuat dengan memperhatikan
       masalahnya (kesempatan) berdasarkan hasil dari analisis. Langkah ini didukung oleh
       Decision Support Systems (DSS), jika pengambilan keputusan dilakukan oleh
       seseorang, atau jika keputusan dibuat oleh sekelompok orang Group Decision Support
       Systems (GDSS).




                                             18
    4. Langkah Kempat
           Implemantasi solusi. Pada langkah ini, keputusan untuk mengimplementasikan
    solusi tertentu dilakukan, Decision Support Systems (DSS) atau Expert Systems (ES)
    dapat mendukung dan berperan pada langkah ini.




            Gambar2.3. Proses pengambilan keputusan secara terkomputerisasi




2.3. SISTEM PAKAR DAN JARINGAN SARAF TIRUAN
a. Definisi Sistem Pakar Definisi dari sistem pakar yaitu, sebuah program komputer yang
dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang
pakar (human expert).




                                          19
b. Apa Itu Pakar/Ahli (Expert) ?
Seorang pakar/ahli (human expert) adalah seorang individu yang memiliki kemampuan
pemahaman yang superior dari suatu masalah. Misalnya: seorang dokter, penasehat
keuangan, pakar mesin mobil, dll.
         Kemampuan kepakaran:
         o Dapat mengenali (recognizing) dan merumuskan masalah
         o Menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat
         o Menjelaskan solusi
         o Belajar dari pengalaman
         o Restrukturisasi pengetahuan
         o Menentukan relevansi/hubungan
         o Memahami batas kemampuan
c. Apa Itu Kepakaran / Keahlian (Expertise) ?
Pemahaman yang luas dari tugas atau pengetahuan spesifik yang diperoleh dari pelatihan,
membaca dan pengalaman.
Jenis-jenis pengetahuan yang dimiliki dalam kepakaran:
         o Teori-teori dari permasalahan
         o Aturan dan prosedur yang mengacu pada area permasalahan
         o Aturan (heuristik) yang harus dikerjakan pada situasi yang terjadi
         o Strategi global untuk menyelesaikan berbagai jenis masalah
         o Meta-knowledge (pengetahuan tentang pengetahuan)
         o Fakta-fakta
d. Apa Itu Pengetahuan (Knowledge) ?
  Data + processing = information
  Information + processing (pengalaman, training, dll) = knowledge


2.4. PEMECAHAN MASALAH
        Dengan kenyataan tersebut, kita mendefinisikan masalah sebagai suatu kondisi yang
memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian luar biasa atau menghasilkan keuntungan luar
biasa. Jadi pemecahan masalah berarti tindakan memberi respon terhadap masalah untuk
menekan akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungannya. Pentingnya
pemecahan masalah bukan didasarkan pada jumlah waktu yang dihabiskan, tetapi pada
konsekuensinya keputusan adalah pemilihan suatu strategi atau tindakan. Pengambilan
keputusan adalah tindakan memilih strategi atau aksi yang manajer yakini akan memberikan
                                                20
solusi terbaik atas masalah tersebut. Salah satu kunci pemecahan masalah adalah identifikasi
berbagai alternative keputusan. Solusi bagi suatu masalah harus mendayagunakan system
untuk memenuhi tujuannya, seperti tercermin pada standar kinerja system. Standar ini
menggambarkan keadaan yang diharapkan, apa yang harus dicapai oleh system. Selanjutnya
manajer harus memiliki informasi yang terkini, informasi itu menggambarkan keadaan saat
ini, apa yang sedang dicapai oleh system. Jika keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan
sama, tidak terdapat masalah dan manajer tidak mengambil tindakan. Jika kedua keadaan itu
berbeda, sejumlah masalah merupakan penyebabnya dan harus dipecahkan. Perbedaan antara
keadaan saat ini dan keadaan yang diharapkan menggambarkan criteria solusi (solution
criterion), atau apa yang diperlukan untuk mengubah keadaan saat ini menjadi keadaan yang
diharapkan. Setelah berbagai alternative, diidentifikasi system informasi dapat digunakan
untuk mengevaluasi tiap alternative. Evaluasi ini harus mempertimbangkan berbagai kendala
(constraints) yang mungkin, baik inter maupun ekstern/ lingkungan.
1. Kendala intern dapat berupa sumber daya yang terbatas, seperti kurangnya bahan baku,
modal kerja,SDM yang kurang memenuhi syarat, dan lain – lain.
2. Kendala lingkungan dapat berupa tekanan dari berbagai elemen lingkungan, seperti
pemerintah atau pesaing untuk bertindak menurut cara tertentu. Gejala adalah kondisi yang
dihasilkan oleh masalah. Sangat sering para manajer melihat gejala dari pada masalah. Gejala
menarik perhatian manajer melalui lingkaran umpan balik. Namun gejala tidak
mengungkapkan seluruhnya, bahwa suatu masalah adalah penyebab dari suatu persoalan, atau
penyebab dari suatu peluang.
2.4.1 Konsep Pembuatan Keputusan
Beberapa konsep yang membantu dalam pembuatan SPK, yaitu bagaimana keterkaitan antara
SPK dengan pembuat keputusan, bagaimana menentukan gaya pembuat keputusan dan fase-
fase penyelesaian masalah.
• Pembuatan keputusan beresiko
Pembuatan keputus dan klasik biasanya mengasumsi keputusan yang dibuat berdasarkan tiga
rangkaian kondisi, yaitu : kepastian, ketidakpastian dan resiko.yang dimaksud dengan
kepastian adalah kita mengetahui segala sesuatu sebelumnya dalam membuat keputusan.
Model ilmu pengetahuan manajemen umum yang mengasumsikan kondisi-kondisi kepastian
adalah program linier, dimana sumber daya, tingkat komsumsi, tekanan dan laba semuanya
diasumsikan sudah diketahui dan tepat. Sedangkan ketidakpastian merupakan sebaliknya
yaitu kita tidak mengetahui tentang probabilitas atau konsekuensi keputusan-keputuisan kita.


                                             21
Diantara dua perbedaan dari kepastian dengan ketidakpastian terdapat serangkaian kondisi
yang disebut resiko. Keputusan-keputusan yang dibuat mengandung resiko mengasumsikan
bahwa kita setidaknya tahu tentang alternatif- alternatif yang dimiliki.
• Gaya Pembuatan Keputusan
Parameter gaya pembuatan keputusan didasarkan pada cara dimana informasi dikumpulkan,
diproses, dan digunakan; serta bagaimana informasi dikomunikasikan dan diterapkan.
 Penggolongan keputusan analitis atau heuristik seperti terlihat pada Tabel 2.9.2
.         Pembuat Keputusan Analitis                Pembuat Keputusan Heuristik
          Belajar dengan menganalisis               Belajar dengan bertindak.

          Menggunakan prosedur           langkah Menggunakan trial and error.
          dengan langkah.

          Menilai informasi dan model-model Menilai pengalaman.
          secara kuantitatif.
          Membangun           algoritma dan Mengandalkan pengindraan.
          modelmodel matematis.
          Mengupayakan solusi optimal.              Mengupayakan       solusi   yang
                                                    memuaskan.

Pembuatan Keputusan Analitis, pembuat keputusan analitis tergantung pada informasi yang
diperoleh secara sistematis dan dievaluasi secara sistematis pula dengan cara memperkecil
alternatif-alternatif yang ada serta membuat suatu keputusan berdasakan informasi tersebut.
Pembuatan Keputusan Heuristik, pembuat keputusan yang menggunakan heuristic membuat
keputusan dengan batuan beberapa petunjuk (atau petunjuk praktis), meskipun mereka tidak
selalu bisa diterapkan secara konsisten atau sistematis. Mereka mengupayakan kepuasan,
bukan solusi optimal. Heuristik umumnya berdasarkan pengalaman. Gaya pembuatan
keputusan manajer tersebut berhubungan dengan keterbukaan dan ketertutupan sistem
organisasi. Jika informasi di dalam perusahaan mengalir bebas, peluang untuk menggunakan
bantuan keputusan dan analisis sitematis bisa lebih besar. Jika informasi tepat waktu sulit
diperoleh, organisasi bisa mendorong manajer menuju gaya yang lebih heuristik.
• Fase Penyelesaian Masalah
Tiga fase penyelesaian masalah yaitu :
1. Kecerdasan
Kecerdasan adalah kesadaran mengenai suatu masalah atau peluang. Dalam hal ini, pembuat
keputusan berupaya mencari lingkungan bisnis internal dan eksternal, memeriksa keputusan-


                                               22
keputusan yang perlu dibuat, dan masalah-masalah yang perlu diatasi, atau peluang-peluang
yang perlu dipertimbangkan. Kecerdasan berarti kesadaran aktif akan perubahan-perubahan
di lingkungan yang menuntut dilakukannya tindakan-tindakan tertentu.
2. Perancangan
Dalam fase perancangan, pembuat keputusan merumuskan suatu masalah dan menganalisis
sejumlah solusi alternatif.
3. Pemilihan
Dalam fase pemilihan ini, pembuat keputusan memilih solusi masalah atau peluang yang
ditandai dalam fase kecerdasan. Pemilihan ini diikuti dari analisis sebelumnya dalam fase
perancangan dan memperkuatnya lewat informasi-informasi yang diperoleh dalam fase
pemilihan.


2.4.2 Pembuatan Keputusan Kriteria-Ganda
Dalam memodelkan keputusan-keputusan serealitis mungkin, peneliti mengembangkan
beberapa pendekatan untuk mengevaluasi tujuan ganda atau problem kriteria-ganda.
Pendekatan kriteria-ganda memungkinkan pembuat keputusan menyusun prioritas mereka
serta memungkinkan ditampilkannya analisis sensitivitas dengan menanyakan jenis
pertanyaan bagaimana-jika. Metode ini meliputi metode-metode pembobotan, pendekatan
batasan konjungtif, pemrosesan hiraki analitis, dan pemrograman tujuan.


2.4.3 Sistem Ahli, Jaringan saraf dan Perangkat-perangkat Keputusan lainnya.
Model-model keputusan lainnya yang tersedia bagi para manajer meliputi system ahli dan
jaringan saraf. Sistem ahli adalah sistem-sistem pemikiran berdasarkan aturan yang
dikembangkan untuk bidang keahlian tertentu.Mengumpulkan keahlian disebut menambah
pengetahuan dan ini merupakan bagian yang paling sulit dari aturan yang membentuk
spesifikasi. Jaringan saraf dikembangkan dengan menyelesaikan sejumlah masalah dari satu
jenis dan membiarkan perangkat lunak mendapat umpan balik atas keputusan-keputusan yang
diambil, mengamati apa yang dilibatkan sehingga keputusan tersebut berhasil. Kedua model
di atas disebut di bidang kecerdasan buatan (AI). AI disebut SPK karena menuntut pembuat
keputusan manusia melakukan identifikasi terhadap masalahmasalah yang ada, menambah
pengetahuan dan melakukan analisis sensitivitas.




                                            23
    Sistem Pendukung           Keputusan ( SPK) adalah sistem berbasis-komputer yang
       menyediakan dukungan informasi interaktip bagi para manajer dan para profesional
       bisnis untuk pembuatan keputusan yang tidak tersusun dan semi-structured. Tidak
       sama dengan sistem informasi manajemen, DSS bersandar pada basis model.
    Suatu basis model : adalah suatu komponen perangkat lunak yang terdiri dari model
       yang menggunakan prosedur perhitungan dan analitis yang menyatakan hubungan
       antar variabel secara mathematis . Ada berbagai jenis DSS basis model analitis.
    Analisis What-If. Pemakai akhir membuat perubahan variabel, atau hubungan antar
       variabel, dan mengamati hasil dari perubahan tersebut terhadap nilai dari variabel
       yang lain.
    Analisis Kepekaan. Suatu jenis khusus dari analisa What-if di mana hanya satu nilai
       variabel yang diubah berulang-kali, dan menghasilkan perubahan pada variabel lain
       diamati.
    Analisis Mencapai tujuan(Goal-Seek):              Dilakukan pengamatan bagaimana
       perubahan di dalam suatu variabel mempengaruhi variabel lain, analisa mencapai
       tujuan menetapkan suatu target nilai untuk suatu variabel, dan kemudian variabel lain
       berulang-kali berubah sampai target nilai tercapai.
    Analisis Optimisasi. Suatu model mempunyai tujuan yang lebih rumit. Sebagai ganti
       dari pengaturan suatu target nilai tertentu untuk suatu variabel, Tujuannya adalah
       untuk menemukan suatu nilai jumlah optimum untuk satu atau lebih variabel target,
       dalam suatu batasan tertentu.
Portal Informasi Perusahaan dan SPK.
Pengintegrasian pada berbagai platform adalah salah satu sasaran utama dari kegiatan e-
business saat ini. Seperti ditunjukkan dalam gambar diatas, paket DSS yang lebih baru tidak
hanya mampu untuk berjalan dibawah platform komputer yang berbeda-beda, tetapi juga
dapat terintegrasi dengan sumber daya data perusahaan, termasuk database operasional, pasar
data, dan gudang data.
Paket ini tidak lagi dibatasi    oleh klasifikasi masukan dan tanggapan, tetapi dapat juga
menggunakan sistem data visualisasi untuk menghadirkan data yang kompleks yang
menggunakan bentuk gambar tiga dimensional yang interaktip. Hal ini pada gilirannya akan
membantu para pemakai menemukan pola dan hubungan antar variabel pembuatan keputusan
yang lebih cepat dan lebih mudah.
Semakin banyak perusahaan         yang mengembangkan Pintu Gerbang (Portal) Informasi
Perusahaan   untuk       menyediakan   akses   informasi   melalui   web.   Bila    berhasil
                                               24
diimplementasikan, pintu gerbang ini akan menyediakan suatu alat penghubung yang
universal bagi kedua-duanya, sebagai pengetahuan/knowledge perusahaan] dan peralatan
untuk pengambilan keputusan seperti halnya perlatan lainnya.


2.5. METODE YANG DIGUNAKAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH-
    MASALAH SEMI TERSTRUKTUR
        Dengan menggunakan keputusan kriteria ganda sebagai metode yang digunakan
dalam menyelesaikan masalah-masalah semiterstruktur. Dalam membentuk model keputusan-
keputusan serialitas mungkin, peneliti mengembangkan beberapa pendekatan untuk
mengevaluasi tujuan ganda atau masalah-masalah kriteria ganda. Pendekatan kritera ganda
memungkinkan pembuat keputusan menyusun prioritas mereka serta memungkinkan
ditampilkannya analisis sensitifitas dengan menanyakan jenis pertanyaan Bagaimana jika?
Metode ini meliputi metode-metode pembobotan, pendekatan batasan konjungtif, pemrosesan
hierarki analitis, dan pemrograman tujuan.


2.6. FAKTOR MANUSIA YANG MEMPENGARUHI PEMECAHAN MASALAH
        Tiap manajer memiliki gaya pemecahan masalah yang unik. Gaya mereka
mempengaruhi bagaimana mereka terlibat dalam merasakan masalah, mengumpulkan
informasi, dan menggunakan informasi.
2.6.1 Merasakan masalah
Manajer dapat dibagi dalam tiga kategori dasar dalam hal gaya merasakan masalah (problem
solving styles) mereka, yaitu bagaimana mereka menghadapi masalah.
• Penghindar Masalah (problem avoider)
Manajer ini mengambil sikap positif dan menganggap bahwa semua baik-baik saja. Ia
berusaha menghalangi kemungkinan masalah dengan mengabaikan informasi atau
menghindarinya sepanjang perencanaan.
• Pemecah Masalah (problem solver)
Manajer ini tidak mencari masalah juga tidak menghalanginya. Jika timbul suatu masalah,
masalah tersebut dipecahkan.
• Pencari Masalah (problem seeker)
Manajer ini menikmati pemecahan masalah dan mencarinya.
2.6.2 Mengumpulkan informasi




                                             25
Para manajer dapat menunjukkan salah satu dari dua gaya mengumpulkan informasi
(information-gathering styles) atau sikap terhadap total volume informasi yang tersedia bagi
mereka.
• Gaya Teratur (preceptive style)
Manajer jenis ini mengikuti management by exception dan menyaring segala sesuatu yang
tidak berhubungan dengan area minatnya.
• Gaya Menerima (receptive style)
Manajer jenis ini ingin melihat semuanya, kemudian menentukan apakah informasi tersebut
bernilai baginya atau orang lain dalam organisasi.
2.6.3 Menggunakan informasi
Manajer juga cenderung lebih menyukai salah satu dari dua gaya menggunakan informasi
(information-using styles), yaitu cara-cara menggunakan informasi untuk memecahkan suatu
masalah.
• Gaya Semantik (systematic style)
Manajer memberi perhatian khusus untuk mengikuti suatu metode yang telah ditetapkan,
misalnya pendekatan sistem.
• Gaya Intuitif (intuitive style)
Manajer tidak lebih menyukai suatu metode tertentu tetapi menyesuaikan pendekatan dengan
situasi.


2.7. METODE ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
2.7.1. Analisis Sistem, system analist
           Pendekatan yang umumnya digunakan dalam sistem pendukung keputusan (SPK)
atau Decision Support Systems (DSS) adalah pendekatan data/object oriented clan pendekatan
proses/process oriented.
2.7.2. Pendekatan data , data oriented
           Pendekatan berorientasi objek ini mengambil asumsi dasar bahwa data lebih stabil
dibandingkan dengan proses yang mempergunakannya. Pendekatan berorientasi objek ini
menciptakan modul-modul database sebagai dokumen analisis sama dengan batasan objek
yang ada dalam sistem nyata. Dengan demikian, ada korespondensi satu satu antara objek
sistem dan komponen dokumen analisis ketika pendekatan berorientasi objek ini diterapkan.
Hal ini menjadi keuntungan yang signifikan dari penerapan model ini. Yang menjadi pusat
perhatian dalam pendekatan ini adalah datanya, dan bukan proses yang menghasilkan data


                                              26
tersebut ataupun proses yang memanfaatkan data tersebut. Secara sederhana, pendekatan ini
dapat ditunjukkan melalui diagram datanya.




                       Gambar 2.4. Kegiatan Kontrol Anilisis Sistem




2.7.3. Pendekatan Proses, process oriented
        Pendekatan berorientasi proses, process oriented ini mendasarkan metodologinya
pada kestabilan proses. Kestabilan proses yang dimaksudkan adalah adanya proses yang
sudah tertentu, jelas dan terdefinisi. Dengan spesifikasi proses seperti ini, maka database
dapat dibuat dan diimplementasikan. Pendekatan berorientasi proses ini memusatkan
perhatian pada sistem yang sedang dikembangkan, memanfaatkan penggunaan kembali kode-
kode proses yang ada, evaluasi keterkaitan proses, penilaian terhadap produktivitas proses
dan biaya, serta akhirnya membuat suatu proses standar.


2.8. BAGAIMANA PERKEMBANGAN SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN
        Seperti yang anda pelajari dalam pelajaran pengenalan Managemen Support System
sebelumnya, pada awalnya computer digunakan untuk mengotomatisasi perhitungan yang
bersifat repetitive. Yang pertama memproses data numeric seperti dalam penyelesaian
perbandingan-perbandingan. banyak peningkatan-peningkatan dalam berkomputer terjadi
karena tekanan akan kebutuhan dalam Perang Dunia ke 2. selama konflik tersebut terjadi,

                                             27
computer dapat menghitung dengan efektif jarak dari dalamnya penyerangan dan
mengoptimalkan trayek untuk pertahanan pasukan artileri. Kekuatan computer pada masa itu
khusus diukur berdasarkan dari ruang dari ahli matematika dimana “otak elektronik” dapat
ditempatkan, perbandingan yang popular yang tidak menghiraukan perbedaan antara juru
tulis dengan kalkulator meja dan seorang ahli matematika sejati.
Computer elektronik mulai dipergunakan secara komersil pada tahun 1950. system skala
besar pertama untuk memproses data-data bisnis seperti Univac 1 pada biro sensus USA pada
tahun 1951. Itu telah dinyatakan oleh hal tersebut, tanpa computer, data sensus untuk tahun
1950 tidak mungkin dapat ditabulasikan sebelum sensus berikutnya yang dimulai pada
dekade berikutnya.
Mulai pertengahan tahun 1950, perusahaan-perusahaan besar telah mengaplikasikan
computer untuk melakukan perhitungan repetitive perusahaann sendiri, seperti memproses
payroll perusahaannya. Aktivitas ini dikenal dengan Automatic Data Processing-suatu istilah
yang menunjukkan pada proses elektromekanik dari punched card-atau Electronic Data
Processing (EDP). Istilah ini kemudian diringkaskan menjadi Data Processing (DP) seperti
computer yang digunakan untuk keperluan yang luas dan proses data manual menjadi sejarah.
Kemudian, ketika istilah Data Processing hadir untuk menjadi pedoman bagi semua aplikasi
computer dari organisasi, istilah Transaction Processing telah dipergunakan untuk
menggambarkan proses repetitive dari event-event bisnis yang sering terjadi dan merecord
semua data yang berhubungan.
Manajer lebih cepat untuk menganalisa bahwa ikhtisar dari dat transaksi yang cocok dapat
menjadi sebuah nilai yang berpotensi dalam pembuatan keputusan. Mereka bertanya pada
staff proses data organisasi untuk informasi yang dapat diperoleh dari data yang telah
disimpan di dalam computer. Pada waktu yang sama, akses langsung terhadap device
penyimpanan dan online terminal, untuk menyatakan tidak adanya intregasi database dengan
query software, tidak dalam penggunaan secara umum. Bagaimanapun, tidak ada cara yang
mudah untuk memperoleh elemen data tunggal selama permintaan. Satu-satunya cara untuk
memenuhi permintaan adalah untuk menghasilkan report yang berukuran cukup besar yang
berisi semua data elemen yang berkemungkinan masih memiliki hubungan. Dengan demikian
Information Reporting System (IRS) terjadi. Manajer menemukan laporan-laporan yang
tebal, khususnya pada kertas lebar yang berukuran 17 inci dengan garis hijau putih horizontal
yang melintang pada lembar tersebut pada setiap hari senin pagi pada meja kerja mereka.
Beberapa dari laporan ini berguna bagi kebutuhan, laporan yang lainnya bahkan tidak dibaca
dan dibuang ketika laporan hari senin depan tiba.
                                             28
Mode kertas yang berdasarkan IRS mungkin seperti matahari pagi pada abad baru, laporan-
laporan tersebut mendemonstrasikan bahwa computer berisi sebuah persetujuan yang hebat
dari data manajemen yang berguna. Seperti perkembangan teknologi yang mengizinkan akses
instant terhadap data tersebut, konsep dari Management Information System (MIS)
berkembang seiring berjalannya hal tersebut. Ide dibalik MIS adalah untuk menyimpan
semua data-data perusahaan : pelanggan, pemesanan, inventori, jadwal produksi, supplier,
para pekerja, payroll dan kemudian, untuk akses dan korelasi pada permintaan oleh manajer
non teknikal. Mimpi ini tidak akan menjadi kenyataan pada form tersebut pada waktu itu,
karena semua hal-hal yang mendasar memungkinkan teknologi seperti pendistribusian
database tidak tersedia dan system dari era tersebut tidak bersifat user friendly. Hasil dari
usaha sebelumnya ini digunakan dalam MIS untuk menunjuk pada system informasi yang
berorientasi pada hal yang bersifat komersil. Disana terdapat kesempatan yang sempurna
yang dapat memperkenalkan perjalanan system informasi, textbook maupun keduanya.
        Berdasarkan kekurangan-kekurangan yang terjadi dibalik suksesnya, usaha untuk
menghasilkan perusahaan MIS ditunjukkan bahwa data pembuatan keputusan tidak perlu
berasal dari laporan-laporan yang banyak dan tebal. Kekurangan dari sukses ini mungkin
memiliki keuntungan dibaliknya : manajer melihat bahwa mereka memerlukan MIS total
dalam memperoleh informasi yang berguna. Sebagai hasilnya, banyak mode system yang
membantu untuk membuat tipe spesifik dari keputusan-keputusan yang datang ke depannya
pada tahun 1970. inilah yang disebut dengan Decision Support System (DSS). System
pendukung keputusan ini berkembang selanjutnya selama tahun 1980 untuk menyediakan
akses yang lebih mudah bagi end user terhadap data. Pada tahun 1990, data untuk pembuatan
keputusan berkembang menjadi Data Warehouse, yang sangat mendekati dari konsep awal
MIS. Gambar di bawah ini menggambarkan tempat dari DSS dalam struktur perusahaan.

                                   TRANSACTION USER




                                    TRANSACTION
                                  PROCESSING SYSTEM




                                       CORPORATE
                                        DATABASE

                                             29
                                      DECISION SUPPORT
                                           SYSTEM




                    Decision Maker



                       Gambar Flow Diagram dari Data Transaksi DSS

Perbandingan beberapa karakteristik dari tiga jenis system informasi:
• Office information systems (OIS), juga dikenal dengan nama Office automation systems
(OAS), mengembangkan efisiensi dan efektifitas dari pengaturan informasi (word, gambar-
gambar, jadwal, dan item-item lainnya) dalam sebuah office.
• Executive information systems (EIS) memungkinkan manajer tingkat atas dalam
organisasi untuk memproleh informasi yang menjadi pedoman dalam pembuatan keputusan
bagi mereka. Hal ini membuat EIS menjadi sebuah tipe dari DSS.
• Personal information systems dikembangkan dan digunakan oleh satu individu (dalam
proses yang lebih dikenal sebagai End-user computing) untuk mengembangkan
produktifitas personal dan efektifitas personalnya. Efektifitas tersebut dapat mengembangkan
pembuatan keputusan. Personal information system ini juga digunakan untuk kebutuhan ini
juga termasuk salah satu jenis DSS.
• Workgroup information systems digunakan untuk mengembangkan komunikasi dan
koordinasi di antara anggota dari kelompok yang berkolaborasi pada kumpulan dari joint
tasks. System ini dapat dengan sering mendukung pembuatan keputusan secara group.
• Expert systems mengikuti aturan yang serupa dengan orang yang mungkin berkeinginan
untuk mencapai rekomendasi atau kesimpulan akhir dari data yang tersedia. Jika begitu maka
human mungkin mengikuti untuk mencapai keputusan, sebuah expert system dapat juga
digolongkan ke dalam DSS.
• Strategic information systems (SIS) memungkinkan organisasi untuk memperoleh
keuntungan kompetitif dari pesaingnya atau mencegah pesaingnya dari perolehan keuntungan
kompetitif dari hal tersebut.


                                              30
Hal ini merupakan kategori yang berbeda. Mereka overlap, berinteraksi dan saling
melengkapi satu sama lainnya. Beberapa tipe, seperti yang tertulis diatas, memiliki kaitan
yang erat dengan DSS. Beberapa, seperti workgroup systems dan expert systems merupakan
teknologi yang sama banyaknya seperti tipe-tipe dari system informasi.
Ambil transaction processing systems yang pertama dan yang tertua. Meskipun mudah
menggunakannya      seperti   “topi   tua”,   tidak   ada   organisasi   modern   yang   dapat
menggunakannya dalam fungsi yang bersifat jangka panjang. Sebagai tambahan, Transaction
Processing Systems hari ini sering membentuk dasar untuk system informasi strategis yang
kuat.
Information Systems and Decision Support Menimbang jenis dari system informasi yang
tertera di bawah ini. Setiap tipe dapat membantu seseorang untuk membuat keputusan, seperti
berikut ini :
    • Transaction processing system : operator entry pemesanan lewat telepon melihat bahwa
        stok handuk mandi warna maroon telah habis dan bertanya kepada pelanggan apakah
        warna lain dapat diterima. Pelanggan harus memutuskan apakah harus menunggu 2
        minggu lamanya untuk handuk warna maroon, memilih warna lainnya atau melihat
        toko lainnya yang menyediakan handuk berwarna maroon dalam stoknya.
    • Information reporting system : juru akuntansi melihat pada laporan receivable report dan
        memutuskan pelanggan mana yang harus dipanggil untuk mengurus pembayarannya.
    • Executive information system : vice president untuk perencanaan strstegic melihat
        bahwa model perusahaan A-100 adalah mencapai market share dan memutuskan
        untuk memperluas segmen pasar dengan model yang lebih kecil yaitu model A-80
        atau model yang lebih besar yaitu model A-150.
    • Office information (automation) system : direktur bagian marketing selalu diberitahukan
        oleh kalender otomatis dan system penjadwalan dimana enam manajer produksi tidak
        dapat mengadakan pertemuan sebagai group untuk tiga minggu kedepannya,
        memutuskan untuk bertemu dengan empat orang dari mereka pada esok lusa dan
        berbincang-bincang dengan dua orang lainnya pada hari-hari selanjutnya.
    • Personal information system : manajer departemen mencoba beberapa kemungkinan
        budget sebelum memutuskan pilihan yang mana yang akan disetujui selanjutnya.
       Workgroup information system : sales manajer regional harus memutuskan, sebagai
        grup, yang mana usulan dari ketiga perusahaan periklanan nasional yang mereka pikir
        paling efektif bagi perusahaan mereka.


                                               31
   • Expert system : dokter keluarga memutuskan bagaimana untuk memperlakukan pasien
       dengan penyakit darah yang jarang ditemukan dimana para dokter ahli tubuh belum
       pernah menemukan sebelumnya.
   • Strategic information system : system reservasi perusahaan pesawat terbang dan Tootie,
       yang telah digambarkan secara singkat sebelumnya, mendukung keputusan bagi
       pelanggan. Penumpang pesawat dan agen perjalanan mereka menggunakan informasi
       dari dari system reservasi online untuk memilih penerbangan yang cocok untuk
       mereka. Viewer dari Home Shopping Club membuat keputusan pembelian pada harga
       dasar yang ditawarkanpada saat itu : jika terlalu tinggi, mereka tidak akan melakukan
       pembelian; tapi jika harga terlalu rendah, HSC kehilangan pendapatan potensialnya.
       Keputusan pelanggan ini mengikat secara langsung terhadap keputusan bisnis : untuk
       pesawat, penerbangan yang mana yang harus kita jadwalkan? Untuk HSC, bagaimana
       seharusnya kita menyesuaikan harga produk yang kita jual sekarang yang telah kita
       jual via udara.


2.9. SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN KELOMPOK ATAU GROUP DECISION
     SUPPORT SYSTEM (GDSS).

Apa yang dimaksud dengan GDSS?
        Walaupun berbagai definisi telah dikemukakan, namun ada agreement atau
kesepakatanumum yang menyatakan bahwa DSS adalah system berdasarkan komputer yang
interaktif yangmemudahkan pemecahan atas masalah yang tak terstruktur. Konsep
“penunjang keputusan kelompok” membentuk gagasan yang kita kenal dengan sebutan DSS.
System penunjang keputusan kelompok (GDSS) adalah system berdasarkan komputer yang
interaktif yang memudahkan pemecahan atas masalah tak terstruktur oleh beberapa (set)
pembuat keputusan yang bekerja sama sebagai suatu kelompok. Komponen GDSS meliputi
hardware, software, orang, dan produser. Sifat yang penting dari suatu GDSS dapat
disebutkan seperti berikut ini:
1. GDSS adalah system yang dirancang secara khusus, bukan menyerupai konfigurasi dari
  komponen system yang sudah ada.
2. GDSS dirancang dengan tujuan untuk mendukung kelompok pembuat keputusan dalam
  melakukan pekerjaan mereka.
3. GDSS mudah dipelajari dan mudah digunakan.




                                            32
4. GDSS bisa bersifat “spesifik” (dirancang untuk satu jenis atau kelompok masalah) atau
bisa bersifat “umum” (dirancang untuk berbagai keputusan organisasional tingkat kelompok).
5. GDSS berisi mekanisme built-in.
        Sudah merupakan suatu kenyataan bahwa manajer jarang memecahkan masalah
sendirian. Komite, tim proyek, dan gugus tugas yang ada dalam banyak perusahaan
merupakan contoh pendekatan kelompok untuk pemecahan masalah.
Sistem pendukung keputusan kelompok (group decision support system-GDSS), merupakan
“suatu sistem berbasis komputer yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat
dalam suatu tugas (atau tujuan) bersama dan yang menyediakan interface bagi suatu
lingkungan yang digunakan bersama.” Istilah-istilah lain juga telah dibuat untuk menjelaskan
aplikasi teknologi informasi untuk lingkungan kelompok. Istilah ini mencakup group support
system (GSS), computer supported cooperative work (CSCW), computerized collaborative
work support, dan electronic meeting system (EMS). Perangkat lunak yang digunakan dalam
lingkungan ini disebut groupware.
       Definisi GDSS begitu luas dan, oleh karenanya, bisa berlaku atau diterapkan ke
berbagai situasi keputusan kelompok, yang meliputi panel review, task force meeting
eksekutif/dewan, pekerja jarak jauh, dan sebagainya. Aktifitas dasar yang terjadi di kelompok
manapun dan yang memerlukan dukungan berdasarkan komputer adalah :
1. pemanggilan informasi, melibatkan pemilihan nilai data dari database yang ada maupun
pemanggilan informasi sederhana.
2. pembagian informasi, maksudnya menampilkan data pada layar penampil agar bisa dilihat
oleh semua kelompok.
3. penggunaan informasi, mencakup aplikasi teknologi software, procedure, dan teknik
pemecahan masalah kelompok untuk data.


3.0. BAGAIMANA GDSS BERKONTRIBUSI PADA PEMECAHAN MASALAH
        Asumsi yang mendasari GDSS adalah komunikasi yang lebih baik memungkinkan
keputusan yang lebih baik. Komunikasi yang lebih baik tercapai dengan menjaga diskusi
terfokus pada masalah, akibatnya mengurangi waktu yang terbuang. Waktu yang dihemat
dapat dicurahkan untuk diskusi yang lebih menyeluruh mengenai masalah tersebut, sehingga
berkontribusi pada definisi masalah yang lebih baik. Atau, waktu yang dihemat dapat
digunakan dalam mengidentifikasi lebih banyak alternative. Evaluasi alternative yang lebih
banyak meningkatkan kemungkinan mencapai pemecahan yang baik.


                                             33
3.1. PENGATURAN LINGKUNGAN DSS
       GDSS berkontribusi pada pemecahan masalah dengan menyediakan suatu pengaturan
yang mendukung komunikasi. Gambar yang tertera di bawah menunjukkan empat
kemungkinan pengaturan GDSS yang didasarkan pada ukuran kelompok dan lokasi para
anggotanya.
        Pada tiap keadaan, para anggota kelompok dapat bertemu pada waktu yang sama
atau pada waktu yang berlainan. Jika para anggota bertemu pada waktu yang sama, disebut
synchronous exchange. Contohnya adalah rapat komite. Jika para anggota bertemu pada
waktu yang berlainan, disebut asynchronous exchange. Contohnya adalah komunikasi
melalui surat elektronik.
Ruang Keputusan Ruang keputusan merupakan pengaturan untuk rapat kelompok kecil
secara tatap muka. Ruangan tersebut mendukung komunikasi melalui kombinasi perabot,
peralatan dan tata letak.
       Berdasarkan pengaturan yang ditetapkan untuk tiap pertemuan, pesan-pesan yang
dimasukkan satu anggota kelompok untuk anggota lain dapat ditampilkan pada layar besar
agar dapat dilihat seluruh kelompok. Bahan lain yang berhubungan dengan diskusi juga dapat
ditampilkan dari media seperti video, slide, dan transparansi.
       Peralatan dalam ruang pengendalian melaksanakan berbagai macam tugas-
menyimpan catatan input komputer dari semua anggota maupun rekaman audio dan video
dari diskusi.
Jaringan Keputusan Setempat Jika kelompok kecil tidak mungkin bertemu secara tatap
muka, para anggota dapat berinteraksi melalui jaringan setempat (local area network), atau
LAN. Seorang anggota memasukkan pendapt ke dalam terminal keyboard dan melihat
pendapat anggota-anggota lain di layar.
Pertemuan Legislatif Jika kelompok terlalu besar untuk ruang keputusan, pertemuan
legislative (legislative session) diperlukan. Ukuran besar menimbulkan kendala-kendala
tertentu pada komunikasi. Mungkin kesempatan tiap anggota untuk berpartisipasi secara
sama hilang atau waktu yang tersedia kurang memadai. Pendekatan lain adalah fasilitatir
menentukan bahan apa yang ditampilkan pada layar untuk dilihat oleh kelompok.
Konferensi Bermedia Komputer Beberapa aplikasi kantor virtual memungkinkan
komunikasi antara kelompok-kelompok besar dengan anggota yang tersebar secara geografis.
Ini   merupakan     aplikasi   yang   dikenal    bersama   sebagai   konferensi   jarak   jauh
(teleconferencing), dan meliputi konferensi komputer, konferensi audio dan konferensi video.


                                                34
3.2. TEKNOLOGI GDSS
Dalam model yang di buat umum ini, kelompok pembuat keputusan mempunyai akses ke
base data, base model, dan software aplikasi GDSS selama waktu meeting yang menetapkan
suatu keputusan. Namun demikian, komponen dasar dari segala GDSS meliputi hardware,
software, orang-orang dan prosedur. Selanjutnya kita akan membahas secara lebih rinci
komponen tersebut.
3.2.1. HARDWARE
Tanpa memandang situasi keputusan spesifik, kelompok sebagai keseluruhan atau setiap
anggota harus dapat mengakses prosesor komputer dan menampilkan informasi. Keperluan
(persyaratan) hardware minimal untuk system tersebut mencakup: peralatan input/output,
prosesor, jalur komunikasi antara peralatan I/O dan prosesor, dan layer penampil untuk
umum atau monitor perorangan guna menampilkan informasi kepada kelompok.
3.2.2. SOFTWARE
Komponen software dari GDSS meliputi database, base model, program aplikasi khusus yang
akan digunakan oleh kelompok, dan interface pemakai fleksibel yang mudah digunakan.
Beberapa system GDSS yang sangan spesifik tidak memerlukan database; misalnya, system
yang hanya mengumpulkan, mengorganisir, dan mengkominikasikan opini anggota tentang
suatu masalah.software GDSS bisa dan tidak bisa berinterface dengan software DSS
individual. Komponen teknologi GDSS yang paling khusus adalah software aplikasi yang
dikembangkan secara khusus yang mendukung kelompok dalam proses keputusan. Fasilitas
yang tepat dari software ini sangat bervariasi, namun mencakup hal berikut ini:
3.2.3. FASILITAS DASAR
- Penciptaan teks dan file data, modifikasi, dan penyimpanan untuk anggota kelompok.
- Word processing untuk mengedit dan memformat teks.
- Fasilitas pembelanjaan untuk pemakai GDSS yang belum mampu.
- Fasilitas “help” on-line
- Worksheet, spreadsheet, decision trees, dan alat lain untuk menampilkan angka dan teks
secara
grafis.
- Manajemen database yang state-of-the-art.
3.2.4. FASILITAS KELOMPOK
- Peringkasan grafik dan bilangan dari gagasan dan pendapat anggota kelompok.
- Menu yang memberitahu (prompt) untuk memasukkan (input) teks, data, dan pendapat oleh
anggota kelompok.
                                              35
- Program untuk prosedur kelompok khusus.
- Metode penganalisaan interaksi kelompok sebelumnya dan keputusan.
- Transmisi teks dan data diantara anggota kelompok, diantara anggota kelompok dan
fasilitator,
dan diantara anggota kelompok dan prosesor komputer sentral.
3.2.5. ORANG-ORANG
Komponen “people” (orang_orang) dari GDSS meliputi anggota kelompok dan “fasilitator
kelompok” yang bertanggung jawab atas beroperasinya teknologi GDSS dengan baik ketika
ia sedang digunakan.
3.2.6. PROSEDUR
Komponen terakhir dari GDSS adalah prosedur, yang bisa memudahkan operasi dan
membuat penggunaan teknologi oleh anggota kelompok menjadi efektif. Dalam kasus yang
terakhir ini, GDSS bisa dirancang agar bisa mengakomodasi teknik pembuatan keputusan
kelompok spesifik, seperti teknik kelompok nominal.


3.7. Contoh GDSS
        Dalam pertemuan GDSS umum yang menggunakan GroupSystems dari University of
Arizona, suatu kelompok akan bertemu dalam ruang keputusan. Para peserta akan menulis
pendapat mengenai suatu topic seperti, “sasaran apa yang perlu dimiliki oleh perusahaan kita
untuk tahun depan?” dengan menggunakan program Electronic Brainstorming (EBS).
Program ini menyediakan komunikasi pararel maupun anonimitas.
        Komunikasi pararel adalah saat semua peserta menulis pendapat pada saat yang
bersamaan, dan anonimitas adalah saat tak seorang pun mengetahui siapa yang menulis suatu
pendapat tertentu. Anonimitas memungkinkan tiap peserta menuliskan apa yang benar-benar
dipikirkannya tanpa khawatir diejek oleh anggota kelompok yang lain. Juga, hal itu
memungkinkan tiap ide dievaluasi berdasarkan nilainya daripada siapa yang mengusulkannya.
        Setelah sekitar setengah jam menuliskan berbagai pendapat mengenai topic utama,
para anggota kelompok mengumpulkan pendapat-pendapat itu ke dalam beberapa kategori
dengan menggunakan program lain yang disebut Idea Organizer. Misalnya, semua pendapat
yang berkaitan dengan suatu sasaran tertentu dapat dikelompokkan bersama, sedangkan
pendapat yang berkaitan dengan sasaran-sasaran lain dikelompokkan dalam kategori-kategori
lain.
        Akhirnya, para anggota kelompok menggunakan program vote untuk memberi
peringkat pada daftar kategori yang diikhtisarkan oleh Idea Organizer, menurut criteria

                                             36
tertentu seperti pentingnya bagi keseluruhan perusahaan. Tiap anggota menciptakan daftarnya
sendiri dan tidak dipengaruhi oleh peringkat orang lain.
Ikhtisar dari daftar peringkat ini kemudian ditampilkan pada layar umum untuk memberikan
gambaran pada kelompok mengenai consensus mereka pada topik pertemuan.




                                  Kecil            Ukuran Kelompok       Besar




               Tatap                        Ruang                Pertemuan
               muka                       Keputusan              Legislatif
Jarak
Peserta


                                           Jaringan              Konferensi

               Tersebar             Keputusan Setempat       Bermedia-komputer




   Gambar 4.1.Ukuran Kelompok dan Lokasi Menentukan Pengaturan Lingkungan GDSS


3.8. GROUPWARE


                                              37
         Walau konsep DSS dibangun di atas dasar teoritis yang kuat, groupware tidak
menikmati keuntungan yang sama. Sebaliknya, groupware berkembang dari sejumlah sumber
yang kelihatannya tidak berhubungan, yang dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan .
salah satu usaha yang paling berpengaruh adalah yang dilakukan oleh University Of Arizona,
dengan sumbang saran secara elektronik (electronic brainstorming), pengatur gagasan (idea
organizer), dan perangkat lunak pemungutan suara. Usaha serupa juga dilakukan di berbagai
universitas dan organisasi bisnis lain.


3.9. FUNGSI GROUPWARE
         Dalam meyediakan dukungan di empat area yang dijelaskan di atas, groupware dapat
melakukan beragam fungsi. Tabel yang tercantum di bawah ini mendaftarkan berbagai fungsi
utama dan menunjukkan fungsi-fungsi tersebut didukung oleh empat produk groupware yang
popular. Selain produk-produk yang ditampilkan, groupware lain mencakup BeyondMail dari
Banyon, Collabra Share dari Collabra, LinkWorks dari Digital, Conference+ dari The
MesaGroup, serta onGo dari Uniplex software. Tiap produk menawarkan suatu kombinasi
kemampuan yang unik, dan tidak ada produk yang menawarkan semuanya.


     Fungsi               IBM                ICL            Lotus             Novell
                      Workgroup           Team WARE         Notes          Group Wise
                                            Office

Surat                      X                  X               X                  X
elektronik

FAX                         X                 X               O                  X

Voice                                                         O                  X

Messaging

Akses Internet              X                 X               O                  X

Bulletin Board                                X               3                  O

System

Kalender                    X                 X               3                  X
pribadi

Kalender                    X                 X               O                  X
Kelompok


                                             38
Konfrensi                  O                X                 3                  3
Elektronik

Manajemen                  X                X                 3                  X
Tugas

Konfrensi                  O
Video Desktop

Akses Database             O                X                 3

Pengaturan                 O                X                 3                  X
Arus Kerja

Rekayasa                   O                X                 3
Ulang

Fomulir                    O                3                 3                  O
Elektronik

Dokumen                    O                X                 X                  O
kelompok

Keterangan : X = Kemampuan standar; O = Kemampuan opsional; 3 = Penawaran pihak
ketiga
                   Gambar : Fungsi-fungsi utama Groupware



4.0. LOTUS NOTES

         Paket groupware yang melanda dunia bisnis adalah Notes dari Lotus Development
Corporation. Notes dikeluarkan tahun 1988 dan sejak itu dipakai oleh 1,3 juta pemakai di
lebih 2.000 perusahaan di seluruh dunia. Fungsi-fungsi yang dilakukan oleh Notes terdaftar
dalam table yang tertera diatas.
Jelas dari table tersebut bahwa Notes, dengan konfigurasi asli, menawarkan sedikit fungsi
dasar. Bahkan, hanya surat elektronik dan dokumen kelompok yang disertakan sebagai
standar. Sebagian besar fungsi merupakan kemampuan opsional atau dikembangkan oleh
perusahaan pihak ketiga. Kalau begitu, apa yang menyebabkan Notes begitu berhasil?
Kunci utama keberhasilan Notes adalah kenyataan bahwa Notes merupakan salah satu produk
groupware pertama yang ada di pasar dan ia mendapat dukungan kuat dari Lotus dan IBM.
Kunci lainnya adalah Notes berfungsi. Notes dapat menangani tugas dasar komunikasi di
perusahaan besar dan kecil.




                                           39
Notes menangani jenis data informal yang begitu penting bagi manajer-data umumnya
bersifat bukan angka dan tidak dapat muat dalam baris dan kolom dari system manajemen
database relasional. Manajer harus dapat mengkomunikasikan informasi ini pada atasan,
rekan, bawahan, dan mitra usaha secara cepat dan mudah, dan Notes sangat baik
mengerjakannya.


4.1. KISAH KEBERHASILAN NOTES
        Contoh bagaimana Notes dapat digunakan dalam suatu perusahaan besar dapat
dilihat pada NYNEX, perusahaan telepon New York/ New England. Pada akhir 1995,
NYNEX dijadwalkan untuk memiliki 27.000 pemakai Notes. Sebagian besar pemakai ini
perlu mengakses dan menggunakan informasi sumber daya manusia. Kelompok Pendukung
Teknologi Informasi Sumber Daya Manusia NYNEX telah membuat beberapa database di
bawah ini yang digunakan oleh Notes agar isinya tersedia di seluruh perusahaan :
   • Database Notes (Notes database) NYNEX menghapus buku panduan pegawai yang
       tercetak dan menggantikannya dengan suatu database Notes. Jika kebijakan
       perusahaan berubah, database itu diperbaharui dan Notes menyalin (replicate)
       perubahan tersebut di berbagai server di seluruh perusahaan. Kemampuan replication
       ini, yaitu secara otomatis memperbaharui semua data yang tersimpan di seluruh
       system, merupakan keunggulan Notes.
   • Database diskusi (Discussion database) suatu database yang disebutdatabase diskusi
       dibuat untukmemungkinkan karyawan menyuarakan keprihatinan mereka tentang
       masalah-masalah tertentu. Notes secara otomtis meyalurkan keprihatinan tersebut ke
       pejabat perusahaan.
   • Database definisi laporan (Report-definition database) database definisi-laporan
       berfungsi sebagai gudang informasi sumber daya manusia yang dapat digunakan oleh
       orang-orang di seluruh perusahaan. Dengan membuat informasi tersebut tersedia dari
       sumber pusat dalam format laporan yang telah ada sebelumnya, NYNEX banyak
       mengurangi kebutuhan untuk membuat laporan khusus dari awal.
       NYNEX menyebut database Notes-nya sebagai ruang umum virtual, karena berfungsi
sebagai penampung informasi yang tersedia bagi semua pegawai di seluruh perusahaan.


4.2. STRATEGI GROUPWARE
        David Coleman adalah seorang konsultan Collaborative Strategies, suatu perusahaan
berbasis di San Fransisco yang mengkhususkan diri dalam komputasi kelompok kerja. Ia
                                             40
menyarankan agar ketika GDSS akan diluncurkan, para pemecah masalah harus lebih dahulu
berkumpul untuk pertemuan orientasi. Kemudian, manajemen harus menyadari pengaruh-
pengaruh intern ketika mengambil empat langkah yang disarankan.


4.3. PERTEMUAN ORIENTASI GROUPWARE
        Tujuan pertemuan orientasi adalah memperkenalkan para pemecah masalah dengan
groupware. Coleman menamakan metodologi ini Permainan Transformasi Bisnis (Business
Transformation Game), karena ini dirancang untuk digunakan oleh perusahaan-perusahaan
yang berencana untuk melakukan rekayasa ulang proses bisnis dengan membuat perubahan-
perubahan dasar dalam cara berbisnis mereka.
Permainan transformasi bisnis seperti permainan misteri pembunuhan di mana para
pemainnya memiliki peran yang diberikan. Tiap pemain memiliki informasi tertentu yang
tidak diketahui pemain lain, dan sebagian informasi diketahui bersama. Tujuan dari
permainan ini adalah menyelamatkan proses bisnis yang akan mati. Peralatan groupware
diigunakan untuk mengidentifikasi masalah dan menerapkan solusi. Groupware yang
digunakan Coleman mencakup GroupSystems for Windows dari Ventana Systems, Lotus
Notes dan Workflow Analyzer and Builder dari Action Technologies.
Pertemuan orientasi diikuti 4 sampai 30 pemecah masalah, yang dikumpulkan dalam suatu
ruang keputusan yang dilengkapi laptop yang terhubung dengan jaringan. LiveBoard Xerox
dan panel LCD (liquid clear display) menampilkan materi yang dihasilkan computer.
Pertemuan ini berlangsung selama dua hari, dan pagi hari pertama diisi dengan kuliah
Coleman tentang groupware. Sorenya, para pemecah masalah berkumpul dalam pertemuan
tukar pikiran untuk mengidentifikasi masalah. Hari kedua diisi dengan penggunaan
groupware. Setelah menyelesaikan pertemuan orientasi, para pemecah masalah siap untuk
menghadapi masalah sesungguhnya dalam perusahaan mereka.


4.3. KIAT-KIAT PENERAPAN
Berdasarkan pengalaman konsultasinya, Coleman menyarankan agar orang atau orang-orang
yang bertanggung jawab atas suatu proyek groupware mengambil empat langkah yang
digambarkan pada gambar yang tertera dibawah ini
    1. Tunjuk seorang pemimpin groupware. Pemimpin ini harus seorang manajer tingkat
       puncak yang akan menjadi kekuatan penggerak dalam mengambil langkah-langkah
       berikutnya.


                                           41
       2. Pilih suatu proyek percontohan. Daripada mencoba seperusahaan, pilih satu proyek
          yang jelas terlihat dan berdampak nyata pada keuangan.
       3. Definisikan masalah. Siapa saja para pemecah masalah? Di mana mereka berada?
          Berapa banyakkah mereka? Akankah mereka berkomunikasi langsung? Jawaban atas
          pertanyaan-pertanyaan ini menentukan fungsi-fungsi yang perlu disediakan
          groupware.
       4. Memilih groupware. Evaluasi produk-produk groupware yang tampak berpeluang
          terbaik untuk memenuhi kebutuhan dan pilihlah yang paling baik.
Saat     langkah-langkah    ini   diambil,     pemimpin      harus   meyadari   bahwa   groupware
mempengaruhi budaya perusahaan, karena groupware mengubah cara orang menghadapi
masalah, dan ia harus meyediakan waktu yang cukup agar perubahan itu terjadi. Pemimpin
juga harus siap untuk menghadapi tantangan karena polotik perusahaan dan kebutuhan
individual.
           Focus utama konsep DSS, seperti yang mula-mula diformulasikan oleh Gorry dan
Scott Morton, adalah computer harus digunakan untuk mendukung manager tertentu
membuat keputusan tertentu untuh memecahkan masalah tertentu. Namun focus GDSS,
bergeser dari keputusan ke komunikasi yang memungkinkan beberapa pemecah masalah
bekerja sama sebagai satu unit yang terkoordinasi. Kata kunci dalam DSS adalah Keputusan
dan kata kunci dalam GDSS adalah Komunikasi.


                                                Budaya
                                               Perusahaan

                 Politik                                                 Tantangan
               perusahaan                       1.                       Individual
                                         Tunjuk Pemimpin
                                            Groupware

                                                    2.
                                              Pilih proyek
                                              percontohan

                                                   3.
                                               Defenisikan
                                                Masalah
                                                    4.
                                             Pilih Groupware




                                                   42
                             Gambar : Penerapan Groupware

4.4. MENERAPKAN PENDEKATAN SISTEM

      Saat ini terdapat lebih dari 500 piranti groupware di pasar. Namun, mereka dapat
diklasifikasikan menjadi empat kategori utama, berdasarkan kemunculan mereka di dalm
proses pemecahan masalah.

   • Perangkat Lunak Tukar Pikiran. Para pemecah masalah mencatat ide-ide mereka,
      melihat ide orang lain, dan memberi komentar atas ide orang lain dalam format
      terstruktur. Hasil akhirnya adalah suatu catatan tertulis tentang semua ide dan
      komentar. Perangkat lunak ini mendukung tahap definisi dari pendekatan sitem
      dengan cara mengidentifikasi elemen system dan tingkat tempat masalah itu berada.
    • Perangkat Lunak Pemberian Nilai dan Peringkat Alternatif. Para pemecah
      masalahmenggunakan daftar berbagai solusi alternative dan memberikan nilai atau
      peringkatnya.     Perangkat   lunak    ini   mengambil      berbagai    evaluasi   dan
      mengkombiasikannya dalam bentuk table atau grafik. Perangkat lunak ini mendukung
      tahap solusi dengan menyediakan cara mengidentifikasi dan mengevaluasi berbagai
      alternative solusi.
    • Perangkat Lunak Pencapaian Konsensus. Perangkat lunak ini menginformasikan para
     pembuat keputusan tentang tingkat keseragaman dalam berbagai alternative evaluasi.
     Jika tidak terdapat kesepakatan umum, para pemecah masalah dapat berdiskusi lebih
     lanjut. Perangkat lunak ini mencari suatu solusi bersama bila terdapat perbedaan
     pendapat. Perangkat lunak ini mendukung para pemecah masalah saat merekamemilih
     alternative terbaik.
   • Perangkat Lunak Penulisan Kelompok. Para pemecah masalah dapat menciptakan
     kerangka suatu laporan tertulis dan tiap pemecah masalah dapat berkontribusi secara
     independent dengan menulis bagian-bgiannya atau memberikan saran pada bagian-
     bagian yang ditulis orang lain. Dengan demikian laporan tertulis itu mencerminkan
     konsistensi dan kesepakatan saat laporan itu maju ke bentuk jadinya. Perangkat lunak
     ini memungkinkan para pemecah masalah menerapkan solusi mereka.


Sementara SIM terutama memberikan dukungan dalam tahap identifikasi dan pemahaman
masalah, DSS-khususnya groupware memberikan dukungan di seluruh proses pemecahan
masalah.


                                             43
4.5. KATEGORI GDSS: 4 SKENARIO
Kerangka penunjang keputusan kelompok ini memberi penekanan bahwa tujuan dan
konfigurasi dari suatu GDSS akan beragam atau bervariasi menurut durasi session pembuat
keputusan dan derajad kedekatan fisik dari anggota kelompok.
Skenario 1 Ruang Keputusan Skenario pertama sama dengan “Decision Room” (ruang
keputusan) menurut Gary (1981) dan bisa dianggap sebagai ekuivalen elektronik dengan
meeting tradisional. Organisasi menyusun atau menata suatu ruang (persis seperti boardroom)
yang berisi fasilitas khusus untuk mendukung pembuatan keputusan kelompok. Dalam
konfigurasi dari suatu GDSS yang sangat sederhana, hanya fasilitator kelompok-lah yang
berinteraksi secara langsung dengan komputer. Komunikasi bisa ditrasmisikan secara verbal
atau pengiriman pesan lewat komputer.
Skenario 2 Jaringan Keputusan Local GDSS bisa mempunyai konfigurasi yang agak
berbeda dalam setting, dimana sekelompok pembuat keputusan yang jumlahnya sudah pasti,
yang saling bekerja secara dekat, harus mengenai masalah tertentu secara teratur. Setiap
pembuat keputusan akan mempunyai sebuah workstation, atau sesuatu yang disebut oleh
Dickson (1983) sebagai “fasilitas penunjang manajerial”, yang ditempatkan pada meja tulis
atau meja kerjanya. Prosesor sentral akan menyimpan software GDSS umum dan database,
dan jaringan area local akan memberitahukan komunikasi anggota ke anggota dan
komunikasi anggota ke prosesor sentral. Cara atau pendekatan ini menawarkan fleksibilitas
yang lebih besar, dimana kendala one place/one-time\ dari scenario 1 bisa dihilangkan. Ada
kelemahan dengan cara ini, yaitu jarang sekali terjadi komunikasi face-to face.
Skenario 3 Teleconferencing jenis GDSS ketiga ini diperlukan oleh kelompok yang
anggotanya tersebar secara geografis, namun mereka harus „berkumpul‟ untuk membuat
suatu keputusan. Dalam hal ini, dua ruang keputusan atau lebih disambungkan bersama
dengan   fasilitas   visual   dan   atau   komunikasi.   Dengan     menggunakan   teknologi
teleconferencing, meeting dapat dirancang sedemikian rupa sehingga pembuatan keputusan
bisa terjadi tanpa harus semua peserta berada di satu lokasi (atau di lokasi yang sama).
Teleconferencing digunakan untuk melengkapi komponen komunikasi dari GDSS.
Keuntungan yang kita dapatkan dari cara ini adalah berkurangnya biaya perjalanan dan
fleksibilitas dalam kaitannya dengan waktu dan durasi penyelenggaraan meeting.
Skenario 4 Pembuatan Keputusan Jarak Jauh skenario keempat ini belumlah umum
digunakan, namun kemungkinan penggunaannya di masa dating sangatlah besar. Disini, ada
komunikasi yang tak terintrupsi diantara “decision station” (stasiun keputusan) jarak jauh


                                              44
(remote) dalam organisasi yang tersebar secara geografis, yang mempunyai kelompok orang
yang sudah pasti yang harus secara teratur membuat keputusan bersama.


4.6. PERSOALAN DESAIN DAN IMPLEMENTASI
Riset mengenai dinamika pembuat keputusan kelompok yang ada saat ini mempunyai
beberapa implikasi untuk desain dan penggunaan GDSS. Tiga implikasi desain yang berasal
dari literature dinamika kelompok akan dibahas pertamakali, kemudian akan dikemukakan
opsion atau pilihan implementasi yang bisa digunakan untuk GDSS.
Pertama, tujuan GDSS harus menjadi alat pendorong terjadinya partisipasi aktif dari semua
anggota kelompok. Kedua, diperlukan akomodasi khusus untuk kelompok yang sebalumnya
tidak memiliki pengalaman kerja bersama. Ketiga, suatu fasilitas yang berguna dari suatu
GDSS akan membantu manajemen tingkat tinggi dalam memilih orang-orang yang akan
dijadikan anggota kelompok untuk menangani masalah atau keputusan tertentu.
Sebelum system penunjang keputusan untuk kelompok bisa secara luas digunakan dan
dimanfaatkan oleh organisasi, diperlukan usaha pengembangan yang ekstensif. Kaitannya
dengan instalasi, ada tiga kemungkinan yang bisa kita pilih yaitu:
1. menginstal system secara permanent di tempat pemakai
2.menyewa system dengan dasar on-call dari vendor (menyewa system bila memerlukannya).
3. mengakses system jarak jauh dari tempat vendor.




                                              45
                                         BAB IV
                                        PENUTUP


1.1. Kesimpulan
         Sebuah Sistem Pendukung Keputusan (SPK) atau Decision Support Systems (DSS)
merupakan suatu reaksi terhadap beberapa solusi alternatif yang dilakukan secara sadar
dengan    menganalisa      kemungkinan-kemungkinan    dari   alternatif   tersebut   bersama
konsekuensinya. Setiap Sistem Pendukung Keputusan (SPK) akan membuat pilihan akhir,
dapat berupa tindakan atau opini. Itu semua bermula ketika kita merasa memerlukan atau
membutuhkan suatu keputusan atau decision yang harus dipertimbangkan dalam sebuah
kondidisi atau keadaaan.
Langkah dalam pembuatan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) baik dari segi studi
kelayakan, persetujuan terhadap proposal kelayakan, pemilihan hardware dan software,
presentasikan pengetahuan yang diperoleh dari para ahli dan pakar kedalam komputer,
implementasikan pengetahuan dalam bentuk bahasa yang dipahami oleh komputer,
menggunakan suatu bahasa pemrograman, maupn dari segi uji sistem yang telah dibuat. DSS
dapat memperluas dukungan manajer dalam pemecahan masalah, karena DSS disesuaikan
dengan kebutuhan khusus manajer.


1.2. Saran
Sistem Pengambilan Keputusan (SPK) sering digunakan menganalisa Keputusan. Tetapi hasil
yang didapatkan adalah pilihan altematif terbaik, bukan alokasi terhadap masing-masing
altematif nilai utilitas yang digunakan benar-benar merupakan nilai yang terkandung dalam
diri pengambil keputusan, karena jika nilai dalam diri pengambil keputusan berubah, maka
data nilai utilitas juga berubah, dengan demikian akan mempengaruhi hasil pemecahan
masalahnya. Dalam pengambilan keputusan membutuhkan konsep serta tahapan yang tertera
dalam prosedur yang telah diberlakukan atau ditetapkan.




                                            46
                   DAFTAR PUSTAKA



 http://id dosen.amikom.ac.id

 http://h1.ripway.com/eri07330001/doc/SPK.pdf

 yohanes_ari.staff.gunadarma.ac.id

 http://id komputasi.inn.bppt.go.id

 http://id library.usu.ac.id

 http://id komputasi.inn.bppt.go.id




                                47

								
To top