Ikhsan

Reviews
Categories
Tags
Stats
views:
456
rating:
not rated
reviews:
0
posted:
11/21/2008
language:
Indonesian
pages:
0
LAPORAN PRAKTIKUM LINUX MANDRIVA 2007-2008 Oleh : Dwi Ikhsan S. 06060081 TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 TARAKAN 2008 A. Pengaturan BIOS Sebelum melakukan penginstalan langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah pengaturan bios, berikut langkah-langkahnya: 1. Masukkan CD install windows kedalam CD/DVD Room, setelah itu tekan tombol power, setelah itu ketika booting cepat tekan tombol delete. 2. Jika tidak masuk kedalam BIOS berarti tipe motherboard anda menggunakan tombol F2 untuk masuk kedalam BIOS. 3. Ulangi dengan menekan tombol reset kemudian tekan F2. 4. Setiap BIOS Setup terkadang memiliki menu setting yang berbeda tergantung vendor-nya (perusahaan pembuat). 5. Jika sudah masuk kedalam BIOS maka akan tampil salah satu jenis BIOS setup. Perhatikan gambar berikut. 6. Pada IDE Configuration tekan enter maka akan muncul informasi Harddisk dan CDROM 7. Ini berfungsi untuk memastikan apakah Harddisk dan CDROM sudah terbaca. 8. Kemudian pindah ke Tab Boot. 9. Instalasi Windows XP dilakukan lewat CD-ROM Drive, maka kita lakukan pemilihan boot. 10. Pada 1st Boot Device pilih CD-ROM Drive, 11. Pada 2 nd Boot Device pilih Hard Drive. 12. Kemudian simpan perubahan yang anda lakukan tadi dengan memilih exit dan [yes]. Maka komputer akan kembali restart. 13. Dalam beberapa tipe motherboard terdapat hotkey atau shortcut untuk memilih first booting tanpa masuk kedalam BIOS, caranya adalah menekan F10. 14. Maka beberapa saat proses penginstalan akan segera dimulai B. Instalasi Linux Tahap Penginstalan Linux 1. Menu Boot Prompt  Setting BIOS telah dilakukan, dan computer telah direstart. Segera masukkan CD1 Linux Mandriva 2007. tunggu beberapa saat hingga muncul pilihan boot sebagai berikut.   Pilih menu Install Mandriva Linux 2007 Spring on your system. setelah itu kita akan masuk ke pilihan Language. Lakukan setting Language (bahasa) sesuai yang diperlukan. Kita pilih saja English (American) kemudian tekan Next. 2. Licence Agreement Pada bagian ini, untuk mempersingkat waktu klik pada pilihan Accept untuk meneruskan proses instalasi. 3. Keyboard Layout Pilih saja Setting Keyboard yang kita gunakan. Untuk default pilih saja US keyboard (international). Tekan Next 4. Security Level Pada pilihan ini, kita memilih settingan standard saja. Agar lebih memudahkan dalam penginstalan nanti. Setelah itu tekan Next. 5. Partitioning  Disini kita akan mempartisi Hardisk di Linux. Di situ terdapat beberapa pilihan yaitu Use Existing Partitions (menggunakan Pastisi yang sudah ada), Erase and Use Entire Disk (Hapus dan gunakan Disk yang ada) dan terakhir Costum disk partitioning ( mensetting sendiri partisi disk).  Karena kita ingin menggunakan Costum disk partitioning maka klik pilihan tersebut dan tekan Next. Selanjutnya akan terlihat gambar sebagai berikut:  Seperti yang terlihat digambar, bahwa ekstensi swap, kemudian Journalised FS (ext3) telah digunakan atau telah terpartisi. Namun masih menyisakan ruang kosong/ free space di harddisk tersebut. Kita akan menggunakannya untuk membuat satu partisi berekstensi ext3 (Journalised FS). Sekarang klik ruang kosong yang ingin kita partisi kemudian pilih Crate New Partition  Kemudian masukkan nilai maksimum di Size in MB. Pada pilihan Filesystem type, pilih Journalised FS ext3. setelah itu tekan OK. Maka akan terlihat seperti gambar berikut.  Partisi berhasil dibuat. Setelah Harddisk telah kita partisi, tekan Done dan akan muncul Dialog Box sebagai berikut  Pesan tersebut berisi “Partisi yang ada dalam haddisk akan di tulis/write di Disk” ini artinya saat mempartisi Linux akan me rewrite dan membagi/Partisi ulang harddisk sehingga bisa digunakan dan data yang ada didalamnya otomatis terhapus (kecuali yang ada dalam Windows). Jika sudah yakin dengan persiapan yang ada, tekan Ok. Akan muncul pilihan format partisi untuk Root.  Beri centang pada pilihan yang ada kemudian tekan Next. Secara otomatis Harddisk akan di format untuk membuat partisi yang telah kita buat sebelumnya. 6. Instalasi Paket  Setelah memformat Hardisk untuk di partisi, tahap selanjutnya dalam instalasi linux adalah Instalasi Paket atau Paket Software dalam linux.  Setelah muncul Dialog box seperti gambar diatas, tekan next. Kemudian kita akan diarahkan ke Package Group Selection. Disini kita bisa memilih paket apa saja yang perlu di install. Pada gambar di bawah ini adalah Package default dari instalasi Linux.  Pada contoh kali ini kita akan menginstal untuk keperluan Desktop computer, maka kita akan mengintal hampir dari semua paket yang ada kecuali dari Server. Lihat gambar berikut.  Tekan Next, selanjutnya ada menu Software Management. Berisi aplikasiaplikasi apa saja yang perlu kita install di Linux. Dan pada gambar terdapat 3 Kategori yaitu Workstation, Server, Graphical Environment.  Jika dirasa perlu mencek kembali software/paket yang akan diinstal silahkan di lihat dengan menekan tanda panah tersebut. Apabila dirasa sudah cukup, tekan Instal untuk memulai penginstalan paket.  Tunggu hingga semua paket telah di Intall dan kita akan berlanjut ke tahap selanjutnya 7. Authentication  Selesai dari tahap penginstalan, Linux akan meminta Autentifikasi dengan mengisi password Root (hak akes tertinggi) isi password sesuai keinginan. Usahakan password dibuat dengan kombinasi huruf dan angka agar sewaktuwaktu password tidak bisa di tebak orang lain.   Setelah mengisi password Root, tekan next untuk tahap selanjutnya. 8. Add User Masukkan nama asli user, kemudian login name bersama password. Ini digunakan pada saat anda ingin menggunakan Linux.  Isi form tersebut. Jika sudah selesai tekan next untuk melanjutkan. 9. Autologin Pada mandriva 2007, jika hanya memakai satu user saja maka fitur Autologin dapat dilakukan. Autologin sendiri adalah fitur dimana komputer secara otomatis akan ter-login di Linux tanpa harus mengisi password di menu login. Ini bisa mempermudah User tersebut. Jika anda tidak membutuhkannya, jangan beri tanda centang pada pilihan “Use This Fiture” kemudian tekan next untuk melanjutkan. 10. Bootloader Bootloader adalah sebuah service yang hanya aktif jika dalam komputer tersebut terinstal 2 atau lebih system operasi. Dimana service bootloader ini berbentuk tampilan dan berisi pilihan ssstem operasi yang ingin di pakai. Linux akan meminta dimana tempat/direktori bootloader tersebut di install. Pilih salah satu kemudian tekan next untuk melanjutkan. 11. Summary  Di menu ini merupakan review dari apa yang kita install sebelumnya. Termasuk konfigusari hardware. Ini berfungsi untuk mengecek kembali apa saja yang telah terinstal atau yang telah terkunfigurasi sebelumnya. Apakah sudah benar atau belum. Previewnya ada pada gambar berikut.  Kita akan mengkunfigurasi ulang pada bagian System > Country/Region untuk  Mengganti bagian Region. Sebagai contoh kita akan mengubah Settingan sebelumnya yang “United Kingdom” menjadi “Switzerland”  Setelah itu selanjutnya mengkonfigurasi Graphic Card pada Hardware > Graphical Interface – 1280x800bpp.  Selanjutnya adalah konfigurasi Network pada bagian Network & Internet > Network – Ethernet.  Kemudian pilih interface/kartu jaringan yang kita gunakan.  Tekan next, dan kita di haruskan untuk mengkonfigurasi Ethernet Card tersebut dengan mengisi IP,Netmask, dsb.  Selanjutnya mengaktifkan beberapa Opsi. Beri tanda centang saja pada bagian yang perlu. Kemudian tekan next  Computer meminta agar koneksi di jalankan. Pilih Yes kemudian tekan next.  Konfigurasi telah selesai dilakukan.  Jika dirasa sudah cukup atau sudah terkonfigurasi. Tekan Finish untuk tahap selanjutnya. 12. Update  Sebelum tahap Instalasi Linux selesai, computer meminta apakah anda ingin menginstal Update paket terbaru dari Distro Linux.  Pilih No kemudian tekan Next untuk melanjutkan tahap terakhir dari instalasi. 13. End Of Installation Akhirnya semua perangkat dan paket telah di install. Untuk mengakhiri tekan tombol Reboot dan Linux sudah siap digunakan. C. DHCP Server 1. Pendahuluan DHCP (Dynamic Configuration Protocol) adalah layanan yang secara otomatis memberikan nomor IP kepada komputer yang memintanya. Komputer yang memberikan nomor IP disebut sebagai DHCP server, sedangkan komputer yang meminta nomor IP disebut sebagai DHCP Client. Dengan demikian administrator tidak perlu lagi harus memberikan nomor IP secara manual pada saat konfigurasi TCP/IP, tapi cukup dengan memberikan referensi kepada DHCP Server. Pada saat kedua DHCP client dihidupkan , maka komputer tersebut melakukan request ke DHCP-Server untuk mendapatkan nomor IP. DHCP menjawab dengan memberikan nomor IP yang ada di database DHCP. DHCP Server setelah memberikan nomor IP, maka server meminjamkan (lease) nomor IP yang ada ke DHCP-Client dan mencoret nomor IP tersebut dari daftar pool. Nomor IP diberikan bersama dengan subnet mask dan default gateway. Jika tidak ada lagi nomor IP yang dapat diberikan, maka client tidak dapat menginisialisasi TCP/IP, dengan sendirinya tidak dapat tersambung pada jaringan tersebut. 2. Instalasi Paket dhcp*- xxx.rpm a. Login ke sistem Linux sebagai root. b. Catatlah, berapa nomer IP address dan nama host dari PC yang anda gunakan. Setelah itu, juga catat IP address dari komputer client (gunakan perintah ifconfig dan hostname) c. Pastikan bahwa komputer server yang anda gunakan sudah terhubung ke komputer client (gunakan perintah ping) d. Untuk menjalankan service DHCP diperlukan paket program yang bernama dhcp*- xxx.rpm. Cek apakah program tersebut sudah terinstall atau belum # rpm –qa | grep dhcp Jika ada tampilan seperti berikut ini berarti di komputer anda program DHCP server sudah terinstall # rpm -qa|grep dhcp dhcp-devel-3.0pl1-23 dhcp-3.0pl1-23 3. Setting IP Langkah- langkahnya adalah sebagai berikut : a. b. c. d. e. Klik K- Menu Pilih Sistem Pilih Terminal Pilih Console Ketik Perintah ?$  ? su  ? # ifconfig  ? # ifconfig eth0 192.168.5.5  ? # ping 192.168.5.5 Jika setting IP berhasil akan Muncul keterangan 64 bytes from 192.168.5.5: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.5.5: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.5.5: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.5.5: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms Lalu tekan ctrl + c untuk menghentikan Ping 4. Setting DHCP Server. Setelah paket dhcp*- xxx.rpm teristall maka computer siap untuk dikonfigurasi sebagai DHCP Server. Untuk membuat file konfigurasi DHCP server dapat kita gunakan file contoh konfigurasi DHCP server yang telah disediakan a. Klik K- Menu b. Pilih Home c. Ketik //etc d. Cari file dhcpd.conf Lalu setting sesuai dengan Client dan berpa kompter yang bisa terkoneksi ddns-update-style interim; ignore client-updates; #definisi subnet subnet 192.168.5.5 netmask 255.255.255.0{ option routers 192.168.1.1; option subnet-mask 255.255.255.0;option domain-name”ikhsan.com” option domain-name-server 192.168.5.5 range dynamic-bootp 192.168.5.15 192.168.0.50; default-lease-time 21600; max-lease-time 43200; lalu Save dan close. 5. Mengaktifkan service DHCP server. Untuk menjalankan DHCP server ketikkan perintah melalui konsole: # service dhcpd start Untuk mematikan dhcp server gunakan perintah : # service dhcpd stop Untuk me-restart dhcp service gunakan : # service dhcpd restart Untuk mengetahui status dari service dhcp gunakan : # service dhcpd status Kemudian ketikkan service dhcpd restart Contoh : [root@server named]# service named restart Shutting down named: Starting named: [root@server named]# [ OK ] [ OK ] D. SERVER DNS 1. Pendahuluan Domain Name Server atau yang disingkat dengan DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer. Dengan DNS, suatu alamat IP dapat dialamatkan ke dalam nama host dan nama domain yang lebih mudah diingat manusia. DNS ditemukan oleh Paul Mockapetris pada tahun 1983. Spesifi kasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifi kasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproporsikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS 2. Instalasi DNS Server a. Instalasi Paket BIND Sebelum dapat memulai konfigurasi DNS, Anda harus menginstalasikan paket BIND terlebih dahulu. Biasanya paket BIND sudah dipaketkan pada setiap distro Linux. Anda tinggal menyesuaikan langkah instalasi BIND sesuai dengan distro yang Anda gunakan. Misalnya, untuk menginstalasikan paket BIND di Mandrike, Anda dapat menginstalasikannya dengan menggunakan Add/Remove Applications, lalu klik Detail pada bagian DNS Name Server. Cek semua paket yang ada pada group tersebut, Close, lalu klik Update. Cara lainnya Anda dapat menginstalasikan paketpaket rpm BIND yang ada pada CD Mandrike dengan menggunakan pe rintah RPM b. Konfigurasi BIND File-file yang harus diperhatikan untuk mengkonfi gurasikan BIND, antara lain: a. /etc/resolv.conf: (berisi alamat domain atau alamat IP dari name server). Search ikhsan.go.id Name server 192.168.5.5 b. /etc/named.conf (berisi keterangan letak dan jenis database yang dibutuhkan oleh BIND). Options { Directory "/var/named"; }; Zone "." { Type hint; File "named.ca"; }; Zone "ikhsan.go.id" { Type master; File "db.ikhsan.go.id"; }; Zone "5.168.192.in-addr.arpa" { Type master; File "db.192.168.5"; }; c. Membuat file zone untuk domain ikhsan.go.id diberi nama db.ikhsan.go.id @ IN SOA nsl.ikhsan.go.id. admin.ikhsan.go.id. { 200022700 ; Serial 28800 14400 3600000 86400 ) ; Refresh ; Retry ; Expire ; Minimum @ @ IN IN IN NS NS MX A A 10 nsl.ikhsan.go.id. ns2.ikhsan.go.id. mail.ikhsan.go.id. 192.168.5.5 192.168.5.5 ns1 IN ns2 IN www IN mail IN mp3 IN vhost IN ftp IN A A A A CNAME 192.168.5.5 192.168.5.5 192.168.5.5 192.168.5.5 192.168.5.5 Klik save lalu close d. Membuat file zone untuk network 192.168.5.5 diberi nama db.192.168.5.5 ; Zone file for reverse zone 0.168.192.inaddr.arpa (192.168.0.1) @ IN SOA ns.ikhsan.go.id. root. ikhsan.go.id. ( 2000072801 ; serial 28800 ; refresh 7200 ; retry 604800 ; expire 86400 ; default_ttl ) @ IN NS ikhsan.go.id. 100 IN PTR ikhsan.go.id. 19 IN PTR ikhsan.go.id. Klik save lalu close c. Mengaktifkan service DNS server. Untuk menjalankan DNS server ketikkan perintah melalui konsole: # service named start Untuk mematikan dhcp server gunakan perintah : # service named stop Untuk me-restart dhcp service gunakan : # service named restart Untuk mengetahui status dari service dhcp gunakan : # service named status Kemudian ketikkan service dhcpd restart Contoh : [root@server named]# service named restart Shutting down named: Starting named: [root@server named]# [ OK ] [ OK ]

Related docs
Ikhsan
Views: 49  |  Downloads: 1
Linux
Views: 151  |  Downloads: 9
SEJARAH ATTENDANCE LIST EN. SALAHUDIN
Views: 4  |  Downloads: 0
daftar nilai utq sistel
Views: 0  |  Downloads: 0
HASIL TES BAHASA INGGRIS
Views: 4  |  Downloads: 0
Sekilas Profile Boediono dari Faisal Basri
Views: 379  |  Downloads: 5
Non-Cited Journal 2006
Views: 38  |  Downloads: 2
Pedoman pph pasal 21 tahun 2009_new_
Views: 4  |  Downloads: 0
PSIA Indonesia Rice Tariff
Views: 23  |  Downloads: 1
premium docs
Other docs by dwi ikhsan sep...
Linux
Views: 151  |  Downloads: 9
Ikhsan
Views: 49  |  Downloads: 1