PP 23 2010 Pelaksanaan Kegiatan Usama Pertambangan Minerba

Document Sample
PP 23 2010 Pelaksanaan Kegiatan Usama Pertambangan Minerba
Shared by: Ekuasita Widya
Stats
views:
7474
posted:
3/1/2010
language:
Indonesian
pages:
64
This translation may be subject to revision.

  Revision Control: Feb 2010







 

 

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK REGULATION OF THE GOVERNMENT OF

INDONESIA THE REPUBLIC OF INDONESIA

NOMOR 23 TAHUN 2010 NUMBER 23 OF 2010

TENTANG CONCERNING

PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA IMPLEMENTATION OF MINERAL AND COAL

PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA MINING BUSINESS ACTIVITIES



Table of Contents



Pasal / Article

BAB I: KETENTUAN UMUM 1-5 CHAPTER I: GENERAL PROVISIONS

BAB II: IZIN USAHA PERTAMBANGAN 6-46 CHAPTER II: MINING PERMITS

Bagian Kesatu: Umum 6-7 Part One: General

Part Two: The Authorization of Mining Permit

Bagian Kedua: Pemberian WIUP 8-9

Areas

Paragraf 1: Umum 8-9 Paragraph 1: General

Paragraph 2: Procedures for Authorization

Paragraf 2: Tata Cara Pemberian WIUP

10-19 of Metal Mineral and Coal Mining Permit

Mineral Logam dan Batubara

Areas

Paragraph 3: Procedures for Authorization

Paragraf 3: Tata Cara Pemberian WIUP

20-21 of Nonmetal Mineral and Rock Mining

Mineral Bukan Logam dan Batuan

Permit Areas

Bagian Ketiga: Pemberian IUP 22-41 Part Three: The Granting of Mining Permits

Paragraf 1: Umum 22 Paragraph 1: General

Paragraph 2: The Requirements for

Paragraf 2: Persyaratan IUP Eksplorasi dan

23-27 Exploration Mining Permits and Production

IUP Operasi Produksi

Operation Mining Permits

Paragraf 3: IUP Eksplorasi 28-33 Paragraph 3: Exploration Mining Permits

Paragraph 4: Production Operation Mining

Paragraf 4: IUP Operasi Produksi 34-41

Permits

Bagian Keempat: Pemasangan Tanda Batas 42-43 Part Four: Placement of Boundary Markers

Bagian Kelima: Komoditas Tambang Lain Dalam Part Five: Other Mining Commodities Within

44

WIUP Mining Permit Areas

Bagian Keenam: Perpanjangan IUP Operasi Part Six: Extensions of Production Operation

45-46

Produksi Mining Permits

BAB III: IZIN PERTAMBANGAN RAKYAT 47-48 CHAPTER III: SMALL-SCALE MINING PERMITS

Bagian Kesatu: Umum 47 Part One: General

Part Two: The Granting of Small-Scale Mining

Bagian Kedua: Pemberian IPR 48

Permits

BAB IV: IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS 49-73 CHAPTER IV: SPECIAL MINING PERMITS

Bagian Kesatu: Umum 49-50 Part One: General

Part Two: The Granting of Special Mining

Bagian Kedua: Pemberian WIUPK 51-61

Permit Areas in Special Mining Areas

Paragraf 1: Umum 51-52 Paragraph 1: General



Translated by: Wishnu Basuki

wbasuki@abnrlaw.com

Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 1

Paragraph 2: Procedures for Giving Priority

Paragraf 2: Tata Cara Pemberian Prioritas to Metal Mineral and Coal Special

53

WIUPK Mineral Logam dan Batubara Mining Permit Areas in Special Mining

Areas

Paragraph 3: Auction Procedures for Metal

Paragraf 3: Tata Cara Lelang WIUPK

54-61 Mineral and Coal Special Mining

Mineral Logam dan Batubara

Permit Areas in Special Mining Areas

Part Three: The Granting of Special Mining

Bagian Ketiga: Pemberian IUPK 62-68

Permits

Paragraf 1: Umum 62 Paragraph 1: General

Paragraph 2: The Requirements for

Paragraf 2: Persyaratn IUPK Eksplorasi dan Exploration Special Mining Permits

63-64

IUPK Operasi Produksi and Production Operation Special

Mining Permits

Paragraph 3: Procedures for Issuance of

Paragraf 3: Tata Cara Penerbitan IUPK

65-66 Metal Mineral and Coal Exploration

Eksplorasi Mineral Logam dan Batubara

Special Mining Permits

Paragraf 4: Tata Cara Penerbitan IUPK Paragraph 4: Procedures for Issuance of

Operasi Produksi Mineral Logam dan 67-68 Metal Mineral and Coal Production

Batubara Operation Special Mining Permits

Bagian Keempat: Pemasangan Tanda Batas 69-70 Part Four: Placement of Boundary Markers

Part Five: Other Mining Commodities Within

Bagian Kelima: Komoditas Tambang Lain Dalam

71 Special Mining Permit Areas in Special Mining

WIUPK

Areas

Bagian Keenam: Perpanjangan IUPK Produksi Part Six: Extensions of Production Operation

72-73

Operasi Special Mining Permits

BAB V: PENCIUTAN WILAYAH IZIN USAHA CHAPTER V: REDUCTION IN MINING PERMIT

PERTAMBANGAN DAN WILAYAH IZIN USAHA 74-75 AREAS AND SPECIAL MINING PERMIT AREAS

PERTAMBANGAN KHUSUS IN SPECIAL MINING AREAS

BAB VI: PENGHENTIAN SEMENTARA CHAPTER VI: SUSPENSION OF MINING

76-83

KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN BUSINESS ACTIVITIES

BAB VII: PENGUTAMAAN KEPENTINGAN

CHAPTER VII: DOMESTIC PREFERENCE,

DALAM NEGERI, PENGENDALIAN PRODUKSI,

84-92 CONTROL OF PRODUCTION, AND CONTROL OF

DAN PENGENDALIAN PENJUALAN MINERAL

MINERAL AND COAL SALES

DAN BATUBARA

BAB VIII: PENINGKATAN NILAI TAMBAH, CHAPTER VIII: INCREASE IN ADDED VALUE,

PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN MINERAL DAN 93-96 MINERAL AND COAL PROCESSING AND

BATUBARA REFINING/SMELTING

Bagian Kesatu: Kewajiban Peningkatan Nilai Part One: Obligations to Increase Added Value,

93-94

Tambah, Pengolahan dan Pemurnian Processing and Refining/Smelting

Bagian Kedua: Peningkatan Nilai Tambah Part Two: Increase in Added Value to Minerals

95-96

Mineral dan Batubara and Coal

BAB IX: DIVESTASI SAHAM PEMEGANG IZIN CHAPTER IX: SHARE DIVESTMENT BY MINING

USAHA PERTAMBANGAN DAN IZIN USAHA PERMIT HOLDERS AND SPECIAL MINING

97-99

PERTAMBANGAN KHUSUS YANG SAHAMNYA PERMIT HOLDERS WHOSE SHARES ARE

DIMILIKI OLEH ASING FOREIGN OWNED

BAB X: PENGGUNAAN TANAH UNTUK CHAPTER X: USE OF LAND FOR PRODUCTION

100

KEGIATAN OPERASI PRODUKSI OPERATION ACTIVITIES

CHAPTER XI: PROCEDURES FOR SUBMISSION

BAB XI: TATA CARA PENYAMPAIAN LAPORAN 101-105

OF REPORTS

CHAPTER XII: DEVELOPMENT AND

BAB XII: PENGEMBANGAN DAN

EMPOWERMENT OF THE COMMUNITIES

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI SEKITAR 106-109

LIVING AROUND MINERAL AND COAL MINING

WIUP DAN WIUPK

PERMIT AREAS AND SPECIAL MINING PERMIT







Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 2

AREAS IN SPECIAL MINING AREAS

BAB XIII: SANKSI ADMINISTRATIF 110-111 CHAPTER XIII: ADMINISTRATIF SANCTIONS

BAB XIV: KETENTUAN PERALIHAN 112 CHAPTER XIV: TRANSITIONAL PROVISIONS

BAB XV: KETENTUAN PENUTUP 113-115 CHAPTER XV: CONCLUDING PROVISIONS









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 3

NOTE:  WHERE NO ELUCIDATION IS PROVIDED UNDERNEATH A CLAUSE, THE CLAUSE IS SUFFICIENTLY CLEAR.









PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK REGULATION OF THE GOVERNMENT OF THE

INDONESIA REPUBLIC OF INDONESIA

NOMOR 23 TAHUN 2010 NUMBER 23 OF 2010

TENTANG CONCERNING

PELAKSANAAN KEGIATAN USAHA IMPLEMENTATION OF MINERAL AND COAL

PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA MINING BUSINESS ACTIVITIES



DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WITH THE BLESSING OF GOD ALMIGHTY



PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF

INDONESIA,



Menimbang: Considering:

bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 5 ayat that to implement Article 5 section (5), Article 34

(5), Pasal 34 ayat (3), Pasal 49, Pasal 63, Pasal 65 section (3), Article 49, Article 63, Article 65

ayat (2), Pasal 71 ayat (2), Pasal 76 ayat (3), Pasal section (2), Article 71 section (2), Article 76

84, Pasal 86 ayat (2), Pasal 103 ayat (3), Pasal 109, section (3), Article 84, Article 86 section (2),

Pasal 111 ayat (2), Pasal 112, Pasal 116 dan Pasal Article 103 section (3), Article 109, Article 111

156 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang section (2), Article 112, Article 116 and Article

Pertambangan Mineral dan Batubara perlu 156 of Law Number 4 of 2009 concerning Mineral

menetapkan Peraturan Pemerintah tentang and Coal Mining, it is necessary to issue

Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Regulation of the Government concerning

Mineral dan Batubara; Implementation of Mineral and Coal Mining

Business Activities.



Mengingat: Bearing in Mind:

1. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara 1. Article 5 section (2) of the 1945 Constitution

Republik Indonesia Tahun 1945; of the State of the Republic of Indonesia;

2. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang 2. Law Number 4 of 2009 concerning Mineral

Pertambangan Mineral dan Batubara and Coal Mining (State Gazette of the

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Republic of Indonesia Number 4 of 2009,

2009 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Supplement to State Gazette of the Republic of

Republik Indonesia Nomor 4959); Indonesia Number 4959);



MEMUTUSKAN: HAS DECIDED:

Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH To issue: REGULATION OF THE GOVERNMENT

TENTANG PELAKSANAAN CONCERNING IMPLEMENTATION OF

KEGIATAN USAHA MINERAL AND COAL MINING

PERTAMBANGAN MINERAL DAN BUSINESS ACTIVITIES.

BATUBARA.







Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 4

PENJELASAN UMUM: GENERAL ELUCIDATION:

Pasal 33 ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Article 33 of the 1945 Constitution of the State of

Republik Indonesia Tahun 1945 menegaskan the Republic of Indonesia underscores that the

bahwa bumi dan air dan kekayaan alam yang land and the waters and the natural resources

terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan contained therein shall be controlled by the State

dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran and exploited for the best prosperity of the people.

rakyat. Mengingat mineral dan batubara sebagai Given that minerals and coal as natural resources

kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi contained in the land are non-renewable natural

merupakan sumber daya alam yang tak resources, the management thereof needs to be

terbarukan, pengelolaannya perlu dilakukan conducted in optimum, efficient, transparent,

seoptimal mungkin, efisien, transparan, sustainable, environmentally sound and just

berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan, serta manner in order to obtain the maximum ongoing

berkeadilan agar memperoleh manfaat sebesar- benefit and greatest prosperity for the people.

besar kemakmuran rakyat secara berkelanjutan.

Sejalan dengan diundangkannya Undang-undang Aligned with the promulgation of Law Number 4 of

Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan 2009 concerning Mineral and Coal Mining, it is

Mineral dan Batubara, perlu melakukan penataan necessary to renew the governance of mineral

kembali pengaturan yang berkaitan dengan mining business activities that include:

kegiatan usaha pertambangan mineral dan

batubara, yang meliputi:

1. Pengusahaan pertambangan diberikan dalam 1. Mining commercialization that is allowed in

bentuk Izin Usaha Pertambangan, Izin Usaha the form of Mining Permit, Special Mining

Pertambangan Khusus, dan Izin Permit, and Small-Scale Mining Permit.

Pertambangan Rakyat.

2. Pengutamaan pemasokan kebutuhan mineral 2. Preference for domestic minerals and coal

dan batubara untuk kepentingan dalam negeri supply to guarantee the availability of

guna menjamin tersedianya mineral dan minerals and coal as raw materials and/or as

batubara sebagai bahan baku dan/atau energy sources for domestic needs.

sebagai sumber energi untuk kebutuhan

dalam negeri.

3. Pelaksanaan dan pengendalian kegiatan 3. Implementation and control of mining

usaha pertambangan secara berdaya guna, business activities in efficient, effective, and

berhasil guna, dan berdaya saing. competitive manner.

4. Peningkatan pendapatan masyarakat lokal, 4. Increase in income of the local communities,

daerah, dan negara, serta menciptakan regions, and state, as well as the creation of

lapangan kerja untuk sebesar-besar job opportunity in the best welfare of the

kesejahteraan rakyat. people.

5. Penerbitan perizinan yang transparan dalam 5. Transparent issuance of mineral mining

kegiatan usaha pertambangan mineral business permits to hopefully make the

sehingga iklim usaha diharapkan dapat lebih business climate more sound and competitive.

sehat dan kompetitif.

6. Peningkatan nilai tambah dengan melakukan 6. Increase in added value in the undertaking of

pengolahan dan pemurnian mineral dan mineral and coal processing and

batubara di dalam negeri. refining/smelting domestically.

Pengaturan-pengaturan tersebut di atas perlu The aforesaid regulations need incorporation into

dituangkan dalam Peraturan Pemerintah ini. this Regulation of the Government.



BAB I CHAPTER I

KETENTUAN UMUM GENERAL PROVISIONS

Pasal 1 Article 1

Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud In this Regulation of the Government:

dengan:

1. Pertambangan, Mineral, Batubara, 1. Mining, Mineral, Coal, Mineral Mining, Coal

Pertambangan Mineral, Pertambangan Mining, Mining Business, Mining Permit,



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 5

Batubara, Usaha Pertambangan, Izin Usaha hereinafter called an IUP, Entity, Mining

Pertambangan yang selanjutnya disebut IUP, Permit Area, hereinafter called a WIUP,

Badan Usaha, Wilayah Izin Usaha Exploration Mining Permit, hereinafter called

Pertambangan yang selanjutnya disebut an Exploration IUP, Production Operation

WIUP, Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi Mining Permit, hereinafter called a Production

yang selanjutnya disebut IUP Eksplorasi, Izin Operation IUP, Special Mining Area,

Usaha Pertambangan Operasi Produksi yang hereinafter called an WUPK, Special Mining

selanjutnya disebut IUP Operasi Produksi, Permit, hereinafter called an IUPK,

Wilayah Usaha Pertambangan Khusus yang Exploration Special Mining Permit, hereinafter

selanjutnya disebut WUPK, Izin Usaha called an Exploration IUPK, Production

Pertambangan Khusus yang selanjutnya Operation Special Mining Permit, hereinafter

disebut IUPK, Izin Usaha Pertambangan called a Production Operation IUPK, Small-

Khusus Eksplorasi yang selanjutnya disebut Scale Mining Area, hereinafter called a WPR,

IUPK Eksplorasi, Izin Usaha Pertambangan Small-Scale Mining Permit, hereinafter called

Khusus Operasi Produksi yang selanjutnya an IPR, Exploration, and Production

disebut IUPK Operasi Produksi, Wilayah Operation, mean those as intended by Law

Pertambangan Rakyat yang selanjutnya Number 4 of 2009 concerning Mineral and

disebut WPR, Izin Pertambangan Rakyat yang Coal Mining.

selanjutnya disebut IPR, Eksplorasi, dan

Operasi Produksi adalah sebagaimana

dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 4

Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral

dan Batubara.

2. Afiliasi adalah badan usaha yang mempunyai 2. Affiliate means any entity that has direct

kepemilikan saham langsung dengan shareholdings in a Mining Permit holder or a

pemegang IUP atau IUPK. Special Mining Permit holder.

3. Badan Usaha Swasta Nasional adalah badan 3. National Private Entity means any entity that

usaha baik yang berbadan hukum maupun is either a legal entity or non-legal entity,

yang bukan berbadan hukum yang 100% (one hundred percent) shares of which

kepemilikan sahamnya 100% (seratus persen) are domestically owned.

dalam negeri.

4. Badan usaha milik negara yang selanjutnya 4. State-owned entity, hereinafter called BUMN,

disebut BUMN, adalah BUMN yang bergerak means any State-Owned Entity that is engaged

di bidang pertambangan sesuai dengan in the mining field under laws and regulations.

ketentuan peraturan perundang-undangan.

5. Badan usaha milik daerah yang selanjutnya 5. Region-owned entity, hereinafter called

disebut BUMD, adalah BUMD yang bergerak BUMD, means any Region-Owned Entity that

di bidang pertambangan sesuai dengan is engaged in the mining field under laws and

ketentuan peraturan perundang-undangan. regulations.

6. Koperasi adalah badan usaha yang 6. Cooperative means any entity with a

beranggotakan orang-seorang atau badan membership of individuals or entities in

hukum Koperasi dengan melandaskan Cooperative form, that bases its activities on

kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi the Cooperative principle, and which functions

sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat as a people’s economic movement with the

yang berdasar atas asas kekeluargaan. principle of the family system.

7. Masyarakat adalah masyarakat yang 7. Community means the community that is

berdomisili di sekitar operasi pertambangan. domiciled around the mining operation.

8. Divestasi saham adalah jumlah saham asing 8. Share Divestment means a number of foreign

yang harus ditawarkan untuk dijual kepada shares that is subject to offer for sale to

peserta Indonesia. Indonesian participants.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 6

9. Menteri adalah menteri yang 9. Minister means a minister that administers

menyelenggarakan urusan pemerintahan di governmental affairs in the field of mineral

bidang pertambangan mineral dan batubara. and coal mining.



Pasal 2 Article 2

(1) Pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan (1) Implementation of mineral and coal mining

mineral dan batubara ditujukan untuk business activities shall aim to carry out policy

melaksanakan kebijakan dalam mengutamakan on a preference for domestic use of minerals

penggunaan mineral dan/atau batubara untuk and/or coal.

kepentingan dalam negeri.

(2) Pertambangan mineral dan batubara (2) Mineral and coal mining as intended by

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) section (1) shall be classified into 5 (five)

dikelompokkan ke dalam 5 (lima) golongan mining commodities, as follows:

komoditas tambang:

a. mineral radioaktif meliputi radium, a radioactive minerals that include radium,

thorium, uranium, monasit dan bahan thorium, uranium, monazite and other

galian radioaktif lainnya; radioactive excavated materials;

Penjelasan Pasal 2 Ayat (2) Huruf a: Elucidation of Article 2 Section (2) (a):

Yang dimaksud dengan mineral radioaktif dalam Radioactive minerals in this provision include

ketentuan ini termasuk bahan galian nuklir. nuclear excavated materials.

b. mineral logam meliputi litium, berilium, b. metal minerals that include lithium,

magnesium, kalium, kalsium, emas, beryllium, magnesium, kalium, calcium,

tembaga, perak, timbal, seng, timah, nikel, gold, copper, silver, lead, zinc, tin, nickel,

mangaan, platina, bismuth, molibdenum, manganese, platinum, bismuth,

bauksit, air raksa, wolfram, titanium, molybdenum, bauxite, mercury, wolfram,

barit, vanadium, kromit, antimoni, kobalt, titanium, barite, vanadium, chromite,

tantalum, cadmium, galium, indium, antimony, cobalt, tantalum, cadmium,

yitrium, magnetit, besi, galena, alumina, gallium, indium, yttrium, magnetite, iron,

niobium, zirkonium, ilmenit, khrom, galena, alumina, niobium, zirconium,

erbium, ytterbium, dysprosium, thorium, ilmenite, chrome, erbium, ytterbium,

cesium, lanthanum, niobium, neodymium, dysprosium, thorium, cesium, lanthanum,

hafnium, scandium, aluminium, niobium, neodymium, hafnium, scandium,

palladium, rhodium, osmium, ruthenium, aluminum, palladium, rhodium, osmium,

iridium, selenium, telluride, stronium, ruthenium, iridium, selenium, telluride,

germanium, dan zenotin; strontium, germanium, and zenotime;

c. mineral bukan logam meliputi intan, c. nonmetal minerals, including diamond,

korundum, grafit, arsen, pasir kuarsa, corundum, graphite, arsenic, quartz,

fluorspar, kriolit, yodium, brom, klor, fluorspar, criolite, iodine, bromine,

belerang, fosfat, halit, asbes, talk, mika, chlorine, sulfur, phosphate, halite,

magnesit, yarosit, oker, fluorit, ball clay, asbestos, talc, mica, magnesite, yarosite,

fire clay, zeolit, kaolin, feldspar, bentonit, ocher, fluorite, ball clay, fire clay, zeolite,

gipsum, dolomit, kalsit, rijang, pirofilit, kaolin, feldspar, bentonite, gypsum,

kuarsit, zirkon, wolastonit, tawas, batu dolomite, calcite, chert, pyrophillite,

kuarsa, perlit, garam batu, clay, dan batu quartzite, zircon, wollastonite, limestone,

gamping untuk semen; dolomite, yarosite, tawas (alum), quartz

rocks, perlite, rocksalt, clay, and

limestone for manufacturing cement;

d. batuan meliputi pumice, tras, toseki, d. rocks that include pumice, trass, toseki,

obsidian, marmer, perlit, tanah diatome, obsidian, marble, perlite, diatomaceous

tanah serap (fullers earth), slate, granit earth, fullers earth, slate, granite,

granodiorit, andesit, gabro, peridotit, granodiorite, andesite, gabro, peridotite,



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 7

basalt, trakhit, leusit, tanah liat, tanah basalt, trachyte, leucite, ball clay, soil fill,

urug, batu apung, opal, kalsedon, chert, pumice, opal, chalcedony, chert, quartz

kristal kuarsa, jasper, krisoprase, kayu crystal, jasper, chrysoprase, silicified

terkersikan, gamet, giok, agat, diorit, wood, gamet, jade, agate, diorite, topaz,

topas, batu gunung quarry besar, kerikil large quarry rock piles, excavated hill

galian dari bukit, kerikil sungai, batu kali, gravels, river gravels, river rocks, river

kerikil sungai ayak tanpa pasir, pasir urug, gravels sieved without sand, sand fill,

pasir pasang, kerikil berpasir alami (sirtu), sieved sand, natural sandy gravels,

bahan timbunan pilihan (tanah), urukan selected fill material (earth), local landfill,

tanah setempat, tanah merah (laterit), batu red earth (laterite), onyx, sea sand, sand

gamping, onik, pasir laut, dan pasir yang not containing elements of metal minerals

tidak mengandung unsur mineral logam or elements of nonmetal minerals in

atau unsur mineral bukan logam dalam considerable amounts when sighted from

jumlah yang berarti ditinjau dari segi the perspective of mining economy; and

ekonomi pertambangan; dan

e. batubara meliputi bitumen padat, batuan e. coal, including solid bitumen, asphalt

aspal, batubara, dan gambut. rocks, coal, and peat.

(3) Perubahan atas penggolongan komoditas (3) Changes in the grouping of mining

tambang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) commodities as intended by section 2 shall be

ditetapkan oleh Menteri. determined by the Minister.



Pasal 3 Article 3

(1) Usaha pertambangan dilakukan berdasarkan (1) Mining business shall be conducted under a

IUP, IPR, atau IUPK. Mining Permit, Small-Scale Mining Permit, or

Special Mining Permit.

(2) IUP, IPR, atau IUPK sebagaimana dimaksud (2) A Mining Permit, Small-Scale Mining Permit,

pada ayat (1) diberikan dalam WIUP, WPR, or Special Mining Permit as intended by

atau WIUPK. section (1) shall be granted within a Mining

Permit Area, a Small-Scale Mining Area, or a

Special Mining Permit Area in a Special

Mining Area.

(3) WIUP sebagaimana dimaksud pada ayat (2) (3) A Mining Permit Area as intended by section

berada dalam WUP yang ditetapkan oleh (2) shall be located in a Mining Area as the

Menteri. Minister determines.

(4) WPR sebagaimana dimaksud pada ayat (2) (4) A Small-Scale Mining Area as intended by

ditetapkan oleh bupati/walikota. section (2) shall be determined by the

regents/mayors.

(5) WIUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) (5) A Special Mining Permit Area in a Special

berada dalam WUPK yang ditetapkan oleh Mining Area as intended by section (2) shall

Menteri. be located in a Special Mining Area as

determined by the Minister.

(6) WUP, WPR, atau WUPK sebagaimana (6) A Mining Area, Small-Scale Mining Area, and

dimaksud pada ayat (3), ayat (4) dan ayat (5) Special Mining Area as intended by section

berada dalam WP. (3), section (4) and section (5) shall be located

in a Mining Zone.

(7) Ketentuan mengenai WP sebagaimana (7) Provisions for Mining Zones as intended by

dimaksud pada ayat (6) diatur dalam Peraturan section (6) shall be governed by separate

Pemerintah tersendiri. Regulation of the Government.









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 8

Pasal 4 Article 4

Untuk memperoleh IUP, IPR, dan IUPK To obtain a Mining Permit, Small-Scale Mining

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (1), Permit, and Special Mining Permit as intended by

pemohon harus memenuhi persyaratan Article 3 section (1), an applicant must meet the

administrasi, teknis, lingkungan, dan finansial. administrative, technical, environmental, and

financial requirements.



Pasal 5 Article 5

Lingkup Peraturan Pemerintah ini meliputi The scope of this Regulation of the Government

pemberian IUP, IPR, dan IUPK, kewajiban shall include the granting of Mining Permits,

pemegang IUP, IPR, dan IUPK, serta pengutamaan Small-Scale Mining Permits, and Special Mining

penggunaan mineral logam dan/atau batubara Permits, obligations of Mining Permit holders,

untuk kepentingan dalam negeri. Small-Scale Mining Permit holders, and Special

Mining Permit holders, as well as a preference for

domestic use of metal mineral and/or coal.



BAB II CHAPTER II

IZIN USAHA PERTAMBANGAN MINING PERMITS

Bagian Kesatu Part One

Umum General

Pasal 6 Article 6

(1) IUP diberikan oleh Menteri, gubernur, atau (1) Mining Permits shall be granted by the

bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya competent Minister, the governors, or the

berdasarkan permohonan yang diajukan oleh: regents/the mayors upon application by:

a. badan usaha; a. entities;

b. koperasi; dan b. cooperatives; and

c. perseorangan. c. sole proprietorships.

Penjelasan Pasal 6 Ayat (1) Huruf c: Elucidation of Article 6 Section (1) Point c:

Perseorangan dalam ketentuan ini adalah Warga Sole proprietorships in this provision are

Negara Indonesia. Indonesian nationals.

(2) Badan usaha sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2) Entities as intended by section (1) item (a) may be

huruf a dapat berupa badan usaha swasta, BUMN, private entities, State-Owned Entities, or Region-

atau BUMD. Owned Entities.

(3) Perseorangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (3) Sole proprietorships as intended by section (1)

huruf c dapat berupa orang perseorangan, item (c) may be individuals, general partnerships,

perusahaan firma, atau perusahaan komanditer. or limited partnerships.

(4) IUP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (4) Mining Permits as intended by section (1)

diberikan setelah mendapatkan WIUP. shall be granted after having access to Mining

Permit Areas.

(5) Dalam 1 (satu) WIUP dapat diberikan 1 (satu) (5) 1 (one) Mining Permit Area may be granted 1

atau beberapa IUP. (one) or several Mining Permits.



Pasal 7 Article 7

IUP diberikan melalui tahapan: A Mining Permit shall be granted through:

a. pemberian WIUP; dan a. the authorization of a Mining Permit Area; and

b. pemberian IUP. b. the granting of a Mining Permit.









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 9

Bagian Kedua Part Two

Pemberian WIUP The Authorization of Mining Permit Areas

Paragraf 1 Paragraph 1

Umum General

Pasal 8 Article 8

(1) Pemberian WIUP sebagaimana dimaksud (1) Mining Permit Areas as intended by Article 7

dalam Pasal 7 huruf a terdiri atas: item (a) shall be authorized for:

a. WIUP radioaktif; a. radioactive Mining Permit Areas;

b. WIUP mineral logam; b. metal mineral Mining Permit Areas;

c. WIUP Batubara; c. coal Mining Permit Areas;

d. WIUP mineral bukan logam; dan/atau d. nonmetal mineral Mining Permit Areas;

and/or

e. WIUP batuan. e. rock Mining Permit Areas.

(2) WIUP radioaktif sebagaimana dimaksud pada (2) Radioactive Mining Permit Areas as intended

ayat (1) huruf a diperoleh sesuai dengan by section (1) item (a) shall be authorized

ketentuan peraturan perundang-undangan. under laws and regulations.

(3) WIUP mineral logam dan batubara (3) Metal mineral and coal Mining Permit Areas

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b as intended by section (1) item (b) and item (c)

dan huruf c diperoleh dengan cara lelang. shall be authorized through a bidding process.

(4) WIUP mineral bukan logam dan batuan (4) Nonmetal mineral and rock Mining Permit

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d Areas as intended by section (1) item (d) and

dan huruf e diperoleh dengan cara mengajukan item (e) shall be authorized upon application

permohonan wilayah. for the area.



Pasal 9 Article 9

(1) Dalam 1 (satu) WUP dapat terdiri atas 1 (satu) (1) 1 (one) Mining Area may include 1 (one) or

atau beberapa WIUP. several Mining Permit Areas.

(2) Setiap pemohon sebagaimana dimaksud dalam (2) An applicant as intended by Article 6 section

Pasal 6 ayat (1) hanya dapat diberikan 1 (satu) (1) may be authorized 1 (one) Mining Permit

WIUP. Area only.

(3) Dalam hal pemohon sebagaimana dimaksud (3) An applicant as intended by section (2) that is

pada ayat (2) merupakan badan usaha yang a publicly-held entity (go public) may be

telah terbuka (go public), dapat diberikan lebih authorized more than 1 (one) Mining Permit

dari 1 (satu) WIUP. Area.



Paragraf 2 Paragraph 2

Tata Cara Pemberian WIUP Mineral Logam dan Procedures for Authorization of Metal Mineral and

Batubara Coal Mining Permit Areas

Pasal 10 Article 10

(1) Sebelum dilakukan pelelangan WIUP mineral (1) Prior to the auction process for metal mineral

logam atau batubara sebagaimana dimaksud and coal Mining Permit Areas as intended by

dalam Pasal 8 ayat (3), Menteri, gubernur, atau Article 8 section (3), the competent Minister,

bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya governors, or regents/mayors shall announce

mengumumkan secara terbuka WIUP yang transparently a Mining Permit Area to be

akan dilelang kepada badan usaha, koperasi, offered for a bids to entities, cooperatives or

atau perseorangan dalam jangka waktu paling sole proprietorships at the latest 3 (three)

lambat 3 (tiga) bulan sebelum pelaksanaan months prior to the conduct of an auction.

lelang.

Penjelasan Pasal 10 Ayat (1) Elucidation of Article 10 Section (1):



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 10

Mengumumkan WIUP secara terbuka dalam Announce transparently in this provision means:

ketentuan ini dilakukan:

a. paling sedikit di 1 (satu) media cetak lokal a. be published in at least 1 (one) local print

dan/atau 1 (satu) media cetak nasional; media and/or 1 (one) national print media;

b. di kantor kementerian yang b. be announced at the office of the ministry that

menyelenggarakan urusan pemerintahan di administers governmental affairs in the

bidang mineral dan batubara, pemerintah mining and coal field, the provincial

provinsi, pemerintah kabupaten/kota governments, the district/city governments.

setempat.

(2) Sebelum dilakukan pelelangan WIUP mineral (2) Prior to the auction process for metal mineral

logam atau batubara, sebagaimana dimaksud and coal Mining Permit Areas, as intended by

pada ayat (1): section (1):

a. Menteri harus mendapat rekomendasi a. the Minister must first receive a

terlebih dahulu dari gubernur dan recommendation from the governors and

bupati/walikota; the regents/mayors;

b. gubernur harus mendapat rekomendasi b. the governors must first receive a

terlebih dahulu dari bupati/walikota. recommendation from the regents/mayors.

Penjelasan Pasal 10 Ayat (2): Elucidation of Article 10 Section (2):

Rekomendasi dalam ketentuan ini adalah Recommendation in this provision means a

rekomendasi dalam bentuk pemberian recommendation in the form of consideration that

pertimbangan yang berisi informasi mengenai addresses information about land utilization in

pemanfaatan lahan di WIUP dan karakteristik Mining Permit Areas and the cultural

budaya masyarakat berdasarkan kearifan lokal characteristics of the community on a local

dalam rangka pelelangan WIUP. wisdom basis with respect to bids for Mining

Permit Areas.

(3) Gubernur atau bupati/walikota memberikan (3) The governors or the regents/mayors shall give

rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat a recommendation as intended by section (2)

(2) dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) not exceeding 5 (five) working days of

hari kerja sejak diajukanya rekomendasi. submission of a recommendation.



Pasal 11 Article 11

(1) Dalam pelaksanaan pelelangan WIUP mineral (1) In the auction for metal mineral and/or coal

logam dan/atau batubara sebagaimana Mining Permit Areas as intended by Article

dimaksud dalam Pasal 10 dibentuk panitia 10, auction committees shall be formed by:

lelang oleh:

a. Menteri, untuk panitia pelelangan WIUP a. the Minister, for an auction committee for

yang berada di lintas provinsi dan/atau Mining Permit Areas that overlap the

wilayah laut lebih dari 12 (dua belas) mil boundaries of the provinces and/or in the

dari garis pantai; territorial sea more than 12 (twelve) miles

from the baselines;

b. gubernur, untuk panitia pelelangan WIUP b. the governor, for an auction committee for

yang berada di lintas kabupaten/kota Mining Permit Areas that overlap the

dalam 1 (satu) provinsi dan/atau wilayah boundaries of the districts/cities within 1

laut 4 (empat) mil sampai dengan 12 (dua (one) province and/or in the territorial sea

belas) mil; dan from 4 (four) miles to 12 (twelve) miles;

and

c. bupati/walikota, untuk panitia pelelangan c. the regent/mayor, for an auction

WIUP yang berada dalam 1 (satu) wilayah committee for Mining Permit Areas

kabupaten/kota dan/atau wilayah laut within 1 (one) district/city and/or in the

sampai dengan 4 (empat) mil. territorial sea up to 4 (four) miles.

(2) Panitia lelang WIUP sebagaimana dimaksud (2) The auction committee for Mining Permit





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 11

pada ayat (1) yang ditetapkan oleh: Areas as intended by section (1) that is

confirmed by:

a. Menteri, beranggotakan gasal dan paling a. the Minister shall consist of an odd

sedikit 7 (tujuh) orang yang memiliki number of members and no fewer than 7

kompetensi di bidang pertambangan (seven) persons who are competent in the

mineral atau batubara; field of mineral or coal mining;

b. gubernur, beranggotakan gasal dan paling b. the governor shall consist of an odd

sedikit 5 (lima) orang yang memiliki number of members and no fewer than 5

kompetensi di bidang pertambangan (five) persons who are competent in the

mineral atau batubara; dan field of mineral or coal mining;

c. bupati/walikota, beranggotakan gasal dan c. the regent/mayor shall consist of an odd

paling sedikit 5 (lima) orang yang number of members and no fewer than 5

memiliki kompetensi di bidang (five) persons who are competent in the

pertambangan mineral atau batubara. field of mineral and/or coal mining;

(3) Dalam panitia lelang sebagaimana dimaksud (3) The auction committee as intended by section

pada ayat (2) dapat mengikutsertakan unsur (2) may include the elements of the

dari Pemerintah, pemerintah provinsi, dan/atau Government, the provincial governments,

pemerintah kabupaten/kota. and/or district/city governments.

Penjelasan Pasal 11 Ayat (3): Elucidation of Article 11 Section (3):

Yang dimaksud dengan unsur dari Pemerintah The elements of the Government in this provision

dalam ketentuan ini merupakan wakil dari are the representatives of the ministry that

kementerian yang menyelenggarakan urusan administer governmental affairs in the mining and

pemerintahan di bidang mineral dan batubara. coal field.



Pasal 12 Article 12

Tugas dan wewenang panitia lelang WIUP mineral The duties and authority of the auction committee

logam dan/atau batubara sebagaimana dimaksud for metal mineral and/or coal Mining Permit Areas

dalam Pasal 11 meliputi: as intended by Article 11 shall include:

a. menyiapkan lelang WIUP dan besaran nilai a. prepare auctions of Mining Permit Areas and

kompensasi data informasi; determine the value of the compensation for

access to data/information;

b. menyiapkan dokumen lelang WIUP; b. prepare bidding documents of Mining Permit

Areas;

c. menyusun jadwal lelang WIUP; c. set out an auction schedule for Mining Permit

Areas;

d. mengumumkan waktu pelaksanaan lelang d. announce bidding time for Mining Permits;

WIUP;

e. melaksanakan pengumuman ulang paling e. republish the announcement not exceeding 2

banyak 2 (dua) kali, apabila peserta lelang (two) times in case there is only 1 (one) bidder

WIUP hanya 1 (satu); for a Mining Permit Area;

f. menilai kualifikasi peserta lelang WIUP; f. assess the qualifications of bidders for Mining

Permit Areas;

g. melakukan evaluasi terhadap penawaran yang g. evaluate incoming bids;

masuk;

h. melaksanakan lelang WIUP; dan h. conduct auctions of Mining Permit Areas;

i. membuat berita acara hasil pelaksanaan lelang i. make minutes of bid results and propose a

dan mengusulkan pemenang lelang WIUP. preferred bidder for a Mining Permit Area.









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 12

Pasal 13 Article 13

(1) Untuk mengikuti lelang, peserta lelang WIUP (1) To join a bid, bidders for Mining Permit Areas

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat as intended by Article 10 section (1) must

(1) harus memenuhi persyaratan: meet the following requirements:

a. administratif; a. administrative;

b. teknis; dan b. technical; and

c. finansial. c. financial.

(2) Persyaratan administrasi sebagaimana (2) The administrative requirements as intended

dimaksud pada ayat (1) huruf a untuk: by section (1) item (a) by:

a. badan usaha, paling sedikit meliputi: a. entities, shall include at least:

1. mengisi formulir yang sudah 1. a completed form, as made available

disiapkan panitia lelang; by the auction committee;

2. profil badan usaha; 2. the company profile;

3. akte pendirian badan usaha yang 3. the deed of establishment of the entity

bergerak di bidang usaha engaged in the mining business

pertambangan yang telah disahkan already validated by the competent

oleh pejabat yang bewenang; dan official; and

4. nomor pokok wajib pajak. 4. a taxpayer registration number.

b. koperasi, paling sedikit meliputi: b. cooperatives, shall include at least:

1. mengisi formulir yang sudah 1. a completed form, as made available

disiapkan panitia lelang; by the auction committee;

2. profil koperasi; 2. the cooperative profile;

3. akte pendirian koperasi yang bergerak 3. the deed of establishment of the

di bidang usaha pertambangan yang cooperative engaged in the mining

telah disahkan oleh pejabat yang business already validated by the

bewenang; dan competent official; and

4. nomor pokok wajib pajak. 4. a taxpayer registration number.

c. orang perseorangan paling sedikit c. sole proprietorships, shall include at least:

meliputi:

1. mengisi formulir yang sudah 1. a completed form, as made available

disiapkan panitia lelang; by the auction committee;

2. kartu tanda penduduk; dan 2. a resident identification number; and

3. nomor pokok wajib pajak. 3. a taxpayer registration number.

d. perusahaan firma dan perusahaan d. general partnerships and limited

komanditer paling sedikit meliputi: partnerships, shall include at least:

1. mengisi formulir yang sudah 1. a completed form, as made available

disiapkan panitia lelang; by the auction committee;

2. profil perusahaan; 2. the firm profile;

3. akte pendirian perusahaan firma atau 3. a valid deed of establishment of a

perusahaan komanditer yang sah; dan general partnership and a limited

partnership;

4. nomor pokok wajib pajak. 4. a taxpayer registration number.

(3) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud (3) The technical requirements as intended by

pada ayat (1) huruf b paling sedikit meliputi: section (1) item (b) shall include at least:

a. pengalaman badan usaha, koperasi, atau a. entities, cooperatives or sole

perseorangan di bidang pertambangan proprietorship with a minimum 3 years





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 13

mineral dan batubara paling sedikit 3 mining and coal experience; new

(tiga) tahun, atau bagi perusahaan baru companies shall require recommendation

harus mendapat dukungan dari perusahaan of their holding company or affiliates

induk, mitra kerja, atau afiliasinya yang engaged in the mining field or have at

bergerak di bidang pertambangan; least 1 (one) mining and/or geological

expert

b.mempunyai paling sedikit 1 (satu) orang b. 1 (one) mining and/or geological expert

tenaga ahli dalam bidang pertambangan with a minimum 3 years experience; and

dan/atau geologi yang berpengalaman

paling sedikit 3 (tiga) tahun; dan

c. rencana kerja dan anggaran biaya untuk c. annual working plans and budget for 4

kegiatan 4 (empat) tahun eksplorasi. (four) year’s exploration.

(4) Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud (4) The financial requirements as intended by

pada ayat (1) huruf c meliputi: section (1) item (c) shall include:

1. laporan keuangan tahun terakhir yang 1. the previous year’s public accountant

sudah diaudit akuntan publik; audited financial statements;

2. menempatkan jaminan kesungguhan 2. payment in cash of a 10% (ten

lelang dalam bentuk uang tunai di percent) bid commitment deposit of

bank pemerintah sebesar 10% the value of the compensation for

(sepuluh persen) dari nilai access to data/information into a

kompensasi data informasi atau dari government bank, or adjusted

total biaya pengganti investasi untuk replacement cost of the expired

lelang WIUP yang telah berakhir; dan Mining Permit Areas; and

3. pernyataan bersedia membayar nilai 3. a statement of commitment to pay the

lelang WIUP dalam jangka waktu bid value of Mining Permit Areas not

paling lambat 5 (lima) hari kerja, more than 5 (five) working days of

setelah pengumuman pemenang notice of bid award;

lelang.



Pasal 14 Article 14

(1) Prosedur lelang meliputi tahap: (1) Procedures for bid award shall include:

a. pengumuman prakualifikasi; a. notice of prequalification;

Penjelasan Pasal 14 Ayat (1) Huruf a: Elucidation of Article 14 Section (1) (a):

Pengumuman prakualifikasi dilakukan: Notice of prequalification shall be announced:

1. paling sedikit dimuat di 1 (satu) media cetak 1. in at least 1 (one) local print media and/or 1

lokal dan/atau 1 (satu) media cetak nasional; (one) national print media;

2. di kantor kementerian yang 2. at the office of the ministry that administers

menyelenggarakan urusan pemerintahan di governmental affairs in the mineral and coal

bidang mineral dan batubara; dan field; and

3. di kantor pemerintah provinsi dan pemerintah 3. at the office of the provincial governments

kabupaten/kota. and district/city governments.

b. pengambilan dokumen prakualifikasi; b. collection of prequalification documents;

c. pemasukan dokumen prakualifikasi; c. submission of prequalification documents;

d. evaluasi prakualifikasi; d. evaluation of prequalification;

e. klarifikasi dan konfirmasi terhadap e. clarification and confirmation of

dokumen prakualifikasi; prequalification documents;

f. penetapan hasil prakualifikasi; f. determination of prequalification results;

g. pengumuman hasil prakualifikasi; g. notice of prequalification results;

h. undangan kepada peserta yang lulus h. invitations to prequalified bidders;





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 14

prakualifikasi;

i. pengambilan dokumen lelang; i. collection of bidding documents;

j. penjelasan lelang; j. bidders’ briefing;

k. pemasukan penawaran harga; k. submission of a bid/offer;

l. pembukaan sampul; l. opening bid envelopes;

m. penetapan peringkat; m. ranking/rating;

n. penetapan/pengumuman pemenang lelang n. bid award/notice of a preferred bidder on

yang dilakukan berdasarkan penawaran a bid/offer and technical consideration

harga dan pertimbangan teknis; dan basis; and

o. memberi kesempatan adanya sanggahan o. to allow a chance to appeal the bid award.

atas keputusan lelang.

(2) Penjelasan lelang sebagaimana dimaksud pada (2) Bidders’ briefing as intended by section (1)

ayat (1) huruf j wajib dilakukan oleh panitia item (j) must be given by the auction

lelang WIUP kepada peserta pelelangan WIUP committee for Mining Permit Areas to

yang lulus prakualifikasi untuk menjelaskan prequalified bidders for Mining Permit Areas

data teknis berupa: to explain technical data on:

a. lokasi; a. locations;

b. koordinat; b. coordinates

c. jenis mineral, termasuk mineral c. mineral types, including associated

ikutannya, dan batubara; minerals, and coal;

d. ringkasan hasil penelitian dan d. summary research and survey results;

penyelidikan;

e. ringkasan hasil eksplorasi pendahuluan e. summary preliminary exploration results,

apabila ada; dan if any; and

f. status lahan. f. status of land.

Penjelasan Pasal 14 Ayat (2) Huruf f: Elucidation of Article 14 Section (2) (f):

Status lahan misalnya berada pada kawasan hutan Status of land, for example, land located in forest

dan kawasan perkebunan. areas and plantation areas.



Pasal 15 Article 15

(1) Panitia lelang sesuai dengan kewenangannya (1) The auction committee authorized by the

yang diberikan oleh Menteri, gubernur, atau Minister, governors, or regents/mayors may

bupati/walikota dapat memberikan kesempatan allow a chance to prequalified bidders for

kepada peserta pelelangan WIUP yang lulus Mining Permit Areas to conduct site visits

prakualifikasi untuk melakukan kunjungan within the time frame, as adjusted to the

lapangan dalam jangka waktu yang location’s distance, to be offered for bidding

disesuaikan dengan jarak lokasi yang akan upon receipt of bidders’ briefing as intended

dilelang setelah mendapatkan penjelasan by Article 14 section (1) item (j).

lelang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14

ayat (1) huruf j.

(2) Dalam hal peserta pelelangan WIUP yang (2) Bidders for Mining Permit Areas in the

akan melakukan kunjungan lapangan conduct of a site visit with foreign nationals

mengikutsertakan warga negara asing wajib shall meet the requirements under laws and

memenuhi persyaratan sesuai dengan regulations.

ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Biaya yang diperlukan untuk melakukan (3) Costs required in the conduct of site visits as

kunjungan lapangan sebagaimana dimaksud intended by section (1) and section (2) shall be

pada ayat (1) dan ayat (2) dibebankan kepada for the account of the bidders for Mining





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 15

peserta pelelangan WIUP. Permit Areas.



Pasal 16 Article 16

(1) Jangka waktu prosedur pelelangan ditetapkan (1) A period of the bid award process shall not

dalam jangka waktu paling lama 35 (tiga puluh exceed 35 (thirty-five) working days of

lima) hari kerja sejak pemasukan penawaran submission of the bid/offer as intended by

harga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 14 Article 14 section (1) item (k).

ayat (1) huruf k.

(2) Hasil pelaksanaan lelang WIUP dilaporkan (2) The results of auctions of Mining Permit Areas

oleh panitia lelang kepada Menteri, gubernur, shall be reported by the auction committee to

atau bupati/walikota sesuai dengan the competent Minister, governors, or

kewenangannya untuk ditetapkan pemenang regents/mayors to award preferred bidder

lelang WIUP. status for a Mining Permit Area.



Pasal 17 Article 17

(1) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai (1) The competent Minister, governors, or

dengan kewenangannya berdasarkan usulan regents/mayors upon a recommendation of the

panitia lelang sebagaimana dimaksud dalam auction committee as intended by Article 16

Pasal 16 ayat (2) menetapkan pemenang lelang section (2) shall award preferred bidder status

WIUP mineral logam dan/atau batubara. for metal mineral and/or coal Mining Permit

Areas.

(2) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai (2) The competent Minister, governors, or

dengan kewenangannya memberitahukan regents/mayors shall notify in writing the

secara tertulis penetapan pemenang lelang award of preferred bidder status for metal

WIUP mineral logam dan/atau batubara mineral and/or coal Mining Permit Areas.

kepada pemenang lelang.



Pasal 18 Article 18

(1) Apabila peserta lelang yang memasukan (1) In case there is only 1 (one) bidder that

penawaran harga sebagaimana dimaksud submits a bid/offer as intended by Article 14

dalam Pasal 14 ayat (1) huruf k hanya terdapat section (1) item (k), a re-auction shall be

1 (satu) peserta lelang, dilakukan pelelangan conducted.

ulang.

(2) Dalam hal peserta lelang sebagaimana (2) Where in the auction as intended by section (1)

dimaksud pada ayat (1) tetap hanya 1 (satu) there is only 1 (one) bidder, that bidder shall

peserta, ditetapkan sebagai pemenang dengan be awarded preferred bidder status provided

ketentuan harga penawaran harus sama atau that the bid/offer shall at least be equal to or

lebih tinggi dari harga dasar lelang yang telah higher than the bid floor price that has been

ditetapkan. determined.



Pasal 19 Article 19

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara lelang Ancillary provisions for the auction procedures for

WIUP diatur dengan Peraturan Menteri. Mining Permit Areas shall be governed by

Regulation of the Minister.

Penjelasan Pasal 19: Elucidation of Article 19:

Peraturan Menteri paling sedikit memuat A Regulation of the Minister shall provide at least

mengenai tata cara penetapan dan pengumuman the procedures for award of preferred bidder

pemenang lelang. status and announcement of the preferred bidder.









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 16

Paragraf 3 Paragraph 3

Tata Cara Pemberian WIUP Mineral Bukan Logam Procedures for Authorization of Nonmetal Mineral

dan Batuan and Rock Mining Permit Areas

Pasal 20 Article 20

(1) Untuk mendapatkan WIUP mineral bukan (1) To have access to nonmetal mineral or rock

logam atau batuan, badan usaha, koperasi, atau Mining Permit Areas, entities, cooperatives, or

perseorangan mengajukan permohonan sole proprietorships shall submit an

wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 application for the area as intended by Article

ayat (4) kepada: 8 section (4) to:

a. Menteri, untuk permohonan WIUP yang a. the Minister, for an application for Mining

berada lintas wilayah provinsi dan/atau Permit Areas that overlap the boundaries

wilayah laut lebih dari 12 (dua belas) mil of the provinces and/or in the territorial

dari garis pantai; sea more than 12 (twelve) miles from the

baselines;

b. gubernur, untuk permohonan WIUP yang b. the governor, for an application for

berada lintas wilayah kabupaten/kota Mining Permit Areas that overlap the

dalam 1 (satu) provinsi dan/atau wilayah boundaries of the districts/cities within 1

laut 4 (empat) mil sampai dengan 12 (dua (one) province and/or in the territorial sea

belas) mil; dan from 4 (four) miles to 12 (twelve) miles;

and

c. bupati/walikota, untuk permohonan WIUP c. the regent/mayor, for an application for

yang berada dalam 1 (satu) wilayah Mining Permit Areas within 1 (one)

kabupaten/kota dan/atau wilayah laut district/city and/or in the territorial sea up

sampai dengan 4 (empat) mil. to 4 (four) miles.

(2) Sebelum memberikan WIUP mineral bukan (2) Prior to authorizing nonmetal mineral and rock

logam atau batuan sebagaimana dimaksud Mining Permit Areas as intended by section

pada ayat (1): (1):

a. Menteri harus mendapat rekomendasi a. the Minister must first receive a

terlebih dahulu dari gubernur dan recommendation from the governors and

bupati/walikota; the regents/mayors;

b. gubernur harus mendapat rekomendasi b. the governors must first receive a

terlebih dahulu dari bupati/walikota. recommendation from the regents/mayors.

Penjelasan Pasal 10 Ayat (2): Elucidation of Article 10 Section (2):

Rekomendasi dalam ketentuan ini adalah Recommendation in this provision means a

rekomendasi dalam bentuk pemberian recommendation in the form of consideration that

pertimbangan yang berisi informasi mengenai addresses information about land utilization in

pemanfaatan lahan di WIUP dan karakteristik Mining Permit Areas and the cultural

budaya masyarakat berdasarkan kearifan lokal characteristics of the community on a local

dalam rangka pelelangan WIUP. wisdom basis with respect to bids for Mining

Permit Areas.

(3) Gubernur atau bupati/walikota memberikan (3) The governors or the regents/mayors shall give

rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat recommendations as intended by section (2)

(2) dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) not exceeding 5 (five) working days of

hari kerja sejak diajukannya rekomendasi. submission of the recommendation.



Pasal 21 Article 21

(1) Permohonan WIUP mineral bukan logam (1) An application for a nonmetal mineral and/or

dan/atau batuan yang terlebih dahulu telah rock Mining Permit Area that has first met the

memenuhi persyaratan koordinat geografis latitude and longitude geographical coordinate

lintang dan bujur sesuai dengan ketentuan requirements in accordance with the policy of





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 17

sistem informasi geografi yang berlaku secara nationally-prevailing geographical information

nasional dan membayar biaya pencadangan system, and that has paid for area reserve fees

wilayah dan pencetakan peta, memperoleh and map printing, shall receive first priority to

prioritas pertama untuk mendapatkan WIUP. have access to a Mining Permit Area.

(2) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai (2) The competent Minister, governors, or

dengan kewenangannya dalam jangka waktu regents/mayors must at the latest 10 (ten)

paling lama 10 (sepuluh) hari kerja setelah working days upon receipt of the application

diterima permohonan wajib memberikan decide to accept or refuse the application for a

keputusan menerima atau menolak atas Mining Permit Area as intended by section (1).

permohonan WIUP sebagaimana dimaksud

pada ayat (1).

(3) Keputusan menerima sebagaimana dimaksud (3) A decision to accept as intended by section (2)

pada ayat (2) disampaikan kepada pemohon shall be made for a Mining Permit Area

WIUP disertai dengan penyerahan peta WIUP applicant along with the delivery of a Mining

berikut batas dan koordinat WIUP. Permit Area map and the Mining Permit Area

boundaries and coordinates.

(4) Keputusan menolak sebagaimana dimaksud (4) A decision to refuse as intended by section (2)

pada ayat (2) harus disampaikan secara tertulis must be made in writing to a Mining Permit

kepada pemohon WIUP disertai dengan alasan Area applicant along with the reasons for

penolakan. refusal.



Bagian Ketiga Part Three

Pemberian IUP The Granting of Mining Permits

Paragraf 1 Paragraph 1

Umum General

Pasal 22 Article 22

(1) IUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 (1) Mining Permits as intended by Article 7 item

huruf b terdiri atas: (b) shall include:

a. IUP Eksplorasi; dan a. Exploration Mining Permits; and

b. IUP Operasi Produksi. b. Production Operation Mining Permits.

(2) IUP Eksplorasi terdiri atas: (2) Exploration Mining Permits shall include:

a. mineral logam; a. metal minerals;

b. batubara; b. coal;

c. mineral bukan logam; dan/atau c. nonmetal minerals; and/or

d. batuan. d. rocks.

(3) IUP Operasi Produksi terdiri atas: (3) Production Operation Mining Permits shall

include:

a. mineral logam; a. metal minerals;

b. batubara; b. coal;

c. mineral bukan logam; dan/atau c. nonmetal minerals; and/or

d. batuan. d. rocks.



Paragraf 2 Paragraph 2

Persyaratan IUP Eksplorasi dan IUP Operasi The Requirements for Exploration Mining Permits

Produksi and Production Operation Mining Permits

Pasal 23 Article 23

Persyaratan IUP Eksplorasi dan IUP Operasi The Requirements for Exploration Mining Permits

Produksi meliputi persyaratan: and Production Operation Mining Permits shall





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 18

include the following requirements:

a. administratif; a. administrative;

b. teknis; b. technical;

c. lingkungan; dan c. environmental; and

d. finansial. d. financial.



Pasal 24 Article 24

(1) Persyaratan administratif sebagaimana (1) The administrative requirements as intended

dimaksud dalam Pasal 23 huruf a untuk badan by Article 23 item (a) for entities shall include:

usaha meliputi:

a. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi a. For metal mineral and coal Exploration

Produksi mineral logam dan batubara: Mining Permits and Production Operation

Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. susunan direksi dan daftar pemegang 2. the composition of the board of

saham; dan directors and a list of shareholders;

and

3. surat keterangan domisili. 3. a certificate of domicile

b. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi b. For nonmetal mineral and rock

Produksi mineral bukan logam dan Exploration Mining Permits and

batuan: Production Operation Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. profil badan usaha; 2. the entity profile;

3. akte pendirian badan usaha yang 3. a deed of establishment of an entity

bergerak di bidang usaha that is engaged in the mining business

pertambangan yang telah disahkan and has been validated by the

oleh pejabat yang berwenang; competent official;

4. nomor pokok wajib pajak; 4. a taxpayer registration number;

5. susunan direksi dan daftar pemegang 5. the composition of the board of

saham; dan directors and a list of shareholders;

and

6. surat keterangan domisili. 6. a certificate of domicile.

(2) Persyaratan administratif sebagaimana (2) The administrative requirements as intended

dimaksud dalam Pasal 23 huruf a untuk by Article 23 item (a) for cooperatives shall

koperasi meliputi: include:

a. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi a. For metal mineral and coal Exploration

Produksi mineral logam dan batubara: Mining Permits and Production Operation

Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. susunan pengurus; dan 2. the composition of the management;

and

3. surat keterangan domisili. 3. a certificate of domicile.

b. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi b. For nonmetal mineral and rock

Produksi mineral bukan logam dan Exploration Mining Permits and

batuan: Production Operation Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. profil koperasi; 2. the cooperative profile;



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 19

3. akte pendirian koperasi yang bergerak 3.a deed of establishment of a

di bidang usaha pertambangan yang cooperative that is engaged in the

telah disahkan oleh pejabat yang mining business and has been

berwenang; validated by the competent official;

4. nomor pokok wajib pajak; 4. a taxpayer registration number;

5. susunan pengurus; dan 5. the composition of the management;

and

6. surat keterangan domisili. 6. a certificate of domicile.

(3) Persyaratan administratif sebagaimana (3) The administrative requirements as intended

dimaksud dalam Pasal 23 huruf a untuk by Article 23 item (a) for sole proprietorships

perseorangan meliputi: shall include:

a. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi a. For metal mineral and coal Exploration

Produksi mineral logam dan batubara: Mining Permits and Production Operation

Mining Permits:

1. surat permohonan; dan 1. a letter of application; and

2. surat keterangan domisili. 2. a certificate of domicile.

b. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi b. For nonmetal mineral and rock

Produksi mineral bukan logam dan Exploration Mining Permits and

batuan: Production Operation Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. kartu tanda penduduk; 2. a resident identification card;

3. nomor pokok wajib pajak; dan 3. a taxpayer registration number; and

4. surat keterangan domisili. 4. a certificate of domicile.

(4) Persyaratan administratif sebagaimana (4) The administrative requirements as intended

dimaksud dalam Pasal 23 huruf a untuk by Article 23 item (a) for general partnerships

perusahaan firma dan perusahaan komanditer and limited partnerships shall include:

meliputi:

a. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi a. For metal mineral and coal Exploration

Produksi mineral logam dan batubara: Mining Permits and Production Operation

Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. susunan pengurus dan daftar 2. the composition of the management

pemegang saham; dan and a list of shareholders; and

3. surat keterangan domisili. 3. a certificate of domicile.

b. Untuk IUP Eksplorasi dan IUP Operasi b. For nonmetal mineral and rock

Produksi mineral bukan logam dan Exploration Mining Permits and

batuan: Production Operation Mining Permits:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. profil perusahaan; 2. the firm profile;

3. akte pendirian perusahaan firma atau 3. a valid deed of establishment of a

perusahaan komanditer yang sah; general partnership or a limited

partnership;

4. nomor pokok wajib pajak; 4. a taxpayer registration number;

5. susunan pengurus dan daftar 5. the composition of the board of

pemegang saham; dan directors and a list of shareholders;

and

6. surat keterangan domisili. 6. a certificate of domicile.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 20

Pasal 25 Article 25

(1) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud (1) The technical requirements as intended by

dalam Pasal 23 huruf b untuk: Article 23 item (b) for:

a. IUP Eksplorasi, paling sedikit meliputi: a. Exploration Mining Permits shall include

at least:

1 daftar riwayat hidup dan surat 1. a curriculum vitae and statement of

pernyataan tenaga ahli pertambangan mining and/or geological experts with

dan/atau geologi yang berpengalaman a minimum 3 (three) years

paling sedikit 3 (tiga) tahun; experience;

2. peta WIUP yang dilengkapi dengan 2. a Mining Permit Area map along with

batas koordinat geografis lintang dan latitude and longitude geographical

bujur sesuai dengan ketentuan sistem coordinates in accordance with the

informasi geografi yang berlaku policy of nationally-prevailing

secara nasional. geographical information system.

b. IUP Operasi Produksi, paling sedikit b. Production Operation Mining Permits

meliputi: shall include at least:

1. peta wilayah dilengkapi dengan batas 1. an area map along with latitude and

koordinat geografis lintang dan bujur longitude geographical coordinates in

sesuai dengan ketentuan sistem accordance with the policy of

informasi geografi yang berlaku nationally-prevailing geographical

secara nasional; information system.

2. laporan lengkap eksplorasi; 2. a full report of exploration;

3. laporan studi kelayakan; 3. a report of feasibility study;

4. rencana reklamasi dan pascatambang; 4. a report on planned reclamation and

postmining;

5. rencana kerja dan anggaran biaya; 5. working plans and budget;

6. rencana pembangunan sarana dan 6. planned construction of facilities and

prasarana penunjang kegiatan operasi infrastructure in support of

produksi; dan production operation activities; and

7. tersedianya tenaga ahli pertambangan 7. availability of mining and/or

dan/atau geologi yang berpengalaman geological experts with a minimum 3

paling sedikit 3 (tiga) tahun. (three) years experience.



Pasal 26 Article 26

Persyaratan lingkungan sebagaimana dimaksud The environmental requirements as intended by

dalam Pasal 23 huruf c paling sedikit meliputi: Article 23 item (c) shall include at least:

a. untuk IUP Eksplorasi meliputi surat a. for an Exploration Mining Permit, a statement

pernyataan kesanggupan pengelolaan dan of commitment to manage and monitor the

pemantauan lingkungan hidup serta mematuhi environment as well as observe the

ketentuan peraturan perundang-undangan di environmental laws and regulations;

bidang lingkungan hidup;

b. untuk IUP Operasi Produksi meliputi: b. for a Production Operation Mining Permit:

1. surat pernyataan kesanggupan untuk 1. a statement of commitment to observe the

mematuhi ketentuan peraturan perundang- environmental laws and regulations; and

undangan di bidang lingkungan hidup;

dan

2. persetujuan dokumen pengelolaan 2. approval of the environmental





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 21

lingkungan sesuai ketentuan peraturan management documentation under laws

perundang-undangan. and regulations.



Pasal 27 Article 27

(1) Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud (4) The financial requirements as intended by

dalam Pasal 23 huruf d untuk: Article 23 item (d) for:

a. IUP Eksplorasi, paling sedikit meliputi: a. Exploration Mining Permits shall include

at least:

1. bukti penempatan jaminan 1. a receipt of payment for a

kesungguhan pelaksanaan kegiatan commitment deposit to perform

eksplorasi; dan exploration activities; and;

2. bukti pembayaran harga nilai 2. a receipt of payment for the value of

kompensasi data informasi hasil the compensation for access to

lelang WIUP mineral logam atau data/information about the bid results

batubara sesuai dengan nilai of metal mineral or coal Mining

penawaran lelang atau bukti Permit Areas as per the value of the

pembayaran biaya pencadangan bid/offer or a receipt of payment for

wilayah dan pembayaran pencetakan an area reserve and payment for

peta WIUP mineral bukan logam atau nonmetal mineral or rock Mining

batuan atas permohonan wilayah; Permit Area map printing for

applications for the areas;

b. IUP Operasi Produksi, paling sedikit b. Production Operation Mining Permits

meliputi: shall include at least:

1. laporan keuangan tahun terakhir yang 1. the previous year’s public accountant-

sudah diaudit oleh akuntan publik; audited financial statement;

2. bukti pembayaran iuran tetap 3 (tiga) 2. a receipt of payment for the last 3

tahun terakhir; dan (three) years dead rents; and

3. bukti pembayaran pengganti investasi 3. a receipt of payment for adjusted

sesuai dengan nilai penawaran lelang replacement cost as per the value of

bagi pemenang lelang WIUP yang the bid/offer for the preferred bidder

telah berakhir. for an expired Mining Permit Area.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai jaminan (2) Ancillary provisions for refunds of

kesungguhan diatur dengan Peraturan Menteri. commitment deposits shall be governed by

Regulation of the Minister.



Paragraf 2 Paragraph 2

IUP Eksplorasi Exploration Mining Permits

Pasal 28 Article 28

IUP Eksplorasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal Exploration Mining Permits as intended by Article

22 ayat (1) huruf a diberikan oleh: 22 section (1) item (a) shall be granted by:

a. Menteri, untuk WIUP yang berada dalam a. the Minister, for a Mining Permit Area that

lintas wilayah provinsi dan/atau wilayah laut overlaps the boundaries of the provinces

lebih dari 12 (dua belas) mil dari garis pantai; and/or in the territorial sea more than 12

(twelve) miles from the baselines;

b. gubernur, untuk WIUP yang berada dalam b. the governor, for a Mining Permit Area that

lintas kabupaten/kota dalam 1 (satu) provinsi overlaps the boundaries of the districts/cities

dan/atau wilayah laut 4 (empat) mil sampai within 1 (one) province and/or in the territorial

dengan 12 (dua belas) mil dari garis pantai; sea from 4 (four) miles to 12 (twelve) miles

dan from the baselines; and





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 22

c. bupati/walikota, untuk WIUP yang berada c. the regent/mayor, for a Mining Permit Area

dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota that is located within 1 (one) district/city

dan/atau wilayah laut sampai dengan 4 (empat) and/or in the territorial sea up to 4 (four) miles

mil dari garis pantai. from the baselines.



Pasal 29 Article 29

(1) IUP Eksplorasi sebagaimana dimaksud dalam (1) Exploration Mining Permits as intended by

Pasal 28 diberikan berdasarkan permohonan Article 28 shall be granted upon application by

dari badan usaha, koperasi, dan perseorangan entities, cooperatives, and sole proprietorships

yang telah mendapatkan WIUP dan memenuhi that have had access to Mining Permit Areas

persyaratan. and met eligibility requirements.

(2) IUP Eksplorasi meliputi kegiatan penyelidikan (2) Exploration Mining Permits shall include the

umum, eksplorasi, dan studi kelayakan. activities of general survey, exploration, and

feasibility study.



Pasal 30 Article 30

(1) Pemenang lelang WIUP mineral logam atau (1) The preferred bidder for a metal mineral or

batubara sebagaimana dimaksud dalam Pasal coal Mining Permit Area as intended by

17 harus menyampaikan permohonan IUP Article 17 must submit an application for an

Eksplorasi kepada Menteri, gubernur, atau Exploration Mining Permit to the competent

bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya Minister, governors, or regents/mayors at the

dalam jangka waktu paling lambat 5 (lima) latest 5 (five) working days of notice of bid

hari kerja setelah penetapan pengumuman award for Mining Permit Areas.

pemenang lelang WIUP.

(2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) An application as intended by section (1) must

(1) wajib memenuhi persyaratan sebagaimana meet the requirements as intended by Article

dimaksud dalam Pasal 23. 23.

(3) Apabila pemenang lelang WIUP sebagaimana (3) The preferred bidder for a Mining Permit Area

dimaksud pada ayat (1) dalam jangka waktu 5 as intended by section (1) that fails to submit

(lima) hari kerja tidak menyampaikan an application for a Mining Permit within 5

permohonan IUP, dianggap mengundurkan (five) working days shall be deemed to have

diri dan uang jaminan kesungguhan lelang withdrawn and the bid commitment deposit

menjadi milik Pemerintah atau milik shall become the property of the Government

pemerintah daerah. or the property of the regional governments.

(4) Dalam hal pemenang lelang WIUP (4) Where the preferred bidder for a Mining

sebagaimana dimaksud pada ayat (3) telah Permit Area as intended by section (3) is

dianggap mengundurkan diri maka WIUP deemed to have withdrawn, the Mining Permit

ditawarkan kepada peserta lelang urutan Area shall be offered to the next-ranked bidder

berikutnya secara berjenjang dengan syarat sequentially, provided that the value of

nilai harga kompensasi data informasi sama compensation for access to data/information is

dengan harga yang ditawarkan oleh pemenang at least equal to the price offered by the first

pertama preferred bidder.

(5) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai (5) The competent Minister, governors, or

dengan kewenangannya melakukan lelang regents/mayors shall conduct a re-auction of

ulang WIUP apabila peserta lelang Mining Permit Areas if bidder(s) as intended

sebagaimana dimaksud pada ayat (4) tidak ada by section (4) lacks interest.

yang berminat.









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 23

Pasal 31 Article 31

(1) Menteri menyampaikan penerbitan peta WIUP (1) The Minister shall deliver a nonmetal mineral

mineral bukan logam dan/atau batuan yang and/or rock Mining Permit Area map applied

diajukan oleh badan usaha, koperasi, atau for by entities, cooperatives, or sole

perseorangan sebagaimana dimaksud dalam proprietorships as intended by Article 21

Pasal 21 ayat (3) kepada gubernur dan section (3) to the governors and the

bupati/walikota untuk mendapatkan regents/mayors for a recommendation for the

rekomendasi dalam rangka penerbitan IUP issuance of a nonmetal mineral and/or rock

Eksplorasi mineral bukan logam dan/atau Exploration Mining Permit.

batuan.

(2) Gubernur menyampaikan penerbitan peta (2) The governors shall issue a nonmetal mineral

WIUP mineral bukan logam dan/atau batuan and/or rock Mining Permit Area map applied

yang diajukan oleh badan usaha, koperasi, atau for by entities, cooperatives, or sole

perseorangan kepada bupati/walikota untuk proprietorships to the regents/mayors for a

mendapatkan rekomendasi dalam rangka recommendation for the issuance of a

penerbitan IUP Eksplorasi mineral bukan nonmetal mineral and/or rock Exploration

logam dan/atau batuan. Mining Permit.

(3) Gubernur atau bupati/walikota memberikan (3) The governors or the regents/mayors shall give

rekomendasi sebagaimana dimaksud pada ayat recommendations as intended by section (1)

(1) dalam jangka waktu paling lama 5 (lima) not exceeding 5 (five) working days of receipt

hari kerja sejak diterimanya tanda bukti of the issuance of a nonmetal mineral and/or

penyampaian peta WIUP mineral bukan logam rock Mining Permit Area map.

dan/atau batuan.



Pasal 32 Article 32

(1) Badan usaha, koperasi, atau perseorangan (1) Entities, cooperatives, or sole proprietorships

yang telah mendapatkan peta WIUP beserta that have received a Mining Permit Area map

batas dan koordinat sebagaimana dimaksud along with the boundaries and coordinates as

dalam Pasal 31 dalam jangka waktu paling intended by Article 31 must at the latest 5

lambat 5 (lima) hari kerja setelah penerbitan (five) working days of the issuance of a

peta WIUP mineral bukan logam dan/atau nonmetal mineral and/or rock Mining Permit

batuan harus menyampaikan permohonan IUP map submit an application for an Exploration

Eksplorasi kepada Menteri, gubernur, atau Mining Permit to the competent Minister,

bupati/walikota sesuai dengan governors, or regents/mayors.

kewenangannya.

(2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) An application as intended by section (1) must

(1) wajib memenuhi persyaratan sebagaimana meet the requirements as intended by Article

dimaksud dalam Pasal 23. 23.

(3) Apabila badan usaha, koperasi, atau (3) Entities, cooperatives, or sole proprietorships

perseorangan sebagaimana dimaksud pada as intended by section (1) that fail to submit an

ayat (1) dalam jangka waktu 5 (lima) hari kerja application for a Mining Permit within 5 (five)

tidak menyampaikan permohonan IUP, working days shall be deemed to have

dianggap mengundurkan diri dan uang withdrawn and the area reserve monies shall

pencadangan wilayah menjadi milik become the property of the Government or the

Pemerintah atau milik pemerintah daerah. property of the regional governments.

(4) Dalam hal badan usaha, koperasi, atau (4) Where entities, cooperatives, or sole

perseorangan sebagaimana dimaksud pada proprietorships as intended by section (3) are

ayat (3) telah dianggap mengundurkan diri deemed to have withdrawn, the Mining Permit

maka WIUP menjadi wilayah terbuka. Area shall become an open area.







Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 24

Pasal 33 Article 33

Pemegang IUP Eksplorasi dapat mengajukan Exploration Mining Permit holders may submit an

permohonan wilayah di luar WIUP kepada application for the area outside Mining Permit

Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai Areas to the competent Minister, governors or

dengan kewenangannya untuk menunjang usaha regents/mayors to support their mining business

kegiatan pertambangannya. activities.

Penjelasan Pasal 33: Elucidation of Article 33:

Yang dimaksud dengan wilayah di luar WIUP Areas outside the Mining Permit Areas in this

dalam ketentuan ini adalah project area yang provision are project areas in which mining

dilarang untuk melakukan kegiatan tahap activities are banned.

penambangan.



Paragraf 3 Paragraph 3

IUP Operasi Produksi Production Operation Mining Permits

Pasal 34 Article 34

(1) IUP Operasi Produksi sebagaimana dimaksud (1) Production Operation Mining Permits as

dalam Pasal 22 ayat (1) huruf b diberikan intended by Article 22 section (1) item b shall

kepada badan usaha, koperasi, dan be granted to entities, cooperatives, and sole

perseorangan sebagai peningkatan dari proprietorships as an upgrade from an

kegiatan eksplorasi. exploration activity.

(2) Pemegang IUP Eksplorasi dijamin untuk (2) Exploration Special Mining Permit holders

memperoleh IUP Operasi Produksi sebagai shall be guaranteed to receive Production

peningkatan dengan mengajukan permohonan Operation Special Mining Permits as an

dan memenuhi persyaratan peningkatan upgrade by submission of applications therefor

operasi produksi. and being eligible for the production operation

upgrade.

(3) IUP Operasi Produksi meliputi kegiatan (3) Production Operation Mining Permits shall

konstruksi, penambangan, pengolahan dan include the activities of construction, mining,

pemurnian serta pengangkutan dan penjualan. processing and refining/smelting as well as

hauling and sale.

(4) IUP Operasi Produksi sebagaimana dimaksud (4) Production Operation Mining Permits as

pada ayat (1) diberikan kepada badan usaha, intended by section (1) shall be granted to

koperasi, dan perseorangan yang memenuhi eligible entities, cooperatives, and sole

persyaratan sebagaimana dimaksud dalam proprietorships as intended by Article 23.

Pasal 23.



Pasal 35 Article 35

(1) IUP Operasi Produksi diberikan oleh: (1) Production Operation Mining Permit shall be

granted by:

a. bupati/walikota, apabila lokasi a. the regents/mayors where the mine

penambangan, lokasi pengolahan dan location, processing and refining/smelting

pemurnian, serta pelabuhan berada di location, and port are within 1 (one)

dalam 1 (satu) wilayah kabupaten/kota district/city or the territorial sea up to 4

atau wilayah laut sampai dengan 4 (four) nautical miles;

(empat) mil laut;

Penjelasan Pasal 35 Ayat (1) Huruf a: Elucidation of Article 35 Section (1) (a):

Pelabuhan dalam ketentuan ini adalah pelabuhan Port in this provision means a special port or a

khusus atau terminal khusus yang dibangun oleh special terminal that is built by Mining Permit

pemegang IUP Operasi Produksi. holders.

b. gubernur, apabila lokasi penambangan, b. the governors where the mine location,





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 25

lokasi pengolahan dan pemurnian, serta processing and refining/smelting location,

pelabuhan berada di dalam wilayah and port are within different districts/cities

kabupaten/kota yang berbeda dalam 1 within 1 (one) province or the territorial

(satu) provinsi atau wilayah laut sampai sea up to 12 (twelve) nautical miles upon

dengan 12 (dua belas) mil laut setelah recommendation from the regents/mayors;

mendapat rekomendasi dari or

bupati/walikota; atau

c. Menteri, apabila lokasi penambangan, c. the Minister where the mine location,

lokasi pengolahan dan pemurnian, serta processing and refining/smelting location,

pelabuhan berada di dalam wilayah and port are within different provinces or

provinsi yang berbeda atau wilayah laut the territorial sea more than 12 (twelve)

lebih dari 12 (dua belas) mil laut dari garis nautical miles from the baseline upon

pantai setelah mendapat rekomendasi dari recommendation from the competent

gubernur dan bupati/walikota setempat governors and relevant regents/mayors.

sesuai dengan kewenangannya.

(2) Dalam hal lokasi penambangan, lokasi (2) Where the mine location, processing and

pengolahan dan pemurnian serta pelabuhan refining/smelting location, and port are within

berada di dalam wilayah yang berbeda serta different areas and under different ownership,

kepemilikannya juga berbeda maka IUP the respective Production Operation Mining

Operasi Produksi masing-masing diberikan Permits shall be granted by the competent

oleh Menteri, gubernur, atau bupati/walikota Minister, governors, or regents/mayors.

sesuai dengan kewenangannya.



Pasal 36 Article 36

Dalam hal pemegang IUP Operasi Produksi tidak Where Production Operation Mining Permit

melakukan kegiatan pengangkutan dan penjualan holders do not perform activities of hauling and

dan/atau pengolahan dan pemurnian, kegiatan. sale and/or processing and refining/smelting, the

pengangkutan dan penjualan dan/atau pengolahan activities of hauling and sale and/or processing and

dan pemurnian dapat dilakukan oleh pihak lain refining/smelting may be performed by other

yang memiliki: parties that hold:

a. IUP Operasi Produksi khusus untuk a. a Production Operation Mining Permit

pengangkutan dan penjualan; specifically for hauling and sale;

b. IUP Operasi Produksi khusus untuk b. a Production Operation Mining Permit

pengolahan dan pemurnian; dan/atau specifically for processing and

refining/smelting; and/or

c. IUP Operasi Produksi. c. a Production Operation Mining Permit.



Pasal 37 Article 37

(1) IUP Operasi Produksi khusus sebagaimana (1) A specific Production Operation Mining

dimaksud dalam Pasal 36 huruf a diberikan Permit as intended by Article 36 item (a) shall

oleh: be granted by:

a. Menteri apabila kegiatan penjualan dan a. the Minister if the sale and hauling

pengangkutan dilakukan lintas propinsi activities are performed in a location that

dan negara; overlaps provinces and states;

b. gubernur apabila kegiatan penjualan dan b. the governor if the sale and hauling

pengangkutan dilakukan lintas activities are performed in a location that

kabupaten/kota; atau overlaps districts/cities; or

c. bupati/walikota apabila kegiatan c. the regent/mayor if the sale and hauling

penjualan dan pengangkutan dalam 1 activities are performed in 1 (one)





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 26

(satu) kabupaten/kota. district/city.

(2) IUP Operasi Produksi khusus sebagaimana (2) A specific Production Operation Mining

dimaksud dalam Pasal 36 huruf b diberikan Permit as intended by Article 36 item (b) shall

oleh: be granted by:

a. Menteri, apabila lokasi kegiatan a. the Minister if the processing and

pengolahan dan pemurnian berada pada refining/smelting activities are in a

lintas provinsi; location that overlaps provinces;

b. gubernur, apabila lokasi kegiatan b. the governor if the processing and

pengolahan dan pemurnian berada pada refining/smelting activities are in a

lintas kabupaten/kota; atau location that overlaps districts/cities; or

c. bupati/walikota, apabila lokasi kegiatan c. the regent/mayor if the processing and

pengolahan dan pemurnian berada pada 1 refining/smelting activities are located in

(satu) kabupaten/kota. 1 (one) district/city.

(3) Dalam hal bahan tambang yang akan diolah (3) Where mining materials to be processed as

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berasal intended by section (2) are imported, a

dari impor, IUP Operasi Produksi khusus Production Operation Mining Permit

untuk pengolahan dan pemurnian diberikan specifically for processing and

oleh Menteri. refining/smelting shall be granted by the

Minister.



Pasal 38 Article 38

Dalam hal berdasarkan hasil dokumen pengelolaan Where the environmental management results that

lingkungan yang telah disahkan oleh instansi yang have been validated by the competent agency show

berwenang berdampak lingkungan pada: there are environmental impacts on:

a. 1 (satu) kabupaten/kota, IUP Operasi Produksi a. 1 (one) district/city, a Production Operation

diberikan oleh bupati/walikota berdasarkan Mining Permit shall be granted by the

rekomendasi dari Menteri dan gubernur; regent/mayor upon a recommendation of the

Minister and the governor;

b. lintas kabupaten/kota, IUP Operasi Produksi b. a location that overlaps districts/cities, a

diberikan oleh gubernur berdasarkan Production Operation Mining Permit shall be

rekomendasi dari bupati/walikota; atau granted by the governor upon a

recommendation of the relevant regents/

mayors; or

c. lintas provinsi, IUP Operasi Produksi c. a location that overlaps provinces, a

diberikan oleh Menteri berdasarkan Production Operation Mining Permit shall be

rekomendasi dari bupati/walikota dan granted by the Minister upon a

gubernur. recommendation of the relevant

regents/mayors and the governors.



Pasal 39 Article 39

Badan usaha yang melakukan kegiatan jual beli Entities that perform metal mineral or coal trading

mineral logam atau batubara di Indonesia, harus activities in Indonesia must obtain Production

memiliki IUP Operasi Produksi khusus untuk Operation Mining Permits specifically for hauling

pengangkutan dan penjualan dari Menteri, and sale from the competent Minister, governors,

gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan or regents/mayors.

kewenangannya.









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 27

Pasal 40 Article 40

Pemegang IUP Operasi Produksi dapat Exploration Mining Permit holders may submit an

mengajukan permohonan wilayah di luar WIUP application for the area outside Mining Permit

kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota Areas to the competent Minister, governors or

sesuai dengan kewenangannya untuk menunjang regents/mayors to support their mining business

usaha kegiatan pertambangannya. activities.



Pasal 41 Article 41

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for the

pemberian IUP Operasi produksi khusus diatur granting of specific Production Operation Mining

dengan Peraturan Menteri. Permits shall be governed by Regulation of the

Minister.



Bagian Keempat Part Four

Pemasangan Tanda Batas Placement of Boundary Markers

Pasal 42 Article 42

(1) Dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak (1) Within 6 (six) months of receipt of a

diperolehnya IUP Operasi Produksi, pemegang Production Operation Mining Permit, a Mining

IUP Operasi Produksi wajib memberikan Permit holder must place boundary markers by

tanda batas pada wilayah dengan memasang placement of stakes in the Mining Permit

patok pada WIUP. Area.

(2) Pembuatan tanda batas sebagaimana dimaksud (2) Placement of boundary markers as intended by

pada ayat (1) harus selesai sebelum dimulai section (1) must have been completed before

kegiatan operasi produksi. production operation activities begin.

(3) Dalam hal terjadi perubahan batas wilayah (3) Where there are changes in area boundaries at

pada WIUP Operasi Produksi, harus dilakukan the Production Operation Mining Permit Area,

perubahan tanda batas wilayah dengan the boundary markers must be changed and

pemasangan patok baru pada WIUP. new stakes shall be placed in the Mining

Permit Area.



Pasal 43 Article 43

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for

pemasangan tanda batas WIUP diatur dengan placement of boundary markers in Mining Permit

Peraturan Menteri. Areas shall be governed by Regulation of the

Minister.



Bagian Kelima Part Five

Komoditas Tambang Lain Dalam WIUP Other Mining Commodities within Mining Permit

Areas

Pasal 44 Article 44

(1) Dalam hal pada lokasi WIUP ditemukan (1) Where other non-associated minerals mining

komoditas tambang lainnya yang bukan commodities are found within a Mining Permit

asosiasi mineral yang diberikan dalam IUP, Area location given through a Mining Permit,

pemegang IUP Eksplorasi dan IUP Operasi the Exploration Mining Permit holder and the

Produksi memperoleh keutamaan dalam Production Operation Mining Permit holder

mengusahakan komoditas tambang lainnya shall be given first priority to commercialize

yang ditemukan. the other mining commodities found.

Penjelasan Pasal 44 Ayat (1): Elucidation of Article 44 Section (1):

Yang dimaksud dengan “komoditas tambang Other mining commodities in this provision are

lainnya” dalam ketentuan ini adalah antara lain minerals other than nonmetal minerals that are



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 28

apabila dalam WIUP mineral bukan logam found within a nonmetal mineral Mining Permit

terdapat mineral selain mineral bukan logam, Area, for example, metal minerals or coal.

contohnya mineral logam atau batubara.

(2) Dalam mengusahakan komoditas tambang (2) To commercialize other mining commodities

lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) as intended by section (1), a new entity must

harus membentuk badan usaha baru. be formed.

(3) Apabila pemegang IUP Eksplorasi dan IUP (3) Where Exploration Mining Permit holders and

Operasi Produksi tidak berminat atas Production Operation Mining Permit holders

komoditas tambang lainnya sebagaimana lack interest in other mining commodities as

dimaksud pada ayat (1), kesempatan intended by section (1), the opportunity to

pengusahaannya dapat diberikan kepada pihak commercialize them may be given to any other

lain dan diselenggarakan dengan cara lelang party through a bidding process or application.

atau permohonan.

Penjelasan Pasal 44 Ayat (3): Elucidation of Article 44 Section (3):

Pihak lain dalam ketentuan ini adalah badan Other parties in this provision are entities,

usaha, koperasi, atau perseorangan selain cooperatives, or sole proprietorships other than

pemegang IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Exploration Mining Permit holders and

Produksi yang tidak berminta atas komoditas Production Operation Mining Permit holders that

tambang tersebut. lack interest in those mining commodities.

(4) Pihak lain yang mendapatkan IUP berdasarkan (4) Any other party that obtains a Mining Permit

lelang atau permohonan wilayah harus through a bidding process or application for

berkoordinasi dengan pemegang IUP the area must coordinate with the first

Eksplorasi dan IUP Operasi Produksi pertama. Exploration Mining Permit holder and

Production Operation Mining Permit holder.

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara (5) Ancillary provisions for the procedures for the

pemberian IUP baru sesuai komoditas diatur granting of new Mining Permits by

dengan Peraturan Menteri. commodities shall be governed by Regulation

of the Minister.



Bagian Keenam Part Six

Perpanjangan IUP Operasi Produksi Extensions of Production Operation Mining

Permits

Pasal 45 Article 45

(1) Permohonan perpanjangan IUP Operasi (1) Applications for extensions of the Production

Produksi diajukan kepada Menteri, gubernur, Operation Mining Permits shall be submitted

atau bupati/walikota sesuai dengan to the competent Minister, governors, or

kewenangannya paling cepat dalam jangka regents/mayors no earlier than 2 (two) years

waktu 2 (dua) tahun dan paling lambat dalam and at the latest 6 (six) months prior to

jangka waktu 6 (enam) bulan sebelum expiration of the Mining Permits.

berakhirnya jangka waktu IUP.

(2) Permohonan perpanjangan IUP Operasi (2) Applications for extensions of the Production

Produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Operation Mining Permits as intended by

paling sedikit harus dilengkapi: section (1) shall be accompanied by at least:

a. peta dan batas koordinat wilayah; a. an area map and coordinates;

b. bukti pelunasan iuran tetap dan iuran b. a receipt of payment for the last 3 (three)

produksi 3 (tiga) tahun terakhir; years dead rents and production royalties;

c. laporan akhir kegiatan operasi produksi; c. a report on the final production operation

activities;

d. laporan pelaksanaan pengelolaan d. an environmental management report;

lingkungan;





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 29

e. rencana kerja dan anggaran biaya; dan e. working plans and budget; and

f. neraca sumber daya dan cadangan. f. balance sheet of resources and reserves.

(3) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai (3) The competent Minister, governors, or

dengan kewenangannya dapat menolak regents/mayors may refuse an application for

permohonan perpanjangan IUP Operasi an extension of a Production Operation Mining

Produksi apabila pemegang IUP Operasi Permit if the Production Operation Mining

Produksi berdasarkan hasil evaluasi, Permit holder, upon evaluation, fails to

pemegang IUP Operasi Produksi tidak demonstrate good performance of the

menunjukkan kinerja operasi produksi yang production operation.

baik.

(4) Penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) A refusal as intended by section (3) must be

(3) harus disampaikan kepada pemegang IUP delivered to the Production Operation Mining

Operasi Produksi paling lambat sebelum Permit holder at the latest prior to expiration of

berakhirnya IUP Operasi Produksi. said Production Operation Mining Permit.

(5) Pemegang IUP Operasi Produksi hanya dapat (5) Production Operation Mining Permit holders

diberikan perpanjangan sebanyak 2 (dua) kali. may only be granted an extension 2 (two)

times.

(6) Pemegang IUP Operasi Produksi yang telah (6) Production Operation Mining Permit holders

memperoleh perpanjangan IUP Operasi that have received an extension of the

Produksi sebanyak 2 (dua) kali, harus Production Operation Mining Permit 2 (two)

mengembalikan WIUP Operasi Produksi times must revert the Production Operation

kepada Menteri, gubernur, atau Mining Permit Area to the competent Minister,

bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya governors, or regents/mayors under laws and

berdasarkan ketentuan peraturan perundang- regulations.

undangan.



Pasal 46 Article 46

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi yang telah (1) A Production Operation Mining Permit holder

memperoleh perpanjangan IUP Operasi that has obtained 2 (two) Production Operation

Produksi sebanyak 2 (dua) kali sebagaimana Mining Permit extensions as intended by

dimaksud dalam Pasal 45 ayat (6), dalam Article 45 section (6) shall within 3 (three)

jangka waktu 3 (tiga) tahun sebelum jangka years prior to expiration of the Mining Permits

waktu masa berlakunya IUP berakhir, harus submit to the competent Minister, governors,

menyampaikan kepada Menteri, gubernur, atau or regents/mayors the available mineral or coal

bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya potential and deposits found within his/her

mengenai keberadaan potensi dan cadangan Mining Permit Areas.

mineral atau batubara pada WIUPnya.

(2) WIUP yang IUPnya akan berakhir (2) A Mining Permit Area of which the Mining

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Permit is to expire as intended by section (1)

sepanjang masih berpotensi untuk diusahakan, but which still has the potential for

Menteri menetapkan kembali WIUP untuk commercialization shall be re-determined by

dilelang. the Minister to be offered in the bid.

(3) Dalam pelaksanaan lelang WIUP sebagaimana (3) In the bidding process of Mining Permit Areas

dimaksud pada ayat (2) pemegang IUP as intended by section (2), the previous Mining

sebelumnya mendapat hak menyamai. Permit holder shall acquire the right of first

refusal.









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 30

BAB III CHAPTER III

IZIN PERTAMBANGAN RAKYAT SMALL-SCALE MINING PERMITS

Bagian Kesatu Part One

Umum General

Pasal 47 Article 47

(1) IPR diberikan oleh bupati/walikota (1) A Small-Scale Mining Permit shall be granted

berdasarkan permohonan yang diajukan oleh by the regents/mayors upon application

peduduk setempat, baik orang perseorangan submitted by local residents, either individuals

maupun kelompok masyarakat dan/atau or community groups and/or cooperatives.

koperasi.

(2) IPR diberikan setelah mendapatkan WPR oleh (2) A Small-Scale Mining Permit shall be granted

bupati/walikota. by the regent/mayor after having access to a

Small-Scale Mining Area.

(3) Dalam 1 (satu) WPR dapat diberikan 1 (satu) (3) 1 (one) Small-Scale Mining Permit Area may

atau beberapa IPR. be granted 1 (one) or several Small-Scale

Mining Permits.



Bagian Kedua Part Two

Pemberian IPR The Granting of Small-Scale Mining Permits

Pasal 48 Article 48

(1) Setiap usaha pertambangan rakyat pada WPR (1) Any small-scale mining business in a Small-

dapat dilaksanakan apabila telah mendapatkan Scale Mining Area shall be conducted upon

IPR. obtaining a Small-Scale Mining Permit.

(2) Untuk mendapatkan IPR, pemohon harus (2) To obtain Small-Scale Mining Permits, an

memenuhi: applicant must meet:

a. persyaratan administratif; a. the administrative requirements;

b. persyaratan teknis; dan b. the technical requirements; and

c. persyaratan finansial. c. the financial requirements.

(3) Persyaratan administratif sebagaimana (3) The administrative requirements as intended

dimaksud pada ayat (2) huruf a untuk: by section (2) item (a) for:

a. orang perseorangan, paling sedikit a. an individual shall include at least:

meliputi:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. kartu tanda penduduk. 2. a resident identification card.

3. komoditas tambang yang dimohon; 3. information about mining

dan commodities for which an application

is submitted; and

4. surat keterangan dari kelurahan/desa 4. a certificate from the local office of

setempat. urban administrative division/office

of rural administrative division.

b. kelompok masyarakat, paling sedikit b. a community group shall include at least:

meliputi:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. komoditas tambang yang dimohon; 2. information about mining

dan commodities for which an application

is submitted; and

3. surat keterangan dari kelurahan/desa 3. a certificate from the local office of

setempat. urban administrative division/office





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 31

of rural administrative division.

c. koperasi setempat, paling sedikit meliputi: c. a local cooperative shall include at least:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. nomor pokok wajib pajak; 2. a taxpayer registration number;

3. akte pendirian koperasi yang telah 3. a deed of establishment of the

disahkan oleh pejabat yang cooperative that has been validated by

berwenang; the competent official;

4. komoditas tambang yang dimohon; 4. information about mining

dan commodities for which an application

is submitted; and

5. surat keterangan dari kelurahan/desa 5. a certificate from the local office of

setempat. urban administrative division/office

of rural administrative division;

(4) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud (4) The technical requirements as intended by

pada ayat (2) huruf b berupa surat pernyataan section (2) item (b) shall be a statement that

yang memuat paling sedikit mengenai: sets forth at least:

a. sumuran pada IPR paling dalam 25 (dua a. shafts for Small-Scale Mining Permits not

puluh lima) meter; exceeding 25 (twenty-five) meters in

depth;

b. menggunakan pompa mekanik, b. use of mechanical pumps, retorting or

penggelundungan atau permesinan dengan machinery with total power of not more

jumlah tenaga maksimal 25 (dua puluh than 25 (twenty-five) horsepower for 1

lima) HP untuk 1 (satu) IPR; dan (one) Small-Scale Mining Permit; and

c. tidak menggunakan alat berat dan bahan c. no use of heavy equipment and

peledak. explosives.

(5) Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud (5) The technical requirements as intended by

pada ayat (2) huruf c berupa laporan keuangan section (2) item (c) shall be the previous year’s

1 (satu) tahun terakhir dan hanya financial statement and shall be required only

dipersyaratkan bagi koperasi setempat. for local cooperatives.



BAB IV CHAPTER IV

IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS SPECIAL MINING PERMITS

Bagian Kesatu Part One

Umum General

Pasal 49 Article 49

(1) IUPK diberikan oleh Menteri berdasarkan (1) A Special Mining Permit shall be granted by

permohonan yang diajukan oleh BUMN, the Minister upon application submited by

BUMD atau badan usaha swasta. State-Owned Entities, Region-Owned Entities

or private entities.

(2) IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2) A Special Mining Permit as intended by

diberikan setelah diperoleh WIUPK yang telah section (1) shall be granted after having access

ditetapkan oleh Menteri. to a Special Mining Permit Area in a Special

Mining Area that has been determined by the

Minister.

(3) Dalam 1 (satu) WIUPK dapat terdiri atas 1 (3) 1 (one) Special Mining Permit Area in a

(satu) atau beberapa IUPK. Special Mining Area may include 1 (one) or

several Special Mining Permits.

(4) Pemohon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (4) Any applicant as intended by section (1) shall

hanya dapat diberikan 1 (satu) WIUPK, be authorized only 1 (one) Special Mining



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 32

kecuali pemohon merupakan badan usaha Permit Area in a Special Mining Area except

that a publicly-held entity applicant may be

yang telah terbuka dapat diberikan lebih dari 1

(satu) WIUPK. authorized more than 1 (one) Special Mining

Permit Area in a Special Mining Area.

(5) Ketentuan mengenai penetapan WUPK (5) The provisions for the determination of

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur Special Mining Area as intended by section (2)

dalam Peraturan Pemerintah tersendiri. shall be governed by separate Regulation of

the Government.



Pasal 50 Article 50

IUPK diberikan melalui tahapan: A Special Mining Permit shall be granted through:

a. pemberian WIUPK; dan a. the granting of a Special Mining Permit Area

in a Special Mining Area; and

b. pemberian IUPK. b. the granting of a Special Mining Permit.



Bagian Kedua Part Two

Pemberian WIUPK The Authorization of Special Mining Permit Areas

in Special Mining Areas

Paragraf 1 Paragraph 1

Umum General

Pasal 51 Article 51

(1) Pemberian WIUPK sebagaimana dimaksud (1) The authorization of a Special Mining Permit

dalam Pasal 50 huruf a terdiri atas WIUPK Area in a Special Mining Area as intended by

mineral logam dan/atau batubara. Article 50 item (a) shall include a metal

mineral and/or coal Special Mining Permit

Area in a Special Mining Area.

(2) WIUPK diberikan kepada BUMN, BUMD (2) Special Mining Permit Areas in Special

atau badan usaha swasta oleh Menteri. Mining Areas shall be authorized by the

Minister to State-Owned Entities, Region-

Owned Entities or private entities.

(3) Menteri dalam memberikan WIUPK (3) With respect to the authorization of Special

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus Mining Permit Areas in Special Mining Areas,

terlebih dahulu menawarkan kepada BUMN the Minister must in the first place offer them

atau BUMD dengan cara prioritas. to State-Owned Entities or Region-Owned

Entities on priority terms.

(4) Dalam hal peminat sebagaimana dimaksud (4) Where the interested party as intended by

pada ayat (3) hanya ada 1 (satu) BUMN atau section (3) is only 1 (one) State-Owned Entity

BUMD, WIUPK diberikan kepada BUMN or Region-Owned Entity, a Special Mining

atau BUMD dengan membayar biaya Permit Area in a Special Mining Area shall be

kompensasi data informasi. authorized to a State-Owned Entity or Region-

Owned Entity for the payment of the cost of

the compensation for access to

data/information.

(5) Dalam hal peminat sebagaimana dimaksud (5) Where the interested party as intended by

pada ayat (3) lebih dari 1 (satu) BUMN atau section (3) is more than 1 (one) State-Owned

BUMD, WIUPK diberikan dengan cara lelang. Entity or Region-Owned Entity, a Special

Mining Permit Areas in a Special Mining

Areas shall be authorized through a bidding

process.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 33

(6) Pemenang lelang sebagaimana dimaksud pada (6) The preferred bidder as intended by section (5)

ayat (5) dikenai kewajiban membayar biaya shall be required to pay the cost of the

kompensasi data informasi sesuai dengan nilai compensation for access to data/information as

lelang. per the bid value.



Pasal 52 Article 52

(1) Dalam hal tidak ada BUMN atau BUMD yang (1) Where State-Owned Entities or mining

berminat, WIUPK ditawarkan kepada badan Region-Owned Entities lack interest, a Special

usaha swasta yang bergerak dalam bidang Mining Permit Area in a Special Mining Area

pertambangan mineral dan batubara dengan shall be offered to mineral and coal mining

cara lelang. private entities through a bidding process.

(2) Pemenang lelang sebagaimana dimaksud pada (2) The preferred bidder as intended by section (1)

ayat (1) dikenai kewajiban membayar biaya shall be required to pay the cost of the

kompensasi data informasi sesuai dengan nilai compensation for access to data/information as

lelang. per the bid value.



Paragraf 2 Paragraph 2

Tata Cara Pemberian Prioritas WIUPK Mineral Procedures for Giving Priority to Metal Mineral

Logam dan Batubara and Coal Special Mining Permit Areas in Special

Mining Areas

Pasal 53 Article 53

(1) BUMN dan BUMD yang telah mendapatkan (1) State-Owned Entities and Region-Owned

WIUPK wajib mengajukan permohonan IUPK Entities that have had access to Special Mining

mineral logam atau batubara kepada Menteri. Permit Areas in Special Mining Areas must

submit an application for a metal mineral and

coal Special Mining Permit to the Minister.

(2) Dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) (2) At the latest 10 (ten) working days of receipt

hari kerja sejak diterimanya permohonan of an application as intended by section (1),

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Menteri the Minister shall grant a Special Mining

memberikan IUPK kepada BUMN atau Permit to an eligible State-Owned Entity or

BUMD setelah memenuhi persyaratan. Region-Owned Entity.



Paragraf 3 Paragraph 3

Tata Cara Lelang WIUPK Mineral Logam dan Auction Procedure for Metal Mineral and Coal

Batubara Special Mining Permit Areas in Special Mining

Areas

Pasal 54 Article 54

(1) Sebelum dilakukan pelelangan WIUPK (1) Prior to the auction process for metal mineral

mineral logam atau batubara sebagaimana and coal Special Mining Permit Areas in

dimaksud dalam Pasal 51 dan Pasal 52, Special Mining Areas as intended by Article

Menteri mengumumkan secara terbuka 51 and Article 52, the Minister shall announce

WIUPK yang akan dilelang dalam jangka transparently the Special Mining Permit Area

waktu paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum in a Special Mining Area to be offered for

pelaksanaan lelang. bidding at the latest 3 (three) months prior to

an auction.

Penjelasan Pasal 54 Ayat (1): Elucidation of Article 54 Section (1):

Mengumumkan secara terbuka dalam ketentuan ini Announce transparently in this provision means:

yaitu dilakukan:

a. paling sedikit dimuat di 1 (satu) media cetak a. be published in at least 1 (one) local print

lokal dan/atau 1 (satu) media cetak nasional; media and/or 1 (one) national print media;

dan and



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 34

b. di kantor kementerian yang b. be announced at the office of the ministry that

menyelenggarakan urusan pemerintahan di administers governmental affairs in the

bidang mineral dan batubara. mining and coal field.

(2) Dalam pelaksanaan pelelangan WIUPK (2) In the conduct of an auction for Mining Permit

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Menteri Areas as intended by section (1), the Minister

membentuk panitia lelang WIUPK mineral shall form an auction committee for metal

logam atau batubara. mineral or coal Special Mining Permit Areas

in Special Mining Areas.

(3) Anggota panitia lelang WIUPK sebagaimana (3) The membership of an auction committee for

dimaksud pada ayat (2) berjumlah gasal yang Special Mining Permit Areas in Special

memiliki kompetensi di bidang pertambangan Mining Areas as intended by section (2) shall

mineral atau batubara. consist of an odd number of members

competent in the mineral or coal mining field.



Pasal 55 Article 55

Tugas dan wewenang panitia lelang WIUPK The duties and authority of the auction committee

mineral logam dan batubara sebagaimana for Special Mining Permit Areas in Special Mining

dimaksud dalam Pasal 54 meliputi: Areas as intended by Article 54 shall include:

a. penyiapan lelang WIUPK dan besaran nilai a. prepare auctions of Special Mining Permit

kompensasi data informasi; Areas in Special Mining Areas and determine

the value of the compensation for access to

data/information;

b. penyiapan dokumen lelang WIUPK; b. prepare bidding documents of Special Mining

Permit Areas in Special Mining Areas;

c. penyusunan jadwal lelang WIUPK; c. set out an auction schedule for Special Mining

Permit Areas in Special Mining Areas;

d. pengumuman waktu pelaksanaan lelang d. announce bidding time for Special Mining

WIUPK; Permit Areas in Special Mining Areas;

e. pelaksanaan pengumuman ulang paling e. republish the announcement not exceeding 2

banyak 2 (dua) kali, apabila peserta lelang (two) times in case there is only 1 (one) bidder

WIUPK hanya 1 (satu); for a Special Mining Permit Area in a Special

Mining Area;

f. penilaian kualifikasi peserta lelang WIUPK; f. assess the qualifications of bidders for Special

Mining Permit Areas in Special Mining Areas;

g. melakukan evaluasi terhadap penawaran yang g. evaluate incoming bids;

masuk;

h. pelaksanakan lelang WIUPK; dan h. conduct auctions of Special Mining Permit

Areas in Special Mining Areas; and

i. pembuatan berita acara hasil pelaksanaan i. make minutes of bid results and propose a

lelang dan mengusulkan pemenang lelang preferred bidder for a Special Mining Permit

WIUPK. Areas in a Special Mining Area.



Pasal 56 Article 56

(1) Untuk mengikuti lelang, peserta lelang (1) To join a bid, bidders for Special Mining

WIUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal Permit Areas in Special Mining Areas as

51 ayat (5) dan Pasal 52 ayat (1) harus intended by Article 46 section (6) must meet

memenuhi persyaratan sebagai berikut: the following requirements:

a. persyaratan administratif; a. the administrative requirements;

b. persyaratan teknis; dan b. the technical requirements; and



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 35

c. persyaratan finansial. c. the financial requirements.

(2) Persyaratan administratif sebagaimana (2) The administrative requirements as intended

dimaksud pada ayat (1) huruf a paling sedikit by section (1) item (a) shall include at least:

meliputi:

a. mengisi formulir yang sudah disiapkan a. a completed form, as made available by

panitia lelang; the auction committee;

b. profil badan usaha; b. the company profile;

c. akte pendirian badan usaha yang bergerak c. the deed of establishment of the entity

di bidang usaha pertambangan yang telah engaged in the mining business already

disahkan oleh pejabat yang bewenang; validated by the competent official; and

dan

d. nomor pokok wajib pajak. d. a taxpayer registration number.

(3) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud (3) The technical requirements as intended by

pada ayat (1) huruf b paling sedikit meliputi: section (1) item (b) shall include at least:

a. pengalaman badan usaha di bidang a. entities, with a minimum 3 years mining

pertambangan mineral dan batubara and coal experience, or new companies

paling sedikit 3 (tiga) tahun, atau bagi shall require recommendation of their

perusahaan baru harus mendapat holding company, business partners, or

dukungan dari perusahaan induk, mitra affiliates engaged in the mining field;

kerja, atau afiliasinya yang bergerak di

bidang pertambangan;

b. mempunyai paling sedikit 1 (satu) tenaga b. 1 (one) mining and/or geological expert

ahli dalam bidang pertambangan dan/atau with a minimum 3 years experience;

geologi yang berpengalaman paling

sedikit 3 (tiga) tahun;

c. rencana kerja dan anggaran biaya untuk c. 1 (one) year’s annual working plans and

kegiatan 1 (satu) tahun. budget.

(4) Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud (4) The financial requirements as intended by

pada ayat (1) huruf d paling sedikit meliputi: section (1) item (d) shall include at least:

a. laporan keuangan tahun terakhir yang a. the previous year’s public accountant

sudah diaudit akuntan publik; audited financial statements;

b. menempatkan jaminan kesungguhan b. payment in cash a 10% bid commitment

lelang dalam bentuk uang tunai di bank deposit of the value of the compensation

pemerintah sebesar 10% (sepuluh persen) for access to data/information into a

dari nilai kompensasi data informasi atau government bank, or adjusted replacement

total biaya pengganti investasi untuk cost of the expired Special Mining Permit

lelang WIUPK yang telah berakhir; dan Areas in Special Mining Areas; and

c. pernyataan bersedia membayar nilai c. a statement of commitment to pay the bid

sesuai surat penawaran lelang dalam value not more than 5 (five) working days

jangka waktu paling lambat 5 (lima) hari of notice of bid award.

kerja setelah pengumuman pemenang

lelang.



Pasal 57 Article 57

(1) Prosedur lelang meliputi tahap: (1) Procedures for bid award shall include:

a. pengumuman prakualifikasi; a. notice of prequalification;

b. pengambilan dokumen prakualifikasi; b. collection of prequalification documents;

c. pemasukan dokumen prakualifikasi; c. submission of prequalification documents;





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 36

d.evaluasi prakualifikasi; d. evaluation of prequalification;

e.klarifikasi dan konfirmasi terhadap e. clarification and confirmation of

dokumen prakualifikasi; prequalification documents;

f. penetapan hasil prakualifikasi; f. determination of prequalification results;

g. pengumuman hasil prakualifikasi; g. notice of prequalification results;

h. undangan kepada peserta yang lulus h. invitations to prequalified bidders;

prakualifikasi;

i. pengambilan dokumen lelang; i. collection of bidding documents;

j. penjelasan lelang; j. bidders’ briefing;

k. pemasukan penawaran harga; k. submission of a bid/offer;

l. pembukaan sampul; l. opening bid envelopes;

m. penetapan peringkat; m. ranking/rating;

n. penunjukan/pengumuman pemenang n. bid award/notice of a preferred bidder on

lelang yang dilakukan berdasarkan a bid/offer and technical consideration

penawaran harga dan pertimbangan basis; and

teknis; dan

o. memberi kesempatan adanya sanggahan o. to allow a chance to appeal the bid award.

atas keputusan lelang.

(2) Penjelasan lelang sebagaimana dimaksud pada (2) Bidders’ briefing as intended by section (1)

ayat (1) huruf j wajib dilakukan oleh Panitia item (j) must be given by the auction

Lelang WIUPK kepada peserta pelelangan committee for Special Mining Permit Areas in

WIUPK yang lulus prakualifikasi untuk Special Mining Areas to prequalified bidders

menjelaskan data teknis berupa: for Special Mining Permit Areas in Special

Mining Areas to explain technical data on:

a. lokasi; a. locations;

b. koordinat; b. coordinates;

c. jenis mineral, termasuk mineral c. mineral types, including associated

ikutannya, dan batubara; minerals, and coal;

d. ringkasan hasil penelitian dan d. summary research and survey results;

penyelidikan;

e. ringkasan hasil eksplorasi pendahuluan e. summary preliminary exploration results,

apabila ada; dan if any; and

f. status lahan. f. status of land.



Pasal 58 Article 58

(1) Panitia lelang sesuai dengan kewenangan yang (1) The auction committee authorized by the

diberikan oleh Menteri dapat memberikan Minister may allow a chance to prequalified

kesempatan kepada peserta pelelangan bidders for Special Mining Permit Areas in

WIUPK yang lulus prakualifikasi untuk Special Mining Areas to conduct site visits

melakukan kunjungan lapangan dengan jangka within the time frame, as adjusted to the

waktu yang disesuaikan dengan jarak lokasi location’s distance, to be offered for bidding

yang akan dilelang setelah mendapatkan upon receipt of bidders’ briefing as intended

penjelasan lelang sebagaimana dimaksud by Article 57 section (1) item (j).

dalam Pasal 57 ayat (1) huruf j.

(2) Dalam hal peserta pelelangan WIUPK yang (2) Bidders for Special Mining Permit Areas in

akan melakukan kunjungan lapangan Special Mining Areas in the conduct of a site

mengikutsertakan warga negara asing wajib visit with foreign nationals shall meet the

memenuhi persyaratan sesuai dengan requirements under laws and regulations.



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 37

ketentuan peraturan perundang-undangan.

(3) Biaya yang diperlukan untuk melakukan (3) Costs that are required in the conduct of site

kunjungan lapangan sebagaimana dimaksud visits as intended by section (1) and section (2)

pada ayat (1) dan ayat (2) dibebankan kepada shall be for the account of the bidders for

peserta pelelangan WIUPK. Special Mining Permit Areas in Special

Mining Areas.



Pasal 59 Article 59

(1) Jangka waktu prosedur pelelangan ditetapkan (1) A period of the bid award process shall not

dalam jangka waktu paling lama 35 (tiga puluh exceed 35 (thirty-five) working days of

lima) hari kerja sejak pemasukan penawaran submission of the bid/offer as intended by

harga sebagaimana dimaksud dalam Pasal 57 Article 57 section (1) item (k).

ayat (1) huruf k.

(2) Hasil pelaksanaan lelang WIUPK dilaporkan (2) The results of auctions of Special Mining

oleh panitia lelang kepada Menteri untuk Permit Areas in Special Mining Areas shall be

ditetapkan pemenang lelang WIUPK. reported by the auction committee to the

Minister to award preferred bidder status for a

Special Mining Permit Area in a Special

Mining Area.



Pasal 60 Article 60

(1) Menteri berdasarkan usulan panitia lelang (1) The Minister upon a recommendation of the

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59 ayat auction committee as intended by Article 59

(2) menetapkan pemenang lelang WIUPK section (2) shall award preferred bidder status

mineral logam dan/atau batubara. for metal mineral and/or coal Special Mining

Permit Areas in Special Mining Areas.

(2) Menteri memberitahukan secara tertulis (2) The Minister shall notify the preferred bidder

penetapan pemenang lelang WIUPK mineral in writing of the award of preferred bidder

logam dan/atau batubara kepada pemenang status for metal mineral and/or coal Special

lelang. Mining Permit Areas in Special Mining Areas.



Pasal 61 Article 61

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara lelang Ancillary provisions for the auction procedure for

WIUPK diatur dengan Peraturan Menteri. Special Mining Permit Areas in Special Mining

Areas shall be governed by Regulation of the

Minister.



Bagian Ketiga Part Three

Pemberian IUPK The Granting of Special Mining Permits

Paragraf 1 Paragraph 1

Umum General

Pasal 62 Article 62

(1) IUPK diberikan oleh Menteri kepada BUMN, (1) Special Mining Permits shall be granted by the

BUMD, atau badan usaha swasta setelah Minister to State-Owned Entities, Region-

mendapatkan WIUPK. Owned Entities, or private entities after having

access to Special Mining Permit Areas in

Special Mining Areas.

(2) IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2) A Special Mining Permit as intended by

terdiri atas: section (1) shall include:





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 38

a. IUPK Eksplorasi terdiri atas mineral a. an Exploration Special Mining Permit that

logam atau batubara; dan includes metal minerals or coal; and

b. IUPK Operasi Produksi terdiri atas b. a Production Operation Special Mining

mineral logam atau batubara. Permit that includes metal minerals or

coal.



Paragraf 2 Paragraph 2

Persyaratan IUPK Eksplorasi dan IUPK OperasiThe Requirements for Exploration Special Mining

Produksi Permits and Production Operation Special Mining

Permits

Pasal 63 Article 63

Persyaratan IUPK Eksplorasi dan IUPK Operasi The Requirements for Exploration Special Mining

Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 62 Permits and Production Operation Special Mining

harus memenuhi: Permits as intended by Article 62 must meet:

a. persyaratan administratif; a. the administrative requirements;

b. persyaratan teknis; b. the technical requirements;

c. persyaratan lingkungan; dan c. the environmental requirements; and

d. persyaratan finansial. d. the financial requirements.



Pasal 64 Article 64

(1) Persyaratan administratif sebagaimana (1) The administrative requirements as intended

dimaksud dalam Pasal 58 huruf a meliputi: by Article 58 item (a) shall include:

a. Untuk IUPK Eksplorasi dan IUPK a. For a metal mineral and coal Exploration

Operasi Produksi mineral logam dan Special Mining Permit and a Production

batubara yang diajukan BUMN atau Operation Special Mining Permit for

BUMD yang diberikan berdasarkan which an application is submitted by

prioritas: State-Owned Entities or Region-Owned

Entities granted on priority terms:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. profi badan usaha; 2. the entity profile;

3. akte pendirian badan usaha yang 3. a deed of establishment of an entity

bergerak di bidang usaha that is engaged in the mining

pertambangan yang telah disahkan business, already validated by the

oleh pejabat yang berwenang; competent official;

4. nomor pokok wajib pajak; 4. a taxpayer registration number;

5. susunan direksi dan daftar pemegang 5. the composition of the board of

saham; dan directors and a list of shareholders;

and

6. surat keterangan domisili. 6. a certificate of domicile

b. Untuk IUPK Eksplorasi dan IUPK b. For a metal mineral and coal Exploration

Operasi Produksi mineral logam dan Special Mining Permit and a Production

batubara yang diajukan oleh pemenang Operation Special Mining Permit for

lelang WIUPK: which an application is submitted by the

preferred bidder for Special Mining

Permit Areas in Special Mining Areas:

1. surat permohonan; 1. a letter of application;

2. susunan direksi dan daftar pemegang 2. the composition of the board of

saham; dan directors and a list of shareholders;





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 39

and

3. surat keterangan domisili. 3. a certificate of domicile

(2) Persyaratan teknis sebagaimana dimaksud (2) The technical requirements as intended by

dalam Pasal 63 huruf b meliputi: Article 63 item (b) shall include:

a. pengalaman BUMN, BUMD atau badan a. Mineral or coal mining State-Owned

usaha swasta di bidang pertambangan Entities, Region-Owned Entities or private

mineral atau batubara paling sedikit 3 entities with a minimum 3 years

(tiga) tahun; experience;

b. mempunyai paling sedikit 1 (satu) orang b. 1 (one) mining and/or geological expert

tenaga ahli dalam bidang pertambangan with a minimum 3 years experience; and

dan/atau geologi yang berpengalaman

paling sedikit 3 (tiga) tahun; dan

c. rencana kerja dan anggaran biaya untuk c. annual working plans and budget for 4

kegiatan 4 (empat) tahun eksplorasi. (four) year’s exploration.

(3) Persyaratan lingkungan sebagaimana (3) The environmental requirements as intended

dimaksud dalam Pasal 63 huruf c paling by Article 63 item (c) shall include at least:

sedikit meliputi:

a. untuk IUP Eksplorasi meliputi surat a. for an Exploration Mining Permit, a statement

pernyataan kesanggupan pengelolaan dan of commitment to manage and monitor the

pemantauan lingkungan hidup serta environment as well as observe the

mematuhi ketentuan peraturan perundang- environmental laws and regulations;

undangan di bidang lingkungan hidup;

b. untuk IUP Operasi Produksi meliputi: b. for a Production Operation Mining Permit:

1. surat pernyataan kesanggupan untuk 1. a statement of commitment to observe the

mematuhi ketentuan peraturan environmental laws and regulations; and

perundang-undangan di bidang

lingkungan hidup; dan

2. persetujuan dokumen pengelolaan 2. approval of the environmental

lingkungan sesuai ketentuan management documentation under laws

peraturan perundang-undangan. and regulations.

(4) Persyaratan finansial sebagaimana dimaksud (4) The financial requirements as intended by

dalam Pasal 63 huruf d meliputi: Article 63 item (d) shall include:

a. IUPK Eksplorasi, paling sedikit meliputi: a. for an Exploration Special Mining Permit,

at least:

1. bukti penempatan jaminan 1. a receipt of payment for a

kesungguhan pelaksanaan kegiatan commitment deposit to perform

eksplorasi; dan exploration activities; and;

2. bukti pembayaran harga nilai 2. a receipt of payment for the value of

kompensasi data informasi atau the compensation for access to

sesuai dengan surat penawaran. data/information or as per the value

of the bid/offer.

b. IUPK Operasi Produksi, paling sedikit b. for a Production Operation Special

meliputi: Mining Permit, at least:

1. laporan keuangan tahun terakhir yang 1. the previous year’s public accountant-

telah diaudit oleh akuntan publik; dan audited financial statement; and

2. bukti pembayaran iuran tetap 3 (tiga) 2. a receipt of payment for the last 3

tahun terakhir. (three) years dead rents.







Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 40

Paragraf 3 Paragraph 3

Tata Cara Penerbitan IUPK Eksplorasi Mineral Procedures for Issuance of Metal Mineral and Coal

Logam dan Batubara Exploration Special Mining Permits

Pasal 65 Article 65

(1) BUMN atau BUMD yang diberikan WIUPK (1) A State-Owned Entity or Region-Owned

berdasarkan prioritas atau pemenang lelang Entity that is authorized in a Special Mining

WIUPK mineral logam atau batubara, harus Permit Area in a Special Mining Area on

menyampaikan permohonan IUPK Eksplorasi priority terms, or the preferred bidder for a

kepada Menteri dalam jangka waktu paling metal mineral and/or coal Special Mining

lambat 5 (lima) hari kerja setelah penetapan Permit Area in a Special Mining Areas, must

pengumuman pemenang lelang WIUPK. submit an application for an Exploration

Special Mining Permit to the Minister at the

latest 5 (five) working days of notice of bid

award for a Special Mining Permit Area in a

Special Mining Area.

(2) Permohonan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) An application as intended by section (1) must

(1) wajib memenuhi persyaratan sebagaimana meet the requirements as intended by Article

dimaksud dalam Pasal 63. 63.

(3) Apabila BUMN atau BUMD yang diberikan (3) A State-Owned Entity or Region-Owned

WIUPK berdasarkan prioritas atau pemenang Entity that is authorized in a Special Mining

lelang WIUPK sebagaimana dimaksud pada Permit Area in a Special Mining Area on

ayat (1) dalam jangka waktu 5 (lima) hari kerja priority terms, or the preferred bidder for a

tidak menyampaikan permohonan IUPK, Special Mining Permit Area in a Special

dianggap mengundurkan diri. Mining Area as intended by section (1) that

fails to submit an application for a Special

Mining Permit within 5 (five) working days,

shall be deemed to have withdrawn.

(4) Dalam hal pemenang lelang WIUPK (4) Where the preferred bidder for a Special

sebagaimana dimaksud pada ayat (3) telah Mining Permit Area in a Special Mining Area

dianggap mengundurkan diri maka WIUPK as intended by section (3) is deemed to have

ditawarkan kepada peserta lelang urutan withdrawn, the Special Mining Permit Area in

berikutnya secara berjenjang dengan syarat a Special Mining Area shall be offered to the

nilai harga kompensasi data informasi sama next-ranked bidder sequentially, provided that

dengan harga yang ditawarkan oleh pemenang the value of compensation for access to

pertama data/information is at least equal to the price

offered by the first preferred bidder.

(5) Menteri melakukan lelang ulang WIUPK (5) The Minister shall conduct a re-auction of

apabila peserta lelang sebagaimana dimaksud Special Mining Permit Areas in Special

pada ayat (4) tidak ada yang berminat. Mining Areas if the next-ranked bidder(s) as

intended by section (4) lacks interest.



Pasal 66 Article 66

Pemegang IUPK Eksplorasi atau pemegang IUPK Exploration Special Mining Permit holders or

Operasi Produksi dapat mengajukan permohonan Production Operation Special Mining Permit

wilayah di luar WIUPK kepada Menteri untuk holders may submit an application for the area

menunjang usaha kegiatan pertambangannya. outside Special Mining Permit Areas in Special

Mining Areas to the Minister to support their

mining business activities.

Penjelasan Pasal 66: Elucidation of Article 66:

Yang dimaksud dengan wilayah di luar WIUPK Areas outside the Special Mining Permit Areas in

dalam ketentuan ini adalah project area yang this provision means project areas in which mining



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 41

dilarang untuk melakukan kegiatan penambangan. activities are banned.



Paragraf 4 Paragraph 4

Tata Cara Penerbitan IUPK Operasi Produksi Procedures for Issuance of Metal Mineral and Coal

Mineral Logam dan Batubara Production Operation Special Mining Permits

Pasal 67 Article 67

(1) IUPK Operasi Produksi diberikan kepada (1) Production Operation Special Mining Permits

BUMN, BUMD, atau badan usaha swasta shall be granted to State-Owned Entities,

sebagai peningkatan dari kegiatan eksplorasi. Region-Owned Entities, or private entities as

an upgrade from an exploration activity.

(2) Pemegang IUPK Eksplorasi dijamin untuk (2) Exploration Special Mining Permit holders

memperoleh IUPK Operasi Produksi sebagai shall be guaranteed to receive Production

peningkatan dengan mengajukan permohonan Operation Special Mining Permits as an

dan memenuhi persyaratan peningkatan upgrade upon submission of applications

operasi produksi. therefor and meeting the requirements for the

production operation upgrade.

(3) IUPK Operasi Produksi diberikan oleh (3) Production Operation Special Mining Permits

Menteri. shall be granted by the Minister.

(4) IUPK Operasi Produksi sebagaimana (4) Production Operation Mining Permits as

dimaksud pada ayat (3) meliputi kegiatan intended by section (3) shall include the

konstruksi, penambangan, pengolahan dan activities of construction, mining, processing

pemurnian, serta pengangkutan dan penjualan. and refining/smelting as well as hauling and

sale.

(5) IUPK Operasi Produksi sebagaimana (5) Production Operation Special Mining Permits

dimaksud dalam ayat (4) diberikan kepada as intended by section (4) shall be granted to

BUMN, BUMD, atau badan usaha swasta State-Owned Entities, Region-Owned Entities,

sebagai peningkatan dari IUPK Eksplorasi or private entities that meet the requirements

yang memenuhi persyaratan sebagaimana as intended by Article 63 as an upgrade from

dimaksud dalam Pasal 63. an Exploration Special Mining Permit.

(6) WIUPK yang telah mempunyai data lengkap (6) Special Mining Permit Areas in Special

meliputi data eksplorasi, studi kelayakan dan Mining Areas that already have complete data

dokumen pengelolaan lingkungan yang telah on exploration, feasibility study and

disetujui oleh instansi yang berwenang dapat environmental management documentation

diberikan IUPK Operasi Produksi kepada that has been approved by the competent

BUMN atau BUMD dengan cara prioritas atau agency may be granted Production Operation

pemenang lelang. Special Mining Permits to State-Owned

Entities or Region-Owned Entities on priority

terms, or to the preferred bidder.



Pasal 68 Article 68

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for the

pemberian IUPK Operasi Produksi khusus diatur granting of specific Production Operation Special

dengan Peraturan Menteri. Mining Permits shall be governed by Regulation of

the Minister.



Bagian Keempat Part Four

Pemasangan Tanda Batas Placement of Boundary Markers

Pasal 69 Article 69

(1) Dalam jangka waktu 6 (enam) bulan sejak (1) Within 6 (six) months of receipt of a

diperolehnya IUPK Operasi Produksi, Production Operation Special Mining Permit, a



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 42

pemegang IUPK Operasi Produksi wajib Special Mining Permit holder must place

memberikan tanda batas wilayah dengan boundary markers by placement of stakes in

memasang patok pada WIUPK. the Special Mining Permit Area in a Special

Mining Areas.

(2) Pembuatan tanda batas sebagaimana dimaksud (2) Placement of boundary markers as intended by

pada ayat (1) harus selesai sebelum dimulai section (1) must have been completed before

kegiatan operasi produksi. production operation activities begin.

(3) Dalam hal terjadi perubahan batas wilayah (3) Where there are changes in area boundaries at

pada WIUPK Operasi Produksi, harus the Production Operation Special Mining

dilakukan perubahan tanda batas wilayah Permit Area in a Special Mining Areas, the

dengan pemasangan patok baru pada WIUPK. boundary markers must be changed and new

stakes shall be placed in the Special Mining

Permit Areas in the Special Mining Area.



Pasal 70 Article 70

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for

pemasangan tanda batas WIUPK diatur dengan placement of boundary markers at the Special

Peraturan Menteri. Mining Permit Areas in Special Mining Areas shall

be governed by Regulation of the Minister.



Bagian Kelima Part Five

Komoditas Tambang Lain Dalam WIUPK Other Mining Commodities within Special Mining

Permit Areas in Special Mining Areas

Pasal 71 Article 71

(1) Dalam hal pada lokasi WIUPK ditemukan (1) Where other non-associated minerals mining

komoditas tambang lainnya yang bukan commodities are found within a Special

asosiasi mineral yang diberikan dalam IUPK, Mining Permit Area in Special Mining Area

pemegang IUPK Eksplorasi dan IUPK Operasi location given through a Special Mining

Produksi memperoleh keutamaan dalam Permit, the Exploration Special Mining Permit

mengusahakan komoditas tambang lainnya holders and the Production Operation Special

yang ditemukan. Mining Permit holders shall be given first

priority to commercialize the other mining

commodities found.

(2) Dalam mengusahakan komoditas tambang (2) To commercialize other mining commodities

lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) as intended by section (1), a new entity must

harus membentuk badan usaha baru. be formed.

(3) Apabila pemegang IUPK Eksplorasi dan IUPK (3) Where Exploration Special Mining Permit

Operasi Produksi tidak berminat atas holders and Production Operation Special

komoditas tambang lainnya sebagaimana Mining Permit holders lack interest in other

dimaksud pada ayat (1), kesempatan mining commodities as intended by section

pengusahaannya dapat diberikan kepada pihak (1), their chance to commercialize the other

lain dan diselenggarakan dengan cara prioritas mining commodities may be given to any

atau lelang. other party on priority terms or through a

bidding process.

(4) Pihak lain yang mendapatkan IUPK (4) Any other party that obtains a Special Mining

berdasarkan prioritas atau lelang sebagaimana Permit on priority terms or through a bidding

dimaksud pada ayat (3) harus berkoordinasi process as intended by section (3) must

dengan pemegang IUPK Eksplorasi dan IUPK coordinate with the first Exploration Special

Operasi Produksi pertama. Mining Permit holder and Production

Operation Special Mining Permit holder.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 43

Bagian Keenam Part Six

Perpanjangan IUPK Operasi Produksi Extensions of Production Operation Special

Mining Permits

Pasal 72 Article 72

(1) Permohonan perpanjangan IUPK Operasi (1) Applications for extensions of the Production

Produksi diajukan kepada Menteri paling cepat Operation Special Mining Permits shall be

dalam jangka waktu 2 (dua) tahun dan paling submitted to the Minister no earlier than 2

lambat dalam jangka waktu 6 (enam) bulan (two) years and at the latest 6 (six) months

sebelum berakhirnya jangka waktu IUPK. prior to expiration of the Production Operation

Special Mining Permits.

(2) Permohonan perpanjangan IUPK Operasi (2) Applications for extensions of the Production

Produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Operation Special Mining Permits as intended

paling sedikit harus dilengkapi: by section (1) shall be accompanied by at

least:

a. peta dan batas koordinat wilayah; a. an area map and coordinates;

b. bukti pelunasan iuran tetap dan iuran b. a receipt of payment for the last 3 (three)

produksi 3 (tiga) tahun terakhir; years dead rents and production royalties;

c. laporan akhir kegiatan operasi produksi; c. a report on the final production operation

activities;

d. laporan pelaksanaan pengelolaan d. an environmental management report;

lingkungan;

e. rencana kerja dan anggaran biaya; dan e. working plans and budget; and

f. neraca sumber daya dan cadangan. f. balance sheet of resources and reserves.

(3) Menteri dapat menolak permohonan (3) The Minister may refuse an application for an

perpanjangan IUPK Operasi Produksi apabila extension of a Production Operation Special

pemegang IUPK Operasi Produksi Mining Permit if the Production Operation

berdasarkan hasil evaluasi, pemegang IUPK Special Mining Permit holder upon evaluation

Operasi Produksi tidak menunjukkan kinerja fails to demonstrate good performance of the

operasi produksi yang baik. production operation.

(4) Penolakan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) A refusal as intended by section (3) must be

(3) harus disampaikan kepada pemegang delivered to the Production Operation Special

IUPK Operasi Produksi paling lambat sebelum Mining Permit holder at the latest prior to

berakhirnya IUPK Operasi Produksi. expiration of said Production Operation

Special Mining Permit.

(5) Pemegang IUPK Operasi Produksi hanya (5) Production Operation Special Mining Permit

dapat diberikan perpanjangan sebanyak 2 holders may only be granted an extension 2

(dua) kali. (two) times.

(6) Pemegang IUPK Operasi Produksi yang telah (6) Production Operation Special Mining Permit

memperoleh perpanjangan IUPK Operasi holders that have received an extension of the

Produksi sebanyak 2 (dua) kali, wajib Production Operation Special Mining Permit 2

mengembalikan WIUPK Operasi Produksi (two) times must revert the Production

kepada Menteri berdasarkan ketentuan Operation Special Mining Permit Area in the

peraturan perundang-undangan. Special Mining Area to the Minister under

laws and regulations.



Pasal 73 Article 73

(1) Pemegang IUPK Operasi Produksi yang telah (1) A Production Operation Special Mining

memperoleh perpanjangan IUP Operasi Permit holder that has obtained 2 (two)



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 44

Produksi sebanyak 2 (dua) kali sebagaimana Production Operation Mining Permit

dimaksud dalam Pasal 72 ayat (6), dalam extensions as intended by Article 72 section

jangka waktu 3 (tiga) tahun sebelum jangka (6) must within 3 (three) years prior to

waktu masa berlakunya IUPK berakhir, wajib expiration of the Special Mining Permit submit

menyampaikan kepada Menteri mengenai to the Minister the available metal mineral or

keberadaan potensi dan cadangan mineral coal potential and deposits found within

logam atau batubara pada WIUPKnya. his/her Special Mining Permit Area in a

Special Mining Area.

(2) WIUPK yang IUPKnya akan berakhir (2) A Special Mining Permit Area in a Special

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Mining Area of which the Special Mining

sepanjang masih berpotensi untuk diusahakan, Permit is to expire as intended by section (1)

Menteri dapat menetapkan kembali WIUPK- but which still has the potential for

nya untuk ditawarkan kembali dengan cara commercialization may be re-determined by

prioritas atau lelang. the Minister to be offered on priority terms or

in the bid.

(3) Dalam pelaksanaan lelang WIUPK (3) In the bidding process of a Special Mining

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Permit Area in a Special Mining Area as

pemegang IUPK sebelumnya mendapat hak intended by section (2), the previous Special

menyamai. Mining Permit holder shall acquire the right to

first refusal.



BAB V CHAPTER V

PENCIUTAN WILAYAH IZIN USAHA REDUCTION IN MINING PERMIT AREAS

PERTAMBANGAN DAN WILAYAH IZIN AND SPECIAL MINING PERMIT AREAS IN

USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS SPECIAL MINING AREAS

Pasal 74 Article 74

(1) Pemegang IUP sewaktu-waktu dapat (1) Mining Permit holders may at any time submit

mengajukan permohonan kepada Menteri, applications to the competent Minister,

gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan governors, or regents/mayors for partial

kewenangannya untuk menciutkan sebagian reduction in or reversion of all Mining Permit

atau mengembalikan seluruh WIUP. Areas.

(2) Pemegang IUPK sewaktu-waktu dapat (2) Special Mining Permit holders may at any

mengajukan permohonan kepada Menteri time submit applications to the Minister for

untuk menciutkan sebagian atau partial reduction in or reversion of all Special

mengembalikan seluruh WIUPK. Mining Permit Areas in Special Mining Areas.

(3) Pemegang IUP atau IUPK dalam (3) In the conduct of reduction in or reversion of

melaksanakan penciutan atau pengembalian Mining Permit Areas or Special Mining Permit

WIUP atau WIUPK sebagaimana dimaksud Areas in Special Mining Areas as intended by

pada ayat (1) dan ayat (2) harus menyerahkan: section (1) and section (2), the Mining Permit

or Special Mining Permit holders must turn in:

a. laporan, data dan informasi penciutan atau a. a report, data and information on

pengembalian yang berisikan semua reduction or reversion that contain all

penemuan teknis dan geologis yang technical and geological findings obtained

diperoleh pada wilayah yang akan from the area to be reduced, along with

diciutkan dan alasan penciutan atau the reasons for reduction or reversion, as

pengembalian serta data lapangan hasil well as the site data generated from

kegiatan; activities;

b. peta wilayah penciutan atau pengembalian b. a reduced or reverted area map with its

beserta koordinatnya; coordinates;

c. bukti pembayaran kewajiban keuangan; c. a receipt of payment for financial





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 45

obligations;

Penjelasan Pasal 74 Ayat 3 (c): Elucidation of Article 74 Section 3 (c):

Yang dimaksud dengan bukti pembayaran Receipt of payment in this provision means rents,

kewajiban keuangan dalam ketentuan ini adalah royalties, and taxes.

iuran, royalty, dan pajak.

d. laporan kegiatan sesuai status tahapan d. an activity report that reflects the final

terakhir; dan stage status; and

e. laporan pelaksanaan reklamasi pada e. a report on reclamation activities in the

wilayah yang diciutkan atau dilepaskan. reduced or relinquished areas.



Pasal 75 Article 75

(1) Pemegang IUP Eksplorasi atau IUPK (1) Exploration Mining Permit holders or Special

Eksplorasi mempunyai kewajiban untuk Mining Permit holders shall have obligations

melepaskan WIUP atau WIUPK dengan to relinquish Mining Permit Areas or Special

ketentuan: Mining Permit Areas in Special Mining Areas

on the following conditions:

a. untuk IUP mineral logam atau IUPK a. for metal mineral Mining Permits or metal

mineral logam: mineral Special Mining Permits, the

holders shall:

1. pada tahun keempat wilayah 1. in the fourth year retain an

eksplorasi yang dapat dipertahankan exploration area of not exceeding

paling banyak 50.000 (lima puluh 50,000 (fifty thousand) hectares; and

ribu) hektare; dan

2. pada tahun kedelapan atau pada akhir 2. in the eighth year or at the final stage

IUP Eksporasi atau IUPK Eksplorasi of an Exploration Mining Permit or

saat peningkatan menjadi IUP an Exploration Special Mining Permit

Operasi Produksi atau IUPK Operasi at the time of upgrade to a Production

Produksi wilayah yang dipertahankan Operation Mining Permit or a

paling banyak 25.000 (dua puluh lima Production Operation Special Mining

ribu) hektare. Permit, retain an area of not

exceeding 25,000 (twenty-five

thousand) hectares.

b. untuk IUP batubara atau IUPK batubara: b. for coal Mining Permits or Special Mining

Permits, the holders shall:

1. pada tahun keempat wilayah 1. in the fourth year retain an

eksplorasi yang dapat dipertahankan exploration area of not exceeding

paling banyak 25.000 (dua puluh lima 25,000 (twenty-five thousand)

ribu) hektare; dan hectares; dan

2. pada tahun ketujuh atau pada akhir 2. in the seventh year or at the final

IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi stage of an Exploration Mining

saat peningkatan menjadi IUP Permit or an Exploration Special

Operasi Produksi atau IUPK Operasi Mining Permit at the time of upgrade

Produksi wilayah yang dipertahankan to a Production Operation Mining

paling banyak 15.000 (lima belas Permit or a Production Operation

ribu) hektare. Special Mining Permit, retain an area

of not exceeding 15,000 (fifteen

thousand) hectares.

c. untuk IUP mineral bukan logam: c. for nonmetal mineral Mining Permits, the

holders shall:

1. pada tahun kedua wilayah eksplorasi 1. in the second year retain an



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 46

yang dapat dipertahankan paling exploration area of not exceeding

banyak 12.500 (dua belas ribu) 12,500 (twelve thousand five

hektare; dan hundred) hectares; and

2. pada tahun ketiga atau pada akhir IUP 2. in the third year or at the final stage

Eksplorasi saat peningkatan menjadi of an Exploration Mining Permit at

IUP Operasi Produksi wilayah yang the time of upgrade to a Production

dipertahankan paling banyak 5.000 Operation Mining Permit, retain an

(lima ribu) hektare. area of not exceeding 5,000 (five

thousand) hectares.

d. untuk IUP mineral bukan logam jenis d. for certain-typed nonmetal mineral

tertentu: Mining Permits, the holders shall:

1. pada tahun ketiga wilayah eksplorasi 1. in the third year retain an exploration

yang dapat dipertahankan paling area of not exceeding 12,500 (twelve

banyak 12.500 (dua belas ribu) thousand five hundred) hectares; and

hektare; dan

2. pada tahun ketujuh atau pada akhir in the seventh year or at the final

2.

IUP Eksplorasi saat peningkatan stage of an Exploration Mining

menjadi IUP Operasi Produksi Permit at the time of upgrade to a

wilayah yang dipertahankan paling Production Operation Mining Permit,

banyak 5.000 (lima ribu) hektare. retain an area of not exceeding 5,000

(five thousand) hectares.

e. untuk IUP batuan: e. for rock Mining Permits, the holders shall:

1. pada tahun kedua wilayah eksplorasi 1. in the second year retain an

yang dapat dipertahankan paling exploration area of not exceeding

banyak 2.500 (dua ribu lima ratus) 2,500 (two thousand five hundred)

hektare; dan hectares; and

2. pada tahun ketiga atau pada akhir 2. in the third year or at the final stage

tahap eksplorasi saat peningkatan of exploration at the time of upgrade

menjadi IUP Operasi Produksi to a Production Operation Mining

wilayah yang dipertahankan paling Permit, retain an area of not

banyak 1.000 (seribu) hektare. exceeding 1,000 (one thousand)

hectares.

(2) Apabila luas wilayah maksimum yang (2) When the maximum required size of the

dipertahankan sudah dicapai sebagaimana retained area is met as intended by section (1),

dimaksud pada ayat (1), maka pemegang IUP then Exploration Mining Permit holders or

Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi tidak Exploration Special Mining Permit holders

diwajibkan lagi menciutkan wilayah. shall no longer be required to reduce the area.



BAB VI CHAPTER VI

PENGHENTIAN SEMENTARA KEGIATAN SUSPENSION OF MINING BUSINESS

USAHA PERTAMBANGAN ACTIVITIES

Pasal 76 Article 76

(1) Kegiatan usaha pertambangan dapat dilakukan (1) Mining business activities may be subject to

penghentian sementara apabila terjadi: suspension if the following events occur:

a. keadaan kahar; a. force majeure;

Penjelasan Pasal 76 Ayat (1) (a): Elucidation of Article 76 Section (1) (a):

Keadaan kahar dalam ketentuan ini antara lain Force majeure in this provision shall include, inter

meliputi perang, kerusuhan sipil, pemberontakan, alia, wars, civil commotions, rebellions, epidemics,

epidemi, gempa bumi, banjir, kebakaran dan lain- earthquakes, floods, fire, and other acts of God

lain bencana alam di luar kemampuan manusia. beyond the control of human beings.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 47

b. keadaan yang menghalangi; dan/atau b. any preventing circumstances; and/or

Penjelasan Pasal 76 Ayat (1) (b): Elucidation of Article 76 Section (1) (b):

Keadaan yang menghalangi dalam ketentuan ini Preventing circumstances in this provision shall

antara lain meliputi blokade, pemogokan- include, inter alia, blockades, strikes, labor

pemogokan, perselisihan perburuhan di luar disputes other than by the fault of Mining Permit

kesalahan pemegang IUP dan IUPK dan ketentuan holders and Special Mining Permit holders, and

peraturan perundang-undangan yang diterbitkan laws and regulations issued by the Minister that

oleh Menteri yang menghambat kegiatan usaha delay mineral and coal mining business activities

pertambangan mineral dan batubara yang sedang in progress.

berjalan.

c. kondisi daya dukung lingkungan. c. the carrying capacity of the environment.

Penjelasan Pasal 76 Ayat (1) (c): Elucidation of Article 76 Section (1) (c):

Kondisi daya dukung lingkungan dalam ketentuan The carrying capacity of the environment in this

ini adalah apabila kondisi daya dukung provision shall be the carrying capacity of the

lingkungan wilayah tersebut tidak dapat environment of the areas that cannot support the

menanggung beban kegiatan operasi produksi loads of mineral and/or coal resource production

sumber daya mineral dan/atau batubara yang operation activities performed in their areas.

dilakukan di wilayahnya.



(2) Penghentian sementara kegiatan usaha (2) Suspension of mining business activities as

pertambangan sebagaimana dimaksud pada intended by section (1) shall not detract from

ayat (1) tidak mengurangi masa berlaku IUP the validity period of Mining Permits and

dan IUPK. Special Mining Permits.

(3) Dalam hal terjadi keadaan sebagaimana (3) Where events as intended by section (1) item

dimaksud pada ayat (1) huruf a dan huruf b, (a) and item (b) occur, suspension shall be

penghentian sementara dilakukan oleh made by the competent Minister, governors, or

Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai regents/mayors upon application by Mining

dengan kewenangannya berdasarkan Permit holders or Special Mining Permit

permohonan dari pemegang IUP atau IUPK. holders.

(4) Dalam hal terjadi keadaan sebagaimana (4) Where events as intended by section (1) item

dimaksud pada ayat (1) huruf c, penghentian (c) occur, suspension shall be made by:

sementara dilakukan oleh:

a. inspektur tambang; a. mine inspectors;

b. Menteri, gubernur, atau bupati/walikota b. the competent Minister, governors, or

sesuai dengan kewenangannya regents/mayors upon public request.

berdasarkan permohonan dari masyarakat.



Pasal 77 Article 77

(1) Penghentian sementara karena keadaan kahar (1) Applications for suspension because of force

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat majeure as intended by Article 76 section (1),

(1) huruf a harus diajukan oleh pemegang IUP section (1) item (a) shall be submitted by

atau IUPK dalam jangka waktu paling lambat Mining Permit holders or Special Mining

14 (empat belas) hari kalender sejak terjadinya Permit holders at the latest 14 (fourteen)

keadaan kahar kepada Menteri, gubernur, atau calendar days of the occurrence of force

bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya majeure to the competent Minister, governors,

untuk memperoleh persetujuan. or regents/mayors for approval.

(2) Penghentian sementara sebagaimana dimaksud (2) Suspension as intended by section (1) shall be

pada ayat (1) diberikan untuk jangka waktu granted for a period not exceeding 1 (one) year

paling lama 1 (satu) tahun dan dapat and is extendable 1 (one) time.

diperpanjang 1 (satu) kali.

(3) Penghentian sementara karena keadaan yang (3) Suspension because of the preventing



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 48

menghalangi diberikan 1 (satu) kali dengan circumstances shall be granted 1 (one) time for

jangka waktu 1 (satu) tahun dan dapat a period of 1 (one) year and is extendable 1

diperpanjang 1 (satu) kali dengan jangka (one) time for a period of 1 (one) year in every

waktu 1 (satu) tahun pada setiap tahapan stage of the activities with approval of the

kegiatan dengan persetujuan Menteri, competent Minister, governors, or

gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan regents/mayors.

kewenangannya.

(4) Apabila jangka waktu penghentian sementara (4) If a suspension period as intended by section

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) telah (2) expires, an extension of a suspension

berakhir, dapat diberikan perpanjangan jangka period may be granted where relevant to

waktu penghentian sementara dalam hal terkait licensing by the relevant agencies.

perizinan dari instansi terkait.



Pasal 78 Article 78

Permohonan perpanjangan penghentian sementara Applications for an extension of suspension as

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77 ayat (3) intended by Article 77 section (3) shall be

diajukan secara tertulis dalam jangka waktu paling submitted in writing no later than 30 (thirty)

lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sebelum working days prior to expiration of the suspension

berakhirnya izin penghentian sementara. permit.



Pasal 79 Article 79

(1) Pemegang IUP dan IUPK yang telah diberikan (1) Mining Permit holders and Special Mining

persetujuan penghentian sementara Permit holders to whom suspension approvals

dikarenakan kahar sebagaimana dimaksud have been issued because of events of force

dalam Pasal 76 ayat (1) huruf a, tidak majeure as intended by Article 76 section (1)

mempunyai kewajiban untuk memenuhi item (a) are under no obligation to meet

kewajiban keuangan sesuai dengan ketentuan financial obligations under laws and

peraturan perundang-undangan. regulations.

(2) Pemegang IUP dan IUPK yang telah diberikan (2) Mining Permit holders and Special Mining

persetujuan penghentian sementara Permit holders to whom suspension approvals

dikarenakan keadaan yang menghalangi have been issued because of preventing

dan/atau kondisi daya dukung lingkungan circumstances and/or carrying capacity of the

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 ayat environment as intended by Article 76 section

(1) huruf b, dan huruf c wajib: (1) item (b) and item (c) must:

a. menyampaikan laporan kepada Menteri, a. submit reports to the competent Minister,

gubernur, atau bupati/walikota sesuai governors, or regents/mayors;

dengan kewenangannya;

b. memenuhi kewajiban keuangan; dan b. meet financial obligations; and

c. tetap melaksanakan pengelolaan c. remain in place to conduct environmental

lingkungan, keselamatan dan kesehatan management, occupational safety and

kerja, serta pemantauan lingkungan. health, and environmental monitoring.



Pasal 80 Article 80

Persetujuan penghentian sementara berakhir A suspension approval shall terminate:

karena:

a. habis masa berlakunya; atau a. when it expires; or

b. permohonan pencabutan dari pemegang IUP b. upon application for revocation by Mining

atau IUPK. Permit holders or Special Mining Permit

holders.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 49

Pasal 81 Article 81

Dalam hal jangka waktu yang ditentukan dalam Where a period specified in the suspension

pemberian persetujuan penghentian sementara approval expires and no application for an

telah habis dan tidak diajukan permohonan extension thereof is submitted, or an application for

perpanjangan atau permohonan perpanjangan tidak an extension is disapproved, the suspension shall

disetujui, penghentian sementara tersebut berakhir. terminate.



Pasal 82 Article 82

(1) Apabila kurun waktu penghentian sementara (1) If a suspension period has not expired but

belum berakhir dan pemegang IUP atau IUPK Mining Permit holders or Special Mining

sudah siap untuk melakukan kegiatan Permit holders are prepared to resume

operasinya kembali, dapat mengajukan operating activities, they may submit an

permohonan pencabutan penghentian application for revocation of suspension to the

sementara kepada Menteri, gubernur, atau competent Minister, governors, or

bupati/walikota sesuai dengan regents/mayors.

kewenangannya.

(2) Berdasarkan permohonan sebagaimana (2) Upon application as intended by section (1)

dimaksud pada ayat (1) Menteri, gubernur, the competent Minister, governors, or

atau bupati/walikota sesuai dengan regents/mayors shall declare a cessation of the

kewenangannya menyatakan pengakhiran suspension.

penghentian sementara.



Pasal 83 Article 83

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for

penghentian sementara kegiatan usaha termination of suspension of mining business

pertambangan diatur dengan Peraturan Menteri. activities shall be governed by Regulation of the

Minister.



BAB VII CHAPTER VII

PENGUTAMAAN KEPENTINGAN DALAM DOMESTIC PREFERENCE, CONTROL OF

NEGERI, PENGENDALIAN PRODUKSI, DAN PRODUCTION, AND CONTROL OF MINERAL

PENGENDALIAN PENJUALAN MINERAL AND COAL SALES

DAN BATUBARA

Pasal 84 Article 84

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK (1) Production Operation Mining Permit holders

Operasi Produksi harus mengutamakan and Production Operation Special Mining

kebutuhan mineral dan/atau batubara untuk Permit holders must give preference to the

kepentingan dalam negeri. domestic needs of minerals and/or coal.

(2) Menteri menetapkan kebutuhan mineral dan (2) The Minister shall determine the domestic

batubara di dalam negeri sebagaimana needs of minerals and coal as intended by

dimaksud pada ayat (1) meliputi kebutuhan section (1) that include the needs for

untuk industri pengolahan dan pemakaian processing industries and domestic direct use.

langsung di dalam negeri.

(3) Pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK (3) Production Operation Mining Permit holders

Operasi Produksi dapat melakukan ekspor and Production Operation Special Mining

mineral atau batubara yang diproduksi setelah Permit holders may export minerals or coal

terpenuhinya kebutuhan mineral dan batubara they produce upon meeting the domestic needs

dalam negeri sebagaimana dimaksud pada ayat of minerals and coal as intended by section

(1). (1).



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 50

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara (4) Ancillary provisions for the procedures for

pengutamaan kebutuhan mineral dan batubara giving preference to the domestic needs of

untuk kepentingan dalam negeri diatur dengan minerals and coal shall be governed by

Peraturan Menteri. Regulation of the Minister.



Pasal 85 Article 85

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi mineral dan (1) Mineral and coal Production Operation Mining

batubara yang mengekspor mineral dan/atau Permit holders that export minerals and/or coal

batubara yang diproduksi wajib berpedoman they produce must refer to the benchmark

pada harga patokan. prices.

(2) Harga patokan sebagaimana dimaksud pada (2) Benchmark prices as intended by section (1)

ayat (1) ditetapkan oleh: shall be determined by:

a. Menteri untuk mineral logam dan a. the Minister, for metal minerals and coal;

batubara;

b. gubernur atau bupati/walikota sesuai b. the competent governors or

dengan kewenangannya untuk mineral regents/mayors, for nonmetal minerals

bukan logam dan batuan. and rocks.

(3) Harga patokan sebagaimana dimaksud pada (3) Benchmark prices as intended by section (1)

ayat (1) ditentukan berdasarkan mekanisme shall be determined by market mechanisms

pasar dan/atau sesuai dengan harga yang and/or following prices generally prevailing on

berlaku umum di pasar internasional. the international markets.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara (4) Ancillary provisions for the procedures for

penetapan harga patokan mineral logam dan determination of benchmark metal mineral and

batubara diatur dengan Peraturan Menteri. coal prices shall be governed by Regulation of

the Minister.

Penjelasan Pasal 85 Ayat (4): Elucidation of Article 85 Section (4):

Peraturan Menteri paling sedikit memuat biaya A Regulation of the Minister shall provides at least

penyesuaian yang dibebankan sebagai biaya adjustment costs that are charged as sales costs.

penjualan.



Pasal 86 Article 86

(1) Pemegang IUP dan IUPK harus (1) Mining Permit holders and Special Mining

mengutamakan penggunaan tenaga kerja Permit holders must give preference to local

setempat. workers for employment.

(2) Dalam hal pemegang IUP dan IUPK (2) Mining Permit holders and Special Mining

menggunakan tenaga kerja asing, terlebih Permit holders intending to employ foreign

dahulu mengajukan permohonan kepada workers shall first submit an application to the

Menteri. Minister.

(3) Menteri setelah menerima permohonan (3) The Minister upon receipt of an application as

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) intended by section (2) shall make technical

melakukan evaluasi teknis dan berkoordinasi evaluation and coordinate with the minister

dengan menteri yang menyelenggarakan that administers governmental affairs in the

urusan pemerintahan di bidang field of labor.

ketenagakerjaan.



Pasal 87 Article 87

(1) Pemegang IUP dan IUPK harus (1) Mining Permit holders and Special Mining

mengutamakan barang, peralatan, bahan baku, Permit holders must give preference to

dan/atau bahan pendukung dalam negeri serta domestic goods, equipment, raw materials,





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 51

produk impor yang dijual di Indonesia dalam and/or components as well as imported

kegiatan usaha pertambangan mineral dan products sold in Indonesia in mining and coal

batubara dengan ketentuan: business activities if they:

a. memenuhi standar kualitas dan layanan a. meet the standard quality and after-sales

purna jual; service;

b. dapat menjamin kontinuitas pasokan dan b. guarantee the continuity of supplies and

ketepatan waktu pengiriman. timely deliveries.

(2) Rencana pembelian barang modal, peralatan, (2) Purchase plans for capital goods, equipment,

bahan baku dan bahan pendukung lainnya raw materials and other components as well as

serta produk impor yang dijual di Indonesia imported products sold in Indonesia as

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan intended by section (1) and goods to be self-

barang yang akan diimpor sendiri harus imported must be submitted to the Minister.

disampaikan kepada Menteri.

(3) Dalam hal pemegang IUP dan IUPK (3) Mining Permit holders and Special Mining

melakukan impor barang, peralatan, bahan Permit holders to import goods, equipment,

baku dan bahan pendukung wajib memenuhi raw materials and components must meet trade

ketentuan peraturan perundang-undangan di laws and regulations.

bidang perdagangan.



Pasal 88 Article 88

Ketentuan lebih lanjut mengenai pengadaan tenaga Ancillary provisions for labor procurement,

kerja, tata cara pembelian barang modal, peralatan, procedures for purchases of capital goods,

bahan baku dan bahan pendukung lain diatur equipment, raw materials and other components

dengan Peraturan Menteri. shall be governed by Regulation of the Minister.



Pasal 89 Article 89

(1) Menteri melakukan pengendalian produksi (1) The Minister shall control the production of

mineral dan batubara yang dilakukan oleh minerals and coal made by mineral and coal

Pemegang IUP Operasi Produksi mineral dan Production Operation Mining Permit holders

batubara dan IUPK Operasi Produksi mineral and mineral and coal Production Operation

dan batubara. Special Mining permit holders.

(2) Pengendalian produksi mineral dan batubara (2) Control of mineral and coal production as

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) intended by section (1) shall aim to:

dilakukan untuk:

a. memenuhi ketentuan aspek lingkungan; a. meet the environmental requirements;

b. melakukan konservasi sumber daya b. conserve mineral and coal resources;

mineral dan batubara;

c. mengendalikan harga mineral dan c. control mineral and coal prices.

batubara.



Pasal 90 Article 90

(1) Menteri melakukan penetapan besaran (1) The Minister shall determine the national

produksi mineral dan batubara nasional pada quantity of mineral and coal production at the

tingkat provinsi. provincial level.

(2) Menteri dapat melimpahkan kewenangan (2) The Minister may delegate authority to the

kepada gubernur untuk menetapkan besaran governors to determine the quantity of mineral

produksi mineral dan batubara kepada masing- and coal production for the respective

masing kabupaten/kota. districts/cities.







Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 52

Pasal 91 Article 91

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for control

pengendalian produksi mineral dan batubara diatur of mineral and coal production shall be governed

dengan Peraturan Menteri. by Regulation of the Minister.



Pasal 92 Article 92

(1) Menteri melakukan pengendalian penjualan (1) The Minister shall control mineral and coal

mineral dan batubara yang dilakukan oleh sales undertaken by mineral and coal

pemegang IUP Operasi Produksi mineral dan Production Operation Mining Permit holders

batubara dan IUPK Operasi Produksi mineral and mineral and coal Production Operation

dan batubara. Special Mining holders.

(2) Pengendalian penjualan mineral atau batubara (2) Control of mineral or coal sales as intended by

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) section (1) shall aim to:

dilakukan untuk:

a. memenuhi pasokan kebutuhan mineral a. give preference to the supply of the

dan batubara dalam negeri; dan domestic needs of minerals and coal; and

b. stabilitas harga mineral dan batubara. b. stabilize mineral and coal prices.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara (3) Ancillary provisions for the procedures for

pengendalian penjualan mineral dan batubara control of mineral and coal sales shall be

diatur dengan Peraturan Menteri. governed by Regulation of the Minister.



BAB VIII CHAPTER VIII

PENINGKATAN NILAI TAMBAH, INCREASE IN ADDED VALUE, MINERAL

PENGOLAHAN DAN PEMURNIAN MINERAL AND COAL PROCESSING AND

DAN BATUBARA REFINING/SMELTING

Bagian Kesatu Part One

Kewajiban Peningkatan Nilai Tambah, Pengolahan Obligations to Increase Added Value, Processing

dan Pemurnian and Refining/Smelting

Pasal 93 Article 93

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK (1) Mineral Production Operation Mining Permit

Operasi Produksi mineral wajib melakukan holders and Production Operation Special

pengolahan dan pemurnian untuk Mining Permit holders must undertake

meningkatkan nilai tambah mineral yang processing and refining/smelting to increase

diproduksi, baik secara langsung maupun added value to minerals they produce, either

melalui kerja sama dengan perusahaan, directly or in cooperation with other

pemegang IUP dan IUPK lainnya. companies, Mining Permit holders and Special

Mining Permit holders.

Penjelasan Pasal 93 Ayat (1): Elucidation of Article 93 Section (1):

Yang dimaksud pengolahan dan pemurnian dalam Processing and/or refining/smelting in this

ketentuan ini antara lain meliputi: provision shall include:

a. penggerusan batubara (coal crushing); a. coal crushing;

b. pencucian batubara (coal washing); b. coal washing;

c. pencampuran batubara (coal blending); c. coal blending;

d. peningkatan mutu batubara (coal upgrading); d. coal upgrading;

e. pembuatan briket batubara (coal briquetting); e. coal briquetting;

f. pencairan batubara (coal liquefaction); f. coal liquefaction;

g. gasifikasi batubara (coal gasification); dan g. coal gasification; and

h. coal water mixer. h. coal water mixer.

(2) Perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Companies as intended by section (1) have

(1) telah mendapat IUP Operasi Produksi obtained Production Operation Special Mining

khusus untuk pengolahan dan pemurnian. Permits specifically for processing and



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 53

refining/smelting.

(3) IUP Operasi Produksi khusus untuk (3) Production Operation Mining Permits

pengolahan dan pemurnian sebagaimana specifically for processing and

dimaksud pada ayat (2) diberikan oleh refining/smelting as intended by section (2)

Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai shall be granted by the competent Minister,

dengan kewenangannya. governors, or regents/mayors.



Pasal 94 Article 94

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi dan IUPK (1) Coal Production Operation Mining Permit

Operasi Produksi batubara wajib melakukan holders must undertake processing to increase

pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah added value to coal they produce, either

batubara yang diproduksi baik secara langsung directly or in cooperation with other

maupun melalui kerja sama dengan companies, Mining Permit holders and Special

perusahaan, pemegang IUP dan IUPK lainnya. Mining Permit holders.

(2) Perusahaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Companies as intended by section (1) shall

(1) telah mendapat IUP Operasi Produksi have obtained Production Operation Special

khusus untuk pengolahan. Mining Permits specifically for processing.

(3) IUP Operasi Produksi khusus untuk (3) Production Operation Mining Permits

pengolahan batubara sebagaimana dimaksud specifically for coal processing as intended by

pada ayat (1) dan ayat (2) diberikan oleh section (1) and section (2) shall be granted by

Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai the competent Minister, governors, or

dengan kewenangannya. regents/mayors.



Bagian Kedua Part Two

Peningkatan Nilai Tambah Mineral dan Batubara Increase in Added Value to Minerals and Coal

Pasal 95 Article 95

(1) Komoditas tambang yang dapat ditingkatkan (1) Mining commodities of which the added value

nilai tambahnya terdiri atas pertambangan: can be increased shall include:

a. mineral logam; a. metal mineral mining;

b. mineral bukan logam; b. nonmetal mineral mining;

c. batuan; atau c. rock mining; or

d. batubara. d. coal mining.

(2) Peningkatan nilai tambah mineral logam (2) Increase in added value to metal minerals as

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a intended by section (1) item (a) shall be made

dilaksanakan melalui kegiatan: through the activities of:

a. pengolahan logam; atau a. metal processing; or

b. permurnian logam. b. metal refining/smelting.

Penjelasan Pasal 95 Ayat (2): Elucidation of Article 95 Section (2):

Peningkatan nilai tambah dalam ketentuan ini The increase in added value in this provision shall

dilakukan dalam rangka meningkatkan dan be made to increase and optimize the mining value,

mengoptimalkan nilai tambang, tersedianya bahan the availability of industrial raw materials, labor

baku industri, penyerapan tenaga kerja, dan absorption, and increase in state revenues.

peningkatan penerimaan negara.

(3) Peningkatan nilai tambah mineral bukan (3) Increase in added value to nonmetal minerals

logam sebagaimana dimaksud pada ayat (1) as intended by section (1) item (b) shall be

huruf b dilaksanakan melalui kegiatan made through the activities of nonmetal

pengolahan mineral bukan logam. mineral processing.

(4) Peningkatan nilai tambah batuan sebagaimana (4) Increase in added value to rocks as intended by

dimaksud pada ayat (1) huruf c dilaksanakan section (1) item (c) shall be made through the



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 54

melalui kegiatan pengolahan batuan. activities of rock processing.

(5) Peningkatan nilai tambah batubara (5) Increase in added value to coal as intended by

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d section (1) item (d) shall be made through the

dilaksanakan melalui kegiatan pengolahan. activities of processing.



Pasal 96 Article 96

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for increase

peningkatan nilai tambah mineral dan batubara in added value to minerals and coal as intended by

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 diatur Article 89 shall be governed by Regulation of the

dengan Peraturan Menteri. Minister.



BAB IX CHAPTER IX

DIVESTASI SAHAM PEMEGANG IZIN SHARE DIVESTMENT BY MINING PERMIT

USAHA PERTAMBANGAN DAN IZIN USAHA HOLDERS AND SPECIAL MINING

PERTAMBANGAN KHUSUS YANG PERMIT HOLDERS WHOSE SHARES ARE

SAHAMNYA DIMILIKI OLEH ASING FOREIGN OWNED

Pasal 97 Article 97

(1) Modal asing pemegang IUP dan IUPK setelah (1) Mining Permit holders and Special Mining

5 (lima) tahun sejak berproduksi wajib Permit holders with foreign capital must upon

melakukan divestasi sahamnya, sehingga 5 (five) years of production divest 20%

sahamnya paling sedikit 20% (dua puluh puluh (twenty percent) of their shares to Indonesian

persen) dimiliki peserta Indonesia. participants.

Penjelasan Pasal 97 Ayat (1): Elucidation of Article 97 Section (1):

Yang dimaksud dengan “modal asing” adalah “Foreign capital” means capital that is owned by

modal yang dimiliki oleh negara asing, a foreign state, an individual of foreign nationality,

perseorangan warga negara asing, badan usaha a foreign entity, a foreign legal entity, and/or an

asing, badan hukum asing, dan/atau badan hukum Indonesian legal entity whose entire capital is

Indonesia yang seluruh modalnya dimiliki oleh foreign-owned.

pihak asing.

(2) Divestasi saham sebagaimana dimaksud pada (2) Share divestment as intended by section (1)

ayat (1) dilakukan secara langsung kepada shall be made directly to Indonesian

peserta Indonesia yang terdiri atas Pemerintah, participants that include the Government, the

pemerintah daerah provinsi atau pemerintah provincial governments or the district/city

daerah kabupaten/kota Daerah, BUMN, governments, State-Owned Entities, Region-

BUMD, atau badan usaha swasta nasional. Owned Entities, or national private entities.

(3) Dalam hal Pemerintah tidak bersedia membeli (3) Where the Government lacks interest in the

saham sebagaimana dimaksud pada ayat (1), purchase of shares as intended by section (1),

ditawarkan kepada pemerintah daerah provinsi the shares shall be offered to the provincial

atau pemerintah daerah kabupaten/kota. governments or the district/city governments.

(4) Apabila pemerintah daerah provinsi atau (4) Where the provincial governments or the

pemerintah daerah kabupaten/kota district/city governments lack interest in the

sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak purchase of shares as intended by section (3),

bersedia membeli saham ditawarkan kepada the shares shall be offered to State-Owned

BUMN dan BUMD dilaksanakan dengan cara Entities or Region-Owned Entities through a

lelang. bidding process.

(5) Apabila BUMN dan BUMD sebagaimana (5) Where State-Owned Entities and Region-

dimaksud pada ayat (4) tidak bersedia Owned Entities lack interest in the purchase of

membeli saham ditawarkan kepada badan shares as intended by section (4), the shares

usaha swasta nasional dilaksanakan dengan shall be offered to national private entities

cara lelang. through a bidding process.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 55

(6) Penawaran saham sebagaimana dimaksud pada (6) A share offer as intended by section (1) shall

ayat (1) dilakukan dalam jangka waktu paling be made no later than 90 (ninety) working

lambat 90 (sembilan puluh) hari kerja, sejak 5 days of the 5th (fifth) year of the issuance of a

(lima) tahun dikeluarkannya izin Operasi mining-stage Production Operation permit.

Produksi tahap penambangan.

(7) Pemerintah, pemerintah daerah provinsi, (7) The Government, the provincial governments,

pemerintah daerah kabupaten/kota, BUMN, the district/city governments, State-Owned

dan BUMD harus menyatakan minatnya dalam Entities, and Region-Owned Entities must

jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) submit their expression of interest at the latest

hari kerja setelah tanggal penawaran. 60 (sixty) working days of the date of offer.

(8) Dalam hal Pemerintah dan pemerintah daerah (8) Where the Government and the provincial

provinsi atau pemerintah daerah governments or the district/city governments,

kabupaten/kota, BUMN, dan BUMD tidak State-Owned Entities, and Region-Owned

berminat untuk membeli divestasi saham Entities lack interest in the purchase of

sebagaimana dimaksud pada ayat (7), saham divested shares as intended by section (7), the

ditawarkan kepada badan usaha swasta shares shall be offered to national private

nasional dalam jangka waktu paling lambat 30 entities at the latest 30 (thirty) working days.

(tiga puluh) hari kerja.

(9) Badan usaha swasta nasional harus (9) National private entities must submit their

menyatakan minatnya dalam jangka waktu expression of interest at the latest 30 (sixty)

paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja setelah working days of the date of offer.

tanggal penawaran.

(10) Pembayaran dan penyerahan saham yang (10) Payment and delivery of the purchased shares

dibeli oleh peserta Indonesia dilaksanakan by Indonesian participants shall be made at the

dalam jangka waktu paling lambat 90 latest 90 (ninety) working days of the date of

(sembilan puluh) hari kerja setelah tanggal expression of interest or the date of award of

pernyataan minat atau penetapan pemenang preferred bidder status.

lelang.

(11) Apabila divestasi sebagaimana dimaksud pada (11) If no divestment as intended by section (1) is

ayat (1) tidak tercapai, maka penawaran saham reached, the share offer shall be made in the

akan dilakukan pada tahun berikutnya following year pursuant to the mechanisms in

berdasarkan mekanisme ketentuan ayat (2) section (2) through section (9).

sampai dengan ayat (9).



Pasal 98 Article 98

Dalam hal terjadi peningkatan jumlah modal Where there is an increase in capital of the

perseroan, peserta Indonesia sahamnya tidak boleh company, the shares of Indonesian participants

terdilusi menjadi lebih kecil dari 20% (dua puluh shall not be diluted to less than 20% (twenty

persen). percent).



Pasal 99 Article 99

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara divestasi Ancillary provisions for the procedures for share

saham dan mekanisme penetapan harga saham divestment and mechanisms for share pricing shall

diatur dengan Peraturan Menteri setelah be governed by Regulation of the Minister upon

berkoordinasi dengan instansi terkait. coordination with the relevant agencies.









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 56

BAB X CHAPTER X

PENGGUNAAN TANAH UNTUK KEGIATAN USE OF LAND FOR PRODUCTION

OPERASI PRODUKSI OPERATION ACTIVITIES

Pasal 100 Article 100

(1) Pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK (1) Production Operation Mining Permit holders

Operasi Produksi yang akan melakukan or Production Operation Special Mining

kegiatan operasi produksi wajib Permit holders to perform production

menyelesaikan sebagian atau seluruh hak atas operation activities must settle a part or all of

tanah dalam WIUP atau WIUPK dengan the land titles within the Mining Permit Areas

pemegang hak atas tanah sesuai dengan or Special Mining Permit Areas in Special

ketentuang peraturan perundang-undangan. Mining Areas with the land titleholders under

laws and regulations.

(2) Pemegang IUP Operasi Produksi atau IUPK (2) Production Operation Mining Permit holders

Operasi Produksi wajib memberikan or Production Operation Special Mining

kompensasi berdasarkan kesepakatan bersama Permit holders must give compensation in

dengan pemegang hak atas tanah. accordance with the agreement with the land

titleholders.

Penjelasan Pasal 100 Ayat (2): Elucidation of Article 100 Section (2):

Yang dimaksud dengan kompensasi dalam Compensation in this provision may be given in the

ketentuan ini dapat berupa sewa menyewa, jual form of renting, trading or lending.

beli, atau pinjam pakai.



BAB XI CHAPTER XI

TATA CARA PENYAMPAIAN LAPORAN PROCEDURES FOR SUBMISSION OF

REPORTS

Pasal 101 Article 101

(1) Pemegang IUP dan IUPK wajib menyerahkan (1) Mining Permit holders and Special Mining

seluruh data yang diperoleh dari hasil Permit holders must turn in all data obtained

eksplorasi dan operasi produksi kepada from explorations and production operations to

Menteri, gubernur, atau bupati/walikota sesuai the competent Minister, governors, or

dengan kewenangannya. regents/mayors.

(2) Pemegang IUP yang diterbitkan oleh (2) Mining Permit holders whose permits are

bupati/walikota wajib menyampaikan laporan issued by the regents/mayors must submit a

tertulis secara berkala atas rencana kerja dana written report periodically on working plans

anggaran biaya pelaksanaan kegiatan usaha and budget for the performance of mineral and

pertambangan mineral dan batubara kepada coal mining activities to the regents/mayors, a

bupati/walikota dengan tembusan kepada copy of which to the Minister and the

Menteri dan gubernur. governors.

(3) Pemegang IUP yang diterbitkan oleh gubernur (3) Mining Permit holders whose permits are

wajib menyampaikan laporan tertulis secara issued by the governors must submit a written

berkala atas rencana kerja dana anggaran biaya report periodically on working plans and

pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan budget for the performance of mineral and

mineral dan batubara kepada gubernur dengan coal mining activities to the governors, a copy

tembusan kepada Menteri. of which must be provided to the Minister.

(4) Pemegang IUP dan IUPK yang diterbitkan (4) Mining Permit holders and Special Mining

oleh Menteri wajib menyampaikan laporan Permit holders whose permits are issued by the

tertulis secara berkala atas rencana kerja dana Minister must submit a written report

anggaran biaya pelaksanaan kegiatan usaha periodically on working plans and budget for

pertambangan mineral dan batubara kepada the performance of mineral and coal mining

Menteri. activities to the Minister.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 57

Pasal 102 Article 102

(1) Bupati/walikota harus menyampaikan laporan (1) The competent regents/mayors must submit a

tertulis mengenai pengelolaan kegiatan usaha written report on the management of mining

pertambangan sesuai dengan kewenangannya activities to the governors semiannually (every

kepada gubernur secara berkala setiap 6 6 (six) months).

(enam) bulan.

(2) Gubernur atau bupati/walikota harus (2) The competent governors or regents/mayors

menyampaikan laporan tertulis mengenai must submit a written report on the

pengelolaan kegiatan usaha pertambangan management of mining activities to the

sesuai kewenangannya kepada Menteri secara Minister semiannually (every 6 (six) months).

berkala setiap 6 (enam) bulan.



Pasal 103 Article 103

(1) Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (1) Reports as intended by Article 101 shall be

101 memuat laporan kemajuan kerja dalam progressive reports on work within a specified

suatu kurun waktu dan dalam suatu tahapan time frame and a specified activity submitted

kegiatan tertentu yang disampaikan oleh by Exploration Mining Permit holders and

pemegang IUP Eksplorasi dan IUPK Exploration Special Mining Permit holders as

Eksplorasi serta pemegang IUP Operasi well as Production Operation Mining Permit

Produksi dan IUPK Operasi Produksi. holders and Production Operation Special

Mining Permit holders.

(2) Laporan sebagaimana dimaksud dalam Pasal (2) Reports as intended by Article 101 shall be

101 disampaikan dalam jangka waktu paling submitted at the latest 30 (thirty) working days

lama 30 (tiga puluh) hari kerja setelah of the conclusion of each quarterly period or

berakhirnya tiap triwulan atau tahun takwim each calendar year, save for biweekly and

kecuali laporan dwi mingguan dan bulanan monthly reports on the production operation

tahapan kegiatan operasi produksi. activities.

(3) Rencana kerja dan anggaran biaya tahunan (3) Annual working plans and budget as intended

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 101 by Article 101 shall be submitted to the

disampaikan kepada Menteri, gubernur atau competent Minister, governors or

bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya regents/mayors at the latest 45 (forty-five)

dalam jangka waktu paling lambat 45 (empat working days prior to the conclusion of each

puluh lima) hari kerja sebelum berakhirnya calendar year.

tiap tahun takwim.

(4) Laporan dwi mingguan dan bulanan (4) Biweekly and monthly reports as intended by

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) section (2) shall be submitted to the competent

disampaikan kepada Menteri, gubernur atau Minister, governors or regents/mayors at the

bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya latest 5 (five) working days of the conclusion

dalam jangka waktu paling lambat 5 (lima) of each biweekly or monthly calendar period.

hari kerja setelah berakhirnya tiap dwi

mingguan atau bulan takwim.



Pasal 104 Article 104

(1) Menteri, gubernur atau bupati/walikota sesuai (1) The competent Minister, governors or

dengan kewenangannya dapat memberikan regents/mayors may provide a response to the

tanggapan terhadap laporan sebagaimana reports as intended by Article 103 section (3)

dimaksud dalam Pasal 103 ayat (3) dan ayat and section (4).

(4).

(2) Tanggapan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Any response as intended by section (1) must

(1) harus ditindaklanjuti oleh pemegang IUP be followed up by Mining Permit holders



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 58

dan/atau IUPK dalam jangka waktu paling and/or Special Mining Permit holders not

lama 30 (tiga puluh) hari kerja sejak exceeding 30 (thirty) working days of receipt

diterimanya tanggapan dari Menteri, gubernur of response from the competent Minister,

atau bupati/walikota sesuai dengan governors or regents/mayors.

kewenangannya.



Pasal 105 Article 105

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for

pelaporan diatur dengan Peraturan Menteri. reporting shall be governed by Regulation of the

Minister.



BAB XII CHAPTER XII

PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN DEVELOPMENT AND EMPOWERMENT OF

MASYARAKAT DI SEKITAR WIUP DAN THE COMMUNITIES LIVING AROUND

WIUPK MINING PERMIT AREAS AND SPECIAL

MINING PERMIT AREAS IN SPECIAL

MINING AREAS

Pasal 106 Article 106

(1) Pemegang IUP dan IUPK wajib menyusun (1) Mining Permit holders and Special Mining

program pengembangan dan pemberdayaan Permit holders must prepare a development

masyarakat di sekitar WIUP dan WIUPK. and empowerment program for the

communities living around Mining Permit

Areas and Special Mining Permit Areas In

Special Mining Areas.

(2) Program sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2) A program as intended by section (1) must be

harus dikonsultasikan dengan Pemerintah, consulted with the Government, the provincial

pemerintah provinsi, pemerintah governments, the district/city government, and

kabupaten/kota, dan masyarakat setempat. the local community.

(3) Masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat (3) The community as intended by section (2) may

(2) dapat mengajukan usulan program kegiatan propose community development and

pengembangan dan pemberdayaan masyarakat empowerment program activities to the

kepada bupati/walikota setempat untuk relevant regent/mayor for a referral to Mining

diteruskan kepada pemegang IUP atau IUPK. Permit holders or Special Mining Permit

holders.

(4) Pengembangan dan pemberdayaan masyarakat (4) Community development and empowerment

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) as intended by section (1) shall be prioritized

diprioritaskan untuk masyarakat di sekitar for the communities living around Mining

WIUP dan WIUPK yang terkena dampak Permit Areas and Special Mining Permit Areas

langsung akibat aktifitas pertambangan. in Special Mining Areas directly affected by

the impact of mining activities.

(5) Prioritas masyarakat sebagaimana dimaksud (5) The community to be prioritized as intended

pada ayat (3) merupakan masyarakat yang by section (3) shall be the community living

berada dekat kegiatan operasional adjacent to mining operating activities

penambangan dengan tidak melihat batas regardless of the administrative boundaries of

administrasi wilayah kecamatan/kabupaten. the subdistricts/districts.

(6) Program pengembangan dan pemberdayaan (6) A community development and empowerment

masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat program as intended by section (1) shall be

(1) dibiayai dari alokasi biaya program financed from development and empowerment

pengembangan dan pemberdayaan masyarakat program funds allocated in the annual budget

pada anggaran dan biaya pemegang IUP atau and costs of Mining Permit holders or Special





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 59

IUPK setiap tahun. Mining Permit holders.

(7) Alokasi biaya program pengembangan dan (7) The allocated funds for a community

pemberdayaan masyarakat sebagaimana development and empowerment program as

dimaksud pada ayat (5) dikelola oleh intended by section (5) shall be managed by

pemegang IUP atau IUPK. Mining Permit holders or Special Mining

Permit holders.



Pasal 107 Article 107

Pemegang IUP dan IUPK setiap tahun wajib Mining Permit holders and Special Mining Permit

menyampaikan rencana dan biaya pelaksanaan holders must annually submit plans and costs of the

program pengembangan dan pemberdayaan community development and empowerment

masyarakat sebagai bagian dari rencana kerja dan program as part of the annual working plans and

anggaran biaya tahunan kepada Menteri, gubernur, budget to the competent Minister, governors or

atau bupati/walikota sesuai dengan regents/mayors for approval.

kewenangannya, untuk mendapat persetujuan.



Pasal 108 Article 108

Setiap pemegang IUP Eksplorasi dan IUPK Any Exploration Mining Permit holders and

Eksplorasi serta IUP Operasi Produksi dan IUPK Exploration Special Mining Permit holders as well

Operasi Produksi wajib menyampaikan laporan as Production Operation Mining Permit holders

realisasi program pengembangan dan and Production Operation Special Mining Permit

pemberdayaan masyarakat setiap 6 (enam) bulan holders must submit a report on the realization of

kepada Menteri, gubernur atau bupati/walikota the community development and empowerment

sesuai dengan kewenangannya. program semiannually (every 6 (six) months) to the

competent Minister, governors or regents/mayors.



Pasal 109 Article 109

Ketentuan lebih lanjut mengenai pengembangan Ancillary provisions for community development

dan pemberdayaan masyarakat diatur dengan and empowerment shall be governed by Regulation

Peraturan Menteri. of the Minister.



BAB XIII CHAPTER XIII

SANKSI ADMINISTRATIF ADMINISTRATIVE SANCTIONS

Pasal 110 Article 110

(1) Pemegang IUP atau IUPK yang melakukan (1) Mining Permit holders or Special Mining

pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana Permit holders in violation of Article 42

dimaksud dalam Pasal 42 ayat (1), Pasal 69 section (1), Article 69 section (1), Article 73

ayat (1), Pasal 73 ayat (1), Pasal 79 ayat (2), section (1), Article 79 section (2), Article 85

Pasal 85 ayat (1), Pasal 93 ayat (1), Pasal 94 section (1), Article 93 section (1), Article 94

ayat (1), Pasal 97 ayat (1), Pasal 100 ayat (1) section (1), Article 97 section (1), Article 100

atau ayat (2), Pasal 101 ayat (1), ayat (2), ayat section (1) or section (2), Article 101 section

(3), atau ayat (4), Pasal 106 ayat (1), Pasal (1), section (2), section (3), or section (4),

107, atau Pasal 108 dikenai sanksi Article 106 section (1), Article 107, or Article

administratif. 108 shall be imposed administrative sanctions.

(2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud (2) Administrative sanctions as intended by

pada ayat (1) berupa: section (1) shall be in the form of

a. peringatan tertulis; a. written warning;

b. penghentian sementara IUP Operasi b. suspension of mineral and coal Production

Produksi atau IUPK Operasi Produksi Operation Mining Permits or Production





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 60

mineral dan batubara; dan/atau Operation Special Mining Permits; and/or

c. pencabutan IUP atau IUPK. c. revocation of a Mining Permit or Special

Mining Permit.



(3) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud (3) Administrative sanctions as intended by

pada ayat (1) diberikan oleh Menteri, section (1) shall be imposed by the competent

gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan Minister, governors, or regents/mayors.

kewenangannya.



Pasal 111 Article 111

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for

pemberian sanksi administratif diatur dengan imposition of administrative sanctions shall be

Peraturan Menteri. governed by Regulation of the Minister.



BAB XIV CHAPTER XIV

KETENTUAN PERALIHAN TRANSITIONAL PROVISIONS

Pasal 112 Article 112

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku: Upon this Regulation of the Government coming

into effect:

1. Kontrak karya dan perjanjian karya 1. Contracts of works and coal contracts of works

pengusahaan pertambangan batubara yang that are signed prior to the promulgation of

ditandatangani sebelum diundangkan this Regulation of the Government shall be

Peraturan Pemerintah ini dinyatakan tetap declared to remain valid until their expiration.

berlaku sampai jangka waktunya berakhir.

2. Kontrak karya dan perjanjian karya 2. Contracts of works and coal contracts of works

pengusahaan pertambangan batubara as intended by item 1 that have not received

sebagaimana dimaksud pada angka 1 yang the first and/or second extension are

belum memperoleh perpanjangan pertama extendable to become extended Mining

dan/atau kedua dapat diperpanjang menjadi Permits without bids and their business

IUP perpanjangan tanpa melalui lelang dan activities shall be conducted under this

kegiatan usahanya dilaksanakan sesuai dengan Regulation of the Government, except the

ketentuan Peraturan Pemerintah ini kecuali business activities with respect to more

mengenai penerimaan negara yang lebih beneficial state revenues.

menguntungkan.

3. Kontrak karya dan perjanjian karya 3. Contracts of works and coal contracts of works

pengusahaan pertambangan batubara as intended by item 1 that have conducted

dimaksud pada angka 1 yang telah melakukan production operation activities must give

tahap kegiatan operasi produksi wajib preference to domestic needs under this

melaksanakan pengutamaan kepentingan Regulation of the Government.

dalam negeri sesuai dengan ketentuan

Peraturan Pemerintah ini.

4. Kuasa pertambangan, surat izin pertambangan 4. Mining authorizations, regional mining

daerah dan surat izin pertambangan rakyat, permits and small-scale mining permits

yang diberikan berdasarkan ketentuan granted under laws and regulations prior to the

peraturan perundang-undangan sebelum issuance of this Regulation of the Government

ditetapkannya Peraturan Pemerintah ini tetap shall remain valid until their expiration and

diberlakukan sampai jangka waktu berakhir must:

serta wajib:

a. disesuaikan menjadi IUP atau IPR sesuai a. be adjusted to become Mining Permits or

dengan ketentuan Peraturan Pemerintah Small-Scale Mining Permits under this



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 61

ini dalam jangka waktu paling lambat 3 Regulation of the Government at the latest

(tiga) bulan sejak berlakunya Peraturan 3 (three) months upon this Regulation of

Pemerintah ini dan khusus badan usaha the Government coming into effect, and

milik negara dan badan usaha milik the Mining Permits of state-owned entities

daerah, IUP merupakan IUP pertama. and region-owned entities shall be the first

Mining Permits.

b. menyampaikan rencana kegiatan pada b. submit activity plans of all mining

seluruh wilayah kuasa pertambangan authorization areas until expiration of the

sampai dengan jangka waktu berakhirnya mining authorizations to the competent

kuasa pertambangan kepada Menteri, Minister, governors, or regents/mayors.

gubernur, atau bupati/walikota sesuai

dengan kewenangannya.

c. melakukan pengolahan dan pemurnian di c. undertake domestic processing and/or

dalam negeri dalam jangka waktu paling refining/smelting at the latest 5 (five)

lambat 5 (lima) tahun sejak berlakunya years of Law Number 4 of 2009

Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 concerning Mineral and Coal Mining

tentang Pertambangan Mineral dan coming into effect.

Batubara.

5. Permohonan kuasa pertambangan yang telah 5. Applications for mining authorizations that

diterima Menteri, gubernur, bupati/walikota have been received by the Minister, the

sebelum terbitnya Undang-Undang Nomor 4 governors, the regents/mayors prior to

Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral issuance of Law Number 4 of 2009 concerning

dan Batubara dan telah mendapatkan Mineral and Coal Mining and have had access

pencadangan wilayah dari Menteri, gubernur, to reserved areas under the competent

atau bupati/walikota sesuai dengan Minister, governors, or regents/mayors may be

kewenangannya dapat diproses perizinannya processed for permit issuance in the form of a

dalam bentuk IUP tanpa melalui lelang paling Mining Permit without any bidding process at

lambat 3 (tiga) bulan setelah berlakunya the latest 3 (three) months upon this

Peraturan Pemerintah ini. Regulation of the Government coming into

effect.

6. Kuasa pertambangan, kontrak karya dan 6. Mining authorizations, contracts of works and

perjanjian karya pengusahaan pertambangan coal contracts of works that have processing

batubara yang memiliki unit pengolahan tetap units are allowed to receive mining

dapat menerima komoditas tambang dari kuasa commodities from mining authorizations,

pertambangan, kontrak karya dan perjanjian contracts of works and coal contracts of works,

karya pengusahaan pertambangan batubara, Mining Permit holders and Small-Scale

pemegang IUP, dan IPR. Mining Permits.

7. Pemegang kuasa pertambangan yang memiliki 7. Mining authorization holders with more than 1

lebih dari 1 (satu) kuasa pertambangan (one) mining authorization and/or more than 1

dan/atau lebih dari 1 (satu) komoditi sebelum (one) commodity prior to Law Number 4 of

diberlakukannya Undang-Undang Nomor 4 2009 coming into effect shall remain valid

Tahun 2009 tetap berlaku sampai jangka until expiration and is/are extendable to

waktu berakhir dan dapat diperpanjang become Mining Permits under this Regulation

menjadi IUP sesuai dengan ketentuan dalam of the Government.

Peraturan Pemerintah ini.

8. Pemegang kuasa pertambangan, kontrak karya 8. Holders of mining authorizations, contracts of

dan perjanjian karya pengusahaan works and coal contracts of works in the

pertambangan batubara pada tahap operasi production operation stage that have entered

produksi yang memiliki perjanjian jangka into valid long-term export agreements may

panjang untuk ekspor yang masih berlaku add their production quantity to meet the

dapat menambah jumlah produksinya guna domestic supply requirements upon approval



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 62

memenuhi ketentuan pasokan dalam negeri of the competent Minister, governors, or

setelah mendapat persetujuan Menteri, regents/mayors to the extent meeting the

gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan environmental and coal resource conservation

kewenangannya sepanjang memenuhi requirements under laws and regulations.

ketentuan aspek lingkungan dan konservasi

sumber daya batubara sesuai dengan ketentuan

peraturan perundang-undangan.



BAB XV CHAPTER XV

KETENTUAN PENUTUP CONCLUDING PROVISIONS

Pasal 113 Article 113

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku Upon this Regulation of the Government coming

semua peraturan perundang-undangan yang into effect, all regulations ancillary to Regulation

merupakan peraturan pelaksanaan dari Peraturan of the Government Number 32 of 1969 concerning

Pemerintah Nomor 32 Tahun 1969 tentang Implementation of Law Number 11 of 1967

Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 11 Tahun concerning Basic Provisions of Mining (State

1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Gazette of the Republic of Indonesia Number 60 of

Pertambangan (Lembaran Negara Republik 1969, Supplement to State Gazette of the Republic

Indonesia Tahun 1969 Nomor 60, Tambahan of Indonesia Number 2916), as amended several

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor times, most recently amended by Regulation of the

2916) sebagaiman telah beberapa diubah terakhir Government Number 75 of 2001 (State Gazette of

dengan Peraturan Pemerintah Nomor 75 Tahun the Republic of Indonesia Number 141 of 2001,

2001 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Supplement to State Gazette of the Republic of

2001 Nomor 141, Tambahan Lembaran Negara Indonesia Number 4154) are declared to remain

Republik Indonesia Nomor 4154) dinyatakan valid to the extent not in contravention or not

masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan having been issued with new ancillary regulations

atau belum dikeluarkan peraturan pelaksana yang under this Regulation of the Government.

baru berdasarkan Peraturan Pemerintah ini.



Pasal 114 Article 114

Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku: Upon this Regulation of the Government coming

into effect:

1. Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1969 1. Regulation of the Government Number 32 of

tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 1969 concerning Implementation of Law

11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Number 11 of 1967 concerning Basic

Pokok Pertambangan (Lembaran Negara Provisions of Mining (State Gazette of the

Republik Indonesia Tahun 1969 Nomor 60, Republic of Indonesia Number 60 of 1969,

Tambahan Lembaran Negara Republik Supplement to State Gazette of the Republic of

Indonesia Nomor 2916) sebagaiman telah dua Indonesia Number 2916), as amended two

kali diubah terakhir dengan Peraturan times, most recently amended by Regulation

Pemerintah Nomor 75 Tahun 2001 (Lembaran of the Government Number 75 of 2001 (State

Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Gazette of the Republic of Indonesia Number

Nomor 141, Tambahan Lembaran Negara 141 of 2001, Supplement to State Gazette of

Republik Indonesia Nomor 4154); the Republic of Indonesia Number 4154);

2. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1980 2. Regulation of the Government Number 27 of

tentang Penggolongan Bahan Galian 1980 concerning The Grouping of Excavated

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Materials (State Gazette of the Republic of

1980 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Indonesia Number 47 of 1980, Supplement to

Republik Indonesia Nomor 3174); State Gazette of the Republic of Indonesia

Number 3174),





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 63

3. Peraturan Pemerintah Nomor 37 Tahun 1986 3. Regulation of the Government Number 37 of

tentang Penyerahan Sebagian Urusan 1986 Delegation of Partial Governing Affairs

Pemerintahan Di Bidang Pertambangan in the Field of Mining to Level-1 Regional

Kepada Pemerintah Daerah Tingkat I Governments (State Gazette of the Republic of

(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun Indonesia Number 53 of 1986, Supplement to

1986 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara State Gazette of the Republic of Indonesia

Republik Indonesia Nomor 3340), Number 3340),

dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. are revoked and declared to no longer be in effect.



Pasal 115 Article 115

Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada This Regulation of the Government shall take

tanggal diundangkan. effect from the date of its promulgation.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan In order that every person may know of it, the

pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan promulgation of this Regulation of the Government

penempatannya dalam Lembaran Negara Republik is ordered by placement in the State Gazette of the

Indonesia. Republic of Indonesia.



Ditetapkan di Jakarta Issued in Jakarta

pada tanggal 1 Februari 2010 on February 1, 2010

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF

INDONESIA

Ttd. Sgd.

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO



Diundangkan di Jakarta Promulgated in Jakarta

pada tanggal 1 Februari 2010 on February 1, 2010

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MINISTER OF LAW AND HUMAN RIGHTS OF

MANUSIA REPUBLIK INDONESIA, THE REPUBLIC OF INDONESIA,

Ttd. Sgd.

PATRIALIS AKBAR PATRIALIS AKBAR



LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN STATE GAZETTE OF THE REPUBLIC OF INDONESIA

2010 NOMOR 29 NUMBER 29 OF 2010

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK SUPPLEMENT TO STATE GAZETTE OF THE

INDONESIA NOMOR 5111 REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER 5111







Translated by: Wishnu Basuki

wbasuki@abnrlaw.com









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 64


Share This Document


Related docs
Other docs by Ekuasita Widya
Kasus Korupsi - KPK 2008, tahap banding
Views: 857  |  Downloads: 37
Kasus Korupsi - KPK 2008, telah diputus tingkat 1
Views: 953  |  Downloads: 64
Kasus Korupsi - KPK 2008, Penuntutan
Views: 653  |  Downloads: 34
RUU Tipiti Naskah Akademik
Views: 1334  |  Downloads: 84
Kontribusi Hukum Progresif bagi Pekerja Hukum
Views: 1649  |  Downloads: 142
Menelusuri & Memaknai Hukum Progresif
Views: 5001  |  Downloads: 291
Kontributor Panggung Festival Malioboro 2009
Views: 216  |  Downloads: 3
Draft RUU Tipiti
Views: 1866  |  Downloads: 151
Form Permohonan Kunjungan ke Istana
Views: 1345  |  Downloads: 50
by registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!