UU 4 Th 2009 Tentang Minerba versi Dwibahasa (id/en)

Document Sample
UU 4 Th 2009 Tentang Minerba versi Dwibahasa (id/en)
Shared by: Ekuasita Widya
Stats
views:
1575
posted:
3/1/2010
language:
Malay
pages:
86
Translation Revision Control:

- February 2010









UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA

NOMOR 4 TAHUN 2009 NUMBER 4 OF 2009

TENTANG CONCERNING

PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA MINERAL AND COAL MINING







Table of Contents



Pasal / Article

BAB I KETENTUAN UMUM 1 CH. I GENERAL PROVISIONS



BAB II ASAS DAN TUJUAN 2–3 CH. II PRINCIPLES AND OBJECTIVES



BAB III PENGUASAAN MINERAL DAN BATUBARA 4–5 CH. III CONTROL OF MINERALS AND COAL



BAB IV KEWENANGAN PENGELOLAAN

CH. IV AUTHORITY IN THE MANAGEMENT OF

PERTAMBANGAN MINERAL DAN 6–8

MINERALS AND COAL

BATUBARA



BAB V WILAYAH PERTAMBANGAN CH. V MINING ZONES



Bagian Kesatu: Umum 9–13 Part One: General



Bagian Kedua: Wilayah Usaha Pertambangan 14–19 Part Two: Mining Areas



Bagian Ketiga: Wilayah Pertambangan Rakyat 20–26 Part Three: Small-Scale Mining Areas



Bagian Keempat: Wilayah Pencadangan Negara 27–33 Part Four: State Reserve Areas



BAB VI USAHA PERTAMBANGAN 34–35 CH. VI MINING BUSINESS



BAB VII IZIN USAHA PERTAMBANGAN CH. VII MINING PERMITS



Bagian Kesatu: Umum 36–41 Part One: General



Bagian Kedua: IUP Eksplorasi 42–45 Par Two: Exploration Mining Permits



Part Three: Production Operation

Bagian Ketiga: IUP Operasi Produksi 46–49

Mining Permits



Bagian Keempat: Pertambangan Mineral Part Four: Mineral Mining



Paragraf 1: Pertambangan Mineral Paragraph 1: Radioactive

50

Radioaktif Mineral Mining



Paragraf 2: Pertambangan Mineral Paragraph 2: Metal Mineral

51–53

Logam Mining



Paragraf 3: Pertambangan Mineral Paragraph 3: Nonmetal Mineral

54–56

Bukan Logam Mining



Paragraf 4: Pertambangan Batuan 57–59 Paragraph 4: Rock Mining



Bagian Kelima: Pertambangan Batubara 60–63 Part Five: Coal Mining





Translated by: Wishnu Basuki

wbasuki@abnrlaw.com

BAB VIII PERSYARATAN PERIZINAN USAHA

64–65 CH. VIII REQUIREMENTS FOR MINING PERMITS

PERTAMBANGAN



BAB IX IZIN PERTAMBANGAN RAKYAT 66–73 CH. IX SMALL-SCALE MINING PERMITS



BAB X IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS 74–84 CH. X SPECIAL MINING PERMITS



BAB XI PERSYARATAN PERIZINAN USAHA CH. X REQUIREMENTS FOR SPECIAL MINING

85–86

PERTAMBANGAN KHUSUS PERMITS



BAB XII DATA PERTAMBANGAN 87–89 CH. XII DATA ON MINING



BAB XIII HAK DAN KEWAJIBAN CH. XIII RIGHTS AND OBLIGATIONS



Bagian Kesatu: Hak 90–94 Part One: Rights



Bagian Kedua: Kewajiban 95–112 Part Two: Obligations



BAB XIV PENGHENTIAN SEMENTARA KEGIATAN CH. XIV SUSPENSION OF MINING PERMIT

IZIN USAHA PERTAMBANGAN DAN IZIN 113–116 ACTIVITIES AND SPECIAL MINING

USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS PERMIT ACTIVITIES



BAB XV BERAKHIRNYA IZIN USAHA

BAB XV TERMINATION OF MINING PERMITS

PERTAMBANGAN DAN IZIN USAHA 117–123

AND SPECIAL MINING PERMITS

PERTAMBANGAN KHUSUS



BAB XVI USAHA JASA PERTAMBANGAN 124–127 CH. XVI MINING SERVICES BUSINESS



BAB XVII PENDAPATAN NEGARA DAN DAERAH 128–133 CH. XVII STATE AND REGIONAL INCOME



BAB XVIII PENGGUNAAN TANAH UNTUK CH. XVIII USE OF LAND FOR MINING BUSINESS

134–138

KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN ACTIVITIES



BAB XIX PEMBINAAN, PENGAWASAN, DAN CH. XIX DIRECTIONS, SUPERVISION, AND

PERLINDUNGAN MASYARAKAT PUBLIC PROTECTION



Bagian Kesatu: Pembinaan dan Pengawasan 139–144 Part One: Directions and Supervision



Bagian Kedua: Perlindungan Masyarakat 145 Part Two: Public Protection



BAB XX PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN CH. XX RESEARCH AND DEVELOPMENT AS

SERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN WELL AS EDUCATION AND TRAINING



Bagian Kesatu: Penelitian dan Pengembangan 146 Part One: Research and Development



Bagian Kedua: Pendidikan dan Pelatihan 147–148 Part Two: Education and Training



BAB XXI PENYIDIKAN 149–150 CH. XXI INVESTIGATIONS



BAB XXII SANKSI ADMINISTRATIF 151–157 CH. XXII ADMINISTRATIVE SANCTIONS



BAB XXIII KETENTUAN PIDANA 158–165 CH. XXIII PENAL PROVISIONS



BAB XXIV KETENTUAN LAIN-LAIN 166–168 CH. XXIV MISCELLANEOUS PROVISIONS



BAB XXV KETENTUAN PERALIHAN 169–172 CH. XXV TRANSITIONAL PROVISIONS



BAB XXVI KETENTUAN PENUTUP 173–175 CH. XXVI CONCLUDING PROVISIONS









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 2

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA

NOMOR 4 TAHUN 2009 NUMBER 4 OF 2009

TENTANG CONCERNING

PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA MINERAL AND COAL MINING



DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WITH THE BLESSING OF GOD ALMIGHTY



PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF

INDONESIA,



Menimbang: Considering:

a. bahwa mineral dan batubara yang terkandung a. that minerals and coal contained within

dalam wilayah hukum pertambangan mining jurisdiction of Indonesia are

Indonesia merupakan kekayaan alam tak nonrenewable natural riches God Almighty

terbarukan sebagai karunia Tuhan Yang blesses us with, and have important roles in

Maha Esa yang mempunyai peranan penting meeting the life of many people; therefore,

dalam memenuhi hajat hidup orang banyak, the management thereof must be under the

karena itu pengelolaannya harus dikuasai State’s control to bring real added value to

oleh Negara untuk memberi nilai tambah the national economy in efforts to arrive at

secara nyata bagi perekonomian nasional public welfare and prosperity in a just

dalam usaha mencapai kemakmuran dan manner;

kesejahteraan rakyat secara berkeadilan;

b. bahwa kegiatan usaha pertambangan mineral b. that mineral and coal mining business

dan batubara yang merupakan kegiatan usaha activities, in which case mining business

pertambangan di luar panas bumi, minyak activities other than geothermal, petroleum

dan gas bumi serta air tanah mempunyai and natural gas, and ground water, have

peranan penting dalam memberikan nilai important roles in bringing continuously real

tambah secara nyata kepada pertumbuhan added value to the national economic growth

ekonomi nasional dan pembangunan daerah and development in regions;

secara berkelanjutan;

c. bahwa dengan mempertimbangkan c. that in consideration of national and

perkembangan nasional maupun international developments, Law Number 11

internasional, Undang-Undang Nomor 11 of 1967 concerning Basic Provisions of

Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan Mining is no longer current so that revision

Pokok Pertambangan sudah tidak sesuai lagi of laws and regulations in the field of mineral

sehingga dibutuhkan perubahan peraturan and coal mining is required in order to

perundang-undangan di bidang manage and seek potential minerals and coal

pertambangan mineral dan batubara yang in independent, reliable, transparent,

dapat mengelola dan mengusahakan potensi competitive, efficient and environmentally-

mineral dan batubara secara mandiri, andal, sound manners to sustainably assure national

transparan, berdaya saing, efisien, dan development;

berwawasan lingkungan, guna menjamin

pembangunan nasional secara berkelanjutan;





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 3

d. bahwa berdasarkan pertimbangan d. that on the grounds as intended by point (a),

sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf point (b), and point (c), it is necessary to

b, dan huruf c, perlu membentuk Undang- make a Law concerning Mineral and Coal

Undang tentang Pertambangan Mineral dan Mining;

Batubara;





PENJELASAN UMUM GENERAL ELUCIDATION



Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (3) Article 33 section (3) of the 1945 Constitution asserts that

menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang the land, the waters, and the natural riches contained

terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan therein shall be controlled by the state and exploited in

dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat. the greatest prosperity of the people. Given minerals and

Mengingat mineral dan batubara sebagai kekayaan alam coal as natural riches contained in the land are

yang terkandung di dalam bumi merupakan sumber daya nonrenewable natural resources, the management thereof

alam yang tak terbarukan, pengelolaannya perlu needs to be optimally conducted in efficient, transparent,

dilakukan seoptimal mungkin, efisien, transparan, sustainable, environmentally-sound, and just manners in

berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, serta order to reap the continuous benefits in the greatest

berkeadilan agar memperoleh manfaat sebesar-besar prosperity of the people.

bagi kemakmuran rakyat secara berkelanjutan.



Guna memenuhi ketentuan Pasal 33 ayat (3) Undang- To implement the provisions of Article 33 section (3) of

Undang Dasar 1945 tersebut, telah diterbitkan Undang- the 1945 Constitution, Law Number 11 of 1967

Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan- concerning Basic Provisions for Mining is thus enacted.

ketentuan Pokok Pertambangan. Undang-Undang The Law has about four decades since its enactment

tersebut selama lebih kurang empat dasawarsa sejak given important contributions to national development.

diberlakukannya telah dapat memberikan sumbangan

yang penting bagi pembangunan nasional.



Dalam perkembangan lebih lanjut, undang-undang As time passes, the law with centralized contents no

tersebut yang materi muatannya bersifat sentralistik longer keeps pace with the current situations and future

sudah tidak sesuai dengan perkembangan situasi challenges. In addition, mines development must adjust

sekarang dan tantangan di masa depan. Di samping itu, itself to both national and international strategic

pembangunan pertambangan harus menyesuaikan diri environmental changes. The primary challenge faced by

dengan perubahan lingkungan strategis, baik bersifat mineral and coal mining is the globalization effects that

nasional maupun internasional. Tantangan utama yang push democratization, regional autonomy, human rights,

dihadapi oleh pertambangan mineral dan batubara the environment, technology and information

adalah pengaruh globalisasi yang mendorong developments, intellectual property rights and demands

demokratisasi, otonomi daerah, hak asasi manusia, for improved private and public participation.

lingkungan hidup, perkembangan teknologi dan

informasi, hak atas kekayaan intelektual serta tuntutan

peningkatan peran swasta dan masyarakat.



Untuk menghadapi tantangan lingkungan strategis dan To face the strategic environmental challenges and in

menjawab sejumlah permasalahan tersebut, perlu response to the number of issues, it is necessary to

disusun peraturan perundang-undangan baru di bidang prepare new laws and regulations in the field of mineral

pertambangan mineral dan batubara yang dapat and coal mining to legally base a reform move and

memberikan landasan hukum bagi langkah-langkah reorganization of management and business of mineral

pembaruan dan penataan kembali kegiatan pengelolaan and coal mining.

dan pengusahaan pertambangan mineral dan batubara.



Undang-Undang ini mengandung pokok-pokok pikiran This Law has the following rationale:

sebagai berikut:



1. Mineral dan batubara sebagai sumber daya yang 1. Minerals and coal as nonrenewable resources

tak terbarukan dikuasai oleh negara dan shall be controlled by the State, and their

pengembangan serta pendayagunaannya development and efficiency shall be performed by





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 4

dilaksanakan oleh Pemerintah dan pemerintah the Government and regional governments

daerah bersama dengan pelaku usaha. together with business actors.



2. Pemerintah selanjutnya memberikan kesempatan 2. The Government shall further give opportunities

kepada badan usaha yang berbadan hukum to entities that are Indonesian legal entities,

Indonesia, koperasi, perseorangan, maupun cooperatives, sole proprietorships or local

masyarakat setempat untuk melakukan community to do mineral and coal business by

pengusahaan mineral dan batubara berdasarkan permits; and within the scope of regional

izin, yang sejalan dengan otonomi daerah, autonomy, the permits shall be granted by the

diberikan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah competent Government and/or regional

daerah sesuai dengan kewenangannya masing- governments.

masing.



3. Dalam rangka penyelenggaraan desentralisasi 3. Within the scope of decentralization and regional

dan otonomi daerah, pengelolaan pertambangan autonomy, management of mineral and coal

mineral dan batubara dilaksanakan berdasarkan mining shall be conducted on the principles of

prinsip eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi externality, accountability, and efficiency by

yang melibatkan Pemerintah dan pemerintah involving the Government and regional

daerah. governments.



4. Usaha pertambangan harus memberi manfaat 4. Mining business should give economic and social

ekonomi dan sosial yang sebesar-besar bagi benefits in the greatest prosperity of the

kesejahteraan rakyat Indonesia. Indonesian people.



5. Usaha pertambangan harus dapat mempercepat 5. Mining business should speed up regional

pengembangan wilayah dan mendorong kegiatan development and push economic activities of

ekonomi masyarakat/pengusaha kecil dan community/small and medium entrepreneurs as

menengah serta mendorong tumbuhnya industri well as encourage growth of mining support

penunjang pertambangan. industry.



6. Dalam rangka terciptanya pembangunan 6. To create sustainable development, mining

berkelanjutan, kegiatan usaha pertambangan business activities must be performed with due

harus dilaksanakan dengan memperhatikan regard to the principles of the environment,

prinsip lingkungan hidup, transparansi, dan transparency, and public participation.

partisipasi masyarakat.





Mengingat: Bearing in Mind:

Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 dan Pasal 33 ayat (2) dan Article 5 section (1), Article 20 and Article 33

ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik section (2) and section (3) of the 1945 Constitution

Indonesia Tahun 1945; of the State of the Republic of Indonesia;





Dengan Persetujuan Bersama With the Joint Consent of

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK THE HOUSE OF REPRESENTATIVES OF THE

INDONESIA REPUBLIC OF INDONESIA

dan and

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF

INDONESIA,

MEMUTUSKAN: HAS DECIDED:

Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG To enact: LAW CONCERNING MINERAL

PERTAMBANGAN MINERAL AND COAL MINING.

DAN BATUBARA.









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 5

BAB I CHAPTER I

KETENTUAN UMUM GENERAL PROVISIONS

Pasal 1 Article 1

Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan: In this Law:

1. “Pertambangan” adalah sebagian atau 1. “Mining” means a part or all of the stages of

seluruh tahapan kegiatan dalam rangka research, management and business of

penelitian, pengelolaan dan pengusahaan minerals and coal, which include general

mineral atau batubara yang meliputi surveys, explorations, feasibility studies,

penyelidikan umum, eksplorasi, studi construction, mines, processing and

kelayakan, konstruksi, penambangan, refining/smelting, hauling and sale as well as

pengolahan dan pemurnian, pengangkutan postmining activities.

dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.

2. “Mineral” adalah senyawa anorganik yang 2. “Mineral” means any naturally occurring

terbentuk di alam, yang memiliki sifat fisik inorganic compound that has a definite

dan kimia tertentu serta susunan kristal chemical composition and specific physical

teratur atau gabungannya yang membentuk properties as well as an ordered crystal

batuan, baik dalam bentuk lepas atau padu. structure, or a combination thereof that forms

rock [ore], either separated or embedded.

3. “Batubara” adalah endapan senyawa 3. “Coal” means any sedimentary organic

organik karbonan yang terbentuk secara carbon compound that is formed naturally

alamiah dari sisa tumbuh-tumbuhan. from the remains of plants.

4. “Pertambangan Mineral” adalah 4. “Mineral Mining” means any mining of

pertambangan kumpulan mineral yang mineral assemblages in the form of ores or

berupa bijih atau batuan, di luar panas bumi, rocks other than geothermal, petroleum and

minyak dan gas bumi, serta air tanah. natural gas as well as ground water.

5. “Pertambangan Batubara” adalah 5. “Coal Mining” means any mining of carbon

pertambangan endapan karbon yang terdapat sediments found in the earth, including solid

di dalam bumi, termasuk bitumen padat, bitumen, peat, and asphalt rocks.

gambut, dan batuan aspal.

6. “Usaha Pertambangan” adalah kegiatan 6. “Mining Business” means any mineral or

dalam rangka pengusahaan mineral atau coal business activity that includes the stages

batubara yang meliputi tahapan kegiatan of general surveys, explorations, feasibility

penyelidikan umum, eksplorasi, studi studies, construction, mines, processing and

kelayakan, konstruksi, penambangan, refining/smelting, hauling and sale as well as

pengolahan dan pemurnian, pengangkutan postmining.

dan penjualan, serta pascatambang.

7. “Izin Usaha Pertambangan,” yang 7. “Mining Permit,” hereinafter called an

selanjutnya disebut IUP, adalah izin untuk “IUP,” means a permit under which mining

melaksanakan usaha pertambangan. business is conducted.

8. “IUP Eksplorasi” adalah izin usaha yang 8. “Exploration Mining Permit” means a

diberikan untuk melakukan tahapan kegiatan business permit that is granted to undertake

penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi the stages of general surveys, explorations

kelayakan. and feasibility studies.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 6

9. “IUP Operasi Produksi” adalah izin usaha 9. “Production Operation Mining Permit”

yang diberikan sete1ah selesai pelaksanaan means a business permit that is granted upon

IUP Eksplorasi untuk melakukan tahapan completion of an Exploration Mining Permit

kegiatan operasi produksi. stage to undertake a production operation

stage.

10. “Izin Pertambangan Rakyat,” yang 10. “Small-Scale Mining Permit,” hereinafter

selanjutnya disebut IPR, adalah izin untuk called an “IPR,” means a permit under which

melaksanakan usaha pertambangan dalam mining business is conducted within a small-

wilayah pertambangan rakyat dengan luas scale mining area that is limited in size and

wilayah dan investasi terbatas. investments.

11. “Izin Usaha Pertambangan Khusus,” yang 11. “Special Mining Permit,” hereinafter called

se1anjutnya disebut dengan IUPK, adalah an “IUPK,” means a permit under which

Izin untuk melaksanakan usaha mining business in a special mining permit

pertambangan di wilayah izin usaha area is conducted.

pertambangan khusus.

12. “IUPK Eksplorasi” adalah izin usaha yang 12. “Exploration Special Mining Permit”

diberikan untuk melakukan tahapan kegiatan means a business permit that is granted to

penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi undertake the stages of general surveys,

kelayakan di wilayah izin usaha explorations, and feasibility studies in a

pertambangan khusus. special mining permit area.

13. “IUPK Operasi Produksi” adalah izin usaha 13. “Production Operation Special Mining

yang diberikan setelah selesai pelaksanaan Permit” means a business permit that is

IUPK Eksplorasi untuk melakukan tahapan granted upon completion of an Exploration

kegiatan operasi produksi di wilayah izin Mining Permit stage to undertake a

usaha pertambangan khusus. production operation stage in a special

mining permit area.

14. “Penyelidikan Umum” adalah tahapan 14. General Survey” means a stage in mining

kegiatan pertambangan untuk mengetahui activities to know regional geological

kondisi geologi regional dan indikasi adanya condition and indications of mineralization.

mineralisasi.

15. “Eksplorasi” adalah tahapan kegiatan usaha 15. “Exploration” means a stage in mining

pertambangan untuk memperoleh informasi business activities to find specific and

secara terperinci dan teliti tentang lokasi, accurate information about locations, shapes,

bentuk, dimensi, sebaran, kualitas dan dimensions, distribution, quality and

sumber daya terukur dari bahan galian, serta quantified resources of excavated materials

informasi mengenai lingkungan sosial dan as well as information on social environment

lingkungan hidup. and the environment.

16. “Studi Kelayakan” adalah tahapan kegiatan 16. “Feasibility Study” means a stage in mining

usaha pertambangan untuk memperoleh business activities to find specific

informasi secara rinci seluruh aspek yang information about all of the relevant aspects

berkaitan untuk menentukan kelayakan to determine economic and technical

ekonomis dan teknis usaha pertambangan, feasibility of mining business, including

termasuk analisis mengenai dampak environmental impact assessment as well as

lingkungan serta perencanaan pascatambang. postmining plans.

17. “Operasi Produksi” adalah tahapan kegiatan 17. “Production Operation” means a stage in

usaha pertambangan yang meliputi mining business that includes construction,



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 7

konstruksi, penambangan, pengolahan, mines, processing, refining/smelting,

pemurnian, termasuk pengangkutan dan including hauling and sale as well as

penjualan, serta sarana pengendalian dampak facilities to control environmental impacts

lingkungan sesuai dengan hasil studi upon the findings of feasibility studies.

kelayakan.

18. “Konstruksi” adalah kegiatan usaha 18. “Construction” means a mining business

pertambangan untuk melakukan activity to build all of the production

pembangunan seluruh fasilitas operasi operation facilities, including control of

produksi, termasuk pengendalian dampak environmental impacts.

lingkungan.

19. “Penambangan” adalah bagian kegiatan 19. “Mine” means a part of mining business

usaha pertambangan untuk memproduksi activities to produce minerals and/or coal and

mineral dan/atau batubara dan mineral their associated minerals.

ikutannya.

20. “Pengolahan dan Pemurnian” adalah 20. “Processing and Refining/Smelting” means

kegiatan usaha pertambangan untuk a mining business activity to improve the

meningkatkan mutu mineral dan/atau quality of minerals and/or coal and to utilize

batubara serta untuk memanfaatkan dan and find associated minerals.

memperoleh mineral ikutan.

21. “Pengangkutan” adalah kegiatan usaha 21. “Hauling” means a mining business activity

pertambangan untuk memindahkan mineral to transport minerals and/or coal from a mine

dan/atau batubara dari daerah tambang and/or processing and refining/smelting sites

dan/atau tempat pengolahan dan pemurnian to points of delivery.

sampai tempat penyerahan.

22. “Penjualan” adalah kegiatan usaha 22. “Sale” means a mining business activity to

pertambangan untuk menjual hasil sell products of mineral or coal mining.

pertambangan mineral atau batubara.

23. “Badan Usaha” adalah setiap badan hukum 23. “Entity” means any legal entity that engages

yang bergerak di bidang pertambangan yang in the field of mining, established under the

didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan laws of Indonesia and domiciled in the

berkedudukan dalam wilayah Negara territory of the State of the Republic of

Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia.

24. “Jasa Pertambangan” adalah jasa 24. “Mining Service” means any mining support

penunjang yang berkaitan dengan kegiatan service that engages in mining business

usaha pertambangan. activities.

25 “Analisis Mengenai Dampak 25. “Environmental Impact Assessment,”

Lingkungan,” yang selanjutnya disebut hereinafter called “amdal,” means a planned

amdal, adalah kajian mengenai dampak besar study of major and significant environmental

dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan impacts on business and/or activities required

yang direncanakan pada lingkungan hidup for decision-making process with respect to

yang diperlukan bagi proses pengambilan the conduct of business and activities.

keputusan tentang penyelenggaraan usaha

dan/atau kegiatan.

26. “Reklamasi” adalah kegiatan yang dilakukan 26. “Reclamation” means an activity that is

sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk performed throughout the stages in mining

menata, memulihkan, dan memperbaiki business to organize, restore and repair the



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 8

kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat quality of the environment and ecosystem to

berfungsi kembali sesuai peruntukannya. enable them return to their original functions

of zoning.

27. “Kegiatan Pascatambang,” yang 27. “Postmining Activity,” hereinafter called

selanjutnya disebut “pascatambang” adalah “postmining,” means a planned, systematic

kegiatan terencana, sistematis, dan berlanjut and sustainable activity after partial or total

setelah akhir sebagian atau seluruh kegiatan completion of mining business activities to

usaha pertambangan untuk memulihkan restore the natural environmental functions

fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial and social functions to conform to the local

menurut kondisi lokal di seluruh wilayah condition throughout the mining zones.

penambangan.

28. “Pemberdayaan Masyarakat” adalah usaha 28. “Community Empowerment” means an

untuk meningkatkan kemampuan effort to improve the capability of

masyarakat, baik secara individual maupun community, either individually or

kolektif, agar menjadi lebih baik tingkat collectively, to raise their standard of living.

kehidupannya.

29. “Wilayah Pertambangan,” yang 29. “Mining Zone,” hereinafter called a “WP,”

selanjutnya disebut “WP,” adalah wilayah means a zone with potential minerals and/or

yang memiliki potensi mineral dan/atau coal and not bound by governmental

batubara dan tidak terikat dengan batasan administrative boundaries as part of the

administrasi pemerintahan yang merupakan national spatial planning.

bagian dari tata ruang nasional.

30. “Wilayah Usaha Pertambangan,” yang 30. “Mining Area,” hereinafter called a “WUP,”

selanjutnya disebut “WUP,” adalah bagian means a part of a Mining Zone already

dari WP yang telah memiliki ketersediaan completed with data, potential, and/or

data, potensi dan/atau informasi geologi. information about geology.

31. “Wilayah Izin Usaha Pertambangan,” 31. “Mining Permit Area,” hereinafter called a

yang selanjutnya disebut “WIUP,” adalah “WIUP,” means an area that is authorized to

wilayah yang diberikan kepada pemegang an IUP holder.

IUP.

32. “Wilayah Pertambangan Rakyat,” yang 32. “Small-Scale Mining Area,” hereinafter

selanjutnya disebut “WPR,” adalah bagian called a “WPR,” means a part of a Mining

dari WP tempat dilakukan kegiatan usaha Zone where small-scale mining activities are

pertambangan rakyat. performed.

33. “Wilayah Pencadangan Negara,” yang 33. “State Reserve Area,” hereinafter called a

selanjutnya disebut “WPN,” adalah bagian “WPN” means a part of Mining Zone that is

dari WP yang dicadangkan untuk reserved in the interest of national strategy.

kepentingan strategis nasional.

34. “Wilayah Usaha Pertambangan Khusus,” 34. “Special Mining Area,” hereinafter called a

yang selanjutnya disebut “WUPK,” adalah “WUPK,” means a part of a State Reserve

bagian dari WPN yang dapat diusahakan. Area that may be commercialized.

35. “Wilayah Izin Usaha Pertambangan 35. “Special Mining Permit Area in Special

Khusus dalam WUPK,” yang selanjutnya Mining Area,” hereinafter called “WIUPK,”

disebut “WIUPK,” adalah wilayah yang means an area that is authorized to a Special

diberikan kepada pemegang IUPK. Mining Permit holder.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 9

36. “Pemerintah Pusat,” yang selanjutnya 36. “Central Government,” hereinafter called

disebut “Pemerintah,” adalah Presiden “the Government,” means the President of

Republik Indonesia yang memegang the Republic of Indonesia with the power of

kekuasaan Pemerintahan Negara Republik the Government of the State of the Republic

Indonesia sebagaimana dimaksud dalam of Indonesia vested in him as intended by the

Undang-Undang Dasar Negara Republik 1945 Constitution of the Republic of

Indonesia Tahun 1945. Indonesia.

37. “Pemerintah Daerah” adalah gubernur, 37. “Regional Government” means the

bupati atau walikota, dan perangkat daerah governors, the regents or the mayors and

sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan regional instrumentalities that form

daerah. components to administer the regional

governments.

38. “Menteri” adalah menteri yang 38. “Minister” means the minister administering

menyelenggarakan urusan pemerintahan di governmental affairs in the field of mineral

bidang pertambangan mineral dan batubara. and coal mining.

Penjelasan Pasal 1: Cukup jelas Elucidation of Article 1: Sufficiently clear





BAB II CHAPTER II

ASAS DAN TUJUAN PRINCIPLES AND OBJECTIVES

Pasal 2 Article 2

Pertambangan mineral dan/atau batubara dikelola Mineral and/or coal mining shall be managed under

berasaskan: the principles of:

a. manfaat, keadilan dan keseimbangan; a. benefit, justice and balance;

Penjelasan Pasal 2 a: Cukup jelas Elucidation of Article 2 a: Sufficiently clear



b. keberpihakan kepada kepentingan bangsa; b. being in favor of the nation’s interests;

Penjelasan Pasal 2 b: Cukup jelas Elucidation of Article 2 b: Sufficiently clear



c. partisipatif, transparansi, dan akuntabilitas; c. participation, transparency, and

accountability;

Penjelasan Pasal 2 c: Cukup jelas Elucidation of Article 2 c: Sufficiently clear



d. berkelanjutan dan berwawasan lingkungan; d. sustainability and environmental soundness;

Penjelasan Pasal 2 d: Elucidation of Article 2 d:

Yang dimaksud dengan asas berkelanjutan dan “Sustainability and environmentally-sound principles”

berwawasan lingkungan adalah asas yang secara means the principles that in a planned manner integrate

terencana mengintegrasikan dimensi ekonomi, economic, environmental, and socio-cultural dimensions

lingkungan, dan sosial budaya dalam keseluruhan usaha throughout mineral and coal mining business to realize

pertambangan mineral dan batubara untuk mewujudkan the present and future welfare.

kesejahteraan masa kini dan masa mendatang.





Pasal 3 Article 3

Dalam rangka mendukung pembangunan nasional In support of sustainable national development,

yang berkesinambungan, tujuan pengelolaan mineral management of mineral and coal shall aim the



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 10

dan batubara adalah: following:

a. menjamin efektifitas pelaksanaan dan a. to ensure effectiveness of the conduct and

pengendalian kegiatan usaha pertambangan control of efficient, effective and competitive

secara berdaya guna, berhasil guna, dan mining business activities;

berdaya saing;

b. menjamin manfaat pertambangan mineral b. to ensure the benefit of sustainable and

dan batubara secara berkelanjutan dan environmentally-sound mineral and coal

berwawasan lingkungan hidup; mining;

c. menjamin tersedianya mineral dan batubara c. to ensure the supply of mineral and coal as

sebagai bahan baku dan/atau sebagai sumber raw materials and/or as energy sources for

energi untuk kebutuhan dalam negeri; domestic needs;

d. mendukung dan menumbuhkembangkan d. to support and develop the national capability

kemampuan nasional agar lebih mampu in order to better compete in national,

bersaing di tingkat nasional, regional, dan regional, and international levels;

internasional;

e. meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, e. to improve the income of the local

daerah, dan negara, serta menciptakan community, regions, and state as well as to

lapangan kerja untuk sebesar-besarnya create job opportunities in the greatest

kesejahteraan rakyat; dan prosperity of the people;

f. menjamin kepastian hukum dalam f. to assure legal certainty in the conduct of

penyelenggaraan kegiatan usaha mineral and coal business activities.

pertambangan mineral dan batubara.

Penjelasan Pasal 3: Cukup jelas Elucidation of Article 3: Sufficiently clear





BAB III CHAPTER III

PENGUASAAN MINERAL DAN BATUBARA CONTROL OF MINERALS AND COAL

Pasal 4 Article 4

(1) Mineral dan batubara sebagai sumber daya (1) Minerals and coal as nonrenewable natural

alam yang tak terbarukan merupakan resources shall constitute national property

kekayaan nasional yang dikuasai oleh negara that is controlled by the state in the greatest

untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. prosperity of the people.

(2) Penguasaan mineral dan batubara oleh negara (2) Control of minerals and coal by the state as

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) intended by section (1) shall be conducted by

diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau the Government and/or the regional

pemerintah daerah. governments.

Penjelasan Pasal 4: Cukup jelas Elucidation of Article 4: Sufficiently clear





Pasal 5 Article 5

(1) Untuk kepentingan nasional, Pemerintah (1) In the national interests, the Government

setelah berkonsultasi dengan Dewan upon consultation with the House of

Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dapat Representatives of the Republic of Indonesia

menetapkan kebijakan pengutamaan mineral may adopt a policy on preference for



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 11

dan/atau batubara untuk kepentingan dalam domestic mineral and/or coal needs.

negeri.

(2) Kepentingan nasional sebagaimana di (2) National interests as intended by section (1)

maksud pada ayat (1) dapat dilakukan dengan may be realized by exercising supervision for

pengendalian produksi dan ekspor. production and export.

(3) Dalam melaksanakan pengendalian (3) In the exercise of supervision as intended by

sebagaimana dimaksud pada ayat (2), section (2), the Government shall have the

Pemerintah mempunyai kewenangan untuk authority to set the annual production

menetapkan jumlah produksi tiap-tiap quantity of any commodity for any province.

komoditas per tahun setiap provinsi.

(4) Pemerintah daerah wajib mematuhi ketentuan (4) The regional governments shall comply with

jumlah yang ditetapkan oleh Pemerintah the quantity terms that are set by the

sebagaimana dimaksud pada ayat (3). Government as intended by section (3).

(5) Ketentuan lebih lanjut mengenai (5) Ancillary provisions for the preference for

pengutamaan mineral dan/atau batubara domestic mineral and/or coal needs as

untuk kepentingan dalam negeri sebagaimana intended by section (1) and supervision of

dimaksud pada ayat (1) dan pengendalian production and export as intended by section

produksi dan ekspor sebagaimana dimaksud (2) and section (3) shall be governed by

pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan regulation of the government.

peraturan pemerintah.

Penjelasan Pasal 5: Cukup Jelas Elucidation of Article 5: Sufficiently clear





BAB IV CHAPTER IV

KEWENANGAN PENGELOLAAN AUTHORITY IN THE MANAGEMENT OF

PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA MINERALS AND COAL

Pasal 6 Article 6

(1) Kewenangan Pemerintah dalam pengelolaan (1) Authority of the Government in the

pertambangan mineral dan batubara, antara management of mineral and coal mines shall

lain, adalah: be, inter alia:

a. penetapan kebijakan nasional; a. to adopt national policies;

Penjelasan Pasal 6 (1) a: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) a: Sufficiently clear



b. pembuatan peraturan perundang- b. to make laws and regulations;

undangan;

Penjelasan Pasal 6 (1) b: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) b: Sufficiently clear



c. penetapan standar nasional, pedoman, c. to adopt national standards,

dan kriteria; guidelines, and criteria;

Penjelasan Pasal 6 (1) c: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) c: Sufficiently clear

Standar nasional di bidang pertambangan mineral dan National standards in the field of mineral and coal mines

batubara adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang shall be technical specifications or otherwise anything to

dibakukan. be standardized.



d. penetapan sistem perizinan d. to adopt national licensing system of

pertambangan mineral dan batubara

Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 12

nasional; mineral and coal mining;

Penjelasan Pasal 6 (1) d: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) d: Sufficiently clear



e. penetapan WP yang dilakukan setelah e. to determine Mining Zones upon

berkoordinasi dengan pemerintah coordination with the regional

daerah dan berkonsultasi dengan governments and consultation with

Dewan Perwakilan Rakyat Republik the House of Representatives of the

Indonesia. Republic of Indonesia.

Penjelasan Pasal 6 (1) e: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) e: Sufficiently clear



f. pemberian IUP, pembinaan, f. to grant Mining Permits, direct, settle

penyelesaian konflik masyarakat, dan communal conflicts, and supervise

pengawasan usaha pertambangan mining business, of which the

yang berada pada lintas wilayah location overlaps the boundaries of

provinsi dan/atau wilayah laut lebih the provinces and/or in the territorial

dari 12 (dua belas) mil dari garis sea exceeding 12 (twelve) miles from

pantai; the baselines.

Penjelasan Pasal 6 (1) f: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) f: Sufficiently clear

g. Pemberian IUP, pembinaan, g. to grant Mining Permits, direct, settle

penyelesaian konflik masyarakat, dan communal conflicts, and supervise

pengawasan usaha pertambangan mining business, of which the mine

yang lokasi penambangannya berada location overlaps the boundaries of

pada lintas wilayah provinsi dan/atau the provinces and/or in the territorial

wilayah laut lebih dari 12 (dua belas) sea exceeding 12 (twelve) miles from

mil dari garis pantai; the baselines.

Penjelasan Pasal 6 (1) g: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) g: Sufficiently clear

h. pemberian IUP, pembinaan, h. to grant Mining Permits, direct, settle

penyelesaian konflik masyarakat, dan communal conflicts, and supervise

pengawasan usaha pertambangan production operation mining business

operasi produksi yang berdampak with direct environmental impacts

lingkungan langsung lintas provinsi overlapping the provinces and/or in

dan/atau dalam wilayah laut lebih dari the territorial sea exceeding 12

12 (dua belas) mil dari garis pantai; (twelve) miles from the baselines.

Penjelasan Pasal 6 (1) h: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) h: Sufficiently clear

i. pemberian IUPK Eksplorasi dan i. to grant Exploration Special Mining

IUPK Operasi Produksi; Permits and Production Operation

Special Mining Permits;

Penjelasan Pasal 6 (1) i: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) i: Sufficiently clear

j. pengevaluasian IUP Operasi j. to evaluate Production Operation

Produksi, yang dikeluarkan oleh Mining Permits that are issued by the

pemerintah daerah, yang telah regional governments, which the

menimbulkan kerusakan lingkungan production operations have resulted in

serta yang tidak menerapkan kaidah environmental damage and failed to

pertambangan yang baik; apply good mining practice

principles;





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 13

Penjelasan Pasal 6 (1) j: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) j: Sufficiently clear

k. penetapan kebijakan produksi, k. to adopt policies on production,

pemasaran, pemanfaatan, dan marketing, utilization, and

konservasi; conservation;

Penjelasan Pasal 6 (1) k: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) k: Sufficiently clear



l. penetapan kebijakan kerja sama, l. to adopt policies on cooperation,

kemitraan, dan pemberdayaan partnership, and community

masyarakat; empowerment;

Penjelasan Pasal 6 (1) l: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) l: Sufficiently clear



m. perumusan dan penetapan penerimaan m. to plan and establish nontax state

negara bukan pajak dari hasil usaha revenues from mineral and/or coal

pertambangan mineral dan batubara; mining business products;

Penjelasan Pasal 6 (1) m: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) m: Sufficiently clear



n. pembinaan dan pengawasan n. to direct and supervise the

penyelenggaraan pengelolaan management of mineral and coal

pertambangan mineral dan batubara mining that are conducted by the

yang dilaksanakan oleh pemerintah regional governments;

daerah;

Penjelasan Pasal 6 (1) n: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) n: Sufficiently clear



o. pembinaan dan pengawasan o. to direct and supervise preparation of

penyusunan peraturan daerah di regional regulations in the field of

bidang pertambangan; mining;

Penjelasan Pasal 6 (1) o: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) o: Sufficiently clear



p. penginventarisasian, penyelidikan, p. to conduct inventory, surveys, and

dan penelitian serta eksplorasi dalam research as well as explorations to

rangka memperoleh data dan find data and information about

informasi mineral dan batubara minerals and coal to be materials for

sebagai bahan penyusunan WUP dan planning Mining Areas and State

WPN; Reserve Areas;

Penjelasan Pasal 6 (1) p: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) p: Sufficiently clear



q. pengelolaan informasi geologi, q. to manage information on geology,

informasi potensi sumber daya information on potential mineral and

mineral dan batubara, serta informasi coal resources, and information on

pertambangan pada tingkat nasional; national-level mines;

Penjelasan Pasal 6 (1) q: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) q: Sufficiently clear



r. pembinaan dan pengawasan terhadap r. to direct and supervise reclamations

reklamasi lahan pascatambang; of postmining lands;

Penjelasan Pasal 6 (1) r: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) r: Sufficiently clear



s. penyusunan neraca sumber daya s. to prepare balance sheet of national-

mineral dan batubara tingkat nasionai; level mineral and coal resources;





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 14

Penjelasan Pasal 6 (1) s: Elucidation of Article 6 (1) s:

Yang dimaksud dengan “neraca sumber daya mineral “Balance sheet of national-level mineral and coal

dan batubara tingkat nasional” adalah neraca yang resources” means balance sheet that reflects the national

menggambarkan jumlah sumber daya, cadangan, dan quantity of mineral and coal resources, reserves, and

produksi mineral dan batubara secara nasional. production.



t. pengembangan dan peningkatan nilai t. to develop and increase added value

tambah kegiatan usaha pertambangan; to mining business activities; and

dan

Penjelasan Pasal 6 (1) t: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) t: Sufficiently clear



u. peningkatan kemampuan aparatur u. to improve the competency of the

Pemerintah, pemerintah provinsi, dan apparatus of the Government, the

pemerintah kabupaten/kota dalam provincial governments, and the

penyelenggaraan pengelolaan usaha district/city governments in the

pertambangan. conduct of management of mining

business.

Penjelasan Pasal 6 (1) u: Cukup jelas Elucidation of Article 6 (1) u: Sufficiently clear



(2) Kewenangan Pemerintah sebagaimana (2) Authority of the Government as intended by

dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai section (1) shall be exercised under laws and

dengan ketentuan peraturan perundang- regulations.

undangan.

Penjelasan Pasal 6 (2): Cukup jelas Elucidation of Article 6 (2): Sufficiently clear





Pasal 7 Article 7

(1) Kewenangan pemerintah provinsi dalam (1) The authority of the provincial governments

pengelolaan pertambangan mineral dan in the management of mineral and coal mines

batubara, antara lain, adalah: shall be, inter alia:

a. pembuatan peraturan perundang- a. to make provincial laws and

undangan daerah; regulations;

b. pemberian IUP, pembinaan, b. to grant Mining Permits, direct, settle

penyelesaian konflik masyarakat dan communal conflicts, and supervise

pengawasan usaha pertambangan mining business overlapping the

pada lintas wilayah kabupaten/kota boundaries of the districts/cities

dan/atau wilayah laut 4 (empat) mil and/or in the territorial sea from 4

sampai dengan 12 (dua belas) mil; (four) miles to 12 (twelve) miles;

c. pemberian IUP, pembinaan, c. to grant Mining Permits, direct, settle

penyelesaian konflik masyarakat dan communal conflicts, and supervise

pengawasan usaha pertambangan production operation mining business,

operasi produksi yang kegiatannya of which the activities overlap the

berada pada lintas wilayah boundaries of the districts/cities

kabupaten/kota dan/atau wilayah laut and/or in the territorial sea from 4

4 (empat) mil sampai dengan 12 (dua (four) miles to 12 (twelve) miles;

belas) mil;

d. pemberian IUP, pembinaan, d. to grant Mining Permits, direct, settle



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 15

penyelesaian konflik masyarakat dan communal conflicts, and supervise

pengawasan usaha pertambangan mining business with direct

yang berdampak lingkungan langsung environmental impacts overlapping

lintas kabupaten/kota dan/atau the districts/cities and/or in the

wilayah laut 4 (empat) mil sampai territorial sea from 4 (four) miles to

dengan 12 (dua belas) mil; 12 (twelve) miles;

e. penginventarisasian, penyelidikan dan e. to conduct inventory, surveys and

penelitian serta eksplorasi dalam research as well as explorations to

rangka memperoleh data dan find data and information about

informasi mineral dan batubara sesuai minerals and coal within their

dengan kewenangannya; authority;

f. pengelolaan informasi geologi, f. to manage information on geology,

informasi potensi sumber daya information on potential mineral and

mineral dan batubara, serta informasi coal resources, as well as information

pertambangan pada daerah/wilayah on mining in provincial

provinsi; areas/territories;

g. penyusunan neraca sumber daya g. to prepare balance sheet of mineral

mineral dan batubara pada and coal resources in provincial

daerah/wilayah provinsi; areas/territories;

h. pengembangan dan peningkatan nilai h. to develop and increase added value

tambah kegiatan usaha pertambangan to mining business activities in the

di provinsi; provinces;

i. pengembangan dan peningkatan i. to foster and improve public

peran serta masyarakat dalam usaha participation in mining business with

pertambangan dengan memperhatikan due regard to the environmental

kelestarian lingkungan; sustainability;

j. pengoordinasian perizinan dan j. to coordinate permission and

pengawasan penggunaan bahan supervision of explosive use in

peledak di wilayah tambang sesuai mining zones within their authority;

dengan kewenangannya;

k. penyampaian informasi hasil k. to deliver information on the results

inventarisasi, penyelidikan umum, of inventory, general surveys, and

dan penelitian serta eksplorasi kepada research as well as explorations to the

Menteri dan bupati/walikota; Minister and the regents/mayors;

l. penyampaian informasi hasil l. to deliver information on the results

produksi, penjualan dalam negeri, of production, domestic sales, and

serta ekspor kepada Menteri dan export to the Minister and the

bupati/walikota; regents/mayors;

m. pembinaan dan pengawasan terhadap m. to direct and supervise reclamations

reklamasi lahan pascatambang; dan of postmining lands; and

n. peningkatan kemampuan aparatur n. to improve the capability of apparatus

pemerintah provinsi dan pemerintah of the provincial governments and the

kabupaten/kota dalam district/city governments in the

penyelenggaraan pengelolaan usaha conduct of management of mining

pertambangan. business.



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 16

(2) Kewenangan pemerintah provinsi (2) Authority of the provincial governments as

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) intended by section (1) shall be exercised

dilaksanakan sesuai dengan ketentuan under laws and regulations.

peraturan perundang-undangan.

Penjelasan Pasal 7: Cukup jelas Elucidation of Article 7: Sufficiently clear





Pasal 8 Article 8

(1) Kewenangan pemerintah kabupaten/kota (1) Authority of the district/city governments in

dalam pengelolaan pertambangan mineral the management of mineral and coal mines

dan batubara, antara lain, adalah: shall be, inter alia:

a. pembuatan peraturan perundang- a. to make regional laws and

undangan daerah; regulations;

b. pemberian IUP dan IPR, pembinaan, b. to grant Mining Permits and Small-

penyelesaian konflik masyarakat, dan Scale Mining Permits, direct, settle

pengawasan usaha pertambangan di communal conflicts, and supervise

wilayah kabupaten/kota dan/atau mining business in the districts/cities

wilayah laut sampai dengan 4 (empat) and/or the territorial sea up to 4 (four)

mil; miles;

c. pemberian IUP dan IPR, pembinaan, c. to grant Mining Permits and Small-

penyelesaian konflik masyarakat dan Scale Mining Permits, direct, settle

pengawasan usaha pertambangan communal conflicts, and supervise

operasi produksi yang kegiatannya production operation mining business,

berada di wilayah kabupaten/kota of which the activities are located in

dan/atau wilayah laut sampai dengan the districts/cities and/or the territorial

4 (empat) mil; sea up to 4 (four) miles;

d. penginventarisasian, penyelidikan dan d. to conduct inventory, surveys and

penelitian, serta eksplorasi dalam research as well as explorations to

rangka memperoleh data dan find data and information about

informasi mineral dan batubara; minerals and coal;

e. pengelolaan informasi geologi, e. to manage information on geology,

informasi potensi mineral dan information on potential minerals and

batubara, serta informasi coal, as well as information on

pertambangan pada wilayah mining in the districts/cities;

kabupaten/kota;

f. penyusunan neraca sumber daya f. to prepare balance sheet of mineral

mineral dan batubara pada wilayah and coal resources in the

kabupaten/kota; districts/cities;

g. pengembangan dan pemberdayan g. to foster and empower local

masyarakat setempat dalam usaha community in mining business with

pertambangan dengan memperhatikan due regard to the environmental

kelestarian lingkungan; sustainability;

h. pengembangan dan peningkatan nilai h. to optimally develop and increase

tambah dan manfaat kegiatan usaha added value and benefit to mining

pertambangan secara optimal; business activities;



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 17

i. penyampaian informasi hasil i. to deliver information on the results

inventarisasi, penyelidikan umum, of inventory, general surveys, and

dan penelitian, serta eksplorasi dan research, as well as explorations and

eksploitasi kepada Menteri dan exploitations to the Minister and the

gubernur; governors;

j. penyampaian informasi hasil j. to deliver information on the results

produksi, penjualan dalam negeri, of production, domestic sales, and

serta ekspor kepada Menteri dan export to the Minister and the

gubernur; governors;

k. pembinaan dan pengawasan terhadap k. to direct and supervise reclamations

reklamasi lahan pascatambang; dan of postmining lands; and

l. peningkatan kemampuan aparatur l. to improve the capability of apparatus

pemerintah kabupaten/kota dalam of the district/city governments in the

penyelenggaraan pengelolaan usaha conduct of management of mining

pertambangan. business.

(2) Kewenangan pemerintah kabupaten/kota (2) Authority of the district/city governments as

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) intended by section (1) shall be exercised

dilaksanakan sesuai dengan ketentuan under laws and regulations.

peraturan perundang-undangan.





Penjelasan Pasal 8: Cukup jelas Elucidation of Article 8: Sufficiently clear





BAB V CHAPTER V

WILAYAH PERTAMBANGAN MINING ZONES

Bagian Kesatu Part One

Umum General

Pasal 9 Article 9

(1) WP sebagai bagian dari tata ruang nasional (1) Mining Zones as part of the national spatial

merupakan landasan bagi penetapan kegiatan planning shall be a foundation on which

pertambangan. mining activities are determined.

(2) WP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2) Mining Zones as intended by section (1) shall

ditetapkan oleh Pemerintah setelah be determined by the Government upon

berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan coordination with the regional governments

berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan and consultation with the House of

Rakyat Republik Indonesia. Representatives of the Republic of Indonesia.

Penjelasan Pasal 9: Cukup jelas Elucidation of Article 9: Sufficiently clear





Pasal 10 Article 10

Penetapan WP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Mining Zones as intended by Article 9 section (2)

ayat (2) dilaksanakan: shall be determined:

a. secara transparan, partisipatif, dan a. in transparent, participatory, and responsible

bertanggung jawab; manners;



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 18

b. secara terpadu dengan memperhatikan b. integratedly with due regard to the opinions

pendapat dari instansi pemerintah terkait, of the relevant government agencies, the

masyarakat, dan dengan mempertimbangkan public, and in consideration of ecological,

aspek ekologi, ekonomi, dan sosial budaya, economic, and socio-cultural aspects as well

serta berwawasan lingkungan; dan as environmental-soundness; and

c. dengan memperhatikan aspirasi daerah. c. with due regard to regional aspirations.

Penjelasan Pasal 10: Cukup jelas Elucidation of Article 10: Sufficiently clear





Pasal 11 Article 11

Pemerintah dan pemerintah daerah wajib melakukan The Government and regional governments must

penyelidikan dan penelitian pertambangan dalam conduct mining surveys and research in preparation

rangka penyiapan WP. for Mining Zones.

Penjelasan Pasal 11: Cukup jelas Elucidation of Article 11: Sufficiently clear





Pasal 12 Article 12

Ketentuan lebih lanjut mengenai batas, luas, dan Ancillary provisions for boundaries, size, and

mekanisme penetapan WP sebagaimana dimaksud mechanisms of determination of Mining Zones as

dalam Pasal 9, Pasal 10, dan Pasal 11 diatur dengan intended by Article 9, Article 10, and Article 11

peraturan pemerintah. shall be governed by regulation of the government.

Penjelasan Pasal 12: Cukup jelas Elucidation of Article 12: Sufficiently clear





Pasal 13 Article 13

WP terdiri atas: Mining Zones shall include:

a. WUP; a. Mining Areas ;

b. WPR; dan b. Small-Scale Mining Areas; and

c. WPN. c. State Reserve Areas.

Penjelasan Pasal 13: Cukup jelas Elucidation of Article 13: Sufficiently clear





Bagian Kedua Part Two

Wilayah Usaha Pertambangan Mining Areas

Pasal 14 Article 14

(1) Penetapan WUP dilakukan oleh Pemerintah (1) Mining Areas shall be determined by the

setelah berkoordinasi dengan pemerintah Government upon coordination with the

daerah dan disampaikan secara tertulis regional governments, and shall be delivered

kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik in writing to the House of Representatives of

Indonesia. the Republic of Indonesia.

(2) Koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Coordination as intended by section (1) shall

(1) dilakukan dengan pemerintah daerah be made with the regional governments

yang bersangkutan berdasarkan data dan concerned under data and information



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 19

informasi yang dimiliki Pemerintah dan possessed by the Government and regional

pemerintah daerah. governments.

Penjelasan Pasal 14: Cukup jelas Elucidation of Article 14: Sufficiently clear





Pasal 15 Article 15

Pemerintah dapat melimpahkan sebagian The Government may delegate its partial authority in

kewenangannya dalam penetapan WUP sebagaimana the determination of Mining Areas as intended by

dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) kepada Article 14 section (1) to the provincial governments

pemerintah provinsi sesuai dengan ketentuan under laws and regulations.

peraturan perundang-undangan.

Penjelasan Pasal 15: Elucidation of Article 15:

Kewenangan yang dilimpahkan adalah kewenangan Authority that is delegated shall be authority to determine

dalam menetapkan WUP untuk mineral bukan logam dan nonmetal mineral and rock Mining Areas within one

batuan dalam satu kabupaten/kota atau lintas district/city or overlapping the districts/cities.

kabupaten/kota.





Pasal 16 Article 16

Satu WUP terdiri atas 1 (satu) atau beberapa WIUP One Mining Area shall consist of 1 (one) or several

yang berada pada lintas wilayah provinsi, lintas Mining Permit Areas, of which the locations overlap

wilayah kabupaten/kota, dan/atau dalam 1 (satu) the boundaries of the provinces, overlap the

wilayah kabupaten/kota. boundaries of the districts/cities, and/or within 1

(one) a district/city.

Penjelasan Pasal 16: Cukup jelas Elucidation of Article 16: Sufficiently clear





Pasal 17 Article 17

Luas dan batas WIUP mineral logam dan batubara Size and boundaries of metal mineral and coal

ditetapkan oleh Pemerintah berkoordinasi dengan Mining Permit Areas shall be determined by the

pemerintah daerah berdasarkan kriteria yang dimiliki Government in coordination with the regional

oleh Pemerintah. governments under the criteria adopted by the

Government.

Penjelasan Pasal 17: Elucidation of Article 17:

Yang dimaksud dengan luas adalah luas maksimum dan “Size” means maximum size and minimum size.

luas minimum.



Penentuan batas dilakukan berdasarkan keahlian yang Boundaries shall be determined on an expertise basis that

diterima oleh semua pihak. is accepted by all parties.





Pasal 18 Article 18

Kriteria untuk menetapkan 1 (satu) atau beberapa The criteria under which 1 (one) or several Mining

WIUP dalam 1 (satu) WUP adalah sebagai berikut: Permit Areas within 1 (one) Mining Area are

determined shall be as follows:

a. letak geografis; a. geographical locations;





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 20

b. kaidah konservasi; b. conservation principles;

c. daya dukung lindungan lingkungan; c. carrying capacity of environmental

conservation;

d. optimalisasi sumber daya mineral dan/atau d. optimization of mineral and/or coal

batubara; dan resources; and

e. tingkat kepadatan penduduk. e. rate of population density.

Penjelasan Pasal 18: Cukup jelas Elucidation of Article 18: Sufficiently clear





Pasal 19 Article 19

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penetapan Ancillary provisions for the procedures for

batas dan luas WIUP sebagaimana dimaksud dalam determination of boundaries and size of Mining

Pasal 17 diatur dengan peraturan pemerintah. Permit Areas as intended by Article 17 shall be

governed by regulation of the government.

Penjelasan Pasal 19: Cukup jelas Elucidation of Article 19: Sufficiently clear





Bagian Ketiga Part Three

Wilayah Pertambangan Rakyat Small-Scale Mining Areas

Pasal 20 Article 20

Kegiatan pertambangan rakyat dilaksanakan dalam Small-scale mining activities shall be performed

suatu WPR. within a Small-Scale Mining Area.

Penjelasan Pasal 20: Cukup jelas Elucidation of Article 20: Sufficiently clear





Pasal 21 Article 21

WPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20 Small-Scale Mining Areas as intended by Article 20

ditetapkan oleh bupati/walikota setelah berkonsultasi shall be determined by the regents/mayors upon

dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah consultation with the Regional House of

kabupaten/kota. Representatives of the district/cities.

Penjelasan Pasal 21: Elucidation of Article 21:

Penetapan WPR didasarkan pada perencanaan dengan Determination of Small-Scale Mining Areas shall be on a

melakukan sinkronisasi data dan informasi melalui planning basis by synchronizing data and information

sistem informasi WP. through the Mining Zone information system.





Pasal 22 Article 22

Kriteria untuk menetapkan WPR adalah sebagai The criteria under which Small-Scale Mining Areas

berikut: are determined shall be as follows:

a. mempunyai cadangan mineral sekunder yang a. secondary mineral deposits found in the

terdapat di sungai dan/atau di antara tepi dan rivers and/or between two banks of the river;

tepi sungai;

Penjelasan Pasal 22 a: Elucidation of Article 22 a:



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 21

Yang dimaksud dengan tepi dan tepi sungai adalah “Between two banks of the river” shall include

daerah akumulasi pengayaan mineral sekunder (pay accumulation areas of secondary mineral enrichment

streak) dalam suatu meander sungai. (pay streak) in the meanders of a river.



b. mempunyai cadangan primer logam atau b. primary metal or coal deposits of a maximum

batubara dengan kedalaman maksimal 25 of 25 (twenty-five) meters in depth;

(dua puluh lima) meter;

Penjelasan Pasal 22 b: Cukup jelas Elucidation of Article 22 b: Sufficiently clear



c. endapan teras, dataran banjir, dan endapan c. terrace deposits, floodplains, and

sungai purba; paleochannel deposits;

Penjelasan Pasal 22 c: Cukup jelas Elucidation of Article 22 c: Sufficiently clear



d. luas maksimal wilayah pertambangan rakyat d. a small-scale mining area shall be a

adalah 25 (dua puluh lima) hektare; maximum of 25 (twenty-five) hectares in

size;

Penjelasan Pasal 22 d: Cukup jelas Elucidation of Article 22 d: Sufficiently clear



e. menyebutkan jenis komoditas yang akan e. reference to the types of commodities to be

ditambang; dan/atau mined; and/or

Penjelasan Pasal 22 e: Cukup jelas Elucidation of Article 22 e: Sufficiently clear



f. merupakan wilayah atau tempat kegiatan f. small-scale mining areas or sites that have

tambang rakyat yang sudah dikerjakan been worked on for 15 (fifteen) years as a

sekurang-kurangnya 15 (lima belas) tahun. minimum.

Penjelasan Pasal 22 f: Cukup jelas Elucidation of Article 22 f: Sufficiently clear





Pasal 23 Article 23

Dalam menetapkan WPR sebagaimana dimaksud In determination of Small-Scale Mining Areas as

dalam Pasal 21, bupati/walikota berkewajiban intended by Article 21, the regents/mayors are

melakukan pengumuman mengenai rencana WPR required to announce Small-Scale Mining Area

kepada masyarakat secara terbuka. planning to the public transparently.

Penjelasan Pasal 23: Elucidation of Article 23:

Pengumuman rencana WPR dilakukan di kantor Announcements of Small-Scale Mining Area planning

desa/kelurahan dan kantor/instansi terkait; dilengkapi shall be made at the office of rural administrative

dengan peta situasi yang menggambarkan lokasi, luas, division/urban administrative division and relevant

dan batas serta daftar koordinat; dan dilengkapi daftar offices/agencies; accompanied by situation maps that

pemegang hak atas tanah yang berada dalam WPR. show locations, size, and boundaries as well as list of

coordinates; and accompanied by lists of titleholders of

land in the Small-Scale Mining Areas.





Pasal 24 Article 24

Wilayah atau tempat kegiatan tambang rakyat yang Small-scale mining areas or sites that have been

sudah dikerjakan tetapi belum ditetapkan sebagai worked on but not yet determined as Small-Scale

WPR diprioritaskan untuk ditetapkan sebagai WPR. Mining Areas shall be prioritized to be determined as

Small-Scale Mining Areas.

Penjelasan Pasal 24: Cukup jelas Elucidation of Article 24: Sufficiently clear



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 22

Pasal 25 Article 25

Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman, prosedur, Ancillary provisions for the guidelines, procedures,

dan penetapan WPR sebagaimana dimaksud dalam and determination of Small-Scale Mining Areas as

Pasal 21 dan Pasal 23 diatur dengan peraturan. intended by Article 21 and Article 23 shall be

pemerintah. governed by regulation of the government.

Penjelasan Pasal 25: Cukup jelas Elucidation of Article 25: Sufficiently clear





Pasal 26 Article 26

Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria dan Ancillary provisions for the criteria and mechanisms

mekanisme penetapan WPR, sebagaimana dimaksud of determination of Small-Scale Mining Areas as

dalam Pasal 22 dan Pasal 23 diatur dengan peraturan intended by Article 22 and Article 23 shall be

daerah kabupaten/kota. governed by regulation of the district/city.

Penjelasan Pasal 26: Cukup jelas Elucidation of Article 26: Sufficiently clear





Bagian Keempat Part Four

Wilayah Pencadangan Negara State Reserve Areas

Pasal 27 Article 27

(1) Untuk kepentingan strategis nasional, (1) In the interest of national strategy, the

Pemerintah dengan persetujuan Dewan Government upon the consent of the House

Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan of Representatives of the Republic of

dengan memperhatikan aspirasi daerah Indonesia, and with due regard to regional

menetapkan WPN sebagai daerah yang aspirations, shall determine State Reserve

dicadangkan untuk komoditas tertentu dan Areas as areas that are reserved for certain

daerah konservasi dalam rangka menjaga commodities and conservation areas to keep

keseimbangan ekosistem dan lingkungan. a balance between ecosystem and the

environment.

Penjelasan Pasal 27 (1): Elucidation of Article 27 (1):

Penetapan WPN untuk kepentingan nasional Determination of State Reserve Areas in the national

dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi interest is intended to push national economic growth,

nasional, ketahanan energi dan industri strategis national strategic energy and industrial resilience as well

nasional, serta meningkatkan daya saing nasional dalam as to improve national competitiveness in facing global

menghadapi tantangan global. challenges.



Yang dimaksud dengan komoditas tertentu antara lain “Certain commodities” shall include, inter alia, copper,

tembaga, timah, emas, besi, nikel, dan bauksit serta lead, gold, iron, nickel, and bauxite as well as coal.

batubara.



Konservasi yang dimaksud juga mencakup upaya “Conservation” shall include efforts to manage minerals

pengelolaan mineral dan/atau batubara yang and/or coal that are of limited availability.

keberadaannya terbatas.



(2) WPN yang ditetapkan untuk komoditas (2) State Reserve Areas determined for certain

tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1) commodities as intended by section (1) are

dapat diusahakan sebagian luas wilayahnya allowed their partial areas to be

dengan persetujuan Dewan Perwakilan commercialized upon the consent of the

Rakyat Republik Indonesia. House of Representatives of the Republic of



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 23

Indonesia.

Penjelasan Pasal 27 (2): Elucidation of Article 27 (2):

Yang dimaksud dengan sebagian luas wilayahnya adalah “Their partial areas” means to set the percentage of the

untuk menentukan persentase besaran luas wilayah yang area size to be commercialized.

akan diusahakan.



(3) WPN yang ditetapkan untuk konservasi (3) State Reserve Areas determined for

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) conservation as intended by section (1) shall

ditentukan batasan waktu dengan persetujuan be given time limit upon the consent of the

Dewan Perwakilan Rakyat Republik House of Representatives of the Republic of

Indonesia. Indonesia.

Penjelasan Pasal 27 (3): Elucidation of Article 27 (3):

Yang dimaksud dengan batasan waktu adalah WPN yang “Time limit” means State Reserve Areas determined for

ditetapkan untuk konservasi dapat diusahakan setelah conservation may be commercialized after a specified

melewati jangka waktu tertentu. period passes.



(4) Wilayah yang akan diusahakan sebagaimana (4) Areas to be commercialized as intended by

dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) berubah section (2) and section (3) shall change their

statusnya menjadi WUPK. status into Special Mining Area.

Penjelasan Pasal 27 (4): Cukup jelas Elucidation of Article 27 (4): Sufficiently clear





Pasal 28 Article 28

Perubahan status WPN sebagaimana dimaksud Change in status of State Reserve Area as intended

dalam Pasal 27 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4) by Article 27 section (2), section (3), and section (4)

menjadi WUPK dapat dilakukan dengan into Special Mining Area may be made in

mempertimbangkan: consideration of:

a. pemenuhan bahan baku industri dan energi a. domestic requirements for industrial raw

dalam negeri; materials and energy;

b. sumber devisa negara; b. country’s foreign exchange earnings;

c. kondisi wilayah didasarkan pada keterbatasan c. condition of area with respect to constraints

sarana dan prasarana; of infrastructure and facilities;

d. berpotensi untuk dikembangkan sebagai d. potential for development as central

pusat pertumbuhan ekonomi; economic growth;

e. daya dukung lingkungan; dan/atau e. carrying capacity of the environment; and/or

f. penggunaan teknologi tinggi dan modal f. use of high technology and large capital

investasi yang besar. investments.

Penjelasan Pasal 28: Cukup jelas Elucidation of Article 28: Sufficiently clear





Pasal 29 Article 29

(1) WUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal (1) Special Mining Areas to be commercialized

27 ayat (4) yang akan diusahakan ditetapkan as intended by Article 27 section (4) shall be

oleh Pemerintah setelah berkoordinasi determined by the Government upon

dengan pemerintah daerah. coordination with the regional governments.



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 24

Penjelasan Pasal 29 (1): Elucidation of Article 29 (1):

Yang dimaksud dengan koordinasi adalah “Coordination” means to accommodate the requirement

mengakomodasi semua kepentingan daerah yang terkait of regions in connection with Special Mining Areas under

dengan WUPK sesuai dengan ketentuan peraturan laws and regulations.

perundang-undangan.



(2) Pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan di (2) Mining business activities in Special Mining

WUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Areas as intended by section (1) shall be

dilakukan dalam bentuk IUPK. performed in the form of Special Mining

Permits.

Penjelasan Pasal 29 (2): Cukup jelas Elucidation of Article 29 (2): Sufficiently clear





Pasal 30 Article 30

Satu WUPK terdiri atas 1 (satu) atau beberapa One Special Mining Area shall consist of 1 (one) or

WIUPK yang berada pada lintas wilayah provinsi, several Special Mining Permit Areas in Special

lintas wilayah kabupaten/kota, dan/atau dalam 1 Mining Areas, of which the locations overlap the

(satu) wilayah kabupaten /kota. boundaries of the provinces, overlap the boundaries

of the districts/cities, and/or within 1 (one)

district/city.

Penjelasan Pasal 30: Cukup jelas Elucidation of Article 30: Sufficiently clear





Pasal 31 Article 31

Luas dan batas WIUPK mineral logam dan batubara Size and boundaries of metal mineral and coal

ditetapkan oleh Pemerintah berkoordinasi dengan Special Mining Permit Areas in Special Mining

pemerintah daerah berdasarkan kriteria dan Areas shall be determined by the Government in

informasi yang dimiliki oleh Pemerintah. coordination with the regional governments under

the criteria and information possessed by the

Government.

Penjelasan Pasal 31: Elucidation of Article 31:

Yang dimaksud dengan luas adalah luas maksimum dan “Size” means maximum size and minimum size.

luas minimum.



Penentuan batas dilakukan berdasarkan keahlian yang Boundaries shall be determined on an expertise basis that

diterima oleh semua pihak. all parties accept.





Pasal 32 Article 32

Kriteria untuk menetapkan 1 (satu) atau beberapa The criteria under which 1 (one) or several Special

WIUPK dalam 1 (satu) WUPK adalah sebagai Mining Permit Areas in Special Mining Areas within

berikut: 1 (one) Special Mining Area are determined shall be

as follows:

a. letak geografis; a. geographical locations;

b. kaidah konservasi; b. conservation principles;

c. daya dukung lindungan lingkungan; c. carrying capacity of environmental

conservation;



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 25

d. optimalisasi sumber daya mineral dan/atau d. optimization of mineral and/or coal

batubara; dan resources; and

e. tingkat kepadatan penduduk. e. rate of population density.

Penjelasan Pasal 32: Cukup jelas Elucidation of Article 32: Sufficiently clear





Pasal 33 Article 33

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penetapan Ancillary provisions for the procedures for

luas dan batas WIUPK sebagaimana dimaksud determination of size and boundaries of Special

dalam Pasal 31 dan Pasal 32 diatur dengan peraturan Mining Permit Areas in Special Mining Areas as

pemerintah. intended by Article 31 and Article 32 shall be

governed by regulation of the government.

Penjelasan Pasal 33: Cukup jelas Elucidation of Article 33: Sufficiently clear





BAB VI CHAPTER VI

USAHA PERTAMBANGAN MINING BUSINESS

Pasal 34 Article 34

(1) Usaha pertambangan dikelompokkan atas: (1) Mining business shall be grouped into:

a. pertambangan mineral; dan a. mineral mining; and

Penjelasan Pasal 34 (1) a: Cukup jelas Elucidation of Article 34 (1) a: Sufficiently clear



b. pertambangan batubara. b. coal mining.

Penjelasan Pasal 34 (1) b: Cukup jelas Elucidation of Article 34 (1) b: Sufficiently clear



(2) Pertambangan mineral sebagaimana (2) Mineral mining as intended by section (1)

dimaksud pada ayat (1) huruf a digolongkan point (a) shall be classified into:

atas:

a. pertambangan mineral radioaktif; a. radioactive mineral mining;

Penjelasan Pasal 34 (2) a: Elucidation of Article 34 (2) a:

Yang dimaksud dengan “pertambangan mineral “Radioactive mineral mining” means mining as governed

radioaktif” adalah pertambangan sebagaimana diatur by laws and regulations in the field of nuclear energy.

dalam peraturan perundang-undangan di bidang

ketenaganukliran.



b. pertambangan mineral logam; b. metal mineral mining;

Penjelasan Pasal 34 (2) b: Elucidation of Article 34 (2) b:

Pertambangan mineral logam dalam ketentuan ini Metal mineral mining in this provision shall include

termasuk mineral ikutannya. associated minerals.



c. pertambangan mineral bukan logam; c. nonmetal mineral mining; and

dan

Penjelasan Pasal 34 (2) c: Cukup jelas Elucidation of Article 34 (2) c: Sufficiently clear



d. pertambangan batuan. d. rock mining.



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 26

Penjelasan Pasal 34 (2) d: Cukup jelas Elucidation of Article 34 (2) d: Sufficiently clear



(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai penetapan (3) Ancillary provisions for classification of a

suatu komoditas tambang ke dalam suatu mining commodity into a mineral mining

golongan pertambangan mineral class as intended by section (2) shall be

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur governed by regulation of the government.

dengan peraturan pemerintah.

Penjelasan Pasal 34 (3): Cukup jelas Elucidation of Article 34 (3): Sufficiently clear





Pasal 35 Article 35

Usaha pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Mining business as intended by Article 34 shall be

Pasal 34 dilaksanakan dalam bentuk: conducted in the form of:

a. IUP; a. Mining Permits;

b. IPR; dan b. Small-Scale Mining Permits; and

c. IUPK. c. Special Mining Permits.

Penjelasan Pasal 35: Cukup jelas Elucidation of Article 35: Sufficiently clear





BAB VII CHAPTER VII

IZIN USAHA PERTAMBANGAN MINING PERMITS

Bagian Kesatu Part One

Umum General

Pasal 36 Article 36

(1) IUP terdiri atas dua tahap: (1) A Mining Permit (IUP) shall include two

stages:

a. IUP Eksplorasi meliputi kegiatan a. an Exploration Mining Permit shall

penyelidikan umum, eksplorasi, dan include the activities of general

studi kelayakan; surveys, explorations, and feasibility

studies;

b. IUP Operasi Produksi meliputi b. a Production Operation Mining

kegiatan konstruksi, penambangan, Permit shall include the activities of

pengolahan dan pemurnian, serta construction, mines, processing and

pengangkutan dan penjualan. refining/smelting as well as hauling

and sale.

(2) Pemegang IUP Eksplorasi dan pemegang (2) Exploration Mining Permit holders and

IUP Operasi Produksi dapat melakukan Production Operation Mining holders may

sebagian atau seluruh kegiatan sebagaimana perform part or all of the activities as

dimaksud pada ayat (1). intended by section (1).

Penjelasan Pasal 36: Cukup jelas Elucidation of Article 36: Sufficiently clear









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 27

Pasal 37 Article 37

IUP diberikan oleh: Mining Permits shall be granted by:

a. bupati/walikota apabila WIUP berada di a. the regents/mayors, where the Mining Permit

dalam satu wilayah kabupaten/kota; Area is in one district/city;

b. gubernur apabila WIUP berada pada lintas b. the governors, where the Mining Permit Area

wilayah kabupaten/kota dalam 1 (satu) overlaps the boundaries of the districts/cities

provinsi setelah mendapatkan rekomendasi in one province upon recommendation of the

dan bupati/walikota setempat sesuai dengan local regent/mayor under laws and

ketentuan peraturan perundang-undangan; regulations; and

dan

c. Menteri apabila WIUP berada pada lintas c. the Minister, where the Mining Permit Area

wilayah provinsi setelah mendapatkan overlaps the boundaries of the provinces

rekomendasi dari gubernur dan upon recommendation of the governors and

bupati/walikota setempat sesuai dengan the local regents/mayors under laws and

ketentuan peraturan perundang-undangan. regulations.

Penjelasan Pasal 37: Cukup jelas Elucidation of Article 37: Sufficiently clear





Pasal 38 Article 38

IUP diberikan kepada: Mining Permits shall be granted to:

a. badan usaha; a. entities;

Penjelasan Pasal 38 a: Elucidation of Article 38 a:

Badan usaha dalam ketentuan ini meliputi badan usaha Entities in this provision shall include state-owned

milik negara dan badan usaha milik daerah. entities and region-owned entities.



b. koperasi; dan b. cooperatives; and

Penjelasan Pasal 38 b: Cukup jelas Elucidation of Article 38 b: Sufficiently clear



c. perseorangan. c. sole proprietorships.

Penjelasan Pasal 38 c: Cukup jelas Elucidation of Article 38 c: Sufficiently clear





Pasal 39 Article 39

(1) IUP Eksplorasi sebagaimana dimaksud dalam (1) An Exploration Mining Permit as intended by

Pasal 36 ayat (1) huruf a wajib memuat Article 36 section (1) point (a) must state the

ketentuan sekurang-kurangnya: following terms as a minimum:

a. nama perusahaan; a. name of company;

Penjelasan Pasal 39 (1) a: Cukup jelas Elucidation of Article 39 (1) a: Sufficiently clear



b. lokasi dan luas wilayah; b. location and size of area;

Penjelasan Pasal 39 (1) b: Cukup jelas Elucidation of Article 39 (1) b: Sufficiently clear



c. rencana umum tata ruang; c. general spatial planning;





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 28

Penjelasan Pasal 39 (1) c: Cukup jelas Elucidation of Article 39 (1) c: Sufficiently clear



d. jaminan kesungguhan; d. commitment deposits;

Penjelasan Pasal 39 (1) d: Elucidation of Article 39 (1) d:

Jaminan kesungguhan dalam ketentuan ini termasuk Commitment deposits in this provision shall include

biaya pengelolaan lingkungan akibat kegiatan eksplorasi. environmental management fees with respect to

exploration activities.



e. modal investasi; e. investment capital;

Penjelasan Pasal 39 (1) e: Cukup jelas Elucidation of Article 39 (1) e: Sufficiently clear



f. perpanjangan waktu tahap kegiatan; f. extended period of stage of activity;

Penjelasan Pasal 39 (1) f: Cukup jelas Elucidation of Article 39 (1) f: Sufficiently clear



g. hak dan kewajiban pemegang IUP; g. rights and obligations of Mining

Permit holders

Penjelasan Pasal 39 (1) g: Cukup jelas Elucidation of Article 39 (1) g: Sufficiently clear



h. jangka waktu berlakunya tahap h. validity period of stage of activity;

kegiatan;

Penjelasan Pasal 39 (1) h: Cukup jelas Elucidation of Article 39 (1) h: Sufficiently clear



i. jenis usaha yang diberikan; i. line of business authorized;

Penjelasan Pasal 39 (1) i: Cukup jelas Elucidation of Article 39 (1) i: Sufficiently clear



j. rencana pengembangan dan j. development and empowerment plans

pemberdayaan masyarakat di sekitar for community of mining areas;

wilayah pertambangan;

Penjelasan Pasal 39 (1) j: Cukup jelas Elucidation of Article 39 (1) j: Sufficiently clear



k. perpajakan; k. taxation;

Penjelasan Pasal 39 (1) k: Cukup jelas Elucidation of Article 39 (1) k: Sufficiently clear



l. penyelesaian perselisihan; l. settlement of disputes;

Penjelasan Pasal 39 (1) l: Cukup jelas Elucidation of Article 39 (1) l: Sufficiently clear



m. iuran tetap dan iuran eksplorasi; dan m. dead rents and exploration royalties;

and

Penjelasan Pasal 39 (1) m: Cukup jelas Elucidation of Article 39 (1) m: Sufficiently clear



n. amdal. n. environmental impact assessment

(amdal).

Penjelasan Pasal 39 (1) n: Cukup jelas Elucidation of Article 39 (1) n: Sufficiently clear



(2) IUP Operasi Produksi sebagaimana (2) A Production Operation Mining Permit as

dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf b intended by Article 36 section (1) point (b)

wajib memuat ketentuan sekurang- must state the following terms as a minimum:

kurangnya:





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 29

a. nama perusahaan; a. name of company;

b. luas wilayah; b. size of area;

c. lokasi penambangan; c. mine locations;

d. lokasi pengolahan dan pemurnian; d. processing and refining/smelting

locations;

e. pengangkutan dan penjualan; e. hauling and sale;

f. modal investasi; f. investment capital;

g. jangka waktu berlakunya IUP; g. validity period of Mining Permits;

h. jangka waktu tahap kegiatan; h. period of stage of activity;

i. penyelesaian masalah pertanahan; i. solutions to land problems;

j. lingkungan hidup termasuk reklamasi j. the environment, including

dan pascatambang; reclamations and postmining;

k. dana jaminan reklamasi dan k. reclamation and postmining deposit

pascatambang; funds;

l. perpanjangan IUP; l. extension of Mining Permits;

m. hak dan kewajiban pemegang IUP; m. rights and obligations of Mining

Permit holders

n. rencana pengembangan dan n. development and empowerment plans

pemberdayaan masyarakat di sekitar for community of mining areas;

wilayah pertambangan;

o. perpajakan; o. taxation;

p. penerimaan negara bukan pajak yang p. nontax state revenues that include

terdiri atas iuran tetap dan iuran dead rents and production royalties;

produksi;

q. penyelesaian perselisihan; q. settlement of disputes;

r. keselamatan dan kesehatan kerja; r. occupational safety and health;

s. konservasi mineral atau batubara; s. mineral or coal conservation;

t. pemanfataan barang, jasa, dan t. use of domestic goods, services and

teknologi dalam negeri; technology;

u. penerapan kaidah keekonomian dan u. application of good mining economic

keteknikan pertambangan yang baik; and technical principles;

v. pengembangan tenaga kerja v. fostering of Indonesian workers;

Indonesia;

w. pengelolaan data mineral atau w. management of data on minerals or

batubara; dan coal; and

x. penguasaan, pengembangan, dan x. mastery, development, and



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 30

penerapan teknologi pertambangan application of mineral or coal mining

mineral atau batubara. technology.

Penjelasan Pasal 39 (2): Cukup jelas Elucidation of Article 39 (2): Sufficiently clear





Pasal 40 Article 40

(1) IUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 (1) A Mining Permit as intended by Article 36

ayat (1) diberikan untuk 1 (satu) jenis section (1) shall be granted for 1 (one) type

mineral atau batubara. of mineral and coal.

(2) Pemegang IUP sebagaimana dimaksud pada (2) A Mining Permit holder as intended by

ayat (1) yang menemukan mineral lain di section (1) by whom other minerals are found

dalam WIUP yang dikelola diberikan within a Mining Permit Area he/she manages

prioritas untuk mengusahakannya. shall be given priority to commercialize

them.

(3) Pemegang IUP yang bermaksud (3) A Mining Permit holder that wishes to

mengusahakan mineral lain sebagaimana commercialize other minerals as intended by

dimaksud pada ayat (2), wajib mengajukan section (2) must file an application for a new

permohonan IUP baru kepada Menteri, Mining Permit with the competent Minister,

gubernur, dan bupati/walikota sesuai dengan the governors, and the regents/mayors.

kewenangannya.

(4) Pemegang IUP sebagaimana dimaksud pada (4) A Mining Permit holder as intended by

ayat (2) dapat menyatakan tidak berminat section (2) may express disinterest to

untuk mengusahakan mineral lain yang commercialize other minerals found.

ditemukan tersebut.

(5) Pemegang IUP yang tidak berminat untuk (5) A Mining Permit holder that is disinterested

mengusahakan mineral lain yang ditemukan in commercializing other minerals found as

sebagaimana dimaksud pada ayat (4), wajib intended by section (4) must prevent other

menjaga mineral lain tersebut agar tidak parties from taking advantage of such other

dimanfaatkan pihak lain. minerals.

(6) IUP untuk mineral lain sebagaimana (6) A Mining Permit for other minerals as

dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dapat intended by section (4) and section (5) may

diberikan kepada pihak lain oleh Menteri, be granted to other party by the competent

gubernur, dan bupati/walikota sesuai dengan Minister, the governors, and the

kewenangannya. regents/mayors.

Penjelasan Pasal 40: Cukup jelas Elucidation of Article 40: Sufficiently clear





Pasal 41 Article 41

IUP tidak dapat digunakan selain yang dimaksud A Mining Permit shall not be used other than as

dalam pemberian IUP. intended in the granting of a Mining Permit.

Penjelasan Pasal 41: Cukup jelas Elucidation of Article 41: Sufficiently clear









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 31

Bagian Kedua Par Two

IUP Eksplorasi Exploration Mining Permits

Pasal 42 Article 42

(1) IUP Eksplorasi untuk pertambangan mineral (1) A metal mineral Exploration Mining Permit

logam dapat diberikan dalam jangka waktu may be granted for a period of at most 8

paling lama 8 (delapan) tahun, (eight) years.

Penjelasan Pasal 42 (1): Elucidation of Article 42 (1):

Jangka waktu 8 (delapan) tahun meliputi penyelidikan An 8 (eight)-year period shall include 1 (one) year of

umum 1 (satu) tahun; eksplorasi 3 (tiga) tahun dan dapat general surveys, 3 (three) years of explorations,

diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 1 (satu) tahun; extendable to 1 (one) year 2 (two) times respectively, as

serta studi kelayakan 1 (satu) tahun dan dapat well as 1 (one) year of feasibility studies, extendable to 1

diperpanjang 1 (satu) kali 1 (satu) tahun. (one) year 1 (one) time.



(2) IUP Eksplorasi untuk pertambangan mineral (2) A nonmetal mineral Exploration Mining

bukan logam dapat diberikan paling lama Permit may be granted for a period of at most

dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun dan 3 (three) years, and for certain-typed

mineral bukan logam jenis tertentu dapat nonmetal minerals may be granted for a

diberikan dalam jangka waktu paling lama 7 period of at most 7 (seven) years.

(tujuh) tahun.

Penjelasan Pasal 42 (2): Elucidation of Article 42 (2):

Jangka waktu 3 (tiga) tahun meliputi penyelidikan umum A 3 (three)-year period shall include 1 (one) year of

1 (satu) tahun, eksplorasi 1 (satu) tahun, dan studi general surveys, 1 (one) year of explorations, and 1 (one)

kelayakan 1 (satu) tahun. year of feasibility studies.



Yang dimaksud dengan mineral bukan logam jenis Certain-typed nonmetal minerals shall include, inter alia,

tertentu adalah antara lain batu gamping untuk industri limestones for cement industry, diamonds, and precious

semen, intan, dan batu mulia. stones.



Jangka waktu 7 (tujuh) tahun meliputi penyelidikan A 7 (seven)-year period shall include 1 (one) year of

umum 1 (satu) tahun; eksplorasi 3 (tiga) tahun dan dapat general surveys, 3 (three) years of explorations,

diperpanjang 1 (satu) kali 1 (satu) tahun; serta studi extendable to 1 (one) year 1 (one) time, as well as 1 (one)

kelayakan 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu) year of feasibility studies, extendable to 1 (one) year 1

kali 1 (satu) tahun. (one) time.



(3) IUP Eksplorasi untuk pertambangan batuan (3) A rock Exploration Mining Permit may be

dapat diberikan dalam jangka waktu paling granted for a period of at most 3 (three)

lama 3 (tiga) tahun. years.

Penjelasan Pasal 42 (3): Elucidation of Article 42 (3):

Jangka waktu 3 (tiga) tahun meliputi penyelidikan umum A 3 (three)-year period shall include 1 (one) year of

1 (satu) tahun, eksplorasi 1 (satu) tahun, dan studi general surveys, 1 (one) year of explorations, and 1 (one)

kelayakan 1 (satu) tahun. year of feasibility studies.



(4) IUP Eksplorasi untuk pertambangan batubara (4) A coal Exploration Mining Permit may be

dapat diberikan dalam jangka waktu paling granted for a period of at most 7 (seven)

lama 7 (tujuh) tahun. years.

Penjelasan Pasal 42 (4): Elucidation of Article 42 (4):

Jangka waktu 7 (tujuh) tahun meliputi penyelidikan A 7 (seven)-year period shall include 1 (one) year of

umum 1 (satu) tahun; eksplorasi 2 (dua) tahun dan dapat general surveys, 2 (two) years of explorations, extendable

diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 1 (satu) tahun; to 1 (one) year 2 (two) times respectively, as well as 2



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 32

serta studi kelayakan 2 (dua) tahun. (two) years of feasibility studies.





Pasal 43 Article 43

(1) Dalam hal kegiatan eksplorasi dan kegiatan (1) In the case of exploration activities and

studi kelayakan, pemegang IUP Eksplorasi feasibility study activities, Exploration

yang mendapatkan mineral atau batubara Mining Permit holders by whom excavated

yang tergali wajib melaporkan kepada minerals or coal are found must report it to

pemberi IUP. the Mining Permit issuer.

(2) Pemegang IUP Eksplorasi yang ingin (2) Exploration Mining Permit holders that wish

menjual mineral atau batubara sebagaimana to sell minerals or coal as intended by section

dimaksud pada ayat (1) wajib mengajukan (1) must apply for a temporary permit for

izin sementara untuk melakukan hauling and sale.

pengangkutan dan penjualan.

Penjelasan Pasal 43: Cukup jelas Elucidation of Article 43: Sufficiently clear





Pasal 44 Article 44

Izin sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal A temporary permit as intended by Article 43 section

43 ayat (2) diberikan oleh Menteri, gubernur, atau (2) shall be granted by the competent Minister, the

bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. governors, or the regents/mayors.

Penjelasan Pasal 44: Cukup jelas Elucidation of Article 44: Sufficiently clear





Pasal 45 Article 45

Mineral atau batubara yang tergali sebagaimana Excavated minerals or coal as intended by Article 43

dimaksud dalam Pasal 43 dikenai iuran produksi. shall be subject to production royalties.

Penjelasan Pasal 45: Cukup jelas Elucidation of Article 45: Sufficiently clear





Bagian Ketiga Part Three

IUP Operasi Produksi Production Operation Mining Permits

Pasal 46 Article 46

(1) Setiap pemegang IUP Eksplorasi dijamin (1) Any Exploration Mining Permit holder shall

untuk memperoleh IUP Operasi Produksi be assured of obtaining a Production

sebagai kelanjutan kegiatan usaha Operation Mining Permit in furtherance of

pertambangannya. his/her mining business.

Penjelasan Pasal 46 (1): Cukup jelas Elucidation of Article 46 (1): Sufficiently clear



(2) IUP Operasi Produksi dapat diberikan kepada (2) A Production Operation Mining Permit may

badan usaha, koperasi, atau perseorangan be granted to entities, cooperatives, or sole

atas hasil pelelangan WIUP mineral logam proprietorships that have held data on

atau batubara yang telah mempunyai data feasibility study findings, upon bid results of

hasil kajian studi kelayakan. metal mineral or coal Mining Permit Areas.

Penjelasan Pasal 46 (2): Elucidation of Article 46 (2):





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 33

Yang dimaksud dengan data hasil kajian studi kelayakan Data on feasibility study findings shall be

merupakan sinkronisasi data milik Pemerintah dan synchronization of data of the Government with data of

pemerintah daerah. the regional governments.





Pasal 47 Article 47

(1) IUP Operasi Produksi untuk pertambangan (1) A metal mineral Production Operation

mineral logam dapat diberikan dalam jangka Mining Permit may be granted for a period of

waktu paling lama 20 (dua puluh) tahun dan at most 20 (twenty) years, extendable to 10

dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing- (ten) years 2 (two) times respectively.

masing 10 (sepuluh) tahun.

Penjelasan Pasal 47 (1): Elucidation of Article 47 (1):

Jangka waktu 20 (dua puluh) tahun dalam ketentuan ini A 20 (twenty)-year period in this provision shall include 2

termasuk jangka waktu untuk konstruksi selama 2 (dua) (two) years of construction.

tahun.



(2) IUP Operasi Produksi untuk pertambangan (2) A nonmetal mineral Production Operation

mineral bukan logam dapat diberikan dalam Mining Permit may be granted for a period of

jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) tahun at most 10 (ten) years, extendable to 5 (five)

dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing- years 2 (two) times respectively.

masing 5 (lima) tahun.

Penjelasan Pasal 47 (2): Cukup jelas Elucidation of Article 47 (2): Sufficiently clear



(3) IUP Operasi Produksi untuk pertambangan (3) A certain-typed nonmetal mineral Production

mineral bukan logam jenis tertentu dapat Operation Mining Permit may be granted for

diberikan dalam jangka waktu paling lama 20 a period of at most 20 (twenty) years,

(dua puluh) tahun dan dapat diperpanjang 2 extendable to 10 (ten) years 2 (two) times

(dua) kali masing-masing 10 (sepuluh) tahun. respectively.

Penjelasan Pasal 47 (3): Elucidation of Article 47 (3):

Yang dimaksud dengan mineral bukan logam jenis Certain-typed nonmetal minerals shall include, inter alia,

tertentu adalah antara lain batu gamping untuk industri limestones for cement industry, diamonds, and precious

semen, intan dan batu mulia. stones.



Jangka waktu 20 (dua puluh) tahun dalam ketentuan ini A 20 (twenty)-year period in this provision shall include 2

termasuk jangka waktu untuk konstruksi selama 2 (dua) (two) years of construction.

tahun.



(4) IUP Operasi Produksi untuk pertambangan (4) A rock Production Operation Mining Permit

batuan dapat diberikan dalam jangka waktu may be granted for a period of at most 5

paling lama 5 (lima) tahun dan dapat (five) years, extendable to 5 (five) years 2

diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 5 (two) times respectively.

(lima) tahun.

Penjelasan Pasal 47 (4): Cukup jelas Elucidation of Article 47 (4): Sufficiently clear



(5) IUP Operasi Produksi untuk Pertambangan (5) A coal Production Operation Mining Permit

batubara dapat diberikan dalam jangka waktu may be granted for a period of at most 20

paling lama 20 (dua puluh) tahun dan dapat (twenty) years, extendable to 10 (ten) years 2

diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 10 (two) times respectively.

(sepuluh) tahun.

Penjelasan Pasal 47 (5): Elucidation of Article 47 (5):





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 34

Jangka waktu 20 (dua puluh) tahun dalam ketentuan ini A 20 (twenty)-year period in this provision shall include 2

termasuk jangka waktu untuk konstruksi selama 2 (dua) (two) years of construction.

tahun.





Pasal 48 Article 48

IUP Operasi Produksi diberikan oleh: Production Operation Mining Permits shall be

granted by:

a. bupati/walikota apabila lokasi penambangan, a. the regents/mayors, where the mine

lokasi pengolahan dan pemurnian, serta locations, processing and refining/smelting

pelabuhan berada di dalam satu wilayah locations as well as ports are in one

kabupaten/kota; district/city;

b. gubernur apabila lokasi penambangan, lokasi b. the governors, where the mine locations,

pengolahan dan pemurnian, serta pelabuhan processing and refining/smelting locations as

berada di dalam wilayah kabupaten/kota well as ports are in a different district/city

yang berbeda setelah mendapatkan upon recommendation of the local

rekomendasi dari bupati/walikota setempat regent/mayor under laws and regulations; and

sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan; dan

c. Menteri apabila lokasi penambangan, lokasi c. the Minister, where the mine locations,

pengolahan dan pemurnian, serta pelabuhan processing and refining/smelting locations as

berada di dalam wilayah provinsi yang well as ports are in a different province upon

berbeda setelah mendapatkan rekomendasi recommendation of the governors and the

dari gubernur dan bupati/walikota setempat local regents/mayors under laws and

sesuai dengan ketentuan peraturan regulations.

perundang-undangan.

Penjelasan Pasal 48: Cukup jelas Elucidation of Article 48: Sufficiently clear





Pasal 49 Article 49

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian Ancillary provisions for the procedures for granting

IUP Eksplorasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal Exploration Mining Permits as intended by Article

42 dan IUP Operasi Produksi sebagaimana dimaksud 42 and Production Operation Mining Permits as

dalam Pasal 46 diatur dengan peraturan pemerintah. intended by Article 46 shall be governed by

regulation of the government.

Penjelasan Pasal 49: Cukup jelas Elucidation of Article 49: Sufficiently clear





Bagian Keempat Part Four

Pertambangan Mineral Mineral Mining

Paragraf 1 Paragraph 1

Pertambangan Mineral Radioaktif Radioactive Mineral Mining

Pasal 50 Article 50

WUP mineral radioaktif ditetapkan oleh Pemerintah Radioactive mineral Mining Areas shall be

dan pengusahaannya dilaksanakan sesuai dengan determined by the Government, and the

ketentuan peraturan perundang-undangan. commercialization thereof shall be performed under



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 35

laws and regulations.

Penjelasan Pasal 50: Cukup jelas Elucidation of Article 50: Sufficiently clear





Paragraf 2 Paragraph 2

Pertambangan Mineral Logam Metal Mineral Mining

Pasal 51 Article 51

WUP mineral logam diberikan kepada badan usaha, Metal mineral Mining Areas shall be authorized to

koperasi, dan perseorangan dengan cara lelang. entities, cooperatives, and sole proprietorships

through bids.

Penjelasan Pasal 51: Elucidation of Article 51:



Pertambangan mineral logam dalam ketentuan ini Metal mineral mining in this provision shall include

termasuk mineral ikutannya. associated minerals.





Pasal 52 Article 52

(1) Pemegang IUP Eksplorasi mineral logam (1) Metal mineral Exploration Mining Permit

diberi WIUP dengan luas paling sedikit 5.000 holders shall be authorized a Mining Permit

(lima ribu) hektare dan paling banyak Area of at least 5,000 (five thousand)

100.000 (seratus ribu) hektare. hectares and at most 100,000 (one hundred

thousand) hectares in size.

Penjelasan Pasal 52 (1): Cukup jelas Elucidation of Article 52 (1): Sufficiently clear



(2) Pada wilayah yang telah diberikan IUP (2) An area to which a metal mineral Exploration

Eksplorasi mineral logam dapat diberikan Mining Permit has been authorized shall

IUP kepada pihak lain untuk mengusahakan allow a Mining Permit to be granted to other

mineral lain yang keterdapatannya berbeda. party to commercialize different minerals

found.

Penjelasan Pasal 52 (2): Elucidation of Article 52 (2):

Apabila dalam WIUP terdapat mineral lain yang berbeda Where different minerals are found in a Mining Permit

keterdapatannya secara vertikal maupun horizontal, Area either vertically or horizontally, other parties may

pihak lain dapat mengusahakan mineral tersebut. commercialize those minerals.



(3) Pemberian IUP sebagaimana dimaksud pada (3) A Mining Permit as intended by section (2)

ayat (2) dilakukan setelah shall be granted upon consideration of

mempertimbangkan pendapat dari pemegang opinions of the first Mining Permit holder.

IUP pertama.

Penjelasan Pasal 52 (3): Cukup jelas Elucidation of Article 52 (3): Sufficiently clear





Pasal 53 Article 53

Pemegang IUP Operasi Produksi mineral logam Metal mineral Production Operation Mining Permit

diberi WIUP dengan luas paling banyak 25.000 (dua holders shall be authorized a Mining Permit Area of

puluh lima ribu) hektare. at most 25,000 (twenty-five thousand) hectares in

size.

Penjelasan Pasal 53: Cukup jelas Elucidation of Article 53: Sufficiently clear



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 36

Paragraf 3 Paragraph 3

Pertambangan Mineral Bukan Logam Nonmetal Mineral Mining

Pasal 54 Article 54

WIUP mineral bukan logam diberikan kepada badan Nonmetal mineral Mining Permit Areas shall be

usaha, koperasi, dan perseorangan dengan cara authorized to entities, cooperatives, and sole

permohonan wilayah kepada pemberi izin proprietorships by filing an application for the area

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37. with the permit issuer as intended by Article 37.

Penjelasan Pasal 54: Cukup jelas Elucidation of Article 54: Sufficiently clear





Pasal 55 Article 55

(1) Pemegang IUP Eksplorasi mineral bukan (1) Nonmetal mineral Exploration Mining Permit

logam diberi WIUP dengan luas paling holders shall be authorized a Mining Permit

sedikit 500 (lima ratus) hektare dan paling Area of at least 500 (five hundred) hectares

banyak 25.000 (dua puluh lima ribu) hektare. and at most 25,000 (twenty-five thousand)

hectares in size.

Penjelasan Pasal 55 (1): Cukup jelas Elucidation of Article 55 (1): Sufficiently clear



(2) Pada wilayah yang telah diberikan IUP (2) An area to which a nonmetal mineral

Eksplorasi mineral bukan logam dapat Exploration Mining Permit has been granted

diberikan IUP kepada pihak lain untuk shall allow a Mining Permit to be granted to

mengusahakan mineral lain yang other party to commercialize different

keterdapatannya berbeda. minerals found.

Penjelasan Pasal 55 (2): Elucidation of Article 55 (2):

Apabila dalam WIUP terdapat mineral lain yang Where different minerals are found in a Mining

berbeda keterdapatannya secara vertikal maupun Permit Area either vertically or horizontally,

horizontal, pihak lain dapat mengusahakan other parties may commercialize those minerals.

mineral tersebut.



(3) Pemberian IUP sebagaimana dimaksud pada (3) A Mining Permit as intended by section (2)

ayat (2) dilakukan setelah shall be granted upon consideration of

mempertimbangkan pendapat dari pemegang opinions of the first Mining Permit holder.

IUP pertama.

Penjelasan Pasal 55 (3): Cukup jelas Elucidation of Article 55 (3): Sufficiently clear





Pasal 56 Article 56

Pemegang IUP Operasi Produksi mineral bukan Nonmetal mineral Production Operation Mining

logam diberi WIUP dengan luas paling banyak 5.000 Permit holders shall be authorized a Mining Permit

(lima ribu) hektare. Area of at most 5,000 (five thousand) hectares in

size.

Penjelasan Pasal 56: Cukup jelas Elucidation of Article 56: Sufficiently clear









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 37

Paragraf 4 Paragraph 4

Pertambangan Batuan Rock Mining

Pasal 57 Article 57

WIUP batuan diberikan kepada badan usaha, Rock Mining Permit Areas shall be authorized to

koperasi, dan perseorangan dengan cara permohonan entities, cooperatives, and sole proprietorships by

wilayah kepada pemberi izin sebagaimana dimaksud filing an application for the area with the permit

dalam Pasal 37. issuer as intended by Article 37.

Penjelasan Pasal 57: Cukup jelas Elucidation of Article 57: Sufficiently clear





Pasal 58 Article 58

(1) Pemegang IUP Eksplorasi batuan diberi (1) Rock Exploration Mining Permit holders

WIUP dengan luas paling sedikit 5 (lima) shall be authorized a Mining Permit Area of

hektare dan paling banyak 5.000 (lima ribu) at least 5 (five) hectares and at most 5,000

hektare. (five thousand) hectares in size.

Penjelasan Pasal 58 (1): Cukup jelas Elucidation of Article 58 (1): Sufficiently clear



(2) Pada wilayah yang telah diberikan IUP (2) An area to which a rock Exploration Mining

Eksplorasi batuan dapat diberikan IUP Permit has been authorized shall allow a

kepada pihak lain untuk mengusahakan Mining Permit to be granted to other party to

mineral lain yang keterdapatannya berbeda. commercialize different minerals found.

Penjelasan Pasal 58 (2): Elucidation of Article 58 (2):

Apabila dalam WIUP terdapat mineral lain yang Where different minerals are found in a Mining

berbeda keterdapatannya secara vertikal maupun Permit Area either vertically or horizontally,

horizontal, pihak lain dapat mengusahakan other parties may commercialize those minerals.

mineral tersebut.



(3) Pemberian IUP sebagaimana dimaksud pada (3) A Mining Permit as intended by section (2)

ayat (2) dilakukan setelah shall be granted upon consideration of

mempertimbangkan pendapat dari pemegang opinions of the first Mining Permit holder.

IUP pertama.

Penjelasan Pasal 58: Cukup jelas Elucidation of Article 58: Sufficiently clear





Pasal 59 Article 59

Pemegang IUP Operasi Produksi batuan diberi Rock Production Operation Mining Permit holders

WIUP dengan luas paling banyak 1.000 (seribu) shall be authorized a Mining Permit Area of at most

hektare. 1,000 (one thousand) hectares in size.

Penjelasan Pasal 59: Cukup jelas Elucidation of Article 59: Sufficiently clear





Bagian Kelima Part Five

Pertambangan Batubara Coal Mining

Pasal 60 Article 60

WIUP batubara diberikan kepada badan usaha, Coal Mining Permit Areas shall be authorized to

entities, cooperatives, and sole proprietorships



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 38

koperasi, dan perseorangan dengan cara lelang. through bids.

Penjelasan Pasal 60: Cukup jelas Elucidation of Article 60: Sufficiently clear





Pasal 61 Article 61

(1) Pemegang IUP Eksplorasi batubara diberi (1) Coal Exploration Mining Permit holders shall

WIUP dengan luas paling sedikit 5.000 (lima be authorized a Mining Permit Area of at

ribu) hektare dan paling banyak 50.000 (lima least 5,000 (five thousand) hectares and at

puluh ribu) hektare. most 50,000 (fifty thousand) hectares in size.

Penjelasan Pasal 61 (1): Cukup jelas Elucidation of Article 61 (1): Sufficiently clear



(2) Pada wilayah yang telah diberikan IUP (2) An area to which a coal Exploration Mining

Eksplorasi batubara dapat diberikan IUP Permit has been authorized shall allow a

kepada pihak lain untuk mengusahakan Mining Permit to be granted to other party to

mineral lain yang keterdapatannya berbeda. commercialize different minerals found.

Penjelasan Pasal 61 (2): Elucidation of Article 61 (2):

Apabila dalam WIUP terdapat mineral lain yang Where different minerals are found in a Mining

berbeda keterdapatannya secara vertikal maupun Permit Area either vertically or horizontally,

horizontal, pihak lain dapat mengusahakan other parties may commercialize those minerals.

mineral tersebut.



(3) Pemberian IUP sebagaimana dimaksud pada (3) A Mining Permit as intended by section (2)

ayat (2) dilakukan setelah shall be granted upon consideration of

mempertimbangkan pendapat dari pemegang opinions of the first Mining Permit holder.

IUP pertama.

Penjelasan Pasal 58: Cukup jelas Elucidation of Article 58: Sufficiently clear





Pasal 62 Article 62

Pemegang IUP Operasi Produksi batubara diberi Coal Production Operation Mining Permit holders

WIUP dengan luas paling banyak 15.000 (lima belas shall be authorized a Mining Permit Area of at most

ribu) hektare. 15,000 (fifteen thousand) hectares in size.

Penjelasan Pasal 62: Cukup jelas Elucidation of Article 62: Sufficiently clear





Pasal 63 Article 63

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for having

memperoleh WIUP sebagaimana dimaksud dalam access to a Mining Permit Area as intended by

Pasal 51, Pasal 54, Pasal 57, dan Pasal 60 diatur Article 51, Article 54, Article 57, and Article 60

dengan peraturan pemerintah. shall be governed by regulation of the government.

Penjelasan Pasal 63: Cukup jelas Elucidation of Article 63: Sufficiently clear









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 39

BAB VIII CHAPTER VIII

PERSYARATAN PERIZINAN REQUIREMENTS FOR

USAHA PERTAMBANGAN MINING PERMITS

Pasal 64 Article 64

Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan The competent Government and regional

kewenangannya berkewajiban mengumumkan governments shall announce mining business

rencana kegiatan usaha pertambangan di WIUP activity plans in Mining Permit Areas as intended by

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 serta Article 16, and shall grant Exploration Mining

memberikan IUP Eksplorasi dan IUP Operasi Permits and Production Operation Mining Permits as

Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 intended by Article 36 to the public transparently.

kepada masyarakat secara terbuka.

Penjelasan Pasal 64: Cukup jelas Elucidation of Article 64: Sufficiently clear





Pasal 65 Article 65

(1) Badan usaha, koperasi, dan perseorangan (1) Entities, cooperatives, and sole

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51, Pasal proprietorships as intended by Article 51,

54, Pasal 57, dan Pasal 60 yang melakukan Article 54, Article 57, and Article 60 that

usaha pertambangan wajib memenuhi conduct mining business must meet

persyaratan administratif, persyaratan teknis, administrative requirements, technical

persyaratan lingkungan, dan persyaratan requirements, environmental requirements,

finansial. and financial requirements.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan (2) Ancillary provisions for the administrative

administratif, persyaratan teknis, persyaratan requirements, technical requirements,

lingkungan, dan persyaratan finansial environmental requirements, and financial

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur requirements as intended by section (1) shall

dengan peraturan pemerintah. be governed by regulation of the government.

Penjelasan Pasal 65: Cukup jelas Elucidation of Article 65: Sufficiently clear





BAB IX CHAPTER IX

IZIN PERTAMBANGAN RAKYAT SMALL-SCALE MINING PERMITS

Pasal 66 Article 66

Kegiatan pertambangan rakyat sebagaimana Small-scale mining activities as intended by Article

dimaksud dalam Pasal 20 dikelompokkan sebagai 20 shall classified into as follows:

berikut:

a. pertambangan mineral logam; a. metal mineral mining;

b. pertambangan mineral bukan logam; b. nonmetal mineral mining;

c. pertambangan batuan; dan/atau c. rock mining; and/or

d. pertambangan batubara. d. coal mining.

Penjelasan Pasal 66: Cukup jelas Elucidation of Article 66: Sufficiently clear









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 40

Pasal 67 Article 67

(1) Bupati/walikota memberikan IPR terutama (1) The regents/mayors shall grant Small-Scale

kepada penduduk setempat, baik Mining Permits to particularly local

perseorangan maupun kelompok masyarakat residents, either individuals or community

dan/atau koperasi. groups and/or cooperatives.

Penjelasan Pasal 67 (1): Cukup jelas Elucidation of Article 67 (1): Sufficiently clear



(2) Bupati/walikota dapat melimpahkan (2) The regents/mayors may delegate authority

kewenangan pelaksanaan pemberian IPR to grant Small-Scale Mining Permits as

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada intended by section (1) to the heads of the

camat sesuai dengan ketentuan peraturan subdistricts under laws and regulations.

perundang-undangan.

Penjelasan Pasal 67 (2): Cukup jelas Elucidation of Article 67 (2): Sufficiently clear



(3) Untuk memperoleh IPR sebagaimana (3) To obtain Small-Scale Mining Permits as

dimaksud pada ayat (1), pemohon wajib intended by section (1), applicants must file

menyampaikan surat permohonan kepada an application letter with the regents/mayors.

bupati/walikota.

Penjelasan Pasal 67 (3): Elucidation of Article 67 (3):

Surat permohonan sebagaimana dimaksud dalam An application letter as intended by this

ketentuan ini disertai dengan meterai cukup dan provision shall be stamped with a sufficient duty

dilampiri rekomendasi dari kepala and accompanied by an attachment of a

desa/lurah/kepala adat mengenai kebenaran recommendation of the head of rural

riwayat pemohon untuk memperoleh prioritas administrative division/urban administrative

dalam mendapatkan IPR. division/customary leader with respect to the

truth of the applicant’s history to be prioritized to

obtain a Small-Scale Mining Permit.





Pasal 68 Article 68

(1) Luas wilayah untuk 1 (satu) IPR yang dapat (1) Size of area for 1 (one) Small-Scale Mining

diberikan kepada: Permit that may be authorized to:

a. perseorangan paling banyak 1 (satu) a. individuals, shall be at most 1 (one)

hektare; hectare;

b. kelompok masyarakat paling banyak b. community groups, shall be at most 5

5 (lima) hektare; dan/atau (five) hectares; and/or

c. koperasi paling banyak 10 (sepuluh) c. cooperatives, shall be at most 10 (ten)

hektare. hectares.

(2) IPR diberikan untuk jangka waktu paling (2) Small-Scale Mining Permits shall be granted

lama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang. for a period of at most 5 (five) years and are

extendable.

Penjelasan Pasal 68: Cukup jelas Elucidation of Article 68: Sufficiently clear









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 41

Pasal 69 Article 69

Pemegang IPR berhak: Small-Scale Mining Permit holder shall have the

right to:

a. mendapat pembinaan dan pengawasan di a. access directions and supervision in the field

bidang keselamatan dan kesehatan kerja, of occupational safety and health, the

lingkungan, teknis pertambangan, dan environment, mining techniques, and

manajemen dari Pemerintah dan/atau management provided by the Government

pemerintah daerah; dan and/or regional governments; and

b. mendapat bantuan modal sesuai dengan b. obtain capital support under laws and

ketentuan peraturan perundang-undangan. regulations.

Penjelasan Pasal 69: Cukup jelas Elucidation of Article 69: Sufficiently clear





Pasal 70 Article 70

Pemegang IPR wajib: Small-Scale Mining Permit holders must:

a. melakukan kegiatan penambangan paling a. perform mine activities at the latest 3 (three)

lambat 3 (tiga) bulan setelah IPR diterbitkan; months of issue of Small-Scale Mining

Permits;

Penjelasan Pasal 70 a: Cukup jelas Elucidation of Article 70 a: Sufficiently clear



b. mematuhi peraturan perundang-undangan di b. comply with laws and regulations in the field

bidang keselamatan dan kesehatan kerja of mining occupational safety and health,

pertambangan, pengelolaan lingkungan, dan management of the environment, and meet

memenuhi standar yang berlaku; applicable standards;

Penjelasan Pasal 70 b: Cukup jelas Elucidation of Article 70 b: Sufficiently clear



c. mengelola lingkungan hidup bersama c. manage the environment together with the

pemerintah daerah; regional governments;

Penjelasan Pasal 70 c: Elucidation of Article 70 c:

Kegiatan pengelolaan lingkungan hidup meliputi Activities of management of the environment

pencegahan dan penanggulangan pencemaran shall include prevention and mitigation of

serta pemulihan fungsi lingkungan hidup, pollution as well as restoration of environmental

termasuk reklamasi lahan bekas tambang. functions, including reclamations of mined lands.



d. membayar iuran tetap dan iuran produksi; d. pay dead rents and production royalties; and

dan

Penjelasan Pasal 70 d: Cukup jelas Elucidation of Article 70 d: Sufficiently clear



e. menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan e. submit a report on the conduct of small-scale

usaha pertambangan rakyat secara berkala mining activities periodically to the Small-

kepada pemberi IPR. Scale Mining Permit issuers.

Penjelasan Pasal 70 e: Elucidation of Article 70 e:

Laporan disampaikan setiap 4 (empat) bulan. A report shall be submitted every 4 (four) months.









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 42

Pasal 71 Article 71

(1) Selain kewajiban sebagaimana dimaksud (1) In addition to obligations as intended by

dalam Pasal 70, pemegang IPR dalam Article 70, Small-Scale Mining Permit

melakukan kegiatan pertambangan rakyat holders in the performance of small-scale

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 wajib mining activities as intended by Article 66

menaati ketentuan persyaratan teknis must observe the terms of mining technical

pertambangan. requirements.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan (2) Ancillary provisions for the mining technical

teknis pertambangan sebagaimana dimaksud requirements as intended by section (1) shall

pada ayat (1) diatur dengan peraturan be governed by regulation of the government.

pemerintah.

Penjelasan Pasal 71: Cukup jelas Elucidation of Article 71: Sufficiently clear





Pasal 72 Article 72

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian Ancillary provisions for the procedures for granting

IPR diatur dengan peraturan daerah kabupaten/kota. Small-Scale Mining Permits shall be governed by

regulation of the district/city.

Penjelasan Pasal 72: Cukup jelas Elucidation of Article 72: Sufficiently clear





Pasal 73 Article 73

(1) Pemerintah kabupaten/kota melaksanakan (1) The district/city governments shall set

pembinaan di bidang pengusahaan, teknologi directions in the field of business, mining

pertambangan, serta permodalan dan technology as well as capitalization and

pemasaran dalam usaha meningkatkan marketing in an effort to increase the

kemampuan usaha pertambangan rakyat. capability of small-scale mining business.

(2) Pemerintah kabupaten/kota bertanggung (2) The district/city governments shall be

jawab terhadap pengamanan teknis pada responsible for technical safeguards for

usaha pertambangan rakyat yang meliputi: small-scale mining business that includes:

a. keselamatan dan kesehatan kerja; a. occupational safety and health;

b. pengelolaan lingkungan hidup; dan b. management of the environment; and

c. pascatambang. c. postmining.

(3) Untuk melaksanakan pengamanan teknis (3) To conduct technical safeguards as intended

sebagaimana dimaksud pada ayat (2), by section (2), the district/city governments

pemerintah kabupaten/kota wajib must appoint mine inspector functional

mengangkat pejabat fungsional inspektur officials under laws and regulations.

tambang sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan.

(4) Pemerintah kabupaten/kota wajib mencatat (4) The district/city governments shall record

hasil produksi dari seluruh kegiatan usaha proceeds of production of all small-scale

pertambangan rakyat yang berada dalam mining business activities within their

wilayahnya dan melaporkannya secara regions and so report periodically to the

berkala kepada Menteri dan gubernur Minister and the local governors.



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 43

setempat.

Penjelasan Pasal 73: Cukup jelas Elucidation of Article 73: Sufficiently clear





BAB X CHAPTER X

IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS SPECIAL MINING PERMITS

Pasal 74 Article 74

(1) IUPK diberikan oleh Menteri dengan (1) Special Mining Permits shall be granted by

memperhatikan kepentingan daerah. the Minister with due regard to the regions’

interests.

Penjelasan Pasal 74 (1): Elucidation of Article 74 (1):

Yang dimaksud dengan memperhatikan “With due regard to the regions’ interests”

kepentingan daerah adalah dalam rangka means to empower regions.

pemberdayaan daerah.



(2) IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2) Special Mining Permit as intended by section

diberikan untuk 1 (satu) jenis mineral logam (1) shall be granted for 1 (one) type of metal

atau batubara dalam 1 (satu) WIUPK. mineral or coal within 1 (one) Special

Mining Permit Area in a Special Mining

Area.

Penjelasan Pasal 74 (2): Elucidation of Article 74 (2):

Pertambangan mineral logam dalam ketentuan Metal mineral mining in this provision shall

ini termasuk mineral ikutannya. include associated minerals.



(3) Pemegang IUPK sebagaimana dimaksud (3) A Special Mining Permit holder as intended

pada ayat (1) yang menemukan mineral lain by section (1) by whom other minerals are

di dalam WIUPK yang dikelola diberikan found within a Special Mining Permit Area

prioritas untuk mengusahakannya. in a Special Mining Area he/she manages

shall be given priority to commercialize

them.

Penjelasan Pasal 74 (3): Cukup jelas Elucidation of Article 74 (3): Sufficiently clear



(4) Pemegang IUPK yang bermaksud (4) A Special Mining Permit holder that wishes

mengusahakan mineral lain sebagaimana to commercialize other minerals as intended

dimaksud pada ayat (2), wajib mengajukan by section (2) must file an application for a

permohonan IUPK baru kepada Menteri. new Special Mining Permit with the

Minister.

Penjelasan Pasal 74 (4): Cukup jelas Elucidation of Article 74 (4): Sufficiently clear



(5) Pemegang IUPK sebagaimana dimaksud (5) A Special Mining Permit holder as intended

pada ayat (2) dapat menyatakan tidak by section (2) may express disinterest to

berminat untuk mengusahakan mineral lain commercialize other minerals found.

yang ditemukan tersebut.

Penjelasan Pasal 74 (5): Cukup jelas Elucidation of Article 74 (5): Sufficiently clear



(6) Pemegang IUPK yang tidak berminat untuk (6) A Special Mining Permit holder that is

mengusahakan mineral lain yang ditemukan disinterested in commercializing other

sebagaimana dimaksud pada ayat (4), wajib minerals found as intended by section (4)

menjaga mineral lain tersebut agar tidak must prevent other parties from taking



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 44

dimanfaatkan pihak lain. advantage of such other minerals.

Penjelasan Pasal 74 (6): Cukup jelas Elucidation of Article 74 (6): Sufficiently clear



(7) IUPK untuk mineral lain sebagaimana (7) A Special Mining Permit for other minerals

dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dapat as intended by section (4) and section (5)

diberikan kepada pihak lain oleh Menteri. may be granted to other party by the

Minister.

Penjelasan Pasal 74 (7): Cukup jelas Elucidation of Article 74 (7): Sufficiently clear





Pasal 75 Article 75

(1) Pemberian IUPK sebagaimana dimaksud (1) Special Mining Permits as intended by

dalam Pasal 74 ayat (1) dilakukan Article 74 section (1) shall be granted upon

berdasarkan pertimbangan sebagaimana consideration as intended by Article 28.

dimaksud dalam Pasal 28.

(2) IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2) Special Mining Permits as intended by

dapat diberikan kepada badan usaha yang section (1) may be granted to entities that are

berbadan hukum Indonesia, baik berupa Indonesian legal entities, either in the form of

badan usaha milik negara, badan usaha milik state-owned entities, region-owned entities,

daerah, maupun badan usaha swasta. or private entities.

(3) Badan usaha milik negara dan badan usaha (3) State-owned entities and region-owned

milik daerah sebagaimana dimaksud pada entities as intended by section (2) shall have

ayat (2) mendapat prioritas dalam priority in obtaining Special Mining Permits.

mendapatkan IUPK.

(4) Badan usaha swasta sebagaimana dimaksud (4) To obtain Special Mining Permits as intended

pada ayat (2) untuk mendapatkan IUPK by section (2), private entities shall bid for

dilaksanakan dengan cara lelang WIUPK. Special Mining Permit Areas in Special

Mining Areas.

Penjelasan Pasal 75: Cukup jelas Elucidation of Article 75: Sufficiently clear





Pasal 76 Article 76

(1) IUPK terdiri atas dua tahap: (1) A Special Mining Permit shall include two

stages:

a. IUPK Eksplorasi meliputi kegiatan a. an Exploration Special Mining Permit

penyelidikan umum, eksplorasi, dan shall include the activities of general

studi kelayakan; surveys, explorations, and feasibility

studies;

b. IUPK Operasi Produksi meliputi b. a Production Operation Special

kegiatan konstruksi, penambangan, Mining Permit shall include the

pengolahan dan pemurnian, serta activities of construction, mines,

pengangkutan dan penjualan. processing and refining/smelting as

well as hauling and sale.

(2) Pemegang IUPK Eksplorasi dan pemegang (2) Exploration Special Mining Permit holders

IUPK Operasi Produksi dapat melakukan and Production Operation Special Mining



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 45

sebagian atau seluruh kegiatan sebagaimana holders may perform part or all of the

dimaksud pada ayat (1). activities as intended by section (1).

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara (3) Ancillary provisions for the procedures for

memperoleh IUPK sebagaimana dimaksud obtaining Special Mining Permits as intended

pada ayat (1) diatur dengan peraturan by section (1) shall be governed by

pemerintah. regulation of the government.

Penjelasan Pasal 76: Cukup jelas Elucidation of Article 76: Sufficiently clear





Pasal 77 Article 77

(1) Setiap pemegang IUPK Eksplorasi dijamin (1) Any Exploration Special Mining Permit

untuk memperoleh IUPK Operasi Produksi holder shall be assured of obtaining a

sebagai kelanjutan kegiatan usaha Production Operation Special Mining Permit

pertambangannya. in furtherance of his/her mining business.

Penjelasan Pasal 77 (1): Cukup jelas Elucidation of Article 77 (1): Sufficiently clear



(2) IUPK Operasi Produksi dapat diberikan (2) A Production Operation Special Mining

kepada badan usaha yang berbadan hukum Permit may be granted to entities that are

Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Indonesian legal entities have held data on

Pasal 75 ayat (3) dan ayat (4) yang telah feasibility study findings, as intended by

mempunyai data hasil kajian studi kelayakan. Article 75 section (3) and section (4).

Penjelasan Pasal 77 (2): Elucidation of Article 77 (2):

Yang dimaksud dengan data hasil kajian studi Data on feasibility study findings shall be

kelayakan merupakan sinkronisasi data milik synchronization of data of the Government with

Pemerintah dan pemerintah daerah. data of the regional governments.





Pasal 78 Article 78

IUPK Eksplorasi sebagaimana dimaksud dalam An Exploration Special Mining Permit as intended

Pasal 76 ayat (1) huruf a sekurang-kurangnya wajib by Article 76 section (1) point (a) shall state as a

memuat: minimum:

a. nama perusahaan; a. name of company;

Penjelasan Pasal 78 a: Cukup jelas Elucidation of Article 78 a: Sufficiently clear



b. luas dan lokasi wilayah; b. size and location of area;

Penjelasan Pasal 78 b: Cukup jelas Elucidation of Article 78 b: Sufficiently clear



c. rencana umum tata ruang; c. general spatial planning;

Penjelasan Pasal 78 c: Cukup jelas Elucidation of Article 78 c: Sufficiently clear



d. jaminan kesungguhan; d. commitment deposits;

Penjelasan Pasal 78 d: Elucidation of Article 78 d:

Jaminan kesungguhan termasuk di dalamnya Commitment deposits shall include

biaya pengelolaan lingkungan akibat kegiatan environmental management fees resulting from

eksplorasi. exploration activities.







Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 46

e. modal investasi; e. investment capital;

Penjelasan Pasal 78 e: Cukup jelas Elucidation of Article 78 e: Sufficiently clear



f. perpanjangan waktu tahap kegiatan; f. extended period of stage of activity;

Penjelasan Pasal 78 f: Cukup jelas Elucidation of Article 78 f: Sufficiently clear



g. hak dan kewajiban pemegang IUPK; g. rights and obligations of Special Mining

Permit holders

Penjelasan Pasal 78 g: Cukup jelas Elucidation of Article 78 g: Sufficiently clear



h. jangka waktu tahap kegiatan; h. period of stage of activity;

Penjelasan Pasal 78 h: Cukup jelas Elucidation of Article 78 h: Sufficiently clear



i. jenis usaha yang diberikan; i. line of business authorized;

Penjelasan Pasal 78 i: Cukup jelas Elucidation of Article 78 i: Sufficiently clear



j. rencana pengembangan dan pemberdayaan j. development and empowerment plans for

masyarakat di sekitar wilayah pertambangan; community of mining areas;

Penjelasan Pasal 78 j: Cukup jelas Elucidation of Article 78 j: Sufficiently clear



k. perpajakan; k. taxation;

Penjelasan Pasal 78 k: Cukup jelas Elucidation of Article 78 k: Sufficiently clear



l. penyelesaian perselisihan masalah l. settlement of land disputes;

pertanahan;

Penjelasan Pasal 78 l: Cukup jelas Elucidation of Article 78 l: Sufficiently clear



m. iuran tetap dan iuran eksplorasi; dan m. dead rents and exploration royalties; and

Penjelasan Pasal 78 m: Cukup jelas Elucidation of Article 78 m: Sufficiently clear



n. amdal. n. environmental impact assessment (amdal).

Penjelasan Pasal 78 n: Cukup jelas Elucidation of Article 78 n: Sufficiently clear





Pasal 79 Article 79

IUPK Operasi Produksi sebagaimana dimaksud A Production Operation Mining Permit as intended

dalam Pasal 76 ayat (1) huruf b sekurang-kurangnya by Article 76 section (1) point (b) must state as a

wajib memuat: minimum:

a. nama perusahaan; a. name of company;

Penjelasan Pasal 79 a: Cukup jelas Elucidation of Article 79 a: Sufficiently clear



b. luas wilayah; b. size of area;

Penjelasan Pasal 79 b: Cukup jelas Elucidation of Article 79 b: Sufficiently clear



c. lokasi penambangan; c. mine locations;

Penjelasan Pasal 79 c: Cukup jelas Elucidation of Article 79 c: Sufficiently clear



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 47

d. lokasi pengolahan dan pemurnian; d. processing and refining/smelting locations;

Penjelasan Pasal 79 d: Cukup jelas Elucidation of Article 79 d: Sufficiently clear



e. pengangkutan dan penjualan; e. hauling and sale;

Penjelasan Pasal 79 e: Cukup jelas Elucidation of Article 79 e: Sufficiently clear



f. modal investasi; f. investment capital;

Penjelasan Pasal 79 f: Cukup jelas Elucidation of Article 79 f: Sufficiently clear



g. jangka waktu tahap kegiatan; h. period of stage of activity;

Penjelasan Pasal 79 g: Cukup jelas Elucidation of Article 79 g: Sufficiently clear



h. penyelesaian masalah pertanahan; i. solutions to land problems;

Penjelasan Pasal 79 h: Cukup jelas Elucidation of Article 79 h: Sufficiently clear



i. lingkungan hidup, termasuk reklamasi dan j. the environment, including reclamations and

pascatambang; postmining;

Penjelasan Pasal 79 i: Cukup jelas Elucidation of Article 79 i: Sufficiently clear



j. dana jaminan reklamasi dan jaminan k. reclamation and postmining deposit funds;

pascatambang;

Penjelasan Pasal 79 j: Cukup jelas Elucidation of Article 79 j: Sufficiently clear



k. jangka waktu berlakunya IUPK; k. validity period of Special Mining Permits

Penjelasan Pasal 79 k: Cukup jelas Elucidation of Article 79 k: Sufficiently clear



l. perpanjangan IUPK; l. extension of Special Mining Permits;

Penjelasan Pasal 79 l: Cukup jelas Elucidation of Article 79 l: Sufficiently clear



m. hak dan kewajiban; m. rights and obligations;

Penjelasan Pasal 79 m: Cukup jelas Elucidation of Article 79 m: Sufficiently clear



n. pengembangan dan pemberdayaan n. development and empowerment of

masyarakat di sekitar wilayah pertambangan; community of mining areas;

Penjelasan Pasal 79 n: Cukup jelas Elucidation of Article 79 n: Sufficiently clear



o. perpajakan; o. taxation;

Penjelasan Pasal 79 o: Cukup jelas Elucidation of Article 79 o: Sufficiently clear



p. iuran tetap dan iuran produksi serta bagian p. dead rents and production royalties as well as

pendapatan negara/daerah, yang terdiri atas state/regional income that include net profit

bagi hasil dari keuntungan bersih sejak sharing since making production;

berproduksi;

Penjelasan Pasal 79 p: Cukup jelas Elucidation of Article 79 p: Sufficiently clear



q. penyelesaian perselisihan; q. settlement of disputes;

Penjelasan Pasal 79 q: Cukup jelas Elucidation of Article 79 q: Sufficiently clear





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 48

r. keselamatan dan kesehatan kerja; r. occupational safety and health;

Penjelasan Pasal 79 r: Cukup jelas Elucidation of Article 79 r: Sufficiently clear



s. konservasi mineral atau batubara; s. mineral or coal conservation;

Penjelasan Pasal 79 s: Cukup jelas Elucidation of Article 79 s: Sufficiently clear



t. pemanfataan barang, jasa, teknologi serta t. utilization of domestic goods, services,

kemampuan rekayasa dan rancang bangun technology and capability of engineering and

dalam negeri; design and build;

Penjelasan Pasal 79 t: Cukup jelas Elucidation of Article 79 t: Sufficiently clear



u. penerapan kaidah keekonomian dan u. application of good mining economic and

keteknikan pertambangan yang baik; technical principles;

Penjelasan Pasal 79 u Cukup jelas Elucidation of Article 79 u: Sufficiently clear



v. pengembangan tenaga kerja Indonesia; v. fostering of Indonesian workers;

Penjelasan Pasal 79 v: Cukup jelas Elucidation of Article 79 v: Sufficiently clear



w. pengelolaan data mineral atau batubara; w. management of data on minerals or coal;

Penjelasan Pasal 79 w: Cukup jelas Elucidation of Article 79 w: Sufficiently clear



x. penguasaan, pengembangan, dan penerapan x. mastery, development, and application of

teknologi pertambangan mineral atau mineral or coal mining technology; and

batubara; dan

Penjelasan Pasal 79 x: Cukup jelas Elucidation of Article 79 x: Sufficiently clear



y. divestasi saham. y. share divestment.

Penjelasan Pasal 79 y: Elucidation of Article 79 y:

Pencantuman divestasi saham hanya berlaku Statement of share divestment shall be applicable

apabila sahamnya dimiliki oleh asing sesuai only if the shares are foreign owned under laws

dengan ketentuan peraturan perundang- and regulations.

undangan.



Pasal 80 Article 80

IUPK tidak dapat digunakan selain yang dimaksud A Special Mining Permit shall not be used other than

dalam pemberian IUPK. as intended in the granting of a Special Mining

Permit.

Penjelasan Pasal 80: Cukup jelas Elucidation of Article 80: Sufficiently clear





Pasal 81 Article 81

(1) Dalam hal kegiatan eksplorasi dan kegiatan (1) In the case of exploration activities and

studi kelayakan, pemegang IUPK Eksplorasi feasibility study activities, Exploration

yang mendapatkan mineral logam atau Special Mining Permit holders by whom

batubara yang tergali wajib melaporkan excavated metal minerals or coal are found

kepada Menteri. must report it to the Minister.

(2) Pemegang IUPK Eksplorasi yang ingin (2) Exploration Special Mining Permit holders



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 49

menjual mineral logam atau batubara that wish to sell metal minerals or coal as

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib intended by section (1) must apply for a

mengajukan izin sementara untuk melakukan temporary permit for hauling and sale.

pengangkutan dan penjualan.

(3) Izin sementara sebagaimana dimaksud pada (3) A temporary permit as intended by section

ayat (2) diberikan oleh Menteri. (2) shall be granted by the Minister.

Penjelasan Pasal 81: Cukup jelas Elucidation of Article 81: Sufficiently clear





Pasal 82 Article 82

Mineral atau batubara yang tergali sebagaimana Excavated minerals and coal as intended by Article

dimaksud dalam Pasal 81 dikenai iuran produksi. 81 shall be subject to production royalties.

Penjelasan Pasal 82: Cukup jelas Elucidation of Article 82: Sufficiently clear





Pasal 83 Article 83

Persyaratan luas wilayah dan jangka waktu sesuai Requirements for the size of areas and periods shall

dengan kelompok usaha pertambangan yang berlaku be made under mining business groups that are

bagi pemegang IUPK meliputi: applicable to Special Mining Permit holders, as

follows:

a. luas 1 (satu) WIUPK untuk tahap kegiatan a. 1 (one) Special Mining Permit Area in a

eksplorasi pertambangan mineral logam Special Mining Area for a metal mineral

diberikan dengan luas paling banyak 100.000 exploration stage shall be authorized at most

(seratus ribu) hektare. 100,000 (one hundred thousand) hectares in

size.

Penjelasan Pasal 83 a: Cukup jelas Elucidation of Article 83 a: Sufficiently clear



b. luas 1 (satu) WIUPK untuk tahap kegiatan b. 1 (one) Special Mining Permit Area in a

operasi produksi pertambangan mineral Special Mining Area for a metal mineral

logam diberikan dengan luas paling banyak production operation stage shall be

25.000 (dua puluh lima ribu) hektare. authorized at most 25,000 (twenty-five

thousand) hectares in size.

Penjelasan Pasal 83 b: Cukup jelas Elucidation of Article 83 b: Sufficiently clear



c. luas 1 (satu) WIUPK untuk tahap kegiatan c. 1 (one) Special Mining Permit Area in a

eksplorasi pertambangan batubara diberikan Special Mining Area for a coal exploration

dengan luas paling banyak 50.000 (lima stage shall be authorized at most 50,000 (fifty

puluh ribu) hektare. thousand) hectares in size.

Penjelasan Pasal 83 c: Cukup jelas Elucidation of Article 83 c: Sufficiently clear



d. luas 1 (satu) WIUPK untuk tahap kegiatan d. 1 (one) Special Mining Permit Area in a

operasi produksi pertambangan batubara Special Mining Area for a coal production

diberikan dengan luas paling banyak 15.000 operation stage shall be authorized at most

(lima belas ribu) hektare. 150,000 (fifteen thousand) hectares in size.

Penjelasan Pasal 83 d: Cukup jelas Elucidation of Article 83 d: Sufficiently clear



e. jangka waktu IUPK Eksplorasi pertambangan e. a period of metal mineral exploration Special



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 50

mineral logam dapat diberikan paling lama 8 Mining Permit may be granted for at most 8

(delapan) tahun. (eight) years.

Penjelasan Pasal 83 e: Elucidation of Article 83 e:

Jangka waktu 8 (delapan) tahun meliputi An 8 (eight)-year period shall include 1 (one)

penyelidikan umum 1 (satu) tahun; eksplorasi 3 year of general surveys, 3 (three) years of

(tiga) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali exploration, extendable to 1 (one) year 2 (two)

masing-masing 1 (satu) tahun; serta studi times respectively, as well as 1 (one) year of

kelayakan 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang feasibility studies, extendable to 1 (one) year 1

1 (satu) kali 1 (satu) tahun. (one) time.



f. jangka waktu IUPK Eksplorasi pertambangan f. a period of a coal exploration Special Mining

batubara dapat diberikan paling lama 7 Permit may be granted for at most 7 (seven)

(tujuh) tahun. years.

Penjelasan Pasal 83 f: Elucidation of Article 83 f:

Jangka waktu 7 (tujuh) tahun meliputi A 7 (seven)-year period shall include 1 (one) year

penyelidikan umum 1 (satu) tahun; eksplorasi 2 of general surveys, 2 (two) years of exploration,

(dua) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali extendable to 1 (one) year 2 (two) times

masing-masing 1 (satu) tahun; serta studi respectively, as well as 2 (two) years of feasibility

kelayakan 2 (dua) tahun. studies.



g. jangka waktu IUPK Operasi Produksi g. a period of a metal mineral or coal

mineral logam atau batubara dapat diberikan Production Operation Special Mining Permit

paling lama 20 (dua puluh ) tahun dan dapat may be granted for at most 20 (twenty) years,

diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 10 extendable to 10 (ten) years 2 (two) times

(sepuluh) tahun. respectively.

Penjelasan Pasal 83 g: Elucidation of Article 83 g:

Jangka waktu 20 (dua puluh) tahun dalam A 20 (twenty)-year period in this provision shall

ketentuan ini termasuk jangka waktu untuk include 2 (two) years of construction.

konstruksi selama 2 (dua) tahun.





Pasal 84 Article 84

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for obtaining

memperoleh WIUPK sebagaimana dimaksud dalam Special Mining Permit Areas in Special Mining

Pasal 74 ayat (2) dan ayat (3), dan Pasal 75 ayat (3) Areas as intended by Article 74 section (2) and

diatur dengan peraturan pemerintah. section (3), and Article 75 section (3) shall be

governed by regulation of the government.

Penjelasan Pasal 84: Cukup jelas Elucidation of Article 84: Sufficiently clear





BAB XI CHAPTER X

PERSYARATAN PERIZINAN USAHA REQUIREMENTS FOR SPECIAL MINING

PERTAMBANGAN KHUSUS PERMITS

Pasal 85 Article 85

Pemerintah berkewajiban mengumumkan rencana The Government must announce mining business

kegiatan usaha pertambangan di WIUPK activity plans in Special Mining Permit Areas in

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 serta Special Mining Areas as intended by Article 30, and

memberikan IUPK Eksplorasi dan IUPK Operasi shall grant Exploration Special Mining Permits and

Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76 Production Operation Special Mining Permits as



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 51

kepada masyarakat secara terbuka. intended by Article 76 to the public transparently.

Penjelasan Pasal 85: Cukup jelas Elucidation of Article 85: Sufficiently clear





Pasal 86 Article 86

(1) Badan usaha sebagaimana dimaksud dalam (1) Entities as intended by Article 75 section (2)

Pasal 75 ayat (2) yang melakukan kegiatan that perform activities in Special Mining

dalam WIUPK wajib memenuhi persyaratan Permit Areas in Special Mining Areas

administratif, persyaratan teknis, persyaratan (WIUPK) must meet administrative

lingkungan dan persyaratan finansial. requirements, technical requirements,

environmental requirements, and financial

requirements.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan (2) Ancillary provisions for the administrative

administratif, persyaratan teknis, persyaratan requirements, technical requirements,

lingkungan, dan persyaratan finansial environmental requirements, and financial

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur requirements as intended by section (1) shall

dengan peraturan pemerintah. be governed by regulation of the government.

Penjelasan Pasal 86: Cukup jelas Elucidation of Article 86: Sufficiently clear





BAB XII CHAPTER XII

DATA PERTAMBANGAN DATA ON MINING

Pasal 87 Article 87

Untuk menunjang penyiapan WP dan pengembangan In support of preparation of Mining Zones and

ilmu pengetahuan dan teknologi pertambangan, development of mine science and technology, the

Menteri atau gubernur sesuai dengan competent Minister or the governors may assign

kewenangannya dapat menugasi lembaga riset state’s and/or region’s research institutions to

negara dan/atau daerah untuk melakukan conduct surveys and research into mines.

penyelidikan dan penelitian tentang pertambangan.

Penjelasan Pasal 87: Cukup jelas Elucidation of Article 87: Sufficiently clear





Pasal 88 Article 88

(1) Data yang diperoleh dari kegiatan usaha (1) Data obtained from mining business

pertambangan merupakan data milik activities shall be data possessed by the

Pemerintah dan/atau pemerintah daerah competent Government and/or regional

sesuai dengan kewenangannya. government.

(2) Data usaha pertambangan yang dimiliki (2) Data on mining business possessed by the

pemerintah daerah wajib disampaikan kepada regional governments must be forwarded to

Pemerintah untuk pengelolaan data the Government for national-level

pertambangan tingkat nasional. management of data on mining.

(3) Pengelolaan data sebagaimana dimaksud (3) Management of data as intended by section

pada ayat (1) diselenggarakan oleh (1) shall be conducted by the competent

Pemerintah dan/atau pemerintah daerah Government and/or regional governments.

sesuai dengan kewenangannya.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 52

Penjelasan Pasal 88: Cukup jelas Elucidation of Article 88: Sufficiently clear





Pasal 89 Article 89

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penugasan Ancillary provisions for the procedures for

penyelidikan dan penelitian sebagaimana dimaksud assignment of surveys and research as intended by

dalam Pasal 87 dan pengelolaan data sebagaimana Article 87, and management of data as intended by

dimaksud dalam Pasal 88 diatur dengan peraturan Article 88 shall be governed by regulation of the

pemerintah. government.

Penjelasan Pasal 89: Cukup jelas Elucidation of Article 89: Sufficiently clear





BAB XIII CHAPTER XIII

HAK DAN KEWAJIBAN RIGHTS AND OBLIGATIONS

Bagian Kesatu Part One

Hak Rights

Pasal 90 Article 90

Pemegang IUP dan IUPK dapat melakukan sebagian Mining Permit holders and Special Mining Permit

atau seluruh tahapan usaha pertambangan, baik holders may undertake part or all of the mining

kegiatan eksplorasi maupun kegiatan operasi stages of either exploration activities or production

produksi. operation activities.

Penjelasan Pasal 90: Cukup jelas Elucidation of Article 90: Sufficiently clear





Pasal 91 Article 91

Pemegang IUP dan IUPK dapat memanfaatkan Mining Permit holders and Special Mining Permit

prasarana dan sarana umum untuk keperluan holders may use the benefit of public infrastructure

pertambangan setelah memenuhi ketentuan peraturan and facilities for mining needs upon meeting laws

perundang-undangan. and regulations.

Penjelasan Pasal 91: Cukup jelas Elucidation of Article 91: Sufficiently clear





Pasal 92 Article 92

Pemegang IUP dan IUPK berhak memiliki mineral, Mining Permit holders and Special Mining Permit

termasuk mineral ikutannya, atau batubara yang holders shall have the right to own minerals,

telah diproduksi apabila telah memenuhi iuran including associated minerals, or coal they have

eksplorasi atau iuran produksi, kecuali mineral produced if having paid for exploration royalties or

ikutan radioaktif. production royalties, except for radioactive

associated minerals.

Penjelasan Pasal 92: Cukup jelas Elucidation of Article 92: Sufficiently clear





Pasal 93 Article 93

(1) Pemegang IUP and IUPK tidak boleh (1) Mining Permit and Special Mining Permit

memindahkan IUP dan IUPK-nya kepada holders may not assign their Mining Permits



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 53

pihak lain. and Special Mining Permits to other party.

Penjelasan Pasal 93 (1): Cukup jelas Elucidation of Article 93 (1): Sufficiently clear



(2) Untuk pengalihan kepemilikan dan/atau (2) Transfer of ownership and/or shares in the

saham di bursa saham Indonesia hanya dapat stock exchange in Indonesia may only be

dilakukan setelah melakukan kegiatan effected upon performance of exploration

eksplorasi tahapan tertentu. activities of certain stages.

Penjelasan Pasal 93 (2): Elucidation of Article 93 (2):

Yang dimaksud eksplorasi tahapan tertentu “Exploration of certain stages” in this provision

dalam ketentuan ini yaitu telah ditemukan 2 means 2 (two) prospect areas have been found in

(dua) wilayah prospek dalam kegiatan the exploration activities.

eksplorasi.



(3) Pengalihan kepemilikan dan/atau saham (3) Transfer of ownership and/or shares as

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya intended by section (2) may only be

dapat dilakukan dengan syarat: conducted on condition that:

a. harus memberitahu kepada Menteri, a. the transfer must be brought to the

gubernur, atau bupati/walikota sesuai attention of the competent Minister,

dengan kewenangannya; dan the governors, or the regents/mayors;

and

b. sepanjang tidak bertentangan dengan b. the transfer is not against laws and

ketentuan peraturan perundang- regulations.

undangan.

Penjelasan Pasal 93 (3): Cukup jelas Elucidation of Article 93 (3): Sufficiently clear





Pasal 94 Article 94

Pemegang IUP dan IUPK dijamin haknya untuk Mining Permit holders and Special Mining Permit

melakukan usaha pertambangan sesuai dengan holders shall be guaranteed their rights in the

ketentuan peraturan perundang-undangan. conduct of mining business under laws and

regulations.

Penjelasan Pasal 94: Cukup jelas Elucidation of Article 94: Sufficiently clear





Bagian Kedua Part Two

Kewajiban Obligations

Pasal 95 Article 95

Pemegang IUP dan IUPK wajib: Mining Permit holders and Special Mining Permit

holders must:

a. menerapkan kaidah teknik pertambangan a. apply good mining technique principles;

yang baik;

b. mengelola keuangan sesuai dengan sistem b. maintain finance under Indonesian

akuntansi Indonesia; accounting system;

c. meningkatkan nilai tambah sumber daya c. increase added value to mineral and/or coal

mineral dan/atau batubara; resources;



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 54

d. melaksanakan pengembangan dan d. foster and empower local community; and

pemberdayaan masyarakat setempat; dan

e. mematuhi batas toleransi daya dukung e. comply with the tolerance limit of the

lingkungan. carrying capacity of the environment.

Penjelasan Pasal 95: Cukup jelas Elucidation of Article 95: Sufficiently clear





Pasal 96 Article 96

Dalam penerapan kaidah teknik pertambangan yang In the application of good mining technique

baik, pemegang IUP dan IUPK wajib melaksanakan: principles, Mining Permit holders and Special

Mining Permit holders must:

a. ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja a. implement the requirements of mining

pertambangan; occupational safety and health;

Penjelasan Pasal 96 a: Cukup jelas Elucidation of Article 96 a: Sufficiently clear



b. keselamatan operasi pertambangan; b. foster mining operating safety;

Penjelasan Pasal 96 b: Cukup jelas Elucidation of Article 96 b: Sufficiently clear



c. pengelolaan dan pemantauan lingkungan c. conduct management and monitoring of the

pertambangan, termasuk kegiatan reklamasi mining environment, including reclamation

dan pascatambang; and postmining activities;

Penjelasan Pasal 96 c: Cukup jelas Elucidation of Article 96 c: Sufficiently clear



d. upaya konservasi sumber daya mineral dan d. work for conservation of mineral and coal

batubara; resources;

Penjelasan Pasal 96 d: Cukup jelas Elucidation of Article 96 d: Sufficiently clear



e. pengelolaan sisa tambang dari suatu kegiatan e. conduct management of mining waste in

usaha pertambangan dalam bentuk padat, solid, liquid, or gas form to meet the standard

cair, atau gas sampai memenuhi standar baku quality of the environment prior to disposal

mutu lingkungan sebelum dilepas ke media to an environmental medium.

lingkungan.

Penjelasan Pasal 96 e: Elucidation of Article 96 e:

Yang dimaksud dengan sisa tambang meliputi “Mining waste” shall include, inter alia, coal

antara lain tailing dan limbah batubara. tailings and waste.





Pasal 97 Article 97

Pemegang IUP dan IUPK wajib menjamin Mining Permit holders and Special Mining Permit

penerapan standar dan baku mutu lingkungan sesuai holders must ensure the application of standards and

dengan karakteristik suatu daerah. standard quality of the environment to regional

characteristics.

Penjelasan Pasal 97: Cukup jelas Elucidation of Article 97: Sufficiently clear









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 55

Pasal 98 Article 98

Pemegang IUP dan IUPK wajib menjaga kelestarian Mining Permit holders and Special Mining Permit

fungsi dan daya dukung sumber daya air yang holders must maintain the sustainable functions and

bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan carrying capacity of water resources under laws and

perundang-undangan. regulations.

Penjelasan Pasal 98: Elucidation of Article 98:

Ketentuan ini dimaksudkan mengingat usaha This provision is intended to prevent mining

pertambangan pada sumber air dapat business on water sources from resulting in

mengakibatkan perubahan morfologi sumber air, change in the morphology of water sources,

baik pada kawasan hulu maupun hilir. either in upstream or downstream areas.





Pasal 99 Article 99

(1) Setiap pemegang IUP dan IUPK wajib (1) Any Mining Permit holder and Special

menyerahkan rencana reklamasi dan rencana Mining Permit holder must submit

pascatambang pada saat mengajukan reclamation plans and postmining plans when

permohonan IUP Operasi Produksi atau filing an application for a Production

IUPK Operasi Produksi. Operation Mining Permit or Production

Operation Special Mining Permit.

(2) Pelaksanaan reklamasi dan kegiatan (2) Reclamation and postmining activities shall

pascatambang dilakukan sesuai dengan be performed to the functions of postmining

peruntukan lahan pascatambang. lands.

(3) Peruntukan lahan pascatambang sebagaimana (3) The functions of postmining lands as

dimaksud pada ayat (2) dicantumkan dalam intended by section (2) shall be stated in land

perjanjian penggunaan tanah antara use agreements between a Mining Permit

pemegang IUP atau IUPK dan pemegang hak holder or Special Mining Permit holder and a

atas tanah. land titleholder.

Penjelasan Pasal 99: Cukup jelas Elucidation of Article 99: Sufficiently clear





Pasal 100 Article 100

(1) Pemegang IUP dan IUPK wajib (1) Mining Permit holders and Special Mining

menyediakan dana jaminan reklamasi dan Permit holders must set up reclamation

dana jaminan pascatambang. deposit funds and postmining deposit funds.

(2) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota (2) The competent Minister, the governors, or

sesuai dengan kewenangannya dapat the regents/mayors may assign a third party

menetapkan pihak ketiga untuk melakukan to conduct reclamations and postmining by

reklamasi dan pascatambang dengan dana deposit funds as intended by section (1).

jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat

(1).

(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) The provision as intended by section (2) shall

(2) diberlakukan apabila pemegang IUP atau apply if Mining Permit holders or Special

IUPK tidak melaksanakan reklamasi dan Mining Permit holders fail to conduct

pascatambang sesuai dengan rencana yang reclamations and postmining to the approved

telah disetujui. plans.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 56

Penjelasan Pasal 100: Cukup jelas Elucidation of Article 100: Sufficiently clear





Pasal 101 Article 101

Ketentuan lebih lanjut mengenai reklamasi dan Ancillary provisions for the reclamations and

pascatambang sebagaimana dimaksud dalam Pasal postmining as intended by Article 99 as well as

99 serta dana jaminan reklamasi dan dana jaminan reclamation deposit funds and postmining deposit

pascatambang sebagaimana dimaksud dalam Pasal funds as intended by Article 100 shall be governed

100 diatur dengan peraturan pemerintah. by regulation of the government.

Penjelasan Pasal 101: Elucidation of Article 101:

Ketentuan mengenai dana jaminan reklamasi dan Provisions for the reclamation deposit funds and

dana jaminan pascatambang berisi, antara lain, postmining deposit funds shall contain, inter alia,

besaran, tata cara penyetoran dan pencairan, the amount, procedures for payment and

serta pelaporan penggunaan dana jaminan. withdrawal, as well as reporting on use of

deposit funds.





Pasal 102 Article 102

Pemegang IUP dan IUPK wajib meningkatkan nilai Mining Permit holders and Special Mining Permit

tambah sumber daya mineral dan/atau batubara holders must increase added value to mineral and/or

dalam pelaksanaan penambangan, pengolahan dan coal resources in undertaking mines, processing and

pemurnian, serta pemanfaatan mineral dan batubara. refining/smelting as well as utilizing minerals and

coal.

Penjelasan Pasal 102: Elucidation of Article 102:

Nilai tambah dalam ketentuan ini dimaksudkan Added value in this provision is intended to

untuk meningkatkan produk akhir dari usaha increase end products of mining business or

pertambangan atau pemanfaatan terhadap utilization of associated minerals.

mineral ikutan.



Pasal 103 Article 103

(1) Pemegang IUP dan IUPK Operasi Produksi (1) Production Operation Mining Permit holders

wajib melakukan pengolahan dan pemurnian and Special Mining Permit holders must

hasil penambangan di dalam negeri. process and refine/smelt mining products

domestically.

Penjelasan Pasal 103 (1): Elucidation of Article 103 (1):

Kewajiban untuk melakukan pengolahan dan Obligations to process and refine/smelt

pemurnian di dalam negeri dimaksudkan, antara domestically are intended to, inter alia, increase

lain, untuk meningkatkan dan mengoptimalkan and optimize the mine value of products, supply

nilai tambang dari produk, tersedianya bahan of industrial raw materials, worker absorption,

baku industri, penyerapan tenaga kerja, dan and state revenues.

peningkatan penerimaan negara.



(2) Pemegang IUP dan IUPK sebagaimana (2) Mining Permit holders and Special Mining

dimaksud pada ayat (1) dapat mengolah dan Permit holders as intended by section (1)

memurnikan hasil penambangan dari may process and refine/smelt mining

pemegang IUP dan IUPK lainnya. products of other Mining Permit holders and

Special Mining Permit holders.

Penjelasan Pasal 103 (2): Cukup jelas Elucidation of Article 103 (2): Sufficiently clear





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 57

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai peningkatan (3) Ancillary provisions for increases in added

nilai tambah sebagaimana dimaksud dalam value as intended by Article 102 as well as

Pasal 102 serta pengolahan dan pemurnian processing and refining/smelting as intended

sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur by section (2) shall be governed by

dengan peraturan pemerintah. regulation of the government.

Penjelasan Pasal 103 (3): Cukup jelas Elucidation of Article 103 (3): Sufficiently clear





Pasal 104 Article 104

(1) Untuk pengolahan dan pemurnian, pemegang (1) In the case of processing and

IUP Operasi Produksi dan IUPK Operasi refining/smelting, Production Operation

Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal Mining Permit holders and Production

103 dapat melakukan kerja sama dengan Operation Special Mining Permit holders as

badan usaha, koperasi, atau perseorangan intended by Article 103 may extend

yang telah mendapatkan IUP atau IUPK. cooperation with entities, cooperatives, or

sole proprietorships that have obtained a

Mining Permit or Special Mining Permit.

(2) IUP yang didapat badan usaha sebagaimana (2) A Mining Permit that entities obtain as

dimaksud pada ayat (1) adalah IUP Operasi intended by section (1) shall be a processing

Produksi Khusus untuk pengolahan dan and refining/smelting Production Operation

pemurnian yang dikeluarkan oleh Menteri, Special Mining Permit issued by the

gubernur, bupati/walikota sesuai dengan competent Minister, the governors, the

kewenangannya. regents/majors.

(3) Pemegang IUP dan IUPK sebagaimana (3) At no time shall any Mining Permit holders

dimaksud pada ayat (1) dilarang melakukan and Special Mining Permit holders as

pengolahan dan pemurnian dari hasil intended by section (1) process and

penambangan yang tidak memiliki IUP, IPR, refine/smelt mining products without Mining

atau IUPK. Permits, Small-Scale Mining Permits, or

Special Mining Permits.

Penjelasan Pasal 104: Cukup jelas Elucidation of Article 104: Sufficiently clear





Pasal 105 Article 105

(1) Badan usaha yang tidak bergerak pada usaha (1) Nonmining entities that wish to sell

pertambangan yang bermaksud menjual excavated minerals and/or coal must first

mineral dan/atau batubara yang tergali wajib hold a Production Operation Mining Permit

terlebih dahulu memiliki IUP Operasi for sale.

Produksi untuk penjualan.

Penjelasan Pasal 105 (1): Elucidation of Article 105 (1):

Yang dimaksud dengan terlebih dahulu memiliki “First hold a Production Operation Mining

IUP Operasi Produksi untuk penjualan dalam Permit for sale” in this provision means to

ketentuan ini adalah pengurusan izin process a permit for hauling and sale of

pengangkutan dan penjualan atas mineral dan/ excavated minerals and/or coal.

atau batubara yang tergali.



(2) IUP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2) A Mining Permit as intended by section (1)

hanya dapat diberikan untuk 1 (satu) kali may be granted only for 1 (one) time of sale

penjualan oleh Menteri, gubernur, atau by the competent Minister, the governors, or



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 58

bupati/walikota sesuai dengan the regents/mayors.

kewenangannya.

Penjelasan Pasal 105 (2): Elucidation of Article 105 (2):

Izin diberikan setelah terlebih dahulu dilakukan The permit shall be granted after examination

pemeriksaan dan evaluasi atas mineral dan/atau and evaluation of excavated minerals and/or coal

batubara yang tergali oleh instansi teknis terkait. have first been made by the relevant technical

agency.



(3) Mineral atau batubara yang tergali dan akan (3) Minerals or coal that are excavated and to be

dijual sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sold as intended by section (1) shall be

dikenai iuran produksi. subject to production royalties.

Penjelasan Pasal 105 (3): Cukup jelas Elucidation of Article 105 (3): Sufficiently clear



(4) Badan usaha sebagaimana dimaksud pada (4) Entities as intended by section (1) and

ayat (1) dan ayat (2) wajib menyampaikan section (2) must submit a report on the sales

laporan hasil penjualan mineral dan/atau of excavated minerals and/or coal to the

batubara yang tergali kepada Menteri, competent Minister, the governors, or the

gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan regents/mayors.

kewenangannya.

Penjelasan Pasal 105 (4): Cukup jelas Elucidation of Article 105 (4): Sufficiently clear





Pasal 106 Article 106

Pemegang IUP dan IUPK harus mengutamakan Mining Permit holders and Special Mining Permit

pemanfaatan tenaga kerja setempat, barang, dan jasa holders must give preference for employment of

dalam negeri sesuai dengan ketentuan peraturan local workforce and use of domestic goods and

perundang-undangan. services under laws and regulations.

Penjelasan Pasal 106: Elucidation of Article 106:

Pemanfaatan tenaga kerja setempat tetap Employment of local workforce shall remain to

mempertimbangkan kompetensi tenaga kerja dan consider the competency of workers and skills of

keahlian tenaga kerja yang tersedia. workers available.



Ketentuan ini dimaksudkan untuk mendukung This provision is intended to encourage and

dan menumbuhkembangkan kemampuan nasional develop the national capability in order to better

agar lebih mampu bersaing. compete.





Pasal 107 Article 107

Dalam melakukan kegiatan operasi produksi, badan In the performance of production operation

usaha pemegang IUP dan IUPK wajib activities, entities holding a Mining Permit and a

mengikutsertakan pengusaha lokal yang ada di Special Mining Permit must engage local

daerah tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan entrepreneurs of the region under laws and

perundang-undangan. regulations.

Penjelasan Pasal 107: Cukup jelas Elucidation of Article 107: Sufficiently clear





Pasal 108 Article 108

(1) Pemegang IUP dan IUPK wajib menyusun (1) Mining Permit holders and Special Mining

program pengembangan dan pemberdayaan Permit holders must prepare community

Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 59

masyarakat. development and empowerment programs.

Penjelasan Pasal 108 (1): Cukup jelas Elucidation of Article 108 (1): Sufficiently clear



(2) Penyusunan program dan rencana (2) Preparation of programs and plans as

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) intended by section (1) shall consult the

dikonsultasikan kepada Pemerintah, Government, regional governments, and

pemerintah daerah, dan masyarakat. community.

Penjelasan Pasal 108 (2): Elucidation of Article 108 (2):

Yang dimaksud dengan masyarakat adalah “Community” means community domiciled

masyarakat yang berdomisili di sekitar operasi around the mining operating areas.

pertambangan.



Pasal 109 Article 109

Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan Ancillary provisions for the implementation of

pengembangan dan pemberdayaan masyarakat community development and empowerment as

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 diatur intended by Article 108 shall be governed by

dengan peraturan pemerintah. regulation of the government.

Penjelasan Pasal 109: Cukup jelas Elucidation of Article 109: Sufficiently clear





Pasal 110 Article 110

Pemegang IUP dan IUPK wajib menyerahkan Mining Permit holders and Special Mining Permit

seluruh data yang diperoleh dari hasil eksplorasi dan holders must turn in all data found from the

operasi produksi kepada Menteri, gubernur, atau exploration and production operations to the

bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya. competent Minister, the governors, or the

regents/mayors.

Penjelasan Pasal 110: Cukup jelas Elucidation of Article 110: Sufficiently clear





Pasal 111 Article 111

(1) Pemegang IUP dan IUPK wajib memberikan (1) Mining Permit holders and Special Mining

laporan tertulis secara berkala atas rencana Permit holders must submit reports in writing

kerja dan pelaksanaan kegiatan usaha periodically on working plans and

pertambangan mineral dan batubara kepada implementation of mineral and coal mining

Menteri, gubernur, atau bupati/walikota business activities to the competent Minister,

sesuai dengan kewenangannya. the governors, or the regents/mayors.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk, (2) Ancillary provisions for the form, type, time,

jenis, waktu, dan tata cara penyampaian and procedures for submission of reports as

laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) intended by section (1) shall be governed by

diatur dengan peraturan pemerintah. regulation of the government.

Penjelasan Pasal 111: Cukup jelas Elucidation of Article 111: Sufficiently clear





Pasal 112 Article 112

(1) Setelah 5 (lima) tahun berproduksi, badan (1) After 5 (five) years of production, entities

usaha pemegang IUP dan IUPK yang holding a Mining Permit and a Special



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 60

sahamnya dimiliki oleh asing wajib Mining Permit, of which the shares are

melakukan divestasi saham pada Pemerintah, foreign owned, must divest their shares in the

pemerintah daerah, badan usaha milik Government, regional governments, state-

negara, badan usaha milik daerah, atau badan owned entities, region-owned entities or

usaha swasta nasional. national private entities.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai divestasi (2) Ancillary provisions for the divestment of

saham sebagaimana dimaksud pada ayat (1) shares as intended by section (1) shall be

diatur dengan peraturan pemerintah. governed by regulation of the government.

Penjelasan Pasal 112: Cukup jelas Elucidation of Article 112: Sufficiently clear





BAB XIV CHAPTER XIV

PENGHENTIAN SEMENTARA KEGIATAN IZIN SUSPENSION OF MINING PERMIT ACTIVITIES

USAHA PERTAMBANGAN DAN IZIN USAHA AND SPECIAL MINING PERMIT ACTIVITIES

PERTAMBANGAN KHUSUS

Pasal 113 Article 113



(1) Penghentian sementara kegiatan usaha (1) Suspension of mining business activities may

pertambangan dapat diberikan kepada be imposed on Mining Permit holders and

pemegang IUP dan IUPK apabila terjadi: Special Mining Permit holders if the

following occur:

a. keadaan kahar; a. force majeure;

Penjelasan Pasal 113 (1) a: Elucidation of Article 113 (1) a:

Yang dimaksud keadaan kahar (force majeur) Force majeure in this provision shall include,

dalam ayat ini, antara lain, perang, kerusuhan inter alia, wars, civil commotions, rebellions,

sipil, pemberontakan, epidemi, gempa bumi, epidemics, earthquakes, floods, fire, and acts of

banjir, kebakaran, dan bencana alam di luar God.

kemampuan manusia.



b. keadaan yang menghalangi sehingga b. preventing circumstances that result

menimbulkan penghentian sebagian in cessation of part or all of the

atau seluruh kegiatan usaha mining business activities;

pertambangan;

Penjelasan Pasal 113 (1) b: Elucidation of Article 113 (1) b:

Yang dimaksud keadaan yang menghalangi Preventing circumstances in this section shall

dalam ayat ini, antara lain, blockade, include, inter alia, blockades, strikes, and labor

pemogokan, dan perselisihan perburuhan di luar disputes other than faults of Mining Permit

kesalahan pemegang IUP atau IUPK dan holders or Special Mining Permit holders, and

peraturan perundang-undangan yang diterbitkan laws and regulations issued by the Government

oleh Pemerintah yang menghambat kegiatan that delay mining business activities in progress.

usaha pertambangan yang sedang berjalan.



c. apabila kondisi daya dukung c. if the carrying capacity of the

lingkungan wilayah tersebut tidak environment of the areas cannot

dapat menanggung beban kegiatan support the loads of mineral and/or

operasi produksi sumber daya mineral coal resource production operation

dan/atau batubara yang dilakukan di activities performed in their areas.

wilayahnya.

Penjelasan Pasal 113 (1) c: Cukup jelas Elucidation of Article 113 (1) c: Sufficiently clear



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 61

(2) Penghentian sementara kegiatan usaha (2) Suspension of mining business activities as

pertambangan sebagaimana dimaksud pada intended by section (1) shall not reduce the

ayat (1) tidak mengurangi masa berlaku IUP validity period of Mining Permits and Special

atau IUPK. Mining Permits.

Penjelasan Pasal 113 (2): Cukup jelas Elucidation of Article 113 (2): Sufficiently clear



(3) Permohonan penghentian sementara kegiatan (3) Requests for suspension of mining business

usaha pertambangan sebagaimana dimaksud activities as intended by section (1) point (a)

pada ayat (1) huruf a dan huruf b and point (b) shall be filed with the

disampaikan kepada Menteri, gubernur, atau competent Minister, the governors, or the

bupati/walikota sesuai dengan regents/mayors.

kewenangannya.

Penjelasan Pasal 113 (3): Elucidation of Article 113 (3):

Permohonan menjelaskan kondisi keadaan kahar Requests shall describe the events of force

dan/atau keadaan yang menghalangi sehingga majeure and/or preventing circumstances that

mengakibatkan penghentian sebagian atau result in cessation of part or all of the mining

seluruh kegiatan usaha pertambangan. business activities.



(4) Penghentian sementara sebagaimana (4) Suspension of mining as intended by section

dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat (1) point (c) may be executed by mine

dilakukan oleh inspektur tambang atau inspectors or made on public request to the

dilakukan berdasarkan permohonan competent Minister, the governors, or the

masyarakat kepada Menteri, gubernur, atau regents/mayors.

bupati/walikota sesuai dengan

kewenangannya.

Penjelasan Pasal 113 (4): Elucidation of Article 113 (4):

Permohonan masyarakat memuat penjelasan Public requests shall contain descriptions on the

keadaan kondisi daya dukung lingkungan carrying capacity of the environment of areas as

wilayah yang dikaitkan dengan aktifitas kegiatan connected with mine activities.

penambangan.



(5) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota (5) The competent Minister, the governors, or

sesuai dengan kewenangannya wajib the regents/mayors must issue decisions in

mengeluarkan keputusan tertulis diterima writing on acceptance or refusal along with

atau ditolak disertai alasannya atas the reasons therefor of requests as intended

permohonan sebagaimana dimaksud pada by section (3) at the latest 30 (thirty) days of

ayat (3) paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak receipt of the requests.

menerima permohonan tersebut.

Penjelasan Pasal 113 (5): Cukup jelas Elucidation of Article 113 (5): Sufficiently clear





Pasal 114 Article 114

(1) Jangka waktu penghentian sementara karena (1) A period of suspension because of force

keadaan kahar dan/atau keadaan yang majeure and/or preventing circumstances as

menghalangi sebagaimana dimaksud dalam intended by Article 113 section (1) shall be

Pasal 113 ayat (1) diberikan paling lama 1 granted for at most 1 (one) year, extendable

(satu) tahun dan dapat diperpanjang paling to 1 (one) year at most 1 (one) time.

banyak 1 (satu) kali untuk 1 (satu) tahun.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 62

(2) Apabila dalam kurun waktu sebelum habis (2) If within a period prior to the expiration of

masa penghentian sementara berakhir the period of suspension Mining Permit

pemegang IUP dan IUPK sudah siap holders and Special Mining Permit holders

melakukan kegiatan operasinya, kegiatan are already prepared for the performance of

dimaksud wajib dilaporkan kepada Menteri, their operating activities, such activities must

gubernur, atau bupati/ walikota sesuai dengan be reported to the competent Minister, the

kewenangannya. governors or the regents/mayors.

(3) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota (3) The competent Minister, the governors or the

sesuai dengan kewenangannya mencabut regents/mayors shall revoke decisions on

keputusan penghentian sementara setelah suspension upon receipt of report as intended

menerima laporan sebagaimana dimaksud by section (2).

pada ayat (2).

Penjelasan Pasal 114: Cukup jelas Elucidation of Article 114: Sufficiently clear





Pasal 115 Article 115

(1) Apabila penghentian sementara kegiatan (1) If suspension of mining business activities is

usaha pertambangan diberikan karena imposed because of force majeure as

keadaan kahar sebagaimana dimaksud dalam intended by Article 113 section (1) point (a),

Pasal 113 ayat (1) huruf a, kewajiban obligations of Mining Permit holders and

pemegang IUP dan IUPK terhadap Special Mining Permit holders to the

Pemerintah dan pemerintah daerah tidak Government and regional governments shall

berlaku. be void.

(2) Apabila penghentian sementara kegiatan (2) If suspension of mining business activities is

usaha pertambangan diberikan karena imposed because of preventing circumstances

keadaan yang menghalangi kegiatan usaha as intended by Article 113 section (1) point

pertambangan sebagaimana dimaksud dalam (b), obligations of Mining Permit holders and

Pasal 113 ayat (1) huruf b, kewajiban Special Mining Permit holders to the

pemegang IUP dan IUPK terhadap Government and regional governments shall

Pemerintah dan pemerintah daerah tetap remain valid.

berlaku.

(3) Apabila penghentian sementara kegiatan (3) If suspension of mining business activities is

usaha pertambangan diberikan karena kondisi imposed because of the carrying capacity of

daya dukung lingkungan wilayah the environment of areas as intended by

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat Article 113 section (1) point (c), obligations

(1) huruf c, kewajiban pemegang IUP dan of Mining Permit holders and Special Mining

IUPK terhadap Pemerintah dan pemerintah Permit holders to the Government and

daerah tetap berlaku. regional governments shall remain valid.

Penjelasan Pasal 115: Cukup jelas Elucidation of Article 115: Sufficiently clear





Pasal 116 Article 116

Ketentuan lebih lanjut mengenai penghentian Ancillary provisions for the suspension of mining

sementara kegiatan usaha pertambangan business activities as intended by Article 113, Article

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113, Pasal 114, 114, and Article 115 shall be governed by regulation

dan Pasal 115 diatur dengan peraturan pemerintah. of the government.







Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 63

Penjelasan Pasal 116: Cukup jelas Elucidation of Article 116: Sufficiently clear





BAB XV BAB XV

BERAKHIRNYA IZIN USAHA TERMINATION OF MINING PERMITS AND

PERTAMBANGAN DAN IZIN USAHA SPECIAL MINING PERMITS

PERTAMBANGAN KHUSUS

Pasal 117 Article 117



IUP dan IUPK berakhir karena: A Mining Permit and Special Mining Permit shall

terminate because it is:

a. dikembalikan; a. reverted;

b. dicabut; atau b. revoked; or

c. habis masa berlakunya. c. expired.

Penjelasan Pasal 117: Cukup jelas Elucidation of Article 117: Sufficiently clear





Pasal 118 Article 118

(1) Pemegang IUP atau IUPK dapat (1) Mining Permit holders or Special Mining

menyerahkan kembali IUP atau IUPK-nya Permit holders may revert their Mining

dengan pernyataan tertulis kepada Menteri, Permits or Special Mining Permits with

gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan written statement to the competent Minister,

kewenangannya dan disertai dengan alasan the governors or the regents/mayors

yang jelas. accompanied by clear reasons therefor.

Penjelasan Pasal 118 (1): Elucidation of Article 118 (1):

Yang dimaksud dengan alasan yang jelas dalam “Clear reasons” in this provision means, inter

ketentuan ini antara lain tidak ditemukannya alia, no technical, economical, or environmental

prospek secara teknis, ekonomis, atau prospect is in sight.

lingkungan.



(2) Pengembalian IUP atau IUPK sebagaimana (2) Reversion of Mining Permits or Special

dimaksud pada ayat (1) dinyatakan sah Mining Permits as intended by section (1)

setelah disetujui oleh Menteri, gubernur, atau shall be declared lawful upon approval of the

bupati/walikota sesuai dengan competent Minister, the governors or the

kewenangannya dan setelah memenuhi regents/mayors and upon meeting their

kewajibannya. obligations.

Penjelasan Pasal 118 (2): Cukup jelas Elucidation of Article 118 (2): Sufficiently clear





Pasal 119 Article 119

IUP atau IUPK dapat dicabut oleh Menteri, Mining Permits or Special Mining Permits shall be

gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan revoked by the competent Minister, the governors or

kewenangannya apabila: the regents/mayors if:

a. pemegang IUP atau IUPK tidak memenuhi a. Mining Permit holders or Special Mining

kewajiban yang ditetapkan dalam IUP atau Permit holders fail to meet obligations as

IUPK serta peraturan perundang-undangan; stated in the Mining Permit or Special



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 64

Mining Permit as well as laws and

regulations;

b. pemegang IUP atau IUPK melakukan tindak b. Mining Permit holders or Special Mining

pidana sebagaimana dimaksud dalam Permit holders have perpetrated criminal acts

Undang-Undang ini; atau as intended by this Law; or

c. pemegang IUP atau IUPK dinyatakan pailit. c. Mining Permit holders or Special Mining

Permit holders are declared bankrupt.

Penjelasan Pasal 119: Cukup jelas Elucidation of Article 119: Sufficiently clear





Pasal 120 Article 120

Dalam hal jangka waktu yang ditentukan dalam IUP Where the period as stated in the Mining Permit and

dan IUPK telah habis dan tidak diajukan Special Mining Permit have expired and no

permohonan peningkatan atau perpanjangan tahap application for an upgrade or extension of stage of

kegiatan atau pengajuan permohonan tetapi tidak activity is filed, or an application is filed but

memenuhi persyaratan, IUP dan IUPK tersebut ineligible, such a Mining Permit and Special Mining

berakhir. Permit shall terminate.

Penjelasan Pasal 120: Elucidation of Article 120:

Yang dimaksud dengan “peningkatan” adalah “Upgrade” means an upgrade from the

peningkatan dari tahap ekplorasi ke tahap exploration stage to the production operation

operasi produksi. stage.





Pasal 121 Article 121

(1) Pemegang IUP atau IUPK yang IUP-nya atau (1) Mining Permit holders or Special Mining

IUPK-nya berakhir karena alasan Permit holders, of whom the Mining Permits

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117, or Special Mining Permits terminate because

Pasal 118, Pasal 119, dan Pasa1 120 wajib of reasons as intended by Article 117, Article

memenuhi dan menyelesaikan kewajiban 118, Article 119, and Article 120 must meet

sesuai dengan ketentuan peraturan and perform obligations under laws and

perundang-undangan. regulations.

(2) Kewajiban pemegang IUP atau IUPK (2) Obligations of Mining Permit holders or

sebagaimana dimaksud pada ayat (1) Special Mining Permit holders as intended by

dianggap telah dipenuhi setelah mendapat section (1) shall be deemed to have been met

persetujuan dari Menteri, gubernur, atau upon approval of the competent Minister, the

bupati/walikota sesuai dengan governors, or the regents/mayors.

kewenangannya.

Penjelasan Pasal 121: Cukup jelas Elucidation of Article 121: Sufficiently clear





Pasal 122 Article 122

(1) IUP atau IUPK yang telah dikembalikan, (1) Mining Permits or Special Mining Permits

dicabut, atau habis masa berlakunya that have been reverted, revoked, or expired

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121 as intended by Article 121 shall be turned in

dikembalikan kepada Menteri, gubernur, atau to the competent Minister, the governors, or

bupati/walikota sesuai dengan the regents/mayors.



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 65

kewenangannya.

(2) WIUP atau WIUPK yang IUP-nya atau (2) Mining Permit Areas or Special Mining

IUPK-nya berakhir sebagaimana dimaksud Permit Areas in Special Mining Areas, of

pada ayat (1) ditawarkan kepada badan which the Mining Permits or Special Mining

usaha, koperasi, atau perseorangan melalui Permits have terminated as intended by

mekanisme sesuai dengan ketentuan dalam section (1) shall be offered to entities,

Undang-Undang ini. cooperatives, or sole proprietorships through

mechanisms under this Law.

Penjelasan Pasal 122: Cukup jelas Elucidation of Article 122: Sufficiently clear





Pasal 123 Article 123

Apabila IUP atau IUPK berakhir, pemegang IUP If Mining Permits or Special Mining Permits

atau IUPK wajib menyerahkan seluruh data yang terminate, the Mining Permit holders or Special

diperoleh dari hasil eksplorasi dan operasi produksi Mining Permit holders must turn in all data found

kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota from the exploration and production operations to

sesuai dengan kewenangannya. the competent Minister, the governors, or the

regents/mayors.

Penjelasan Pasal 123: Cukup jelas Elucidation of Article 123: Sufficiently clear





BAB XVI CHAPTER XVI

USAHA JASA PERTAMBANGAN MINING SERVICES BUSINESS

Pasal 124 Article 124

(1) Pemegang IUP atau IUPK wajib (1) Mining Permits holders or Special Mining

menggunakan perusahaan jasa pertambangan Permits holders must engage local and/or

lokal dan/atau nasional. national mining services companies.

Penjelasan Pasal 124 (1): Elucidation of Article 124 (1):

Perusahaan nasional dapat mendirikan National companies may establish branch

perusahaan cabang di daerah. companies in regions.



(2) Dalam hal tidak terdapat perusahaan jasa (2) Where no mining services company as

pertambangan sebagaimana dimaksud pada intended by section (1) is available, Mining

ayat (1), pemegang IUP atau IUPK dapat Permits holders or Special Mining Permits

menggunakan perusahaan jasa pertambangan holders may engage other mining services

lain yang berbadan hukum Indonesia. companies that are Indonesian legal entities.

Penjelasan Pasal 124 (2): Cukup jelas Elucidation of Article 124 (2): Sufficiently clear



(3) Jenis usaha jasa pertambangan meliputi: (3) Lines of mining services business shall

include:

a. konsultasi, perencanaan, pelaksanaan, a. consultation, planning,

dan pengujian peralatan di bidang: implementation, and equipment

testing in the field of:

1) penyelidikan umum; 1) general survey;

2) eksplorasi; 2) exploration;





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 66

3) studi kelayakan; 3) feasibility study;

4) konstruksi pertambangan; 4) mining construction;

5) pengangkutan; 5) hauling;

6) lingkungan pertambangan; 6) mining environment;

7) pascatambang dan reklamasi; 7) postmining and reclamations;

dan/atau and/or

8) keselamatan dan kesehatan 8) occupational safety and

kerja. health.

b. konsultasi, perencanaan, dan b. consultation, planning, and equipment

pengujian peralatan di bidang: testing in the field of:

1) penambangan; atau 1) mines; or

2) pengolahan dan pemurnian. 2) processing and

refining/smelting.

Penjelasan Pasal 124 (3): Cukup jelas Elucidation of Article 124 (3): Sufficiently clear





Pasal 125 Article 125

(1) Dalam hal pemegang IUP atau IUPK (1) Where Mining Permit holders or Special

menggunakan jasa pertambangan, tanggung Mining Permit holders engage mining

jawab kegiatan usaha pertambangan tetap services, Mining Permit holders or Special

dibebankan kepada pemegang IUP atau Mining Permit holders shall remain to

IUPK. assume responsibility for mining business

activities.

(2) Pelaksana usaha jasa pertambangan dapat (2) Mining services providers may be in the form

berupa badan usaha, koperasi, atau of entities, cooperatives, or sole

perseorangan sesuai dengan klasifikasi dan proprietorships under classification and

kualifikasi yang telah ditetapkan oleh qualification that are established by the

Menteri. Minister.

(3) Pelaku usaha jasa pertambangan wajib (3) Mining services providers must give

mengutamakan kontraktor dan tenaga kerja preference for local contractors and workers.

lokal.

Penjelasan Pasal 125: Cukup jelas Elucidation of Article 125: Sufficiently clear





Pasal 126 Article 126

(1) Pemegang IUP atau IUPK dilarang (1) At no time shall any Mining Permit holders

melibatkan anak perusahaan dan/atau or Special Mining Permit holders involving

afiliasinya dalam bidang usaha jasa their subsidiaries and/or affiliates in the field

pertambangan di wilayah usaha of mining services business in mining areas

pertambangan yang diusahakannya, kecuali they commercialize, unless the Minister

dengan izin Menteri. grants permits therefor.

(2) Pemberian izin Menteri sebagaimana (2) Permits as intended by section (1) shall be



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 67

dimaksud pada ayat (1) dilakukan apabila: granted where:

a. tidak terdapat perusahaan jasa a. no mining services company of

pertambangan sejenis di wilayah similar type is available in those

tersebut; atau areas; or

b. tidak ada perusahaan jasa b. no mining services company is

pertambangan yang berminat/mampu. interested/capable;

Penjelasan Pasal 126: Cukup jelas Elucidation of Article 126: Sufficiently clear





Pasal 127 Article 127

Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan Ancillary provisions for the conduct of mining

usaha jasa pertambangan sebagaimana dimaksud services business as intended by Article 124, Article

dalam Pasal 124, Pasal 125, dan Pasal 126 diatur 125, and Article 126 shall be governed by regulation

dengan peraturan menteri. of the minister.

Penjelasan Pasal 127: Cukup jelas Elucidation of Article 127: Sufficiently clear





BAB XVII CHAPTER XVII

PENDAPATAN NEGARA DAN DAERAH STATE AND REGIONAL INCOME

Pasal 128 Article 128

(1) Pemegang IUP atau IUPK wajib membayar (1) Mining Permit holders or Special Mining

pendapatan negara dan pendapatan daerah. Permit holders must pay state income and

regional income.

(2) Pendapatan negara sebagaimana dimaksud (2) State income as intended by section (1) shall

pada ayat (1) terdiri atas penerimaan pajak include tax income and nontax state

dan penerimaan negara bukan pajak. revenues.

(3) Penerimaan pajak sebagaimana dimaksud (3) Tax income as intended by section (2) shall

pada ayat (2) terdiri atas: include:

a. pajak-pajak yang menjadi a. taxes within the authority of the

kewenangan Pemerintah sesuai Government under laws and

dengan ketentuan peraturan regulations in the field of taxation;

perundang-undangan di bidang and

perpajakan; dan

b. bea masuk dan cukai. b. customs and excise duties.

(4) Penerimaan negara bukan pajak sebagaimana (4) Nontax state revenues as intended by section

dimaksud pada ayat (2) terdiri atas: (2) shall include:

a. iuran tetap; a. dead rents;

b. iuran eksplorasi; b. exploration royalties;

c. iuran produksi; dan c. production royalties; and

d. kompensasi data informasi. d. compensation for access to

data/information.





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 68

(5) Pendapatan daerah sebagaimana dimaksud (5) Regional income as intended by section (1)

pada ayat (1) terdiri atas: shall include:

a. pajak daerah; a. regional taxes;

b. retribusi daerah; dan b. regional charges; and

c. pendapatan lain yang sah berdasarkan c. other lawful income under laws and

ketentuan peraturan perundang- regulations.

undangan.

Penjelasan Pasal 128: Cukup jelas Elucidation of Article 128: Sufficiently clear





Pasal 129 Article 129

(1) Pemegang IUPK Operasi Produksi untuk (1) Metal mineral and coal Production Operation

pertambangan mineral logam dan batubara Special Mining Permit holders must pay 4%

wajib membayar sebesar 4% (empat persen) (four percent) to the Government and 6% (six

kepada Pemerintah dan 6% (enam persen) percent) to the regional government, of net

kepada pemerintah daerah dari keuntungan profits since making production.

bersih sejak berproduksi.

(2) Bagian pemerintah daerah sebagaimana (2) A portion of the regional government as

dimaksud pada ayat (1) diatur sebagai intended by section (1) shall be given as

berikut: follows:

a. pemerintah provinsi mendapat bagian a. the provincial government shall

sebesar 1% (satu persen); receive a portion of 1% (one percent);

b. pemerintah kabupaten/kota penghasil b. the producing district/city

mendapat bagian sebesar 2,5% (dua government shall receive a portion of

koma lima persen); dan 2.5% (two point five percent); and

c. pemerintah kabupaten/kota lainnya c. other district/city government within

dalam provinsi yang sama mendapat the same province shall receive a

bagian sebesar 2,5% (dua koma lima portion of 2.5% (two point five

persen). percent).

Penjelasan Pasal 129: Cukup jelas Elucidation of Article 129: Sufficiently clear





Pasal 130 Article 130

(1) Pemegang IUP atau IUPK tidak dikenai iuran (1) Mining Permit holders or Special Mining

produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal Permit holders shall not be subject to

128 ayat (4) huruf c dan pajak daerah dan production royalties as intended by Article

retribusi daerah sebagaimana dimaksud 128 section (4) point (c) and regional taxes

dalam Pasal 128 ayat (5) atas tanah/batuan and regional charges as intended by Article

yang ikut tergali pada saat penambangan. 128 section (5) on earth/rocks taken during

excavation in mine operations.

(2) Pemegang IUP atau IUPK dikenai iuran (2) Mining Permit holders or Special Mining

produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal Permit holders shall be subject to production

128 ayat (4) huruf c atas pemanfaatan royalties as intended by Article 128 section

tanah/batuan yang ikut tergali pada saat (4) point (c) on use of earth/rocks taken



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 69

penambangan. during excavation in mine operations.

Penjelasan Pasal 130: Cukup jelas Elucidation of Article 130: Sufficiently clear





Pasal 131 Article 131

Besarnya pajak dan penerimaan negara bukan pajak Amounts of taxes and nontax state revenues that are

yang dipungut dari pemegang IUP, IPR, atau IUPK levied from Mining Permit holders, Small-Scale

ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan Mining Permit holders, or Special Mining Permit

perundang-undangan. holders shall be determined under laws and

regulations.

Penjelasan Pasal 131: Cukup jelas Elucidation of Article 131: Sufficiently clear





Pasal 132 Article 132

(1) Besaran tarif iuran produksi ditetapkan (1) Production royalty rates shall be determined

berdasarkan tingkat pengusahaan, produksi, under levels of business, production, and

dan harga komoditas tambang. prices of mining commodities.

(2) Besaran tarif iuran produksi sebagaimana (2) Production royalty rates as intended by

dimaksud pada ayat (1) ditetapkan section (1) shall be determined under laws

berdasarkan ketentuan peraturan perundang- and regulations.

undangan.

Penjelasan Pasal 132: Cukup jelas Elucidation of Article 132: Sufficiently clear





Pasal 133 Article 133

(1) Penerimaan negara bukan pajak sebagaimana (1) Nontax state revenues as intended by Article

dimaksud dalam Pasal 128 ayat (4) 128 section (4) shall be state and regional

merupakan pendapatan negara dan daerah income, of which the apportionments shall be

yang pembagiannya ditetapkan berdasarkan determined under laws and regulations.

ketentuan peraturan perundang-undangan.

(2) Penerimaan negara bukan pajak yang (2) Nontax state revenues of which the portions

merupakan bagian daerah dibayar langsung belong to regions shall directly be paid to

ke kas daerah setiap 3 (tiga) bulan setelah regional treasury quarterly (every 3 (three)

disetor ke kas negara. months) after deposit into the state treasury.

Penjelasan Pasal 133: Cukup jelas Elucidation of Article 133: Sufficiently clear





BAB XVIII CHAPTER XVIII

PENGGUNAAN TANAH UNTUK KEGIATAN USE OF LAND FOR MINING BUSINESS

USAHA PERTAMBANGAN ACTIVITIES

Pasal 134 Article 134

(1) Hak atas WIUP, WPR, atau WIUPK tidak (1) Titles to Mining Permit Areas, to Small-

meliputi hak atas tanah permukaan bumi. Scale Mining Areas, or to Special Mining

Permit Areas in Special Mining Areas shall

not include surface land titles.



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 70

(2) Kegiatan usaha pertambangan tidak dapat (2) Mining business activities may not be

dilaksanakan pada tempat yang dilarang performed on sites where mining business

untuk melakukan kegiatan usaha activities are banned under laws and

pertambangan sesuai dengan ketentuan regulations.

peraturan perundang-undangan.

(3) Kegiatan usaha pertambangan sebagaimana (2) Mining business activities as intended by

dimaksud pada ayat (2) dapat dilaksanakan section (2) may be performed upon obtaining

setelah mendapat izin dari instansi permits from the Government agencies under

Pemerintah sesuai dengan ketentuan laws and regulations.

peraturan perundang-undangan.

Penjelasan Pasal 134: Cukup jelas Elucidation of Article 134: Sufficiently clear





Pasal 135 Article 135

Pemegang IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi Exploration Mining Permit holders or Exploration

hanya dapat melaksanakan kegiatannya setelah special Mining Permit holders may perform their

mendapat persetujuan dari pemegang hak atas tanah. activities upon approval of land titleholders.

Penjelasan Pasal 135: Elucidation of Article 135:

Persetujuan dari pemegang hak atas tanah Approval of land titleholders is intended to settle

dimaksudkan untuk menyelesaikan lahan-lahan lands disrupted by exploration activities, such as

yang terganggu oleh kegiatan eksplorasi seperti drilling, trenches, and sampling.

pengeboran, parit uji, dan pengambilan contoh.





Pasal 136 Article 136

(1) Pemegang IUP atau IUPK sebelum (1) Mining Permit holders or Special Mining

melakukan kegiatan operasi produksi wajib Permit holders, prior to the performance of

menyelesaikan hak atas tanah dengan production operation activities, must settle

pemegang hak sesuai dengan ketentuan land titles with titleholders under laws and

peraturan perundang-undangan. regulations.

(2) Penyelesaian hak atas tanah sebagaimana (2) Settlement of land titles as intended by

dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan section (1) may be conducted in stages

secara bertahap sesuai dengan kebutuhan atas adjusted to Mining Permit holders’ or Special

tanah oleh pemegang IUP atau IUPK. Mining Permit holders’ needs for land.

Penjelasan Pasal 136: Cukup jelas Elucidation of Article 136: Sufficiently clear





Pasal 137 Article 137

Pemegang IUP atau IUPK sebagaimana dimaksud Mining Permit holders or Special Mining Permit

dalam Pasal 135 dan Pasal 136 yang telah holders as intended by Article 135 and Article 136

melaksanakan penyelesaian terhadap bidang-bidang that have settled parcels of land may be granted land

tanah dapat diberikan hak atas tanah sesuai dengan titles under laws and regulations.

ketentuan peraturan perundang-undangan.

Penjelasan Pasal 137: Cukup jelas Elucidation of Article 137: Sufficiently clear









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 71

Pasal 138 Article 138

Hak atas IUP, IPR, atau IUPK bukan merupakan Titles to Mining Permit, to Small-Scale Mining

pemilikan hak atas tanah. Permits, or to Special Mining Permits shall not

constitute ownership of land titles.

Penjelasan Pasal 138: Cukup jelas Elucidation of Article 138: Sufficiently clear





BAB XIX CHAPTER XIX

PEMBINAAN, PENGAWASAN, DAN DIRECTIONS, SUPERVISION, AND PUBLIC

PERLINDUNGAN MASYARAKAT PROTECTION

Bagian Kesatu Part One

Pembinaan dan Pengawasan Directions and Supervision

Pasal 139 Article 139

(1) Menteri melakukan pembinaan terhadap (1) The Minister shall set directions of

penyelenggaraan pengelolaan usaha management of mining business conducted

pertambangan yang dilaksanakan oleh by the competent provincial governments and

pemerintah provinsi dan pemerintah the district/city governments.

kabupaten/kota sesuai dengan

kewenangannya.

(2) Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) Directions as intended by section (1) shall

(1) meliputi: include:

a. pemberian pedoman dan standar a. providing guidelines and standards of

pelaksanaan pengelolaan usaha performing management of mining

pertambangan; business;

b. pemberian bimbingan, supervisi, dan b. providing directives, supervision, and

konsultasi; consultation;

c. pendidikan dan pelatihan; dan c. education and training; and

d. perencanaan, penelitian, d. planning, research, development,

pengembangan, pemantauan, dan monitoring, and evaluations of the

evaluasi pelaksanaan conduct of mining business in the

penyelenggaraan usaha pertambangan field of minerals and coal.

di bidang mineral dan batubara.

(3) Menteri dapat melimpahkan kepada gubernur (3) The Minister may assign the governors to set

untuk melakukan pembinaan terhadap directions of the authority of management in

penyelenggaraan kewenangan pengelolaan di the field of mining exercised by the

bidang usaha pertambangan sebagaimana district/city governments as intended by

dimaksud pada ayat (1) yang dilaksanakan section (1).

oleh pemerintah kabupaten/kota.

(4) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota (4) The competent Minister, the governors, or

sesuai dengan kewenangannya bertanggung the regents/mayors shall be responsible to set

jawab melakukan pembinaan atas directions of mining business activities

pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan performed by Mining Permit holders, Small-

yang dilakukan oleh pemegang IUP, IPR, Scale Mining Permit holders, or Special

atau IUPK. Mining Permit holders.



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 72

Penjelasan Pasal 139: Cukup jelas Elucidation of Article 139: Sufficiently clear





Pasal 140 Article 140

(1) Menteri melakukan pengawasan terhadap (1) The Minister shall exercise supervision for

penyelenggaraan pengelolaan usaha management of mining business conducted

pertambangan yang dilaksanakan oleh by the competent provincial governments and

pemerintah provinsi dan pemerintah the district/city governments.

kabupaten/kota sesuai dengan

kewenangannya.

(2) Menteri dapat melimpahkan kepada gubernur (2) The Minister may delegate the governors to

untuk melakukan pengawasan terhadap exercise supervision for the authority of

penyelenggaraan kewenangan pengelolaan di management in the field of mining exercised

bidang usaha pertambangan sebagaimana by the district/city governments as intended

dimaksud pada ayat (1) yang dilaksanakan by section (1).

oleh pemerintah kabupaten/kota.

(3) Menteri, gubernur, dan bupati/walikota (3) The competent Minister, the governors, or

sesuai dengan kewenangannya melakukan the regents/mayors shall exercise supervision

pengawasan atas pelaksanaan kegiatan usaha for mining business activities performed by

pertambangan yang dilakukan oleh Mining Permit holders, Small-Scale Mining

pemegang IUP, IPR, atau IUPK. Permit holders, or Special Mining Permit

holders.

Penjelasan Pasal 140: Cukup jelas Elucidation of Article 140: Sufficiently clear





Pasal 141 Article 141

(1) Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam (1) Supervision as intended by Article 140, shall

Pasal 140, antara lain, berupa: be in the form of, inter alia:

a. teknis pertambangan; a. mining techniques;

b. pemasaran; b. marketing;

c. keuangan; c. finance;

d. pengolahan data mineral dan d. processing of data on minerals and

batubara; coal;

e. konservasi sumber daya mineral dan e. conservation of mineral and coal

batubara; resources;

f. keselamatan dan kesehatan kerja f. mining occupational safety and

pertambangan; health;

g. keselamatan operasi pertambangan; g. mining operation safety;

h. pengelolaan lingkungan hidup, h. management of the environment,

reklamasi, dan pascatambang; reclamations, and postmining;

i. pemanfaatan barang, jasa, teknologi, i. utilization of goods, services,

dan kemampuan rekayasa dan technology, and capability of



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 73

rancang bangun dalam negeri; engineering and design and build;

j. pengembangan tenaga kerja teknis j. development of mining technical

pertambangan; workers;

k. pengembangan dan pemberdayaan k. development and empowerment of

masyarakat setempat; local community;

l. penguasaan, pengembangan, dan l. mastery, development, and

penerapan teknologi pertambangan; application of mineral technology;

m. kegiatan-kegiatan lain di bidang m. other activities in the field of mining

kegiatan usaha pertambangan yang business activities in which public

menyangkut kepentingan umum; interests are involved;

n. pengelolaan IUP atau IUPK; dan n. management of Mining Permits or

Special Mining Permits; and

o. jumlah, jenis, dan mutu hasil usaha o. quantity, types, and quality of mining

pertambangan. business products.

(2) Pengawasan sebagaimana dimaksud pada (2) Supervision as intended by section (1) point

ayat (1) huruf a, huruf e, huruf f, huruf g, (a), point (e), point (f), point (g), point (h),

huruf h, dan huruf l dilakukan oleh inspektur and point (l) shall be exercised by mine

tambang sesuai dengan ketentuan peraturan inspectors under laws and regulations.

perundang-undangan.

(3) Dalam hal pemerintah daerah provinsi atau (3) Where the provincial governments or the

pemerintah daerah kabupaten/kota belum district/city governments have not yet had

mempunyai inspektur tambang, Menteri mine inspectors, the Minister shall assign

menugaskan inspektur tambang yang sudah mine inspectors having been appointed to set

diangkat untuk melaksanaan pembinaan dan directions and exercise supervision as

pengawasan sebagaimana dimaksud pada intended by section (2).

ayat (2).

Penjelasan Pasal 141: Cukup jelas Elucidation of Article 141: Sufficiently clear





Pasal 142 Article 142

(1) Gubernur dan bupati/walikota wajib (1) The governors and the regents/mayors must

melaporkan pelaksanaan usaha pertambangan report to the Minister the conduct of mining

di wilayahnya masing-masing sekurang- business in their respective regions every 6

kurangnya sekali dalam 6 (enam) bulan (six) months as a minimum.

kepada Menteri.

(2) Pemerintah dapat memberi teguran kepada (2) The government may issue the regional

pemerintah daerah apabila dalam governments with a reprimand if their

pelaksanaan kewenangannya tidak sesuai exercise of authority is other than in

dengan ketentuan Undang-Undang ini dan accordance with this Law and other laws and

ketentuan peraturan perundang-undangan regulation.

lainnya.

Penjelasan Pasal 142: Cukup jelas Elucidation of Article 142: Sufficiently clear









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 74

Pasal 143 Article 143

(1) Bupati/walikota melakukan pembinaan dan (1) The regents/mayors shall set directions and

pengawasan terhadap usaha pertambangan exercise supervision for small-scale mining

rakyat. business.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai pembinaan (2) Ancillary provisions for the directions and

dan pengawasan pertambangan rakyat diatur supervision of small-scale mining shall be

dengan peraturan daerah kabupaten/kota. governed by regulation of the district/city.

Penjelasan Pasal 143: Cukup jelas Elucidation of Article 143: Sufficiently clear





Pasal 144 Article 144

Ketentuan lebih lanjut mengenai standar dan Ancillary provisions for the standards and

prosedur pembinaan serta pengawasan sebagaimana procedures for directions as well as supervision as

dimaksud dalam Pasal 139, Pasal 140, Pasal 141, intended by Article 139, Article 140, Article 141,

Pasal 142 dan Pasal 143 diatur dengan peraturan Article 142 and Article 143 shall be governed by

pemerintah. regulation of the government.

Penjelasan Pasal 144: Cukup jelas Elucidation of Article 144: Sufficiently clear





Bagian Kedua Part Two

Perlindungan Masyarakat Public Protection

Pasal 145 Article 145

(1) Masyarakat yang terkena dampak negatif (1) The public on which mining business

langsung dari kegiatan usaha pertambangan activities have negative impacts shall have

berhak: the right to:

a. memperoleh ganti rugi yang layak a. recover reasonable damages resulting

akibat kesalahan dalam pengusahaan from faults in the conduct of mining

kegiatan pertambangan sesuai dengan business activities under laws and

ketentuan peraturan perundang- regulations.

undangan.

b. mengajukan gugatan kepada b. file a claim with the court for damage

pengadilan terhadap kerugian akibat resulting from the conduct of mining

pengusahaan pertambangan yang business that is other than in

menyalahi ketentuan. accordance with the requirements.

Penjelasan Pasal 145 (1): Elucidation of Article 145 (1):

Yang dimaksud dengan masyarakat adalah “The public” means those that are directly

mereka yang terkena dampak negatif langsung affected by negative impacts of mining business

dari kegiatan usaha pertambangan. activities.



(2) Ketentuan mengenai perlindungan (2) Provisions for the public protection as

masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat intended by section (1) shall be made under

(1) ditetapkan berdasarkan ketentuan laws and regulations.

peraturan perundang-undangan.

Penjelasan Pasal 145 (2): Cukup jelas Elucidation of Article 145 (2): Sufficiently clear





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 75

BAB XX CHAPTER XX

PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SERTA RESEARCH AND DEVELOPMENT AS WELL

PENDIDIKAN DAN PELATIHAN AS EDUCATION AND TRAINING

Bagian Kesatu Part One

Penelitian dan Pengembangan Research and Development

Pasal 146 Article 146



Pemerintah dan pemerintah daerah wajib The government and regional governments must

mendorong, melaksanakan, dan/atau memfasilitasi encourage, perform, and/or facilitate the conduct of

pelaksanaan penelitian dan pengembangan mineral research and development of minerals and coal.

dan batubara.

Penjelasan Pasal 146: Cukup jelas Elucidation of Article 146: Sufficiently clear





Bagian Kedua Part Two

Pendidikan dan Pelatihan Education and Training

Pasal 147 Article 147

Pemerintah dan pemerintah daerah wajib The government and regional governments must

mendorong, melaksanakan, dan/atau memfasilitasi encourage, perform, and/or facilitate the conduct of

pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang education and training in the field of mineral and

pengusahaan mineral dan batubara. coal business.

Penjelasan Pasal 147: Cukup jelas Elucidation of Article 147: Sufficiently clear



Pasal 148 Article 148

Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dapat Education and training may be conducted by the

dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, Government, regional governments, private sector,

swasta, dan masyarakat. and the public.

Penjelasan Pasal 148: Cukup jelas Elucidation of Article 148: Sufficiently clear





BAB XXI CHAPTER XXI

PENYIDIKAN INVESTIGATIONS

Pasal 149 Article 149

(1) Selain penyidik pejabat polisi Negara (1) In addition to investigators of the State Police

Republik Indonesia, pejabat pegawai negeri of the Republic of Indonesia, civil service

sipil yang lingkup tugas dan tanggung officials with the scope of duties and

jawabnya di bidang pertambangan diberi responsibilities in the field of mining shall be

wewenang khusus sebagai penyidik sesuai granted special authority as investigators

dengan ketentuan peraturan perundang- under laws and regulations.

undangan.

(2) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana (2) Civil service investigators as intended by

dimaksud pada ayat (1) berwenang: section (1) shall be authorized to:

a. melakukan pemeriksaan atas a. make examinations of the truth of



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 76

kebenaran laporan atau keterangan reports or information about criminal

berkenaan dengan tindak pidana acts in mining business activities;

dalam kegiatan usaha pertambangan;

b. melakukan pemeriksaan terhadap b. make examinations of persons or

orang atau badan yang diduga entities that are suspected of

melakukan tindak pidana dalam perpetrating criminal acts in mining

kegiatan usaha pertambangan; business activities;

c. memanggil dan/atau mendatangkan c. forcibly call and/or procure persons to

secara paksa orang untuk didengar be heard and examined as witnesses

dan diperiksa sebagai saksi atau or suspects in criminal cases in

tersangka dalam perkara tindak mining business activities;

pidana kegiatan usaha pertambangan;

d. menggeledah tempat dan/atau sarana d. search places and/or facilities that are

yang diduga digunakan untuk suspected of being used to perpetrate

melakukan tindak pidana dalam criminal acts in mining business

kegiatan usaha pertambangan; activities;

e. melakukan pemeriksaan sarana dan e. make examinations of facilities and

prasarana kegiatan usaha infrastructure of mining business

pertambangan dan menghentikan activities and cease the use of

penggunaan peralatan yang diduga equipment that is suspected of being

digunakan untuk melakukan tindak used to perpetrate criminal acts;

pidana;

f. menyegel dan/atau menyita alat f. seal and/or seize mining business

kegiatan usaha pertambangan yang activity instruments that are used to

digunakan untuk melakukan tindak perpetrate criminal acts as means of

pidana sebagai alat bukti; proof;

g. mendatangkan dan/atau meminta g. procure and/or request experts’

bantuan tenaga ahli yang diperlukan assistance required in connection with

dalam hubungannya dengan examination of criminal cases in

pemeriksaan perkara tindak pidana mining business activities and/or

dalam kegiatan usaha pertambangan;

dan/atau

h. menghentikan penyidikan perkara h. cease investigations into criminal

tindak pidana dalam kegiatan usaha cases in mining business activities.

pertambangan.

Penjelasan Pasal 149: Cukup jelas Elucidation of Article 149: Sufficiently clear





Pasal 150 Article 150

(1) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana (1) Civil service investigators as intended by

dimaksud dalam Pasal 149 dapat menangkap Article 149 may arrest perpetrators of mining

pelaku tindak pidana dalam kegiatan usaha business activities.

pertambangan.

(2) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana (2) Civil service investigators as intended by

dimaksud pada ayat (1) memberitahukan section (1) shall inform of the initiation of



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 77

dimulai penyidikan dan menyerahkan hasil investigations and shall turn in the findings

penyidikannya kepada pejabat polisi negara of investigations to investigating officials of

Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan the State Police of the Republic of Indonesia

peraturan perundang-undangan. under laws and regulations.

(3) Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana (3) Civil service investigators as intended by

dimaksud pada ayat (1) wajib menghentikan section (1) must cease their investigations

penyidikannya dalam hal tidak terdapat where no sufficient evidence is found and/or

cukup bukti dan/atau peristiwanya bukan the occurrence of an event is not a criminal

merupakan tindak pidana. act.

(4) Pelaksanaan kewenangan sebagaimana (4) Authority as intended by section (2) and

dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) section (3) shall be exercised under laws and

dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan regulations.

perundang-undangan.

Penjelasan Pasal 150: Cukup jelas Elucidation of Article 150: Sufficiently clear





BAB XXII CHAPTER XXII

SANKSI ADMINISTRATIF ADMINISTRATIVE SANCTIONS

Pasal 151 Article 151

(1) Menteri, gubernur, atau bupati/walikota (1) The competent Minister, the governors, or

sesuai dengan kewenangannya berhak the regents/mayors shall have the authority to

memberikan sanksi administratif kepada impose administrative sanctions against

pemegang IUP, IPR atau IUPK atas Mining Permit holders, Small-Scale Mining

pelanggaran ketentuan sebagaimana Permit holders or Special Mining Permit

dimaksud dalam Pasal 40 ayat (3), Pasal 40 holders for violations of the provisions as

ayat (5), Pasal 41, Pasal 43, Pasal 70, Pasal intended by Article 40 section (3), Article 40

71 ayat (1), Pasal 74 ayat (4), Pasal 74 ayat section (5), Article 41, Article 43, Article 70,

(6), Pasal 81 ayat (1), Pasal 93 ayat (3), Pasal Article 71 section (1), Article 74 section (4),

95, Pasal 96, Pasal 97, Pasal 98, Pasal 99, Article 74 section (6), Article 81 section (1),

Pasal 100, Pasal 102, Pasal 103, Pasal 105 Article 93 section (3), Article 95, Article 96,

ayat (3), Pasal 105 ayat (4), Pasal 107, Pasal Article 97, Article 98, Article 99, Article

108 ayat (1), Pasal 110, Pasal 111 ayat (1), 100, Article 102, Article 103, Article 105

Pasal 112 ayat (1), Pasal 114 ayat (2), Pasal section (3), Article 105 section (4), Article

115 ayat (2), Pasal 125 ayat (3), Pasal 126 107, Article 108 section (1), Article 110,

ayat (1), Pasal 128 ayat (1), Pasal 129 ayat Article 111 section (1), Article 112 section

(1), atau Pasal 130 ayat (2). (1), Article 114 section (2), Article 115

section (2), Article 125 section (3), Article

126 section (1), Article 128 section (1),

Article 129 section (1), or Article 130 section

(2).

(2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud (2) Administrative sanctions as intended by

pada ayat (1) berupa: section (1) shall be in the form of:

a. peringatan tertulis; a. written warnings;

b. penghentian sementara sebagian atau b. suspension of part or all of the

seluruh kegiatan eksplorasi atau exploration or production operation

operasi produksi; dan/atau activities; and/or





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 78

c. pencabutan IUP, IPR, atau IUPK. c. revocation of Mining Permits, Small-

Scale Mining Permits, or Special

Mining Permits.

Penjelasan Pasal 151: Cukup jelas Elucidation of Article 151: Sufficiently clear





Pasal 152 Article 152

Dalam hal pemerintah daerah tidak melaksanakan Where the regional governments do not implement

ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151 the provisions as intended by Article 151 and the

dan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Menteri results of evaluation made by the Minister as

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf intended by Article 6 section (1) point (j), the

j, Menteri dapat menghentikan sementara dan/atau Minister may suspend and/or revoke Mining Permits

mencabut IUP atau IPR sesuai dengan ketentuan or Small-Scale Mining Permits under laws and

peraturan perundang-undangan. regulations.

Penjelasan Pasal 152: Cukup jelas Elucidation of Article 152: Sufficiently clear





Pasal 153 Article 153

Dalam hal pemerintah daerah berkeberatan terhadap Where the regional governments object to

penghentian sementara dan/atau pencabutan IUP dan suspension and/or revocation of Mining Permits or

IPR oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam Small-Scale Mining Permits by the Minister as

Pasal 152, pemerintah daerah dapat mengajukan intended by Article 152, the regional governments

keberatan sesuai dengan ketentuan peraturan may file an objection under laws and regulations.

perundang-undangan.

Penjelasan Pasal 153: Cukup jelas Elucidation of Article 153: Sufficiently clear





Pasal 154 Article 154

Setiap sengketa yang muncul dalam pelaksanaan Any dispute arising in the implementation of Mining

IUP, IPR, atau IUPK diselesaikan melalui Permits, Small-Scale Mining Permits, or Special

pengadilan dan arbitrase dalam negeri sesuai dengan Mining Permits shall be settled through the court and

ketentuan peraturan perundang-undangan. domestic arbitration under laws and regulations.

Penjelasan Pasal 154: Cukup jelas Elucidation of Article 154: Sufficiently clear





Pasal 155 Article 155

Segala akibat hukum yang timbul karena Any legal consequence arising from suspension

penghentian sementara dan/atau pencabutan IUP, and/or revocation of Mining Permits, Small-Scale

IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal Mining Permits, or Special Mining Permits as

151 ayat (2) huruf b dan huruf c diselesaikan sesuai intended by Article 151 section (2) point (b) and

dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. point (c) shall be dealt with under laws and

regulations.

Penjelasan Pasal 155: Cukup jelas Elucidation of Article 155: Sufficiently clear









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 79

Pasal 156 Article 156

Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for

pelaksanaan sanksi administratif sebagaimana administrative sanctions as intended by Article 151

dimaksud dalam Pasal 151 dan Pasal 152 diatur and Article 152 shall be governed by regulation of

dengan peraturan pemerintah. the government.

Penjelasan Pasal 156: Cukup jelas Elucidation of Article 156: Sufficiently clear





Pasal 157 Article 157

Pemerintah daerah yang tidak memenuhi ketentuan The regional governments that fail to meet the

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4) provisions as intended by Article 5 section (4) shall

dikenai sanksi administratif berupa penarikan be subject to administrative sanctions by suspension

sementara kewenangan atas hak pengelolaan usaha of their authority over mineral and coal mining

pertambangan mineral dan batubara. business concessions.

Penjelasan Pasal 157: Cukup jelas Elucidation of Article 157: Sufficiently clear





BAB XXIII CHAPTER XXIII

KETENTUAN PIDANA PENAL PROVISIONS

Pasal 158 Article 158

Setiap orang yang melakukan usaha penambangan Any person who conducts any mine business without

tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud Mining Permits, Small-Scale Mining Permits or

dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 Special Mining Permits as intended by Article 37,

ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana Article 40 section (3), Article 48, Article 67 section

dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) (1), Article 74 section (1) or section (5) shall be

tahun dan denda paling banyak sentenced to imprisonment of at most 10 (ten) years

Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). and a fine of at most Rp10,000,000,000.00 (ten

billion rupiah).

Penjelasan Pasal 158: Cukup jelas Elucidation of Article 158: Sufficiently clear





Pasal 159 Article 159

Pemegang IUP, IPR atau IUPK yang dengan sengaja Mining Permit holders, Small-Scale Mining Permit

menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud holders or Special Mining Permit holders that

dalam Pasal 43 ayat (1), Pasal 70 huruf e, Pasal 81 knowingly submit untrue reports as intended by

ayat (1), Pasal 105 ayat (4), Pasal 110, atau Pasal Article 43 section (1), Article 70 point (e), Article 81

111 ayat (1) dengan tidak benar atau menyampaikan section (1), Article 105 section (4), Article 110, or

keterangan palsu dipidana dengan pidana penjara Article 111 section (1), or to make false

paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling representations shall be sentenced to imprisonment

banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar of at most 10 (ten) years and a fine of at most

rupiah). Rp10,000,000,000.00 (ten billion rupiah).

Penjelasan Pasal 159: Cukup jelas Elucidation of Article 159: Sufficiently clear









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 80

Pasal 160 Article 160

(1) Setiap orang yang melakukan eksplorasi (1) Any person who conducts exploration

tanpa memiliki IUP atau IUPK sebagaimana without Mining Permits or Special Mining

dimaksud dalam Pasal 37 atau Pasal 74 ayat Permit as intended by Article 37 or Article 74

(1) dipidana dengan pidana kurungan paling section (1) shall be sentenced to

lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak imprisonment of at most 1 (one) year or a

Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). fine of at most Rp200,000,000.00 (two

hundred million rupiah).

(2) Setiap orang yang mempunyai IUP (2) Any person who holds Exploration Mining

Eksplorasi tetapi melakukan kegiatan operasi Permits while performing production

produksi dipidana dengan pidana penjara operation activities shall be sentenced to

paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling imprisonment of at most 5 (five) years and a

banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar fine of at most Rp10.000.000.000,00 (ten

rupiah). billion rupiah).

Penjelasan Pasal 160: Cukup jelas Elucidation of Article 160: Sufficiently clear





Pasal 161 Article 161

Setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produksi Any person or Production Operation Mining Permit

atau IUPK Operasi Produksi yang menampung, holder or Production Operation Special Mining

memanfaatkan, melakukan pengolahan dan Permit holder that collects, utilizes, processes and

pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan refines/smelts, hauls, sells minerals and coal that are

batubara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK, not from Mining Permit holders, Special Mining

atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Permit holders, or permits as intended by Article 37,

Pasal 40 ayat (3), Pasal 43 ayat (2), Pasal 48, Pasal Article 40 section (3), Article 43 section (2), Article

67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1), Pasal 81 ayat (2), Pasal 48, Article 67 section (1), Article 74 section (1),

103 ayat (2), Pasal 104 ayat (3), atau Pasal 105 ayat Article 81 section (2), Article 103 section (2), Article

(1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 104 section (3), or Article 105 section (1) shall be

(sepuluh) tahun dan denda paling banyak sentenced to imprisonment of at most 10 (ten) years

Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah). and a fine of at most Rp10,000,000,000.00 (ten

billion rupiah).

Penjelasan Pasal 161: Cukup jelas Elucidation of Article 161: Sufficiently clear





Pasal 162 Article 162

Setiap orang yang merintangi atau mengganggu Any person who prevents or disrupts any mining

kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP business activities of the eligible Mining Permit

atau IUPK yang telah memenuhi syarat-syarat holders or Special Mining Permit holders as intended

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 ayat (2) by Article 136 section (2) shall be sentenced to

dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 imprisonment of at most 1 (one) year or a fine of at

(satu) tahun atau denda paling banyak most Rp100.000.000,00 (one hundred million

Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah). rupiah).

Penjelasan Pasal 162: Cukup jelas Elucidation of Article 162: Sufficiently clear









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 81

Pasal 163 Article 163

(1) Dalam hal tindak pidana sebagaimana (1) Where criminal acts as intended by this

dimaksud dalam bab ini dilakukan oleh suatu chapter are perpetrated by a legal entity, in

badan hukum, selain pidana penjara dan addition to imprisonment and fine for its

denda terhadap pengurusnya, pidana yang management, a sentence that may be inflicted

dapat dijatuhkan terhadap badan hukum on such a legal entity shall be in the form of a

tersebut berupa pidana denda dengan fine with an increase in the sentence by 1/3

pemberatan ditambah 1/3 (satu per tiga) kali (one third) of the maximum fine inflicted.

dari ketentuan maksimum pidana denda yang

dijatuhkan.

(2) Selain pidana denda sebagaimana dimaksud (2) In addition to sentence to a fine as intended

pada ayat (1), badan hukum dapat dijatuhi by section (1), a legal entity may be subject

pidana tambahan berupa: to an additional sentence in the form of:

a. pencabutan izin usaha; dan/atau a. revocation of business permits;

and/or

b. pencabutan status badan hukum. b. revocation of the status of legal

entity.

Penjelasan Pasal 163: Cukup jelas Elucidation of Article 163: Sufficiently clear





Pasal 164 Article 164

Selain ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal In addition to the provisions as intended by Article

158, Pasal 159, Pasal 160, Pasal 161, dan Pasal 162 158, Article 159, Article 160, Article 161, and

kepada pelaku tindak pidana dapat dikenai pidana Article 162, perpetrators may be subject to an

tambahan berupa: additional sentence in the form of:

a. perampasan barang yang digunakan dalam a. seizure of goods that are used in the

melakukan tindak pidana; perpetration of criminal acts;

b. perampasan keuntungan yang diperoleh dari b. seizure of proceeds that are reaped from

tindak pidana; dan/ atau criminal acts; and/or

c. kewajiban membayar biaya yang timbul c. obligations to pay costs incurred resulting

akibat tindak pidana. from criminal acts.

Penjelasan Pasal 164: Cukup jelas Elucidation of Article 164: Sufficiently clear





Pasal 165 Article 165

Setiap orang yang mengeluarkan IUP, IPR atau Any person who issues Mining Permits, Small-Scale

IUPK yang bertentangan dengan Undang-Undang ini Mining Permits or Special Mining Permits against

dan menyalahgunakan kewenangannya diberi sanksi this Law, and abuses his/her authority shall be

pidana paling lama 2 (dua) tahun penjara dan denda subject to criminal sanctions involving imprisonment

paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta of at most 2 (two) years and a fine of at most

rupiah). Rp200.000.000,00 (two hundred million rupiah).

Penjelasan Pasal 165: Elucidation of Article 165:

Yang dimaksud dengan setiap orang adalah “Any person” means any official by whom

Mining Permits, Small-Scale Mining Permits, or



Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 82

pejabat yang menerbitkan IUP, IPR, atau IUPK. Special Mining Permits are issued.





BAB XXIV CHAPTER XXIV

KETENTUAN LAIN-LAIN MISCELLANEOUS PROVISIONS

Pasal 166 Article 166

Setiap masalah yang timbul terhadap pelaksanaan Any problem arising in the implementation of

IUP, IPR, atau IUPK yang berkaitan dengan dampak Mining Permits, Small-Scale Mining Permits, or

lingkungan diselesaikan sesuai dengan ketentuan Special Mining Permits in connection with

peraturan perundang-undangan. environmental impacts shall be settled under laws

and regulations.

Penjelasan Pasal 166: Cukup jelas Elucidation of Article 166: Sufficiently clear





Pasal 167 Article 167

WP dikelola oleh Menteri dalam suatu sistem Mining Zones shall be managed by the Minister

informasi WP yang terintegrasi secara nasional within a nationally-integrated Mining Zone

untuk melakukan penyeragaman mengenai sistem information system in order to maintain uniformity

koordinat dan peta dasar dalam penerbitan WUP, of the coordinate and base map system in issuing

WIUP, WPR, WPN, WUPK, dan WIUPK. Mining Areas, Mining Permit Areas, Small-Scale

Mining Areas, State Reserve Areas, Special Mining

Areas, and Special Mining Permit Areas in Special

Mining Areas.

Penjelasan Pasal 167: Cukup jelas Elucidation of Article 167: Sufficiently clear





Pasal 168 Article 168

Untuk meningkatkan investasi di bidang To increase investments in the field of mines, the

pertambangan, Pemerintah dapat memberikan Government may grant tax relief and facilities under

keringanan dan fasilitas perpajakan sesuai dengan laws and regulations unless provided otherwise by

ketentuan peraturan perundang-undangan kecuali Mining Permits or Special Mining Permits.

ditentukan lain dalam IUP atau IUPK.

Penjelasan Pasal 168: Cukup jelas Elucidation of Article 168: Sufficiently clear





BAB XXV CHAPTER XXV

KETENTUAN PERALIHAN TRANSITIONAL PROVISIONS

Pasal 169 Article 169

Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku: Upon this Law coming into effect:

a. Kontrak karya dan perjanjian karya a. Contracts of works and coal contracts of

pengusahaan pertambangan batubara yang works having been in existence prior to this

telah ada sebelum berlakunya Undang- Law coming into effect shall remain valid

Undang ini tetap diberlakukan sampai jangka until the contracts/agreements expire.

waktu berakhirnya kontrak/perjanjian.

Penjelasan Pasal 169 (a): Cukup jelas Elucidation of Article 169 (a): Sufficiently clear





Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 83

b. Ketentuan yang tercantum dalam pasal b. The terms that are stated by articles of

kontrak karya dan perjanjian karya Contracts of works and coal contracts of

pengusahaan pertambangan batubara works as intended by point (a) shall be

sebagaimana dimaksud pada huruf a adjusted at the latest 1 (one) year of the

disesuaikan selambat-lambatnya 1 (satu) promulgation of this Law, with the exception

tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan of state revenues.

kecuali mengenai penerimaan negara.

Penjelasan Pasal 169 (b): Elucidation of Article 169 (b):

Semua pasal yang terkandung dalam kontrak All of the articles that are contained in contracts

karya dan perjanjian karya pengusahaan of works and coal contracts of works are subject

pertambangan batubara harus disesuaikan to adjustment to the Law.

dengan Undang-Undang.



c. Pengecualian terhadap penerimaan negara c. Exception of state revenues as intended by

sebagaimana dimaksud pada huruf b adalah point (b) shall be an effort to increase state

upaya peningkatan penerimaan negara. revenues.

Penjelasan Pasal 169 (c): Cukup jelas Elucidation of Article 169 (c): Sufficiently clear





Pasal 170 Article 170

Pemegang kontrak karya sebagaimana dimaksud Holders of contracts of works as intended by Article

dalam Pasal 169 yang sudah berproduksi wajib 169 that have been in production must conduct

melakukan pemurnian sebagaimana dimaksud dalam refining/smelting as intended by Article 103 section

Pasal 103 ayat (1) selambat-lambatnya 5 (lima) (1) at the latest 5 (five) years of the promulgation of

tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan. this Law.

Penjelasan Pasal 170: Cukup jelas Elucidation of Article 170: Sufficiently clear





Pasal 171 Article 171

(1) Pemegang kontrak karya dan perjanjian (1) Holders of contracts of works and coal

karya pengusahaan pertambangan batubara contracts of works as intended by Article 169

sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 yang that have undertaken explorations, feasibility

telah melakukan tahapan kegiatan eksplorasi, studies, construction, or production

studi kelayakan, konstruksi, atau operasi operations at the latest 1 (one) year of this

produksi paling lambat 1 (satu) tahun sejak Law coming into effect must submit activity

berlakunya Undang-Undang ini harus plans of all contract/agreement areas until the

menyampaikan rencana kegiatan pada expiration of the contracts/agreements for

seluruh wilayah kontrak/perjanjian sampai government approval.

dengan jangka waktu berakhirnya

kontrak/perjanjian untuk mendapatkan

persetujuan pemerintah.

(2) Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud (2) Where the provisions as intended by section

pada ayat (1) tidak terpenuhi, luas wilayah (1) are not met, the size of mining areas

pertambangan yang telah diberikan kepada having been authorized to the holders of

pemegang kontrak karya dan perjanjian karya contracts of works and coal contracts of

pengusahaan pertambangan batubara works shall be adjusted to this Law.

disesuaikan dengan Undang-Undang ini.







Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 84

Penjelasan Pasal 171: Cukup jelas Elucidation of Article 171: Sufficiently clear





Pasal 172 Article 172

Permohonan kontrak karya dan perjanjian karya Applications for contracts of works and coal

pengusahaan pertambangan batubara yang telah contracts of works that have been filed with the

diajukan kepada Menteri paling lambat 1 (satu) Minister within at most 1 (one) year prior to this

tahun sebelum berlakunya Undang-Undang ini dan Law coming into effect and have obtained principle

sudah mendapatkan surat persetujuan prinsip atau approvals or preliminary survey permits shall remain

surat izin penyelidikan pendahuluan tetap dihormati upheld, and their permits therefor may be processed

dan dapat diproses perizinannya tanpa melalui lelang without bids under this Law.

berdasarkan Undang-Undang ini.

Penjelasan Pasal 172: Cukup jelas Elucidation of Article 172: Sufficiently clear





BAB XXVI CHAPTER XXVI

KETENTUAN PENUTUP CONCLUDING PROVISIONS

Pasal 173 Article 173

(1) Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, (1) Upon this Law coming into effect, Law

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 Number 11 of 1967 concerning Basic

tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Provisions of Mining (State Gazette of the

Pertambangan (Lembaran Negara Republik Republic of Indonesia Number 22 of 1967,

Indonesia Tahun 1967 Nomor 22, Tambahan Supplement to State Gazette of the Republic

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor of Indonesia Number 2831) shall be revoked

2831) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku. and declared to no longer be in effect.

(2) Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, (2) Upon this Law coming into effect, all laws

semua Peraturan Perundang-undangan yang and regulations that are ancillary to Law

merupakan peraturan pelaksanaan dari Number 11 of 1967 concerning Basic

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967 Provisions of Mining (State Gazette of the

tentang Ketentuan-Ketentuan Pokok Republic of Indonesia Number 22 of 1967,

Pertambangan (Lembaran Negara Republik Supplement to State Gazette of the Republic

Indonesia Tahun 1967 Nomor 22, Tambahan of Indonesia Number 2831) shall be declared

Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor to remain valid to the extent not against this

2831) dinyatakan masih tetap berlaku Law.

sepanjang tidak bertentangan dengan

ketentuan dalam Undang-Undang ini.

Penjelasan Pasal 173: Cukup jelas Elucidation of Article 173: Sufficiently clear





Pasal 174 Article 174

Peraturan pelaksanaan Undang-Undang ini harus Regulations that are ancillary to this Law must have

telah ditetapkan dalam waktu 1 (satu) tahun sejak been issued within 1 (one) year of the promulgation

Undang-Undang ini diundangkan. of this Law.

Penjelasan Pasal 174: Cukup jelas Elucidation of Article 174: Sufficiently clear









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 85

Pasal 175 Article 175

Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal This Law shall take effect from the date of its

diundangkan. promulgation.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan In order that every person may know of it, the

pengundangan Undang-Undang ini dengan promulgation of this Law is ordered by placement in

penempatannya dalam Lembaran Negara Republik the State Gazette of the Republic of Indonesia.

Indonesia.

Penjelasan Pasal 175: Cukup jelas Elucidation of Article 175: Sufficiently clear







Disahkan di Jakarta Ratified in Jakarta

pada tanggal 12 Januari 2009 on January 12, 2009

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA,

Ttd. Sgd.

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO





Diundangkan di Jakarta Promulgated in Jakarta

pada tanggal 12 Januari 2009 on January 12, 2009

MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA MINISTER OF LAW AND HUMAN RIGHTS OF

REPUBLIK INDONESIA, THE REPUBLIC OF INDONESIA,

Ttd. Sgd.

ANDI MATTALATTA ANDI MATTALATTA







LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA STATE GAZETTE OF THE REPUBLIC OF

TAHUN 2009 NOMOR 4 INDONESIA NUMBER 4 OF 2009



TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK SUPPLEMENT TO STATE GAZETTE OF THE

INDONESIA NOMOR 4959 REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER 4959







Translated by: Wishnu Basuki

wbasuki@abnrlaw.com









Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro 86


Share This Document


Related docs
Other docs by Ekuasita Widya
Kasus Korupsi - KPK 2008, tahap banding
Views: 857  |  Downloads: 37
Kasus Korupsi - KPK 2008, telah diputus tingkat 1
Views: 953  |  Downloads: 64
Kasus Korupsi - KPK 2008, Penuntutan
Views: 653  |  Downloads: 34
RUU Tipiti Naskah Akademik
Views: 1334  |  Downloads: 84
Kontribusi Hukum Progresif bagi Pekerja Hukum
Views: 1649  |  Downloads: 142
Menelusuri & Memaknai Hukum Progresif
Views: 5001  |  Downloads: 291
Kontributor Panggung Festival Malioboro 2009
Views: 216  |  Downloads: 3
Draft RUU Tipiti
Views: 1866  |  Downloads: 151
Form Permohonan Kunjungan ke Istana
Views: 1345  |  Downloads: 50
by registering with docstoc.com you agree to our
privacy policy

You are almost ready to download!

You are almost ready to download!