UU 4 Th 2009 Tentang Minerba versi Dwibahasa (id/en)

Document Sample
UU 4 Th 2009 Tentang Minerba versi Dwibahasa (id/en) Powered By Docstoc
					                                                                                                 Translation Revision Control:
                                                                                                 - February 2010




 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA                                LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
        NOMOR 4 TAHUN 2009                                               NUMBER 4 OF 2009
            TENTANG                                                        CONCERNING
PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA                                   MINERAL AND COAL MINING



                                                   Table of Contents

                                                     Pasal / Article
BAB I KETENTUAN UMUM                                       1       CH. I     GENERAL PROVISIONS

BAB II ASAS DAN TUJUAN                                    2–3      CH. II    PRINCIPLES AND OBJECTIVES

BAB III PENGUASAAN MINERAL DAN BATUBARA                   4–5      CH. III CONTROL OF MINERALS AND COAL

BAB IV KEWENANGAN PENGELOLAAN
                                                                   CH. IV AUTHORITY IN THE MANAGEMENT OF
       PERTAMBANGAN MINERAL DAN                           6–8
                                                                          MINERALS AND COAL
       BATUBARA

BAB V WILAYAH PERTAMBANGAN                                         CH. V MINING ZONES

      Bagian Kesatu: Umum                                 9–13               Part One: General

      Bagian Kedua: Wilayah Usaha Pertambangan           14–19               Part Two: Mining Areas

      Bagian Ketiga: Wilayah Pertambangan Rakyat         20–26               Part Three: Small-Scale Mining Areas

      Bagian Keempat: Wilayah Pencadangan Negara         27–33               Part Four: State Reserve Areas

BAB VI USAHA PERTAMBANGAN                                34–35     CH. VI MINING BUSINESS

BAB VII IZIN USAHA PERTAMBANGAN                                    CH. VII MINING PERMITS

      Bagian Kesatu:   Umum                              36–41               Part One:        General

      Bagian Kedua:    IUP Eksplorasi                    42–45               Par Two:         Exploration Mining Permits

                                                                             Part Three:      Production Operation
      Bagian Ketiga:   IUP Operasi Produksi              46–49
                                                                                              Mining Permits

      Bagian Keempat: Pertambangan Mineral                                   Part Four:       Mineral Mining

              Paragraf 1:      Pertambangan Mineral                                   Paragraph 1:      Radioactive
                                                           50
                               Radioaktif                                                               Mineral Mining

              Paragraf 2:      Pertambangan Mineral                                   Paragraph 2:      Metal Mineral
                                                         51–53
                               Logam                                                                    Mining

              Paragraf 3:      Pertambangan Mineral                                   Paragraph 3:      Nonmetal Mineral
                                                         54–56
                               Bukan Logam                                                              Mining

              Paragraf 4:      Pertambangan Batuan       57–59                        Paragraph 4:      Rock Mining

      Bagian Kelima: Pertambangan Batubara               60–63               Part Five:       Coal Mining


                                              Translated by: Wishnu Basuki
                                                 wbasuki@abnrlaw.com
BAB VIII PERSYARATAN PERIZINAN USAHA
                                                            64–65         CH. VIII REQUIREMENTS FOR MINING PERMITS
       PERTAMBANGAN

BAB IX IZIN PERTAMBANGAN RAKYAT                             66–73         CH. IX SMALL-SCALE MINING PERMITS

BAB X IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS                        74–84         CH. X SPECIAL MINING PERMITS

BAB XI PERSYARATAN PERIZINAN USAHA                                        CH. X REQUIREMENTS FOR SPECIAL MINING
                                                            85–86
       PERTAMBANGAN KHUSUS                                                      PERMITS

BAB XII DATA PERTAMBANGAN                                   87–89         CH. XII DATA ON MINING

BAB XIII HAK DAN KEWAJIBAN                                                CH. XIII RIGHTS AND OBLIGATIONS

      Bagian Kesatu: Hak                                    90–94                     Part One: Rights

      Bagian Kedua: Kewajiban                               95–112                    Part Two: Obligations

BAB XIV PENGHENTIAN SEMENTARA KEGIATAN                                    CH. XIV SUSPENSION OF MINING PERMIT
      IZIN USAHA PERTAMBANGAN DAN IZIN                     113–116               ACTIVITIES AND SPECIAL MINING
      USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS                                                  PERMIT ACTIVITIES

BAB XV BERAKHIRNYA IZIN USAHA
                                                                          BAB XV TERMINATION OF MINING PERMITS
      PERTAMBANGAN DAN IZIN USAHA                          117–123
                                                                                AND SPECIAL MINING PERMITS
      PERTAMBANGAN KHUSUS

BAB XVI USAHA JASA PERTAMBANGAN                            124–127        CH. XVI MINING SERVICES BUSINESS

BAB XVII PENDAPATAN NEGARA DAN DAERAH                      128–133        CH. XVII STATE AND REGIONAL INCOME

BAB XVIII PENGGUNAAN TANAH UNTUK                                          CH. XVIII USE OF LAND FOR MINING BUSINESS
                                                           134–138
      KEGIATAN USAHA PERTAMBANGAN                                                ACTIVITIES

BAB XIX PEMBINAAN, PENGAWASAN, DAN                                        CH. XIX DIRECTIONS, SUPERVISION, AND
      PERLINDUNGAN MASYARAKAT                                                    PUBLIC PROTECTION

      Bagian Kesatu: Pembinaan dan Pengawasan              139–144                    Part One: Directions and Supervision

      Bagian Kedua: Perlindungan Masyarakat                   145                     Part Two: Public Protection

BAB XX PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN                                        CH. XX RESEARCH AND DEVELOPMENT AS
      SERTA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN                                             WELL AS EDUCATION AND TRAINING

      Bagian Kesatu: Penelitian dan Pengembangan              146                     Part One: Research and Development

      Bagian Kedua: Pendidikan dan Pelatihan               147–148                    Part Two: Education and Training

BAB XXI PENYIDIKAN                                         149–150        CH. XXI INVESTIGATIONS

BAB XXII SANKSI ADMINISTRATIF                              151–157        CH. XXII ADMINISTRATIVE SANCTIONS

BAB XXIII KETENTUAN PIDANA                                 158–165        CH. XXIII PENAL PROVISIONS

BAB XXIV KETENTUAN LAIN-LAIN                               166–168        CH. XXIV MISCELLANEOUS PROVISIONS

BAB XXV KETENTUAN PERALIHAN                                169–172        CH. XXV TRANSITIONAL PROVISIONS

BAB XXVI KETENTUAN PENUTUP                                 173–175        CH. XXVI CONCLUDING PROVISIONS




                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                          2
 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA                           LAW OF THE REPUBLIC OF INDONESIA
        NOMOR 4 TAHUN 2009                                          NUMBER 4 OF 2009
            TENTANG                                                   CONCERNING
PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA                              MINERAL AND COAL MINING

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA                         WITH THE BLESSING OF GOD ALMIGHTY

     PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,                            THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF
                                                                        INDONESIA,

Menimbang:                                            Considering:
a.   bahwa mineral dan batubara yang terkandung a.               that minerals and coal contained within
     dalam wilayah hukum pertambangan                            mining jurisdiction of Indonesia are
     Indonesia merupakan kekayaan alam tak                       nonrenewable natural riches God Almighty
     terbarukan sebagai karunia Tuhan Yang                       blesses us with, and have important roles in
     Maha Esa yang mempunyai peranan penting                     meeting the life of many people; therefore,
     dalam memenuhi hajat hidup orang banyak,                    the management thereof must be under the
     karena itu pengelolaannya harus dikuasai                    State’s control to bring real added value to
     oleh Negara untuk memberi nilai tambah                      the national economy in efforts to arrive at
     secara nyata bagi perekonomian nasional                     public welfare and prosperity in a just
     dalam usaha mencapai kemakmuran dan                         manner;
     kesejahteraan rakyat secara berkeadilan;
b.   bahwa kegiatan usaha pertambangan mineral b.                that mineral and coal mining business
     dan batubara yang merupakan kegiatan usaha                  activities, in which case mining business
     pertambangan di luar panas bumi, minyak                     activities other than geothermal, petroleum
     dan gas bumi serta air tanah mempunyai                      and natural gas, and ground water, have
     peranan penting dalam memberikan nilai                      important roles in bringing continuously real
     tambah secara nyata kepada pertumbuhan                      added value to the national economic growth
     ekonomi nasional dan pembangunan daerah                     and development in regions;
     secara berkelanjutan;
c.   bahwa       dengan      mempertimbangkan c.                 that in consideration of national and
     perkembangan        nasional       maupun                   international developments, Law Number 11
     internasional, Undang-Undang Nomor 11                       of 1967 concerning Basic Provisions of
     Tahun 1967 tentang Ketentuan-Ketentuan                      Mining is no longer current so that revision
     Pokok Pertambangan sudah tidak sesuai lagi                  of laws and regulations in the field of mineral
     sehingga dibutuhkan perubahan peraturan                     and coal mining is required in order to
     perundang-undangan         di       bidang                  manage and seek potential minerals and coal
     pertambangan mineral dan batubara yang                      in independent, reliable, transparent,
     dapat mengelola dan mengusahakan potensi                    competitive, efficient and environmentally-
     mineral dan batubara secara mandiri, andal,                 sound manners to sustainably assure national
     transparan, berdaya saing, efisien, dan                     development;
     berwawasan lingkungan, guna menjamin
     pembangunan nasional secara berkelanjutan;


                                     Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                     3
d.     bahwa       berdasarkan     pertimbangan d.                       that on the grounds as intended by point (a),
       sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf                         point (b), and point (c), it is necessary to
       b, dan huruf c, perlu membentuk Undang-                           make a Law concerning Mineral and Coal
       Undang tentang Pertambangan Mineral dan                           Mining;
       Batubara;


                PENJELASAN UMUM                                                     GENERAL ELUCIDATION

Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat (3)                    Article 33 section (3) of the 1945 Constitution asserts that
menegaskan bahwa bumi, air, dan kekayaan alam yang            the land, the waters, and the natural riches contained
terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan               therein shall be controlled by the state and exploited in
dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.           the greatest prosperity of the people. Given minerals and
Mengingat mineral dan batubara sebagai kekayaan alam          coal as natural riches contained in the land are
yang terkandung di dalam bumi merupakan sumber daya           nonrenewable natural resources, the management thereof
alam yang tak terbarukan, pengelolaannya perlu                needs to be optimally conducted in efficient, transparent,
dilakukan seoptimal mungkin, efisien, transparan,             sustainable, environmentally-sound, and just manners in
berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, serta                order to reap the continuous benefits in the greatest
berkeadilan agar memperoleh manfaat sebesar-besar             prosperity of the people.
bagi kemakmuran rakyat secara berkelanjutan.

Guna memenuhi ketentuan Pasal 33 ayat (3) Undang-             To implement the provisions of Article 33 section (3) of
Undang Dasar 1945 tersebut, telah diterbitkan Undang-         the 1945 Constitution, Law Number 11 of 1967
Undang Nomor 11 Tahun 1967 tentang Ketentuan-                 concerning Basic Provisions for Mining is thus enacted.
ketentuan Pokok Pertambangan. Undang-Undang                   The Law has about four decades since its enactment
tersebut selama lebih kurang empat dasawarsa sejak            given important contributions to national development.
diberlakukannya telah dapat memberikan sumbangan
yang penting bagi pembangunan nasional.

Dalam perkembangan lebih lanjut, undang-undang                As time passes, the law with centralized contents no
tersebut yang materi muatannya bersifat sentralistik          longer keeps pace with the current situations and future
sudah tidak sesuai dengan perkembangan situasi                challenges. In addition, mines development must adjust
sekarang dan tantangan di masa depan. Di samping itu,         itself to both national and international strategic
pembangunan pertambangan harus menyesuaikan diri              environmental changes. The primary challenge faced by
dengan perubahan lingkungan strategis, baik bersifat          mineral and coal mining is the globalization effects that
nasional maupun internasional. Tantangan utama yang           push democratization, regional autonomy, human rights,
dihadapi oleh pertambangan mineral dan batubara               the    environment,    technology     and      information
adalah pengaruh globalisasi yang mendorong                    developments, intellectual property rights and demands
demokratisasi, otonomi daerah, hak asasi manusia,             for improved private and public participation.
lingkungan hidup, perkembangan teknologi dan
informasi, hak atas kekayaan intelektual serta tuntutan
peningkatan peran swasta dan masyarakat.

Untuk menghadapi tantangan lingkungan strategis dan           To face the strategic environmental challenges and in
menjawab sejumlah permasalahan tersebut, perlu                response to the number of issues, it is necessary to
disusun peraturan perundang-undangan baru di bidang           prepare new laws and regulations in the field of mineral
pertambangan mineral dan batubara yang dapat                  and coal mining to legally base a reform move and
memberikan landasan hukum bagi langkah-langkah                reorganization of management and business of mineral
pembaruan dan penataan kembali kegiatan pengelolaan           and coal mining.
dan pengusahaan pertambangan mineral dan batubara.

Undang-Undang ini mengandung pokok-pokok pikiran              This Law has the following rationale:
sebagai berikut:

1.     Mineral dan batubara sebagai sumber daya yang          1.         Minerals and coal as nonrenewable resources
       tak terbarukan dikuasai oleh negara dan                           shall be controlled by the State, and their
       pengembangan      serta    pendayagunaannya                       development and efficiency shall be performed by


                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                       4
       dilaksanakan oleh Pemerintah dan pemerintah                         the Government and regional governments
       daerah bersama dengan pelaku usaha.                                 together with business actors.

2.     Pemerintah selanjutnya memberikan kesempatan             2.         The Government shall further give opportunities
       kepada badan usaha yang berbadan hukum                              to entities that are Indonesian legal entities,
       Indonesia, koperasi, perseorangan, maupun                           cooperatives, sole proprietorships or local
       masyarakat     setempat   untuk    melakukan                        community to do mineral and coal business by
       pengusahaan mineral dan batubara berdasarkan                        permits; and within the scope of regional
       izin, yang sejalan dengan otonomi daerah,                           autonomy, the permits shall be granted by the
       diberikan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah                       competent     Government    and/or    regional
       daerah sesuai dengan kewenangannya masing-                          governments.
       masing.

3.     Dalam rangka penyelenggaraan desentralisasi              3.         Within the scope of decentralization and regional
       dan otonomi daerah, pengelolaan pertambangan                        autonomy, management of mineral and coal
       mineral dan batubara dilaksanakan berdasarkan                       mining shall be conducted on the principles of
       prinsip eksternalitas, akuntabilitas, dan efisiensi                 externality, accountability, and efficiency by
       yang melibatkan Pemerintah dan pemerintah                           involving the Government and regional
       daerah.                                                             governments.

4.     Usaha pertambangan harus memberi manfaat                 4.         Mining business should give economic and social
       ekonomi dan sosial yang sebesar-besar bagi                          benefits in the greatest prosperity of the
       kesejahteraan rakyat Indonesia.                                     Indonesian people.

5.     Usaha pertambangan harus dapat mempercepat               5.         Mining business should speed up regional
       pengembangan wilayah dan mendorong kegiatan                         development and push economic activities of
       ekonomi masyarakat/pengusaha kecil dan                              community/small and medium entrepreneurs as
       menengah serta mendorong tumbuhnya industri                         well as encourage growth of mining support
       penunjang pertambangan.                                             industry.

6.     Dalam rangka terciptanya pembangunan                     6.         To create sustainable development, mining
       berkelanjutan, kegiatan usaha pertambangan                          business activities must be performed with due
       harus dilaksanakan dengan memperhatikan                             regard to the principles of the environment,
       prinsip lingkungan hidup, transparansi, dan                         transparency, and public participation.
       partisipasi masyarakat.


Mengingat:                                                      Bearing in Mind:
Pasal 5 ayat (1), Pasal 20 dan Pasal 33 ayat (2) dan Article 5 section (1), Article 20 and Article 33
ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik section (2) and section (3) of the 1945 Constitution
Indonesia Tahun 1945;                                of the State of the Republic of Indonesia;


             Dengan Persetujuan Bersama                                               With the Joint Consent of
     DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK                                 THE HOUSE OF REPRESENTATIVES OF THE
                 INDONESIA                                                   REPUBLIC OF INDONESIA
                    dan                                                                and
        PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,                                    THE PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF
                                                                                   INDONESIA,
                 MEMUTUSKAN:                                                              HAS DECIDED:
Menetapkan: UNDANG-UNDANG TENTANG                               To enact:              LAW CONCERNING MINERAL
            PERTAMBANGAN MINERAL                                                       AND COAL MINING.
            DAN BATUBARA.




                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                       5
                 BAB I                                                             CHAPTER I
            KETENTUAN UMUM                                                     GENERAL PROVISIONS
                 Pasal 1                                                            Article 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:            In this Law:
1.    “Pertambangan” adalah sebagian atau 1.                        “Mining” means a part or all of the stages of
      seluruh tahapan kegiatan dalam rangka                         research, management and business of
      penelitian, pengelolaan dan pengusahaan                       minerals and coal, which include general
      mineral atau batubara yang meliputi                           surveys, explorations, feasibility studies,
      penyelidikan umum, eksplorasi, studi                          construction,    mines,     processing    and
      kelayakan,     konstruksi,     penambangan,                   refining/smelting, hauling and sale as well as
      pengolahan dan pemurnian, pengangkutan                        postmining activities.
      dan penjualan, serta kegiatan pascatambang.
2.    “Mineral” adalah senyawa anorganik yang 2.                    “Mineral” means any naturally occurring
      terbentuk di alam, yang memiliki sifat fisik                  inorganic compound that has a definite
      dan kimia tertentu serta susunan kristal                      chemical composition and specific physical
      teratur atau gabungannya yang membentuk                       properties as well as an ordered crystal
      batuan, baik dalam bentuk lepas atau padu.                    structure, or a combination thereof that forms
                                                                    rock [ore], either separated or embedded.
3.    “Batubara” adalah endapan senyawa 3.                          “Coal” means any sedimentary organic
      organik karbonan yang terbentuk secara                        carbon compound that is formed naturally
      alamiah dari sisa tumbuh-tumbuhan.                            from the remains of plants.
4.    “Pertambangan          Mineral”        adalah 4.              “Mineral Mining” means any mining of
      pertambangan kumpulan mineral yang                            mineral assemblages in the form of ores or
      berupa bijih atau batuan, di luar panas bumi,                 rocks other than geothermal, petroleum and
      minyak dan gas bumi, serta air tanah.                         natural gas as well as ground water.
5.    “Pertambangan        Batubara”     adalah 5.                  “Coal Mining” means any mining of carbon
      pertambangan endapan karbon yang terdapat                     sediments found in the earth, including solid
      di dalam bumi, termasuk bitumen padat,                        bitumen, peat, and asphalt rocks.
      gambut, dan batuan aspal.
6.    “Usaha Pertambangan” adalah kegiatan 6.                       “Mining Business” means any mineral or
      dalam rangka pengusahaan mineral atau                         coal business activity that includes the stages
      batubara yang meliputi tahapan kegiatan                       of general surveys, explorations, feasibility
      penyelidikan umum, eksplorasi, studi                          studies, construction, mines, processing and
      kelayakan,     konstruksi,    penambangan,                    refining/smelting, hauling and sale as well as
      pengolahan dan pemurnian, pengangkutan                        postmining.
      dan penjualan, serta pascatambang.
7.    “Izin    Usaha    Pertambangan,”      yang 7.                 “Mining Permit,” hereinafter called an
      selanjutnya disebut IUP, adalah izin untuk                    “IUP,” means a permit under which mining
      melaksanakan usaha pertambangan.                              business is conducted.
8.    “IUP Eksplorasi” adalah izin usaha yang 8.                    “Exploration Mining Permit” means a
      diberikan untuk melakukan tahapan kegiatan                    business permit that is granted to undertake
      penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi                      the stages of general surveys, explorations
      kelayakan.                                                    and feasibility studies.


                                        Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                     6
9.    “IUP Operasi Produksi” adalah izin usaha 9.                 “Production Operation Mining Permit”
      yang diberikan sete1ah selesai pelaksanaan                  means a business permit that is granted upon
      IUP Eksplorasi untuk melakukan tahapan                      completion of an Exploration Mining Permit
      kegiatan operasi produksi.                                  stage to undertake a production operation
                                                                  stage.
10.   “Izin Pertambangan Rakyat,” yang 10.                        “Small-Scale Mining Permit,” hereinafter
      selanjutnya disebut IPR, adalah izin untuk                  called an “IPR,” means a permit under which
      melaksanakan usaha pertambangan dalam                       mining business is conducted within a small-
      wilayah pertambangan rakyat dengan luas                     scale mining area that is limited in size and
      wilayah dan investasi terbatas.                             investments.
11.   “Izin Usaha Pertambangan Khusus,” yang 11.                  “Special Mining Permit,” hereinafter called
      se1anjutnya disebut dengan IUPK, adalah                     an “IUPK,” means a permit under which
      Izin     untuk     melaksanakan   usaha                     mining business in a special mining permit
      pertambangan di wilayah izin usaha                          area is conducted.
      pertambangan khusus.
12.   “IUPK Eksplorasi” adalah izin usaha yang 12.                “Exploration Special Mining Permit”
      diberikan untuk melakukan tahapan kegiatan                  means a business permit that is granted to
      penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi                    undertake the stages of general surveys,
      kelayakan     di  wilayah    izin   usaha                   explorations, and feasibility studies in a
      pertambangan khusus.                                        special mining permit area.
13.   “IUPK Operasi Produksi” adalah izin usaha 13.               “Production Operation Special Mining
      yang diberikan setelah selesai pelaksanaan                  Permit” means a business permit that is
      IUPK Eksplorasi untuk melakukan tahapan                     granted upon completion of an Exploration
      kegiatan operasi produksi di wilayah izin                   Mining Permit stage to undertake a
      usaha pertambangan khusus.                                  production operation stage in a special
                                                                  mining permit area.
14.   “Penyelidikan Umum” adalah tahapan 14.                      General Survey” means a stage in mining
      kegiatan pertambangan untuk mengetahui                      activities to know regional geological
      kondisi geologi regional dan indikasi adanya                condition and indications of mineralization.
      mineralisasi.
15.   “Eksplorasi” adalah tahapan kegiatan usaha 15.              “Exploration” means a stage in mining
      pertambangan untuk memperoleh informasi                     business activities to find specific and
      secara terperinci dan teliti tentang lokasi,                accurate information about locations, shapes,
      bentuk, dimensi, sebaran, kualitas dan                      dimensions, distribution, quality and
      sumber daya terukur dari bahan galian, serta                quantified resources of excavated materials
      informasi mengenai lingkungan sosial dan                    as well as information on social environment
      lingkungan hidup.                                           and the environment.
16.   “Studi Kelayakan” adalah tahapan kegiatan 16.               “Feasibility Study” means a stage in mining
      usaha pertambangan untuk memperoleh                         business activities to find specific
      informasi secara rinci seluruh aspek yang                   information about all of the relevant aspects
      berkaitan untuk menentukan kelayakan                        to determine economic and technical
      ekonomis dan teknis usaha pertambangan,                     feasibility of mining business, including
      termasuk    analisis   mengenai     dampak                  environmental impact assessment as well as
      lingkungan serta perencanaan pascatambang.                  postmining plans.
17.   “Operasi Produksi” adalah tahapan kegiatan 17.              “Production Operation” means a stage in
      usaha    pertambangan    yang     meliputi                  mining business that includes construction,

                                      Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                   7
      konstruksi,    penambangan,     pengolahan,                   mines,       processing,     refining/smelting,
      pemurnian, termasuk pengangkutan dan                          including hauling and sale as well as
      penjualan, serta sarana pengendalian dampak                   facilities to control environmental impacts
      lingkungan sesuai dengan hasil studi                          upon the findings of feasibility studies.
      kelayakan.
18.   “Konstruksi” adalah kegiatan usaha 18.                        “Construction” means a mining business
      pertambangan       untuk      melakukan                       activity to build all of the production
      pembangunan seluruh fasilitas operasi                         operation facilities, including control of
      produksi, termasuk pengendalian dampak                        environmental impacts.
      lingkungan.
19.   “Penambangan” adalah bagian kegiatan 19.                      “Mine” means a part of mining business
      usaha pertambangan untuk memproduksi                          activities to produce minerals and/or coal and
      mineral dan/atau batubara dan mineral                         their associated minerals.
      ikutannya.
20.   “Pengolahan dan Pemurnian” adalah 20.                         “Processing and Refining/Smelting” means
      kegiatan   usaha    pertambangan untuk                        a mining business activity to improve the
      meningkatkan mutu mineral dan/atau                            quality of minerals and/or coal and to utilize
      batubara serta untuk memanfaatkan dan                         and find associated minerals.
      memperoleh mineral ikutan.
21.   “Pengangkutan” adalah kegiatan usaha 21.                      “Hauling” means a mining business activity
      pertambangan untuk memindahkan mineral                        to transport minerals and/or coal from a mine
      dan/atau batubara dari daerah tambang                         and/or processing and refining/smelting sites
      dan/atau tempat pengolahan dan pemurnian                      to points of delivery.
      sampai tempat penyerahan.
22.   “Penjualan”    adalah     kegiatan     usaha 22.              “Sale” means a mining business activity to
      pertambangan    untuk      menjual      hasil                 sell products of mineral or coal mining.
      pertambangan mineral atau batubara.
23.   “Badan Usaha” adalah setiap badan hukum 23.                   “Entity” means any legal entity that engages
      yang bergerak di bidang pertambangan yang                     in the field of mining, established under the
      didirikan berdasarkan hukum Indonesia dan                     laws of Indonesia and domiciled in the
      berkedudukan dalam wilayah Negara                             territory of the State of the Republic of
      Kesatuan Republik Indonesia.                                  Indonesia.
24.   “Jasa     Pertambangan”    adalah   jasa 24.                  “Mining Service” means any mining support
      penunjang yang berkaitan dengan kegiatan                      service that engages in mining business
      usaha pertambangan.                                           activities.
25    “Analisis        Mengenai        Dampak 25.                   “Environmental Impact Assessment,”
      Lingkungan,” yang selanjutnya disebut                         hereinafter called “amdal,” means a planned
      amdal, adalah kajian mengenai dampak besar                    study of major and significant environmental
      dan penting suatu usaha dan/atau kegiatan                     impacts on business and/or activities required
      yang direncanakan pada lingkungan hidup                       for decision-making process with respect to
      yang diperlukan bagi proses pengambilan                       the conduct of business and activities.
      keputusan tentang penyelenggaraan usaha
      dan/atau kegiatan.
26.   “Reklamasi” adalah kegiatan yang dilakukan 26.                “Reclamation” means an activity that is
      sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk                    performed throughout the stages in mining
      menata, memulihkan, dan memperbaiki                           business to organize, restore and repair the

                                        Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                     8
      kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat                  quality of the environment and ecosystem to
      berfungsi kembali sesuai peruntukannya.                       enable them return to their original functions
                                                                    of zoning.
27.   “Kegiatan        Pascatambang,”         yang 27.              “Postmining Activity,” hereinafter called
      selanjutnya disebut “pascatambang” adalah                     “postmining,” means a planned, systematic
      kegiatan terencana, sistematis, dan berlanjut                 and sustainable activity after partial or total
      setelah akhir sebagian atau seluruh kegiatan                  completion of mining business activities to
      usaha pertambangan untuk memulihkan                           restore the natural environmental functions
      fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial                      and social functions to conform to the local
      menurut kondisi lokal di seluruh wilayah                      condition throughout the mining zones.
      penambangan.
28.   “Pemberdayaan Masyarakat” adalah usaha 28.                    “Community Empowerment” means an
      untuk       meningkatkan       kemampuan                      effort to improve the capability of
      masyarakat, baik secara individual maupun                     community,        either      individually     or
      kolektif, agar menjadi lebih baik tingkat                     collectively, to raise their standard of living.
      kehidupannya.
29.   “Wilayah          Pertambangan,”    yang 29.                  “Mining Zone,” hereinafter called a “WP,”
      selanjutnya disebut “WP,” adalah wilayah                      means a zone with potential minerals and/or
      yang memiliki potensi mineral dan/atau                        coal and not bound by governmental
      batubara dan tidak terikat dengan batasan                     administrative boundaries as part of the
      administrasi pemerintahan yang merupakan                      national spatial planning.
      bagian dari tata ruang nasional.
30.   “Wilayah Usaha Pertambangan,” yang 30.                        “Mining Area,” hereinafter called a “WUP,”
      selanjutnya disebut “WUP,” adalah bagian                      means a part of a Mining Zone already
      dari WP yang telah memiliki ketersediaan                      completed with data, potential, and/or
      data, potensi dan/atau informasi geologi.                     information about geology.
31.   “Wilayah Izin Usaha Pertambangan,” 31.                        “Mining Permit Area,” hereinafter called a
      yang selanjutnya disebut “WIUP,” adalah                       “WIUP,” means an area that is authorized to
      wilayah yang diberikan kepada pemegang                        an IUP holder.
      IUP.
32.   “Wilayah Pertambangan Rakyat,” yang 32.                       “Small-Scale Mining Area,” hereinafter
      selanjutnya disebut “WPR,” adalah bagian                      called a “WPR,” means a part of a Mining
      dari WP tempat dilakukan kegiatan usaha                       Zone where small-scale mining activities are
      pertambangan rakyat.                                          performed.
33.   “Wilayah Pencadangan Negara,” yang 33.                        “State Reserve Area,” hereinafter called a
      selanjutnya disebut “WPN,” adalah bagian                      “WPN” means a part of Mining Zone that is
      dari    WP     yang     dicadangkan untuk                     reserved in the interest of national strategy.
      kepentingan strategis nasional.
34.   “Wilayah Usaha Pertambangan Khusus,” 34.                      “Special Mining Area,” hereinafter called a
      yang selanjutnya disebut “WUPK,” adalah                       “WUPK,” means a part of a State Reserve
      bagian dari WPN yang dapat diusahakan.                        Area that may be commercialized.
35.   “Wilayah Izin Usaha Pertambangan 35.                          “Special Mining Permit Area in Special
      Khusus dalam WUPK,” yang selanjutnya                          Mining Area,” hereinafter called “WIUPK,”
      disebut “WIUPK,” adalah wilayah yang                          means an area that is authorized to a Special
      diberikan kepada pemegang IUPK.                               Mining Permit holder.


                                        Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                       9
36.    “Pemerintah Pusat,” yang selanjutnya 36.                             “Central Government,” hereinafter called
       disebut “Pemerintah,” adalah Presiden                                “the Government,” means the President of
       Republik Indonesia yang memegang                                     the Republic of Indonesia with the power of
       kekuasaan Pemerintahan Negara Republik                               the Government of the State of the Republic
       Indonesia sebagaimana dimaksud dalam                                 of Indonesia vested in him as intended by the
       Undang-Undang Dasar Negara Republik                                  1945 Constitution of the Republic of
       Indonesia Tahun 1945.                                                Indonesia.
37.    “Pemerintah Daerah” adalah gubernur, 37.                             “Regional    Government” means the
       bupati atau walikota, dan perangkat daerah                           governors, the regents or the mayors and
       sebagai unsur penyelenggaraan pemerintahan                           regional   instrumentalities  that  form
       daerah.                                                              components to administer the regional
                                                                            governments.
38.    “Menteri”     adalah     menteri      yang 38.                       “Minister” means the minister administering
       menyelenggarakan urusan pemerintahan di                              governmental affairs in the field of mineral
       bidang pertambangan mineral dan batubara.                            and coal mining.
           Penjelasan Pasal 1: Cukup jelas                                  Elucidation of Article 1: Sufficiently clear


                    BAB II                                                            CHAPTER II
               ASAS DAN TUJUAN                                                PRINCIPLES AND OBJECTIVES
                    Pasal 2                                                            Article 2
Pertambangan mineral dan/atau batubara dikelola Mineral and/or coal mining shall be managed under
berasaskan:                                     the principles of:
a.     manfaat, keadilan dan keseimbangan;                       a.         benefit, justice and balance;
          Penjelasan Pasal 2 a: Cukup jelas                                Elucidation of Article 2 a: Sufficiently clear

b.     keberpihakan kepada kepentingan bangsa;                   b.         being in favor of the nation’s interests;
          Penjelasan Pasal 2 b: Cukup jelas                                Elucidation of Article 2 b: Sufficiently clear

c.     partisipatif, transparansi, dan akuntabilitas;            c.         participation,          transparency,           and
                                                                            accountability;
          Penjelasan Pasal 2 c: Cukup jelas                                Elucidation of Article 2 c: Sufficiently clear

d.     berkelanjutan dan berwawasan lingkungan;                  d.         sustainability and environmental soundness;
                Penjelasan Pasal 2 d:                                                Elucidation of Article 2 d:
Yang dimaksud dengan asas berkelanjutan dan                      “Sustainability and environmentally-sound principles”
berwawasan lingkungan adalah asas yang secara                    means the principles that in a planned manner integrate
terencana     mengintegrasikan    dimensi    ekonomi,            economic, environmental, and socio-cultural dimensions
lingkungan, dan sosial budaya dalam keseluruhan usaha            throughout mineral and coal mining business to realize
pertambangan mineral dan batubara untuk mewujudkan               the present and future welfare.
kesejahteraan masa kini dan masa mendatang.


                       Pasal 3                                                               Article 3
Dalam rangka mendukung pembangunan nasional In support of sustainable national development,
yang berkesinambungan, tujuan pengelolaan mineral management of mineral and coal shall aim the

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           10
dan batubara adalah:                                            following:
a.      menjamin efektifitas pelaksanaan dan a.                            to ensure effectiveness of the conduct and
        pengendalian kegiatan usaha pertambangan                           control of efficient, effective and competitive
        secara berdaya guna, berhasil guna, dan                            mining business activities;
        berdaya saing;
b.      menjamin manfaat pertambangan mineral b.                           to ensure the benefit of sustainable and
        dan batubara secara berkelanjutan dan                              environmentally-sound mineral and coal
        berwawasan lingkungan hidup;                                       mining;
c.      menjamin tersedianya mineral dan batubara c.                       to ensure the supply of mineral and coal as
        sebagai bahan baku dan/atau sebagai sumber                         raw materials and/or as energy sources for
        energi untuk kebutuhan dalam negeri;                               domestic needs;
d.      mendukung dan menumbuhkembangkan d.                                to support and develop the national capability
        kemampuan nasional agar lebih mampu                                in order to better compete in national,
        bersaing di tingkat nasional, regional, dan                        regional, and international levels;
        internasional;
e.      meningkatkan pendapatan masyarakat lokal, e.                       to improve the income of the local
        daerah, dan negara, serta menciptakan                              community, regions, and state as well as to
        lapangan kerja untuk sebesar-besarnya                              create job opportunities in the greatest
        kesejahteraan rakyat; dan                                          prosperity of the people;
f.      menjamin     kepastian     hukum           dalam f.                to assure legal certainty in the conduct of
        penyelenggaraan        kegiatan            usaha                   mineral and coal business activities.
        pertambangan mineral dan batubara.
           Penjelasan Pasal 3: Cukup jelas                                 Elucidation of Article 3: Sufficiently clear


                  BAB III                                                        CHAPTER III
     PENGUASAAN MINERAL DAN BATUBARA                                    CONTROL OF MINERALS AND COAL
                  Pasal 4                                                          Article 4
(1)     Mineral dan batubara sebagai sumber daya (1)                       Minerals and coal as nonrenewable natural
        alam yang tak terbarukan merupakan                                 resources shall constitute national property
        kekayaan nasional yang dikuasai oleh negara                        that is controlled by the state in the greatest
        untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat.                       prosperity of the people.
(2)     Penguasaan mineral dan batubara oleh negara (2)                    Control of minerals and coal by the state as
        sebagaimana dimaksud pada ayat (1)                                 intended by section (1) shall be conducted by
        diselenggarakan oleh Pemerintah dan/atau                           the Government and/or the regional
        pemerintah daerah.                                                 governments.
           Penjelasan Pasal 4: Cukup jelas                                 Elucidation of Article 4: Sufficiently clear


                       Pasal 5                                                             Article 5
(1)     Untuk kepentingan nasional, Pemerintah (1)                         In the national interests, the Government
        setelah   berkonsultasi  dengan    Dewan                           upon consultation with the House of
        Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dapat                         Representatives of the Republic of Indonesia
        menetapkan kebijakan pengutamaan mineral                           may adopt a policy on preference for

                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         11
       dan/atau batubara untuk kepentingan dalam                              domestic mineral and/or coal needs.
       negeri.
(2)    Kepentingan nasional sebagaimana di (2)                                National interests as intended by section (1)
       maksud pada ayat (1) dapat dilakukan dengan                            may be realized by exercising supervision for
       pengendalian produksi dan ekspor.                                      production and export.
(3)    Dalam      melaksanakan         pengendalian (3)                       In the exercise of supervision as intended by
       sebagaimana dimaksud pada ayat (2),                                    section (2), the Government shall have the
       Pemerintah mempunyai kewenangan untuk                                  authority to set the annual production
       menetapkan jumlah produksi tiap-tiap                                   quantity of any commodity for any province.
       komoditas per tahun setiap provinsi.
(4)    Pemerintah daerah wajib mematuhi ketentuan (4)                         The regional governments shall comply with
       jumlah yang ditetapkan oleh Pemerintah                                 the quantity terms that are set by the
       sebagaimana dimaksud pada ayat (3).                                    Government as intended by section (3).
(5)    Ketentuan     lebih    lanjut     mengenai (5)                         Ancillary provisions for the preference for
       pengutamaan mineral dan/atau batubara                                  domestic mineral and/or coal needs as
       untuk kepentingan dalam negeri sebagaimana                             intended by section (1) and supervision of
       dimaksud pada ayat (1) dan pengendalian                                production and export as intended by section
       produksi dan ekspor sebagaimana dimaksud                               (2) and section (3) shall be governed by
       pada ayat (2) dan ayat (3) diatur dengan                               regulation of the government.
       peraturan pemerintah.
              Penjelasan Pasal 5: Cukup Jelas                                 Elucidation of Article 5: Sufficiently clear


             BAB IV                                                               CHAPTER IV
     KEWENANGAN PENGELOLAAN                                             AUTHORITY IN THE MANAGEMENT OF
PERTAMBANGAN MINERAL DAN BATUBARA                                             MINERALS AND COAL
              Pasal 6                                                                Article 6
(1)    Kewenangan Pemerintah dalam pengelolaan (1)                            Authority of the Government in the
       pertambangan mineral dan batubara, antara                              management of mineral and coal mines shall
       lain, adalah:                                                          be, inter alia:
       a.         penetapan kebijakan nasional;                               a.       to adopt national policies;
        Penjelasan Pasal 6 (1) a: Cukup jelas                             Elucidation of Article 6 (1) a: Sufficiently clear

       b.         pembuatan peraturan perundang-                              b.       to make laws and regulations;
                  undangan;
        Penjelasan Pasal 6 (1) b: Cukup jelas                             Elucidation of Article 6 (1) b: Sufficiently clear

       c.         penetapan standar nasional, pedoman,                        c.       to    adopt     national       standards,
                  dan kriteria;                                                        guidelines, and criteria;
            Penjelasan Pasal 6 (1) c: Cukup jelas                         Elucidation of Article 6 (1) c: Sufficiently clear
Standar nasional di bidang pertambangan mineral dan                National standards in the field of mineral and coal mines
batubara adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang               shall be technical specifications or otherwise anything to
dibakukan.                                                         be standardized.

       d.         penetapan    sistem      perizinan                          d.       to adopt national licensing system of
                  pertambangan mineral dan batubara
                                                Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           12
           nasional;                                                           mineral and coal mining;
     Penjelasan Pasal 6 (1) d: Cukup jelas                        Elucidation of Article 6 (1) d: Sufficiently clear

e.         penetapan WP yang dilakukan setelah                        e.       to determine Mining Zones upon
           berkoordinasi dengan pemerintah                                     coordination with the regional
           daerah dan berkonsultasi dengan                                     governments and consultation with
           Dewan Perwakilan Rakyat Republik                                    the House of Representatives of the
           Indonesia.                                                          Republic of Indonesia.
     Penjelasan Pasal 6 (1) e: Cukup jelas                        Elucidation of Article 6 (1) e: Sufficiently clear

f.         pemberian       IUP,     pembinaan,                        f.       to grant Mining Permits, direct, settle
           penyelesaian konflik masyarakat, dan                                communal conflicts, and supervise
           pengawasan usaha pertambangan                                       mining business, of which the
           yang berada pada lintas wilayah                                     location overlaps the boundaries of
           provinsi dan/atau wilayah laut lebih                                the provinces and/or in the territorial
           dari 12 (dua belas) mil dari garis                                  sea exceeding 12 (twelve) miles from
           pantai;                                                             the baselines.
Penjelasan Pasal 6 (1) f: Cukup jelas                           Elucidation of Article 6 (1) f: Sufficiently clear
g.         Pemberian        IUP,      pembinaan,                      g.       to grant Mining Permits, direct, settle
           penyelesaian konflik masyarakat, dan                                communal conflicts, and supervise
           pengawasan usaha pertambangan                                       mining business, of which the mine
           yang lokasi penambangannya berada                                   location overlaps the boundaries of
           pada lintas wilayah provinsi dan/atau                               the provinces and/or in the territorial
           wilayah laut lebih dari 12 (dua belas)                              sea exceeding 12 (twelve) miles from
           mil dari garis pantai;                                              the baselines.
Penjelasan Pasal 6 (1) g: Cukup jelas                          Elucidation of Article 6 (1) g: Sufficiently clear
h.         pemberian       IUP,       pembinaan,                      h.       to grant Mining Permits, direct, settle
           penyelesaian konflik masyarakat, dan                                communal conflicts, and supervise
           pengawasan usaha pertambangan                                       production operation mining business
           operasi produksi yang berdampak                                     with direct environmental impacts
           lingkungan langsung lintas provinsi                                 overlapping the provinces and/or in
           dan/atau dalam wilayah laut lebih dari                              the territorial sea exceeding 12
           12 (dua belas) mil dari garis pantai;                               (twelve) miles from the baselines.
Penjelasan Pasal 6 (1) h: Cukup jelas                          Elucidation of Article 6 (1) h: Sufficiently clear
i.         pemberian IUPK Eksplorasi              dan                 i.       to grant Exploration Special Mining
           IUPK Operasi Produksi;                                              Permits and Production Operation
                                                                               Special Mining Permits;
Penjelasan Pasal 6 (1) i: Cukup jelas                           Elucidation of Article 6 (1) i: Sufficiently clear
j.         pengevaluasian     IUP     Operasi                         j.       to evaluate Production Operation
           Produksi, yang dikeluarkan oleh                                     Mining Permits that are issued by the
           pemerintah daerah, yang telah                                       regional governments, which the
           menimbulkan kerusakan lingkungan                                    production operations have resulted in
           serta yang tidak menerapkan kaidah                                  environmental damage and failed to
           pertambangan yang baik;                                             apply     good     mining     practice
                                                                               principles;


                                        Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           13
Penjelasan Pasal 6 (1) j: Cukup jelas                           Elucidation of Article 6 (1) j: Sufficiently clear
k.         penetapan      kebijakan   produksi,                       k.       to adopt policies on production,
           pemasaran,      pemanfaatan,    dan                                 marketing,    utilization,  and
           konservasi;                                                         conservation;
     Penjelasan Pasal 6 (1) k: Cukup jelas                        Elucidation of Article 6 (1) k: Sufficiently clear

l.         penetapan kebijakan kerja sama,                            l.       to adopt policies on cooperation,
           kemitraan,  dan     pemberdayaan                                    partnership,   and    community
           masyarakat;                                                         empowerment;
     Penjelasan Pasal 6 (1) l: Cukup jelas                         Elucidation of Article 6 (1) l: Sufficiently clear

m.         perumusan dan penetapan penerimaan                         m.       to plan and establish nontax state
           negara bukan pajak dari hasil usaha                                 revenues from mineral and/or coal
           pertambangan mineral dan batubara;                                  mining business products;
     Penjelasan Pasal 6 (1) m: Cukup jelas                        Elucidation of Article 6 (1) m: Sufficiently clear

n.         pembinaan      dan    pengawasan                           n.       to direct and supervise the
           penyelenggaraan       pengelolaan                                   management of mineral and coal
           pertambangan mineral dan batubara                                   mining that are conducted by the
           yang dilaksanakan oleh pemerintah                                   regional governments;
           daerah;
     Penjelasan Pasal 6 (1) n: Cukup jelas                        Elucidation of Article 6 (1) n: Sufficiently clear

o.         pembinaan      dan   pengawasan                            o.       to direct and supervise preparation of
           penyusunan peraturan daerah di                                      regional regulations in the field of
           bidang pertambangan;                                                mining;
     Penjelasan Pasal 6 (1) o: Cukup jelas                        Elucidation of Article 6 (1) o: Sufficiently clear

p.         penginventarisasian,    penyelidikan,                      p.       to conduct inventory, surveys, and
           dan penelitian serta eksplorasi dalam                               research as well as explorations to
           rangka memperoleh data dan                                          find data and information about
           informasi mineral dan batubara                                      minerals and coal to be materials for
           sebagai bahan penyusunan WUP dan                                    planning Mining Areas and State
           WPN;                                                                Reserve Areas;
     Penjelasan Pasal 6 (1) p: Cukup jelas                        Elucidation of Article 6 (1) p: Sufficiently clear

q.         pengelolaan    informasi      geologi,                     q.       to manage information on geology,
           informasi potensi sumber daya                                       information on potential mineral and
           mineral dan batubara, serta informasi                               coal resources, and information on
           pertambangan pada tingkat nasional;                                 national-level mines;
     Penjelasan Pasal 6 (1) q: Cukup jelas                        Elucidation of Article 6 (1) q: Sufficiently clear

r.         pembinaan dan pengawasan terhadap                          r.       to direct and supervise reclamations
           reklamasi lahan pascatambang;                                       of postmining lands;
     Penjelasan Pasal 6 (1) r: Cukup jelas                        Elucidation of Article 6 (1) r: Sufficiently clear

s.         penyusunan neraca sumber daya                              s.       to prepare balance sheet of national-
           mineral dan batubara tingkat nasionai;                              level mineral and coal resources;


                                        Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                            14
                 Penjelasan Pasal 6 (1) s:                                           Elucidation of Article 6 (1) s:
Yang dimaksud dengan “neraca sumber daya mineral                 “Balance sheet of national-level mineral and coal
dan batubara tingkat nasional” adalah neraca yang                resources” means balance sheet that reflects the national
menggambarkan jumlah sumber daya, cadangan, dan                  quantity of mineral and coal resources, reserves, and
produksi mineral dan batubara secara nasional.                   production.

      t.         pengembangan dan peningkatan nilai                         t.         to develop and increase added value
                 tambah kegiatan usaha pertambangan;                                   to mining business activities; and
                 dan
           Penjelasan Pasal 6 (1) t: Cukup jelas                         Elucidation of Article 6 (1) t: Sufficiently clear

      u.         peningkatan kemampuan aparatur                             u.         to improve the competency of the
                 Pemerintah, pemerintah provinsi, dan                                  apparatus of the Government, the
                 pemerintah kabupaten/kota dalam                                       provincial governments, and the
                 penyelenggaraan pengelolaan usaha                                     district/city governments in the
                 pertambangan.                                                         conduct of management of mining
                                                                                       business.
           Penjelasan Pasal 6 (1) u: Cukup jelas                        Elucidation of Article 6 (1) u: Sufficiently clear

(2)   Kewenangan     Pemerintah     sebagaimana (2)                         Authority of the Government as intended by
      dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan sesuai                            section (1) shall be exercised under laws and
      dengan ketentuan peraturan perundang-                                 regulations.
      undangan.
           Penjelasan Pasal 6 (2): Cukup jelas                           Elucidation of Article 6 (2): Sufficiently clear


                         Pasal 7                                                               Article 7
(1)   Kewenangan pemerintah provinsi dalam (1)                              The authority of the provincial governments
      pengelolaan pertambangan mineral dan                                  in the management of mineral and coal mines
      batubara, antara lain, adalah:                                        shall be, inter alia:
      a.         pembuatan peraturan         perundang-                     a.         to make provincial              laws   and
                 undangan daerah;                                                      regulations;
      b.         pemberian      IUP,      pembinaan,                        b.         to grant Mining Permits, direct, settle
                 penyelesaian konflik masyarakat dan                                   communal conflicts, and supervise
                 pengawasan usaha pertambangan                                         mining business overlapping the
                 pada lintas wilayah kabupaten/kota                                    boundaries of the districts/cities
                 dan/atau wilayah laut 4 (empat) mil                                   and/or in the territorial sea from 4
                 sampai dengan 12 (dua belas) mil;                                     (four) miles to 12 (twelve) miles;
      c.         pemberian        IUP,      pembinaan,                      c.         to grant Mining Permits, direct, settle
                 penyelesaian konflik masyarakat dan                                   communal conflicts, and supervise
                 pengawasan usaha pertambangan                                         production operation mining business,
                 operasi produksi yang kegiatannya                                     of which the activities overlap the
                 berada      pada    lintas    wilayah                                 boundaries of the districts/cities
                 kabupaten/kota dan/atau wilayah laut                                  and/or in the territorial sea from 4
                 4 (empat) mil sampai dengan 12 (dua                                   (four) miles to 12 (twelve) miles;
                 belas) mil;
      d.         pemberian         IUP,      pembinaan,                     d.         to grant Mining Permits, direct, settle

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                             15
     penyelesaian konflik masyarakat dan                                communal conflicts, and supervise
     pengawasan usaha pertambangan                                      mining       business   with    direct
     yang berdampak lingkungan langsung                                 environmental impacts overlapping
     lintas   kabupaten/kota    dan/atau                                the districts/cities and/or in the
     wilayah laut 4 (empat) mil sampai                                  territorial sea from 4 (four) miles to
     dengan 12 (dua belas) mil;                                         12 (twelve) miles;
e.   penginventarisasian, penyelidikan dan                     e.       to conduct inventory, surveys and
     penelitian serta eksplorasi dalam                                  research as well as explorations to
     rangka memperoleh data dan                                         find data and information about
     informasi mineral dan batubara sesuai                              minerals and coal within their
     dengan kewenangannya;                                              authority;
f.   pengelolaan    informasi      geologi,                    f.       to manage information on geology,
     informasi potensi sumber daya                                      information on potential mineral and
     mineral dan batubara, serta informasi                              coal resources, as well as information
     pertambangan pada daerah/wilayah                                   on       mining     in       provincial
     provinsi;                                                          areas/territories;
g.   penyusunan neraca sumber            daya                  g.       to prepare balance sheet of mineral
     mineral    dan     batubara         pada                           and coal resources in provincial
     daerah/wilayah provinsi;                                           areas/territories;
h.   pengembangan dan peningkatan nilai                        h.       to develop and increase added value
     tambah kegiatan usaha pertambangan                                 to mining business activities in the
     di provinsi;                                                       provinces;
i.   pengembangan dan peningkatan                              i.       to foster and improve public
     peran serta masyarakat dalam usaha                                 participation in mining business with
     pertambangan dengan memperhatikan                                  due regard to the environmental
     kelestarian lingkungan;                                            sustainability;
j.   pengoordinasian    perizinan   dan                        j.       to   coordinate    permission      and
     pengawasan     penggunaan    bahan                                 supervision of explosive use in
     peledak di wilayah tambang sesuai                                  mining zones within their authority;
     dengan kewenangannya;
k.   penyampaian        informasi      hasil                   k.       to deliver information on the results
     inventarisasi, penyelidikan umum,                                  of inventory, general surveys, and
     dan penelitian serta eksplorasi kepada                             research as well as explorations to the
     Menteri dan bupati/walikota;                                       Minister and the regents/mayors;
l.   penyampaian      informasi  hasil                         l.       to deliver information on the results
     produksi, penjualan dalam negeri,                                  of production, domestic sales, and
     serta ekspor kepada Menteri dan                                    export to the Minister and the
     bupati/walikota;                                                   regents/mayors;
m.   pembinaan dan pengawasan terhadap                         m.       to direct and supervise reclamations
     reklamasi lahan pascatambang; dan                                  of postmining lands; and
n.   peningkatan kemampuan aparatur                            n.       to improve the capability of apparatus
     pemerintah provinsi dan pemerintah                                 of the provincial governments and the
     kabupaten/kota              dalam                                  district/city governments in the
     penyelenggaraan pengelolaan usaha                                  conduct of management of mining
     pertambangan.                                                      business.

                                 Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                       16
(2)   Kewenangan        pemerintah             provinsi (2)                Authority of the provincial governments as
      sebagaimana dimaksud pada               ayat (1)                     intended by section (1) shall be exercised
      dilaksanakan sesuai dengan              ketentuan                    under laws and regulations.
      peraturan perundang-undangan.
           Penjelasan Pasal 7: Cukup jelas                                 Elucidation of Article 7: Sufficiently clear


                      Pasal 8                                                               Article 8
(1)   Kewenangan pemerintah kabupaten/kota (1)                             Authority of the district/city governments in
      dalam pengelolaan pertambangan mineral                               the management of mineral and coal mines
      dan batubara, antara lain, adalah:                                   shall be, inter alia:
      a.      pembuatan peraturan            perundang-                    a.       to make         regional     laws     and
              undangan daerah;                                                      regulations;
      b.      pemberian IUP dan IPR, pembinaan,                            b.       to grant Mining Permits and Small-
              penyelesaian konflik masyarakat, dan                                  Scale Mining Permits, direct, settle
              pengawasan usaha pertambangan di                                      communal conflicts, and supervise
              wilayah kabupaten/kota dan/atau                                       mining business in the districts/cities
              wilayah laut sampai dengan 4 (empat)                                  and/or the territorial sea up to 4 (four)
              mil;                                                                  miles;
      c.      pemberian IUP dan IPR, pembinaan,                            c.       to grant Mining Permits and Small-
              penyelesaian konflik masyarakat dan                                   Scale Mining Permits, direct, settle
              pengawasan usaha pertambangan                                         communal conflicts, and supervise
              operasi produksi yang kegiatannya                                     production operation mining business,
              berada di wilayah kabupaten/kota                                      of which the activities are located in
              dan/atau wilayah laut sampai dengan                                   the districts/cities and/or the territorial
              4 (empat) mil;                                                        sea up to 4 (four) miles;
      d.      penginventarisasian, penyelidikan dan                        d.       to conduct inventory, surveys and
              penelitian, serta eksplorasi dalam                                    research as well as explorations to
              rangka memperoleh data dan                                            find data and information about
              informasi mineral dan batubara;                                       minerals and coal;
      e.      pengelolaan     informasi   geologi,                         e.       to manage information on geology,
              informasi potensi mineral dan                                         information on potential minerals and
              batubara,       serta     informasi                                   coal, as well as information on
              pertambangan        pada    wilayah                                   mining in the districts/cities;
              kabupaten/kota;
      f.      penyusunan neraca sumber daya                                f.       to prepare balance sheet of mineral
              mineral dan batubara pada wilayah                                     and      coal     resources in  the
              kabupaten/kota;                                                       districts/cities;
      g.      pengembangan dan pemberdayan                                 g.       to foster and empower local
              masyarakat setempat dalam usaha                                       community in mining business with
              pertambangan dengan memperhatikan                                     due regard to the environmental
              kelestarian lingkungan;                                               sustainability;
      h.      pengembangan dan peningkatan nilai                           h.       to optimally develop and increase
              tambah dan manfaat kegiatan usaha                                     added value and benefit to mining
              pertambangan secara optimal;                                          business activities;

                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           17
      i.       penyampaian       informasi     hasil                        i.       to deliver information on the results
               inventarisasi, penyelidikan umum,                                     of inventory, general surveys, and
               dan penelitian, serta eksplorasi dan                                  research, as well as explorations and
               eksploitasi kepada Menteri dan                                        exploitations to the Minister and the
               gubernur;                                                             governors;
      j.       penyampaian      informasi  hasil                            j.       to deliver information on the results
               produksi, penjualan dalam negeri,                                     of production, domestic sales, and
               serta ekspor kepada Menteri dan                                       export to the Minister and the
               gubernur;                                                             governors;
      k.       pembinaan dan pengawasan terhadap                            k.       to direct and supervise reclamations
               reklamasi lahan pascatambang; dan                                     of postmining lands; and
      l.       peningkatan kemampuan aparatur                               l.       to improve the capability of apparatus
               pemerintah kabupaten/kota dalam                                       of the district/city governments in the
               penyelenggaraan pengelolaan usaha                                     conduct of management of mining
               pertambangan.                                                         business.
(2)   Kewenangan pemerintah kabupaten/kota (2)                              Authority of the district/city governments as
      sebagaimana dimaksud pada ayat (1)                                    intended by section (1) shall be exercised
      dilaksanakan sesuai dengan ketentuan                                  under laws and regulations.
      peraturan perundang-undangan.


            Penjelasan Pasal 8: Cukup jelas                                 Elucidation of Article 8: Sufficiently clear


                    BAB V                                                               CHAPTER V
           WILAYAH PERTAMBANGAN                                                        MINING ZONES
                 Bagian Kesatu                                                            Part One
                    Umum                                                                  General
                    Pasal 9                                                               Article 9
(1)   WP sebagai bagian dari tata ruang nasional (1)                        Mining Zones as part of the national spatial
      merupakan landasan bagi penetapan kegiatan                            planning shall be a foundation on which
      pertambangan.                                                         mining activities are determined.
(2)   WP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2)                             Mining Zones as intended by section (1) shall
      ditetapkan    oleh   Pemerintah     setelah                           be determined by the Government upon
      berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan                            coordination with the regional governments
      berkonsultasi dengan Dewan Perwakilan                                 and consultation with the House of
      Rakyat Republik Indonesia.                                            Representatives of the Republic of Indonesia.
            Penjelasan Pasal 9: Cukup jelas                                 Elucidation of Article 9: Sufficiently clear


                       Pasal 10                                                             Article 10
Penetapan WP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 Mining Zones as intended by Article 9 section (2)
ayat (2) dilaksanakan:                          shall be determined:
a.    secara    transparan,       partisipatif,         dan a.              in transparent, participatory, and responsible
      bertanggung jawab;                                                    manners;

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         18
b.     secara terpadu dengan memperhatikan b.                               integratedly with due regard to the opinions
       pendapat dari instansi pemerintah terkait,                           of the relevant government agencies, the
       masyarakat, dan dengan mempertimbangkan                              public, and in consideration of ecological,
       aspek ekologi, ekonomi, dan sosial budaya,                           economic, and socio-cultural aspects as well
       serta berwawasan lingkungan; dan                                     as environmental-soundness; and
c.     dengan memperhatikan aspirasi daerah.                     c.         with due regard to regional aspirations.
           Penjelasan Pasal 10: Cukup jelas                                Elucidation of Article 10: Sufficiently clear


                      Pasal 11                                                             Article 11
Pemerintah dan pemerintah daerah wajib melakukan The Government and regional governments must
penyelidikan dan penelitian pertambangan dalam conduct mining surveys and research in preparation
rangka penyiapan WP.                             for Mining Zones.
           Penjelasan Pasal 11: Cukup jelas                                Elucidation of Article 11: Sufficiently clear


                      Pasal 12                                                             Article 12
Ketentuan lebih lanjut mengenai batas, luas, dan                 Ancillary provisions for boundaries, size, and
mekanisme penetapan WP sebagaimana dimaksud                      mechanisms of determination of Mining Zones as
dalam Pasal 9, Pasal 10, dan Pasal 11 diatur dengan              intended by Article 9, Article 10, and Article 11
peraturan pemerintah.                                            shall be governed by regulation of the government.
           Penjelasan Pasal 12: Cukup jelas                                Elucidation of Article 12: Sufficiently clear


                      Pasal 13                                                             Article 13
WP terdiri atas:                                                 Mining Zones shall include:
a.     WUP;                                                      a.         Mining Areas ;
b.     WPR; dan                                                  b.         Small-Scale Mining Areas; and
c.     WPN.                                                      c.         State Reserve Areas.
           Penjelasan Pasal 13: Cukup jelas                                Elucidation of Article 13: Sufficiently clear


                  Bagian Kedua                                                            Part Two
           Wilayah Usaha Pertambangan                                                    Mining Areas
                    Pasal 14                                                              Article 14
(1)    Penetapan WUP dilakukan oleh Pemerintah (1)                          Mining Areas shall be determined by the
       setelah berkoordinasi dengan pemerintah                              Government upon coordination with the
       daerah dan disampaikan secara tertulis                               regional governments, and shall be delivered
       kepada Dewan Perwakilan Rakyat Republik                              in writing to the House of Representatives of
       Indonesia.                                                           the Republic of Indonesia.
(2)    Koordinasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2)                        Coordination as intended by section (1) shall
       (1) dilakukan dengan pemerintah daerah                               be made with the regional governments
       yang bersangkutan berdasarkan data dan                               concerned under data and information

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         19
       informasi yang dimiliki Pemerintah dan                              possessed by the Government and regional
       pemerintah daerah.                                                  governments.
          Penjelasan Pasal 14: Cukup jelas                                Elucidation of Article 14: Sufficiently clear


                      Pasal 15                                                             Article 15
Pemerintah     dapat    melimpahkan   sebagian                  The Government may delegate its partial authority in
kewenangannya dalam penetapan WUP sebagaimana                   the determination of Mining Areas as intended by
dimaksud dalam Pasal 14 ayat (1) kepada                         Article 14 section (1) to the provincial governments
pemerintah provinsi sesuai dengan ketentuan                     under laws and regulations.
peraturan perundang-undangan.
                Penjelasan Pasal 15:                                                Elucidation of Article 15:
Kewenangan yang dilimpahkan adalah kewenangan                   Authority that is delegated shall be authority to determine
dalam menetapkan WUP untuk mineral bukan logam dan              nonmetal mineral and rock Mining Areas within one
batuan dalam satu kabupaten/kota atau lintas                    district/city or overlapping the districts/cities.
kabupaten/kota.


                      Pasal 16                                                             Article 16
Satu WUP terdiri atas 1 (satu) atau beberapa WIUP One Mining Area shall consist of 1 (one) or several
yang berada pada lintas wilayah provinsi, lintas Mining Permit Areas, of which the locations overlap
wilayah kabupaten/kota, dan/atau dalam 1 (satu) the boundaries of the provinces, overlap the
wilayah kabupaten/kota.                           boundaries of the districts/cities, and/or within 1
                                                  (one) a district/city.
          Penjelasan Pasal 16: Cukup jelas                                Elucidation of Article 16: Sufficiently clear


                      Pasal 17                                                             Article 17
Luas dan batas WIUP mineral logam dan batubara                  Size and boundaries of metal mineral and coal
ditetapkan oleh Pemerintah berkoordinasi dengan                 Mining Permit Areas shall be determined by the
pemerintah daerah berdasarkan kriteria yang dimiliki            Government in coordination with the regional
oleh Pemerintah.                                                governments under the criteria adopted by the
                                                                Government.
                Penjelasan Pasal 17:                                                Elucidation of Article 17:
Yang dimaksud dengan luas adalah luas maksimum dan              “Size” means maximum size and minimum size.
luas minimum.

Penentuan batas dilakukan berdasarkan keahlian yang             Boundaries shall be determined on an expertise basis that
diterima oleh semua pihak.                                      is accepted by all parties.


                      Pasal 18                                                             Article 18
Kriteria untuk menetapkan 1 (satu) atau beberapa The criteria under which 1 (one) or several Mining
WIUP dalam 1 (satu) WUP adalah sebagai berikut:  Permit Areas within 1 (one) Mining Area are
                                                 determined shall be as follows:
a.     letak geografis;                                         a.         geographical locations;


                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         20
b.     kaidah konservasi;                                        b.         conservation principles;
c.     daya dukung lindungan lingkungan;                         c.         carrying capacity of environmental
                                                                            conservation;
d.     optimalisasi sumber daya mineral dan/atau d.                         optimization of          mineral        and/or   coal
       batubara; dan                                                        resources; and
e.     tingkat kepadatan penduduk.                               e.         rate of population density.
           Penjelasan Pasal 18: Cukup jelas                                Elucidation of Article 18: Sufficiently clear


                      Pasal 19                                                               Article 19
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penetapan Ancillary provisions for the procedures for
batas dan luas WIUP sebagaimana dimaksud dalam determination of boundaries and size of Mining
Pasal 17 diatur dengan peraturan pemerintah.        Permit Areas as intended by Article 17 shall be
                                                    governed by regulation of the government.
           Penjelasan Pasal 19: Cukup jelas                                Elucidation of Article 19: Sufficiently clear


                  Bagian Ketiga                                                             Part Three
           Wilayah Pertambangan Rakyat                                               Small-Scale Mining Areas
                     Pasal 20                                                               Article 20
Kegiatan pertambangan rakyat dilaksanakan dalam Small-scale mining activities shall be performed
suatu WPR.                                      within a Small-Scale Mining Area.
           Penjelasan Pasal 20: Cukup jelas                                Elucidation of Article 20: Sufficiently clear


                      Pasal 21                                                               Article 21
WPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 20                          Small-Scale Mining Areas as intended by Article 20
ditetapkan oleh bupati/walikota setelah berkonsultasi            shall be determined by the regents/mayors upon
dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah                            consultation with the Regional House of
kabupaten/kota.                                                  Representatives of the district/cities.
                Penjelasan Pasal 21:                                                  Elucidation of Article 21:
Penetapan WPR didasarkan pada perencanaan dengan                 Determination of Small-Scale Mining Areas shall be on a
melakukan sinkronisasi data dan informasi melalui                planning basis by synchronizing data and information
sistem informasi WP.                                             through the Mining Zone information system.


                      Pasal 22                                                               Article 22
Kriteria untuk menetapkan WPR adalah sebagai The criteria under which Small-Scale Mining Areas
berikut:                                     are determined shall be as follows:
a.     mempunyai cadangan mineral sekunder yang a.                          secondary mineral deposits found in the
       terdapat di sungai dan/atau di antara tepi dan                       rivers and/or between two banks of the river;
       tepi sungai;
                Penjelasan Pasal 22 a:                                               Elucidation of Article 22 a:

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                             21
Yang dimaksud dengan tepi dan tepi sungai adalah                  “Between two banks of the river” shall include
daerah akumulasi pengayaan mineral sekunder (pay                  accumulation areas of secondary mineral enrichment
streak) dalam suatu meander sungai.                               (pay streak) in the meanders of a river.

b.     mempunyai cadangan primer logam atau b.                               primary metal or coal deposits of a maximum
       batubara dengan kedalaman maksimal 25                                 of 25 (twenty-five) meters in depth;
       (dua puluh lima) meter;
          Penjelasan Pasal 22 b: Cukup jelas                               Elucidation of Article 22 b: Sufficiently clear

c.     endapan teras, dataran banjir, dan endapan c.                         terrace   deposits,          floodplains,       and
       sungai purba;                                                         paleochannel deposits;
          Penjelasan Pasal 22 c: Cukup jelas                               Elucidation of Article 22 c: Sufficiently clear

d.     luas maksimal wilayah pertambangan rakyat d.                          a small-scale mining area shall be a
       adalah 25 (dua puluh lima) hektare;                                   maximum of 25 (twenty-five) hectares in
                                                                             size;
          Penjelasan Pasal 22 d: Cukup jelas                               Elucidation of Article 22 d: Sufficiently clear

e.     menyebutkan jenis komoditas yang akan e.                              reference to the types of commodities to be
       ditambang; dan/atau                                                   mined; and/or
          Penjelasan Pasal 22 e: Cukup jelas                               Elucidation of Article 22 e: Sufficiently clear

f.     merupakan wilayah atau tempat kegiatan f.                             small-scale mining areas or sites that have
       tambang rakyat yang sudah dikerjakan                                  been worked on for 15 (fifteen) years as a
       sekurang-kurangnya 15 (lima belas) tahun.                             minimum.
          Penjelasan Pasal 22 f: Cukup jelas                               Elucidation of Article 22 f: Sufficiently clear


                       Pasal 23                                                              Article 23
Dalam menetapkan WPR sebagaimana dimaksud                         In determination of Small-Scale Mining Areas as
dalam Pasal 21, bupati/walikota berkewajiban                      intended by Article 21, the regents/mayors are
melakukan pengumuman mengenai rencana WPR                         required to announce Small-Scale Mining Area
kepada masyarakat secara terbuka.                                 planning to the public transparently.
                 Penjelasan Pasal 23:                                                 Elucidation of Article 23:
Pengumuman rencana WPR dilakukan di kantor                        Announcements of Small-Scale Mining Area planning
desa/kelurahan dan kantor/instansi terkait; dilengkapi            shall be made at the office of rural administrative
dengan peta situasi yang menggambarkan lokasi, luas,              division/urban administrative division and relevant
dan batas serta daftar koordinat; dan dilengkapi daftar           offices/agencies; accompanied by situation maps that
pemegang hak atas tanah yang berada dalam WPR.                    show locations, size, and boundaries as well as list of
                                                                  coordinates; and accompanied by lists of titleholders of
                                                                  land in the Small-Scale Mining Areas.


                       Pasal 24                                                              Article 24
Wilayah atau tempat kegiatan tambang rakyat yang Small-scale mining areas or sites that have been
sudah dikerjakan tetapi belum ditetapkan sebagai worked on but not yet determined as Small-Scale
WPR diprioritaskan untuk ditetapkan sebagai WPR. Mining Areas shall be prioritized to be determined as
                                                 Small-Scale Mining Areas.
           Penjelasan Pasal 24: Cukup jelas                                 Elucidation of Article 24: Sufficiently clear

                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           22
                      Pasal 25                                                                Article 25
Ketentuan lebih lanjut mengenai pedoman, prosedur,               Ancillary provisions for the guidelines, procedures,
dan penetapan WPR sebagaimana dimaksud dalam                     and determination of Small-Scale Mining Areas as
Pasal 21 dan Pasal 23 diatur dengan peraturan.                   intended by Article 21 and Article 23 shall be
pemerintah.                                                      governed by regulation of the government.
           Penjelasan Pasal 25: Cukup jelas                                Elucidation of Article 25: Sufficiently clear


                      Pasal 26                                                                Article 26
Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria dan                     Ancillary provisions for the criteria and mechanisms
mekanisme penetapan WPR, sebagaimana dimaksud                    of determination of Small-Scale Mining Areas as
dalam Pasal 22 dan Pasal 23 diatur dengan peraturan              intended by Article 22 and Article 23 shall be
daerah kabupaten/kota.                                           governed by regulation of the district/city.
           Penjelasan Pasal 26: Cukup jelas                                Elucidation of Article 26: Sufficiently clear


                 Bagian Keempat                                                               Part Four
           Wilayah Pencadangan Negara                                                   State Reserve Areas
                    Pasal 27                                                                 Article 27
(1)    Untuk kepentingan strategis nasional, (1)                            In the interest of national strategy, the
       Pemerintah dengan persetujuan Dewan                                  Government upon the consent of the House
       Perwakilan Rakyat Republik Indonesia dan                             of Representatives of the Republic of
       dengan memperhatikan aspirasi daerah                                 Indonesia, and with due regard to regional
       menetapkan WPN sebagai daerah yang                                   aspirations, shall determine State Reserve
       dicadangkan untuk komoditas tertentu dan                             Areas as areas that are reserved for certain
       daerah konservasi dalam rangka menjaga                               commodities and conservation areas to keep
       keseimbangan ekosistem dan lingkungan.                               a balance between ecosystem and the
                                                                            environment.
               Penjelasan Pasal 27 (1):                                              Elucidation of Article 27 (1):
Penetapan      WPN     untuk   kepentingan    nasional           Determination of State Reserve Areas in the national
dimaksudkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi                  interest is intended to push national economic growth,
nasional, ketahanan energi dan industri strategis                national strategic energy and industrial resilience as well
nasional, serta meningkatkan daya saing nasional dalam           as to improve national competitiveness in facing global
menghadapi tantangan global.                                     challenges.

Yang dimaksud dengan komoditas tertentu antara lain              “Certain commodities” shall include, inter alia, copper,
tembaga, timah, emas, besi, nikel, dan bauksit serta             lead, gold, iron, nickel, and bauxite as well as coal.
batubara.

Konservasi yang dimaksud juga mencakup upaya                     “Conservation” shall include efforts to manage minerals
pengelolaan   mineral   dan/atau batubara yang                   and/or coal that are of limited availability.
keberadaannya terbatas.

(2)    WPN yang ditetapkan untuk komoditas (2)                              State Reserve Areas determined for certain
       tertentu sebagaimana dimaksud pada ayat (1)                          commodities as intended by section (1) are
       dapat diusahakan sebagian luas wilayahnya                            allowed their partial areas to be
       dengan persetujuan Dewan Perwakilan                                  commercialized upon the consent of the
       Rakyat Republik Indonesia.                                           House of Representatives of the Republic of

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         23
                                                                            Indonesia.
               Penjelasan Pasal 27 (2):                                              Elucidation of Article 27 (2):
Yang dimaksud dengan sebagian luas wilayahnya adalah             “Their partial areas” means to set the percentage of the
untuk menentukan persentase besaran luas wilayah yang            area size to be commercialized.
akan diusahakan.

(3)    WPN yang ditetapkan untuk konservasi (3)                             State Reserve Areas determined for
       sebagaimana dimaksud pada ayat (1)                                   conservation as intended by section (1) shall
       ditentukan batasan waktu dengan persetujuan                          be given time limit upon the consent of the
       Dewan Perwakilan Rakyat Republik                                     House of Representatives of the Republic of
       Indonesia.                                                           Indonesia.
               Penjelasan Pasal 27 (3):                                              Elucidation of Article 27 (3):
Yang dimaksud dengan batasan waktu adalah WPN yang               “Time limit” means State Reserve Areas determined for
ditetapkan untuk konservasi dapat diusahakan setelah             conservation may be commercialized after a specified
melewati jangka waktu tertentu.                                  period passes.

(4)    Wilayah yang akan diusahakan sebagaimana (4)                         Areas to be commercialized as intended by
       dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) berubah                          section (2) and section (3) shall change their
       statusnya menjadi WUPK.                                              status into Special Mining Area.
         Penjelasan Pasal 27 (4): Cukup jelas                            Elucidation of Article 27 (4): Sufficiently clear


                      Pasal 28                                                                Article 28
Perubahan status WPN sebagaimana dimaksud                        Change in status of State Reserve Area as intended
dalam Pasal 27 ayat (2), ayat (3), dan ayat (4)                  by Article 27 section (2), section (3), and section (4)
menjadi   WUPK     dapat    dilakukan   dengan                   into Special Mining Area may be made in
mempertimbangkan:                                                consideration of:
a.     pemenuhan bahan baku industri dan energi a.                          domestic requirements for industrial raw
       dalam negeri;                                                        materials and energy;
b.     sumber devisa negara;                                     b.         country’s foreign exchange earnings;
c.     kondisi wilayah didasarkan pada keterbatasan c.                      condition of area with respect to constraints
       sarana dan prasarana;                                                of infrastructure and facilities;
d.     berpotensi untuk dikembangkan              sebagai d.                potential for development                 as   central
       pusat pertumbuhan ekonomi;                                           economic growth;
e.     daya dukung lingkungan; dan/atau                          e.         carrying capacity of the environment; and/or
f.     penggunaan teknologi tinggi dan modal f.                             use of high technology and large capital
       investasi yang besar.                                                investments.
           Penjelasan Pasal 28: Cukup jelas                                Elucidation of Article 28: Sufficiently clear


                      Pasal 29                                                                Article 29
(1)    WUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal (1)                            Special Mining Areas to be commercialized
       27 ayat (4) yang akan diusahakan ditetapkan                          as intended by Article 27 section (4) shall be
       oleh Pemerintah setelah berkoordinasi                                determined by the Government upon
       dengan pemerintah daerah.                                            coordination with the regional governments.

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                             24
               Penjelasan Pasal 29 (1):                                             Elucidation of Article 29 (1):
Yang    dimaksud    dengan    koordinasi    adalah              “Coordination” means to accommodate the requirement
mengakomodasi semua kepentingan daerah yang terkait             of regions in connection with Special Mining Areas under
dengan WUPK sesuai dengan ketentuan peraturan                   laws and regulations.
perundang-undangan.

(2)    Pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan di (2)                      Mining business activities in Special Mining
       WUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1)                             Areas as intended by section (1) shall be
       dilakukan dalam bentuk IUPK.                                        performed in the form of Special Mining
                                                                           Permits.
         Penjelasan Pasal 29 (2): Cukup jelas                           Elucidation of Article 29 (2): Sufficiently clear


                      Pasal 30                                                               Article 30
Satu WUPK terdiri atas 1 (satu) atau beberapa One Special Mining Area shall consist of 1 (one) or
WIUPK yang berada pada lintas wilayah provinsi, several Special Mining Permit Areas in Special
lintas wilayah kabupaten/kota, dan/atau dalam 1 Mining Areas, of which the locations overlap the
(satu) wilayah kabupaten /kota.                 boundaries of the provinces, overlap the boundaries
                                                of the districts/cities, and/or within 1 (one)
                                                district/city.
          Penjelasan Pasal 30: Cukup jelas                                Elucidation of Article 30: Sufficiently clear


                      Pasal 31                                                               Article 31
Luas dan batas WIUPK mineral logam dan batubara                 Size and boundaries of metal mineral and coal
ditetapkan oleh Pemerintah berkoordinasi dengan                 Special Mining Permit Areas in Special Mining
pemerintah daerah berdasarkan kriteria dan                      Areas shall be determined by the Government in
informasi yang dimiliki oleh Pemerintah.                        coordination with the regional governments under
                                                                the criteria and information possessed by the
                                                                Government.
                Penjelasan Pasal 31:                                                 Elucidation of Article 31:
Yang dimaksud dengan luas adalah luas maksimum dan              “Size” means maximum size and minimum size.
luas minimum.

Penentuan batas dilakukan berdasarkan keahlian yang             Boundaries shall be determined on an expertise basis that
diterima oleh semua pihak.                                      all parties accept.


                      Pasal 32                                                               Article 32
Kriteria untuk menetapkan 1 (satu) atau beberapa The criteria under which 1 (one) or several Special
WIUPK dalam 1 (satu) WUPK adalah sebagai Mining Permit Areas in Special Mining Areas within
berikut:                                         1 (one) Special Mining Area are determined shall be
                                                 as follows:
a.     letak geografis;                                         a.         geographical locations;
b.     kaidah konservasi;                                       b.         conservation principles;
c.     daya dukung lindungan lingkungan;                        c.         carrying capacity of environmental
                                                                           conservation;

                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           25
d.     optimalisasi sumber daya mineral dan/atau d.                          optimization of            mineral     and/or    coal
       batubara; dan                                                         resources; and
e.     tingkat kepadatan penduduk.                                e.         rate of population density.
            Penjelasan Pasal 32: Cukup jelas                                Elucidation of Article 32: Sufficiently clear


                       Pasal 33                                                                 Article 33
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penetapan               Ancillary provisions for the procedures for
luas dan batas WIUPK sebagaimana dimaksud                         determination of size and boundaries of Special
dalam Pasal 31 dan Pasal 32 diatur dengan peraturan               Mining Permit Areas in Special Mining Areas as
pemerintah.                                                       intended by Article 31 and Article 32 shall be
                                                                  governed by regulation of the government.
            Penjelasan Pasal 33: Cukup jelas                                Elucidation of Article 33: Sufficiently clear


                   BAB VI                                                                  CHAPTER VI
            USAHA PERTAMBANGAN                                                           MINING BUSINESS
                   Pasal 34                                                                  Article 34
(1)    Usaha pertambangan dikelompokkan atas:                     (1)        Mining business shall be grouped into:
       a.      pertambangan mineral; dan                                     a.         mineral mining; and
        Penjelasan Pasal 34 (1) a: Cukup jelas                          Elucidation of Article 34 (1) a: Sufficiently clear

       b.      pertambangan batubara.                                        b.         coal mining.
        Penjelasan Pasal 34 (1) b: Cukup jelas                          Elucidation of Article 34 (1) b: Sufficiently clear

(2)    Pertambangan     mineral       sebagaimana (2)                        Mineral mining as intended by section (1)
       dimaksud pada ayat (1) huruf a digolongkan                            point (a) shall be classified into:
       atas:
       a.      pertambangan mineral radioaktif;                              a.         radioactive mineral mining;
               Penjelasan Pasal 34 (2) a:                                                 Elucidation of Article 34 (2) a:
Yang dimaksud dengan “pertambangan mineral                        “Radioactive mineral mining” means mining as governed
radioaktif” adalah pertambangan sebagaimana diatur                by laws and regulations in the field of nuclear energy.
dalam peraturan perundang-undangan di bidang
ketenaganukliran.

       b.      pertambangan mineral logam;                                   b.         metal mineral mining;
               Penjelasan Pasal 34 (2) b:                                             Elucidation of Article 34 (2) b:
Pertambangan mineral logam dalam ketentuan ini                    Metal mineral mining in this provision shall include
termasuk mineral ikutannya.                                       associated minerals.

       c.      pertambangan mineral bukan logam;                             c.         nonmetal mineral mining; and
               dan
        Penjelasan Pasal 34 (2) c: Cukup jelas                          Elucidation of Article 34 (2) c: Sufficiently clear

       d.      pertambangan batuan.                                          d.         rock mining.

                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                             26
       Penjelasan Pasal 34 (2) d: Cukup jelas                           Elucidation of Article 34 (2) d: Sufficiently clear

(3)   Ketentuan lebih lanjut mengenai penetapan (3)                          Ancillary provisions for classification of a
      suatu komoditas tambang ke dalam suatu                                 mining commodity into a mineral mining
      golongan        pertambangan      mineral                              class as intended by section (2) shall be
      sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur                              governed by regulation of the government.
      dengan peraturan pemerintah.
           Penjelasan Pasal 34 (3): Cukup jelas                           Elucidation of Article 34 (3): Sufficiently clear


                        Pasal 35                                                            Article 35
Usaha pertambangan sebagaimana dimaksud dalam Mining business as intended by Article 34 shall be
Pasal 34 dilaksanakan dalam bentuk:           conducted in the form of:
a.    IUP;                                                        a.         Mining Permits;
b.    IPR; dan                                                    b.         Small-Scale Mining Permits; and
c.    IUPK.                                                       c.         Special Mining Permits.
            Penjelasan Pasal 35: Cukup jelas                                Elucidation of Article 35: Sufficiently clear


                 BAB VII                                                                CHAPTER VII
       IZIN USAHA PERTAMBANGAN                                                         MINING PERMITS
               Bagian Kesatu                                                               Part One
                  Umum                                                                     General
                 Pasal 36                                                                 Article 36
(1)   IUP terdiri atas dua tahap:                                 (1)        A Mining Permit (IUP) shall include two
                                                                             stages:
      a.        IUP Eksplorasi meliputi kegiatan                             a.       an Exploration Mining Permit shall
                penyelidikan umum, eksplorasi, dan                                    include the activities of general
                studi kelayakan;                                                      surveys, explorations, and feasibility
                                                                                      studies;
      b.        IUP Operasi Produksi meliputi                                b.       a Production Operation Mining
                kegiatan konstruksi, penambangan,                                     Permit shall include the activities of
                pengolahan dan pemurnian, serta                                       construction, mines, processing and
                pengangkutan dan penjualan.                                           refining/smelting as well as hauling
                                                                                      and sale.
(2)   Pemegang IUP Eksplorasi dan pemegang (2)                               Exploration Mining Permit holders and
      IUP Operasi Produksi dapat melakukan                                   Production Operation Mining holders may
      sebagian atau seluruh kegiatan sebagaimana                             perform part or all of the activities as
      dimaksud pada ayat (1).                                                intended by section (1).
            Penjelasan Pasal 36: Cukup jelas                                Elucidation of Article 36: Sufficiently clear




                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           27
                        Pasal 37                                                              Article 37
IUP diberikan oleh:                                               Mining Permits shall be granted by:
a.     bupati/walikota apabila WIUP berada di a.                             the regents/mayors, where the Mining Permit
       dalam satu wilayah kabupaten/kota;                                    Area is in one district/city;
b.     gubernur apabila WIUP berada pada lintas b.                           the governors, where the Mining Permit Area
       wilayah kabupaten/kota dalam 1 (satu)                                 overlaps the boundaries of the districts/cities
       provinsi setelah mendapatkan rekomendasi                              in one province upon recommendation of the
       dan bupati/walikota setempat sesuai dengan                            local regent/mayor under laws and
       ketentuan peraturan perundang-undangan;                               regulations; and
       dan
c.     Menteri apabila WIUP berada pada lintas c.                            the Minister, where the Mining Permit Area
       wilayah provinsi setelah mendapatkan                                  overlaps the boundaries of the provinces
       rekomendasi       dari    gubernur      dan                           upon recommendation of the governors and
       bupati/walikota setempat sesuai dengan                                the local regents/mayors under laws and
       ketentuan peraturan perundang-undangan.                               regulations.
            Penjelasan Pasal 37: Cukup jelas                                Elucidation of Article 37: Sufficiently clear


                        Pasal 38                                                              Article 38
IUP diberikan kepada:                                             Mining Permits shall be granted to:
a.     badan usaha;                                               a.         entities;
                 Penjelasan Pasal 38 a:                                               Elucidation of Article 38 a:
Badan usaha dalam ketentuan ini meliputi badan usaha              Entities in this provision shall include state-owned
milik negara dan badan usaha milik daerah.                        entities and region-owned entities.

b.     koperasi; dan                                              b.         cooperatives; and
            Penjelasan Pasal 38 b: Cukup jelas                             Elucidation of Article 38 b: Sufficiently clear

c.     perseorangan.                                              c.         sole proprietorships.
            Penjelasan Pasal 38 c: Cukup jelas                             Elucidation of Article 38 c: Sufficiently clear


                        Pasal 39                                                              Article 39
(1)    IUP Eksplorasi sebagaimana dimaksud dalam (1)                         An Exploration Mining Permit as intended by
       Pasal 36 ayat (1) huruf a wajib memuat                                Article 36 section (1) point (a) must state the
       ketentuan sekurang-kurangnya:                                         following terms as a minimum:
       a.       nama perusahaan;                                             a.        name of company;
        Penjelasan Pasal 39 (1) a: Cukup jelas                          Elucidation of Article 39 (1) a: Sufficiently clear

       b.       lokasi dan luas wilayah;                                     b.        location and size of area;
        Penjelasan Pasal 39 (1) b: Cukup jelas                          Elucidation of Article 39 (1) b: Sufficiently clear

       c.       rencana umum tata ruang;                                     c.        general spatial planning;


                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           28
         Penjelasan Pasal 39 (1) c: Cukup jelas                          Elucidation of Article 39 (1) c: Sufficiently clear

       d.         jaminan kesungguhan;                                        d.         commitment deposits;
                 Penjelasan Pasal 39 (1) d:                                            Elucidation of Article 39 (1) d:
Jaminan kesungguhan dalam ketentuan ini termasuk                   Commitment deposits in this provision shall include
biaya pengelolaan lingkungan akibat kegiatan eksplorasi.           environmental management fees with respect to
                                                                   exploration activities.

       e.         modal investasi;                                            e.         investment capital;
         Penjelasan Pasal 39 (1) e: Cukup jelas                          Elucidation of Article 39 (1) e: Sufficiently clear

       f.         perpanjangan waktu tahap kegiatan;                          f.         extended period of stage of activity;
            Penjelasan Pasal 39 (1) f: Cukup jelas                        Elucidation of Article 39 (1) f: Sufficiently clear

       g.         hak dan kewajiban pemegang IUP;                             g.         rights and obligations of Mining
                                                                                         Permit holders
         Penjelasan Pasal 39 (1) g: Cukup jelas                          Elucidation of Article 39 (1) g: Sufficiently clear

       h.         jangka waktu        berlakunya       tahap                  h.         validity period of stage of activity;
                  kegiatan;
         Penjelasan Pasal 39 (1) h: Cukup jelas                          Elucidation of Article 39 (1) h: Sufficiently clear

       i.         jenis usaha yang diberikan;                                 i.         line of business authorized;
            Penjelasan Pasal 39 (1) i: Cukup jelas                        Elucidation of Article 39 (1) i: Sufficiently clear

       j.         rencana      pengembangan     dan                           j.         development and empowerment plans
                  pemberdayaan masyarakat di sekitar                                     for community of mining areas;
                  wilayah pertambangan;
            Penjelasan Pasal 39 (1) j: Cukup jelas                        Elucidation of Article 39 (1) j: Sufficiently clear

       k.         perpajakan;                                                 k.         taxation;
         Penjelasan Pasal 39 (1) k: Cukup jelas                          Elucidation of Article 39 (1) k: Sufficiently clear

       l.         penyelesaian perselisihan;                                  l.         settlement of disputes;
            Penjelasan Pasal 39 (1) l: Cukup jelas                        Elucidation of Article 39 (1) l: Sufficiently clear

       m.         iuran tetap dan iuran eksplorasi; dan                       m.         dead rents and exploration royalties;
                                                                                         and
        Penjelasan Pasal 39 (1) m: Cukup jelas                           Elucidation of Article 39 (1) m: Sufficiently clear

       n.         amdal.                                                      n.         environmental       impact       assessment
                                                                                         (amdal).
         Penjelasan Pasal 39 (1) n: Cukup jelas                          Elucidation of Article 39 (1) n: Sufficiently clear

(2)    IUP    Operasi  Produksi    sebagaimana (2)                            A Production Operation Mining Permit as
       dimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf b                               intended by Article 36 section (1) point (b)
       wajib   memuat    ketentuan    sekurang-                               must state the following terms as a minimum:
       kurangnya:


                                                Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                              29
a.   nama perusahaan;                                            a.       name of company;
b.   luas wilayah;                                               b.       size of area;
c.   lokasi penambangan;                                         c.       mine locations;
d.   lokasi pengolahan dan pemurnian;                            d.       processing      and   refining/smelting
                                                                          locations;
e.   pengangkutan dan penjualan;                                 e.       hauling and sale;
f.   modal investasi;                                            f.       investment capital;
g.   jangka waktu berlakunya IUP;                                g.       validity period of Mining Permits;
h.   jangka waktu tahap kegiatan;                                h.       period of stage of activity;
i.   penyelesaian masalah pertanahan;                            i.       solutions to land problems;
j.   lingkungan hidup termasuk reklamasi                         j.       the environment, including
     dan pascatambang;                                                    reclamations and postmining;
k.   dana    jaminan     reklamasi           dan                 k.       reclamation and postmining deposit
     pascatambang;                                                        funds;
l.   perpanjangan IUP;                                           l.       extension of Mining Permits;
m.   hak dan kewajiban pemegang IUP;                             m.       rights and obligations of Mining
                                                                          Permit holders
n.   rencana      pengembangan     dan                           n.       development and empowerment plans
     pemberdayaan masyarakat di sekitar                                   for community of mining areas;
     wilayah pertambangan;
o.   perpajakan;                                                 o.       taxation;
p.   penerimaan negara bukan pajak yang                          p.       nontax state revenues that include
     terdiri atas iuran tetap dan iuran                                   dead rents and production royalties;
     produksi;
q.   penyelesaian perselisihan;                                  q.       settlement of disputes;
r.   keselamatan dan kesehatan kerja;                            r.       occupational safety and health;
s.   konservasi mineral atau batubara;                           s.       mineral or coal conservation;
t.   pemanfataan barang,          jasa,      dan                 t.       use of domestic goods, services and
     teknologi dalam negeri;                                              technology;
u.   penerapan kaidah keekonomian dan                            u.       application of good mining economic
     keteknikan pertambangan yang baik;                                   and technical principles;
v.   pengembangan        tenaga            kerja                 v.       fostering of Indonesian workers;
     Indonesia;
w.   pengelolaan data      mineral          atau                 w.       management of data on minerals or
     batubara; dan                                                        coal; and
x.   penguasaan,     pengembangan,           dan                 x.       mastery, development, and

                                   Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                          30
             penerapan teknologi pertambangan                                      application of mineral or coal mining
             mineral atau batubara.                                                technology.
        Penjelasan Pasal 39 (2): Cukup jelas                           Elucidation of Article 39 (2): Sufficiently clear


                     Pasal 40                                                            Article 40
(1)   IUP sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 (1)                         A Mining Permit as intended by Article 36
      ayat (1) diberikan untuk 1 (satu) jenis                             section (1) shall be granted for 1 (one) type
      mineral atau batubara.                                              of mineral and coal.
(2)   Pemegang IUP sebagaimana dimaksud pada (2)                          A Mining Permit holder as intended by
      ayat (1) yang menemukan mineral lain di                             section (1) by whom other minerals are found
      dalam WIUP yang dikelola diberikan                                  within a Mining Permit Area he/she manages
      prioritas untuk mengusahakannya.                                    shall be given priority to commercialize
                                                                          them.
(3)   Pemegang      IUP      yang      bermaksud (3)                      A Mining Permit holder that wishes to
      mengusahakan mineral lain sebagaimana                               commercialize other minerals as intended by
      dimaksud pada ayat (2), wajib mengajukan                            section (2) must file an application for a new
      permohonan IUP baru kepada Menteri,                                 Mining Permit with the competent Minister,
      gubernur, dan bupati/walikota sesuai dengan                         the governors, and the regents/mayors.
      kewenangannya.
(4)   Pemegang IUP sebagaimana dimaksud pada (4)                          A Mining Permit holder as intended by
      ayat (2) dapat menyatakan tidak berminat                            section (2) may express disinterest to
      untuk mengusahakan mineral lain yang                                commercialize other minerals found.
      ditemukan tersebut.
(5)   Pemegang IUP yang tidak berminat untuk (5)                          A Mining Permit holder that is disinterested
      mengusahakan mineral lain yang ditemukan                            in commercializing other minerals found as
      sebagaimana dimaksud pada ayat (4), wajib                           intended by section (4) must prevent other
      menjaga mineral lain tersebut agar tidak                            parties from taking advantage of such other
      dimanfaatkan pihak lain.                                            minerals.
(6)   IUP untuk mineral lain sebagaimana (6)                              A Mining Permit for other minerals as
      dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dapat                           intended by section (4) and section (5) may
      diberikan kepada pihak lain oleh Menteri,                           be granted to other party by the competent
      gubernur, dan bupati/walikota sesuai dengan                         Minister,   the    governors,     and    the
      kewenangannya.                                                      regents/mayors.
         Penjelasan Pasal 40: Cukup jelas                                Elucidation of Article 40: Sufficiently clear


                     Pasal 41                                                            Article 41
IUP tidak dapat digunakan selain yang dimaksud A Mining Permit shall not be used other than as
dalam pemberian IUP.                           intended in the granting of a Mining Permit.
         Penjelasan Pasal 41: Cukup jelas                                Elucidation of Article 41: Sufficiently clear




                                            Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           31
                     Bagian Kedua                                                           Par Two
                    IUP Eksplorasi                                                 Exploration Mining Permits
                       Pasal 42                                                             Article 42
(1)    IUP Eksplorasi untuk pertambangan mineral (1)                      A metal mineral Exploration Mining Permit
       logam dapat diberikan dalam jangka waktu                           may be granted for a period of at most 8
       paling lama 8 (delapan) tahun,                                     (eight) years.
               Penjelasan Pasal 42 (1):                                            Elucidation of Article 42 (1):
Jangka waktu 8 (delapan) tahun meliputi penyelidikan           An 8 (eight)-year period shall include 1 (one) year of
umum 1 (satu) tahun; eksplorasi 3 (tiga) tahun dan dapat       general surveys, 3 (three) years of explorations,
diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 1 (satu) tahun;        extendable to 1 (one) year 2 (two) times respectively, as
serta studi kelayakan 1 (satu) tahun dan dapat                 well as 1 (one) year of feasibility studies, extendable to 1
diperpanjang 1 (satu) kali 1 (satu) tahun.                     (one) year 1 (one) time.

(2)    IUP Eksplorasi untuk pertambangan mineral (2)                      A nonmetal mineral Exploration Mining
       bukan logam dapat diberikan paling lama                            Permit may be granted for a period of at most
       dalam jangka waktu 3 (tiga) tahun dan                              3 (three) years, and for certain-typed
       mineral bukan logam jenis tertentu dapat                           nonmetal minerals may be granted for a
       diberikan dalam jangka waktu paling lama 7                         period of at most 7 (seven) years.
       (tujuh) tahun.
               Penjelasan Pasal 42 (2):                                            Elucidation of Article 42 (2):
Jangka waktu 3 (tiga) tahun meliputi penyelidikan umum         A 3 (three)-year period shall include 1 (one) year of
1 (satu) tahun, eksplorasi 1 (satu) tahun, dan studi           general surveys, 1 (one) year of explorations, and 1 (one)
kelayakan 1 (satu) tahun.                                      year of feasibility studies.

Yang dimaksud dengan mineral bukan logam jenis                 Certain-typed nonmetal minerals shall include, inter alia,
tertentu adalah antara lain batu gamping untuk industri        limestones for cement industry, diamonds, and precious
semen, intan, dan batu mulia.                                  stones.

Jangka waktu 7 (tujuh) tahun meliputi penyelidikan             A 7 (seven)-year period shall include 1 (one) year of
umum 1 (satu) tahun; eksplorasi 3 (tiga) tahun dan dapat       general surveys, 3 (three) years of explorations,
diperpanjang 1 (satu) kali 1 (satu) tahun; serta studi         extendable to 1 (one) year 1 (one) time, as well as 1 (one)
kelayakan 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang 1 (satu)       year of feasibility studies, extendable to 1 (one) year 1
kali 1 (satu) tahun.                                           (one) time.

(3)    IUP Eksplorasi untuk pertambangan batuan (3)                       A rock Exploration Mining Permit may be
       dapat diberikan dalam jangka waktu paling                          granted for a period of at most 3 (three)
       lama 3 (tiga) tahun.                                               years.
               Penjelasan Pasal 42 (3):                                            Elucidation of Article 42 (3):
Jangka waktu 3 (tiga) tahun meliputi penyelidikan umum         A 3 (three)-year period shall include 1 (one) year of
1 (satu) tahun, eksplorasi 1 (satu) tahun, dan studi           general surveys, 1 (one) year of explorations, and 1 (one)
kelayakan 1 (satu) tahun.                                      year of feasibility studies.

(4)    IUP Eksplorasi untuk pertambangan batubara (4)                     A coal Exploration Mining Permit may be
       dapat diberikan dalam jangka waktu paling                          granted for a period of at most 7 (seven)
       lama 7 (tujuh) tahun.                                              years.
               Penjelasan Pasal 42 (4):                                            Elucidation of Article 42 (4):
Jangka waktu 7 (tujuh) tahun meliputi penyelidikan             A 7 (seven)-year period shall include 1 (one) year of
umum 1 (satu) tahun; eksplorasi 2 (dua) tahun dan dapat        general surveys, 2 (two) years of explorations, extendable
diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 1 (satu) tahun;        to 1 (one) year 2 (two) times respectively, as well as 2

                                            Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                        32
serta studi kelayakan 2 (dua) tahun.                              (two) years of feasibility studies.


                        Pasal 43                                                               Article 43
(1)     Dalam hal kegiatan eksplorasi dan kegiatan (1)                       In the case of exploration activities and
        studi kelayakan, pemegang IUP Eksplorasi                             feasibility study activities, Exploration
        yang mendapatkan mineral atau batubara                               Mining Permit holders by whom excavated
        yang tergali wajib melaporkan kepada                                 minerals or coal are found must report it to
        pemberi IUP.                                                         the Mining Permit issuer.
(2)     Pemegang IUP Eksplorasi yang ingin (2)                               Exploration Mining Permit holders that wish
        menjual mineral atau batubara sebagaimana                            to sell minerals or coal as intended by section
        dimaksud pada ayat (1) wajib mengajukan                              (1) must apply for a temporary permit for
        izin    sementara     untuk     melakukan                            hauling and sale.
        pengangkutan dan penjualan.
            Penjelasan Pasal 43: Cukup jelas                                Elucidation of Article 43: Sufficiently clear


                        Pasal 44                                                               Article 44
Izin sementara sebagaimana dimaksud dalam Pasal A temporary permit as intended by Article 43 section
43 ayat (2) diberikan oleh Menteri, gubernur, atau (2) shall be granted by the competent Minister, the
bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.       governors, or the regents/mayors.
            Penjelasan Pasal 44: Cukup jelas                                Elucidation of Article 44: Sufficiently clear


                        Pasal 45                                                               Article 45
Mineral atau batubara yang tergali sebagaimana Excavated minerals or coal as intended by Article 43
dimaksud dalam Pasal 43 dikenai iuran produksi. shall be subject to production royalties.
            Penjelasan Pasal 45: Cukup jelas                                Elucidation of Article 45: Sufficiently clear


                    Bagian Ketiga                                                        Part Three
                 IUP Operasi Produksi                                        Production Operation Mining Permits
                      Pasal 46                                                           Article 46
(1)     Setiap pemegang IUP Eksplorasi dijamin (1)                           Any Exploration Mining Permit holder shall
        untuk memperoleh IUP Operasi Produksi                                be assured of obtaining a Production
        sebagai   kelanjutan kegiatan    usaha                               Operation Mining Permit in furtherance of
        pertambangannya.                                                     his/her mining business.
          Penjelasan Pasal 46 (1): Cukup jelas                            Elucidation of Article 46 (1): Sufficiently clear

(2)     IUP Operasi Produksi dapat diberikan kepada (2)                      A Production Operation Mining Permit may
        badan usaha, koperasi, atau perseorangan                             be granted to entities, cooperatives, or sole
        atas hasil pelelangan WIUP mineral logam                             proprietorships that have held data on
        atau batubara yang telah mempunyai data                              feasibility study findings, upon bid results of
        hasil kajian studi kelayakan.                                        metal mineral or coal Mining Permit Areas.
                Penjelasan Pasal 46 (2):                                              Elucidation of Article 46 (2):


                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           33
Yang dimaksud dengan data hasil kajian studi kelayakan         Data on feasibility study findings shall be
merupakan sinkronisasi data milik Pemerintah dan               synchronization of data of the Government with data of
pemerintah daerah.                                             the regional governments.


                       Pasal 47                                                             Article 47
(1)    IUP Operasi Produksi untuk pertambangan (1)                        A metal mineral Production Operation
       mineral logam dapat diberikan dalam jangka                         Mining Permit may be granted for a period of
       waktu paling lama 20 (dua puluh) tahun dan                         at most 20 (twenty) years, extendable to 10
       dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing-                            (ten) years 2 (two) times respectively.
       masing 10 (sepuluh) tahun.
               Penjelasan Pasal 47 (1):                                            Elucidation of Article 47 (1):
Jangka waktu 20 (dua puluh) tahun dalam ketentuan ini          A 20 (twenty)-year period in this provision shall include 2
termasuk jangka waktu untuk konstruksi selama 2 (dua)          (two) years of construction.
tahun.

(2)    IUP Operasi Produksi untuk pertambangan (2)                        A nonmetal mineral Production Operation
       mineral bukan logam dapat diberikan dalam                          Mining Permit may be granted for a period of
       jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) tahun                        at most 10 (ten) years, extendable to 5 (five)
       dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali masing-                        years 2 (two) times respectively.
       masing 5 (lima) tahun.
         Penjelasan Pasal 47 (2): Cukup jelas                          Elucidation of Article 47 (2): Sufficiently clear

(3)    IUP Operasi Produksi untuk pertambangan (3)                        A certain-typed nonmetal mineral Production
       mineral bukan logam jenis tertentu dapat                           Operation Mining Permit may be granted for
       diberikan dalam jangka waktu paling lama 20                        a period of at most 20 (twenty) years,
       (dua puluh) tahun dan dapat diperpanjang 2                         extendable to 10 (ten) years 2 (two) times
       (dua) kali masing-masing 10 (sepuluh) tahun.                       respectively.
               Penjelasan Pasal 47 (3):                                            Elucidation of Article 47 (3):
Yang dimaksud dengan mineral bukan logam jenis                 Certain-typed nonmetal minerals shall include, inter alia,
tertentu adalah antara lain batu gamping untuk industri        limestones for cement industry, diamonds, and precious
semen, intan dan batu mulia.                                   stones.

Jangka waktu 20 (dua puluh) tahun dalam ketentuan ini          A 20 (twenty)-year period in this provision shall include 2
termasuk jangka waktu untuk konstruksi selama 2 (dua)          (two) years of construction.
tahun.

(4)    IUP Operasi     Produksi untuk pertambangan (4)                    A rock Production Operation Mining Permit
       batuan dapat    diberikan dalam jangka waktu                       may be granted for a period of at most 5
       paling lama      5 (lima) tahun dan dapat                          (five) years, extendable to 5 (five) years 2
       diperpanjang    2 (dua) kali masing-masing 5                       (two) times respectively.
       (lima) tahun.
         Penjelasan Pasal 47 (4): Cukup jelas                          Elucidation of Article 47 (4): Sufficiently clear

(5)    IUP Operasi Produksi untuk Pertambangan (5)                        A coal Production Operation Mining Permit
       batubara dapat diberikan dalam jangka waktu                        may be granted for a period of at most 20
       paling lama 20 (dua puluh) tahun dan dapat                         (twenty) years, extendable to 10 (ten) years 2
       diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 10                         (two) times respectively.
       (sepuluh) tahun.
               Penjelasan Pasal 47 (5):                                            Elucidation of Article 47 (5):


                                            Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           34
Jangka waktu 20 (dua puluh) tahun dalam ketentuan ini            A 20 (twenty)-year period in this provision shall include 2
termasuk jangka waktu untuk konstruksi selama 2 (dua)            (two) years of construction.
tahun.


                      Pasal 48                                                               Article 48
IUP Operasi Produksi diberikan oleh:                             Production Operation Mining Permits shall be
                                                                 granted by:
a.     bupati/walikota apabila lokasi penambangan, a.                       the regents/mayors, where the mine
       lokasi pengolahan dan pemurnian, serta                               locations, processing and refining/smelting
       pelabuhan berada di dalam satu wilayah                               locations as well as ports are in one
       kabupaten/kota;                                                      district/city;
b.     gubernur apabila lokasi penambangan, lokasi b.                       the governors, where the mine locations,
       pengolahan dan pemurnian, serta pelabuhan                            processing and refining/smelting locations as
       berada di dalam wilayah kabupaten/kota                               well as ports are in a different district/city
       yang    berbeda     setelah    mendapatkan                           upon recommendation of the local
       rekomendasi dari bupati/walikota setempat                            regent/mayor under laws and regulations; and
       sesuai    dengan     ketentuan    peraturan
       perundang-undangan; dan
c.     Menteri apabila lokasi penambangan, lokasi c.                        the Minister, where the mine locations,
       pengolahan dan pemurnian, serta pelabuhan                            processing and refining/smelting locations as
       berada di dalam wilayah provinsi yang                                well as ports are in a different province upon
       berbeda setelah mendapatkan rekomendasi                              recommendation of the governors and the
       dari gubernur dan bupati/walikota setempat                           local regents/mayors under laws and
       sesuai    dengan     ketentuan    peraturan                          regulations.
       perundang-undangan.
           Penjelasan Pasal 48: Cukup jelas                                Elucidation of Article 48: Sufficiently clear


                      Pasal 49                                                               Article 49
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian              Ancillary provisions for the procedures for granting
IUP Eksplorasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal                  Exploration Mining Permits as intended by Article
42 dan IUP Operasi Produksi sebagaimana dimaksud                 42 and Production Operation Mining Permits as
dalam Pasal 46 diatur dengan peraturan pemerintah.               intended by Article 46 shall be governed by
                                                                 regulation of the government.
           Penjelasan Pasal 49: Cukup jelas                                Elucidation of Article 49: Sufficiently clear


                 Bagian Keempat                                                               Part Four
              Pertambangan Mineral                                                        Mineral Mining
                    Paragraf 1                                                              Paragraph 1
         Pertambangan Mineral Radioaktif                                             Radioactive Mineral Mining
                     Pasal 50                                                                Article 50
WUP mineral radioaktif ditetapkan oleh Pemerintah Radioactive mineral Mining Areas shall be
dan pengusahaannya dilaksanakan sesuai dengan determined by the Government, and the
ketentuan peraturan perundang-undangan.           commercialization thereof shall be performed under

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         35
                                                                 laws and regulations.
           Penjelasan Pasal 50: Cukup jelas                                Elucidation of Article 50: Sufficiently clear


                    Paragraf 2                                                             Paragraph 2
           Pertambangan Mineral Logam                                                  Metal Mineral Mining
                     Pasal 51                                                                Article 51
WUP mineral logam diberikan kepada badan usaha, Metal mineral Mining Areas shall be authorized to
koperasi, dan perseorangan dengan cara lelang.  entities, cooperatives, and sole proprietorships
                                                through bids.
                Penjelasan Pasal 51:                                                  Elucidation of Article 51:

Pertambangan mineral logam dalam ketentuan ini                   Metal mineral mining in this provision shall include
termasuk mineral ikutannya.                                      associated minerals.


                      Pasal 52                                                                Article 52
(1)    Pemegang IUP Eksplorasi mineral logam (1)                            Metal mineral Exploration Mining Permit
       diberi WIUP dengan luas paling sedikit 5.000                         holders shall be authorized a Mining Permit
       (lima ribu) hektare dan paling banyak                                Area of at least 5,000 (five thousand)
       100.000 (seratus ribu) hektare.                                      hectares and at most 100,000 (one hundred
                                                                            thousand) hectares in size.
         Penjelasan Pasal 52 (1): Cukup jelas                            Elucidation of Article 52 (1): Sufficiently clear

(2)    Pada wilayah yang telah diberikan IUP (2)                            An area to which a metal mineral Exploration
       Eksplorasi mineral logam dapat diberikan                             Mining Permit has been authorized shall
       IUP kepada pihak lain untuk mengusahakan                             allow a Mining Permit to be granted to other
       mineral lain yang keterdapatannya berbeda.                           party to commercialize different minerals
                                                                            found.
               Penjelasan Pasal 52 (2):                                              Elucidation of Article 52 (2):
Apabila dalam WIUP terdapat mineral lain yang berbeda            Where different minerals are found in a Mining Permit
keterdapatannya secara vertikal maupun horizontal,               Area either vertically or horizontally, other parties may
pihak lain dapat mengusahakan mineral tersebut.                  commercialize those minerals.

(3)    Pemberian IUP sebagaimana dimaksud pada (3)                          A Mining Permit as intended by section (2)
       ayat      (2)      dilakukan     setelah                             shall be granted upon consideration of
       mempertimbangkan pendapat dari pemegang                              opinions of the first Mining Permit holder.
       IUP pertama.
         Penjelasan Pasal 52 (3): Cukup jelas                            Elucidation of Article 52 (3): Sufficiently clear


                      Pasal 53                                                                Article 53
Pemegang IUP Operasi Produksi mineral logam Metal mineral Production Operation Mining Permit
diberi WIUP dengan luas paling banyak 25.000 (dua holders shall be authorized a Mining Permit Area of
puluh lima ribu) hektare.                         at most 25,000 (twenty-five thousand) hectares in
                                                  size.
           Penjelasan Pasal 53: Cukup jelas                                Elucidation of Article 53: Sufficiently clear

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           36
                   Paragraf 3                                                            Paragraph 3
       Pertambangan Mineral Bukan Logam                                             Nonmetal Mineral Mining
                    Pasal 54                                                              Article 54
WIUP mineral bukan logam diberikan kepada badan                 Nonmetal mineral Mining Permit Areas shall be
usaha, koperasi, dan perseorangan dengan cara                   authorized to entities, cooperatives, and sole
permohonan wilayah kepada pemberi izin                          proprietorships by filing an application for the area
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37.                            with the permit issuer as intended by Article 37.
          Penjelasan Pasal 54: Cukup jelas                                Elucidation of Article 54: Sufficiently clear


                     Pasal 55                                                                Article 55
(1)   Pemegang IUP Eksplorasi mineral bukan (1)                            Nonmetal mineral Exploration Mining Permit
      logam diberi WIUP dengan luas paling                                 holders shall be authorized a Mining Permit
      sedikit 500 (lima ratus) hektare dan paling                          Area of at least 500 (five hundred) hectares
      banyak 25.000 (dua puluh lima ribu) hektare.                         and at most 25,000 (twenty-five thousand)
                                                                           hectares in size.
        Penjelasan Pasal 55 (1): Cukup jelas                            Elucidation of Article 55 (1): Sufficiently clear

(2)   Pada wilayah yang telah diberikan IUP (2)                            An area to which a nonmetal mineral
      Eksplorasi mineral bukan logam dapat                                 Exploration Mining Permit has been granted
      diberikan IUP kepada pihak lain untuk                                shall allow a Mining Permit to be granted to
      mengusahakan      mineral lain    yang                               other party to commercialize different
      keterdapatannya berbeda.                                             minerals found.
              Penjelasan Pasal 55 (2):                                              Elucidation of Article 55 (2):
      Apabila dalam WIUP terdapat mineral lain yang                        Where different minerals are found in a Mining
      berbeda keterdapatannya secara vertikal maupun                       Permit Area either vertically or horizontally,
      horizontal, pihak lain dapat mengusahakan                            other parties may commercialize those minerals.
      mineral tersebut.

(3)   Pemberian IUP sebagaimana dimaksud pada (3)                          A Mining Permit as intended by section (2)
      ayat      (2)      dilakukan     setelah                             shall be granted upon consideration of
      mempertimbangkan pendapat dari pemegang                              opinions of the first Mining Permit holder.
      IUP pertama.
        Penjelasan Pasal 55 (3): Cukup jelas                            Elucidation of Article 55 (3): Sufficiently clear


                     Pasal 56                                                                Article 56
Pemegang IUP Operasi Produksi mineral bukan Nonmetal mineral Production Operation Mining
logam diberi WIUP dengan luas paling banyak 5.000 Permit holders shall be authorized a Mining Permit
(lima ribu) hektare.                              Area of at most 5,000 (five thousand) hectares in
                                                  size.
          Penjelasan Pasal 56: Cukup jelas                                Elucidation of Article 56: Sufficiently clear




                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           37
                   Paragraf 4                                                              Paragraph 4
              Pertambangan Batuan                                                          Rock Mining
                    Pasal 57                                                                Article 57
WIUP batuan diberikan kepada badan usaha,                       Rock Mining Permit Areas shall be authorized to
koperasi, dan perseorangan dengan cara permohonan               entities, cooperatives, and sole proprietorships by
wilayah kepada pemberi izin sebagaimana dimaksud                filing an application for the area with the permit
dalam Pasal 37.                                                 issuer as intended by Article 37.
          Penjelasan Pasal 57: Cukup jelas                                Elucidation of Article 57: Sufficiently clear


                     Pasal 58                                                                Article 58
(1)   Pemegang IUP Eksplorasi batuan diberi (1)                            Rock Exploration Mining Permit holders
      WIUP dengan luas paling sedikit 5 (lima)                             shall be authorized a Mining Permit Area of
      hektare dan paling banyak 5.000 (lima ribu)                          at least 5 (five) hectares and at most 5,000
      hektare.                                                             (five thousand) hectares in size.
        Penjelasan Pasal 58 (1): Cukup jelas                            Elucidation of Article 58 (1): Sufficiently clear

(2)   Pada wilayah yang telah diberikan IUP (2)                            An area to which a rock Exploration Mining
      Eksplorasi batuan dapat diberikan IUP                                Permit has been authorized shall allow a
      kepada pihak lain untuk mengusahakan                                 Mining Permit to be granted to other party to
      mineral lain yang keterdapatannya berbeda.                           commercialize different minerals found.
              Penjelasan Pasal 58 (2):                                              Elucidation of Article 58 (2):
      Apabila dalam WIUP terdapat mineral lain yang                        Where different minerals are found in a Mining
      berbeda keterdapatannya secara vertikal maupun                       Permit Area either vertically or horizontally,
      horizontal, pihak lain dapat mengusahakan                            other parties may commercialize those minerals.
      mineral tersebut.

(3)   Pemberian IUP sebagaimana dimaksud pada (3)                          A Mining Permit as intended by section (2)
      ayat      (2)      dilakukan     setelah                             shall be granted upon consideration of
      mempertimbangkan pendapat dari pemegang                              opinions of the first Mining Permit holder.
      IUP pertama.
          Penjelasan Pasal 58: Cukup jelas                                Elucidation of Article 58: Sufficiently clear


                     Pasal 59                                                                Article 59
Pemegang IUP Operasi Produksi batuan diberi Rock Production Operation Mining Permit holders
WIUP dengan luas paling banyak 1.000 (seribu) shall be authorized a Mining Permit Area of at most
hektare.                                      1,000 (one thousand) hectares in size.
          Penjelasan Pasal 59: Cukup jelas                                Elucidation of Article 59: Sufficiently clear


                 Bagian Kelima                                                              Part Five
             Pertambangan Batubara                                                         Coal Mining
                    Pasal 60                                                                Article 60
WIUP batubara diberikan kepada badan usaha, Coal Mining Permit Areas shall be authorized to
                                            entities, cooperatives, and sole proprietorships

                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           38
koperasi, dan perseorangan dengan cara lelang.                  through bids.
          Penjelasan Pasal 60: Cukup jelas                                Elucidation of Article 60: Sufficiently clear


                      Pasal 61                                                               Article 61
(1)    Pemegang IUP Eksplorasi batubara diberi (1)                         Coal Exploration Mining Permit holders shall
       WIUP dengan luas paling sedikit 5.000 (lima                         be authorized a Mining Permit Area of at
       ribu) hektare dan paling banyak 50.000 (lima                        least 5,000 (five thousand) hectares and at
       puluh ribu) hektare.                                                most 50,000 (fifty thousand) hectares in size.
         Penjelasan Pasal 61 (1): Cukup jelas                           Elucidation of Article 61 (1): Sufficiently clear

(2)    Pada wilayah yang telah diberikan IUP (2)                           An area to which a coal Exploration Mining
       Eksplorasi batubara dapat diberikan IUP                             Permit has been authorized shall allow a
       kepada pihak lain untuk mengusahakan                                Mining Permit to be granted to other party to
       mineral lain yang keterdapatannya berbeda.                          commercialize different minerals found.
               Penjelasan Pasal 61 (2):                                             Elucidation of Article 61 (2):
       Apabila dalam WIUP terdapat mineral lain yang                       Where different minerals are found in a Mining
       berbeda keterdapatannya secara vertikal maupun                      Permit Area either vertically or horizontally,
       horizontal, pihak lain dapat mengusahakan                           other parties may commercialize those minerals.
       mineral tersebut.

(3)    Pemberian IUP sebagaimana dimaksud pada (3)                         A Mining Permit as intended by section (2)
       ayat      (2)      dilakukan     setelah                            shall be granted upon consideration of
       mempertimbangkan pendapat dari pemegang                             opinions of the first Mining Permit holder.
       IUP pertama.
          Penjelasan Pasal 58: Cukup jelas                                Elucidation of Article 58: Sufficiently clear


                      Pasal 62                                                               Article 62
Pemegang IUP Operasi Produksi batubara diberi Coal Production Operation Mining Permit holders
WIUP dengan luas paling banyak 15.000 (lima belas shall be authorized a Mining Permit Area of at most
ribu) hektare.                                    15,000 (fifteen thousand) hectares in size.
          Penjelasan Pasal 62: Cukup jelas                                Elucidation of Article 62: Sufficiently clear


                      Pasal 63                                                               Article 63
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara Ancillary provisions for the procedures for having
memperoleh WIUP sebagaimana dimaksud dalam access to a Mining Permit Area as intended by
Pasal 51, Pasal 54, Pasal 57, dan Pasal 60 diatur Article 51, Article 54, Article 57, and Article 60
dengan peraturan pemerintah.                      shall be governed by regulation of the government.
          Penjelasan Pasal 63: Cukup jelas                                Elucidation of Article 63: Sufficiently clear




                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           39
                 BAB VIII                                                             CHAPTER VIII
         PERSYARATAN PERIZINAN                                                     REQUIREMENTS FOR
          USAHA PERTAMBANGAN                                                        MINING PERMITS
                  Pasal 64                                                              Article 64
Pemerintah dan pemerintah daerah sesuai dengan                 The competent Government and regional
kewenangannya      berkewajiban   mengumumkan                  governments shall announce mining business
rencana kegiatan usaha pertambangan di WIUP                    activity plans in Mining Permit Areas as intended by
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 serta                      Article 16, and shall grant Exploration Mining
memberikan IUP Eksplorasi dan IUP Operasi                      Permits and Production Operation Mining Permits as
Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36                   intended by Article 36 to the public transparently.
kepada masyarakat secara terbuka.
         Penjelasan Pasal 64: Cukup jelas                                Elucidation of Article 64: Sufficiently clear


                    Pasal 65                                                             Article 65
(1)   Badan usaha, koperasi, dan perseorangan (1)                         Entities,     cooperatives,      and      sole
      sebagaimana dimaksud dalam Pasal 51, Pasal                          proprietorships as intended by Article 51,
      54, Pasal 57, dan Pasal 60 yang melakukan                           Article 54, Article 57, and Article 60 that
      usaha pertambangan wajib memenuhi                                   conduct mining business must meet
      persyaratan administratif, persyaratan teknis,                      administrative     requirements,     technical
      persyaratan lingkungan, dan persyaratan                             requirements, environmental requirements,
      finansial.                                                          and financial requirements.
(2)   Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan (2)                     Ancillary provisions for the administrative
      administratif, persyaratan teknis, persyaratan                      requirements,     technical     requirements,
      lingkungan, dan persyaratan finansial                               environmental requirements, and financial
      sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur                           requirements as intended by section (1) shall
      dengan peraturan pemerintah.                                        be governed by regulation of the government.
         Penjelasan Pasal 65: Cukup jelas                                Elucidation of Article 65: Sufficiently clear


                BAB IX                                                            CHAPTER IX
      IZIN PERTAMBANGAN RAKYAT                                            SMALL-SCALE MINING PERMITS
                Pasal 66                                                           Article 66
Kegiatan pertambangan rakyat sebagaimana Small-scale mining activities as intended by Article
dimaksud dalam Pasal 20 dikelompokkan sebagai 20 shall classified into as follows:
berikut:
a.    pertambangan mineral logam;                              a.         metal mineral mining;
b.    pertambangan mineral bukan logam;                        b.         nonmetal mineral mining;
c.    pertambangan batuan; dan/atau                            c.         rock mining; and/or
d.    pertambangan batubara.                                   d.         coal mining.
         Penjelasan Pasal 66: Cukup jelas                                Elucidation of Article 66: Sufficiently clear




                                            Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         40
                        Pasal 67                                                               Article 67
(1)   Bupati/walikota memberikan IPR terutama (1)                            The regents/mayors shall grant Small-Scale
      kepada     penduduk    setempat,    baik                               Mining Permits to particularly local
      perseorangan maupun kelompok masyarakat                                residents, either individuals or community
      dan/atau koperasi.                                                     groups and/or cooperatives.
           Penjelasan Pasal 67 (1): Cukup jelas                           Elucidation of Article 67 (1): Sufficiently clear

(2)   Bupati/walikota   dapat     melimpahkan (2)                            The regents/mayors may delegate authority
      kewenangan pelaksanaan pemberian IPR                                   to grant Small-Scale Mining Permits as
      sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepada                              intended by section (1) to the heads of the
      camat sesuai dengan ketentuan peraturan                                subdistricts under laws and regulations.
      perundang-undangan.
           Penjelasan Pasal 67 (2): Cukup jelas                           Elucidation of Article 67 (2): Sufficiently clear

(3)   Untuk memperoleh IPR sebagaimana (3)                                   To obtain Small-Scale Mining Permits as
      dimaksud pada ayat (1), pemohon wajib                                  intended by section (1), applicants must file
      menyampaikan surat permohonan kepada                                   an application letter with the regents/mayors.
      bupati/walikota.
                 Penjelasan Pasal 67 (3):                                             Elucidation of Article 67 (3):
      Surat permohonan sebagaimana dimaksud dalam                            An application letter as intended by this
      ketentuan ini disertai dengan meterai cukup dan                        provision shall be stamped with a sufficient duty
      dilampiri      rekomendasi      dari     kepala                        and accompanied by an attachment of a
      desa/lurah/kepala adat mengenai kebenaran                              recommendation of the head of rural
      riwayat pemohon untuk memperoleh prioritas                             administrative division/urban administrative
      dalam mendapatkan IPR.                                                 division/customary leader with respect to the
                                                                             truth of the applicant’s history to be prioritized to
                                                                             obtain a Small-Scale Mining Permit.


                        Pasal 68                                                               Article 68
(1)   Luas wilayah untuk 1 (satu) IPR yang dapat (1)                         Size of area for 1 (one) Small-Scale Mining
      diberikan kepada:                                                      Permit that may be authorized to:
      a.        perseorangan paling banyak 1 (satu)                          a.        individuals, shall be at most 1 (one)
                hektare;                                                               hectare;
      b.        kelompok masyarakat paling banyak                            b.        community groups, shall be at most 5
                5 (lima) hektare; dan/atau                                             (five) hectares; and/or
      c.        koperasi paling banyak 10 (sepuluh)                          c.        cooperatives, shall be at most 10 (ten)
                hektare.                                                               hectares.
(2)   IPR diberikan untuk jangka waktu paling (2)                            Small-Scale Mining Permits shall be granted
      lama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang.                            for a period of at most 5 (five) years and are
                                                                             extendable.
            Penjelasan Pasal 68: Cukup jelas                                Elucidation of Article 68: Sufficiently clear




                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                            41
                      Pasal 69                                                               Article 69
Pemegang IPR berhak:                                             Small-Scale Mining Permit holder shall have the
                                                                 right to:
a.     mendapat pembinaan dan pengawasan di a.                              access directions and supervision in the field
       bidang keselamatan dan kesehatan kerja,                              of occupational safety and health, the
       lingkungan, teknis pertambangan, dan                                 environment, mining techniques, and
       manajemen dari Pemerintah dan/atau                                   management provided by the Government
       pemerintah daerah; dan                                               and/or regional governments; and
b.     mendapat bantuan modal sesuai dengan b.                              obtain capital support under laws and
       ketentuan peraturan perundang-undangan.                              regulations.
           Penjelasan Pasal 69: Cukup jelas                                Elucidation of Article 69: Sufficiently clear


                      Pasal 70                                                               Article 70
Pemegang IPR wajib:                                              Small-Scale Mining Permit holders must:
a.     melakukan kegiatan penambangan paling a.                             perform mine activities at the latest 3 (three)
       lambat 3 (tiga) bulan setelah IPR diterbitkan;                       months of issue of Small-Scale Mining
                                                                            Permits;
          Penjelasan Pasal 70 a: Cukup jelas                              Elucidation of Article 70 a: Sufficiently clear

b.     mematuhi peraturan perundang-undangan di b.                          comply with laws and regulations in the field
       bidang keselamatan dan kesehatan kerja                               of mining occupational safety and health,
       pertambangan, pengelolaan lingkungan, dan                            management of the environment, and meet
       memenuhi standar yang berlaku;                                       applicable standards;
          Penjelasan Pasal 70 b: Cukup jelas                              Elucidation of Article 70 b: Sufficiently clear

c.     mengelola lingkungan         hidup        bersama c.                 manage the environment together with the
       pemerintah daerah;                                                   regional governments;
                Penjelasan Pasal 70 c:                                               Elucidation of Article 70 c:
       Kegiatan pengelolaan lingkungan hidup meliputi                       Activities of management of the environment
       pencegahan dan penanggulangan pencemaran                             shall include prevention and mitigation of
       serta pemulihan fungsi lingkungan hidup,                             pollution as well as restoration of environmental
       termasuk reklamasi lahan bekas tambang.                              functions, including reclamations of mined lands.

d.     membayar iuran tetap dan iuran produksi; d.                          pay dead rents and production royalties; and
       dan
          Penjelasan Pasal 70 d: Cukup jelas                              Elucidation of Article 70 d: Sufficiently clear

e.     menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan e.                         submit a report on the conduct of small-scale
       usaha pertambangan rakyat secara berkala                             mining activities periodically to the Small-
       kepada pemberi IPR.                                                  Scale Mining Permit issuers.
                Penjelasan Pasal 70 e:                                               Elucidation of Article 70 e:
Laporan disampaikan setiap 4 (empat) bulan.                      A report shall be submitted every 4 (four) months.




                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                          42
                       Pasal 71                                                             Article 71
(1)    Selain kewajiban sebagaimana dimaksud (1)                             In addition to obligations as intended by
       dalam Pasal 70, pemegang IPR dalam                                    Article 70, Small-Scale Mining Permit
       melakukan kegiatan pertambangan rakyat                                holders in the performance of small-scale
       sebagaimana dimaksud dalam Pasal 66 wajib                             mining activities as intended by Article 66
       menaati ketentuan persyaratan teknis                                  must observe the terms of mining technical
       pertambangan.                                                         requirements.
(2)    Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan (2)                       Ancillary provisions for the mining technical
       teknis pertambangan sebagaimana dimaksud                              requirements as intended by section (1) shall
       pada ayat (1) diatur dengan peraturan                                 be governed by regulation of the government.
       pemerintah.
            Penjelasan Pasal 71: Cukup jelas                                Elucidation of Article 71: Sufficiently clear


                       Pasal 72                                                             Article 72
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pemberian Ancillary provisions for the procedures for granting
IPR diatur dengan peraturan daerah kabupaten/kota. Small-Scale Mining Permits shall be governed by
                                                    regulation of the district/city.
            Penjelasan Pasal 72: Cukup jelas                                Elucidation of Article 72: Sufficiently clear


                       Pasal 73                                                             Article 73
(1)    Pemerintah kabupaten/kota melaksanakan (1)                            The district/city governments shall set
       pembinaan di bidang pengusahaan, teknologi                            directions in the field of business, mining
       pertambangan, serta permodalan dan                                    technology as well as capitalization and
       pemasaran dalam usaha meningkatkan                                    marketing in an effort to increase the
       kemampuan usaha pertambangan rakyat.                                  capability of small-scale mining business.
(2)    Pemerintah kabupaten/kota bertanggung (2)                             The district/city governments shall be
       jawab terhadap pengamanan teknis pada                                 responsible for technical safeguards for
       usaha pertambangan rakyat yang meliputi:                              small-scale mining business that includes:
       a.      keselamatan dan kesehatan kerja;                              a.       occupational safety and health;
       b.      pengelolaan lingkungan hidup; dan                             b.       management of the environment; and
       c.      pascatambang.                                                 c.       postmining.
(3)    Untuk melaksanakan pengamanan teknis (3)                              To conduct technical safeguards as intended
       sebagaimana dimaksud pada ayat (2),                                   by section (2), the district/city governments
       pemerintah      kabupaten/kota      wajib                             must appoint mine inspector functional
       mengangkat pejabat fungsional inspektur                               officials under laws and regulations.
       tambang sesuai dengan ketentuan peraturan
       perundang-undangan.
(4)    Pemerintah kabupaten/kota wajib mencatat (4)                          The district/city governments shall record
       hasil produksi dari seluruh kegiatan usaha                            proceeds of production of all small-scale
       pertambangan rakyat yang berada dalam                                 mining business activities within their
       wilayahnya dan melaporkannya secara                                   regions and so report periodically to the
       berkala kepada Menteri dan gubernur                                   Minister and the local governors.

                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         43
        setempat.
           Penjelasan Pasal 73: Cukup jelas                                Elucidation of Article 73: Sufficiently clear


                    BAB X                                                              CHAPTER X
      IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS                                             SPECIAL MINING PERMITS
                    Pasal 74                                                             Article 74
(1)     IUPK diberikan oleh Menteri dengan (1)                              Special Mining Permits shall be granted by
        memperhatikan kepentingan daerah.                                   the Minister with due regard to the regions’
                                                                            interests.
               Penjelasan Pasal 74 (1):                                              Elucidation of Article 74 (1):
        Yang     dimaksud   dengan        memperhatikan                     “With due regard to the regions’ interests”
        kepentingan daerah adalah         dalam rangka                      means to empower regions.
        pemberdayaan daerah.

(2)     IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2)                         Special Mining Permit as intended by section
        diberikan untuk 1 (satu) jenis mineral logam                        (1) shall be granted for 1 (one) type of metal
        atau batubara dalam 1 (satu) WIUPK.                                 mineral or coal within 1 (one) Special
                                                                            Mining Permit Area in a Special Mining
                                                                            Area.
               Penjelasan Pasal 74 (2):                                              Elucidation of Article 74 (2):
        Pertambangan mineral logam dalam ketentuan                          Metal mineral mining in this provision shall
        ini termasuk mineral ikutannya.                                     include associated minerals.

(3)     Pemegang IUPK sebagaimana dimaksud (3)                              A Special Mining Permit holder as intended
        pada ayat (1) yang menemukan mineral lain                           by section (1) by whom other minerals are
        di dalam WIUPK yang dikelola diberikan                              found within a Special Mining Permit Area
        prioritas untuk mengusahakannya.                                    in a Special Mining Area he/she manages
                                                                            shall be given priority to commercialize
                                                                            them.
         Penjelasan Pasal 74 (3): Cukup jelas                            Elucidation of Article 74 (3): Sufficiently clear

(4)     Pemegang     IUPK      yang    bermaksud (4)                        A Special Mining Permit holder that wishes
        mengusahakan mineral lain sebagaimana                               to commercialize other minerals as intended
        dimaksud pada ayat (2), wajib mengajukan                            by section (2) must file an application for a
        permohonan IUPK baru kepada Menteri.                                new Special Mining Permit with the
                                                                            Minister.
         Penjelasan Pasal 74 (4): Cukup jelas                            Elucidation of Article 74 (4): Sufficiently clear

(5)     Pemegang IUPK sebagaimana dimaksud (5)                              A Special Mining Permit holder as intended
        pada ayat (2) dapat menyatakan tidak                                by section (2) may express disinterest to
        berminat untuk mengusahakan mineral lain                            commercialize other minerals found.
        yang ditemukan tersebut.
         Penjelasan Pasal 74 (5): Cukup jelas                            Elucidation of Article 74 (5): Sufficiently clear

(6)     Pemegang IUPK yang tidak berminat untuk (6)                         A Special Mining Permit holder that is
        mengusahakan mineral lain yang ditemukan                            disinterested in commercializing other
        sebagaimana dimaksud pada ayat (4), wajib                           minerals found as intended by section (4)
        menjaga mineral lain tersebut agar tidak                            must prevent other parties from taking

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           44
      dimanfaatkan pihak lain.                                               advantage of such other minerals.
           Penjelasan Pasal 74 (6): Cukup jelas                           Elucidation of Article 74 (6): Sufficiently clear

(7)   IUPK untuk mineral lain sebagaimana (7)                                A Special Mining Permit for other minerals
      dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dapat                              as intended by section (4) and section (5)
      diberikan kepada pihak lain oleh Menteri.                              may be granted to other party by the
                                                                             Minister.
           Penjelasan Pasal 74 (7): Cukup jelas                           Elucidation of Article 74 (7): Sufficiently clear


                        Pasal 75                                                            Article 75
(1)   Pemberian IUPK sebagaimana dimaksud (1)                                Special Mining Permits as intended by
      dalam Pasal 74 ayat (1) dilakukan                                      Article 74 section (1) shall be granted upon
      berdasarkan pertimbangan sebagaimana                                   consideration as intended by Article 28.
      dimaksud dalam Pasal 28.
(2)   IUPK sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2)                            Special Mining Permits as intended by
      dapat diberikan kepada badan usaha yang                                section (1) may be granted to entities that are
      berbadan hukum Indonesia, baik berupa                                  Indonesian legal entities, either in the form of
      badan usaha milik negara, badan usaha milik                            state-owned entities, region-owned entities,
      daerah, maupun badan usaha swasta.                                     or private entities.
(3)   Badan usaha milik negara dan badan usaha (3)                           State-owned entities and region-owned
      milik daerah sebagaimana dimaksud pada                                 entities as intended by section (2) shall have
      ayat (2) mendapat prioritas dalam                                      priority in obtaining Special Mining Permits.
      mendapatkan IUPK.
(4)   Badan usaha swasta sebagaimana dimaksud (4)                            To obtain Special Mining Permits as intended
      pada ayat (2) untuk mendapatkan IUPK                                   by section (2), private entities shall bid for
      dilaksanakan dengan cara lelang WIUPK.                                 Special Mining Permit Areas in Special
                                                                             Mining Areas.
            Penjelasan Pasal 75: Cukup jelas                                Elucidation of Article 75: Sufficiently clear


                        Pasal 76                                                            Article 76
(1)   IUPK terdiri atas dua tahap:                                (1)        A Special Mining Permit shall include two
                                                                             stages:
      a.        IUPK Eksplorasi meliputi kegiatan                            a.       an Exploration Special Mining Permit
                penyelidikan umum, eksplorasi, dan                                    shall include the activities of general
                studi kelayakan;                                                      surveys, explorations, and feasibility
                                                                                      studies;
      b.        IUPK Operasi Produksi meliputi                               b.       a Production Operation Special
                kegiatan konstruksi, penambangan,                                     Mining Permit shall include the
                pengolahan dan pemurnian, serta                                       activities of construction, mines,
                pengangkutan dan penjualan.                                           processing and refining/smelting as
                                                                                      well as hauling and sale.
(2)   Pemegang IUPK Eksplorasi dan pemegang (2)                              Exploration Special Mining Permit holders
      IUPK Operasi Produksi dapat melakukan                                  and Production Operation Special Mining

                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           45
       sebagian atau seluruh kegiatan sebagaimana                          holders may perform part or all of the
       dimaksud pada ayat (1).                                             activities as intended by section (1).
(3)    Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara (3)                       Ancillary provisions for the procedures for
       memperoleh IUPK sebagaimana dimaksud                                obtaining Special Mining Permits as intended
       pada ayat (1) diatur dengan peraturan                               by section (1) shall be governed by
       pemerintah.                                                         regulation of the government.
          Penjelasan Pasal 76: Cukup jelas                                Elucidation of Article 76: Sufficiently clear


                      Pasal 77                                                               Article 77
(1)    Setiap pemegang IUPK Eksplorasi dijamin (1)                         Any Exploration Special Mining Permit
       untuk memperoleh IUPK Operasi Produksi                              holder shall be assured of obtaining a
       sebagai   kelanjutan kegiatan     usaha                             Production Operation Special Mining Permit
       pertambangannya.                                                    in furtherance of his/her mining business.
         Penjelasan Pasal 77 (1): Cukup jelas                           Elucidation of Article 77 (1): Sufficiently clear

(2)    IUPK Operasi Produksi dapat diberikan (2)                           A Production Operation Special Mining
       kepada badan usaha yang berbadan hukum                              Permit may be granted to entities that are
       Indonesia sebagaimana dimaksud dalam                                Indonesian legal entities have held data on
       Pasal 75 ayat (3) dan ayat (4) yang telah                           feasibility study findings, as intended by
       mempunyai data hasil kajian studi kelayakan.                        Article 75 section (3) and section (4).
               Penjelasan Pasal 77 (2):                                             Elucidation of Article 77 (2):
       Yang dimaksud dengan data hasil kajian studi                        Data on feasibility study findings shall be
       kelayakan merupakan sinkronisasi data milik                         synchronization of data of the Government with
       Pemerintah dan pemerintah daerah.                                   data of the regional governments.


                      Pasal 78                                                               Article 78
IUPK Eksplorasi sebagaimana dimaksud dalam An Exploration Special Mining Permit as intended
Pasal 76 ayat (1) huruf a sekurang-kurangnya wajib by Article 76 section (1) point (a) shall state as a
memuat:                                            minimum:
a.     nama perusahaan;                                         a.         name of company;
         Penjelasan Pasal 78 a: Cukup jelas                              Elucidation of Article 78 a: Sufficiently clear

b.     luas dan lokasi wilayah;                                 b.         size and location of area;
         Penjelasan Pasal 78 b: Cukup jelas                              Elucidation of Article 78 b: Sufficiently clear

c.     rencana umum tata ruang;                                 c.         general spatial planning;
         Penjelasan Pasal 78 c: Cukup jelas                              Elucidation of Article 78 c: Sufficiently clear

d.     jaminan kesungguhan;                                     d.         commitment deposits;
               Penjelasan Pasal 78 d:                                               Elucidation of Article 78 d:
       Jaminan kesungguhan termasuk di dalamnya                            Commitment         deposits shall     include
       biaya pengelolaan lingkungan akibat kegiatan                        environmental management fees resulting from
       eksplorasi.                                                         exploration activities.



                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           46
e.     modal investasi;                                           e.         investment capital;
         Penjelasan Pasal 78 e: Cukup jelas                                Elucidation of Article 78 e: Sufficiently clear

f.     perpanjangan waktu tahap kegiatan;                         f.         extended period of stage of activity;
          Penjelasan Pasal 78 f: Cukup jelas                               Elucidation of Article 78 f: Sufficiently clear

g.     hak dan kewajiban pemegang IUPK;                           g.         rights and obligations of Special Mining
                                                                             Permit holders
         Penjelasan Pasal 78 g: Cukup jelas                                Elucidation of Article 78 g: Sufficiently clear

h.     jangka waktu tahap kegiatan;                               h.         period of stage of activity;
         Penjelasan Pasal 78 h: Cukup jelas                                Elucidation of Article 78 h: Sufficiently clear

i.     jenis usaha yang diberikan;                                i.         line of business authorized;
          Penjelasan Pasal 78 i: Cukup jelas                               Elucidation of Article 78 i: Sufficiently clear

j.     rencana pengembangan dan pemberdayaan j.                              development and empowerment plans for
       masyarakat di sekitar wilayah pertambangan;                           community of mining areas;
          Penjelasan Pasal 78 j: Cukup jelas                               Elucidation of Article 78 j: Sufficiently clear

k.     perpajakan;                                                k.         taxation;
         Penjelasan Pasal 78 k: Cukup jelas                                Elucidation of Article 78 k: Sufficiently clear

l.     penyelesaian        perselisihan           masalah l.                 settlement of land disputes;
       pertanahan;
          Penjelasan Pasal 78 l: Cukup jelas                               Elucidation of Article 78 l: Sufficiently clear

m.     iuran tetap dan iuran eksplorasi; dan                      m.         dead rents and exploration royalties; and
         Penjelasan Pasal 78 m: Cukup jelas                               Elucidation of Article 78 m: Sufficiently clear

n.     amdal.                                                     n.         environmental impact assessment (amdal).
         Penjelasan Pasal 78 n: Cukup jelas                                Elucidation of Article 78 n: Sufficiently clear


                       Pasal 79                                                              Article 79
IUPK Operasi Produksi sebagaimana dimaksud A Production Operation Mining Permit as intended
dalam Pasal 76 ayat (1) huruf b sekurang-kurangnya by Article 76 section (1) point (b) must state as a
wajib memuat:                                      minimum:
a.     nama perusahaan;                                           a.         name of company;
         Penjelasan Pasal 79 a: Cukup jelas                                Elucidation of Article 79 a: Sufficiently clear

b.     luas wilayah;                                              b.         size of area;
         Penjelasan Pasal 79 b: Cukup jelas                                Elucidation of Article 79 b: Sufficiently clear

c.     lokasi penambangan;                                        c.         mine locations;
         Penjelasan Pasal 79 c: Cukup jelas                                Elucidation of Article 79 c: Sufficiently clear

                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                          47
d.   lokasi pengolahan dan pemurnian;                           d.         processing and refining/smelting locations;
       Penjelasan Pasal 79 d: Cukup jelas                                Elucidation of Article 79 d: Sufficiently clear

e.   pengangkutan dan penjualan;                                e.         hauling and sale;
       Penjelasan Pasal 79 e: Cukup jelas                                Elucidation of Article 79 e: Sufficiently clear

f.   modal investasi;                                           f.         investment capital;
        Penjelasan Pasal 79 f: Cukup jelas                               Elucidation of Article 79 f: Sufficiently clear

g.   jangka waktu tahap kegiatan;                               h.         period of stage of activity;
       Penjelasan Pasal 79 g: Cukup jelas                                Elucidation of Article 79 g: Sufficiently clear

h.   penyelesaian masalah pertanahan;                           i.         solutions to land problems;
       Penjelasan Pasal 79 h: Cukup jelas                                Elucidation of Article 79 h: Sufficiently clear

i.   lingkungan hidup, termasuk reklamasi dan j.                           the environment, including reclamations and
     pascatambang;                                                         postmining;
        Penjelasan Pasal 79 i: Cukup jelas                               Elucidation of Article 79 i: Sufficiently clear

j.   dana jaminan       reklamasi    dan        jaminan k.                 reclamation and postmining deposit funds;
     pascatambang;
        Penjelasan Pasal 79 j: Cukup jelas                               Elucidation of Article 79 j: Sufficiently clear

k.   jangka waktu berlakunya IUPK;                              k.         validity period of Special Mining Permits
       Penjelasan Pasal 79 k: Cukup jelas                                Elucidation of Article 79 k: Sufficiently clear

l.   perpanjangan IUPK;                                         l.         extension of Special Mining Permits;
        Penjelasan Pasal 79 l: Cukup jelas                               Elucidation of Article 79 l: Sufficiently clear

m.   hak dan kewajiban;                                         m.         rights and obligations;
       Penjelasan Pasal 79 m: Cukup jelas                               Elucidation of Article 79 m: Sufficiently clear

n.   pengembangan         dan       pemberdayaan n.                        development and empowerment of
     masyarakat di sekitar wilayah pertambangan;                           community of mining areas;
       Penjelasan Pasal 79 n: Cukup jelas                                Elucidation of Article 79 n: Sufficiently clear

o.   perpajakan;                                                o.         taxation;
       Penjelasan Pasal 79 o: Cukup jelas                                Elucidation of Article 79 o: Sufficiently clear

p.   iuran tetap dan iuran produksi serta bagian p.                        dead rents and production royalties as well as
     pendapatan negara/daerah, yang terdiri atas                           state/regional income that include net profit
     bagi hasil dari keuntungan bersih sejak                               sharing since making production;
     berproduksi;
       Penjelasan Pasal 79 p: Cukup jelas                                Elucidation of Article 79 p: Sufficiently clear

q.   penyelesaian perselisihan;                                 q.         settlement of disputes;
       Penjelasan Pasal 79 q: Cukup jelas                                Elucidation of Article 79 q: Sufficiently clear


                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                          48
r.    keselamatan dan kesehatan kerja;                           r.         occupational safety and health;
         Penjelasan Pasal 79 r: Cukup jelas                               Elucidation of Article 79 r: Sufficiently clear

s.    konservasi mineral atau batubara;                          s.         mineral or coal conservation;
         Penjelasan Pasal 79 s: Cukup jelas                               Elucidation of Article 79 s: Sufficiently clear

t.    pemanfataan barang, jasa, teknologi serta t.                          utilization of domestic goods, services,
      kemampuan rekayasa dan rancang bangun                                 technology and capability of engineering and
      dalam negeri;                                                         design and build;
         Penjelasan Pasal 79 t: Cukup jelas                               Elucidation of Article 79 t: Sufficiently clear

u.    penerapan    kaidah   keekonomian                 dan u.              application of good mining economic and
      keteknikan pertambangan yang baik;                                    technical principles;
         Penjelasan Pasal 79 u Cukup jelas                                Elucidation of Article 79 u: Sufficiently clear

v.    pengembangan tenaga kerja Indonesia;                       v.         fostering of Indonesian workers;
         Penjelasan Pasal 79 v: Cukup jelas                               Elucidation of Article 79 v: Sufficiently clear

w.    pengelolaan data mineral atau batubara;                    w.         management of data on minerals or coal;
         Penjelasan Pasal 79 w: Cukup jelas                              Elucidation of Article 79 w: Sufficiently clear

x.    penguasaan, pengembangan, dan penerapan x.                            mastery, development, and application of
      teknologi pertambangan mineral atau                                   mineral or coal mining technology; and
      batubara; dan
         Penjelasan Pasal 79 x: Cukup jelas                               Elucidation of Article 79 x: Sufficiently clear

y.    divestasi saham.                                           y.         share divestment.
               Penjelasan Pasal 79 y:                                                Elucidation of Article 79 y:
      Pencantuman divestasi saham hanya berlaku                             Statement of share divestment shall be applicable
      apabila sahamnya dimiliki oleh asing sesuai                           only if the shares are foreign owned under laws
      dengan    ketentuan peraturan    perundang-                           and regulations.
      undangan.

                     Pasal 80                                                                Article 80
IUPK tidak dapat digunakan selain yang dimaksud A Special Mining Permit shall not be used other than
dalam pemberian IUPK.                           as intended in the granting of a Special Mining
                                                Permit.
          Penjelasan Pasal 80: Cukup jelas                                 Elucidation of Article 80: Sufficiently clear


                     Pasal 81                                                                Article 81
(1)   Dalam hal kegiatan eksplorasi dan kegiatan (1)                        In the case of exploration activities and
      studi kelayakan, pemegang IUPK Eksplorasi                             feasibility study activities, Exploration
      yang mendapatkan mineral logam atau                                   Special Mining Permit holders by whom
      batubara yang tergali wajib melaporkan                                excavated metal minerals or coal are found
      kepada Menteri.                                                       must report it to the Minister.
(2)   Pemegang IUPK Eksplorasi yang ingin (2)                               Exploration Special Mining Permit holders

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                          49
      menjual mineral logam atau batubara                                  that wish to sell metal minerals or coal as
      sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib                             intended by section (1) must apply for a
      mengajukan izin sementara untuk melakukan                            temporary permit for hauling and sale.
      pengangkutan dan penjualan.
(3)   Izin sementara sebagaimana dimaksud pada (3)                         A temporary permit as intended by section
      ayat (2) diberikan oleh Menteri.                                     (2) shall be granted by the Minister.
          Penjelasan Pasal 81: Cukup jelas                                Elucidation of Article 81: Sufficiently clear


                     Pasal 82                                                             Article 82
Mineral atau batubara yang tergali sebagaimana Excavated minerals and coal as intended by Article
dimaksud dalam Pasal 81 dikenai iuran produksi. 81 shall be subject to production royalties.
          Penjelasan Pasal 82: Cukup jelas                                Elucidation of Article 82: Sufficiently clear


                     Pasal 83                                                             Article 83
Persyaratan luas wilayah dan jangka waktu sesuai Requirements for the size of areas and periods shall
dengan kelompok usaha pertambangan yang berlaku be made under mining business groups that are
bagi pemegang IUPK meliputi:                     applicable to Special Mining Permit holders, as
                                                 follows:
a.    luas 1 (satu) WIUPK untuk tahap kegiatan a.                          1 (one) Special Mining Permit Area in a
      eksplorasi pertambangan mineral logam                                Special Mining Area for a metal mineral
      diberikan dengan luas paling banyak 100.000                          exploration stage shall be authorized at most
      (seratus ribu) hektare.                                              100,000 (one hundred thousand) hectares in
                                                                           size.
         Penjelasan Pasal 83 a: Cukup jelas                              Elucidation of Article 83 a: Sufficiently clear

b.    luas 1 (satu) WIUPK untuk tahap kegiatan b.                          1 (one) Special Mining Permit Area in a
      operasi produksi pertambangan mineral                                Special Mining Area for a metal mineral
      logam diberikan dengan luas paling banyak                            production operation stage shall be
      25.000 (dua puluh lima ribu) hektare.                                authorized at most 25,000 (twenty-five
                                                                           thousand) hectares in size.
         Penjelasan Pasal 83 b: Cukup jelas                              Elucidation of Article 83 b: Sufficiently clear

c.    luas 1 (satu) WIUPK untuk tahap kegiatan c.                          1 (one) Special Mining Permit Area in a
      eksplorasi pertambangan batubara diberikan                           Special Mining Area for a coal exploration
      dengan luas paling banyak 50.000 (lima                               stage shall be authorized at most 50,000 (fifty
      puluh ribu) hektare.                                                 thousand) hectares in size.
         Penjelasan Pasal 83 c: Cukup jelas                              Elucidation of Article 83 c: Sufficiently clear

d.    luas 1 (satu) WIUPK untuk tahap kegiatan d.                          1 (one) Special Mining Permit Area in a
      operasi produksi pertambangan batubara                               Special Mining Area for a coal production
      diberikan dengan luas paling banyak 15.000                           operation stage shall be authorized at most
      (lima belas ribu) hektare.                                           150,000 (fifteen thousand) hectares in size.
         Penjelasan Pasal 83 d: Cukup jelas                              Elucidation of Article 83 d: Sufficiently clear

e.    jangka waktu IUPK Eksplorasi pertambangan e.                         a period of metal mineral exploration Special

                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                          50
       mineral logam dapat diberikan paling lama 8                          Mining Permit may be granted for at most 8
       (delapan) tahun.                                                     (eight) years.
                Penjelasan Pasal 83 e:                                               Elucidation of Article 83 e:
       Jangka waktu 8 (delapan) tahun meliputi                              An 8 (eight)-year period shall include 1 (one)
       penyelidikan umum 1 (satu) tahun; eksplorasi 3                       year of general surveys, 3 (three) years of
       (tiga) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali                     exploration, extendable to 1 (one) year 2 (two)
       masing-masing 1 (satu) tahun; serta studi                            times respectively, as well as 1 (one) year of
       kelayakan 1 (satu) tahun dan dapat diperpanjang                      feasibility studies, extendable to 1 (one) year 1
       1 (satu) kali 1 (satu) tahun.                                        (one) time.

f.     jangka waktu IUPK Eksplorasi pertambangan f.                         a period of a coal exploration Special Mining
       batubara dapat diberikan paling lama 7                               Permit may be granted for at most 7 (seven)
       (tujuh) tahun.                                                       years.
                Penjelasan Pasal 83 f:                                               Elucidation of Article 83 f:
       Jangka waktu 7 (tujuh) tahun meliputi                                A 7 (seven)-year period shall include 1 (one) year
       penyelidikan umum 1 (satu) tahun; eksplorasi 2                       of general surveys, 2 (two) years of exploration,
       (dua) tahun dan dapat diperpanjang 2 (dua) kali                      extendable to 1 (one) year 2 (two) times
       masing-masing 1 (satu) tahun; serta studi                            respectively, as well as 2 (two) years of feasibility
       kelayakan 2 (dua) tahun.                                             studies.

g.     jangka waktu IUPK Operasi Produksi g.                                a period of a metal mineral or coal
       mineral logam atau batubara dapat diberikan                          Production Operation Special Mining Permit
       paling lama 20 (dua puluh ) tahun dan dapat                          may be granted for at most 20 (twenty) years,
       diperpanjang 2 (dua) kali masing-masing 10                           extendable to 10 (ten) years 2 (two) times
       (sepuluh) tahun.                                                     respectively.
                Penjelasan Pasal 83 g:                                               Elucidation of Article 83 g:
       Jangka waktu 20 (dua puluh) tahun dalam                              A 20 (twenty)-year period in this provision shall
       ketentuan ini termasuk jangka waktu untuk                            include 2 (two) years of construction.
       konstruksi selama 2 (dua) tahun.


                      Pasal 84                                                               Article 84
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara                        Ancillary provisions for the procedures for obtaining
memperoleh WIUPK sebagaimana dimaksud dalam                      Special Mining Permit Areas in Special Mining
Pasal 74 ayat (2) dan ayat (3), dan Pasal 75 ayat (3)            Areas as intended by Article 74 section (2) and
diatur dengan peraturan pemerintah.                              section (3), and Article 75 section (3) shall be
                                                                 governed by regulation of the government.
           Penjelasan Pasal 84: Cukup jelas                                Elucidation of Article 84: Sufficiently clear


                BAB XI                                                           CHAPTER X
      PERSYARATAN PERIZINAN USAHA                                      REQUIREMENTS FOR SPECIAL MINING
         PERTAMBANGAN KHUSUS                                                      PERMITS
                Pasal 85                                                          Article 85
Pemerintah berkewajiban mengumumkan rencana                      The Government must announce mining business
kegiatan usaha pertambangan di WIUPK                             activity plans in Special Mining Permit Areas in
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 30 serta                        Special Mining Areas as intended by Article 30, and
memberikan IUPK Eksplorasi dan IUPK Operasi                      shall grant Exploration Special Mining Permits and
Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76                     Production Operation Special Mining Permits as

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                            51
kepada masyarakat secara terbuka.                               intended by Article 76 to the public transparently.
          Penjelasan Pasal 85: Cukup jelas                                Elucidation of Article 85: Sufficiently clear


                     Pasal 86                                                             Article 86
(1)    Badan usaha sebagaimana dimaksud dalam (1)                          Entities as intended by Article 75 section (2)
       Pasal 75 ayat (2) yang melakukan kegiatan                           that perform activities in Special Mining
       dalam WIUPK wajib memenuhi persyaratan                              Permit Areas in Special Mining Areas
       administratif, persyaratan teknis, persyaratan                      (WIUPK)        must    meet     administrative
       lingkungan dan persyaratan finansial.                               requirements,      technical     requirements,
                                                                           environmental requirements, and financial
                                                                           requirements.
(2)    Ketentuan lebih lanjut mengenai persyaratan (2)                     Ancillary provisions for the administrative
       administratif, persyaratan teknis, persyaratan                      requirements,     technical     requirements,
       lingkungan, dan persyaratan finansial                               environmental requirements, and financial
       sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur                           requirements as intended by section (1) shall
       dengan peraturan pemerintah.                                        be governed by regulation of the government.
          Penjelasan Pasal 86: Cukup jelas                                Elucidation of Article 86: Sufficiently clear


                 BAB XII                                                              CHAPTER XII
           DATA PERTAMBANGAN                                                        DATA ON MINING
                  Pasal 87                                                              Article 87
Untuk menunjang penyiapan WP dan pengembangan                   In support of preparation of Mining Zones and
ilmu pengetahuan dan teknologi pertambangan,                    development of mine science and technology, the
Menteri     atau    gubernur       sesuai   dengan              competent Minister or the governors may assign
kewenangannya dapat menugasi lembaga riset                      state’s and/or region’s research institutions to
negara dan/atau daerah untuk melakukan                          conduct surveys and research into mines.
penyelidikan dan penelitian tentang pertambangan.
          Penjelasan Pasal 87: Cukup jelas                                Elucidation of Article 87: Sufficiently clear


                     Pasal 88                                                             Article 88
(1)    Data yang diperoleh dari kegiatan usaha (1)                         Data obtained from mining business
       pertambangan merupakan data milik                                   activities shall be data possessed by the
       Pemerintah dan/atau pemerintah daerah                               competent Government and/or regional
       sesuai dengan kewenangannya.                                        government.
(2)    Data usaha pertambangan yang dimiliki (2)                           Data on mining business possessed by the
       pemerintah daerah wajib disampaikan kepada                          regional governments must be forwarded to
       Pemerintah    untuk     pengelolaan   data                          the    Government     for     national-level
       pertambangan tingkat nasional.                                      management of data on mining.
(3)    Pengelolaan data sebagaimana dimaksud (3)                           Management of data as intended by section
       pada ayat (1) diselenggarakan oleh                                  (1) shall be conducted by the competent
       Pemerintah dan/atau pemerintah daerah                               Government and/or regional governments.
       sesuai dengan kewenangannya.


                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         52
          Penjelasan Pasal 88: Cukup jelas                                Elucidation of Article 88: Sufficiently clear


                     Pasal 89                                                             Article 89
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penugasan             Ancillary provisions for the procedures for
penyelidikan dan penelitian sebagaimana dimaksud                assignment of surveys and research as intended by
dalam Pasal 87 dan pengelolaan data sebagaimana                 Article 87, and management of data as intended by
dimaksud dalam Pasal 88 diatur dengan peraturan                 Article 88 shall be governed by regulation of the
pemerintah.                                                     government.
          Penjelasan Pasal 89: Cukup jelas                                Elucidation of Article 89: Sufficiently clear


                  BAB XIII                                                          CHAPTER XIII
            HAK DAN KEWAJIBAN                                                  RIGHTS AND OBLIGATIONS
                Bagian Kesatu                                                          Part One
                     Hak                                                                Rights
                   Pasal 90                                                            Article 90
Pemegang IUP dan IUPK dapat melakukan sebagian                  Mining Permit holders and Special Mining Permit
atau seluruh tahapan usaha pertambangan, baik                   holders may undertake part or all of the mining
kegiatan eksplorasi maupun kegiatan operasi                     stages of either exploration activities or production
produksi.                                                       operation activities.
          Penjelasan Pasal 90: Cukup jelas                                Elucidation of Article 90: Sufficiently clear


                     Pasal 91                                                             Article 91
Pemegang IUP dan IUPK dapat memanfaatkan                        Mining Permit holders and Special Mining Permit
prasarana dan sarana umum untuk keperluan                       holders may use the benefit of public infrastructure
pertambangan setelah memenuhi ketentuan peraturan               and facilities for mining needs upon meeting laws
perundang-undangan.                                             and regulations.
          Penjelasan Pasal 91: Cukup jelas                                Elucidation of Article 91: Sufficiently clear


                     Pasal 92                                                             Article 92
Pemegang IUP dan IUPK berhak memiliki mineral,                  Mining Permit holders and Special Mining Permit
termasuk mineral ikutannya, atau batubara yang                  holders shall have the right to own minerals,
telah diproduksi apabila telah memenuhi iuran                   including associated minerals, or coal they have
eksplorasi atau iuran produksi, kecuali mineral                 produced if having paid for exploration royalties or
ikutan radioaktif.                                              production royalties, except for radioactive
                                                                associated minerals.
          Penjelasan Pasal 92: Cukup jelas                                Elucidation of Article 92: Sufficiently clear


                     Pasal 93                                                             Article 93
(1)    Pemegang IUP and IUPK tidak boleh (1)                               Mining Permit and Special Mining Permit
       memindahkan IUP dan IUPK-nya kepada                                 holders may not assign their Mining Permits

                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         53
      pihak lain.                                                            and Special Mining Permits to other party.
           Penjelasan Pasal 93 (1): Cukup jelas                           Elucidation of Article 93 (1): Sufficiently clear

(2)   Untuk pengalihan kepemilikan dan/atau (2)                              Transfer of ownership and/or shares in the
      saham di bursa saham Indonesia hanya dapat                             stock exchange in Indonesia may only be
      dilakukan setelah melakukan kegiatan                                   effected upon performance of exploration
      eksplorasi tahapan tertentu.                                           activities of certain stages.
                 Penjelasan Pasal 93 (2):                                             Elucidation of Article 93 (2):
      Yang dimaksud eksplorasi tahapan tertentu                              “Exploration of certain stages” in this provision
      dalam ketentuan ini yaitu telah ditemukan 2                            means 2 (two) prospect areas have been found in
      (dua) wilayah prospek dalam kegiatan                                   the exploration activities.
      eksplorasi.

(3)   Pengalihan kepemilikan dan/atau saham (3)                              Transfer of ownership and/or shares as
      sebagaimana dimaksud pada ayat (2) hanya                               intended by section (2) may only be
      dapat dilakukan dengan syarat:                                         conducted on condition that:
      a.        harus memberitahu kepada Menteri,                            a.        the transfer must be brought to the
                gubernur, atau bupati/walikota sesuai                                  attention of the competent Minister,
                dengan kewenangannya; dan                                              the governors, or the regents/mayors;
                                                                                       and
      b.        sepanjang tidak bertentangan dengan                          b.        the transfer is not against laws and
                ketentuan    peraturan   perundang-                                    regulations.
                undangan.
           Penjelasan Pasal 93 (3): Cukup jelas                           Elucidation of Article 93 (3): Sufficiently clear


                        Pasal 94                                                               Article 94
Pemegang IUP dan IUPK dijamin haknya untuk Mining Permit holders and Special Mining Permit
melakukan usaha pertambangan sesuai dengan holders shall be guaranteed their rights in the
ketentuan peraturan perundang-undangan.    conduct of mining business under laws and
                                           regulations.
            Penjelasan Pasal 94: Cukup jelas                                Elucidation of Article 94: Sufficiently clear


                     Bagian Kedua                                                              Part Two
                      Kewajiban                                                               Obligations
                       Pasal 95                                                               Article 95
Pemegang IUP dan IUPK wajib:                                      Mining Permit holders and Special Mining Permit
                                                                  holders must:
a.    menerapkan kaidah teknik pertambangan a.                               apply good mining technique principles;
      yang baik;
b.    mengelola keuangan sesuai dengan sistem b.                             maintain    finance            under      Indonesian
      akuntansi Indonesia;                                                   accounting system;
c.    meningkatkan nilai tambah sumber daya c.                               increase added value to mineral and/or coal
      mineral dan/atau batubara;                                             resources;

                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                            54
d.     melaksanakan     pengembangan         dan d.                        foster and empower local community; and
       pemberdayaan masyarakat setempat; dan
e.     mematuhi batas toleransi daya dukung e.                             comply with the tolerance limit of the
       lingkungan.                                                         carrying capacity of the environment.
          Penjelasan Pasal 95: Cukup jelas                                Elucidation of Article 95: Sufficiently clear


                     Pasal 96                                                               Article 96
Dalam penerapan kaidah teknik pertambangan yang In the application of good mining technique
baik, pemegang IUP dan IUPK wajib melaksanakan: principles, Mining Permit holders and Special
                                                Mining Permit holders must:
a.     ketentuan keselamatan dan kesehatan kerja a.                        implement the requirements of mining
       pertambangan;                                                       occupational safety and health;
         Penjelasan Pasal 96 a: Cukup jelas                              Elucidation of Article 96 a: Sufficiently clear

b.     keselamatan operasi pertambangan;                        b.         foster mining operating safety;
         Penjelasan Pasal 96 b: Cukup jelas                              Elucidation of Article 96 b: Sufficiently clear

c.     pengelolaan dan pemantauan lingkungan c.                            conduct management and monitoring of the
       pertambangan, termasuk kegiatan reklamasi                           mining environment, including reclamation
       dan pascatambang;                                                   and postmining activities;
         Penjelasan Pasal 96 c: Cukup jelas                              Elucidation of Article 96 c: Sufficiently clear

d.     upaya konservasi sumber daya mineral dan d.                         work for conservation of mineral and coal
       batubara;                                                           resources;
         Penjelasan Pasal 96 d: Cukup jelas                              Elucidation of Article 96 d: Sufficiently clear

e.     pengelolaan sisa tambang dari suatu kegiatan e.                     conduct management of mining waste in
       usaha pertambangan dalam bentuk padat,                              solid, liquid, or gas form to meet the standard
       cair, atau gas sampai memenuhi standar baku                         quality of the environment prior to disposal
       mutu lingkungan sebelum dilepas ke media                            to an environmental medium.
       lingkungan.
               Penjelasan Pasal 96 e:                                               Elucidation of Article 96 e:
       Yang dimaksud dengan sisa tambang meliputi                          “Mining waste” shall include, inter alia, coal
       antara lain tailing dan limbah batubara.                            tailings and waste.


                     Pasal 97                                                               Article 97
Pemegang IUP dan IUPK wajib menjamin Mining Permit holders and Special Mining Permit
penerapan standar dan baku mutu lingkungan sesuai holders must ensure the application of standards and
dengan karakteristik suatu daerah.                standard quality of the environment to regional
                                                  characteristics.
          Penjelasan Pasal 97: Cukup jelas                                Elucidation of Article 97: Sufficiently clear




                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                          55
                    Pasal 98                                                              Article 98
Pemegang IUP dan IUPK wajib menjaga kelestarian                Mining Permit holders and Special Mining Permit
fungsi dan daya dukung sumber daya air yang                    holders must maintain the sustainable functions and
bersangkutan sesuai dengan ketentuan peraturan                 carrying capacity of water resources under laws and
perundang-undangan.                                            regulations.
               Penjelasan Pasal 98:                                                Elucidation of Article 98:
      Ketentuan ini dimaksudkan mengingat usaha                           This provision is intended to prevent mining
      pertambangan pada sumber air dapat                                  business on water sources from resulting in
      mengakibatkan perubahan morfologi sumber air,                       change in the morphology of water sources,
      baik pada kawasan hulu maupun hilir.                                either in upstream or downstream areas.


                    Pasal 99                                                              Article 99
(1)   Setiap pemegang IUP dan IUPK wajib (1)                              Any Mining Permit holder and Special
      menyerahkan rencana reklamasi dan rencana                           Mining Permit holder must submit
      pascatambang pada saat mengajukan                                   reclamation plans and postmining plans when
      permohonan IUP Operasi Produksi atau                                filing an application for a Production
      IUPK Operasi Produksi.                                              Operation Mining Permit or Production
                                                                          Operation Special Mining Permit.
(2)   Pelaksanaan    reklamasi   dan kegiatan (2)                         Reclamation and postmining activities shall
      pascatambang dilakukan sesuai dengan                                be performed to the functions of postmining
      peruntukan lahan pascatambang.                                      lands.
(3)   Peruntukan lahan pascatambang sebagaimana (3)                       The functions of postmining lands as
      dimaksud pada ayat (2) dicantumkan dalam                            intended by section (2) shall be stated in land
      perjanjian   penggunaan    tanah    antara                          use agreements between a Mining Permit
      pemegang IUP atau IUPK dan pemegang hak                             holder or Special Mining Permit holder and a
      atas tanah.                                                         land titleholder.
         Penjelasan Pasal 99: Cukup jelas                                Elucidation of Article 99: Sufficiently clear


                    Pasal 100                                                            Article 100
(1)   Pemegang     IUP     dan   IUPK   wajib (1)                         Mining Permit holders and Special Mining
      menyediakan dana jaminan reklamasi dan                              Permit holders must set up reclamation
      dana jaminan pascatambang.                                          deposit funds and postmining deposit funds.
(2)   Menteri, gubernur, atau bupati/walikota (2)                         The competent Minister, the governors, or
      sesuai dengan kewenangannya dapat                                   the regents/mayors may assign a third party
      menetapkan pihak ketiga untuk melakukan                             to conduct reclamations and postmining by
      reklamasi dan pascatambang dengan dana                              deposit funds as intended by section (1).
      jaminan sebagaimana dimaksud pada ayat
      (1).
(3)   Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3)                        The provision as intended by section (2) shall
      (2) diberlakukan apabila pemegang IUP atau                          apply if Mining Permit holders or Special
      IUPK tidak melaksanakan reklamasi dan                               Mining Permit holders fail to conduct
      pascatambang sesuai dengan rencana yang                             reclamations and postmining to the approved
      telah disetujui.                                                    plans.


                                            Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         56
          Penjelasan Pasal 100: Cukup jelas                               Elucidation of Article 100: Sufficiently clear


                     Pasal 101                                                                Article 101
Ketentuan lebih lanjut mengenai reklamasi dan                    Ancillary provisions for the reclamations and
pascatambang sebagaimana dimaksud dalam Pasal                    postmining as intended by Article 99 as well as
99 serta dana jaminan reklamasi dan dana jaminan                 reclamation deposit funds and postmining deposit
pascatambang sebagaimana dimaksud dalam Pasal                    funds as intended by Article 100 shall be governed
100 diatur dengan peraturan pemerintah.                          by regulation of the government.
               Penjelasan Pasal 101:                                                  Elucidation of Article 101:
       Ketentuan mengenai dana jaminan reklamasi dan                        Provisions for the reclamation deposit funds and
       dana jaminan pascatambang berisi, antara lain,                       postmining deposit funds shall contain, inter alia,
       besaran, tata cara penyetoran dan pencairan,                         the amount, procedures for payment and
       serta pelaporan penggunaan dana jaminan.                             withdrawal, as well as reporting on use of
                                                                            deposit funds.


                     Pasal 102                                                                Article 102
Pemegang IUP dan IUPK wajib meningkatkan nilai                   Mining Permit holders and Special Mining Permit
tambah sumber daya mineral dan/atau batubara                     holders must increase added value to mineral and/or
dalam pelaksanaan penambangan, pengolahan dan                    coal resources in undertaking mines, processing and
pemurnian, serta pemanfaatan mineral dan batubara.               refining/smelting as well as utilizing minerals and
                                                                 coal.
               Penjelasan Pasal 102:                                                  Elucidation of Article 102:
       Nilai tambah dalam ketentuan ini dimaksudkan                         Added value in this provision is intended to
       untuk meningkatkan produk akhir dari usaha                           increase end products of mining business or
       pertambangan atau pemanfaatan terhadap                               utilization of associated minerals.
       mineral ikutan.

                     Pasal 103                                                                Article 103
(1)    Pemegang IUP dan IUPK Operasi Produksi (1)                           Production Operation Mining Permit holders
       wajib melakukan pengolahan dan pemurnian                             and Special Mining Permit holders must
       hasil penambangan di dalam negeri.                                   process and refine/smelt mining products
                                                                            domestically.
              Penjelasan Pasal 103 (1):                                              Elucidation of Article 103 (1):
       Kewajiban untuk melakukan pengolahan dan                             Obligations to process and refine/smelt
       pemurnian di dalam negeri dimaksudkan, antara                        domestically are intended to, inter alia, increase
       lain, untuk meningkatkan dan mengoptimalkan                          and optimize the mine value of products, supply
       nilai tambang dari produk, tersedianya bahan                         of industrial raw materials, worker absorption,
       baku industri, penyerapan tenaga kerja, dan                          and state revenues.
       peningkatan penerimaan negara.

(2)    Pemegang IUP dan IUPK sebagaimana (2)                                Mining Permit holders and Special Mining
       dimaksud pada ayat (1) dapat mengolah dan                            Permit holders as intended by section (1)
       memurnikan hasil penambangan dari                                    may process and refine/smelt mining
       pemegang IUP dan IUPK lainnya.                                       products of other Mining Permit holders and
                                                                            Special Mining Permit holders.
        Penjelasan Pasal 103 (2): Cukup jelas                           Elucidation of Article 103 (2): Sufficiently clear


                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           57
(3)   Ketentuan lebih lanjut mengenai peningkatan (3)                      Ancillary provisions for increases in added
      nilai tambah sebagaimana dimaksud dalam                              value as intended by Article 102 as well as
      Pasal 102 serta pengolahan dan pemurnian                             processing and refining/smelting as intended
      sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diatur                            by section (2) shall be governed by
      dengan peraturan pemerintah.                                         regulation of the government.
       Penjelasan Pasal 103 (3): Cukup jelas                           Elucidation of Article 103 (3): Sufficiently clear


                    Pasal 104                                                                Article 104
(1)   Untuk pengolahan dan pemurnian, pemegang (1)                         In     the   case   of    processing    and
      IUP Operasi Produksi dan IUPK Operasi                                refining/smelting, Production Operation
      Produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal                            Mining Permit holders and Production
      103 dapat melakukan kerja sama dengan                                Operation Special Mining Permit holders as
      badan usaha, koperasi, atau perseorangan                             intended by Article 103 may extend
      yang telah mendapatkan IUP atau IUPK.                                cooperation with entities, cooperatives, or
                                                                           sole proprietorships that have obtained a
                                                                           Mining Permit or Special Mining Permit.
(2)   IUP yang didapat badan usaha sebagaimana (2)                         A Mining Permit that entities obtain as
      dimaksud pada ayat (1) adalah IUP Operasi                            intended by section (1) shall be a processing
      Produksi Khusus untuk pengolahan dan                                 and refining/smelting Production Operation
      pemurnian yang dikeluarkan oleh Menteri,                             Special Mining Permit issued by the
      gubernur, bupati/walikota sesuai dengan                              competent Minister, the governors, the
      kewenangannya.                                                       regents/majors.
(3)   Pemegang IUP dan IUPK sebagaimana (3)                                At no time shall any Mining Permit holders
      dimaksud pada ayat (1) dilarang melakukan                            and Special Mining Permit holders as
      pengolahan dan pemurnian dari hasil                                  intended by section (1) process and
      penambangan yang tidak memiliki IUP, IPR,                            refine/smelt mining products without Mining
      atau IUPK.                                                           Permits, Small-Scale Mining Permits, or
                                                                           Special Mining Permits.
         Penjelasan Pasal 104: Cukup jelas                               Elucidation of Article 104: Sufficiently clear


                    Pasal 105                                                                Article 105
(1)   Badan usaha yang tidak bergerak pada usaha (1)                       Nonmining entities that wish to sell
      pertambangan yang bermaksud menjual                                  excavated minerals and/or coal must first
      mineral dan/atau batubara yang tergali wajib                         hold a Production Operation Mining Permit
      terlebih dahulu memiliki IUP Operasi                                 for sale.
      Produksi untuk penjualan.
             Penjelasan Pasal 105 (1):                                              Elucidation of Article 105 (1):
      Yang dimaksud dengan terlebih dahulu memiliki                        “First hold a Production Operation Mining
      IUP Operasi Produksi untuk penjualan dalam                           Permit for sale” in this provision means to
      ketentuan   ini   adalah    pengurusan   izin                        process a permit for hauling and sale of
      pengangkutan dan penjualan atas mineral dan/                         excavated minerals and/or coal.
      atau batubara yang tergali.

(2)   IUP sebagaimana dimaksud pada ayat (1) (2)                           A Mining Permit as intended by section (1)
      hanya dapat diberikan untuk 1 (satu) kali                            may be granted only for 1 (one) time of sale
      penjualan oleh Menteri, gubernur, atau                               by the competent Minister, the governors, or

                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           58
       bupati/walikota            sesuai          dengan                    the regents/mayors.
       kewenangannya.
              Penjelasan Pasal 105 (2):                                              Elucidation of Article 105 (2):
       Izin diberikan setelah terlebih dahulu dilakukan                     The permit shall be granted after examination
       pemeriksaan dan evaluasi atas mineral dan/atau                       and evaluation of excavated minerals and/or coal
       batubara yang tergali oleh instansi teknis terkait.                  have first been made by the relevant technical
                                                                            agency.

(3)    Mineral atau batubara yang tergali dan akan (3)                      Minerals or coal that are excavated and to be
       dijual sebagaimana dimaksud pada ayat (1)                            sold as intended by section (1) shall be
       dikenai iuran produksi.                                              subject to production royalties.
        Penjelasan Pasal 105 (3): Cukup jelas                           Elucidation of Article 105 (3): Sufficiently clear

(4)    Badan usaha sebagaimana dimaksud pada (4)                            Entities as intended by section (1) and
       ayat (1) dan ayat (2) wajib menyampaikan                             section (2) must submit a report on the sales
       laporan hasil penjualan mineral dan/atau                             of excavated minerals and/or coal to the
       batubara yang tergali kepada Menteri,                                competent Minister, the governors, or the
       gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan                         regents/mayors.
       kewenangannya.
        Penjelasan Pasal 105 (4): Cukup jelas                           Elucidation of Article 105 (4): Sufficiently clear


                      Pasal 106                                                               Article 106
Pemegang IUP dan IUPK harus mengutamakan                         Mining Permit holders and Special Mining Permit
pemanfaatan tenaga kerja setempat, barang, dan jasa              holders must give preference for employment of
dalam negeri sesuai dengan ketentuan peraturan                   local workforce and use of domestic goods and
perundang-undangan.                                              services under laws and regulations.
                Penjelasan Pasal 106:                                                 Elucidation of Article 106:
       Pemanfaatan tenaga kerja setempat tetap                              Employment of local workforce shall remain to
       mempertimbangkan kompetensi tenaga kerja dan                         consider the competency of workers and skills of
       keahlian tenaga kerja yang tersedia.                                 workers available.

       Ketentuan ini dimaksudkan untuk mendukung                            This provision is intended to encourage and
       dan menumbuhkembangkan kemampuan nasional                            develop the national capability in order to better
       agar lebih mampu bersaing.                                           compete.


                      Pasal 107                                                               Article 107
Dalam melakukan kegiatan operasi produksi, badan                 In the performance of production operation
usaha pemegang IUP dan IUPK wajib                                activities, entities holding a Mining Permit and a
mengikutsertakan pengusaha lokal yang ada di                     Special Mining Permit must engage local
daerah tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan                entrepreneurs of the region under laws and
perundang-undangan.                                              regulations.
          Penjelasan Pasal 107: Cukup jelas                               Elucidation of Article 107: Sufficiently clear


                      Pasal 108                                                               Article 108
(1)    Pemegang IUP dan IUPK wajib menyusun (1)                             Mining Permit holders and Special Mining
       program pengembangan dan pemberdayaan                                Permit holders must prepare community
                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           59
       masyarakat.                                                          development and empowerment programs.
        Penjelasan Pasal 108 (1): Cukup jelas                           Elucidation of Article 108 (1): Sufficiently clear

(2)    Penyusunan      program    dan     rencana (2)                       Preparation of programs and plans as
       sebagaimana dimaksud pada ayat (1)                                   intended by section (1) shall consult the
       dikonsultasikan     kepada     Pemerintah,                           Government, regional governments, and
       pemerintah daerah, dan masyarakat.                                   community.
              Penjelasan Pasal 108 (2):                                              Elucidation of Article 108 (2):
       Yang dimaksud dengan masyarakat adalah                               “Community” means community                domiciled
       masyarakat yang berdomisili di sekitar operasi                       around the mining operating areas.
       pertambangan.

                     Pasal 109                                                                Article 109
Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan Ancillary provisions for the implementation of
pengembangan dan pemberdayaan masyarakat community development and empowerment as
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 108 diatur intended by Article 108 shall be governed by
dengan peraturan pemerintah.                regulation of the government.
          Penjelasan Pasal 109: Cukup jelas                               Elucidation of Article 109: Sufficiently clear


                     Pasal 110                                                                Article 110
Pemegang IUP dan IUPK wajib menyerahkan                          Mining Permit holders and Special Mining Permit
seluruh data yang diperoleh dari hasil eksplorasi dan            holders must turn in all data found from the
operasi produksi kepada Menteri, gubernur, atau                  exploration and production operations to the
bupati/walikota sesuai dengan kewenangannya.                     competent Minister, the governors, or the
                                                                 regents/mayors.
          Penjelasan Pasal 110: Cukup jelas                               Elucidation of Article 110: Sufficiently clear


                     Pasal 111                                                                Article 111
(1)    Pemegang IUP dan IUPK wajib memberikan (1)                           Mining Permit holders and Special Mining
       laporan tertulis secara berkala atas rencana                         Permit holders must submit reports in writing
       kerja dan pelaksanaan kegiatan usaha                                 periodically on working plans and
       pertambangan mineral dan batubara kepada                             implementation of mineral and coal mining
       Menteri, gubernur, atau bupati/walikota                              business activities to the competent Minister,
       sesuai dengan kewenangannya.                                         the governors, or the regents/mayors.
(2)    Ketentuan lebih lanjut mengenai bentuk, (2)                          Ancillary provisions for the form, type, time,
       jenis, waktu, dan tata cara penyampaian                              and procedures for submission of reports as
       laporan sebagaimana dimaksud pada ayat (1)                           intended by section (1) shall be governed by
       diatur dengan peraturan pemerintah.                                  regulation of the government.
          Penjelasan Pasal 111: Cukup jelas                               Elucidation of Article 111: Sufficiently clear


                     Pasal 112                                                                Article 112
(1)    Setelah 5 (lima) tahun berproduksi, badan (1)                        After 5 (five) years of production, entities
       usaha pemegang IUP dan IUPK yang                                     holding a Mining Permit and a Special

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           60
      sahamnya dimiliki oleh asing wajib                                     Mining Permit, of which the shares are
      melakukan divestasi saham pada Pemerintah,                             foreign owned, must divest their shares in the
      pemerintah daerah, badan usaha milik                                   Government, regional governments, state-
      negara, badan usaha milik daerah, atau badan                           owned entities, region-owned entities or
      usaha swasta nasional.                                                 national private entities.
(2)   Ketentuan lebih lanjut mengenai divestasi (2)                          Ancillary provisions for the divestment of
      saham sebagaimana dimaksud pada ayat (1)                               shares as intended by section (1) shall be
      diatur dengan peraturan pemerintah.                                    governed by regulation of the government.
           Penjelasan Pasal 112: Cukup jelas                               Elucidation of Article 112: Sufficiently clear


              BAB XIV                                                          CHAPTER XIV
PENGHENTIAN SEMENTARA KEGIATAN IZIN                               SUSPENSION OF MINING PERMIT ACTIVITIES
 USAHA PERTAMBANGAN DAN IZIN USAHA                                 AND SPECIAL MINING PERMIT ACTIVITIES
       PERTAMBANGAN KHUSUS
              Pasal 113                                                                         Article 113

(1)   Penghentian sementara kegiatan usaha (1)                               Suspension of mining business activities may
      pertambangan dapat diberikan kepada                                    be imposed on Mining Permit holders and
      pemegang IUP dan IUPK apabila terjadi:                                 Special Mining Permit holders if the
                                                                             following occur:
      a.       keadaan kahar;                                                a.          force majeure;
              Penjelasan Pasal 113 (1) a:                                             Elucidation of Article 113 (1) a:
      Yang dimaksud keadaan kahar (force majeur)                             Force majeure in this provision shall include,
      dalam ayat ini, antara lain, perang, kerusuhan                         inter alia, wars, civil commotions, rebellions,
      sipil, pemberontakan, epidemi, gempa bumi,                             epidemics, earthquakes, floods, fire, and acts of
      banjir, kebakaran, dan bencana alam di luar                            God.
      kemampuan manusia.

      b.       keadaan yang menghalangi sehingga                             b.          preventing circumstances that result
               menimbulkan penghentian sebagian                                          in cessation of part or all of the
               atau   seluruh  kegiatan    usaha                                         mining business activities;
               pertambangan;
              Penjelasan Pasal 113 (1) b:                                             Elucidation of Article 113 (1) b:
      Yang dimaksud keadaan yang menghalangi                                 Preventing circumstances in this section shall
      dalam ayat ini, antara lain, blockade,                                 include, inter alia, blockades, strikes, and labor
      pemogokan, dan perselisihan perburuhan di luar                         disputes other than faults of Mining Permit
      kesalahan pemegang IUP atau IUPK dan                                   holders or Special Mining Permit holders, and
      peraturan perundang-undangan yang diterbitkan                          laws and regulations issued by the Government
      oleh Pemerintah yang menghambat kegiatan                               that delay mining business activities in progress.
      usaha pertambangan yang sedang berjalan.

      c.       apabila    kondisi   daya    dukung                           c.          if the carrying capacity of the
               lingkungan wilayah tersebut tidak                                         environment of the areas cannot
               dapat menanggung beban kegiatan                                           support the loads of mineral and/or
               operasi produksi sumber daya mineral                                      coal resource production operation
               dan/atau batubara yang dilakukan di                                       activities performed in their areas.
               wilayahnya.
      Penjelasan Pasal 113 (1) c: Cukup jelas                           Elucidation of Article 113 (1) c: Sufficiently clear

                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                            61
(2)   Penghentian sementara kegiatan usaha (2)                           Suspension of mining business activities as
      pertambangan sebagaimana dimaksud pada                             intended by section (1) shall not reduce the
      ayat (1) tidak mengurangi masa berlaku IUP                         validity period of Mining Permits and Special
      atau IUPK.                                                         Mining Permits.
       Penjelasan Pasal 113 (2): Cukup jelas                         Elucidation of Article 113 (2): Sufficiently clear

(3)   Permohonan penghentian sementara kegiatan (3)                      Requests for suspension of mining business
      usaha pertambangan sebagaimana dimaksud                            activities as intended by section (1) point (a)
      pada ayat (1) huruf a dan huruf b                                  and point (b) shall be filed with the
      disampaikan kepada Menteri, gubernur, atau                         competent Minister, the governors, or the
      bupati/walikota      sesuai       dengan                           regents/mayors.
      kewenangannya.
             Penjelasan Pasal 113 (3):                                            Elucidation of Article 113 (3):
      Permohonan menjelaskan kondisi keadaan kahar                       Requests shall describe the events of force
      dan/atau keadaan yang menghalangi sehingga                         majeure and/or preventing circumstances that
      mengakibatkan penghentian sebagian atau                            result in cessation of part or all of the mining
      seluruh kegiatan usaha pertambangan.                               business activities.

(4)   Penghentian       sementara    sebagaimana (4)                     Suspension of mining as intended by section
      dimaksud pada ayat (1) huruf c dapat                               (1) point (c) may be executed by mine
      dilakukan oleh inspektur tambang atau                              inspectors or made on public request to the
      dilakukan       berdasarkan    permohonan                          competent Minister, the governors, or the
      masyarakat kepada Menteri, gubernur, atau                          regents/mayors.
      bupati/walikota         sesuai      dengan
      kewenangannya.
             Penjelasan Pasal 113 (4):                                            Elucidation of Article 113 (4):
      Permohonan masyarakat memuat penjelasan                            Public requests shall contain descriptions on the
      keadaan kondisi daya dukung lingkungan                             carrying capacity of the environment of areas as
      wilayah yang dikaitkan dengan aktifitas kegiatan                   connected with mine activities.
      penambangan.

(5)   Menteri, gubernur, atau bupati/walikota (5)                        The competent Minister, the governors, or
      sesuai dengan kewenangannya wajib                                  the regents/mayors must issue decisions in
      mengeluarkan keputusan tertulis diterima                           writing on acceptance or refusal along with
      atau ditolak disertai alasannya atas                               the reasons therefor of requests as intended
      permohonan sebagaimana dimaksud pada                               by section (3) at the latest 30 (thirty) days of
      ayat (3) paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak                    receipt of the requests.
      menerima permohonan tersebut.
       Penjelasan Pasal 113 (5): Cukup jelas                         Elucidation of Article 113 (5): Sufficiently clear


                     Pasal 114                                                             Article 114
(1)   Jangka waktu penghentian sementara karena (1)                      A period of suspension because of force
      keadaan kahar dan/atau keadaan yang                                majeure and/or preventing circumstances as
      menghalangi sebagaimana dimaksud dalam                             intended by Article 113 section (1) shall be
      Pasal 113 ayat (1) diberikan paling lama 1                         granted for at most 1 (one) year, extendable
      (satu) tahun dan dapat diperpanjang paling                         to 1 (one) year at most 1 (one) time.
      banyak 1 (satu) kali untuk 1 (satu) tahun.


                                           Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           62
(2)    Apabila dalam kurun waktu sebelum habis (2)                         If within a period prior to the expiration of
       masa penghentian sementara berakhir                                 the period of suspension Mining Permit
       pemegang IUP dan IUPK sudah siap                                    holders and Special Mining Permit holders
       melakukan kegiatan operasinya, kegiatan                             are already prepared for the performance of
       dimaksud wajib dilaporkan kepada Menteri,                           their operating activities, such activities must
       gubernur, atau bupati/ walikota sesuai dengan                       be reported to the competent Minister, the
       kewenangannya.                                                      governors or the regents/mayors.
(3)    Menteri, gubernur, atau bupati/walikota (3)                         The competent Minister, the governors or the
       sesuai dengan kewenangannya mencabut                                regents/mayors shall revoke decisions on
       keputusan penghentian sementara setelah                             suspension upon receipt of report as intended
       menerima laporan sebagaimana dimaksud                               by section (2).
       pada ayat (2).
         Penjelasan Pasal 114: Cukup jelas                               Elucidation of Article 114: Sufficiently clear


                    Pasal 115                                                            Article 115
(1)    Apabila penghentian sementara kegiatan (1)                          If suspension of mining business activities is
       usaha pertambangan diberikan karena                                 imposed because of force majeure as
       keadaan kahar sebagaimana dimaksud dalam                            intended by Article 113 section (1) point (a),
       Pasal 113 ayat (1) huruf a, kewajiban                               obligations of Mining Permit holders and
       pemegang IUP dan IUPK terhadap                                      Special Mining Permit holders to the
       Pemerintah dan pemerintah daerah tidak                              Government and regional governments shall
       berlaku.                                                            be void.
(2)    Apabila penghentian sementara kegiatan (2)                          If suspension of mining business activities is
       usaha pertambangan diberikan karena                                 imposed because of preventing circumstances
       keadaan yang menghalangi kegiatan usaha                             as intended by Article 113 section (1) point
       pertambangan sebagaimana dimaksud dalam                             (b), obligations of Mining Permit holders and
       Pasal 113 ayat (1) huruf b, kewajiban                               Special Mining Permit holders to the
       pemegang IUP dan IUPK terhadap                                      Government and regional governments shall
       Pemerintah dan pemerintah daerah tetap                              remain valid.
       berlaku.
(3)    Apabila penghentian sementara kegiatan (3)                          If suspension of mining business activities is
       usaha pertambangan diberikan karena kondisi                         imposed because of the carrying capacity of
       daya      dukung      lingkungan   wilayah                          the environment of areas as intended by
       sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113 ayat                           Article 113 section (1) point (c), obligations
       (1) huruf c, kewajiban pemegang IUP dan                             of Mining Permit holders and Special Mining
       IUPK terhadap Pemerintah dan pemerintah                             Permit holders to the Government and
       daerah tetap berlaku.                                               regional governments shall remain valid.
         Penjelasan Pasal 115: Cukup jelas                               Elucidation of Article 115: Sufficiently clear


                    Pasal 116                                                            Article 116
Ketentuan lebih lanjut mengenai penghentian                     Ancillary provisions for the suspension of mining
sementara     kegiatan      usaha     pertambangan              business activities as intended by Article 113, Article
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 113, Pasal 114,                114, and Article 115 shall be governed by regulation
dan Pasal 115 diatur dengan peraturan pemerintah.               of the government.



                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         63
          Penjelasan Pasal 116: Cukup jelas                               Elucidation of Article 116: Sufficiently clear


                BAB XV                                                             BAB XV
         BERAKHIRNYA IZIN USAHA                                       TERMINATION OF MINING PERMITS AND
      PERTAMBANGAN DAN IZIN USAHA                                          SPECIAL MINING PERMITS
         PERTAMBANGAN KHUSUS
                Pasal 117                                                                     Article 117

IUP dan IUPK berakhir karena:                                    A Mining Permit and Special Mining Permit shall
                                                                 terminate because it is:
a.     dikembalikan;                                             a.         reverted;
b.     dicabut; atau                                             b.         revoked; or
c.     habis masa berlakunya.                                    c.         expired.
          Penjelasan Pasal 117: Cukup jelas                               Elucidation of Article 117: Sufficiently clear


                       Pasal 118                                                              Article 118
(1)    Pemegang      IUP     atau    IUPK     dapat (1)                     Mining Permit holders or Special Mining
       menyerahkan kembali IUP atau IUPK-nya                                Permit holders may revert their Mining
       dengan pernyataan tertulis kepada Menteri,                           Permits or Special Mining Permits with
       gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan                         written statement to the competent Minister,
       kewenangannya dan disertai dengan alasan                             the governors or the regents/mayors
       yang jelas.                                                          accompanied by clear reasons therefor.
              Penjelasan Pasal 118 (1):                                              Elucidation of Article 118 (1):
       Yang dimaksud dengan alasan yang jelas dalam                         “Clear reasons” in this provision means, inter
       ketentuan ini antara lain tidak ditemukannya                         alia, no technical, economical, or environmental
       prospek secara teknis, ekonomis, atau                                prospect is in sight.
       lingkungan.

(2)    Pengembalian IUP atau IUPK sebagaimana (2)                           Reversion of Mining Permits or Special
       dimaksud pada ayat (1) dinyatakan sah                                Mining Permits as intended by section (1)
       setelah disetujui oleh Menteri, gubernur, atau                       shall be declared lawful upon approval of the
       bupati/walikota         sesuai        dengan                         competent Minister, the governors or the
       kewenangannya dan setelah memenuhi                                   regents/mayors and upon meeting their
       kewajibannya.                                                        obligations.
        Penjelasan Pasal 118 (2): Cukup jelas                           Elucidation of Article 118 (2): Sufficiently clear


                       Pasal 119                                                              Article 119
IUP atau IUPK dapat dicabut oleh Menteri, Mining Permits or Special Mining Permits shall be
gubernur, atau bupati/walikota sesuai dengan revoked by the competent Minister, the governors or
kewenangannya apabila:                       the regents/mayors if:
a.     pemegang IUP atau IUPK tidak memenuhi a.                             Mining Permit holders or Special Mining
       kewajiban yang ditetapkan dalam IUP atau                             Permit holders fail to meet obligations as
       IUPK serta peraturan perundang-undangan;                             stated in the Mining Permit or Special

                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           64
                                                                           Mining Permit         as   well   as   laws    and
                                                                           regulations;
b.    pemegang IUP atau IUPK melakukan tindak b.                           Mining Permit holders or Special Mining
      pidana sebagaimana dimaksud dalam                                    Permit holders have perpetrated criminal acts
      Undang-Undang ini; atau                                              as intended by this Law; or
c.    pemegang IUP atau IUPK dinyatakan pailit.                 c.         Mining Permit holders or Special Mining
                                                                           Permit holders are declared bankrupt.
         Penjelasan Pasal 119: Cukup jelas                               Elucidation of Article 119: Sufficiently clear


                    Pasal 120                                                              Article 120
Dalam hal jangka waktu yang ditentukan dalam IUP                Where the period as stated in the Mining Permit and
dan IUPK telah habis dan tidak diajukan                         Special Mining Permit have expired and no
permohonan peningkatan atau perpanjangan tahap                  application for an upgrade or extension of stage of
kegiatan atau pengajuan permohonan tetapi tidak                 activity is filed, or an application is filed but
memenuhi persyaratan, IUP dan IUPK tersebut                     ineligible, such a Mining Permit and Special Mining
berakhir.                                                       Permit shall terminate.
              Penjelasan Pasal 120:                                                 Elucidation of Article 120:
      Yang dimaksud dengan “peningkatan” adalah                            “Upgrade” means an upgrade from the
      peningkatan dari tahap ekplorasi ke tahap                            exploration stage to the production operation
      operasi produksi.                                                    stage.


                    Pasal 121                                                              Article 121
(1)   Pemegang IUP atau IUPK yang IUP-nya atau (1)                         Mining Permit holders or Special Mining
      IUPK-nya      berakhir     karena    alasan                          Permit holders, of whom the Mining Permits
      sebagaimana dimaksud dalam Pasal 117,                                or Special Mining Permits terminate because
      Pasal 118, Pasal 119, dan Pasa1 120 wajib                            of reasons as intended by Article 117, Article
      memenuhi dan menyelesaikan kewajiban                                 118, Article 119, and Article 120 must meet
      sesuai    dengan     ketentuan    peraturan                          and perform obligations under laws and
      perundang-undangan.                                                  regulations.
(2)   Kewajiban pemegang IUP atau IUPK (2)                                 Obligations of Mining Permit holders or
      sebagaimana dimaksud pada ayat (1)                                   Special Mining Permit holders as intended by
      dianggap telah dipenuhi setelah mendapat                             section (1) shall be deemed to have been met
      persetujuan dari Menteri, gubernur, atau                             upon approval of the competent Minister, the
      bupati/walikota      sesuai       dengan                             governors, or the regents/mayors.
      kewenangannya.
         Penjelasan Pasal 121: Cukup jelas                               Elucidation of Article 121: Sufficiently clear


                    Pasal 122                                                              Article 122
(1)   IUP atau IUPK yang telah dikembalikan, (1)                           Mining Permits or Special Mining Permits
      dicabut, atau habis masa berlakunya                                  that have been reverted, revoked, or expired
      sebagaimana dimaksud dalam Pasal 121                                 as intended by Article 121 shall be turned in
      dikembalikan kepada Menteri, gubernur, atau                          to the competent Minister, the governors, or
      bupati/walikota      sesuai        dengan                            the regents/mayors.

                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                          65
       kewenangannya.
(2)    WIUP atau WIUPK yang IUP-nya atau (2)                                  Mining Permit Areas or Special Mining
       IUPK-nya berakhir sebagaimana dimaksud                                 Permit Areas in Special Mining Areas, of
       pada ayat (1) ditawarkan kepada badan                                  which the Mining Permits or Special Mining
       usaha, koperasi, atau perseorangan melalui                             Permits have terminated as intended by
       mekanisme sesuai dengan ketentuan dalam                                section (1) shall be offered to entities,
       Undang-Undang ini.                                                     cooperatives, or sole proprietorships through
                                                                              mechanisms under this Law.
            Penjelasan Pasal 122: Cukup jelas                               Elucidation of Article 122: Sufficiently clear


                       Pasal 123                                                                Article 123
Apabila IUP atau IUPK berakhir, pemegang IUP                       If Mining Permits or Special Mining Permits
atau IUPK wajib menyerahkan seluruh data yang                      terminate, the Mining Permit holders or Special
diperoleh dari hasil eksplorasi dan operasi produksi               Mining Permit holders must turn in all data found
kepada Menteri, gubernur, atau bupati/walikota                     from the exploration and production operations to
sesuai dengan kewenangannya.                                       the competent Minister, the governors, or the
                                                                   regents/mayors.
            Penjelasan Pasal 123: Cukup jelas                               Elucidation of Article 123: Sufficiently clear


                 BAB XVI                                                                 CHAPTER XVI
        USAHA JASA PERTAMBANGAN                                                    MINING SERVICES BUSINESS
                 Pasal 124                                                                 Article 124
(1)    Pemegang      IUP     atau IUPK    wajib (1)                           Mining Permits holders or Special Mining
       menggunakan perusahaan jasa pertambangan                               Permits holders must engage local and/or
       lokal dan/atau nasional.                                               national mining services companies.
                Penjelasan Pasal 124 (1):                                              Elucidation of Article 124 (1):
       Perusahaan    nasional    dapat          mendirikan                    National companies          may    establish   branch
       perusahaan cabang di daerah.                                           companies in regions.

(2)    Dalam hal tidak terdapat perusahaan jasa (2)                           Where no mining services company as
       pertambangan sebagaimana dimaksud pada                                 intended by section (1) is available, Mining
       ayat (1), pemegang IUP atau IUPK dapat                                 Permits holders or Special Mining Permits
       menggunakan perusahaan jasa pertambangan                               holders may engage other mining services
       lain yang berbadan hukum Indonesia.                                    companies that are Indonesian legal entities.
        Penjelasan Pasal 124 (2): Cukup jelas                             Elucidation of Article 124 (2): Sufficiently clear

(3)    Jenis usaha jasa pertambangan meliputi:                     (3)        Lines of mining services business shall
                                                                              include:
       a.       konsultasi, perencanaan, pelaksanaan,                         a.         consultation, planning,
                dan pengujian peralatan di bidang:                                       implementation, and equipment
                                                                                         testing in the field of:
                1)      penyelidikan umum;                                               1)      general survey;
                2)      eksplorasi;                                                      2)      exploration;


                                                Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                             66
               3)      studi kelayakan;                                               3)     feasibility study;
               4)      konstruksi pertambangan;                                       4)     mining construction;
               5)      pengangkutan;                                                  5)     hauling;
               6)      lingkungan pertambangan;                                       6)     mining environment;
               7)      pascatambang dan reklamasi;                                    7)     postmining and reclamations;
                       dan/atau                                                              and/or
               8)      keselamatan     dan     kesehatan                              8)     occupational         safety      and
                       kerja.                                                                health.
      b.       konsultasi,     perencanaan,              dan                 b.       consultation, planning, and equipment
               pengujian peralatan di bidang:                                         testing in the field of:
               1)      penambangan; atau                                              1)     mines; or
               2)      pengolahan dan pemurnian.                                      2)     processing and
                                                                                             refining/smelting.
       Penjelasan Pasal 124 (3): Cukup jelas                             Elucidation of Article 124 (3): Sufficiently clear


                      Pasal 125                                                            Article 125
(1)   Dalam hal pemegang IUP atau IUPK (1)                                   Where Mining Permit holders or Special
      menggunakan jasa pertambangan, tanggung                                Mining Permit holders engage mining
      jawab kegiatan usaha pertambangan tetap                                services, Mining Permit holders or Special
      dibebankan kepada pemegang IUP atau                                    Mining Permit holders shall remain to
      IUPK.                                                                  assume responsibility for mining business
                                                                             activities.
(2)   Pelaksana usaha jasa pertambangan dapat (2)                            Mining services providers may be in the form
      berupa badan usaha, koperasi, atau                                     of     entities,  cooperatives,   or     sole
      perseorangan sesuai dengan klasifikasi dan                             proprietorships under classification and
      kualifikasi yang telah ditetapkan oleh                                 qualification that are established by the
      Menteri.                                                               Minister.
(3)   Pelaku usaha jasa pertambangan wajib (3)                               Mining services providers must give
      mengutamakan kontraktor dan tenaga kerja                               preference for local contractors and workers.
      lokal.
           Penjelasan Pasal 125: Cukup jelas                               Elucidation of Article 125: Sufficiently clear


                      Pasal 126                                                            Article 126
(1)   Pemegang IUP atau IUPK dilarang (1)                                    At no time shall any Mining Permit holders
      melibatkan anak perusahaan dan/atau                                    or Special Mining Permit holders involving
      afiliasinya dalam bidang usaha jasa                                    their subsidiaries and/or affiliates in the field
      pertambangan      di   wilayah    usaha                                of mining services business in mining areas
      pertambangan yang diusahakannya, kecuali                               they commercialize, unless the Minister
      dengan izin Menteri.                                                   grants permits therefor.
(2)   Pemberian       izin   Menteri      sebagaimana (2)                    Permits as intended by section (1) shall be

                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                            67
        dimaksud pada ayat (1) dilakukan apabila:                              granted where:
        a.       tidak terdapat perusahaan jasa                                a.       no mining services company of
                 pertambangan sejenis di wilayah                                        similar type is available in those
                 tersebut; atau                                                         areas; or
        b.       tidak   ada     perusahaan    jasa                            b.       no mining services company is
                 pertambangan yang berminat/mampu.                                      interested/capable;
             Penjelasan Pasal 126: Cukup jelas                               Elucidation of Article 126: Sufficiently clear


                        Pasal 127                                                             Article 127
Ketentuan lebih lanjut mengenai penyelenggaraan                     Ancillary provisions for the conduct of mining
usaha jasa pertambangan sebagaimana dimaksud                        services business as intended by Article 124, Article
dalam Pasal 124, Pasal 125, dan Pasal 126 diatur                    125, and Article 126 shall be governed by regulation
dengan peraturan menteri.                                           of the minister.
             Penjelasan Pasal 127: Cukup jelas                               Elucidation of Article 127: Sufficiently clear


                BAB XVII                                                              CHAPTER XVII
      PENDAPATAN NEGARA DAN DAERAH                                             STATE AND REGIONAL INCOME
                 Pasal 128                                                              Article 128
(1)     Pemegang IUP atau IUPK wajib membayar (1)                              Mining Permit holders or Special Mining
        pendapatan negara dan pendapatan daerah.                               Permit holders must pay state income and
                                                                               regional income.
(2)     Pendapatan negara sebagaimana dimaksud (2)                             State income as intended by section (1) shall
        pada ayat (1) terdiri atas penerimaan pajak                            include tax income and nontax state
        dan penerimaan negara bukan pajak.                                     revenues.
(3)     Penerimaan pajak sebagaimana dimaksud (3)                              Tax income as intended by section (2) shall
        pada ayat (2) terdiri atas:                                            include:
        a.       pajak-pajak       yang      menjadi                           a.       taxes within the authority of the
                 kewenangan      Pemerintah    sesuai                                   Government      under    laws    and
                 dengan       ketentuan     peraturan                                   regulations in the field of taxation;
                 perundang-undangan      di   bidang                                    and
                 perpajakan; dan
        b.       bea masuk dan cukai.                                          b.       customs and excise duties.
(4)     Penerimaan negara bukan pajak sebagaimana (4)                          Nontax state revenues as intended by section
        dimaksud pada ayat (2) terdiri atas:                                   (2) shall include:
        a.       iuran tetap;                                                  a.       dead rents;
        b.       iuran eksplorasi;                                             b.       exploration royalties;
        c.       iuran produksi; dan                                           c.       production royalties; and
        d.       kompensasi data informasi.                                    d.       compensation      for       access    to
                                                                                        data/information.


                                                 Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         68
(5)   Pendapatan daerah sebagaimana dimaksud (5)                             Regional income as intended by section (1)
      pada ayat (1) terdiri atas:                                            shall include:
      a.       pajak daerah;                                                 a.       regional taxes;
      b.       retribusi daerah; dan                                         b.       regional charges; and
      c.       pendapatan lain yang sah berdasarkan                          c.       other lawful income under laws and
               ketentuan    peraturan    perundang-                                   regulations.
               undangan.
           Penjelasan Pasal 128: Cukup jelas                               Elucidation of Article 128: Sufficiently clear


                      Pasal 129                                                             Article 129
(1)   Pemegang IUPK Operasi Produksi untuk (1)                               Metal mineral and coal Production Operation
      pertambangan mineral logam dan batubara                                Special Mining Permit holders must pay 4%
      wajib membayar sebesar 4% (empat persen)                               (four percent) to the Government and 6% (six
      kepada Pemerintah dan 6% (enam persen)                                 percent) to the regional government, of net
      kepada pemerintah daerah dari keuntungan                               profits since making production.
      bersih sejak berproduksi.
(2)   Bagian pemerintah daerah sebagaimana (2)                               A portion of the regional government as
      dimaksud pada ayat (1) diatur sebagai                                  intended by section (1) shall be given as
      berikut:                                                               follows:
      a.       pemerintah provinsi mendapat bagian                           a.       the provincial government shall
               sebesar 1% (satu persen);                                              receive a portion of 1% (one percent);
      b.       pemerintah kabupaten/kota penghasil                           b.       the      producing        district/city
               mendapat bagian sebesar 2,5% (dua                                      government shall receive a portion of
               koma lima persen); dan                                                 2.5% (two point five percent); and
      c.       pemerintah kabupaten/kota lainnya                             c.       other district/city government within
               dalam provinsi yang sama mendapat                                      the same province shall receive a
               bagian sebesar 2,5% (dua koma lima                                     portion of 2.5% (two point five
               persen).                                                               percent).
           Penjelasan Pasal 129: Cukup jelas                               Elucidation of Article 129: Sufficiently clear


                      Pasal 130                                                             Article 130
(1)   Pemegang IUP atau IUPK tidak dikenai iuran (1)                         Mining Permit holders or Special Mining
      produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal                              Permit holders shall not be subject to
      128 ayat (4) huruf c dan pajak daerah dan                              production royalties as intended by Article
      retribusi daerah sebagaimana dimaksud                                  128 section (4) point (c) and regional taxes
      dalam Pasal 128 ayat (5) atas tanah/batuan                             and regional charges as intended by Article
      yang ikut tergali pada saat penambangan.                               128 section (5) on earth/rocks taken during
                                                                             excavation in mine operations.
(2)   Pemegang IUP atau IUPK dikenai iuran (2)                               Mining Permit holders or Special Mining
      produksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal                              Permit holders shall be subject to production
      128 ayat (4) huruf c atas pemanfaatan                                  royalties as intended by Article 128 section
      tanah/batuan yang ikut tergali pada saat                               (4) point (c) on use of earth/rocks taken

                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         69
      penambangan.                                                         during excavation in mine operations.
         Penjelasan Pasal 130: Cukup jelas                               Elucidation of Article 130: Sufficiently clear


                    Pasal 131                                                            Article 131
Besarnya pajak dan penerimaan negara bukan pajak                Amounts of taxes and nontax state revenues that are
yang dipungut dari pemegang IUP, IPR, atau IUPK                 levied from Mining Permit holders, Small-Scale
ditetapkan   berdasarkan   ketentuan   peraturan                Mining Permit holders, or Special Mining Permit
perundang-undangan.                                             holders shall be determined under laws and
                                                                regulations.
         Penjelasan Pasal 131: Cukup jelas                               Elucidation of Article 131: Sufficiently clear


                    Pasal 132                                                            Article 132
(1)   Besaran tarif iuran produksi ditetapkan (1)                          Production royalty rates shall be determined
      berdasarkan tingkat pengusahaan, produksi,                           under levels of business, production, and
      dan harga komoditas tambang.                                         prices of mining commodities.
(2)   Besaran tarif iuran produksi sebagaimana (2)                         Production royalty rates as intended by
      dimaksud pada ayat (1) ditetapkan                                    section (1) shall be determined under laws
      berdasarkan ketentuan peraturan perundang-                           and regulations.
      undangan.
         Penjelasan Pasal 132: Cukup jelas                               Elucidation of Article 132: Sufficiently clear


                    Pasal 133                                                            Article 133
(1)   Penerimaan negara bukan pajak sebagaimana (1)                        Nontax state revenues as intended by Article
      dimaksud dalam Pasal 128 ayat (4)                                    128 section (4) shall be state and regional
      merupakan pendapatan negara dan daerah                               income, of which the apportionments shall be
      yang pembagiannya ditetapkan berdasarkan                             determined under laws and regulations.
      ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2)   Penerimaan negara bukan pajak yang (2)                               Nontax state revenues of which the portions
      merupakan bagian daerah dibayar langsung                             belong to regions shall directly be paid to
      ke kas daerah setiap 3 (tiga) bulan setelah                          regional treasury quarterly (every 3 (three)
      disetor ke kas negara.                                               months) after deposit into the state treasury.
         Penjelasan Pasal 133: Cukup jelas                               Elucidation of Article 133: Sufficiently clear


             BAB XVIII                                                          CHAPTER XVIII
 PENGGUNAAN TANAH UNTUK KEGIATAN                                       USE OF LAND FOR MINING BUSINESS
       USAHA PERTAMBANGAN                                                        ACTIVITIES
              Pasal 134                                                           Article 134
(1)   Hak atas WIUP, WPR, atau WIUPK tidak (1)                             Titles to Mining Permit Areas, to Small-
      meliputi hak atas tanah permukaan bumi.                              Scale Mining Areas, or to Special Mining
                                                                           Permit Areas in Special Mining Areas shall
                                                                           not include surface land titles.

                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         70
(2)    Kegiatan usaha pertambangan tidak dapat (2)                          Mining business activities may not be
       dilaksanakan pada tempat yang dilarang                               performed on sites where mining business
       untuk      melakukan    kegiatan  usaha                              activities are banned under laws and
       pertambangan sesuai dengan ketentuan                                 regulations.
       peraturan perundang-undangan.
(3)    Kegiatan usaha pertambangan sebagaimana (2)                          Mining business activities as intended by
       dimaksud pada ayat (2) dapat dilaksanakan                            section (2) may be performed upon obtaining
       setelah mendapat izin dari instansi                                  permits from the Government agencies under
       Pemerintah     sesuai  dengan    ketentuan                           laws and regulations.
       peraturan perundang-undangan.
          Penjelasan Pasal 134: Cukup jelas                               Elucidation of Article 134: Sufficiently clear


                     Pasal 135                                                              Article 135
Pemegang IUP Eksplorasi atau IUPK Eksplorasi Exploration Mining Permit holders or Exploration
hanya dapat melaksanakan kegiatannya setelah special Mining Permit holders may perform their
mendapat persetujuan dari pemegang hak atas tanah. activities upon approval of land titleholders.
                Penjelasan Pasal 135:                                                Elucidation of Article 135:
       Persetujuan dari pemegang hak atas tanah                             Approval of land titleholders is intended to settle
       dimaksudkan untuk menyelesaikan lahan-lahan                          lands disrupted by exploration activities, such as
       yang terganggu oleh kegiatan eksplorasi seperti                      drilling, trenches, and sampling.
       pengeboran, parit uji, dan pengambilan contoh.


                     Pasal 136                                                              Article 136
(1)    Pemegang IUP atau IUPK sebelum (1)                                   Mining Permit holders or Special Mining
       melakukan kegiatan operasi produksi wajib                            Permit holders, prior to the performance of
       menyelesaikan hak atas tanah dengan                                  production operation activities, must settle
       pemegang hak sesuai dengan ketentuan                                 land titles with titleholders under laws and
       peraturan perundang-undangan.                                        regulations.
(2)    Penyelesaian hak atas tanah sebagaimana (2)                          Settlement of land titles as intended by
       dimaksud pada ayat (1) dapat dilakukan                               section (1) may be conducted in stages
       secara bertahap sesuai dengan kebutuhan atas                         adjusted to Mining Permit holders’ or Special
       tanah oleh pemegang IUP atau IUPK.                                   Mining Permit holders’ needs for land.
          Penjelasan Pasal 136: Cukup jelas                               Elucidation of Article 136: Sufficiently clear


                     Pasal 137                                                              Article 137
Pemegang IUP atau IUPK sebagaimana dimaksud                      Mining Permit holders or Special Mining Permit
dalam Pasal 135 dan Pasal 136 yang telah                         holders as intended by Article 135 and Article 136
melaksanakan penyelesaian terhadap bidang-bidang                 that have settled parcels of land may be granted land
tanah dapat diberikan hak atas tanah sesuai dengan               titles under laws and regulations.
ketentuan peraturan perundang-undangan.
          Penjelasan Pasal 137: Cukup jelas                               Elucidation of Article 137: Sufficiently clear




                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                          71
                      Pasal 138                                                            Article 138
Hak atas IUP, IPR, atau IUPK bukan merupakan Titles to Mining Permit, to Small-Scale Mining
pemilikan hak atas tanah.                    Permits, or to Special Mining Permits shall not
                                             constitute ownership of land titles.
           Penjelasan Pasal 138: Cukup jelas                               Elucidation of Article 138: Sufficiently clear


                 BAB XIX                                                         CHAPTER XIX
      PEMBINAAN, PENGAWASAN, DAN                                     DIRECTIONS, SUPERVISION, AND PUBLIC
       PERLINDUNGAN MASYARAKAT                                                   PROTECTION
               Bagian Kesatu                                                         Part One
          Pembinaan dan Pengawasan                                          Directions and Supervision
                  Pasal 139                                                         Article 139
(1)   Menteri melakukan pembinaan terhadap (1)                               The Minister shall set directions of
      penyelenggaraan      pengelolaan     usaha                             management of mining business conducted
      pertambangan yang dilaksanakan oleh                                    by the competent provincial governments and
      pemerintah    provinsi    dan    pemerintah                            the district/city governments.
      kabupaten/kota         sesuai       dengan
      kewenangannya.
(2)   Pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)                           Directions as intended by section (1) shall
      (1) meliputi:                                                          include:
      a.       pemberian pedoman dan               standar                   a.       providing guidelines and standards of
               pelaksanaan   pengelolaan             usaha                            performing management of mining
               pertambangan;                                                          business;
      b.       pemberian bimbingan, supervisi, dan                           b.       providing directives, supervision, and
               konsultasi;                                                            consultation;
      c.       pendidikan dan pelatihan; dan                                 c.       education and training; and
      d.       perencanaan, penelitian,                                      d.       planning, research, development,
               pengembangan, pemantauan, dan                                          monitoring, and evaluations of the
               evaluasi pelaksanaan                                                   conduct of mining business in the
               penyelenggaraan usaha pertambangan                                     field of minerals and coal.
               di bidang mineral dan batubara.
(3)   Menteri dapat melimpahkan kepada gubernur (3)                          The Minister may assign the governors to set
      untuk melakukan pembinaan terhadap                                     directions of the authority of management in
      penyelenggaraan kewenangan pengelolaan di                              the field of mining exercised by the
      bidang usaha pertambangan sebagaimana                                  district/city governments as intended by
      dimaksud pada ayat (1) yang dilaksanakan                               section (1).
      oleh pemerintah kabupaten/kota.
(4)   Menteri, gubernur, atau bupati/walikota (4)                            The competent Minister, the governors, or
      sesuai dengan kewenangannya bertanggung                                the regents/mayors shall be responsible to set
      jawab     melakukan    pembinaan    atas                               directions of mining business activities
      pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan                                performed by Mining Permit holders, Small-
      yang dilakukan oleh pemegang IUP, IPR,                                 Scale Mining Permit holders, or Special
      atau IUPK.                                                             Mining Permit holders.

                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         72
           Penjelasan Pasal 139: Cukup jelas                               Elucidation of Article 139: Sufficiently clear


                      Pasal 140                                                            Article 140
(1)   Menteri melakukan pengawasan terhadap (1)                              The Minister shall exercise supervision for
      penyelenggaraan      pengelolaan     usaha                             management of mining business conducted
      pertambangan yang dilaksanakan oleh                                    by the competent provincial governments and
      pemerintah    provinsi    dan    pemerintah                            the district/city governments.
      kabupaten/kota         sesuai       dengan
      kewenangannya.
(2)   Menteri dapat melimpahkan kepada gubernur (2)                          The Minister may delegate the governors to
      untuk melakukan pengawasan terhadap                                    exercise supervision for the authority of
      penyelenggaraan kewenangan pengelolaan di                              management in the field of mining exercised
      bidang usaha pertambangan sebagaimana                                  by the district/city governments as intended
      dimaksud pada ayat (1) yang dilaksanakan                               by section (1).
      oleh pemerintah kabupaten/kota.
(3)   Menteri, gubernur, dan bupati/walikota (3)                             The competent Minister, the governors, or
      sesuai dengan kewenangannya melakukan                                  the regents/mayors shall exercise supervision
      pengawasan atas pelaksanaan kegiatan usaha                             for mining business activities performed by
      pertambangan    yang     dilakukan    oleh                             Mining Permit holders, Small-Scale Mining
      pemegang IUP, IPR, atau IUPK.                                          Permit holders, or Special Mining Permit
                                                                             holders.
           Penjelasan Pasal 140: Cukup jelas                               Elucidation of Article 140: Sufficiently clear


                      Pasal 141                                                            Article 141
(1)   Pengawasan sebagaimana dimaksud dalam (1)                              Supervision as intended by Article 140, shall
      Pasal 140, antara lain, berupa:                                        be in the form of, inter alia:
      a.       teknis pertambangan;                                          a.       mining techniques;
      b.       pemasaran;                                                    b.       marketing;
      c.       keuangan;                                                     c.       finance;
      d.       pengolahan      data     mineral          dan                 d.       processing of data on minerals and
               batubara;                                                              coal;
      e.       konservasi sumber daya mineral dan                            e.       conservation of mineral and coal
               batubara;                                                              resources;
      f.       keselamatan dan        kesehatan        kerja                 f.       mining     occupational    safety     and
               pertambangan;                                                          health;
      g.       keselamatan operasi pertambangan;                             g.       mining operation safety;
      h.       pengelolaan     lingkungan   hidup,                           h.       management of the environment,
               reklamasi, dan pascatambang;                                           reclamations, and postmining;
      i.       pemanfaatan barang, jasa, teknologi,                          i.       utilization of goods, services,
               dan kemampuan rekayasa dan                                             technology, and capability of

                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                          73
               rancang bangun dalam negeri;                                           engineering and design and build;
      j.       pengembangan tenaga kerja teknis                              j.       development of mining technical
               pertambangan;                                                          workers;
      k.       pengembangan dan pemberdayaan                                 k.       development and empowerment of
               masyarakat setempat;                                                   local community;
      l.       penguasaan, pengembangan, dan                                 l.       mastery,       development,        and
               penerapan teknologi pertambangan;                                      application of mineral technology;
      m.       kegiatan-kegiatan lain di bidang                              m.       other activities in the field of mining
               kegiatan usaha pertambangan yang                                       business activities in which public
               menyangkut kepentingan umum;                                           interests are involved;
      n.       pengelolaan IUP atau IUPK; dan                                n.       management of Mining Permits or
                                                                                      Special Mining Permits; and
      o.       jumlah, jenis, dan mutu hasil usaha                           o.       quantity, types, and quality of mining
               pertambangan.                                                          business products.
(2)   Pengawasan sebagaimana dimaksud pada (2)                               Supervision as intended by section (1) point
      ayat (1) huruf a, huruf e, huruf f, huruf g,                           (a), point (e), point (f), point (g), point (h),
      huruf h, dan huruf l dilakukan oleh inspektur                          and point (l) shall be exercised by mine
      tambang sesuai dengan ketentuan peraturan                              inspectors under laws and regulations.
      perundang-undangan.
(3)   Dalam hal pemerintah daerah provinsi atau (3)                          Where the provincial governments or the
      pemerintah daerah kabupaten/kota belum                                 district/city governments have not yet had
      mempunyai inspektur tambang, Menteri                                   mine inspectors, the Minister shall assign
      menugaskan inspektur tambang yang sudah                                mine inspectors having been appointed to set
      diangkat untuk melaksanaan pembinaan dan                               directions and exercise supervision as
      pengawasan sebagaimana dimaksud pada                                   intended by section (2).
      ayat (2).
           Penjelasan Pasal 141: Cukup jelas                               Elucidation of Article 141: Sufficiently clear


                      Pasal 142                                                             Article 142
(1)   Gubernur    dan    bupati/walikota  wajib (1)                          The governors and the regents/mayors must
      melaporkan pelaksanaan usaha pertambangan                              report to the Minister the conduct of mining
      di wilayahnya masing-masing sekurang-                                  business in their respective regions every 6
      kurangnya sekali dalam 6 (enam) bulan                                  (six) months as a minimum.
      kepada Menteri.
(2)   Pemerintah dapat memberi teguran kepada (2)                            The government may issue the regional
      pemerintah    daerah   apabila    dalam                                governments with a reprimand if their
      pelaksanaan kewenangannya tidak sesuai                                 exercise of authority is other than in
      dengan ketentuan Undang-Undang ini dan                                 accordance with this Law and other laws and
      ketentuan peraturan perundang-undangan                                 regulation.
      lainnya.
           Penjelasan Pasal 142: Cukup jelas                               Elucidation of Article 142: Sufficiently clear




                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         74
                      Pasal 143                                                                Article 143
(1)   Bupati/walikota melakukan pembinaan dan (1)                            The regents/mayors shall set directions and
      pengawasan terhadap usaha pertambangan                                 exercise supervision for small-scale mining
      rakyat.                                                                business.
(2)   Ketentuan lebih lanjut mengenai pembinaan (2)                          Ancillary provisions for the directions and
      dan pengawasan pertambangan rakyat diatur                              supervision of small-scale mining shall be
      dengan peraturan daerah kabupaten/kota.                                governed by regulation of the district/city.
           Penjelasan Pasal 143: Cukup jelas                               Elucidation of Article 143: Sufficiently clear


                      Pasal 144                                                                Article 144
Ketentuan lebih lanjut mengenai standar dan                       Ancillary provisions for the standards and
prosedur pembinaan serta pengawasan sebagaimana                   procedures for directions as well as supervision as
dimaksud dalam Pasal 139, Pasal 140, Pasal 141,                   intended by Article 139, Article 140, Article 141,
Pasal 142 dan Pasal 143 diatur dengan peraturan                   Article 142 and Article 143 shall be governed by
pemerintah.                                                       regulation of the government.
           Penjelasan Pasal 144: Cukup jelas                               Elucidation of Article 144: Sufficiently clear


                    Bagian Kedua                                                              Part Two
              Perlindungan Masyarakat                                                      Public Protection
                      Pasal 145                                                              Article 145
(1)   Masyarakat yang terkena dampak negatif (1)                             The public on which mining business
      langsung dari kegiatan usaha pertambangan                              activities have negative impacts shall have
      berhak:                                                                the right to:
      a.       memperoleh ganti rugi yang layak                              a.         recover reasonable damages resulting
               akibat kesalahan dalam pengusahaan                                       from faults in the conduct of mining
               kegiatan pertambangan sesuai dengan                                      business activities under laws and
               ketentuan    peraturan   perundang-                                      regulations.
               undangan.
      b.       mengajukan      gugatan     kepada                            b.         file a claim with the court for damage
               pengadilan terhadap kerugian akibat                                      resulting from the conduct of mining
               pengusahaan pertambangan yang                                            business that is other than in
               menyalahi ketentuan.                                                     accordance with the requirements.
               Penjelasan Pasal 145 (1):                                              Elucidation of Article 145 (1):
      Yang dimaksud dengan masyarakat adalah                                 “The public” means those that are directly
      mereka yang terkena dampak negatif langsung                            affected by negative impacts of mining business
      dari kegiatan usaha pertambangan.                                      activities.

(2)   Ketentuan       mengenai      perlindungan (2)                         Provisions for the public protection as
      masyarakat sebagaimana dimaksud pada ayat                              intended by section (1) shall be made under
      (1) ditetapkan berdasarkan ketentuan                                   laws and regulations.
      peraturan perundang-undangan.
       Penjelasan Pasal 145 (2): Cukup jelas                             Elucidation of Article 145 (2): Sufficiently clear


                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           75
                   BAB XX                                                         CHAPTER XX
 PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SERTA                                   RESEARCH AND DEVELOPMENT AS WELL
      PENDIDIKAN DAN PELATIHAN                                           AS EDUCATION AND TRAINING
                Bagian Kesatu                                                        Part One
        Penelitian dan Pengembangan                                          Research and Development
                  Pasal 146                                                         Article 146

Pemerintah dan pemerintah daerah wajib The government and regional governments must
mendorong, melaksanakan, dan/atau memfasilitasi encourage, perform, and/or facilitate the conduct of
pelaksanaan penelitian dan pengembangan mineral research and development of minerals and coal.
dan batubara.
           Penjelasan Pasal 146: Cukup jelas                               Elucidation of Article 146: Sufficiently clear


                   Bagian Kedua                                                             Part Two
              Pendidikan dan Pelatihan                                                Education and Training
                     Pasal 147                                                             Article 147
Pemerintah dan pemerintah daerah wajib                            The government and regional governments must
mendorong, melaksanakan, dan/atau memfasilitasi                   encourage, perform, and/or facilitate the conduct of
pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang                    education and training in the field of mineral and
pengusahaan mineral dan batubara.                                 coal business.
           Penjelasan Pasal 147: Cukup jelas                               Elucidation of Article 147: Sufficiently clear

                      Pasal 148                                                            Article 148
Penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan dapat Education and training may be conducted by the
dilakukan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, Government, regional governments, private sector,
swasta, dan masyarakat.                        and the public.
           Penjelasan Pasal 148: Cukup jelas                               Elucidation of Article 148: Sufficiently clear


                     BAB XXI                                                             CHAPTER XXI
                   PENYIDIKAN                                                          INVESTIGATIONS
                     Pasal 149                                                             Article 149
(1)   Selain penyidik pejabat polisi Negara (1)                              In addition to investigators of the State Police
      Republik Indonesia, pejabat pegawai negeri                             of the Republic of Indonesia, civil service
      sipil yang lingkup tugas dan tanggung                                  officials with the scope of duties and
      jawabnya di bidang pertambangan diberi                                 responsibilities in the field of mining shall be
      wewenang khusus sebagai penyidik sesuai                                granted special authority as investigators
      dengan ketentuan peraturan perundang-                                  under laws and regulations.
      undangan.
(2)   Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana (2)                          Civil service investigators as intended by
      dimaksud pada ayat (1) berwenang:                                      section (1) shall be authorized to:
      a.       melakukan        pemeriksaan             atas                 a.       make examinations of the truth of

                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         76
               kebenaran laporan atau keterangan                                      reports or information about criminal
               berkenaan dengan tindak pidana                                         acts in mining business activities;
               dalam kegiatan usaha pertambangan;
      b.       melakukan pemeriksaan terhadap                                b.       make examinations of persons or
               orang atau badan yang diduga                                           entities that are suspected of
               melakukan tindak pidana dalam                                          perpetrating criminal acts in mining
               kegiatan usaha pertambangan;                                           business activities;
      c.       memanggil dan/atau mendatangkan                               c.       forcibly call and/or procure persons to
               secara paksa orang untuk didengar                                      be heard and examined as witnesses
               dan diperiksa sebagai saksi atau                                       or suspects in criminal cases in
               tersangka dalam perkara tindak                                         mining business activities;
               pidana kegiatan usaha pertambangan;
      d.       menggeledah tempat dan/atau sarana                            d.       search places and/or facilities that are
               yang diduga digunakan untuk                                            suspected of being used to perpetrate
               melakukan tindak pidana dalam                                          criminal acts in mining business
               kegiatan usaha pertambangan;                                           activities;
      e.       melakukan pemeriksaan sarana dan                              e.       make examinations of facilities and
               prasarana     kegiatan      usaha                                      infrastructure of mining business
               pertambangan dan menghentikan                                          activities and cease the use of
               penggunaan peralatan yang diduga                                       equipment that is suspected of being
               digunakan untuk melakukan tindak                                       used to perpetrate criminal acts;
               pidana;
      f.       menyegel dan/atau menyita alat                                f.       seal and/or seize mining business
               kegiatan usaha pertambangan yang                                       activity instruments that are used to
               digunakan untuk melakukan tindak                                       perpetrate criminal acts as means of
               pidana sebagai alat bukti;                                             proof;
      g.       mendatangkan dan/atau meminta                                 g.       procure and/or request experts’
               bantuan tenaga ahli yang diperlukan                                    assistance required in connection with
               dalam      hubungannya      dengan                                     examination of criminal cases in
               pemeriksaan perkara tindak pidana                                      mining business activities and/or
               dalam kegiatan usaha pertambangan;
               dan/atau
      h.       menghentikan penyidikan perkara                               h.       cease investigations into criminal
               tindak pidana dalam kegiatan usaha                                     cases in mining business activities.
               pertambangan.
           Penjelasan Pasal 149: Cukup jelas                               Elucidation of Article 149: Sufficiently clear


                      Pasal 150                                                             Article 150
(1)   Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana (1)                          Civil service investigators as intended by
      dimaksud dalam Pasal 149 dapat menangkap                               Article 149 may arrest perpetrators of mining
      pelaku tindak pidana dalam kegiatan usaha                              business activities.
      pertambangan.
(2)   Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana (2)                          Civil service investigators as intended by
      dimaksud pada ayat (1) memberitahukan                                  section (1) shall inform of the initiation of

                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         77
      dimulai penyidikan dan menyerahkan hasil                               investigations and shall turn in the findings
      penyidikannya kepada pejabat polisi negara                             of investigations to investigating officials of
      Republik Indonesia sesuai dengan ketentuan                             the State Police of the Republic of Indonesia
      peraturan perundang-undangan.                                          under laws and regulations.
(3)   Penyidik pegawai negeri sipil sebagaimana (3)                          Civil service investigators as intended by
      dimaksud pada ayat (1) wajib menghentikan                              section (1) must cease their investigations
      penyidikannya dalam hal tidak terdapat                                 where no sufficient evidence is found and/or
      cukup bukti dan/atau peristiwanya bukan                                the occurrence of an event is not a criminal
      merupakan tindak pidana.                                               act.
(4)   Pelaksanaan    kewenangan      sebagaimana (4)                         Authority as intended by section (2) and
      dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3)                                    section (3) shall be exercised under laws and
      dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan                            regulations.
      perundang-undangan.
           Penjelasan Pasal 150: Cukup jelas                               Elucidation of Article 150: Sufficiently clear


                  BAB XXII                                                           CHAPTER XXII
            SANKSI ADMINISTRATIF                                               ADMINISTRATIVE SANCTIONS
                   Pasal 151                                                           Article 151
(1)   Menteri, gubernur, atau bupati/walikota (1)                            The competent Minister, the governors, or
      sesuai dengan kewenangannya berhak                                     the regents/mayors shall have the authority to
      memberikan sanksi administratif kepada                                 impose administrative sanctions against
      pemegang IUP, IPR atau IUPK atas                                       Mining Permit holders, Small-Scale Mining
      pelanggaran       ketentuan       sebagaimana                          Permit holders or Special Mining Permit
      dimaksud dalam Pasal 40 ayat (3), Pasal 40                             holders for violations of the provisions as
      ayat (5), Pasal 41, Pasal 43, Pasal 70, Pasal                          intended by Article 40 section (3), Article 40
      71 ayat (1), Pasal 74 ayat (4), Pasal 74 ayat                          section (5), Article 41, Article 43, Article 70,
      (6), Pasal 81 ayat (1), Pasal 93 ayat (3), Pasal                       Article 71 section (1), Article 74 section (4),
      95, Pasal 96, Pasal 97, Pasal 98, Pasal 99,                            Article 74 section (6), Article 81 section (1),
      Pasal 100, Pasal 102, Pasal 103, Pasal 105                             Article 93 section (3), Article 95, Article 96,
      ayat (3), Pasal 105 ayat (4), Pasal 107, Pasal                         Article 97, Article 98, Article 99, Article
      108 ayat (1), Pasal 110, Pasal 111 ayat (1),                           100, Article 102, Article 103, Article 105
      Pasal 112 ayat (1), Pasal 114 ayat (2), Pasal                          section (3), Article 105 section (4), Article
      115 ayat (2), Pasal 125 ayat (3), Pasal 126                            107, Article 108 section (1), Article 110,
      ayat (1), Pasal 128 ayat (1), Pasal 129 ayat                           Article 111 section (1), Article 112 section
      (1), atau Pasal 130 ayat (2).                                          (1), Article 114 section (2), Article 115
                                                                             section (2), Article 125 section (3), Article
                                                                             126 section (1), Article 128 section (1),
                                                                             Article 129 section (1), or Article 130 section
                                                                             (2).
(2)   Sanksi administratif sebagaimana dimaksud (2)                          Administrative sanctions as intended by
      pada ayat (1) berupa:                                                  section (1) shall be in the form of:
      a.       peringatan tertulis;                                          a.       written warnings;
      b.       penghentian sementara sebagian atau                           b.       suspension of part or all of the
               seluruh kegiatan eksplorasi atau                                       exploration or production operation
               operasi produksi; dan/atau                                             activities; and/or


                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         78
       c.       pencabutan IUP, IPR, atau IUPK.                               c.       revocation of Mining Permits, Small-
                                                                                       Scale Mining Permits, or Special
                                                                                       Mining Permits.
            Penjelasan Pasal 151: Cukup jelas                               Elucidation of Article 151: Sufficiently clear


                       Pasal 152                                                            Article 152
Dalam hal pemerintah daerah tidak melaksanakan                     Where the regional governments do not implement
ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 151                     the provisions as intended by Article 151 and the
dan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Menteri                     results of evaluation made by the Minister as
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (1) huruf                  intended by Article 6 section (1) point (j), the
j, Menteri dapat menghentikan sementara dan/atau                   Minister may suspend and/or revoke Mining Permits
mencabut IUP atau IPR sesuai dengan ketentuan                      or Small-Scale Mining Permits under laws and
peraturan perundang-undangan.                                      regulations.
            Penjelasan Pasal 152: Cukup jelas                               Elucidation of Article 152: Sufficiently clear


                       Pasal 153                                                            Article 153
Dalam hal pemerintah daerah berkeberatan terhadap                  Where the regional governments object to
penghentian sementara dan/atau pencabutan IUP dan                  suspension and/or revocation of Mining Permits or
IPR oleh Menteri sebagaimana dimaksud dalam                        Small-Scale Mining Permits by the Minister as
Pasal 152, pemerintah daerah dapat mengajukan                      intended by Article 152, the regional governments
keberatan sesuai dengan ketentuan peraturan                        may file an objection under laws and regulations.
perundang-undangan.
            Penjelasan Pasal 153: Cukup jelas                               Elucidation of Article 153: Sufficiently clear


                       Pasal 154                                                            Article 154
Setiap sengketa yang muncul dalam pelaksanaan                      Any dispute arising in the implementation of Mining
IUP, IPR, atau IUPK diselesaikan melalui                           Permits, Small-Scale Mining Permits, or Special
pengadilan dan arbitrase dalam negeri sesuai dengan                Mining Permits shall be settled through the court and
ketentuan peraturan perundang-undangan.                            domestic arbitration under laws and regulations.
            Penjelasan Pasal 154: Cukup jelas                               Elucidation of Article 154: Sufficiently clear


                       Pasal 155                                                            Article 155
Segala akibat hukum yang timbul karena                             Any legal consequence arising from suspension
penghentian sementara dan/atau pencabutan IUP,                     and/or revocation of Mining Permits, Small-Scale
IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal                     Mining Permits, or Special Mining Permits as
151 ayat (2) huruf b dan huruf c diselesaikan sesuai               intended by Article 151 section (2) point (b) and
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.                     point (c) shall be dealt with under laws and
                                                                   regulations.
            Penjelasan Pasal 155: Cukup jelas                               Elucidation of Article 155: Sufficiently clear




                                                Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         79
                     Pasal 156                                                            Article 156
Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara                        Ancillary provisions for the procedures for
pelaksanaan sanksi administratif sebagaimana                     administrative sanctions as intended by Article 151
dimaksud dalam Pasal 151 dan Pasal 152 diatur                    and Article 152 shall be governed by regulation of
dengan peraturan pemerintah.                                     the government.
          Penjelasan Pasal 156: Cukup jelas                               Elucidation of Article 156: Sufficiently clear


                     Pasal 157                                                            Article 157
Pemerintah daerah yang tidak memenuhi ketentuan                  The regional governments that fail to meet the
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (4)                      provisions as intended by Article 5 section (4) shall
dikenai sanksi administratif berupa penarikan                    be subject to administrative sanctions by suspension
sementara kewenangan atas hak pengelolaan usaha                  of their authority over mineral and coal mining
pertambangan mineral dan batubara.                               business concessions.
          Penjelasan Pasal 157: Cukup jelas                               Elucidation of Article 157: Sufficiently clear


                 BAB XXIII                                                             CHAPTER XXIII
             KETENTUAN PIDANA                                                        PENAL PROVISIONS
                  Pasal 158                                                              Article 158
Setiap orang yang melakukan usaha penambangan                    Any person who conducts any mine business without
tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud                    Mining Permits, Small-Scale Mining Permits or
dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67            Special Mining Permits as intended by Article 37,
ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau ayat (5) dipidana               Article 40 section (3), Article 48, Article 67 section
dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh)                   (1), Article 74 section (1) or section (5) shall be
tahun      dan      denda        paling       banyak             sentenced to imprisonment of at most 10 (ten) years
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).                     and a fine of at most Rp10,000,000,000.00 (ten
                                                                 billion rupiah).
          Penjelasan Pasal 158: Cukup jelas                               Elucidation of Article 158: Sufficiently clear


                     Pasal 159                                                            Article 159
Pemegang IUP, IPR atau IUPK yang dengan sengaja                  Mining Permit holders, Small-Scale Mining Permit
menyampaikan laporan sebagaimana dimaksud                        holders or Special Mining Permit holders that
dalam Pasal 43 ayat (1), Pasal 70 huruf e, Pasal 81              knowingly submit untrue reports as intended by
ayat (1), Pasal 105 ayat (4), Pasal 110, atau Pasal              Article 43 section (1), Article 70 point (e), Article 81
111 ayat (1) dengan tidak benar atau menyampaikan                section (1), Article 105 section (4), Article 110, or
keterangan palsu dipidana dengan pidana penjara                  Article 111 section (1), or to make false
paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling                  representations shall be sentenced to imprisonment
banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar                       of at most 10 (ten) years and a fine of at most
rupiah).                                                         Rp10,000,000,000.00 (ten billion rupiah).
          Penjelasan Pasal 159: Cukup jelas                               Elucidation of Article 159: Sufficiently clear




                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         80
                      Pasal 160                                                            Article 160
(1)    Setiap orang yang melakukan eksplorasi (1)                            Any person who conducts exploration
       tanpa memiliki IUP atau IUPK sebagaimana                              without Mining Permits or Special Mining
       dimaksud dalam Pasal 37 atau Pasal 74 ayat                            Permit as intended by Article 37 or Article 74
       (1) dipidana dengan pidana kurungan paling                            section (1) shall be sentenced to
       lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak                          imprisonment of at most 1 (one) year or a
       Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).                             fine of at most Rp200,000,000.00 (two
                                                                             hundred million rupiah).
(2)    Setiap orang yang mempunyai IUP (2)                                   Any person who holds Exploration Mining
       Eksplorasi tetapi melakukan kegiatan operasi                          Permits while performing production
       produksi dipidana dengan pidana penjara                               operation activities shall be sentenced to
       paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling                           imprisonment of at most 5 (five) years and a
       banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar                            fine of at most Rp10.000.000.000,00 (ten
       rupiah).                                                              billion rupiah).
           Penjelasan Pasal 160: Cukup jelas                               Elucidation of Article 160: Sufficiently clear


                      Pasal 161                                                            Article 161
Setiap orang atau pemegang IUP Operasi Produksi                   Any person or Production Operation Mining Permit
atau IUPK Operasi Produksi yang menampung,                        holder or Production Operation Special Mining
memanfaatkan,       melakukan       pengolahan      dan           Permit holder that collects, utilizes, processes and
pemurnian, pengangkutan, penjualan mineral dan                    refines/smelts, hauls, sells minerals and coal that are
batubara yang bukan dari pemegang IUP, IUPK,                      not from Mining Permit holders, Special Mining
atau izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37,                    Permit holders, or permits as intended by Article 37,
Pasal 40 ayat (3), Pasal 43 ayat (2), Pasal 48, Pasal             Article 40 section (3), Article 43 section (2), Article
67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1), Pasal 81 ayat (2), Pasal          48, Article 67 section (1), Article 74 section (1),
103 ayat (2), Pasal 104 ayat (3), atau Pasal 105 ayat             Article 81 section (2), Article 103 section (2), Article
(1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10                 104 section (3), or Article 105 section (1) shall be
(sepuluh) tahun dan denda paling banyak                           sentenced to imprisonment of at most 10 (ten) years
Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).                      and a fine of at most Rp10,000,000,000.00 (ten
                                                                  billion rupiah).
           Penjelasan Pasal 161: Cukup jelas                               Elucidation of Article 161: Sufficiently clear


                      Pasal 162                                                            Article 162
Setiap orang yang merintangi atau mengganggu                      Any person who prevents or disrupts any mining
kegiatan usaha pertambangan dari pemegang IUP                     business activities of the eligible Mining Permit
atau IUPK yang telah memenuhi syarat-syarat                       holders or Special Mining Permit holders as intended
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 136 ayat (2)                     by Article 136 section (2) shall be sentenced to
dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1                     imprisonment of at most 1 (one) year or a fine of at
(satu) tahun atau denda paling banyak                             most Rp100.000.000,00 (one hundred million
Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).                           rupiah).
           Penjelasan Pasal 162: Cukup jelas                               Elucidation of Article 162: Sufficiently clear




                                               Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         81
                       Pasal 163                                                              Article 163
(1)    Dalam hal tindak pidana sebagaimana (1)                                Where criminal acts as intended by this
       dimaksud dalam bab ini dilakukan oleh suatu                            chapter are perpetrated by a legal entity, in
       badan hukum, selain pidana penjara dan                                 addition to imprisonment and fine for its
       denda terhadap pengurusnya, pidana yang                                management, a sentence that may be inflicted
       dapat dijatuhkan terhadap badan hukum                                  on such a legal entity shall be in the form of a
       tersebut berupa pidana denda dengan                                    fine with an increase in the sentence by 1/3
       pemberatan ditambah 1/3 (satu per tiga) kali                           (one third) of the maximum fine inflicted.
       dari ketentuan maksimum pidana denda yang
       dijatuhkan.
(2)    Selain pidana denda sebagaimana dimaksud (2)                           In addition to sentence to a fine as intended
       pada ayat (1), badan hukum dapat dijatuhi                              by section (1), a legal entity may be subject
       pidana tambahan berupa:                                                to an additional sentence in the form of:
       a.       pencabutan izin usaha; dan/atau                               a.       revocation of        business permits;
                                                                                       and/or
       b.       pencabutan status badan hukum.                                b.       revocation of the status of legal
                                                                                       entity.
            Penjelasan Pasal 163: Cukup jelas                               Elucidation of Article 163: Sufficiently clear


                       Pasal 164                                                              Article 164
Selain ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal                  In addition to the provisions as intended by Article
158, Pasal 159, Pasal 160, Pasal 161, dan Pasal 162                158, Article 159, Article 160, Article 161, and
kepada pelaku tindak pidana dapat dikenai pidana                   Article 162, perpetrators may be subject to an
tambahan berupa:                                                   additional sentence in the form of:
a.     perampasan barang yang digunakan dalam a.                              seizure of goods that are used in the
       melakukan tindak pidana;                                               perpetration of criminal acts;
b.     perampasan keuntungan yang diperoleh dari b.                           seizure of proceeds that are reaped from
       tindak pidana; dan/ atau                                               criminal acts; and/or
c.     kewajiban membayar biaya yang timbul c.                                obligations to pay costs incurred resulting
       akibat tindak pidana.                                                  from criminal acts.
            Penjelasan Pasal 164: Cukup jelas                               Elucidation of Article 164: Sufficiently clear


                       Pasal 165                                                              Article 165
Setiap orang yang mengeluarkan IUP, IPR atau                       Any person who issues Mining Permits, Small-Scale
IUPK yang bertentangan dengan Undang-Undang ini                    Mining Permits or Special Mining Permits against
dan menyalahgunakan kewenangannya diberi sanksi                    this Law, and abuses his/her authority shall be
pidana paling lama 2 (dua) tahun penjara dan denda                 subject to criminal sanctions involving imprisonment
paling banyak Rp200.000.000,00 (dua ratus juta                     of at most 2 (two) years and a fine of at most
rupiah).                                                           Rp200.000.000,00 (two hundred million rupiah).
                 Penjelasan Pasal 165:                                                 Elucidation of Article 165:
       Yang dimaksud dengan setiap orang adalah                               “Any person” means any official by whom
                                                                              Mining Permits, Small-Scale Mining Permits, or

                                                Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         82
      pejabat yang menerbitkan IUP, IPR, atau IUPK.                        Special Mining Permits are issued.


                BAB XXIV                                                           CHAPTER XXIV
           KETENTUAN LAIN-LAIN                                               MISCELLANEOUS PROVISIONS
                 Pasal 166                                                           Article 166
Setiap masalah yang timbul terhadap pelaksanaan                 Any problem arising in the implementation of
IUP, IPR, atau IUPK yang berkaitan dengan dampak                Mining Permits, Small-Scale Mining Permits, or
lingkungan diselesaikan sesuai dengan ketentuan                 Special Mining Permits in connection with
peraturan perundang-undangan.                                   environmental impacts shall be settled under laws
                                                                and regulations.
         Penjelasan Pasal 166: Cukup jelas                               Elucidation of Article 166: Sufficiently clear


                     Pasal 167                                                           Article 167
WP dikelola oleh Menteri dalam suatu sistem                     Mining Zones shall be managed by the Minister
informasi WP yang terintegrasi secara nasional                  within a nationally-integrated Mining Zone
untuk melakukan penyeragaman mengenai sistem                    information system in order to maintain uniformity
koordinat dan peta dasar dalam penerbitan WUP,                  of the coordinate and base map system in issuing
WIUP, WPR, WPN, WUPK, dan WIUPK.                                Mining Areas, Mining Permit Areas, Small-Scale
                                                                Mining Areas, State Reserve Areas, Special Mining
                                                                Areas, and Special Mining Permit Areas in Special
                                                                Mining Areas.
         Penjelasan Pasal 167: Cukup jelas                               Elucidation of Article 167: Sufficiently clear


                     Pasal 168                                                           Article 168
Untuk     meningkatkan     investasi  di   bidang               To increase investments in the field of mines, the
pertambangan, Pemerintah dapat memberikan                       Government may grant tax relief and facilities under
keringanan dan fasilitas perpajakan sesuai dengan               laws and regulations unless provided otherwise by
ketentuan peraturan perundang-undangan kecuali                  Mining Permits or Special Mining Permits.
ditentukan lain dalam IUP atau IUPK.
         Penjelasan Pasal 168: Cukup jelas                               Elucidation of Article 168: Sufficiently clear


                BAB XXV                                                             CHAPTER XXV
          KETENTUAN PERALIHAN                                                  TRANSITIONAL PROVISIONS
                Pasal 169                                                              Article 169
Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku:                      Upon this Law coming into effect:
a.    Kontrak karya dan perjanjian karya a.                                Contracts of works and coal contracts of
      pengusahaan pertambangan batubara yang                               works having been in existence prior to this
      telah ada sebelum berlakunya Undang-                                 Law coming into effect shall remain valid
      Undang ini tetap diberlakukan sampai jangka                          until the contracts/agreements expire.
      waktu berakhirnya kontrak/perjanjian.
        Penjelasan Pasal 169 (a): Cukup jelas                          Elucidation of Article 169 (a): Sufficiently clear


                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           83
b.    Ketentuan yang tercantum dalam pasal b.                              The terms that are stated by articles of
      kontrak karya dan perjanjian karya                                   Contracts of works and coal contracts of
      pengusahaan      pertambangan     batubara                           works as intended by point (a) shall be
      sebagaimana dimaksud pada huruf a                                    adjusted at the latest 1 (one) year of the
      disesuaikan selambat-lambatnya 1 (satu)                              promulgation of this Law, with the exception
      tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan                            of state revenues.
      kecuali mengenai penerimaan negara.
             Penjelasan Pasal 169 (b):                                              Elucidation of Article 169 (b):
      Semua pasal yang terkandung dalam kontrak                            All of the articles that are contained in contracts
      karya dan perjanjian karya pengusahaan                               of works and coal contracts of works are subject
      pertambangan batubara harus disesuaikan                              to adjustment to the Law.
      dengan Undang-Undang.

c.    Pengecualian terhadap penerimaan negara c.                           Exception of state revenues as intended by
      sebagaimana dimaksud pada huruf b adalah                             point (b) shall be an effort to increase state
      upaya peningkatan penerimaan negara.                                 revenues.
       Penjelasan Pasal 169 (c): Cukup jelas                           Elucidation of Article 169 (c): Sufficiently clear


                    Pasal 170                                                                Article 170
Pemegang kontrak karya sebagaimana dimaksud                     Holders of contracts of works as intended by Article
dalam Pasal 169 yang sudah berproduksi wajib                    169 that have been in production must conduct
melakukan pemurnian sebagaimana dimaksud dalam                  refining/smelting as intended by Article 103 section
Pasal 103 ayat (1) selambat-lambatnya 5 (lima)                  (1) at the latest 5 (five) years of the promulgation of
tahun sejak Undang-Undang ini diundangkan.                      this Law.
         Penjelasan Pasal 170: Cukup jelas                               Elucidation of Article 170: Sufficiently clear


                    Pasal 171                                                                Article 171
(1)   Pemegang kontrak karya dan perjanjian (1)                            Holders of contracts of works and coal
      karya pengusahaan pertambangan batubara                              contracts of works as intended by Article 169
      sebagaimana dimaksud dalam Pasal 169 yang                            that have undertaken explorations, feasibility
      telah melakukan tahapan kegiatan eksplorasi,                         studies,     construction,   or    production
      studi kelayakan, konstruksi, atau operasi                            operations at the latest 1 (one) year of this
      produksi paling lambat 1 (satu) tahun sejak                          Law coming into effect must submit activity
      berlakunya Undang-Undang ini harus                                   plans of all contract/agreement areas until the
      menyampaikan rencana kegiatan pada                                   expiration of the contracts/agreements for
      seluruh wilayah kontrak/perjanjian sampai                            government approval.
      dengan     jangka     waktu     berakhirnya
      kontrak/perjanjian   untuk    mendapatkan
      persetujuan pemerintah.
(2)   Dalam hal ketentuan sebagaimana dimaksud (2)                         Where the provisions as intended by section
      pada ayat (1) tidak terpenuhi, luas wilayah                          (1) are not met, the size of mining areas
      pertambangan yang telah diberikan kepada                             having been authorized to the holders of
      pemegang kontrak karya dan perjanjian karya                          contracts of works and coal contracts of
      pengusahaan      pertambangan      batubara                          works shall be adjusted to this Law.
      disesuaikan dengan Undang-Undang ini.



                                             Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                           84
          Penjelasan Pasal 171: Cukup jelas                               Elucidation of Article 171: Sufficiently clear


                     Pasal 172                                                            Article 172
Permohonan kontrak karya dan perjanjian karya                    Applications for contracts of works and coal
pengusahaan pertambangan batubara yang telah                     contracts of works that have been filed with the
diajukan kepada Menteri paling lambat 1 (satu)                   Minister within at most 1 (one) year prior to this
tahun sebelum berlakunya Undang-Undang ini dan                   Law coming into effect and have obtained principle
sudah mendapatkan surat persetujuan prinsip atau                 approvals or preliminary survey permits shall remain
surat izin penyelidikan pendahuluan tetap dihormati              upheld, and their permits therefor may be processed
dan dapat diproses perizinannya tanpa melalui lelang             without bids under this Law.
berdasarkan Undang-Undang ini.
          Penjelasan Pasal 172: Cukup jelas                               Elucidation of Article 172: Sufficiently clear


                 BAB XXVI                                                            CHAPTER XXVI
            KETENTUAN PENUTUP                                                    CONCLUDING PROVISIONS
                  Pasal 173                                                            Article 173
(1)    Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, (1)                       Upon this Law coming into effect, Law
       Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967                                    Number 11 of 1967 concerning Basic
       tentang     Ketentuan-Ketentuan       Pokok                          Provisions of Mining (State Gazette of the
       Pertambangan (Lembaran Negara Republik                               Republic of Indonesia Number 22 of 1967,
       Indonesia Tahun 1967 Nomor 22, Tambahan                              Supplement to State Gazette of the Republic
       Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor                             of Indonesia Number 2831) shall be revoked
       2831) dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.                          and declared to no longer be in effect.
(2)    Pada saat Undang-Undang ini mulai berlaku, (2)                       Upon this Law coming into effect, all laws
       semua Peraturan Perundang-undangan yang                              and regulations that are ancillary to Law
       merupakan peraturan pelaksanaan dari                                 Number 11 of 1967 concerning Basic
       Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1967                                    Provisions of Mining (State Gazette of the
       tentang     Ketentuan-Ketentuan    Pokok                             Republic of Indonesia Number 22 of 1967,
       Pertambangan (Lembaran Negara Republik                               Supplement to State Gazette of the Republic
       Indonesia Tahun 1967 Nomor 22, Tambahan                              of Indonesia Number 2831) shall be declared
       Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor                             to remain valid to the extent not against this
       2831) dinyatakan masih tetap berlaku                                 Law.
       sepanjang tidak bertentangan dengan
       ketentuan dalam Undang-Undang ini.
          Penjelasan Pasal 173: Cukup jelas                               Elucidation of Article 173: Sufficiently clear


                     Pasal 174                                                            Article 174
Peraturan pelaksanaan Undang-Undang ini harus Regulations that are ancillary to this Law must have
telah ditetapkan dalam waktu 1 (satu) tahun sejak been issued within 1 (one) year of the promulgation
Undang-Undang ini diundangkan.                    of this Law.
          Penjelasan Pasal 174: Cukup jelas                               Elucidation of Article 174: Sufficiently clear




                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         85
                     Pasal 175                                                            Article 175
Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal This Law shall take effect from the date of its
diundangkan.                                 promulgation.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan In order that every person may know of it, the
pengundangan     Undang-Undang    ini   dengan promulgation of this Law is ordered by placement in
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik the State Gazette of the Republic of Indonesia.
Indonesia.
          Penjelasan Pasal 175: Cukup jelas                               Elucidation of Article 175: Sufficiently clear



Disahkan di Jakarta                                              Ratified in Jakarta
pada tanggal 12 Januari 2009                                     on January 12, 2009
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,                                     PRESIDENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA,
              Ttd.                                                                          Sgd.
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO                                    DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO


Diundangkan di Jakarta                                           Promulgated in Jakarta
pada tanggal 12 Januari 2009                                     on January 12, 2009
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA                              MINISTER OF LAW AND HUMAN RIGHTS OF
        REPUBLIK INDONESIA,                                            THE REPUBLIC OF INDONESIA,
                 Ttd.                                                                     Sgd.
       ANDI MATTALATTA                                                         ANDI MATTALATTA



LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA                               STATE GAZETTE OF THE REPUBLIC OF
TAHUN 2009 NOMOR 4                                               INDONESIA NUMBER 4 OF 2009

TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK                                SUPPLEMENT TO STATE GAZETTE OF THE
INDONESIA NOMOR 4959                                             REPUBLIC OF INDONESIA NUMBER 4959



                                          Translated by: Wishnu Basuki
                                             wbasuki@abnrlaw.com




                                              Ali Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro                                         86

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:2018
posted:3/2/2010
language:Malay
pages:86