Docstoc

Mac OS X-Leopard

Document Sample
Mac OS X-Leopard Powered By Docstoc
					                             “Macan Tutul” Keluar Kandang

WALAU sempat tertunda hingga empat bulan, akhirnya penantian para pengguna Mac untuk
“mencicipi” OS terbaru besutan Apple Inc., Mac OS X 10.5 terbayar sudah. Projek Apple Inc. dengan
codename Leopard lahir pada 26 Oktober 2007 lalu. Sebagai generasi terbaru, tentunya menawarkan
fitur-fitur lebih menarik dari generasi sebelumnya yaitu Mac OS 10.4 dengan codename Tiger. Semula
“macan tutul” ini akan dirilis berbarengan dengan smartphone revolusioner iPhone pada 29 Juni 2007
lalu. Tadinya Apple berharap fitur Leopard sudah sempurna dan test copy-nya akan dibagikan kepada
developer bertepatan dengan Worldwide Developers Conference (WWDC) yang digelar selama lima
hari di San Francisco. Namun karena alasan para programmernya lebih berkonsentrasi untuk projek
iPhone sehingga Apple Inc. menunda peluncuran sistem operasi teranyarnya, Mac OS X 10.5 Leopard,
hingga Oktober 2007. Mengingat peranti lunak yang digunakan iPhone cukup rumit serta proses
penyelesaiannya diburu waktu membuat pihak Apple mengantisipasi dengan jalan mengalihkan
resource dan beberapa pentolan software engineering dari Mac OS X ke iPhone.
Lebih User Friendly
         Apple mengklaim Leopard lebih unggul dari Windows Vista keluaran Microsoft dengan
codename “Longhorn”. Dan yang pastinya dari segi security, Leopard lebih aman karena basisnya Unix
64-bit yang terkenal dengan kestabilan serta aman. Dengan menggunakan kernel Darwin (open source)
tentunya dalam hal perkembangannya sejalan dengan komunitas open source. Leopard memiliki 300
fitur terbaru dari update sistem operasi Apple keenam ini. Lalu fitur-fitur apa saja yang membuat OS ini
layak dicoba dan membuat penasaran para pengguna Mac untuk tak sabar mencicipi GUI (Graphic User
Interface) menawan serta fitur-fitur menarik lainnya?
Desktop
         Leopard memperkenalkan tampilan desktop terbaru yang dilengkapi 3D Dock dengan Stacks
yang telah dirancang ulang, yaitu sebuah langkah terbaru guna mengatur dokumen-dokumen agar bisa
diakses dengan cepat dan mudah, hanya dengan satu klik saja. Secara otomatis, Leopard akan
menempatkan situs, email serta hasil download lainnya kedalam Stack Downloads yang bertujuan
untuk mendapatkan desktop yang terorganisir secara baik. Sehingga pengguna secara instan dapat
melihat isi konten Stack tersebut langsung dari Dock lewat ikon yang berbentuk seperti sebuah “umbul-
umbul” digital. Pengguna juga dapat membuat Stacks sendiri untuk dapat mengakses folder, dokumen
atau aplikasi-aplikasi lainnya dengan mudah. Fitur-fitur menarik lainnya juga hadir meliputi Quick
Look, Spaces, Boot Camp, Finder serta Time Machine. Beberapa fitur baru juga ditambahkan pada
fasilitas yang sudah ada pada Mac OS X 10.4 Tiger sebelumnya, antara lain Finder, Mail dan iChat.
Finder
         Sementara itu, fitur Finder terbaru meliputi Cover Flow® dan sidebar terbaru untuk
kemudahan mencari dan menyalin konten dari PC apapun atau Mac pada jaringan lokal. Konten pada
komputer apapun yang berada di jaringan lokal kini dapat dicari dengan menggunakan Spotlight™, atau
di-browse menggunakan Cover Flow atau disalin antar jaringan dengan cara drag and drop.
Quick Look
         Diaktifkan lewat jendela Finder, hanya dengan memilih file yang bersangkutan kemudian tekan
tombol spasi. Sebuah jendela kecil (yang bisa diperbesar) akan menampilkan file teks, PDF, gambar
bahkan video dan Anda pun bisa memainkannya pada saat bersamaan. Fitur Quick Look merupakan
cara tercepat dan termudah bagi pengguna untuk melihat isi dokumen tanpa harus membuka dokumen
atau aplikasi pembuat dokumen tersebut. Dengan Quick Look, pengguna dapat secara instan membuka
file secara virtual dalam bentuk full-screen resolusi tinggi.
Spaces
         Lewat fasilitas Spaces, pengguna Leopard dapat mengatur tampilan program-program yang
dibuka dalam tampilan desktop secara terpisah. Selain dapat berpindah-pindah dari satu desktop ke
dekstop lain, pengguna juga dapat menyalin pekerjaan antar-desktop tersebut. Spaces, yang akan
dikenali oleh pengguna sistem operasi Unix sebagai virtual desktop. Fungsi desktop virtual baik untuk
memperluas layar secara virtual maupun untuk mengelompokkan beberapa jendela aplikasi. Misalnya
Anda biasa melakukan beberapa pekerjaan sekaligus. Kita dapat mengatur desktop pertama untuk
iTunes (mengelola musik), sedangkan desktop kedua untuk Microsoft Word (menulis laporan),
bersama-sama dengan browser Safari untuk melakukan riset online. Pada desktop ketiga dijalankan
Adobe Photoshop (editing foto). Dengan cara ini Anda dapat berkonsentrasi pada satu pekerjaan tanpa
terganggu.
Time Machine
         Mesin waktu ini bertugas membuat back-up dokumen. Pembuatannya dapat diatur secara
otomatis dan dapat disimpan dalam hard drive eksternal. Jika sewaktu-waktu ingin mencari data yang
pernah terhapus, Anda dapat menelusurinya berdasarkan tanggal terhapusnya file, lengkap dengan
preview dokumen tersebut.
iChat
         iChat juga mengalami perubahan. Pengguna iChat dapat berbagi video, gambar, bahkan
tampilan desktop pada komputer lawan bicaranya dengan bantuan webcam. Pengguna di seberang sana
bahkan dapat mengendalikan komputer lawan bicaranya lewat program ini.
Boot Camp
         Merupakan fitur yang banyak ditunggu-tunggu terutama bagi pengguna yang terbiasa
menggunakan dual boot, Microsoft Windows XP/Vista dengan Mac OSX atau OS lainnya. Berkat fitur
Boot Comp pengguna dapat menjalankan secara native Microsoft Windows XP/ Vista atau OS lainnya
di Mac yang menggunakan prosesor Intel generasi terbaru tanpa adanya pengurangan kinerja.
         Dengan sejumlah kenyamaan yang ditawarkan Leopard, serta penambahan banyaknya fitur dan
perbaikan security, rasanya harga 129 Dollar AS untuk setiap Mac OS X 10.5 yang dibeli oleh user
dianggap tidaklah mahal dan relatif murah. Sekedar perbandingan harga, Windows Vista Home Basic
saja dihargai Rp. 1.831.500. Sejak 2 November “macan tutul” masuk ke Indonesia, pengguna Mac di
tanah air harus merogoh kocek Rp. 1.496.000 guna membawa pulang Leopard. Bagi pengguna rumahan
dapat membeli Mac OS X Family Pack untuk lima lisensi seharga Rp. 2.327.000. Lebih hemat bukan?
       Seperti halnya Mac OS X 10.4 Tiger dapat mendukung prosesor Intel serta PowerPC,
spesifikasi minimal yaitu prosesor PowerPC G4 867 MHz, jadinya Mac lawas Anda masih dapat
menjalankan Mac OS X 10.5. Rasanya harus mencoba langsung untuk merasakan perbedaaan kinerja
Leopard dengan generasi sebelumnya yaitu Tiger. Selamat “mencicipi” Leopard!(hr/dari berbagai
sumber)***




                                                                         APPLEINSIDER.COM
                           TAMPILAN desktop Mac OS X 10.5 Leopard.*
                                                                                  APPLEINSIDER.COM
MAC OS X 10.5 Leopard memperkenalkan tampilan desktop terbaru yang dilengkapi 3D Dock dengan Stacks
yang telah dirancang ulang, yaitu sebuah langkah terbaru guna mengatur dokumen-dokumen agar bisa diakses
dengan cepat dan mudah, hanya dengan satu klik saja.*




                                                                                           APPLE.COM
DENGAN Boot Camp pengguna Mac dapat menjalankan Microsoft Windows Xp secara native tanpa adanya
pengurangan kinerja.*

				
DOCUMENT INFO
Description: Semula “macan tutul” ini akan dirilis berbarengan dengan smartphone revolusioner iPhone pada 29 Juni 2007 lalu. Tadinya Apple berharap fitur Leopard sudah sempurna dan test copy-nya akan dibagikan kepada developer bertepatan dengan Worldwide Developers Conference (WWDC) yang digelar selama lima hari di San Francisco. Namun karena alasan para programmernya lebih berkonsentrasi untuk projek iPhone sehingga Apple Inc. menunda peluncuran sistem operasi teranyarnya, Mac OS X 10.5 Leopard, hingga Oktober 2007. Mengingat peranti lunak yang digunakan iPhone cukup rumit serta proses penyelesaiannya diburu waktu membuat pihak Apple mengantisipasi dengan jalan mengalihkan resource dan beberapa pentolan software engineering dari Mac OS X ke iPhone.