Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

PENGEMBANGAN SISTEM EVALUASI PENDIDIKAN by zqa20601

VIEWS: 15,393 PAGES: 15

									         PENGEMBANGAN SISTEM EVALUASI PENDIDIKAN

1. Pengertian

   Pengukuran          = tindakan/ proses untuk menentukan ukuran tertentu (luas,berat,
                         tinggi, besar, dsb.)
   Penilaian           = tindakan/ proses untuk menentukan nilai tertentu (manis, bagus,
                         cantik, pandai, dsb.)
                         (Wand & Brown)
   Pengukuran          = Measurement                menghasilkan angka (kuantitatif)
   Penilaian           = Evaluation                 menghasilkan nilai     (kualitatif)

   Prof. Soegarda dalam Ensiklopedi Pendidikan menyatakan bahwa EVALUASI
   merupakan perkembangan kenyataan atas dasar ukuran nilai tertentu dalam rangka
   situasi yang khusus dan tujuan yang ingin dicapai.

2. Penerapan Pengukuran dan Penilaian dalam Pendidikan

   Seorang Guru Kelas, ingin mengetahui Hasil Belajar PAI Siswa Kelas VII A.
          a. Guru tersebut dikatakan     mengukur       apabila ia hanya melakukan
             pengukuran melalui tes tertentu dan diperoleh hasil dengan angka (8).

                Hasil guru berupa ---angka 8---(kuantitatif) merupakan pengukuran.

          b. Guru tersebut dikatakan menilai apabila setelah melakukan pengukuran1
             juga membandingkan, memberi interpretasi, memberi nilai bahwa angka
             (8) yang diperoleh siswa tersebut merupakan akumulasi angka rata-rata
             yang diperoleh selama ini dari hasil belajar materi PAI. Sehingga angka
             (8) bisa dilambangkan dengan huruf B = BAIK.

                Hasil guru berupa ---angka 8 artinya : B = Baik---(kualitatif) sebagai
                akumulasi hasil belajar PAI siswa tersebut merupakan penilaian.

3. Fungsi Evaluasi

   a. bagi siswa              : memuaskan atau tidak memuaskan
   b. bagi guru               : penguasaan bahan atau penguasaan metodologi
   c. bagi sekolah            : pencapaian tujuan, perencanaan kurikulum dan sebagai
                                pedoman sekolah

4. Prinsip-Prinsip Evaluasi

   a. Prinsip Umum. Adanya TRIANGULASI tiga komponen, yaitu :
      (tujuan PBM, KBM, evaluasi)
                           TUJUAN




             KBM                             EVALUASI



   b. Prinsip Khusus,
       dari hasil pengukuran yang komprehensif
       dibedakan antara penskoran dan penilaian
       menggunakan PAN / PAP
       Penilaian integral dengan PBM, penilaian harus komparabel
       Sistem penilaian berguna untuk Siswa dan Guru

5. Ciri-ciri Penilaian dalam Pendidikan

   a. Penilaian dilakukan secara tidak langsung
      Untuk mengukur kepandaian melalui kemampuan (intelegensi) seseorang.
      Menurut David Lazear dalam bukunya 7 Ways of Teaching, ada 7 aspek yang
      dapat dijadikan petunjuk tentang tingkat kecerdasan seseorang, yaitu :
       1) Kemampuan verbal (verbal linguistic)
           - Mengingat
           - Memahami
           - Menciptakan kelucuan
           - Menjelaskan sesuatu
           - Meyakinkan seseorang
       2) Kemampuan mengamati rasa ruang
           - Berkhayal
           - Menyusun kerangka fikir
           - Menemukan jalan
           - Memanipulasi imajenasi
           - Menginterpretasikan gambar
           - Mengenal hubungan obyek
           - Memiliki persepsi cermat
       3) Kemampuan gerak kinetis- fisik
           - Mengatur gerak reflek/terencana
           - Memperluas kesadaran melalui tubuh
           - Peduli hubungan antarbagian tubuh
           - Meningkatkan fungsi tubuh
       4) Kemampuan logika/matematika
           - Pengenalan pola
           - Pertimbangan induktif/ deduktif
       - Cerdas menangkap hubungan
       - Kalkulasi komplek
       - Pertimbangan ilmiah
    5) Kemampuan hubungan intra-personal
       - Konsentrasi dalam berpikir
       - Keberhati-hatian
       - Melakukan meta kognisi
       - Kesadaran berekspresi
       - Penalaran
    6) Kemampuan hubungan inter-personal
       - Mencipta dan mengelola sinergi
       - Memahami perspektif orang lain
       - Kerjasama
       - Membuat sesuatu yang berbeda
       - Komunikasi
    7) Kemampuan dalam musik
       - Struktur musik
       - Skematis mendengarkan music
       - Sensitive terhadap suara
       - Kreatif dalam melodi dan irama

Kemudian tentang Intelegensi manusia dapat dikelompokkan sebagai berikut :
- 1% luarbiasa, mempunyai IQ 30-70
- 5% dungu,     mempunyai IQ 70-80
- 14% bodoh, mempunyai IQ 80-90
- 60% normal, mempunyai IQ 90-110
- 14% pandai, mempunyai IQ 110-120
- 5% sangat pandai, mempunyai IQ 120-130
- 1% genius,    mempunyai IQ > 130

b. Penilaian Pendidikan menggunakan ukuran (symbol kuantitatif) kemudian
   diinterpretasikan ke bentuk kualitatif.
   Misal hasil pengukuran Tiko mempunyai IQ 125, sedangkan Tini mempunyai
   IQ 105. Maka interpretasi untuk hasil penilaiannya adalah Tiko adalah kategori
   anak pandai, dan Tini adalah kategori anak normal.

c. Penilaian Pendidikan menggunakan unit/ satuan yang tetap.
   IQ 105 = anak normal        IQ 75 = anak dungu

d. Penilaian Pendidikan bersifat relative (tidak sama/ tetap dari waktu ke waktu)
   Hasil penilaian Andi Harian = 85 MS = 90              S = 75

e. Penilaian Pendidikan sering terjadi kesalahan
   -terletak pada alat ukurnya
   -terletak pada orang yang melakukan penilaian
   -terletak pada anak yang dinilai
       -terletak pada situasi dan kondisi waktu penilaian

6. Subyek dan Sasaran Evaluasi Pendidikan

   a. Subyek evaluasi         : guru, petugas, psikolog
   b. Sasaran Evaluasi        :
       Input                 : (intelegensi, kemampuan, kepribadian, sikap, dan
                                perilaku)
      Transformasi           : (kurikulum/materi, metode, alat/ media, system adm,
                                personalia/guru)
      Output                 : (tingkat pencapaian/ prestasi belajar) dengan achievement
                                test.

7. Evaluasi sering terjadi kesalahan, karena :
         a. Alat ukurnya
         b. SDM yang menilai
         c. Siswa yang dinilai
         d. Situasi dan kondisi


8. Alat Evaluasi
   a. Tes
      Test is any series of questions or exercise or other means of measuring the skill,
      knowledge, intelligence, capacities of attitudes or an individual or group.
      (Webster Collegiate).

        Tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan obyektif untuk
       memperoleh data-data atau keterangan-keterangan yang diinginkan tentang
       seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan cepat. (Amir D. Indra K)

       Test is comprehensive assessment of an individual or to entire program
       evaluation effort. (Scarvia b. Anderson)

       Tes dilihat dari waktu pelaksanaan :
        Tes Diagnostik
         Test yang digunakan untuk mengetahui kelemahan siswa, dalam rangka
         memberikan perlakuan yang tepat.
         Tahap 1              entering behavior test, pre-requesite test (tes pra PBM)
         Tahap 2              placement test (tes penempatan sesuai andik/ kelas)
         Tahap 3              mastery learning test (tes penguasaan materi)

        Tes Formatif
         Untuk mengetahui sejauh mana siswa telah terbentuk setelah mengikuti sesuatu
         program tertentu.
                           PRE TEST             PROGRAM              POST TEST
 Tes Sumatif
  Tes sumatif dilaksanakan setelah berakhirnya pemberian sekelompok program.

    PROGRAM              PROGRAM              PROGRAM           PROGRAM



         F1                    F2                  F3                 F4


                                     TES SUMATIF
  Catatan :
               Tes Formatif =        Ulangan Harian
               Tes Sumatif =         Ulangan Umum Semester
Tes dilihat dari bentuk pelaksanaan :
 Tes Lisan
  -tes Lisan Langsung
  -tes Lisan Tidak Langsung

 Tes Tulis

       Tes Obyektif

       -tes True-False        (Benar-Salah)

       Kalimat atau pernyataan yang mengandung dua kemungkinan jawaban,
       benar atau salah.
       Contoh :
       B – S : Perang antara pasukan Belanda dan Pangeran Diponegoro terjadi
                di Jawa Tengah pada tahun 1825-1830.
       Contoh soal ambigue untuk BS :
       B – S : IPS lebih berguna dipelajari daripada IPA

       -tes Multiple Choice

             Model melengkapi 4 atau 5 pilihan
      Contoh :
      Pertimbangan yang paling diutamakan dalam memilih jodoh adalah
  karena……..
      a. Kecantikannya
      b. Kekayaannya
      c. Keturunannya
      d. Pendidikannya
      e. Agamanya
           Model asosiasi dengan 4 atau lima pilihan
    Contoh :
    ^orang yang keluar dari agama Islam
    ^orang yang tidak mengakui adanya Allah
    ^orang yang tahu aturan dan kewajiban, tetapi tidak mau melakukannya
    ^orang yang suka pamer dan ingin dipuji orang lain
    Jawab : a.riya'-fasiq-kafir- murtad
            b.fasiq-kafir-murtad-riya'
            c.murtad-kafir- fasiq-riya'
            d.kafir-murtad-fasiq-riya'
            e.fasiq-riya'-kafir- murtad

             Model melengkapi berganda
    Contoh :
    Jenis air yang dapat digunakan untuk bersuci adalah :
    1. air hujan           3. air sumber
    2. air laut            4. air sumur

            Model analisis hubungan antar hal
    Contoh :
    Diantara syarat orang yang akan shalat adalah wudlu'
    Sebab
    Tidak akan sah orang yang sholat tanpa berwudlu'

             Model analisis kasus
     Contoh :
     Masyarakat Madinah adalah masyarakat yang komplek, terdiri atas
golongan Mukmin, Yahudi, Nasrani, dan sebagian kafir dzimmy. Di tengah-
tengah masyrakat yang demikian ini ternyata Islam dapat berkembang dengan
pesat, bahkan dapat berdiri suatu Negara dan pemerintahan Islam. Di antara
mereka dibuat suatu perjanjian untuk bersama-sama membangun Negeri
Madinah, dan kepada kafir dzimmy Nabi memberi kebebasan untuk tetap
tinggal di sana. Mereka dikenakan semacam pajak yang disebut jizyah.
     Dari uraian di atas, dapat diambil suatu kesimpulan bahwa :
     a.agama Islam itu memandang sama antara muslim dan kafir
     b.negara Madinah adalah Negara Islam
     c.orang kafir membayar pajak pada Negara Madinah
     d.Negara Madinah memperhatikan heterogenitas masyarakat
     e.ada perjanjian antara muslim dan kafir di Negara Madinah

           Model hal kecuali
   Sebagaimana model multiple-choice di atas, namun testee diminta
memilih jawaban -kecuali- yang sesuai atau tidak sesuai.

           Model hubungan dinamik
    Biasanya, untuk mapel eksakta; fisika, kimia, biologi dsb.
      Contoh :
      A.jika (1) naik       maka (2) naik
      B.jika (1) naik       maka (2) turun

              Model pemakaian diagram, grafik, peta, gambar
      Biasanya, untuk mapel IPS, matematika, Geografi dsb.
      Soal, berupa grafik, peta, gambar dst.

      -tes Fill-in atau Completetion Test

      Biasanya berbentuk cerita atau karangan, dimana beberapa kata-kalimat
      penting dikosongkan untuk diisi testee.
      Contoh :
      Tokoh Pembaharu Islam di Indonesia antara lain dari Jawa ………………1
      dari Sumatera……………….2 dari Sulawesi………………3
      Menurut DR. Athiyah Al-Abrasyi, tujuan pendidikan Islam adalah ……….


      -tes Matching

      Tes mencari pasangan, menjodohkan,        menyesuaikan,      mencocokkan,
      membandingkan dan seterusnya.
      Contoh :
      …………shalat sunnah yang dilaksanakan        pada
                                                              -Shalat Khauf
               tiap malam Ramadhan.
                                                              -Shalat Tahiyat
      …………shalat sunnah yang dilaksanakan        pada
               waktu memasuki masjid.                         Masjid
      …………shalat sunnah yang dilaksanakan        pada         -Shalat Tarawih
               waktu takut atau dalam bahaya.

      Tes Subyektif

      -tes Essay

      Soal tes berbentuk pertanyaan atau perintah yang menghendaki jawaban
  berupa   uraian,    penjelasan,    komentar,   penafsiran, membandingkan,
  membedakan, analisis, sintesis dan seterusnya.

 Tes Praktek
  -tes Praktek Langsung
  -tes Praktek Tidak Langsung
     Ciri-ciri Tes yang BAIK :
      Validitas
        Suatu tes dikatakan "valid" apabila tes itu tepat mengukur apa yang hendak
        diukur.

       -Logical Validity           (Content Validity & Construct Validity)
       -Empiric Validity           (Predictive Validity & Concurrent Validity)

      Reliabilitas
       Suatu tes dikatakan reliable apabila tes memiliki ”keajegan" dari waktu ke
       waktu atau dari seseorang ke seseorang yang lain.

      Objectivitas
       Suatu tes dikatakan obyektif apabila dalam melaksanakan tes itu tidak ada
       factor subyektif yang mempengaruhi.

      Praktikabilitas
       Suatu tes dikatakan memiliki praktikabilitas yang tinggi apabila tes tersebut
       bersifat praktis, mudah pengadministrasiannya.

      Ekonomis
       Artinya tes itu dapat dilaksnakan dengan tanpa biaya yang mahal, tenaga yang
       banyak, dan waktu yang lama.


SKORING :

TRUE – FALSE
  1. Dengan Denda
     S=R–W                 misal : soal 20
                           Siswa A menjawab benar 16, salah 4
                           Maka skor = 16 – 4 = 12
  2. Tanpa Denda
     S=R
                           Yang dihitung hanya yang betul

MULTIPLE CHOICE
  1. Dengan Denda
                             W
                    S=R–
                            O- 1
  2. Tanpa Denda
                    S=R
                Contoh Uji Validitas Tes :

       Nilai hasil tes formatif bahasa Arab (variable X) dan nilai tes sumatif hasil belajar
bahasa Arab di FITK (variable Y) dari 20 siswa :

    Nama Siswa           X            Y            X2            Y2           XY
          1              5             8           25            64            40
          2              7             7           49            49            49
          3              4             5           16            25            20
          4              8             9           64            81            72
          5              6             7           36            49            42
          6              3             4            9            16            12
          7              8            10           64           100            80
          8              7             8           49            64            56
          9              9             9           81            81            81
         10              4             6           16            36            24
         11              6             8           36            81            48
         12              5             6           25            36            30
         13              6             7           36            49            42
         14              5             6           25            36            30
         15              6             7           36            49            42
         16              7             7           49            49            49
         17              4             5           16            25            20
         18              6             7           36            49            42
         19              5             7           25            49            35
         20              9             9           81            81            81
                                                      2             2
       N = 20        120=Ʃ X       130=ƩY       774=ƩX       1087=ƩY       880=ƩXY



       Uji Product Moment Angka Kasar

                               N ƩXY – (ƩX) (ƩY)
       rxy      =
                           2     2        2     2
                    √ {N ƩX – (ƩX) } {N ƩY – (ƩY) }

                               (20 x 880) – (120) (130)
       rxy      =
                    √ {20 x 774 – (120)2 } {20 x 1087 – (130)2 }

                               17600 – 15600
       rxy      =
                    √ {15480 – 14400} {21740 – 16900}
                          2000
      rxy     =
                    √ 1080 x 4840

                         2000
      rxy     =                                   rxy       = 0,875
                     2286,3071

      Interpretasi db = N – nr
                      = 20 – 2
                      = 18 (konsultasi table nilai "r" product moment
      Diperoleh harga "r" tabel pada taraf signifikansi 5% : rt = 0,444
                                pada taraf signifikansi 1% : rt = 0,561
      artinya variable X dan Y terdapat korelasi positif signifikan.

      Sehingga, tes formatif dan sumatif dapat dinyatakan sebagai tes yang valid.

Contoh Uji Validitas 10 item soal Tes

            No.ur                            Skor / item soal
            siswa
                     1      2    3      4     5         6      7      8      9       10     Jml
              1      0      1    0      1     0         0      1      0      0       1        4
              2      1      0    1      0     1         0      0      0      0       1        4
              3      1      1    1      1     1         1      1      1      1       1       10
              4      0      0    1      0     0         0      0      0      0       1        2
              5      0      1    1      0     0         0      1      0      0       1        4
              6      0      0    1      1     1         1      1      1      1       1        8
              7      0      1    1      1     1         1      1      0      0       1        7
              8      0      0    0      0     0         1      0      0      0       0        1
              9      1      0    1      0     1         0      0      1      0       1        5
             10      0      0    1      0     0         1      1      1      0       1        5
             11      0      1    1      0     1         0      1      0      0       1        5
             12      0      1    1      0     1         0      1      1      0       1        6
             13      0      0    0      0     0         0      1      0      0       1        2
             14      0      1    1      0     1         1      0      1      1       1        7
             15      0      0    1      0     0         1      0      0      0       1        3
             16      1      1    1      1     0         0      0      0      1       1        6
             17      0      1    1      0     1         1      1      1      1       1        8
             18      0      1    0      0     1         1      1      1      1       0        6
             19      0      0    1      0     0         0      0      0      0       1        2
             20      1      0    0      1     0         0      0      0      0       1        3
                     5     10    15     6     10        9     11      8      6       18
                                                                          Anas Sudiyono : 185-190*
   Contoh cara mengolah hasil TES

          1). Pengolahan untuk mendapat % siswa yang gagal dalam setiap soal

                        No. soal                                 % siswa gagal
                           1                                   5 siswa = 75 %
                           2                                  10 siswa = 50 %
                           3                                  15 siswa = 25 %
                           4                                   6 siswa = 70 %
                           5                                  10 siswa = 50 %
                          Dst.

          2). Pengolahan untuk mendapat hasil yang dicapai setiap siswa dalam TES
          secara keseluruhan

                       No. siswa                             Hasil yang dicapai
                          Amir                                       40 %
                         Badrun                                      40 %
                         Cyntia                                     100 %
                          Desy                                       20 %
                         Erman                                       40 %
                          Dst.


Implikasi Hasil TES

   1). Pengolahan Setiap Soal
       a). 60 % mayoritas siswa gagal dalam soal tertentu (ex. soal no.1), maka perlu
           diulang PBM tentang soal (NO.1) tersebut.
       b). < 60 % pengulangan dapat dilakukan oleh siswa sendiri.
   2). Pengolahan Setiap Siswa
       a). 75 % siswa mampu selesaikan tes, maka siswa dapat lanjut.
       b). < 75 % siswa tidak mampu selesaikan tes, maka siswa diberi catatan.


b. Non-Tes
   -rating scale

                            1        2        3       4      5
                   Sangat tdk suka   tdk suka biasa   suka   sangat suka

   -questionare
           langsung/ tidak langsung                   tertutup/ terbuka
      -check list

               Pernyataan                ya         tidak    kadang2
      1.   Mengucapkan salam
      2.   Berpakaian rapi
      3.   Mengerjakan PR
      4.   Membawa alat tulis
      5.   Sholat dhuhur

      -interview
              bebas/ terpimpin

      -observation
             partisipan – sistematik - eksperimental,,,,,,

      -riwayat hidup

9. Tipe Hasil Belajar Kognitif
   a.        Pengetahuan hafalan              C1
   b.        Pemahaman / komprehensi          C2
   c.        Penerapan / aplikasi             C3
   d.        Analisis                         C4
   e.        Sintesis                         C5
   f.        Evaluasi                         C6
Evaluasi Ranah Afektif

= penilaian tentang Sikap dan Perilaku bukan pengetahuan subyek.
Misal : sikap nasionalisme, patriotisme, kreatif, inovatif, keberagamaan dll.
Tujuan :
    a. untuk mendapatkan feedback, guna perbaikan PBM.
    b. Untuk mengetahui tingkat perubahan tingkah laku siswa.
    c. Untuk menempatkan siswa dalam situasi yang tepat.
    d. Untuk mengenal kelainan tingkah laku dan latar belakang KBM.

Skoring Afektif
   1. Skala LIKERT
       SS = sangat setuju   S = setuju      TB = tidak berpendapat
       TS = tidak setuju    STS = sangat tidak setuju
   2. Skala Thurstone
       1       2      3     4       5       6       7     6      9      10    11
       A       B      C     D       E       F       G     H      I      J     K
       Very favourable              Neutral               Very unfavourable
   3. Skala Guttman / Bogardus
       Berupa 4 pertanyaan yang harus dijawab “ya” atau “tidak”, dimana pertanyaan itu
       merupakan tingkatan yang berurutan.

   4. Semantic Differensial = Osgood
      Baik – buruk          kuat – lemah             cepat – lambat
                   KISI-KISI INSTRUMEN "AFEKTIF"
                   SIKAP SYUKUR NIKMAT ALLAH


         ASPEK                     INDIKATOR                   ITEM      JUMLAH

1. Syukur dengan HATI    a. Merasa puas dengan nikmat           1,2        2
                         b. Merasa senang dengan nikmat         3,4        2
                         c. Merasa cinta dan dicintai Allah     5,6        2
                         d. Mengingat Allah                     7,8        2

2. Syukur dengan LIDAH   a. Menyebut-nyebut Allah atas          9,10       2
                            nikmat-Nya
                         b. Memuji-muji keagungan-Nya          11,12       2
                         c. Berdo'a hanya kepada-Nya
                                                               13,14       2

3. Syukur dengan         a. Melaksanakan perintah-            15,16,17     3
   PERBUATAN                perintahNya
                         b. Menjauhi larang-larangan Nya      18,19,20     3
                         c. Beramal dengan ikhlas mencari     21,22,23     3
                            ridlo-Nya
                         d. Menggunakan nikmat dengan
                            benar                              24,25       2

                                                     Jumlah                25
Contoh SOAL
EVALUASI AFEKTIF


NO               Pernyataan                   SS   S   R   TS   STS
A.             Syukur dengan HATI
1    Setelah makan saya merasa puas dengan
     hidangan yang ada
 2   Saya merasa senang dengan hasil usaha
     yang saya dapatkan
 3   Saya menikmati pekerjaan dengan senang
     hati
 4   Ketika mendapatkan nikmat, saya terima
     dengan perasaan senang
 5   Saya mencintai pekerjaan yang saya
     lakukan, karena itu berkah Allah
 6   Ketika suatu pekerjaan berhasil saya
     lakukan, saya merasa mendapat kasih
     sayang Allah

								
To top