Teknik Budidaya Tanaman Obat Herba
Document Sample


B.4. SUB KELOMPOK INTI : TANAMAN OBAT HERBA
Kode Unit TAN.KO 02.046.01
Judul Unit Merencanakan Pembibitan Tanaman Obat Herba Sesuai GAP
(Good Agriculture Practices)
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diperlukan untuk merencanakan budidaya dalam pembibitan
tanaman obat herba.
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Mengumpulkan dan 1.1. Prosedur identifikasi dan perumusan rencana serta metode
mengorganisasikan yang digunakan untuk mengumpulkan dan
informasi dan data tapak mengorganisasikan informasi serta data tapak pembibitan
pembibitan dikuasai sesuai dengan pedoman perencanaan kegiatan
1.2. Kesiapan dan kelengkapan alat, bahan dan metode diperiksa,
dipelajari secara cermat dan teliti
1.3. Kegiatan pengumpulan dan pengorganisasian informasi dan
data tapak pembibitan dilakukan sesuai teknik dan kriteria
yang telah ditetapkan
1.4. Informasi yang dikumpulkan berupa informasi tentang status
lahan, luas lahan, sifat tanah, kemiringan lahan, sumber air,
keadaan cuaca, arah dan intensitas cahaya matahari, arah
dan kecepatan angin, kedekatan dengan penduduk, jalur
saluran pembuangan air, jaringan listrik, arah dan kemudahan
pencapaian ke tapak pembibitan
1.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
02. Menentukan jenis dan sifat 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
lingkungan tumbuh bahan untuk penentuan jenis tanaman yang akan
tanaman obat herba yang dibudidayakan dikuasai sesuai dengan pedoman baku
akan dibudidayakan budidaya tanaman obat herba
2.2. Informasi dan data yang dibutuhkan meliputi sifat fisik dan
kimia lingkungan tumbuh, dan tipe lingkungan tumbuh (tipe
tanah dan batuan)
2.3. Informasi dan data tapak dianalisis untuk menentukan jenis
tanaman yang akan diusahakan
2.4. Kegiatan penentuan jenis tanaman yang akan dibudidayakan
dilakukan sesuai teknik dan rencana yang telah ditetapkan
2.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
03. Menentukan jenis tanaman 3.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
yang akan dibudidayakan bahan untuk penentuan jenis tanaman yang akan
dibudidayakan dikuasai sesuai dengan pedoman baku
budidaya tanaman obat herba
3.2. Rotasi dan pola tanam diidentifikasi sesuai dengan jenis bibit
3.3. Informasi dan data jenis tanaman yang akan diusahakan
sesuai dengan lingkungan tumbuh tanaman dibutuhkan
3.4. Informasi dan data teknologi penanganan jenis tanaman
komersial yang kurang sesuai dengan lingkungan tumbuh
setempat yang akan dibudidayakan
3.5. Kegiatan penentuan jenis tanaman yang akan dibudidayakan
dilakukan sesuai teknik dan rencana yang telah ditetapkan
3.6. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
04. Menentukan fasilitas yang 4.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
diperlukan bahan untuk menentukan fasilitas pembibitan yang diperlukan
dikuasai sesuai dengan pedoman baku budidaya tanaman
obat herba
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 1
dan Tanaman Obat - Obatan
4.2. Informasi dan data tapak dianalisis untuk menentukan fasilitas
yang dibutuhkan
4.3. Jenis dan rencana penggunaan fasilitas ditentukan secara
teliti
4.4. Kegiatan menentukan fasilitas pembibitan dilakukan sesuai
sumberdaya teknik, sumberdaya manusia, dan sumberdaya
finansial serta rencana yang telah ditetapkan berdasarkan
GAP
4.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
05. Menyusun program kerja 5.1. Prosedur identifikasi, metode analisis dan perumusan rencana
dan target pencapaian yang digunakan untuk menyusun program kerja dan target
usaha pembibitan tanaman pencapaian usaha pembibitan dikuasai sesuai dengan
obat herba pedoman perencanaan kegiatan
5.2. Tahap penyusunan program kerja dan target pencapaian
usaha dilakukan sesuai standar baku usaha pengembangan
pembibitan budidaya tanaman obat herba
5.3. Prosedur penyusunan dan aktualisasi program kerja dan
target pencapaian dikuasai sesuai dengan pedoman usaha
pengembangan pembibitan tanaman obat herba
5.4. Kegiatan perencanaan pembibitan tanaman yang telah
dilakukan terdokumentasi dengan baik, benar dan tepat waktu
5.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Tersedia Undang-Undang No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman
2. Rencana telah diaktualkan dan dilegalkan secara lengkap
3. Lahan telah dilegalisasi secara ekonomi, sosial dan lingkungan
4. Tersedia pedoman baku budidaya pembibitan tanaman obat herba yang mengacu pada bedoman
baku GAP (misalnya GAP WHO 2003)
5. Alat, bahan dan akses usaha pembibitan tersedia dengan lengkap
6. Sumber air telah tersedia sepanjang waktu
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Kompetensi harus dipahami berdasarkan standar yang berlaku secara nasional
2. Penilaian terhadap pengetahuan yang meliputi:
a. Pangsa pasar komoditi tanaman obat herba
b. Botani tanaman obat herba secara luas
c. Kondisi tanah, iklim, dan organisme pengganggu tanaman pada lokasi pembibitan
d. Penerapan teknik pembibitan tanaman obat herba
3. Penilaian terhadap keterampilan yang meliputi:
a. Teknik budidaya tanaman obat herba pada berbagai media tanam
b. Teknik perbanyakan bibit tanaman obat herba
c. Teknik pemeliharaan tanaman bibit tanaman obat herba
d. Teknik pengemasan dan pengangkutan bibit tanaman obat herba
e. Teknik pemasaran bibit tanaman obat herba
4. Penilaian terhadap sikap yang meliputi:
a. Tanggapan terhadap persaingan usaha pembibitan tanaman obat herba
b. Tanggapan terhadap cekaman iklim dan eksplosif hama penyakit
c. Tanggapan terhadap hubungan sosial di lokasi pembibitan
5. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi:
a. Kelemahan mengumpulkan dan mengorganisasikan informasi dan data
b. Sumberdaya manusia pemilik kompetensi perencanaan pembibitan
c. Sumber air terhambat secara total
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 2
dan Tanaman Obat - Obatan
6. Penilaian dilakukan oleh assesor berjumlah ganjil
7. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
8. Tempat penilaian
Penilaian dilakukan di tempat yang menyelenggarakan perencanaan pembibitan tanaman obat
herba
9. Materi yang dinilai
a. Prosedur identifikasi dan pengolahan informasi serta data tapak pembibitan tanaman obat herba
b. Faktor-faktor penyusunan rencana pembibitan tanaman obat herba
c. Analisis kinerja perencanaan pembibitan tanaman obat herba
d. Standar penyusunan rencana pembibitan tanaman obat herba
e. Strategi penyusunan proposal pembibitan tanaman obat herba
f. Analisis BEP (Break Even Point) usaha pembibitan tanaman obat herba
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
3 2 2 2 2 3 3
kerja
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : mengakses,
mengevaluasi dan mengorganisasikan dari berbagai sumber yang diperlukan untuk menyusun
perencanaan pembibitan tanaman obat herba
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : berisi hal yang kompleks, dengan teman sekerja, dengan
pengambil keputusan, dengan pelaksana dan pekerja lapangan
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : dengan panduan, untuk diri sendiri dan untuk orang lain
yang terlibat
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : membantu merumuskan tujuan, dengan pelaksana
dan pekerja lapangan, dengan pedagang tanaman obat herba, dengan pengamat pasar dan
popularitas jenis tanaman obat herba
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : memilih ide dan teknik yang tepat untuk tugas kompeks
yang berkaitan dengan analisis keuntungan usaha pembibitan tanaman obat herba
6. Memecahkan persoalan/masalah : problem yang kompleks dengan menggunakan pendekatan
sistemik, yang telah ada dan yang mungkin timbul sepanjang melakukan usaha pembibitan tanaman
obat herba
7. Menggunakan teknologi : leveling penyiapan lahan pembibitan, pengukuran beda tinggi lokasi, sistem
pengairan dan drainase pembibitan, penanganan pembibitan, pemeliharaan bibit, dan pemasaran bibit
tanaman obat herba
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 3
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.047.01
Judul Unit Menyiapkan Lahan Pembibitan Tanaman Obat Herba
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diperlukan untuk menyiapkan lahan pembibitan tanaman obat
herba
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Membuat batas-batas 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
lokasi pembibitan yang bahan untuk membuat batas-batas lokasi pembibitan yang
jelas jelas dikuasai sesuai dengan RKS (rencana kerja dan syarat-
syarat) penyiapan lahan pembibitan tanaman obat herba
1.2. Kebutuhan peralatan dan bahan diidentifikasi secara teliti
untuk membuat batas-batas lokasi
1.3. Batas-batas lokasi pembibitan diberi tanda dengan benda-
benda yang jelas, misal patok kayu yang ujung atasnya dicat
warna merah dengan tinggi patok 50 cm dari atas permukaan
tanah
1.4. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
02. Membersihkan lahan 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
bahan untuk membersihkan lahan dikuasai sesuai dengan
RKS penyiapan lahan pembibitan tanaman obat herba
2.2. Kebutuhan peralatan dan bahan diidentifikasi secara teliti
untuk membersihkan lahan
2.3. Lahan dikosongkan dari tanaman lain dan benda-benda yang
potensial mengganggu pembibitan
2.4. Cara membersihkan lahan tidak mengganggu kondisi
lingkungan
2.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
03. Membuat jalan keluar dan 3.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
masuk ke lokasi pembibitan bahan untuk membuat jalan keluar dan masuk ke lokasi
pembibitan dikuasai sesuai dengan RKS penyiapan lahan
pembibitan tanaman obat herba
3.2. Kebutuhan peralatan dan bahan diidentifikasi secara teliti
untuk membuat jalan masuk dan ke luar
3.3. Jalan masuk dan keluar lokasi pembibitan dibuat sesuai
dengan ukuran dan bobot kendaraan yang akan
menggunakannya
3.4. Jalan masuk yang dibuat dapat menahan beban maksimal
dari kendaraan truk
3.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
04. Membuat bangunan 4.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
sementara penampungan bahan untuk membuat bangunan sementara penampungan
peralatan dan bahan peralatan dan bahan dikuasai sesuai dengan RKS penyiapan
lahan pembibitan tanaman obat herba
4.2. Kebutuhan peralatan dan bahan diidentifikasi secara teliti
4.3. Bangunan sementara dibuat sesuai dengan jumlah dan
kualitas peralatan dan bahan yang akan digunakan
4.4. Pembangunan dilaksanakan dengan memperhatikan aspek
sosial masyarakat setempat dan keamanan lingkungan
4.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
05. Menuntaskan kegiatan 5.1. Kondisi akhir lahan diperoleh sesuai standar baku budidaya/
penyiapan lahan pembibitan tanaman obat herba
5.2. Prosedur perawatan alat penyiapan lahan dikuasai sesuai
dengan pedoman perawatan alat
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 4
dan Tanaman Obat - Obatan
5.3. Alat penyiapan lahan setelah dirawat, diperiksa dan disimpan
untuk siap digunakan kembali
5.4. Hasil akhir penyiapan lahan didokumentasikan dengan baik
dan benar sesuai dengan sistem administrasi perusahaan
5.5. Kegiatan penyiapan lahan yang telah dilakukan
terdokumentasi dengan baik, benar dan tepat waktu
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Undang-Undang No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman
2. Legalitas lahan tidak bermasalah.
3. Tersedia RKS (rencana kerja dan syarat-syarat) penyiapan lahan pembibitan tanaman obat herba
4. Tersedianya buku pedoman pembangunan bangunan sederhana
5. Tersedia buku pedoman baku budidaya bibit tanaman obat herba yang mengacu pada pedoman
baku GAP yang berlaku (misalnya:GAP WHO 2003)
6. Alat dan bahan untuk penyiapan lahan tersedia dengan lengkap
7. Kemiringan lahan < 8%
8. Sumber air telah tersedia sepanjang waktu
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Kompetensi harus dipahami berdasarkan standar yang berlaku secara nasional
2. Penilaian terhadap pengetahuan yang meliputi:
a. Kondisi kemiringan dan altitude lokasi pembibitan
b. Kondisi tanah, iklim, dan organisme pengganggu tanaman pada lokasi pembibitan
c. Kondisi curah hujan dan hari hujan di lingkungan lokasi pembibitan
d. Pembuatan jalan sesuai dengan kendaraan yang akan menggunakannya
e. Pembuatan bangunan penampungan alat dan bahan
3. Penilaian terhadap keterampilan yang meliputi:
a. Teknik pembuatan batas lokasi pembibitan
b. Teknik cut dan fill (pembongkaran dan pengurugan) lahan pembibitan tanaman obat herba
c. Teknik pembuatan dan pemeliharaan jalan
d. Teknik pembuatan dan pemeliharaan bangunan
e. Teknik penggunaan dan pemeliharaan peralatan penyiapan lahan pembibitan tanaman obat
herba
4. Penilaian terhadap sikap yang meliputi:
a. Kemampuan adaptasi terhadap lingkungan sosial di lokasi pekerjaan baru
b. Kemampuan mencari solusi atas cekaman iklim dan eksplosif hama penyakit serta tingkat erosi
lahan yang mungkin timbul di lokasi pembibitan tanaman obat herba
c. Kemampuan mengantisipasi dampak negatif pembibitan terhadap kelestarian lingkungan
5. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi:
a. Sumberdaya manusia pemilik kompetensi penyiapan lahan pembibitan tanaman obat herba
b. Akses keluar masuk kendaran pengangkut ke dan dari lokasi pembibitan
c. Sumber air terhambat secara total
6. Penilaian dilakukan oleh assesor berjumlah ganjil
7. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
8. Tempat penilaian
Penilaian dilakukan di tempat yang menyelenggarakan penyiapan lahan pembibitan tanaman obat
herba
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 5
dan Tanaman Obat - Obatan
9. Materi yang dinilai
a. Prosedur penyiapan lahan pembibitan tanaman obat herba yang dimuat dalam RKS (rencana
kerja dan syarat-syarat)
b. Faktor-faktor kinerja penyiapan lahan pembibitan tanaman obat herba
c. Standar ukuran, waktu tempuh/hari kerja penyiapan lahan pembibitan tanaman obat herba
d. Rencana dan realisasi penggunaan alat, bahan dan tenaga kerja
e. Rencana dan realisasi hasil kegiatan penyiapan lahan pembibitan tanaman obat herba
f. Strategi penyelesaian masalah yang timbul selama kegiatan penyiapan lahan pembibitan
tanaman obat herba
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level 2 2 2 2 2 2 2
kerja
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : mengakses dan merekam
lebih dari satu sumber yang diperlukan untuk menyiapkan lahan budidaya bibit tanaman obat herba
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : berisi hal yang kompleks, dengan teman sekerja, dengan
pelaksana/mandor, dan dengan pengawas kegiatan
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : dengan panduan, untuk diri sendiri dan perintah/tugas
dari pelaksana/mandor dan pengawas
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : membantu merumuskan tujuan, dengan sesama
pekerja lapangan
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : yang tepat untuk tugas yang kompleks, yang berkaitan
kebenaran ukuran yang diperintahkan dan dipandu oleh pelaksana/mandor
6. Memecahkan persoalan/masalah : rutin dan dilakukan sendiri berdasar pada panduan, untuk masalah
yang telah ada dan yang mungkin timbul
7. Menggunakan teknologi : untuk membangun dan mengorganisir atau mengoperasikan produk dan
jasa, pembongkaran dan pengurugan tanah, pembersihan lahan pembibitan, pembuatan batas lokasi,
pembuatan dan pemeliharaan jalan, pembuatan dan pemeliharaan bangunan, serta penggunaan dan
pemeliharaan alat
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 6
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.048.01
Judul Unit Menyiapkan Pupuk Organik
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diperlukan untuk menyiapkan pupuk organik tanaman obat
herba
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Mengidentifikasi jenis 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
pupuk organik yang akan bahan untuk mengidentifikasi jenis pupuk organik dikuasai
digunakan sesuai dengan pedoman baku budidaya tanaman obat herba
1.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan untuk
mengidentifikasi diperiksa secara teliti dan seksama
1.3. Pupuk dapat dibedakan dari unsur pengisinya, disarankan
untuk memakai kompos
1.4. Hasil identifikasi dikelompokkan ke dalam masing-masing
jenis pupuk
1.5. Faktor – faktor keselamatan dan kesehatan kerja
dilaksanakan sesuai prosedur
0.2. Menentukan metode dan 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
menyiapkan pupuk bahan untuk menyiapkan pupuk dikuasai sesuai dengan
pedoman baku budidaya tanaman obat herba
2.2. Kebutuhan, kelengkapan alat diidentifikasi secara teliti
2.3. Memilih metode penyiapan pupuk organik yang ramah
lingkungan
2.4. Melaksanakan pembuatan pupuk organik sesuai pedoman
baku budidaya tanaman obat herba
2.5. Faktor – fakor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
03. Menuntaskan kegiatan 3.1. Kondisi akhir hasil penyiapan pupuk/pengomposan diperoleh
penyiapan pupuk organik sesuai standar pedoman baku budidaya tanaman obat herba
3.2. Prosedur perawaan alat penyiapan pupuk organik dikuasai
sesuai pedoman
3.3. Alat – alat yang telah digunakan dirawat, diperiksa, dan
disimpan untuk siap digunakan kembali
3.4. Kegiatan penyiapan pupuk organik yang telah dilakukan
terdokumentasi dengan baik, benar, dan tepat waktu
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut:
1. Tersedia pedoman penyiapan pupuk organik dalam budidaya tanaman obat herba, yang mengacu
pada pedoman standar baku yang berlaku (misalnya: GAP WHO 2003)
2. Alat dan bahan tersedia dengan lengkap
3. Sumber air telah tersedia (beberapa jenis tanaman perlu penyiraman setelah pemberian pupuk
padat, terdapat dalam kompetensi penyiraman)
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Kompetensi harus diujikan secara langsung kepada peserta uji di lahan budidaya maupun di tempat
lain dengan asumsi sesuai kondisi yang sebenarnya
2. Penilaian terhadap pengetahuan yang meliputi:
a. Kebutuhan hara tanaman, sistem penyerapan hara, gejala-gejala defisiensi hara
b. Jenis dan sifat pupuk
c. Teknik penyiapan pupuk organik dan pemupukan dikuasai dengan benar
3. Penilaian terhadap keterampilan yang meliputi: membuat pupuk organik sesuai dengan kebutuhan
tanaman obat herba
4. Penilaian terhadap sikap yang meliputi: komunikasi kerja, kedisiplinan kerja, antusiasme, ketekunan
dan keseriusan kerja, mengikuti aturan dan tata tertib yang berlaku, menjaga keutuhan dan
kebersihan alat
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 7
dan Tanaman Obat - Obatan
5. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi: pupuk organik tersedia sesuai
kebutuhan dan kandungan hara yang sesuai dengan kebutuhan tanaman obat herba
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level 2 1 2 1 1 1 1
kerja
Kompetensi Kunci
1. Mengumpulkan informasi, mengakses, memilih dan merekam lebih dari satu sumber tentang berbagai
jenis pupuk organik, metode penyiapan serta disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi tanaman dan
kondisi tanah
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi sederhana dalam kegiatan penyiapan pupuk organik
3. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan dengan panduan budidaya baku yang ada
4. Bekerjasama dengan orang lain atau kelompok pada kegiatan rutin pada penyiapan pupuk organik
5. Mengunakan ide serta teknik matematika sederhana dan telah ditetapkan
6. Memecahkan masalah rutin dibawah pengawasan pada kegiatan menyiapkan pupuk oganik
7. Menggunakan teknologi yang berulang pada tingkat dasar terkait dengan kegiatan penyiapan pupuk
organik
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 8
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.049.01
Judul Unit Menyiapkan Petak dan Bedengan Pembibitan Tanaman Obat
Herba
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang
diperlukan untuk menyiapkan petak dan bedengan pembibitan tanaman
obat herba
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Membuat petak dan 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
bedengan bahan untuk membuat petak dan bedengan dikuasai sesuai
dengan pedoman/RKS penyiapan petak dan bedengan
pembibitan tanaman obat herba
1.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
1.3. Lahan sudah dibersihkan dari tanaman lain dan benda-benda
yang potensial mengganggu pembuatan petak-petak dan
bedengan
1.4. Dihasilkan petak dan bedengan yang ukuran panjang dan lebar
mengacu kepada rencana pembuatan petak dan bedengan
1.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
02. Mengolah tanah untuk 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
penanaman langsung bahan untuk pengolahan tanah guna penanaman langsung
dikuasai sesuai dengan pedoman/RKS penyiapan petak dan
bedengan pembibitan tanaman obat herba
2.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
2.3. Dihasilkan petakan yang permukaannya gembur sesuai dengan
jenis tanaman yang akan dibibitkan
2.4. Dihasilkan petakan yang ukuran panjang dan lebarnya mengacu
kepada jarak tanam benih/biji atau bagian tanaman yang akan
ditumbuhkan perakarannya
2.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
03. Membuat saluran air 3.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat dan
bahan untuk membuat saluran air dikuasai sesuai dengan
pedoman/ RKS penyiapan petak dan bedengan pembibitan
tanaman obat herba
3.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
3.3. Saluran air antar petak dan antar bedengan yang dibuat sesuai
dengan peruntukkan budidaya pembibitan tanaman obat herba
3.4. Saluran air dibangun maksimal 20 % dari luas areal pertanaman
3.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
04. Membuat bak 4.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat dan
penampungan air bahan untuk membuat bak penampungan air kerja dikuasai
sesuai dengan pedoman/RKS penyiapan petak dan bedengan
pembibitan tanaman obat herba
4.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
4.3. Kapasitas tampung air sesuai dengan kebutuhan volume air
yang digunakan per hari
4.4. Fungsi bak sebagai penampungan air untuk mendukung
kelancaran kegiatan pembibitan tanaman obat herba
4.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 9
dan Tanaman Obat - Obatan
05. Menuntaskan kegiatan 5.1. Kondisi akhir petak dan bedengan diperoleh sesuai standar
penyiapan petak dan baku budidaya pembibitan tanaman obat herba
bedengan pembibitan 5.2. Prosedur perawatan alat penyiapan petak dan bedengan
dikuasai sesuai dengan pedoman/RKS yang diberlakukan
5.3. Alat penyiapan petak dan bedengan dirawat, diperiksa dan
disimpan untuk siap digunakan kembali
5.4. Kegiatan penyiapan petak dan bedengan yang telah dilakukan
terdokumentasi dengan baik, benar dan tepat waktu
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Undang-Undang No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman
2. Legalitas lahan tidak bermasalah
3. Tersedia pedoman/RKS penyiapan petak dan bedengan pembibitan dan buku budidaya pembibitan
tanaman obat herba yang mengacu pada pedoman baku GAP yang berlaku (misalnya: GAP WHO
2003)
4. Alat dan bahan untuk penyiapan petak dan bedengan tersedia dengan lengkap
5. Kemiringan lahan < 3 %
6. Sumber air telah tersedia sepanjang waktu
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Kompetensi harus dipahami berdasarkan standar yang berlaku secara nasional
2. Penilaian terhadap pengetahuan yang meliputi:
a. Kondisi kemiringan dan altitude lokasi pembibitan
b. Kondisi (jenis, tekstur dan struktur) tanah pada lokasi pembibitan
c. Kondisi curah hujan dan hari hujan lingkungan lokasi pembibitan
d. Ukuran dan arah pembuatan petak dan bedengan pembibitan tanaman obat herba
3. Penilaian terhadap keterampilan yang meliputi :
a. Teknik cut dan fill (pembongkaran dan pengurugan) lahan pembibitan tanaman obat herba
b. Teknik pembuatan petakan dan bedengan
c. Teknik pembuatan saluran air
d. Teknik pengamanan pembibitan tanaman obat herba
4. Penilaian terhadap sikap yang meliputi :
a. Kinerja penyiapan petak dan bedengan pembibitan tanaman obat herba
b. Faktor-faktor kinerja operasional pembuatan petak dan bedengan
c. Kemampuan adaptasi terhadap hubungan sosial di lokasi pembibitan
d. Kemampuan mencari solusi atas gangguan fungsi petak dan bedengan yang mungkin timbul
5. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi:
a. Sumberdaya manusia pemilik kompetensi penyiapan petak dan bedengan pembibitan tanaman
obat herba
b. Struktur dan jenis tanah di lokasi pembibitan
c. Sumber air terhambat secara total
6. Penilaian dilakukan oleh assesor berjumlah ganjil
7. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
8. Tempat penilaian
Penilaian dilakukan di tempat yang menyelenggarakan penyiapan petak dan bedengan untuk
pembibitan tanaman obat herba
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 10
dan Tanaman Obat - Obatan
9. Materi yang dinilai
a. Prosedur penyiapan, pembuatan, penggunaan serta pemeliharaan petak dan bedengan untuk
pembibitan tanaman obat herba yang dimuat dalam RKS (rencana kerja dan syarat-syarat)
b. Faktor-faktor kinerja penyiapan, pembuatan, penggunaan serta pemeliharaan petak dan
bedengan untuk pembibitan tanaman obat herba
c. Rencana dan realisasi penggunaan alat, bahan dan tenaga kerja
d. Standar ukuran, waktu tempuh/hari kerja yang digunakan
e. Rencana dan realisasi hasil kegiatan penyiapan, pembuatan, penggunaan serta pemeliharaan
petak dan bedengan untuk pembibitan tanaman obat herba
f. Strategi penyelesaian masalah yang timbul selama kegiatan penyiapan petak dan bedengan
untuk pembibitan tanaman obat herba
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
1 1 2 2 1 1 1
kerja
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : mengakses dan merekam
dari satu sumber yang diperlukan untuk menyiapkan petak dan bedengan untuk pembibitan tanaman
obat herba
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : sederhana dan pengaturan yang telah familier, dengan teman
sekerja, dengan pelaksana/mandor, dan dengan pengawas kegiatan.
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : dengan panduan, untuk diri sendiri dan perintah tugas
dari pelaksana/mandor dan pengawas
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : membantu merumuskan tujuan, dengan sesama
pekerja dan pelaksana lapangan
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : sederhana dan telah ditetapkan, yang berkaitan kebenaran
ukuran yang disajikan dalam gambar
6. Memecahkan persoalan/masalah : rutin dan dibawah pengawasan, untuk masalah yang telah ada dan
yang mungkin timbul
7. Menggunakan teknologi : yang berulang pada tingkat dasar, menyiapkan petak dan bedengan untuk
pembibitan tanaman obat herba
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 11
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.050.01
Judul Unit Menyiapkan Media Tanam Pembibitan Tanaman Obat di
Polybag
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap
yang diperlukan untuk menyiapkan media tanam dalam budidaya
tanaman obat herba
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Menentukan komposisi media 1.1. Pengetahuan tentang jenis dan bahan media, serta
tanam komposisi campuran dan sifat-sifatnya dikuasai dengan
benar
1.2. Persediaan bahan dan kelengkapan alat diperiksa secara
teliti
1.3. Komposisi media yang sesuai untuk jenis tanaman tertentu
dan ketersediaan sumberdaya (bahan media) diidentifikasi
dengan jelas
1.4. Deskripsi komposisi media yang ditetapkan dicatat dan
dilaporkan ke bagian pengadaan bahan
02. Menyiapkan komponen media 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat dan
tanam bahan untuk pengadaan media tanam dikuasai dengan
benar sesuai dengan standar baku budidaya tanaman obat
2.2. Kesiapan dan kelengkapan alat dan bahan diperiksa
secara teliti
2.3. Deskripsi komponen media tanam yang ditetapkan dicatat
dan dilaporkan ke bagian pengadaan bahan
03. Membuat campuran media 3.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat dan
tanam bahan untuk pencampuran media tanam dikuasai dengan
benar sesuai dengan standar baku budidaya tanaman obat
herba
3.2. Kesiapan dan kelengkapan alat dan bahan diperiksa
secara teliti
3.3. Hasil pencampuran media sesuai dengan komposisi media
yang telah ditetapkan berdasarkan pedoman penyiapan
media tanam
3.4. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja
dilaksanakan sesuai prosedur yang ditetapkan
04. Menempatkan media tanam 4.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat dan
pada wadah penanaman bahan untuk pemasukan media tanam ke dalam wadah
dikuasai dengan benar sesuai dengan pedoman baku
budidaya tanaman obat
4.2. Kesiapan dan kelengkapan alat dan bahan diperiksa
secara teliti
4.3. Media tanam dimasukkan ke dalam wadah sesuai dengan
volume wadah dan kebutuhan media tanaman yang akan
dibudidayakan
4.4. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja
dilaksanakan sesuai prosedur yang ditetapkan
05. Menuntaskan kegiatan 5.1. Kondisi akhir media untuk penanaman bibit tanaman obat
penyiapan media tanam herba diperoleh sesuai dengan standar baku budidaya
tanaman obat (jumlah dan kondisi sesuai dengan
kebutuhan)
5.2. Prosedur perawatan alat penyeleksian bibit tanaman obat
herba dikuasai dengan benar sesuai pedoman
5.3. Alat penyiapan lahan tanaman obat herba dirawat,
diperiksa kelengkapan dan kondisinya serta siap untuk
digunakan kembali
5.4. Kegiatan penyiapan media tanam untuk budidaya tanaman
obat yang telah dilakukan terdokumentasi dengan baik,
benar dan tepat waktu
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 12
dan Tanaman Obat - Obatan
Batasan Variabel :
Dalam permasalahan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut:
1. Undang-Undang no 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.
2. Tersedia pedoman penyiapan dan pencampuran media tanam dalam budidaya tanaman obat herba
yang mengacu pada pedoman baku GAP yang berlaku (misalnya: GAP 2003)
3. Alat dan bahan tersedia secara lengkap
4. Sumber air telah tersedia
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Kompetensi harus diujikan secara langsung kepada peserta uji di lahan penanaman maupun
tempat lain dengan asumsi sesuai kondisi yang sebenarnya
2. Penilaian terhadap pengetahuan yang meliputi:
a. Pengetahuan mengenai dasar-dasar ilmu tanah
b. Pengetahuan mengenai hama dan penyakit yang terbawa oleh media
c. Pengetahuan mengenai media tanam meliputi: jenis bahan, ukuran dan kualitas
3. Penilaian terhadap keterampilan yang meliputi: penggunaan alat manual maupun mekanik
4. Penilaian terhadap sikap yang meliputi:
a. Kinerja persiapan media tanam
b. Faktor-faktor kinerja unit persiapan media tanam
c. Analisis kinerja persiapan media tanam
d. Penggunaan standar mutu media tanam
e. Kedisiplinan dan mengikuti tata tertib dan aturan kerja yang berlaku
5. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi: setelah penyiapan media,
media dapat digunakan untuk penanaman, tidak menyebabkan kematian dan tidak membawa OPT
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
kerja 2 1 2 1 1 1 1
Kompetensi Kunci:
1. Mengumpulkan, menganalisis, dan mengorganisasikan informasi : mengakses, mengevaluasi, dan
mengorganisasikan dari berbagai sumber
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : mengakses, mengevaluasi, dan mengorganisasikan dari
berbagai sumber
3. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan : inisiasi mandiri dan mengevaluasi kegiatan yang
kompleks
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : berkolaborasi dalam aktivitas yang kompleks
5. Menggunakan ide serta teknik matematika : berkolaborasi dalam tugas yang kompleks
6. Memecahkan persoalan/masalah : problem yang kompleks dengan menggunakan pendekatan yang
sistemik serta mampu menjelaskan prosesnya
7. Menggunakan teknologi : merancang, menggabungkan atau memodifikasi upaya pengembangan
produksi
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 13
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.051.01
Judul Unit Menyiapkan Benih Tanaman Obat Herba
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diperlukan untuk pembibitan tanaman obat herba
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Melakukan pemilihan benih 1.1. Benih yang digunakan harus jelas asal usulnya, sehat, dan
tidak tercampur dengan varietas yang lain
1.2. Pemilihan benih harus dilakukan sejak pertanaman masih di
lapangan
1.3. Biji terbaik adalah biji yang diproduksi pada saat panen raya
atau pada tegakan yang berbunga lebat, dan sedikit serangan
hamanya
1.4. Kesiapan dan kelengkapan alat dan bahan diperiksa secara
teliti
02. Melakukan pemeriksaan 2.1. Tanaman yang terserang penyakit dijauhkan dari areal
benih pertanaman
2.2. Benih yang terinfeksi hama dan penyakit dibuang
2.3. Benih jenis lain yang tidak sesuai dibuang
2.4. Kesiapan dan kelengkapan alat, bahan dan benih diperiksa
secara teliti
03. Menyemai benih 3.1. Biji yang diperoleh langsung dari alam perlu dilakukan
perlakuan-perlakuan khusus agar biji tersebut dapat tumbuh
dengan baik saat disemai
3.2. Biji direndam terlebih dahulu selama 24 jam dan kemudian
dikeringkan sebelum disemai
3.3. Bibit disemai di bak persemaian sampai berkecambah
3.4. Tempat penyemaian harus cukup naungannya (sambiloto,
kemuning, jati belanda)
3.5. Kesiapan dan kelengkapan alat dan bahan diperiksa secara
teliti
04. Menyeleksi bibit hasil 4.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
persemaian bahan untuk penyeleksian benih hasil persemaian dikuasai
sesuai dengan pedoman baku budidaya tanaman obat herba
4.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
4.3. Bibit hasil perbanyakan dengan benih diseleksi secara teliti
dan dipisahkan dari yang mati
4.4. Hasil seleksi berupa bibit yang sehat dan tidak cacat
4.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketepatan
kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan tepat dan
benar
4.6. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
05. Memindahkan bibit hasil 5.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
persemaian ke dalam bahan untuk pemindahan bibit hasil persemaian kedalam
pot/pembibitan pembibitan/pot dikuasai sesuai dengan pedoman baku
budidaya tanaman obat herba
5.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
5.3. Pot yang berisi media telah tersedia dan memenuhi syarat
baku yang mengacu pada pedoman baku budidaya tanaman
obat heba
5.4. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 14
dan Tanaman Obat - Obatan
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Undang-Undang No 12 tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman
2. Unit ini berlaku untuk proses menumbuhkan akar dari biji berbagai jenis tanaman obat herba
3. Area atau media untuk perbanyakan secara generatif disediakan secara khusus berupa persemaian
biji
4. Bangunan atau konstruksi untuk persemaian disediakan secara khusus
5. Tersedia buku pedoman baku budidaya tanaman obat herba yang mengacu pada pedoman baku
GAP yang berlaku (misalnya GAP WHO 2003)
6. Alat dan bahan untuk perbanyakan secara generatif tersedia dengan lengkap
7. Sumber air telah tersedia sesuai kebutuhan
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Kompetensi harus dipahami berdasarkan standar yang berlaku secara nasional
2. Unit kompetensi dapat diujikan secara langsung kepada peserta uji di lokasi pembibitan
3. Penilaian terhadap pengetahuan yang meliputi:
a. Bentuk dan ukuran serta kualitas biji tanaman obat herba yang bermutu tinggi
b. Besarnya daya kecambah biji tanaman obat herba yang dikelola
c. Jumlah kadar air biji tanaman obat herba yang dikelola
d. Lamanya masa dormansi biji tanaman obat herba yang dikelola
e. Kepekaan biji tanaman obat herba yang dikelola terhadap serangan hama dan penyakit di
persemaian
f. Kondisi tanah dan iklim pada lokasi pembibitan
g. Kondisi curah hujan dan hari hujan lingkungan lokasi pembibitan
h. Antisipasi penanggulangan gangguan hama dan penyakit
4. Penilaian terhadap keterampilan yang meliputi:
a. Teknik pengenalan mutu biji yang bermutu tinggi
b. Teknik sortasi benih dan seleksi bibit yang pertumbuhannya baik
c. Teknik menyemai biji tanaman obat herba yang lain yang dikelola
d. Teknik pemindahan bibit
e. Teknik pengendalian gangguan hama penyakit
5. Penilaian terhadap sikap yang meliputi :
a. Kinerja sortasi biji, memecahkan masa dormansi, menyemai biji, sortasi bibit, dan pemindahan
bibit ke dalam pembibitan/pot
b. Faktor-faktor kinerja perbanyakan bibit secara generatif
d. Kemampuan mencari solusi atas gangguan perbanyakan bibit secara generatif yang mungkin
timbul
6. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi:
a. Sumberdaya manusia pemilik kompetensi perbanyakan bibit secara generatif
b. Kuantitas/volume dan kualitas sumber air
c. Kualitas sanitasi lingkungan tempat perbanyakan bibit secara generatif
7. Penilaian dilakukan oleh assesor
8. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
9. Tempat penilaian
Penilaian dilakukan di tempat yang menyelenggarakan perbanyakan bibit secara generatif untuk
pembibitan tanaman obat herba
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 15
dan Tanaman Obat - Obatan
10. Materi yang dinilai
a. Prosedur dan cara sortasi biji untuk pembibitan tanaman obat herba secara generatif
b. Prosedur dan cara memecahkan masa dormansi biji tanaman obat herba
c. Prosedur dan cara menyemai biji tanaman obat herba
d. Prosedur dan cara seleksi bibit tanaman obat herba hasil persemaian
e. Prosedur dan cara memindahkan bibit hasil persemaian ke dalam pembibitan/pot
f. Rencana dan realisasi penggunaan alat, bahan dan tenaga kerja
g. Standar ukuran, waktu tempuh/hari kerja yang digunakan
h. Strategi penyelesaian masalah yang timbul selama kegiatan perbanyakan bibit secara generatif
untuk pembibitan tanaman obat herba
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
1 2 2 2 2 3 3
kerja
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : mengakses dan merekam
dari satu sumber yang diperlukan untuk melakukan perbanyakan bibit tanaman obat herba
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : berisi hal yang kompleks, dengan teman sekerja, dengan
pengambil keputusan, dengan pelaksana dan pekerja lapangan
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : dengan panduan, untuk diri sendiri dan untuk orang lain
yang terlibat
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : membantu merumuskan tujuan, dengan pelaksana
dan pekerja lapangan
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : memilih ide dan teknik yang tepat untuk tugas kompeks
yang berkaitan dengan sortasi biji dan seleksi bibit hasil persemaian
6. Memecahkan persoalan/masalah : problem yang kompleks dengan menggunakan pendekatan
sistemik, yang telah ada dan yang mungkin timbul sepanjang melakukan perbanyakan bibit tanaman
obat herba
7. Menggunakan teknologi : merancang, menggabungkan atau memodifikasi produk atau jasa sortasi biji,
memecah masa dormansi, menyemai biji, menyeleksi bibit hasil persemaian, dan memindahkan bibit
hasil persemaian
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 16
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.052.01
Judul Unit Menyiapkan Bahan Perbanyakan Vegetatif Tanaman Obat Herba
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diperlukan untuk perbanyakan bahan tanaman obat herba
dengan cara vegetatif
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Menyortir bahan tanaman 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
untuk perbanyakan bahan untuk penyortiran bahan tanaman dikuasai sesuai
dengan pedoman baku budidaya tanaman obat
1.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
1.3. Bahan tanaman berasal bukan dari biji diperoleh dari proses
yang benar, teliti, tidak cacat/sehat
1.4. Bahan tanaman yang cacat, membawa hama dan penyakit
dipisah serta tidak digunakan
1.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan
ketepatan kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan
tepat dan benar
02. Membuat bahan 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
perbanyakan tanaman bahan untuk penyortiran bibit dikuasai sesuai dengan
pedoman baku budidaya tanaman obat herba
2.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
2.3. Bahan tanaman berasal bukan dari biji (misal, memisahkan
dari anakan) diperbanyak dengan cara dan proses yang
benar dan teliti
2.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan
ketepatan kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan
tepat dan benar
2.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
03. Memberi hormon (ZPT) 3.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
pada bahan perbanyakan bahan untuk pemberian hormon dikuasai sesuai dengan
tanaman pedoman baku budidaya tanaman obat
3.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
3.3. Pemberian hormon bahan tanaman bukan dari biji (misal
anakan, kultur jaringan) dilakukan sesuai teknik yang
dibutuhkan
3.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan
ketepatan kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan
tepat dan benar
04. Menumbuhkan akar bahan 4.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
perbanyakan tanaman bahan untuk penumbuhan akar/penyemaian bahan tanaman
bukan dari biji dikuasai sesuai dengan pedoman baku
budidaya tanaman obat
4.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
4.3. Bahan tanaman bukan dari biji (misal anakan dan kultur
jaringan ) disemai pada area atau tempat atau wadah khusus
yang telah disiapkan sebelumnya
4.4. Bahan tanaman bukan dari biji pada persemaian dipelihara
sampai tumbuh akarnya sesuai prosedur budidaya tanaman
obat
4.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 17
dan Tanaman Obat - Obatan
05. Menyeleksi bibit untuk 5.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
penanaman di persemaian bahan untuk penyeleksian bibit hasil perbanyakan di
persemaian dikuasai sesuai dengan pedoman baku budidaya
tanaman obat herba
5.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
5.3. Bahan tanaman bukan dari biji yang telah tumbuh akarnya di
persemaian, diseleksi secara teliti dan yang mati dibuang
dengan cermat dan tertib
5.4. Bibit yang subur dan sehat/tidak cacat oleh hama penyakit,
dipindah ke dalam pembibitan/pot
5.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
06. Memindahkan bibit hasil 6.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
perbanyakan vegetatif ke bahan untuk pemindahan bibit hasil perbanyakan vegetatif ke
dalam pembibitan/pot pembibitan/pot dikuasai sesuai dengan pedoman baku
budidaya tanaman obat
6.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
6.3. Pot yang berisi media telah tersedia dan memenuhi syarat
6.4. Proses pemindahan bibit dilakukan secara hati-hati dan teliti
menggunakan alat yang sesuai
6.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
07. Memelihara bibit pada 7.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
pembibitan/ pot bahan untuk pemeliharaan bibit pada pembibitan/pot dikuasai
sesuai dengan pedoman baku budidaya tanaman obat herba
7.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
7.3. Tanaman dipelihara secara rutin setiap saat secara teratur
dan tertib sesuai dengan keadaan tanaman
7.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan
ketepatan kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan
tepat dan benar
7.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Unit ini berlaku untuk proses menumbuhkan akar bahan berbagai jenis tanaman obat herba bukan
berasal dari biji
2. Area atau media untuk perbanyakan secara vegetatif disediakan secara khusus berupa persemaian
3. Bangunan atau konstruksi untuk persemaian atau penempatan wadah persemaian disediakan
secara khusus
4. Tersedia buku pedoman baku budidaya tanaman obat herba yang mengacu pada pedoman baku
GAP yang berlaku (misalnya: GAP WHO 2003)
5. Alat dan bahan untuk perbanyakan tanaman secara vegetatif tersedia dengan lengkap
7. Sumber air telah tersedia sesuai kebutuhan
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Kompetensi harus dipahami berdasarkan standar yang berlaku secara nasional
2. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta uji di lokasi perbanyakan bibit
secara vegetatif
3. Penilaian terhadap pengetahuan yang meliputi:
a. Bentuk dan kualitas bahan tanaman obat herba (anakan, kultur jaringan) yang bermutu tinggi
b. Jenis dan kualitas hormon serta ZPT (zat perangsang tumbuh) untuk mempercepat
pertumbuhan akar tanaman obat herba yang dikelola
c. Ketepatan umur herba induk tanaman obat herba yang dikelola
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 18
dan Tanaman Obat - Obatan
d. .Jenis dan gejala serangan hama dan penyakit di persemaian
e. Kondisi tanah dan iklim pada lokasi pembibitan
f. Kondisi curah hujan dan hari hujan lingkungan lokasi pembibitan
g. Antisipasi penanggulangan gangguan hama dan penyakit
4. Penilaian terhadap keterampilan yang meliputi:
a. Teknik sortasi bahan tanaman
b. Teknik pembuatan/perbanyakan bahan tanaman secara vegetatif
c. Teknik pembuatan formula ZPT dan cara aplikasinya
d. Teknik menumbuhkan akar/penyemaian bahan perbanyakan
e. Teknik seleksi bibit yang memenuhi syarat di persemaian
f. Teknik pengendalian gangguan hama penyakit di persemaian
g. Teknik pemindahan bibit
5. Penilaian terhadap sikap yang meliputi :
a. Kinerja sortasi bahan tanaman, membuat bahan perbanyakan, penggunaan ZPT, seleksi bibit di
persemaian, dan pemindahan bibit ke pembibitan/pot
b. Faktor-faktor kinerja perbanyakan bibit secara vegetatif
c. Kemampuan mencari solusi atas gangguan perbanyakan bibit secara vegetatif yang mungkin
timbul
6. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi :
a. Sumberdaya manusia pemilik kompetensi perbanyakan bibit tanaman obat herba secara
vegetatif
b. Kuantitas/volume dan kualitas sumber air
c. Kualitas sanitasi lingkungan tempat perbanyakan bibit tanaman obat herba secara vegetatif
7. Penilaian dilakukan oleh assesor
8. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
9. Tempat penilaian
Penilaian dilakukan di tempat yang menyelenggarakan perbanyakan bibit tanaman obat herba
secara vegetatif
10. Materi yang dinilai
a. Prosedur dan cara sortasi bahan tanaman untuk perbanyakan bibit tanaman obat herba secara
vegetatif
b. Prosedur dan cara membuat bahan perbanyakan tanaman secara vegetatif
c. Prosedur dan cara membuat formula ZPT serta aplikasinya
d. Prosedur dan cara menyemai/menumbuhkan akar bahan tanaman secara vegetatif
e. Prosedur dan cara seleksi bibit vegetatif untuk penanaman
f. Prosedur dan cara memindahkan bibit hasil persemaian
g. Rencana dan realisasi penggunaan alat, bahan dan tenaga kerja
h. Standar ukuran, waktu tempuh/hari kerja yang digunakan
i. Strategi penyelesaian masalah yang timbul selama kegiatan perbanyakan bibit secara vegetatif
untuk pembibitan tanaman obat herba
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
1 2 2 2 2 3 3
kerja
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 19
dan Tanaman Obat - Obatan
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : mengakses, memilih dan
merekan lebih dari satu sumber yang diperlukan untuk melakukan perbanyakan bibit tanaman obat
herba dengan cara vegetatif
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : berisi hal yang kompleks, dengan teman sekerja, dengan
pengambil keputusan, dengan pelaksana dan pekerja lapangan
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : dengan panduan, untuk diri sendiri dan untuk orang lain
yang terlibat
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : membantu merumuskan tujuan, dengan pelaksana
dan pekerja lapangan, dengan praktisi perbanyakan tanaman obat herba, dengan agronom.
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : memilih ide dan teknik yang tepat untuk tugas kompeks
yang berkaitan dengan perbanyakan bibit tanaman obat herba secara vegetatif
6. Memecahkan persoalan/masalah : problem yang kompleks dengan menggunakan pendekatan
sistemik serta mampu menjelaskan prosesnya, yang telah ada dan yang mungkin timbul sepanjang
melakukan perbanyakan bibit tanaman obat herba secara vegetatif
7. Menggunakan teknologi : merancang, menggabungkan atau memodifikasi produk atau jasa
perbanyakan bibit tanaman obat herba secara vegetatif
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 20
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.053.01
Judul Unit Melakukan Perbanyakan Tanaman Obat Secara Invitro
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang
diperlukan untuk melakukan perbanyakan tanaman secara invitro yang
berhubungan dengan kegiatan pengelolaan unit usaha/industri
tanaman obat herba
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Mengidentifikasi dan 1.1. Prosedur kegiatan identifikasi dan memilih jenis benih/bibit
memilih jenis benih/bibit dapat dicatat, dibedakan, dikategorikan dan diterjemahkan
dengan baik dan benar sesuai dengan pedoman baku
perbanyakan tanaman secara invitro
1.2. Kesiapan alat dan bahan diperiksa dan diorganisasikan secara
teliti
1.3. Alat dan tangan laboran disterilisasi di ruang steril
1.4. Jenis benih/bibit teridentifikasi dan terpilih secara tepat, akurat,
dan tercatat serta dapat dikategorikan
1.5. Hasil identifikasi dan pemilihan benih/bibit dapat diperlihatkan
dengan baik dan dapat diukur keberhasilan tumbuhnya melalui
bentuk, ukuran, dan kualitas, serta daya tahan terhadap stress.
1.6. Hasil identifikasi dan pemilihan dapat memberikan gambaran
mengenai kualitas serta pertumbuhan tanaman yang akan
ditanam dan yang akan dihasilkan, lama hidup, dan daya
tahannya
1.7. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan, kecepatan,
keselamatan, dan kesehatan kerja dilaksanakan sesuai
prosedur baku yang telah ditetapkan
02. Menyiapkan bahan-bahan 2.1. Prosedur kegiatan penyiapan bahan dan alat diterjemahkan
dan membuat media dengan baik dan benar sesuai dengan pedoman baku
perbanyakan tanaman secara invitro
2.2. Semua media dan bahan disterilisasi dengan menggunakan
autoclave
2.3. Komponen media adalah hara anorganik (berupa hara makro
dan mikro), hara organik, zat pengatur tumbuh, agar atau gelrite
sebagai pemadat (pada media padat), dan air destilata, sebagai
pelarut
2.4. Pembuatan larutan stok untuk mempermudah pembuatan media
03. Melakukan penanaman 3.1. Prosedur kegiatan penanaman jenis benih/bibit ke dalam media
ke media secara invitro dapat dicatat, dibedakan, dikategorikan dan diterjemahkan
dengan baik dan benar sesuai dengan pedoman baku
perbanyakan tanaman secara invitro
3.2. Kesiapan alat dan bahan diperiksa dan diorganisasikan secara
teliti
3.3. Bahan media tumbuh tanaman ditakar dan diukur dengan tepat
3.4. Bahan media tumbuh dimasukkan ke dalam oven untuk
dilakukan sterilisasi
3.5. Jenis benih/bibit tertanam secara tepat, akurat, dan tercatat
serta dapat dikategorikan
3.6. Bakal perakaran tanaman dari jenis benih/bibit yang ditanam
terletak pada posisi yang benar serta diperlihatkan dengan baik
dan benar
3.7. Hasil penanaman benih/bibit tanaman dapat memberikan
gambaran mengenai kualitas serta pertumbuhan tanaman yang
ditanam dan yang akan dihasilkan, panjang waktu hidup, dan
daya tahannya
3.8. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan, kecepatan,
keselamatan, dan kesehatan kerja dilaksanakan sesuai
prosedur baku yang telah ditetapkan
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 21
dan Tanaman Obat - Obatan
04. Memasukkan bakal 4.1. Prosedur kegiatan memasukkan bakal tanaman ke dalam ruang
tanaman ke dalam ruang pencahayaan dalam ruang pendingin dapat dicatat, dibedakan,
pencahayaan di dalam dikategorikan dan diterjemahkan dengan baik dan benar sesuai
ruang pendingin dengan pedoman baku perbanyakan tanaman secara invitro
4.2. Kesiapan alat dan bahan diperiksa dan diorganisasikan secara
teliti
4.3. Ruang pencahayaan disterilisasi
4.4. Hasil penanaman dalam media tanam dimasukkan ke dalam
ruang pencahayaan dengan meletakkan gelas media berjajar
sesuai dengan jenis tanaman dan ukuran tempatnya
4.5. Hasil peletakkan tanaman dapat diperlihatkan dengan baik, rapi
dan benar
4.6. Media bakal tanaman yang ditumbuhi jamur harus segera
dikeluarkan dari ruang pendingin (perbanyakan tanaman secara
invitro)
4.7. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketepatan, kecepatan,
keselamatan, dan kesehatan kerja dilaksanakan sesuai
prosedur baku yang telah ditetapkan
05. Melakukan aklimatisasi 5.1. Prosedur kegiatan melakukan aklimatisasi dicatat,
direncanakan, dibedakan, dikategorikan, dikualifikasikan dan
diaplikasikan dengan baik dan benar sesuai dengan pedoman
baku aklimatisasi tanaman
5.2. Kesiapan alat dan bahan diperiksa dan diorganisasikan secara
teliti
5.3. Tanaman yang telah tumbuh dan berkembang dengan baik di
dalam ruang perbanyakan secara invitro dikeluarkan menuju
lokasi dengan lingkungan tumbuh yang mempunyai perbedaan
tidak ekstrem
5.4. Tanaman dipindahkan secara bertahap pada lingkungan tumbuh
yang berbeda hingga mencapai lingkungan tumbuh yang
sebenarnya
5.5. Data hasil aklimatisasi dianalisis berdasarkan tingkat
pertumbuhan dan kualitas tanaman waktu sebelumnya
5.6. Tingkat aklimatisasi dievaluasi berdasarkan tingkat keberhasilan
pada waktu aklimatisasi dilakukan
5.7. Hasil aklimatisasi digunakan untuk melakukan justifikasi,
klasifikasi, penilaian ke arah pengembangan tanaman
5.8. Hasil aklimatisasi dikoordinasikan melalui beberapa kemampuan
(kepakaran)
5.9. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan melakukan
aklimatisasi diorganisasikan, diformulasikan, dilakukan, dan
diselesaikan dengan baik dan benar sesuai dengan prosedur
baku yang ditetapkan
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Tersedianya buku pedoman baku perbanyakan tanaman obat herba secara invitro yang mengacu
pada pedoman baku GAP yang berlaku (misalnya: GAP WHO 2003)
2. Memiliki SDM untuk melakukan perbanyakan tanaman secara invitro dengan kualifikasi dan
kapasitas yang baik
3. Kondisi sarana dan prasarana untuk kegiatan kultur jaringan harus sesuai dengan Standard
Operation Procedure (SOP)
4. Alat dan bahan untuk melakukan kegiatan perbanyakan tanaman obat secara invitro harus tersedia
dengan lengkap dan dapat digunakan dengan baik
5. Tersedianya alat dan bahan untuk mendokumentasikan hasil perbanyakan tanaman obat secara
invitro
6. Standar pengerjaan (pembuatan media, penanaman bibit dalam media) harus sesuai dengan
prosedur (SOP)
7. Hasil identifikasi didasarkan atas jenis benih/bibit tanaman obat yang mempunyai kualitas baik, tidak
terkena serangan hama dan penyakit tanaman
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 22
dan Tanaman Obat - Obatan
8. Hasil uji kualitas tanaman didasarkan atas standar bibit siap salur sesuai jenis tanamannya.
9. Keberhasilan perbanyakan tanaman obat secara invitro diperoleh berdasarkan formulasi komposisi
fungsi input jenis tanaman, pola pertumbuhan tanaman, input penanganan, pola penanganan, input
uji kelayakan, dan pola uji kelayakan serta tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman sehingga
sistem perbanyakan tanaman secara invitro dapat efektif dan efisiensi
Panduan Penilaian :
1. Unit kompetensi dapat diujikan secara langsung kepada peserta uji di kantor pengelola maupun di
lahan industri/unit usaha sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
2. Penguji harus beberapa orang assesor dalam jumlah ganjil yang telah memenuhi persyaratan :
a. Paham standard kompetensi yang diujikan
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang diuji/menggunakan mentor
c. Paham prosedur pengujian
d. Mampu membuat perencanaan pengujian
e. Mampu melakukan pengujian sesuai prosedur
3. Tempat Pengujian : pengujian dilakukan di unit usaha/industri yang bersangkutan
4. Penilaian terhadap pengetahuan yang meliputi :
a. Pengetahuan bidang pekerjaan yang dilakukan
b. Pengetahuan tentang jenis kegiatan dalam perbanyakan tanaman obat secara invitro
c. Pengetahuan tentang hormon pertumbuhan dan pengukuran tingkat pertumbuhan
d. Pengetahuan tentang aklimatisasi
5. Penilaian terhadap keterampilan yang meliputi :
a. Penggunaan alat dan bahan perencanaan, perancangan, pengelolaan, dan evaluasi kegiatan
perbanyakan tanaman secara invitro di dalam laboratorium
b. enggunaan alat dan bahan perencanaan, perancangan, pengelolaan, dan evaluasi kegiatan
administrasi perbanyakan tanaman secara invitro di dalam laboratorium
6. Penilaian terhadap sikap kerja yang meliputi :
a Kemampuan mengorganisasikan, memformulasikan, mengilustrasikan, mengapresiasikan,
melakukan, dan menyelesaikan kegiatan perbanyakan tanaman secara invitro dengan baik,
tepat, dan benar
b. Kemampuan mengelola laboratorium dan melakukannya secara habitual
7. Aspek kritis yang sangat berpengaruh terhadap tercapainya kompetensi :
Setelah kegiatan perbanyakan tanaman obat secara invitro di dalam laboratorium dilakukan dengan
baik, tepat, dan benar, harus dapat dievaluasi kembali kekurangan dan keberhasilan pencapaian
tingkat pertumbuhan tanaman dan keuntungan yang maksimal serta mampu memberikan alternatif
pilihan perencanaan
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
2 2 3 3 3 3 3
kerja
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, menganalisis, dan mengorganisasikan informasi : mengakses, memilih, dan merekam
lebih dari satu sumber.
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : berisi hal yang kompleks
3. Merencanakan dan mengorganisasikan kegiatan : inisiasi mandiri dan mengevaluasi kegiatan yang
kompleks
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : berkolaborasi dalam aktivitas yang kompleks
5. Menggunakan ide serta teknik matematika : berkolaborasi dalam tugas yang kompleks
6. Memecahkan persoalan/masalah : problem yang kompleks dengan menggunakan pendekatan yang
sistemik serta mampu menjelaskan prosesnya.
7. Menggunakan teknologi : merancang, menggabungkan atau memodifikasi upaya pengembangan
produksi
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 23
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.054.01
Judul Unit Memindahkan Bibit/Bahan Hasil Perbanyakan Vegetatif ke
Pembibitan
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diperlukan untuk memindahkan bibit tanaman obat herba
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Menyiapkan bedengan 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
pembesaran bibit bahan untuk penyiapan bedengan dikuasai sesuai dengan
pedoman baku budidaya tanaman obat herba
1.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi teliti
1.3. Bedengan dibersihkan dari segala kotoran dan benda-benda
pengganggu
1.4. Disediakan petak-petak yang diberi naungan untuk
menempatkan tanaman yang akan dipindahkan
1.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketepatan
kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan tepat dan
benar
02. Mengatur saluran air antar 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
bedengan bahan untuk membuat saluran air dikuasai sesuai dengan
pedoman baku budidaya tanaman obat herba
2.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi teliti
2.3. Kondisi saluran air yang dihasilkan sesuai dengan
peruntukkan budidaya tanaman obat herba
2.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketepatan
kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan tepat dan
benar
2.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
03. Menyiapkan lingkungan 3.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
pindah tanam bahan untuk penyiapan lingkungan pemindahan tanaman
dikuasai sesuai dengan pedoman baku budidaya tanaman
obat herba
3.2. Kesiapan dan kelengkapan alat dan bahan diperiksa secara
teliti
3.3. Kondisi lingkungan harus disesuaikan dengan kebutuhan
pindah tanam
3.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketepatan
kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan tepat dan
benar
04. Memindahkan bibit dan 4.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
bahan hasil perbanyakan bahan untuk pemindahan bibit hasil perbanyakan dikuasai
vegetatif sesuai dengan pedoman baku budidaya tanaman obat herba
4.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi teliti
4.3. Proses pemindahan bibit dilakukan secara hati-hati dan teliti
menggunakan alat yang sesuai
4.4. Pot/tanaman disusun berdasarkan ukurannya dan jenis
4.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketepatan
kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan tepat dan
benar
05. Memelihara bibit pada masa 5.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
pindah tanam bahan untuk pemeliharaan bibit dikuasai sesuai dengan
pedoman baku budidaya tanaman obat herba
5.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dengan
teliti
5.3. Bibit dalam pembibitan/pot pada masa pembesaran dipelihara
sesuai prosedur pembibitan tanaman obat herba
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 24
dan Tanaman Obat - Obatan
5.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketepatan
kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan tepat dan
benar
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Unit ini berlaku untuk proses pembesaran bibit hasil perbanyakan generatif maupun vegetatif
2. Areal untuk pindah tanam disediakan secara khusus berupa petak-petak yang berukuran sesuai
dengan ukuran tanaman/pot yang akan mengisinya
3. Bangunan atau konstruksi untuk pindah tanam disediakan secara khusus
4. Tersedia buku pedoman baku budidaya tanaman obat herba yang mengacu pada pedoman baku
GAP yang berlaku (misalnya: GAP 2003)
5. Alat dan bahan untuk pindah tanam tersedia dengan lengkap
6. Sumber air telah tersedia
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Kompetensi harus dipahami berdasarkan standar yang berlaku secara nasional
2. Unit kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta uji di lokasi pindah tanam
3. Penilaian terhadap pengetahuan yang meliputi:
a. Kerapatan naungan berkaitan dengan kuantitas sinar matahari yang masuk
b. Sifat tanaman terhadap kebutuhan sinar matahari pada masa pindah tanam
c. Kondisi tanah dan iklim pada lokasi pembibitan
d. Kondisi curah hujan dan hari hujan di lingkungan lokasi pembibitan
e. Prosedur dan cara menghitung kebutuhan pupuk alam, pupuk buatan dan mineral penetral
keasaman tanah serta aplikasinya
f. Jenis, kandungan bahan aktif pupuk cair, ZPT, dan pestisida
g. Prosedur dan cara membuat formula ZPT, pestisida dan pupuk cair serta aplikasinya
h. Jenis dan gejala serangan hama penyakit pada masa pindah tanam
i. Antisipasi penanggulangan gangguan hama dan penyakit pada masa aklimatisasi
4. Penilaian terhadap keterampilan yang meliputi:
a. Prosedur dan cara pemeliharaan (penyiraman, pemupukan, pemangkasan, pengendalian hama
penyakit, penyiangan, pemasangan ajir) bibit pada masa pindah tanam
b. Prosedur dan cara sanitasi lingkungan pindah tanam
c. Prosedur dan cara penempatan tanaman/pot dalam petak-petak pindah tanam
5. Penilaian terhadap sikap yang meliputi :
a. Kinerja melakukan pindah tanam
b. Faktor-faktor kinerja operasional pindah tanam
c. Kemampuan mencari solusi atas gangguan bibit pada masa pindah tanam yang mungkin timbul
6. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi :
a. Sumberdaya manusia pemilik kompetensi melakukan pindah tanam bibit tanaman obat herba
b. Bentuk wilayah lokasi lahan pembibitan untuk akses keluar masuk bibit ke dan dari lokasi
pembibitan
c. Kuantitas/volume dan kualitas sumber air
d. Kualitas sanitasi lingkungan tempat pindah tanam bibit tanaman obat herba
7. Penilaian dilakukan oleh assesor
8. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
9. Tempat penilaian
Penilaian dilakukan di tempat yang menyelenggarakan pindah tanam bibit tanaman obat herba
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 25
dan Tanaman Obat - Obatan
10. Materi yang dinilai
a. Prosedur dan cara menyiapkan areal serta sarana pindah tanam bibit tanaman obat herba
b. Prosedur dan cara membuat saluran air antar bedengan
c. Prosedur dan cara melakukan penyiapan lingkungan pindah tanam
d. Prosedur dan cara memindahkan pot bibit dan hasil perbanyakan vegetatif ke tempat pindah
tanam
e. Prosedur dan cara melakukan pemeliharaan bibit pada masa pindah tanam
f. Rencana dan realisasi penggunaan alat, bahan dan tenaga kerja
g. Standar ukuran, waktu tempuh/hari kerja yang digunakan
j. Strategi penyelesaian masalah yang timbul selama kegiatan pindah tanam bibit tanaman obat
herba
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
2 2 2 2 2 3 3
kerja
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : mengakses, memilih dan
merekam lebih dari satu sumber yang diperlukan untuk melakukan pindah tanam bibit tanaman obat
herba
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : berisi hal yang kompleks, dengan teman sekerja, dengan
pengambil keputusan, dengan pelaksana dan pekerja lapangan
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : dengan panduan, untuk diri sendiri dan untuk orang lain
yang terlibat
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : membantu merumuskan tujuan, dengan pelaksana
dan pekerja lapangan, dan dengan praktisi pembibitan tanaman obat herba
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : memilih ide dan teknik yang tepat untuk tugas kompeks
yang berkaitan dengan melakukan pindah tanam bibit tanaman obat herba
6. Memecahkan persoalan/masalah : problem yang kompleks dengan menggunakan pendekatan yang
sistemik serta mampu menjelaskan prosesnya, yang telah ada dan yang mungkin timbul sepanjang
melakukan pindah tanam bibit tanaman obat herba
7. Menggunakan teknologi : merancang, menggabungkan atau memodifikasi produk dan jasa
pembesaran bibit tanaman obat herba
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 26
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.055.01
Judul Unit Memupuk di Pembibitan Tanaman Obat Herba
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diperlukan untuk melakukan pemupukan di pembibitan tanaman
obat herba
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Mengidentifikasi pupuk 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
organik dan anorganik bahan untuk mengidentifikasi pupuk organik dan anorganik
dikuasai sesuai dengan pedoman baku pembibitan tanaman
obat herba
1.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan untuk
mengidentifikasi diperiksa secara teliti dan seksama
1.3. Pupuk dapat dibedakan antara pupuk organik dan anorganik
dari unsur pengisinya
1.4. Hasil identifikasi dikelompokkan ke dalam masing-masing
jenis pupuk
1.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
02. Menyiapkan pupuk sesuai 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
dosis bahan untuk menyiapkan pupuk sesuai dosis dikuasai sesuai
dengan pedoman baku pembibitan tanaman obat herba
2.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
2.3. Pupuk dalam kemasan ditimbang sesuai dosis dan
perhitungan kebutuhan pemupukan
2.4. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
03. Menggemburkan media bibit 3.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
(untuk aplikasi pupuk padat) bahan untuk melakukan penggemburan media bibit di
pembibitan dikuasai sesuai dengan pedoman baku
pembibitan tanaman obat herba
3.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
3.3. Media sekeliling digemburkan dan dibersihkan dari benda
pengganggu
3.4. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
04. Menabur dan mengaduk 4.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
pupuk padat dengan media bahan untuk menabur dan mengaduk pupuk padat dengan
media dikuasai sesuai dengan pedoman baku
4.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
4.3. Pupuk padat ditabur merata, kemudian diaduk merata dengan
media tanam
4.4. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
05. Menuntaskan kegiatan 5.1. Kondisi akhir tanaman diperoleh sesuai standar pedoman
pemupukan di pembibitan baku pembibitan tanaman obat herba
5.2. Prosedur perawatan alat pemupukan di pembibitan dikuasai
sesuai dengan pedoman
5.3. Alat-alat yang telah digunakan dirawat, diperiksa dan
disimpan untuk siap digunakan kembali
5.4. Kegiatan pemupukan di pembibitan yang telah dilakukan
terdokumentasi dengan baik, benar dan tepat waktu
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 27
dan Tanaman Obat - Obatan
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Unit ini berlaku untuk melakukan pemupukan bibit di pembibitan tanaman obat herba yang ditanam
dalam wadah/pot maupun yang ditanam pada bedengan
2. Prosedur pemupukan dengan pupuk padat yang berlaku untuk tanaman obat herba
3. Tersedia pedoman baku budidaya pembibitan tanaman obat herba yang memuat cara, waktu dan
dosis pemupukan bibit di pembibitan yang mengacu pada pedoman baku GAP yang berlaku
(misalnya: GAP WHO 2003)
4. Bila musim hujan pelarutan pupuk cair agar dicampur perekat
5. Sumber air telah tersedia
6. Peralatan dan bahan untuk melakukan pemupukan di pembibitan tersedia lengkap, terdiri dari :
a. Peralatan umum pemupukan bibit di pembibitan tanaman obat herba
b. Sprayer (Garden sprayer maupun Hand sprayer)
c. Gelas ukur atau pipet berneraca milliliter/cc dan timbangan ketelitian puluhan gram.
d. Bahan : pupuk organik padat, pupuk organik cair, dan air bersih/layak pakai untuk mencampur
pupuk
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Kompetensi harus dipahami berdasarkan standar yang berlaku secara nasional
2. Unit Kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta uji di lokasi pemupukan bibit di
pembibitan tanaman obat herba
3. Penilaian terhadap pengetahuan yang meliputi:
a. Kondisi tanah dan iklim pada lokasi pembibitan
b. Kondisi curah hujan dan hari hujan lingkungan lokasi pembibitan
c. Kandungan kuantitas dan kualitas unsur hara pada pupuk padat maupun pupuk cair
d. Kandungan unsur hara pada berbagai merek dagang pupuk padat dan pupuk cair
e. Penghitungan kebutuhan pupuk per satuan luas
f. Cara mencampur pupuk tunggal dan majemuk untuk pupuk padat dan pupuk cair
g. Cara, waktu dan dosis/takaran pemupukan yang tepat untuk tanaman yang berbeda
h. Antisipasi penanggulangan gangguan akibat kesalahan dosis, waktu dan cara pemupukan
4. Penilaian terhadap keterampilan yang meliputi:
a. Cara pemupukan
b. Waktu pemupukan bibit di lapangan dan di green house
c. Cara menghitung kebutuhan pupuk per satuan luas atau per jumlah wadah/pot
d. Cara membuat larutan pupuk cair sesuai takaran
e. Cara mencampur pupuk padat yang mengandung unsur antagonis
f. Cara pengendalian kesalahan dosis, waktu dan cara pemupukan
5. Penilaian terhadap sikap yang meliputi:
a. Kinerja pemupukan bibit tanaman obat herba di pembibitan
b. Faktor-faktor kinerja operasional pemupukan bibit tanaman obat herba di pembibitan
c. Kemampuan mengantisipasi dampak kesalahan penerapan dosis, waktu dan cara
e. Kemampuan mencari solusi atas kesalahan penerapan dosis, waktu dan cara
6. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi :
a. Sumberdaya manusia pemilik kompetensi pemupukan bibit tanaman obat herba di pembibitan
b. Pengetahuan dan keterampilan tentang penerapan dosis dan penghitungan kebutuhan pupuk untuk
melakukan pemupukan bibit tanaman obat herba di pembibitan
c. Kuantitas/volume sumber air dan kualitas air
7. Penilaian dilakukan oleh assesor berjumlah ganjil
8. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 28
dan Tanaman Obat - Obatan
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
9. Tempat penilaian
Penilaian dilakukan di tempat yang menyelenggarakan pemupukan di pembibitan tanaman obat herba
10. Materi yang dinilai
a. Pengetahuan tentang prosedur dan cara pemupukan bibit tanaman obat herba di pembibitan
b. Keterampilan dan proses pemupukan bibit tanaman obat herba di pembibitan
c. Rencana dan realisasi penggunaan alat, bahan dan tenaga kerja
d. Standar ukuran, waktu tempuh/hari kerja yang digunakan
e. Rencana dan realisasi hasil kegiatan pemupukan bibit tanaman obat herba di pembiibitan
f. Strategi penyelesaian masalah yang timbul selama kegiatan pemupukan bibit tanaman obat herba di
pembibitan
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
2 2 3 3 2 3 3
kerja
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : mengakses , memilih dan
merekam lebih dari satu sumber yang diperlukan untuk melakukan pemupukan bibit tanaman obat
herba di pembibitan
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : berisi hal yang kompleks, dengan teman sekerja, dengan
pengambil keputusan, dengan pelaksana dan pekerja lapangan
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : inisiasi mandiri dan mengevaluasi kegiatan yang
kompleks untuk diri sendiri dan untuk orang lain yang terlibat
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : berkolaborasi dalam aktivitas yang kompleks, dengan
pelaksana dan pekerja lapangan, dengan pengawas, dan dengan ahli pemupukan
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : memilih ide dan teknik yang tepat untuk tugas kompeks
yang berkaitan dengan penghitungan kebutuhan pupuk, pencampuran pupuk padat dan pelarutan
pupuk cair
6. Memecahkan persoalan/masalah : problem yang kompleks dengan menggunakan pendekatan
sistemik serta mampu menjelaskan prosesnya, atas masalah yang telah ada dan yang mungkin timbul
sepanjang melakukan pemupukan bibit tanaman obat herba di pembibitan
7. Menggunakan teknologi : merancang, menggabungkan atau memodifikasi produk atau jasa,
melakukan pemupukan bibit tanaman obat herba di pembibitan
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 29
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.056.01
Judul Unit Menyiram di Pembibitan Tanaman Obat Herba
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang
diperlukan untuk melakukan penyiraman di pembibitan tanaman obat
herba
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Menyiapkan alat dan 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
bahan penyiraman bahan untuk menyiapkan alat dan bahan dikuasai sesuai
dengan pedoman baku
1.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
1.3. Kekuatan alat penyiraman diperiksa secara teliti
1.4. Ketersediaan bahan penunjang alat penyiraman dipersiapkan
secara teliti
1.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
02. Menyiram sampai 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
kapasitas lapang bahan untuk menyiram permukaan media dan tubuh tanaman
dikuasai sesuai dengan pedoman baku
2.2. Penyiraman dilakukan sesuai waktu dan jumlah yang ditentukan
2.3. Hasil penyiraman dilakukan sampai kapasitas lapang
2.4. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
03. Menuntaskan kegiatan 3.1. Kondisi akhir tanaman yang diperoleh sesuai standar pedoman
penyiraman di penyiraman bibit tanaman obat herba di pembibitan
pembibitan 3.2. Prosedur perawatan alat penyiraman di pembibitan dikuasai
sesuai dengan pedoman
3.3. Alat-alat yang telah digunakan dirawat, diperiksa dan disimpan
untuk siap digunakan kembali
3.4. Kegiatan penyiraman bibit di pembibitan yang telah dilakukan
terdokumentasi dengan baik, benar dan tepat waktu
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Unit ini berlaku untuk melakukan penyiraman bibit di pembibitan tanaman obat herba yang ditanam
pada bedengan.
2. Prosedur penyiraman berlaku untuk bibit di pembibitan tanaman obat herba
3. Tersedia pedoman baku budidaya tanaman obat herba yang memuat cara, waktu dan teknologi
penyiraman bibit di pembibitan yang mengacu pada pedoman baku GAP yang berlaku (misalnya:
GAP WHO 2003)
4. Sumber air tersedia, dengan volume dan kualitas yang layak untuk penyiraman tanaman
5. Peralatan dan bahan untuk melakukan penyiraman di pembibitan tersedia lengkap :
a. Peralatan umum penyiraman bibit tanaman obat herba di pembibitan
b. Pompa air, selang penyiraman dengan nozle/kran yang multi semburan, dan gembor
c. Bahan : air bersih/layak pakai untuk menyiram tanaman
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Kompetensi harus dipahami berdasarkan standar yang berlaku secara nasional
2. Unit Kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta uji di lokasi penyiraman bibit di
pembibitan tanaman obat herba
3. Penilaian terhadap pengetahuan yang meliputi:
a. Kondisi tanah dan iklim pada lokasi pembibitan
b. Kondisi curah hujan dan hari hujan lingkungan lokasi pembibitan
c. Penghitungan kebutuhan air per satuan luas
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 30
dan Tanaman Obat - Obatan
d. Cara, dan waktu penyiraman yang tepat untuk tanaman yang berbeda pada media berbeda
e. Antisipasi penanggulangan gangguan akibat kelebihan penyiraman
4. Penilaian terhadap keterampilan yang meliputi :
a. Cara menggunakan berbagai alat penyiraman
b. Cara penyiraman untuk bibit yang ditanam langsung pada bedengan
c. Waktu peyiraman bibit di lapangan
d. Cara menghitung kebutuhan air per satuan luas atau per jumlah wadah/pot
e. Cara pengendalian kelebihan penyiraman
5. Penilaian terhadap sikap yang meliputi:
a. Kinerja penyiraman bibit tanaman obat herba di pembibitan
b. Faktor-faktor kinerja operasional penyiraman bibit tanaman obat herba di pembibitan
c. Kemampuan mengantisipasi dampak kelebihan penyiraman pada tanaman obat tertentu
d. Kemampuan mencari solusi atas kelebihan penyiraman
6. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi :
a. Sumberdaya manusia pemilik kompetensi penyiraman bibit tanaman obat herba di pembibitan
b. Pengetahuan dan keterampilan tentang penerapan dan penghitungan kebutuhan air untuk
melakukan penyiraman bibit tanaman obat herba di pembibitan
c. Kuantitas/volume sumber air dan kualitas air
7. Penilaian dilakukan oleh assesor berjumlah ganjil
8. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
9. Tempat penilaian
Penilaian dilakukan di tempat yang menyelenggarakan penyiraman bibit pada pembibitan tanaman
obat herba
10. Materi yang dinilai
a. Pengetahuan tentang prosedur dan cara penyiraman bibit tanaman obat herba di pembibitan
b. Keterampilan dan proses penyiraman bibit tanaman obat herba di pembibitan
c. Rencana dan realisasi penggunaan alat, bahan dan tenaga kerja
d. Standar ukuran, waktu tempuh/hari kerja yang digunakan
e. Rencana dan realisasi hasil kegiatan penyiraman bibit tanaman obat herba di pembiibitan
f. Strategi penyelesaian masalah yang timbul selama kegiatan penyiraman bibit tanaman obat
herba di pembibitan
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
1 1 1 1 1 1 1
kerja
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 31
dan Tanaman Obat - Obatan
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : mengakses ,dan
merekam dari satu sumber yang diperlukan untuk melakukan penyiraman bibit tanaman obat herba di
pembibitan
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : sederhana dan pengaturan yang telah familier, dengan teman
sekerja, dan dengan pelaksana
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : dibawah pengawasan atau supervisi untuk diri sendiri
dan untuk orang lain yang terlibat
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : kegiatan atau aktivitas rutin, dengan pelaksana dan
pekerja lapangan, serta pengawas penyiraman
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : sederhana dan telah ditetapkan untuk menyiramkan air
dari sumber yang telah tersedia dengan alat yang memadai kepada obyek yang telah dikenal sehari -
hari
6. Memecahkan persoalan/masalah : rutin dan dibawah pengawasan pelaksana penyiraman, atas
masalah yang mungkin timbul sepanjang melakukan penyiraman bibit tanaman obat herba di
pembibitan
7. Menggunakan teknologi : yang berulang pada tingkat dasar, mengggunakan alat yang telah digunakan
secara berulang untuk melakukan penyiraman bibit tanaman obat herba di pembibitan
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III–Herba - 32
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.057.01
Judul Unit Mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) dan
Menyiang Gulma yang Ramah Lingkungan di Pembibitan
Tanaman Obat Herba
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diperlukan untuk melakukan pengendalian hama penyakit
tanaman dan gulma yang ramah lingkungan di pembibitan tanaman
obat herba
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Menyiapkan larutan 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
pestisida sesuai dosis bahan untuk menyiapkan larutan pestisida sintetik, nabati dan
biologi dikuasai sesuai dengan pedoman baku
1.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti ketepatan dan keamanan pemakaiannya
1.3. Pestisida dalam kemasan dengan bahan aktif yang tepat
disiapkan sesuai dengan hama penyakit yang akan
dikendalikan
1.4. Larutan pestisida dibuat dengan kadar kepekatan/konsentrasi
sesuai petunjuk pada kemasannya dan kebutuhan tanaman
1.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
02. Menyiangi gulma 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
bahan untuk menyiangi gulma dikuasai sesuai dengan
pedoman
2.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diperiksa secara teliti
keamanan pemakaiannya.
2.3. Gulma disiangi dan dicabut perakarannya
2.4. Gulma yang telah disiangi dibuang ke tempat pembuangan
sampah atau dibakar
2.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
03. Mengaplikasikan pestisida 3.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
bahan untuk mengaplikasikan pestisida organik dikuasai
sesuai dengan pedoman
3.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti ketepatan dan keamanan pemakaiannya
3.3. Larutan pestisida dimasukkan ke dalam alat semprot sesuai
dengan kapasitas pekerjaan yang akan dilakukan
3.4. Pelaksana aplikasi dilengkapi dengan masker dan kacamata
standar penyemprotan pestisida dan tangannya dilengkapi
dengan sarung tangan sepanjang lengan
3.5. Nozle sprayer diatur kekuatan dan kualitas semburannya
sesuai dengan kondisi serangan dan penyemprotan dilakukan
hanya kepada sasaran
04. Membersihkan alat yang 4.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
telah dipakai bahan untuk membersihkan alat yang telah dipakai dikuasai
sesuai dengan pedoman baku
4.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti
4.3. Alat yang dipakai dicuci dan dibersihkan dan ditempatkan
pada tempat yang aman dari efek residu sisa pestisida dari
alat yang dibersihkan
4.4. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
05. Menuntaskan kegiatan 5.1. Anggota badan pekerja dibersihkan
pengendalian OPT dan 5.2. Kondisi akhir tanaman diperoleh sesuai standar pedoman
gulma di pembibitan baku pembibitan tanaman obat herba
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 33
dan Tanaman Obat - Obatan
5.3. Prosedur perawatan alat pengendalian OPT dan gulma di
pembibitan dikuasai sesuai dengan pedoman
5.4. Alat-alat yang telah digunakan dirawat, diperiksa dan
disimpan untuk siap digunakan kembali
5.5. Kegiatan pengendalian OPT dan gulma yang telah dilakukan
terdokumentasi dengan baik, benar dan tepat waktu
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Unit ini berlaku untuk melakukan pengendalian OPT dan gulma di pembibitan tanaman obat herba
2. Prosedur pengendalian OPT dan gulma berlaku untuk bibit tanaman obat herba
3. Tersedia pedoman baku budidaya bibit tanaman obat herba yang memuat cara, waktu dan teknologi
pengendalian OPT dan gulma di pembibitan yang mengacu pada pedoman baku GAP (misalnya:
GAP WHO 2003)
4. Sumber air tersedia, dengan volume dan kualitas yang layak untuk kebutuhan tanaman
5. Peralatan dan bahan untuk melakukan pengendalian OPT dan gulma di pembibitan tersedia
lengkap, terdiri dari :
a. Peralatan umum pengendalian OPT dan gulma bibit di pembibitan tanaman obat herba
b. Pengendalian gulma dengan cara manual
c. Sprayer (Garden sprayer maupun Hand sprayer)
d. Gelas ukur atau pipet berneraca milliliter atau cc dan timbangan analitik
e. Bahan : pestisida organik berbentuk cair atau padat, dan air bersih/layak pakai untuk membuat
larutan pestisida.
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Kompetensi harus dipahami berdasarkan standar yang berlaku secara nasional
2. Unit Kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta uji di lokasi pembibitan tanaman
obat herba
3. Penilaian terhadap pengetahuan yang meliputi:
a. Jenis organisme dan gejala serangannya pada tanaman obat herba
b. Metode penanggulangan OPT dan gulma secara terpadu (fisik, mekanik, biologi dan kimia)
c. Pengenalan pestisida organik dan cara aplikasinya
d. Penghitungan kebutuhan pestisida, fungisida dan herbisida per satuan luas
e. Cara, waktu pengendalian OPT dan gulma yang tepat untuk tanaman yang berbeda pada media
berbeda
f Antisipasi penanggulangan gangguan akibat keracunan pestisida
4. Penilaian terhadap keterampilan yang meliputi:
a. Cara pengendalian OPT dan gulma untuk bibit pada media wadah/pot dan ditanam langsung
pada bedengan
b. Cara membuat larutan sesuai petunjuk kemasan pestisida/fungisida/herbisida
c. Waktu penyemprotan bibit di lapangan
d. Cara menghitung kebutuhan pestisida/fungisida/herbisida per satuan luas
e. Cara penggunaan alat-alat pengendaliah OPT dan gulma
5. Penilaian terhadap sikap yang meliputi:
a. Kinerja pengendalian OPT dan gulma pada bibit tanaman obat herba di pembibitan
b. Faktor-faktor kinerja operasional pengendalian OPT dan gulma pada bibit tanaman obat herba di
pembibitan
c. Kemampuan mengantisipasi dampak keracunan pestisida
6. Aspek kritis yang sangat berpengaruh atas tercapainya kompetensi:
a. Sumberdaya manusia pemilik kompetensi pengendalian OPT dan gulma pada bibit tanaman
obat herba di pembibitan
b. Pengetahuan dan keterampilan tentang penerapan dan penghitungan kebutuhan
pestisida/fungisida/herbisida
7. Penilaian dilakukan oleh assesor berjumlah ganjil
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 34
dan Tanaman Obat - Obatan
8. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
9. Tempat penilaian
Penilaian dilakukan di tempat yang menyelenggarakan pembibitan tanaman obat herba
10. Materi yang dinilai
a. Pengetahuan tentang prosedur dan cara pengendalian OPT dan gulma pada bibit tanaman obat
herba di pembibitan
b. Keterampilan dan proses pengendalian OPT dan gulma pada bibit tanaman obat herba di
pembibitan
c. Rencana dan realisasi penggunaan alat, bahan dan tenaga kerja
d. Standar ukuran, waktu tempuh/hari kerja yang digunakan
e. Rencana dan realisasi hasil kegiatan pengendalian OPT dan gulma pada bibit tanaman obat
herba di pembiibitan
f. Strategi penyelesaian masalah yang timbul selama kegiatan pengendalian OPT dan gulma pada
bibit tanaman obat herba di pembibitan
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
2 2 2 2 2 3 3
kerja
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : mengakses, memilih ,
dan merekam lebih dari satu sumber yang diperlukan untuk melakukan pengendalian OPT dan gulma
pada bibit tanaman obat herba di pembibitan
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : berisi hal yang kompleks tentang jenis hama penyakit serta
gulma yang berbeda, cara pengendalian yang berbeda, juga bahan yang berbeda.
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : di bawah panduan pelaksana, pengawas atau tenaga
ahli yang terlibat
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : membantu merumuskan tujuan pengendalian, dengan
pelaksana dan pekerja lapangan, serta pengawas
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : memilih ide dan teknik yang tepat untuk tugas yang
kompleks dalam menentukan metode pengendalian yang tepat terhadap gejala serangan OPT yang
berbeda
6. Memecahkan persoalan/masalah : yang kompleks yang mungkin timbul sepanjang melakukan
pengendalian OPT dan gulma pada bibit tanaman obat herba di pembibitan, yang memerlukan
pendekatan sistemik serta mampu menjelaskan prosesnya
7. Menggunakan teknologi : pengendalian dipilih yang efektif, menggabungkan/memodifikasi
produk/formula atau jasa tenaga ahli pengendalian OPT dan gulma pada bibit tanaman obat herba di
pembibitan
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 35
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.058.01
Judul Unit Mengangkut Bibit dari Pembibitan ke Lahan
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diperlukan untuk mengangkut bibit tanaman obat herba dari
pembibitan ke lahan
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Mengangkut tanaman dari 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
pembibitan ke alat bahan untuk mengangkut bibit dari pembibitan ke lahan,
angkutan dikuasai dengan benar sesuai dengan pedoman
1.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti kekuatan dan daya tahan alat angkut
terhadap tekanan dari beban
1.3. Jumlah tanaman yang diangkut disesuaikan dengan kapasitas
muat alat angkut yang digunakan
1.4. Proses pengangkutan bibit dilakukan secara hati-hati dan teliti
menggunakan metode dan alat yang sesuai
1.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketepatan
kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan tepat dan
benar
02. Memasukan dan 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
menempatkan tanaman bahan untuk memasukan dan menempatkan bibit dari
dalam bak kendaraan pembibitan ke dalam bak kendaraan, dikuasai sesuai dengan
pedoman
2.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti kekuatan dan daya tahan alat angkut
terhadap tekanan dari beban
2.3. Jumlah tanaman yang diangkut disesuaikan dengan kapasitas
muat alat angkut yang digunakan
2.4. Tanaman disusun dalam alat angkut dengan benar sesuai
jenisnya
2.5. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketepatan
kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan tepat dan
benar
03. Mengangkut tanaman dari 3.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
alat angkut ke lokasi tanam bahan untuk mengangkut bibit dari alat angkut ke lokasi
tanam dikuasai dengan benar sesuai dengan pedoman
3.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti kekuatan dan daya tahan alat angkut
terhadap tekanan dari beban
3.3. Tanaman disusun dalam alat angkut dengan benar sesuai
jenisnya
3.4. Proses pengangkutan bibit dilakukan secara hati-hati dan teliti
menggunakan cara manual dengan wadah yang sesuai
3.5. Tanaman ditempatkan pada lokasi tanam sesuai jenis dan
letaknya dalam gambar
04. Memelihara tanaman 4.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat aerta
bahan untuk pemeliharaan tanaman dikuasai sesuai dengan
pedoman baku budidaya tanaman obat herba
4.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa teliti
4.3. Tanaman dipelihara sesuai pedoman dan prosedur
pemeliharaan tanaman standar perusahaan
4.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketepatan
kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan tepat dan
benar
4.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 36
dan Tanaman Obat - Obatan
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Kondisi bibit tanaman harus bebas dari hama dan penyakit
2. Peralatan pengangkutan tersedia lengkap, memadai, dan kuat
3. Tersedia pedoman baku pengangkutan bibit tanaman obat herba yang mengacu pada pedoman
baku GAP (misalnya: GAP WHO 2003)
4. Sumber air telah tersedia dengan volume dan kualitas yang layak untuk kebutuhan tanaman
5. Alat angkut dan lahan bongkar muat harus bersih dari bahan yang mematikan bibit tanaman
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Unit Kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta uji di lokasi pengangkutan
2. Penilaian dilakukan oleh assesor berjumlah ganjil
3. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
4. Tempat penilaian dilakukan di tempat yang menyelenggarakan pengangkutan bibit.
5. Materi yang dinilai :
a. Pengetahuan tentang prosedur dan cara identifikasi alat dan bahan pengangkutan bibit dari
pembibitan ke lokasi tanam
b. Keterampilan penggunaan peralatan tangan dan bermesin untuk kegiatan dimaksud
6. Kompetensi yang harus dikuasasi sebelumnya antara lain : aspek pemeliharaan tanaman obat
herba selama di pembibitan
7. Aspek kritis yang harus dipenuhi : harus menjamin keutuhan dan kesehatan tanaman selama dalam
pengangkutan sampai tujuan dalam kurun waktu sesuai pedoman
8. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan : tentang penanganan tanaman selama dalam perjalanan
angkutan dan setelah sampai ditempat tujuan sampai kurun waktu sesuai pedoman
9. Keterampilan pendukung yang dibutuhkan : adalah cara pemeliharaan dan perbaikan peralatan
pengangkutan bibit dari pembibitan ke lokasi tanam
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
1 1 1 1 1 1 1
kerja
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : dari satu sumber untuk
pelaksana dan pekerja lapangan
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : sederhana dan familier, dengan pelaksana dan pekerja
lapangan
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : dibawah pengawasan/supervisi, untuk diri sendiri dan
untuk orang lain yang terlibat
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : kegiatan rutin melakukan pengangkutan bibit dari
pembibitan ke lokasi tanam
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : sederhana dan telah ditetapkan dalam pedoman proses
dan mekanisme pengangkutan bibit dari pembibitan ke lokasi tanam
6. Memecahkan persoalan/masalah : yang bersifat rutin dan mungkin timbul di luar panduan
7. Menggunakan teknologi : berulang pada tingkat dasar mengenai proses dan mekanisme
pengangkutan bibit dari pembibitan ke lokasi tanam
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 37
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.059.01
Judul Unit Menanam Tanaman Obat Herba di Lahan
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diperlukan untuk melakukan penanaman tanaman obat herba
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Menyiapkan lubang tanam 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
bahan untuk menyiapkan lubang tanam dikuasai dengan
benar sesuai dengan pedoman
1.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti
1.3. Titik tanam dan pola penanaman diukur dan ditandai sesuai
gambar
1.4. Lubang tanam dengan ukuran panjang, lebar dan dalam yang
benar, sesuai pola akar
1.5. Tanah yang digali diatur penempatannya dan dibedakan
antara tanah dari permukaan (top soil) dan tanah dari dalam
(sub soil)
1.6. Lubang tanam disiram sebelum penanaman
1.7. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketepatan
kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan tepat dan
benar
1.8. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
02. Menyiapkan campuran 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
tanah pengisi lubang tanam bahan untuk menyiapkan campuran tanah pengisi lubang
tanam dikuasai dengan benar sesuai dengan pedoman
2.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti
2.3. Campuran tanah subur dan pupuk dasar dibuat dengan
perbandingan dan cara yang benar, sesuai pedoman
kebutuhan pupuk tanaman saat tanam
2.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketepatan
kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan tepat dan
benar
2.5 Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksasnakan
sesuai prosedur
03. Menanam tanaman 3.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
bahan untuk menanam bibit berbentuk herba dikuasai dengan
benar sesuai dengan pedoman
3.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti kekuatannya
3.3. Pembungkus akar dibuka, bibit ditanam berdiri tegak, jarak
tanam sesuai jenis, akar ditimbun tanah dengan cara dan
waktu yang tepat sesuai petunjuk
3.4. Campuran tanah subur dan pupuk dasar ditaburkan ke dalam
lubang tanam ditekan/dipadatkan sesuai petunjuk
3.5. Penyulaman dilakukan 1 minggu setelah penanaman
3.6. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketepatan
kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan tepat dan
benar
3.7. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
04. Menyiram tanaman yang 4.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan dan kelengkapan alat serta
baru ditanam bahan untuk menyiram herba yang baru ditanam dikuasai
dengan benar sesuai dengan pedoman
4.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 38
dan Tanaman Obat - Obatan
4.3. Penyiraman dilakukan dalam waktu, cara, jumlah dan kualitas
air yang memenuhi syarat yang telah ditentukan
4.4. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan dan ketepatan
kerja diformulasikan dan dikalkulasikan dengan tepat dan
benar
4.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Herba bibit telah terpilih sesuai syarat yang telah ditentukan
2. Peralatan dan bahan penanaman telah tersedia lengkap dan memadai
3. Tersedia pedoman baku budidaya tanaman obat herba yang mengacu pada pedoman baku GAP
(misalnya: GAP WHO 2003)
4. Sumber air telah tersedia dengan volume dan kualitas yang layak untuk kebutuhan tanaman
5. Campuran tanah penambah isi lubang tanam tersedia memadai dan siap pakai
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Unit Kompetensi ini dapat diujikan secara langsung kepada peserta uji di lokasi penanaman secara
manual.
2. Penilaian dilakukan oleh assesor berjumlah ganjil
3. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
4. Tempat penilaian dilakukan di lokasi tanam pada kegiatan penanaman secara manual
5. Materi yang dinilai :
a. Pengetahuan tentang : membuat lubang tanam, membuat campuran bahan organik pengisi
lubang tanam, menanam bibit secara manual, menyiram herba yang baru ditanam, jenis dan
kualitas tanah.
b. Keterampilan penggunaan peralatan tangan dan bermesin untuk kegiatan dimaksud.
6. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : penyiapan dan kesehatan bibit sebelum
ditanam.
7. Aspek kritis yang harus dipenuhi : setelah penanaman secara manual, tanaman obat herba harus
dijamin pertumbuhannya, dalam kurun waktu tertentu sesuai pedoman
8. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan : adalah tentang gejala serangan hama dan penyakit
9. Keterampilan pendukung yang dibutuhkan : adalah cara pemeliharaan dan perbaikan peralatan
penanaman herba secara manual
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
2 2 2 2 2 3 3
kerja
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 39
dan Tanaman Obat - Obatan
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : lebih dari satu sumber
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : berisi hal yang kompleks, dengan pelaksana dan pekerja
lapangan tentang penanaman herba secara manual dalam lahan
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : dengan panduan, untuk diri sendiri dan untuk orang lain
yang terlibat
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : membantu merumuskan tujuan dengan pelaksana dan
pekerja lapangan
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : memilih ide dan teknik yang tepat untuk tugas yang
kompleks bersama teknisi, supervisor, dan pelaksana
6. Memecahkan persoalan/masalah : yang kompleks dengan menggunakan pendekatan yang sistematik
serta mampu menjelaskan prosesnya
7. Menggunakan teknologi : merancang, menggabungkan atau memodifikasi produk atau jasa
penanaman tanaman obat herba secara manual dalam lahan
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 40
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.060.01
Judul Unit Menyiram Tanaman Obat Herba di Lahan
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diperlukan untuk melakukan penyiraman tanaman obat herba di
lahan
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Memeriksa kelembaban 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan untuk pemeriksaan
tanah dan permeabilitas kelembaban tanah dan permeabilitas media dikuasai sesuai
media dengan pedoman pemeliharaan tanaman obat herba
1.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti dan akurat ketepatannya
1.3. Tanah sekitar akar tanaman obat diperiksa kelembabannya
dengan ukuran tingkat kelembaban telah mencapai kurang
dari 50 %
1.4. Tanah sekitar tanaman diperiksa tingkat kemampuan
meresapkan air (kepadatan dan kebasahannya) sebelum
penyiraman
1.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
02. Menyiram tanaman obat 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan untuk menyiram herba
dikuasai sesuai dengan pedoman pemeliharaan tanaman obat
herba
2.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti ketepatan arah dan kekuatan daya
pancarnya
2.3. Butiran air dibuat halus, gunakan pompa air atau gembor
2.4. Penyiraman dilakukan dalam waktu pagi (sebelum pukul
10.00) dan sore (setelah pukul 14.00)
2.5. Penyiraman diarahkan ke tubuh tanaman dan permukaan
tanah, sampai kasitas lapang
2.6. Tanaman yang baru ditanam disuplai air dua kali lipat
03. Menuntaskan kegiatan 3.1. Kondisi akhir tanaman diperoleh sesuai standar pedoman
menyiram tanaman obat pemeliharaan tanaman obat herba
3.2. Prosedur perawatan alat penyiraman herba dikuasai sesuai
dengan pedoman pemeliharaan tanaman obat herba
3.3. Alat-alat yang telah digunakan dirawat, diperiksa dan
disimpan untuk siap digunakan kembali
3.4. Kegiatan penyiraman tanaman obat yang telah dilakukan
terdokumentasi dengan baik, benar dan tepat waktu
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Unit ini berlaku untuk melakukan penyiraman tanaman obat herba
2. Tersedia pedoman pemeliharaan tanaman obat herba yang memuat cara, waktu dan teknologi
penyiraman tanaman obat yang mngacu pada pedoman baku GAP yang berlaku (misalnya: GAP
WHO 2003)
3. Waktu penyiraman yaitu pagi sebelum 10.00 dan sore setelah pukul 14.00
4. Tersedia sumberdaya manusia yang terlatih dan trampil melakukan penyiraman tanaman obat
5. Sumber air tersedia, dengan volume dan kualitas yang layak untuk penyiraman tanaman obat
6. Peralatan dan bahan untuk melakukan penyiraman tanaman obat herba tersedia lengkap :
a. Peralatan umum penyiraman tanaman obat
b. Water truck/tangki air, pompa air dengan selang penyiraman dan nozle/kran yang multi
semburan, dan gembor (tergantung luas lahan dan jumlah tanaman yang disiram)
c. Bahan : air bersih/layak pakai untuk menyiram tanaman obat
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 41
dan Tanaman Obat - Obatan
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Kompetensi ini harus dipahami berdasarkan standar yang berlaku secara nasional
2. Unit Kompetensi ini diujikan secara langsung kepada peserta uji di lahan pada kegiatan penyiraman
tanaman obat herba.
3. Penilaian dilakukan oleh assesor berjumlah ganjil
4. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
5. Materi yang dinilai :
a. Pengetahuan tentang : penetrasi/kemampuan tanah menyerap air, pembuatan penahan air
seputar pangkal batang, pelaksanaan penyiraman tanaman, penyelesaian kegiatan penyiraman
tanaman obat herba
b. Keterampilan : proses penggunaan peralatan tangan dan bermesin untuk kegiatan dimaksud.
c. Sikap : ketekunan, keseriusan, antusiasme, kedisiplinan mentaati aturan dan tata tertib yang
berlaku, menjaga keutuhan dan kebersihan alat
6. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : penyiraman tanaman obat
7. Aspek kritis yang harus dipenuhi : setelah penyiraman, harus menjamin kesehatan/kesegaran
tanaman dalam kurun waktu tertentu sesuai pedoman budidaya tanaman obat herba
8. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan : kondisi tanah, iklim, curah hujan, hari hujan,
penghitungan kebutuhan air per satuan luas, cara dan waktu penyiraman tanaman obat yang tepat.
9. Keterampilan pendukung yang dibutuhkan : adalah cara penggunaan berbagai alat penyiraman, dan
cara melakukan penyiraman pada berbagai media tanam
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
1 1 1 1 1 1 1
kerja
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : dari satu sumber untuk
pelaksana dan pekerja lapangan
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : sederhana dan familier, dengan pelaksana dan pekerja
lapangan
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : dibawah pengawasan/supervisi, untuk diri sendiri dan
untuk orang lain yang terlibat
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : kegiatan rutin melakukan penyiraman tanaman obat
herba
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : sederhana dan telah ditetapkan dalam pedoman proses dan
mekanisme penyiraman tanaman obat
7. Memecahkan persoalan/masalah : yang bersifat rutin dan mungkin timbul diluar panduan
8. Menggunakan teknologi : berulang pada tingkat dasar mengenai proses dan mekanisme penyiraman
tanaman obat
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 42
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.061.01
Judul Unit Menyiangi Gulma Tanaman Obat Herba di Lahan Secara Manual
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap
yang diperlukan untuk melakukan penyiangan gulma tanaman obat
herba di lahan secara manual
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Mengidentifikasi jenis dan 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan untuk mengidentifikasi tingkat
tingkat kompetisi gulma kompetisi serangan gulma dikuasai sesuai dengan pedoman
1.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi secara
teliti dan tertulis sesuai dengan taksonomi tumbuhan
1.3. Jenis, karakter, sebaran dan tingkat pertumbuhan gulma
diidentifikasi secara tertulis
1.4. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
02. Mencabut perakaran gulma 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan untuk mencabut perakaran
yang teridentifikasi gulma lainnya dikuasai sesuai dengan pedoman pengendalian
gulma
2.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diperiksa secara teliti
kekuatannya
2.3. Setiap batang dan perakaran gulma serta bagian generatifnya
dicabut dari areal dan dibuang ke tempat sampah
2.4. Pencabutan dilakukan secara manual dan dengan
alat/mekanik
2.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
03. Membersihkan sisa 3.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan untuk membersihkan sisa
penyiangan penyiangan dikuasai sesuai dengan pedoman pengendalian
gulma
3.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti
3.3. Seluruh sisa penyiangan dibersihkan dari lahan dan dibuang
ke tempat sampah
3.4. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
04. Menuntaskan kegiatan me- 4.1. Kondisi akhir lahan dalam keadaan bebas gulma, bersih dan
nyiangi gulma secara rapih sesuai spesifikasi rancangan
manual di lahan 4.2. Prosedur perawatan alat penyiangan gulma dikuasai sesuai
dengan pedoman pengendalian gulma di lahan
4.3. Alat-alat yang telah digunakan dirawat, diperiksa dan
disimpan untuk siap digunakan kembali
4.4. Kegiatan penyiangan gulma di lahan yang telah dilakukan
terdokumentasi dengan baik, benar dan tepat waktu
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Tersedia pedoman pengendalian gulma pada lahan dengan berbagai cara
2. Jenis dan karakter gulma teridentifikasi berdasarkan fisiologi dan morfologi tumbuhan serta kaidah
taksonomi tumbuhan
3. Tersedia sumberdaya manusia yang terlatih dan trampil melakukan penyiangan gulma di lahan
4. Peralatan untuk penyiangan gulma di lahan tersedia lengkap :
a. Peralatan umum penyiangan gulma di lahan, antara lain : mesin babat rumput, cangkul, dan
kored
b. Wadah penampungan dan pembuangan sisa penyiangan : pengki, karung, roda sampah
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 43
dan Tanaman Obat - Obatan
Panduan Penilaian
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Unit Kompetensi ini diujikan secara langsung kepada peserta uji di lokasi yang melaksanakan
kegiatan penyiangan gulma
2. Penilaian dilakukan oleh assesor berjumlah ganjil
3. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
4. Materi yang dinilai :
a. Pengetahuan tentang : iIdentifikasi jenis dan tingkat kompetisi gulma, pengangkatan perakaran
gulma jenis rumput, pencabutan perakaran gulma lainnya, pembersihan sisa penyiangan,
Penyelesaian kegiatan menyiangi gulma di lahan
b. Keterampilan : proses penggunaan peralatan tangan dan bermesin untuk kegiatan dimaksud
c. Sikap : ketekunan, keseriusan, antusiasme, kedisiplinan mentaati aturan dan tata tertib yang
berlaku, menjaga keutuhan dan kebersihan alat
5. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : pelaksanaan pengendalian OPT dan
gulma di pembibitan
6. Aspek kritis yang harus dipenuhi : setelah penyiangan gulma secara manual dilakukan di lahan
dapat menjamin kebersihan lahan dari tanaman pengganggu dalam kurun waktu tertentu sesuai
pedoman pemeliharaan lahan
7. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan : tentang kecepatan pertumbuhan berbagai jenis gulma.
8. Keterampilan pendukung yang dibutuhkan : cara pemeliharaan dan perbaikan peralatan yang
dibutuhkan untuk penyiangan gulma di lahan
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
1 1 1 1 1 1 1
kerja
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : dari satu sumber untuk
pelaksana dan pekerja lapangan
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : sederhana dan familier, dengan pelaksana dan pekerja
lapangan
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : dibawah pengawasan/supervisi, untuk diri sendiri dan
untuk orang lain yang terlibat
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : kegiatan rutin melakukan penyiangan gulma di lahan
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : sederhana dan telah ditetapkan dalam pedoman proses
dan mekanisme penyiangan gulma di lahan
6. Memecahkan persoalan/masalah : yang bersifat rutin dan mungkin timbul di luar panduan
7. Menggunakan teknologi : berulang pada tingkat dasar mengenai proses dan mekanisme penyiangan
gulma di lahan
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 44
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.062.01
Judul Unit Memupuk Tanaman Obat Herba di Lahan
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang
diperlukan untuk melakukan pemupukan tanaman obat herba di lahan
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Menyiapkan pupuk 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan untuk menyiapkan pupuk
dikuasai sesuai dengan pedoman pemeliharaan tanaman obat
herba
1.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti
1.3. Jenis dan jumlah pupuk yang akan digunakan ditimbang sesuai
kebutuhan, ditempatkan dalam wadah
1.4. Pupuk ditempatkan di sekitar tanaman obat herba
1.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
02. Memupuk tanaman obat 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan untuk memupuk tanaman obat
dikuasai sesuai dengan pedoman pemeliharaan tanaman
2.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti
2.3. Lubang pupuk yang telah diisi pupuk ditimbun tanah sampai
rata
2.4. Pemupukan di lahan dilakukan dua kali setahun sesuai
kebutuhan jenis tanaman obat herba
2.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
03. Menuntaskan kegiatan 3.1. Kondisi akhir permukaan tanah seputar tanaman obat setelah
pemupukan tanaman obat pemupukan tertata rapi sesuai pedoman pemeliharaan
herba tanaman
3.2. Prosedur perawatan alat pemupukan tanaman obat di lahan
dikuasai sesuai dengan pedoman pemeliharaan tanaman obat
3.3. Alat-alat yang telah digunakan dirawat, diperiksa dan disimpan
untuk siap digunakan kembali
3.4. Kegiatan pemupukan tanaman obat herba yang telah dilakukan
terdokumentasi dengan baik, benar dan tepat waktu
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Unit ini berlaku untuk melakukan pemupukan tanaman obat herba
2. Tersedia pedoman baku pemeliharaan/pemupukan tanaman obat herba yang mengacu pada
pedoman baku GAP yang berlaku (misalnya: GAP WHO 2003)
3. Peralatan dan bahan untuk pemupukan tanaman obat herba tersedia lengkap :
a. Peralatan umum pemeliharaan/pemupukan tanaman obat, antara lain : cangkul, garpu tanah, kored,
sekop kecil
b. Peralatan khusus, antara lain : timbangan pupuk, wadah/ember bukan logam, sarung tangan karet.
c. Bahan : pupuk organik, dan kompos
4. Jadwal pemupukan diatur sesuai dengan pupuk yang digunakan
Panduan Penilaian
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Unit Kompetensi ini diujikan secara langsung kepada peserta uji di lokasi pada kegiatan pemupukan
tanaman obat herba
2. Penilaian dilakukan oleh assesor. Berjumlah ganjil
3. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 45
dan Tanaman Obat - Obatan
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
5. Materi yang dinilai :
a. Pengetahuan tentang : jenis pupuk, penyiapan pupuk, pembuatan lubang/alur pupuk,
pelaksanaan penebaran pupuk, penutupan/penimbunan lubang/alur pupuk, penyelesaian
kegiatan pemupukan tanaman obat herba
b. Keterampilan : proses penggunaan peralatan tangan dan bermesin untuk kegiatan dimaksud
c. Sikap : ketekunan, keseriusan, antusiasme, kedisiplinan mentaati aturan dan tata tertib yang
berlaku, menjaga keutuhan dan kebersihan alat
6. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : penanaman tanaman obat herba
7. Aspek kritis yang harus dipenuhi : setelah pemupukan tanaman obat harus menjamin kesehatan dan
kesuburan tanaman obat untuk kurun waktu tertentu sesuai pedoman
8. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan :
a. Kandungan kuantitas dan kualitas unsur hara pada pupuk yang digunakan
b. Penghitungan kebutuhan pupuk per satuan luas atau herba
9. Keterampilan pendukung yang dibutuhkan :
a. Cara pemupukan tanaman obat untuk media wadah/pot dan ditanam langsung
b. Waktu pemupukan tanaman obat herba
c. Cara membuat larutan pupuk cair sesuai takaran
d. Cara pengendalian kesalahan dosis, waktu dan cara pemupukan
e. Cara pemeliharaan dan perbaikan peralatan pemupukan tanaman obat herba
f. Cara mencampur pupuk tunggal berbentuk pupuk padat
g. Cara, waktu dan takaran pemupukan yang tepat untuk umur tanaman obat yang berbeda
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
2 2 2 2 2 3 3
kerja
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : lebih dari satu sumber
mengenai pemupukan tanaman obat herba
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : berisi hal yang kompleks tentang pemupukan tanaman obat
herba, dengan pelaksana dan pekerja di lapangan
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : dengan panduan, untuk diri sendiri dan untuk orang lain
yang terlibat pelaksanaan pemupukan tanaman obat herba
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : membantu merumuskan tujuan dengan pelaksana dan
pekerja lapangan mengenai pemupukan tanaman obat herba
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : memilih ide dan teknik yang tepat untuk tugas yang
kompleks mengenai pemupukan tanaman obat herba bersama teknisi, supervisor, dan asisten
manager
6. Memecahkan persoalan/masalah : yang kompleks dengan menggunakan pendekatan yang sistematik
serta mampu menjelaskan proses pemupukan tanaman obat herba
7. Menggunakan teknologi : merancang, menggabungkan atau memodifikasi produk atau jasa
pemupukan tanaman obat herba
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 46
dan Tanaman Obat - Obatan
Kode Unit TAN.KO 02.063.01
Judul Unit Mengendalikan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) yang
Ramah Lingkungan di Lapangan
Deskripsi Unit Kompetensi ini mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap yang
diperlukan untuk melakukan pengendalian organisme penganggu
tanaman (OPT) dengan pestisida organik di lapangan
Elemen Kompetensi Kriteria Unjuk Kerja
01. Mengidentifikasi gejala 1.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan untuk mengidentifikasi serangan
serangan OPT dan cara OPT dan cara pengendaliannya dikuasai sesuai dengan pedoman
pengendaliannya pemeliharaan tanaman
1.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti ketepatan keakuratan, dan kemudahannya
1.3. Gejala serangan diidentifikasi dan dicatat berdasarkan buku
pedoman pengendalian OPT
1.4. Cara pengendalian diidentifikasi dan dicatat berdasarkan gejala
dan tingkat serangan OPT
1.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
02. Menyiapkan larutan 2.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan untuk menyiapkan larutan
pestisida pestisida sintetik, nabati, dan biologi dikuasai sesuai dengan
pedoman pemeliharaan tanaman
2.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti ketepatan dan keakuratan ukurannya
2.3. Pestisida dalam kemasan disiapkan dengan bahan aktif yang
tepat sesuai dengan OPT yang akan dikendalikan
2.4. Larutan pestisida dibuat dengan kadar kepekatan/dosis sesuai
petunjuk pada kemasannya dan kebutuhan obyek pengendalian
2.5. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
03. Melakukan pemberian 3.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan untuk mengaplikasikan pestisida
pestisida sintetik, nabati, dan biologi dikuasai sesuai dengan pedoman
pemeliharaan tanaman
3.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti ketepatan, keakuratan, dan kemudahan
dalam pemberian
3.3. Larutan pestisida dimasukkan ke dalam alat semprot sesuai
dengan kapasitas pekerjaan yang akan dilakukan
3.4. Diri dilengkapi dengan masker dan kacamata standar
penyemprotan pestisida
3.5. Penyemprotan dilakukan hanya kepada sasaran saja,dan
mengatur kualitas semburan dengan merubah nozle sprayer.
3.6. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
04. Membersihkan alat yang 4.1. Prosedur pelaksanaan kegiatan untuk membersihkan alat yang
telah dipakai telah dipakai dikuasai sesuai dengan pedoman pemeliharaan alat.
4.2. Kebutuhan, kelengkapan alat dan bahan diidentifikasi dan
diperiksa secara teliti kebersihannya
4.3. Alat-alat dicuci dan dikeringkan pada tempat yang aman dari efek
residu sisa pestisida dari alat yang dibersihkan
4.4. Faktor-faktor keselamatan dan kesehatan kerja dilaksanakan
sesuai prosedur
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 47
dan Tanaman Obat - Obatan
05. Menuntaskan kegiatan 5.1. Kondisi akhir tanaman diperoleh sesuai pedoman pemeliharaan
mengendalikan OPT tanaman
dengan pestisida sintetik, 5.2. Prosedur perawatan alat pengendalian OPT dikuasai sesuai
nabati, dan biologi di lahan dengan pedoman pemeliharaan tanaman
5.3. Alat-alat yang telah digunakan dirawat, diperiksa dan disimpan
untuk siap digunakan kembali
5.4. Kegiatan pengendalian OPT yang telah dilakukan terdokumentasi
dengan baik, benar dan tepat waktu
Batasan Variabel :
Dalam melaksanakan kompetensi ini harus didukung dengan terpenuhinya persyaratan sebagai berikut :
1. Unit ini berlaku untuk melakukan pengendalian OPT dengan pestisida nabati, sintetik dan biologi
tanaman obat herba
2. Prosedur pengendalian OPT dengan pestisida berlaku untuk tanaman obat herba
3. Tersedia pedoman pemeliharaan tanaman obat herba yang memuat cara, waktu dan teknologi
pengendalian OPT dengan pestisida yang mengacu pada pedoman baku GAP yang berlaku (misalnya:
GAP WHO 2003)
4. Tersedia sumber daya manusia yang terlatih dan trampil melakukan pengendalian OPT dengan
pestisida
5. Sumber air tersedia, dengan volume dan kualitas yang layak untuk kebutuhan tanaman
6. Peralatan dan bahan untuk melakukan pengendalian OPT dengan pestisida di lahan tersedia lengkap,
terdiri dari :
a. Peralatan umum pengendalian OPT dengan pestisida organik
b. Sprayer (Garden sprayer maupun Hand sprayer)
c. Gelas ukur atau pipet berneraca milliliter atau cc dan timbangan ketelitian puluhan gram.
7. Bahan : pestisida berbentuk cair atau padat, dan air bersih/layak pakai untuk membuat larutan pestisida.
Panduan Penilaian :
Dalam melaksanakan penilaian pada unit kompetensi ini harus mempertimbangkan:
1. Unit Kompetensi ini diujikan secara langsung kepada peserta uji di lahan pada kegiatan pengendalian
OPT dengan pestisida sintetik, nabati, dan biologi pada tanaman obat.
2. Penilaian dilakukan oleh assesor berjumlah ganjil
3. Kualifikasi penilai/penguji :
a. Paham standar kompetensi yang akan dinilai
b. Latar belakang sesuai dengan bidang yang dinilai/menggunakan pedoman
c. Paham prosedur penilaian
d. Mampu membuat perencanaan penilaian
e. Mampu melakukan penilaian sesuai prosedur
4. Tempat penilaian dilakukan pada lokasi yang menyelenggarakan pengendalian OPT dengan pestisida
nabati, sintetik dan biologi
5. Materi yang dinilai :
a. Pengetahuan tentang : jenis organisme penganggu tanaman, jenis dan tingkat serangan OPT,
mempersiapkan larutan pestisida, mengaplikasikan pestisida, pembersihan alat yang telah dipakai,
penyelesaian kegiatan mengendalikan OPT dengan pestisida di lahan
b. Keterampilan : proses penggunaan peralatan tangan dan bermesin untuk kegiatan dimaksud
c. Sikap : ketekunan, keseriusan, antusiasme, kedisiplinan mentaati aturan dan tata tertib yang
berlaku, menjaga keutuhan dan kebersihan alat
6. Kompetensi yang harus dikuasai sebelumnya antara lain : penyiangan gulma di lahan
7. Aspek kritis yang harus dipenuhi : setelah pengendalian OPT dengan pestisida, harus menjamin
kesehatan/kesuburan tanaman tersebut di lahan dan tidak menimbulkan efek residu untuk batas waktu
tertentu sesuai pedoman
8. Pengetahuan pendukung yang dibutuhkan :
a. Jenis organisme penganggu tanaman (OPT)
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 48
dan Tanaman Obat - Obatan
b. Metode pengendalian OPT secara terpadu (fisik, mekanik, biologi dan sintetik)
c. Pengenalan pestisida dan cara aplikasinya
d. Penghitungan kebutuhan pestisida per satuan luas
e. Cara, waktu pengendalian OPT yang tepat untuk tanaman yang berbeda pada media berbeda
f. Antisipasi penanggulangan gangguan akibat keracunan pestisida
9. Keterampilan pendukung yang dibutuhkan :
a. Cara pengendalian OPT
b. Cara membuat larutan sesuai petunjuk kemasan pestisida
c. Waktu penyemprotan tanaman obat herba di lahan
d. Cara menghitung kebutuhan pestisida
e. Cara penggunaan alat-alat pengendaliah OPT
f. Cara pemeliharaan dan perbaikan peralatan pengendalian OPT dengan pestisida di lahan
Kompetensi Kunci
Kompeten- Mengumpulkan, Mengkomu- Merencana- Bekerjasa- Mengguna- Memecah- Mengguna-
si kunci menganalisis nikasikan ide kan dan ma dengan kan ide dan kan kan tekno-
dan mengorgani dan informasi mengorga- orang lain teknik persoalan/ logi
sasikan nisasikan dan matematika masalah
informasi kegiatan kelompok
Level
2 2 2 2 2 3 3
kerja
Kompetensi Kunci :
1. Mengumpulkan, mencatat, menganalisis dan mengorganisasikan informasi : lebih dari satu sumber tentang
pengendalian OPT dengan pestisida pada tanaman obat herba di lahan
2. Mengkomunikasikan ide dan informasi : yang kompleks tentang pengendalian OPT dengan pestisida pada
tanaman obat herba di lahan, untuk pelaksana dan pekerja lapangan
3. Merencanakan dan mengorganisasi kegiatan : menggunakan panduan pengendalian OPT dengan
pestisida pada tanaman obat herba, untuk diri sendiri dan untuk orang lain yang terlibat
4. Bekerjasama dengan orang lain dan kelompok : membantu merumuskan tujuan pengendalian OPT dengan
pestisida pada tanaman obat herba untuk pelaksana dan pekerja lapangan
5. Menggunakan ide dan teknik matematika : memilih ide dan teknik yang tepat untuk tugas yang kompleks
tentang pengendalian OPT dengan pestisida pada tanaman obat herba di lahan bersama teknisi,
supervisor, dan pelaksana
6. Memecahkan persoalan/masalah : yang kompleks tentang pengendalian OPT dengan pestisida pada
tanaman obat herba dengan menggunakan pendekatan yang sistematik serta mampu menjelaskan
prosesnya
7. Menggunakan teknologi : merancang, menggabungkan atau memodifikasi produk atau jasa pengendalian
OPT dengan pestisida pada tanaman obat herba di lahan
Standar Kompetensi Nasional Bidang Keahlian Budidaya Tanaman Perkebunan Semusim III –Herba - 49
dan Tanaman Obat - Obatan
Get documents about "