lingkungan dan pembangunan ekonomi by candera

VIEWS: 2,230 PAGES: 11

									        LINGKUNGAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI



   A. ILMU EKONOMI DAN LINGKUNGAN HIDUP
   Dalam tahun-tahun terakhir ini, para ekonom semakin menyadari
bahwa betapa pentingnya implikasi-implikasi yang ditimbulkan oleh
berbagai persoalan lingkungan hidup terhadap keberhasilan upaya-upaya
pembangunan ekonomi. Sekarang kita memahami bahwa interaksi antara
kemiskinan dengan degradasi lingkungan dapat menjurus ke suatu proses
perusakan tanpa henti.
       Kerusakan atau degradasi lingkungan juga dapat menurunkan laju
pembangunan ekonomi tingkat produktivitas sumber daya alam yang
semakin berkurang serta munculnya berbagai macammasalah kesehatan,
dan gangguan kenyamanan hidup.
       Meskipun biaya lingkungan yang ditimbulkan oleh berbaga kegiatan
ekonomi sekarang ini masih sangat ramai diperdebatkan, namun semakin
banyak ahli ekonomi pembangunan yang sepakat bahwa pertimbangan
dan perhitungna lingkungan harus dijadikan sebagia bagian integral dari
setiap inisiatif kebijakan.


   B. LINGKUNGAN HIDUP DAN PEMBANGUNAN: Beberapa
       Persoalan Dasar
   1. pembangunan yang berkelanjutan dan perhitungan nilai
       lingkungan hidup
       Para ahli lingkungan hidup membelakukan istilah “berkelanjutan
atau berkesinambungan” dalam upaya memperjelas keseimbangna yang
paling diinginkan antara pertumbuhan ekonomi di satu sisi, dan pelestaian
ligkungan hidup atau sumber daya alam di sisi lainnya.
       Salah satu contoh perhitungna lingkungan telah dikemukakan oleh
Davit pearche dan Jeremy Warford.pengertian asset modal dalam
rumusan merek, tidak hanya modal-modal manufaktur, tatapi juga modal
manusia serta modal ligkungan hidup.yakni mulai dari hutan kualitas
tanah, rentang kehijauan yang menyejukan dan sebagainya. Berdasarkan
devinisi ini, maka pembangunan yang berkelanjutan mensyaratkan terjaga
atau meningkatnya seluruh modal tersebut dari waktu.atas dasar itu, maka
pendapata nasional neto yang berkelanjutan.


               NNP+ = GNP -D m - D n


 dimana NNP x        =   pndapatan naisonala yang berkesinambungan
          Dm        = depresiasi   modal manufaktur
          DN        = depresiasi   modal lingkungan


   2. Populasi, Sumber Daya Alam, dan LIngkungan Hidup
      Pada umumnya, perhatian terhadap masalah kelestarian
lingkungan hidup bermula dari persepsi bahwa daya dukung sumbe daya
yang ada di bumi serba terbatas. Ada semacam angka maksimal
penduduk bumi yan gjka di lampaui, maka kebutuhan-kebutuhan hidup
sebagian dari umat-umat manusia akan tidak terpenuhi.
      Penurunan laju pertumbuhan penduduk sangatlah penting. Karena
hal itu berpotensi untuk meredakan intensifikasi aneka persoalan
lingkungan hidup. Namun, tingkat dan saat penurunan angka kelahiran,
dan dengan demikian penentuan jumlah total populasi dunia, akan sangat
tergantung pada komitmen pemerintah segenap Negara umtuk
menciptakan berbagai kondisi ekonomi dan kelembagaan yang
mendukung upaya-upaya pembatasa fertilitas.


   3. Kemiskinan Dan Lingkungan Hidup
      Selama ini angka fertilitas yang tinggi sering disalahkan sebagai
penyebab utama kemiskinan. Di Cina misalnya, kepadatan penduduk
perarealahan subur dua kali lebih tinggi dari pada yang ada di India.
Artinya , di Cina, jumlah orang yang menggarap sebidang lahan dalam
luas yang sama lebih banyak dari pada yang ada di India.


   4. Pertumbuhan Ekonomi Vs Kelestarian Lingkungan Hidup
       Seandainya suatu Negara atau masyarakat bisa mengurangi
kerusakan lingkungan dengan cara meningkatkan pendapatan kelompok
penduduk termiskin, maka apakah Negara atau masyarakat tersebut akan
mampu meningkatkan laju pertumbuhan ekonminya tnpa menimbulkan
kerusakan lingkungan hidup lebih jauh lagi?
       Tuntutan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi yang terus
meningkat sembari menjaga agar degradasi lingkungan hidup tetap
berada dalam taraf minimal benar-benar merupakan tugas yang sama
sekali tidak bisa dikatakan kecil.


   5. Pembangunan Daerah Pedesaan Dan Lingkungan Hidup
       Untuk memenuhi kebutuhan pangan segenap penduduknya yang
terus bertambah, paling tidak Negara-negara berkembang harus mampu
melipatgandakan produksi pangannya pada tahun 2010 nanti. Karena
lahan dinegara-negara berkembang harus menanggung beban kehidupan
penduduk yang terlalu banyak, maka pemenuhan target surplus produksi
bahan pangna tersebut menuntut dilakukannya sernagkaian perubahan
radikal dalamdistribusi, penggunaan, dan kualitas sumber daya.


   6. Pembangunan Perkotaan Dan Lingkungan Hidup
       Emisi dari kendaraan,rumah tangga, dan industri, serata buruknya
fentilasi dan kualitas kompor yang banyak dipalai oleh rumah tangga turut
mempengaruhi kondisi lingkungan perkotaan Yng sudah menyesakan itu.
Merosotnya tingkat produktivitas yang di akibatkan oleh banyaknya
pekerja yang sakit, kontaminasisumber-sumber airyang ada, rusaknya
sarana infrastruktur, serta meningkatnya pengurangan bahan baker rumah
tangga merupakan sebagian kecil dari biaya sosial yang harus di
tanggung masyarakat atas buruknya kondisi hidup di daerah perkotaan.


    7. Lingkungan Hidup Global
        Sehubungan terus meningkatnya jumlah total penduduk dan tingkat
pendapatan dunia, degradasi lingkungan secara neto akan terus
memburuk. Upaya penggulangannya tidak mudah dilakukan karena
banyak hal yang harus doikorbankkan dalam rangka mewujudkan
pembangunan dunia secara berkelanjutan.


    C. RUANG LINGKUP DEGRADASI LINGKUNGAN HIDUP: Tinjauan
        Singkat atas Data Statistic
        Tantangan lingkungan hidup paling benar yang di hadapi Negara-
negara berkembang pada beberapa decade yang akan datang bersumber
dari kemiskinan. Tantangan itu meliputi ancaman terhadap kesehatan
penduduk yang diakibatkan oleh terbatasnya sanitasi dan air bersih,polusi
udara dalam rumah yang bersumber pada pemakainan kompor-komor
biomas yang tidak efisien, serta penggundulan hutan dan pengikisan
kualitas tanah.
        Salah satu masalah lingkungan yang sama-sama dialami oleh
penduduk miskin di daerah pedesaan dan daerah perkotaan adalah
buruknya kondisi kesehatan lingkungan atau pemukiman yang diakibatkan
oleh terbatasnya air bersih dan fasilitas sanitasi.
        Konsekuensi-konsekoensi kesehatan dan produktivitas yang utama
dari kerusakan lingkungan hidup


   Masalah            Dampak terhadap lingkungan                 Dampak terhadap
 lingkungan                                                           produksi


Polusi air dan    Lebih dari 2 juta orang mati dan miliara   Kemerosotan hasil dari
kelangkaan air    penyakit terjadi setiap tahunnya sebagai   budidaya prikanan; waktu para
bersih            akibat dari tercemarnya air; kondisi           penduduk di desa an kota
                  kesehatan setiap keluarga sangat buruk dan     banyak yang terbuang
                  rapuh akibat dari kelangkaan air bersih.       sekedar untuk mencari air;
                                                                 sebagian kegiatan yang
                                                                 prduktif terpaksa ditunda
                                                                 karena air bersih untuk
                                                                 kebutuhan sehari-hari tidak
                                                                 tersedia


Polusi udara      Aneka penyakit akut dan kronis terutama        Penghentian aktifitas
                  saluran pernapasan dan paru-paru; 300.000      transportasi dan industri pada
                  – 700.000 manusia khususnya anak-anak          masa kritis; dampak hujan
                  meninggal secara dini pertahun; 400 jt – 700   asam terhadap hutan dan
                  jt penduduk Negara dunia ketiga, terutama      sumber-sumber air di bawah
                  wanita dan anak-anak mengalami gangguan        tanah;, yang mengikis
                  pernapasan karena system fentilasi di          kesuburan lahan dan segala
                  rumah-rumah yang sangat buruk dan sering       sesuatu yang terdapat di
                  dipenuhi oleh kepulan asap kotor yang          atasnya
                  sangat menyesakkan


Limbah padat      Aneka penyakit akibat saluran mampet dan       Pencemaran ats sumber-
dan limbah yang   sampah yang membusuk; teracuninya air          sumber air di bawah
berbahaya         sta sumber-sumbernya yang berskala local       permukaan tanah
                  tetapi sangat berbahaya bagi kesehatan


Degradasi         Penyusutan kecukupan gizi bagi pendduk         Penyusutan GNP antara 0,5-
kualitas tanah    yang paling miskin karena lahan mereka         1,5 persen pertahun;
                  semakin tidak mampu menyediakan bahan-         pengikisan sumber air di
                  bahan pangan secara memadai;                   bawah tanah; menyulitkan
                  kemungkinan menjadi gurun pasir semakin        kegiatan transportasi sungai;
                  besar                                          dan memukul investasi
                                                                 hedroelektrik


Penggundulan      Banjir yang akan merenggut banyak harta        Lenyapnya sumber daya yang
hutan atau        serta jiwa manusia; resiko penyebaran          sangat berharga; bukan hanya
deforestasi       penyakit                                       kayu, tetapi juga produk-
                                                                 produk hutan lainnya yang
                                                                                    jenis dan nilainya tidak
                                                                                    terhitung besarnya


Kemerosotan            Sumber obat-obatan potensial yang sangat                     Penurunan kemampuan
biodiversitas          berharga lenyap                                              adaptasi ekosistem dan
                                                                                    hilangnya sejumlah besar
                                                                                    sumber daya lingkugnan hidup
                                                                                    yang esnsial, sehingga
                                                                                    perlindungan alam kian lemah


Perubahan              Kemungkinan penyebaran bibit-bibit                           Kenaikan permukaan air laut
kondisi atmosfer       penyakit laama dan baru; tekanan iklim,                      yang merusak ivestasi di
                       sinar matahari langsung, dan berbagai                        tepian dan daerah sekitar
                       resika mengerikan akibat penippisan lapisan                  pantai; perubahan-perubahan
                       ozon.                                                        produktivitsa pertanian secara
                                                                                    tidak terduga; gangguan mata
                                                                                    rantai kehidupan laut


    Sumber. dari world development eport, 1992: development and the environment, hak cipta © tahun 1992
    kepad athe international bank for reconsturtion and development/world bank ( new york :oxpord university
    press, 1992 ). Table 1. dicetak ulang dengan izin dari oxpord university press, inc.



         Unsur-unsur polusi atau polutan yang memenuhi udara juga akan
mengancam kesehatan penduduk Negara-negara berkembang.
Ketergantungan penduduk negar-negar duni ketiga. Khususnya yang
tinggal di daerah-daerah pedesaan, terhadap bahan baker biomas
(biomass Fuel) seperti kayu kering, ranting-ranting, kotoran ternak, dan
sampah merupakan salah satu penyebabnya.


    D. PEMBANGUNAN DAERAH PEDESAAN DAN LINGKUNGAN
         HIDUP: “Kisah dua Desa”
         Meskipun derasnya arus urbanisasi mengakibatkan berbagi
perubahan demografi yang begitu cepat, namun sampai sekarang
mayoritas penduduk yang mskin di berbagai Negara-negara berkembang
masih tinggal di desa yang kondisinya mirip dalam contoh duadesa
tersebut.
      Penyebabkonsekuensi kerusakan lingkungan di daerah pedesaan
sangat berbeda antara satu kawasan dengan kawasan lainnya. Namun,
secara umum kondisi kemiskinan yang sangat parah merupakan akar
penyebab yang paling mendasar.


   E. MODEL-MODEL LINGUNGAN HIDUP DARI ILMU EKONOMI
      TRADISIONAL
   1. Sumber Daya Milik Pribadi
        Pada bagian ini kita akan menelaah beberapa model lingkungan
hidup yang telah di kembangkan oleh ilmu ekonomi tradisional. Dalam
masing-masing model tersebut, kegagalan pasar untuk memperhitungkan
eksternalitas lingkugnan hidup di pandang sebagai pengecualian,
bukannya kelemahan yang fatal.
        Peraga 11.1 mendemonstrasikan bagaimana pasar dapat
menentukan tingkat konsumsi sumber daya alam yang optimal. Pencaria
keluaran atau hasil pasar yang optimal tersebut melibatkan upya
memaksimalisasi total keuntungan neto bagi masyarakat dari sumber
daya yang di hasilkan.

 Peraga 11.1 efisiensi statis dalam alokasi sumber daya




                           Unit-unit sumber daya
   2. Sumber Daya Umum
        Jika sumber daya langka yang dimiliki ole masyarakat secara
keseluruhan sehingga bisa dimanfaatkan oleh siapa saja, maka hal itu di
sebut sebagai sumber daya milik umum.


   3. Barang Public Dan Penyakit Public: Degradasi Lingkungan
      Hiduo Regional Dan Masalah Penumpang Gratis
        Setiap tindakan seseorang senantiasa menimbulkan konsejuensi
bagi orang-orang lain. Setiap tindakan anggota masyarakat yang positif
akan menumbuhkan manfaat atau barang public. Sebaliknya, tindakan
negative akan menimbulkan penyakit public.
        Perbedaan yang paling mencolok antara konsumsi barang public
dengan barang normal adalah bahwa permintaan agregan terhadap
sumber daya public tersebut di tentukan oleh penjumlahan segenap kurva
permintaan individu secara vertical, bukannya secara horizontal.

 Peraga 11.4 barang public, barang normal, serta masalah penumpang gratis




   4. Kelemahan Kelemahan Krangka Barang Publik
        Masalah utama yang meliputi mekanisme penentuan harga
barang public, tentu saja, adalah bagai mana mengetahui tingkat harga
yang harus di kenakan kepada masing-masing anggota masyarakat
        .
   F. PEMBANGUNAN PERKOTAAN DAN LINGKUNGAN HIDUP
   1. Ekologi pemukiman Kumuh di Perkotaan
        Dalam beberapa hal, kehidupan sehari-hari penduduk miskin di
daerah-daerah pemukiman kumuh di pemukiman mirip dengan kehidupan
penduduk miskin di daerah pedesaan. Masing-masing anggota keluarga
harus bekerja sepanjang hari.pendapatan mereka serba tidak pasti, dan
mereka sulit mendapatkan gizi, paleyanan kesehatan, serta
kesempatanuntuk mendapaatkan pendidikan yang memadai. Meskipun
rata-rata penduduk perkotaan memiliki pedapatan yang tinggi, namun
kondisi penduduknya yang peling miskin tidak bisa dikatakan lebih baik
dari pada yang ada pada pedesaan.


   2. industrialisasi dan pencemaran udara di daerah-daerah
      perkotaan
        Tahap-tahap awal urbanisasi dan industrialisasi di berbagai
Negara-negara sedang berkembang biasanya disertai dengan lonjakan
pendapatan dan memburuknya kondisi-kondisi lingkungan hidup.
        Sumber utama pencemaran udara, yaitu sisi-sisi terburuk dari
modernisasi yang mengancam kesehatanmanusia, adalah penggunaan
energi secara berlebihan, emisi kendaran, dan pecemaran limbah
produksi industri. Industrialisasi selalu meningkatkan buangan limbah, baik
dalam bentuk emisi langung maupun melalui perubahan pola konsumsi
dan lonjakan konsumsi terhadap barang-barang manufaktur.


   3. masalah-masalah pemukiman serta penyediaan air bersih dan
      sanitasi
            Di samping lonjakan emisi industri, dua faktor utama yang
menyebabkan memburuknya kondisi kesehatan penduduk perkotaan di
banyak negara berkembang adalah keterbatasan air bersih dan fasilitas
sanitasi.


   G. PERLUNYA REFORMASI KEBIJAKAN
            Hampir semua pihak menyadari bahwa tindakan-tindakan yang
sudah dilakukan dalam rangka menanggulangi dampak –dampak negatif
dari kerusakan lingkungan hidup belum memadai. Penyediaan fasilits
kesehatan, pendidikan, dan jasa pnunjang kehidupan sehari-hari seperti
sanitsi dan air bersih juga jauh dari memadai.
            Guna memenuhi berbagai target pembenahan di tengah
kelangkaan sumber financial, pemerintah harus mampu dan mau
melaksanakan sejumlah perubahan secara radikal dalam pola
pengelolaan sumber daya langka yang tersedia. (Contoh pengadaan PAM
oleh pemerintah).
            Faktor berikutnya yang memerlukan pertimbagnan lebih matang
dalam penyusunan rencana kebijakan lingkungan adalah peranan penting
yang imainkan oleh kaum wanita dalam manjemen sumber daya.


   H. LINGKUNGAN HIDUP GLOBAL: Kerusakan Hutan dan Efek
       Rumah Kaca
            Meskipun predeksi-predeksi yang d kemukakan malthus
mermalkan bahwa kerusakan lingkungan hidup secara total terlalu pesimis
dan tidak pernah menjadi kenyataan, namun kita belum bisa menarik
napas lega karena serangkaian penelitian ilmih yang diadakan baru-baru
ini menunjukkan bahwa daya dukung bumi bagi kelangsungan hidup
meanusia tengah terancam.
            Terjadinya penipidan lapisan ozon dan terus berlangsungnya
pemanasan globalmerupakan isyarat yang jelas bahwa iklim globalberada
dalam bahaya.
        Dampak buruk atau baik seperti penipisan lapisan ozon dan
pemanasan global yang biayanya atau manfaatnya telah melampaui
batas-batas Negara, generasi, dan kelompok penduduk yang dikenal
dengan barang publik global.
        Perubahanpola penggunaan tanah di banyak Negara
berkembang merupakan penyebab utama terjadinya efek rumah kaca.


   I. PILIHAN-PILIHAN KEBIJAKAN BAGI NEGARA-NEGARA MAJU
      DAN NEGARA-NEGARA BERKEMBANG
   1. Apa yang bisa dilakukan oleh Negara-negara berkembang
       Penetuan harga sumber daya secara memadai
       Partisifasi masyarakat
       Hak milik dan kepemilikansumber daya yang lebih jelas
       Program-program untuk memperbaiki dan meningkatkan
         alternatif-alternatif ekonomi bagi penduduk miskin
       Peningkatan ststus ekonomi kaum wanita
       Kebijakan penanggulangan emisi industri


   2. apa yang bisa di lakukan oleh Negara-negara maju untuk
      membantu Negara-negara berkembang
       kebijakan perdagangan Negara-negara dunia pertama
       pemberian keringanan hutang
       pemberian bantuan financial dan tekhnlogi


   3. apa yang bisa dilakukan oleh Negara-negara maju untuk
      menyelamatkan lingkungan hidup global
       pengendalian emisi
       penelitian dan pengambangan
       pembatasan impor

								
To top