Docstoc

Cara Membasmi Virus Sality

Document Sample
Cara Membasmi Virus Sality Powered By Docstoc
					Cara Membasmi Virus Sality (exe)

Trito, 22 April 2009
Jika folder-folder di komputer kamu mempunyai ekstensi .exe, .com. .scr kemungkinan
besar computer kamu telah terserang virus sality. Untuk membasmi virus sality ini tidak
mudah, selain mendupilkasi folder, virus sality juga menyerang file dengan ekstensi .exe.

Hal ini tentunya akan sangat menggangu kinerja komputer karena aplikasi-aplikasi yang
sudah terinstal akan bekerja tidak normal. Dan celakanya semua master aplikasi yang ada
dalam drive tidak bisa dijalankan termasuk antivirus. Ketika kamu akan melakukan
scanning online melalui internet, semua situs penyedia free online scanning antivirus juga
tidak dapat diakses. Lantas bagaimana cara menghapus/membasmi virus sality yang
merepotkan ini?




                                   Virus Sality akan menyebar dengan cepat melalui
jaringan dengan memanfaatkan default share Windows atau share folder yang
mempunyai akses full dengan cara menginfeksi file yang mempunyai ekstensi
exe/com/scr.

Untuk itu, perusahaan sekuriti Vaksincom menyarankan pengguna komputer untuk
menonaktifkan Default Share (C$, D$ .. dst) dan hindari full sharing folder Anda di
jaringan.

Berikut cara singkat membersihkan virus W32/Sality.AE yang dikutip dari Vaksincom :
1. Putuskan hubungan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan dan internet.

2. Matikan System Restore selama proses pembersihan berlangsung.

3. Matikan Autorun dan Default Share. Silahkan download file berikut kemudian
jalankan dengan cara: klik kanan repair.inf lalu install.

http://www.4shared.com/file/82762498/f5dc1edd/repair.html?dirPwdVerified=feea1d94

4. Matikan program aplikasi yang aktif di memori agar proses pembersihan lebih cepat
terutama program yang ada dalam daftar startup.

5. Sebaiknya scan dengan menggunakan removal tools dengan terlebih dahulu merubah
ekstensi dari removal tools tersebut dengan ekstensi lain [contoh: CMD] agar tidak
diinfeksi ulang oleh W32/Sality.AE.

6. Agar komputer yang sudah terinfeksi W32/Sality.AE dapat booting safe mode,
silahkan restore registry yang sudah diubah oleh virus.

Silahkan download file berikut kemudian jalankan sesuai OS yang terinfeksi
W32/Sality.AE tersebut.

http://www.4shared.com/file/82761423/934fb170/_2__Sality.htmldirPwdVerified=feea1
d94

7. Fix registry lain yang diubah oleh virus, silahkan download tools berikut kemudian
jalankan file tersebut dengan cara: klik kanan repair.inf lalu install

http://www.4shared.com/file/82874724/f485f1dd/repair.html?dirPwdVerified=3b1f2fa9

8. Restart komputer dan scan ulang dengan menggunakan removal tools untuk
memastikan komputer telah bersih dari virus.

9. Untuk pembersihan optimal dan mencegah infeksi ulang sebaiknya install dan scan
dengan antivirus yang dapat mendeteksi Sality dengan baik.




                              W32/Sality.AE          March 3, 2009
                      Virus nomor 1 di Indonesia, injeksi file exe/com/scr
Kalau Conficker dapat dikatakan sebagai worm nomor satu di Indonesia, maka predikat virus
yang paling merepotkan dan paling banyak ditemui Vaksincom di Indonesia pantas di sandang
oleh Sality. Virus yang disinyalir berasal dari Taiwan / Cina ini secara meyakinkan menempati
ranking pertama dalam infeksi virus yang diterima oleh Vaksincom bersama-sama dengan
Conficker.

Memang menyebalkan jika semua program kita ikut dimakan oleh virus [di infeksi], disamping
sulit dalam memberantas virusnya terkadang juga file yang sudah di injeksi tersebut tidak dapat
digunakan alias rusak setelah di scan dan dibersihkan oleh antivirus, alhasil harus reinstall
semua program yang error atau download ulang file yang sudah di injenksi tersebut.

Salah satu virus yang akan menginjeksi file exe/com/scr ini adalah W32/Sality.AE (lihat gambar
1)




Gambar 1, Norman Security Suite dapat mendeteksi Sality.AE dengan baik

Ukuran file yang sudah terinfeksi W32/Sality.AE akan bertambah besar beberapa KB dan file
yang sudah terinfeksi W32/Sality.AE ini masih dapat di jalankan seperti biasa. Biasanya virus ini
akan mencoba untuk blok program antivirus atau removal tools saat dijalankan serta mencoba
untuk blok task manager atau “registry editor” Windows. Untuk mempermudah dalam proses
penyebarannya selain memanfaatkan “File Sharing” dan “Default Share” virus ini juga akan
memanfaatkan media Flash Disk dengan cara membuat file acak yang mempunyai ekstensi
exe/com/scr/pif serta menambahkan file autorun.inf yang memungkinkan virus dapat aktif secara
otomatis setiap kali user mengakses Flash Disk.

Untuk blok task manager atau Registry tools, W32/Sality.AE ini akan membuat string pada
registry berikut:

HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Policies\system
    DisableRegistryTools
       DisableTaskMgr
Pada saat file yang terinfeksi W32/Sality.AE, ia akan mendekrip dirinya dan mencoba untuk kopi
beberapa file *.dll (acak) file DLL kemudian akan menginjeksi file lain yang aktif di memori serta
file lain yang terdapat di komputer dan jaringan (file sharing) serta menginfeksi file *.exe yang
terdapat dalam list registry berikut sehingga memungkinkan virus dapat aktif secara otomatis
setiap kali komputer dinyalakan.
       HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
       HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
       HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\ShellNoRoam\MUICache
Berikut beberapa contoh file *.dll yang akan di drop oleh W32/Sality.AE.
       C:\Windows\system32\syslib32.dll
       C:\Windows\system32\oledsp32.dll
       C:\Windows\system32\olemdb32.dll
       C:\Windows\system32\wcimgr32.dll
       C:\Windows\system32\wmimgr32.dll
Selain membuat file DLL, sality juga akan membuat file *.sys [acak] di direktori
“C:\Windows\system32\drivers” [contoh: kmionn.sys]

Blok Antivirus dan software security
Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa untuk mempermudah proses penyebaran ia juga
akan mencoba untuk mematikan proses yang berhubungan dengan program security khususnya
antivirus dengan cara mematikan proses yang mempunyai nama dibawah ini:

ALG                                                  InoRPC
aswUpdSv                                             InoRT
avast! Antivirus                                     InoTask
avast! Mail Scanner                                  ISSVC
avast! Web Scanner                                   KPF4
AVP                                                  LavasoftFirewall
BackWeb Plug-in - 4476822                            LIVESRV
bdss                                                 McAfeeFramework
BGLiveSvc                                            McShield
BlackICE                                             McTaskManager
CAISafe                                              navapsvc
ccEvtMgr                                             NOD32krn
ccProxy                                              NPFMntor
ccSetMgr                                             NSCService
F-Prot Antivirus Update Monitor                      Outpost Firewall main module
fsbwsys                                              OutpostFirewall
FSDFWD                                               PAVFIRES
F-Secure Gatekeeper Handler Starter                  PAVFNSVR
fshttps                                              PavProt
FSMA                                            PavPrSrv
PAVSRV                                          Symantec Core LC
PcCtlCom                                        Tmntsrv
PersonalFirewal                                 TmPfw
PREVSRV                                         tmproxy
ProtoPort Firewall service                      UmxAgent
PSIMSVC                                         UmxCfg
RapApp                                          UmxLU
SmcService                                      UmxPol
SNDSrvc                                         vsmon
SPBBCSvc                                        VSSERV
WebrootDesktopFirewallDataService               WebrootFirewall
                                                XCOMM


Selain mematikan proses antivirus di atas, ia juga akan berupaya untuk blok agar user tidak
dapat mengakses web dari beberapa antivirus berikut:
     Cureit
     Drweb
     Onlinescan
     Spywareinfo
     Ewido
     Virusscan
     Windowsecurity
     Spywareguide
     Bitdefender
     Panda software
     Agnmitum
     Virustotal
     Sophos
     Trend Micro
     Etrust.com
     Symantec
     McAfee
     F-Secure
     Eset.com
     Kaspersky
W32/Sality.AE juga akan mencoba untuk merubah regisrty berikut:
     HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Internet
        Setting\"GlobalUserOffline" = "0"
     HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Windows\CurrentVersion\policies\syste
        m\"EnableLUA" = "0"
     HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\xxx [xxx adalah acak,
        contoh : abp470n5]
     HKEY_CURRENT_USER\Software\[USER NAME]914
        HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Enum\Root\LEGACY_WMI_MFC_TP
         SHOKER_80
     HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Enum\Root\LEGACY_IPFILTERDRI
         VER
Selain itu ia juga akan mencoba untuk merubah beberapa string registry Windows Firewall
berikut dengan menambahkan value dari 0 menjadi 1:

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Security Center
     AntiVirusDisableNotify
     AntiVirusOverride
     FirewallDisableNotify
     FirewallOverride
     UacDisableNotify
     UpdatesDisableNotify
dan membuat key “SVC” serta string berikut dengan value 1

HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Security Center\Svc
     AntiVirusDisableNotify
     AntiVirusOverride
     FirewallDisableNotify
     FirewallOverride
     UacDisableNotify
     UpdatesDisableNotify
Tak cuma itu W32/s\Sality.AE juga akan menghapus key
“HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Services\ALG”.
ALG atau Application Layer Gateway Service adalah services yang memberikan support untuk
plug-in protokol aplikasi dan meng-enable konektivitas jaringan / protokol. Service ini boleh saja
dimatikan. Dampaknya adalah program seperti MSN Messenger dan Windows Messenger tidak
akan berfungsi. Service ini bisa dijalankan, tetapi hanya jika menggunakan firewall, baik firewall
bawaan Windows atau firewall lain. Jika tidak komputer yang terinfeksi virus ini akan mengalami
celah keamanan yang serius.

Blok akses “safe mode”
Dalam rangka “mempertahankan” dirinya, W32/Sality.AE juga akan mencoba untuk blok akses ke
mode “safe mode” sehingga user tidak dapat booting pada mode “safe mode” dengan
menghapus key yang berada di lokasi di bawah ini :
      HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet001\Control\SafeBoot
      HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\ControlSet002\Control\SafeBoot
      HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\SafeBoot
Injeksi file exe/com/scr
Tujuan utama dari virus ini adalah mencoba untuk menginjeksi program instalasi dan file yang
mempunyai ekstensi exe/com/scr yang ada di drive C - Y terutama file hasil instalasi (file yang
berada di direktori C:\Program Files) dan file-file portable (file yang langsung dapat dijalankan
tanpa perlu instal), ia juga akan menginfeksi file yang mempunyai ekstensi “.exe” yang terdapat
dalam list registry berikut sehingga memungkinkan virus dapat aktif secara otomatis setiap kali
komputer dinyalakan.
      HKLM\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
      HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\Run
      HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\ShellNoRoam\MUICache
File yang berhasil di injeksi biasanya ukurannya akan bertambah sekitar 68 - 80 KB dari ukuran
semula. Program yang telah terinfeksi ini akan tetap dapat di jalankan seperti biasa sehingga
user tidak curiga bahwa file tersebut sebenarnya telah di infeksi oleh W32/Sality.AE. Salah satu
kecanggihan Sality adalah kemampuannya menginjeksi file tumpangannya sehingga ukuran file
bervirus tidak seragam, jelas lebih sulit diidentifikasi dibandingkan virus lain yang menggantikan
file yang ada sehingga ukuran filenya akan sama besar.

Harap berhati-hati, tidak semua program antivirus dapat membersihkan file yang sudah terinfeksi
W32/Sality.AE, bisa-bisa file tersebut akan rusak setelah di scan dan di bersihkan oleh antivirus
tersebut.
Tidak mau kalah dengan virus mancanegara lain, untuk memperlancar aksinya ia akan mencoba
untuk melakukan koneksi ke sejumlah alamat web yang sudah ditentukan dengan tujuan untuk
memanggil/mendownload trojan/virus lainnya yang di sinyalir merupakan varian dari versi
sebelumnya yang memungkinkan virus ini dapat mengupdate dirinya.

[http://]pedmeo222nb.info
[http://]pzrk.ru
[http://]technican.w.interia.pl
[http://]www.kjwre9fqwieluoi.info
[http://]bpowqbvcfds677.info
[http://]bmakemegood24.com
[http://]bperfectchoice1.com
[http://]bcash-ddt.net
[http://]bddr-cash.net
[http://]btrn-cash.net
[http://]bmoney-frn.net
[http://]bclr-cash.net
[http://]bxxxl-cash.net
[http://]balsfhkewo7i487fksd.info
[http://]buynvf96.info
[http://]89.119.67.154/tes[xxx]
[http://]oceaninfo.co.kr/picas[xxx]
[http://]kukutrustnet777.info/home[xxx]
[http://]kukutrustnet888.info/home[xxx]
[http://]kukutrustnet987.info/home[xxx]
[http://]kukutrustnet777.info
[http://]www.kjwre9fqwieluoi.info
[http://]kjwre77638dfqwieuoi.info
http://mattfoll.eu.interia.pl/[sensor]
http://st1.dist.su.lt/l[sensor]
http://lpbmx.ru/[sensor]
http://bjerm.mass.hc.ru/[sensor]
http://SOSiTE_AVERI_SOSiTEEE.[sensor]
Mengeksploitasi Default Share dan Full Sharing
W32/Sality.AE akan menyebar dengan cepat melalui jaringan dengan memanfaatkkan default
share windows atau share folder yang mempunyai akses full dengan cara menginfeksi file yang
mempunyai ekstensi exe/com/scr. Karena itu, Vaksincom menyarankan pengguna komputer
untuk menonaktifkan Default Share (C$, D$ .. dst) dan hindari Full Sharing folder anda di
jaringan.

Selain menyebar dengan menggunakan jaringan, ia juga akan memanfaatkan flash disk yakni
dengan cara kopi dirinya dengan nama file acak dengan ekstensi exe/cmd/pif serta membuat file
autorun.inf agar dirinya dapat aktif secara otomatis tanpa harus menjalankan file yang sudah
terinfeksi virus, selain itu ia juga akan menginfeksi file yang mempunyai ekstensi exe/com/scr
yang terdapat dalam flash disk tersebut.

Selain itu Sality.AE juga akan menambahkan string [MCIDRV_VER] dan DEVICEMB=xxx,
dimana xxx menunjukan karakter acak ke dalam file C:\Windows\system.ini. (lihat gambar 2 dan
3)
Gambar 2, File system.ini sebelum di ubah oleh W32/Sality.AE




Gambar 3, File system.ini setelah di ubah oleh W32/Sality.AE

Cara membersihkan W32/Sality.AE
   1. Putuskan hubungan komputer yang akan dibersihkan dari jaringan dan internet
   2. Matikan System Restore selama proses pembersihan berlangsung.
   3. Matikan Autorun dan Default Share. Silahkan download file berikut kemudian jalankan
      dengan cara:
           o Klik kanan repair.inf
           o Klik install
      http://www.4shared.com/file/82762498/f5dc1edd/repair.html?dirPwdVerified=feea1d94
   4. Matikan program aplikasi yang aktif di memori agar proses pembersihan lebih cepat
      terutama program yang ada dalam daftar startup.
   5. Sebaiknya scan dengan menggunakan removal tools dengan terlebih dahulu merubah
      ekstensi dari removal tools tersebut dengan ekstensi lain [contoh: CMD] agar tidak di
      infeksi ulang oleh W32/Sality.AE. Dalam contoh di bawah, nama file
      “Norman_Malware_Cleaner.exe” di rename menjadi “Norman_Malware_Cleaner.cmd”
      supaya tidak di infeksi Sality. (lihat gambar 4)
     Gambar 4, File “Norman_Malware_Cleaner.exe” yang telah di rename ekstensinya
     menjadi “Norman_Malware_Cleaner.cmd”, kotak biru

     Selalu gunakan Norman Malware Cleaner terbaru untuk membersihkan dan membasmi
     virus baru. Download Norman Malware Cleaner terbaru dari “
     http://download.norman.no/public/Norman_Malware_Cleaner.exe




     Gambar 5, Gunakan Norman Malware Cleaner untuk mendeteksi dan membasmi Sality.

     Catatan:
    Agar removal tersebut tidak terinfeksi oleh W32/Sality.AE, Sebaiknya ubah ekstensi dari
     removal tools tersebut menjadi ekstensi lain [contohnya: CMD] (lihat gambar 4 di atas)
    Sality.AE ini akan mencoba untuk menginfeksi file yang mempunyai ekstensi EXE dan
     SCR serta COM, file yang sudah berulang kali di infeksi oleh virus ini terkadang akan
     mengalami kerusakan jika dibersihkan oleh program antivirus, oleh karena itu jika
     terdapat program yang error setelah di scan oleh antivirus sebaiknya install ulang
     program tersebut.
     PENTING !!!
     Harap Backup data penting anda sebelum melakukan pembersihan virus. PT.
     Vaksincom tidak bertanggung jawab atas kerugian yang diakibatkan oleh proses
     pembersihan virus ini baik langsung maupun tidak langsung !!!
6.   Agar komputer yang sudah terinfeksi W32/Sality.AE dapat booting “safe mode”, silahkan
     restore registry yang sudah di ubah oleh virus.
     Silahkan download file berikut kemudian jalankan sesuai OS yang terinfeksi
     W32/Sality.AE tersebut.

     http://www.4shared.com/file/82761423/934fb170/_2__Sality.htmldirPwdVerified=feea1d9
     4
7.   Fix registry lain yang di ubah oleh virus, silahkan download tools berikut kemudian
     jalankan file tersebut dengan cara:
          o Klik kanan repair.inf
          o Klik install
          http://www.4shared.com/file/82874724/f485f1dd/repair.html?dirPwdVerified=3b1f2fa9
8.   Restart komputer dan scan ulang dengan menggunakan removal tools untuk memastikan
     komputer telah bersih dari virus.
9.   Untuk pembersihan optimal dan mencegah infeksi ulang sebaiknya install dan scan
     dengan antivirus yang dapat mendeteksi Sality dengan baik.
Virus itu Bernama Win32:Sality
January 10th, 2009 Dimasukkan pada Kategori Cerita-cerita, Online Tools

Beberapa waktu lalu mendekati pergantian tahun, ketika sebagian blogosphere Indonesia
sedang ramai membahas penipuan di internet oleh Kapanlagi, sempat muncul seorang
tokoh kontroversial yang statement-nya bernada merendahkan para blogger yang
menuntut situs portal tersebut untuk segera mengklarifikasi kepastian hasil kontes
bannernya.

Karena penasaran dengan perkembangan statement kontroversial tersebut, saya sempat
mengunjungi blog tokoh tersebut 2 kali sehari, melihat reaksi blogger lain terhadap
artikelnya. Sayangnya, hal itu malah menjadi petaka bagi diri saya, karena situs dari
tokoh tersebut ternyata terinfeksi virus yang katanya berjenis malware, dan ketika saya
lalai untuk menyalakan antivirus internet saya, dengan mudahnya virus tersebut masuk ke
dalam sistem komputer saya.

Begitu virus itu menginfeksi komputer saya, browser yang digunakan untuk mengunjungi
blog bervirus itu mendadak nge-hang. Tentunya, hal normal yang biasa kita lakukan
adalah menekan Alt+Ctrl+Del untuk memunculkan TaskManager dan mematikannya dari
panel tersebut. Akan tetapi karena efek virus tersebut, bukannya panel Task Manager
yang muncul, akan tetapi sebuah tulisan

“Task Manager has been disabled by administrator”.

Saya langsung terheran-heran dengan notifikasi tersebut, “Bukannya saya sendiri
administratornya? Ya Tuhan, ini pasti virus“. Sebagai respon normal lanjutan setelah
mengetahui komputer kita terserang virus, saya segera mencari icon antivirus di sisi
kanan taskbar saya, “Lho kok, icon antivirusnya mendadak menghilang? Ya uda, dicoba
lewat shortcut-nya di program menu aja” pikir saya. Namun, setelah saya mencoba
membuka program antivirus dengan shortcut tersebut, antivirusnya tetap tidak mau
terbuka. “Aduh, ini jenis virus yang melumpuhkan sistem antivirus..”

Sebagai orang yang awam perihal dunia pervirusan, solusi yang terpikir adalah
menginstall antivirus lain. Soalnya kebetulan anti virus Avast yang saya install memang

versi lama (4.6) dan sepertinya database antivirusnya uda out of date

Segera saya mendownload antivirus Antivir dan PCMAV. Namun, ketika saya mau
menginstall Antivir di komputer saya, entah kenapa proses instalasinya tidak kunjung
berlangsung. Kesimpulan yang saya dapat adalah, bahwa si virus juga menghalangi
instalasi antivirus di komputer yang sudah terinfeksi “Ni antivirus kok pinter banget
yach“. Untungnya, PCMAV tidak memerlukan instalasi, jadi cukup download, extract
dan jalankan. Akan tetapi, setelah men-scan komputer saya secara menyeluruh, engine
PCMAV terbaru yang katanya meupakan antivirus terhebat itu tidak menemukan virus
apapun di komputer saya.
Otak ini terus berpikir, dan karena terinfeksinya dari internet, saya langsung berasumsi
bahwa ini serangan trojan. Saya langsung mencari Trojan Remover di Download.com,
mendownload-nya, dan menjalankannya. Sukses! Trojan Remover berhasil mendeteksi
kelainan-kelainan di komputer saya, seperti Task Manager has been disabled, Registry
Edit has been disabled, dan Disabling instalation of application with specific signature.
Saya pikir waktu itu saya sudah terselamatkan. Akan tetapi saya salah, setelah proses
booting pun, virus itu tetap bercokol di komputer saya.

Untungnya, sebagai blogger, kita bisa punya banyak teman dari berbagai background
akademik. Malam tahun baru itu, saya online dengan YM saya dan mengganggu Mas Leo
untuk ikut memikirkan nasib saya hahaha. Makasi ya malam itu dah nemeni saya berstres
ria ngadepin virus. Berbagai jurus ampuh dari mas Leo sudah coba diterapkan. Akan
tetapi karena keterbatasan ruang dan kemampuan saya sendiri, tetap saja virus itu bisa
lolos dari perburuan saya dan mas Leo dari jauh.

Putus asa dan takut, itu yang saya rasakan saat itu. Karena saya berpikir bahwa bisa-bisa
si virus mengirimkan data-data penting saya ke server mereka. Mungkin jika kejadiannya
dulu, ketika saya belum menggeluti bisnis online, saya tidak akan setakut itu data-data
saya dikirimkan ke internet. Akhirnya, dengan tanpa logika apapun, saya format drive
Operating System saya, kembali menginstall Windows XP. Dan benar, untuk sesaat
windows saya kembali normal, saya bisa membuka Task Manager dan Regedit. Sudah
merasa aman, saya lanjutkan dengan menginstall Firefox 3 untuk keperluan browsing dan
mendownload Avast seri terbaru. Namun, setelah mendownload installer Avast dan mau
meng-install-nya, tiba-tiba si virus kembali menunjukkan dirinya. Membuat system saya
lagi-lagi terinfeksi dan tidak mau menginstall antivirus

Pusing.. cape.. dan stres.. 3 perasaan itu yang menyelimuti pikiran saya saat itu. Akhirnya
komputer saya diamkan 3 hari, sambil menunggu wangsit guna membasmi si virus
tersebut. Sempat terpikir untuk membawanya ke teman saya dan minta discan oleh
komputernya yang sehat, tapi saya takut kalo-kalo nantinya malah virus di harddisk saya
menular ke komputer teman saya.

Akhirnya, setitik pencerahan dan logika mulai memasuki pemikiran saya. Saya
menganggap bahwa si virus akan bereaksi bila kita membuka drive melalui explorer, di
tempat saya menyimpan semua installer-installer program dan aplikasi yang saya
gunakan, yang mana drive tersebut mungkin sudah terinfeksi oleh virus tersebut. Berarti,
saya format berapa kalipun tidak akan banyak bermanfaat. Dan bila saya mencoba
menginstall antivirus dengan terlebih dahulu membuka drive tersebut, maka si virus akan
segera menginfeksi installer tersebut dan membuatnya tidak bisa diinstall.

Oke, dengan logika ini, berarti satu-satunya cara adalah mendownload installer antivirus
baru (yang bebas virus tentunya) dan membiarkannya terlebih dahulu, tidak membuka
atau melihat keberadaannya di drive.

Setelah selesai mendownload antivirus, saya format lagi drive tempat saya menginstall
Windows, kemudian menginstall-nya lagi. Dan ketika saya memasuki windows untuk
pertama kalinya. Yang saya lakukan adalah menggunakan fitur “Run” dan langsung
mengetikkan lokasi dari installer virus yang terakhir saya download sebelumnya.

Berhasil! Antivirus itu mau terinstall, ternyata logika saya masih ada benernya

Setelah terinstall, akhirnya Avast meminta untuk melakukan scanning sebelum memasuki
windows (istilahnya boot scanning). Dan setelah scanning dari Avast berjalan. Barulah
saya tahu bahwa virus yang sudah membuat saya pusing tersebut bernama Win32:Sality.
Yach.. virus Win32:Sality yang ternyata bukanlah virus baru tersebut bisa membuat saya
kelabakan seperti ini.

Setelah mengetahui jenis virusnya, kita bisa mencari penawar virus tersebut di internet.
Soalnya, saya tidak mau bila koleksi installer saya itu dihapus semua. Bila ada program
yang bisa menyembuhkan file tersebut kan lumayan pikir saya. Akhirnya setelah
googling, saya menemukan penawarnya. Yang bisa didownload di halaman AVG Sality
Remover. Dengan program tersebut, saya bisa membersihkan komputer dari virus Win:32
Sality.

Satu pelajaran yang saya ambil dari kejadian ini. Selama ini saya berpikir bahwa selama
situs yang saya kunjungi adalah situs-situs biasa dan bukan situs-situs warez dan crack
apalagi porno, sistem komputer saya akan aman dari virus. Ternyata yang namanya virus
ada dimana-mana, bahkan di blog yang biasa-biasa saja bisa ada virusnya. Untunglah
semua sudah berlalu, walaupun saya harus kehilangan banyak dari blog lokal PC yang
sudah saya bangun sebelumnya.. tapi saya bersyukur sudah bisa ngeblog lagi di blog
Belajar SEO ini dan blogwalking ke blog teman-teman sekalian

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:9485
posted:2/26/2010
language:Malay
pages:13