Docstoc

Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan - PDF

Document Sample
Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan - PDF Powered By Docstoc
					BAPPENAS

Teknik Penyusunan Kriteria dan Indikator Kinerja Pembangunan
Drs. H. Dadang Solihin, MA Direktur Evaluasi Kinerja Pembangunan Daerah Bappenas Bintek Perencanaan Penganggaran dan Monev Pembangunan Ikatan Widyaiswara Indonesia Hotel Grand Cempaka-Jakarta, 19 November 2008
www.dadangsolihin.com 2

Materi
• Menggabungkan M&E ke dalam Siklus Manajemen Pembangunan • Prinsip – Prinsip Dasar Pengembangan Sistem Evaluasi • Gambaran Sistem Evaluasi Kinerja Pembangunan (Sekarang dan Akan Datang) g g • Proses Membangun Sistem Monitoring & Evaluasi • Pengertian Indikator Kinerja Langkah Langkah • Langkah-Langkah Menyusun Indikator Kinerja • Penjabaran Indikator Kinerja RPJMN 2004-2009
www.dadangsolihin.com 3

Menggabungkan M&E ke dalam Siklus gg g Manajemen Pembangunan
(2) Budgeting

(1) Planning

(3) Implementation

(4) M & E
www.dadangsolihin.com 4

Prinsip – Prinsip Dasar Pengembangan Sistem Evaluasi

Gambaran Sistem M$E (Sekarang dan Akan Datang) ( g g)
Sekarang Akan Datang
Adanya berbagai macam peraturan yang Satu laporan dapat diakses oleh seluruh mengamanatkan agar sektor (K/L) dan institusi (K/L) dan daerah daerah menyusun laporan evaluasi kinerja Evaluasi dapat dilakukan secara pembangunan komprehensif Depdagri Sistem evaluasi yang b Si t l i baru dih diharapkan k LAN mewujudkan integrasi dan saling keterkaitan yang bersinergi dan Menpan mempengaruhi antara hasil evaluasi yang Departemen Keuangan satu dengan yang lainnya Bappenas Lebih efisien dan biaya rendah Setneg Memperkenalkan evaluasi y g p yang K/L terkait t k it terintegrasi, sistem top-down dan bottomTidak adanya implikasi/dampak dari up pelaksanaan kegiatan evaluasi Evaluasi yang kontinu untuk proses Sangat Mahal (Biaya dan Waktu) pembelajaran i i i b l j institusi Evaluasi top-down Evaluasi aktif (melibatkan pihak eksternal) Evaluasi fragmentasi 1 waktu Menciptakan sistem insentif-disinsentif dari Evaluasi pasif E l i if hasil h il evaluasi l i Adanya Kurangnya penghargaan terhadap www.dadangsolihin.com komunitas evaluator hasil 6 evaluasi

Sederhana dan mudah dikontrol Kapasitas evaluasi yang kuat Informasi yang terbuka dan dapat dievaluasi Adanya penghargaan terhadap kinerja Kejelasan status hasil evaluasi

www.dadangsolihin.com

5

Who does what?

Proses Membangun Sistem Monitoring & Evaluasi
• Landasan Hukum Evaluasi Kinerja • Evaluasi terkait dengan kerangka regulasi/kebijakan publik blik • Collecting opinions – S i Seminars, W k h Workshops, etc t • Pemetaan peraturan dan opini publik • M b Membangun k kerangka k j (f k kerja (framework) yang b k) baru • Membangun Indikator

+ 30 Laws and Regulations regarding M&E di
www.dadangsolihin.com Picture from John Mancini, ECM in State and Local Government 7

www.dadangsolihin.com

8

Pengertian Indikator Kinerja
Indikator Kinerja adalah uraian ringkas dengan menggunakan ukuran kuantitatif atau kualitatif yang mengindikasikan pencapaian suatu sasaran atau tujuan yang telah disepakati dan ditetapkan KEGUNAAN dasar penilaian kinerja, baik dalam tahap perencanaan (ex-ante), pelaksanaan ( ( t ) l k (on-going), maupun setelahnya i ) l h (ex-post) petunjuk kemajuan dalam rangka mencapai tujuan atau sasaran
www.dadangsolihin.com 9

Pengertian Kinerja
Gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/program/kebijaksanaan dalam mewujudkan sasaran, tujuan misi sasaran tujuan, misi, dan visi organisasi (LAN 1999:3) (LAN, Outcome hasil kerja keras organisasi dalam mewujudkan j j yang p g p tujuan stratejik y g ditetapkan organisasi, kepuasan pelanggan serta kontribusinya terhadap perkembangan ekonomi masyarakat (Kane dan Johnson, 1995) Perilaku berkarya penampilan atau hasil karya Oleh karena berkarya, karya. itu kinerja merupakan bentuk bangunan yang multi dimensional, sehingga cara mengukurnya sangat bervariasi gg g y g tergantung pada banyak faktor (Bates dan Holton 1995).

www.dadangsolihin.com

10

Pengembangan Indikator Kinerja
• • • • • Tidak cukup hanya dengan memfokuskan pada penghitungan biaya keluaran (efisiensi). Tujuan kebijakan dan pendekatan program – juga harus dianalisa Indikator bisa diterapkan untuk: (a) Masukan; (b) Efisiensi – Keluaran; (c) Efektivitas – Hasil; (d) Kualitas; dan (e) Kepuasan Pelanggan. Bisa dikaitkan dengan kesepakatan kinerja antara Menteri dan Kepala Lembaga dan para pejabat di bawahnya Indikator memerlukan definisi dan penafsiran yang hati-hati – seringkali diformulasikan diimplementasikan dan ditafsirkan diformulasikan, dengan buruk Harus dikembangkan untuk masing-masing program/kegiatan – ada yang sulit misalnya pertahanan – beberapa lebih mudah misalnya penyelenggara jasa.

Fungsi Indikator Kinerja
• memperjelas tentang; what, how, who, and when suatu kegiatan dilaksanakan • menciptakan konsensus yang dibangun oleh stakeholders • membangun dasar pengukuran, analisis, dan • evaluasi kinerja program pembangunan

www.dadangsolihin.com

11

www.dadangsolihin.com

12

Kedudukan Indikator Kinerja
Perencanaan Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi

Jenis Indikator Kinerja
Input Proses Output Outcomes

Indikator Kinerja Kualitatif Kuantitatif

Indikator Kinerja

Benefit

Impact

Sasaran dan Tujuan
www.dadangsolihin.com 13 www.dadangsolihin.com 14

Terminologi Setiap Tingkatan

Indikator Kinerja INPUT
DAMPAK
Pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh dari hasil kegiatan Menggambarkan aspek makro tujuan proyek secara sektoral, regional maupun nasional

•

Indikator ini mengukur jumlah sumberdaya seperti anggaran (dana) (dana), SDM, peralatan, material, dan masukan lainnya yang dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan. Dengan meninjau di t ib i sumberdaya d D i j distribusi b d dapat di t dianalisis apakah li i k h alokasi sumberdaya yang dimiliki telah sesuai dengan rencana stratejik yang ditetapkan

MANFAAT

Tujuan/manfaat yang diperoleh dengan berfungsinya keluaran secara optimal Segala sesuatu yang mencerminkan berfungsinya suatu keluaran

•

HASIL

Contoh: • Jumlah dana yang dibutuhkan Tenaga yang terlibat Peralatan yang digunakan Jumlah bahan yang digunakan • • •

OUTPUT

Sesuatu yang langsung diperoleh/ p pelaksanaan kegiatan g dicapai dari p Kegiatan dan sumberdaya/dana yg dibutuhkan agar keluaran sesuai yg www.dadangsolihin.com diharapkan

INPUT

15

www.dadangsolihin.com

16

Indikator Kinerja OUTPUT
• Indikator Keluaran dijadikan landasan untuk menilai kemajuan suatu kegiatan apabila tolok ukur dikaitkan dengan sasaran kegiatan yang terdefinisi dengan baik dan terukur. Oleh karena itu indikator ini harus sesuai dengan lingkup dan sifat kegiatan g g p g instansi. Jumlah jasa/kegiatan yang direncanakan – – – – • – – – – Jumlah orang yang diimunisasi / vaksinasi Jumlah permohonan yang diselesaikan Jumlah l tih J l h pelatihan / peserta pelatihan t l tih Jumlah jam latihan dalam sebulan Jml pupuk/obat/bibit yang dibeli Jumlah komputer yang dibeli Jumlah gedung /jembatan yg dibangun meter panjang jalanyang dibangun/rehab
www.dadangsolihin.com 17

Indikator Kinerja OUTCOME
• P Pengukuran indikator H il seringkali rancu d k i dik t Hasil i k li dengan pengukuran indikator Keluaran. output. • Indikator outcome lebih utama daripada sekedar output Walaupun produk telah berhasil dicapai dengan baik, belum tentu secara outcome kegiatan telah tercapai. • Outcome menggambarkan tingkat pencapaian atas hasil lebih tinggi yang mungkin menyangkut kepentingan banyak pihak pihak. • Dengan indikator outcome instansi dapat mengetahui apakah hasil y g telah diperoleh dalam bentuk output p yang p p memang dapat dipergunakan sebagaimana mestinya dan memberikan kegunaan yang besar bagi masyarakat.
www.dadangsolihin.com 18

•

Contoh: •

Jumlah barang yang akan dibeli/dihasilkan

Contoh: Ukuran Kinerja Indikator Outcome
•

Indikator Kinerja BENEFIT
Indikator kinerja ini menggambarkan manfaat yang diperoleh dari indikator hasil/outcome. Manfaat tersebut baru tampak setelah beberapa waktu kemudian, khususnya dalam jangka menengah dan panjang panjang. Indikator manfaat menunjukkan hal yang diharapkan untuk dicapai bila keluaran dapat diselesaikan dan berfungsi dengan optimal (tepat waktu, lokasi, lokasi dana dll) Peningkatan hal yg positif dlm jangka menengah dan jangka panjang – % Kenaikan Lapangan kerja – Peningkatan kegiatan ekonomi masyarakat • Penurunan hal yang negatif dlm jangka panjang – Penurunan Tingkat Penyakit TBC – Penurunan Tingkat Kriminalitas – Penurunan Tingkat Kecelakaan lalulintas
19 www.dadangsolihin.com 20

•

Jumlah/ % hasil langsung dari kegiatan – Tingkat Pemahaman peserta terhadap materi pelatihan – tingkat kepuasan dari pemohon/pasien (costumer) – kemenangan tim dlm setiap pertandingan Peningkatan langsung hal-hal yg positif – kenaikan prestasi kelulusan siswa – peningkatan daya tahan bangunan – Penambahan daya tampung siswa Penurunan langsung h l h l yang negatif P l hal-hal tif – Penurunan Tingkat Kemacetan – Penurunan Tingkat Pelanggaran Lalu lintas g gg
www.dadangsolihin.com

• •

•

Contoh: •

•

Indikator Kinerja DAMPAK j
• Indikator ini memperlihatkan pengaruh yang ditimbulkan dari manfaat yang diperoleh d i h il k i f di l h dari hasil kegiatan. S Seperti h l i halnya i dik indikator manfaat, indikator dampak juga baru dapat diketahui dalam jangka waktu menengah dan panjang. Indikator dampak menunjukkan dasar pemikiran mengapa kegiatan dilaksanakan, menggambarkan aspek makro pelaksanaan kegiatan, tujuan kegiatan secara , g sektoral, regional dan nasional. Peningkatan hal yg positif dlm jk panjang – % Kenaikan Pendapatan perkapita masyarakat – Peningkatan cadangan pangan – Peningkatan PDRB sektor tertentu • Penurunan hal yang negatif dlm jk panjang – Penurunan Tingkat kemiskinan – Penurunan Tingkat Kematian
www.dadangsolihin.com 21

Persyaratan Indikator Kinerja: SMART • SPESIFIC-jelas, tidak mengundang multi interpretasi • MEASUREABLE-dapat diukur (“What gets measured ( What
gets managed”)

Contoh: •

• ATTAINABLE dapat dicapai (reasonable cost using and TTAINABLE-dapat
appropriate collection method)

• RELEVANT (i f (information needs of the people who will i d f h l h ill
use the data)

• TIMELY-tepat waktu (collected and reported at the right
time to influence many manage decision)
www.dadangsolihin.com 22

Sumber Pembuktian (Means of Verification)
• How should the information be collected, eg. sample survey • What source is most appropriate? • Who should do it? • When and How often should the information be collected, collected analyzed & reported • What formats are required to record the data being collected?
• • •

Target Kinerja
Merupakan jumlah indikator kinerja yang direncanakan akan dicapai. Target Kinerja harus: T t Ki j h 1. Berupa angka numerik 2. 2 Dapat diperbandingkan 3. Cukup spesifik. Contoh: Sasaran dan Indikator Kinerja Pencapaian Visi Sumsel 2005-2025
Aspek SDM Sasaran Terwujudnya masyarakat y g yang ... Parameter Peningkatan kualitas manusia
www.dadangsolihin.com

Indikator Target 2025 IPM ?

www.dadangsolihin.com

23

24

Realisasi/Capaian Kinerja
• Merupakan informasi mengenai ukuran kinerja yang p y g dicapai setelah dilaksanakannya suatu kegiatan/ program tertentu. • Realisasi/capaian kinerja harus: p j 1. Berupa angka numerik 2. berdasarkan fakta yang dapat dibuktikan kebenarannya

LangkahLangkah-Langkah Menyusun Indikator Kinerja
1. Susun dan tetapkan rencana strategis: visi, misi, tujuan,sasaran dan cara mencapai tujuan/sasaran (kebijakan, program dan kegiatan) 2. Identifikasi data/informasi yang dapat dikembangkan menjadi indikator kinerja. – Dalam hal ini data hendaknya relevan, akurat,lengkap dan kemapuan pengetahuan tentang bidang yang akan dibahas akan banyak menolong untuk menyusun dan menetapkan indikator kinerja yang tepat dan relevan. 3. Pilih dan tetapkan indikator kinerja yang paling relevan dan berpengaruh b b h besar terhadap k b h il pelaksanaan h d keberhasilan l k kebijaksanaan/program/kegiatan.

www.dadangsolihin.com

25

www.dadangsolihin.com

26

Penjabaran Indikator Kinerja RPJMN 2004-2009 2004Da apat diimpleme entasika seca oper an ara rasional
VISI STRATEGI POKOK MISI AGENDA SASARAN
Indikator Kinerja Pencapaian Pembangunan

Visi Pembangunan Nasional
Fo okus pada tu ujuan p pemba anguna an
1. Terwujudnya k hid 1 T j d kehidupan masyarakat b k bangsa, d negara yang dan aman, bersatu, rukun, dan damai; 2. Terwujudnya kehidupan masyarakat bangsa, dan negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan, dan hak asasi manusia; serta 3. Terwujudnya k hid 3 T j d kehidupan masyarakat b k t bangsa, d negara yang dan mampu menyediakan kesempatan kerja dan penghidupan yang layak serta memberikan pondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan

PRIORITAS SASARAN PRIORITAS ARAH KEBIJAKAN PROGRAM PEMBANGUNAN
www.dadangsolihin.com

27

www.dadangsolihin.com

28

Strategi Pokok
1. STRATEGI PENATAAN KEMBALI INDONESIA
Menyelamatkan sistem ketatanegaraan RI berdasarkan semangat ,jiwa, dan konsensus dasar; jiwa Tetap tegaknya NKRI; p g y pluralisme dan keberagaman dengan g g Tetap berkembangnya p prinsip Bhinneka Tunggal Ika.

Misi Pembangunan Nasional
1. Mewujudkan Indonesia yang Aman dan Damai; 2. Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis; 3. Mewujudkan Indonesia yang Sejahtera.

2. STRATEGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Diarahkan untuk membangun di segala bidang merupakan perwujudan amanat Pembukaan UUD NRI 1945 terutama p y penciptaan landasan p dalam pemenuhan hak dasar rakyat dan p pembangunan yang kokoh.

www.dadangsolihin.com

29

www.dadangsolihin.com

30

Agenda Pembangunan Nasional
1. 2. 3. Menciptakan Indonesia yang Aman dan Damai j yang Mewujudkan Indonesia y g Adil dan Demokratis Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Indonesia

Agenda Menciptakan Indonesia yang Aman dan Damai
Sasaran g y 1. Meningkatnya rasa aman dan damai Prioritas 1. Peningkatan rasa saling p g g percaya dan y harmonisasi antar kelompok; 2. Pengembangan budaya yang berlandaskan pada nilai nilai luhur; nilai-nilai 3. Peningkatan keamananm ketertiban, dan penanggulangan kriminalitas 2. Semakin kokohnya NKRI 1. Pencegahan dan penanggulangan separatisme; 2. Pencegahan d penanggulangan 2 P h dan l terorisme; g p pertahanan 3. Peningkatan kemampuan p negara.

www.dadangsolihin.com

31

www.dadangsolihin.com

32

Agenda Mewujudkan Indonesia yang Adil dan Demokratis
Sasaran 1. Meningkatnya keadilan dan p penegakan hukum g Prioritas 1. Pembenahan sistem hukum nasional dan politik hukum; 2. Penghapusan diskriminasi dalam segala bentuk; 3. Penghormatan, pemenuhan, d 3 P h t h dan penegakan atas hukum dan pengakuan atas hak asasi manusia 2. Keadilan gender 1. Peningkatan kualitas kehidupan dan peran perempuan serta kesejahteraan dan perlindungan anak 1. Revitalisasi proses desentralisasi dan otonomi daerah

Agenda Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Indonesia
Sasaran 1. Penurunan Prioritas 1. Penanggulangan kemiskinan;

• j l h penduduk miskin jumlah d d k i ki 2. Peningkatan i 2 P i k t investasi dan ekspor non t id k dari 16,6% menjadi 8,2%, migas • pengangguran terbuka dari 9,5% menjadi 5,1%. 3. Peningkatan daya saing industri manufaktur 4. Revitalisasi pertanian; 5. 5 Pemberdayaan koperasi dan usaha mikro mikro, kecil, dan menenngah; 6. Peningkatan pengelolaan BUMN 7. Peningkatan kemampuan I t k 7 P i k t k Iptek 8. Perbaikan iklim keytenaga-kerjaan 9. Pemantapan stabilitas ekonomi makro p 2. Pengurangan kesenjangan antar wilayah 1. Pembangunan perdesaan 2. Pengurangan ketimpangan pembangunan antar wilayah t il h
34

3. Otonomi Daerah

4. Meningkatnya pelayanan 1. Penciptaan tata pemerintahan yang bersih dan berwibawa birokrasi 5. 5 Terlaksananya pemilu 2009 1. 1 Perwujudan lembaga demokrasi yang makin kokoh secara demokratis, jujur, dan adil www.dadangsolihin.com 33

www.dadangsolihin.com

Agenda Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat Indonesia
Sasaran 3. Meningkatnya kualitas manusia Indonesia Prioritas 1. Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas 2. Peningkatan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan yang lebih berkualitas y y g 3. Peningkatan perlindungan dan kesejahteraan sosial 4. 4 Pembangunan kependudukan dan kependudukan, keluarga kecil berkualitas serta pemuda dan olah raga; 5. 5 Peningkatan kualitas kehidupan beragama 4. Membaiknya mutu LH 5. Membaiknya Infrastruktur 1. Perbaikan pengelolaan SDA dan pelestarian mutu lingkungan hidup 1. Percepatan pembangunan infrastruktur

Kebutuhan akan Indikator Pembangunan
Contoh: Prioritas Peningkatan Keamanan Ketertiban dan Penanggulangan Keamanan, Ketertiban, Kriminalitas
Sasaran Prioritas 1. Menurunnya ketegangan dan ancaman konflik antarkelompok masyarakat atau antargolongan di d l daerah-daerah rawan hd h konflik; 2. Terpeliharanya situasi aman dan damai; 3. Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan j publik dan p y penyelesaian kebijakan p persoalan sosial kemasyarakatan. Indikator?? Indeks Kriminalitas di wilayah konflik

www.dadangsolihin.com

35

www.dadangsolihin.com

36

Sasaran Penting RPJMN 2004-2009 2004Ekonomi M k (1) Ek i Makro
Indikator d ato 2005
Penggangguran terbuka Jumlah (juta orang) % t h d angkatan k j terhadap k t kerja Penduduk miskin Jumlah (juta orang) % terhadap p p penduduk Pertumbuhan Ekonomi Pertumbuhan PDB (%) PDB per kapita (ribu Rp.) Laju inflasi, Ind Harga Kons (%) Neraca Pembayaran Transaksi Berjalan/PDB (%) Cadangan d i (US$ miliar) C d devisa ili ) Keuangan Negara Keseimbangan Primer APBN/PDB ( ) (%) Surplus/Defisit APBN/PDB (%) 9,9 9,5 95 5,5 7.946 7,0 1,6 36,8 36 8 1,8 -0,7 07

Sasaran Penting RPJMN 2004-2009 2004Ekonomi M k (2) Ek i Makro
Sasaran

Sasaran 2006
9,4 8,9 89 6,1 8.333 5,5 0,5 36,0 36 0 1,7 -0,6 06

2007
8,5 7,9 79 6,7 8.791 5,0 0,1 35,6 35 6 1,9 -0.3 03

2008
7,3 6,6 66 7,2 9.317 4,0 -0,2 35,2 35 2 1,9 -0,0 00

2009
5,7 5,1 51 18,8 8,2 , 7,6 9.914 3,0 -0,6 35,9 35 9 2,0 0,3 03
37

Indikator I dik t 2005 2006 2007
5,0 16,3 6,4 10,2 3,6 7,8 8,7 87 6,9 99,7 , 44,9 45,1 12,0 12,0 42,7 42,9

2008
5,8 14,3 7,4 10,8 3,6 8,6 9,4 94 7,4 103,0 , 45,4 44,1 12,7 12,3 44,9 43,6

2009
6,3 12,8 10,1 11,0 3,8 9,5 10,2 10 2 7,6 106,6 , 45,7 42,9 13,4 12,6 47,4 44,5 38

www.dadangsolihin.com

Pertumbuhan PDB sisi pengeluaran (%) 5,2 4,1 Konsumsi 17,8 14,6 Investasi 6,0 5,7 Ekspor 8,6 10,3 Impor Pertumbuhan PDB sisi produksi (%) Pertanian 3,2 3,4 6,1 6,9 Industri Pengolahan Industri Pengolahan N I d tiP l h Non-migas i 6,8 68 7,7 77 Lainnya 5,8 6,3 Tenaga Kerja Kesempatan Kerja (j p j (juta orang) g) 94,2 , 96,7 , Pertanian 43,8 44,4 distribusi (%) 46,5 45,9 11,1 11,5 Industri Pengolahan 11,8 11,9 distribusi (%) Lainnya 39,3 40,8 distribusi (%) 41,7 42,2 www.dadangsolihin.com

Sasaran Penting RPJMN 2004-2009 2004Sektor Utama Lainnya
Sektor Pendidikan Sasaran
1. Meningkatnya secara nyata persentase penduduk yang dapat menyelesaikan Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun 2. 2 Meningkatnya secara signifikan partisipasi penduduk yang mengikuti pendidikan menengah 3. Meningkatnya proporsi anak yang terlayani pada pendidikan anak usia dini 4. Menurunnya angka buta aksara penduduk berusia 15 tahun keatas menjadi 5 persen 1. Meningkatnya umur harapan hidup dari 66,2 tahun menjadi 70,6 tahun; 2. Menurunnya angka kematian bayi dari 35 menjadi 26 per 1000 kelahiran hidup; 3. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan dari 307 menjadi 226 per 100.000 kelahiran hidup; dan 4. Menurunnya prevalensi gizi kurang pada anak balita dari 25,8 25 8 persen menjadi 20 0 persen. j di 20,0
www.dadangsolihin.com 39

Sasaran Penting RPJMN 2004-2009 2004Sektor Utama Lainnya
Sektor Lingkungan Hidup Sasaran
1. Meningkatnya kualitas air permukaan (sungai, danau dan situ) dan kualitas air tanah disertai pengendalian p p dan pemantauan terpadu antar sektor 2. Terkendalinya pencemaran pesisir dan laut 1. 1 Meningkatnya kondisi dan kualitas pelayanan berbagai prasarana dan sarana dengan menurunkan tingkat backlog pemeliharaan. 2. Meningkatnya aksesibilitas setiap golongan masyarakat dan setiap daerah terhadap layanan prasarana dan sarana yang berkualitas. 3. Revitalisasi pengelolaan kelembagaan prasarana dan sarana 4. Peningkatan kapasitas penyediaan prasarana dan sarana bagi pemerintah daerah
www.dadangsolihin.com 40

Prasarana dan Sarana

Kesehatan

Agenda Pembangunan dan Indikator Pencapaian (Daerah)
Agenda Pembangunan Nasional
Aman dan Damai

Agenda Pembangunan dan Indikator Pencapaian (Daerah)
Agenda Pembangunan Nasional
Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

Indikator
1. Indeks kriminalitas 2. HDI dan HPI daerah konflik 1. Angka Gender-related D 1 A k G d l t d Development I d (GDI) dan l t Index (GDI); d 2. Angka Gender Empowerment Measurement (GEM) 3. Kesejahteraan anak: g a partisipasi sekolah (APS) - Angka pa s pas se o a ( S) - Status gizi balita buruk - Persalinan bayi oleh tenaga kesehatan 4. Perlindungan anak: - Pekerja anak (%) - Jumlah anak yang memilki akte kelahiran 5. Peraturan daerah yang spesifik mengenai mekanisme dan koordinasi dana dekonsentrasi 6. Perbaikan 6 P b ik proses penyelenggaraan M l Musrenbang b

Indikator
Ekonomi Pertumbuhan PDRB Struktur PBRB dan PDRB per kapita Kesempatan Kerja dan Tingkat Pengangguran Terbuka Jumlah penduduk miskin Investasi dan aktivitas ekspor-impor Peningkatan peran UKM Pendidikan Angka Buta Aksara penduduk usia 15 tahun keatas Angka Partisipasi Kasar (APK) untuk setiap jenjang pendidikan Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk setiap kelompok usia sekolah Angka Melanjutkan k l h A k M l j tk sekolah Angka putus sekolah Angka mengulang kelas p y pendidikan Rata-rata lama penyelesaian p
www.dadangsolihin.com 42

Adil d dan Demokratis

www.dadangsolihin.com

41

Agenda Pembangunan dan Indikator Pencapaian (Daerah)
Agenda Pembangunan Nasional
Meningkatkan Kesejahteraan Rakyat

Indikator
Kesehatan Umur Harapan Hidup (UHH) Angka Kematian Bayi (AKB) Angka Kematian Ibu (AKI) Prevalensi Gizi Kurang Kependudukan dan KB p Laju pertumbuhan penduduk (%) Unmet need KB (%) Total Fertility Rate/TFR (per perempuan) Partisipasi laki-laki dalam ber-KB (%) Contraceptive Prevalence Rate/CPR (%) Prasarana dan Sarana Peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan berbagai prasarana dan sarana

Terima Kasih

www.dadangsolihin.com

43

www.dadangsolihin.com

44

Dadang Solihin’s Profile
Dadang Solihin currently is Director for Regional Development  Dadang Solihin currently is Director for Regional Development Performance Evaluation at Indonesian National Development  Planning Agency (Bappenas). He holds MA degree in Economics from  y , p p y University of Colorado, USA. His previous post is Director for System  and Reporting of Development Performance Evaluation at Bappenas.  Beside working as Assistant Professor at Graduate School of Asia‐Pacific Studies,  g , Waseda University, Tokyo, Japan, he also active as Associate Professor at University  of Darma Persada, Jakarta, Indonesia. He got various training around the globe, included Shanghai International Program  He got various training around the globe, included Shanghai International Program for Development Evaluation Training (2008), Public Officials Capacity Building  Training Program for Government Innovation, Seoul –Korea (2007), Advanced  g g gy g , International Training Programme of Information Technology Management, at  Karlstad City, Sweden (2005). the Training Seminar on Land Use and Management,  Taiwan (2004). Developing Multimedia Applications for Managers, Kuala Lumpur,  Malaysia (2003). Applied Policy Development Training, Vancouver, Canada (2002).  Local Government Administration Training Course, Hiroshima, Japan (2001). and  Regional Development and Planning Training Course, Sapporo, Japan (1999). He  published more than five books regarding local autonomous.  You can reach Dadang Solihin by email at dadangsol@yahoo.com or by his mobile  www.dadangsolihin.com 45 at +62812 932 2202


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:3351
posted:11/19/2008
language:Indonesian
pages:12
Description: Bintek Perencanaan Penganggaran dan Monev Pembangunan Ikatan Widyaiswara Indonesia; Hotel Grand Cempaka-Jakarta, 19 November 2008