Soal Prediksi UANAS 2010 SASTRA BAHASA INDONESIA 1&2 by herman80

VIEWS: 2,760 PAGES: 31

More Info
									PAKET 1
                                SOAL TRY OUT SASTRA

                             TAHUN PELAJARAN 2009/2010

Teks untuk soal nomor 1 s.d. 3
Cermati penggalan novel berikut!

     (1) Wahai jantung hatiku, cahaya mataku! (2) Batapakah sampai hatimu meninggalkan
aku seorang diri dengan nasibku yang malang ini? (3) Jika siang tiadalah lain yang kupikirkan,
melainkan engkau dan untungku yang celaka ini. (4) Bekerja yang lain tiada dapat, karena
pikiranku selalu melayang. (5) Walaupun badanku ada di sini, tetapi nyawaku tiadalah jauh
daripadamu. (6) Wajah mukamu senantiasa terbayang-bayang di mataku. (7) Jangankan
bekerja, sedangkan makan dan minum tiada ingin, karena nasi dimakan rasa sekam, air
diminum rasa duri.
                                                           Sitti Nurbaya, Marah Rusli

1. Watak tokoh aku pada penggalan novel tersebut adalah ....
     A. penyayang
     B. pemalas
     C. perayu
     D. baik
     E. setia

2. Peristiwa sebagai akibat perbuatan tokoh aku tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
      A. (1) dan (3)
      B. (2) dan (5)
      C. (3) dan (6)
      D. (4) dan (7)
      E. (5) dan (6)

3. Amanat yang terdapat pada pengalan novel tersebut adalah ...
     A. Hendaknya menjaga kesetiaan kepada kekasih.
     B. Janganlah berlarut-larut dalam perasaan merindu.
     C. Tidaklah baik selalu membayangkan kekasih hati.
     D. Berhati-hatilah bila mencintai seseorang.
     E. Lakukanlah yang terbaik yang bisa kita lakukan.
Teks untuk soal nomor 4 s.d. 6
Cermati penggalan novel berikut!

     (1) Selalu saja napasku tiba-tiba terasa sesak. (2) Sudut-sudut mataku terasa hangat berair.
(3) Setiap kali aku terkenang pesan ibu. (4) Pesan berisi permintaan yang beliau ucapkan
dengan terbata-bata. (5) Tubuh ringkih terbujur lunglai tanpa daya di atas pembaringannya.
(6) Dalam kondisi sekarat.

                              ”Air Pembenci”, H. Bainie Basri, Horison – Edisi II 2007

4. Pembuktian watak tokoh aku, sayang kepada ibu terdapat pada kalimat nomor ....
      A. (1), (2), dan (3)
      B. (1), (3), dan (6)
      C. (2), (4), dan (5)
      D. (3), (4), dan (6)
      E. (4), (5), dan (6)

5. Pendeskripsian watak tokoh yang digunakan pengarang adalah melalui ....
      A. pikiran tokoh
      B. lingkungan tokoh
      C. pandangan tokoh
      D. perbuatan tokoh
      E. fisik tokoh

6. Latar suasana pada penggalan novel tersebut adalah ....
      A. haru
      B. sendu
      C. sedih
      D. sahdu
      E. rindu

7. Cermati teks drama berikut!

    JUMENA            : Kau mau memberitakan kepada saya bahwa Euis sedang
                         mengandung?
    JUKI              : Akang sudah tahu?
    JUMENA             : Setiap awal bulan saya bisa memastikan Euis akan mengatakan hal
                          yang sama pada saya.
    JUKI              : Dan Akang tetap tidak percaya?
    JUMENA             : Tiga kali yang pertama saya percaya, tapi setelah itu saya bentak
                         setiap kali dia mengatakan kemungkinan itu.
    JUKI              : Sekarang pun Akang masih tetap tidak percaya?
    JUMENA             : Saya suaminya, Juki, saya lebih tahu. Bahkan saya tahu juga tahu
                         kesehatan paru-parunya.

                                                     Sumur Tanpa Dasar, Arifin C. Noer
    Ciri drama yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ....
       A. latar tempat dan penokohan
       B. dialog dan pelaku
       C. tema dan latar tempat
       D. latar tempat dan plot
       E. pelaku dan plot

Teks untuk soal nomor 8 s.d. 11.
Cermati penggalan hikayat berikut!

     Setelah genap empat puluh hari empat puluh malam, maka air mandi pun diarak oranglah
dengan segala bunyi-bunyian dan bekas 21) air mandi itu sekaliannya emas bepermata. Maka
Sang Sapurba dua laki istri pun mandilah diseri pancapersada itu. Maka baginda laki istri pun
mandilah diseri pancapersada itu, dimandikan oleh Bat. Setelah sudah mandi, maka Sang
Sapurba pun bersalinlah kain selengkap tubuh, lalu memakai pakaian derpata darmani
namanya dan tuan putri Wan Sendari pun memakai kain buru dimani. Kedua baginda
memakai dengan selengkap pakaian kerajaan. Maka kedua laki istri pun duduk di atas
peterana yang keemasan di atas singgasana kerajaan. Maka gendang nobat pun 22) dipalu
oranglah. Setelah sudah tabal, 23) maka segala para menteri, hulubalang sekaliannya
menjunjung duli baginda. Telah itu nasi santapan pun diangkat orang. Maka baginda kedua
laki istri pun santaplah. Setelah sudah santap, maka Bat membubuh panca upacara 24) di
telinga raja kedua laki istri. Setelah itu maka Sang Sapurba sudah jadi raja di Palembang itu.

       21)   bekas = tempat
       22)   gendang nobat = bunyi-bunyian yang (seharusnya) alatnya 9 buah
       24)   panca upacara = sejenis perhiasan

                                      Sang Sapurba Turun di Bukit Siguntang Mahameru

8. Salah satu karakteristik yang menonjol pada naskah sastra Melayu Klasik yang terdapat
   pada kutipan hikayat tersebut adalah ....
      A. penggunaan kata maka yang diulang
      B. isi cerita tentang raja yang lalim
      C. tentang raja dan para menterinya
      D. menggunakan bahasa Melayu
      E. bercerita tentang keluarga raja

9. Amanat yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah . . .
     A. Sudah selayaknya para menteri mengabdi kepada pemimpin.
     B. Jangan campur adukkan urusan pribadi dengan urusan negara.
     C. Hendaknya penobatan pemimpin dirayakan bersama rakyat.
     D. Jadilah warga masyarakat yang tahu menghormati pemimpinnya.
     E. Hendaknya warga masyarakat memperhatikan pemimpinnya.
10. Perbuatan yang kurang lazim dalam kehidupan masyarakat saat ini yang tampak
    pada kutipan hikayat tersebut adalah ...
       A. Mengadakan upacara penobatan bagi pemimpin.
       B. Mengarak air mandi dengan iringan bunyi-bunyian.
       C. Mengenakan pakaian berhiaskan emas permata.
       D. Memandikan pemimpin sebagai tanda penghormatan.
       E. Mengenakan pakaian kebesaran setelah penobatan.

11. Maksud kalimat yang dicetak miring, setelah sudah santap, maka Bat membubuh
    panca upacara 24) di telinga raja kedua laki istri pada kutipan hikayat tersebut adalah ...
       A. Setelah bersantap, Bat memasangkan perhiasan ke telinga baginda berdua.
       B. Setelah bersantap, baginda mengenakan pakaian berhiaskan emas permata.
       C. Sudah selesai bersantap, telinga baginda berdua diberi emas permata.
       D. Selesailah bersantap, maka Bat memberi emas permata di telinga baginda.
       E. Baginda sudah bersantap, maka Bat memberi permata di telinga baginda.

12. Cermati penggalan hikayat berikut!

     (1) Timbul niat jahat dalam hati nahoda untuk memiliki Putri Cahaya Kairani serta harta
benda Marakarma. (2) Marakarma ditolaknya ke dalam laut. (3) Seekor ikan nun menaruh
kasihan pada Marakarma dan membawanya ke Negeri Palinggam Cahaya di mana kapal itu
singgah. (4) Marakarma dipelihara Nenek Kabayan. (5) Dari cerita Nenek Kabayan, tahulah
Marakarma bahwa Putri Mayang Mengurai adalah saudara perempuannya. (6) Dengan
mengubah bunga, Marakarma dapat berhubungan dengan istrinya Putri Cahaya Kairani. (7)
Putri Cahaya Kairani datang ke istana dan menceritakan segalanya. (8) Nahoda kapal lalu
ditangkap dan disalangkan di tepi pantai. (9) Maka, semua orang bersuka cita.

                                                                            Hikayat Marakarma

    Kalimat pendukung watak Marakarma yang baik hati dan setia kepada istri terdapat
    pada nomor ....
       A. (1), (3), (5), dan (7)
       B. (2), (5), (7), dan (8)
       C. (3), (4), (6), dan (9)
       D. (4), (5), (7), dan (8)
       E. (6), (7), (8), dan (9)
Teks puisi berikut untuk soal nomor 13 dan 14
Cermati puisi berikut!


               Dari Seorang Guru
              kepada Murid-muridnya

       Apakah yang kupunya, anak-anakku
       selain buku dan sedikit ilmu
       sumber pengabdian kepadamu
       Kalau di hari Minggu engkau datang ke rumahku
       aku tahu, anak-anakku
       kursi-kursi tua yang di sana
       dan meja tulis sederhana
       dan jendela-jendela yang tak pernah diganti kainnya
       semua padamu akan bercerita
        tentang hidupku di rumah tangga
       Ah, tentang ini tak pernah aku bercerita
       Depan kelas, sedang menatap wajah-wajahmu remaja
       - horison yang selalu biru bagiku –
       karena kutahu, anak-anakku
       engkau terlalu bersih dari dosa
       untuk mengenal ini semua
                                         Hartoyo Andangjaya


13. Maksud/isi puisi tersebut adalah . . . .
      A. pengabdian seorang guru
      B. ungkapan hati seorang guru
      C. kehidupan seorang guru
      D. pesan guru kepada murid
      E. kerendahan hati seorang guru

14. Makna lambang, - horison yang selalu biru bagiku – adalah . . . .
      A. sebuah cakrawala kehidupan anak remaja
      B. kehidupan anak-anak yang haus akan ilmu
      C. perjalanan kehidupan seorang guru yang kelam
      D. kehidupan anak-anak yang masih polos dan tenang
      E. pandangan seorang guru terhadap kehidupan remaja
15. Cermati penggalan novel berikut!

         ”Tetapi, “ kata orang tua itu pula, ”menurut adat dunia, hendaklah intan itu diikat
   dengan emas juga, supaya elok di pandang mata. Ini pun Syam, karena adikmu Salwiah
   itu sudah haji, patutlah yang menjadi suaminya haji pula.”
         ”Oleh sebab itu,” katanya pula, ”sudah kurundingkan dengan ibumu mana yang baik.
   Simpulan mufakat kami akan meyuruh engkau pergi ke Mekkah.

                                                  Percobaan Setia, Suman Hs.

   Nilai budaya yang terdapat dalam penggalan novel tersebut adalah ...
       A. bermusyawarah dalam mengambil keputusan
       B. mencarikan pasangan untuk anak yang sepadan
       C. menjodohkan anak dengan pilihan orang tua
       D. orang tua memegang adat dalam perjodohan
       E. menggunakan perhiasan agar enak dilihat

16. Cermati kalimat berikut!

   Berteduh pada pohon kamboja berkembang

   Penulisan kalimat tersebut ke dalam aksara Arab Melayu yang tepat adalah . . .

       A.        ‫برك‬
            ‫بر تدوح ڧد ڧوادوى كوبوج وهباڠ‬

       B.   ‫بر تدوح ڧداڠ ڧوادوى كوبوج بركوباڠ‬

       C.   ‫برو تدوح ڧد ڧودوى كوبوج بركوباڠ‬

       D.   ‫بر تدوح ڧد ڧوادوى كوبوج بروكوباڠ‬

       E.   ‫بر تدوح ڧد ڧودوى كن بوج بركوباڠ‬
17. Cermati kalimat berikut!

   ‫كسباراى ٳتولخ كوًٽي كن وًاڠاى داى كبادغي أ ى‬
   Perbaikan penulisan kata yang salah (digarisbawahi) adalah ....
       A.    ‫كوٌاڠاى‬

       B.    ‫كوٌاڠاًا‬

       C.    ‫كوٌاڠٌا‬

       D.    ‫كويٌاڠاى‬

       E.    ‫كوٌاڠاأى‬
18. Cermati kalimat berikut!

   ‫سدوى ڧوى لبيخ ترديبو ر كرى . . . هڠوسير كجٌودي ستلخ سذريي . . . دي كٌطر‬
    Kata-kata yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ....

       A.   ‫سدڠ - تيدور‬
       B.   ‫دلن - بكرج‬
       C.   ‫دڧت - بكرج‬
       D.   ‫بلوم - تيدور‬
       E.   ‫دلن - تيدور‬
19. Cermati kutipan hikayat berikut!

     .‫سرڠغ بيوهاٽن بخ ال لودي سن بوتٽ ٱكي ڧوى ٳتو داى دي جوى جوڠ ٽ‬

     Kalimat aksara Latin yang tepat untuk kutipan hikayat tersebut adalah ...
       A. Serangga Bayu menyembuhkan lalu disambutnya puan itu dan dijunjungnya.
       B. Serangga Bayu menyembah dan disambutnya akan puan itu dan dijunjungnya.
       C. Serangga Bayu menyembah lalu disambutnya akan puan itu dan dijunjungnya.
       D. Serangga Bayu menyembah lalu disebutnya akan puan itu dan dijunjungnya.
       E. Serangga Bayu menyembur lalu disambutnya akan puan itu dan dijunjungnya.


20. Cermati kutipan hikayat berikut!



          ‫شذداى ڧدسواتودري برتٽالخ رجاغغك كفد هي تريٽ إتو٫ײدي هي تركو٫بغي هي‬
            ‫جلي ٽ هك دڧت أڠكوهٌذاى دتي هو برسذبت دڠي بوروڠ ح ى توداى برغأول‬
                                                                            ‫د هي كيأى لواث؟‬

     Maksud kalimat pada kutipan hikayat tersebut adalah ...
       A. Suatu hari raja gagak bertanya kepada mentrinya tentang bagaimana caranya agar
          dapat bersahabat dan bergaul dengan burung hantu yang jahat.

        B. Suatu hari raja gagak bertanya kepada mentrinya tentang bagaimana caranya dia
           dapat bersahabat dan bergaul dengan burung hantu begitu lama.

        C. Suatu hari raja gagak bertanya kepada mentrinya karena ingin tahu cara
           bersahabat dan bergaul dengan burung hantu yang jahat itu.

        D. Suatu hari raja gagak bertanya kepada mentrinya yang telah berhasil membina
           persahabatan dan pergaulan dengan burung hantu.

        E. Suatu hari raja gagak bertanya kepada mentrinya yang telah mengajarkan     cara
           bersahabat dan bergaul dengan burung hantu
21. Cermati kutipan puisi berikut!

       Kepadamu Kusampaikan

    Kepak merpati terbang di jaring mentari
    . . . .
    Kepak gagak terbang di jaring mentari
    Hitam-hitam bagai awan memendam duka yang dalam
       Sungguh, dik, hidup mesti begini
    Tentang kasih, maut menagih
    Memendam, di dasar hati, antara kau dan aku

                              Slamet Sukirnanto

    Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ...
       A. Layar melambai berwarna putih bagus sekali
       B. Awan putih mewarnai langit yang berseri
       C. Layar putih bersih berkibar ditiup angin
       D. Putihnya awan mewarnai langit bagus sekali
       E. Putih-putih bagai berlayar mega megah abadi

Teks untuk soal nomor 22 dan 23.
Cermati kutipan puisi berikut!

             Nyanyian Seorang Petani

        Berilah kiranya yang tebaik bagiku
        tanah berlumpur dan kerbau pilihan
        biji padi yang manis
        Berilah kiranya yang terbaik
        air mengalir
         hujan menyerbu . . . . (22)
        Bila masanya buahnya kupetik
        ranumnya kupetik
        . . . . (23)
                                     Abdul Hadi W.M.

22. Kata berima yang tepat untuk melengkapi larik (22) pada puisi tersebut adalah ....
      A. tanah air
      B. kolam alir
      C. jalan air
      D. sawah alir
      E. sungai banjir
23. Larik yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang (23) pada puisi tersebut adalah ....
       A. kasih-Mu abadi
       B. cahaya-Mu terangi
       C. rakhmat-Mu kuraih
       D. anugerah-Mu kunanti
       E. berkah-Mu kucari

Teks untuk soal nomor 24 dan 25.
Cermati kutipan cerpen berikut!

       Namanya Kembang Srigading. Aku tahu tanpa bertanya. Novelnya akan ada di
    samping bantalku. Ada namaku di novel itu. Benar-benar ada, lho, hingga rasanya
    kepalaku menggembung karena bangga. Cinta kan seperti undian yang tidak bisa ditebak
    sebelumnya dan baru kita ketahui bila permainan dimulai. Beberapa bulan kemudian
    kulihat novel ini membanjiri toko buku. Orang-orang mulai membicarakannya. . . . dan
    diterjemahkan dalam beberapa bahasa asing.

                                    Aku dan Seorang Penulis Novel, Yuni Kridtianingsih

24. Peristiwa itu (yang dicetak miring) tidak sesuai dengan konteks. Kalimat perbaikan yang
    sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah ...
       A. Kalau kebetulan aku pergi ke toko buku dan melihat ada novel itu aku sudah cukup
            merasa senang.
       B. Aku akan melakukan yang terbaik yang aku bisa sehingga terciptalah novel
            pertamaku ini.
       C. Teman-temanku meledekku habis-habisan tapi aku jamin itu hanya refleksi dari
            perasaan iri.
       D. Srigading yang namanya kupakai dalam novelku merasa kurang senang, bahkan
            marah.
       E. Novel ini memiliki muatan lokal pelestarian budaya daerah yang belakangan ini
            menjadi sorotan.

25. Kalimat peristiwa yang sesuai untuk melengkapi cerpen tersebut adalah ....
      A. Setelah itu Kembang Srigading tetap mengetik di tempatku
      B. Aku tidak menyangka aku bisa menulis cerita yang digemari masyarakat
      C. Beberapa media massa melakukan bedah buku terhadap novel terbaruku itu
      D. Terakhir-terakhir malah kudengar novel itu mendapatkan penghargaan sastra
      E. Aku mengikuti terus tulisan-tulisan di koran yang mengupas novel baruku itu
26. Cermati data buku berikut!

        Korrie Layun Rampan dalam kumpulan cerpen Tarian Gantar menyajikan cerpen
   bernuansakan adat istiadat. Ia sudah menulis banyak judul cerpen maupun tulisan lain.
   Pengarang yang sarat dengan pengalaman membuat cerita-ceritanya kaya akan muatan.
       Nasib tokoh ”aku” dalam Kewang Key Dilang Putri, nasib ”Inur” dalam Eheng,
   dan Jemina dalam cerpen Tarian Gantar misalnya, memperlihatkan hubungan antara
   manusia dengan lingkungannya. Ceritanya memiliki nilai antropologi dan sastra.

   Kalimat resensi yang menyatakan keunggulan adalah . . .
      A. Dalam Tarian Gantar memperlihatkan relasi yang tidak terputus antara manusia
          dan lingkungannya, selain itu ceritanya pun memiliki nilai antropologis dan
          bernilai sastra tinggi.

      B. Tarian Gantar berisi kumpulan cerpen yang berisikan hubungan manusia dengan
         lingkungannya dan cerpen ini bernuansakan adat istiadat, memiliki nilai
         antropologi dan sastra.

      C. Kumpulan cerpen karya Korrie Layun Rampan sangat bagus untuk dibaca karena
         bernilai antropologis dan bernilai sastra tinggi meskipun kita melihat ada nasib
         pelaku pada beberapa cerpen.

      D. Meskipun ada kemiripan nasib pelaku dalam beberapa cerpen di dalam Tarian
         Gantar tidak membuat ceritanya tidak bernilai, cerita-cerita diisi dengan muatan
         budaya, sastra, dan bermuatan lingkungan.

      E. Buku kumpulan cerpen Tarian Gantar ini perlu dibaca, sayang jika dilewatkan
         begitu saja. Ceritanya memiliki nilai antropologis dan sastra, memperlihatkan
         hubungan antara manusia dengan lingkungannya.

27. Cermati kutipan drama berikut!

     (1) Yoso : Aneh, ... kenapa bulu romaku merinding seperti ini, ya?
     (2) Joko : . . . .
     (3) Sri : Tidak, ... tidak! (menjerit histeris).
     (4) Anto : Sri kenapa ... kenapa kau Sri? (semua menenangkan Sri).
     (5) Sri : Aku, ... aku mendengar ada suara merintih, sepertinya suara itu
                datangnya dari arah sana.
     (6) Andi : Sudah, sudah kalian hanya terbawa oleh rasa takut kalian sendiri.
                 Lihatlah, bukankah tempat ini hening dan penuh ketenangan?

                                                                        Shobir Poer
    Kalimat yang tepat untuk melengkapi teks drama tersebut adalah ...
       A. Aku sudah bilang, tempat ini kotor dan dingin.
       B. Sekarang bantu aku mengangkat mayat ini.
       C. Hi! Ada darah di mana-mana. Aku takut!
       D. Jangan, jangan tinggalkan aku sendiri di sini!
       E. Kau benar, aku juga merasakan begitu, Yoso.

28. Cermati kutipan esai berikut!

          Seperti halnya Mangunwijaya, Rendra juga menulis sejumlah sajak yang
    ”mengacu” pada kisah Multatuli untuk menyuarakan penderitaan rakyat miskin di alam
    kemerdekaan. Sajak-sajak yang pada 8 November 1990 batal dibacakan di TIM karena
    dilarang aparat Orde Baru itu, mengingatkan kita pada Multatuli yang dihadang Gubernur
    Jenderal di Batavia. Multatuli alias ”aku yang menderita” kehilangan jabatannya karena
    bersimpati terhadap orang miskin (rakyat Lebak) dan mengkritik kolonial. Di zaman
    Orde Baru, Rendra kehilangan kesempatan, membacakan sajak tersebut karena bersimpati
    terhadap orang miskin dan mngkritik penguasa. Jauh sebelumnya bahkan, di tahun 1978-
    1979, Rendra mendekam di penjara karena kritik-kritiknya terhadap Orde Baru.

    Masalah yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah ....
      A. kritik terhadap penguasa negri
      B. suara penderitaan rakyat miskin
      C. sajak-sajak penderitaan rakyat
      D. akibat mengritik penguasa
      E. keberanian Multatuli dan Rendra

Teks berikut untuk soal nomor 29 dan 30.
Cermati kutipan kritik berikut!

           (1) Seno Gumira Ajidarma adalah pengarang terkemuka Indonesia dalam generasi
    yang lebih muda dengan Goenawan Mohamad dan Darmanto Yatman.                  (2) Selama
    ini, karya-karya Seno dianggap penuh dengan persoalan sosial dan politis. (3) Cerpen-
    cerpennya seperti Saksi Mata, Pelajaran Mengarang, Sepotong Senja untuk Pacarku, dan
    lain-lain acap kali dibahas dari dimensi sosial dan politik karena dianggap sarat dengan
    persoalan sosial-politik. (4) Tulisan pendek ini mencoba membahas sebuah novelnya
    berjudul Kitab Omong Kosong dari perspektif yang lain, yakni lebih menitikberatkan pada
    persoalan budaya. (5) Sejauh mana Seno memanfaatkan, mengolah, dan membongkar
    mitos wayang (dalam hal ini Ramayana) untuk melontarkan gagasan dan pandangannya
    berkaitan dengan realitas sosial, politik, dan budaya yang dialami dalam situasi kekinian.
29. Kalimat yang menunjukkan kritik terhadap karya sastra dalam kutipan tersebut terdapat
    pada nomor ....
       A. (1)
       B. (2)
       C. (3)
       D. (4)
       E. (5)

30. Unsur intrinsik cerpen yang dikritik pada kutipan kritik tersebut adalah ....
       A. tema
       B. amanat
       C. latar
       D. alur
       E. penokohan

Teks berikut untuk soal nomor 31 s.d. 34.
Cermati kutipan puisi berikut!


                                       Banyak yang Tinggal

                         Banyak yang tinggal di gedung beratap beton
                               Menimbun rongsokan berton-ton
                    Banyak yang tinggal di emper-emper sempit dipeluk langit
                          Menjumputi remah-remah hidup yang pahit
                              Banyak yang tinggal di tenda-tenda
                                    Menunggu kemelut reda
                                  Aku tinggal di awang-awang
                                    Ah, hanya bisa nyawang

                                     Rembang, November 2006
                                                                     A. Mustofa Bisri

31. Maksud puisi tersebut adalah ...
      A. Masih ada kemiskinan dan penderitaan.
      B. Kemiskinan dan penderitaan.di mana-mana
      C. Melihat kemiskinan dan penderitaan.
      D. Mengatasi kemiskinan dan penderitaan
      E. Terharu melihat kemiskinan dan penderitaan.
32. Makna lambang kata beton pada larik Banyak yang tinggal di gedung beratap beton
    adalah ....
       A. kegagahan
       B. keperkasaan
       C. kekuatan
       D. kemegahan
       E. kekuasaan

33. Amanat tersirat yang ingin disampaikan penyair adalah ...
      A. Bersama-sama kita mengentaskan kemiskinan dan penderitaan.
      B. Para penguasa janganlah menindas rakyat kecil dan korban bencana.
      C. Saling tolong-menolonglah kita dalam membantu yang kesusahan.
      D. Marilah kita peduli pada kemiskinan dan penderitaan di sekitar kita.
      E. Jangan biarkan mereka terus-menerus dalam kemiskinan dan penderitaan.

34. Nilai moral yang terdapat pada larik, /Aku tinggal di awang-awang/Ah, hanya bisa
    nyawang/ adalah ...
       A. Seseorang yang berada entah di mana merasa prihatin melihat kemiskinan dan
           penderitaan di negerinya.

       B. Ketidakberdayaan seseorang dalam menyelesaikan masalah kemiskinan dan
          penderiataan selain hanya memperhatikan dari jauh.

       C. Kemiskinan dan penderitaan yang terjadi hanya dapat dilihat dari kejauhan dan
          sulit diatasi karena adanya keterbatasan dana.

       D. Kepedulian seluruh warga masyarakat terhadap kemiskinan dan penderitaan masih
          sangatlah diperlukan.

       E. Pengentasan kemiskinan dan penderitaan rakyat merupakan tanggung jawab
          seluruh warga masyarakat.

35. Cermati kutipan novel berikut!

    Dalam pada itu tak sunyi-sunyinya anak perahu tadi menyebut-nyebut nama Allah. Ada
    kalanya perahu itu tersandung kepada batang kayu yang hanyut dibawa arus, yang tiada
    timbul sampai ke permukaan air, hingga perahu itu senget dan berayun, bagaikan hilang
    rasa samangatku.
                                                          Percobaan Setia, Suman Hs.
    Makna ungkapan anak perahu pada kutipan novel tersebut adalah ....
      A. teknisi
      B. penyelam
      C. nakhoda
      D. anak buah
      E. penumpang

36. Cermati kutipan novel berikut!

    ”.... Sebagai seorang kawan, yang wajib berat sama memikul dan ringan sama menjinjing,
    apabila jauh dari tanah air, sewajibnyalah saya engau beri tahu, apakah yang
    menyusahkan hatimu sekarang, sehingga banyak perubahanmu daripada yang biasa?”

                                            Di Bawah Lindungan Ka’bah, Hamka

    Makna peribahasa wajib berat sama memikul dan ringan sama menjinjing pada kutipan
    novel tersebut adalah ....
       A. beratnya penderitaan orang, lebih berat yang mengalami
       B. seberat apa pun masalah tetap harus kita jalani
       C. jangan menanggung sendiri masalah yang dihadapi
       D. hadapi segala sesuatu dengan penuh tanggung jawab
       E. suka duka, baik buruk sama-sama ditanggung

    Teks berikut untuk soal nomor 37 s.d. 40.
    Cermati kutipan berikut!

    (1) Malam telah larut. (2) Aku terbangun di atas kasur di dalam kamar. (3) Hatiku terasa
    robek dan aku merasa amat nista dan kecil dalam keluarga orang tuaku ini. (4) Mengapa
    Ramanda tiada pernah memaafkan diriku? (5) Alangkah dosa diriku. (6) Alangkah tidak
    adilnya Ramanda dan betapa sakit hatiku sekarang. (7) Kuhamburkan tangisku di sana.
    (8) Kumohon ke hadapan Tuhan berkah serta maaf. (9) Kutangisi Prahasto yang belum
    memahami arti dunia ini yang sebenarnya, istriku Pratiwi, anak manusia yang telah
    menjadi korban kedengkian Ramanda selama ini.
                                                    Keris, Purnawan Tjondronegoro

37. Pendukung latar suasana sedih terdapat pada kalimat nomor ....
       A. (1), (3), (4), dan (7)
       B. (2), (4), (6), dan (8)
       C. (3), (6), (7), dan (8)
       D. (4), (6), (7), dan (9)
       E. (5), (6), (8), dan (9)
38. Pendukung sikap orang tua yang otoriter terhadap anak terdapat pada kalimat nomor
    ....
         A. (1), (3), (4), dan (6)
         B. (2), (4), (6), dan (8)
         C. (3), (4), (6), dan (9)
         D. (4), (6), (7), dan (9)
         E. (5), (7), (8), dan (9)

39. Pendukung sifat aku orang yang lemah dan tiada berdaya terdapat pada kalimat nomor
    ....
         A. (1), (3), (5), dan (7)
         B. (2), (4), (6), dan (8)
         C. (3), (4), (6), dan (9)
         D. (3), (6), (7), dan (9)
         E. (4), (6), (8), dan (9)

40. Nilai budaya dalam cerita tersebut yang hingga kini masih lazim kita jumpai di
    masyarakat adalah ...
       A. Ketergantungan anak yang sudah berumah tangga kepada orang tua
       B. Campur tangan orang tua di dalam kehidupan rumah tangga anaknya.
       C. Ketidakberdayaan seorang menantu di hadapan mertuanya.
       D. Seorang anak kecil yang menjadi korban ambisi orang dewasa.
       E. Memohon ampun dan berkah kepada Tuhan saat ditimpa kemalangan.




                    Selamat mengerjakan!
PAKET 2
                                SOAL TRY OUT SASTRA

                             TAHUN PELAJARAN 2009/2010


Teks untuk soal nomor 1 s.d. 3
Cermati penggalan novel berikut!

      (1) Ayahku patuh kepada Umi.
      (2) Ini mungkin disebabkan oleh tidak ada lagi orang yang lebih tua yang patut lebih
disegani di rumah itu. (3) Atau memang karena wibawanya. (4) Memang ada kakek.
(5) Tetapi ceritanya lain. (6) Dan kepada kakek sesungguhnya pun ayahku segan. (7) Dan
begitu pula sebaliknya, Umi menyantuni adiknya, seperti santunan itu hanya miliknya sendiri.
(8) Dan tidak akan ditemukan di tempat lain.
                                                           Bako, Darman Moenir

1. Pembuktian watak tokoh Umi, orang yang berwibawa dan dermawan pada penggalan
   novel tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
      A. (1) dan (5)
      B. (2) dan (4)
      C. (3) dan (7)
      D. (4) dan (6)
      E. (5) dan (8)

2. Peristiwa sebagai akibat perbuatan tokoh Umi tersebut terdapat pada kalimat nomor ....
       A. (1) dan (7)
       B. (2) dan (5)
       C. (3) dan (4)
       D. (5) dan (7)
       E. (6) dan (8)

3. Amanat yang terdapat pada pengalan novel tersebut adalah ...
     A. Bantulah orang yang sedang mengalami kesusahan.
     B. Hendaknya di antara kita dapat saling menghargai.
     C. Janganlah melupakan kebaikan orang kepada kita.
     D. Berbuat baiklah selalu kepada siapa saja.
     E. Hendaknya kita dapat memberikan contoh baik.
Teks untuk soal nomor 4 s.d. 5
Cermati penggalan novel berikut!

      ”Tetapi, “ kata orang tua itu pula, ”menurut adat dunia, hendaklah intan itu diikat
dengan emas juga, supaya elok di pandang mata. Ini pun Syam, karena adikmu Salwiah itu
sudah haji, patutlah yang menjadi suaminya haji pula.”
     ”Oleh sebab itu,” katanya pula, ”sudah kurundingkan dengan ibumu mana yang baik.
Simpulan mufakat kami akan memberangkatkan engkau pergi ke Mekkah.

                                                              Percobaan Setia, Suman Hs.

4. Watak tokoh orang tua pada penggalan tersebut adalah ....
     A. bijaksana
     B. penyayang
     C. materialis
     D. sombong
     E. penolong

5. Pendeskripsian watak tokoh yang digunakan pengarang adalah melalui ....
      A. pikiran tokoh
      B. lingkungan tokoh
      C. pandangan tokoh
      D. perbuatan tokoh
      E. ucapan tokoh

6. Cermati kutipan novel berikut!

       Ia berhenti sebentar, mengusap matanya lalu ia berkata lagi, ”Besok menjelang hari
    keempat puluh, Kang. Engkau tahu? Kita hendak mengadakan selamatan sebagai
    sedekah kiriman, dan seluruh kampung hendak kami undang. Mereka telah menolong
    kami sejak engkau pergi lantaran mereka cinta kepadamu.”
       Mereka berdua lalu melangkah meninggalkan pusara ayahnya.

                                                                    Pulang, Toha Mohtar
    Latar suasana pada penggalan novel tersebut adalah ....
      A. haru
      B. sendu
      C. sedih
      D. sahdu
      E. rindu
7. Cermati teks drama berikut!

  Andika    : Bukan itu, Gun! Sekarang ini yang aku perlukan hanyalah sebuah
               kacamata. Aku tersiksa dengan minus mataku setiap saat. Sementara
              tabunganku sendiri tidak cukup untuk membeli sebuah kacamata.
  Gun       : Dika, kenapa tidak kamu ceritakan saja ke orang tuamu?
  Andika    : Tidak, Gun! Pada suatu saat kamu akan tahu kehidupan keluargaku.
               Aku tidak ingin orang tuaku merasa susah. Kamu perlu ketahui, aku
               sekolah di SMA ini hanya ingin meraih beasiswa, Gun.

  Karakter tokoh Andika adalah ....
     A. hemat dan rajin
     B. tekun dan sabar
     C. ulet dan tabah
     D. sabar dan tabah
     E. baik dan rajin

Teks untuk soal nomor 8 s.d. 12.
Cermati penggalan hikayat berikut!

Maka bertitahlah raja, ”Hai Dimnah, di manakah engkau selama ini?”
        ”Ampun, Tuanku, beribu ampun,” jawab Dimnah, ”adalah patik yang hina ini
senantiasa jua duduk di pintu balairung Tuanku, menanti-nantikan kalau-kalau ada sesuatu
perkara yang dapat patik jadikan jalan akan berkhidmat kepada Tuanku, baik dengan diri
maupun dengan harta dan pikiran. Bukankah, kata patik kepada diri patik, di penghadapan
raja senantiasa timbul berbagai-bagai perkara, dan masakah di antara perkara yang banyak
ragamnya itu tidak ada agak sebuah yang perlu tenaga seseorang yang tiada berharga
sebagai patik ini sekalipun? Tuanku pun lebih mengetahui bahwa sekali-kali orang, yang
bagaimana rendah dan hinanya pun, ada perlunya juga kepada raja dan negeri. Ranting yang
kering yang tercampak di jalan raya pun terkadang-kadang ada gunanya, sekurang-kurangnya
penggaruk gatal di tempat yang tiada tercapai oleh tangan. Betapa pula orang, yang banyak
sedikit pun ada mempunyai akal.”
                                                           Hikayat Kalilah dan Dimnah

8. Salah satu karakteristik yang menonjol pada naskah sastra Melayu Klasik yang
   terdapat pada kutipan hikayat tersebut adalah ....
      A. penggunaan kata maka yang diulang-ulang
      B. isi cerita tentang seorang raja yang lalim
      C. tema dan alur terkait erat dengan petualangan
      D. bercerita tentang raja dan keluarganya
      E. menggunakan bahasa Melayu
 9. Amanat yang terdapat dalam kutipan hikayat tersebut adalah . . .
     A. Sudah selayaknya bawahan mengabdi kepada pemimpin.
     B. Janganlah meremehkan orang yang tidak mampu.
     C. Hendaknya pemimpin mendengarkan suara rakyat.
     D. Jadilah warga masyarakat yang tahu menghormati pemimpinnya.
     E. Hendaknya pemimpin menghargai kemampuan rakyatnya.

10. Perbuatan yang kurang lazim dalam kehidupan masyarakat saat ini yang tampak
    pada kutipan hikayat tersebut adalah ...
       A. Seorang pemimpin begitu kehilangan salah satu warganya yang telah lama tidak
           dilihatnya.
       B. Seseorang rakyat kelas bawah setia menunggu perintah atau tugas dari
           pemimpinnya.
       C. Seorang yang ahli secara berani dan terus terang menawarkan jasa kepada
           pemimpin negeri.
       D. Memanfaatkan barang yang sudah tidak berguna menjadi sesuatu yang sangat
           bermanfaat.
       E. Seorang pemimpin berkenan mendengarkan keluh kesah rakyatnya dan
           mencarikan jalan keluarnya.

11. Maksud kalimat yang dicetak miring, Bukankah, kata patik kepada diri patik, di
    penghadapan raja senantiasa timbul berbagai-bagai perkara, dan masakah di antara
    perkara yang banyak ragamnya itu tidak ada agak sebuah yang perlu tenaga seseorang
    yang tiada berharga sebagai patik ini sekalipun? pada kutipan hikayat tersebut adalah ...
       A. Memohon kepada raja agar dia, sebagai rakyat kecil, diperkenankan membantu
           mengatasi salah satu masalah.
       B. Setiap negeri memiliki berbagai masalah dan untuk mengatasinya pastilah
           memerlukan bantuan seseorang.
       C. Seorang raja yang memiliki banyak masalah tentulah dapat menyelesaikan
           masalahnya seorang diri.
       D. Warga masyarakat yang baik bersedia membantu menyelesaikan masalah yang
           dihadapi pemimpinnya.
       E. Sekecil apa pun kemampuan seseorang, suatu ketika tentulah berguna bagi orang
           lain.
12. Kalimat pendukung watak Dimnah yang baik hati dan setia kepada raja adalah ...
       A. ”Ampun, Tuanku, beribu ampun,” jawab Dimnah, ”adalah patik yang hina ini
          senantiasa jua duduk di pintu balairung Tuanku,...
       B. ... menanti-nantikan kalau-kalau ada sesuatu perkara yang dapat patik jadikan jalan
          akan berkhidmat kepada Tuanku, ...
       C. ... dan masakah di antara perkara yang banyak ragamnya itu tidak ada agak sebuah
          yang perlu tenaga seseorang yang tiada berharga sebagai patik ini ...
       D. Tuanku pun lebih mengetahui bahwa sekali-kali orang, yang bagaimana rendah
          dan hinanya pun, ada perlunya juga kepada raja dan negeri.
       E. Ranting yang kering yang tercampak di jalan raya pun terkadang-kadang ada
          gunanya, sekurang-kurangnya penggaruk gatal ...

Teks puisi berikut untuk soal nomor 13 dan 14
Cermati puisi berikut!

              Kidung Akhir Tahun

       Seorang tua jalan sendiri
       Meninggalkan gerbang duniawi
       Tak ada yang lain, kecuali pergi
       Lewat jalan akhir dan sunyi

                      Slamet Sukirnanto

13. Maksud/isi puisi tersebut adalah ...
      A. Akhir perjalanan hidup seseorang di dunia.
      B. Kepergian orang yang sudah tua.
      C. Orang yang sudah tua pergi seorang diri.
      D. Seorang yang kesunyian ingin pergi seorang diri.
      E. Kepasrahan seseorang yang siap menerima ajal.

14. Makna lambang, gerbang duniawi adalah ....
      A. kekurangan
      B. kepastian
      C. kehidupan
      D. kematian
      E. kesempurnaan
15. Cermati penggalan novel berikut!

        ”Man, aku berhutang budi kepada ibumu,” katanya suatu kali. ”Ia amat banyak
   membantuku untuk dapat melanjutkan sekolah. Bahkan ia pulalah yang menganjurkanku
   untuk pindah saja ke sekolah yang lain ketika aku gagal di SMA. Tetapi ini tidak mudah,
   Man. Kalau aku bersekolah di tempat lain, artinya bukan di P, tentulah aku harus
   berpisah dengan orang kepada siapa aku berhutang budi. Ini tidak mungkin, Nak. Hutang
   emas bisa dibayar, hutang budi dibawa mati. Bukankah demikian? Aku bersedia
   bersekolah di tempat lain asal terlebih dahulu aku menyuntingnya,” ia melanjutkan secara
   jujur.
                                                                 Bako, Darman Moenir

   Nilai moral yang terdapat pada penggalan novel tersebut adalah ...
       A. Tidak peduli apa pun yang diperbuat orang lain.
       B. Kebaikan hati seseorang akan diingat selamanya.
       C. Akibat perbuatan seseorang terbawa sampai mati.
       D. Suatu perbuatan yang sudah telanjur tidak dapat dipebaiki.
       E. Menyimpan rahasia seseorang dibawa mati.

16. Cermati kalimat berikut!

   Aku juga rindu kepadamu

   Penulisan kalimat tersebut ke dalam aksara Arab Melayu yang tepat adalah . . .

       A.   ‫أ كوجوغ رًدوكفداهو‬

       B.   ‫أ كوجاغا رًدوكفداهو‬

       C.   ‫أ كوجوغا راًدوكفداهو‬

       D.   ‫أ كوجوغا رًدواكفداهو‬

       E.   ‫أ كوجوغا رًدوكفداهو‬
17. Cermati kalimat berikut!

                              ‫دوتڠ اي هس بي س دي بيا ر،دوتڠ بدي دي باوهتي‬
   Perbaikan penulisan kata yang salah (digarisbawahi) adalah ....
             A.   ‫بوديا‬
             B.   ‫بادي‬
             C.   ‫بو دا‬
             D. ‫بودي‬

             E.   ‫بديا‬

18. Cermati kalimat berikut!

                                              ۰۰۰ ‫ٲكو ۰۰۰لوكي سي ٳتودڠي سغٌا ف‬
    Kata-kata yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah ....

        A.        ‫هٌوليس - ڧرس أى كو‬
        B.        ‫ها م بوا ت - ڧرس أى كو‬
        C.        ‫هٌڠي سي - دتي كو‬
        D.        ‫هي جوأل - دتي كو‬
        E.        ‫ها م بوا - تٌا غ‬
19. Cermati kutipan hikayat berikut!

                                    ۰‫هك بغيي د كدوا لكي ٳس تري ڧوى سي تا ف لخ‬
    Kalimat aksara Latin yang tepat untuk kutipan hikayat tersebut adalah ...
       A.   Maka baginda keduanya laki istri pun santaplah.
       B.   Maka baginda keduanya laki istri pun bersantap.
       C.   Maka beginda kedua lagi istri pun bersantaplah
       D.   Maka baginda kedua lagi istri pun santaplah
       E.   Maka baginda kedua laki istri pun santaplah.

20. Cermati kutipan hikayat berikut!



 ‫هك كد وا لكي ٳيس تري ڧوى دودوق دي أتس ڧتراى يڠ كٳي هسا ى دي أ تس سڠ‬
                            ۰ ‫لخ‬   ‫غسٌا كرجأ ى. هك غي دڠ ًوبت ڧوى دي ڧلو أورڠ‬
    Bunyi-bunyian (gendang) yang terdiri dari 9 buah = ‫غي دڠ ًوبت‬

    Maksud kalimat pada kutipan hikayat tersebut adalah ...
      A. Kedua suami istri pun menduduki kerajaan dan orang-orang membunyikan
         gendang penobatan.
      B. Kedua suami istri pun duduk di singgasana kerajaan dan orang-orang memukul
         bunyi-bunyian.
      C. Kedua suami istri pun duduk di singgasana kerajaan dan dinobatkan dengan
         gendang penobatan.
      D. Kedua suami istri pun di singgasana kerajaan dan dinobatkan dengan bunyi-
         bunyian.
      E. Kedua suami istri pun didudukkan di singgasana dan orang-orang memukul
         bunyi-bunyian.

21. Cermati kutipan puisi berikut!

        Senandung Rindu

    ketika kautapaki ruas jarak yang menuju ke puncak batas
    . . . .
    terhenti di luka waktu
    maka ingin kuhanyutkan rona jiwa pada sungai
    yang mengalir di malam lelapmu

                      Ahmad Subki
    Larik bermajas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah ...
       A. aku inginkan selalu hadirmu
       B. menyanyikan rindu tiap waktu
       C. mimpiku tertambat di ceruk rindu
       D. mimpiku bagaikan kalbu nan malu
       E. kerinduan hati akan kehadiranmu

Teks untuk soal nomor 22 dan 23.
Cermati kutipan puisi berikut!

               Lagu Sangsi

    Hati lelaki yang terbagi
    adalah daging dibajak sangsi
    Hati yang hidup untuk dua bunga
    adalah kali yang tersobek . . . (22)

    Kali yang terbagi menjulur ke barat dan ke timur
    Betapa lambat ia ngeluncur tanpa tidur
    . . . (23)
    Begitu tohor tapi tak berdasar

                               Rendra

22. Kata berima yang tepat untuk melengkapi larik (22) pada puisi tersebut adalah ....
       A. lagi
       B. rasa
       C. raga
       D. hati
       E. dua

23. Larik yang tepat untuk melengkapi bagian rumpang (23) pada puisi tersebut adalah ....
        A. Raga pergi tapi mata binar
        B. Ragu di hati langkah pun gentar
        C. Bagaikan rumah yang tak berlatar
        D. Kali hitam tanpa buih dan sinar
        E. Hati kosong tak bersinar
Teks untuk soal nomor 24 dan 25.
Cermati kutipan cerpen berikut!

        Buat seorang janda yang sudah terlalu tua untuk itu, apalah yang dikehendaki lagi
    selain atap untuk berteduh dan makan serta pakaian yang cukup. Lagi pula anak
    tunggalnya yang tinggal di Surabaya dan menurut kabar hidup berkecukupan, tidak mau
    lagi berhubungan dengannya. Tarikan dan pelukan istri dan anak-anaknya rupanya begitu
    erat melengket hingga mampu melupakan ibunya sama sekali. Tidak apa, hiburnya. Di
    sini pun dia sering ditinggal pergi oleh majikannya. Tetapi waktu dia mulai merasa
    semakin renta, tidak sekuat sebelumnya, Mbok Jah merasa dirinya menjadi beban
    keluarga itu. Dia merasa menjadi buruh tumpangan gratis. Dan harga dirinya
    memberontak terhadap keadaan itu. . . .

                             ”Mbok Jah”, Lebaran di Karet, di Karet ..., Umar Kayam

24. Peristiwa itu (yang dicetak miring) tidak sesuai dengan konteks. Kalimat perbaikan yang
    sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah ...
       A. Di rumah keluarga Mulyono ini dia merasa mendapat semuanya.
       B. Di kota ini dia habiskan seluruh sisa hidupnya bersama keluarga Mulyono.
       C. Kalaupun dia bersama anaknya di Surabaya belum tentu hatinya senang.
       D. Mbok Jah mengisi waktu sepinya dengan bermain bersama anak asuhannya.
       E. Sungguh dia tak mengerti mengapa anaknya begitu.

25. Kalimat peristiwa yang sesuai untuk melengkapi cerpen tersebut adalah ....
      A. Dia pasrahkan hidupnya kepada keluarga Mulyono.
      B. Dia sedih meratapi nasib malangnya ini.
      C. Disampaikan kata hatinya kepada anaknya.
      D. Diputuskannya untuk pulang saja ke desanya.
      E. Dia bergegas meninggalkan rumah itu.

26. Cermati data buku berikut!

        Meusyen karya Raysa Kamila, dkk. merupakan kumpulan cerpen yang ditulis oleh 30
    anak muda yang berusia 14 sampai 25 tahun. Menggambarkan anak yang masih berusia
    sangat muda, tentu gejolak rasa sangat beragam dalam hati mereka. Meski beragam,
    semua temanya tetaplah meusyen.
        Meusyen adalah kosa kata Aceh yang jika di-Indonesia-kan kurang lebih artinya rindu
    yang sangat mendalam. Rindu sebuah perdamian, rindu akan ayah pulang, rindu melihat
    mata hari terbenam, rindu melihat senyum ibu, rindu berkumpul dengan teman-teman, dan
    berbagai macam rindu dapat kita lihat dalam buku yang diterbitkan Aneuk Mulieng
    Publishing itu.
   Kalimat simpulan resensi yang sesuai dengan data buku tersebut adalah . . .
     A. Jika selama ini kita hanya mendengar pidato tentang perdamian Aceh, dalam buku
         ini, tidak terkesan seperti pidato.

      B. Bagi mereka yang ingin tahu perasaan anak Aceh terhadap sebuah perdamaian,
         buku ini tentunya sangat layak dikonsumsi.

      C. Membaca keseluruhan judul dalam buku ini, maka sebuah kepiluan anak Aceh
         akan dirasakan.

      D. Damai boleh saja datang, tetapi kenangan di masa konflik tidak mudah lekang. Hal
         ini tergambar hampir pada semua cerita dalam buku itu.

      E. Konflik Aceh dapat kita lihat dalam 30 naskah cerpen yang terkumpul dalam
         sebuah buku berjudul Meusyen.

27. Cermati kutipan drama berikut!

   Endah     Yah, ... mudah-mudahan anak pertama kita terlahir selamat, ya, Mas.
             :
   Sukiman   Iya ..., ya ... ya! (gugup)
             :
   Endah     . . . .
             :
   Sukiman   Eee, ... apakah uang kita, maksudku bagaimana dengan tabungan di
             :
              celengan
   Endah   : Syukurlah Mas, setiap hari aku menyisihkan lima ratus rupiah, itu pun
              kalau uang pemberian Mas tersisa.
   Sukiman : Eee, kalau pada waktunya kau melahirkan kemudian uang tidak cukup kita
             cari ke mana, ya?
                                         Nak, Suara Itu Jadi Mentari, Shobir Poer

   Kalimat yang tepat untuk melengkapi teks drama tersebut adalah ...
      A. Jadi , Mas tidak tahu kita mesti gimana?
      B. Masa bodoh, ah! Aku cape, mau tidur.
      C. Kamu harus kerja keras cari tambahan.
      D. Lho ... Mas kok terlihat gugup, ada apa?
      E. Aduh! Aku jadi bingung!
28. Cermati kutipan esai berikut!

        Rendra menulis Sajak Pulau Bali (1977), menegaskan bahwa kebudayaan rakyat
    ternoda/ digencet standar dagang internasional. Lewat sajak ini, selain menjadikan Bali
    sebagai senjata untuk mengecam Bank Dunia dan deru kapitalisme alias kolonialisme
    baru, Rendra juga menggambarkan kebudayaan Bali telah tercemar karena industri
    pariwisata. Penyair Radhar Panca Dahana lewat sajak Bali di Ufuk Teru Menyan (1994),
    menggaungkan suara lain yang melihat Bali dengan rasa kagum. Lewat sajaknya Radhar
    mengekspresikan bahwa Bali tetap kencana di tengah gerusan – globalisasi industri
    pariwisata.

    Masalah yang diungkapkan dalam kutipan esai tersebut adalah ....
      A. industri pariwisata
      B. pencemaran budaya
      C. permaslahan Bali
      D. pariwisata Bali
      E. budaya Bali

Teks berikut untuk soal nomor 29 dan 30.
Cermati kutipan kritik berikut!

       (1) Kesulitan memahami sajak Toeti Heraty Noerhadi makin merepotkan ketika kita
    mencermati bentuknya. (2) Tampak di sini, Toeti mengabaikan begitu saja ketentuan bait
    atau korelasi antarlarik. (3) Ia lebih mendahulukan gagasan. (4) Boleh jadi, ia
    memperlakukan itu karena memang sengaja hendak membebaskan gagasan dari ikatan-
    ikatan bentuk. (5) Jadi, pemakaian enjambemen yang terdapat di sana-sini dalam
    sebagian besar puisi Toeti, tetap saja kurang begitu membantu ketika hendak menelusuri
    makna puisi bersangkutan.

29. Kalimat yang menunjukkan kritik terhadap karya sastra dalam kutipan tersebut terdapat
    pada nomor ....
       A. (1)
       B. (2)
       C. (3)
       D. (4)
       E. (5)

30. Unsur intrinsik puisi yang dikritik pada kutipan kritik tersebut adalah ....
       A. tema
       B. amanat
       C. latar
       D. makna
       E. rima
Teks berikut untuk soal nomor 31 s.d. 34.
Cermati kutipan puisi berikut!

       Akulah Si Telaga

akulah si telaga: berlayarlah di atasnya
berlayarlah menyibakkan riak-riak kecil yang menggerakkan
bunga-bunga padma;
berlayarlah sambil memandang harumnya cahaya;
sesampai di seberang sana, tinggalkan begitu saja – perahumu
biar aku yang menjaganya

                             Perahu Kertas, Sapardi Djoko Damono

31. Isi puisi tersebut adalah ...
        A. keinginan menjaga
        B. petualangan hidup
        C. pengorbanan seseorang
        D. pejalanan hidup
        E. indahnya kehidupan

32. Makna lambang kata telaga pada puisi tersebut adalah ....
      A. bersedia menjadi tempat berlabuh
      B. rela berkorban untuk orang lain
      C. tempat perahu berlayar
      D. menjadi penjaga perahu
      E. tempat tumbuhnya bunga padma

33. Amanat tersirat yang ingin disampaikan penyair adalah ...
      A. Kita harus dapat menghindari semua godaan.
      B. Bantulah orang yang sedang dalam kesulitan.
      C. Hendaknya kita berani menghadapi tantangan.
      D. Jadilah orang yang rela melakukan sesuatu bagi orang lain.
      E. Hendaknya kita senantiasa berbuat baik kepada orang lain.

34. Nilai moral yang terdapat pada larik, biar aku yang menjaganya adalah ...
       A. Mebiarkan orang lain berbuat sesuka hati.
       B. Seseorang menyarankan orang lain berbuat baik.
       C. Menghadapi semua rintangan yang henghadang.
       D. Menghargai kebaikan yang telah diberi seseorang.
       E. Seseorang yang rela berkorban bagi orang lain.
35. Cermati kutipan novel berikut!

       Karena sudah biasa aku mengerjakan pekerjaan yang demikian itu, tiada pernah induk
    semangku yang baru ini bermasam muka kepadaku. Syukurlah aku kepada Tuhan yang
    sudah menurunkan rahmat-Nya kepadaku.

    Makna ungkapan induk semang pada kutipan novel tersebut adalah ....
      A. pemimpin
      B. penguasa
      C. majikan
      D. sahabat
      E. rekanan

36. Cermati kutipan novel berikut!

       ”Hapuskanlah perasaan itu dari hatimu, janganlah ditimbul-timbulkan juga. Engkau
    tentu memikirkan juga, bahwa emas tak setara dengan loyang, sutra tak sebangsa dengan
    benang.”
                                           Di Bawah Lindungan Ka’bah, Hamka

    Makna peribahasa emas tak setara dengan loyang, sutra tak sebangsa dengan benang.
    pada kutipan novel tersebut adalah ....
      A. keadaan yang tidak seimbang
      B. terpisah jarak yang sangat jauh
      C. berbeda zaman berbeda cara
      D. menyesuaikan dengan keadaan
      E. seseorang yang pandai membawa diri

Teks berikut untuk soal nomor 37 s.d. 38.
Cermati kutipan berikut!

        (1) Ayahmu yakin, pada waktu kau membaca nasihatku ini kau bisa jadi dan bisa kerja
    apa saja anakku. (2) Tetapi, janganlah kau bercita-cita jadi seorang pengarang macam aku
    ini.
        (3) Mungkin sekali engkau pergi ke perpustakaan dan melihat cerita pendek di mana
    tertulis nama ayahmu, dan tergerak hatimu ingin berbuat yang sama.
        (4) Aku mempunyai banyak alasan melarangmu, anakku. (5) Tetapi hanya beberapa
    alasan yang bisa kusebutkan. (6) Seorang pengarang yang baik selalu berusaha mencari
    kebenaran. (7) Tetapi kadang-kadang kebenaran dikalahkan oleh kenyataan, dan pada saat
    itulah para pengarang diuji. (8) Suatu kenyataan mungkin tidak benar, anakku. (9)
    Karena itu, ia harus berani disalib atau digantung untuk suatu kebenaran.

      ”Nasehat untuk Anakku” Motinggo Busye, Horison Sastra Indonesia 2 Kitab Cerita
    Pendek
37. Pendukung latar suasana haru terdapat pada kalimat nomor ....
       A. (1), (2), (4), dan (6)
       B. (2), (4), (5), dan (7)
       C. (3), (6), (8), dan (9)
       D. (4), (7), (8), dan (9)
       E. (5), (6), (7), dan (8)

38. Pendukung sikap seorang ayah yang sayang kepada anaknya terdapat pada kalimat
    nomor ....
      A. (1) dan (3)
      B. (2) dan (4)
      C. (5) dan (7)
      D. (6) dan (9)
      E. (7) dan (8)

Teks berikut untuk soal nomor 39 s.d. 40.
Cermati kutipan berikut!

       (1) Ia berhenti sebentar, mengusap matanya lalu ia berkata lagi, ”Besok menjelang hari
    keempat puluh, Kang. (2) Engkau tahu? (3) Kita hendak mengadakan selamatan sebagai
    sedekah kiriman, dan seluruh kampung hendak kami undang. (4) Mereka telah menolong
    kami sejak engkau pergi lantaran mereka cinta kepadamu.”
       (5) Mereka berdua lalu melangkah meninggalkan pusara ayahnya.

                                                           Pulang, Toha Mohtar

39. Pendukung sifat ia adalah seorang yang tahu menghargai kebaikan orang terdapat pada
    kalimat nomor ....
        A. (1) dan (2)
        B. (2) dan (3)
        C. (3) dan (4)
        D. (3) dan (5)
        E. (4) dan (5)

40. Nilai budaya dalam cerita tersebut yang hingga kini masih lazim kita jumpai di
    masyarakat adalah ....
       A. memberi sedekah kepada orang yang telah mendoakan
       B. mengirim doa bagi orang yang sudah meninggal dunia
       C. membalas jasa orang yang berbuat baik kepada kita
       D. mengenang kebaikan orang yang sudah meninggal dunia
       E. mendatangi kerabat orang yang sudah meninggal dunia.




                              Selamat mengerjakan!

								
To top