PROSES SOSIAL INTERAKSI SOSIAL

Document Sample
PROSES SOSIAL INTERAKSI SOSIAL Powered By Docstoc
					PROGRAM PENDIDIKAN PROFISIONAL
 GURU MELALUI JALUR PENDIDIKAN
PROGRAM PENDIDIKAN PROFISIONAL
 GURU MELALUI JALUR PENDIDIKAN
       BIDANG IPS TERPADU

     SUB-BIDANG SOSIOLOGI


                Oleh:
    Dr. Zaini Rohmad, M.S.; M.Pd
 SUB-BIDANG SOSIOLOGI

• Proses Sosial dan Interaksi
  Sosial
• Penyimpangan Sosial
• Pranata Sosial, dan
• Perubahan Sosial
        PROSES SOSIAL
                     &

     INTERAKSI SOSIAL
 Proses sosial adalah cara-cara
  berhubungan yang dilihat apabila orang-
  perorangan dan kelompok-kelompok sosial
  saling bertemu dan menentukan sistem
  serta bentuk-bentuk hubungan diantara
  mereka.
 Proses sosial dapat diartikan sebagai
  hubungan timbal-balik antara berbagai segi
  kehidupan bersama
 Interaksi sosial merupakan kunci dari
  semua kehidupan sosial, karena tanpa
  interaksi sosial tak akan mungkin ada
  kehidupan bersama.
Interasi sosial merupakan syarat utama terjadinya
aktivitas-aktivitas sosial.

Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan
sosial yang dinamis yang menyangkut hubungan
antara orang-orang perorangan, antara kelompok-
kelompok manusia, maupun antara orang perorangan
dengan kelompok manusia.

Interaksi sosial antara kelompok-kelompok manusia
terjadi pula di dalam masyarakat. Interaksi tersebut
lebih mencolok ketika terjadi benturan antara
kepentingan perorangan dengan kepentingan
kelompok.
       MACAM INTERAKSI SOSIAL
a.  Imitasi (peniruan)
    Imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi
    kaidah-kaidah dan nilai-nilai yang berlaku di
    masyarakat
b. Sugesti
   sugesti berlangsung apabila seseorang memberi suatu
    pandangan/sikap yang berasal dari dirinya yang
    kemudian diterima oleh pihak lain
c. Identifikasi
   kecenderungan/keinginan dalam diri seseorang untuk
    menjadi sama dengan pihak lain.
d. Proses simpati
    suatu proses di mana seseorang merasa tertarik pada
    pihak lain. Faktor utamanya perasaan utk memahami
     orang/pihak lain.
SYARAT INTERAKSI SOSIAL
a. Adanya kontak sosial (social contact).
   Ada tiga bentuk:
   - antarindividu,
   - individu dengan kelompok,
   - antarkelompok.
b. Adanya Komunikasi, yaitu seseorang
   memberi arti pada perilaku orang lain,
   perasaan-perassaan apa yang ingin
   disampaikan orang tersebut. Orang yang
   bersangkutan kemudian memberi reaksi
   terhadap perasaan yang ingin
   disampaikan oleh orang tersebut.
     BENTUK-BENTUK
    INTERAKSI SOSIAL


• kerja sama (cooperation),
• persaingan (competition), dan
• pertentangan atau pertikaian
  (conflict).
    SIFAT KERJASAMA
•   Kerjasama Spontan (Spontaneous
    Cooperation): Kerjasama yang sertamerta
•   Kerjasama Langsung (Directed Cooperation):
    Kerjasama yang merupakan hasil perintah
    atasan atau penguasa
•   Kerjasama Kontrak (Contractual
    Cooperation): Kerjasama atas dasar tertentu
•   Kerjasama Tradisional (Traditional
    Cooperation): Kerjasama sebagai bagian
    atau unsur dari sistem sosial.
BENTUK KERJASAMA
•   Kerukunan yang mencakup gotong-royong dan
    tolong menolong
•   Bargaining, Yaitu pelaksana perjanjian mengenai
    pertukaran barang-barang dan jasa-jasa antara 2
    organisasi atau lebih
•   Kooptasi (cooptation), yakni suatu proses
    penerimaan unsur-unsur baru dalam
    kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam
    suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk
    menghindari terjadinya kegoncangan dalam
    stabilitas organisasi yang bersangkutan
•   Koalisi (coalition), yakni kombinasi antara dua
    organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan-
    tujuan yang sama.
•   Joint venture, yaitu kerjasama dalam
    pengusahaan proyek-proyek tertentu
         AKOMODASI
• Akomodasi dipergunakan dalam dua arti
  menunjuk pada suatu keadaan dan
  menunjuk pada suatu proses.
• Akomodasi menunjuk pada keadaan:
  adanya suatu keseimbangan dalam
  interaksi antara orang-perorangan atau
  kelompok-kelompok manusia dalam
  kaitannya dengan norma-norma sosial dan
  nilai-nilai sosial yang berlaku dalam
  masyarakat.
• Sebagai suatu proses, akomodasi
  menunjuk pada usaha-usaha manusia
  untuk meredakan suatu pertentangan yaitu
  usaha-usaha manusia untuk mencapai
  kestabilan.
    TUJUAN AKOMODASI
•   Mengurangi pertentangan antara
    orang atau kelompok manusia
    sebagai akibat perbedaan paham.
•   Mencegah meledaknya suatu
    pertentangan untuk sementara
    waktu atau secara temporer.
•   Memungkinkan terjadinya
    kerjasama antara kelompok sosial
    yang hidupnya terpisah akibat
    faktor-faktor sosial psikologis dan
    kebudayaan, dan
•   Mengusahakan peleburan antara
    kelompok sosial yang terpisah.
        BENTUK-BENTUK
          AKOMODASI
•   Corecion, suatu bentuk akomodasi yang prosesnya
    dilaksanakan karena adanya paksaan.
•   Compromise, bentuk akomodasi dimana pihak-pihak yang
    terlibat saling mengurangi tuntutannya agar tercapai suatu
    penyelesaian terhadap perselisihan yang ada.
•   Arbitration, Suatu cara untuk mencapai compromise apabila
    pihak-pihak yang berhadapan tidak sanggup mencapainya
    sendiri.
•   Conciliation, suatu usaha untuk mempertemukan keinginan-
    keinginan dari pihak-pihak yang berselisih demi tercapainya
    suatu persetujuan bersama.
•   Toleration, merupakan bentuk akomodasi tanpa persetujuan
    yang formal bentuknya.
•   Stalemate, suatu akomodasi dimana pihak-pihak yang
    bertentangan karena mempunyai kekuatan yang seimbang
    berhenti pada satu titik tertentu dalam melakukan
    pertentangannya.
•   Adjudication, Penyelesaian perkara atau sengketa di
    pengadilan.
HASIL-HASIL AKOMODASI

•   Akomodasi dan Intergrasi Masyarakat
•   Menekankan Oposisi
•   Koordinasi berbagai kepribadian yang
    berbeda
•   Perubahan lembaga kemasyarakatan
    agar sesuai dengan keadaan baru atau
    keadaan yang berubah
•   Perubahan-perubahan dalam kedudukan
•   Akomodasi membuka jalan ke arah
    asimilasi
            ASIMILASI
• Asimilasi merupakan proses sosial dalam
  taraf lanjut.
• Tanda proses asimilasi adalah adanya usaha-
  usaha mengurangi perbedaan-perbedaan
  yang terdapat antara orang-perorangan atau
  kelompok-kelompok manusia dan juga
  meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi
  kesatuan tindak, sikap, dan proses-proses
  mental dengan memerhatikan kepentingan
  dan tujuan bersama.
• Jadi, proses asimilasi adalah para pihak
  lebih saling mengenal dan timbulnya benih-
  benih toleransi mereka lebih mudah untuk
  saling mendekati.
    PROSES ASIMILASI TIMBUL,
            bila ada :
•   Kelompok-kelompok manusia yang
    berbeda kebudayaannya.
•   orang-perorangan sebagai warga
    kelompok tadi saling bergaul
    secara langsung dan intensif untuk
    waktu yang lama, dan
•   kebudayaan-kebudayaan dari
    kelompok-kelompok manusia
    tersebut masing-masing berubah
    dan saling menyesuaikan diri.
    SYARAT ASIMILATIF
•   Interaksi sosial tersebut bersifat
    suatu pendekatan terhadap pihak
    lain, dimana pihak yang lain tadi juga
    berlaku sama.
•   interaksi sosial tersebut tidak
    mengalami halangan-halangan atau
    pembatasan-pembatasan.
•   Interaksi sosial tersebut bersifat
    langsung dan primer.
•   Frekuaensi interaksi sosial tinggi dan
    tetap, serta ada keseimbangan antara pola-
    pola tersebut.
    FAKTOR-FAKTOR
MEMPERMUDAH ASIMILASI
 •   Toleransi.
 •   Kesempatan-kesempatan yang seimbang
     di bidang ekonomi.
 •   Sikap menghargai orang asing dan
     kebudayaannya.
 •   Sikap tebuka dari golongan yang
     berkuasa dalam masyarakat.
 •   Persamaan dalam unsur-unsur
     kebudayaan.
 •   Perkawinan campuran (amaigamation).
 •   Adanya musuh bersama dari luar.
        FAKTOR UMUM
    PENGHALANG ASIMILASI
•   Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam
    masyarakat.
•   Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang
    dihadapi
•   Perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan
    yang dihadapi.
•   Perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan/ kelompok
    tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan/
    kelompok lainnya.
•   Dalam batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau
    perbedaan ciri-ciri badaniah dapat pula menjadi salah
    satu penghalang terjadinya asimilasi.
•   In-Group-Feeling yang kuat menjadi penghalang
    berlangsungnya asimilasi.
•   Gangguan dari golongan yang berkuasa terhadap
    golongan minoritas
•   Faktor perbedaan kepentingan yang kemudian ditambah
    dengan pertentangan-pertentangan pribadi
           OPOSISI

• Oposisi dapat diartikan sebagai
  cara berjuang melawan seseorang
  atau sekelompok manusia untuk
  mencapai tujuan tertentu.
• Pola-pola oposisi tersebut
  dinamakan juga sebagai perjuangan
  untuk tetap hidup (struggle for
  existence).
     BENTUK PROSES
       DISOSIATIF
• Persaingan (Competition)
 Persaingan atau competition dapat
 diartikan sebagai suatu proses sosial
 dimana individu atau kelompok manusia
 yang bersaing mencari keuntungan melalui
 bidang-bidang kehidupan yang pada suatu
 masa tertentu menjadi pusat perhatian
 umum dengan cara menarik perhatian
 publik/dengan mempertajam prasangka
 yang telah ada tanpa mempergunakan
 ancaman atau kekerasan
PERSAINGAN MEMPUNYA
   DUA TIPE UMUM
• Bersifat Pribadi; Individu,
  perorangan, bersaing dalam
  memperoleh kedudukan
 (rivalry)

• Bersifat Tidak Pribadi;
       BENTUK-BENTUK
         PERSAINGAN
•   Persaingan ekonomi yaitu timbul karena
    terbatasnya persediaan dibandingkan dengan
    jumlah konsumen
•   Persaingan kebudayaan yaitu dapat menyangkut
    persaingan bidang keagamaan, pendidikan, dan
    sebagainya.
•   Persaingan kedudukan dan peranan yaitu di
    dalam diri seseorang maupun di dalam kelompok
    terdapat keinginan untuk diakui sebagai orang
    atau kelompok yang mempunyai kedudukan serta
    peranan terpandang.
•   Persaingan ras yaitu merupakan persaingan di
    bidang kebudayaan. Hal ini disebabkan karena
    ciri-ciri badaniyah terlihat dibanding unsur-unsur
    kebudayaan lainnya.
    FUNGSI PERSAINGAN
•   Menyalurkan keinginan individu/
    kelompok yang bersifat kompetitif
•   Sebagai jalan dimana keinginan,
    kepentingan serta nilai-nilai yang pada
    suatu masa medapat pusat perhatian,
    tersalurkan dengan baik oleh mereka
    yang bersaing.
•   Sebagai alat untuk mengadakan seleksi
    atas dasar seks dan sosial. Persaingan
    berfungsi untuk mendudukan individu
    pada kedudukan serta peranan yang
    sesuai dengan kemampuannya.
•   Sebagai alat menyaring para warga
    golongan karya (fungsional).
    FAKTOR PERSAINGAN
     TERGANTUNG PADA:
•   Kepribadian seseorang.
•   Kemajuan yaitu Persaingan akan
    mendorong seseorang untuk bekerja
    keras dan memberikan sahamnya untuk
    pembangunan masyarakat.
•   Solidaritas kelompok yaitu Persaingan
    yang jujur akan menyebabkan para
    individu akan saling menyesuaikan diri
    dalam hubungan-hubungan sosialnya
    hingga tercapai keserasian.
•   Disorganisasi yaitu Perubahan yang
    terjadi terlalu cepat dalam masyarakat
    akan mengakibatkan disorganisasi pada
    struktur sosial.
    KONTRAVERSI

merupakan suatu bentuk
proses sosial yang berada
antara persaingan dan
pertentangan atau
pertikaian.
TIPE UMUM KONTRAVENSI
•   Kontraversi generasi masyarakat yaitu
    lazim terjadi terutama pada zaman yang
    sudah mengalami perubahan yang
    sangat cepat.
•   Kontraversi seks yaitu menyangkut
    hubungan suami dengan istri dalam
    keluarga.
•   Kontraversi Parlementer yaitu
    hubungan antara golongan mayoritas
    dengan golongan minoritas dalam
    masyarakat
    SIFAT KONTRAVENSI
•   Umum meliputi perbuatan seperti penolakan,
    keengganan, perlawanan, perbuatan
    menghalang-halangi, protes, gangguan-
    gangguan, kekerasan, pengacauan rencana.
•   Sederhana seperti menyangkal pernyataan
    orang lain di muka umum, memaki-maki
    melalui surat selebaran, mencerca, memfitnah,
    melemparkan beban pembuktian pada pihak
    lain, dan sebagainya.
•   Intensif, penghasutan, menyebarkan desas
    desus yang mengecewakan pihak lain
•   Rahasia, mengumumkan kerahasian orang,
    berkhianat.
•   Taktis, mengejutkan lawan, mengganggu dan
    membingungkan pihak lain
        TIPE KONTRAVENSI
•   Kontravensi antar masyarakat
    setempat, mempunyai dua bentuk:
    •    Kontavensi antarmasyarakat setempat
        yang berlainan (intracommunity struggle).
    •   Kontravensi antar golongan-golongan
        dalam satu masyarakat setempat
        (intercommunity struggle).
•   Antagonisme keagamaan.
•   Kontravensi Intelektual yaitu sikap
    meninggikan diri dari mereka yang
    mempunyai latar belakang pendidikan
    yang tinggi atau sebaliknya.
PERTENTANGAN/PERTIKAIAN
       (conflict )


 Persaingan/pertentangan
 merupakan bentuk-bentuk
 proses sosial disosiatif yang
 terdapat pada setiap
 masyarakat
SEBAB TERJADINYA
PERTENTANGAN:
•   Perbedaan antara individu.
•   Perbedaan kebudayaan.
•   perbedaan kepentingan.
•   perubahan sosial.
BENTUK KHUSUS PERTENTANGAN
  •   Pertentangan pribadi.
  •   Pertentangan Rasial yaitu dalam hal ini para
      pihak akan menyadari betapa adanya
      perbedaan antara mereka yang menimbulkan
      pertentangan.
  •   Pertentangan antara kelas-kelas sosial yaitu
      disebabkan karena adanya perbedaan
      kepentingan.
  •   Pertentangan politik yaitu menyangkut baik
      antara golongan-golongan dalam satu
      masyarakat, maupun antara negara-negara
      yang berdaulat.
  •   Pertentangan yang bersifat internasional
      yaitu disebabkan perbedaan-perbedaan
      kepentingan yang kemudian merembes ke
      kedaulatan negara.
       DAMPAK KONFLIK
•   Tambahnya solidaritas in-group.
•   Apabila pertentangan antara golongan-
    golongan terjadi dalam satu kelompok
    tertentu, akibatnya adalah sebaliknya,
    yaitu goyah dan retaknya persatuan
    kelompok tersebut.
•   Perubahan kepribadian para individu.
•   Hancurnya harta benda dan jatuhnya
    korban manusia.
•   Akomodasi, dominasi, dan takluknya
    salah satu pihak.
PENYIMPANGAN
    SOSIAL
       PENGERTIAN
      PENYIMPANGAN
• Suatu perilaku dianggap
  menyimpang apabila tidak sesuai
  dengan nilai-nilai dan norma-norma
  sosial yang berlaku dalam
  masyarakat.
• Atau, penyimpangan (deviation)
  adalah segala macam pola perilaku
  yang tidak berhasil menyesuaikan
  diri (conformity) terhadap kehendak
  masyarakat.
    PENGERTIAN
PENYIMPANGAN SOSIAL
perilaku menyimpang adalah
semua tindakan yang
menyimpang dari norma yang
berlaku dalam sistem sosial dan
menimbulkan usaha dari
mereka yang berwenang dalam
sistem itu untuk memperbaiki
perilaku menyimpang
PENYIMPANGAN DIBAGI
MENJADI DUA BENTUK
• Penyimpangan Primer (Primary
  Deviation)
• Penyimpangan Sekunder
  (secondary deviation)
 PENYIMPANGAN PRIMER
• Penyimpangan yang dilakukan
  seseorang akan tetapi si pelaku
  masih dapat diterima masyarakat.
  Ciri penyimpangan ini bersifat
  temporer atau sementara, tidak
  dilakukan secara berulang-ulang dan
  masih dapat ditolerir oleh
  masyarakat
• Contohnya: Menunggak iuran listrik
  dan telepon, melanggar rambu-
  rambu lalu lintas, ngebut di jalanan,
  dsb.
   PENYIMPANGAN SEKUNDER
• Penyimpangan yang berupa
  perbuatan yang dilakukan seseorang
  yang secara umum dikenal sebagai
  perilaku menyimpang.
• Penyimpangan ini tidak bisa ditolerir
  oleh masyarakat.
• Contohnya: Pemabuk, pengguna
  obat-obatan terlarang, pemerkosa,
  pelacuran, pembunuh, perampok dan
  penjudi.
    FAKTOR-FAKTOR
 PENYIMPANGAN SOSIAL
• Longgar/tidaknya nilai dan
  norma.
• Sosialisasi yang tidak
  sempurna.
• Sosialisasi sub kebudayaan
  yang menyimpang.
PENYEBAB PERILAKU
MENYIMPANG
• Biologis
  Berdasarkan ciri-ciri biologis ter- tentu orang dapat
  diidentifikasikan. Ciri- ciri fisik tersebut antara lain:
  bentuk muka, kedua alis yang menyambung menjadi
  satu dsb.
• Psikologis
  Menjelaskan sebab terjadinya penyimpangan ada
  kaitannya dengan kepribadian retak atau kepribadian
  yang memiliki kecenderungan untuk melakukan
  penyimpangan dan atau traumatik.
• Sosiologis
  Menjelaskan sebab terjadinya perilaku menyimpang
  ada kaitannya dengan sosialisasi yang kurang tepat.
  Individu tidak dapat menyerap norma-norma kultural
  budayanya atau individu yang menyimpang harus
  belajar bagaimana melakukan penyimpangan
      JENIS-JENIS
     PENYIMPANGAN
• Penyimpangan Individual
 (Individual Deviation)
• Penyimpangan Kolektif (Group
 Deviation)
      KATEGORI TINDAK
  PENYIMPANGAN INDIVIDUAL
• Penyalahgunaan narkoba
• Proses sosialisasi yang tidak
  sempurna
• Pelacuran
• Penyimpangan seksual
• Tindak kejahatan/kriminal
• Gaya hidup
   PENYALAHGUNAAN
       NARKOBA
• Narkotika (candu, ganja, putau)
• Psikotropika (ectassy,
  magadon, amphetamin)
• Alkoholisme.
   BEBERAPA JENIS
PENYIMPANGAN SEKSUAL
•   a)Lesbianisme dan Homosexual
•   b) Sodomi
•   c) Transvestitisme
•   d) Sadisme
•   e) Pedophilia
•   f) Perzinaan
•   g) Kumpul kebo
GAYA HIDUP MENYIMPANG
• Sikap arogansi
• Sikap eksentrik
PENYIMPANGAN KOLEKTIF
• Kenakalan remaja
• Tawuran/perkelahian pelajar
• Penyimpangan kebudayaan
  DAMPAK PENYIMPANGAN
         SOSIAL
• Dampak Penyimpangan Sosial
  Terhadap Diri Sendiri/ Individu.
• Dampak Penyimpangan Sosial
  Terhadap Masyarakat/kelompok
DAMPAK PENYIMPANGAN
 SOSIAL TERHADAP DIRI
   SENDIRI/ INDIVIDU

• Terkucil
• Terganggunya perkembangan
  jiwa
• Rasa bersalah
   DAMPAK PENYIMPANGAN
     SOSIAL TERHADAP
   MASYARAKAT/KELOMPOK
• Dampak Penyimpangan Sosial
  Terhadap Masyarakat/kelompok
• Seperti: tindak kejahatan, tindak
  kekerasan seorang kadangkala hasil
  penularan seorang individu lain,
  sehingga tindak kejahatan akan
  muncul berkelompok dalam
  masyarakat
• Terganggunya keseimbangan sosial
 USAHA MENGANTISIPASI
    DAN MENGATASI
 PENYIMPANGAN SOSIAL
• Upaya-upaya Mengantisipasi
  Penyimpangan Sosial
• Upaya-upaya Mengatasi
  Penyimpangan Sosial
• Sikap Yang Cocok Dalam
  Menghadapi Penyimpangan
  Sosial
      ANTISIPASI
 PENYIMPANGAN SOSIAL
• Antisipasi adalah usaha sadar
  yang berupa sikap, perilaku
  atau tindakan yang dilakukan
  seseorang melalui langkah-
  langkah tertentu untuk
  menghadapi peristiwa yang
  kemungkinan terjadi.
 UPAYA MENGANTISIPASI
 PENYIMPANGAN SOSIAL
• Penanaman nilai dan norma
  yang kuat.
• Penanaman nilai dan norma
  yang kuat
• Berkepribadian Kuat dan Teguh
    TUJUAN PROSES SOSIALISASI
          ANTARA LAIN:
•   Pembentukan konsep diri
•   Pengembangan keterampilan
•   Pengendalian diri
•   Pelatihan komunikasi
•   Pembiasaan aturan.
   UPAYA MENGATASI
 PENYIMPANGAN SOSIAL
• Sanksi yang tegas
• Giatkan penyuluhan-penyuluhan
• Rehabilitasi sosial
   SIKAP YANG COCOK DALAM
MENGHADAPI PENYIMPANGAN SOSIAL
• Tidak mudah terpengaruh
• Berpikir positif (Positive
 Thinking)
• Berpikir positif (Positive
 Thinking)
      PEMAHAMAN
  PENYIMPANGAN SOSIAL
• Penanaman misalnya dilarang merokok,
  penyalahgunaan narkoba, nilai dan norma,
  pendidikan seks, seks pra nikah,
  pendidikan agama, tindak
  kejahatan/kriminal
• Pelaksanaan aturan keluarga, tata tertib
  sekolah yang disiplin
• Berkepribadian dengan melakukan
  kebiasaan baik, sikap terpuji, dan mandiri.
• Melakukan sosialisasi dengan penyuluhan-
  penyuluhan.
• Melakukan rehabilitasi agar bisa sembuh
  dari penyakit sosial yang dideritanya.
PRANATA SOSIAL
PENGERTIAN PRANATA
      SOSIAL
• Mengacu pada :
  - Sistem nilai dan norma sosial;
  - Bentuk atau organ sosial

• Pranata sosial merupakan
  sekumpulan norma yang tersusun
  secara sistematis yang terbentuk
  dalam rangka memenuhi berbagai
  kebutuhan hidup manusia
 PRANATA SOSIAL =
SOCIAL INSTITUTION

      Para sosiolog
 mendefinisikan lembaga
sosial berdasarkan aspek
 mana yang lebih utama
     PRANATA SOSIAL
    BERKAITAN DENGAN:
•   Seperangkat norma yang saling
    berkaitan, bergantung dan
    mempengaruhi.
•   Seperangkat norma yang dapat
    dibentuk, diubah dan dipertahankan
    sesuai dengan kebutuhan hidup.
•   Seperangkat norma yang mengatur
    hubungan antar warga masyarakat
    agar dapat berjalan tertib dan teratur
    Untuk memfungsikan sekumpulan norma atau
      gagasan perilaku, setiap lembaga sosial
     memiliki beberapa asosiasi atau organisasi.

Pranata / Lembaga     Asosiasi/Organisasi

•   Perkawinan        • Kantor urusan agama
•   Pendidikan        • Perguruan Tinggi, SMA,
•   Agama               SMP, SD
•   Pemerintahan      • Masjid, gereja, Pura,
•   perekonomian        wihara
                      • Partai, Parlemen
                      • PT, Firma, CV
 PROSES PERTUMBUHAN
   PRANATA SOSIAL
• Norma
  - Usage
 - Folkways
 - Mores
 - Castum
POLA-POLA MEMBUDAYA
• Institusionalisation
   Suatu proses yang dilewati oleh semua norma-
  norma kemasyarakatan yang baru untuk
  menjadi bagian dari salah satu norma lembaga
  kemasyarakatan, sehingga norma tersebut
  dikenal, diakui, dihargai dan ditaati dalam
  kehidupan sehari-hari.
• Institusionalized
   Suatu tahap pengenalan dan penerimaan ide-
  ide pada masyarakat.
• Internalized: Pendarah dagingan
   Suatu tahap penerimaan norma terhadap
  masyarakat sehingga masyarakat berkeinginan
  untuk selalu berbuat atau bertingkah
  lakusejalan dengan apa yang sudah
  dimengerti.
  FUNGSI UMUM PRANATA
         SOSIAL
• Memberikan pedoman kepada
  masyarakat begaimana mereka
  harus bertingkah laku dalam
  memenuhi kebutuhan pokok/
  bersama.
• Menjaga keutuhan dari
  masyarakat yang bersangkutan
• Memberi pegangan kepada
  masyarakat untuk mengadakan
  sistem pengendalian sosial.
MANFAAT UMUM PRANATA SOSIAL
•   Sebagai pengawas atas
    konsekuensi hidup orang banyak.
•   Badan pembina sosio budaya yang
    menjamin stabilitas sosial yang
    berkelangsungan.
•   Menyediakan peranan-peranan
    sosial dengan sikap yang sesuai
    dengan institusi tersebut sehingga
    setiap orang dapat memilih
    lembaga mana yang sesuai dengan
    keinginan individu.
FUNGSI PRANATA SOSIAL
   (MANIFES/NYATA)
• Fungsi yang disadari dan menjadi
  harapan banyak orang.
Contohnya:
• Keluarga sebagai lembaga
  internalisasi dan sosialisasi nilai dan
  norma.
• Lembaga ekonomi tempat terjadinya
  proses produksi dan distribusi.
FUNGSI PRANATA SOSIAL
 (LATEN/TERSEMBUNYI)
• Fungsi yang tidak disadari dan bukan
  menjadi tujuan utama lembaga,
  cenderung tidak nampak, dan tidak
  diharapkan tetapi ada.
Contohnya:
• Lembaga keluarga, pernikahan untuk
  menutupi rasa malu sebutan tidak
  laku.
• Lembaga politik persaingan untuk
  berkuasa kemudian menumpuk
  kekayaan
    KARAKTERISTIK PRANATA SOSIAL
•    Memiliki simbol sendiri, sebagai tanda khasan atau
     ciri khusus lembaga.
•    Contohnya:
     1) Lembaga hukum; timbangan
     2) Lembaga keluarga; cincin makan
•    Memiliki tanda tertib dan tradisi, sebagai panutan
     secara tertulis dan tidak tertulis oleh anggotannya.
     Contohnya; lembaga keluarga ada aturan menghormati
     anggota keluarga yang lebih tua.
•    Usianya lebih lama sehingga terjadi pewarisan dari
     generasi ke generasi.
•    Memiliki alat kelengkapan untuk mewujudkan tujuan
     lembaga.
•    Memiliki idiologi sistem gagasan mendasar yang
     dimiliki bersama, dianggap ideal oleh anggotanya.
•    Memiliki tingkat kekebalan/ daya tahan, tidak akan
     lenyap begitu saja. Contoh; kurikulum pendidikan dan
     adat istiadat.
UNSUR-UNSUR PRANATA/
   LEMBAGA SOSIAL



         5   44 3 2   1

             4
    UNSUR-UNSUR PRANATA/
       LEMBAGA SOSIAL
•   Individu
    Inti dari sebuah lembaga adalah kumpulan individu jika kita melihat
    manusia dari aspek individu, maka kita akan mengetahui hakikat
    manusia secara eksistensi sebagai makhluk individu (manusia yang
    unik) dan sebagai makluk sosial (manusia yang tidak dapat hidup
    tanpa bantuan manusia lain).
•   Lembaga Keluarga
    Proses alami bagi setiap individu yang sudah dewasa cepat atau
    lambat akan membentuk keluarga. Disanalah akan dilahirkan individu-
    individu barusebagai penerus atau generasi baru.
•   Lembaga Sosial
    Merupakan akomodasi dari berbagai macam individu dan individu
    tersebut bersumber dari berbagai keluarga.
•   Lembaga Kemasyarakatan
    Pada prinsipnya mendekati sama dengan lembaga sosial tetapi
    berdasarkan kajianyang mendalam lembaga kemasyarakatan
    cenderung bersifat lebih luas bila dibanding dengan lembaga sosial.
•   Lembaga Negara
    Merupakan lembaga terbesar pada tingkat tataran “state”. Lembaga
    ini memiliki kekuasaan dan kekuatan yang paling tinggi bila dilihat
    dari kacamata kedudukan dan wewenang.
    TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL
1. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut
   perkembangannya:
•   Crescive institution atau lembaga paling primer
    Suatu tipe pranata/ lembaga yang tumbuh tidak
    sengaja dan tumbuhnya berasal dari adat istiadat.
    Contoh; hak milik, bentuk-bentuk perkawinan, dan
    lumbung padi.
•   Enacted institution
    Tipe pranata/ lembaga yang dibentuk dengan
    sengaja dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan
    hidup masyarakat yang bersangkutan. Contoh
    lembaga utang piutang, lembaga pendidikan dan
    lembaga perdagangan. Semuanya ini berakar dari
    kebiasaan-kebiasaan yang sistimatis dan diatur
    kemudian dituangkan lembaga-lembaga yang
    disyahkan oleh pemerintah.
    TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL
2. Tipe pranata sosial dilihat dari
   sudut nilai
•    Basic institution
     Dianggap sebagai lembaga sosial yang paling
     penting untuk memelihara dan
     mempertahankan tata tertibdalam masyarakat.
     Contoh; lembaga keluarga dan lembaga agama.
•    Subsidiary institution
     Lembaga sosial yang dianggap kurang penting
     oleh sekelompok masyarakat tertentu,
     misalnya lembaga rekreasi dan lembaga olah
     raga.
    TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL
3. Tipe pranata sosial dilihat dari
    sudut penerimaan oleh masyarakat.
•   Aproved social institution
    Tipe lembaga ini merupakan lembaga-lembaga
    yang diterima oleh masyarakat karena dirasa
    memberi manfaat dan keuntungan serta sangat
    dibutuhkan. Misalnya lembaga agama, lembaga
    pendidikan, lembaga perdagangan, lembaga
    bantuan hukum dan lembaga penitipan anak dan
    lembaga-lembaga swadaya masyarakat.
•   Unproved= un sanctioned intitution
    Tipe lembaga ini ditolak oleh masyrakat secara
    umum sebab lembaga ini dianggap meresahkan
    dan merugikan masyarakat secara umum,
    misalnya gank persatuan perampok/copet/gali/
    momoli/kumpul kebo/kaum gay, lebian/homo seks
    dan lembaga perakitan bom ilegal.
     TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL
4. Tipe pranata sosial dilihat
   dari sudut penyebarannya.
•   General institution
    Suatu lembaga yang lahir atas dasar faktor
    penyebaran sehingga dikenal di seluruh dunia,
    misalnya lembaga pemerintahan, lembaga
    agama dan perserikatan bangsa-bangsa.
•   Ristricted institution
    Suatu lembaga yang dikenal hanya terbatas
    pada suatu masyarakat atau negara tertentu,
    misalnya lembaga adat, lembaga keyakinan/
    aliran dan lembaga pemerintahan (khususnya
    pada sistemnya).
    TIPE-TIPE PRANATA SOSIAL
5. Tipe pranata sosial dilihat dari sudut
    fungsinya.
•   Operative institution
    Suatu lembaga yang befungsi untuk
    menghimpun pola-pola atau cara-cara yang
    diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu,
    misalnya LSM, IMF, UMDB, dan lembaga
    industri.
•   Regulated institution
    Lembaga yang berfungsi mengawasi adat
    istiadat atau tata kelakuan yang tidak
    mutlak manjadi bagian dari pada lemabaga
    tersebut. Contoh lembaga hukum dan
    lembaga ferifikasi.
    KEBERADAAN LEMBAGA
      SOSIAL ADA TIGA:
• Masyarakat totaliter
  Suatu masyarakat yang menganggap negara sebagai
  lembaga kemasyarakatan yang pokok membawahi
  lembaga-lembaga lain seperti lembaga pendidikan,
  lembaga ekonomi, lembaga keluarga dan lain sebagainya.
  Contoh lembaga Unisoviet dan Rusia.
• Masyarakat homigen dan tradisional
  Suatu masyarakat yang mengangap lembaga
  kemasyarakatan satu dengan yang lainnya sebagai suatu
  institusi configurasi (pola-pola hubungan). Contohnya,
  terciptanya suatu desa swasembada karena dukungan dari
  berbagai komponen kelembagaan pada tingkat desa.
  Komponen tersebut antara lain, lembaga perekonomian
  desa, lembaga keamanan desa, lembaga pendidikan dan
  lembaga kesehatan.
• Masyarakat komplek atau terbuka
  Masyarakat beranggapan dan percaya bahwa terjadinya
  perubahan sosial dan budaya dianggap sebagai sarana
  untuk merubah norma dalam rangka pemenuhan
  kebutuhan.
PERUBAHAN SOSIAL
    PENGERTIAN
 PERUBAHAN SOSIAL
Banyak ahli yang memberikan
batasan perubahan sosial sesuai
dengan sudut pandang masing-
masing.
Pada intinya, perubahan sosial
adalah perubahan yang terjadi dalam
struktur dan proses masyarakat
yang dapat mempengaruhi sistem
sosial.
            KARAKTERISTIK
           PERUBAHAN SOSIAL
•   Pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material
    terhadap unsur-unsur immaterial.
•   Perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan
    fungsi masyarakat.
•   Perubahan-perubahan dalam hubungan sosial (social
    relationships) atau sebagai perubahan terhadap
    keseimbangan (equilibrium) hubungan sosial.
•   Suatu variasi dari cara-cara hidup yang telah diterima,
    baik karena perubahan-perubahan kondisi geografis,
    kebudayaan material, komposisi penduduk, idiologi
    maupun karena adanya difusi ataupun penemuan-
    penemuan baru dalam masyarakat.
•   Modifikasi-modifikasi yang terjadi dalam pola-pola
    kehidupan manusia
•   Segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga
    kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang
    mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya
    nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-
    kelompok dalam masyarakat.
    BENTUK-BENTUK PERUBAHAN
•   Perubahan   lambat dan perubahan
    cepat
•   Perubahan   kecil dan perubahan besar
•   Perubahan   Struktur dan Perubahan
    Proses
•   Perubahan  yang dikehendaki
    (intended-change) atau perubahan
    yang direncanakan (planned-chage)
    dan perubahan yang tidak
    dikehendaki (unitended-change) atau
    perubahan yang tidak direncanakan
    (unplanned-change)
PERUBAHAN LAMBAT DAN
   PERUBAHAN CEPAT
• Perubahan lambat (evolusi)
• Macam-macam teori evolusi
• Unilenear theories of evolution. Teori ini pada
  pokoknya berpendapat bahwa manusia dan
  masyarakat (termasuk kebudayaannya) mengalami
  perkembangan sesuai dengan tahap-tahap tertentu,
  bermula dari bentuk yang sederhana, kemudian
  bentuk yang kompleks sampai pada tahap yang
  sempurna.
• Universal theory of evolution menyatakan bahwa
  perkembangan masyarakat tidaklah perlu melalui
  tahap-tahap tertentu yang tetap. Teori ini
  mengemukakan bahwa kebudayaan manusia telah
  mengikuti suatu garis evolusi yang tertentu.
• Multilined theories of evolution. Teori ini lebih
  menekankan pada penelitian-penelitian terhadap
  tahap-tahap perkembangan tertentu dalam evolusi
  masyarakat
PERUBAHAN REVOLUSI

Revolusi adalah perubahan-
perubahan sosial yang
berlangsung dengan cepat dan
menyangkut dasar-dasar atau
sendi-sendi pokok kehidupan
masyarakat
    SYARAT-SYARAT REVOLUSI
•   Harus ada keinginan umum untuk
    mengadakan suatu perubahan.
•   Adanya seorang pemimpin atau sekelompok
    orang yang dianggap mampu memimpin
    masyarakat tersebut.
•   Pemimpin diharapkan dapat menampung
    keiginan-keinginan masyarakat untuk
    kemudian merumuskan serta menegaskan
    rasa tidak puas tadi menjadi program dan
    arah gerakan.
•   Pemimpin tersebut harus dapat menunjukkan
    suatu tujuan pada masyarakat.
•   Harus ada momentum yaitu saat di mana
    segala keadaan dan faktor sudah tepat dan
    baik untuk memulai suatu gerakan.
   PERUBAHAN KECIL

• Perubahan kecil adalah
  perubahan-perubahan yang
  terjadi pada unsur unsur
  struktur sosial yang tidak
  membawa pengaruh langsung
  atau yang berarti bagi
  masyarakat
  PERUBAHAN BESAR

• perubahan besar adalah
  perubahan-perubahan yang
  terjadi pada unsur-unsur
  struktur sosial yaitu membawa
  pengaruh besar pada
  masyarakat
    PROSES PERUBAHAN SOSIAL
•   Penemuan baru (discovery) yaitu
    penemuan merupakan persepsi
    manusia yang dianut secara bersama,
    mengenai suatu aspek kenyataan yang
    semula sudah ada.
•   Invensi (Invention) yaitu suatu
    kombinasi baru/ cara penggunaan baru
    dari pengetahuan yang sudah ada.
•   Difusi (difution) yaitu penyebaran
    unsur-unsur budaya dari suatu
    kelompok ke kelompok lainnya.
Maaf ada kelanjutannya.

• Tunggu berita berikutnya.