DAMPAK PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI TERHADAP PERKEMBANGAN KOTA DI by lpe53845

VIEWS: 0 PAGES: 7

									        DAMPAK PENGEMBANGAN KAWASAN INDUSTRI TERHADAP
               PERKEMBANGAN KOTA DI SEKITARNYA

                                         Oleh :
                               Ir . Karya Subagya , MT.

                 Program Studi Teknik Arsitektur - Fakultas Teknik
                             Universitas Budi Luhur


                                        Abstrack


The Growth Industrial Area is happenings almost in every territorial on
Indonesia where automatically is influential to urban the developing at its
surrounding . The impacts is consist both negatively and positively, in this
paper will discuss a gleam enlightens impact that happening on urban area in
Indonesia and how the Industrial Area have a main role on it .

Keywords : Industrial Area , Urban , The Impact

1. PENDAHULUAN
     LATAR BELAKANG
     Kawasan industri adalah suatu zona / wilayah yang ditetapkan oleh
     pemerintah sebagai kegiatan industri. Di dalam zona perindustrian tersebut,
     terdapat industri yang sifatnya individual (yang berdiri sendiri) dan industri –
     industri yang sifatnya mengelompok dalam kawasan industri (Industrial
     Estate). Di Indonesia sendiri, pada tahun 2005 sudah terdapat 203 kawasan
     industri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan luas + 67.000
     Ha. Dari jumlah tersebut baru beroperasi 64 kawasan dengan total area +
     20.000 Ha, dan rata-rata tingkat pemanfaatan + 44% yang di dalamnya
     terdapat + 60.000 industri.1

     Pemerintah sendiri telah banyak mengeluarkan kebijakan – kebijakan untuk
     mendorong terciptanya Kawasan Industri di berbagai daerah – daerah untuk
     menarik para investor asing untuk menanamkan modalnya di kawasan

1
    www.depperin.go.id

22             Dampak Pengembangan Kawasan Industri Terhadap Perkembangan Kota Di Sekitarnya
     perindustrian yang sudah ada. Salah satu kebijakan pemerintah adalah
     dengan strategi pengembagan FTZ (Free Trade Zone) atau SEZ (Special
     Economic Zone).2 Dimana kebijakan ini diberlakukan di suatu kawasan
     Industri berupa pemberian fasilitas dan insentif fiskal yang amat menarik
     dan bersifat khusus sehingga investor dapat tertarik untuk membuka
     pabriknya pada kawasan industri tersebut. Selain itu usaha pemerintah yang
     lain untuk pengembangan kawasan Industri adalah dengan pembangunan
     kelengkapan infrastruktur yang menunjang usaha – usaha produksi di
     kawasan industri ini.


     Setiap perkembangan yang terjadi mempunyai dampak atau pengaruh
     terhadap lingkungan disekitarnya maka dalam hal ini perkembangan
     kawasan mempunyai dampak terhadap perkembangan kota disekitarnya.


2. POKOK PEMBAHASAN

Keseriusan pemerintah dalam pengembangan Kawasan Industri bukanlah
suatu hal yang mengherankan melihat dampak positif / keuntungan yang
dapat diperoleh dari pengembangan Kawasan Industri bagi perkembangan
lingkungan di sekitarnya.

Keuntungan pertama yang dapat diperoleh dari pengembangan Kawasan
Industri adalah untuk memacu pertumbuhan Ekonomi yang lebih tinggi.
Contohnya dapat kita lihat di Propinsi Banten, dimana Pencapaian
pertumbuhan ekonomi Propinsi Banten pada akhir 2006 mencapai 6,24%, atau
lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi rata – rata nasional.3 Sedangkan PDRB
(Produk Domestik Nasional Bruto) daerah pada tahun 2006 mencapai 94


2
    www.valdesz.wordpress.com


3
    www.majalahtrust.com


Dampak pengembangan Kawasan Industri Terhadap Perkembangan Kota Di Sekitarnya   23
trilliun. Besarnya PDRB ini berasal dari sektor industri yang memberikan
kontribusi hingga 49,75%.4 Pertumbuhan ekonomi Propinsi Banten hampir
setengahnya dipengaruhi oleh sektor industri, bahkan pertumbuhan ekonomi
daerahnya dapat melebihi perumbuhan ekonomi rata – rata nasional, yang
tentu saja tidak dapat terlepas dari peranan sektor industri.


Keuntungan kedua dari pembentukan kawasan Industri adalah kemudahan
dalam hal penyediaan sarana infrastruktur yang diperlukan oleh pabrik –
pabrik dalam melakukan produksinya. Dengan menggabungkan beberapa
industri dalam satu kawasan, maka pemenuhan fasilitas sarana dan prasarana
yang menunjang dan diperlukan untuk proses industri dapat dipenuhi lebih
mudah karena dikumpulkan dalam satu kawasan. Berbeda halnya apabila
tidak terdapat kawasan Industri, dimana lokasi industri yang satu dengan yang
lain terletak berjauhan, maka sarana yang diperlukan untuk proses produksi
cenderung susah dilakukan dan lebih mahal karena penggunaannya yang
cenderung untuk keperluan sendiri. Namun dengan adanya kawasan industri
yang merupakan aglomerasi / pengumpulan dari beberapa Industri, maka
pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana industri dapat lebih mudah,
karena dikelompokkan pada satu kawasan, dan lebih murah sifatnya, karena
dapat digunakan secara bersama – sama.


       Keuntungan ketiga yang dapat diperoleh dari pengembangan kawasan
Industri adalah membuka lapangan pekerjaan baru. Dengan bertumbuhnya
Kawasan Perindustrian, maka akan membuka lapangan pekerjaan baru di
pabrik yang dapat menyerap ribuan buruh / tenaga kerja. Dengan tambahnya
lapangan kerja tersebut, maka pendapatan masyarakat dapat menjadi
meningkat yang disertai juga dengan peningkatan SDM-nya. Masyarakat
akan memperoleh pekerjaan dan memperoleh pelatihan dan peningkatan


4
    www.majalahtrust.com



24            Dampak Pengembangan Kawasan Industri Terhadap Perkembangan Kota Di Sekitarnya
pengetahuan dengan bekerja di pabrik – pabrik perindustrian. Untuk bekerja di
suatu Pabrik, pekerja tentu saja harus memiliki keahlian dan keterampilan.
Untuk memenuhi hal ini, maka salah satu usaha yang dilakukan pemerintah
berupa Program Magang di Kawasan Industri yang dikhususkan kepada para
masyarakat di sekitar lingkungan Kawasan Industri. Dengan program tersebut,
SDM dan ketrampilan masyarakat diharapkan dapat meningkat yang nantinya
dapat menghasilkan tenaga – tenaga kerja yang terampil dan siap bekerja.
Sebagai contoh program pemagangan itu adalah di Kawasan Industri MM2100
(PT Megapolis Manunggal Industrial Development MM 2100) dengan lokasi di
pabrik PT Astra Honda Motor dan PT Argo Pantes. 5

Penambahan lapangan pekerjaan, tidak saja hanya berasal dari kebutuhan
pabrik – pabrik akan tenaga keja, tetapi juga berasal dari pembukaan lapangan
kerja baru dari sektor – sektor ekonomi informal. Misalnya semakin
bertumbuhnya warung – warung makan untuk tempat makan buruh – buruh,
munculnya kebutuhan akan transportasi yang menghidupkan usaha ojek,
rumah kontrakan, kost – kostan, toko - toko kelontong, bengkel, jasa
transportasi dan lain sebagainya.6 Yang merupakan sektor – sektor ekonomi
informal yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan para buruh – buruh yang
bekerja di Kawasan Industri tersebut. Peningkatan sektor – sektor ekonomi
informal ini tentu saja akan meningkatkan penghasilan masyarakat yang
tinggal di kawasan Industri tersebut.


Keuntungan keempat yang dapat diperoleh dari pengembangan Kawasan
Industri adalah peningkatan pendapatan daerah melalui pajak daerah.
Meningkatnya       pertumbuhan       ekonomi      suatu    daerah     maka      juga   akan
meningkatkan pendapatan pajak daerahnya. Dengan bertambahnya pajak


5
    www.depperin.go.id

6
    www.suaramerdeka.com


Dampak pengembangan Kawasan Industri Terhadap Perkembangan Kota Di Sekitarnya            25
daerah, maka pemerintah dapat lebih mengembangkan pembangunan di
sekitar kawasan.

Selain hal – hal diatas yang berkaitan dengan ekonomi, keuntungan
pengembangan Kawasan Industri juga dapat diperoleh dari aspek lingkungan.
Keuntungan       pengembangan         Kawasan        Industri    adalah     pemudahan
pengelolaan lingkungannya. Pengelolaan limbah secara terintegrasi dengan
mudah bisa dilakukan. Dengan dikelompokkannya industri dalam satu
kawasan, maka AMDAL-nya berupa AMDAL kawasan, sehingga lebih
mempermudah        dalam      pengecekan       dan    pengontrolan      lingkungannya.7
Pengeloaan limbah secara terintegrasi (integrated waste management) dapat
dengan mudah dilakukan sehingga pengontrolannya juga dapat lebih mudah
dilakukan.


Dari aspek kependudukan, pengembangan Kawasan Industri juga memiliki
nilai penting. Letak Kawasan Industri yang biasanya berada di pingiran kota
atau terletak di luar kota dapat mengurangi arus urbanisasi. Masyarakat dari
desa tidak lagi hanya menargetkan kota sebagai tempat mencari pekerjaan,
tetapi cukup ke Kawasan Industri yang menyediakan lapangan kerja cukup
banyak. Para warga kota yang bekerja di Kawasan Industri juga cenderung
akan memilih tinggal di daerah Kawasan Industri apabila Kawasan Industri
telah menyediakan fasilitas hunian yang memadai. Sehingga peluang arus
transmigrasi dari Kota ke daerah pinggiran kota menjadi semakin besar yang
tentu saja dapat mengurangi kepadatan penduduk kota sebagai nilai
positifnya.


Selain memberikan dampak – dampak positif, pengembangan Kawasan
Industri juga memiliki dampak – dampak yang negatif. Dampak yang negatif /
kerugian ini kebanyakan berkaitan dengan aspek lingkungan. Misalnya saja


7
    www.suaramerdeka.com


26            Dampak Pengembangan Kawasan Industri Terhadap Perkembangan Kota Di Sekitarnya
terjadinya pencemaran dan kerusakan lingkungan akibat polusi dan
limbah yang dihasilkan dari pabrik – pabrik di Kawasan Industri. Polusi dari
pabrik – pabrik di Kawasan Industri ini biasanya berupa polusi udara, air,
kebisingan, ataupun tanah; yang umumnya yang menerima dampak negatif
dari polusi ini adalah warga yang tinggal di Kawasan Industri dan di Sekitar
Kawasan Industri.

Contohnya adalah yang terjadi di Semarang pada tahun 1992. Dimana salah
satu Pabrik yang bernama Semarang Diamond Chemical (SDC) yang terletak
di Kawasan Industri Semarang mengeluarkan limbah yang merusak Tambak
penduduk di Desa Tapak.8 Contoh lainnya adalah yang terjadi di daerah
Demak. Dimana enam industri yang berlokasi di Kawasan Industri Genuk
membuang limbahnya ke Kali Babon sehingga menimbulkan pencemaran
tambak sampai ke Desa Sriwulan dan Bedono.9 Kemudian kasus pencemaran
udara yang disebabkan pabrik baja di sekitar Jrakah yang telah banyak
dikeluhkan penduduk. Penduduk Tambakaji juga mengeluhkan keringnya
sendang Abu Bakar yang diduga karena banyaknya pengambilan air tanah
oleh industri-industri yang berada di atasnya. 10


KESIMPULAN

Apabila dilihat dari penyebab kerugian – kerugian lainnya yang muncul dari
pengembangan Kawasan Industri sebenarnya hanyalah merupakan masalah
ketidak konsekuenan pemerintah didalam menetapkan dan memberlakukan
undang – undang yang sudah ada. Aturan – aturan berupa penempatan lokasi
Kawasan Industri yang jauh dari pusat Kota dan juga penerapan Aturan


8
    www.suaramerdeka.com

9
    www.suaramerdeka.com

10
     www.suaramerdeka.com


Dampak pengembangan Kawasan Industri Terhadap Perkembangan Kota Di Sekitarnya   27
AMDAL khususnya bagi Kawasan Industri sebenarnya sudah dapat mencegah
dan menghilangkan kerugian – kerugian yang dapat dihasilkan dari Kawasan
Industri,   tetapi   pada      pelaksanaannya        hal    tersebut     sering     terjadi
penyimpangan– penyimpangan. Lemahnya pengawasan pemerintah sering
menjadi faktor utama di dalam terjadinya pencemaran – pencemaran yang
terjadi. Pola atur dan awasi (command and control) dalam manajemen
lingkungan di Indonesia memang lemah dalam tiga hal.


Pertama dalam mendeteksi terjadinya pelanggaran, kedua dalam memberikan
respon yang cepat dan pasti atas pelanggaran dimaksud dan ketiga dalam
memberikan sanksi yang memadai agar terjadi efek jera. 11


                                 DAFTAR PUSTAKA




         www.depperin.go.id


         www.majalahtrust.com

         www.pikiran-rakyat.com


         www.suaramerdeka.com

         www.tempointeraktif.com


         www.valdesz.wordpress.com




11
     www.suaramerdeka.com


28            Dampak Pengembangan Kawasan Industri Terhadap Perkembangan Kota Di Sekitarnya

								
To top