POTENSI, MASALAH, DAN PROSPEK PENGEMBANGAN WILAYAH by scz11423

VIEWS: 695 PAGES: 2

									                                                                 RTRW Provinsi Papua Barat




BAB 2
POTENSI, MASALAH, DAN PROSPEK
PENGEMBANGAN WILAYAH




2.1     POTENSI, MASALAH, DAN PROSPEK STRUKTUR TATA RUANG

Berdasarkan RTRW Nasional, struktur ruang Provinsi Papua Barat menetapkan Kota
Sorong sebagai PKN, sedangkan Fak-Fak, Manokwari, dan Ayamaru ditetapkan sebagai
Pusat Kegiatan Wilayah (PKW). Adapun klasifikasi dari kota-kota tersebut dikategorikan
pada tahap pengembangan I dengan prioritas pada pengembangan fungsi dari kota-kota
tersebut. Adapun fungsi dari PKN dan PKW di Provinsi Papua Barat adalah sebagai
berikut:
•     Fungsi dari PKN Sorong adalah Pusat Pelayanan Primer perdagangan dan jasa,
      perikanan, industri, dan pertambangan.
•     Fungsi dari PKW Manokwari adalah Pusat Pelayanan Sekunder jasa pemerintahan,
      perikanan, kehutanan, pertambangan.
•     Fungsi dari PKW Fak-Fak adalah Pusat Pelayanan Sekunder jasa pemerintahan,
      pertanian, perkebunan, perikanan, dan industri.
•     Fungsi dari PKW Ayamaru adalah Pusat Pelayanan Tersier jasa pemerintahan dan
      kehutanan.


2.1.1      Potensi Pengembangan Struktur Tata Ruang
Secara umum kondisi tata ruang di wilayah perencanaan masih sangat sederhana,
sehingga dapat mempermudah pengarahan fungsi-fungsi yang telah ditetapkan. Struktur
ruang di kawasan ini hanya dibentuk oleh beberapa kegiatan, yaitu:
      Permukiman.
      Pertanian.
      Kehutanan.
      Jaringan jalan.
      Kawasan perdagangan dan jasa.


Pola struktur ruang pada saat ini masih linier yaitu mengikuti pola jaringan jalan utama.
Sedangkan permukiman perdesaan membentuk kelompok secara tersebar.




                                                        Laporan Rencana              2-1
                                                              RTRW Provinsi Papua Barat




2.1.2 Masalah Pengembangan Struktur Tata Ruang
Selain potensi pengembangan struktur tata ruang, terdapat pula beberapa permasalahan
dalam pembentukan struktur ruang tersebut. Permasalahan utama pengembangan
Struktur Ruang Provinsi Papua Barat adalah sebagai berikut:
•   Jaringan jalan yang belum menghubungkan pusat-pusat kegiatan sehingga belum
    terbentuk hirarki pusat yang baik.
•   Masih minimnya sarana dan prasarana perkotaan.
•   Pola permukiman pedesaan yang sangat menyebar sehingga mempersulit
    pelayanan dari sarana dan prasarana.


2.1.3 Prospek Pengembangan Struktur Tata Ruang
Berdasarkan potensi dan permasalahannya, maka prospek pengembangan struktur tata
ruang Provinsi Papua Barat adalah sebagai berikut:
•   Penetapan fungsi PKN, PKW dan PKL yang disesuaikan dengan sumberdaya alam
    dan sumberdaya manusia yang dimiliki pada masing masing pusat tersebut.
•   Pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang fungsi pelayanan dari pusat-
    pusat tersebut sesuai dengan hirarkinya.
•   Pengembangan jaringan jalan dan transportasi lainnya sebagai penghubung dari
    pusat-pusat pelayanan.
•   Penentuan hirarki jaringan jalan berdasarkan status pusat yang dihubungkannya.
•   Peningkatan akses sarana dan prasarana dasar pada permukiman di pedesaan.




                                               Laporan Rencana                    2-2

								
To top