Analisis Potensi dan Kendala Pengembangan Wilayah by scz11423

VIEWS: 371 PAGES: 1

									Analisis Potensi dan Kendala Pengembangan Wilayah

Ditulis oleh Adrianus Jumadi
Jumat, 10 Juli 2009 14:46




Dalam satu sisi kekuatan da peluang merupakan suatu potensi pengembangan, sedangkan
kelemahan dan tantangan merupakan suatu kendala pengembangan.




Hal tersebut tergambar dalam analisis penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten
Melawi 2005-2015. Analisis potensi dan kendala pengembangan wilayah ini menggunakan
teknik Strength, Weakness, Opportunity, Threath (SWOT). Adapun analisi potensi yang ada
pada Kabupaten Melawi terdiri dari; pertama kawasan hutan Produksi Konversi, Arahan
kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK) di Kecamatan
Belimbing ini meliputi 2.926 Ha atau 0,27 persen luas wilayah kabupaten. Kedua, kawasan
perkebunan, kawasan hutan produksi yang disediakan bagi budidaya kelapa sawit.luas
perkebunan (kelapa sawit) ini 231.422 Ha, yang tersebar di Kecamatan Belimbing,Nanga
Pinoh, Ella Hilir, Menukung dan Sayan. Ketiga,  kawasan pertanian lahan kering dan tanaman
tahunan/perkebunan. Luas keseluruhan kawasan pertanian lahan kering dan tanaman
tahunan/perkebunan ini adalah 174.560 Ha. Pertanian lahan nkering dan tanaman
tahunan/perkebunan yang paling luas berada di Kecamatan Belimbing dan Nanga Pinoh.
Keempat, kawasan pertanian lahan basah lokasi pertanian lahan basah terbesar di wilayah
Kecamatan Belimbing dan Nanga Pinoh dengan luas keseluruhan 2.869 Ha.
Kelima, Kawasan Peternakan Kawasan peternakan ini di alokasikan seluas 50 Ha untuk setiap
kecamatan.
Keenam, Kawasan Pemukiman, Hasil analisis kebutuhan ruang untuk kegiatan pemukiman baik
pemukiman perkotaan dan pemukiman pedesaan seluas 5.083 Ha (0,48 persen),menyebar di
seluruh kecamatan di Kabupaten Melawi. Ketujuh, Kawasan Pertambangan, beberapa
perusahaan tambang yang sudah mendapat izin Kuasa Pertambangan (KP) Penyelidikan
Umum dengan luas keseluruhan 50.000 Ha.Sedangkan Badan Tenaga Nuklir Nasional
(BATAN) mendapat kuasa Pertambangan Penugasan tahap Eksplorasi di Desa Nanga
Kalan,Kecamatan Ella Hilir pada areal seluas 35.290 Ha untuk melakukan percobaan
penambangan Uranium. Ketujuh, Kawasan Pariwisata, Lokasi berpotensi pariwisata yang akan
dikembangkan di Kabupaten Melawi pada dasarnya adalah mengembangkan potensi alam
sebagai daya tarik wisata.
Sebelas,  Kawasan Peruntukan Industri. Pengembangan industri pengolahan hasil perkebunan
ini perlu mendapat pembinaan teknis dan manajerial lebih lanjut oleh Departemen Perindustrian
/Dinas Perindustrian,Perdagangan,Koperasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Melawi.
Kemudian Program/Kegiatan sektoral yang diarahkan untuk mendukung tumbuh-kembangnya
industri yang berbasis pertanian antara lain, Kebijakan pengembangan industri berbasis
pertanian ( agro based industry policy ). Program pengembangan pekebunan rakyat (kelapa
sawit dan karet). Program penyediaan bibit unggul kelapa sawit dan karet, Program
pengembangan balai latihan kerja industri berbasis pertanian, Program pemodalan kegiatan
usaha bahi masyarakat  UKM. Program pendamping teknis dan manejerial, serta Program
promosi dan pemasaran hasil industri/ekport.




                                                                                       1/1

								
To top