RANCANGAN PEMBELAJARAN Pendidikan Keluarga by ablehz

VIEWS: 341 PAGES: 10

									                      RANCANGAN PEMBELAJARAN


I. PERENCANAAN PEMBELAJARAN.
A. Pokok Bahasan                 : Air Susu
      Sub Pokok Pembahasan : 1. Air Susu Ibu.
                                  2. Air Susu Botol


B. Tujuan Pembelajaran
   1. Tujuan Umum Pembelajaran
      Diharapkan para mahasiswa dapat memahami tentang air susu.


   2. Tujuan Khusus Pembelajaran.
      Setelah mengikuti pembelajaran, mahasiswa diharapkan dapat :
      a. Menjelaskan asumsi masyarakat diantara memakai air susu ibu
          atau air susu botol.
      b. Menjelaskan kelebihan dan kekurangan pada setiap poin-poin
          masing-masing.


C. Metode Pembelajaran.
   1. Ceramah.
   2. Tanya Jawab.


D. Media Pembelajaran.
   1. Papan Tulis.
   2. Spidol.
   3. Hasil Resume Buku.




                                     1
E. Susunan Fisik Ruangan.


                                Papan Tulis


                                                                       Dosen
              OHP               Fasilitator                            & Ass
                                                                        Dos


       M                  M                       M                M


        M                 M                       M                M


       M                  M                       M                M


       M                  M                       M                M



II. PROSES PEMBELAJARAN.
A. Kegitan Fasilitator.
   1. Pembukaan
       Pengantar/pengucapan salam rasa syukur kepada Tuhan YME.
   2. Penjelasan Topik Materi.
   3. Tanya Jawab.
   4. Penutupan.


B. Kegiatan Peserta Didik.
   1. Memfokuskan         dan      menyimak           fikiran   pada   fasilitator   Untuk
       penyampaian materi.
   2. Mencatat materi yang disampaikan.
   3. Menanyakan materi yang kurang mengerti kepada fasilitator.
   4. Memberikan feedback kepada fasilitator mengenai pertanyaannya.


C. Kegiatan Dosen Pembimbing.
   1. Membimbing dan mengarahkan proses penyampaian materi.
   2. Mengoreksi dan memberi tambahan materi dari penjelasan materi Air
       Susu Ibu dan Air Susu Botol.



                                              2
III. EVALUASI PEMBELAJARAN.
A. Tujuan Khusus Evaluasi : untuk mengetahui sejauhmana mahasiswa
   dapat;
   1. Menjelaskan pengertian Air Susu Ibu dan Air Susu Botol.
   2. Menjelaskan Perbedaan antara Air Susu Ibu dan Air Susu Botol.
   3. Menjelaskan asumsi masyarakat mengenai Air Susu Ibu dan Air Susu
      Botol.


B. Bentuk dan Jenis Evaluasi.
   1. Bentuk       : Lisan
   2. Jenis        : Tanggapan




                                    3
IV. PENGAYAAN BAHAN (MAKALAH)
                 AIR SUSU IBU DAN AIR SUSU BOTOL
  A. PENDAHULUAN.
      Air susu merupakan sebuah kebutuhan untuk balita yang dipenuhi
  oleh orang tua khususnya ibu, untuk ibu yang memberikan Air Susu Ibu
  (ASI), yang langsung diberikan kepada balita dengan tidak memberikan
  produk buatan manusia. Tetapi, terkadang ada beberapa ibu tidak
  memberikan air susu ibu langsung kepada anaknya. Dengan alas an
  beberapa factor yang harus difikirkan masak-masak oleh sang ibu. Karena
  setiap orang tidak akan bertindak yang ceroboh untuk kepentingan
  anaknya.
  Asumsi yang berkembang dimasyarakat juga ikut mempengaruhi seorang
  ibu akan memutuskan untuk menyusui anaknya dengan ASI atau dengan
  air susu botol. Dari hal tersebutlah, terdapat latar belakng mengenai
  pembahasan air susu ibu dan air susu botol ini dicoba tulis oleh kelompok
  kami.


  B. PEMBAHASAN.
                 AIR SUSU IBU atau AIR SUSU BOTOL


      KEPUTUSAN mengenai penyusuan dengan air susu ibu atau susu
  botol hendaknya diberikan berbagai pembahasan yang baik sebelum bayi
  itu dilahirkan. Banyak diantara para orang tua yang menunggu sampai
  saat terakhir. Kadang – kadang ibu yang tidak siap itu ditanyai di dalam
  kamar bersalin untuk menyusui dengan air susu ibu ataukah tidak.
  Keputusan itu dikehendaki oleh dokter bersalin yang merawatnya, untuk
  menentukan perlu tidaknya diberikan suntikan suatu hormon untuk
  menghambat produksi air susu ibu tersebut. Oleh karena itulah jangan
  menunggu sampai saat terakhir dan yang lebih penting ialah jangan
  hendaknya anda memberikan keputusan tanpa memberikan pertimbangan
  yang berhati – hati mengenai segala segi- seginya.
             Menurut pengalaman saya, para ibu yang memutuskan untuk
  menyusui anaknya dengan susu ibu mempunyai beberapa macam
  keresahan yang dapat dibagi menjadi dua pertanyaan sebagai berikut : “


                                    4
Apakah bayi saya itu akan merasa cukup bila saya susui ?” yang kedua
ialah sang ibu itu ragu “ Apakah aku akan terikat bila aku menyusui
anakku ?” Sebagai tanggapan, bahwa tidak ada alasan untuk memikirkan
bahwa seorang ibu itu tidak cukup banyak menghasilkan air susu untuk
dapat memuaskan bayinya, dan pada waktu menyusui sang ibu harus ada
di dekat bayinya tetapi ini tidak berarti bahwa dia terikat terus tetapi cukup
sampai sejauh prehatian anak itu saja.
          Baru – baru ini dalam salah satu kelas saya menjumpai seorang
ibu yang menggambarkan secara terperinci mengenai frustasinya dalam
memberikan keputusan untuk tidak menyusui sendiri anaknya yang
pertama. Dia menyadari bahwa dia berbuat kesalahan dan dia marah
kepada dokternya dengan mengatakan , “ Mengapa anda mau
menyusahkan diri untuk terus terikat selamanya kapada bayi ?”.
     Frustasi berikutnya adalah lebih mendalam karena dia membiarkan
diri untuk dipengaruhi bahwa ada oarang – orang yang menjual cerita
sampai kepada anda, sehingga anda terpangaruh akan cerita – cerita itu
dan mengambil keputusan atas pihak anda. Kunci pertahanan anda
melawan hal ini adalah kesadaran diri, dan mengumpulkan berbagai
macam fakta yang sebanyak – banyaknya sehingga anda dapat
menentukan sebaik – baiknya. Perlu dijelaskan bahwa yang seharusnya
anda kumpulkan adalah fakta dan bukan pendapat orang.
          Saya mengajurkan untuk menyusui dengan air susu ibu
walaupun saya tidak mengambil kesimpulan itu dalam kedudukan yang
sulit san sempit mengenai hal ini. Saya jarang menjumpai seoarang ibu
yang memilih menyusui sendiri dengan air susu ibu tetapi yang kemudian
merasa menyesal. Di pihak lain saya telah berbicara dengan para ibu yang
tidak sedikit jumlahnya yang memilih menyusui dengan air susu botol
tetapi yang akhirnya menyesal telah mengambil keputusan menyusui
dengan cara itu.
          Banyak catatan para nutrisionis ( ahli gizi ) yang menyatakan
bahwa pertimbangan antara zat padat dan zat cair di dalam air susu ibu
lebih baik dan cocok untuk kejiwaan anak daripada air susu sapi. Secara
umum dapat dikatakan bahwa para bayi yang disusui oleh ibunya sendiri
jarang yang mengidap alergi dibandingkan dengan yang menyusui dari


                                    5
susu buatan. Bayi yang menyusui dari air susu ibu tidak berbau asam
apabila meludahkan air susunya, sedangkan yang dari air susu botol akan
berbau asam. Alasan lain yang menguntungkan air susu ibu ialah bahwa
air susu ibu mencegah terjadinya anak yang suka mejulurkan lidah, dan
anak yang suka menjulurkan dan menekan dengan lidah akan
menyebabkan kelainan bentuk gigi sedangkan dot yang terbuat dari plastik
tidak mencegah pendesakan lidah.


    Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila dalam bidang terapi
wicara tercatat bahwa anak yang menyusui dari ibunya sedikit sekali yang
harus diperbaiki wicaranya. Dan yang terbaik diantara semuanya itu
ternyata bahwa banyak diantara ibu yang menyusui sendiri mengatakan
kepada saya bahwa mereka merasa yakin bahwa persediaan semuanya
cukup dan siap setia setiap saat untuk keperluan bayinya dan sudah
mempunyai suhu yang tepat dan siap pakai.
    Suatu kesulitan yang mungkin dimiliki oleh seseorang dalam
menyusui secara efektif ditafsirkan oleh mereka ini, sebagai kegagalan
perorangan. Sebagai contoh ialah bahwa baru – baru ini saya berbicara
dihadapan sekolompok ibu muda disuatu rumah bersalin, salah seorang
diantara para ibu itu ada yang berbincang – bincang dengan saya, cara
mengemukakan pendapat wanita tersebut dapat saya ambil keputusan
bahwa dia merasa tersinggung, dengan menceritakan bahwa bayinya
tidak mau menghisap putik susunya dan kelihatan lambat sekali,
sedangkan teman – temannya berhasil menyusui anak – anaknya dengan
baik. Air matanya mulai berderai dengan mengucapkan keluhan bahwa dia
merasa gagal. Kelambanan bayinya menghisap air susunya itulah yang
menyebabkan sang ibu itu merasa gagal, dan melihat sendiri temannya
dapat menyusui dengan baik. Maka dia merasa malu.




                                   6
  C. KESIMPULAN.
       Bagi ibu-ibu yang telah melahirkan disarankan menyusui anaknya
  mengunakan air susu ibu. Alasan itu muncul karena ada factor anak akan
  mengenali ibunya dan juga terdapat alasan mengenai pengunaan air susu
  botol pada balita tidak baik diberikan kepada balita.




DAFTAR PUSTAKA




                                      7
        TUGAS KELOMPOK
      PENDIDIKAN KELUARGA
 “AIR SUSU IBU & AIR SUSU BOTOL”




PRAYIT SULISTYA ASIH   1515051143
FITRAH ABDUL QUDDUS    1515051140




    PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
   FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
  UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA


              2006




                8
                             KATA PENGANTAR


      Segala puji dan syukur kita penjatkan kepada Tuhan yang maha esa,
karena berkat rahmat dan karuniaNya-lah tugas kelompok dapat diselesaikan
mengenai air susu ibu dan air susu botol.
      Tugas kelompok ini adalah berisi tentang deskripsi air susu ibu dan air
susu botol. Adapun tujuan dari ditulisnya tugas ini adalah untuk memenuhi
nilai dari mata kuliah pendidikan keluarga.
      Tugas kelompok ini dapat diselesaikan tidak lepas dari adanya
dukungan dari semua pihak terutama dosen mata kuliah ini, Prof. Dr. Anisah
Basleman dan juga orang tua, serta untuk semua pihak yang tidak dapat
disebutkan satu per satu, saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.
      Akhir kata saya menyadari bahwa sebenarnya masih ada kekurangan
pada tugas kelompok ini, untuk itulah saya sangat mengharap kritik dan saran
yang membangun demi tecapainya kesempurnaan dari tugas kelompok ini.
Semoga tugas kelompok ini dapat bermanfaat khususnya bagi mahasiswa
sebagai sumber pembelajaran mengenai air susu ibu dan air susu botol.




                                                           Januari 2007,




                                                           Penulis




                                       9
                      DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………………………………..i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………...ii

BAB I, Perencanaan Program
  A. Pokok Bahasan………………………………………………………….1
  B. Tujuan Umum……………………………………………………………1
  C. Metode Pembelajaran…………………………………………………..1
  D. Media Pembelajaran…………………………………………………….1
  E. Pelayanan Fisik Ruangan………………………………………………2

BAB II, Kegiatan Fasilitator
  A. Kegiatan Fasilitator……………………………………………………...2
  B. Kegiatan Peserta Didik………………………………………………….2
  C. Kegiatan Dosen Pembimbing…………………………………………..2

BAB III, Evaluasi Pembelajaran
  A. Tujuan Khusus Evaluasi………………………………………………..3
  B. Bentuk dan Jenis Evaluasi……………………………………………..3

BAB IV. Pengayaan Bahan (Makalah)
  A. Pendahuluan……………………………………………………………..4
  B. Pembahasan……………………………………………………………..4
  C. Kesimpulan……………………………………………………………….7

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………..7




                          10

								
To top