Docstoc

12 Hal Tak Dianjurkan Selama Hamil

Document Sample
12 Hal Tak Dianjurkan Selama Hamil Powered By Docstoc
					12 HAL TAK DIANJURKAN SELAMA HAMIL
                            Kehamilan memang tak perlu dianggap menghambat.
                            Kendati begitu, ada hal-hal yang sebaiknya tidak
                            dilakukan selama ibu berbadan dua.



                            Menjaga kondisi janin dan diri sendiri selama hamil
                         perlu   dilakukan    secara   cermat.    Terlebih   bila
kehamilannya tergolong berisiko tinggi, seperti memiliki riwayat hipertensi,
preeklampsia, asma, atau kelainan jantung. Berikut adalah penjelasan Dr.
Bambang Dwipoyono Sp.OG., dari RS Internasional Bintaro, Tangerang, Banten,
yang mengungkapkan beberapa aktivitas yang perlu dicermati selama kehamilan.

NAIK PESAWAT TERBANG

Kalangan penerbangan internasional biasanya menerapkan aturan untuk tidak
membolehkan wanita dengan kehamilan di atas 32 minggu ikut penerbangan jarak
jauh. Contohnya, Jakartaュ-New York yang perjalanannya memakan waktu hingga 22
jam.

"Dalam penerbangan seperti ini, posisi penumpang, kan, hanya duduk dan ini yang
akan memperbesar risiko terjadinya perdarahan, ketuban pecah, kontraksi, dan
sebagainya," papar Dwipoyono. "Apalagi perubahan tekanan dalam pesawat juga
bisa ikut merangsang kontraksi, hingga berkemungkinan mempercepat persalinan."

Penerbangan jarak jauh juga tidak dianjurkan bila ibu yang sedang hamil muda
mengalami gangguan morning sickness. Terlalu lama berada dalam pesawat terbang
akan memperberat kondisinya. Kecuali kalau penerbangannya hanya makan waktu
1-2 jam, dari Jakarta ke Surabaya atau dari Jakarta ke Bali, misalnya.

Bila usia kandungan masih di bawah 32 minggu dan kehamilannya normal, boleh-
boleh saja, ibu bepergian dengan pesawat terbang. Itulah mengapa umumnya
perusahaan penerbangan meminta surat keterangan mengenai kondisi dan usia
kehamilan yang bersangkutan dari dokter kandungan. Malahan, beberapa
perusahaan penerbangan tetap melakukan pemeriksaan medis terhadap ibu yang
sudah membawa surat keterangan dokter.

NAIK ANGKUTAN UMUM

Selama hamil, boleh saja ibu menumpang angkutan umum. Toh, guncangan-
guncangan kecil tak perlu kelewat dikhawatirkan karena rahim memiliki air ketuban
yang berfungsi menetralisir guncangan biasa. Yang justru perlu dihindari adalah
posisi berdiri terlalu lama, apalagi dalam kondisi harus berdesak-desakan.

Masalahnya, kondisi jantung ibu hamil umumnya tidak terlalu bagus. Terlalu lama
berdiri akan menyebabkan oksigen tak sampai ke jaringan otak yang pada akhirnya
dapat membuat ibu pingsan. Di sinilah pentingnya pengertian dan kesediaan
penumpang lain memberikan tempat duduknya pada ibu hamil yang kebetulan
berdiri.

TAMBAL GIGI

Tindakan medis terhadap ibu hamil harus dilakukan hati-hati, termasuk pencabutan
gigi. Salah satu sebabnya karena kondisi geligi ibu hamil umumnya mudah berdarah
lantaran adanya pelebaran pembuluh-pembuluh darah, disamping perubahan
hormonal. Lain hal jika pencabutan gigi terpaksa dilakukan, karena kalau dibiarkan
malah akan menyebabkan infeksi yang akan memicu kontraksi dan memperbesar
kemungkinan terjadinya kelahiran prematur.

Tak cuma pencabutan gigi, pemberian obat-obatan pun harus dengan pertimbangan
matang karena dikhawatirkan berdampak buruk pada pertumbuhan janin, terutama
pada kehamilan usia muda.

MENGEMUDI

Yang satu ini, bukannya tidak boleh, melainkan harus hati-hati dan lihat kondisi.
Soalnya, akibat perubahan hormon terutama saat hamil muda, ibu kerap merasa
akan pingsan. Padahal mengemudi haruslah dalam kondisi siaga/konsentrasi penuh.
Nah, kalau tiba-tiba dunia terasa gelap, sangat mungkin terjadi kecelakaan, kan?

Di luar itu, para ahli kandungan sepakat, ibu hamil boleh mengemudi hingga usia
kehamilan sekitar 7 bulanan atau saat perut masih relatif kecil dan posisi janin masih
bebas bergerak dalam air ketuban.

Meski usia kehamilan belum mencapai 7 bulan, mengemudi sama sekali tidak
dianjurkan bagi ibu hamil yang sering mengalami perdarahan atau pernah
melakukan aborsi. "Kecuali sangat terpaksa, mengendarai mobil boleh saja
sepanjang ibu dengan kondisi itu tidak merasakan sakit, nyeri, mual, atau kontraksi
berlebihan pada otot perut dan panggul."

Jenis mobil yang dikendarai pun sebaiknya bersuspensi lembut, hingga getaran yang
ditimbulkannya tidak terlampau hebat. Hindari mobil-mobil "kelas berat" dari
kategori jip. Jauhi jalan yang berlubang-lubang atau bergelombang dan pilihlah yang
relatif mulus. Kalaupun mengalami kontraksi ringan, sebaiknya istirahat dengan
merebahkan posisi jok sampai kondisi normal kembali. Namun bila kontraksi
berulang dan terasa cukup berat, segera konsultasikan ke dokter.

OLAHRAGA

Meskipun hamil, olahraga tetap     diperlukan. Pilih mana yang cocok. Dengan begitu,
selain tetap segar, ibu pun bisa   mempersiapkan staminanya untuk persalinan. Yang
pasti, jangan lakukan gerakan       cepat, menghentak, maupun sambil mengangkat
beban. Inilah olahraga lain yang   tidak dianjurkan bagi ibu hamil:

* Seluncur (sepatu roda, ski, ice skating)
Selama hamil, baik yang sudah atau malah belum mahir berseluncur, sangat tidak
dianjurkan melakukan permainan ini. Risiko terjatuh sangat tinggi. Belum lagi bila
dilakukan di ruangan dingin yang kurang baik bagi daya tahan tubuh.

* Menyelam

Ada yang membolehkan olahraga ini dilakukan di masa kehamilan jika kedalaman
airnya tidak mencapai 10 meter. Yang ditakutkan adalah ibu mengalami kram,
tenggelam, kecelakaan atau terluka terbentur karang dan kehabisan tenaga di
kedalaman air.

* Tenis Meja

Olahraga ini tidak dianjurkan karena memerlukan gerakan-gerakan menghentak.
Namun kalau dilakukan sekadarnya dengan gerakan ringan, boleh saja. Jaga agar
jangan sampai perut menabrak meja permainan.

* Tenis

Boleh saja dilakukan asalkan tidak disertai hentakan dan gerakan berlari. Lamanya
juga tidak lebih dari 30-40 menit. Untuk ibu yang hamil tua, sebaiknya pilih olahraga
lain. Terlebih mereka yang mempunyai riwayat penyakit atau kelainan.

* Lompat Tali

Meski tampak ringan, olahraga ini sebetulnya sangat berat dan menguras tenaga,
karenanya sangat tidak dianjurkan. Alasan lain, olahraga ini menimbulkan getaran
vertikal ke tubuh yang sangat kuat. Belum lagi bertambahnya berat badan wanita
hamil yang amat potensial menimbulkan ketidakseimbangan.

* Hiking

Sangat tidak dianjurkan bila areanya terjal. Tenaga ibu bisa terforsir yang
dikhawatirkan merangsang kontraksi. Akan tetapi kalau ringan, tak masalah karena
mirip dengan berjalan kaki.

* Boling

Bagi yang tidak terbiasa, sebaiknya tak perlu memainkannya selama hamil.
Sedangkan bagi yang sudah terbiasa, sebaiknya pilih bola yang paling ringan dan
hindari gerakan-gerakan yang terlalu agresif. Bila badan terasa tak nyaman, segera
hentikan.

* Latihan beban

Bila dilakukan dengan beban yang ringan, tidak masalah. Mengangkat beban yang
berat pada prinsipnya akan merangsang penegangan otot perut, hingga berpotensi
merangsang kontraksi rahim.
MENGANGKAT BEBAN BERAT

Ibu hamil pun harus menghindari mengangkat beban-beban berat, termasuk
menggendong anak atau mengangkut ember berisi air. Aktivitas ini bisa memicu
kontraksi rahim akibat tekanan dari otot-otot perut. Bila terjadi terus-menerus dalam
jangka waktu cukup lama bukan tidak mungkin mengakibatkan keguguran atau
kelahiran prematur. Meski begitu, mengangkat barang dalam batas-batas normal
tidak masalah. Sayangnya, tidak bisa ditentukan sampai berapa kg batas aman bagi
setiap orang. Mau tidak mau ibu harus bisa menilai sendiri, apakah yang
diangkatnya akan membebani perutnya atau tidak.

BERKEMUNGKINAN JATUH

Untuk segala bentuk aktivitas yang berkemungkinan membuatnya terjatuh, ibu
hamil mesti ekstrahati-hati. Semisal naik motor, sepeda, berjalan terburu-buru dan
sebagainya. Bila benturannya mengarah ke bagian perut bisa menyebabkan
kontraksi rahim yang amat berisiko menyebabkan keguguran atau kelahiran
prematur.

Namun kalau benturan tersebut tidak terlalu keras dan tidak disertai gejala
pendarahan atau rasa sakit, umumnya tidak perlu terlalu dicemaskan. Meski tentu
saja tetap harus diperiksakan ke dokter dampak jatuh tersebut pada kondisi si janin.
Terlebih bila sampai menyebabkan perdarahan atau timbul rasa sakit di sekitar
bawah perut.

Hindari pula penggunaan sepatu/sandal berhak tinggi yang membuat ibu mudah
terpeleset. Berhati-hati pula saat berjalan di tempat licin atau ketika harus naik-
turun tangga.

Ada baiknya ubah tata letak barang di rumah dengan menghilangkan bagian-bagian
yang berkemungkinan membentur perut agar ibu hamil bisa berlalu lalang dengan
leluasa.

MEROKOK

Kandungan nikotin dalam rokok bisa memacu gangguan kontraksi. Timbunan nikotin
dalam darah bisa menghambat aliran darah dari ibu ke janin melalui tali pusar.
Dengan begitu, kemampuan distribusi zat makanan yang diperlukan janin juga akan
terganggu. Belum lagi karbondioksida yang terkandung dalam asap rokok akan
mengikat hemoglobin dalam darah. Akibatnya, kerja hemoglobin untuk mengikat
oksigen sekaligus menyalurkannya ke seluruh tubuh, akan terhambat.

Dengan begitu, rokok meningkatkan risiko kelahiran bayi dengan berat badan
rendah, di bawah 2500 gram. Terutama mereka yang merokok lebih dari 20 batang
sehari. Risiko keguguran dan lahir prematur juga meningkat 2-4 kali lipat dibanding
wanita bukan perokok. Belum lagi risiko perdarahan yang juga mengalami
peningkatan.

Selama hamil, hindari asap rokok, karena bila ibu hamil menjadi perokok pasif ia
bisa menyalurkan efek negatif itu kepada janinnya. Tingkat keparahannya hampir
sama dengan yang dialami perokok sejati. Jadi, usahakan menjauhi tempat-tempat
yang terpolusi.

KOPI DAN TEH

Kopi dan teh mengandung kafein yang memiliki efek merangsang syaraf serta
memacu kerja jantung dan otot. Bila dikonsumsi berlebihan bisa merangsang
aktivitas syaraf yang pada akhirnya akan membebani kerja jantung, pembuluh darah
dan ginjal. Meski begitu, konsumsi normal 2-3 cangkir sehari, umumnya tidak
sampai berpengaruh ke janin karena prosentasenya sangat kecil. Toh, beberapa jam
setelah diminum, umumnya segera dikeluarkan tubuh bersama air seni, hingga tidak
tertimbun dalam tubuh.

Namun bila dikonsumsi secara berlebih dengan kadar kekentalan tinggi, janin bisa
terkena gangguan epilepsi. Risiko ini tentu saja mesti diperhitungkan. Hasil sebuah
penelitian menunjukkan, kafein yang terkandung pada kopi berkaitan dengan proses
pelepasan muatan listrik yang berlebihan dan tak teratur dari sel otak bayi mamalia
yang kekurangan oksigen. Nah, kejadian serupa bisa dibayangkan bakal terjadi kalau
kafein masuk terlalu banyak ke dalam tubuh wanita hamil lalu menembus otak janin.

PENGARUH ALKOHOL

Melalui tali pusatnya, alkohol yang dikonsumsi ibu hamil bisa berpengaruh terhadap
janin. Bayi yang lahir dari ibu peminum memiliki risiko lebih tinggi mengalami
gangguan perkembangan mental maupun otak. Itulah mengapa, sangat dianjurkan
untuk menghindari konsumsi minuman beralkohol selama kehamilan. Bahkan yang
kecanduan pun, lebih baik menghentikan kebiasaan buruk ini sebelum memutuskan
untuk hamil. Alkohol yang diminum sebelum kehamilan tidak berpengaruh sama
sekali pada janin lantaran akan dikeluarkan dari tubuh sehari kemudian.

SANGGAMA SELAMA KEHAMILAN

Pada prinsipnya, hubungan seks yang dilakukan selama kehamilan berjalan normal
tak jadi masalah. Yang patut dipertanyakan, seberapa jauh sanggama aman
dilakukan? Sulit sekali menegakkan aturan yang berlaku umum karena setiap
pasangan memiliki standar yang berbeda.

Kendati begitu, di awal dan akhir kehamilan (setelah usia kehamilan mencapai 36
minggu atau lebih), intensitas hubungan suami-istri sebaiknya dikurangi. Saat ini,
risiko keguguran relatif lebih tinggi dibanding masa pertengahan kehamilan. Selama
sanggama dimungkinkan, atur posisi tubuh agar penis tidak masuk terlalu dalam.
Usahakan pula agar tubuh suami tidak terlalu menekan bagian perut istri. Selain itu
hindari sanggama dalam waktu yang lama dan orgasme berulang-ulang karena saat
orgasme adakalanya terjadi peregangan rahim dan kontraksi sesaat. Juga, aliran
darah ke janin saat itu akan berkurang.

BEPERGIAN SENDIRIAN

Kalaupun ingin bepergian, usahakan jangan sendirian, terutama di usia kehamilan
muda dan menjelang persalinan, ataupun wanita yang memiliki riwayat kehamilan
bermasalah. Di usia kehamilan muda, biasanya ibu mengalami perubahan hormonal
yang menyebabkan mual, muntah, pusing, bahkan bisa saja tiba-tiba terjadi
blackout yang mengarah pada ketidaksadaran. Bila hal itu terjadi saat tak ada orang
yang bisa dimintai pertolongan, tentu riskan jadinya. Demikian pula saat hamil tua,
bukan tidak mungkin tahu-tahu muncul perdarahan, kontraksi, atau lemas. Kalau
ada yang menemani, keluhan-keluhan seperti itu tentu akan lebih mudah diatasi.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:18775
posted:2/24/2010
language:Indonesian
pages:6
Moh. Edi Fakhrurozi Moh. Edi Fakhrurozi Tegal http://stmik-tegal.ac.id
About Hany Seorang Manusia yang ingin berbagi