CARA PENGUJIAN MEDIA TUMBUH PADA PEMBIBITAN TANAMAN JARAK PAGAR

Document Sample
CARA PENGUJIAN MEDIA TUMBUH PADA PEMBIBITAN TANAMAN JARAK PAGAR Powered By Docstoc
					      CARA PENGUJIAN MEDIA TUMBUH PADA PEMBIBITAN TANAMAN JARAK PAGAR

                                                 Heri Istiana1 dan Impron Sadikin2




J   arak pagar (Jatropha curcas L.) merupakan salah satu
    tanaman yang berpotensi sebagai sumber bahan bakar
alternatif pengganti bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia.
                                                                          menambahkan bahwa media tumbuh untuk penyetekan
                                                                          (pembibitan) yang baik tidak cepat memadat sehingga men-
                                                                          jamin aerasi yang optimal. Tujuan percobaan adalah untuk
Konsumsi BBM total mencapai 60 miliar l/tahun dan impor                   mendapatkan media tumbuh yang sesuai bagi pertumbuhan
minyak 20 miliar l/tahun. BBM yang dapat diganti dengan                   bibit jarak pagar serta mudah dalam pengangkutan.
minyak jarak pagar sekitar 40 miliar l/tahun. Jika 1 ha bisa
menghasilkan minyak jarak 1.000 l/tahun, maka perlu di-
kembangkan jarak pagar 40 juta ha (Hamdi 2005 dalam
                                                                                           BAHAN DAN METODE
Mardjono 2006).
     Tanaman jarak pagar mampu beradaptasi dengan baik                    Percobaan dilaksanakan di Kebun Percobaan (KP) Karang-
pada lahan marginal, dan merupakan tanaman perdu yang                     ploso, Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat
dapat hidup hingga 50 tahun dengan tinggi mencapai 5 m.                   (Balittas), Malang, pada bulan Maret sampai Juni 2007.
Kondisi tersebut mendorong upaya pengembangan jarak                       Lokasi percobaan berada pada ketinggian 513 m dpl dengan
pagar secara besar-besaran. Teknologi yang diharapkan,                    jenis tanah Inceptisol. Peralatan yang digunakan adalah
selain mampu menghasilkan tanaman dengan produktivitas                    pisau, gunting, sprayer, timba, cetok, timbangan, ayakan
tinggi, juga harus efisien dari segi biaya produksi, sehingga             tanah, dan alat tulis. Bahan yang digunakan antara lain
jarak pagar mampu bersaing dengan komoditas lain.                         adalah cabang dari pohon jarak pagar, tanah Inceptisol,
                                                                          pupuk kandang, pasir, sekam, polybag, plastik bening, dan
     Salah satu teknologi budi daya yang menentukan ke-
                                                                          growtone.
berhasilan penanaman jarak pagar di lapangan adalah
penyediaan bibit. Suwarsono et al. (1993) mengemukakan                         Pembibitan dilakukan pada kantong plastik bening dan
bahwa bibit yang berkualitas kurang baik menyebabkan                      hitam (polybag) yang diisi dengan campuran media. Ran-
pertumbuhan tanaman tidak seragam, sehingga hasil dan                     cangan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok
mutu biji rendah. Sebaliknya, bibit yang sehat, kuat, dan                 dengan dua faktor perlakuan dan diulang tiga kali. Faktor I
seragam akan menghasilkan pertumbuhan tanaman yang                        adalah jenis kantong sebagai wadah media, yaitu: (1)
seragam, serta hasil dan mutu biji baik.                                  kantong plastik bening (ukuran diameter 7,5), dan (2)
                                                                          kantong plastik hitam (polybag). Faktor II adalah per-
     Pembibitan jarak pagar yang sesuai, selain dapat meng-
                                                                          bandingan komposisi media pembibitan yaitu: (1) tanah +
hasilkan pertumbuhan bibit yang baik, bibit juga mudah
                                                                          pupuk kandang + pasir (1:1:1), (2) tanah + sekam + pupuk
diangkut dan efisien dalam biaya. Salah satu usaha untuk
                                                                          kandang (1:1:1), (3) tanah + sekam (1:1), (4) tanah + pupuk
mengatasi kondisi tersebut adalah pemilihan media tumbuh
                                                                          kandang + pasir (2:1:1), (5) tanah + sekam + pupuk kandang
yang sesuai.
                                                                          (2:1:1), (6) tanah + sekam (2:1), (7) tanah + pupuk kandang +
    Media tumbuh yang baik mengandung unsur hara yang                     pasir (3:1:1), (8) tanah + sekam + pupuk kandang (3:1:1), (9)
cukup, bertekstur ringan, dan dapat menahan air sehingga                  tanah + sekam (3:1).
menciptakan kondisi yang dapat menunjang pertumbuhan
                                                                                Kantong plastik dan polybag yang digunakan ber-
tanaman. Moko et al. (1989) dalam Azri (1993) menyarankan
                                                                          diameter 7,5 cm dan volume media tanam 530 cm3. Kantong
media untuk pembibitan memiliki daya menahan air yang baik,
                                                                          diisi dengan media hingga ketinggian 12 cm (Hariyono dan
cukup hara, bebas dari gulma dan patogen, serta kemasaman
                                                                          Istiana 2007). Sisi polybag dilubangi kecil untuk sirkulasi
tanah optimal bagi pertumbuhan tanaman. Wahid (1981)
                                                                          udara serta mencegah kelebihan air dan busuk akar.
                                                                               Tanah, pasir, dan pupuk kandang diayak, lalu dicampur
                                                                          dengan komposisi sesuai perlakuan dengan satuan volume.
1
    Teknisi Litkayasa Pelaksana Lanjutan dan 2Teknisi Lapang pada Balai
    Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat, Kotak Pos 199, Malang
                                                                          Selanjutnya, media diisikan ke dalam polybag dengan ke-
    65152, Te1p. (0341) 491447, Faks. (0341) 485121                       tinggian 12 cm.

16                                                                                    Buletin Teknik Pertanian Vol. 13 No. 1, 2008
     Setek diambil dari cabang-cabang pohon jarak pagar                an tinggi (19 cm) dan bobot daun (14,72 g) yang lebih baik di-
yang sudah berkayu yang terdapat di KP Karangploso. Setek              banding perlakuan lainnya (Tabel 1). Hal ini berkaitan dengan
diambil bagian atas dengan diameter 1 cm sepanjang 15 cm               unsur hara yang berasal dari tanah dan pupuk kandang. Pada
(Mulyaningsih et al. 2006). Setek dipotong miring 45o untuk            komposisi tersebut, persentase tanah dalam media lebih
menghasilkan potongan permukaan yang lebih luas agar akar              banyak, sehingga diduga kandungan unsur hara dalam tanah
yang tumbuh lebih banyak. Sebelum ditanam, setek direndam              sudah cukup tinggi. Hasil ini didukung oleh Wahid (1981)
selama 1 jam dalam larutan growtone. Setek ditanam pada                yang melaporkan bahwa campuran media tanah dan pupuk
polybag dengan kedalaman 5 cm dari permukaan media                     kandang (7:3) memberikan pertumbuhan bibit yang terbaik
tanam. Setiap polybag berisi satu setek. Pemeliharaan                  pada setek lada satu ruas berdaun tunggal. Selain itu,
dilakukan setiap hari, meliputi penyiraman, penyiangan, dan            Mariska et al. (1987) menyatakan bahwa campuran media
pemberantasan hama/penyakit. Penyiraman dilakukan untuk                tanah dan pupuk kandang memberikan hasil yang lebih baik
menjaga kelembapan, sehingga tidak terjadi kekeringan                  bagi pertumbuhan setek vanili.
maupun busuk pada akar. Pengendalian hama/penyakit
                                                                            Media campuran tanah + pupuk kandang + sekam (3:1:1)
dilakukan 10 hari sekali setelah tanaman tumbuh sempurna.
                                                                       menghasilkan pertumbuhan bibit yang cenderung lebih
      Parameter yang diamati dan diukur adalah jumlah daun,            lambat dibanding dengan media tanah + pasir + pupuk
tinggi bibit, diameter batang, bobot daun basah per tanaman,           kandang (3:1:1). Selain menciptakan sifat fisik tanah yang
dan bobot akar. Pengamatan dilakukan pada umur 60 hari                 lebih baik, pasir juga lebih mampu menyediakan unsur hara
setelah tanam (HST). Jumlah daun diamati dengan meng-                  dibandingkan dengan sekam. Hal tersebut disebabkan sekam
hitung semua daun yang sudah terbentuk sempurna mulai                  belum terdekomposisi.
dari daun terbawah sampai pucuk. Tinggi tanaman diukur
                                                                            Hasil pengamatan menunjukkan bahwa perlakuan yang
mulai dari pangkal batang di atas permukaan tanah sampai
                                                                       dicoba tidak berpengaruh pada parameter diameter batang,
titik tumbuh. Diameter batang diukur pada batang di atas
                                                                       jumlah daun, dan bobot akar (Tabel 2). Namun demikian,
permukaan tanah. Bobot daun basah diperoleh dengan cara
                                                                       media tanah + pupuk kandang + pasir (3:1:1) cenderung me-
memetik semua daun yang sudah terbentuk sempurna lalu
                                                                       nunjukkan hasil yang lebih baik dibanding media lainnya.
langsung ditimbang agar tidak terjadi penguapan yang ter-
                                                                       Jumlah daun merupakan faktor genetik sehingga perlakuan
lalu lama. Setelah daun dipetik satu per satu, akar dibersihkan
                                                                       yang dicoba tidak berpengaruh terhadap jumlah daun. Per-
dari tanah dengan cara dikocor dengan air sampai akar bersih
                                                                       lakuan jenis media maupun jenis kantong tidak berpengaruh
dari tanah tanpa ada akar yang terikut tanah.
                                                                       pada parameter bobot akar, diduga karena seluruh perlakuan
                                                                       yang dicoba menggunakan campuran pasir dan sekam (Tabel
              HASIL DAN PEMBAHASAN                                     3). Pasir memiliki sifat aerasi yang mirip dengan sekam dalam
                                                                       mendukung terciptanya media yang bertekstur ringan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pembibitan                    Media yang bertekstur ringan dapat menciptakan kondisi
dengan komposisi tanah + pupuk kandang + pasir (3:1:1)                 aerasi dan drainase yang baik sehingga akan mendukung
dengan jenis kantong warna putih menghasilkan pertumbuh-               pertumbuhan akar (Soegiman 1993).




               Tabel 1. Tinggi bibit dan bobot daun jarak pagar pada beberapa media tumbuh dan dua jenis tempat media
                        umur 60 HST, KP Karangploso, Malang, 2007
                                                              Tinggi bibit (cm)       Bobot daun per tanaman (g)
               Media tumbuh
                                                             Plastik    Polybag          Plastik    Polybag
               Tanah   +   pupuk kandang   + pasir (1:1:1)   16,87       16,69            13,88      11,43
               Tanah   +   pupuk kandang   + sekam (1:1:1)   13,07       16,23             7,88      11,13
               Tanah   +   sekam (1:1)                       13,03       15,94             6,92      14,25
               Tanah   +   pupuk kandang   + pasir (2:1:1)   16,55       16,14            11,08      14,54
               Tanah   +   pupuk kandang   + sekam (2:1:1)   16,37       13,67            10,25       9,40
               Tanah   +   sekam (2:1)                       15,03       15,40             9,00      11,92
               Tanah   +   pupuk kandang   + pasir (3:1:1)   19,00       18,37            14,72      15,29
               Tanah   +   pupuk kandang   + sekam (3:1:1)   16,60       14,97             8,41       9,38
               Tanah   +   sekam (3:1)                       16,57       15,80            10,92       9,88


Buletin Teknik Pertanian Vol. 13 No. 1, 2008                                                                                      17
                         Tabel 2. Diameter batang, jumlah daun, dan bobot akar jarak pagar pada beberapa media tumbuh
                                  umur 60 HST, KP Karangploso, Malang, 2007
                                                                          Diameter          Jumlah           Bobot akar
                         Media tumbuh                                      batang            daun           per tanaman
                                                                            (cm)         per tanaman             (g)
                         Tanah   +   pupuk kandang + pasir (1:1:1)         11,87             7,83               3,35
                         Tanah   +   sekam + pupuk kandang (1:1:1)         11,28             7,18               3,13
                         Tanah   +   sekam (1:1)                           11,45             7,20               3,52
                         Tanah   +   pupuk kandang + pasir (2:1:1)         11,84             7,28               3,55
                         Tanah   +   sekam + pupuk kandang (2:1:1)         11,25             6,97               2,82
                         Tanah   +   sekam (2:1)                           11,68             7,38               3,43
                         Tanah   +   pupuk kandang + pasir (3:1:1)         12,51             7,66               3,68
                         Tanah   +   sekam + pupuk kandang (3:1:1)         11,35             7,18               3,45
                         Tanah   +   sekam (3: I )                         11,35             7,54               3,33




Tabel 3. Diameter batang, jumlah daun, dan bobot akar rata-rata bibit         Hariyono, B. dan H. Istiana. 2007. Pengaruh bagian setek batang
         jarak pagar pada tempat media yang berbeda umur 60 HST,                   dan diameter polybag terhadap pertumbuhan bibit tanaman
         KP Karangploso, Malang, 2007                                              jarak pagar (Jatropha curcas L.). Prosiding Status Teknologi
                            Diameter            Jumlah       Bobot akar            Tanaman Jarak Pagar. Pusat Penelitian dan Pengembangan
Tempat media                 batang            daun per     per tanaman            Perkebunan, Bogor. hlm. 269-278.
                              (cm)             tanaman           (g)          Mardjono, R. 2006. Bahan tanaman jarak pagar. Bahan Pelatihan
Kantong plastik bening           11,81          7,26           3,37               Petani Jarak Pagar Petani DI Yogyakarta. Balai Penelitian
Polybag                          11,43          7,45           3,36               Tanaman Tembakau dan Serat, Malang. 12 hlm.
                                                                              Mariska, I., I. Darwati, dan H. Moko. 1987. Perbanyakan setek
                                                                                  panili (Vanilla planifolia) dengan zat pengatur tumbuh. Edisi
                                                                                  Khusus Penelitian Tanaman Rempah dan Obat III(2): 89-94.

                KESIMPULAN DAN SARAN                                          Mulyaningsih, S., Djumali, B. Hariyono, dan N. Sudibyo. 2006.
                                                                                  Pengaruh asal bibit, panjang setek dan ZPT terhadap
                                                                                  pertumbuhan jarak pagar. Balai Penelitian Tanaman Tembakau
Media campuran tanah + pasir + pupuk kandang dengan
                                                                                  dan Serat, Malang. hlm. 1-2.
perbandingan 3:1:1 dalam kantong plastik bening menghasil-
kan pertumbuhan bibit jarak pagar terbaik dengan tinggi bibit                 Soegiman. 1993. IImu Tanah. Bharata Karya Aksara, Jakarta.
19 cm dan bobot basah daun 14,72 g/tanaman. Dengan                            Suwarsono, Karmati, dan Usmadi. 1993. Pengaruh Macam Atap
demikian, para petani dapat menggunakan media tersebut                            Bedengan dan Pupuk Nitrogen terhadap Pertumbuhan Bibit
untuk mendapatkan bibit jarak pagar yang baik.                                    Tembakau Cerutu Besuki. Laporan Hasil Penelitian. Pusat
                                                                                  Penelitian Universitas Jember. hlm. 55.
                                                                              Wahid, P. 1981. Percobaan Penyetekan Tanaman Lada. Pemberitaan
                     DAFTAR PUSTAKA                                               Penelitian Tanaman Industri VIII(40): 17-24.

Azri. 1993. Pengaruh media tumbuh terhadap pertumbuhan bibit
     lada. Penelitian Tanaman Rempah dan Obat VIII(l): 14-16.




18                                                                                         Buletin Teknik Pertanian Vol. 13 No. 1, 2008