Ranperda APBD Kabupaten Ngawi TA 2010

Document Sample
Ranperda APBD Kabupaten Ngawi TA 2010 Powered By Docstoc
					     PEMBAHASAN
APBD KABUPATEN NGAWI
 TAHUN ANGGARAN 2010

                   SUMARDI
                  PPEP FE UNS
                  SURAKARTA


WORKSHOP PEMBAHASAN RAPBD KABUPATEN NGAWI TA 2010
     HOTEL SAPHIR YOGYAKARTA, 22 JANUARI 2010
CAKUPAN MATERI :
• REGULASI NOTA KEUANGAN
• ARTI DAN STRUKTUR APBD
• SISI PENDAPATAN DAERAH
  – JENIS PENDAPATAN DAERAH
  – KINERJA PENDAPATAN DAERAH
  – PAJAK DAN RETRIBUSI DAERAH BARU
• SISI BELANJA DAERAH
  – JENIS & KINERJA BELANJA DAERAH
• SISI PEMBIAYAAN DAERAH
NOTA KEUANGAN :
• Kepala daerah menyampaikan
  rancangan peraturan daerah
  tentang APBD beserta lampirannya
  kepada DPRD paling lambat pada
 minggu pertama bulan Oktober tahun
 anggaran sebelumnya dari tahun
 yang direncanakan untuk
 mendapatkan persetujuan bersama.

                  (Pasal 104, (1) PMDG 13/2006)
NOTA KEUANGAN :
• Pengambilan keputusan bersama
  DPRD dan kepala daerah terhadap
  rancangan peraturan daerah tentang
  APBD dilakukan paling lama 1 (satu)
 bulan sebelum tahun anggaran yang
 bersangkutan dilaksanakan.

               (Pasal 104, (2) PMDG 13/2006)
NOTA KEUANGAN :
• Atas dasar persetujuan bersama
  itu, kepala daerah menyiapkan
  rancangan peraturan kepala daerah
  tentang penjabaran APBD.

• Penyampaian rancangan peraturan
  daerah disertai dengan nota
 keuangan.
           (Pasal 104, (3 dan 4) PMDG 13/2006)
NOTA KEUANGAN :
• Atas dasar persetujuan bersama
  itu, kepala daerah menyiapkan
  rancangan peraturan kepala daerah
  tentang penjabaran APBD.

• Penyampaian rancangan peraturan
  daerah disertai dengan nota
 keuangan.
           (Pasal 104, (3 dan 4) PMDG 13/2006)
FORMAT NOTA KEUANGAN :
Bab I.   Pendahuluan

1.1. Umum;
1.2. Maksud dan Tujuan Penyusunan
     Nota Keuangan;
1.3. Landasan Hukum Penyusunan Nota
     Keuangan;
1.4. Sistematika Penulisan Nota
     Keuangan;
FORMAT NOTA KEUANGAN :
Bab II. Kondisi dan Kebijakan
        Anggaran Pendapatan Daerah

2.1. Kondisi Umum Pendapatan Daerah;
2.2. Permasalahan Utama Pendapatan
     Daerah;
2.3. Estimasi Pendapatan Daerah;
2.4. Kebijakan Umum Pendapatan
     Daerah;
FORMAT NOTA KEUANGAN :
Bab III. Kondisi dan Kebijakan
         Anggaran Belanja Daerah

3.1. Kondisi Umum Belanja Daerah;
3.2. Permasalahan Utama Belanja
     Daerah;
3.3. Kebijakan Umum Belanja Daerah;
3.4. Prioritas dan Plafon Anggaran
     Belanja Daerah;
FORMAT NOTA KEUANGAN :


Bab IV. Kondisi dan Kebijakan
        Anggaran Pembiayaan

4.1. Kondisi Umum Pembiayaan;
4.2. Permasalahan Utama Pembiayaan;
4.3. Kebijakan Umum Pembiayaan;
FORMAT NOTA KEUANGAN :


Bab V. Program dan Kegiatan
       Memuat penjelasan ruang
       lingkup target dan sasaran
       program dan kegiatan APBD
       menurut penyelenggaraan
       urusan pemerintahan daerah.

Bab VI.Penutup
KONDISI KAB NGAWI TA 2010 :
TA 2010 tahun yang sulit bagi Pemkab
Ngawi.
    keterbatasan anggaran
    pendapatan daerah yg tidak
    sebanding dengan anggaran
    belanja daerah.

APBD DISUSUN SECARA SELEKTIF DAN
   SELARAS.
                  Pendapatan:
Permasalahan Umum Pendapatan:
• Rendahnya PAD,
• Beberapa Perda yang mengatur tarif
  penerimaan PAD sudah berusia diatas 10
  tahun.

Kebijakan :
• Intensifikasi dan Ekstensifikasi PAD,
• Revisi & Peninjauan Kembali Perda,
• Optimalkan pendp gali potensi,
• Efektivitas dan Efisiensi Anggaran.
                  Belanja:
Permasalahan Umum Belanja:
• Banyak usulan kegiatan SKPD tdk dpt
  dilaksanakan krn keterbatasan angg.
• Sharing Pem Prov/Pusat butuh dana bsr.
• Banyak urusan ditangani bersamaan.

Kebijakan :
• Kebijaksanaan belanja tidak nyambung.
                   Wajib:
Pelaksanaan Urusan Wajib:
•   Pendidikan,
•   Kesehatan,
•   Fasos,
•   Fasum,
•   Sisjamsos

Urusan Pilihan :
• Pertanian,
• Perkebunan,
• Perhutanan,
• Peternakan.
          Pembiayaan:
Kebijakan Pembiayaan:
• Dapat dihindari terjadinya defisit
  anggaran,
• Terwujudnya surplus anggaran.

• Catatan:
 – Kenyataannya yang ditempuh defisit
   Anggaran.
          APA ITU APBD ??

• APBD adalah rencana keuangan
  tahunan pemerintahan daerah yang
  dibahas dan disetujui bersama oleh
  Pemerintah Daerah dan DPRD, dan
  ditetapkan dengan Peraturan
  Daerah.

• Keywords: Renc
  Keuangan, Tahunan, Disetujuai Bersama
  Pemda & DPRD, Perda.
         APA ITU APBD ??

• Rencana keuangan, jadi harus
  dibedakan tetapi tetap dikaitkan
  dengan rencana pembangunan.

• Tahunan, jadi jangka pendek bukan
  jangka menengah /jangka panjang.

• Kebersamaan Pemda & DPRD           butuh
  komunikasi yang harmonis.
             STRUKTUR APBD
• PENDAPATAN

• BELANJA
     – Belanja Tidak Langsung
     – Belanja Langsung
                                (-)
           Surplus/(Defisit)
           Surplus/(Defisit)

•   PEMBIAYAAN
     - Penerimaan
     - Pengeluaran              (-)
          Pembiayaan Net              (+)


    SILPA Tahun Berjalan

                                            21
STRUKTUR RAPBD TA 2010 : (KUA DAN RAPBD)
                                                 KUA Versi 1            KUA Versi 2              RAPBD
NO.                               URAIAN
                                                 TAHUN 2010             TAHUN 2010             TAHUN 2010
 1    PENDAPATAN DAERAH                       748,791,901,797.40     807,849,589,518.40     797,114,354,500.00
      a. PAD                                    21,098,307,088.00       31,971,936,809.00     26,562,301,550.00
      b. Dana Perimbangan                       688,906,118,285.00    689,123,696,285.00     689,123,696,350.00

      c. Lain-lain Pendapatan Daerah yg Sah     38,787,476,424.40      86,753,956,424.40      81,428,356,600.00

2     BELANJA DAERAH                          779,150,702,562.62     852,947,620,323.31 857,663,087,000.00

      a. Belanja Tidak Langsung                 624,651,470,006.81     654,039,615,063.19    655,294,903,700.00
      b. Belanja Langsung                       154,499,232,555.81     198,908,005,260.12    202,368,183,300.00

      SURPLUS/ DEFISIT                        -30,358,800,765.22     -45,098,030,804.91     -60,548,732,500.00

3     PEMBIAYAAN DAERAH
      PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH               30,575,529,514.50      45,314,759,553.19     60,765,461,250.00
      PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH                 216,728,749.28         216,728,749.28        216,728,750.00
      PEMBIAYAAN NETTO                        30,358,800,765.22       45,098,030,803.91     60,548,732,500.00
                                  SILPA              0                      -1                   0.00
A. Pendapatan Asli Daerah:
  1.   Pajak Daerah
  2.   Retribusi Derah
  3.   Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
  4.   Lain-
       Lain-lain PAD yang sah

B. Dana Perimbangan :
  1. Dana Bagi Hasil
  2. Dana Alokasi Umum
  3. Dana Alokasi Khusus

   Lain-
C. Lain-lain Pendapatan Daerah yang sah :
  1.   Bantuan Dana
  2.   Hibah
  3.   Dana Darurat
  4.   Dana Penyesuaian & Dana OTSUS
  5.   Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda lainnya

                                                           24
 KOMPOSISI PENDAPATAN DAERAH RAPBD 2010




No.            Uraian          Ang Stl 2009       Ang 2010 – KUA    + / (-)      RAPBD 2010         + / (-)


 1 Pendapatan Asli Daerah    22,457,442,813.08    31,971,936,809.00 42.37     26,562,301,550.00        18.28


2 Dana Perimbangan          683,599,918,285.00 689,123,696,285.00    0.81     689,123,696,350.00        0.81


3 Lain2 Pendapatan yg Sah     55,101,561,204.00   86,753,956,424.40 57.44       81,428,356,600.00     47.78


      Jumlah Pendapatan     761,158,922,302.08 807,849,589,518.40    6.13      797,114,354,500.00       4.72
KOMPOSISI PENDAPATAN DAERAH (%)
       Lain2                                             Lain2          PAD
     Pendapata         PAD                            Pendapatan       3.96%
          n           2.95%                             10.74%
       7.24%




                   DP
                                                                     DP
P-APBD2009       89.81%                        KUA 2010            85.30%

                                 Lain2         PAD
                              Pendapatan      3.33%
                                10.22%




                                             DP
                          RAPBD 2010       86.45%
KOMPOSISI PAD RAPBD 2010 (%)
                       Lain2 PAD
                        17.76%
                                    Pajak
 Hsil Kkyaan                       35.83%
   4.07%




               Retribusi
               42.34%
KOMPOSISI DP RAPBD 2010 (%)
             DAK         DBH Pjk/BPjk
            8.40%          8.46%




                 DAU
                83.14%
KOMPOSISI LAIN2 PD RAPBD 2010 (%)
       BK Prov        Pendp Hibah
       31.04%           1.35%

                                    BH Pjk Prov
                                     36.91%




            DPOTSUS
             30.70%
KOMPOSISI PD RAPBD 2010 (%)
               DPOTSUS   BK Prov   Pajak Retribusi   Hsil Kkyaan
                3.14%     3.17%    1.19%  1.41%        0.14%
                                                                   Lain2 PAD
         BH Pjk Prov                                                 0.59%
           3.77%
 Pendp Hibah                                                        DBH Pjk/BPjk
   0.14%                                                              7.31%



     DAK
    7.26%




                                                              DAU
                                                             71.88%
KINERJA KEUDA KAB NGAWI

    4.50

    4.00




                                                                                          3.96
    3.50




                                                                                                   3.75
    3.00




                                                                                                              3.45
                                                                                            4.12
                                                 3.55
                      3.56




                                                                            2.95




                                                                                                           3.33
                                              3.30
    2.50




                                                                                   2.81
                  3.39




                                                            2.69
           3.39




                                                                   2.76
                                                     3.11




                                                                               3.04
    2.00




                                                                                                                  3.10
                                2.79




                                                                     2.69
    1.50
                             2.60

                                       2.30




    1.00

    0.50

    0.00
           Realisasi         Anggran          Realisasi     Ang Sblm        Ang Stlh      KUA 2010         RAPBD
             2007             2008              2008          2009           2009                           2010




                  DDF                                Kemandirian                                          PAD/BD
PERUBAHAN DARI TA 2009 KE TA 2010
                    DDF        Kemandirian     PAD/BD

  Ang Stlh 2009     2.95          3.04          2.81

   KUA 2010         3.96          4.12          3.75

  RAPBD 2010        3.33          3.45          3.10

 Perub dari KUA    (15.85)       (16.33)       (17.41)

 Perub dari 2009   12.96          13.39         10.22


Ada perubahan cukup berarti dari KUA ke RAPBD 2010 dan
cenderung memburuk.

Ada perubahan cukup berarti dari P-APBD 2009 ke RAPBD
2010 dan cenderung membaik.
    ANATOMI URUSAN PEMERINTAHAN
                   URUSAN PEMERINTAHAN


         ABSOLUT                              CONCURRENT
                   Pusat)
    (Mutlak urusan Pusat)                     Pusat, Provinsi,     Kab/Kota)
                              (Urusan bersama Pusat, Provinsi, dan Kab/Kota)


-    Pertahanan
                            PILIHAN/OPTIONAL               WAJIB/OBLIGATORY
                               (Sektor Unggulan)                       Dasar)
                                                            (Pelayanan Dasar)
-    Keamanan
-    Moneter                  Contoh: pertanian,           Contoh: kesehatan,
                            industri, perdagangan,       pendidikan, ling. Hidup,
-    Yustisi                pariwisata, kelautan dsb       pek. umum, perhub.

-    Politik LN
-    Agama
                                                                  SPM
                                                         (Standar Pelayanan Minimal)
       PERMENDAGRI NO. 13 THN 2006
Belanja daerah dipergunakan dalam rangka
mendanai pelaksanaan urusan pemerintahan yang
                                 kabupaten/kota.
menjadi kewenangan provinsi atau kabupaten/kota.

Urusan Pemerintahan :
           wajib,
  • urusan wajib,
  • urusan pilihan dan
  • urusan yang penanganannya dalam bagian
    atau bidang tertentu yang dapat
    dilaksanakan bersama antara pemerintah dan
                                            Per-
    pemda atau antar pemda yang ditetapkan Per-
    UU.
        PERMENDAGRI NO. 13 THN 2006
Urusan wajib diprioritaskan untuk melindungi dan
meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat
dalam upaya memenuhi kewajiban daerah.

Bentuk peningkatan pelayanan
dasar, pendidikan, kesehatan, fasilitas sosial dan
fasilitas umum yang layak serta mengembangkan
sistem jaminan sosial.

Peningkatan kualitas diwujudkan melalui prestasi
kerja dalam pencapaian standar pelayanan minimal
sesuai dengan Per-UU.
      PERMENDAGRI NO. 13 THN 2006

Kelompok belanja tidak langsung
merupakan belanja yang dianggarkan tidak
terkait secara langsung dengan pelaksanaan
program dan kegiatan.

Kelompok belanja langsung merupakan
belanja yang dianggarkan terkait secara
langsung dengan pelaksanaan program dan
kegiatan.
              SINKRONISASI DAN PENGELOMPOKAN
                   JENIS BELANJA DAERAH
 Penjelasan Pasal 16 ayat
 (4) UU No 17/2003 antara            PP 58/2004             PERMENDAGRI 13/2006
      lain terdiri dari
1.   Belanja pegawai          1.    Belanja pegawai         Belanja Tidak Langsung :
2.   Belanja barang           2.    Belanja barang & jasa   1.   Belanja pegawai
3.   Belanja modal            3.    Belanja modal           2.   Belanja bunga
4.   Belanja bunga            4.    Belanja bunga           3.   Belanja subsidi
5.   Belanja subsidi          5.    Belanja subsidi         4.   Belanja hibah
6.   Belanja hibah            6.    Belanja hibah           5.   Belanja bantuan
7.   Belanja bantuan sosial   7.    Belanja bantuan              sosial
                                    sosial                  6.   Belanja bagi hasil
                              8.    Belanja bagi hasil      7.   Bantuan keuangan
                              9.    Bantuan keuangan        8.   Belanja tak terduga
                              10.   Belanja tak terduga     Belanja Langsung :
                                                            1.   Belanja pegawai
                                                            2.   Belanja barang dan
                                                                 jasa
                                                            3.   Belanja modal

                                                                                       38
     PERMENDAGRI NO. 25 THN 2009
BELANJA DAERAH

 BELANJA DAERAH DISUSUN DGN
 PENDEKATAN PRESTASI KERJA.
 PENGANGGARAN BELANJA LANGSUNG
 MENDAPAT PORSI ALOKASI > DARI BELANJA
 TIDAK LANGSUNG
 PENGANGGARAN BELANJA MODAL
 MENDAPAT PORSI ALOKASI > DARI BELANJA
 PEGAWAI ATAU BELANJA BARANG DAN
 JASA.
KOMPOSISI BL DAN BTL : KUA DAN RAPBD 2010
                                       BL
                                     23.68%




           DOK KUA 2010
    B                                                  BTL
Langsung                                              76.32%
 19.64%

                                         DOK RAPBD 2010



                            B Tdk
                          Langsung
                           80.36%
KOMPOSISI BELANJA LANGSUNG RAPBD 2010

                         B PEG
                         13.72%
    B MODAL
     44.33%




                                  B BA-JAS
                                   41.95%
URUSAN PILIHAN RAPBD 2010

   Transmigrasi    110,000,000.00


        Industri             2,000,000,000.00


  Perdagangan                                                                 10,854,389,150.00


     Perikanan                              4,772,881,000.00


     Pariwisata    100,000,000.00


        ESDM           1,000,000,000.00


    Kehutanan                                                  8,042,485,100.00


     Pertanian                                                                    11,095,540,100.00
 PERKEMBANGAN BELANJA TIDAK LANGSUNG
                                 JUMLAH               Jumlah            Perubahan        Jumlah            Perubahan
NO.                URAIAN
                               2009 P-APBD         Tahun 2010 V-2        + / (-)       RAPBD 2010           + / (-)

 1 Belanja Pegawai            491,006,394,813.07   545,245,451,757.38       11.05    532,651,959,400.00        8.48

2 Belanja Bunga                   109,715,000.00       83,895,696.81      (23.53)        83,895,600.00       (23.53)

3 Belanja Subsidi                              -                    -                                  -          -

4 Belanja Hibah               25,861,728,900.00    73,518,075,000.00       184.27    76,888,364,300.00       197.31

5 Belanja Bantuan Sosial       5,878,000,000.00      3,727,026,691.00     (36.59)      3,341,597,400.00      (43.15)

6 Belanja Bagi Hasil            1,549,039,918.00                    -                   1,722,016,400.00      11.17

 7 Belanja Bantuan Keuangan   29,000,400,000.00     12,003,511,000.00      (58.61)    40,159,468,750.00       38.48

8 Belanja Tidak Terduga           212,293,159.29    1,000,000,000.00       371.05        447,601,850.00      110.84

      Jumlah BTL              553,617,571,790.36   635,577,960,145.19       14.80    655,294,903,700.00       18.37
KOMPOSISI BELANJA TIDAK LANGSUNG RAPBD 2010

                           B BASIL   B BK    B TAK TDG
                B BANSOS    0.26%    6.13%      0.07%
        B HIBAH   0.51%
         11.73%


   B BUNGA
     0.01%




                                                         B PEG
                                                         81.28%
KOMPOSISI PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH

                  Piutang Da
                    0.82%

                                  SiLPA
                                 30.88%



    Pinj Daerah
      58.82%




                               Penj Kkyan
                                 9.48%
     MUNCULNYA PEMBIAYAAN DAERAH

Selisih antara anggaran pendapatan
daerah dan anggaran belanja daerah
adalah Surplus/(Defisit)

Pemanfaatan surplus anggaran dapat
dianggarkan dalam pengeluaran
pembiayaan daerah.

Penutupan defisit anggaran dapat
dianggarkan dalam penerimaan
pembiayaan daerah.
SURPLUS/(DEFISIT) APBD


  surplus anggaran terjadi bila anggaran
  pendapatan daerah diperkirakan lebih
  besar dari anggaran belanja daerah
  surplus, dapat dimanfaatkan untuk
  pembayaran cicilan pokok utang yang
  jatuh tempo, pembelian kembali obligasi
  daerah, penyertaan modal (investasi)
  daerah, pemberian pinjaman
  daerah, transfer ke rekening dana
  cadangan.
SURPLUS/(DEFISIT) APBD


  defisit anggaran terjadi bila anggaran
  pendapatan daerah diperkirakan lebih kecil dari
  anggaran belanja daerah
  apabila defisit, ditetapkan sumber-sumber
  pembiayaan untuk menutup defisit, meliputi sisa
  lebih perhitungan anggaran tahun lalu, transfer
  dari rekening dana cadangan, hasil penjualan
  kekayaan daerah yang dipisahkan, penerimaan
  pinjaman daerah dan obligasi
  daerah, penerimaan piutang daerah.
STRUKTUR PEMBIAYAAN

A.Penerimaan Pembiayaan:
 1.   Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu
 2.   Transfer dari Rekening Dana Cadangan
 3.   Hasil Penjualan Kekayaan Daerah yang dipisahkan
 4.   Penerimaan Pinjaman Daerah dan Obligasi Daerah
 5.   Penerimaan Piutang Daerah

B.Pengeluaran Pembiayaan:
 1.   Pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo
 2.   Pembelian kembali obligasi daerah
 3.   Penyertaan modal (investasi) daerah
 4.   Pemberian piutang daerah
 5.   Transfer ke rekening dana cadangan

Pembiayaan neto
  PERMENDAGRI NOMOR 25 TAHUN 2009
PENERIMAAN PEMBIAYAAN

                   SiLPA,
 DALAM MENETAPKAN SiLPA, AGAR
 DISESUAIKAN DGN KAPASITAS POTENSI RIIL
 YG ADA UTK MENGHINDARI KENDALA
 PENDANAAN PADA BELANJA YG TELAH
 DIRENCANAKAN;
 DIRENCANAKAN;
      Keterangan :
        SiLPA : Sisa Lebih Perhitungan Anggaran
              Lalu.
        Tahun Lalu.
        SILPA : Sisa Lebih Perhitungan Anggaran
              Berjalan.
        Tahun Berjalan.
  PERMENDAGRI NOMOR 25 TAHUN 2009
SISA LEBIH PEMBIAYAAN TAHUN BERJALAN (SILPA)


UTK MENGHINDARI TERJADINYA DANA YG
MENGANGGUR (IDLE MONEY), MAKA DIUPAYAKAN
UTK MENGHINDARI ADANYA SISA LEBIH
PEMBIAYAAN TAHUN BERJALAN DALAM APBD, DAN
APABILA TERDAPAT SISA LEBIH PERHITUNGAN
TAHUN BERJALAN SUPAYA DALAM PERUBAHAN
APBD DIMANFAATKAN SELURUHNYA UTK
MENDANAI KEGIATAN PADA T.A. BERJALAN.
                                                 BIODATA
Nama                     :   SUMARDI
Tempat/Tgl. Lahir        :   Klaten, 08 September 1962
Agama                    :   Islam
Status                   :   Menikah, dengan 6 anak
Alamat Kantor            :   Pusat Pengembangan Ekonomi Pembangunan (PPEP) FE UNS, Jl. Ir Sutami No. 36 A Surakarta.
                             Telpon: 0271-668607, Fax: 0271-668609, HP: 081329903563 E-mail: smd_ekon@yahoo.co.id.
Alamat Rumah             :   Jl. Cendrawasih No. 11, Blok A1, Perum UNS V Palur, Ngringo, Jaten, Karanganyar.
                             Telpon: 0271-8200579, 0271-826194.


PENGALAMAN/PEKERJAAN
     Residen Konsultas Pogram and Financial, Planning, Analysis, Control – Koordinasi (PAFPACK) untuk Pemerintah Propinsi
     DIY, Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kota Semarang, Tahun 1991 – 1994.
     Konsultan Revenue Improvement Action Plan (RIAP) untuk Kota Surakarta, Tahun 1995 - 1996.
     Konsultan GLG-GTZ untuk Penguatan Kapasitas Pemda dalam Penganggaran Daerah untuk meningkatkan Pelayanan Publik.
     Konsultan Perencanaan dan Penganggaran Daerah pada PT. Duta Wirya Surakarta, Pusat Pengembangan Ekonomi Regional
     (PUSPER) Jakarta, Lembaga Studi dan Pengembangan Otonomi Daerah (LSP-OTDA) Yogyakarta, Lembaga Studi dan
     Pengembangan Ekonomi dan Otonomi Daerah (LSP-EKoDA) Yogyakarta, Citra Daya Insani Yogyakarta, Yogyakarta
     Management Consultant (YMC) Yogyakarta, LPP Dharma Mulia Yogyakarta, LP2OD Jakarta, PT. Kharisma Bengawan Solo
     (KBS) Surakarta, Lembaga Asistensi Pemerintah Daerah (LAPD) Yogyakarta, PT. Sumaplan Adicipta Persada Jakarta, PT.
     Mitra Agung Manunggal Samarinda, CV Nirmana Semarang, CV Bromas Damar Kahuripan Sukoharjo, CV Hastha Bhawana
     Surakarta, CV. Pakarsemi Sukoharjo, CV. Kharisma Sukoharjo, Pusat Pengembangan Ekonomi Pembangunan (PPEP) FE
     UNS, Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah (Puslitdesbangda) LPPM UNS, Pusat Kajian Hukum dan
     Pemberdayaan Otonomi Daerah (PKHPOD) dll.
JABATAN SEKARANG
     Kepala Divisi Penelitian dan Pengkajian Pusat Pengembangan Ekonomi Pembangunan (PPEP) Fakultas Ekonomi UNS
     Surakarta.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:1772
posted:2/20/2010
language:Indonesian
pages:54
Description: Bimtek Pembahasan Ranperda APBD Kabupaten Ngawi TA 2010 bersama DPRD Kab Ngawi.