Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

MODEL PEMBELAJARAN - DOC

VIEWS: 8,558 PAGES: 7

									                                                            6) Menekankan kealamiahan dan kewajaran proses
MODEL PEMBELAJARAN/ STRATEGI
                                                            pembelajaran. Dengan kealamiahan dan kewajaran
QUANTUM TEACHING                                            menimbulkan suasana nyaman, segar sehat, rileks,
A. Landasan Teori                                           santai, dan menyenangkan serta tidak membosankan.

    Quantum teaching pertama kali dikembangkan oleh         7) Menekankan kebermaknaan dan dan kebermutuan
De Porter. Mulai dipraktekkan pada tahun 1992, dengan       proses pembelajaran. Dengan kebermaknaan dan
mengilhami rumus yang terkenal dalam fisika kuantum         kebermutuan akan menghadirkan pengalaman yang
yaitu masa kali kecepatan cahaya kuadrat sama dengan        dapat dimengerti dan berarti bagi pembelajar,
energi. Dengan rumus itulah mendefinisikan Quantum          terutama pengalaman perlu diakomodasi secara
sebagai interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya.      memadai.
Pembelajaran Quantum bermakna interaksi-interaksi           8) Memiliki model yang memadukan konteks dan isi
yang mengubah energi menjadi cahaya karena semua            pembelajaran. Konteks pembelajaran meliputi
energi    adalah    kehidupan   dan    dalam    proses      suasana yang memberdayakan, landasan yang kukuh,
pembelajarannya mengandung         keberagaman dan          lingkungan yang mendukung, dan rancangan yang
interdeterminisme. Dengan kata lain interaksi-interaksi     dinamis. Sedangkan isi pembelajaran meliputi:
yang dimaksud mengubah kemampuan dan bakat alamiah          penyajian yang prima, pemfasilitasan yang fleksibel,
siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka       keterampilan belajar untuk belajar dan keterampilan
sendiri dan bagi orang lain.                                hidup.
    Teori yang terkandung dalam Quantum Teaching            9) Menyeimbangkan keterampilan              akademis,
adalah Accelerated Learning, Multiple Intelligences,        keterampilan hidup dan prestasi material.
Neuro-Linguistic Programming, Experiential Learning,
                                                            10) Menanamkan nilai dan keyakinan yang positif
dan Elements of Effective Instruction sehingga Quantum
                                                            dalam diri pembelajar. Ini mengandung arti bahwa
Teahing merangkai-kan sebuah kekuatan yang
                                                            suatu kesalahan tidak dianggapnya suatu kegagalan
memadukan       multisensori,     multikecerdasan,   dan
                                                            atau akhir dari segalanya. Dalam proses pem-
kompatibel dengan otak yang didalamnya meramu
                                                            belajarannya dikembangkan nilai dan keyakinan
konsep berbagai teori yaitu: 1) teori otak kanan/kiri; 2)
                                                            bahwa hukuman dan hadiah tidak diperlukan karena
teori otak triune (3 in 1); 3) pilihan modalitas (visual,
                                                            setiap usaha harus diakui dan dihargai.
auditorial dan kinestetik); 4) teori kecerdasan ganda; 5)
pendidikan holistic (menyeluruh); 6) belajar berdasarkan    11) Mengutamakan keberagaman dan kebebasan
pengelaman; 7) belajar dengan symbol, dan simulasi          sebagai kunci interaksi. Dalam prosesnya adanya
/permainan.                                                 pengakuan keragaman gaya belajar siswa dan
                                                            pembelajar.
B. Karakteristik
   Secara umum, Quantum Teaching (pembelajaran              12) Mengintegrasikan totalitas tubuh dan pikiran
                                                            dalam proses pembelajaran, sehinga pembelajaran
kuantum) mempunyai karakteristik sebagai berikut:
                                                            bias berlangsung nyaman dan hasilnya lebih optimal.
1) Berpangkal pada psikologi kognitif.
                                                            C. Prinsip Dasar
2) Bersifat humanistik, manusia selaku pembelajar
                                                            Prinsip dasar yang terdapat dalam pembelajaran
menjadi pusat perhatian. Potensi diri, kemampuan
                                                            Quantum adalah:
pikiran, daya motivasi dan sebagainya dari pembelajar
dapat berkembang secara optimal dengan meniadakan           1) Bawalah dunia mereka (siswa) ke dalam dunia kita
hukuman dan hadiah karena semua usaha yang dilakukan        (guru), dan antarkan dunia kita (guru ke dalam dunia
pembelajar dihargai. Kesalahan sebagai manusiawi.           mereka (siswa).
3) Bersifat konstruktivistis, artinya memadukan,            2) Proses pembelajaran bagaikan orkestra simfoni,
menyinergikan, dan mengolaborasikan faktor potensi diri     yang secara spesifik dapat dijabarkan sebagai berikut:
manusia selaku pembelajar dengan lingkungan (fisik dan      a) Segalanya dari lingkungan. Hal ini mengandung
mental) sebagai konteks pembelajaran. Oleh karena itu,
                                                            arti baik lingkungan kelas/sekolah sampai bahasa
baik lingkungan maupun kemampuan pikiran atau potensi       tubuh guru; dari lembar kerja atau kertas kerja yang
diri manusia harus diperlakukan sama dan mem-peroleh        dibagikan anak sampa rencana pelakanaan pem-
stimulant yang seimbang agar pembelajaran berhasil baik.    belajaran, semuanya mencerminkan pembelajaran.
4) Memusatkan perhatian pada interaksi yang bermutu         b) Segalanya bertujuan. Semua yang terjadi dalam
dan bermakna. Dalam proses pembelajaran dipandang           proses pembelajaran mempunyai tujuan semuanya.
sebagai penciptaan intekasi-interaksi bermutu dan
bermakna yang dapat mengubah energi kemampuan               c) Pengalaman mendahului pemberian nama.
pikiran yang dapat mengubah energi kemampuan pikiran        Pembelajaran yang baik adalah jika siswa telah
dan bakat alamiah pembelajar menjadi cahaya yang            memperoleh informasi terlebih dahulu apa yang akan
bermanfaat bagi keberhasilan pembelajar.                    dipelajari sebelum memperoleh nama untuk apa yang
                                                            mereka pelajari. Ini diilhami bahwa otak akan
5) Menekankan pada pemercepatan pembelajaran dengan         berkembang pesat jika adanya rangsangan yang
taraf   keberhasilan      tinggi. Dalam   prosesnya         kompleks selanjunya akan menggerakkan rasa
menyingkirkan hambatan dan halangan sehingga                keingintahuan.
menimbulkan hal-hal yang seperti: suasana yang
menyengkan, lingkungan yang nyaman, penataan tempat         d) Akuilah setiap usaha. Dalam proses pembelajaran
duduk yang rileks, dan lain-lain.                           siswa seharusnya dihargai dan diakui setiap usahanya
                                                            walaupun salah, karena belajar diartikan sebagai
                                                            usaha yang mengandung resiko untuk keluar dari
kenyamanan       untuk      membongkar        pengetahuan      gambar/media yang menarik atau lucu, isu muthakir,
sebelumnya.                                                    atau cerita pendek tentang pengalaman seseorang.
e) Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan.           b) Alami.
Segala sesuatu yang telah dipelajari oleh siswa sudah          Tahap ini jika kita tulis pada rencana pelaksanaan
pasti layak pula dirayakan keberhasilannya.                    pembelajaran terdapat pada kegiatan inti. Konsep
3) Pembelajaran harus berdampak bagi terbentuknya              ALAMI mengandung pengertian bahwa dalam pem-
keunggulan. Ada depalapan kunci keunggulan dalam               belajaran guru harus memberi pengalaman dan
pembelajaran kuantum yaitu:                                    manfaat terhadap pengetahuan yang dibangun siswa
                                                               sehingga menimbulkan hasrat alami otak untuk
a) terapkan hidup dalam integritas, dalam pembelajaran
                                                               menjelajah.
sebagai bersikap apa adanya, tulus, dan menyeluruh,
sehingga akan meningkatkan motivasi belajar.                   Pertanyaan yang memandu guru pada konsep alami
                                                               adalah cara apa yang terbaik agar siswa memahami
b) akuilah kegagalan dapat membawa kesuksesan. Jika
                                                               informasi? Permainan atau keinginan apa yang
mengalami kegagalan janganlah membuat cemas terus
                                                               meman-faatkan pengetahuan yang sudah mereka
menerus tetapi memberikan informasi kepada kita untuk
                                                               miliki? Permainan dan kegiatan apa yang
belajar lebih lanjut.
                                                               memfasilitasi siswa?
c) berbicaralah dengan niat baik. Dalam pembelajaran
                                                               Strategi konsep ALAMI dapat menggunakan
hendaknya dikembangkan keterampilan berbicara dalam
                                                               jembatan keledai, permainan atau simulasi dengan
arti positif dan bertanggung jawab atas komunikasi yang
                                                               memberi tugas secara individu atau kelompok untuk
jujur dan langsung. Dengan niat bicara yang baik akan
                                                               mengaktifkan pengetahuan yang telah dimiliki.
mendorong rasa percaya diri dan motivasi.
                                                               c) Namai
d) tegaslah komitmen. Dalam pembelajaran baik guru
maupun siswa harus mengikuti visi-misi tanpa ragu-ragu.        Konsep ini berada pada kegiatan inti, yang NAMAI
                                                               mengandung maksud bahwa penamaan memuaskan
e) jadilah pemilik, mengandung arti bahwa siswa dan
                                                               hasrat alami otak (membuat siswa penasaran, penuh
guru memiliki rasa tanggung jawab sehingga terjadi
                                                               pertanyaan mengenai pengalaman) untuk memberikan
pembelajaran yang bermakna dan bermutu.
                                                               identitas, menguatkan dan mendefinisikan. Penamaan
f) tetaplah lentur. Seorang guru terutama harus pandai-        dalam hal ini adalah mengajarkan konsep, melatih
pandai mengubah lingkungan dan suasana bilamana                keterampilan berpikir dan strategi belajar. Pertanyaan
diperlukan.                                                    yang dapat memenadu guru dalam memahami konsep
g) Pertahankan keseimbangan. Dalam pembelajaran,               NAMAI yaitu perbedaan apa yang perlu dibuat dalam
pertahankan jiwa, tubuh, emosi dan semangat dalam satu         belajar? Apa yang harus guru tambahkan pada
kesatuan dan kesejajaran agar proses dan hasil                 pengertian siswa? Strategi, kiat jitu, alat berpikir apa
pembelajaran efektif dan optimal.                              yang digunakan untuk siswa ketahui atau siswa
                                                               gunakan? Strategi implementasi konsep NAMAI
4) Kerangka Perencanaan Pembelajaran Quantum                   dapat menggunakan gambar susunan gambar, warna,
Kerangka perencanaan pembelejaran kuantum dikenal              alat Bantu, kertas tulis dan poster di dinding atau
dengan singkatan “TANDUR”, yaitu:                              yang lainnya.
a) Tumbuhkan.                                                  d) Demonstrasikan
Konsep tumbuhkan ini sebagai konsep operasional dari           Tahap ini masih pada kegiatan ini. Inti pada tahap ini
prinsip “bawalah dunia mereka ke dunia kita”. Dengan           adalah    memberi     kesempatan       siswa    untuk
usaha menyertakan siswa dalam pikiran dan emosinya,            menunjukkan bahwa siswa tahu. Hal ini sekaligus
sehingga tercipta jalinan dan kepemilikan bersama atau         memberi kesempatan siswa untuk menunjukkan
kemampuan saling memahami.                                     tingkat pemahaman terhadap materi yang dipelajari.
Secara umum konsep tumbuhkan adalah sertakan diri              Panduan guru untuk memahami tahap ini yaitu
mereka, pikat mereka, puaskan keingintahuan, buatlah           dengan cara apa siswa dapat memperagakan tingkat
siswa tertarik atau penasaraan tentang materi yang akan        kecakapan siswa dengan pengetahuan yang baru?
diajarkan. Dari hal tersebut tersirat, bahwa dalam             Kriteria apa yang dapat membantu guru dan siswa
pendahuluan (persiapan) pembelajaran dimulai guru              mengembang-kan bersama untuk menuntut peragaan
seyogyanya menumbuhkan sikap positif dengan                    kemampuan siswa.
menciptakan lingkungan yang positif, lingkungan sosial             Strategi yang dapat digunakan adalah mem-
(komunitas belajar), sarana belajar, serta tujuan yang jelas   praktekkan, menyusun laporan, membuat presentasi
dan memberikan makna pada siswa, sehingga                      dengan power point, menganalisis data, melakukan
menimbulkan rasa ingin tahu.                                   gerakan tangan, kaki, gerakan tubuh bersama secara
Berikut pertanyaan-pertanyaan yang dapat dipakai               harmonis, dan lain-lain.
sebagai acuan guru: hal apa yang siswa pahami? Apa             e) Ulangi
yang siswa setujui? Apakah manfaat dan makna materi
tersebut bagi siswa? Pada bagian apa siswa                         Tahap ini jika kita tuangkan pada rencana
tertari/bermakna?                                              pelaksanaan pembelajaran terdapat pada penutup.
                                                               Tahap ini dilaksanakan untuk memperkuat koneksi
Stategi untuk melaksanakan TUMBUHKAN tidak harus               saraf dan menumbuhkan rasa “aku tahu bahwa aku
dengan tanya jawab, menuliskan tujuan pembelajaran             tahu ini”. Kegiatan ini dilakukan secara multi-
dipapan tulis, melainkan dapat pula dengan penyajian           modalitas dan multikecerdasan.
Panduan guru untuk memasukan tahap ini yaitu cara apa      ingin tahu siswa dengan demonstrasi yang
yang terbaik bagi siswa untuk mengulang pelajaran ini?     menimbulkan teka-teki, masalah kehidupan nyata,
Dengan cara apa setiap siswa akan mendapatkan              atau cara lain.
kesempatan untuk mengulang?                                2) Guru dapat menyuruh siswa bekerja dalam
Strategi untuk mengimplementasikan yaitu bias dengan       kelompok untuk menemukan konsep atau merangsang
membuat isian “aku tahu bahwa aku tahu ini” hal ini        keinginan mereka pada pelajaran tersebut.
merupakan kesempatan siswa untuk mengajar-kan              3) Ulangi secara singkat ketrampilan atau informasi
pengetahuan baru kepada orang lain (kelompok lain),        yang merupakan syarat mutlak.
atau dapat melakukan pertanyaan – pertanyaan post tes.
                                                           b) Pengembangan
f) Rayakan
                                                           1) Kembangkan materi pembelajaran sesuai dengan
Tahap ini dituangkan pada penutup pembelajaran.            apa yang akan dipelajari siswa dalam kelompok.
Dengan maksud memberikan rasa rampung, untuk
menghormati usaha, ketekunan, dan kesusksesan yang         2) Pembelajaran kooperatif menekankan, bahwa
akhirnya memberikan rasa kepuasan dan kegembira-an.        belajar adalah memahami makna bukan hapalan.
Dengan kondisi akhir siswa yang senang maka akan           3) Mengontrol pemahaman siswa sesering mungkin
menimbulkan kegairahan siswa dalam belajar lehi lanjut.    dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan.
Panduan pertanyaan dalam diri guru untuk melaksanakan      4) Memberi penjelasan mengapa jawaban pertanyaan
adalah untuk pelajaran ini, cara apa yang paling sesuai    tersebut benar atau salah.
untuk merayakannya? Bagaimana anda dapat mengakui
setiap orang atas prestasi mereka?                         5) Beralih pada konsep yang lain jika siswa telah
                                                           memahami pokok masalahnya.
Strategi yang dapat digunakan adalah dengan pujian
bernyanyi bersama, pesta kelas, memberikan reward          c) Latihan Terbimbing
berupa tepukan.                                            1) Menyuruh semua siswa mengerjakan soal atas
Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD                          pertanyaan yang diberikan.
Student Teams Achievement Division (STAD)                  2) Memanggil siswa secara acak untuk menjawab
merupakan salah satu metode atau pendekatan dalam          atau menyelesaikan soal. Hal ini bertujuan supaya
pembelajaran kooperatif yang sederhana dan baik untuk      semua siswa selalu mempersiapkan diri sebaik
guru yang baru mulai menggunakan pendekatan                mungkin.
kooperatif dalam kelas, STAD juga merupakan suatu          3) Pemberian tugas kelas tidak boleh menyita waktu
metode pembelajaran kooperatif yang efektif.               yang terlalu lama. Sebaiknya siswa mengerjakan satu
Seperti telah disebutkan sebelumnya bahwa pembelajaran     atau dua masalah (soal) dan langsung diberikan
kooperatif tipe STAD terdiri lima komponen utama, yaitu    umpan balik.
penyajian kelas, belajar kelompok, kuis, skor              2. Belajar Kelompok
pengembangan dan penghargaan kelompok. Selain itu
STAD juga terdiri dari siklus kegiatan pengajaran yang     Selama belajar kelompok, tugas anggota kelompok
teratur.                                                   adalah menguasai materi yang diberikan guru dan
                                                           membantu teman satu kelompok untuk menguasai
Variasi Model STAD                                         materi tersebut. Siswa diberi lembar kegiatan yang
Lima komponen utama pembelajaran kooperatif tipe           dapat digunakan untuk melatih ketrampilan yang
STAD yaitu:                                                sedang diajarkan untuk mengevaluasi diri mereka dan
                                                           teman satu kelompok.
a) Penyajian kelas.
                                                           Pada saat pertama kali guru menggunakan
b) Belajar kelompok.                                       pembelajaran kooperatif, guru juga perlu memberikan
c) Kuis.                                                   bantuan dengan cara menjelaskan perintah, mereview
                                                           konsep atau menjawab pertanyaan.
d) Skor Perkembangan.
                                                           Selanjutnya langkah-langkah yang dilakukan guru
e) Penghargaan kelompok.                                   sebagai berikut :
Berikut ini uraian selengkapnya dari pembelajaran          1) Mintalah anggota kelompok memindahkan meja /
kooperatif tipe StudentTeams Achievement Division          bangku mereka bersama-sama dan pindah kemeja
(STAD).                                                    kelompok.
1. Pengajaran                                              2) Berilah waktu lebih kurang 10 menit untuk
Tujuan utama dari pengajaran ini adalah guru menyajikan    memilih nama kelompok.
materi pelajaran sesuai dengan yang direncanakan. Setiap   3) Bagikan lembar kegiatan siswa.
awal dalam pembelajaran kooperatif tipe STAD selalu
dimulai dengan penyajian kelas.                            4) Serahkan pada siswa untuk bekerja sama dalam
                                                           pasangan, bertiga atau satu kelompok utuh,
Penyajian tersebut mencakup pembukaan, pengembangan        tergantung pada tujuan yang sedang dipelajari. Jika
dan latihan terbimbing dari keseluruhan pelajaran dengan   mereka mengerjakan soal, masing-masing siswa harus
penekanan dalam penyajian materi pelajaran.
                                                           mengerjakan soal sendiri dan kemudian dicocokkan
a) Pembukaan                                               dengan temannya. Jika salah satu tidak dapat
                                                           mengerjakan suatu pertanyaan, teman satu kelompok
1) Menyampaikan pada siswa apa yang hendak mereka
                                                           bertanggung jawab menjelaskannya. Jika siswa
pelajari dan mengapa hal itu penting. Timbulkan rasa
mengerjakan dengan jawaban pendek, maka mereka lebih         menyeluruh; belajar berdasarkan pengalaman; belajar
sering bertanya dan kemudian antara teman saling             dengan symbol. Pembelajaran SAVI menganut aliran
bergantian memegang lembar kegiatan dan berusaha             ilmu kognitif modern yang menyatakan belajar yang
menjawab pertanyaan itu.                                     paling baik adalah melibatkan emosi, seluruh tubuh,
                                                             semua indera, dan segenap kedalaman serta keluasan
5) Tekankan pada siswa bahwa mereka belum selesai
                                                             pribadi, meng-hormati gaya belajar individu lain
belajar sampai mereka yakin teman-teman satu kelompok
                                                             dengan menyadari bahwa orang belajar dengan cara-
dapat mencapai nilai sampai 100 pada kuis. Pastikan
                                                             cara yang berbeda. Mengkaitkan sesuatu dengan
siswa mengerti bahwa lembar kegiatan tersebut untuk
                                                             hakikat realitas yang nonlinear, nonmekanis, kreatif
belajar tidak hanya untuk diisi dan diserahkan. Jadi
                                                             dan hidup.
penting bagi siswa mempunyai lembar kegiatan untuk
mengecek diri mereka dan teman-teman sekelompok              B. Prinsip Dasar
mereka pada saat mereka belajar. Ingatkan siswa jika         Dikarenakan pembelajaran SAVI sejalan dengan
mereka mempunyai pertanyaan, mereka seharusnya               gerakan Accelerated Learning (AL), maka prinsipnya
menanyakan teman sekelompoknya sebelum bertanya              juga sejalan dengan AL yaitu:
guru.
                                                             1) pembelajaran melibatkan seluruh pikiran dan tubuh
6) Sementara siswa bekerja dalam kelompok, guru
berkeliling dalam kelas. Guru sebaiknya memuji               2) pembelajaran berarti berkreasi bukan meng-
kelompok yang semua anggotanya bekerja dengan baik,          konsumsi.
yang anggotanya duduk dalam kelompoknya untuk                3) kerjasama membantu proses pembelajaran
mendengarkan bagaimana anggota yang lain bekerja dan
sebagainya.                                                  4) pembelajaran berlangsung pada benyak tingkatan
                                                             secara simultan
3. Kuis
                                                             5) belajar berasal dari mengerjakan pekerjaan itu
Kuis dikerjakan siswa secara mandiri. Hal ini bertujuan      sendiri dengan umpan balik.
untuk menunjukkan apa saja yang telah diperoleh siswa
selama belajar dalam kelompok. Hasil kuis digunakan          6) emosi positif sangat membantu pembelajaran.
sebagai nilai perkembangan individu dan disumbangkan         7) otak-citra menyerap informasi secara langsung dan
dalam nilai perkembangan kelompok.                           otomatis.
4. Penghargaan Kelompok                                      C. Karakteristik
Langkah pertama yang harus dilakukan pada kegiatan ini       Sesuai dengan singkatan dari SAVI sendiri yaitu
adalah menghitung nilai kelompok dan nilai                   Somatic, Auditori, Visual dan Intektual, maka
perkembangan individu dan memberi sertifikat atau            karakteristiknya ada empat bagian yaitu:
penghargaan   kelompok     yang    lain.   Pemberian
penghargaan kelompok berdasarkan pada rata-rata nilai        1) Somatic
perkembangan individu dalam kelompoknya.                     ”Somatic” berasal dari bahasa yunani yaitu tubuh –
Think-share-pair                                             soma. Jika dikaitkan dengan belajar maka dapat
                                                             diartikan belajar dengan bergerak dan berbuat.
Strategi ini berguna untuk mendengarkan satu sama lain       Sehingga pembelajaran somatic adalah pembelajaran
serta memiliki kesempatan waktu yang lebih banyak.           yang meman-faatkan dan melibatkan tubuh (indera
Setelah berdiskusi secara berpasangan, siswa diharapkan      peraba,    kinestetik,   melibatkan   fisik    dan
akan dapat belajar berbicara dan mendengarkan orang          menggerakkan tubuh sewaktu kegiatan pembelajaran
lain.                                                        berlangsung).
Urutan strategi pembelajaran kelompok think-share-pair
ini adalah sbb:                                              2) Auditori

1. Siswa mendengarkan sementara guru memberikan              Belajar dengan berbicara dan mendengar. Pikiran kita
   pertanyaan atau tugas.                                    lebih kuat daripada uyang kita sadari, telinga kita
                                                             terus menerus menangkap dan menyimpan informasi
2. Siswa diberi waktu untuk memikirkan jawaban               bahkan tanpa kita sadari. Ketika kita membuat suara
   /respon secara individu.                                  sendiri dengan berbicara beberapa area penting di
3. Siswa berpasangan dengan salah satu temannya dan          otak kita menjadi aktif. Hal ini dapat diartikan dalam
   membicarakan tanggapan mereka.                            pembelajaran siswa hendaknya mengajak siswa
                                                             membicarakan apa yang sedang mereka pelajari,
4. Siswa kemudian diundang untuk berbagi tanggapan           menerjemahkan peng-alaman siswa dengan suara.
   dengan seluruh kelompok/pasangan lain.                    Mengajak mereka berbicara saat memecahkan
Kelemahan cara ini adalah dengan kelompok yang hanya         masalah, membuat model, mengumpul-kan informasi,
terdiri dari dua orang, siswa kurang mendapat sudut          membuat rencana kerja, menguasai keterampilan,
pandang pendapat yang beragam.                               membuat tinjauan pengalaman belajar, atau
                                                             menciptakan makna-maknan pribadi bagi diri mereka
MODEL PEMBELAJARAN SAVI                                      sendiri.
A. Landasan Teori                                            3) Visual
SAVI singkatan dari Somatic, Auditori, Visual dan
                                                             Belajar dengan mengamati dan menggambarkan.
Intektual. Teori yang mendukung pembelajaran SAVI            Dalam otak kita terdapat lebih banyak perangkat
adalah Accelerated Learning, teori otak kanan/kiri; teori    untuk memproses informasi visual daripada semua
otak triune; pilihan modalitas (visual, auditorial dan       indera yang lain. Setiap siswa yang menggunakan
kinestetik); teori kecerdasan ganda; pendidikan (holistic)
visualnya lebih mudah belajar jika dapat melihat apa       i) pengalaman belajar di dunia nyata yang kontekstual
yang sedang dibicarakan seorang penceramah atau            j) pelatihan memecahkan masalah
sebuah buku atau program computer. Secara khususnya
pembelajar visual yang baik jika mereka dapat melihat      3) Tahap Pelatihan (kegiatan inti)
contoh dari dunia nyata, diagram, peta gagasan, ikon dan   Pada tahap ini guru hendaknya membantu siswa
sebagainya ketika belajar.                                 mengintegrasikan dan menyerap pengetahuan dan
4) Intektual                                               keterampilan baru dengan berbagai cara.
Belajar dengan memecahkan masalah dan merenung.            Secara spesifik, yang dilakukan guru yaitu:
Tindakan pembelajar yang melakukan sesuatu dengan          a) aktivitas pemrosesan siswa
pikiran mereka secara internal ketika menggunakan
kecerdasan untuk merenungkan suatu pengalaman dan          b) usaha aktif atau umpan balik atau renungan atau
menciptakan hubungan, makna, rencana, dan nilai dari       usaha kembali
pengalaman tersebut. Hal ini diperkuat dengan makna        c) simulasi dunia-nyata
intelektual adalah bagian diri yang merenung, mencipta,
dan memecahkan masalah.                                    d) permainan dalam belajar

D. Kerangka Perencanaan Pembelajaran SAVI                  e) pelatihan aksi pembelajaran

Pembelajaran SAVI dapat direncanakan dan kelompok          f) aktivitas pemecahan masalah
dalam empat tahap:                                         g) refleksi dan artikulasi individu
1) Tahap persiapan (kegiatan pendahuluan)                  h) dialog berpasangan atau berkelompok
Pada tahap ini guru membangkitkan minat siswa,             i) pengajaran dan tinjauan kolaboratif
memberikan perasaan positif mengenai pengalaman
                                                           j) aktivitas praktis membangun keterampilan
belajar yang akan datang, dan menempatkan mereka
dalam situasi optimal untuk belajar.                       k) mengajar balik
Secara spesifik meliputi hal:                              4) Tahap penampilan hasil (kegiatan penutup)
a) memberikan sugesi positif                               Pada tahap ini guru hendaknya membantu siswa
                                                           menerapkan dan memperluas pengetahuan atau
b) memberikan pernyataan yang memberi manfaat
                                                           keterampilan baru mereka pada pekerjaan sehingga
kepada siswa
                                                           hasil belajar akan melekat dan penampilan hasil akan
c) memberikan tujuan yang jelas dan bermakna               terus meningkat.
d) membangkitkan rasa ingin tahu                           Hal –hal yang dapat dilakukan adalah:
e) menciptakan lingkungan fisik yang positif.              a) penerapan dunia nyata dalam waktu yang segera
f) menciptakan lingkungan emosional yang positif           b) penciptaan dan pelaksanaan rencana aksi
g) menciptakan lingkungan sosial yang positif              c) aktivitas penguatan penerapan
h) menenangkan rasa takut                                  d) materi penguatan prsesi
i) menyingkirkan hambatan-hambatan belajar                 e) pelatihan terus menerus
j) banyak bertanya dan mengemukakan berbagai masalah       f) umpan balik dan evaluasi kinerja
k) merangsang rasa ingin tahu siswa                        g) aktivitas dukungan kawan
l) mengajak pembelajar terlibat penuh sejak awal.          h) perubahan organisasi dan lingkungan yang
2) Tahap Penyampaian (kegiatan inti)                       mendukung.

Pada tahap ini guru hendaknya membantu siswa               JIGSAW
menemukan materi belajar yang baru dengan cara menari,     Jigsaw dapat digunakan untuk mengembangkan
menyenangkan, relevan, melibatkan pancaindera, dan         konsep, menguasai materi, serta untuk diskusi dan
cocok untuk semua gaya belajar.                            tugas kelompok.

Hal- hal yang dapat dilakukan guru:                        Langkah-langkahnya adalah sbb:

a) uji coba kolaboratif dan berbagi pengetahuan            1. Siswa dikelompokkan ke tim.

b) pengamatan fenomena dunia nyata                         2. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang
                                                              berbeda
c) pelibatan seluruh otak, seluruh tubuh
                                                           3. Tiap orang dalam tim diberi bagian materi yang
d) presentasi interaktif                                      ditugaskan
e) grafik dan sarana yang presentasi brwarna-warni         4. Anggota dari tim yang berbeda yang telah
f) aneka macam cara untuk disesuaikan dengan seluruh          mempelajari bagian/sub bab yang sama bertemu
gaya belajar                                                  dalam kelompok baru (kelompok ahli) untuk
                                                              mendiskusikan sub bab mereka.
g) proyek belajar berdasar kemitraan dan berdasar tim
                                                           5. Setelah selesai diskusi sebagai tim ahli tiap
h) latihan menemukan (sendiri, berpasangan, ber-              anggota kembali ke kelompok asal dan bergantian
kelompok)                                                     mengajar teman satu tim mereka tentang sub bab
     yang mereka kuasai dan tiap anggota lainnya           Dalam pembentukan kelompok disesuaikan dengan
     mendengarkan dengan sungguh-sungguh                   model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Guru
                                                           membagi para siswa menjadi beberapa kelompok
6. Tiap tim ahli mempresentasikan hasil diskusi
                                                           yang beranggotakan 3-5 orang siswa. Guru memberi
7. Dilakukan tes untuk mengetahui apakah siswa telah       nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan
   memahami materi yang didiskusikan.                      nama kelompok yang berbeda. Kelompok yang
8. Guru memberi evaluasi dan kesimpulan                    dibentuk merupakan percampuran yang ditinjau dari
                                                           latar belakang sosial, ras, suku, jenis kelamin dan
Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT                     kemampuan belajar. Selain itu, dalam pembentukan
Pembelajaran kooperatif merupakan strategi pem-            kelompok digunakan nilai tes awal (pre-test) sebagai
belajaran yang mengutamakan adanya kerjasama antar         dasar dalam menentukan masing-masing kelompok.
siswa dalam kelompok untuk mencapai tujuan                 Langkah 3. Tiap kelompok harus memiliki buku paket
pembelajaran. Para siswa dibagi ke dalam kelompok-         atau buku panduan
kelompok kecil dan diarahkan untuk mempelajari materi
pelajaran yang telah ditentukan. Tujuan dibentuknya        Dalam pembentukan kelompok, tiap kelompok harus
kelompok kooperatif adalah untuk memberikan                memiliki buku paket atau buku panduan agar
kesempatan kepada siswa agar dapat terlibat secara aktif   memudahkan siswa dalam menyelesaikan LKS atau
dalam proses berpikir dan dalam kegiatan-kegiatan          masalah yang diberikan oleh guru.
belajar. Dalam hal ini sebagian besar aktifitas            Langkah 4. Diskusi masalah
pembelajaran berpusat pada siswa, yakni mempelajari
                                                           Dalam kerja kelompok, guru membagikan LKS
materi pelajaran serta berdiskusi untuk memecahkan
                                                           kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan
masalah
                                                           dipelajari. Dalam kerja kelompok setiap siswa
Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan salah satu      berpikir bersama untuk menggambarkan dan
tipe pembelajaran kooperatif yang menekankan pada          meyakinkan bahwa tiap orang mengetahui jawaban
struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi          dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau
pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk             pertanyaan yang telah diberikan oleh guru.
meningkatkan penguasaan        akademik. Tipe ini          Pertanyaan dapat bervariasi, dari yang bersifat
dikembangkan oleh Kagen dalam Ibrahim (2000: 28)           spesifik sampai yang bersifat umum.
dengan melibatkan para siswa dalam menelaah bahan
                                                           Langkah 5. Memanggil         nomor    anggota   atau
yang tercakup dalam suatu pelajaran dan mengecek
                                                           pemberian jawaban
pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut.
                                                           Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para
Ibrahim mengemukakan tiga tujuan yang hendak dicapai
                                                           siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama
dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu :
                                                           mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada
1. Hasil belajar akademik stuktural                        siswa di kelas.
Bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam           Langkah 6. Memberi kesimpulan
tugas-tugas akademik.
                                                           Guru bersama siswa menyimpulkan jawaban akhir
2. Pengakuan adanya keragaman                              dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan
Bertujuan agar siswa dapat menerima teman-teman-nya        materi yang disajikan.
yang mempunyai berbagai latar belakang.                    Ada beberapa manfaat pada model pembelajaran
3. Pengembangan keterampilan sosial                        kooperatif tipe NHT terhadap siswa yang hasil belajar
                                                           rendah yang dikemukakan oleh Lundgren dalam
Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial          Ibrahim (2000: 18), antara lain adalah :
siswa.
                                                           1. Rasa harga diri menjadi lebih tinggi
Keterampilan yang dimaksud antara lain berbagi tugas,
aktif bertanya, menghargai pendapat orang lain, mau        2. Memperbaiki kehadiran
menjelaskan ide atau pendapat, bekerja dalam kelompok      3. Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar
dan sebagainya.Penerapan pembelajaran kooperatif tipe
                                                           4. Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil
NHT merujuk pada konsep Kagen dalam Ibrahim (2000:
29), dengan tiga langkah yaitu :                           5. Konflik antara pribadi berkurang
a)    Pembentukan kelompok;                                6. Pemahaman yang lebih mendalam
b)    Diskusi masalah;                                     7. Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan
                                                              toleransi Hasil belajar lebih tinggi
c)    Tukar jawaban antar kelompok
Langkah-langkah tersebut kemudian dikembangkan oleh        Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe
Ibrahim (2000: 29) menjadi enam langkah sebagai berikut    NHT
                                                              Pembelajaran kooperatif tipe NHT merupakan
Langkah 1. Persiapan
                                                           salah satu tipe pembelajaran kooperatif yang
Dalam tahap ini guru mempersiapkan rancangan               menekankan pada struktur-struktur khusus yang
pelajaran dengan membuat Skenario Pembelajaran (SP),       dirancang untuk mempengaruhi pola-pola interaksi
Lembar Kerja Siswa (LKS) yang sesuai dengan model          siswa dalam memiliki tujuan untuk meningkatkan
pembelajaran kooperatif tipe NHT.                          penguasaan isi akademik. Tipe ini dikembangkan oleh
Langkah 2. Pembentukan kelompok                            Kagen dalam Ibrahim (2000 : 28) dengan melibatkan
                                                           para siswa dalam menelaah bahan yang tercakup
dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka        Langkah 5. Memberi kesimpulan
terhadap isi pelajaran tersebut.                             Guru memberikan kesimpulan atau jawaban akhir
    Penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT merujuk       dari semua pertanyaan yang berhubungan dengan
pada konsep Spencer Kagen dalam Ibrahim (2000 : 28)          materi yang disajikan.
untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah
                                                           Langkah 6. Memberikan penghargaan
materi yang tercakup dalam suatu pelajaran dengan
mengecek pemahaman mereka mengenai isi pelajaran             Pada tahap ini, guru memberikan penghargaan
tersebut. Sebagai pengganti pertanyaan lansung kepada        berupa kata-kata pujian pada siswa dan memberi
seluruh kelas, guru menggunakan empat langkah sebagai        nilai yang lebih tinggi kepada kelompok yang
berikut : (a) Penomoran, (b) Pengajuan pertanyaan,           hasil belajarnya lebih baik.
(c) Berpikir bersama, (d) Pemberian jawaban.
   Langkah-langkah tersebut kemudian dikembang-kan
menjadi enam langkah sesuai dengan kebutuhan
pelaksanaan penelitian ini. Keenam langkah tersebut
adalah sebagai berikut :
Langkah 1. Persiapan
   Dalam tahap ini guru mempersiapkan rancangan
   pelajaran dengan membuat Rencana Pelaksanaan
   Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Siswa (LKS) yang
   sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe
   NHT.
Langkah 2. pembentukan kelompok
   Dalam pembentukan kelompok disesuaikan dengan
   model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Guru
   membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang
   beranggotakan 4 sampai 5 orang siswa. Guru memberi
   nomor kepada setiap siswa dalam kelompok dan nama
   kelompok yang berbeda. Kelompok yang dibentuk
   merupakan percampuran yang ditinjau dari latar
   belakang sosial, jenis kelamin dan kemampuan
   belajar. Selain itu, dalam pembentukan kelompok
   digunakan nilai tes (pre-test) sebagai dasar dalam
   menentukan masing-masing kelompok.
   Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, guru
   memperkenalkan keterampilan kooperatif dan
   menjelaskan tiga aturan dasar dalam pembelajaran
   kooperatif yaitu :
    1. Tetap berada dalam kelas
    2. Mengajukan pertanyaan kepada kelompok
       sebelum mengajukan pertanyaan kepada guru
    3. Memberikan umpan balik terhadap ide-ide serta
       menghindari saling mengkritik sesama siswa
       dalam kelompok
Langkah 3. Diskusi masalah
   Dalam kerja kelompok, guru membagikan LKS
   kepada setiap siswa sebagai bahan yang akan
   dipelajari. Dalam kerja kelompok, setiap siswa
   berpikir bersama untuk menggambarkan dan
   meyakinkan bahwa setiap orang mengetahui jawaban
   dari pertanyaan yang telah ada dalam LKS atau
   pertanyaan yang telah diberikan oleh guru. Pertanyaan
   dapat bervariasi, dari spesifik sampai yang bersifat
   umum.
Langkah 4. Memanggil          nomor     anggota    atau
pemberian jawaban
   Dalam tahap ini, guru menyebut satu nomor dan para
   siswa dari tiap kelompok dengan nomor yang sama
   mengangkat tangan dan menyiapkan jawaban kepada
   siswa di kelas.

								
To top