Docstoc

GLOBALISASIDANPEMBERDAYAANKOPERASISESI7

Document Sample
GLOBALISASIDANPEMBERDAYAANKOPERASISESI7 Powered By Docstoc
					      GLOBALISASI DAN PEMBERDAYAAN
            KOPERASI & UMKM

Pengertian Globalisasi
 Globalisasi  dunia tanpa batas (borderless),
    ada kebebasan untuk lintas batas untuk
    berbagai macam aktivitas manusia
 Dalam konteks ekonomi, globalisasi dikaitkan
    dengan proses internasionalisasi produksi,
    perdagangan, dan pasar uang.
 Globalisasi dalam pengertian ini merupakan
    suatu proses yang berada di luar jangkauan
    kontrol pemerintah, karena proses tersebut
    terutama digerakkan oleh kekuatan pasar
    global dan bukannya oleh sebuah
    pemerintahan secara individu (Kohr, 2003: 1)
 Kebebasan lalu lintas barang dan jasa dari satu
    negara ke negara lain.
 Jadi: “Hambatan” yang bisa mengganggu lalu
    lintas ekonomi antarnegara harus dihilangkan
    atau secara bertahap dikurangi.

 Perkembangan Globalisasi Ekonomi
  Globalisasi ekonomi gencar disuarakan
   negara-negara maju
                                                1
  Pasar barang dan jasa, terutama yang sudah
   sangat      kompetitif,   dituntut   untuk
   diliberalisasikan.
  Berbagai badan dibentuk untuk mendukung
   perwujudan globalisasi ekonomi, baik
   integrasi ekonomi regional, seperti APEC,
   NAFTA, AFTA, maupun integrasi global
   seperti WTO (GATT)
  Negara-negara berkembang juga digiring
   untuk segera mewujudkan keterbukaan
   ekonomi tersebut

Globalisasi : Positif atau Negatif???
  Secara teoretik, globalisasi dapat membawa
   perekonomian pada suatu titik efisiensi
   tertinggi.
  Namun bagi negara yang lemah dan kurang
   kompetitif dapat menjadi suatu malapetaka.
  Globalisasi      ekonomi     layak  didukung
   manakala kekuatan ekonomi negara-negara
   dunia sudah agak setara

Sedangkan saat ini…
   Dengan ketimpangan dunia yang ada saat ini,
    di mana sebagian besar negara dunia adalah
                                              2
   negara miskin yang belum terbiasa dengan
   budaya persaingan bebas, maka globalisasi
   ekonomi bisa melahirkan ketidakadilan

Akibatnya…
  Banyak negara berkembang meragukan arah
   globalisasi ekonomi saat ini.
  Muncul tuntutan “free trade” dan “fair
   trade” dalam globalisasi ekonomi
  Negara-negara       maju    ternyata masih
   memberikan subsidi yang besar untuk
   pertanian dan peternakan  prinsip “free
   trade” dan “fair trade”???

  Lepas dari pertentangan tersebut, globalisasi
   masih berjalan.
  Langkah antisipatif kita adalah meningkatkan
   efisiensi dan daya saing kita.
  Efisiensi tersebut dapat terwujud jika di
   dalam negeri berlangsung pola perdagangan
   yang fair (fair trade) seperti yang dituntut
   negara berkembang terhada negara maju




                                               3
PEMBERDAYAAN KOPERASI DAN USAHA
   MIKRO, KECIL, DAN MENENGAH

 Salah satu upaya strategis dalam
  meningkatkan kesejahteraan masyarakat
  dengan memperkuat dasar kehidupan
  perekonomian dari sebagian terbesar
  rakyat Indonesia adalah melalui pember-
  dayaan koperasi dan usaha mikro, kecil
  dan menengah (UMKM).
 Ini mengingat besarnya potensi UMKM
  yang ditunjukkan oleh keberadaannya
  sebesar 44,7 juta unit usaha pada tahun
  2005 (angka sangat sementara) dengan
  kegiatan usaha yang mencakup hampir
  semua lapangan usaha, serta tersebar di
  seluruh tanah air.
 Pemberdayaan UMKM akan mendukung
  peningkatan produktivitas, penyediaan
  lapangan kerja yang lebih luas, dan
  peningkatan pendapatan bagi masyara-
  kat miskin
 Pada tahun 2005 (angka sangat
  sementara), kegiatan UMKM menyerap
  hampir 96,8 persen dari seluruh pekerja
  yang berjumlah 80,3 juta pekerja.
  Kontribusi UMKM terhadap pembentukan
                                        4
  Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun
  2005 adalah sebesar 54,2 persen dengan
  laju pertumbuhan nilai tambah sebesar
  6,3 persen.
 Angka pertumbuhan tersebut melampaui
  laju pertumbuhan nilai tambah untuk
  usaha besar.
 Sementara itu, sampai akhir tahun 2005,
  jumlah koperasi telah mencapai 132 ribu
  unit yang tersebar di seluruh propinsi,
  dengan anggota sebanyak 27,3 juta
  orang.

 Pemberdayaan koperasi dan UMKM yang
  dilaksanakan dalam tahun 2006 antara lain
  meliputi kegiatan:
  (1) peninjauan dan penyederhanaan berba-
      gaiperaturan serta prosedur perijinan,
      termasuk      untuk    memulai/mengem-
      bangkan usaha oleh UMKM;
  (2) pengembangan        standardisasi   dan
      sertifikasi sumberdaya manusia KSP/
      USP;
  (3) penyusunan lembaga advokasi koperasi
      dan UMKM;
  (4) perluasan skim kredit bagi koperasi dan
      UMKM;

                                            5
 (5) penguatan jaringan pasar produk UMKM,
     termasuk     pasar    ekspor,      melalui
     pengembangan lembaga pemasaran,
     jaringan usaha termasuk kemitraan
     usaha, dan sistem transaksi on line;
 (6) promosi produk koperasi dan UMKM;
 (7) peningkatan layanan informasi dan
     penguasaan teknologi tepat guna pada
     sentra UKM;
 (8) pengembangan terpadu klaster usaha
     mikro;
 (9) pengembangan usaha ekonomi produktif
     bagi usaha mikro/sektor informal dalam
     rangka    mendukung      pengembangan
     ekonomi perdesaan dan penanggulangan
     kemiskinan;
 (10) penataan dan pembinaan organisasi
     serta modernisasi manajemen koperasi;
     dan
 (11) penumbuhan wirausaha baru.

 Beberapa permasalahan masih             akan
  dihadapi oleh koperasi dan UMKM dalam
  tahun 2007, baik yang bersifat internal
  maupun bersifat eksternal.
 Dari sisi internal, secara umum UMKM masih
  menghadapi rendahnya kualitas sumberdaya
  manusia seperti kurang terampilnya SDM
  dan     kurangnya       jiwa  kewirausahaan,
                                              6
  rendahnya penguasaan teknologi serta
  manajemen dan informasi pasar. Masalah
  SDM ini akan berdampak pada rendahnya
  tingkat produktivitas dan kualitas pengelolaan
  manajemen.
 Kemampuan UMKM yang berkembang saat
  ini belum cukup merata kepada seluruh
  UMKM, terutama karena terbatasnya jumlah
  dan kualitas dari lembaga pengembangan
  bisnis.
 Permasalahan eksternal UMKM yang masih
  akan dihadapi adalah seperti:
  (1) belum tuntasnya penanganan aspek
      legalitas badan usaha dan kelancaran
      prosedur       perizinan,     pelaksanaan
      persaingan usaha yang sehat, penataan
      lokasi usaha dan pelaksanaan otonomi
      daerah, khususnya kemajuan daerah
      melaksanakan pemberdayaan koperasi
      dan UMKM;
  (2) kecepatan pulihnya kondisi perekonomian
      secara makro akibat kenaikan BBM dan
      dan energi lainnya yang sangat
      berpengaruh kepada kegiatan produksi
      UMKM;
  (3) masih terbatasnya penyediaan produk
      jasa lembaga keuangan, khususnya kredit
      investasi;

                                               7
  (4) terbatasnya ketersediaan dan kualitas
      jasapengembangan usaha bagi UKM; dan
  (5) eterbatasan sumberdaya finansial untuk
      usaha mikro.
 Pemberdayaan koperasi dan UMKM kedepan
  akan menghadapi tantangan untuk berperan
  mengatasi persoalan sosial ekonomi, seperti
  penyediaan        lapangan     kerja      dan
  penanggulangan kemiskinan.
 Dalam      rangka     itu,  perlu    didorong
  pertumbuhan UMKM melalui penyaluran skim
  kredit investasi untuk keperluan peningkatan
  kapasitas produksi, peningkatan nilai tambah
  serta penumbuhan

 Strategi lain yang harus ditempuh ialah terus
  mengkampanyekan        kecintaan    terhadap
  produk-produk dalam negeri, khususnya
  yang dihasilkan oleh koperasi dan UMKM.
 Masuknya produk-produk dari negara Cina
  dan India yang berkualitas baik dengan harga
  murah harus diimbangi dengan upaya untuk
  melindungi para produsen dalam negeri yang
  sesungguhnya masih sangat potensial
  apabila disertai dengan kebijakan pemerintah
  yang tepat.
 Pemberdayaan dan pengembangan koperasi
  dan UMKM akan membantu perekonomian

                                              8
    Indonesia supaya tidak tergantung kepada
    pihak asing.
   Oleh sebab itu kampanye produk dalam
    negeri dan pemberdayaan koperasi dan
    UMKM hendaknya masih tetap merupakan
    program prioritas dalam jangka menengah
   kebijakan pemerintah harus diarahkan untuk
    membantu koperasi dan UMKM secara
    sistematis dengan komitmen yang jelas
    kepada      ekonomi    rakyat,   membangun
    berbagai bentuk pola kerjasama bisnis yang
    sinergis, serta berbagai kebijakan yang jelas
    dan terukur untuk menunjang setiap tahapan
    dalam daur bisnis, mulai dari penyusunan
    rencana bisnis, pengembangan produk,
    pembiayaan,      promosi    produk,   hingga
    pengembangan kerjasama dalam bentuk
    riset terapan.
   Kebijakan yang dirumuskan tentunya tidak
    hanya mengandalkan rumusan-rumusan
    makro dengan memperbaiki iklim usaha,
    tetapi juga harus mengutamakan pendekatan
    mikro dengan menyelami dan mengatasi
    berbagai bentuk hambatan yang dialami oleh
    para pelaku bisnis dengan aset dan omzet
    yang kecil.
   Pola pemberdayaan ini tampak seperti yang
    terdapat dalam Bagan 1.

                                                9
              Pola Pemberdayaan




 Pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah
  untuk   membina      koperasi  dan    UMKM
  hendaknya meliputi banyak aspek yang terkait
  dengan lingkungan bisnis, aspek inovasi yang
  menyangkut pengembangan produk, serta
  aspek informasi serta pengetahuan yang akan
  menentukan kelestarian (sustainability) dari
  usaha maupun produk yang dihasilkannya.
                                            10

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:47
posted:2/20/2010
language:Indonesian
pages:10