Docstoc

01 Karakteristik Perekonomian Indonesia

Document Sample
01 Karakteristik Perekonomian Indonesia Powered By Docstoc
					      Karakteristik Pokok
          Perek. Ind.
1. Negara Kepulauan (Archipelagic
   State)          (Lapan: 18.108; Bakusutarnal: 17506/Noname: 11.013; Land area: 1.9 m km
   km2 ) economic implications???
  (Wide economic variation: no uniform policy!; Sea: important nat-res; tranp)

2. Menghadapi Persoalan
   Kependudukan                            (number and distribution of populations; low quality;
   high unemployment; high poverty; etc)

3. Kaya sumberdaya alam (mining: oil,
   coal, gold; forestry; sea)
4. Kekurangan Kapitall (invite FI &
   foreign debt)
5. Struktur ekonomi : primary sector
    based!!
6. Industrialisasi Lamban proteksi
7. Sistem ekonomi campuran
8. Adanya dualisme ekonomi
9. Perekonomian dikuasai unit-unit
    usaha besar  “managed” by
    conglomerates!!
• Luas lautan: 7,9 jt km2-daratan 1,9 jt km2

• Pulau:
  - Lapan: 18.108 buah
  - Bakosurtanal: 17506 buah 11.03 belum
  punya nama; dan baru 7 % berpenduduk!

IMPLIKASI EKONOMI:
• Laut penting: transportasi dan SDA
• Variasi ekonomi antardaerah besar  kebijakan
  tak bisa seragam!!
       Masalah kependudukan
•   Jumlah penduduk yg besar
•   Laju pertambahan penduduk tinggi
•   Penyebaran penduduk yg tidak merata
•   Pengangguran dan kemiskinan
•   Kualitas dan produktivitas yg rendah
      Dualisme Ekonomi
• Teori ttg dualisme ekonomi (pre-
  capitalist and capitalist/socialist)
  yg kontroversial justru dari studi
  yang diadakan JH Boeke (Dutch
  economist) di Indonesia (1910).
Dualism: terdpt dua sistem yg
  sangat berbeda, yg hidup dlm
  suatu      masyarakat       secara
  berdampingan yg tidak bisa
  menguasai satu dg lainnya
  (Boeke)
@ Ada 2 lingkungan yg berbeda: ada yg
 superior dan ada yg inferior, tetapi
 hidup pada lingkungan yang sama.

For example:
• Extreme poverty and affluence (    pockets of
 wealth within broad areas poverty)


• Modern and traditional economic
  sectors
• Growth and stagnation
• University education among a few and
  mass illiteracy
Jenis dualismeTypes of Dualism
1.   Dualisme Sosial (JH Boeke, 1910)
2.   Dualisme Finansial (Hla Mynt, 1967)
3.   Dualisme Teknologi ( Higgins, 1959)
4.   Dualisme Regional

Readings: Sayogyo “Bunga Rampai
   Perekonomian Desa” Ch. 1 and 2; Mubyarto
   and Edy Suandi Hamid “Kredit Pedesaan di
   Indonesia” (Ch. 1); Todaro “Economic
   Development (Ch. 3).
           Dualisme Sosial
• Terdapat dua sistem sosial dlm
  masyarakat:
  *Sistem sosial modern
  *Sistem sosial tradisional
Plural society: Pola hidup (berpikir,
  pertindak, berperasaan) berbeda!!
Boeke: tiap sistem sosial punya sistem
  ekonomi sendiri-sendiri!! (Prakapitalis dan
  Kapotalis/Sosialis)
        Dualisme Finansial
Terdpt 2 sistem psr uang yg sangat berbeda
   yg melayanai masyarakatnya.
1. Pasar uang terorganisir (bank, asuransi)
2. Pasar uang tak terorganisir (pelepas
   uang, tuan tanah, dsbnya

Baca: Kredit Pedesaan di Indonesia
   (Mubyarto dan Edy Suandi Hamid)
        Dualisme Teknologi
Dalam satu kegiatan ek digunakan teknik
  dan organisasi produksi yg berbeda 
  produktivitas berbeda
• Sektor Modern: Teknologi maju (modal
  besar, tekn. impor, TK berkualitas, pasar:
  lokal dan dunia)
• Sektor Tradisional: teknologi terbelakang
  (modal kecil, tekn lokal, kualitas TK
  rendah, pasar lokal)
        Dualisme Regional
• Ketimpangan Pembangunan antardaerah
  yg sangat besar  Kota desa; Pusat vs
  Daerah; Industri vs lainnya.
   Sejarah Ekonomi Indonesia
Sebelum Kemerdekaan:
BASIS: Ekonomi Pedesaan -> Sektor Pertanian
  dan Industri Rumah Tangga
Ekonomi Kolonial  berorientasi untuk memenuhi
  permintaan pasar kolonialis: pertanian,
  perkebunan, pertambangan

Baca: Mubyarto”Sistem dan Moral Ekonomi
  Indonesia
Setelah kemerdekaan:
       Setelah kemerdekaan
I. Orde Lama(1945-1965)
Ditandai dengan:
• Ketidakstabilan politik ketidakstabilan
   ekonomi
• Kekurangan tenaga ahli
• Kekurangan teknologi
Akibatnya:- pembangunan ek. lamban
   - potensi ek. tidak tergarap dengan baik
Dengan kondisi demikian ek. memburuk
• Warisan ek. Orla ke Orba:
  – Utang LN US$ 2, 3m miliar
  – Ekspor hanya separo dari impor
  – APBN defisit (ULN, cetak uang)
  – Inflasi tinggi (30-50%)
  – Kapasitas produksi rendah
     Orde Baru (1966-1997/8)
Ditandai dengan:
• Usaha menciptakan stabilitas polkam
• Munculnya tenaga2 profesional ekonomi
• Adanya “oil boom”
• Rencana pembangunan yg terpadu
• Kebijakan2 baru: mengganti sistem
    pengawasan devisa; anggaran dinamis
    (menurunkan inflasi); undang PMA; cari utang
    luar negeri/IGGI)
•    Program jangka pendek Orde Baru
1.   Tahap penyelamatan (Juli-Des 1966)
2.   Tahap Rehablitasi (Jan-Juni 1967)
3.   Tahap konsolidasi (Juli-Des 1967
4.   Tahap Stabilisasi (Jan-Juni 1968)

Hasilnya: Tabel 3 hal xii (Pert ek tinggi;
  inflasi turun; kemiskinan kurang; NPI?)
         Pasca Orde Baru
• Reformasi ekonomi?
• Transisi  Gejlak polkam  gejolak
  ekonomi  masih tidak pasti??

• Kebangkitan ekonomi??
• Wait and see
    Views on Indonesian
         Economy
• Hal Hill (1996): If the central
  purpose of economics to
  understand why and how growth
  rates vary across countries and
  over time, Indonesia is surely one
  of the best laboratories
• Higgins (1968): Indonesia must
  surely be accounted the number
  one failure among the major
  underdeveloped countries 
  “chronic drop out”
    Views on Indonesian
         Economy
• Hal Hill (1996): If the central
  purpose of economics to
  understand why and how growth
  rates vary across countries and
  over time, Indonesia is surely one
  of the best laboratories
• Higgins (1968): Indonesia must
  surely be accounted the number
  one failure among the major
  underdeveloped countries 
  “chronic drop out”
• Hal Hill: Ina in 1965 was a basket
  case its ec problems at least as
  serious as those of today’s LDC in
  Africa and Asia
• Myrdal (1966): As things look at the
  beginning 0f 1966, there seems to be
  little prospect of rapid economic growth
  in Indonesia

Facts?
• Impressive ec performance!
• The Ina ec of the mid-1990s s almost
  unrecognizable in a comparison with that of
  the mid-1960s
• Rapid structural change
• Most of ec indicators:performed well!
• IBRD: Miracle!
• Improve from LDC  Middle Income
  Countries
 The major Criticisms (27)
1. The high growth has been achieved
   mainly by favorable movement in ToT
2. The exploitation of nonrenewable NR
3. The rising external debts
4. The ec policy bias to “the haves” 
   conglomerates
      Indonesia experiences
• Old Order budget deficit (printing
  money): Ms increase  accelerating
  inflation  650% (1966)
• New Order: Control inflation
  -“Snaring” cut of value of Rph
  - Open international capital
  - Fixed exchange rate
  - Balanced budget principle
  - Banking Reform

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:2019
posted:2/20/2010
language:Malay
pages:23