ETIKA BISNIS ETIKA BISNIS 1 Etika

Document Sample
ETIKA BISNIS ETIKA BISNIS 1 Etika Powered By Docstoc
					            ETIKA BISNIS
1. Etika Bisnis Sebuah Prospektif
    •Bentuk-bentuk substansi etika
    •Etika-etika dan tingkah laku bisnis


2. Modal, Sumber dan Faktor-Faktor
   Pendukung Beretika dan Bisnis
    Model Etika dan Bisnis
    Sumber Nilai-nilai dan Etika
    Faktor-faktor yang mempengaruhi etika
       manajerial.
3.   Isu-Isu utama Etika Bisnis di Indonesia
       Masalah etika klasik
       Pemalsuan atau pembajakan hak cipta
       Diskriminasi dan perbedaan Gender
       Konflik sosial dan masalah lingkungan
4.   Kebudayaan Perusahaan
       Pedoman pemahaman dan pedoman hak cipta.
       Kebudayaan perusahaan
       Apresiasi budaya (menghargai budaya dan
        pembudayaan pedoman bertindak
5.   Audit Sosial
      Mekanisme pengawasan tingkah laku.
      Konsep audit sosial
      Model-model keuntungan audit sosial.
      Prinsip-prinsip kunci.
6.       Pengaturan Sosial Perusahaan
      Peran sistem pengaturan
      Pengaturan (Governance)
      Good Governance.
7.       Kedudukan Sosial Perusahaan
      Hubungan perusahaan dengan stakehalder.
      Lintas budaya dan pola hidup.

8.       Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
         (Corporate Social Responsibility)
        Mengapa perusahaan harus bertanggung jawab.
        Bentuk komunitas di Indonesia
        Politik tingkat lokal.
        Komunitas Indonesia dan etika bisnis
Ketidak etisan Bisnis di Indonesia satu persatu sudah semakin terkuak.
Karena masalah kejahatan dan bisnis satu persatu semakin terkuak.

Pada saat Nazim Orba runtuh tahun 1998, kasus-kasus kejahatan bisnis
dan korupsi semakin terkuak kepermukaan, dimulai dari EDI TANZIL
Pembobol BAPINDO 1,3 Triliun, Skandal Bulog, BLB, Kasus Newomend
di NTT, Kasus Teluk Bunyai, Freeport di Papua, Kasus ANDRIAN
WOWORUNTU si pembobol BNI, Lapindo Brantas (Lumpur Lapindo),
dan lain-lain.

§ Apa sebenarnya yang akan terjadi di dunia bisnis kita saat ini ?
§ Sebegitu jeleknya Etika Bisnis Kita ?
§ Berapa banyak lagi bisnis yang tidak beretika di Indonesia akan
  terkuak ?
§ Kemana nilai-nilai etika pelaku bisnis mereka ?
    ETIKA                    Suatu Acuan :
                             Apakah tindakan, aktifitas, tingkah laku suatu
                             Individu Kita dianggap baik atau tidak
                             Masalah baik atau buruknya.
Dalam Etika Bisnis akan diuji peran-peran dan prinsip-prinsip etika dalam
Konteks komersial / bisnis.

Permasalahan etika akan muncul ketika bisnis akan mulai jalan  muncul
Hak-hak tugas dan kewajiban yang harus dipenuhi

CONTOH KASUS 1 :
Beretika atau tidak berika : INVESTIGASI BAKSO TIKUS


     SIARAN                      OMSET                     MASYARAKAT
    TRANS TV                  BAKSO TURUN                 TIDAK PERCAYA
    JAN. 2006                  70 % - 80 %                     LAGI
Trans TV dituding telah merekayasa tayangannya, tapi Trans TV bahkan
Sanggup menampilkan fakta saksi bila diperlukan untuk penyelidikan polisi

Trans TV mencoba klarifikasi dengan makan bakso bersama, tapi masyarakat
belum langsung percaya. Pedagang bakso – bakso lainnya ikut rugi akibat
dari berita ini.
Apakah Trans TV bisa dikatakan beretika atau tidak ?
Catatan : Di satu pihak Trans TV ingin mengungkapkan fakta.
         di pihak lain pedagang – pedagang bakso rugi.

CONTOH KASUS II :
        Yaitu kontroversi Majalah Playboy
Demontrasi penolakan penerbitan perdana majalah Playboy saat itu sangat
Marak, terutama di kalangan ulama / Islam.
Bahkan kantor redaksi majalah tersebut rusak parah oleh tindakan massa.
        Namun majalah tersebut tetap saja terbit / beredar. Majalah tersebut
dianggap sebagai biang kerusakan moral karena Budaya Komunitas Indonesia
adalah Timur dan menentang pornografi.
       Majalah playboy menganggap hal tersebut terlalu berlebih-lebihan,
karena ada majalah yang lebih dahulu terbitnya pornografi juga.
 Sebenarnya standar apa yang harus dijunjung oleh pelaku bisnis ?
 Tentukan pasarkah atau nilai – nilai moral dalam komunitas !


CONTOH KASUS III :
FATWA NU : Tayangan INFORTAIMENT di TV Haram. Fatwa Ketua Umum
PBNU yang menyatakan tayangan yang berisikan gosip yang membongkar
Aib adalah HARAM
Pendapat NU :
 Sudah keterlaluan.
 Menggunjing orang.
 Mengungkap aib selebritis.
 Mencampuri urusan rumah tangga orang.
                                                   ?
 Membuat suasana semakin / kacau.

Sehingga banyak wartawan infortaiment dari berbagai media cetak dan
Elektronik datang / demo ke kantor PBNU untuk mengklarifikasi Fatwa MUI
Tersebut di Surabaya.
 Bagaimana menurut saudara tentang Fatwa NU ini ?
 Setuju atau tidakkah saudara ?
 Kenapa demikian ?
Karena :        Etika Bisnis adalah yang dipakai oleh suatu individu atau
                perusahaan sebagai pedoman dalam melaksanakan aktifitas
                bisnisnya agar aktifitas yang mereka lakukan tersebut tidak
                merugikan individu atau kelompok komunitas atau lembaga lain.

Etika Bisnis           Pedoman untuk bertingkah laku, bertindak dan
                        merespon lingkungan.

Nilai Etika Tayangan Infortaiment  Kontraversi
Hal – hal yang tidak biasa dan dipandang melanggar Etika bisa tiba-tiba
Menjadi hal-hal yang biasa ketika :
Nilai-Nilai Komersil Masuk  yang pada akhirnya menjadi hak yang lumrah
                              dalam komunitas.

Alasan ekonomi seringkali membuat nilai – nilai etika dalam bisnis menjadi
Suatu yang diabaikan.
Alasannya : Mengejar keuntungan sehingga yang haram menjadi halal.
Persaingan bisnis dalam dunia bisnis terkadang tanpa memperhatikan
ETIKA BISNIS
Terkadang bisa sampai pada saling menjelekkan yang walaupun siapa / apa
Yang dijelekkan itu tidak disebutkan namanya secara bersama, akan tetapi
KONSUMEN memahami maksudnya apa / siapa
                                 Sepeda Motor
 IKLAN BISNIS                    Obat Anti Nyamuk Bakar
                                 Obat Kuat
                                 Sampai ke PT
Etika pada umumnya berkenaan dengan suatu pedoman yang bersifat sakral,
sopan, dihormati, penuh tata krama, bermoral, tidak mempercundangi, tidak
Merugikan, tidak menyusahkan orang lain.

Etika  Pedoman yang dipakai sebagai pengukur tingkah laku yang tidak
        berkenaan baik individu maupun kelompok.

 Pakaian tidak etis
 Kelakuan tidak beretika
 Orang tua tidak mengajar anaknya tentang etika.
 Etika berpolitik
 Etika beragama
 Etika dalam suatu profesi tertentu
 Etika Bisnis
 Dan lain-lain
Etika Bisnis pada dasarnya bicara tentang moralitas dari suatu kegiatan Bisnis
yang ada dalam komunikas, yang tentu dilakukan oleh perorangan atau
Perusahaan / swasta.

Perusahan yang mempunyai Etika Bisnis adalah perusahaan yang mempunyai
tanggung jawab sosial terhadap komunitas yang hidup di lingkungannya,
Termasuk komunitas lokal sebagai penduduk setempat, dengan perusahaan
Lain dan dengan Pemda.

Masalah Gender  Sangat berkaitan dengan budaya dibuat oleh
                         komunitas yang mendukung budaya tersebut.
                         Misalnya : Indonesia
Perempuan dan anak-anak merupakan salah satu dikotomi yang berbeda
dengan laki-laki dewasa.
Perlakuan terhadap perempuan dan anak-anak selalu di utamakan.
Anak-anak (baik laki – laki maupun perempuan) biasanya adalah
Urusan perempuan dewasa (istri).
Nafkah biasanya urusan laki-laki dewasa (suami)

Dalam Sebuah Perusahaan :
Ada anologi : Bahwa komunitas lokal lebih diutamakan dari
Komunitas pendatang.

                        Karyawan Lokal

   PT                   Karyawan Pendatang


Contoh :                      Penduduk lokal sebagai pemilik
PT. Freeport
                               wilayat.
PT. Batu Bara
                              Penduduk lokal yang menanggung
PT. Gas Bumi / Minyak
                               resiko tentang kerusakan lingkungan
                              Pada lokal kehilangan mata pencarian
                              Dan lain-lain
Menurut “Bambang Rudito dan Melia Fameola”
Sebuah perusahaan harus menyadari bahwa keberlangsungan
bisnis harus dijaga dengan adanya kesadaran akan keseimbangan
antara 3 hal yaitu :
 Menjaga keuntungan          (3P)  Profit
 Menjaga komunitas                   People
 Menjaga lingkungan                  Planet

Industri adalah sebagai pengelola bahan-bahan yang tumbuh (kayu
dan hasil bumi, tumbuh-tumbuhan)
Maka perusahaan bersama komunitas mementingkan :
1. Penggunaan teknologi ramah lingkungan
   Tidak ada polusi terhadap air, tanah, udara
   Seperti : Industri tambang
2. Pengelolaan sumber daya hutan yang berkelanjutan,
   berwawasan lingkungan  masa depan yang berkelanjutan
   Seperti : Industri kayu olahan, dan lain-lain.
3. Tanggung jawab sosial kekomunitasan, dengan cara-cara yang
   terkait dengan sistem politik ekonomi daerah yang :
   a. Mengutamakan Putra Daerah
   b. Melakukan kerja sama kemitraan bisnin dengan komunitas
      lokal.
   c. Menyisihkan dana konstribusi sosial untuk pengembangan
      komunitas sebesar 1 % dari net sales pertahun (sesuai
      dengan Survey Badan)
   d. Menerima Lembaga Indevendent untuk mengawasi / memantau
      kegiatan perusahaan.

LEMBAGA INDEVENDENT DALAM NEGERI (BUKAN LUAR NEGERI)
Karena kedua ini bisa berbeda sudut pandangan sebagai akibat dari
berbeda budaya (Barat dan Timur).

BENAR-BENAR INDEVENDENT !
BENTUK – BENTUK ETIKA (BAMBANG RIDITO)
Dalam dunia bisnis terdapat 5 bentuk Mitos tentang Etika Bisnis dan selalu
dipakai sebagai pedoman normatif.
1. Mitos Pertama
   Etika adalah bersifat personal.
   Kebebasan individu bukan suatu yang bersifat umum dan tidak untuk
   diperdebatkan.
   Mitos ini mengacu pada sifat personal atau keyakinan agama.
   Ini adalah suatu pikiran apakah yang dikatakan baik dan buruk.
2. Mitos Kedua
  Bahwa Bisnis dan Etika jangan disatukan atau di campur adukkan.
  Bisnis adalah suatu tindakan yang amoral, sebuah aktifitas bisnis berada
  pada pasar bebas. Ini didasari pada pemikiran logika yang tidak terkait
  dengan masalah agama, etika dan prinsif – prinsif dasar.
3. Mitos Ketiga
  Etika dalam bisnis adalah berhubungan.
  Mitos ini adalah salah satu dari mitos yang populer, dan ini dipegang
  sebagai dasar bahwa tidak ada cara yang diyakini benar atau salah.
  Benar atau salah tergantung dari kacamata yang menyatakannya atau
  terlibat
4. Mitos Keempat
   Bisnis yang baik berarti mempunyai etika yang baik. Perusahaan yang
   bekerja dengan baik otomatis mempunyai etika yang baik.

5. Mitos Kelima
   Bahwa informasi dan perhitungan adalah sesuatu yang amoral. Pernyataan
   ini mengandung arti bahwa informasi dan perhitungan berada pada area
   kelabu (grey area). Perusahaan akan memilih antara yang baik dan yang
   buruk (ditengah-tengah).
Berdasarkan pada tingkatan sosial dalam berhubungan antar anggota
komunitas, etika bisnis yang dilakukan berbeda, dan ini bergantung dari
kedudukan perusahaan tersebut dengan komunitas di sekitarnya.
Tingkatan tersebut yaitu :

1. Simpati
   Ialah suatu perasaan yang ada di alami oleh perusahaan / anggota
   perusahaan untuk memandang komunitas lainnya termasuk perusahaan
   lain yang walaupun masih tersirat adanya perbedaan yang mencolok antara
   komunitas perusahaan dan komunitas lokal dan lainnya.
Masih memandang bahwa komunitas lain tersebut :
• Perlu di kasihani
• Perlu di bantu
• Di dukung tapi tidak perlu di ketahui mengapa komunikasi lain tersebut
  seperti keadaan sekarang ini.

                                                  ALAT – ALAT OR




                                                                           TERBATAS
    PT. EX
  BATU BARA              MASYARAKAT                 R. IBADAH
  RT. PANDAN


                                                  SOPIR/SATPAM
    PT. Y
 KEBUN SAWIT
   LIMBUR
                       • Saling bantu membantu
                       • Saling tolong menolong
                       • Menghargai orang lain
                       • Berjalan secara berdampingan
2. Empati
  Yaitu perasaan yang mengakui adanya komunitas lain diluar perusahaan,
  sekaligus mengakui perbedaan dan ikut merasa perbedaan tersebut.
  Jadi : Berfungsinya etika bisnis yang baik bila perasaan empati menjadi
         etika normatif bagi perusahaan.

3. Komitmen
  Yaitu Perasaan perusahaan dan anggota perusahaan yang merasa
  sebagai bagian dalam komunitas yang lebih luas dan rela untuk bekerja
  sama secara fungsional dengan komunitas.
  Memiliki rasa saling membutuhkan antara perusahaan dengan karyawan,
  antara perusahaan / karyawan dengan masyarakat lokal, dan lain-lain.
          “ETIKA DAN TINGKAH LAKU BISNIS”
Sebagai Filosofi, Etika mempunyai arti yang luas sebagai pengkajian soal
moralitas. Apakah yang benar dan apakah yang salah dalam hubungan
antara manusia.
Ada 3 bidang etika jika dilihat dari fungsinya :
• Etika Deskriptif     (Descriptive Ethies)
•   Etika Normatif     (Normative Ethies)
•   Mataetika          (Mataethies)

Etika Deskriptif
    Yaitu berusaha untuk menjelaskan secara deskriptif apa yang ada dan
    terwujud dalam kenyataan.

Etika Normatif
    Yaitu usaha untuk menjelaskan pengalaman moral secara deskriptif,
    berusaha untuk mengetahui motivasi, kemauan, tujuan suatu tindakan
    dalam tingkah laku manusia.
Dalam Etika Mataetika
   Tidak menganjurkan sesuatu prinsip atau tujuan moral.
   Etika Mataetika (Kefilsofotan) :
   Yaitu analisis mengenai makna apakah yang dikandung oleh predikat –
   predikat yang dikandung dalam kenyataan kehidupan sehari-hari
   (Soemargono).

Pers saat ini semakin banyak menyuguhkan berita-berita yang berkaitan
dengan tindakan tidak etis.
Banyak lakukan masyarakat tentang praktek bisnis yang tali beretika.
Seperti :
Pembobolan rekening Bank, dimana Bank tidak mau bertanggung jawab.
 Tagihan fiktif penyedia layanan kartu kredit.
 Penipuan melalui undian berhadiah.
 Penipuan melalui SMS
 Internet dengan transaksi fiktifnya.
 Uang nasabah yang dibawa kabur
 Dan lain-lain.
 Orang mulai jijik terhadap kondisi etika bisnis
 Orang mulai muak melihat hakikat kejujuran
 Nilai bisnis di Indonesia semakin runtuh
 Investor mulai enggan menanamkan modalnya dan mereka bingung harus
  harus percaya siapa ?
 Penegakan hukum yang tidak jelas
 Pemerintah ada yang korupsi




          MENGAPA DEMIKIAN ?.........................
Menurut MAXWELL ada 3 alasan orang berbuat tidak etis
1. Orang akan berbuat apa yang paling leluasa bisa di perbuatnya
   Seperti orang sering membeli barang untuk keperluan kantornya dengan
   kerja sama untuk membuat / menulis barang yang tidak sesuai dengan
   sebenarnya.
   Contoh : Suplier menaikkan harganya.


2. Orang akan berbuat demi suatu kemenangan.
   Orang selalu benci kekalahan dan selalui ingin menang dan sukses. Tapi
   banyak yang memilih antara 2 (dua) sikap yaitu ETIS dengan MENANG.
   Contoh : Si X melakukan tender proyek dengan berbagai cara untuk
            kemenangan, lalu Pimpro dapat 15 % dan sebagainya.
  Dalam bisnis terkadang berlaku :
   Orang yang jujur menjadi korban kejujuran.
   Orang yang baik akan ketinggalan
   Orang yang baik akan kehilangan kesempatan yang tidak akan diperoleh
    untuk kedua kalinya.
2. Orang selalu mencoba merasionalisasikan pilihannya dengan Relativisme.
   Kedudukan yang lebih tinggi terkadang membuat orang berfikir bahwa dia
   yang berkuasa dan ukuran kebenarannya ada di tangannya.
   Contoh : Seorang sekretaris pada sebuah PT. X yang mengajukan
             pengunduran diri secara mendadak (kebetulan 1 sebelum kontrak
             habis).
             Membuat sang Bos kecewa karena tidak sempat mencari
             pengganti, lalu sekretaris tadi disuruh pindah meja, dan posisi
             sekretaris dilaksanakan oleh PLT.
             Sekretaris lama disuruh menyelesaikan pekerjaan tersisa, tapi
             meja kerja tidak ada lagi.
   Jadi : Wujud etika berasal dari tingkah laku kita sendiri, etis atau tidak akan
          tercermin dari tingkah laku para pelaku bisnis.
                  MODEL ETIKA BISNIS
 Menurut CARROL & BUCHOLLZ ada 3 tingkatan manajemen bila dilihat
 Dari Pelaku bisnis

1. IMMORAL MANAJEMEN
   Yaitu tingkatan terendah dari model manajemen dalam menerapkan prinsip-
   prinsip etika bisnis.
   Orang tipe ini sama sekali tidak mengindahkan apa yang dimaksud dengan
   moralitas, baik internal organisasi maupun bagaimana dia menjalankan
   aktivitas bisnisnya.
   Contoh : Kasus Immoral Manajemen
   Ali mendapat SMS yang menyatakan bahwa penyelenggara Undian
   berhadiah akan memberi hadiah, dan sebagainya…
   Ali terus menerus mengirim SMS kepada penyelenggara akan tetapi tak
   kunjung dapat hadiah. Yang dapat adalah pengurangan pulsa HP Ali terus
   menerus.
   Manajemen pebisnis dengan gaya ini menganggap hukum sebagai
   rintangan bagi aktivitasnya.
2. AMORAL MANAJEMEN
a. Manajer yang sengaja berbuat amora :
   Yaitu Manajer yang kurang peka, bahwa keputusan yang dia buat akan
   memberikan efek pada pihak lain.
   Contoh : Membuat pabrik karet di tengah-tengah pemukiman penduduk,
   sehingga muncul bau tak sedap, dan lain-lain
b. Manajer yang sengaja berbuat amoral, akan tetapi ia sebenarnya sangat
   mengetahui dan memahami aturan tersebut.
   Contoh : Kasus Lapindo Brantas Inc (LBI)
   Menurut WALHI, prosedur yang dianggap oleh LBI yaitu antara lain :
         Tidak pernah melakukan sosialisasi kepada komunitas setempat.
         Tidak melakukan mekanisme pengumuman setempat selaku
           pemegang KP, eksplorasi atau ekploitasi
         Tidak mengikuti aturan tentang AMDAL
         Melanggar prosedur pengeboran minyak dan gas.
3. MORAL MANAJEMEN
   Yaitu Manajer yang bermoral dalam melakukan usaha-usaha bisnisnya.
   Tidak melanggar etika, adil, jujur dan selalu patuh dengan hukum yang
   berlaku.
   Contoh : Kisah Nabi Muhammad SAW sebagai pedagang yang jujur.
               SUMBER – SUMBER NILAI ETIKA
Yang menjadi acuan dalam melaksanakan Etika dalam bisnis adalah :
1. Agama
  Banyak ajaran dan paham dalam ekonomi barat menunjuk pada kitab Injil
  dan etika ekonomi Yahudi pada kitab Taurat, etika ekonomi Islam pada
  Al-qur’an (ayat-ayat Al-qur’an).
  Ada persamaan-persamaan nilai dasar etika dari ke 3 agama diatas yaitu :
  Keadilan, saling hormat menghormati, pelayanan dan kejujuran.

   Etika Bisnis Islam :
   • Saling Percaya
   • Jujur
   • Adil
   • Semangat kekeluargaan

   Gaji karyawan bisa turun naik bila perusahaan untung atau rugi.
2. Filosofi
  Socrates (470 – 399 SM)
            Bahwa Manusia pada dasarnya adalah jujur, kebaikan berasal
  dari pengetahuan diri, kejahatan sebagai akibat salah pengarahan.
  Plato ( 428 – 348 SM)
            Dia murid dari Socrates, karyanya yang paling terkenal ialah
  Republik (Politeia). Plato memberi ide tentang bagaimana pemerintah
  yang ideal.
  Menurut Plato : Pemerintah yang ideal adalah pemerintah yang masa
  jabatan 5 Tahun yang saat ini banyak diterapkan oleh Negara !
  Aristoteles (Murid Plato)
            Etika sudut pandang Aristoteles adalah perilaku jiwa yang baik,
  yang menuntun pada kebahagiaan dan kebenaran. Dia menginginkan
  kebahagian, tidak sekedar kesenangan duniawi belaka akan tetapi juga
  kebijakan moral dan intelektual.
 Agustina (354 – 430 M) dan Thomas Aquino (1225 – 1274 M)
        Negara Islam dan Negara-negara mayoritas muslim, pola hidup Nabi
 Muhammad SAW dianggap salah satu sumber tauladan etika termasuk bisnis.
 Pedagang yang jujur     Al Amien
 Ilmu menghitung         Al Jabar
 Tempat Pakaian          Al Mari
3. Pengalaman dan Perkembangan Budaya
         Ciri khas yang paling menonjol adalah budaya kekeluargaan, kerja
 sama dan hubungan kekerabatan yang erat. Gotong royong dianggap salah
 satu akar budaya bangsa Indonesia.
         Ketika Belanda berkuasa Tahun 1600 – 1800 M, ekonomi Indonesia
 (HB) di kuasai Belanda melalui VOC dengan pola monopoli membeli
 komoditas seperti cengkeh, kopi, pala, dan sebagainya.
         VOC bangkrut Tahun 1799, sementara HB di ambil alih oleh Inggris
 Tahun 1811 – 1816, Saat itu Gubernur Jendral T.R. Raffles memperkenalkan
 sistem sewa tanah untuk mengefisienkan tanah jajahan. Tahun 1830 HB
 kembali dikuasai Belanda dan kebijakan ekonomi digunakan Sistem Tanah
 Paksa
    Demokrasi terpimpin menandai proses pemerintahan yang pertama
    sesudah kemerdekaan. Ada 3 komponen pokok yang dijalankan ketika itu
    yaitu :
 1) Diversifikasi produksi untuk menghilangkan ketergantungan atas ekspor
    bahan-bahan mentah primer.
 2) Perkembangan ekonomi dan kemakmuran yang merata.
 3) Pengalihan dominasi penguasaan usaha-usaha ekonomi dari tangan
    asing dan golongan Cina ke tangan pribumi
   Dalam Perjuangan :
1. Kabinet menjalankan proses restrukturisasi ekonomi sangat lemah.
2. Banyak terjadi kolusi antara beberapa pimpinan politik dan golongan non
   pribumi dengan imbalan materi / uang.
3. Keterjebakan para pimpinan politik dalam politik praktis yang hanya
   mementingkan golongan / partainya saja.
         Masa ORBA, kondisi ekonomi mengalami Hiperinflesi, yaitu 650 %
 tahun 1966, 120 % Tahun 1967 dan 85 % Tahun 1968. Etika saat itu (Orde
 Baru) tahun 1966 s/d 1998 yang berlaku adalah etika penguasa. “Barang
 siapa yang dekat dengan penguasa maka dialah yang akan bisa menguasai
 sendi-sendi perekonomian saat itu”
          Awal tahun 1990-an menjadi tanggal pertama masuk sistem
 Syari’ah di Indonesia. Muncul Bank Syari’ah pertama yang di sponsori oleh
 MUI dan ICMI. Tapi di negara Mesir sudah ada sejak tahun 1963.
          Bank Syari’ah “Muamalat” dianggap berhasil melewati krisis
 ekonomi tahun 1998, yang kemudian muncullah Bank-Bank Syari’ah
 lainnya, seperti BRI Syari’ah, Mandiri Syari’ah, Dan Lain-Lain.
4. HUKUM
          Biasanya Hukum dibuat setelah pelanggaran-pelanggaran terjadi
 dalam komunitas. Para pelaku bisnis akan lebih banyak menggunakan
 perangkat hukum sebagai cermin etika mereka dalam melaksanakan
 aktivitasnya
          Hukum dipandang sebagai perangkat yang memiliki bentuk hukuman
 yang paling jelas dibandingkan dengan sumber-sumber etika yang lain yang
 bersifat abstrak, yaitu :
  Mendapat malu
  Mendapat dosa
  Tercela
          Terkadang orang tidak takut malu, dosa, tercela, dan lain-lain. Tapi
 yang ditakuti adalah di hukum dan di penjara.
 Contohnya : Semuanya akan sangat berbahaya bagi kelangsungan bisnis.
“BOATNIGHT” menyebut beberapa alasan yang bisa menjelaskan hal ini :
 Pertama : Hukum tidak cukup mengatur aktivitas dalam bisnis, sebab tidak
           semua yang tak bermoral adalah ILEGAL.
  Kedua    : Hukum selalu dibuat setelah adanya pelanggaran terjadi,
             sehingga selalu lambat jika dibandingkan dengan masalah-
             masalah etika yang timbul. Terkadang bila ada reaksi yang luar
             biasa barulah / produk hukum dibuat.
Ketiga   : Terkadang hukum / undang-undang selalu menerapkan konsep-
           konsep moral yang tidak mudah untuk di definisikan, sehingga
           suatu ketika untuk memahaminya tanpa mempertimbangkan
           masalah moral.
Keempat : Hukum sering tidak pasti, walau suatu kejadian adalah LEGAL
          tapi harus diputus melalui pengadilan. Pengadilan dalam
          membuat keputusan punya pertimbangan-pertimbangan hukum,
          jadi hukum di anggap benar, walau tidak bermoral.

Kelima   : Hukum terkadang tak bisa diandalkan, apalagi bisnis itu berada
           pada wilayah dan daerah yang tingkat kesadaran / penegakkan
           hukumnya sangat rendah.

Contoh : Masa ORBA, pembentukan peraturan / Undang-Undang selalu
bergantung pada penguasa. Siapa yang menjadi kroni penguasa maka dia bisa
kebal hukum.
          ISU UTAMA ETIKA BISNIS DI INDONESIA
     Berdasarkan hasil Survey Transparency Internasional (TI) Tahun 2006,
Indonesia berada diurutan ke 134 berdasarkan kemampuan mengatasi korupsi.
Peringkat ini adalah hasil survey terhadap 163 negara di dunia.
    Tingginya tingkat korupsi di Indonesia sudah mendapatkan komplain oleh
banyak pihak, Bank Dunia, komunitas Bisnis Internasional, para ekonom –
ekonom liberal pasar bebas. Korupsi bagaikan darah daging dan bahkan sudah
membudaya bagi komunitas Indonesia.

KORUPSI       Bahasa Latinnya CORRUPTIO dari kata kerja CORRUMPARE
               yaitu busuk, rusak, menggoyahkan, memutar balik, menyogok.

      Menurut Transparency International adalah : Prilaku pejabat publik, baik
politicus politisi maupun pegawai negeri, yang secara tidak wajar dan tidak legal
memperkaya diri atau memperkaya mereka yang dekat dengannya dengan
menyalahgunaan kekuasaan publik yang dipercayakan kepada mereka.
Dari sudut pandangan hukum :
    Perbuatan korupsi mencakup unsur-unsur :
1. Melanggar hukum yang berlaku.
2. Penyalahgunaan wewenang.
3. Merugikan negara.
4. Memperkaya diri sendiri / pribadi.
      Biasanya korupsi bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri, perilaku
korupsi menyangkut hak-hak yang sifatnya komplek.
Faktor penyebab :
 1. Internal pelaku (watak)
 2. Keluarga
 3. Lingkungan.
      Menurut BPKP dalam bukunya “Strategi Pemberantasan Korupsi” Korupsi
dapat dipicu oleh :
1. Aspek Pelaku (Individu)
   a. Sifat tamak dan rakus
   b. Moral kurang kuat  mudah tergoda (Teman, Atasan, Istri / Suami)
   c. Penghasilan yang kurang
   d. Kebutuhan hidup yang mendesak
   e. Gaya hidup yang konsumtif
   f. Malas bekerja
   g. Agama kurang.
 2. Aspek Organisasi
    a. Kurang adanya sikap keteladanan pimpinan.
    b. Tidak adanya kultur organisasi yang benar, ini bisa menimbulkan sikon
       yang tidak kondusif.
    c. Sistem akuntabilitas yang benar kurang memadai
    d. Sistem pengendalian manajemen yang lemah
    e. Manajemen cenderung menutupi korupsi dalam organisasi.
3. Aspek tempat individu dan organisasi berada.
   a. Nilai – nilai komunitas kondusif untuk terjadinya korupsi
      misalnya : komunitas kondusif untuk terjadinya korupsi, kekayaan seorang
                   pegawai, padahal dia adalah pegawai rendahan, tapi kaya raya.
   b. Komunitas kurang menyadari tentang korban korupsi.
      Misalnya : Bila ada korupsi maka negara rugi, bila negara rugi maka
                   komunitas rugi karena anggaran untuk komunitas berkurang.
                   ini yang tidak disadarinya !
   c. Komunikas kurang menyadari bila dirinya terlibat korupsi.
      Setiap korupsi pasti melibatkan anggota komunitas, dengan cara-cara
      terbuka untuk umum.
  d. Komunitas kurang menyadari bahwa korupsi akan bisa dicegah dan
     diberantas bila komunitas ikut aktif.
     Jadi : bukan tanggung jawab pemerintah saja.
e. Aspek peraturan perundang-undangan.
   Kadang-kadang aturan yang ada menguntungkan kroni-kroni penguasa
   Jadi : - kurang memadai
          - Kurang sosialisasi
          - Tidak konsisten
          - Tebang pilih
          - dan lain-lain.

   Tindakan Korupsi secara langsung :
a. Mempersulit pembangunan ekonomi
b. Meningkatkan biaya niaga, karena kerugian biaya / pembayaran ilegal.
c. BIaya manajemen dengan pejabat korup
d. Menyebabkan inflasi biaya niaga
e. Mengacaukan lapangan perniagaan
f. Kekacauan sektor publik
g. Investor lori.
     Berdasarkan catatan komunitas Transparansi Indonesia, ada beberapa
modus korupsi yang timbul di Indonesia, yaitu :
1. Pemerasan Pajak
   Misalnya : Kekurangan pajak yang setor oleh wajib pajak dimanfaatkan oleh
              petugas pajak untuk memperoleh keuntungan pribadi. Pajak yang
              diminta kurang, tapi tidak disetor ke kas negara.
2. Manipulasi Tanah
   Misalnya : - Memanipulasi status kepemilikan tanah
              - Memanipulasi tanah negara menjadi milik perseorangan / badan
              - Merendahkan harga pembebasan tanah
              - Dan lain-lain.
3. Jalur Cepat Pembuatan KTP
   Misalnya : Dikenal adanya jalan tol dalam pembuatan KTP
4. SIM Jalur Cepat
   Misalnya : Adanya proses pembuatan SIM dengan jalur cepat dan biaya
              mahal (tanpa Tes tertulis dan Praktek)
5. Mark Up Budget / Anggaran
   Misalnya : Menggelembungkan besarnya dana proyek dengan cara
              memasukkan pos-pos pembelian fiktif.
6. Proses Tender
   Misalnya : Penyogokan kepada pemberi tender oleh peserta tender yang
              sebenarnya tidak qualified.
7. Penyelewengan dalam penyelesaian perkara
   Misalnya : Mengubah (menafsir secara sepihak) Pasal-Pasal yang ada
              meringankan hukuman kepada pihak yang memberi uang
              kepada penegak hukum. (kasus perdata dan kasus pidana)

     Dalam Buku “Soetandyo Wignyosebroto” seorang pakar administrasi
pemerintahan dari UNAIR mengatakan :
“Korupsi di Indonesia sudah menjadi kebiasaan dan menjadi budaya
komunitas Indonesia, dan budaya itu sudah ada sejak penjajahan Belanda
dahulu. Oleh karena itu, pemberantasan korupsi selain dengan cara menegak-
kan hukum, juga harus dimulai dengan mengubah konsep kultur komunitas”
    Beberapa contoh kasus korupsi sektor swasta :
1. Korupsi PERTAMINA
   Yang melibatkan Mantan Mentamben Prof. Dr. Ir. Ginanjar Kartasasmita,
   Ida Bagoes Sudjana, Mantan Dir. Pertamina Faisal Abdoel serta
   Dir. PT. UPG Partono.
2. Korupsi GRUP SALIM & BULOG
   Yang melibatkan pengusaha keturunan yang dekat dengan
   penguasa ORBA, seperti Liem Soei Liong.
3. Korupsi BAPINDO
   Pembobol Bapindo tahun 1993 yang dilakukan oleh Eddy Tamzil
4. HPH & Dana Reboisasi Tahun 2000
   Dengan kerugian negara Rp. 15, 025 Triliun yang terlibat adalah
   Bob Hasan, Prajoga Pangestu & Tommy Soeharto
5. Korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI)
   Pada bulan Agustus tahun 2000 terjadi penyimpangan dana
   BLBI Rp. 138,4 Triliun serta penyelewengan dana Rp. 80,4
   Miliar oleh 48 Bank dari total dana Rp. 144,5 Triliun.
   Dan saat ini muncul lagi kasus-kasus baru di seputar BLB yang
   melibatkan berbagai pejabat di BI dan anggota DPR RI
PEMALSUAN ATAU PEMBAJAKAN HAK CIPTA
      Indonesia adalah negara lima besar tingkat pembajakan
Piranti Lunak ( Studi Bussines Software Alliance [BCA] )
      Indonesia adalah negara penghasil piringan ilegal terbesar
bila kita lihat di pusat-pusat pertokoan dan pedagang kaki lima.
Ini beriringan dengan permintaan yang besar
Menurut UU Hak Cipta No. 19 / 2002, Hukuman bagi Pelanggaran
Hukum Hak Cipta sebagai berikut :
1. Pelanggaran hak cipta rekaman suara dan gambar, diancam
   pidana 7 tahun / denda Rp. 5 Miliar.
2. Menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, atau menjual suatu
   ciptaan, diancam pidana 5 tahun / denda Rp. 500 Juta
3. Memperbanyak program komputer untuk kepentingan komersil,
   diancam pidana 5 Tahun / denda Rp. 500 Juta
4. Mengumumkan setiap ciptaan yang bertentangan dengan
   kebijaksanaan pemerintah di bidang agama, Hamkam,
   Kesusilaan, serta Ketertiban Umum Pidana 5 Tahun / denda Rp.
   1 Miliar.
 5.   Melanggar Hak Cipta yang berkaitan dengan pemotretan
      atau penyiaran, pidana 2 tahun / denda Rp. 150 Juta.
 6.   Melanggar peniadaan nama pencipta, informasi elektronik
      tentang manajemen hak cipta dan pengumumannya,
      pidana 2 tahun / denda Rp. 150 juta.
 7.   Melanggar ketentuan sarana produksi berteknologi tinggi,
      pidana 5 tahun.
Pasal 12 UU No. 19 / 2002 : Ruang Lingkup Hak Cipta antara lain :

  Buku                      Pidato
  Program Komputer          Alat Peraga Pendidikan dan
  Pamplet                    Penyuluhan
  Ceramah                   Lagu atau musik
  Kuliah                    Drama / drama musikal
                             Tari, batik, Fotografi
    Dari seluruh pembajakan yang ada di Indonesia yang paling
banyak mendapat kerugian adalah industri perangkat lunak. Data
menunjukkan lebih dari 97 % CD di Indonesia untuk komputer
merasakan kebajakan.
     Menurut Persatuan Anti Pencipta Lagu dan Penata Musik
Rekaman Indonesia (PAPPRI) pelanggaran Hak Cipta industri
musik Indonesia telah merugikan negara Rp. 11 Triliun s/d Rp.
15 Triliun / tahun.
     Kemudian juga terjadi pengcopian buku-buku baik dalam
negeri maupun buku asing oleh para mahasiswa, karena
harganya yang mahal tersebut.
 DISKRIMINASI DAN PERBEDAAN GENDER
      Menurut Hanifah, Gender berasal dari bahasa Latin yaitu : “Genus”,
berarti tipe atau jenis.
Gender adlah sifat prilaku yang diletakkan pada laki - laki dan
perempuan yang dibentuk secara sosial maupun budaya. Oleh karena
dibentuk oleh sosial dan budaya, maka gender tidak berlaku selamanya,
tapi juga tergantung pada waktu (tren) dan tempatnya.
Contoh :
       Rambut panjang
       Celana panjang atau pendek
       Anting-anting
       Mengurus anak / dapur
       Bekerja untuk biaya RT
       Jadi Supir
       Dan lain-lain.
      Gender adalah menitik beratkan adanya perbedaan antara laki-
laki dengan perempuan.
Misal    :   - Upah perempuan selalu lebih murah dari laki-laki
             - Perempuan tidak boleh dipekerjakan pada malam hari.
             - Laki-laki lebih banyak di Parlemen
             - Dan lain-lain.
      Dalam perjalanan karirnya, perempuan lebih sering
mengalami apa yang dinamakan “Langit - Langit Kaca (Glass
Selling)”  yaitu sebuah artificial carrier yang menghambat
perempuan untuk mencapai posisi puncak.

    Beberapa masalah yang masih sering dihadapi oleh
perempuan pekerja adalah :
PERTAMA      : Upah yang rendah dari laki-laki
KEDUA        : Masih banyak pengusaha yang menghargai
               perempuan sebagai pekerja lajang.
KETIGA       : Masih banyak pengusaha yang tidak
               membolehkan suami – isteri bekerja di suatu
               perusahaan.
KEEMPAT      : Larangan bagi seorang isteri atau suami tenaga
               kerja asing bekerja di suatu negara.
KELIMA       : Penentuan usia pensiunan yang lebih muda
               bagi perempuan dibandingkan laki-laki (laki-laki
               disesuaikan dengan usia harapan hidup sedang
               kan perempuan.
KEENAM    : Hal perempuan masih banyak diabaikan,
            seperti :
                   - Cuti Haid,
                   - Cuti Hamil,
                   - Cuti Melahirkan.

KETUJUH   : Perempuan sering mendapat perlakuan yang
            tidak layak,
            seperti :
                    - Pelecehan seksual
                    - Diperkosa / dipaksa,
                    - Disuruh berpakaian yang seksi,
                    - Bergambar seksi,
                    - Dan lain-lain.
KONFLIK SOSIAL & MASALAH LINGKUNGAN

     Konflik sosial belakangan ini semakin banyak terjadi di tanah air,
 seperti bisnis di bidang kehutanan, pelabuhan dan pertambangan.
 - Pemilik HPH dengan komunitas lokal
       Pengusaha jelas memiliki izin, akan tetapi dapat merusak
   lingkungan. Program tebang satu tanam sepuluh tidak jalan komunitas
   lokal tidak dapat lagi menguasai hak ulayatnya, dan lain-lain.
 - Pemilik KP pada sebuah perusahaan pertambangan juga sering
   terjadi konflik sosial dengan komunitas lokal.
        Kita melihat dampak kerusakan lingkungan yang sangat buruk dan
   sangat merugikan komunitas lokal.

 - Perusahaan perkebunan besar yang sering bentrok dengan
   masyarakat komunitas lokal sebagai akibat masuknya areal
   perkebunan mereka ke pemukiman penduduk dan tanah adat mereka.
  - Sering terjadi konflik antara pemegang HPH / HTI dnegan komunitas
    adat, karena wilayah mereka telah diambil alih dan tanaman tumbuh
    di gusur oleh para penebang kayu HPH dan Laud Clearing oleh HPH
    TI.
           Konflik sumber daya hutan dapat terjadi :
  1. Konflik lahan tumpang tindih penggunaan lahan, sengketa lahan,
      penyerobatan lahan dan peladang liar.
  2. Konflik sumber daya hutan / alam yang ada di atas lahan seperti
      pencarian dan penjarahan kayu dan hasil hutan lainnya.
  3. Konflik sosial / etnis, antara pendatang dengan penduduk asli.
         Konflik bersifat multi dimensi yaitu konflik lahan, konflik sumber
   daya alam / hutan, dan konflik sosial / etnis.
         Saat ini konflik yang terjadi sudah mencampuri eskalasi yang
   tinggi dan bersifat konfrontatif, contohnya :
1. Kasus Barito Pacific Timber Group tahun 2001
   Daerah yang terancam dengan kehadiran pemegang HPH dan HTI.
   Perusahaan BPTG milik Prayoga Pangestu (Kroni Soeharto) yang
   melakukan ekploitasi hutan kawasan Hk. Adat Proyek Bahan.
   Komunitas adat kehilangan kedaulatan untuk menguasai / manfaat
   sumber daya hutannya.
2. PT. Lonsum (London Sumatera) Internasional pada tahun 1996
   masyarakat Tanah Adat Dayak di Kutai yang membuka lahan sawit ±
   18.000 Ha yang juga merambah sampai ke kebun-kebun rakyat.
3. Penambangan emas oleh PT. Freeport yang mengeruh kekayaan alam
   yaitu emas di Irian Jaya


Catatan :
   Buatlah makalah yang tema / judulnya mengenai “Etika Bisnis” dengan
jumlah halaman minimal 8 (delapan) halaman di kertas kuarto.
              AUDIT SOSIAL (SOCIAL AUDIT)
Mekanisme Pengawasan Tingkah laku
     Pengawasan terhadap tingkah laku dan peran karyawan pada dasarnya
untuk menciptakan kinerja karyawan itu sendiri yang mendukung sasaran dan
tujuan dari proses berjalannya perusahaan.
     Kinerja yang baik adalah untuk tindakan yang diwujudkan sebagai peran
yang sesuai dengan status dalam pranata yang ada dan sesuai dengan
budaya perusahaan yang bersangkutan.
     Budaya karyawan yang bersangkutan berasal dari latar belakang suku
bangsa dan kebudayaan yang berbeda-beda dan tidak adanya budaya
perusahaan yang dapat dijadikan pedoman dalam memahami lingkungan
perusahaan.
     Oleh karena itu, untuk mendeteksi apakah budaya perusahaan telah
menjadi bagian dalam pengetahuan budaya para karyawannya dilakukan audit
sosial dan sekaligus merencanakan apa saja yang harus dilakukan
perusahaan untuk menguatkan nilai-nilai yang ada agar karyawan sebagai
anggota perusahaan tidak munculkan pengetahuan budaya yang dimilikinya
diluar lingkungan perusahaan.
                Mekanisme pengawasan terhadap tindakan anggota-anggota
           komunitas biasanya berupa larangan-larangan dan sanksi-sanksi
           sosial yang terimplementasi dalam aturan adat.


        Berkenaan dengan audit sosial, maka perusahaan / organisasi harus
  jelas aktifitasnya yang harus dijalankan, seperti :
 Apa saja yang harus dilakukan dan sasaran apa yang menjadi pokok yang
  harus dituju.
 Sasaran yang dituju mengacu pada suatu pola dan rencana yang sudah
  disusun.
 Bagaimana mengukur dan merekam pokok-pokok yang harus dilakukan.
KONSEP AUDIT SOSIAL
     Audit sosial pada dasarnya adalah metode untuk mengetahui keadaan
sosial suatu bentuk organisasi, keadaan perwujudan dari tingkah laku
anggota-anggota suatu organisasi/perusahaan.
Contoh : Audit sosial dalam komunitas
         upacara-upacara yang berkaitan dengan keyakinan tertentu
         komunitas, upacara tradisi yang bersifat sosial.
             SOCIAL ENTERPRISE PARNERTSHIP (SEP)
                 Audit sosial adalah sebuah metode yang dilakukan
           berkenaan dengan sebuah organisasi (perusahaan, lembaga, dan
           sebagainya), dalam merencanakan, mengatur dan mengukur
           aktivitas non financial suatu untuk memantau konsekwensi secara
           eksternal dan internal sekaligus dari sebuah organisasi /
           perusahaan yang bersifat komersil.

THE NORTHERN IRELAND CO-OPERATIVE DEVELOPMENT AGENCY (NICDA)

      Audit sosial adalah sebuah proses yang dapat dilakukan oleh sebuah
organisasi dan agen-agennya untuk menilai dan mewujudkan keuntungan
sosial mereka, keuntungan komunitas dan keuntungan lingkungan serta
keterbatasannya.
Jadi : Berbagai cara untuk mengukur kekuasaan dari sebuah organisasi
THE NEW ECONOMIES FOUNDATION (NEF)
     Audit sosial adalah Suatu proses dimana sebuah organisasi dapat
menghitung untuk keadaan sosial, laporan pada dan meningkatkan keadaan
sosial tersebut.
     Audit sosial bertujuan menilai dampak sosial yang ditimbulkan oleh
organisasi dan tingkah laku oleh anggota-anggota yang beretika dari sebuah
organisasi dalam hubungannya dengan tujuan organisasi tersebut serta
hubungannya dengan Stake holder yang terkait dengannya.

THE NORTHERN IRELAND CO-OPERATIVE DEVELOPMENT
AGENCY (NICDA)
     Audit sosial adalah sebuah proses yang dapat dilakukan oleh sebuah
organisasi dan agen-agennya untuk menilai dan mewujudkan keuntungan
sosial mereka, keuntungan komunitas dan keuntungan lingkungan serta
keterbatasannya, sehingga audit sosial adalah sebuah cara untuk mengukur
kekuasaan dari sebuah organisasi untuk dapat hidup dalam berbagai nilai dan
sasaran yang sudah disetujui untuk kerja sama.
AKUNTABILITAS
     Sebuah organisasi mengawali dan menerima sebagai sifat kejujuran dan
terbuka yang menjelaskan kepada seluruh Stakhordernya apa yang telah
dilakukannya dan mengapa dilakukan seperti sebuah organisasi dapat
membuat pernyataan sendiri tentang keberlanjutan untuk mendukung,
menggunakan organisasi lain.
         MID        SEMESTER               “ETIKA           BISNIS”
                   HARI / TGL :


1. Pada saat Rezim ORBA runtuh Tahun 1998, kasus-kasus kejahatan Bisnis
   dan Korupsi mulai terkuak.
    a. Sebutkan kasus-kasus apa saja yang terkuak kepermukaan yang
       saudara ketahui ?
    b. Apa yang akan terjadi di dunia bisnis kita saat ini ?
    c. Seberapa banyak lagi bisnis di Indonesia yang tidak beretika akan
       terkuak ? (Menurut pendapat saudara) !
    (Bobot 20 %)
2. Fatwa NU yang menyatakan tayangan “INFORTAIMENT ” di TV adalah
   haram, karena berisikan antara lain Gosip dan membongkar Aib
   seseorang.
    a. Bagaimana pendapat saudara tentang fatwa ini ?
    b. Apakah para selebriti yang merasa dirugikan bisa menuntut balik
       melalui jalur pengadilan ? Jelaskan menurut saudara
    (Bobot 20 %)
3. Apa yang dimaksud dengan Etika Bisnis ? (Bobot 10 %)
4. Sebutkan sebuah contoh iklan yang ditayangkan di TV, tapi telah
   melanggar etika dalam bisnis ? (Bobot 10 %)
5. Dalam bisnis di sektor pertambangan dan sektor perkebunan, ada
   analogi bahwa komunitas lokal haruslah di utamakan.
    a. Apa Maksudnya ?
    b. Berikan sebuah contohnya ? (Bobot 20 %)
6. Bambang Rudito & Melia F mengatakan bahwa sebuah perusahaan
   harus menyadari keberlangsungan bisnisnya dengan menjaga
   keseimbangan Profit, People, Planet (3P).
   Apa maksudnya ? Jelaskan ? (Bobot 20 %)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:3524
posted:2/20/2010
language:Indonesian
pages:53