TINGKAH LAKU MANUSIA DAN LINGKUNGAN SOSIAL

Document Sample
TINGKAH LAKU MANUSIA DAN LINGKUNGAN SOSIAL Powered By Docstoc
					TINGKAH LAKU MANUSIA DAN
    LINGKUNGAN SOSIAL
B. Perilaku Manusia Pada Masa Remaja – Dewasa Awal
Masa Pubertas
A.   Masa pubertas :
    Masa dimulainya kematangan seksual, masa dimana perubahan
     secara fisik mulai terlihat.
    Usia yang pasti tidak ada.
    Kepastian usia termasuk “individual”.
    Mulainya masa pubertas dapat ditandai dengan :
•    “Haid” pertama bagi wanita
•    “Mimpi basah” bagi laki-laki

B.   Tahap-tahap masa pubertas :
•    Tahap pra-pubertas.
•    Tahap puber
•    Tahap pasca-puber

C.   Pengaruh sistem biologis :
•    Perubahan ukuran tubuh
•    Seks primer
•    Perubahan seks sekunder
D.   Pengaruh sistem psikologis :
•    Ingin menyendiri
•    Merasa bosan dengan situasi yang dihadapi
•    In koordinasi
•    Emosi yang meninggi
•    Hilangnya kepercayaan diri

E.   Pengaruh sistem sosial :
•    Penerimaan peran seks yang didukung secara sosial.
•    Ketidak bahagiaan dalam masa puber.
•    Merupakan masa tumpang tindih.
Masa Remaja
A. Masa remaja :
 Masa remaja mengacu pada antara masa kanak-kanak menjadi
   dewasa.
 Lazimnya masa remaja dianggap mulai pada saat anak secara seksual
   menjadi matang dan berakhir saat ia mencapai usia matang secara
   hukum.
 Masa remaja sebagai periode peralihan.
 Masa remaja sebagai usia bermasalah.
 Masa remaja sebagai masa mencari identitas diri.
 Masa remaja sebagai ambang masa dewasa.

B. tahap-tahap masa remaja :
• Masa remaja awal              12 – 15 tahun
• Masa remaja pertengahan       15 – 18 tahun
• Masa remaja akhir             18 – 21 tahun
C. Pengaruh sistem biologis :
• Perubahan yang terjadi pkanada masa puber berlanjut.
• Pertumbuhan pada anak perempuan mencapai puncak pada usia 17
   tahun, sedangkan pertumbuhan pada anak laki-laki mencapai puncak
   pada usia antara 21-22 tahun.
• Perubahan-perubahan fisik Bersifat “individual”.
• Perubahan-perubahan fisik yang terjadi seringkali merupakan suatu
   hal yang mengganggu perasaan remaja.

D. Pengaruh sistem psikologis
• Konsep Identity formation.
• Dikatakan sebagai remaja; awal, emosi sangat tinggi, seringkali tidak
   terkendali dan sering bersikap ir-rasional.
• Terjadi krisis identitas.
• Pada akhirnya masa remaja, mereka juga memikirkan masa depan
   mereka dan mereka dituntut untuk memenuhi tanggung jawab yang
   baru.
E. Pengaruh sistem sosial
• Kuatnya pengaruh kelompok sebaya.
• Perubahan dalam perilaku sosial.
• Pengelompokkan sosial baru.
• Nilai baru dalam memilih teman.
Masa Dewasa Awal
A.   Masa dewasa awal :
•    Batasan usia seseorang menjadi dewasa tidak jelas, dan gambaran
     usia adalah pada usia 18 – 40 tahun.
•    Masa dewasa awal merupakan masa penyesuaian diri terhadap
     pola-pola kehidupan baru dan harapan-harapan sosial yang baru.
•    Seseorang pada mas ini diharapkan dapat memainkan peran-peran
     baru, seperti : peran suami-isteri, orangtua, pencari nafkah,
     mengembangkan sikap-sikap, keinginan dan nilai-nilai baru sesuai
     dengan tugas-tugas baru yang harus dihadapi.
•    Sebagai masa “usia produktif”.
•    Sebagai masa komitmen.
•    Sebagai masa keterasingan sosial.
•    Sebagai masa penyesuaian diri dengan cara hidup yang baru.
•    Sebagai masa kreatif.

B. Pengaruh sistem biologis :
•    Pada masa ini pertumbuhan fisik mencapai puncaknya.
•    Mencapai tingkat kematangan yang ditandai dengan lebih
     berperannya organ-organ seks primer.
•    Orang mulai sadar pada kekurangan dan kelebihan bentuk fisiknya.
•    Berat badan bertambah.
C. Pengaruh sistem psikologis :
• Penyesuaian di dalam perkawinan.
• Penanaman fondamen-fondamen untuk kepentingan keluarga.
• Keinginan untuk berhasil didalam pekerjaan dan kehidupan
   berkeluarga.
• Orang mulai sadar pada penampilannya.

D. Pengaruh sistem sosial :
• Pengaruh peer group mulai berkurang karena perhatian lebih terpusat
   pada pengembangan karir dan keluarga.
• Pada masa ini seseorang berusaha untuk menjadi manusia dewasa
   dan tidak tergantung lagi pada orangtua, orang dewasa yang lain dan
   guru.
• Seseorang merasakan kehangatan dan kebahagiaan dalam kehidupan
   berkeluarga
• Kadang-kadang seseorang lebih tertarik pada status simbol yang
   diinginkan.
Referensi
1. Charles Zastrow & Kirst Ashman : “Understanding Human Behaviour
    and Social Development”, Chicago, Nelson Hall.
2. Santrock, John W., “Life Span” terjemahan jilid 2, Jakara, Erlangga,
    1993.
3. Santrock, John W, “adolescence”, terjemahan, jakarta, Erlangga, 1993,
4. Havighurst, “Human Development and education”. 1953.
5. Elizabeth Hurlock, “Psikologi Perkembangan”, Jakarta, Erlangga, 1993.