PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS

Document Sample
PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS Powered By Docstoc
					 PENGARUH PENGGUNAAN LEMBAR KERJA SISWA DALAM
   PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI TERHADAP
            PRESTASI BELAJAR GEOGRAFI
PADA SISWA KELAS X SEMESTER 2 SMA NEGERI 8 SEMARANG
               TAHUN AJARAN 2006/2007

                            SKRIPSI
             Untuk memperoleh gelar Sarjana Geografi
                   Universitas Negeri Semarang




                             Oleh
                          NURSEHA
                        NIM 3201403046




                 FAKULTAS ILMU SOSIAL
             UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                          2007
                  PERSETUJUAN PEMBIMBING



Skripsi ini telah disetujui pembimbing untuk diajukan ke sidang panitia ujian

skripsi pada:



     Hari           : Selasa

     Tanggal        : 17 Juli 2007




     Pembimbing I                            Pembimbing II




 Dra. Eva Banowati, M.Si                  Rahma Hayati, S.Si, M.Si
 NIP. 131813652                           NIP. 132215110




                              Mengetahui
                         Ketua Jurusan Geografi




                         Dra. Erni Suharini, M.Si
                         NIP. 131764047




                                     ii
                   PENGESAHAN KELULUSAN


Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas

Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada:

Hari            : Senin

Tanggal         : 6 Agustus 2007



                             Penguji Skripsi



                          Drs. Abraham Palangan
                          NIP. 130529944



   Anggota I                                   Anggota II




   Dra. Eva Banowati, M.Si                     Rahma Hayati, S.Si, M.Si
   NIP. 131813652                              NIP. 132215110




                               Mengetahui:
                      Dekan Fakultas Ilmu Sosial




                           Drs. Sunardi, MM
                           130367998




                                    iii
                                  PERNYATAAN



Saya menyatakan bahwa yang tertulis didalam skripsi ini benar-benar hasil karya

sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian ataupun seluruhnya.

Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat didalam skripsi ini dikutip atau

dirujuk berdasar kode etik ilmiah penelitian.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.




                                           Semarang, 17 Juli 2007




                                                 NURSEHA
                                                 3201403046




                                          iv
                     MOTTO DAN PERSEMBAHAN

 MOTTO

                     “Ilmu merupakan perbendaharaan, kuncinya adalah bertanya,

         karena itu bertanyalah kalian, semoga Allah melimpahkan rahmat kepada

         kalian. Sehubungan dengan masalah ini ada empat orang yang diberi

         pahala, yaitu: oreang yang bertanya; orang yang mengajarkan ilmu; orang

         yang mendengarkan ilmu; dan orang yang mencintai ketiganya.”(HR: abu

         Naim melalui Ali k.w.)

 PERSEMBAHAN :

                             “Untuk bapak dan ibu yang senantiasa dan selalu

               berada disamping le, mengajarkan bagaimana menghadapi dunia ini,

               yang selalu bilang “bapak dan ibu percaya sama le”, dan yang selalu

               dan selalu memberi doa dan semangat. Semuanya buat bapak dan

               ibu... “yach…hanya buat bapak dan ibu…”

                       istriku yang selalu setia dan sabar menanti disetiap langkah-

       langkahku, yang menjadi cahaya semangat dalam setiap perjuanganku.

         “Buat mbak rolly, mbak wanty, yang juga tak pernah

lelah memberikan motivasi, ini yang bisa seha persembahkan dan

ucapan terima kasih atas semua restunya dan buat adikku rizal

semoga kelak bisa lebih baik dari kanda”




                                       v
                         KATA PENGANTAR



       Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena dengan

segala limpahan rahmat, hidayah dan karuniaNya penulis dapat menyelesaikan

skripsi. Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat tugas akhir perkuliahan di

Universitas Negeri Semarang.

       Dalam penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan bimbingan serta

pengarahan dari berbagai pihak. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis ingin

menyampaikan rasa terima kasih kepada:

1. Prof. Dr. H. Sudijono Sastroatmodjo, M.Si Rektor Universitas Negeri

   Semarang yang telah memberikan tempat bagi penulis menimba ilmu

2. Drs. Sunardi, MM, Dekan Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan ijin

   penelitian

3. Dra. Erni Suharini, M.Si, Ketua Jurusan Geografi yang telah memberikan

   ijin penelitian

4. Dra. Eva Banowati, M.Si, Dosen pembimbing I yang telah memberikan

   bimbingan dan motivasi kepada penulis selama proses penyusunan skripsi.

5. Rahma Hayati, S.Si, M.Si. dosen pembimbing II yang telah memberikan

   bimbingan dan motivasi kepada penulis selama proses penyusunan skripsi.

6. Drs. Abraham Palangan, Dosen Penguji yang telah memberikan koreksi

   dan masukan yang sangat bermanfaat terhadap skripsi penulis.

7. Drs. Sri Santoso, Kepala Dinas Pendidikan Semarang yang telah

   memberikan ijin penulis melaksanakan penelitian.



                                    vi
8. Dra. Hj. Kastri Wahyuni, S.Pd, MM. Kepala Sekolah SMAN 8 Semarang

   yang telah memberikan ijin penulis melaksanakan penelitian.

9. Endang Susilaningsih, S.Pd. Guru Geografi SMA Negeri 8 Semarang yang

   ikut mengarahkan penulis dalam melaksanaan penelitian

10. Ayah dan Ibu yang telah memberikan motivasi, kasih saying, dan doa restu

   yang tak pernah putus dan tulus dalam setiap langkahku.

11. Kakak-kakakku tercinta Rolipah, Rochwanti dan adikku Rizal faulana yang

   selalu memberikan semangat.

12. Istriku tercinta Ima Nurjanah, terima kasih atas semua kesabaran,

   penantian, dan doa yang terus tercurahkan.

13. Ferani Mulianingsih, Oktia Fajri PH, Wahyu Imaningtyas. Yang telah

   membantu dalam penelitian skripsi.

14. Teman-teman pendidikan Geografi angkatan 2003 yang telah memberikan

   motivasi kepada penulis

15. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini.

       Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, dunia

pendidikan serta para pembaca pada umumnya.

                                  Semarang, 17 Juli 2007




                                        Penyusun
                                        NURSEHA




                                  vii
                                       SARI

Nurseha. 2007: Pengaruh Penggunaan Lembar Kerja Siswa Dalam Pembelajaran
Berbasis Kompetensi Terhadap Prestasi Belajar Geografi Pada Siswa Kelas X
Semester 2 SMA Negeri 8 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007

Kata Kunci: Lembar Kerja Siswa (LKS), Prestasi Belajar

          LKS merupakan lembaran-lembaran yang berisikan pedoman bagi siswa
untuk melaksanakan kegiatan belajar pada pokok kajian tertentu. penggunaan LKS
merupakan salah satu faktor instrumental prestasi belajar. LKS digunakan sebagai
sarana pembantu guru dalam menyusun pelajaran, sebagai sarana guru dan siswa
dalam melaksanakan proses pembelajaran serta membantu mengaktifkan siswa
dalam menemukan dan mengembangkan konsep serta ketrampilan proses, juga
meningskatkan aktifitas dan prestasi belajar
          Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah: LKS merupakan
produk kurikulum 1994, akan tetapi pamanfaatannya masih digunakan pada
kurikulum 2004, sehingga bertolak dari perubahan itulah penulis mencoba meneliti
pengaruh penggunaan LKS terhadap prestasi belajar geografi pada sistem
pembelajaran berbasis kompetensi. Tujuan penelitian ini adalah: Untuk mengetahui
pengaruh penggunaan LKS terhadap prestasi belajar geografi pada sistem
pembelajaran berbasis kompetensi
          Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X di SMA Negeri 8
Semarang tahun ajaran 2006/2007. Sedangkan untuk menentukan sampel digunakan
teknik cluster random sampling atau sampel kelompok yaitu cara pengambilan
sampel secara acak berdasarkan pada kelompok kelas. Dari 9 kelas terambil secara
acak 2 kelas sebagai sampel dari hasil undian. Dimana didapat kelas X.A sebagai
kelas eksperimen dan kelas X.C sebagai kelas kontrol.
          Hipotesis penelitian berbunyi, bahwa dalam proses belajar mengajar yang
menggunakan LKS akan menghasilkan prestasi belajar geografi yang lebih baik
dibanding prestasi belajar geografi pada siswa yang diajar tidak menggunakan LKS,
bagi siswa kelas X semester 2 SMA Negeri 8 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007.
          Dari analisa penelitian diperoleh hasil sebagai berikut, bahwa hasil uji
statistik t-tes diperoleh t-hitung: 2,601 dan dengan dk 68 pada taraf signifikan a: 5%
serta t-tabel: 1,67 dengan uji dua pihak t-hitung berada diluar interval: 1,67 Jadi
hipotesis nol (Ho) yang berbunyi tidak ada perbedaan prestasi belajar antara siswa
yang menggunakan LKS dengan siswa yang tidak menggunakan LKS hasilnya tidak
terbukti atau tidak diterima, sedangkan hipotesis 1 (H1) yang berbunyi prestasi
belajar geografi pada siswa yang diajar menggunakan LKS lebih baik dari prestasi
belajar geografi pada siswa yang diajar tanpa menggunakan LKS hasilnya terbukti
sehingga dapat diterima




                                         viii
                                                     DAFTAR ISI


                                                                                                            Halaman

HALAMAN JUDUL

PERSETUJUAN PEMBIMBING......................................................................... i

PENGESAHAN KELULUSAN ........................................................................... ii

PERNYATAAN.................................................................................................... iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................................................................ iv

KATA PENGANTAR .......................................................................................... v

SARI......................................................................................................................vii

DAFTAR ISI.........................................................................................................viii

DAFTAR TABEL................................................................................................. x

DAFTAR GAMBAR ...........................................................................................xi

DAFTAR LAMPIRAN.........................................................................................xii

BAB I PENDAHULUAN

  A. Alasan Pemilihan Judul................................................................................ 1

  B. Penegasan Istilah.......................................................................................... 4

  C. Rumusan Masalah ........................................................................................ 5

  D. Tujuan Penelitian ......................................................................................... 5

  E. Manfaat Penenlitian ..................................................................................... 5

  F. Sistematika Penulisan Skripsi ...................................................................... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

  A. Konsep Belajar ............................................................................................. 7

  B. Pembelajaran Geografi................................................................................. 9


                                                               ix
  C. Lembar Kerja Siswa.....................................................................................11

  D. Prestasi Belajar.............................................................................................17

  E. Hipotesis.......................................................................................................18

BAB III METODE PENELITIAN

  A. Metode Penentuan Obyek Penelitian ...........................................................19

  B. Variabel Penelitian .......................................................................................20

  C. Validitas, Realibilitas, Daya Pembeda, Indeks Kesukaran Soal ..................21

  D. Metode Pengumpulan Data ..........................................................................25

  E. Metode Analisis ...........................................................................................25

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  A. Gambaran Umum Obyek Penelitian ............................................................28

  B. Tahap Persiapan ...........................................................................................30

  C. Tahap Pelaksanaan .......................................................................................31

  D. Gambar Tahapan Pelaksanaan Pembelajaran...............................................35

  E. Hasil Penelitian ............................................................................................37

  F. Pembahasan..................................................................................................46

BAB V PENUTUP

  A. Kesimpulan ..................................................................................................65

  B. Saran.............................................................................................................66

Daftar Pustaka .......................................................................................................67

Lampiran-Lampiran ..............................................................................................69




                                                             x
                                           DAFTAR TABEL


                                                                                             Halaman:

Tabel 1 Distribusi Materi Geografi SMA Kelas X Semester 2 Antara

            Kurikulum 1994 Dengan Kurikulum 2004 ............................................ 15

Tabel 2 Skenario Pembelajaran Kelompok Eksperimen....................................... 32

Tabel 3 Skenario Pembelajaran Kelompok Kontrol ............................................. 34

Tabel 4 Perhitungan Validitas Soal....................................................................... 37

Tabel 5 Perhitungan Realibilitas Instrumen.......................................................... 38

Tabel 6 Daya Pembeda Instrument ....................................................................... 39

Tabel 7 Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal....................................................... 40

Tabel 8 Nilai Tugas Kelompok Eksperimen dan Kontrol..................................... 41

Tabel 9 Nilai Pre Test dan Pos Test ...................................................................... 43

Tabel 10 Analisa Data Nilai T-Test ...................................................................... 44

Tabel 10 Uji Peningkatan Prestasi Belajar............................................................ 46




                                                      xi
                                    DAFTAR GAMBAR


                                                                                                  Halaman:
Gambar 1   Rancangan Penelitian Desain Pasca test Subyek Acak
           Dua kelompok .......................................................................        26
Gambar 2   Peta Lokasi Penelitian...........................................................           29
Gambar 3   Proses Pelaksanaan Pre Test Pada Kelompok Eksperimen ..                                     35
Gambar 4   Proses Kegiatan Belajar Mengajar Pada Eksperimen ...........                                35
Gambar 5   Pelaksanaan Diskusi Pada Materi Keterbatasan Ekologi
           dan Pemecahan Masalahnya .................................................                  36
Gambar 6   Siswa Menunjukan Wilayah Persebaran Konservasi Pada
           Peta Indonesia Pada Kelompok Eksperimen ........................                            36
Gambar 7   Siswa Menunjukan Wilayah Persebaran Konservasi Pada
           Kelompok Kontrol ...............................................................            36
Gambar 8   Pelaksanaan Post Test Pada Kelompok Kontrol ...................                             37




                                                  xii
                                            DAFTAR LAMPIRAN


                                                                                                       Halaman:
Lampiran 1 Data Keadaan Awal...............................................................                    69
Lampiran 2 Uji Kesamaan Keadaan Awal Dari Populasi..........................                                  70
Lampiran 3 Uji Homogenitas Populasi ......................................................                     72
Lampiran 4 Uji Normalitas Kelas X.1-X.9 ................................................                       73
Lampiran 5 Instrumen Soal Uji Coba ........................................................                    82
Lampiran 6 Lembar Jawaban Uji Coba .....................................................                       87
Lampiran 7 Hasil Analisis Uji Coba ..........................................................                  88
Lampiran 8 Perhitungan Validitas Item .....................................................                   92
Lampiran 9 Perhitungan Realibilitas Instrumen ........................................                        94
Lampiran 10 Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal ...................................                             95
Lampiran 11 Perhitungan Daya Pembeda Soal..........................................                            96
Lampiran 12 Data Pre Test dan Post Test..................................................                      97
Lampiran 13 Uji Kesamaan 2 Rata-rata Pre Test Antara Kelompok
                Eksperimen dan Kontrol .......................................................                 98
Lampiran 14 Uji Perbedaan 2 Rata-rata Antara Kelompok Eksperimen
                dan Kontrol.. .........................................................................        99
Lampiran 15 Kisi-kisi Soal Uji Coba Obyektif Kelompok Kontrol ..........                                      100
Lampiran 16 Kisi-kisi Soal Uji Coba Kelompok Eksperimen..................                                     101
Lampiran 17 Kisi-kisi Soal Uji Coba Uraian.............................................                       102
Lampiran 18 Kisi-kisi Lembar Observasi ..................................................                     103
Lampiran 19 Kriteria Pensekoran Afektif..................................................                     104
Lampiran 20 Kriteria Pensekoran Psikomotorik........................................                          113
Lampiran 21 Tabel Penilaian Afektif dan Psikomotorik Kelompok
                Eksperimen............................................................................        116
Lampiran 22 Tabel Penilaian Afektif dan Psikomotorik Kelompok
                Kontrol ..................................................................................    120
Lampiran 23 Surat Ijin Penelitian Dekan Fakultas Ilmu Sosial................                                  124



                                                         xiii
Lampiran 24 Surat Ijin Penelitian Kepala Dinas Pendidikan Kota
           Semarang...............................................................................   125
Lampiran 25 Surat Keterangan Selesai Penelitian di SMA Negeri 8
           Semarang...............................................................................   126




                                                   xiv
                                    BAB I

                             PENDAHULUAN



A. ALASAN PEMILIHAN JUDUL

          Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam dunia

  kehidupan manusia. Pendidikan merupakan proses dalam pembangunan

  manusia untuk mengembangkan dirinya agar dapat menghadapi segala

  permasalahan yang timbul pada diri manusia itu sendiri. Menurut Undang-

  Undang tentang sistem pendidikan nasional, pendidikan adalah usaha sadar

  dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran

  agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk

  memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,

  kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,

  masyarakat, bangsa, dan negara. (UU No. 20 Tahun 2003).

          Dalam proses pembelajaran suatu keberhasilan yang dapat dicapai

  siswa bukan hanya tergantung pada proses pembelajarannya, tetapi tergantung

  pula dari faktor siswa itu sendiri. Sudjana, (1987) dalam Yuningsih, (2006)

  mengemukakan hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor,

  yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang datang dari luar siswa atau

  lingkungan. Salah satu lingkungan belajar siswa yang dominan yang

  mempengaruhi hasil belajar di sekolah ialah kualitas belajar mengajar.

          Sehingga untuk mencapai keberhasilan kualitas belajar mengajar

  yang diharapkan perlu adanya suatu pendekatan yang relevan dengan tuntutan



                                      1
                                                                          2



kurikulum yang terus berubah. Sehingga apapun pendekatan yang digunakan

dalam kegiatan belajar mengajar terutama dalam pembelajaran geografi,

sudah seharusnya siswa diposisikan sebagai pusat perhatian utama. Pola

pembelajaran di kelas tidak hanya dilakukan oleh diktatik, metodik apa yang

digunakan, melainkan juga bagaimana peran guru geografi memperkaya

pengalaman belajar siswa. Pengalaman belajar bisa diperoleh melalui

serangkaian penjelajahan lingkungan secara aktif.

        Geografi sebagai disiplin ilmu yang mengkaji lingkungan, baik sosial

maupun fisik, perlu memperhatikan dan memantapkan pembelajaran terhadap

aspek keruangan, lingkungan, dan komplek wilayah dalam kajiannya, dimana

dalam geografi pendekatan pembelajaran perlu mengutamakan pembelajaran

kontekstual untuk mengembangkan dan meningkatkan kecerdasan, sikap, dan

keterampilan sosial. Pendekatan kontekstual dalam geografi dapat diwujudkan

antara lain dengan mengajak siswa mengkaitkan pengetahuan yang dimilki

dengan dunia nyata dilapangan..

        Untuk mendapatkan tingkat kemandirian belajar geografi yang tinggi

sesuai dengan konsep kurikulum berbasis kompetensi (KBK) siswa harus

dapat mengoptimalkan kemampuan belajar mandirinya dengan menyelaraskan

berbagai kompetensi dasar mata pelajaran geografi dalam berbagai aspek

yakni pengetahuan, keterampilan, dan sikap, atau meliputi kecakapan hidup

dan kecakapan sikap.

        SMA negeri 8 Semarang adalah salah satu sekolah dimana metode

pembelajaran pada mata pelajaran geografi telah menggunakan LKS sebagai
                                                                             3



tugas terstruktur disamping buku paket dari Pemerintah Kota Semarang

sebagai referensi utama. Penggunaannya mendasarkan pada salah satu

landasan   teoritis   kurikulum   berbasis   kompetensi   yakni   bergesernya

pembelajaran     kelompok     kearah   pembelajaran     individual,    sehingga

bagaimanakah setiap individual mampu memperlakukan LKS guna belajar

sendiri sesuai dengan cara dan kemampuan masing-masing serta tidak

bergantung pada orang lain.

        Dalam     menghantarkan    siswa     mencapai   pembelajaran    kearah

individual tersebut di atas, banyak guru masih menggunakan LKS sebagai

sarana pembelajaran, meskipun LKS adalah produk kurikulum 1994, yaitu

kurikulum yang menekankan pada pendekatan CBSA. Dimana pada tahun

1994 LKS telah digunakan sebagai sarana pembantu guru dalam menyusun

pelajaran, sebagai pedoman guru dan siswa dalam melaksanakan proses

pembelajaran serta membantu mengaktifkan siswa dalam menemukan dan

mrengembangkan konsep serta ketrampilan proses.

        Seiring dengan perubahan kurikulum dan pendekatan pembelajaran

yang telah disesuaikan dengan tujuan pendidikan, ternyata LKS masih banyak

digunakan oleh guru dan siswa sebagai sarana belajar mengajar di sekolah.

Bertolak dari beberapa faktor yang telah diuraikan di atas itulah penulis

tertarik untuk mengetahui adakah pengaruh penggunaan LKS terhadap

prestasi belajar siswa yang kini telah mengembangkan pembelajaran dengan

sistem kurikulum berbasis kompetensi (KBK).
                                                                             4



B. PENEGASAN ISTILAH

         Untuk memudahkan dalam penelitian dan menghindari salah

  pengertian, penulis memberi batasan-batasan istilah yang digunakan meliputi:

  1. Pengaruh

     Pengaruh adalah daya yang ada dan timbul dari sesuatu (orang/benda)

     yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang

     (Poerwadarminta 1984). Pengaruh yang dimaksud dalam penelitian ini

     adalah pengaruh penggunaan LKS terhadap prestasi belajar siswa.

  2. Lembar kerja siswa (lks)

     Lembar kerja siswa merupakan lembaran-lembaran yang berisikan

     pedoman bagi siswa untuk melaksanakan kegiatan belajar pada pokok

     kajian tertentu (Yuningsih, 2006).

  3. Prestasi belajar

     Prestasi belajar diartikan sebagai penguasaan pengetahuan pengetahuan,

     keterampilan yang dikembangkan oleh guru pada siswa dalam mata

     pelajaran tertentu yang pada umumnya ditunjukan dengan nilai tes atau

     angka yang diperoleh siswa (Poerwadarminta, 1984). Dalam penelitian ini

     prestasi yang dipakai yaitu pada nilai tugas individu, yaitu tugas yang

     diberikan setiap minggu atau periodik dalam bentuk tugas/soal uraian

     objektif atau non objektif, serta nilai ulangan harian, yaitu ulangan yang

     dilakukan secara periodik setiap materi pokok selesai diajarkan (Yamin,

     2006)    Dengan pokok bahasan lingkungan hidup dan pembangunan

     berwawasan lingkungan.
                                                                              5



C. PERMASALAHAN

  LKS merupakan produk kurikulum 1994, akan tetapi pamanfaatannya masih

  diguanakan pada kurikulum 2004. sehingga bertolak dari perubahan itulah

  penulis mencoba meneliti pengaruh pengguanaan LKS terhadap prestasi

  belajar geografi pada sistem pembelajaran KBK.


D. TUJUAN PENELITIAN

  Untuk mengetahui pengaruh penggunaan LKS terhadap prestasi belajar
  geografi pada sistem pembelajaran berbasis kompetensi


E. MANFAAT PENELITIAN

  1. Bagi guru khususnya guru mata pelajaran geografi dapat dijadikan

     pertimbangan bahwa perlunya peran siswa dalam mengambil kebijakan

     dalam memilih dan memakai alat pembelajaran yang sesuai.

  2. Jika penggunaan LKS sangat mendukung dan berpengaruh positif terhadap

     aktifitas dan prestasi belajar, agar para guru dan siswa selalu menggunakan

     LKS tersebut disamping buku paket.


F. SISTEMATIKA PENULISAN SKRIPSI

  1. Bagian Awal Skripsi

      A. Halaman Judul

      B. Persetujuan Pembimbing

      C. Motto dan Persembahan

      D. Kata Pengantar

      E. Sari
                                        6



    F. Daftar Tabel

    G. Daftar Gambar

    H. Daftar Lampiran

2. Bagian Isi Skripsi Terdiri Atas:

   A. Pendahuluan

   B. Tinjauan Pustaka dan Hipotesis

   C. Metodelogi Penelitian

   D. Hasil Penelitian dan Pembahasan

   E. Simpulan dan Saran

3. Bagian Akhir Skripsi Berisi:

   A. Daftar Pustaka

   B. Lampiran-lampiran
                                    BAB II

                            TINJAUAN PUSTAKA



A. Konsep Belajar

           Salah    satu    upaya   peningkatan   mutu    pendidikan   adalah

    penyempurnaan kurikulum. Indikator keberhasilan pembaharuan kurikulum

    ditunjukan oleh adanya perubahan pola kegiatan belajar mengajar, memilih

    media pendidikan, menentukan pola penilaian, dan pengelolaan kurikulum

    yang menentukan hasil pendidikan (Yuningsih 2006).

           Kurikulum diartikan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai

    isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman

    penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar (UUSPN (1989), dalam KNPI

    (1994)). Kurikulum senantiasa berubah seiring dengan perkembangan jaman

    dan adanya perubahan kebijakan terhadap pendidikan oleh pemerintah pusat,

    seiring dengan adanya perubahan dan pengembangan kurikulum, kurikulum

    berbasis kompetensi lahir untuk menyempurnakan kurikulum sebelumnya

    yaitu kurikulum 1994.

           Kurikulum KBK merupakan istilah untuk kurikulum tahun 2004 yang

    diartikan sebagai suatu kurikulum yang menekankan pada pengembangan

    kemampuan melakukan (kompetensi) tugas-tugas dengan standar performasi

    tertentu, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh peserta didik berupa

    penguasaan terhadap seperangkat kompetensi tertentu (Mulyasa, 2003).




                                      7
                                                                           8



       Depdiknas (2002), dalam Mulyasa (2003), mengemukakan bahwa

kurikulum berbasis kompetensi memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual

   maupun secara klasikal.

2. Berorientasi pada hasil belajar (learning out comes)

3. Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode

   yang bervariasi.

4. Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lain yang

   memenuhi unsur edukatif.

5. Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya

   penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi.

       Kompetensi     dalam    hal   ini   diartikan   sebagai   pengetahuan,

ketrampilan, dan kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah

melakukan proses belajar menjadi bagian dari dirinya, sehingga dapat

mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang baik. Dalam hubungan

dengan pembelajaran kompetensi menunjukan pada perbuatan yang bersifat

rasional dan memenuhi spesifikasi tertentu dalam proses belajar yang

mencakup aspek pengetahuan ketrampilan, nilai dan sikap, serta tahap-tahap

pelaksanaan secara utuh.

       Pengertian belajar telah banyak didefinisikan oleh pakar psikologi.

Menyatakan bahwa belajar merupakan proses dimana suatu organisme

mengubah perilakunya karena hasil dari pengalaman. Belajar merupakan

proses perubahan perilaku dalam arti luas, baik perubahan perilaku yang
                                                                                9



    bersifat laten (covert behavior), maupun perilaku yang tampak (overt

    behavior). Perubahan perilaku yang di sebabkan karena belajar pada

    umumnya bersifat permanent, yang berarti bahwa perubahan itu akan

    bertahan dalam waktu yang relatif lama, sehingga hasil belajar tersebut dapat

    di gunakan kembali ketika menghadapi situasi baru. (Gagne dan Berliner

    (1984), dalam Catharina (2004)).

           Secara sederhana penulis mengartikan bahwa belajar merupakan

    suatu proses yang terjadi untuk mengadakan perubahan terhadap diri manusia

    yang melakukan dari pengalaman dengan maksud memperoleh perubahan

    dalam dirinya baik berupa pengetahuan, ketrampilan maupun sikap.


B. Pembelajaran Geografi

           Pembelajaran adalah upaya untuk menciptakan iklim dan pelayanan

    terhadap kemampuan, potensi, minat, bakat dan kebutuhan peserta didik

    yang beragam agar terjadi interaksi optimal antara guru dengan siswa dan

    siswa dengan siswa (Linda, 2006).

           Menurut    Darsono,     dkk   (2000)   ciri-ciri   pembelajaran   dapat

    dikemukakan sebagai berikut.

    1. Pembelajaran dilakukan secara sadar dan di rencanakan secara sistematis.

    2. Pembelajaran dapat menumbuhkan perhatian dan motivasi siswa dalam

       belajar.

    3. Pembelajaran dapat menyediakan bahan belajar yang menarik dan

       menantang bagi siswa.
                                                                        10



4. Pembelajaran dapat menggunakan alat bantu belajar yang tepat dan

   menarik.

5. Pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang aman dan

   menyenangkan bagi siswa.

6. Pembelajaran dapat membuat siswa menerima pelajaran baik secara fisik

   maupun psikologis.

       Dalam kurikulum berbasis kompetensi (KBK) mata pelajaran

geografi SMA kelas X terdapat standar kompetensi yang harus dimiliki oleh

siswa, yaitu bahwa siswa harus mampu:

1. Menyimpulkan hakekat geografi .

2. Menafsirkan pola dan ciri kenampakan alam dan budaya pada berbagai

   media baik peta maupun media citra.

3. Memprediksi dinamika perubahan atmosfer, litosfer dan pedosfer serta

   dampaknya terhadap kehidupan di muka bumi.

4. Membedakan morfologi pesisir dan laut serta ciri-cirinya.

5. Mendeskripsikan      kualitas   lingkungan   hidup   dan    pembangunan

   berwawasan lingkungan.

   (Depdiknas, 2003)

       Untuk mencapai standar kompetensi yang diinginkan, diperlukan

kemandirian belajar yang tinggi sehingga siswa dapat mencapai taraf

kemampuan yang maksimal. Adapun standar kemampuan yang harus di

kuasai oleh siswa sebagai hasil dalam mempelajari geografi. Menurut

Depdiknas (2003) adalah:
                                                                            11



    1. Kecakapan hidup (life skill) merupakan keterampilan untuk menciptakan

       atau   menemukan      pemecahan      masalah-masalah     baru   dengan

       menggunakan fakta, konsep, prinsip, atau prosedur yang telah dipelajari,

       misalnya setelah mempelajari dinamika pendidikan di harapkan dapat

       mempunyai kecakapan berfikir rasional, kecakapan sosial dan kecakapan

       akademik.

    2. Kecakapan sikap (afektif) yaitu pertama sikap yang berkenaan dengan

       nilai, moral, tata susila, baik buruk dan sebagainya dalam kehidupan

       bermasyarakat. Kedua, sikap yang berhubungan dengan materi dan

       kegiatan pembelajaran seperti menyukai, memandang positif, menaruh

       minat, dan sebagainya terhadap masalah-masalah kependidikan.

           Karena geografi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari

    tentang persamaan dan perbedaan gejala alam dan kehidupan dimuka bumi

    (geosfer) dalam konteks keruangan dan kewilayahan serta interaksi manusia

    dengan lingkungan fisiknya (Daljoeni, 1982). Pembelajaran geografi dapat

    diartikan segala perangkat peristiwa yang dilakukan guru untuk mengarahkan

    anak didik dalam memahami mengenai berbagai fenomena gejala alam dan

    kehidupan dimuka bumi serta interaksi manusia dengan lingkungannya.

C. Lembar Kerja Siswa

   1. Pengertian LKS

              Lembar kerja    siswa (LKS) adalah lembaran-lembaran yang

      digunakan sebagai pedoman di dalam pembelajaran serta berisi tugas yang

      harus dikerjakan oleh peserta didik dalam kajian teretentu.. LKS sangat
                                                                      12



baik dipergunakan dalam rangka strategi heuristik maupun ekspositorik.

Dalam strategi heuristik LKS dipakai dalam metode penemuan

terbimbing, sedangkan dalam strategi ekspositorik LKS dipakai untuk

memberikan latihan pengembangan.. Selain itu LKS sebagai penunjang

untuk meningkatkan aktifitas siswa dalam proses belajar dapat

mengoptimalkan hasil belajar (Darmojo dan Kaligis, 1991; Depdiknas,

2004; Yuningsih, 2006).

       Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa LKS

adalah media cetak yang terdiri dari satu atau dua lembar atau lebih yang

diberikan kepada setiap siswa disatu kelas dengan tujuan untuk melakukan

aktivitas belajar mengajar.

       LKS harus disusun dengan tujuan dan prinsip yang jelas. Adapun

tujuan meliputi: (1) Memberikan pengetahuan dan sikap serta ketrampilan

yang perlu dimiliki siswa, (2) Mengecek tingkat pemahaman siswa

terhadap materi yang telah disajikan, (3) Mengembangkan dan

menerapkan materi pelajaran yang sulit dipelajari. Sedang prinsipnya

meliputi: (1) Tidak dinilai sebagai dasar perhitungan rapor, tetapi hanya

diberi penguat bagi yang berhasil menyelesaikan tugasnya serta diberi

bimbingan bagi siswa yang mengalami kesulitan, (2) Mengandung

permasalahan, (3) Sebagai alat pengajaran, (4) Mengecek tingkat

pemahaman,     (3)   Pengembangan    dan    penerapannya,   (5)   Semua

permasalahan sudah dijawab dengan benar setelah selesai pembelajaran

(Yuningsih, 2006).
                                                                           13



2. Peran dan Fungsi Lembar Kerja Siswa

          Peran LKS sangat besar dalam proses pembelajaran karena dapat

   meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar dan penggunaannya dalam

   pembelajaran geografi dapat membantu guru untuk mengarahkan

   siswanya menemukan konsep-konsep melalui aktifitasnya sendiri.

    Disamping itu LKS juga dapat mengembangkan ketrampilan proses,

   meningkatkan aktifitas siswa dan dapat mengoptimalkan hasil belajar.

   Lembar kerja siswa mempunyai fungsi antara lain:

   a. Untuk tujuan latihan

       Siswa diberikan serangkaian tugas/aktivitas latihan. Lembar kerja

       seperti ini sering digunakan untuk memotivasi siswa ketika sedang

       melakukan tugas latihan.

   b. Untuk menerangkan penerapan (aplikasi)

       Siswa dibimbing untuk menuju suatu metode penyelesaian soal

       dengan kerangka penyelesaian dari serangkaian soal-soal tertentu. Hal

       ini bermanfaat ketika kita menerangkan penyelesaian soal aplikasi

       yang memerlukan banyak langkah. Lembaran kerja ini dapat

       digunakan sebagai pilihan lain dari metode tanya jawab, dimana siswa

       dapat memeriksa sendiri jawaban pertanyaan itu.

   c. Untuk kegiatan penelitian

       Siswa ditugaskan untuk mengumpulkan data tertentu, kemudian

       menganalisis data tersebut. Misalnya dalam penelitian statistika.
                                                                       14



    d. Untuk penemuan

       Dalam lembaran kerja ini siswa dibimbing untuk menyelidiki suatu

       keadaan tertentu, agar menemukan pola dari situasi itu dan kemudian

       menggunakan bentuk umum untuk membuat suatu perkiraan. Hasilnya

       dapat diperiksa dengan observasi dari contoh yang sederhana.

    e. Untuk penelitian hal yang bersifat terbuka

       Penggunaan lembaran kerja siswa ini mengikutsertakan sejumlah

       siswa dalam penelitian dalam suatu bidang tertentu

       (Yuningsih 2006)

3. Tabel distribusi materi

           Pada bagian tabel berisikan perbandingan persebaran materi, isi

   materi antara kurikulum 1994 dengan kurikulum berbasis kompetensi

   (KBK) 2004.
                                                                                          15



Tabel 1. Distribusi Materi Geografi Kurikulum 1994 Dengan Kurikulum

            2004

                   Distribusi Materi Geografi SMA Kelas I Semester II
              Kurikulum 1994                                     Kurikulum 2004
I. Cuaca dan Iklim                               I.   Litosfer
•   Lapisan Udara                                •    Pengertian Litosfer
•   Cuaca Dan Iklim                              •    Lapisan Bumi
•   Daerah Konvergensi                           •    Bahan Pembentuk Lapisan Bumi
•   Pola Curah Hujan                            II.   Perairan Laut
II. Lingkungan        Kehidupan   di   Muka      •    Mengukur Dalam Air Luat
    Bumi*                                        •    Suhu Air Laut
II.1. Keanekaan Flora dan Fauna                  •    Kadar Garam Air Laut
•   Jenis     Flora    Berdasarkan     Faktor    •    Warna Air Laut
    Geologi                                      •    Gerakan dan Kehidupan Air Laut
•   Jenis Flora Berdasarkan Iklim dan            •    Gelombang Air Laut
    Ketinggian                                  III. Pedosfer
•   Jenis Flora dan Persebaran di Dunia          •    Pengertian Tanah Menurut Para Ahli
•   Jenis Fauna serta Persebaran Kaitannya       •    Jenis Tanah di Indonesia
    dengan Bentukan Muka Bumi                    •    Klasifikasi Tanah
•   Usaha pelestarian Flora dan Fauna di         •    Erosi dan Kerusakan Tanah
    Indonesia                                    •    Usaha Mengurangi Erosi
II.2. Sumber Daya Alam                          IV. Lingkungan Hidup dan Pembangunan
•   Pertumbuhan Penduduk                              Berwawasan Lingkungan*
•   Piramida Penduduk                            •    Kualitas Lingkungan Hidup
•   Permasalahan Penduduk                        •    Keterbatasan Ekologi
                                                 •    Jaringan       Interaksi    Unsur-unsur
                                                      Lingkungan
                                                 •    Identifikasi        Wilayah       yang
                                                      Dikonservasi
Sumber: Data Sekunder, 2007
* : Pokok bahasan yang diteliti
                                                                     16



        Dari data pada tabel di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat

pergeseran sejumlah pokok bahasan baik distribusi, isi materi, maupun

kompetensi yang harus dikuasai. Pada pokok bahasan lingkungan hidup

sebagai materi yang penulis teliti, ditemukan perubahan antara kurikulum

1994 dengan kurikulum 2004 baik kompetensi yang harus dikuasai maupun

isi materi. Pada kurikulum 1994 dengan pokok bahasan lingkungan

kehidupan dimuka bumi mempunyai dua kompetensi dasar yaitu, keanekaan

flora dan fauna serta sumber daya manusia dengan indikator yang harus

dicapai yaitu:

a. Menyebutkan pembagian 3 daerah flora dan fauna

b. Menyebutkan pembagian 3 daerah penyebaran fauna di Indonesia

c. Menyebutkan sedikitnya 3 usaha pelestarian flora dan fauna

d. Menjelaskan cara penghitungan jumlah penduduk

e. Menjelaskan cara memperkirakan jumlah penduduk dimasa yang akan

    datang

f. Membuat piramida penduduk

g. Mengatasi permasalahan penduduk Indonesia

        Pada kurikulum berbasis kompetensi 2004 materi lingkungan hidup

telah dikaitkan dengan pembangunan berwawasan lingkungan serta dengan

satu kompetensi dasar yang berbeda dengan kurikulum 1994 yaitu

mendeskripsikan kualitas lingkungan hidup dan pembangunan berwawasan

lingkungan dengan indikator yang harus dicapai yaitu:
                                                                             17



     a. Mengidentifikasi kualitas lingkungan hidup berdasarkan kriteria tertentu

        (Biofisik, Sosial, Ekonomi, Budaya)

     b. Menganalisa keterbatasan ekologi dalam pembangunan dan upaya

        mengatasinya

     c. Memberi contoh jaringan interaksi unsur-unsur lingkungan

     d. Mengidentifikasi wilayah yang dikonservasi

     e. Menyajikan informasi tentang persebaran wilayah konservasi

            Berdasarkan data di atas penulis tertarik untuk meneliti kembali

     adakah pengaruh penggunaan lembar kerja terhadap prestasi belajar geografi

     dengan perubahan kurikulum 1994 menuju kurikulum 2004, disamping

     adanya pergeseran distribusi materi, maupun standar kompetensi yang harus

     dikuasai.


D. Prestasi Belajar

   1. Pengertian Prestasi Belajar

                 Prestasi belajar diartikan sebagai penguasaan pengetahuan,

       keterampilan yang dikembangkan oleh guru pada siswa dalam mata

       pelajaran tertentu yang pada umumnya ditunjukan dengan nilai tes atau

       angka yang diperoleh siswa (Poerwadarminta, 1984). Prestasi belajar

       adalah bukti keberhasilan usaha yang dicapai seseorang setelah

       memperoleh pengalaman belajar atau memperoleh sesuatu (Winkel,

       1983).

                 Dalam penelitian ini prestasi belajar merupakan penguasaan

       pengetahuan keterampilan sebagai hasil dari pengalaman belajar yang
                                                                              18



     diperoleh peserta didik dari proses interaksi antara guru, peserta didik dan

     lingkungan khususnya dalam menelaah, mengkaji dan mempelajari mata

     pelajaran geografi.

            Dalam penelitian ini prestasi yang dipakai pada nilai tugas

     individu, yaitu tugas yang diberikan setiap minggu atau periodik dalam

     bentuk tugas/soal uraian objektif atau non objektif, serta nilai ulangan

     harian, yaitu ulangan yang dilakukan secara periodik setiap materi pokok

     selesai diajarkan (Yamin, 2006) Dengan pokok bahasan lingkungan hidup

     dan pembangunan berwawasan lingkungan.



E. HIPOTESIS

         Dalam penelitian ini hipotesis (H1) yang diambil oleh penulis adalah

  bahwa dalam proses balajar mengajar yang menggunakan LKS                  akan

  menghasilkan prestasi belajar geografi yang lebih baik dibanding prestasi

  belajar geografi pada siswa yang diajar tidak menggunakan LKS, bagi siswa

  kelas X semester 2 SMA Negeri 8 Semarang Tahun Ajaran 2006/2007.
                                 BAB III

                       METODE PENELITIAN



       Suatu penelitian dapat berjalan efektif apabila ditempuh berdasarkan

suatu metode yang baik sehingga tujuan dalam penelitian akan tercapai.

Dalam metode penelitian ini meliputi beberapa tahapan sebagai berikut:

1) Metode penelitian obyek penelitian

2) Variabel

3) Validitas test, Reliabilitas test. Daya pembeda, Indeks kesukaran soal

4) Metode pengumpulan data

5) Metode analisis data

1. Metode penentuan obyek penelitian

   a. Populasi

               Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas I SMA

       Negeri 8 Semarang tahun ajaran 2006/2007.

   b. Sampel

               Pada penelitian ini untuk menentukan sampel digunakan

       tekhnik cluster random sampling atau sampel kelompok yaitu cara

       pengambilan sampel secara acak berdasarkan pada kelompok kelas.

       Dari 9 kelas terdiri: X.A, X.B, X.C, X.D, X.E, X.F, X.G, X.H, X.I,

       terambil secara acak 2 kelas sebagai sampel. Dimana didapat kelas

       X.A sebagai kelas eksperimen dan kelas X.C sebagai kelas kontrol.




                                    19
                                                                           20



              Teknik     yang   digunakan    yaitu   dengan       menggunakan

      pengundian,      dengan   alasan   bahwa   setiap   kelas    mempunyai

      kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel penelitian. Setelah

      dilakukan undian maka terpilihlah dua kelas yaitu kelas X.A dan kelas

      X.C, kemudian dilakukan undian lagi untuk menentukan kelompok

      kontrol dan kelompok eksperimen, setelah diadakan undian maka

      terpilih kelas X.C sebagai kelompok kontrol dan kelas X.A sebagai

      kelompok eksperimen.

              Adapun syarat lain dalam menentukan sampel yakni populasi

      haruslah homogen. Dimana kelas-kelas yang ada di SMA Negeri 8

      Semarang adalah kelas yang homogen dengan alasan antara lain,

      siswa yang menjadi obyek penelitian duduk pada kelas yang sama,

      siswa mendapatkan materi yang sama, dan tidak adanya kelas

      unggulan sehingga siswa memiliki kemampuan yang sama serta

      analisis data pada pada nilai belajar yang memiliki nilai rata-rata yang

      hampir sama.

2. Variabel

   Dalam penelitian ini variabel yang diungkap ada 2 yaitu:

   a. Variabel bebas

              Variabel bebas yang mempengaruhi disebut variabel penyebab

      (x) (Arikunto. 1993). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel

      bebas adalah penggunaan LKS.
                                                                              21



  b. Variabel terikat

            Variabel terikat disebut variabel tak bebas (Y) ( Arikunto,

   1993). Dalam penelitian ini sebagai variabel terikat adalah prestasi

   belajar siswa.



3. Validitas Tes, Reliabilitas Tes, Daya Pembeda, Indeks kesukaran.

            Pada penelitian ini validitas alat ukur atau tes digunakan content

   validity (validitas isi). “suatu tes dikatakan mempunyai content validity

   jika scope dan isi kurikulum yang sudah diajarkan” (Arikunto, 1987).

   Hal ini sudah dipenuhi pada penyusunan tes yang materinya yang

   bersumber pada GBPP dan buku-buku yang sudah berlaku saat ini.

   Sedang untuk menguji tingkat validitas masing-masing item soal

   digunakan rumus korelasi biserial sebagai berikut:


             rpbis =    Mp − Mt    p
                          St       q

     (Arikunto,1992).

    Keterangan:

    Mp        : Rata-rata skor total yang menjawab benar pada butir soal

    Mt        : Rata-rata skor total

     St       : Standar deviasi skor total

     p        : Proporsi siswa yang menjawab benar pada setiap butir
              :
     q            Proporsi siswa yang menjawab salah pada setiap butir soal
                                                                     22



        Hasil      perhitungan     berupa    angka   korelasi   kemudian

dikonsultasikan dengan r tabel yang diperoleh dari rpbis dengan tarif

signifikan 5% dan N yang sesuai dengan data. Apabila dalam

perhitungan didapat rpbis    >     tabel, maka item soal tersebut valid.

(Arikunto, 1987). Untuk soal yang tidak memenuhi kriteria valid tidak

dipakai atau diperbaharui.


Reliabilitas Tes

        Suatu alat ukur dikatakan handal, jika alat ukur tersebut dapat

dipercaya, konstan atau stabil (Arikunto, 1987).

Untuk menghitung reliabilitas soal obyektif digunakan rumus yaitu:



                   k ⎞ ⎛ M (k − M ) ⎞
         R11 = ⎛
               ⎜      ⎟ ⎜1 −        ⎟
               ⎝ k −1 ⎠ ⎝    kVt    ⎠

 Keterangan:

 k        : Banyaknya butir soal

 M        : Rata-rata skor total

 Vt       : Varians total

  (Arikunto, 1993).

Hasil perhitungan r11 yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan r

tabel, dengan taraf signifikan 5%.

Apabila r11 > r maka tes tersebut telah reliabel

(Arikunto, 1997).
                                                                      23



Daya Pembeda Soal

        Daya pembeda soal adalah kemampuan dari soal untuk

membedakan siswa yang pintar dengan siswa yang kurang pintar.

Rumus yang digunakan untuk mencari daya pembeda soal (DP) adalah:

                 JBA − JBB
         DP =
                    JS A

 Keterangan :

 DP          : daya pembeda

 JBA         : Jumlah yang benar pada butir soal pada kelompok atas

 JBB         : Jumlah yang benar pada butir soal pada kelompok bawah

 JSA         : Banyaknya siswa pada kelompok atas

             (Suherman, 1990)

Selanjutnya untuk mengetahui soal-soal yang akan dipakai berdasarkan

daya pembeda soal digunakan klasifikasi:

        DP ≤ 0,00 : jelek

 0,00 < DP ≤ 0,20 : cukup

 0,20 < DP ≤ 0,40 : baik

 0,40 < DP ≤ 1,70 : baik sekali

 0,70 < DP ≤ 1,00 : sangat baik

        DP      negatif      semuanya   tidak   baik.    Soal    harus

diganti/diperbaharui (Suherman, 1990). Butir-butir soal yang baik

adalah butir-butir soal yang mempunyai indeks diskriminasi 0.4 sampai

0.7. Jadi untuk soal yang masuk dalam klasifikasi cukup dan jelek tidak

dipakai atau diperbaharui.
                                                                    24



Indeks Kesukaran Soal

         Rumus yang digunakan untuk menentukan indeks kesukaran

soal adalah sebagai berikut:



              JBA + JBB
       IK =
              JS A + JS B

 Keterangan :

 IK            : Indeks kesukaran

 JBA           : Jumlah benar pada butir soal pada kelompok atas

 JBB           : Jumlah benar pada butir soal pada kelompok bawah

 JSA           : Banyaknya siswa pada kelompok atas

 JSB           : Banyaknya siswa pada kelompok bawah

 (Suherman, 1990)

 Klasifikasi indeks kesukaran, soal sebagai tersebut:

 IK = 0,00 : terlalu sukar

 0,00 < IK ≤ 0,30 : sukar

 0,30 < IK ≤ 0,70 : sedang

 0,70 < IK ≤ 1,00 : mudah

 IK = 1.00 : terlalu mudah

         Berdasarkan analisis butir soal uji coba diambil beberapa soal

yang memenuhi kriteria validitas item, reliabilitas, daya pembeda soal

dan indeks kesukaran soal untuk mengambil data penilaian.
                                                                        25



4. Metode pengumpulan data

         Dalam penelitian ini metode pengumpulan data yang digunakan

   ada 3 macam yaitu.

   a. Dokumentasi

      Dokumentasi dalam penelitian ini digunakan dalam mendapatkan

      keterangan mengenai nama-nama populasi penelitian, nilai mid

      semester, profil sekolah penelitian, serta dokumen sarana prasarana.

   b. Metode tes

      Tes diberikan pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol

      setelah diadakan proses belajar mengajar. Sebelum perangkat tes

      digunakan untuk penelitian maka diujicobakan terlebih dahulu

      kepada anggota populasi yang tidak menjadi sampel. Hasil ujicoba

      dianalisa untuk mengetahui apakah item-item soal tersebut

      memenuhi kualifikasi tes yang baik atau tidak.

   c. Observasi

      Metode observasi digunakan untuk mengetahui aktifitas siswa dalam

      proses pembelajaran selama penelitian, yang ditinjau dari segi

      afektif dan psikomotorik siswa.

5. Metode analisa data

   a. Dalam penelitian ini analisa data untuk mengetahui pengaruh LKS

      terhadap prestasi belajar digunakan metode eksperimen sungguhan

      dengan rancangan penelitian yang digunakan adalah “desain pasca

      test subyek acak sepadan dua kelompok”.
                                                                   26



Rancangan penelitian “desain pasca test subyek acak sepadan dua

kelompok”.

Dapat digambarkan sebagai berikut:

     Kelompok                Variabel bebas     Variabel terikat

          E                        X                   Y

          K                        -                   Y

 (Sudjana, 1996).

Rancangan gambar di atas untuk menunjukan langkah-langkah dari

penelitian, pada kolom dua adalah perlakuan terhadap kelompok

eksperimen yang menggunakan LKS, dan kelompok kontrol yang tanpa

LKS. Sedangkan pada kolom tiga adalah prestasi belajar yang didapat

antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.

 Keterangan:

 E        : kelompok eksperimen

 C        : kelompok kontrol

 X        : pemberian perlakuan

 Y        : pengukuran hasil belajar dengan menggunakan tes



       Pada akhir pelaksanaan eksperimen ke dua kelompok dikenal

pengukurannya atau tes akhir dengan alat/instrumen yang sama.

       Hasil dari tes kedua kelompok tersebut dibandingkan dengan

tehnik t-tes dengan rumus:
                                                                                 27



                     X           −       X
         t =             1                   2

                           1                  1
                 S                   +
                          n 1                n 2


        Dengan

                                         ( n 1 − 1 ) S 12 + ( n 2 − 1 ) S   22
                         S   2       =
                                                   n1 + n 2 − 2

        Keterangan:

         X   1           : Mean kelompok eksperimen

         X   2           : Mean kelompok kontrol

        n1               : jumlah siswa pada kelompok eksperimen

        n2               : jumlah siswa pada kelompok kontrol

        S12              : varian kelompok eksperimen

        S22              : varian kelompok kontrol



       Dengan taraf signifikan 5% dan dk = n1 + n2 – 2, t- hitung ≥ t tabel

maka Ha dalam penelitian diterima dan ditolak Ha jika t hitung

mempunyai harga-harga lain (Sudjana, 1996).

Metode pengolahan data menggunakan komputer
                                   BAB IV

               HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



A. Gambaran Umum Obyek Penelitian

   1. Gambaran umum sekolah

      SMA Negeri 8 Semarang berdiri pada tahun 1985 dengan menempati areal

      lahan seluas 13.200 m2. Berada di Jalan Raya Tugu, Kecamatan Ngaliyan

      Kota Semarang. Dengan perbatasan kabupaten Kendal disebelah barat,

      dibelah selatan dengan kecamatan Mijen, serta kecamatan Tugu disebelah

      utara dan Kecamatan Semarang barat di sebelah Timur.

   2. Kondisi Sekolah

      Secara umum kondisi sekolah SMA Negeri 8 Semarang masih terbilang

      sangat layak sebagai tempat berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan

      jumlah kelas yang dimiliki sebanyak 25 kelas. 9 kelas untuk siswa kelas

      X, 8 kelas bagi siswa kelas XI serta 9 kelas untuk kelas siswa XII.

   3. Sarana dan kurikulum

      Sarana penunjang pembelajaran di SMA Negeri 8 Semarang terbilang

      cukup memadai, seperti tersedia laboratorium fisika, laboratorium biologi,

      laboratorium kimia, ruang komputer, ruang multimedia, ruang UKS, serta

      aula kesenian dan olahraga. Kurikulum proses pembelajaran pada tahun

      ajaran 2006/2007 pada SMA Negeri 8 Semarang masih menggunakan

      sistem kurikulum 2004, yakni kurikulum berbasis kompetensi.




                                      28
29
                                                                               30



B. Tahap Persiapan

          Sebelum memilih sampel dan memberi perlakuan terhadap sampel

   perlu dilakukan uji homogenitas, normalitas, dan uji kesamaan keadaan awal

   dari populasi (lihat lampiran 2-4). Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah

   populasi tersebut mempunyai tingkat homogenitas, berdistribusi normal dan

   mempunyai     kesamaan    varians   populasi.    Untuk    dapat   menghitung

   homogenitas, normalitas, dan kesamaan keadaan awal populasi diperlukan

   data awal, data awal dalam penelitian ini adalah hasil ulangan tengah

   semester I kelas X mata pelajaran geografi siswa SMA Negeri 8 Semarang

   tahun ajaran 2006/2007.

          Langkah    selanjutnya   Sebelum     penelitian   dilaksanakan     yaitu

   pemberian treatmen kepada siswa sebagai subyek penelitian, terlebih dahulu

   diadakan uji coba soal penelitian terhadap siswa kelas XI yang sebelumnya

   pernah menerima materi pelajaran yang sama dengan tujuan mengetahui

   apakah lembar soal uji coba valid digunakan untuk mengukur kemampuan

   pengetahuan   siswa   tentang   materi    kualitas   lingkungan   hidup    dan

   pembangunan berwawasan lingkungan.

   Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap uji coba soal adalah:

   1. Melakukan Ujicoba Soal

               Uji coba soal dilakukan supaya perangkat tes yang digunakan

      betul-betul baik untuk mengukur hasil akhir eksperimen. Soal

      diujicobakan kepada siswa kelas XII.A SMA Negeri 8 Semarang

      sebanyak 38 siswa, 1 minggu sebelum dilaksanakan ujicoba para siswa
                                                                             31



      terlebih dahulu diberitahukan. Dengan harapan para siswa dapat

      mengerjakan dengan baik. Dari 38 siswa kelas XII.A ternyata pada waktu

      pelaksanaan uji coba yang hadir hanya 35 siswa. Dan hasil ujicoba

      menunjukan dari sejumlah soal 35 hanya 8 soal yang tidak valid,

      sedangkan hasil perhitungan realibilitas tes menunjukan (r11):0,776 karena

      r (hitung):0,776 berada pada interval 0,6-0,8 maka dikatakan bahwa

      perangkat tes memiliki realibilitas yang tinggi. (Hasil ujicoba tes dapat

      dilihat pada lampiran 9 halaman 90)

   2. Mencatat daftar nama-nama siswa kelas X.A dan kelas X.C yang terpilih

      sebagai sampel penelitian.

   3. Menetapkan salah satu kelas sebagai kelompok eksperimen dan kelas lain

      sebagai kelompok kontrol dengan cara melakukan undian.

   4. Mencatat nilai tes awal (pre test) dari kelompok eksperimen dan kelompok

      kontrol.

C. Tahap Pelaksanaan

           Dalam tahapan ini mulai diberikan treatmen yang berbeda dari kedua

   kelompok yang telah terpilih sebagai sampel penelitian, yaitu:

   1. Kelompok yang telah tepilih sebagai kelompok eksperimen diberikan

      treatmen berupa pengajaran kualitas lingkungan hidup dan pembangunan

      berwawasan lingkungan yang disertai penggunaan LKS.

   2. Pada kelompok terpilih sebagai kelompok kontrol hanya diberikan

      pengajaran mengenai kualitas ligkungan hidup tetapi tanpa disertai

      penggunaan LKS.
                                                                                32



Tabel 2. Skenario Pembelajaran Kelompok Eksperimen

No     Tanggal kegiatan                            Pembelajaran
 1       1 Mei 2007       •   Pre test
                          •   Siswa membaca LKS serta literatur lain yang
                              relevan pada sub pokok bahasan kualitas
                              lingkungan hidup berdasarkan kriteria tertentu,
                              kemudian dicari permasalahan.
                          •   Siswa dimintai pendapat mengenai solusi dari
                              setiap permasalahan yang ada
 2       8 Mei 2007       •   Dengan membawa LKS serta literatur lain yang
                              relevan      siswa      diajak   kelapangan    untuk
                              pengamatan, setiap kelompok menganalisa kondisi
                              lingkungan yang telah ditentukan guru. Kemudian
                              menentukan keterbatasan ekologi dan upaya
                              mengatasinya.
                          •   Setiap       kelompok      mempresentasikan    hasil
                              pengamatan.
 3       22 Mei 2007      •   Guru memasang peta Indonesia
                          •   Siswa membaca materi sub pokok bahasan
                              konservasi dan persebarannya pada LKS
                          •   Guru memberikan wacana tambahan mengenai sub
                              pokok bahasan konservasi dan persebarannya.
                          •   Siswa mengkaitkan materi dengan contoh
                              kehidupan yang nyata disekeliling lingkungannya.
                          •   Siswa menunjukan dan menyebutkan wilayah
                              persebaran konservasi dan jenisnya pada peta
                              indonesia.
 4       2 Juni 2007      •   Umpan balik
                          •   Pos test
Sumber: Data Primer, 2007
                                                                       33



       Skenario pembelajaran pada kelompok eksperimen dimaksudkan agar

setiap langkah-langkah pembelajaran yang akan dilaksanakan dapat dengan

mudah untuk diarahkan pada kelompok tersebut, dimana penelitian ini materi

kualitas lingkungan hidup dan pembangunan berwawasan lingkungan

ditempuh dalam empat pertemuan, dan masing-masing pertemuan memakai

metode pembelajaran yang bervariasi. Pada kelas eksperimen disetiap

pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan LKS baik didalam kelas

maupun saat dilapangan (pengamatan).
                                                                                34



Tabel 3. Skenario Pembelajaran Kelompok Kontrol

No     Tanggal kegiatan                         Pembelajaran
 1      30 April 2007     •   Pre test
                          •   Siswa membaca buku paket serta literatur lain
                              yang relevan pada sub pokok bahasan kualitas
                              lingkungan hidup berdasarkan kriteria tertentu,
                              kemudian dicari permasalahan.
                          •   Siswa dimintai pendapat mengenai solusi dari
                              setiap permasalahan yang ada
 2       7 Mei 2007       •   Dengan membawa buku paket serta literatur lain
                              yang relevan siswa diajak kelapangan untuk
                              pengamatan, setiap kelompok menganalisa kondisi
                              lingkungan yang telah ditentukan guru. Kemudian
                              menentukan keterbatasan ekologi dan upaya
                              mengatasinya.
                          •   Setiap       kelompok   mempresentasikan        hasil
                              pengamatan.
 3       28 Mei 2007      •   Guru memasang peta Indonesia
                          •   Siswa membaca materi sub pokok bahasan
                              konservasi dan persebarannya pada buku pemkot
                          •   Guru memberikan wacana tambahan mengenai sub
                              pokok bahasan konservasi dan persebarannya.
                          •   Siswa mengkaitkan materi dengan contoh
                              kehidupan yang nyata disekeliling lingkungannya.
                          •   Siswa menunjukan dan menyebutkan wilayah
                              persebaran konservasi dan jenisnya pada peta
                              indonesia.
 4       2 Juni 2007      •   Umpan balik
                          •   Pos test
Sumber: Data Primer, 2007
                                                                                35



Skenario pembelajaran pada kelas kontrol tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan

pada kelas eksperimen yaitu, mengkaji materi yang sama, waktu yang sama,

langkah-langkah, serta metode pembelajaran yang bervariasi pula disetiap

pertemuan, akan tetapi untuk mengetahui tujuan dalam penelitian yang penulis

laksanakan,   pada   kelas   eksperimen   tidak   menggunakan     LKS      disetiap

pembelajaran tetapi boleh memakai buku atau literatur lain yang relevan.


D. Gambar Tahapan Pelaksanaan Pembelajaran




           Sumber: Data Primer, 2007
           Gambar 3. Pelaksanaan pre test pada kelompok eksperimen




           Sumber: Data Primer, 2007
           Gambar 4. Proses kegiatan belajar mengajar pada kelompok
           Eksperimen
                                                            36




Sumber: Data Primer, 2007
Gambar 5. Pelaksanaan diskusi pada materi keterbatasan
ekologi dan pemecahan masalahnya




Sumber: Data Primer, 2007
Gambar 6. Siswa menunjukan wilayah persebaran
konservasi pada peta Indonesia pada kelompok eksperimen




Sumber: Data Primer, 2007
Gambar 7. Siswa menunjukan wilayah persebaran konserevasi
                                                                                   37




              Sumber, Data Primer, 2007
              Gambar 8. Pelaksanaan pos test pada kelompok kontrol


E. Hasil Penelitian

   1. Uji Instrumen

      Uji instrument digunakan untuk mengetahui tingkat kelayakan sebuah

      instrument yang dipakai sebagai alat ukur penelitian, dalam penelitian

      instrument yang digunakan adalah dengan metode test, meliputi.

       a) Validitas

          Dari perhitungan hasil uji coba instrument yang diujikan pada kelas XI

          didapat.

        Tabel 4. Perhitungan Validitas Soal
         No               Item Valid                    Item Tidak Valid
                1, 2, 3, 5, 6, 7, 8, 10, 11, 12,   4, 9, 17, 20, 24, 26, 32, 34.
                13, 14, 15, 16, 18, 19, 21, 22,
                23, 25, 27, 28, 29, 30, 31, 33,
                35.
         Jml                  27                                8
        Sumber: Data Primer, 2007
                                                                          38



        Analisis terhadap validitas item diperoleh, bahwa item yang

temasuk sebagai alat ukur yang valid sebanyak 27 item, dan selebihnya

sebanyak 8 item termasuk soal yang tidak valid, sehingga perlu dibuang.

b) Realibilitas Soal

  Tabel 5. Perhitungan Realibilitas Instrumen
  No                Interval                         Kriteria
   1               O r11≤0,2                      sangat rendah
   2              0,2<r11≤0,4                        Rendah
   3              0,4<r11≤0,6                        Sedang
   4              0,6<r11≤0,8                         Tinggi
   5              0,8<r11≤1,0                     Sangat tinggi
  Sumber: Data Primer, 2007

        Dari perhitungan yang kemudian disesuaikan pada kriteria tabel

diatas didapat nilai koefisien korelasi tersebut berada pada interval 0,6-0,8

yang berarti memiliki tingkat reabilitas instrument dalam kategori tinggi.

(Perhitungan selengkapnya pada lampiran 9 halaman 94)

c) Tingkat Daya Pembeda Instrument

        Daya pembeda soal adalah kemampuan dari soal untuk

membedakan siswa yang mampu dengan siswa yang kurang mampu.

Rumus yang digunakan untuk mencari daya pembeda soal (DP) adalah:



              JBA − JBB
       DP =
                 JS A
                                                                                      39



Tabel 6. Perhitungan Daya Pembeda Instrumen
                                             Kriteria
         Sangat jelek       Jelek              Cukup              Baik       Sangat
                                                                              baik
            4, 32.        17, 20, 24,      1, 2, 6, 7, 8, 9,    3, 5, 15,
                           26, 34.         10, 11, 12, 13,     22, 25, 28,
                                           14, 16 18, 19,         33.
                                           21, 23, 27, 29,
 Item                                        30, 31, 35.
 Jml           2              5                   21               7           -
Sumber: Data Primer, 2007

                   Dapat disimpulkan bahwa jumlah instrument dalam kriteria

        sangat jelek sebanyak 2 butir, kriteria jelek sebanyak 5 butir, kriteria

        cukup sebanyak 21 butir, dan item dalam kriteria baik sebanyak 7 butir.

        (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 7 halaman 89)


        d) Tingkat Kesukaran Soal

               Merupakan indeks pengukuran guna mengetahui tingkat kesukaran

        dari masing-masing item. Rumus yang digunakan untuk menentukan

        indeks kesukaran soal adalah sebagai berikut:



                                           JBA + JBB
                                    IK =
                                           JS A + JS B
                                                                                   40



 Tabel 7. Perhitungan Tingkat Kesukaran Soal
                                           Kriteria
              Sangat             Sukar       Sedang            Mudah         Sangat
               sukar                                                         mudah
                             12, 30.      2, 3, 4, 5, 6,     1, 7, 8, 9,
                                         10, 11, 13, 15,      14, 17,
                                         16, 18, 20, 21,      19, 34.
                                         22, 23, 24, 25,
   No                                    26, 27, 28, 29,
   item                                  31, 32, 33, 35.
  Jml           -                 2            25                8             -
Sumber: Data Primer, 2007


            Dari data tabel di atas dapat dinyatakan bahwa untuk kriteria soal

   yang memilki tingkat kesukaran instrument hanya terdapat pada tiga

   kriteria yaitu, kategori soal sukar sebanyak 2 butir, kriteria soal sedang

   sebanyak 25 butir serta soal dengan kriteria mudah sebanyak 8 butir.

   (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 7 halaman 89)


2. Prestasi Belajar

           Prestasi belajar yang dimaksud dalam penelitian ini yaitu, nilai

   yang    didapat     setelah    menempuh     materi      lingkungan      hidup   dan

   pembangunan berwawasan lingkungan dan ditunjukan dengan nilai angka.

   Dalam penelitian ini penulis memakai nilai tugas dan nilai pos test sebagai

   nilai prestasi belajar. Adapun hasilnya sebagai berikut.
                                                         41




Tabel 8. Nilai Tugas Kelompok Eksperimen dan Kontrol
    No       Kode     Nilai   No       Kode      Nilai

     1       E-01      75       1      K-01      70
     2       E-02      70       2      K-02      65
     3       E-03      70       3      K-03      70
     4       E-04      75       4      K-04      70
     5       E-05      70       5      K-05      70
     6       E-06      75       6      K-06      70
     7       E-07      70       7      K-07      75
     8       E-08      75       8      K-08      70
     9       E-09      80       9      K-09      75
    10       E-10      75      10      K-10      65
    11       E-11      75      11      K-11      80
    12       E-12      75      12      K-12      70
    13       E-13      70      13      K-13      70
    14       E-14      80      14      K-14      70
    15       E-15      75      15      K-15      70
    16       E-16      75      16      K-16      75
    17       E-17      70      17      K-17      75
    18       E-18      75      18      K-18      75
    19       E-19      65      19      K-19      80
    20       E-20      65      20      K-20      65
    21       E-21      70      21      K-21      70
    22       E-22      70      22      K-22      80
    23       E-23      70      23      K-23      70
    24       E-24      80      24      K-24      80
    25       E-25      70      25      K-25      80
    26       E-26      70      26      K-26      70
    27       E-27      75      27      K-27      70
    28       E-28      75      28      K-28      70
    29       E-29      80      29      K-29      75
    30       E-30      75      30      K-30      75
    31       E-31      70      31      K-31      75
    32       E-32      75      32      K-32      75
    33       E-33      70      33      K-33      80
    34       E-34      70      34      K-34      70
    35       E-35      75      35      K-35      70
    Σ          *      2555     Σ         *      2540
    n1         *       35      n2        *       35
     x         *       73       x        *      72,57
Sumber: Data Primer, 2007
                                                                         42



       Nilai tugas dalam penelitian di atas diperoleh, setelah siswa selesai

menerima materi pokok, kemudian ditugaskan membuat kliping disertai

komentar dan pemecahan terhadap masalah yang ditemukan, yang isinya

berkaitan dengan materi lingkungan hidup dan pembangunan berwawasan

lingkungan. Adapun hasilnya, bahwa kelompok eksperimen maupun

kontrol dengan jumlah siswa sama-sama 35 memperoleh nilai rata-rata 73

untuk kelas eksperimen dan 72,57 untuk kelas kontrol. Berarti, dari nilai

tugas yang diperoleh dari kedua kelompok tersebut, bahwa kelompok

eksperimen mendapatkan prestasi belajar pada nilai tugas lebih baik, dari

pada prestasi belajar nilai tugas kelompok kontrol.
                                                                                              43



 Tabel 9. Nilai Pre Test Dan Post Test

                        Eksperimen                                            Kontrol
                           Pre Test   Post test                             Pre Test    Post test
       No       Kode                              Selisih   No       Kode                           Selisih
                            Nilai      Nilai                                 Nilai        Nilai
        1        E-01       44.44      55.56       11.11     1       K-01    51.85       81.48       29.63
        2        E-02       44.44      70.37       25.93     2       K-02    51.85       51.85        0.00
        3        E-03       51.85      66.67       14.81     3       K-03    59.26       62.96        3.70
        4        E-04       55.56      81.48       25.93     4       K-04    40.74       70.37       29.63
        5        E-05       51.85      81.48       29.63     5       K-05    51.85       74.07       22.22
        6        E-06       40.74      74.07       33.33     6       K-06    55.56       66.67       11.11
        7        E-07       55.56      70.37       14.81     7       K-07    51.85       66.67       14.81
        8        E-08       51.85      77.78       25.93     8       K-08    40.74       66.67       25.93
        9        E-09       33.33      70.37       37.04     9       K-09    44.44       66.67       22.22
       10        E-10       44.44      74.07       29.63    10       K-10    33.33       74.07       40.74
       11        E-11       59.26      74.07       14.81    11       K-11    59.26       70.37       11.11
       12        E-12       40.74      66.67       25.93    12       K-12    44.44       77.78       33.33
       13        E-13       40.74      55.56       14.81    13       K-13    40.74       59.26       18.52
       14        E-14       66.67      74.07        7.41    14       K-14    62.96       62.96        0.00
       15        E-15       40.74      55.56       14.81    15       K-15    44.44       66.67       22.22
       16        E-16       59.26      74.07       14.81    16       K-16    59.26       81.48       22.22
       17        E-17       44.44      74.07       29.63    17       K-17    55.56       70.37       14.81
       18        E-18       40.74      74.07       33.33    18       K-18    55.56       70.37       14.81
       19        E-19       51.85      74.07       22.22    19       K-19    44.44       81.48       37.04
       20        E-20       51.85      88.89       37.04    20       K-20    40.74       44.44       3.70
       21        E-21       59.26      81.48       22.22    21       K-21    44.44       51.85       7.41
       22        E-22       51.85      70.37       18.52    22       K-22    66.67       70.37       3.70
       23        E-23       51.85      77.78       25.93    23       K-23    66.67       66.67       0.00
       24        E-24       51.85      74.07       22.22    24       K-24    40.74       59.26       18.52
       25        E-25       44.44      62.96       18.52    25       K-25    48.15       66.67       18.52
       26        E-26       59.26      77.78       18.52    26       K-26    55.56       77.78       22.22
       27        E-27       40.74      81.48       40.74    27       K-27    51.85       70.37       18.52
       28        E-28       51.85      62.96       11.11    28       K-28    51.85       70.37       18.52
       29        E-29       44.44      70.37       25.93    29       K-29    44.44       66.67       22.22
       30        E-30       44.44      81.48       37.04    30       K-30    59.26       74.07       14.81
       31        E-31       40.74      77.78       37.04    31       K-31    44.44       66.67       22.22
       32        E-32       51.85      70.37       18.52    32       K-32    44.44       55.56       11.11
       33        E-33       44.44      77.78       33.33    33       K-33    51.85       66.67       14.81
       34        E-34       59.26      74.07       14.81    34       K-34    40.74       70.37       29.63
       35        E-35       66.67      66.67        0.00    35       K-35    44.44       66.67       22.22
       Σ          =        1733.33    2540.74      807      Σ         =     1744.44      2366.67     622.22
       n1         =          35          35         35      n2        =       35           35          35


  x1              =         49.52      72.59       23.07    x2        =      49.84        67.62      17.78
            2                                                    2
       s   1      =        64.6217    59.0656     94.4773   s   2     =     67.2499      68.8638    #######
       s1         =         8.04        7.69       9.72     s2        =      8.20         8.30       10.31
Sumber: Data Primer, 2007


                        Data di atas adalah nilai hasil belajar yang didapat dari

                pelaksanaan pre test dan pos test pada kelompok eksperimen dan kontrol

                dengan jumlah sampel tiap-tiap kelompok sebanyak 35, adapun artinya

                jumlah (∑) nilai pre test pada kelompok eksperimen sebesar 1733.33, dan
                                                                                      44



       post test sebesar 2540.70, dengan jumlah selisih sebesar 807. Rata-rata

       nilai pre test 49.52, dan nilai pos test 72,59, dengan peningkatan sebesar

       23,07. Pada keadaan kelas kontrol memiliki jumlah yang sama yaitu 35

       siswa pada jumlah (∑) nilai pre test pada kelompok kontrol sebesar

       1744,44, dan post test sebesar 2366,67 dengan jumlah selisih sebesar

       622,22. Rata-rata nilai pre test 49,84, dan nilai pos test 67,62, dengan

       peningkatan sebesar 17,78.

               Data yang diperoleh dari pengujian awal dan akhir kemudian

       dianalisa untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara

       kedua kelompok tersebut, yakni kelompok eksperimen dengan kelompok

       kontrol. Adapun rumus yang digunakan adalah t-test.


Tabel 10. Analisa Data Nilai T-Test

                              Eksperimen                         kontrol

                      Pre test        Pos test         Pre tes             Pos test

       N                35                 35            35                  35

   Rata-rata           49,52           72,59            49,84               67,62

Standar Deviasi        8,120           7,997            8,120               7,997

   T-Hitung           -0,164           2,601           -0,164               2,601

Daya Kebebasan          68                 68            68                  68

    T-Tabel            2,00                1,67         2,00                1,67

Sumber: Data Primer, 2007

           Dapat diketahui bahwa jumlah sampel tiap kelompok sebanyak 35,

   pada nilai pre test kelompok eksperimen mendapatkan rata-rata 49,52 dan
                                                                            45



kelompok kontrol sebesar 49,84, dengan standar penyimpangan terhadap rata-

rata 7,997, dan nilai derajat kebebasan dari kesalahan data 68, karena hasil

perhitungan nilai t -0,164 < 2,00 dari t- tabel, berarti nilai pre test kedua

kelompok tidak menunjukan berbedaan yang signifikan. Sedangkan pos test

siswa dengan rata-rata nilai kelompok eksperimen sebesar 72,59, dan

kelompok kontrol sebesar 67,62. dengan standar penyimpangan rata-rata

7,997 dan derajat atau tingkat kebebasab dari kesahan data 68, diperoleh

perhitungan nilai t sebesar 2,601 > 1,67 dari t-tabel berarti, prestasi belajar

kelompok eksperimen lebih baik daripada prestasi belajar kelompok kontrol

atau ada perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok.

       Dapat disimpulkan berdasar nilai tugas dan nilai ulangan harian yang

diperoleh antara kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol bahwa

prestasi belajar kelompok eksperimen yang menggunakan LKS dalam

pembelajaran memperoleh hasil lebih baik dari pada kelompok kontrol yang

tidak menggunakan LKS dalam pembelajaran.

        Setelah menempuh proses penilaian mulai dari uji coba pre test

sampai uji pos test didapat dua nilai rata-rata yang berbeda, kemudian

dibandingkan antara nilai rata-rata keduanya sebagai tolak ukur untuk

mengetahui adanya peningkatan nilai rata- rata hasil belajar pada setiap

sampel penelitian.
                                                                           46



 Tabel 11. Uji Peningkatan Hasil Belajar

      Sampel        Jumlah Selisih Nilai Pre Test    Rata-rata      SD

                         terhadap Pos Test

    Eksperimen                 807,4                  23,07         9,72

      Kontrol                  622,2                  17,78        10,31

 Sumber: Data Primer, 2007

          Pada kelompok eksperimen dengan nilai t-hitung adalah 14,04

   sedangkan t-tabel adalah 1,69 maka dapat disimpulkan bahwa ada

   peningkatan hasil belajar yang signifikan karena t berada pada daerah

   penolakan. Sedangkan pada kelompok kontrol dengan t-hitung adalah 10,20

   dan t-tabel 1,69 maka dapat disimpulkan pula karena t berada pada daerah

   penolakan sehingga keduanya mengalami peningkatan hasil belajar yang

   signifikan. (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 12 halaman 97)


F. Pembahasan Hasil Penelitian

          Pemanfaataan LKS digunakan pada kurikulum 1994, yaitu kurikulum

   yang menekankan pada pendekatan CBSA serta menekankan untuk

   mengaktifkan penggunaan LKS disekolah. Dimana LKS telah digunakan

   sebagai sarana pembantu guru dalam menyusun pelajaran, sebagai pedoman

   guru dan siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran serta membantu

   mengaktifkan siswa dalam menemukan dan mrengembangkan konsep serta

   ketrampilan proses.

          Seiring dengan perubahan kurikulum dan pendekatan pembelajaran

   yang telah disesuaikan dengan tujuan pendidikan, ternyata LKS masih banyak
                                                                         47



digunakan oleh guru dan siswa sebagai sarana belajar mengajar di sekolah.

Bertolak dari beberapa faktor yang telah diuraikan di atas itulah penulis

tertarik untuk mengetahui adakah pengaruh penggunaan LKS terhadap

prestasi belajar siswa yang kini telah mengembangkan pembelajaran dengan

sistem kurikulum berbasis kompetensi (KBK).

         Dengan demikian dalam usaha mencapai tujuan hasil belajar perlu

diciptakan adanya sistem lingkungan belajar yang mendukung tercapainya

prestasi belajar yang lebih baik dengan jalan, (1) Menciptakan suasana kelas

yang kondusif, (2) Mengkaitkan materi dengan kehidupan nyata di lapangan

yang aktual, (3) Menyajikan media dan alat pembelajaran, (4) Model

pembelajaran yang bervariasi.

       Dalam proses skenario pembelajaran (Lihat tabel 2 halaman 32) pada

tanggal 8 mei 2007, pembelajaran dilaksanakan dengan mengajak siswa

langsung ke lapangan, siswa ditugaskan mengamati kualitas lingkungan alam

sekitar serta mencari solusinya dengan panduan LKS. Metode pembelajaran

seperti kegiatan diatas adalah upaya penulis menempuh serangkaian proses

pembelajaran yang relevan dengan cara menggunakan metode mengajar yang

bervariasi. Kemudian perlakuan diatas diimplementasikan terhadap dua

kelompok yang berbeda yaitu antara kelompok eksperimen yang memakai

LKS dan kelompok kontrol yang tidak memakai LKS.

       Sesuai langkah skenario penelitian dengan penggunan LKS dalam

pembelajaran geografi serta metode pembelajaran yang bervariasi, ternyata

siswa lebih termotivasi untuk mempelajari konsep-konsep dan prinsip-prinsip
                                                                              48



geografi serta tidak lekas bosan atau jenuh dalam belajar. Apalagi dalam

proses belajar siswa terlibat secara langsung dan aktif, maka siswa akan

mampu mengahadapi dan memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya.

Melalui LKS siswa dapat berfikir secara kreatif, karena siswa bertindak

sebagai subyek dalam setiap proses belajar mengajar. Melalui LKS dapat

memberikan kesempatan kepada siswa untuk melakukan pengamatan,

berfikir,     membuat     dan   mengemukakan      pendapat-pendapatnya    secara

konsekuen serta aktif. Hal ini menjadikan siswa untuk lebih meningkatkan

prestasi belajar dan pengetahuannya.

            Dari analisa data hasil penelitian diatas diketahui bahwa hipotesis

alternatif yang diajukan penulis diterima. Jika hal ini dihubungkan dengan

permasalahan penelitian, maka dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan

metode LKS dalam pembelajaran berbasis kompetensi ternyata masih efektif

untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran geografi.

            Apabila dilihat dari harga t dan rata-rata nilainya, ternyata didapat

harga t dengan jauh lebih besar yaitu 2,601 dibanding dengan harga t-tabel

sebesar 1,67 maka dapat dikatakan bahwa dengan menggunakan LKS dalam

proses belajar mengajar geografi dapat memberikan perbedaan yang nyata

dalam pencapaian prestasi belajar. Sebab siswa yang diajar dengan

menggunakan LKS prestasi belajarnya lebih baik dibanding siswa yang dalam

pengajarannya tidak memakai LKS.

            Dalam pembelajaran yang menggunakan pendekatan CTL. Ternyata

LKS mampu berpengaruh mengimplementasikan siswa mengantarkan pola
                                                                            49



pikirnya untuk dikaitakan terhadap kehidupan nyata. Salah satunya dalam

pembelajaran dengan pokok bahasan kualitas lingkungan hidup dan

pembangunan berwawasan lingkungan yakni siswa ditugaskan memilih 5

rentetan permasalahan didunia yang tercantum dalam LKS sesuai dengan

keadaan lingkungan siswa masing-masing, kemudian siswa mengidentifikasi

penyebab pemasalahan tersebut yang selanjutnya dianalisis untuk diambil

solusi dalam pemecahan permasalahan tersebut. Sehingga dari sistem

pembelajaran tersebut dapat dikatakan bahwa LKS dapat memiliki manfaat

sebagai penuntun penelitian.

           Dalam pembelajaran berbasis kompetensi dengan sistem evaluasi

yang mengikat pada penilaian kognitif. Afektif dan psikomotorik maka

didapat hasil dari setiap kelompok eksperimen maupun kontrol sebagai

berikut:

1. Nilai afektif kelompok eksperimen

   Pada nilai afektif bertujuan untuk mengetahui tingkat perilaku siswa yang

   didasarkan pada ciri pribadi dalam aktifitas pembelajaran baik kelompok

   maupun individual, seperti:

   a. Aspek minat

     Aspek minat disini merupakan variable dari aspek afektif yang

     digunakan untuk mengetahui tingkat gairah dan motivasi siswa dalam

     mengikuti pembelajaran, yang terbagi dalam beberapa indikator yaitu:
                                                                   50



1) Kehadiran

   Dari perhitungan observasi terhadap aspek minat terbagi menjadi 5

   indikator. Dengan hasil kesimpulan bahwa       indikator kehadiran

   selalu masuk dan tidak pernah terlambat pada kelompok eksperimen

   sebanyak 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel, selalu masuk tetapi

   pernah terlambat 42,8% atau 15 siswa dari 35 sampel, pernah tidak

   masuk (sakit) dan tidak pernah terlambat 2,8% atau 1 dari 35

   sampel, dan pernah tidak masuk (sakit) dan pernah terlambat sebesar

   45,7% atau 16 siswa dari 35 sampel.

2) Perhatian

   Dalam aspek minat dengan indikator dalam mengikuti pelajaran

   kadang-kadang perhatian tetapi sering menyampaikan pendapat

   sebanyak 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel, mengikuti

   pembelajaran penuh perhatian tetapi jarang menyampaikan pendapat

   17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, dan mengikuti pelajaran kurang

   perhatian dan jarang menyampaikan pertanyaan sebesar 68,5% atau

   24 siswa dari 35 sampel serta dalam mengikuti pembelajaran penuh

   perhatian dan sering menyampaikan pendapat dan pertanyaan

   sebayak 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel.

3) Partisipasi

   Penilaian afektif yang mencakup minat partisipasi diperoleh dengan

   partisipasi aktif dan dilakukan dengan baik dalam pelajaran sebesar

   20% atau 7 siswa dari 35 sampel, partisipasi aktif tetapi dilakukan
                                                                     51



   kurang baik sebesar 37,1% atau 13 siswa dari 35 sampel, kurang

   partisipasi dan dilakukan dengan baik sebesar 8,57% atau 3 siswa

   dari 35 sampel, kurang berpartisipasi akti dan kurang baik sebesar

   31,4% atau 11 siswa dari 35 sampel, serta tidak berpartisipasi dan

   dilakukan kurang baik sebanyak 2,8% atau 1 siswa dari 35 sampel.

4) Keaktifan

   Penilaian afektif yang mendasarkan kepada tingkat keaktifan siswa

   terbagi dala lima variabel, dengan hasil yang diperoleh yaitu, aktif

   melaksanakan tugas analisis kliping dan selalu selesai sebanyak

   48,5% atau 17 siswa dari 35 sampel, aktif menganalisis kliping dan

   tidak pernah selesai sebesar 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel,

   kurang aktif menganalisis tugas dan selalu selesai sebesar 5,7% atau

   2 siswa dari 35 sampel, kurang aktif melakukan analisis kliping dan

   tidak pernah selesai sebesar 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, serta

   kurang aktif dan sering tidak selesai menganalisis kliping sebesar

   22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel.

5) Laporan

   Penilaian pada tingkat laporan didapat bahwa semua data

   pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan lengkap

   sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, semua data pengamatan

   lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan kurang lengkap

   sebesar 37,1% atau 13 siswa dari 35 sampel, sebagian besar data

   pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan lengkap
                                                                     52



     sebesar 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, dan sebagian kecil data

     pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan lengkap

     sebesar 42,8% atau 15 siswa dari 35 sampel.

      (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 21 halaman 116)

b. Aspek sikap

 Aspek sikap disini bertujuan guna mengetahui tingkat perilaku terhadap

 diri dan lingkungan, adapun indikatornya yaitu:

  1) Tanggung jawab

     Siswa selalu bertanggung jawab terhadap tugas pribadi dan

     kelompok sebesar 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel,         Selalu

     bertanggung jawab terhadap tugas pribadi, tetapi mengabaikan tugas

     kelompok 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel, Mengabaikan tugas

     pribadi, tetapi selalu bertanggung jawab terhadap tugas kelompok

     14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, Sering mengabaikan tugas

     pribadi maupun kelompok 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel, Tidak

     bertanggung jawab terhadap tugas pribadi maupun kelompok

     sebesar 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel.

 2) Kejujuran

     Siswa selalu jujur dan tidak pernah menyontek sebesar 48,5% atau

     17 siswa dari 35 sampel, Kurang jujur dan sekali pernah menyontek

     14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, Kurang jujur dan dua kali pernah

     menyontek 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, kurang jujur dan tiga

     kali menyontek 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, serta siswa tidak
                                                                     53



    jujur dan sering menyontek sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35

    sampel.

3) Interaksi

    Siswa selalu bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas

    sebesar 5,7% atau 2 sampel dari 35 siswa, Sering bertanya kepada

    guru tentang materi yang belum jelas 8,57% atau 3 siswa dari 35

    sampel, Kadang-kadang bertanya kepada guru tentang materi yang

    belum jelas 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, Pernah bertanya

    kepada guru tentang materi yang belum jelas 37,1% atau 13 siswa

    dari 35 sampel, siswa tidak pernah bertanya sama sekali sebesar

    31,4% atau 11 siswa dari 35 sampel.

4) Teliti

    Siswa selalu teliti dalam mengerjakan tugas dan ulangan sebesar

    14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, kurang teliti dalam mengerjakan

    tugas, tetapi teliti dalam mengerjakan ulangan 25,7% atau 9 siswa

    dari 35 sampel, teliti dalam mengerjakan tugas, tetapi tidak teliti

    dalam mengerjakan ulangan 34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel,

    kurang teliti dalam mengerjakan tugas dan ulangan 22,8% atau 8

    siswa dari 35 sampel, siswa tidak teliti dalam mengerjakan tugas dan

    ulangan sebesar 2,8% atau 1 siswa dari 35 sampel.

5) Sistematis

    Siswa mengerjakan tugas selalu dikerjakan dengan runtut dan sesuai

    prosedur sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, tugas sering
                                                                     54



     dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur 5,7% atau 2 siswa dari

     35 sampel, tugas kadang-kadang dikerjakan dengan runtut dan

     sesuai prosedur 40% atau 14 siswa dari 35 sampel, tugas kurang

     dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur 28,5% atau 10 siswa

     dari 35 sampel, tugas tidak pernah dikerjakan dengan runtut dan

     sesuai prosedur sebesar 20% atau 7 siswa dari 35 sampel.

     (Perhitungan selengkapnya lihat lampiran 35 halaman 117)

c. Aspek nilai

 Aspek nilai disini adalah salah satu variabel yang mengukur perilaku

 sosial, dengan indikator yaitu:

 1) Bekerjasama

     Siswa selalu bekerjasama dengan semua anggota kelompoknya

     sebesar 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel, bekerjasama dengan

     beberapa orang dalam kelompoknya 20% atau 7 siswa dari 35

     sampel, hanya bekerjasama dengan salah satu anggota kelompoknya

     34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, Individu tidak bekerjasama

     dengan anggota kelompoknya 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel,

     tidak bekerjasama dengan anggota kelompoknya dan mengganggu

     kelompok lain sebesar 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel.

 2) Menghargai pendapat

     Siswa selalu mendengarkan sampai selesai dan tidak pernah

     menyalahkan pendapat teman sebesar 28,5% atau 10 siswa dari 35

     sampel, mendengarkan tetapi kadang-kadang menyalahkan ketika
                                                                  55



   teman berpendapat 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel, kurang

   mendengarkan dan tidak pernah menyalahkan pendapat teman

   34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, kurang mendengarkan dan

   sering menyalahkan pendapat teman sebesar 25,7% atau dari 35

   sampel.

3) Menghargai waktu

   Siswa memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak pernah

   mengganggu teman sebesar 20% atau 7 siswa dari 35 sampel,

   memanfaatkan    waktu    dengan    baik,   tetapi   kadang-kadang

   mengganggu teman 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, kurang

   memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak pernah mengganggu

   teman 28,5% atau 10 siswa dari 35 sampel, kurang memanfaatkan

   waktu dengan baik dan kadang-kadang mengganggu teman 14,2%

   atau 5 siswa dari 35 sampel, tidak memanfaatkan waktu dengan baik

   dan sering mengganggu teman sebesar 22,8% atau 8 siswa dari 35

   sampel.

4) Kerapihan

   Catatan dan tugas diselesaiakan dengan rapih dan lengkap sebesar

   25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel, catatan dan tugas diselesaikan,

   tetapi kurang lengkap 37,1% atau 13 siswa dari 35 sampel, catatan

   diselesaikan dengan kurang rapih dan kurang lengkap 14,2% atau 5

   siswa dari 35 sampel, catatan diselesaikan dengan kurang rapid dan

   tidak lengkap 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel, catatan dan tugas
                                                                         56



         tidak rapih dan tidak lengkap sebesar 11,4% atau 4 siswa dari 35

         sampel.

     5) Penggunaan LKS

         Siswa selalu membaca dan mengerjakan tugas pelatihan dengan baik

         sebesar 5,7% 2 siswa dari 35 siswa, siswa sering membaca dan

         mengerjakan pelatihan dengan baik 25% dari 35 sampel, siswa

         kadang-kadang membaca mengerjakan dengan baik sebesar 42,8%

         atau 15 siswa dari 35 sampel, tidak pernah membaca dan

         mengerjakan pelatihan dengan baik 17,1% atau 6 siswa dari 35

         sampel, serta siswa yang tidak pernah membaca dan mengerjakan

         pelatihan sebesar 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel.

         (Perhitungan selengkapnya lihat lampiran 21 halaman 118)

2. Nilai afektif kelompok kontrol

   Pada nilai afektif bertujuan untuk mengetahui tingkat perilaku siswa yang

   didasarkan pada ciri pribadi dalam aktifitas pembelajaran baik kelompok

   maupun individual, seperti:

   a. Aspek minat

   Aspek minat disini merupakan variable dari aspek afektif yang digunakan

   untuk mengetahui tingkat gairah dan motivasi siswa dalam mengikuti

   pembelajaran, yang terbagi dalam beberapa indikator yaitu:

     1) Kehadiran

         Dari perhitungan observasi terhadap aspek minat terbagi menjadi 5

         indikator. Dengan hasil kesimpulan bahwa       indikator kehadiran
                                                                     57



   selalu masuk dan tidak pernah terlambat pada kelompok eksperimen

   sebanyak 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, selalu masuk tetapi

   pernah terlambat 40% atau 14 siswa dari 35 sampel, pernah tidak

   masuk (sakit) dan tidak pernah terlambat 11,4% atau 4 siswa dari 35

   sampel, dan pernah tidak masuk (sakit) dan pernah terlambat sebesar

   40% atau 14 siswa dari 35 sampel. Jarang sekali masuk dan pernah

   terlambat sebesar 2,8% atau 1 siswa dari 35 sampel

2) Perhatian

   Dalam aspek minat dengan indikator dalam mengikuti pelajaran

   kadang-kadang perhatian tetapi sering menyampaikan pendapat

   sebanyak 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, mengikuti pembelajaran

   penuh perhatian tetapi jarang menyampaikan pendapat 22,8% atau 8

   siswa dari 35 sampel, dan mengikuti pelajaran kurang perhatian dan

   jarang menyampaikan pertanyaan sebesar 57,1% atau 20 siswa dari

   35 sampel serta dalam mengikuti pembelajaran penuh perhatian dan

   sering menyampaikan pendapat dan pertanyaan sebayak 5,7% atau 2

   siswa dari 35 sampel. Tidak perhatian dan tidak menyampaikan

   pendapat sebesar 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel.

3) Partisipasi

   Penilaian afektif yang mencakup minat partisipasi diperoleh dengan

   partisipasi aktif dan dilakukan dengan baik dalam pelajaran sebesar

   14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, partisipasi aktif tetapi dilakukan

   kurang baik sebesar 28,5% atau 10 siswa dari 35 sampel, kurang
                                                                     58



   partisipasi dan dilakukan dengan baik sebesar 17,1% atau 6 siswa

   dari 35 sampel, kurang berpartisipasi aktif dan kurang baik sebesar

   34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, serta tidak berpartisipasi dan

   dilakukan kurang baik sebanyak 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel.

4) Keaktifan

   Penilaian afektif yang mendasarkan kepada tingkat keaktifan siswa

   terbagi dalam lima variabel, dengan hasil yang diperoleh yaitu; aktif

   melaksanakan tugas analisis kliping dan selalu selesai sebanyak

   34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, aktif menganalisis kliping dan

   tidak pernah selesai sebesar 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel,

   kurang aktif menganalisis tugas dan selalu selesai sebesar 28,5%

   atau 10 siswa dari 35 sampel, kurang aktif melakukan analisis

   kliping dan tidak pernah selesai sebesar 8,75% atau 3 siswa dari 35

   sampel, serta kurang aktif dan sering tidak selesai menganalisis

   kliping sebesar 8,75% atau 3 siswa dari 35 sampel.

5) Laporan

   Penilaian pada tingkat laporan didapat bahwa semua data

   pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan lengkap

   sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, semua data pengamatan

   lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan kurang lengkap

   sebesar 37,1% 13 siswa dari 35 sampel, sebagian besar data

   pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan lengkap

   sebesar 31,4% atau 11 siswa dari 35 sampel, dan sebagian kecil data
                                                                       59



     pengamatan lengkap dengan penjelasan, simpulan benar dan lengkap

     sebesar 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel.

     (perhitungan selengkapnya lihat lampiran 22 halaman 119)

b. Aspek Sikap

 Aspek sikap disini bertujuan guna mengetahui tingkat perilaku terhadap

 diri dan lingkungan, adapun indikatornya yaitu:

 1) Tanggung jawab

     Siswa selalu bertanggung jawab terhadap tugas pribadi dan

     kelompok sebesar 25,7% atau 9 siswa          dari 35 sampel,   Selalu

     bertanggung jawab terhadap tugas pribadi, tetapi mengabaikan tugas

     kelompok 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel, Mengabaikan tugas

     pribadi, tetapi selalu bertanggung jawab terhadap tugas kelompok

     14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, Sering mengabaikan tugas

     pribadi maupun kelompok 25,7% atau 9 siswa dari 35 sampel, Tidak

     bertanggung jawab terhadap tugas pribadi maupun kelompok

     sebesar 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel.

 2) Kejujuran

     Siswa selalu jujur dan tidak pernah menyontek sebesar 48,5% atau

     17 siswa dari 35 sampel, Kurang jujur dan sekali pernah menyontek

     14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, Kurang jujur dan dua kali pernah

     menyontek 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, kurang jujur dan tiga

     kali menyontek 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, serta siswa tidak
                                                                     60



    jujur dan sering menyontek sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35

    sampel.

3) Interaksi

    Siswa selalu bertanya kepada guru tentang materi yang belum jelas

    sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, Sering bertanya kepada

    guru tentang materi yang belum jelas 8,57% atau 3 siswa dari 35

    sampel, Kadang-kadang bertanya kepada guru tentang materi yang

    belum jelas 17,1% atau 6 siswa dari 35 sampel, Pernah bertanya

    kepada guru tentang materi yang belum jelas 37,1% atau 13 siswa

    dari 35 sampel, siswa tidak pernah bertanya sama sekali sebesar

    31,4% atau 11 siswa dari 35 sampel.

4) Teliti

    Siswa selalu teliti dalam mengerjakan tugas dan ulangan sebesar

    14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, kurang teliti dalam mengerjakan

    tugas, tetapi teliti dalam mengerjakan ulangan 25,7% atau 9 siswa

    dari 35 sampel, teliti dalam mengerjakan tugas, tetapi tidak teliti

    dalam mengerjakan ulangan 34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel,

    kurang teliti dalam mengerjakan tugas dan ulangan 22,8% atau 8

    siswa dari 35 sampel, siswa tidak teliti dalam mengerjakan tugas dan

    ulangan sebesar 2,8% atau 2 siswa dari 35 sampel.

5) Sistematis

    Siswa mengerjakan tugas selalu dikerjakan dengan runtut dan sesuai

    prosedur sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, tugas seing
                                                                     61



     dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur 5,7% atau 2 siswa dari

     35 sampel, tugas kadang-kadang dikerjakan dengan runtut dan

     sesuai prosedur 40% 14 siswa dari 35 sampel, tugas kurang

     dikerjakan dengan runtut dan sesuai prosedur 25,7% atau 9 siswa

     dari 35 sampel, tugas tidak pernah dikerjakan dengan runtut dan

     sesuai prosedur sebesar 22.8% atau 8 siswa dari 35 sampel.

     (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 21 halaman 120)

c. Aspek Nilai

 Aspek nilai disini adalah salah satu variabel yang mengukur perilaku

 sosial, dengan indikator yaitu:

 1) Bekerjasama

     Siswa selalu bekerjasama dengan semua anggota kelompoknya

     sebesar 11,4% atau 4 siswa dari 35 sampel, bekerjasama dengan

     beberapa orang dalam kelompoknya 17,1% atau 6 siswa dari 35

     sampel, hanya bekerjasama dengan salah satu anggota kelompoknya

     28,5% atau 10 siswa dari 35 sampel, Individu tidak bekerjasama

     dengan anggota kelompoknya 22,8% atau 8 siswa dari 35 sampel,

     tidak bekerjasama dengan anggota kelompoknya dan mengganggu

     kelompok lain sebesar 20% atau 14 siswa dari 35 sampel.

 2) Menghargai pendapat

     Siswa selalu mendengarkan sampai selesai dan tidak pernah

     menyalahkan pendapat teman sebesar 25,7% atau 9 siswa dari 35

     sampel, mendengarkan tetapi kadang-kadang menyalahkan ketika
                                                                  62



   teman berpendapat 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, kurang

   mendengarkan dan tidak pernah menyalahkan pendapat teman

   34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, kurang mendengarkan dan

   sering menyalahkan pendapat teman sebesar 34,2% atau 12 siswa

   dari 35 sampel.

3) Menghargai waktu

   Siswa memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak pernah

   mengganggu teman sebesar 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel,

   memanfaatkan      waktu   dengan   baik,   tetapi   kadang-kadang

   mengganggu teman 14,2% atau 5 siswa dari 35 sampel, kurang

   memanfaatkan waktu dengan baik dan tidak pernah mengganggu

   teman 34,2% atau 12 siswa dari 35 sampel, kurang memanfaatkan

   waktu dengan baik dan kadang-kadang mengganggu teman 14,2%

   atau 5 siswa dari 35 sampel, tidak memanfaatkan waktu dengan baik

   dan sering mengganggu teman sebesar 22,8% atau 8 siswa dari 35

   sampel.

4) Kerapihan

   Catatan dan tugas diselesaiakan dengan rapih dan lengkap sebesar

   25,7% atau 8 siswa dari 35 sampel, catatan dan tugas diselesaikan,

   tetapi kurang lengkap 37,1% atau dari 35 sampel, catatan

   diselesaikan dengan kurang rapih dan kurang lengkap 17,1% atau 6

   siswa dari 35 sampel, catatan diselesaikan dengan kurang rapih dan

   tidak lengkap 8,57% atau 3 siswa dari 35 sampel, catatan dan tugas
                                                                         63



        tidak rapih dan tidak lengkap sebesar 11,4% atauu 4 siswa dari 35

        sampel.

     5) Penggunaan buku paket dan referensi lain

        Siswa selalu membaca dan mengerjakan tugas pelatihan dengan baik

        sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel, siswa sering membaca

        dan mengerjakan pelatihan dengan baik 25% atau 9 siswa dari 35

        sampel, siswa kadang-kadang membaca mengerjakan dengan baik

        sebesar 45,7% atau 16 siswa dari 35 sampel, tidak pernah membaca

        dan mengerjakan pelatihan dengan baik 17,1% atau 6 siswa dari 35

        sampel, serta siswa yang tidak pernah membaca dan mengerjakan

        pelatihan sebesar 5,7% atau 2 siswa dari 35 sampel.

        (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 22 halaman 122)

3. Nilai psikomotorik kelompok eksperimen

   Pada nilai psikomotorik penulis mengobservasi dengan 5 kriteria penilaian

   serta 5 indikator pencapaian psikomotorik. Dengan hasil penilaian bahwa,

   tingkatan siswa dalam mempersiapkan pembelajaran dilakukan dengan

   cukup baik, serta kemampuan bertanya pada setiap proses pemnelajaran

   dilakukan dengan kurang baik, kecakapan menggali dan mengerjakan

   LKS dilakukan dengan cukup. Mengutarakan pendapat dilakukan cukup

   baik, serta kemampuan siswa dalam memecahkan masalah dilakukan

   dengan sangat baik.

   (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 21 hal. 119)
                                                                      64



4. Nilai Psikomotorik kelompok Kontrol

   Pada penilaian psikomotorik kelompok Kontrol tidak jauh berbeda dengan

   kelompok eksperimen hanya tidak adanya perlakuan terhadap LKS.

   Dengan hasil penelitian bahwa, tingkatan siswa dalam mempersiapkan

   pembelajaran dilakukan dengan cukup baik pula, serta kemampuan

   bertanya pada setiap proses pemnelajaran dilakukan dengan kurang baik,

   kecakapan menggali dan mengerjakan tugas dilakukan dengan cukup.

   Mengutarakan pendapat dilakukan cukup baik, serta kemampuan siswa

   dalam memecahkan masalah dilakukan dengan sangat baik pula.

   (Hasil perhitungan selengkapnya pada lampiran 22 hal. 123).
                                     BAB V

                                   PENUTUP



A. Kesimpulan

          Setelah melalui serangkaian langkah kerja penelitian, akhirnya skripsi

  dengan judul “penggaruh penggunaan lembar kerja siswa dalam pembelajaran

  berbasis kompetensi terhadap prestasi belajar geografi pada siswa kelas X

  semester 2 SMA Negeri 8 Semarang tahun ajaran 2006/2007” dapat diambil

  kesimpulan sebagai berikut:

   1. Bahwa, hipotesis nol (Ho) yang berbunyi tidak ada perbedaan antara

      prestasi belajar siswa yang menggunakan LKS dengan siswa yang tidak

      menggunakan LKS hasilnya tidak terbukti, yang berarti hipotesis nol tidak

      diterima, sedangkan hipotesis 1 (H1)     yang berbunyi prestasi belajar

      geografi pada siswa yang diajar menggunakan LKS lebih baik dari pada

      prestasi belajar geografi pada siswa yang diajar tanpa menggunakan LKS

      hasilnya terbukti atau dapat diterima dan berarti terdapat pengaruh yang

      signifikan. (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 14 halaman 100)

   2. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pemakaian LKS dapat

      meningkatkan prestasi belajar geografi siswa, berarti masih terdapat

      efektifitas penggunaan LKS yang diterapkan dalam proses pembelajaran

      berbasis kompetensi, meskipun kurikulum dan metode pendekatan yang

      digunakan telah berbeda.




                                     65
                                                                                66



   3. Dari metode observasi mengenai tingkat aktifitas pembelajaran siswa

      dikelas yang mencakup aspek afektif dan psikomotorik didapatkan hasil

      yaitu, bahwa kelompok eksperimen yang menggunakan LKS sebagai alat

      pembelajaran hasilnya lebih baik dibanding kelompok kontrol yang tidak

      menggunakan LKS dalam aktifitas pembelajaran geografi.

      (Perhitungan selengkapnya pada lampiran 21).



B. Saran

           Berkaitan dengan pembahasan yang ternyata kecenderungan prestasi

   belajar kelompok eksperimen lebih baik yaitu sebesar 72,59 dari pada

   kelompok kontrol sebesar 67,62 maka saran-saran yang dapat penulis ajukan

   1. Guru sebaiknya berusaha untuk dapat membuat LKS sendiri sebagai alat

      pembelajaran bagi siswanya karena gurulah yang lebih tahu kemampuan

      belajar siswanya.

   2. Diharapkan, khususnya guru mata pelajaran geografi agar selalu

      menggunakan LKS dalam aktifitas pembelajaran.

   3. Penelitian ini dilaksanakan pada SMA Negeri 8 Semarang tahun ajaran

      2006/2007. sehingga kesimpulan hanya berlaku bagi obyek penelitian

      tersebut. Sehingga perlu adanya penelitian lebih lanjut yang serupa yang

      melibatkan populasi lebih besar dengan materi pelajaran yang lain pula.
                             DAFTAR PUSTAKA




Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: PT.
       Rineka Cipta.
Chatarina. 2005. Psikologi Belajar. Semarang: UPT MKK UNNES


Darmojo, dan Kaligis. 1991. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP
       Semarang Press.
Darsono, M. 2000. Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Semarang Press.


Depdiknas. 2003. Kurikulum 2004 Standar Kompetensi Mata Pelajaran Geografi.
       Jakarta: Depdiknas.
_________ 2003. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta:
       Depdiknas.
_________ 2004. Pedoman Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa dan Sekenario
       Pembelajaran Sekolah Menengah Atas. Jakarta: Direktorat Pendidikan
       Menengah Umum.
Dimyati. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Asdi Mahasatya.

KNPI. 1994. Kurikulum Untuk Abad Ke-21. Jakarta: Grasindo

Linda. 2006. ‘Keefektifan Penggunaan Alat Peraga dan LKS Terhadap Hasil
       Belajar Pada Siswa Kelas VII Semester 2 di SMP Muhammadiyah
       Kabupaten Tegal’. Skripsi. Semarang: UNNES.
Mulyasa. 2003. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Rosdakarya.

Sudjana. 1996. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.

Poerwadarminta. 1984. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Sutrisno. H. 2000. Statistik. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.



                                       67
                                                                      68



Supriyadi. 2005. ‘Penggunaan LKS Berstruktur Untuk Meningkatkan Hasil
      Belajar Dalam pokok Bahasan Suhu dan Kalor Pada Siswa Kelas X
      Semester 2 SMA Negeri 1 Purwodadi’. Skripsi. Semarang: UNNES.
Team MGMP Geografi Semarang. 2006. Lembar Kegiatan Siswa. Semarang:
      Team MGMP Geografi Semarang.
W.S. Winkel. 1983. Psikologi pendidikan Dan Evaluasi Belajar. Jakarta:
      Gramedia.
Yamin. 2006. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung
      Persada Press.
Yuningsih, A. 2006. ‘Analisis LKS Biologi SMP Kelas II Semeter I Yang
      Digunakan SMP Negeri Di Kota Semarang’. Skripsi. Semarang: UNNES.