Docstoc

skripsi kemapuan mahasiswa sems

Document Sample
skripsi kemapuan mahasiswa sems Powered By Docstoc
					                          SKRIPSI

KEMAMPUAN MAHASISWA SEMESTER III PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN BAHASA PRANCIS TAHUN AJARAN 2008/2009
  DALAM MEMAHAMI DAN MENGGUNAKAN PARONIM
        DALAM KALIMAT BAHASA PRANCIS


          Disusun guna meraih gelar Sarjana Pendidikan


                             Oleh:

                 Nama     : Triana Mardi Astuti
                 NIM      : 2301404007
                 Prodi    : Pendidikan Bahasa Prancis




            BAHASA DAN SASTRA ASING
           FAKULTAS BAHASA DAN SENI
         UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
                             2009
                                 PERNYATAAN


Dengan ini saya:
Nama          : Triana Mardi Astuti
NIM           : 2301404007
Prodi         : Pendidikan Bahasa Prancis
Jurusan       : Bahasa dan Sastra Asing
Fakultas      : Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang
        menyatakan   dengan    sesungguhnya     bahwa    skripsi     yang     berjudul
“Kemampuan mahasiswa semester III Prodi Pendidikan Bahasa Prancis tahun
ajaran 2008/2009 dalam memahami dan menggunakan paronim dalam kalimat
bahasa Prancis” yang saya tulis dalam rangka memenuhi salah satu syarat
memperoleh gelar sarjana ini benar-benar merupakan hasil karya sendiri. Skripsi ini
saya hasilkan setelah melalui penelitian, bimbingan, diskusi, dan pemaparan atau
ujian. Semua kutipan baik langsung atau tidak langsung, telah disertai identitas
sumbernya dengan cara yang sebagaimana lazimnya dalam penulisan karya ilmiah.
        Dengan demikian, walaupun tim penguji dan pembimbing skripsi ini telah
membubuhkan tanda tangan sebagai tanda keabsahannya, seluruh isi karya ilmiah ini
tetap menjadi tanggung jawab saya sendiri. Jika dikemudian hari ditemukan
ketidakberesan, saya bersedia menerima akibatnya.
Demikian pernyataan ini saya buat agar dapat digunakan seperlunya.


                                                         Semarang, 24 Maret 2009
                                                                   Penulis,


                                                                Triana M.A
                                                               NIM 2301404007
                              HALAMAN PENGESAHAN




          Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Panitia Ujian Skripsi Jurusan
Bahasa dan Sastra Asing, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang
pada:
hari               : Selasa
tanggal            : 24 Maret 2009


                                     Panitia Ujian Skripsi


          Ketua,                                             Sekretaris,




 Prof. Dr. Rustono, M.Hum                          Dra. Diah Vitri Widayanti, DEA
          NIP.131281222                                 NIP. 131813669


                                          Penguji I,




                                 Dra. Sri Rejeki Urip, M.Hum
                                         NIP. 131813660




          Penguji II / Pembimbing II,                        Penguji III / Pembimbing I,




  Dra. Anastasia Pudjitriherwanti, M.Hum                        Prof. Dr. Edi Astini
                    NIP. 131813661                               NIP. 130359054
                      MOTTO DAN PERSEMBAHAN




MOTTO:

   Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Q.S Alam Nasyrah:5-6).

   Kita tidak dapat belajar sesuatu tanpa adanya suatu kesulitan (Aristoteles).



PERSEMBAHAN:

    Karya kecilku ini kupersembahkan untuk :

                                         diriku sendiri,

                                         orang tuaku,

                                         Luth, sahabat-sahabat angkatan 2004,

                                         Anda yang membaca karyaku ini.
                               KATA PENGANTAR



        Alhamdulillah wassyukurillah. Puji syukur penulis panjatkan kehadirat

ALLAH SWT atas limpahan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi yang berjudul “Kemampuan Mahasiswa Semester III

Program Studi Pendidikan Bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009 dalam

Memahami dan Menggunakan Paronim dalam Kalimat Bahasa Prancis” sebagai

salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan.

        Terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari bimbingan, bantuan, dan

sumbang saran dari berbagai pihak. Untuk itu, dalam kesempatan ini penulis

menyampaikan terima kasih kepada:

1. Dra. Diah Vitri Widayanti, DEA selaku Ketua Jurusan Bahasa dan Sastra Asing

2. Prof. Dr. Edi Astini, selaku dosen pembimbing I yang telah meluangkan waktu

     untuk membimbing dan mengoreksi serta memberikan masukan dan arahan dalam

     penulisan skripsi ini.

3. Dra. Anastasia Pudjitriherwanti, M.Hum selaku pembimbing II yang dengan

     sabar dan ikhlas membimbing dengan tulus dalam penulisan skripsi ini.

4.   Dra. Sri Rejeki Urip, M.Hum, selaku penguji utama yang telah memberikan

     masukan dan arahan dalam skripsi ini.

5. Bapak Ibu dosen Bahasa dan Sastra Asing yang telah memberikan bekal ilmu

     pengetahuan kepada penulis.
6. Ayah bundaku, terima kasih atas doa, kasih sayang dan semua dukungan materi

   yang telah diberikan selama ini.

7. Adik-adik Semester III tahun ajaran 2008/2009 sekaligus sebagai responden yang

   telah membantu terlaksananya penelitian ini.

         Akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi banyak

pihak.

                                                         Semarang, 24 Maret 2009



                                                                Penulis
                                       SARI


Astuti, Triana Mardi. 2009. Kemampuan Mahasiswa Semester III Prodi Pendidikan
     Bahasa Prancis dalam Memahami dan Menggunakan Paronim dalam Kalimat
     Bahasa Prancis. Skripsi Jurusan Bahasa dan Sastra Asing, Fakultas Bahasa dan
     Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I: Prof. Dr. Edi Astini.
     Pembimbing II: Dra. Anastasia Pudjitriherwanti, M.Hum.

Kata Kunci: Kemampuan, Memahami, Menggunakan, Paronim.

         Bahasa Prancis adalah bahasa yang mempunyai struktur atau kaidah yang
berbeda dengan bahasa Indonesia. Ada beberapa vokal dan konsonan bahasa Prancis
yang tidak terdapat dalam bahasa Indonesia. Perbedaan tersebut biasanya
menyebabkan kesulitan dalam mempelajari, memahami, dan menguasai bahasa
Prancis. Hal itu pula yang menyebabkan pembelajar bahasa Prancis mengalami
kesulitan dalam menuliskan atau melafalkannya. Contoh dalam bahasa Prancis: le
magasin ‘toko’ dan le magazine ‘majalah’, le poisson ‘ikan’ dan le poison ‘racun’,
dsb. Kemiripan itu disebut dengan paronim, yaitu kata-kata yang mirip bentuknya,
ejaan, cara pelafalan, namun maknanya berbeda. Kemiripan tersebut bisa
menyebabkan kebingungan dalam penggunaannya. Kekeliruan dalam pemahaman
dan      penggunaan     kata    berparonimi     akan    membuat       kesalahpahaman
pembaca/pendengar. Maka perlu diketahui kemampuan mahasiswa dalam memahami
dan menggunakan paronim dalam kalimat bahasa Prancis pada mahasiswa Semester
III tahun ajaran 2008/2009.
         Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dan
kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam memahami dan mengggunakan paronim
dalam kalimat bahasa Prancis.
         Populasi dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa Semester III Prodi
Pendidikan bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009 yang telah lulus Mata Kuliah
StructureII, Lire II, dan Écrire II sejumlah 21 orang. Metode pengumpulan data
dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dan metode tes. Metode
dokumentasi digunakan untuk memperoleh data mengenai nama dan jumlah
mahasiswa, sedangkan metode tes digunakan untuk mendapatkan data mengenai
kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menggunakan paronim dalam kalimat
bahasa Prancis. Validitas yang digunakan adalah validitas isi, untuk mengetahui
reliabilitas instrumen digunakan teknik pengulangan tes (test-retest), hasilnya
dikorelasikan menggunakan rumus korelasi Product Moment. Data yang diperoleh
kemudian dianalisis dengan analisis deskriptif persentase dan analisis kritis.
         Kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menggunakan paronim dalam
kalimat bahasa Prancis pada mahasiswa Semester III tahun ajaran 2008/2009
termasuk dalam kategori baik. Nilai rata-ratanya mencapai 72,5. Namun, nilai rata-
rata pemahaman paronim bahasa Prancis lebih tinggi daripada penggunaan paronim
dalam kalimat bahasa Prancis. Berdasarkan hal tersebut, rata-rata responden dalam
penelitian ini mampu memahami kosakata berparonim bahasa Prancis tetapi mereka
tidak dapat menggunakannya dengan benar dalam menyusun kalimat.
                                      RÉSUMÉ

Astuti, Triana Mardi. 2009. La compétence des étudiants du troisième semestre de
     l’année scolaire 2008/2009 du programme de l’enseignement de la langue
     française à comprendre et à utiliser le paronyme dans la phrase. Mémoire.
     Département des langues et des littératures étrangères, du programme de
     l’enseignement du français, de la Faculté des Langues et des Arts de
     l’Université d’État de Semarang. Directrices I: Prof. Dr. Edi Astini, II: Dra.
     Anastasia Pudjitriherwanti, M.Hum.

Mots clés : la compétence, la compréhension, l’utilisation, le paronyme


I. L’introduction

       Le français est une langue qui possède des règles grammaticales et des

structures qui sont différentes de l’indonésien. Dubois (1961:159) dit qu’en français,

l’orthographe ne correspond pas toujours au son, et il est nécessaire de faire la

différence entre les deux. Cela cause la difficulté pour les apprenants du français. Ils

doivent aussi comprendre les lexiques qui ont une ressemblance de son et

d’orthographe, par exemple: ‘le poisson’ et ‘le poison’, ‘le médecin et ‘la médecine’,

‘la conservation’ et ‘la conversation’, ‘jaune’ et jeune’, etc. Cette ressemblance

s’appelle paronyme. D’après Littré (1987:4485), paronyme est un mot qui a du

rapport avec un autre par le son qu’il fait entendre, de sorte que les gens mal instruits

peuvent les confondre. Sans contexte, paronyme peut causer la confusion dans

l’utilisation. La compréhension du paronyme va être claire si on l’utilise dans un

contexte.
       L’objectif majeur de cette recherche est de connaître la compétence à

comprendre et à utiliser le paronyme des étudiants du troisième semestre. En plus, on

veut décrire aussi les erreurs commises par les étudiants.

II. La compétence à comprendre et à utiliser le paronyme

       Dans l’enseignement de la langue, il y a la compétence fondamentale. Valette

(1995:3) divise la compétence fondamentale en quatre, ce sont: (1) la compréhension

orale, (2) la compréhension écrite, (3) l’expression orale, (4) l’expression écrite.

       Tandis que Nurgiyantoro (1995:167), dit que la compétence langagière se

compose en deux formes:

1. Compréhension, se compose de compréhension orale et compréhension écrite. La

   compétence de la compréhension étant la compétence réceptive.

2. Production, se compose de production orale et production écrite. La compétence

   de l’expression (production) étant la compétence productive.

       Dans cette recherche, les étudiants du troisième semestre sont demandés à

distinguer et à montrer leur compréhension sur des paronymes français. Puis, ils

doivent les utiliser dans la phrase.

       Pougeoise dans le dictionnaire didactique de la langue française (1996:311)

dit qu’un paronyme est un mot qui présente une certaine analogie phonétique avec un

terme de sens différent sans toutefois aller jusqu'à l’identité.

       Selon Littré (1987:4485), paronyme est un mot qui a du rapport avec un autre

par le son qu’il fait entendre, de sorte que les gens mal instruits peuvent les

confondre.
        L’exemple des paronymes dans le contexte:

1. a) Le médecin est en train d’examiner ses patients.

  b) Ma mère achète la médecine à la pharmacie.

2. a) Cette jeune fille est belle.

  b) Ma voiture jaune est chère.

3. a) Sylvie fait des achats dans un magasin.

  b) Ma sœur aime bien lire des magazines et des journaux.

4. a) J’aime beaucoup regarder les jeunes filles dont les cheveux sont longs.

  b) Ces chevaux ont couru dix kilomètres en vingt minutes.

5. a) Pierre rencontre l’ami d’enfant quand il a du temps libre.

  b) Le professeur raconte des histoires amusantes aux élèves.



III. Méthodologie de la recherche

        La variable de cette recherche est la compétence des étudiants du troisième

semestre du programme de l’enseignement de la langue française à comprendre et à

utiliser le paronyme dans la phrase. La population de cette recherche se compose de

tous les étudiants du troisième semestre qui ont suivi les cours de Structure II,

d’Ecrire II, et de Lire II.

        Cette recherche a pris 26 étudiants du troisième semestre. 5 étudiants sont

utilisés pour tester la fiabilité du test et 21 étudiants pour relever les données.
       Pour collecter les données, j’ai utilisé la méthode de documentation et la

méthode de test. La méthode de documentation est utilisée pour obtenir les noms et le

nombre des étudiants du troisième semestre du programme de l’enseignement de la

langue française qui ont suivi les cours de Structure II, Ecrire II, et Lire II et celle du

test est utilisée pour obtenir les données sur leurs compétences à comprendre et à

utiliser le paronyme dans la phrase. En plus, on veut décrire aussi les erreurs

commises par les étudiants.

       La validité de cette recherche est celle de contenu car la composition de cet

instrument est accordée par la matière du troisième semestre sous forme des

paronymes qui est enseignée de Campus I à Campus II Unité 4. La formule product-

moment est utilisée pour assurer la fiabilité du test.



IV. Analyse de la recherche

       L’analyse de cette recherche montre que la compétence des étudiants du

troisième semestre à comprendre et à utiliser le paronyme dans la phrase est bien. La

meilleure note des étudiants est 93, la pire est 57, et la note moyenne est 72,5. La note

moyenne de la compréhension du paronyme est meilleure que celle de l’utilisation du

paronyme dans la phrase.
V. Conclusion

       L’analyse dans cette recherche montre que les étudiants du troisième semestre

ont pu bien comprendre des paronymes français, mais ils ne les ont pas pu bien

utiliser bien dans la phrase. La compréhension du paronyme est plus facile que

l’utilisation parce que dans la compréhension, les étudiants du troisième semestre ne

sont demandés que pour rappeler, distinguer, et répondre des paronymes. L’utilisation

du paronyme est difficile parce qu’elle recouvre la maîtrise de structure et de

l’orthographe.

       Il faut que les étudiants maîtrisent leur compétence de comprendre, d’écrire,

ou d’épeler des paronymes dans le contexte ou hors contexte. En s’entraînant

continuellement, l’erreur de comprendre ou d’utiliser des paronymes vont diminuer.
                                                     DAFTAR ISI

                                                                                                                 Hal

HALAMAN JUDUL .....................................................................................                  i

PERNYATAAN .............................................................................................             ii

PENGESAHAN ............................................................................................. iii

MOTTO DAN PERSEMBAHAN ................................................................                              iv

KATA PENGANTAR ...................................................................................                   v

SARI ............................................................................................................... vii

RÉSUMÉ ........................................................................................................ viii

DAFTAR ISI .................................................................................................. xiii

DAFTAR TABEL ......................................................................................... xvi

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. xvii

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1     Latar Belakang ......................................................................................        1

1.2     Rumusan Masalah .................................................................................            4

1.3     Tujuan penelitian ...................................................................................        4

1.4     Penegasan Istilah ....................................................................................       5

1.5     Manfaat Penelitian.................................................................................          5

1.5     Sistematika Penulisan ...........................................................................            6

BAB 2 LANDASAN TEORI

2.1     Kemampuan Berbahasa .........................................................................                7
      2.1.1 Kemampuan Reseptif ......................................................................               7

      2.1.2 Kemampuan Produktif ....................................................................                8

2.2 Pengertian Memahami ........................................................................... 10

2.3      Pengertian Menulis ................................................................................ 11

2.4      Kalimat ................................................................................................... 12

      2.4.1 Pengertian Kalimat............................................................................ 12

      2.4.2 Pengklasifikasian Kalimat................................................................. 13

2.5      Paronim .................................................................................................. 17

      2.5.1 Pengertian Paronim ........................................................................... 17

      2.5.2 Kosakata berparonim dalam materi bahasa Prancis s/d Semester III

              dalam buku pegangan Campus I dan Campus II s/d Unité 4 ............ 20

BAB 3 METODE PENELITIAN

3.1      Variabel Penelitian ................................................................................ 22

3.2      Populasi dan Sampel .............................................................................. 22

      3.2.1 Populasi ............................................................................................. 22

      3.2.2 Sampel............................................................................................... 23

3.3      Metode Pengumpulan Data ................................................................... 23

      3.3.1 Metode Dokumentasi ....................................................................... 23

      3.3.2 Metode Tes........................................................................................ 23

3.4      Validitas dan Reliabilitas........................................................................ 27

      3.4.1 Validitas ............................................................................................ 27

      3.4.2 Reliabilitas ........................................................................................ 27
3.5      Sistem Penilaian ..................................................................................... 29

      3.5.1 Skor Penilaian ................................................................................... 29

      3.5.2 Penilaian............................................................................................ 30

3.6      Metode Analisis Data ............................................................................. 31

BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1      Hasil Penelitian....................................................................................... 32

4.2      Pembahasan ............................................................................................ 34

BAB 5 SIMPULAN DAN SARAN

5.1      Simpulan ................................................................................................ 70

5.2      Saran ...................................................................................................... 71

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN
                                            DAFTAR TABEL

                                                                                                      Halaman

Tabel 1 Kosakata verba berparonim dalam buku pegangan Campus I

          dan Campus II s/d Unité 4 ................................................................... 20

Tabel 2 Kosakata nomina berparonim dalam buku pegangan Campus I

         dan Campus II s/d Unité 4.................................................................... 21

Tabel 3 Kosakata adjektiva berparonim dalam buku pegangan Campus I ......

          dan Campus II s/d Unité 4 ................................................................... 21

Tabel 4 Kisi-kisi instrumen.............................................................................. 25

Tabel 5 Hasil tes uji coba instrumen tes pemahaman dan penggunaan

         paronim dalam kalimat bahasa Prancis ................................................ 28

Tabel 6 Skor penilaian tes pemahaman paronim ............................................. 29

Tabel 7 SK Rektor UNNES No.163 Tahun 2004 ............................................ 30

Tabel 8 Persentase hasil penelitian tes pemahaman dan penggunaan

         paronim dalam kalimat bahasa Prancis ................................................ 33
                             DAFTAR LAMPIRAN

1. SK Dosen Pembimbing

2. Tabel persiapan uji coba instrumen

3. Data skor mentah dan nilai tes pemahaman dan penggunaan paronim dalam

   kalimat bahasa Prancis

4. Instrumen Penelitian

5. Kunci jawaban tes pemahaman dan penggunaan paronim dalam kalimat bahasa

   Prancis
                                          BAB 1

                                    PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

       Manusia sebagai makhluk sosial menggunakan bahasa untuk berkomunikasi

secara lisan maupun tulisan. Bahasa pertama kali diperoleh melalui proses alami

dimulai dari lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat penutur

bahasa, sedangkan bahasa kedua dan bahasa asing diperoleh melalui pendidikan

formal, khususnya lingkungan sekolah.

       Perkembangan tekhnologi dan komunikasi sekarang ini memungkinkan

banyak terjadinya hubungan antarnegara yang mendorong seseorang mempelajari

bahasa asing sebagai sarana komunikasi dengan warga negara lain. Pada umumnya

tujuan seseorang menggunakan bahasa yang dipelajarinya itu untuk berkomunikasi

tanpa hambatan, baik secara lisan maupun tulisan.

       Setiap orang yang mempelajari bahasa pada umumnya akan mempelajari

struktur atau kaidah yang berlaku pada bahasa yang dipelajarinya. Tiap bahasa

mempunyai aturannya sendiri yang menyangkut hal bunyi dan urutannya, kata dan

pembentukannya, hal kalimat dan susunannya. Demikian pula dengan bahasa Prancis

yang mempunyai struktur atau kaidah yang berbeda dengan bahasa Indonesia.

Perbedaan ini biasanya menyebabkan kesukaran-kesukaran dalam mempelajari,

memahami, dan menguasai bahasa Prancis.
       Bahasa Prancis adalah bahasa yang rumit. Pembelajar harus dapat menghafal

kosakata yang hampir sama sekali berbeda dengan bahasa Indonesia dan juga tata

bahasa yang bertingkat-tingkat sehingga menyulitkan mereka. Salah satu faktor yang

menjadi penghambat dalam mempelajari bahasa Prancis adalah mempelajari

kosakatanya yang beragam dan mempunyai perbedaan antara ucapan dan ejaan. Hal

ini sesuai dengan pernyataan Dubois dkk (1961:159) yang menyatakan bahwa en

français, l’orthographe ne correspond pas toujours au son, et il est nécessaire de

faire la différence entre les deux, ‘dalam bahasa Prancis tulisan tidak selalu sama

dengan lafalnya, sehingga perlu untuk membedakan keduanya’. Di samping itu, ada

beberapa vokal dan konsonan bahasa Prancis yang tidak terdapat dalam bahasa

Indonesia. Hal itu pula yang menyebabkan pembelajar bahasa Prancis mengalami

kesulitan dalam menuliskan dan melafalkannya.

       Contoh dalam bahasa Prancis: le magasin ‘toko’ dan le magazine ‘majalah’, le

poisson ‘ikan’ dan le poison ‘racun’, dsb. Kemiripan ini disebut dengan paronim,

artinya kata-kata yang mirip bentuknya, ejaannya, cara pelafalannya, tetapi

mempunyai makna berbeda. Kemiripan ini bisa menyebabkan kebingungan dalam

penggunaannya. Hal ini akan membuat kerancuan setelah kedua kata yang

berparonim tersebut diterapkan dalam kalimat berdasarkan konteksnya.

       Contoh dalam bahasa Prancis, kata ‘le médecin’ yang berarti ‘dokter’ dan ‘le

médecine’ yang berarti ‘obat’, bila kedua kata tersebut berdiri sendiri maka akan

menimbulkan pertanyaan bagi pembelajar, karena kedua kata tersebut mempunyai

kemiripan bentuk, ejaan, dan lafal.
       Kosakata berparonim akan lebih jelas maknanya bila berada dalam suatu

kalimat, seperti:

- Le médecin est en train d’examiner ses patients.

 ( Dokter sedang memeriksa beberapa pasiennya.)

- Ma mère achète la médecine à la pharmacie.

 (Ibuku membeli obat di apotek.)

       Kesalahan atau kesalahpahaman yang mungkin sering muncul dalam tulisan

atau dalam menggunakan kosakata berparonim adalah kesalahan ejaan, sehingga

dapat mengganggu pemahaman pembaca. Kesalahan ejaan merupakan kesalahan

menuliskan kata atau kesalahan menggunakan tanda baca (Tarigan 1993:151).

       Kekeliruan dalam pemahaman dan penggunaan kata berparonimi akan sangat

mengganggu pembaca atau pendengar. Untuk itulah peneliti merasa perlu

mengadakan penelitian mengenai kemampuan mahasiswa Semester III Prodi

Pendidikan bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009 dalam memahami dan

menggunakan paronim dalam kalimat bahasa Prancis.

       Penelitian ini dilakukan pada Semester III Prodi Pendidikan bahasa Prancis

tahun ajaran 2008/2009 karena mahasiswa tersebut telah menempuh buku pegangan

Campus I dan Campus II s/d Unité 4 serta sudah mempunyai bekal yang cukup

tentang kosakata bahasa Prancis, khususnya kosakata berparonim, sehingga mereka

diharapkan mampu memahami paronim bahasa Prancis dan dengan kemampuan

tersebut mereka dapat menerapkannya dengan benar dalam kalimat bahasa Prancis

sesuai konteksnya.
1.2 Rumusan Masalah

        Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini

adalah sebagai berikut:

1.2.1   Bagaimanakah kemampuan mahasiswa Semester III Prodi Pendidikan bahasa

        Prancis tahun ajaran 2008/2009 dalam memahami dan menggunakan paronim

        dalam kalimat bahasa Prancis?

1.2.2   Kesalahan apa saja yang dilakukan mahasiswa Semester III Prodi Pendidikan

        bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009 dalam memahami dan menggunakan

        paronim dalam kalimat bahasa Prancis?



1.3 Tujuan Penelitian

        Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian ini adalah sebagai

berikut:

1.3.1   Untuk mengetahui kemampuan mahasiswa Semester III Prodi Pendidikan

        bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009 dalam memahami dan menggunakan

        paronim dalam kalimat bahasa Prancis.

1.3.2   Untuk mengetahui kesalahan apa saja yang dilakukan mahasiswa Semester III

        Prodi Pendidikan bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009 dalam memahami

        dan menggunakan paronim dalam kalimat bahasa Prancis.
1.4 Penegasan Istilah

       Untuk menghindari kesalahan penafsiran dalam memahami judul penelitian

ini, maka dirasa perlu diberikan penegasan istilah yang digunakan dalam judul.

       Paronim adalah kata-kata yang mirip bentuk, ejaan, dan pelafalannya tetapi

maknanya berbeda. Paronim yang dimaksud dalam penelitian ini adalah memahami

dan menggunakan kosakata berparonim yang sesuai dengan materi bahasa Prancis

Semester III dalam bahasa tulis yang terdapat dalam buku pegangan Campus I dan

Campus II s/d Unité 4.



1.5 Manfaat Penelitian

       Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dosen, setidaknya dapat

memberikan informasi mengenai kemampuan mahasiswa dalam memahami dan

menggunakan paronim dalam kalimat bahasa Prancis. Adapun bagi mahasiswa

Semester III Prodi Pendidikan bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009 adalah dapat

mengembangkan potensi diri dalam meningkatkan keterampilan menulis kata/kalimat

dengan baik dan mendorong untuk lebih cermat ketika mendengar maupun

menggunakan kata-kata berparonim sehingga mahasiswa dapat menghindari

kesalahan pada saat membuat kalimat bahasa Prancis dengan memperhatikan

makna/arti dari kosakata yang mirip ejaannya tetapi berbeda arti tersebut.
1.6 Sistematika Penulisan

        Secara garis besar skripsi ini akan dibagi menjadi tiga bagian, yakni bagian

awal, bagian pokok, dan bagian akhir.

        Bagian awal skripsi berisi halaman judul, halaman pengesahan, pernyataan,

motto dan persembahan, kata pengantar, sari, résumé, daftar isi, daftar tabel dan

daftar lampiran.

        Skripsi ini secara garis besar terdiri dari lima bagian, yaitu: Pendahuluan,

Landasan Teori, Metode Penelitian, Hasil Penelitian dan Pembahasan, dan Penutup.

        Bab I meliputi Latar Belakang Masalah, Permasalahan, Tujuan Penelitian,

Penegasan Istilah, Manfaat Penelitian, dan Sistematika Penulisan.

        Bab II berisikan landasan teori yang menyajikan uraian tentang (1)

Kemampuan Berbahasa, (2) Pengertian Memahami, (3) Pengertian Menulis, (4)

Pengertian Kalimat dan Pengklasifikasiannya, (4) Pengertian Paronim (5) Kosakata

berparonim dalam materi bahasa Prancis s/d Semester III dalam Buku Pegangan

Campus I dan Campus II s/d Unité 4.

        Bab III berisi tentang Variabel Penelitian, Populasi dan Sampel, Metode

Pengumpulan Data, Validitas dan Reliabilitas, Sistem Penilaian, dan Metode Analisis

Data.

        Bab IV memaparkan Hasil Penelitian dan Pembahasan Penelitian.

        Bab V berisikan Simpulan dan Saran.

        Bagian akhir skripsi ini berisi Daftar Pustaka dan lampiran-lampiran.
                                           BAB 2

                                    LANDASAN TEORI



        Pada bagian ini akan dipaparkan sejumlah pendapat para ahli bahasa yang

terdapat dalam berbagai sumber sebagai acuan dalam penelitian ini. Teori-teori itu

meliputi teori tentang kemampuan berbahasa, pengertian memahami, pengertian

menulis, pengertian kalimat dan pengklasifikasiannya, pengertian paronim dan

pasangan kosakata berparonim dalam materi bahasa Prancis Semester III yang

terdapat dalam buku pegangan Campus I dan Campus II sampai dengan Unité 4.

        .

2.1 Kemampuan Berbahasa

        Kemampuan berbahasa merupakan tindak menggunakan bahasa secara nyata

untuk maksud komunikasi. Kegiatan berbahasa merupakan wujud nyata kompetensi

kebahasaan seseorang (Nurgiyantoro 1995:167).

        Kemampuan berbahasa dapat dibedakan menjadi 2 (dua) kelompok, yaitu

kemampuan       memahami    (compréhension)     dan      kemampuan    mempergunakan

(production).    Kemampuan      memahami      bersifat    reseptif   dan   kemampuan

mempergunakan bersifat produktif.

2.1.1   Kemampuan reseptif

        Kemampuan reseptif / décoding adalah kemampuan untuk memahami bahasa

yang dituturkan oleh pihak lain melalui sarana bunyi atau tulisan.
2.1.2   Kemampuan produktif

        Kemampuan produktif merupakan kemampuan yang menuntut kegiatan

encoding, yaitu kegiatan untuk menghasilkan atau menyampaikan bahasa pada pihak

lain, baik secara lisan maupun tertulis.

        Selanjutnya menurut Cuq dan Gruca (2002:149) ‘Le concept de compétence
        est difficile à cerner et est susceptible de plusieurs interprétations. Pourtant la
        compétence de communication est un concept méthodologique qui se situe
        aujourd’hui au centre de la didactique des langues. C’est un savoir de type
        procédural, dont il est désormais traditionnel de considérer qu’il se réalise
        par deux canaux différents, écrit et oral et de deux manières différents,
        compréhension et expression’.

        ‘Konsep kemampuan merupakan lingkup yang sulit dan bisa mempunyai
        banyak pemahaman. Meskipun kemampuan komunikasi merupakan konsep
        yang bersifat metodologi yang pada saat sekarang ditunjukkan pada
        pengajaran bahasa. Hal tersebut merupakan pengetahuan yang harus sesuai
        dengan aturan, selanjutnya berdasarkan pengamatan tradisional kemampuan
        berbahasa dapat dicapai melalui dua jalur yang berbeda, tulis dan lisan dan
        dari dua cara yang berbeda, pemahaman dan penggunaan (Cuq dan Gruca
        2002:149)’.

        Berdasarkan hal tersebut Cuq dan Gruca membagi kemampuan berbahasa

menjadi 4 yaitu :

(1) La compréhension orale (kemampuan mendengarkan)

        La compréhension orale (kemampuan mendengarkan) yaitu kemampuan

memahami gagasan serta pikiran orang lain yang disampaikan secara lisan.

(2) L’expression orale (kemampuan berbicara)

        L’expression orale (kemampuan berbicara) yaitu kemampuan menyampaikan

gagasan serta mengungkapkan diri secara lisan.
(3) La compréhension écrite (kemampuan membaca)

       La compréhension écrite (kemampuan membaca) yaitu kemampuan

memahami gagasan serta pikiran orang lain yang disampaikan secara tertulis.

(4) L’expression écrite (kemampuan menulis)

       L’expression écrite (kemampuan menulis) yaitu kemampuan menyampaikan

gagasan serta mengungkapkan diri secara tertulis.

       Dari berbagai pendapat tentang definisi kemampuan berbahasa di atas, dapat

disimpulkan bahwa secara garis besar kemampuan berbahasa dapat dibedakan

menjadi dua, yaitu kemampuan memahami (compréhension) dan kemampuan

mempergunakan (production) yang sama dengan istilah lain yaitu kemampuan

mengungkapkan (expression).

       Kemampuan berbahasa tersebut dapat dijadikan tolak ukur seseorang dalam

penguasaan suatu bahasa. Urutan itu berdasarkan tingkat kemampuan yang diperoleh.

Seseorang belajar bahasa didahului oleh mendengarkan, berbicara, kemudian

berangsur-angsur mencoba menirukan atau mengucapkannya, kemudian memahami

bahasa tersebut dalam bentuk tulisan, yakni dengan belajar membacanya kemudian

menulis. Hal ini senada dengan pendapat Tarigan (1986:1) yang menyatakan bahwa

dalam memperoleh keterampilan berbahasa, biasanya kita melalui suatu hubungan

urutan yang teratur, mulai dari menyimak bahasa, kemudian berbicara, sesudah itu

kita belajar membaca dan menulis.

        Antara membaca dan menulis terdapat hubungan yang sangat erat. Bila

seseorang menuliskan sesuatu, maka pada prinsipnya tulisan itu akan dibaca dan
dipahami oleh orang yang membacanya dengan syarat, tulisan yang baik dengan

struktur kalimat yang benar dan juga diperlukan pengetahuan tentang sistem ejaan

dan bahasa yang baik, sehingga maknanya dapat tersampaikan (Nurgiyantoro

1995:169).

       Berdasarkan alasan tersebut maka penelitian ini lebih menekankan pada aspek

memahami dan menggunakan paronim bahasa Prancis dalam bentuk tulisan.



2.2   Pengertian Memahami

       Memahami itu bukan merupakan suatu proses yang pasif, melainkan proses

yang aktif dalam menyampaikan suatu pesan (Ahmadi 1990:8). Memahami berarti

mengenal arti atau maksud dari kata, kalimat, atau teks. Cuq dan Gruca (2002:151)

menyatakan:

       ‘La compréhension suppose la connaissance du système phonologique ou
       graphique et textuel, la valeur fonctionnelle et sémantique des structures
       linguistique véhicules, mais aussi la connaissance des règles socioculturelles
       de la communauté dans laquelle s’effectue la communication’.

       ‘Pemahaman menghendaki adanya pengetahuan sistem bunyi atau sistem
       grafis dan tekstual, nilai fungsional dan nilai semantik dari struktur linguistik
       yang dibawa, dan juga pengetahuan tentang aturan sosial budaya yang
       digunakan oleh masyarakat tutur tersebut’.


       Memahami dalam hal ini adalah mahasiswa dituntut untuk dapat membedakan

dan menunjukkan pemahamannya terhadap kosakata berparonim dalam bahasa

Prancis.
        Kekeliruan dalam memahami makna kata dapat menyebabkan kekeliruan

dalam memahami makna secara keseluruhan. Demikian pula dalam memahami

paronim bahasa Prancis, mahasiswa harus cermat dan mengerti benar akan kedua kata

tersebut sehingga dapat mengetahui makna kata tersebut bila digunakan dalam

kalimat, karena untuk dapat menggali informasi tertulis, diperlukan pengetahuan

tentang struktur dan kosakata yang bersangkutan, di samping juga sistem ejaan

(grafologi)-nya (Nurgiyantoro 1995:167).

        Jadi, dapat disimpulkan bahwa memahami merupakan kemampuan untuk

mengenali dan menangkap pesan/informasi yang disampaikan melalui lambang lisan

maupun tulisan. Kemudian dengan memahami kata-kata yang berparonim tersebut

mahasiswa diharapkan dapat menggunakannya dalam menyusun kalimat secara

tertulis.



2.3     Pengertian Menulis

        Aktivitas menulis merupakan salah satu bentuk kemampuan dan keterampilan

berbahasa yang paling akhir dikuasai setelah 3 (tiga) kemampuan berbahasa yang lain

yaitu kemampuan mendengarkan, berbicara, dan membaca (Nurgiyantoro 1995:294).

Kegiatan menulis menghendaki sesorang untuk menguasai lambang atau simbol-

simbol visual dan aturan tata tulis, khususnya yang menyangkut masalah ejaan.

        Dilihat dari segi kemampuan berbahasa, menulis adalah aktivitas aktif

produktif atau aktivitas menghasilkan bahasa. Sebagai salah satu kemampuan

berbahasa, menulis dapat diperoleh dengan baik jika seseorang sering berlatih.
       Menurut Larousse (1967:350) écrire, exprimer par des signes tracés, des

caractères convenus, ‘menulis merupakan ungkapan lewat lambang tulisan atau huruf

yang telah disepakati’.

       Selanjutnya Valette (1975:81) menyatakan pour apprendre à bien écrire en
       langue étrangère, l’élève doit franchir certaine étape indispensable. Il lui fait
       apprendre à bien maîtriser orthographe, grammaire et vocabulaire à défaut
       de quoi son écriture manquera d’aisance, de précision et de style.
       ‘untuk mempelajari menulis dengan baik dalam bahasa asing tentu saja
       mahasiswa harus melewati tahapan-tahapan tertentu yang sudah ada.
       Mengharuskannya mempelajari dengan baik penguasaan ortograf, tata bahasa
       dan kosakata, tanpa itu semua menulis tidak akan mudah dan tulisannya tidak
       jelas dan tidak indah’.

       Upaya untuk mencapai keterampilan menulis adalah dimulai dengan

menyusun kalimat-kalimat efektif, sehingga pesan penulis dapat dipahami oleh

pembaca. Oleh karena itu, keterampilan menulis harus dilaksanakan secara terpadu

pada komponen kebahasaan, pemahaman dan penggunaan, maupun dengan

keterampilan berbahasa yang lain.

       Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa menulis adalah kegiatan

menuangkan ide yang ada dalam pikiran ke dalam bentuk lambang-lambang bahasa

(tulisan) yang telah disepakati dengan memperhatikan ortograf, tata bahasa, dan

kosakatanya.

       Menulis kata adalah merangkai huruf demi huruf menjadi kata yang dapat

dibaca dan mengandung makna. Penulisan kata yang baik dan benar adalah sebagai

syarat dapat menulis kalimat, karena kalimat merupakan perpaduan dari dua kata atau

lebih kata.

2.4    Kalimat
2.4.1   Pengertian Kalimat

        Beberapa ahli mendefinisikan kalimat berbeda satu dengan yang lain.

        Menurut Alwi (1998:311), kalimat adalah satuan bahasa terkecil dalam wujud

lisan atau tulisan yang mengungkap pikiran yang utuh. Wujud lisan sebuah kalimat

ditandai dengan intonasi dan dalam bahasa tulis ditandai dengan tanda baca.

        Chaer (2003:240) berpendapat bahwa kalimat adalah susunan kata-kata yang

teratur dan yang berisi pikiran yang lengkap.

        Sementara itu, menurut Dubois (1961:16), une phrase est les mots unis par le
        sens forment une, phrase exprimant une idée. Mais chaque phrase se compose
        d’une ou plusieurs propositions qui sont les aspects ou les moments divers de
        l’idée principale; chaque proposition contient en principe, un verbe à un
        mode personne.

        ‘kalimat adalah kumpulan kata yang memiliki arti, yang membentuk suatu
        kalimat yang mengungkapkan sebuah ide. Tetapi setiap kalimat terdiri dari
        satu atau lebih dari klausa yang jenis dan kala waktunya dapat berubah dari
        ide utama; setiap klausa biasanya terdiri dari satu verba yang memiliki modus
        personel’.

        Selanjutnya pengertian kalimat menurut Delatour (1991:6) adalah une phrase
        est un assemblage de mots formant une unité de sens. À l’écrit le premier mot
        commence par une majuscule et le dernier est suivi d’un point (.), d’un point
        d’interrogation ( ?), d’un point d’exclamation ( !) ou des points de suspension
        (…).

        ‘Kalimat adalah kumpulan kata yang membentuk satu kesatuan arti. Pada
        bahasa tulis, kalimat diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda
        titik (.), tanda seru ( !), tanda tanya ( ?), atau titik-titik (…)’.


        Dari beberapa pendapat mengenai definisi kalimat di atas, dapat disimpulkan

bahwa kalimat adalah konstruksi gramatikal yang bermakna dan dalam bahasa tulisan

ditandai dengan tanda baca.
2.4.2     Pengklasifikasian Kalimat

         Menurut Peytard (1970) dalam Pudjitriherwanti (2004) mengklasifikasikan

kalimat dasar bahasa Prancis (les phrases de base du français) menjadi 7, yaitu:

1. SN + Vi (Circonstanciel)          (SN= Syntagme Nomina, Vi = verbe intransitif)

Contoh: Mon jeune frère a couru dans le jardin.

          ‘Adik laki-lakiku berlari di kebun’.

2. SN + Vt (Circonstanciel)              (Vt = verbe transitif)

Contoh: En automne, le fermier laboure son champ.

          ‘ Pada musim gugur, para petani menggarap ladang’

3. SN + Vt + SN Préposition (Circonstanciel)

Contoh: À l’école, l’enfant obéit à son maître.

          ‘Di sekolah, murid mematuhi gurunya’.

4. SN + Vt + SN + SN Préposition (Circonstanciel)

Contoh: Hier, le boucher a donné un os à mon chien.

        ‘Kemarin, tukang daging telah memberikan sebuah tulang kepada anjingku’

                 ⎧ Adj    ⎫                           (a )
                 ⎪        ⎪
5. SN + V être + ⎨SN      ⎬ (Circonstanciel)          (b )
                 ⎪SN prep ⎪                           (c )
                 ⎩        ⎭

Contoh:

        (a) En été, le ciel est bleu. ‘Pada musim panas, lengit biru’.

        (b) Mon père est un chasseur acharné. ‘Ayahku seorang pemburu sejati’
     (c) Il est à Paris depuis huit jours. ‘Dia berada di Paris sejak delapan hari’.

6. V impersonnel (suite V impers) (Circonstanciel)

Contoh: Il pleut depuis huit jours.

        ‘Hujan sejak delapan hari’.

7. Présentatif + suite de présentatif (Circonstanciel)

Contoh: Voilà mon père. ‘Inilah ayahku’.

         Il y a du pain sur la table. ‘Ada roti di atas meja’.




       Sementara itu Delatour (1991:6) mengklasifikasikan kalimat menjadi dua,

yaitu phrase simple ‘kalimat sederhana’ dan phrase complèxe ‘kalimat majemuk’.

1. La phrase simple ‘kalimat sederhana’.

       Delatour (1991:7) mendefinisikan kalimat sederhana sebagai berikut : La

phrase simple contient un seul verbe, c’est ce qu’on appelle une proposition.

‘Kalimat sederhana berisi hanya satu verba yang dikonjugasikan, kita bisa

menyebutnya klausa’.

       Kalimat sederhana dibagi menjadi tiga tipe, Delatour (1991:7), yaitu:

(1) Sujet + verbe

   Contoh : Il dort. ‘Dia tidur’.

       Kalimat di atas merupakan kalimat sederhana yang terdiri dari satu verba,

yaitu dort yang berasal dari verba infinitif dormir.

(2) Sujet + verbe + attribut
    Contoh : Le garçon est beau. ‘Lelaki itu tampan’.

        Kalimat di atas merupakan kalimat sederhana yang memiliki satu verba est

yang berasal dari verba infinitif être. Kalimat ini juga memiliki satu attribut yaitu

kata belle.

(3) Sujet + verbe + complément d’objet

    Contoh : Jean achète un pantalon. ‘Jean membeli celana panjang’.

        Kalimat di atas merupakan kalimat sederhana yang mempunyai satu verba

yaitu achète yang berasal dari verba infinitif acheter dan memiliki satu objek

langsung yaitu un pantalon.



2. La phrase complèxe ‘kalimat majemuk’.

        Delatour (1991:8) mendefinisikan kalimat majemuk sebagai berikut: La

phrase complexe contient deux ou plusieurs verbes conjugués, elle donc composé de

deux ou plusieurs propositions, ‘Kalimat majemuk adalah kalimat yang berisi dua

verba atau lebih yang dikonjugasikan, jadi kalimat majemuk terdiri dari dua klausa

atau lebih’.

        Selanjutnya Delatour membagi kalimat majemuk menjadi dua, yaitu la

subordination dan la coordination.

(1) Subordination ‘subordinasi’

        Kalimat kompleks bisa terdiri dari dua klausa atau lebih, klausa satu berfungsi

sebagai klausa atasan dan yang lain berfungsi sebagai klausa bawahan.

Contoh : Dès que Nadine rentre chez elle, elle allume la lampe.
         ‘Ketika Nadine pulang ke rumahnya, dia menyalakan lampu’.

        Kalimat di atas terdiri dari dua klausa, Dès que Nadine rentre chez elle,

merupakan klausa bawahan dan elle allume la lampe adalah klausa atasan. Klausa

bawahan tidak akan bermakna jika tidak ada klausa atasan.

(2) Coordination ‘koordinasi’

        Kalimat majemuk yang terdiri dari dua klausa atau lebih yang dihubungkan

dengan konjungsi koordinatif seperti et, ou, ni, mais, car, donc. Setiap klausa tidak

tergantung pada klausa yang lain dan memiliki kedudukan yang sama.

Contoh: Nadine rentre chez elle et allume la lampe.

        ‘Nadine pulang ke rumahnya dan menyalakan lampu’.

        Kalimat di atas terdiri dari dua klausa. Kedua klausa memiliki kedudukan

yang setara, yaitu sebagai klausa bebas.



2.5     Paronim

2.5.1   Pengertian Paronim

        Bagi pembelajar bahasa asing, khususnya bahasa Prancis, perlu mengerti dan

memahami makna setiap kata, karena setiap kata mempunyai makna yang berbeda.

Makna suatu kata barulah jelas bila berada dalam konteks kalimat.

        Contoh dalam bahasa Prancis, kata ‘le médecin’ yang berarti ‘dokter’ dan ‘le

médecine’ yang berarti ‘obat’, bila kedua kata tersebut berdiri sendiri maka akan

menimbulkan pertanyaan bagi pembelajar, karena kedua kata tersebut mempunyai
kemiripan bentuk, ejaan, dan lafal. Inilah yang disebut dengan paronim. Kosakata

berparonim akan lebih jelas maknanya bila berada dalam suatu kalimat, contohnya:

- Le médecin est en train d’examiner ses patients.

 ( Dokter sedang memeriksa beberapa pasiennya.)

- Ma mère achète la médecine à la pharmacie.

 (Ibuku membeli obat di apotek.)

       Menurut Littré (1987:4485), paronyme est un mot qui a du rapport avec un

autre par le son qu’il fait entendre, de sorte que les gens mal instruits peuvent les

confondre, ‘paronim adalah kata yang mempunyai hubungan dengan kata yang lain

melalui suara/bunyi yang diperdengarkan, sehingga orang yang tidak terpelajar tidak

dapat membedakannya.

       Menurut Dubois, dkk (1994:349) on appelle paronymes des mots ou des suites

de mots de sens différent, mais de forme relativement voisine, ‘kita menyebut kata

yang berparonim sebagai kata-kata yang saling berkaitan dari makna yang berbeda,

tetapi bentuknya hampir berdekatan’, contohnya allocution (pidato singkat), dan

allocation (tunjangan).

       Selanjutnya Pougeoise dalam Dictionnaire Didactique de la langue française

(1996:311) menyatakan bahwa un paronyme est un mot qui présente une certaine

analogie phonétique avec un terme de sens différent, ‘paronim adalah sebuah kata

yang menunjukkan suatu bunyi tertentu yang hampir sama atau mirip dengan bentuk

penulisannya, dari makna yang berbeda’
       Paronyme, se dit de mots presque homonymes qui peuvent être confondus,

ex : éminent (luar biasa tinggi, besar, nilainya), imminent (dekat/akan segera terjadi),

‘paronim    adalah    kata-kata   yang    menyerupai     homonim      sehingga    dapat

membingungkan (Petit Robert de Paul Robert 2007:1811)’.

       Diunduh dari http: //linternaute. com/ dictionnaire /fr/ définition /paronyme/

paronyme se dit des mots qui se rassemblent fortement de par leur forme, leur

orthographe, mais qui ont des sens différents (Linguistique), ‘paronim adalah kata-

kata yang sangat mirip bentuknya, ejaannya, tetapi mempunyai makna berbeda’.

       Paronim disebut juga homonim yang palsu (de faux homonyme) yang artinya

kata yang penandanya hampir sama (mirip) namun berbeda arti.

       Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa paronim adalah kata-kata

yang hampir mirip cara pengucapannya, bentuk tulisan yang hampir berdekatan

namun maknanya berbeda.

       Memahami paronim berarti mengerti dengan benar kedua kata yang mirip

ucapan, ejaan, tetapi maknanya berbeda, sedangkan menggunakan paronim adalah

memakai kata-kata tersebut dengan benar sehingga dapat diketahui dengan jelas

maknanya bila digunakan dalam kalimat secara tertulis.



2.5.2 Kosakata Berparonim dalam Materi Bahasa Prancis s/d Semester III

       dalam Buku Pegangan Campus I dan Campus II s/d Unité 4

       Setelah menempuh Semester I dan II, mahasiswa Semester III telah

mempelajari tentang sistem bahasa yang disebut ortografi dan kosakata yang terdapat
dalam buku Campus I dan Campus II s/d Unité 4. Pada proses pembelajaran,

mahasiswa menggunakan buku pegangan Campus I dan Campus II sebagai pedoman

pembelajaran. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kemampuan

mereka dalam mengenali bentuk bahasa Prancis yang mirip serta pemahaman mereka

akan tata bahasa dan kosakata.

       Kosakata berparonim yang terdapat dalam buku pegangan Campus I dan

Campus II s/d Unité 4 terdiri dari 13 pasang verba berparonim, 15 pasang nomina

berparonim, dan 1 pasang adjektiva berparonim, namun adverbia berparonim tidak

ditemukan dalam buku pegangan Campus I dan Campus II s/d Unité 4.

Pengklasifikasikan kosakata berparonim akan disajikan dalam 3 tabel sebagai berikut:

                                      Tabel 1

          Verba                                    Arti

 Se lever dan se laver      bangun tidur/berdiri dan mandi, membersihkan diri

 Emmener dan amener         membawa / mengajak (pergi seseorang) dan

                            mengantarkan (seseorang)

 Réparer dan préparer       memperbaiki dan mempersiapkan

 Emporter dan emprunter     membawa (qqch ou abstrait), merebut, menyeret,

                            membawa hanyut dan meminjam

 Raconter dan rencontrer    bercerita dan bertemu (dengan)

 Monter dan montrer         naik dan menunjukkan

 Tromper dan tremper        membohongi dan membasahi
Entendre dan attendre        mendengar dan menunggu

Permettre dan promettre      mengijinkan, memperbolehkan dan berjanji

Offrir dan ouvrir            memberikan dan membuka

Repousser dan (se)           menolak (seseorang), menolak tawaran seseorang

reposer                      dan beristirahat/ meletakkan kembali

Chasser dan casser           berburu dan memecahkan, mematahkan

Vouloir dan valoir           ingin, mau, hendak dan berharga, bernilai




                                      Tabel 2

              Nomina                                       Arti

Le minuit dan la minute                 tengah malam dan menit

Le magasin dan le magazine              toko dan majalah

L’humeur (f) dan l’humour (m)           suasana hati, rasa senang, dan humor

Le change dan la chance                 pertukaran uang/barang dan

                                        keberuntungan, kesempatan baik

Le médecin dan la médecine              dokter dan obat

dessous (m) dan dessus (m)              bagian bawah dan bagian atas
La proposition dan la préposition      usulan, pendapat, kalimat dan kata

                                       depan (preposisi)

La conversation dan la conservation    percakapan dan pemeliharaan

dernier, ière(f) dan derrière (m)      bagian akhir dan bagian belakang

Le poisson dan le poison               ikan dan racun

Le champagne dan la campagne           sampanye dan pedesaan

Le cours dan (faire des) courses       kuliah, pelajaran dan berbelanja

Les cheveux dan les chevaux            rambut dan kuda (jamak)

Le complément dan le compliment        pelengkap, tambahan dan pujian

La chaîne dan Chine (n)                stasiun televisi dan (negeri) Cina


                                      Tabel 3
             Adjektiva                                     Arti

Jaune dan Jeune                        warna kuning dan muda
                                             BAB 3

                                  METODE PENELITIAN



         Pada bab ini akan dipaparkan mengenai metode penelitian yang meliputi

penentuan variabel penelitian, populasi dan sampel, metode pengumpulan data,

validitas dan reliabilitas, sistem penelitian, dan metode analisis data.



3.1 Variabel Penelitian

        Variabel dalam penelitian ini adalah kemampuan mahasiswa Semester III Prodi

Pendidikan bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009 dalam memahami dan

menggunakan paronim dalam kalimat bahasa Prancis.



3.2 Populasi dan Sampel

3.2.1    Populasi

        Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian (Arikunto 2002:108). Populasi

dalam penelitian ini adalah mahasiswa Semester III Prodi Pendidikan bahasa Prancis

tahun ajaran 2008/2009 yang telah lulus mata kuliah Structure II, Lire II, dan Écrire

II, dan telah menyelesaikan buku pegangan Campus I dan Campus II s/d Unité 4.

Jumlah mahasiswanya adalah 26 orang, diambil 5 orang untuk uji coba instrumen.

Jadi, jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 21 orang.
3.2.2    Sampel

        Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto 2002:109).

Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 21 orang, maka tidak diambil sampel.

Jadi, semua mahasiswa yang telah disebut di atas dijadikan populasi penelitian dan

sekaligus sampel penelitian.



3.3 Metode Pengumpulan Data

        Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Dokumentasi dan

metode Tes. Berikut ini akan diuraikan kedua metode tersebut:

3.3.1    Metode Dokumentasi

        Metode Dokumentasi digunakan untuk memperoleh data mengenai:

(1) Daftar nama dan jumlah mahasiswa Semester III Program Studi Pendidikan

   bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009 yang telah lulus mata kuliah Structure II,

   Lire II, dan Écrire II, dan telah menyelesaikan buku pegangan Campus I dan

   Campus II s/d Unité 4.

(2) Materi bahasa Prancis s/d Semester III dalam bahasa tulis berupa kosakata

   berparonim yang terdapat dalam buku pegangan Campus I dan Campus II sampai

   dengan Unité 4.

3.3.2     Metode Tes

        Metode tes digunakan untuk memperoleh data mengenai kemampuan

mahasiswa Semester III Prodi Pendidikan bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009

dalam memahami dan menggunakan paronim dalam kalimat bahasa Prancis.
(1) Pemilihan dan Penyusunan Instrumen

     Instrumen penelitian perlu disusun agar sesuai dengan tujuan yang akan dicapai

dalam suatu penelitian. Penyusunan instrumen disesuaikan dengan bahan yang telah

diajarkan.

     Pada penelitian ini instrumen yang digunakan ada 2 macam, yaitu:

a. Instrumen pengukur pemahaman

     Tes untuk mengukur pemahaman ini terdiri dari 30 butir soal. Mahasiswa

diminta untuk membaca, mengenali, mengingat, dan kemudian mengartikan kata

yang berparonim.

b. Instrumen pengukur penggunaan

     Instrumen ini digunakan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam

menggunakan kosakata berparonim yang telah disediakan ke dalam bentuk kalimat

bahasa Prancis secara tertulis. Tes ini terdiri dari 30 (tiga puluh) butir soal. Pada

instrumen ini, hal yang lebih ditonjolkan adalah penggunaan kosakata berparonim

tersebut dalam kalimat bahasa Prancis.

     Tes ini diberikan setelah orang yang dimaksud mempelajari hal-hal yang akan

diteskan (Arikunto 1997:128). Materi yang diteskan adalah materi bahasa Prancis s/d

Semester III dalam bahasa tulis berupa kosakata berparonim yang terdapat dalam

buku pegangan Campus I dan Campus II sampai dengan Unité 4.

     Adapun butir-butir soal tersebut dapat dijabarkan dalam kisi-kisi instrumen tes

kemampuan memahami dan menggunakan paronim dalam kalimat bahasa Prancis

adalah sebagai berikut:
                                  Tabel 4
                             Kisi-kisi Instrumen
   Variabel        Sub Variabel      Indikator       No     jumlah
                                                    butir
                                                    soal
Kemampuan         I. Pemahaman     1. Verba
mahasiswa dalam                    - tromper        1a        1
memahami dan                       - tremper        3a        1
menggunakan                        - emmener        2a        1
paronim dalam                      - amener         4a        1
kalimat bahasa                     - permettre      7a        1
Prancis                            - promettre      9a        1
                                   - vouloir        8a        1
                                   - valoir         10a       1
                                   - chasser        11a       1
                                   - casser         6a        1
                                   - repousser      5a        1
                                   - reposer        12a       1

                                   2. Nomina
                                   - humeur         13a       1
                                   - humour         16a       1
                                   - change         14a       1
                                   - chance         17a       1
                                   - dessous        15a       1
                                   - dessus         18a       1
                                   - proposition    19a       1
                                   - préposition    22a       1
                                   - conversation   20a       1
                                   - conservation   23a       1
                                   - poisson        21a       1
                                   - poison         24a       1
                                   - cheveux        25a       1
                                   - chevaux        27a       1
                                   - complément     26a       1
                                   - compliment     28a       1

                                   3. Adjektiva
                                   - jaune          29a       1
                                   - jeune          30a       1
II. Penggunaan   1. Verba
                 - tromper         1b        1
                 - tremper         3b        1
                 - emmener         2b        1
                 - amener          4b        1
                 - permettre       7b        1
                 - promettre       9b        1
                 - vouloir         8b        1
                 - valoir         10b        1
                 - chasser        11b        1
                 - casser          6b        1
                 - repousser       5b        1
                 - reposer        12b        1

                 2. Nomina
                 - humeur         13b        1
                 - humour         16b        1
                 - change         14b        1
                 - chance         17b        1
                 - dessous        15b        1
                 - dessus         18b        1
                 - proposition    19b        1
                 - préposition    22b        1
                 - conversation   20b        1
                 - conservation   23b        1
                 - poisson        21b        1
                 - poison         24b        1
                 - cheveux        25b        1
                 - chevaux        27b        1
                 - complément     26b        1
                 - compliment     28b        1

                 3. Adjektiva
                 - jaune          29b        1
                 - jeune          30b        1

Jumlah total                            30
(2) Uji coba instrumen

        Sebelum      melaksanakan   tes   mengenai   kemampuan   memahami     dan

menggunakan paronim dalam kalimat bahasa Prancis, terlebih dahulu dilakukan uji

coba yang diberikan kepada 5 (lima) mahasiswa Semester III Prodi pendidikan

bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009. Uji coba tersebut dilaksanakan pada tanggal

2 dan 4 Desember 2008. Uji coba tersebut dimaksudkan untuk mengetahui reliabilitas

instrumen dan perkiraan waktu yang diperlukan untuk mengerjakan instrumen yang

sebenarnya. Waktu yang diperlukan untuk mengerjakan tes adalah 90 menit.

3.4 Validitas dan Reliabilitas

3.4.1    Validitas

        Sebuah tes dikatakan valid apabila tes tersebut mengukur apa yang hendak

diukur. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi karena

materi yang diteskan sesuai dengan materi yang telah diperoleh mahasiswa tersebut

setelah menyelesaikan buku pegangan Campus I dan Campus II s/d Unité 4.

3.4.2    Reliabilitas

        Untuk menguji Reliabilitas tes dalam penelitian ini digunakan teknik

pengulangan tes (test-retest), yaitu dengan cara melakukan uji coba dengan

memberikan tes yang sama dua kali pada responden yang sama dengan selang waktu

tertentu.
         Kemudian hasil tes pertama (X) dikorelasikan dengan hasil tes kedua (Y)

dengan menggunakan rumus korelasi product-moment. Setelah dilakukan uji coba

instrumen diperoleh data pada tabel 5 sebagai berikut:

                                        Tabel 5
          Hasil Tes Uji coba Instrumen Tes Pemahaman dan Penggunaan Paronim
                            dalam Kalimat Bahasa Prancis
            Nama                       X                    Y
             Adum                             73              71
                 Kino                         85              83
                 Nora                         91              89
                 Nurs                         79              73
                 Syah                         80              84
            Jumlah                           408              400


         Data di atas kemudian dianalisis. Sebelum menganalisis dengan menggunakan

rumus product moment, terlebih dahulu dibuat tabel persiapan yang terdapat pada

lampiran 3.

         Data pada tabel persiapan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam rumus

product moment sebagai berikut:

                         NΣXY − (ΣX )(ΣY )
         rxy =
                  {NΣX   2
                                       }{
                             − (ΣX ) NΣY 2 − (ΣY )
                                   2               2
                                                       }
         (Arikunto 2002:146)

R   xy   : koefisien variabel x dan variabel y
N        : banyaknya individu
X        : hasil pengukuran pertama
Y        : hasil pengukuran kedua
         Perhitungan menggunakan rumus Product moment menghasilkan r xy = 0,885, r

tabel   untuk N = 5 adalah 0, 878. Hal ini berarti bahwa r   hitung   lebih besar dari r   tabel   (0,

885 > 0, 878). Dengan demikian, soal yang diujicobakan dinyatakan reliabel.

3.5 Sistem Penilaian

3.5.1 Skor penilaian

(1) Skor tes kemampuan pemahaman paronim

Tabel 6.
            Skor                       Kriteria
              0            Tidak menjawab/menjawab salah
              1            Menjawab benar


         Dari penilaian seperti di atas dapat diketahui bahwa setiap butir soal

mempunyai skor yang sama yaitu 1 (satu) yang diperoleh langsung dari koreksi

terhadap nomor butir soal yang dijawab betul. Jumlah skor maksimal adalah 30 (tiga

puluh) dan skor minimal adalah 0 (nol).

(2) Skor tes kemampuan menggunakan paronim dalam kalimat bahasa Prancis (tulis)

        mempunyai jumlah bobot nilai 2 (dua) dengan rincian sebagai berikut:

a. Skor 2, penggunaan paronim benar, kalimat benar dan struktur kalimat benar.

b. Skor 1, penggunaan paronim benar, struktur kalimat kurang benar (masih terdapat

        kesalahan konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang digunakan),

        namun compréhensible (kalimat masih dapat dipahami).

c. Skor 0, tidak ada kalimat atau penggunaan paronim tidak tepat, kalimat tidak dapat

        dipahami, penggunaan struktur kalimat maupun kosakatanya tidak tepat.
     Pada instrumen ini, hal yang lebih ditonjolkan adalah penggunaan kosakata

berparonim tersebut dalam kalimat bahasa Prancis. Jumlah skor maksimal adalah 90

(sembilan puluh) dan skor minimal adalah 0 (nol).

3.5.2 Penilaian

     Setelah skor ditentukan, dikonversikan dalam nilai dengan menggunakan rumus

sebagai berikut:

           R
     S=      × SM
           N
Keterangan:
S     : Nilai yang dicari
R      : Skor mentah yang diperoleh mahasiswa
N      : Skor maksimal ideal dari tes yang bersangkutan
SM     :Standar Mark yang diberikan (besarnya skala penilaian yang dikehendaki
       yaitu 100 ).

     Setelah didapatkan nilai untuk masing-masing mahasiswa, kemudian data

tersebut dimasukkan dalam kriteria penilaian yang berlaku di UNNES sesuai dengan

SK Rektor UNNES No.163 Tahun 2004, yaitu sebagai berikut :

Tabel 7.
       Nilai                Skor                           Kategori
         A                 86-100                   Baik Sekali
        AB                  81-85                   Lebih dari baik
         B                 71-80                    Baik
        BC                  66-70                   Lebih dari cukup
         C                 61-65                    Cukup
        CD                  56-60                   Kurang dari cukup
         D                 51-55                    Kurang
         E                  0-50                    Gagal (tidak lulus)
(Pedoman Akademik UNNES 2003-2004 :71-71)
3.6 Metode Analisis Data

     Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan

analisis kritis. Analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif

persentase, sedangkan analisis kritis dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui

seberapa besar kesalahan yang dilakukan mahasiswa dalam mengerjakan tes tersebut.

       Rumus analisis deskriptif persentase adalah sebagai berikut:

                f
           P=     × 100%
                N

Keterangan:

P = angka persentase

f = frekuensi yang sedang dicari persentasenya

N = jumlah frekuensi atau banyaknya individu (Sudijono 2004:4)
                                     BAB 4

                   HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN



       Dalam bab ini diuraikan mengenai hasil penelitian berupa hasil pengumpulan

data dan pembahasan berupa hasil penelitian.

4.1 Hasil Pengumpulan Data

       Berdasarkan hasil penelitian tentang kemampuan mahasiswa Semester III

Prodi Pendidikan Bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009 dalam memahami dan

menggunakan paronim dalam kalimat bahasa Prancis, yang dilaksanakan pada

tanggal 15 Januari 2009 terhadap 21 responden, diperoleh skor mentah untuk masing-

masing responden. Skor yang diperoleh masing-masing responden tersebut kemudian

dikonversikan dalam nilai dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

          R
     S=     × SM
          N
Keterangan:
S      : Nilai yang dicari
R      : Skor mentah yang diperoleh mahasiswa
N      : Skor maksimal ideal dari tes yang bersangkutan
SM     : Standar Mark yang diberikan (besarnya skala penilaian yang dikehendaki
       yaitu 100).

       Dengan menggunakan rumus di atas, diperoleh nilai masing-masing

responden yang terdapat pada lampiran 4.

       Lampiran 4 menunjukkan bahwa nilai tertinggi yang diperoleh mahasiswa

adalah 93, yang tergolong baik sekali, sedangkan nilai terendah yang diperoleh

mahasiswa adalah 57, yang tergolong kurang dari cukup.
       Kemudian, nilai rata-rata kemampuan memahami dan menggunakan paronim

bahasa Prancis pada mahasiswa Semester III Prodi Pendidikan Bahasa Prancis tahun

ajaran 2008/2009 dapat diketahui dari perhitungan jumlah nilai yang diperoleh

                                                1523
mahasiswa dibagi dengan jumlah mahasiswa             = 72,5.
                                                 21

       Jadi, kemampuan mahasiswa Semester III Prodi Pendidikan Bahasa Prancis

tahun ajaran 2008/2009 dikategorikan baik, karena nilai rata-rata kemampuan

mahasiswa dalam memahami dan menggunakan paronim dalam kalimat bahasa

Prancis adalah 72,5.

       Data nilai pada lampiran 4 kemudian dimasukkan dalam kategori penilaian

yang berlaku di UNNES. Hasilnya disajikan pada tabel di bawah ini.

Tabel 8. Persentase Hasil Penelitian Tes Pemahaman dan Penggunaan Paronim
dalam Kalimat Bahasa Prancis.

 Rentangan nilai            Kategori         Jumlah (frekuensi)   Persentase (%)
     86-100               Baik sekali                3               14,285%
      81-85             Lebih dari baik              1               4,761%
      71-80                   Baik                   7               33,33%
      66-70            Lebih dari cukup              4               19,05%
      61-65                  Cukup                   4               19,05%
      56-60            Kurang dari cukup             2               9,524%
      51-55                 Kurang                   -                  -
      0-50             Gagal (tidak lulus)           -                  -
                Jumlah                              21               100 %
        Berdasarkan rincian nilai mahasiswa dalam memahami dan menggunakan

paronim dalam kalimat bahasa Prancis di atas, maka rentangan nilai 71-80

mempunyai frekuensi terbanyak, yaitu 7 (tujuh) responden.

4.2 Pembahasan

        Hasil tes pemahaman dan penggunaan paronim secara keseluruhan

menunjukkan nilai rata-rata yang dapat dicapai oleh mahasiswa Semester III Prodi

Pendidikan Bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009 dalam memahami dan

menggunakan paronim dalam kalimat bahasa Prancis adalah 72,5. Hal tersebut dapat

disimpulkan bahwa kemampuan rata-rata mahasiswa termasuk dalam kategori baik.

Namun, rata-rata pemahaman paronim bahasa Prancis lebih tinggi daripada

penggunaan paronim dalam kalimat bahasa Prancis.

1. Tes pemahaman paronim bahasa Prancis

        Tes yang terdiri dari 30 soal ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan

mahasiswa dalam mengenali, mengingat, memahami, dan kemudian mengartikan

kosakata berparonim.

a. Soal verba

   1) Verba casser dan chasser

        Untuk verba casser dan chasser, 100% responden menjawab dengan benar

kedua verba tersebut. Jawaban yang benar untuk verba casser adalah ‘mematahkan,

memecahkan’, sedangkan verba chasser yang berarti ‘berburu’. Hal itu berarti

responden dapat memahami pasangan kata berparonim (casser dan chasser) dengan

baik.
   2) Verba permettre dan promettre

       Untuk verba permettre dan promettre, 100% responden menjawab dengan

benar kedua verba tersebut. Jawaban yang benar untuk verba permettre adalah

‘memperbolehkan, mengijinkan, membiarkan’, sedangkan verba promettre yang

berarti ‘berjanji’. Hal itu berarti responden dapat memahami pasangan kata

berparonim (permettre dan promettre) dengan baik.

   3) Verba valoir dan vouloir

       Jawaban yang benar untuk verba valoir adalah ‘berharga, bernilai’, sedangkan

untuk verba vouloir, jawaban yang benar adalah ‘ingin, mau, hendak’.

       Untuk verba valoir, 20 responden menjawab dengan benar dan 1 responden

menjawab salah, yaitu dengan menuliskan verba valoir lagi dan tidak mengartikannya

ke dalam bahasa Indonesia.

       Untuk verba vouloir, 19 responden menjawab dengan benar dan 2 responden

menjawab salah, yaitu mereka menjawab dengan jawaban ‘keinginan’. Jawaban

tersebut salah karena ‘keinginan’ dalam bahasa Prancis adalah ‘le désir’ dan

‘keinginan’ merupakan bentuk nomina, bukan verba. Responden mungkin kurang

cermat dalam membedakan antara verba dan nomina.

   4) Verba tromper dan tremper

       Jawaban yang benar untuk verba tromper adalah ‘membohongi, menipu’,

sedangkan verba tremper yang berarti ‘membasahi, merendam’. Untuk verba tromper

dan tremper, 100% responden menjawab dengan benar. Hal itu berarti responden

dapat memahami pasangan kata berparonim (tromper dan tremper) dengan baik.
   5) Verba amener dan emmener

       Jawaban yang benar untuk verba amener adalah ‘mengantarkan (seseorang)’,

‘conduire quelqu’un vers un lieu’.

       Untuk verba amener, 6 responden yang menjawab dengan benar dan 15

responden menjawab salah. Jawaban-jawaban salah tersebut adalah 2 responden

menjawab ‘membawa’, 7 responden menjawab ‘mengajak’, 5 responden menjawab

‘membawa, mengajak’, dan 1 responden menjawab ‘membasahi’

       2 responden yang menjawab dengan jawaban ‘membawa’, dalam hal ini, kata

‘membawa’ dalam bahasa Prancis adalah ‘porter’. Responden dalam soal ini tidak

menjawab dengan kata ‘membawa (pergi) seseorang’. Jadi, jika responden hanya

menjawab dengan jawaban ‘membawa’, maka jawaban tersebut salah, karena kata

tersebut kurang dapat dipahami jika tidak dalam konteks kalimat.

       7 responden yang menjawab dengan jawaban ‘mengajak’, dalam hal ini, kata

‘mengajak’ dalam bahasa Prancis adalah ‘emmener’. Responden kurang cermat

dalam memahami, membedakan dan memaknai verba ‘amener’.

       1 responden menjawab ‘membasahi’ mungkin dikarenakan responden ingin

menuliskan jawaban tersebut pada soal yang sebelumnya.

       Jawaban yang benar untuk verba emmener adalah ‘membawa / mengajak

(pergi) seseorang’, ‘aller quelque part avec quelqu’un’.

       11 responden menjawab verba emmener dengan benar dan 10 responden

menjawab salah, yaitu 9 responden menjawab dengan jawaban ‘membawa’,
sedangkan 1 responden menjawab dengan jawaban ‘menemani’. Jawaban tersebut

salah, karena kata ‘menemani’ dalam bahasa Prancis adalah ‘accompagner’.

   6) Verba repousser dan reposer

       Jawaban yang benar untuk verba (se) repousser adalah ‘menolak (seseorang),

menolak tawaran seseorang’. 100% responden menjawab dengan benar verba

repousser.

       Jawaban yang benar untuk verba (se) reposer adalah ‘beristirahat, meletakkan

kembali, menaruh kembali’. Untuk verba (se) reposer, 19 responden menjawab

dengan benar dan 2 responden menjawab salah, yaitu 1 responden menjawab dengan

jawaban ‘istirahat’. Jawaban tersebut salah karena ‘istirahat’ dalam bahasa Prancis

adalah ‘le repos’ dan ‘istirahat’ merupakan bentuk nomina, bukan verba. Responden

tersebut mungkin kurang cermat dalam membedakan antara verba dan nomina,

sedangkan 1 responden lagi menjawab salah dengan jawaban ‘meletakkan’. Jawaban

tersebut salah, karena kata ‘meletakkan’ dalam bahasa Prancis adalah ‘mettre’.

b. Soal nomina

   7) Nomina l’humeur (f) dan l’humour

       Jawaban yang benar untuk soal nomina l’humeur ini adalah ‘suasana hati, rasa

senang’.

       Untuk nomina l’humeur, 17 responden menjawab dengan benar dan 4

responden menjawab salah, yaitu menjawab dengan jawaban ‘senang’, ‘sifat’, dan

‘kata hati,’, namun ada pula yang menjawab dengan ‘humor / lelucon’, karena

responden terkecoh dengan pasangan kosakata paronim l’humeur yaitu l’humour.
       Jawaban yang benar untuk nomina l’humour adalah ‘humor’. Untuk nomina

l’humour, 18 responden dapat memahami dengan benar dan 3 responden menjawab

salah, yaitu menjawab dengan jawaban ‘lucu’, ‘rasa humor’, ‘jenaka’. Mereka

menganggap bahwa humor adalah sesuatu yang bersifat lucu, sehingga mereka

menjawab dengan jawaban adjektiva, bukan nominanya, sehingga, jawaban-jawaban

tersebut salah.

   8) Nomina le change dan la chance

       Jawaban yang benar untuk soal nomina le change adalah ‘penukaran,

pertukaran uang/barang’.

       Untuk nomina le change, hanya 5 responden yang menjawab dengan benar,

sedangkan 16 responden menjawab salah yaitu 7 responden menjawab dengan

jawaban ‘perubahan’, 3 responden menjawab ‘untung’, 1 responden menjawab

‘berubah’, 1 responden menjawab ‘merubah’, 1 responden menjawab ‘keuntungan’, 1

responden menjawab ‘kurs uang’, 1 responden menjawab dengan jawaban ‘nasib

baik’, dan 1 responden tidak menjawab soal tersebut. Hal itu mungkin disebabkan

karena responden memahami nomina le change dengan kata dalam bahasa Inggris,

yaitu change yang berarti ‘perubahan’. 1 responden yang menjawab salah dengan

jawaban ‘keuntungan’ karena ‘keuntungan’ merupakan makna atau arti dari pasangan

berparonim le change yaitu la chance.

       Jawaban yang benar untuk nomina la chance adalah ‘keberuntungan,

kesempatan baik’. 20 responden menjawab nomina la chance dengan benar dan 1

responden menjawab salah, yaitu menjawab dengan jawaban ‘beruntung’. Jawaban
tersebut salah, karena ‘beruntung’ merupakan verba, bukan nomina. Responden

mungkin kurang cermat dalam membedakan antara verba dan nomina.

   9) Nomina dessous (m) dan dessus (m)

        Jawaban yang benar untuk nomina dessous (m) adalah ‘bagian bawah’, dan

nomina dessus (m) adalah ‘bagian atas’. Baik nomina dessous (m) maupun nomina

dessus (m), 100% atau 21 responden menjawab dengan benar kedua nomina tersebut.

Hal itu berarti responden dapat memahami pasangan kata berparonim (dessous (m)

dan dessus (m)) dengan baik.

   10) Nomina la proposition dan la préposition

        Jawaban yang benar untuk nomina la proposition adalah ‘usulan, pendapat,

kalimat’, sedangkan nomina la préposition adalah ‘preposisi/kata depan’. Baik

nomina la proposition maupun nomina la préposition, 100% atau 21 responden

menjawab dengan benar kedua nomina tersebut. Hal itu berarti responden dapat

memahami pasangan kata berparonim (la proposition dan la préposition) dengan

baik.

   11) Nomina la conversation dan la conservation

        Jawaban yang benar untuk nomina la conversation adalah ‘percakapan,

perbincangan, pembicaraan’. Untuk nomina la conversation, 100% responden dapat

menjawab dengan benar. Hal itu berarti responden dapat memahami nomina la

conversation dengan baik, sedangkan untuk nomina la conservation, jawaban yang

benar adalah ‘pemeliharaan, penyelamatan, penyimpanan’. Untuk nomina la
conservation, 20 responden dapat menjawab dengan benar dan 1 responden tidak

menjawab soal ini.

   12) Nomina le poisson dan le poison

       Jawaban yang benar untuk nomina le poisson adalah ‘ikan’, sedangkan

nomina le poison adalah ‘racun’. Baik nomina le poisson maupun nomina le poison,

100% atau 21 responden menjawab dengan benar kedua nomina tersebut. Hal itu

berarti responden dapat memahami pasangan kata berparonim (le poisson dan le

poison) dengan baik.

   13) Nomina les cheveux dan les chevaux

       Jawaban yang benar untuk nomina les cheveux adalah ‘rambut’ dan 100%

responden dapat menjawab soal tersebut dengan benar.

       Jawaban yang benar untuk nomina les chevaux adalah ‘beberapa kuda’. Untuk

nomina les chevaux, 19 responden dapat menjawab dengan benar, sedangkan 2

responden lagi tidak memberi jawaban.

   14) Nomina le complément dan le compliment

       Jawaban yang benar untuk nomina le complément adalah ‘pelengkap,

tambahan’. Untuk nomina le complément, 20 responden dapat menjawab dengan

benar, dan sisanya 1 responden menjawab salah, yaitu menjawab dengan jawaban

‘keterangan’. Jawaban tersebut salah, karena ‘keterangan’ dalam bahasa Prancis

adalah ‘explication (f)’.

       Untuk nomina le compliment, jawaban yang benar adalah ‘pujian’. 20

responden menjawab dengan benar, dan 1 responden menjawab salah, yaitu
menjawab dengan jawaban ‘nasehat’. Jawaban tersebut salah, karena ‘nasehat’ dalam

bahasa Prancis adalah ‘conseil (m)’.

c. Soal adjektiva

   15) Adjektiva jaune dan jeune

       Soal adjektiva dalam tes ini terdiri dari pasangan kosakata paronim, yaitu

‘jaune’ yang berarti ‘kuning’ dan ‘jeune’ yang berarti ‘muda’. Untuk adjektiva

‘jaune’ dan ‘jeune’, 100% responden dapat menjawab dengan benar kedua adjektiva

tersebut. Hal itu berarti responden dapat memahami pasangan kata berparonim (jaune

dan jeune) dengan baik.

.2. Tes pemahaman paronim bahasa Prancis

a. Soal verba

   1 a) Verba casser

       Untuk verba casser, responden diminta untuk membuatnya ke dalam kalimat

bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Quand il est en

colère, il casse souvent des assiettes (Ketika ia marah, ia sering memecahkan

beberapa piring).

       Pada butir soal ini, 11 responden dapat menggunakan verba casser dengan

struktur kalimat yang benar berdasarkan konteksnya, sehingga mendapat skor 2.

Selanjutnya 7 responden mendapat skor 1 karena masih terdapat kesalahan struktur

kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang digunakan. Meskipun

demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih dapat dipahami,

seperti; (1) S’il est en colere, il cassera une assiette, (2) Jeane casse des verres quand
elle est en colere, Hier, (3) Leur enfant a cassé quelques assiette au restaurant hier,

(4) Nous cassons des assiette quand nous mangeons à la restaurant, (5) Mon petit

frère casserais une assiette par jour, (6) J’ai cassé une assiette, quand j’ai dinné

dans restaurant, (7) Mon petit frère casserais une assiette par jour, sedangkan

responden yang mendapat skor 0 sebanyak 3 responden, karena kalimat yang mereka

buat tidak dapat dipahami dan terdapat kesalahan pada struktur kalimat, maupun

kosakata yang digunakan, seperti; (1) Un enfant casse, (2) Quand la course de

football, il a cassé son esprit, (3) J’ai cassé la glace quand je bois du lait, Contoh

kalimat (3) seharusnya menuliskan kata le verre untuk kata la glace.

   1 b) Verba chasser

       Untuk verba chasser, responden diminta untuk membuatnya ke dalam kalimat

bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Jadis, les rois

aimaient bien chasser dans la fôret (Pada jaman dahulu, raja-raja sangat suka berburu

di dalam hutan).

       Pada butir soal ini, 9 responden mendapat skor 2 karena mereka dapat

menggunakan verba chasser dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 10 responden mendapat skor 1. Kesalahan yang muncul

adalah kesalahan pada struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun

kosakata yang digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan

maknanya masih dapat tersampaikan, seperti pada contoh kalimat berikut; (1) À la

fôrete, les chausseur chassent le tigre, l’ours, le loup etc, (2) Un chasseur a chasse

des animal, (3) Le chasseur chasse un elephant au Zimbabwé chaque année, (4) Mon
père chasse un sanglier à la forêt derriere cette blanche montagne, (5) Beaucoup de

chasseur chassent les animaux sauvages, (6) Les chasseur ont chassé des tigres dans

la fôret de Kalimantan, (7) Chaque anné des rhinoceros a été chassé par la chasse,

(8) Tout le monde de quatre coins du monde pour chasser les lions au Zimbabwe, (9)

Ce fils a chassé l’éléphant dans le forêt, (10) Mon oncle aime chasser au fôret à lyon,

sedangkan 2 responden lainnya mendapat skor 0, karena kalimat yang dibuatnya tidak

dapat dipahami, yaitu (1) J’ai choisi de la réglementer au lieu de, (2) Le

gouvernement de l’Indonésie a interdit la chasse dans la réserve naturelle. Meskipun

kalimat no.2 benar secara struktural dan gramatikal, namun dalam perintah soal,

responden diminta untuk membuat kalimat dengan verba chasser, bukan nomina la

chasse. Mahasiswa tersebut kurang teliti dalam membaca soal ini.

   2 a) Verba permettre

       Untuk verba permettre, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Mes parents

me permettent de sortir chez mon ami (Orang tuaku mengijinkanku untuk keluar ke

rumah temanku).

       Pada butir soal ini, 11 responden mendapat skor 2, sedangkan 8 responden

lainnya mendapat skor 1, seperti contoh kalimat berikut; (1) Le médcin permet fumer

à ses clients à l’hôpital, (2) Sa mère lui permets de sortir, (3) Est-ce vous me

permettez de danser avec votre fille, (4) Mes parents me permets d’aller à la fête de

mon ami, (5) Mes parents ne permetent pas que je sorte quand la fête de nouvelle

année, (6) Ma mère ne permet pas que nous sourtions, (7) Le médecin ne lui permet
pas le fumer, (8) Il permet tous les gens à son maison. Kesalahan-kesalahan yang

dilakukan mahasiswa tersebut sama seperti kesalahan-kesalahan pada butir soal

sebelumnya, yaitu kesalahan pada struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca,

maupun kosakata yang digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya

benar dan maknanya masih dapat tersampaikan.

         Responden yang mendapat skor 0 sebanyak 2 responden karena kalimat yang

mereka buat tidak dapat dipahami, penggunaan paronimnya tidak tepat sehingga

maknanya tidak dapat tersampaikan, seperti pada contoh kalimat berikut: (1) Ma

mère permetté mon ami, (2) Est-ce vous me permettez de danse avec notre fille.

   2 b) Verba promettre

         Untuk verba promettre, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Il a promis

de venir chez moi, demain matin (Dia telah berjanji untuk datang ke rumahku besok

pagi).

         Pada butir soal ini, 11 responden mendapat skor 2, sedangkan 8 responden

lainnya mendapat skor 1 seperti pada contoh kalimat berikut; (1) Yexta prommet voir

ses parents plus souvent a la campagne, (2) Il a promis aider aux victims

d’inondation, (3) Elle a promis son aide a sa mère, (4) Je promets de ne pas assister

le marriage de Jean et Sylvie, (5) Il me promets qu’il m’aidera s’il peut, (6) Je te

promet de venir à ta fête d’anniversaire, (7) Je te promets pour venir à ton fête

demain, (8) Françhoise me promette pour venir chez moi. Kesalahan-kesalahan yang

dilakukan mahasiswa tersebut sama seperti kesalahan-kesalahan pada butir soal
sebelumnya, yaitu kesalahan pada struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca,

maupun kosakata yang digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya

benar dan maknanya masih dapat tersampaikan.

          Responden yang mendapat skor 0 sebanyak 2 responden karena kalimat yang

mereka buat tidak dapat dipahami, penggunaan paronimnya tidak tepat sehingga

maknanya tidak dapat tersampaikan, seperti pada contoh kalimat berikut; (1) Ma

mère me promette la pouppe de duphin, (2) Je te promets de me taire que je me

tairai.

    3 a) Verba valoir

          Untuk verba valoir, responden diminta untuk membuatnya ke dalam kalimat

bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah La voiture de M.

Vincent a valu 3 millions francs (Mobil Pak Vincent berharga 3 juta francs).

          Pada butir soal ini, 13 responden mendapat skor 2 karena mereka dapat

menggunakan verba valoir dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 4 responden mendapat skor 1. Kesalahan yang muncul adalah

kesalahan pada struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang

digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih

dapat tersampaikan, seperti pada contoh kalimat berikut; (1) Ta maison vaut 300

millions rupiahs. Elle est cher, (2) Ce chemise vaut trois cent mille francs, (3) La

moto que mon pére me donne vaut beaucoup, (4) Votre maison vaut quatre cent mille

franc.
       Responden yang mendapat skor 0 sebanyak 4 responden, 2 responden tidak

menjawab soal tersebut, sedangkan 2 responden lainnya membuat kalimat sebagai

berikut: (1) Mes chausseurs vaulent 30 €, (2) Ton ordinateur veut sept mille francs, il

est mauvais.

       Responden (2) salah mengkonjugasikan dengan pasangan kata berparonim

verba valoir, yaitu verba vouloir.

   3 b) Verba vouloir

       Untuk verba vouloir, responden diminta untuk membuatnya ke dalam kalimat

bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Je veux bien faire du

football avec Cristiano Ronaldo (Saya sangat ingin bermain sepak bola dengan

Cristiano Ronaldo).

       Pada butir soal ini, 17 responden mendapat skor 2 karena mereka dapat

menggunakan verba vouloir dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 4 responden mendapat skor 1 dan tidak ada yang

mendapatkan skor 0.

       Kesalahan yang dibuat responden adalah kesalahan pada struktur kalimat,

konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang digunakan. Meskipun demikian,

penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih dapat tersampaikan, seperti pada

contoh kalimat berikut; (1) Je voudrais aller en France l’anné prochain, (2) Mon

pèrre veut que je deviens un professeur, (3) Je voudrais que mes enfants puissent

parle le langue de leurs grands-parents, (4) Ma famille veulent que je puisse finir

mes études tôt.
   4 a) Verba tromper

       Untuk verba tromper, responden diminta untuk membuatnya ke dalam kalimat

bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Ce vendeur a

trompé mon amie quand elle a acheté des fruits (Penjual itu telah membohongi

temanku ketika ia membeli buah-buahan).

       Pada butir soal ini, 15 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan verba tromper dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 3 responden mendapat skor 1 karena terdapat kesalahan pada

struktur kalimat. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya

masih dapat tersampaikan, seperti pada contoh kalimat berikut; (1) Hier, ma mére a

éte trompée par un homme étranger, (2) Quand Pierre est lycéean, il trompe de ses

parents toujours, (3) Il a trompé ses parents toujour.

       Responden yang mendapat skor 0 sebanyak 3 responden, karena kalimat yang

mereka buat tidak dapat dipahami, kesalahan penulisan verba tromper, penggunaan

paronimnya tidak tepat sehingga maknanya tidak dapat tersampaikan, seperti pada

contoh kalimat berikut: (1) Le chauffeur a essayé de nous trompre à la rue, (2) Le

trompeur a été arrêté et mis en prison par le police, (3) Le professeur m’a trompé sur

l’histoire délopae.

   4 b) Verba tremper

       Untuk verba tremper, responden diminta untuk membuatnya ke dalam kalimat

bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Hier nuit, la pluie a

trempé la terre (Kemarin malam, hujan telah membasahi tanah).
       Pada butir soal ini, 14 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan verba tremper dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 3 responden mendapat skor 1. Kesalahan yang muncul adalah

kesalahan pada struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang

digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih

dapat tersampaikan, seperti pada contoh kalimat berikut; (1) Quand il pleuvait, les

plantes l’ont été trempé, (2) J’étais complètement trempé après le grosse pluie, (3)

Anne a trempé ma robe, sedangkan untuk 4 responden yang mendapatkan skor 0

dikarenakan responden terkecoh dengan pasangan paronim verba tremper yaitu verba

tromper, seperti pada contoh kalimat berikut: (1) Quand le pluie, l’aeu a trompé sa

pantalon, (2) La pluie a trompé sa chemise quand il est aller à la fact, (3) La pluie a

trompé ma chemise. Kalimat tersebut menjadi tidak dapat dipahami dan tidak

memperhatikan perintah soal dengan baik. Ada pula 1 reponden yang mendapat skor

0 karena tidak membuat kalimat.

   5 a) Verba amener

       Untuk verba amener, responden diminta untuk membuatnya ke dalam kalimat

bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Le chauffeur de taxi

a amené ces dames à l’aéroport (Supir taxi telah mengantarkan wanita-wanita itu ke

bandara).

       Pada butir soal ini, 7 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan verba amener dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 10 responden mendapat skor 1. Kesalahan yang muncul
adalah kesalahan pada struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun

kosakata yang digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan

maknanya masih dapat tersampaikan, seperti pada contoh kalimat berikut; (1) Je suis

bien content qu’il amene son enfant, (2) La dame amène tous enfant à chez ses grand-

parents, (3) Andi amene se petite amie chez moi, (4) La semaine dernière, Pierre a

amené ses amis à chez de sa grand-mère à Jogja, (5) Sa mère amene son enfant à

marché près de maison, (6) Tout les matin, sa mère lui amène à l’école, (7) Il reçoit

tous ce gens que je lui amène, (8) Il reçoit tous les gens que je lui amène, (9) Il reçoit

tous les gens que je lui amène, (10) Samedi hier, j’ai amené ma famille au cinéma.

Responden dalam mengkonjugasikan verba amener kurang cermat, yaitu tanpa

membubuhkan accent grave (è) untuk sujet je, tu, il, elle, ils, dan elles jika dalam kala

waktu présent.

        Untuk 3 responden yang mendapatkan skor 0, dikarenakan responden kurang

cermat dalam menuliskan verba amener, seperti dalam contoh; (1) Je l’amerai à

partager notre de vie, (2) Je l’amerai à partager notre de vue. Ada pula yang

menjawab dengan (3) J’amène ma sœur à, sehingga kalimat tersebut tidak dapat

dipahami.

   5 b) Verba emmener

       Untuk verba emmener, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah La semaine

dernière, Antoine a emmené Nadine au cinéma pour regarder le film (Minggu

kemarin, Antoine mengajak Nadine ke bioskop untuk menonton film).
       Pada butir soal ini, 10 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan verba emmener dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 6 responden mendapat skor 1 seperti pada contoh kalimat

berikut; (1) Les guides emmenent les touriste japonne a l’aerport, (2) Est-ce qu’il

emmène ses enfants au jardin, (3) J’emmene ma mère au cinéma, (4) Nadine

m’emmener au marché pour acheter des légumes, (5) Il emmene aussi son chien a la

mer, (6) Je emmene mes amis au cinema, hier soir.

       Kesalahan yang muncul adalah kesalahan pada struktur kalimat, konjugasi,

ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang digunakan. Meskipun demikian,

penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih dapat tersampaikan

       Untuk 5 responden yang mendapatkan skor 0, karena responden kurang

memahami verba emmener yang berarti membawa (pergi) atau mengajak seseorang.

Mereka memahami verba emmener sama dengan verba porter, seperti pada contoh

kalimat berikut; (1) Ma mère emmene sa fleur, (2) Mon ami emmene beacoup de rose

dans corbelle de fleurs, (3) Jacques emmène beaucoup de livres dans son sac, (4)

Mme.Dubois emmene son sac. Seharusnya mereka mengetahui bahwa verba emmener

+ quelqu’un (seseorang), bukan verba emmener + quelque chose (benda). 1 lagi

responden yang terkecoh dengan pasangan paronim verba emmener yaitu verba

amener, seperti pada contoh kalimat berikut; (5) Qu’est-ce que vous ammenez au

campus? Kalimat tersebut tidak dapat dipahami, kurang cermat dan tidak

memperhatikan perintah soal dengan baik.
   6 a) Verba repousser

       Untuk verba repousser, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Philippe

repousse l’invitation de Floriane pour aller au cinéma (Philippe menolak ajakan

Floriane untuk pergi ke bioskop).

       Pada butir soal ini, 11 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan verba repousser dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 7 responden mendapat skor 1 karena masih terdapat kesalahan

struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang digunakan.

Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih dapat

dipahami, seperti pada contoh kalimat berikut; (1) J’ai repoussé chercher les livre

dont vous m’avez parlé, (2) Elle a repoussé ce cadeau, (3) Il a repoussé ce cadeau,

(4) Marie le repousse de rendez-vous, (5) Sa proposition avait été repoussée, (6) Je

lui repousse son invitation pour aller au cinéma, (7) Elle me repousse mon invitation

pour venir à mon anniversaire, sedangkan untuk 3 responden yang mendapatkan skor

0, hal itu dikarenakan kalimat yang dibuat responden tidak dapat dipahami,

penggunaan struktur kalimat maupun kosakatanya tidak tepat, seperti pada contoh

berikut; (1) Les Delvaux a repoussé Jonathan avec, (2) Je ne peux pas l’invitation de

Marco pour diner ensemble, (3) Romina repousse la preposition de Didier a

l’hebdomadaire.
   6 b) Verba (se) reposer

       Untuk verba (se) reposer, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Mon père se

repose dans sa chambre parce qu’il est fatigué (Ayahku beristirahat di kamarnya

karena ia lelah).

       Pada butir soal ini, 12 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan verba (se) reposer dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 8 responden mendapat skor 1 karena masih terdapat kesalahan

struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang digunakan.

Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih dapat

dipahami, seperti pada contoh kalimat berikut; (1) Mon pére repose dans sa chambre

après le travail, (2) Il ne dort pas, mais il repose quelque minutes, (3) Je me repose

jusqu’à midi parceque je suis fatigue, (4) Après le travailler, il a reposé 15 minutes,

(5) Tout repose dans une chambre où se trouve centre de la maison, (6) Ma grand-

mère repose parce que ell est fatigue, (7) Apres faire de la natation, je repose

pandant 1 heure, (8) Ma grand-pére repose parce que il est est fatigue. Ada pula 1

responden yang mendapatkan skor 0, karena kalimat yang dibuatnya tidak dapat

dipahami, yaitu: Il ne doit pas, mais il repose quelque minutes.

b. Soal nomina

   7 a) Nomina l’humeur (f)
       Untuk nomina l’humeur (f), Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah

Sa mère est toujours en colère à cause de sa mauvaise humeur (Ibunya selalu marah

karena suasana hatinya yang sedang tidak baik).

       Pada butir soal ini, 8 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina l’humeur (f) dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 5 responden mendapat skor 1 seperti pada contoh kalimat

berikut; (1) Sa humeur est bien quand rencontre avec son père, (2) Aujourd’hui mon

humeur est mauvais, (3) Maintenant, l’humeur de professeur est très bien, (4) Il a

l’humeur maussade quand je lui telephoné, (5) Hier, j’avais une mouvaise humeur

parce que mon argent est perdu. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan mahasiswa

tersebut sama seperti kesalahan-kesalahan pada butir soal sebelumnya, yaitu

kesalahan pada struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang

digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih

dapat tersampaikan.

       Responden yang mendapat skor 0 sebanyak 8 responden, karena kalimat yang

dibuatnya tidak dapat dipahami, penggunaannya beraneka ragam seperti contoh

kalimat berikut; 2 responden menjawab dengan Incompatibilité d’humeur entre

beaucoup de personnes, (1) J’aime un homme qui a, (2) J’agis toujours par

m’humeur, (3) Il est de bonne humeur, (4) Après regarder le film ‘Warkop’ elle est

d’humeur, (5) Il est de bonne humeur parqu’il a une nouvelle amie, 1 responden tidak

memberikan jawaban dari soal ini. Beberapa responden kurang memahami makna
kata l’humeur, sehingga mereka tidak dapat menggunakannya dalam kalimat dengan

baik.

   7 b) Nomina l’humour (m)

        Untuk nomina l’humour (m), responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah J’aime le

garçon qui a le sens de l’humour (Saya suka laki-laki yang mempunyai rasa humor).

        Pada butir soal ini, 13 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina l’humour (m) dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 5 responden mendapat skor 1 seperti pada contoh kalimat

berikut: (1) Tukul est un comique célèbre parce qu’il a de l’humour qui aime

beaucoup de gens, (2) J’aime bien regarder le film humour, (3) J’aime beaucoup un

garcon qui avoir de l’humour, (4) Mon ami me raconte une histoire humour, (5) Le

professeur raconte à des étudiants une histoire humour. Penggunaan nomina

l’humour pada beberapa contoh kalimat di atas kurang tepat. Seharusnya responden

bisa membedakan antara nomina dan adjektiva, sehingga kata l’humour dapat diganti

menjadi humouristique.

        Ada pula 1 responden yang mendapat skor 0 karena terkecoh dengan

pasangan kosakata berparonim l’humour yaitu l’humeur, seperti contoh berikut;

J’aime regarde l’humeur de Warkop à la télévision. 2 responden lagi yang mendapat

skor 0 karena kalimat yang dibuatnya tidak dapat dipahami, seperti pada contoh

kalimat Beaucoup de personnes aiment recit ou dessin humour.
   8 a) Nomina le change

       Untuk nomina le change, Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Ma

mère est en train de faire le change à la banque (Ibuku sedang melakukan penukaran

uang asing di bank).

       Pada butir soal ini, 4 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina le change dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 2 responden mendapat skor 1 karena terdapat kesalahan pada

struktur kalimat. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya

masih dapat tersampaikan, seperti contoh berikut; (1) Il fait la change chaque

semaine, (2) Ce jour le change dans un banque augmente 25%.

        Responden yang mendapat skor 0 sebanyak 15 responden, karena banyak

responden yang membuat kalimat dengan memahami nomina le change dengan

‘merubah, perubahan, berubah’, seperti pada contoh kalimat berikut; (1) Cette

bibliothèque etait charger après la mort de directeur, (2) J’ai change mon mauvais

d’habitude, (3) Le change de cette batiment est très vite, (4) Il est un homme qui a

beaucoup de change, (5) Pierre était malade parce que le change du climat, (6) Il a

beaucoup de change de son projet, (7) Pendant 10 ans il y a beaucoup du change

dans cette ville, (8) Le change époque emmene, (9) La change de Didier est

manifique, (10) Il a beaucoup de change de son projet, (11) J’ai vendu à Simpang

Lima pour que j’ai perdu au change, (12) Le change de Didier est magnifique.

Responden yang membuat kalimat seperti di atas, yang mempunyai bermacam-

macam makna, menunjukkan bahwa mereka kurang memahami maknanya.
   8 b) Nomina la chance

       Untuk nomina la chance, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Amélie, elle

n’a pas beaucoup de chances dans sa vie (Amélie, ia tidak mempunyai banyak

keberuntungan dalam hidupnya).

       Pada butir soal ini, 10 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina le chance dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 9 responden mendapat skor 1, seperti contoh berikut; (1)

Elle a beaucoup de chance dans sa vie, (2) Ana est une fille qui n’a pas beaucoup de

chance dans la vie, (3) Elle n’a pas eu beaucoup de chance dans la vie, (4) Elle

n’avait pas beaucoup de chance dans la vie, (5) Tu n’as pas assez de la chance.

Fais-le maintenant !, (6) Aujourd’hui, vendeur a beaucoup de chance de ses ventes,

(7) Il avais la chance dernier, (8) Il avait bonne chance toujours, (9) Je suis calculée

ses chances de succès en semestre 3. Banyak responden yang menggunakan kata

beaucoup tanpa menyertakan huruf ‘s’ di belakang nomina. Jadi penulisan yang benar

yaitu beaucoup de chances. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan

maknanya masih dapat dipahami

       Responden yang mendapat skor 1 sebanyak 2 responden, karena kalimat yang

dibuatnya tidak dapat dipahami, yaitu (1) Il y a beaucoup de chance pour participer

au rauye, (2) Yexta chance dans la vie, elle peux visiter Venise l’été prochain.
   9 a) Nomina dessous (m)

       Untuk nomina dessous (m), responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Le dessous

de ce bâtiment a été détruit (Bagian bawah gedung ini akan dihancurkan).

       Pada butir soal ini, hanya 3 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina dessous (m) dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 14 responden mendapat skor 1, seperti contoh berikut; (1) Il

n’y a pas des etudiants au dessous, (2) Il y a un ballon dessous que tu peux me

prendre, (3) Le dessous de la bauteille est creux, (4) Il a mis son dictionnaire dessous

d’une table, (5) Le sac que je viens d’acheter est dessous la table, (6) Le chat se

cache dessous le table. Il a volé le poisson, (7) Le voleur s’est caché au dessous du

table, (8) Il attend dessous de la table, (9) Le prix de la chemise est marqué dessous,

(10) Il a mis son dictionnaire dessous d’une table, (11) Le chat s’est caché là-

dessous, (12) Je me suis abrité dessous d’une parapluie, (13) Le chat est passé par-

dessous le grillage, (14) Quand il pleuvait, je me suis abrité dessous d’un arbre.

Kesalahan yang dilakukan responden umumnya adalah kesalahan pada struktur

kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang digunakan. Meskipun

demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih dapat tersampaikan.

       Responden yang mendapat skor 0 sebanyak 4 responden. Hal itu dikarenakan

kalimat yang dibuat responden tidak dapat dipahami, penggunaan struktur kalimat

maupun kosakatanya tidak tepat, seperti pada contoh berikut; (1) Les dessous des
pieds, (2) Vous pouvez ci-dessous, (3) Elle aime bien porte la june au-dessous de

genou.

   9 b) Nomina dessus (m)

         Untuk nomina dessus (m), responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Le dessus de

ce grand bâtiment a été construit par l’architecte célèbre (Bagian atas gedung besar

ini dibangun oleh arsitek terkenal).

         Pada butir soal ini, 7 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina dessus (m) dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 9 responden mendapat skor 1, karena masih terdapat

kesalahan struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang

digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih

dapat dipahami, seperti; (1) Il y a un chat dessus table dans sa chambre, (2) Il a pris

son sac au l’étage au dessus, (3) Il a pris son sac au l’étage au dessus, (4) Prenez

mon livre qui est dessus l’armoire, (5) Ce film est pour le jeune au dessus 17 ans, (6)

Il habite à l’étage le plus élevé, (7) Le prix des chausseurs est marqué dessus, (8) J’ai

mis ma portable dessus un matelas, (9) Il a mis mon livre dessus d’une table.

         Responden yang mendapat skor 0 sebanyak 5 responden. Hal itu dikarenakan

kalimat yang dibuat responden tidak dapat dipahami, penggunaan struktur kalimat

maupun kosakatanya tidak tepat, seperti pada contoh berikut; (1) Elle habite à

Jakarta dans l’étage du dessus, (2) La température atteint 35 et au dessus quand la
saison de l’été, (3) Elle habite à Jakarta dans l’etage du dessus, (4) Elle a relevé sa

robe pour ne pas marcher dessus, sedangkan 1 reponden lagi tidak membuat kalimat.

   10 a) Nomina la proposition

       Untuk nomina la proposition, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah La

proposition de Marco a été refusée par le directeur (Usulan Marco ditolak oleh

direktur).

       Pada butir soal ini, 12 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina la proposition dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 8 responden mendapat skor 1, karena masih terdapat

kesalahan struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang

digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih

dapat dipahami, seperti; (1) Le directeur donne une proposition à nouvelle créatrice à

réunion hebdomadaire, 2 responden membuat kalimat Ils ont fait des proposition, (2)

Sa proposition avait éte rejetée, (3) Il est déssappointé de la réfutation de sa

proposition, (4) La proposition de mon petit ami est repoussé, (5) Nous ne somme pas

d’accord sur la proposition de Charlotte àla réunion hebdomaire hier, (6) La

proposition de Laura avait été réjetée, sedangkan 1 responden lagi mendapat skor 0

karena terkecoh dengan pasangan kosakata berparonim la proposition yaitu la

préposition, seperti contoh berikut; Romina repousse la preposition de Didier.
   10 b) Nomina la préposition

         Untuk nomina la préposition, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah On peut

mettre    la   préposition   ‘à’   pour   completer    cette   phrase    (Kita   dapat

meletakkan/menempatkan preposisi ‘à’ untuk melengkapi kalimat ini).

         Pada butir soal ini, 6 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina la préposition dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 8 responden mendapat skor 1, karena masih terdapat

kesalahan struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang

digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih

dapat dipahami, seperti; (1) donnez moi l’example de préposition!, (2) donnez moi

l’example de preposition!, responden tersebut kurang cermat yaitu tanpa

membubuhkan accent aigu (é) pada kata préposition tersebut, (3) La préposition est

un mot ou un groupe des mots qui relie un mot et les autres, (4) M. Isfajar m’a

demandé de compléter des question avec la préposition, (5) La préposition est utilisé

pour le verbe intransitif, (6) Nous étudons la préposition aujourd’hui, (7) M. Saifudin

m’a demande de completer de question avec la préposition, (8) « à cause de, à force

de » sont des locutions préposition, sedangkan 5 reponden yang lain mendapat skor 0

karena tidak membuat kalimat.

   11 a) Nomina la conversation

         Untuk nomina la conversation, responden diminta untuk membuatnya ke

dalam kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah
J’èspere que nous pourrons toujours faire la conversation (Saya berharap kita dapat

selalu berkomunikasi).

       Pada butir soal ini, 11 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina la conversation dengan struktur kalimat yang benar

berdasarkan konteksnya, sedangkan 7 responden mendapat skor 1, karena masih

terdapat kesalahan struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata

yang digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya

masih dapat dipahami, seperti: (1) La conversation entre une touriste et un enfant est

interessant, (2) J’ai faire la conversation avec ma mère, (3) J’ecoute la conversation

de Mme.Vivi et Mme.Asta, (4) Karin et moi faire de la conversation trôp long, (5) La

conversation de la president est important, (6) Karin et moi faire de la conversation

trôp long, (7) Avrel et Tyara faire la conversation sur l’économie d’Indonesie.

       Ada pula 3 responden yang mendapat skor 0 karena kalimat yang dibuat

responden tidak dapat dipahami, penggunaan struktur kalimat maupun kosakatanya

tidak tepat, seperti pada contoh berikut: (1) Il fait la conversation avec, (2) Alyne et

Styve faire la conversation sur la mondalitation, (3) Il attend la conversation entre la

ravisseur et la police sur téléphone.

   11 b) Nomina la conservation

       Untuk nomina la conservation, responden diminta untuk membuatnya ke

dalam kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Le

gouvernement a construit la conservation pour des animaux sauvages (Pemerintah

telah mendirikan perlindungan untuk binatang-binatang buas).
       Pada butir soal ini, 7 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina la conservation dengan struktur kalimat yang benar

berdasarkan konteksnya, sedangkan 4 responden mendapat skor 1, karena masih

terdapat kesalahan struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata

yang digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya

masih dapat dipahami, seperti; (1) Pour echapper l’extermination des animaux

sauvages, le gouvernement a créé la conservation, (2) Le gouvernement a créé un

grand parc national pour la conservation des animals et des arbres, (3) Le

gouvernement a fait la conservation, (4) Mon uncle est chargé de la conservation

d’un monument.

       Responden yang mendapat skor 0 sebanyak 10 responden, 3 reponden

mendapat skor 0 karena tidak membuat kalimat dan 7 responden lainnya membuat

kalimat yang tidak dapat dipahami, penggunaan struktur kalimat maupun kosakatanya

tidak tepat, seperti pada contoh berikut; (1) Elle est chargé de la conservation dans

une classe, (2) Le gouvernement fait la conservation pour, (3 Je suis chargé de la

conservation d’un monument national, (4) Je suis chargé de la conservation d’un

monument, (5) Il est chargé de la conservation d’un monument dan la rue

Diponegoro, (6) Elle est chargé de la conservation dans cette classe.

       Ada pula 1 responden yang terkecoh dengan pasangan kosakata berparonim la

conservation yaitu la conversation seperti contoh berikut Le gouvernement veut faire

la conversation des animaux.
   12 a) Nomina le poisson

       Untuk nomina le poisson, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Les enfants

aiment bien pêcher le poisson à la rivière (Anak-anak sangat suka memancing ikan di

sungai).

       Pada butir soal ini, 9 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina le poisson dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 10 responden mendapat skor 1. Kesalahan-kesalahan yang

dilakukan mahasiswa tersebut sama seperti kesalahan-kesalahan pada butir soal

sebelumnya, yaitu kesalahan pada struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca,

maupun kosakata yang digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya

benar dan maknanya masih dapat tersampaikan, separti beberapa contoh kalimat

berikut; (1) La pêche traditionnelles espère gagner des grand poissons, (2) Mon frère

a trouvé beaucoup de poissons de rivière, (3) Il y a beaucoup de poissons à la riviere

derriere ma maison, (4) Ma peau me démangera, si je mange les poissons de mer, (5)

Ce matin, j’ai acheté les poisson au marche avec ma sœur, (6) Nous avons obtenu

beaucoup de poisson quand nous avons pèché à la riviere, (7) Ma mère achete le

poisson à la marché, (8) Mon père a pêché le poisson à la lake, (9) Hier, ma mére est

allée au marche pour prend les poissons, (10) J’aime bien mange du poisson kakap.

Ada pula 2 responden yang mendapat skor 0 karena kalimat yang dibuat responden

tidak dapat dipahami, seperti pada contoh Si tu veux quelque poisson, tu pourras

pêcher à la ligne.
   12 b) Nomina le poison

       Untuk nomina le poison, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Le poison de

ce grand serpent est très mortellement (Racun ular itu sangat mematikan).

       Pada butir soal ini, 12 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina le poison dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 5 responden mendapat skor 1, karena masih terdapat

kesalahan struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang

digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih

dapat dipahami, seperti; (1) Un jeune homme essaye suicidaire avec un poison, (2) Il

est mort de poison, (3) Cette fille est mort parce qu’elle boit le poison, (4) Il a mourie

comme boire le poison, (5) Le chien est mort parce que il a mangé le poison.

       Responden yang mendapat skor 0 sebanyak 4 responden karena kalimat yang

dibuat responden tidak dapat dipahami, penggunaan struktur kalimat maupun

kosakatanya tidak tepat, seperti pada contoh berikut; Le poison de la, 2 responden

menjawab dengan Le serpin a le poisson, sedangkan 1 reponden mendapat skor 0

karena tidak membuat kalimat.

   13 a) Nomina les cheveux

       Untuk nomina les cheveux, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah J’aime

beaucoup regarder les jeunes filles dont les cheveux sont longs (Saya sangat suka

melihat gadis-gadis muda yang rambutnya panjang).
        Pada butir soal ini, 7 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina les cheveux dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 12 responden mendapat skor 1, karena masih terdapat

kesalahan struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang

digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih

dapat dipahami, seperti; (1) Ses cheveux ont long et noir, (2) Les cheveux est noirs,

(3) Les cheveux sont noir, (4) Les cheveux de cette fille est très belle, (5) Les cheveux

est noirs, (6) Mes cheveux est long, (7) Mon grand-père a les cheveux blanc, (8) Yaya

et Yanti ont des cheveux longues et noirs, (9) Alyssa est très jolie pace qu’elle a les

cheveux noirs et long, (10) La fille de M.Pujol a les cheveux est long et noir, (11) Les

cheveux de Pierre sont noir, (12) Elle a cheveux souples et crépus mais les cheveux

roux.

        Responden yang mendapat skor 0 sebanyak 2 responden, karena kalimat yang

dibuat responden tidak dapat dipahami, penggunaan struktur kalimat maupun

kosakatanya tidak tepat, seperti pada contoh berikut; (1) Doni a les cheveux en

désodre, (2) Nadine et Cécile s’est battu en se prendre aux cheveux. Mereka mampu

memahami kata les cheveux namun tidak dapat menggunakannya dengan benar dalam

menyusun kalimat.

   13 b) Nomina les chevaux

        Untuk nomina les chevaux, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Ces chevaux
ont couru dix kilomètres en vingt minutes (Kuda-kuda itu berlari 10 kilometer dalam

waktu 20 menit).

       Pada butir soal ini, 7 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina les chevaux dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 5 responden mendapat skor 1. Kesalahan-kesalahan yang

dilakukan mahasiswa tersebut sama seperti kesalahan-kesalahan pada butir soal

sebelumnya, yaitu kesalahan pada struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca,

maupun kosakata yang digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya

benar dan maknanya masih dapat tersampaikan, seperti beberapa contoh kalimat

berikut; 2 responden menjawab dengan Des chausseur a tué des chevaux, (1) Chez

mes grande-parents à campagne, il y a beaucoup de chevaux, (2) Nous randonnons

au village aux chevaux, (3) Les chevaux courient à la fôret.

       Responden yang mendapat skor 0 sebanyak 9 responden karena kalimat yang

dibuat responden tidak dapat dipahami, penggunaan struktur kalimat maupun

kosakatanya tidak tepat, seperti pada contoh berikut; (1) Il y a beaucoup de cheveaux

dans la maison de M.Louis, (2) Les chevaux sauvage, (3) Les chevaux courient à la

fôret, (4) Mon père a sauté sur son cheval de salle, sedangkan 4 reponden yang lain

mendapat skor 0 karena tidak membuat kalimat. 1 responden terkecoh dengan dengan

pasangan kosakata berparonim les chevaux yaitu les cheveux, seperti contoh Des

chasseur a tué des cheveux, sehingga kalimat tersebut menjadi rancu.
   14 a) Nomina le complément

       Untuk nomina le complément, responden diminta untuk membuatnya ke

dalam kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah:

Mon professeur est en train d’enseigner sur ‘le complément d’object direct’ (Guruku

sedang mengajarkan tentang ‘le complément d’object direct’).

       Pada butir soal ini, 8 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina le complément dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 7 responden mendapat skor 1, karena masih terdapat

kesalahan struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang

digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih

dapat dipahami, seperti; 2 responden menjawab dengan Il y a un          complément

d’information par mon professeur, (1) J’ai encore besoin d’une complément pour

faire ce repas, (2) Le journalis va au bureau de police pour chercher un complément

d’information sur le cambriolage dans un banque, (3) Ma mère adjoute sucre comme

le complément de la cuisine, (4) Mon professeur est en train d’enseigner sur le

complément d’objet diréct, (5) Il doit avoir le complément. Responden yang

mendapat skor 0 sebanyak 6 responden karena kalimat yang dibuat responden tidak

dapat dipahami, penggunaan struktur kalimat maupun kosakatanya tidak tepat, seperti

pada contoh berikut; (1) Le complément d’information, (2) Il doit le complément,

sedangkan 4 reponden mendapat skor 0 karena tidak membuat kalimat.
   14 b) Nomina le compliment

       Untuk nomina le compliment, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Amélie aime

bien donner un compliment à ses amis (Amélie suka sekali memberikan sebuah pujian

kepada teman-temannya).

       Pada butir soal ini, 6 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan nomina le compliment dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 12 responden mendapat skor 1, karena masih terdapat

kesalahan struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang

digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih

dapat dipahami, seperti; (1) Le professeur donne compliment à des étudiant qui gagne

une bonne note, (2) Le professeur fait des compliment à ses étudiant (3) Ma mère a

faire des compliments à ma sœur, (4) Ma grand-mère a faire des compliments à ma

sœur, (5) Le professeur fait des compliment à ses étudiant, (6) Il aime bien réciter un

compliment pour flatter son petite amie, (7) Je fait des compliment à ma sœur et mon

frère, (8) Le professeur donne compliment à un élève pour son succes à un examen,

(9) Il a obtenu beaucoup de compliment car ses créations, (10) Laure faire le

compliment à Doni, (11) Elle a le compliment de le professeur, (12) Mon grand-père

a fait des compliments au Delvaux.

       Responden yang mendapat skor 0 sebanyak 2 responden karena kalimat yang

dibuat responden tidak dapat dipahami, penggunaan struktur kalimat maupun

kosakatanya tidak tepat, seperti pada contoh berikut;
(1) J’oublie le complinent parce que j’ai gagné la competition de danse, (2) Je vous

charge de mes compliment pour monsieur Jean, sedangkan 4 reponden mendapat

skor 0 karena tidak membuat kalimat.

c. Soal adjektiva

   15 a) Jaune

       Untuk adjektiva Jaune, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah C’est Marie

qui porte une robe jaune (Itulah Marie yang memakai gaun berwarna kuning).

       Pada butir soal ini, 11 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan adjektiva jaune dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 9 responden mendapat skor 1. Kesalahan-kesalahan yang

dilakukan mahasiswa tersebut sama seperti kesalahan pada butir soal sebelumnya,

yaitu kesalahan pada struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata

yang digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya

masih dapat tersampaikan, separti beberapa contoh kalimat berikut; (1) Les enfants

joue au ballon jaune dans le parc, (2) Les fleurs jaunes coûtent plus chers que les

blanches, (3) J’ai acheté un jaune stylo au supermarché hier, (4) Hier soir, j’ai

rencontré une fille qui s’est met une robe jaune, (5) Il aim bien le maillot jaune, (6)

Nadine a acheté la jaune robe et le pantalon au supermarché, (7) Mon père a acheté

une voiture jaune, la semaine dernier, (8) Elle est habille de jaune quand allée au

cinéma, (9) Hier, Nisa a acheté la chemise jaune, sedangkan 1 reponden mendapat

skor 0 karena tidak membuat kalimat.
   15 b) Jeune

       Untuk adjektiva Jeune, responden diminta untuk membuatnya ke dalam

kalimat bahasa Prancis. Contoh kalimat yang benar untuk soal ini adalah Je connais

bien la jeune fille qui habite à côté de chez toi (Saya mengenal baik gadis muda yang

tinggal di sebelah rumahmu).

       Pada butir soal ini, 11 responden mendapat skor 2, karena mereka dapat

menggunakan adjektiva      jeune dengan struktur kalimat yang benar berdasarkan

konteksnya, sedangkan 7 responden mendapat skor 1, karena masih terdapat

kesalahan struktur kalimat, konjugasi, ejaan, tanda baca, maupun kosakata yang

digunakan. Meskipun demikian, penggunaan paronimnya benar dan maknanya masih

dapat dipahami, seperti; (1) Yexta, jeune fille qui travaille dans restaurants chinois,

(2) La jeune fille qui porte un robe est mon amie, (3) Il y a beaucoup de jeune

hommes dans cette region, (4) Nathalie est une jeune fille rêveuse, optimiste et

courageusse, (5) Les nouveaux modèles de vétements ont été monté par les jeunes

hômmes, (6) Ce jeune homme est le professeur français, (7) Une jeune fille achete les

fleurs. Ada pula 3 responden yang mendapat skor 0 karena kalimat yang dibuat

responden tidak dapat dipahami, penggunaan struktur kalimat maupun kosakatanya

tidak tepat, seperti pada contoh berikut; (1) Nadine est son jeune frère en voiture, (2)

Je connais cette fille qui met une jolie robe, sedangkan 1 reponden mendapat skor 0

karena tidak membuat kalimat.
                                      BAB 5

                                    PENUTUP

5.1 Simpulan

       Berdasarkan hasil analisis data yang telah diperoleh dalam penelitian ini,

maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan mahasiswa Semester III Prodi

Pendidikan Bahasa Prancis tahun ajaran 2008/2009 dalam memahami dan

menggunakan paronim dalam kalimat bahasa Prancis dikategorikan baik, karena nilai

rata-ratanya adalah 72,5.

       Nilai tertinggi yang diperoleh mahasiswa dalam memahami dan menggunakan

paronim dalam kalimat bahasa Prancis adalah 93 dan nilai terendah yang diperoleh

mahasiswa adalah 57. Namun, rata-rata pemahaman paronim bahasa Prancis lebih

tinggi daripada penggunaan paronim dalam kalimat bahasa Prancis. Hal ini

disebabkan karena mahasiswa mampu memahami kosakata berparonim namun

mereka tidak dapat menggunakannya dengan benar dalam menyusun kalimat.

Padahal, semua kosakata berparonim tersebut ada dalam buku pegangan Campus I

dan Campus II s/d Unité 4 dan telah mereka pelajari selama kurang lebih 1 tahun.

       Beberapa responden telah mampu memahami dan menggunakan paronim

dalam kalimat bahasa Prancis dan maknanya masih dapat tersampaikan, namun masih

terdapat kesalahan-kesalahan pada struktur kalimat, ejaan, penggunaan konjugasi,

tanda baca, maupun kosakata yang digunakan. Ada pula beberapa responden yang

salah dalam memahami suatu kata dengan pasangan paronimnya, sehingga pada saat

membuat kalimat, kalimat tersebut menjadi rancu dan tidak dapat dipahami.
5.2 Saran

      Berdasarkan simpulan di atas, saran yang dapat diajukan adalah mahasiswa

dianjurkan untuk lebih sering berlatih memahami, menulis maupun mengeja kata

yang berparonim yang mirip bentuknya, ejaannya, dan cara pelafalannya, tetapi

mempunyai makna berbeda, baik kata lepas maupun dalam konteks kalimat, misalnya

le poisson délicieux dan le poison mortel, la conversation intéressante dan la

conservation des animaux/des plantes. Kekeliruan dalam pemahaman dan

penggunaan kata berparonimi yang terjadi dalam menulis, akan menyebabkan

kesalahpahaman bagi pembaca dan pesan tidak akan tersampaikan. Dengan sering

berlatih, maka kekeliruan dalam memahami maupun menggunakan kosakata

berparonim akan semakin berkurang. Menulis merupakan kemampuan yang tidak

mudah untuk dikuasai. Kunci keberhasilan menguasai kemampuan menulis adalah

sering berlatih, semakin sering mahasiswa berlatih menulis semakin mahir pula

mereka menulis.
                                 Daftar Pustaka

Ahmadi, Mukhsin. 1990. Strategi Belajar-Mengajar Keterampilan Berbahasa dan
     Apresiasi Sastra. Malang: Y A 3 Malang.

Alwi, Hasan, dkk. 1998. Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Jakarta: Perum Balai
       Pustaka.

Arikunto, Suharsimi. 1997. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

                . 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka
       Cipta.

Chaer, Abdul. 2003. Sosiolinguistik. Jakarta: Rineka Cipta.

Cuq, Jean Pierre dan Isabelle Gruca. 2002. Cours de Didactique du Francais Langue
       Etrangère et Seconde. Paris: Librairie. Larouse.

Delatour, Y. dkk. 1991. Grammaire du Francais. Paris: Hachette.

Dubois, Jean. dkk. 1994. Dictionnaire de Linguistique. Paris: Librairie Larousse.

Dubois, Jean, G. Jouannon et R. Lagane. 1961. Grammaire Francaise. Paris:
      Librairie Hachette.

E. Genouvrier – J. Peytard. 1970. Linguistique et enseignement du francaise. Paris:
      Librairie Larousse.

http://Liternaute.com/dictionnaire/fr/definition/paronyme.

Larousse, Pierre. 1967. Petite La Rousse. Paris: Librairie.

Littre, Paul-Emile. 1987. Dictionnaire de la Langue Francaise Tome 5. Chicago:
        Imprimerie RR Donnelley&Sons Company.

Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Penilaian dalam Pengajaran Bahasa dan Sastra.
      Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Pougeoise, Michel. 1996. Dictionnaire de Didactique de la Langue Francaise. Paris:
      Armand Collin.
Purwanto, M. Ngalim. 1984. Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran.
      Bandung: Remadja Karya.
Robert, Paul. 2007. Le nouveaux Petit Robert de la Langue Francaise 2007. Paris:
       Normandie Roto Impression s.a.s.

Tarigan, H.G. 1986. Menulis Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung:
      Angkasa.
             . 1993. Pengajaran Kosakata. Bandung: Angkasa.

Valette, Rebecca M. 1975. Le Test en Langue Etrangère Guide Pratique. Paris:
       Classique Hachette.
Lampiran Tabel persiapan perhitungan rumus product moment pada tes pemahaman

dan penggunaan paronim dalam kalimat bahasa Prancis.

   Nama                 (X)                  (Y)                   X2      Y2      XY
   Adum                  73                  71                   5329    5041    5183
       Kino              85                  83                   7225    6889    7055
       Nora              91                  89                   8281    7921    8099
       Nurs              79                  73                   6241    5329    5767
       Syah              80                  84                   6400    7056    6720

       ∑                408                  400                  33476   32236   32824



                         NΣXY − (ΣX )(ΣY )
        rxy =
                  {NΣX   2
                                        }{
                             − (ΣX ) NΣY 2 − (ΣY )
                                    2                     2
                                                              }
                             5.32824 − (408)(400)
             =
                  {5.33476 − (408) }{5.32236 − (400) }
                                         2                          2




                             164120 − 163200
         =
                 {167380 − 166464}{161180 − 160000}

                  920               920                 1438
         =                    =                    =
                 916.1180         1080880              1039,65

R xy          = 0,885

R tabel untuk N = 5 = 0, 878

R hitung > R tabel = 0,885 > 0, 878

        Dengan demikian, soal yang diujicobakan dinyatakan reliabel.
Lampiran Data Skor Mentah dan Nilai Tes Pemahaman dan Penggunaan Paronim

dalam Kalimat Bahasa Prancis.

 No    Responden       Skor Mentah Tes   Skor Mentah Tes    Nilai Akhir
                          Pemahaman        Penggunaan
 1         Sall                 24              27              57
 2        Sekh                  28              35              70
 3        Indr                  26              42              75
 4        Vyna                  27              40              74
 5        Avif                  30              51              90
 6        Dedy                  27              40              74
 7        Yess                  27              39              73
 8        Khoi                  28              51              88
 9        Nuru                  27              42              77
 10       Susi                  27              35              69
 11       Afrl                  27              49              84
 12       Imas                  28              29              63
 13       Makh                  28              40              75
 14       Norj                  30              54              93
 15       Adis                  28              31              64
 16        Jevi                 24              35              65
 17       Tiar                  27              25              58
 18       Nufa                  27              35              69
 19       Zahr                  25              32              63
 20       Afen                  27              36              70
 21       Abdu                  27              38              72
 ∑       Jumlah                 569            806             1523
 SOAL DAN KUNCI JAWABAN TES PEMAHAMAN DAN PENGGUNAAN
                PARONIM DALAM KALIMAT BAHASA PRANCIS
       VERBA
1. a. Tromper         = membohongi, menipu
   b. Contoh kalimat = Le vendeur a trompé mon amie quand elle a acheté des fruits.

2. a. Emmener         = membawa / mengajak (pergi) seseorang, aller quelque part
                        avec quelqu’un.
   b. Contoh kalimat = La semaine dernière, Antoine a emmené Nadine au cinéma
                        pour regarder le film.
3. a. Tremper         = membasahi, merendam
   b. Contoh kalimat = Hier nuit, la pluie a trempé la terre.

4. a. Amener          = mengantarkan (seseorang), conduire quelqu’un vers un lieu.
   b. Contoh kalimat = Le chauffeur de taxi a amené les dames à l’aéroport.

5. a. Repousser       = menolak (seseorang), menolak tawaran seseorang
6. b. Contoh kalimat = Philippe repousse l’invitation de Floriane pour aller au
                        cinéma.
7. a. Casser          = mematahkan, memecahkan
   b. Contoh kalimat = Quand il est en colère, il casse souvent des assiettes.

8. a. Permettre       = memperbolehkan, mengijinkan, membiarkan
   b. Contoh kalimat = Mes parents me permettent de sortir chez mon ami.

9. a. Vouloir         = ingin, mau, atau hendak
   b. Contoh kalimat = Je veux bien faire du football avec Cristiano Ronaldo.

10. a. Promettre      = berjanji
   b. Contoh kalimat = Il a promis de venir chez moi, demain matin.

11. a. Valoir         = berharga, bernilai
   b. Contoh kalimat = La voiture de M. Vincent a valu 3 millions francs.
12. a. Chasser        = berburu
   b. Contoh kalimat = Jadis, les rois aimaient bien chasser dans la forêt.

13. a. Reposer        = beristirahat, meletakkan kembali, menaruh kembali
   b. Contoh kalimat = Il se repose dans sa chambre parce qu’il est fatigué.



       NOMINA
13. a. L’humeur (f)   = suasana hati, rasa senang
   b. Contoh kalimat = Sa mère est toujours en colère à cause de sa mauvaise
                        humeur.
14. a. Le change      = penukaran, pertukaran uang/barang
   b. Contoh kalimat = Ma mère est en train de faire le change à la banque.

15. a. dessous        = bagian bawah
   b. Contoh kalimat = Le dessous de ce bâtiment a été détruit.

16. a. L’humour (m) = humor
   b. Contoh kalimat = J’aime le garçon qui a le sens de l’humour.
17. a. La chance      = keberuntungan, kesempatan baik
   b. Contoh kalimat = Amélie, elle n’a pas beaucoup de chances dans sa vie.

18. a. dessus (m)     = bagian atas
   b. Contoh kalimat = Le dessus de ce grand bâtiment a été construit par
                        l’architecte célèbre.
19. a. La proposition = usulan, pendapat, kalimat
   b. Contoh kalimat = La proposition de Marco a été refusée par le directeur.

20. a. La conversation = percakapan, perbincangan, pembicaraan
   b. Contoh kalimat = J’espère que nous pourrons toujours faire la conversation.

21. a. Le poisson     = ikan
   b. Contoh kalimat = Les enfants aiment bien pêcher le poisson à la rivière.
22. a. La préposition = preposisi/kata depan
   b. Contoh kalimat = On peut mettre la préposition ‘à’ pour compléter cette
                        phrase.
23. a. La conservation = pemeliharaan, penyelamatan, penyimpanan
   b. Contoh kalimat = Le gouvernement a construit la conservation pour des
                        animaux sauvages.
24. a. Le poison      = racun
   b. Contoh kalimat = Le poison de ce grand serpent est très mortellement.

25. a. Les cheveux    = rambut
   b. Contoh kalimat = J’aime beaucoup regarder les jeunes filles dont les cheveux
                        sont longs.
26. a. Le complément = pelengkap, tambahan
   b. Contoh kalimat = Mon professeur est en train d’enseigner sur le complément
                        d’object direct.
27. a. Les chevaux    = beberapa kuda
   b. Contoh kalimat = Ces chevaux ont couru dix kilomètres en vingt minutes.

28. a. Le compliment = pujian
   b. Contoh kalimat = Amélie aime bien donner un compliment à tout le monde.



       ADJEKTIVA
29. a. Jaune          = kuning
   b. Contoh kalimat = C’est Marie qui porte une robe jaune.

30. a. Jeune          = muda
   b. Contoh kalimat = Je connais bien la jeune fille qui habite à côté de chez toi.

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:663
posted:2/19/2010
language:Indonesian
pages:99