DASAR-DASAR PEMOGRAMAM PHP by malj

VIEWS: 2,764 PAGES: 25

									                                                                                     Modul Praktek PHP



PENDAHULUAN

Teknologi yang digunakan dalam pemograman web dibagi menjadi dua yaitu server side dan client side.
Pada server side, perintah-perintah program dijalankan di server dan dikirimkan ke browser sudah dalam
bentuk HTML. Sedangkan client side, proses akan dilakukan di web browser. Biasanya client side
digunakan untuk hal-hal yang membutuhkan interaksi user tetapi data yang ditampilkan tetap dan
seragam.
Aplikasi web berjalan pada protokol HTTP, dan semua protokol di internet selalu melibatkan antara server
dan client. Ketika seseorang mengetikkan suatu alamat di browser, maka browser akan mengirimkan
perintah tersebut ke web server. Jika yang diminta oleh client adalah file yang mengandung perintah
server side maka server web akan menjalankan dahulu program tersebut lalu mengirimkannya kembali ke
browser dalam bentuk HTML, sehingga dapat diterjemahkan oleh browser. Sedangkan jika yang diminta
oleh client adalah file yang mengandung file client side maka oleh server file tersebut akan langsung
dikirimkan ke browser.
Banyak sekali bahasa pemograman yang dipakai pada pemograman web, diantaranya : CGI/Perl, Active
Server Page(ASP), Java Server Page (JSP), PHP,ColdFusion (CFM), dll, yang kesemuanya itu adalah
program server side. Sedangkan untuk client side misalnya saja JavaScript, VBScript, HTML.

Sejarah PHP
PHP adalah salah satu bahasa Server-side yang didesain khusus untuk aplikasi web. PHP dapat disisipkan
diantara bahasa HTML, dan karena termasuk bahasa Server-side, maka bahasa PHP akan dieksekusi di
server, sehingga yang dikirimkan ke browser adalah “hasil jadi” dalam bentuk HTML, dan kode PHP anda
tidak akan terlihat.

PHP dahulunya merupakan proyek pribadi dari Rasmus Lerdorf ( dengan dikeluarkannya PHP versi 1) yang
digunakan untuk membuat home page pribadinya. Versi pertama ini berupa kumpulan script PERL. Untuk
versi keduanya, Rasmus menulis ulang script-script PERL tersebut menggunakan bahasa C, kemudian
menambahkan fasilitas untuk Form HTML dan koneksi MySQL. Adapun PHP didapat dari singkatan
Personal Home Pages. Setelah mengalami perkembangan oleh suatu kelompok open source(termasuk
Rasmus) maka mulai versi 3 nya, PHP telah menampakkan keunggulannya sebagai salah satu bahasa
server scripting yang handal. Melalui perkembangan yang pesat ini banyak fasilitas yang ditambahkan dan
oleh kelompok ini PHP disebut sebagai "PHP: Hypertext Preprocessor" .

PHP dapat berjalan di berbagai sistem operasi seperti Windows 98/NT, UNIX/LINUX, Solaris maupun
Macintos. PHP merupakan software yang open source yang dapat didownload secara gratis dari situs
resminya yaitu : http://www.php.net. PHP dapat berjalan pada web server seperti Personal Web Server
(PWS), Apache, IIS, AOLServer, Xitami, dll.

Web server merupakan server internet yang mampu melayani koneksi transfer data dalam protocol HTTP.
Web server merupakan hal yang terpenting dari server internet dibandingkan server lainnya seperti e-mail
server, ftp server ataupun news server. Hal ini disebabkan web server telah dirancang untuk melayani
beragam jenis data, dari text sampai grafis 3 dimensi. Salah satu software web server yang biasa
digunakan oleh banyak web master di dunia adalah apache. Software tersebut dapat didownload secara
gratis dari web resmi apache yaitu http://www.apache.org.

PHP dan Database
Salah satu kelebihan dari PHP adalah mampu berkomunikasi dengan berbagai database yang terkenal.
Dengan demikian, menampilkan data yang bersifat dinamis, yang diambil dari database, merupakan hal
yang mudah untuk diimplementasikan. Itulah sebabnya sering dikatakan bahwa PHP sangat cocok untuk
membangun halaman-halaman web dinamis. Pada saat ini PHP sudah dapat berkomunikasi dengan
berbagai database meskipun dengan kelengkapan yang berbeda-beda, beberapa diantaranya adalah :
     dBASE (dBASE III+, Visual dBASE, Visual FoxPro, dan semacamnya),
     Informix
     Interbase
     Microsoft Access
     Microsoft SQL
     MySQL
     Oracle
     Postgre SQL
     Sybase.


Pada kali ini kita akan menggunakan software yang bernama PHPTriad untuk mempelajari script PHP.
PHPTriad adalah software installer PHP secara instant yang berjalan pada lingkungan Windows, setelah
menginstal PHPTriad, maka di komputer tidak saja telah terinstal PHP tetapi juga sekaligus telah




create by aris3t – 7/11/2004                                                                          1
                                                                                        Modul Praktek PHP



menginstal Apache Web          Server   dan   Database   MySQL.   PHPTriad   dapat   didownload   di   situs
http://www.download.com

Praktek 1 Instalasi PHP, Apache WebServer dan MySQL dg PHPTriad
1. Download PHPTriad dari www.download.com atau dari situs http://sourceforge.net/projects/phptriad.
2. Klik 2 kali file installer tsb yaitu : phptriad2-2-1.exe
3. Akan tampil kotak dialog License Of Agreement.
4. Klik Next, maka akan mengenstrak semua file PHPTriad ke direktori C:\Apache.
5. Bila telah selesai, Klik Close.

Praktek 2 Menjalankan Apache Web Server
1. Klik Start > Programs > PHPTriad > Start Apache
2. Akan muncul jendela Start Apache, biarkan jendela terbuka, dan jangan ditutup selama menjalankan
    skrip PHP.
3. Buka browser, ketikkan pada address http://localhost
4. Jika muncul kata sambutan seperti dibawah berarti instalasi telah berhasil.




Praktek 3 Mengetes skrip PHP
1. Gunakan editor untuk mengetikkan skrip berikut :
    <?
    phpinfo();
    ?>
2. Simpan dengan nama test.php ke dalam direktori C:\Apache\htdocs\
    (setiap file PHP harus disimpan pada direktori htdocs).
3. Buka browser, dan ketikkan http://localhost/test.php
4. Jika muncul tampilan berikut berarti skrip PHP berhasil dijalankan.




create by aris3t – 7/11/2004                                                                              2
                                                                                         Modul Praktek PHP




Penggabungan PHP dengan HTML
Sintak PHP dpt disatukan dg sintak HTML dalam satu file .
Kode PHP diawali dengan sintak “<?” atau “<?php” dan diakhiri dengan “?>”. File tersebut akan disimpan
dengan ekstensi “.php”, atau ekstensi yg diatur oleh webserver.
Misal :

    <HTML>
    <?
        Echo (“Teks ini ditampilkan dengan menggunakan PHP”);
    ?>
    </HTML>

Perintah Instruksi
Instruksi dipisahkan oleh tanda semi-colon (;).
Misal :
         Echo “Teks ini ditampilkan”;
         Echo “Teks”;

Komentar
Komentar ditambahkan pada program sebagai keterangan, komentar tdk akan muncul di browser. Jika
komentar hanya satu baris digunakan tanda // didepannya, tetapi bila komentar lebih dari 1 baris maka
komentar dpt dituliskan dg diapit tanda /* dan */.
Misal :
        // ini adalah komentar
        /* komentar ini lebih dari satu baris maka harus
            diapit oleh suatu tanda */

Praktek 4. Penggabungan PHP dengan HTML
Langkah kerja : ketik script berikut ini simpanlah dengan nama php_html.php

    <HTML>
    <?
        Echo (“Teks ini ditampilkan dengan menggunakan PHP”);
        Echo “Teks ini ditampilkan”;
        // ini adalah komentar
        /* komentar ini lebih dari satu baris maka harus
            diapit oleh suatu tanda */
    ?>
    </HTML>

                                          TIPE & KONVERSI DATA
Identifier
Identifier dlm PHP terdiri dari fungsi, variable dan class. Aturan identifier adalah :
    a. Tidak boleh menggunakan tanda baca
    b. Harus dimulai dengan huruf atau under_score ( _ )
    c. Variable selalu diawali dg tanda $ (dollar)
    d. Nama fungsi dan variable tidak boleh sama dg yg ditetapkan dlm PHP.
Misal :
                  Benar                      Salah
           smkti2003                2003smkti
           _angkatan                -angkatan
           Inter_milan              Inter-milan

TIPE DATA
Integer
Tipe data integer meliputi semua bilangan bulat, yaitu antara –2.147.483.648 sampai 2.147.483.648, dan
PHP akan menkonversi data integer apabila diluar range tersebut secara otomatis.
Misal :
         123, -123, 0123 (bilangan oktal), 0x12 (bilangan heksadesimal)

Floating point Number (bilangan riil)
Yaitu merupakan bilangan desimal atau pecahan.
Misal : 1.234, 1.3

String
Tipe data string dibuat dengan menuliskan teks diantara tanda („) atau (“).



create by aris3t – 7/11/2004                                                                            3
                                                                                    Modul Praktek PHP



Jika ditulis dg tanda („) maka string tsb tdk dpt dimasukkan variabel.
Misal :
          $a=”Hallo dunia”;          $a=‟Hallo bumi‟;

           Tanda                     Arti
           \n       Baris baru
           \r       Carriage
           \t       Tab horisontal
           \\       Backslash
           \$       Tanda dolar
           \”       Tanda kutip

Array
Array adalah sebuah data yang mengandung satu atau lebih data, dan dapat diindex berdasarkan numeric
maupun string. Untuk mendefinisikan nilai array dpt dilakukan dg mencantumkan index dari array
tersebut.
Misal :
         $a[0]=”abc‟;              $a[1]=”def‟;
Indeks array dpt juga berupa string (associative array).
Misal :
         $a[„mobil‟]=”toyota”;
Array multidimensi adalah array yang elemennya juga berupa array.
Misal :
         <?
         //array menggunakan dua dimensi
         $nama[asli][lengkap]=”firdaus”;
         $alamat[asli][lokasi]=”asrama”;
         //array menggunakan tiga dimensi
         $nilai[ujian][baik][cukup]=”naik”;
         $ujian[opi][bp][opjk]=”senin”;
         ?>

Variable
Variable adalah sebuah tempat untuk menyimpan data yang nilainya dapat berubah-ubah. Variable
dinyatakan dengan tanda $ di depan nama variable. Nama variable terdiri dari angka, huruf dan
underscore. Sebuah variable tunggal dapat didefinisikan dng tanda “=”, dan array dgn fungsi “array”.
Misal :
         $a=1;
         $s=”ini sebuah string”;
         $a=$b=4;
         $p=array(1,2,3,4,5);
         $q=array(“satu”,”dua”,”tiga”,”empat”,”lima”);
         $r=array(“tomat”=>3,”jeruk”=>4,”apel”=>5);

Variable Scope
Variable yg dinyatakan di dlm suatu fungsi akan memiliki scope local hanya di dalam fungsi itu saja.
Variable yg dinyatakan di dalam bagian script program akan memiliki scope global dlm script tsb.

Variabel dari luar PHP
Apabila sebuah form di-submit, maka variabel dalam form (didefinisikan dg name sebagai nama
variabelnya dan value sebagi nilai variabelnya) akan secara otomatis berlaku dlm program php yg dituju.

Praktek 5. VARIABEL DALAM PHP
    1. Ketik skrip dibawah ini, kemudian simpan dengan nama file : variabel.php

           <HTML>
           <HEAD>
           <TITLE>variabel dlm php</TITLE>
           </head>
           <BODY>
           <?
                 $variabel=1;
                 echo("Nilai variabel = $variabel<br>");
                 $variabel1=1+3.5;
                 echo("Nilai variabel = $variabel1<br>");
                 $variabel2="Selamat datang";
                 echo("Nilai variabel = $variabel2<br>");




create by aris3t – 7/11/2004                                                                         4
                                                                          Modul Praktek PHP



           ?>
           </BODY>
           </HTML>

    2.   Lihat hasilnya :




Praktek 6. Menerima Input dari Form
    1. Ketik skrip dibawah ini, kemudian simpan dengan nama file : Kons1.php
          <HTML><HEAD><TITLE>input dari form</TITLE></HEAD>
          <BODY>
          <form method=post action="kons1.php">
                Nama              : <input type="text" name="nama"><br>
                Password          : <input type="password" name="pass"><br>
                Jenis Kelamin : <input type="radio" name="kelamin" value="pria">Pria
                                    <input type="radio" name="kelamin"
          value="wanita">Wanita<br>
                Hobi              :<br>
                <input type="checkbox" name="hobi1" value="tidur">Tidur<br>
                <input type="checkbox" name="hobi2" value="bersepeda">Bersepeda<br>
                <input type="checkbox" name="hobi3" value="lain">Lainnya<br>
                Agama             : <select name="agama">
                <option value="Islam">Islam
                <option value="Kristen">Kristen
                <option value="Katolik">Katolik
                <option value="Budha">Budha
                <option value="Hindu">Hindu
                </select>
                <br>
                <input type="submit" value="Kirim">
          </form>
          <?
           if(isset($nama)) {
                         echo("Nama Anda : $nama<br>");
                         echo("Password : $pass<br>");
                         echo("Jenis Kelamin : $kelamin<br>");
                         echo("Hobi : $hobi1 , $hobi2 , $hobi3<br>");
                         echo("Agama : $agama<br>");
                         }
          ?>
          </BODY>
          </HTML>

    2.   Lihat hasilnya pada browser :




create by aris3t – 7/11/2004                                                             5
                                                                                     Modul Praktek PHP




Konstanta
Konstanta merupakan variable yg nilainya tetap. Nilainya tidak pernah berubah selama program berjalan.
Sintak untuk membuat konstanta sendiri adalah :
         Define(“nama_konstanta”,”nilai_konstanta”);
Konstanta dideklarasikan sekali dan nilainya tidak dpt dirubah atau didefinisikan lagi pd keseluruhan
program

Praktek 7. KONSTANTA
    1. Ketik skrip dibawah ini, kemudian simpan dengan nama file : Kons.php
          <HTML><HEAD><TITLE>konstanta</TITLE> </HEAD>
          <BODY>
          <?
                define("perusahaan","PT. JAVA TRADE UTAMA");
                define("alamat","Jl. MT. Haryono No 142. Semarang");
                echo ("Saya bekerja di ".perusahaan. "<br>");
                echo ("Yang beralamat di ".alamat . "<br>");
          ?>
          </BODY>
          </HTML>

    2.   Lihat hasilnya pada browser sbb :




Keterangan :
Dari program diatas dapat dilihat bahwa name yang terdapat pada form secara otomatis diubah oleh PHP
ke dalam variabel-variabel, sehingga memudahkan kita untuk mengidentifikasi data yang dikirim oleh
form.
Fungsi dari function isset() adalah untuk mengecek apakah variabel telah terkirim/mempunyai nilai, jika
variabel telah terkirim maka PHP akan mengeksekusi program yang terdapat diantara { dan }.




create by aris3t – 7/11/2004                                                                         6
                                                                                        Modul Praktek PHP



OPERATOR
Operator adalah symbol yg digunakan untuk memanipulasi data, seperti penambahan dan pengurangan.

Operator String
Hanya ada satu operator string, yaitu operator concatenation (.).
Misal :
     <?
     $a=”Hallo”;
     $b=$a.”selamat Datang di PHP”;
     ?>
hasilnya adalah : Hallo Selamat Datang di PHP

Operator Aritmatika
Operator yg berhubungan dengan fungsi matematika.

       Operator            Nama             Contoh                                    Hasil
          +          Penjumlahan            $a + $b                 Jumlah dari $a dan $b
          -          Pengurangan            $a - $b                 Selisih dari $a dan $b
          *          Perkalian              $a * $b                 Hasil kali dari $a dan $b
          /          Pembagian              $a / $b                 Pembagian dari $a dan $b
          %          Modulus               $a % $b                  Sisa dari $a dibagi dgn $b
Misal :
         <?
         $harga=50;
         $jumlah=4;
         print(“Harga total = $harga*$jumlah <br>\n”);
         ?>

Praktek 8. Operator Aritmatika
Ketik Skrip berikut simpan dengan nama opr_artmk.htm

    <html><head><title>Operator Aritmatika</title></head>
    <body>
    <form method=post action="hasilaritmetik.php">
    <table border=1>
    <tr><td>Operasi Kiri</td><td>Operator</td><td>Operator Kanan</td><td></td></tr>
    <tr><td><input type=text name=op1></td>
    <td><select name="operator">
        <option value="+">+
        <option value="-">-
        <option value="*">*
        <option value="/">/
        <option value="%">%
        </select>
    <td><input type=text name=op2></td><td><input type="submit" value="Kirim"></td></tr>
    </table></form>
    </body>
    </html>

Sehingga hasilnya sbb :




Ketiklah skrip pemrosesnya dengan nama hasilaritmetik.php sbb :
    <?php
    $hasil=$op1.$operator.$op2;
    eval("\$hasil1=$hasil;");
    echo ("Hasil perhitungan $op1 $operator $op2 = $hasil1");
    ?>

Operator Increment/Decrement
Pre/Post increment dan decrement masing-masing adalah penambahan dan pengurangan satu. Apabila
operator diletakkan sebelum variabel, misal ++$i atau –i maka nilai $i akan ditambahkan atau




create by aris3t – 7/11/2004                                                                           7
                                                                                          Modul Praktek PHP



dikurangkan 1 sebelum keseluruhan operasi dalam ekspresi dikerjakan dan sebaliknya apabila operator
diletakkan setelah variabel misal $i++ atau $-- maka nilai $i akan ditambah atau dikurangi 1 setelah
operasi dalam ekspresi dikerjakan.

Operator           Operasi                     Penjelasan                              Contoh
  ++          Post Increment     Menambahkan nilai satu pada variabel      $a++; sama dengan $a=$a+1;
   --         Post Decrement     Mengurangi nilai satu pada variabel       $a--; sama dengan $a=$a-1;

Operator Perbandingan (Relational Operator)
Operator perbandingan atau dikenal juga sebagai operator relasioanal adalah operator yang digunakan
untuk melakukan perbandingan dua buah operasi dan menghasilkan nilai benar atau salah. Hasil
perbandingan dinyatakan dalam nilai boolean. TRUE (1) berarti benar dan FALSE (0) berarti salah.

   Operator                     Arti
     ==        Sama dengan
      <        Kurang dari
      >        Lebih dari
     <=        Kurang dari atau sama dengan
     >=        Lebih dari atau sama dengan
     !=        Tidak sama dengan
     <>        Tidak sama dengan

Operator Logika
Operator logika digunakan untuk membandingkan dua nilai variabel yang bertipe boolean. Hasil yang
didapat dari penggunaan operator logika adalah boolean.

   Operator            Operasi             Contoh
   $a and $b           And                 True jika $a dan $b keduanya bernilai true
   $a or $b            Or                  True jika salah satu atau keduanya $a, $b bernilai true
   $a xor $b           Or                  True jika salah satu $a atau $b bernilai true, tetapi false jika
                                           keduanya bernilai true.
   !$a                 Not                 True jika $a bernilai tidak true

Statement
Statement berfungsi sebagai rangka dari badan program. Aliran program diatur dengan statemen-
statemen struktur kontrol.

Statement If
If digunakan jika satu atau lebih operasi akan dilaksanakan jika syaratnya terpenuhi. Bentuk
pernyataannya :
       <?
       If (persyaratan) {
                           Operasi program;
                           }
       ?>
Contoh :
Praktek 9. IF
     <html><head><title>if.php</title></head>
     <body>
     <form method=post action="if.php">
     Masukkan nilai A : <input type="text" name="a"><br>
     Masukkan nilai B : <input type="text" name="b"><br>
     <input type="submit" value="Hasil">
     </form>
     </body>
     </html>
     <?
     echo("Nilai A = $a<br>");
     echo("Nilai B = $b<br>");
     if($a<$b) {
                  echo("A LEBIH KECIL DARI B");
                  }
     ?>

Statement IF..ELSE
Pada statemen if, jika persyaratan tidak terpenuhi atau bernilai false, operasi program akan diabaikan.
Namun adakalanya suatu permasalahan memiliki dua alternatif, dimana jika persyaratan dipenuhi



create by aris3t – 7/11/2004                                                                                  8
                                                                                        Modul Praktek PHP



dilakukan operasi I, jika tidak, dilakukan operasi II. Untuk masalah seperti ini dapat ditambahkan
statemen else pada statemen if, bentuknya sbb :

      <?
      If (persyaratan) {
                       operasi I;
                       } else {
                       operasi II;
                       }
      ?>

Contoh :
Praktek 10. IF..ELSE
      <html><head><title>if_else.php</title></head>
      <body>
      <form method=post action="if_else.php">
      Masukkan Usia A : <input type="text" name="a"><br>
      Masukkan Usia B : <input type="text" name="b"><br>
      <input type="submit" value="Hasil">
      </form>
      </body>
      </html>
      <?
      echo("Usia A = $a tahun<br>");
      echo("Usia B = $b tahun<br>");
      if($a<$b) {
                    echo("Usia B lebih tua dari dari A");
                  } else {
                    echo("Usia A lebih tua dari dari B");
                  }
      ?>

Statemen IF..ELSEIF
Statemen if..elseif digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah dengan lebih dari dua alternatif atau
multiple alternatif. Bentuknya sbb :
       <?
       If (persyaratan) {
                           operasi I;
                           } elseif {
                           operasi II;
                           } elseif {
                           operasi III;
                           } else {
                           operasi IV;
                           }
       ?>
Contoh :
Praktek 11. IF..ELSEIF
       <html><head><title>if_elseif.php</title></head>
       <body>
       <form method=post action="if_elseif.php">
       Masukkan Nilai : <input type="text" name="a"><br>
       <input type="submit" value="Hasil">
       </form></body>
       </html>
       <?
       echo("Nilai anda = $a<br>");
       if($a>=80)
         {         echo("Anda mendapat nilai A<br>"); }
       elseif($a>=70)
         {         echo("Anda mendapat nilai B<br>"); }
       elseif($a>=60)
         {         echo("Anda mendapat nilai C<br>"); }
       elseif($a>=50)
         {         echo("Anda mendapat nilai D<br>"); }
       else
         {         echo("Anda mendapat nilai E<br>"); }
       ?>




create by aris3t – 7/11/2004                                                                            9
                                                                                         Modul Praktek PHP



Statemen Switch
Statemen switch digunakan untuk membandingkan suatu variabel dengan beberapa nilai serta
menjalankan statemen tertentu jika nilai variabel sama dengan nilai yang dibandingkan.
Contoh :
   <?
  $a="id";
  if($a=="or")
         {      echo("Organization<br>"); }
  elseif($a=="edu")
         {      echo("Education<br>"); }
  elseif($a=="gov")
         {      echo("Goverment<br>"); }
  elseif($a=="com")
         {      echo("Commercial<br>"); }
  else
         {      echo("Indonesia<br>"); }
  ?>

Skrip diatas dapat diubah menjadi sbb :
<?
$a="or";
switch($a){
         case "or" :
                  echo("Organization<br>");
                  break;
         case "edu" :
                  echo("Education<br>");
                  break;
         case "gov" :
                  echo("Goverment<br>");
                  break;
         case "com" :
                  echo("Commercial<br>");
                  break;
         default :
                  echo("Indonesia<br>");
                  }
?>
Dapat dilihat bahwa setiap perintah case selalu ada perintah brerak, hal ini berfungsi agar setelah
mengeksekusi program di dalam case, program langsung keluar dari statemen switch tersebut.
Praktek 12. SWITCH
    <html><head><title>switch_1.php</title></head>
    <body>
    <form method=post action=switch_1.php>
    Masukkan Nilai :
    <select name="nilaiakhir">
         <option value="A">A
         <option value="B">B
         <option value="C">C
         </select>
    <br>
    <input type="submit" value="Predikat">
    </form></body>
    </html>
    <?
    switch($nilaiakhir){
         case "A" :
                  $ket="Jenius";
                  break;
         case "B" :
                  $ket="Sedang";
                  break;
         case "C" :
                  $ket="Jongkok";
                  break;
                  }
    echo "Nilai = $nilaiakhir<br>";
    echo "IQ anda = $ket<br>";
    ?>




create by aris3t – 7/11/2004                                                                           10
                                                                                      Modul Praktek PHP



Statemen Loop
Loop adalah sebuah proses eksekusi operasi program secara berulang-ulang sampai ditemui kondisi untuk
mengakhiri eksekusi tersebut.

While
While adalah statemen loop yang paling sederhana, dimana program akan dieksekusi terus-menerus
selama persyaratan bernilai true. Bentuknya adalah :
While(persyaratan){
         Operasi program;
                  }
Contoh :
  <?php
  //simpan dg nama while.php
    $i=1;
    while($i<=17)
    {
    echo "$i<br>";
    $i++;
    }
  ?>
Contoh penggunaan while untuk tabel
Praktek 13. WHILE
  <?php
  //simpan dg nama while1.php
  $i=1;
  echo"<table border=1 bordercolor=#2DA5D4>";
  while($i<10)
  {
  echo "<tr><td bgcolor=#C5C5D4>Data $i</td></tr>";
  $i++;
  }
  echo"</table>";
  ?>

Do..while
Do..while prinsipnya sama dengan while, yang berbeda adalah pada eksekusi program, Jika menggunakan
while persyaratan diperiksa terlebih dahulu, kemudian jika persyaratan bernilai true, eksekusi dilakukan.
Sebaliknya pada do..while, operasi program dieksekusi terlebih dahulu baru kemudian persyaratan
diperiksa, jika true, loop diteruskan, jika false maka loop dihentikan. Dengan demikian operasi program
minimal dapat dieksekusi sekali. Sintaks dasarnya sbb :
         do {
             operasi program;
             }
         while(persyaratan)
Contoh :
Praktek 14. DO..WHILE
    <?php
    $a=1;
    do {
         print"$a<br>";
         $a++;
         }
    while ($a<=9);
    ?>

For
For digunakan untuk mengulangi perintah dengan jumlah perulangan yang sudah diketahui. Sintaksnya
adalah :
         For (nilai_awal nilai_akhir peningkatan/penurunan)
         {
         operasi;
         }
Contoh :
    <?php
    for($i=1; $i<=6; $i++)
         { echo"<font size=$i>Ini huruf dg ukuran $i</font><br>";
         }
    ?>




create by aris3t – 7/11/2004                                                                          11
                                                                                      Modul Praktek PHP



Contoh penggunaan for
Praktek 15. FOR
    <select name=tanggal>
    <option value=0 selected>Tanggal
    <?php
    for($i=1; $i<=31; $i++)
        {
        echo"<option value=$i>$i";
        }
    //simpan dg nama for1.php
    ?>

Foreach
Foreach digunakan melakukan iterasi pada sebuah nilai array, sintaksnya sebagai berikut :
Foreach(ekspresi_array as $nilai/value)
         {
         operasi program;
         }
contoh :
Praktek 16. FOREACH

    <?php
    //simpan dg nama foreach.php
    $peserta=array("Andi","Siti","Ari","Eli");
    foreach($peserta as $nilai)
        {
        echo"$nilai<br>";
        }
    ?>

Break
Break digunakan untuk menghentikan iterasi dari sebuah loop. Contoh :
     <?php
     /*simpan dg nama break.php
     melakukan break pada $i==2
     */
     for($i=0;$i<5;$i++)
          {
          if($i==2)
          { break; }
          echo"Nilai i = $i<br>";
          }
     echo"Loop selesai";
     ?>
Skip diatas akan melakukan break pada saat i bernilai 2, sehingga akan menghasilkan output sebagai
berikut :




Continue
Continue digunakan untuk kembali ke awal loop dan sisa operasi program dibawahnya akan diabaikan.
Contoh :
    <?php
    /*simpan dg nama continue.php
    melakukan continue pada $i==2
    */
    for($i=0;$i<5;$i++)
         {
         if($i==2)
         { continue; }
         echo"Nilai i = $i<br>";
         }
    echo"Loop selesai";
    ?>




create by aris3t – 7/11/2004                                                                        12
                                                                                    Modul Praktek PHP



Skrip diatas akan melakukan break pada saat i bernilai 2, sehingga akan menghasilkan output sebagai
berikut :




Require
Statemen require digunakan untuk membaca nilai variabel dan fungsi-fungsi dari sebuah file lain. Contoh
penulisan statemen require adalah:
         Require(namafile);
Statemen require tidak dapat dimasukkan di dalam suatu struktur looping, misalnya while atau for.
Karena hanya memperbolehkan pemanggilan file yang sama tersebut hanya sekali saja.
Contoh :
Praktek 17. REQUIRE
     <?php
     //simpan dg nama dolar.inc
     $dolar=9000;
     ?>
Ketik lagi skrip dibawah dengan file terpisah :
     <?php
     //simpan dg nama require.php
     require"dolar.inc";
     echo"1 dolar = Rp $dolar,-";
     ?>
Kemudian browser file require.php, maka hasilnya sbb :




Include
Statemen include akan menyertakan isi suatu file tertentu. Include dapat diletakkan di dalam suatu
looping, misalnya dalam statemen for atau while. Contoh :
Praktek 18. INCLUDE
     <?php
     //simpan dg nama pi.inc
     echo "----------------------------<br>
             PHP adalah bahasa scipting<br>
            ----------------------------<br>
            <br>";
     ?>
Ketik lagi skrip dibawah dengan file terpisah :
     <?php
     //simpan dg nama include.php
     for($b=1;$b<4;$b++)
     {
     include"pi.inc";
     }
     ?>
Kemudian browser file include.php, maka hasilnya sbb :




create by aris3t – 7/11/2004                                                                        13
                                                                                            Modul Praktek PHP




Fungsi
Dalam setiap program kadangkala ada beberapa perintah yang sama. Cuma mungkin berbeda
variabelnya, kita bisa saja menuliskan program tersebut berkali-kali, tetapi itu akan menyulitkan kita jika
ternyata program kita ada kesalahan. Disamping program akan menjadi bertambah panjang dan tidak
efisien. Dengan menggunakan function kita tidak perlu menuliskan program yang sama berkali-kali, kita
Cuma perlu mengubah variabel yang kita gunakan saja. Sintaksnya sbb :
      Function nama_fungsi(argumen)
                  {
                  statemen
                  }
Contoh :
Praktek 19. FUNGSI
     <?php
     //simpan dg nama fungsi.php
     function tulistbl($teks)
          {
          echo"<b>$teks</b><br>";
          }

    tulistbl("Perhatian !");
    tulistbl("Baris ini ditulis tebal");
    ?>

Contoh fungsi dg 2 argumen
    <?php
    //simpan dg nama fungsi1.php
    function tuliskar($teks,$jumlah)
        {
        for ($i=1;$i<=$jumlah;$i++)
        echo($teks);
        }
    tuliskar("P",5);
    echo("<br>");
    tuliskar("+",10);
    ?>

Array
Array adalah kumpulan beberapa data yang disimpan dalam satu variabel. Jadi berbeda dengan variabel
sebelumnya yang hanya menyimpan satu nilai saja, array dapat menampung lebih dari satu nilai. Sebagai
contoh kita akan menyimpan data teman-teman kita dalam satu variabel $teman. Ada tiga orang teman
yang akan kita masukkan ke dalam variabel tersebut. Secara visual, dapat digambarkan sebagai berikut :

                        Rahmat           Adin              Heri
                                        $teman

Tiap nilai dalam array (disebut elemen) diakses dengan menggunakan index. PHP mengenal dua macam
index, yaitu index numerik dan index asosiatif. Index numerik menggunakan angka untuk menandai tiap
elemen, sedangkan index asosiatif memberi nama untuk masing-masing elemen.

Inisialisasi (mengisi nilai) array $teman di atas silakukan dengan cara sebagai berikut :

         $teman = array("Rahmat","Adin","Heri");




create by aris3t – 7/11/2004                                                                              14
                                                                                    Modul Praktek PHP




kode diatas akan menjadikan $teman array berindex numerik. Selain dg cara diatas, kita juga dapat
membuat array yang sama dengan cara :

        $teman[]="Rahmat";
        $teman[]="Adin";
        $teman[]="Heri";

Hasilnya adalah array berindeks numerik yang dapat digambarkan sebagai berikut :

                      Rahmat          Adin             Heri
                         0              1               2
                                     $teman

Untuk membuat array berindex asosiatif, kita membutuhkan label atau nama untuk masing-masing
elemen. Contoh diatas akan dikembangkan agar dapat menyimpan nomer telepon masing-masing teman.
Gambar visualnya adalah sebagai berikut :

                      Rahmat          Adin             Heri
                       123            528              456
                                     $rekan

Pada gambar diatas, nama masing-masing rekan akan dijadikan label untuk nilai nomer telepon yang
disimpan. Kode programnya adalah sebagai berikut :

        $rekan = array("Rahmat"=>123,"Adin"=>528,"Heri"=>456);

atau

        $rekan =array("Rahmat"=>123);
        $rekan ["Adin"]=528;
        $rekan["Heri"]=456;

Untuk mengakses nilai array dapat dilakukan dengan looping. Contohnya adalah untuk menampilkan isi
array berindex numerik sebagai berikut :
Praktek 20. ARRAY
       <?php
       //simpan dg nama array.php
       $teman=array("Rahmat","Adin","Heri");
       for($i=0;$i<count($teman);$i++)
         {
         echo("array $teman index ke [$i] adalah $teman[$i]");
         echo("<br>");
         }
       ?>
Hasilnya sebagai berikut :




Sedangkan untuk mengakses array berindeks asosiatif dapat menggunakan kode dibawah ini :
      <?php
      //simpan dg nama array1.php
      $rekan = array("Rahmat"=>123,"Adin"=>528,"Heri"=>456);
      while(list($index, $nilai)=each($rekan))
        {
        echo("array $rekan index $index berisi nilai $nilai");
        echo("<br>");
        }
      ?>
Ada dua fungsi yang terlibat di atas, each dan list. Fungsi each berguna untuk mengakses masing-masing
elemen dalam array. Elemen yang dihasilkan adalah pasangan key dan value, dimana key adalah
indexnya dan value adalah isinya. Pasangan tersebut akan dipisahkan oleh fungsi list dan dimasukkan ke
dalam variabel $index dan $nilai.




create by aris3t – 7/11/2004                                                                       15
                                                                                       Modul Praktek PHP



Hasilnya sebagai berikut :




PEMROSESAN FILE

File merupakan tempat penyimpanan data sekunder, tetapi sangat diperlukan, bagi suatu sistem aplikasi
File adalah tempat menyimpan data secara permanen di dalam disk, semua input yang dimasukkan
pemakai jika diperlukan dimasukkan ke dalam file agar tidak perlu lagi ada prose entri ulang.
File untuk menyimpan data secara khusus disebut dengan database, database mempunyai struktur dan
organisasi terhadap data yang khusus. File teks merupakan tempat penyimpanan data sederhana.

Pola dasar bekerja dengan File
    a. buka file
    b. [proses file]
    c. tutup file

[proses file] berisi perintah yg digunakan untuk melakukan pemrosesan file. Perintah ini bisa berupa
perintah menulis ke dalam file atau membaca file.

1.   fopen
     Digunakan untuk membuka File
     Sintaksnya :
                        $fp=fopen("namafile","mode")

     Mode akses         Keterangan
     R                  Membaca file
     R+                 Membaca dan menulis ke dlm file, pointer di awal file
     W                  Menulis ke dalam file, menghapus data
     W+                 Membaca dan menulis ke dlm file, pointer di awal file
     a                  Menyimpan data ke dlm file, pointer di akhir
     a+                 Membaca dan menulis data, pointer di akhir file
     b                  Binary, digunakan agar file yg disimpan tidak dibedakan sbg teks atau biner

2.   fclose
     Digunakan untuk menutup File
     Sintaksnya :
                            fclose($fp)
     $fp adalah file handle

3.   fgets()
     Digunakan untuk membaca data dari file per baris
     Sintaksnya :
                             $variabel=Fgets(fp,jumlah_data)
     Misal          :
     Buatlah file telpon.txt dengan isi sebagai berikut :
         Ardi                08122549551
         Beny                08567896545
         Adi                 08245789764
         Toni                08124536668
         Guna                08145686789

     Kemudian ketik script PHP dengan nama file : fgets_01.php
        <?
        $fp=fopen("telpon.txt","r");
        $isi=fgets($fp,25);
        echo "$isi <br>";
        ?>

     Lihat hasilnya dengan browser :




create by aris3t – 7/11/2004                                                                          16
                                                                                    Modul Praktek PHP




     Coba scriptnya diubah seperti dibawah, simpan dg nama file : fgets_02.php
         <?
         $fp=fopen("telpon.txt","r");
         while($isi=fgets($fp,25))
         {
         echo "$isi <br>";
         }
         ?>

     maka hasilnya akan seperti berikut :




4.   fread()
     Digunakan untuk membaca data dalam file sejumlah jumlah_data yang ditentukan
     Sintaksnya :
                             $variabel=fread(fp,jumlah_data)
     Misalnya :
     Ketik scrip berikut, simpan dengan nama fread_01.php
          <?
          $fp=fopen("telpon.txt","r");
          while($isi=fread($fp,25))
          {
          echo "$isi <br>";
          }
          ?>
     maka hasilnya akan tampil sebagai berikut :




5.   readfile




create by aris3t – 7/11/2004                                                                      17
                                                                                     Modul Praktek PHP



     Fungsi ini akan membaca seluruh file dan langsung dituliskan ke standar output. Hasil pembacaan
     langsung disimpan ke dalam sebuah variabel.
     Sintaksnya :
                            $variabel=readfile(“nama_file”)
     Misal :
     Ketikkan script berikut, simpan dengan nama file : readfile_01.php
         <?
         $isi=readfile("telpon.txt");
         echo $isi;
         ?>
     Lihat hasilnya sebagai berikut :




6.   fputs()
     Digunakan untuk menuliskan data file sebagai string data.
     Sintaksnya :
                           fputs(fp,data)
     Misalnya :
     Nama file : fputs.php
         <?
         $namafile="nama.txt";
         $dataku="yoyok, saiful, 432456";
         $fp=fopen($namafile,"w");
         fputs($fp,$dataku);
         fclose($fp);
         echo "berhasil membuat file $namafile";
         ?>

     hasilnya sebagai berikut :




     kemudian cek di folder kamu, maka akan muncul file nama.txt yang isinya sbb :




     Coba ketikkan script berikut, simpan dengan nama fputs01.php
           <?
           $namafile="nama.txt";
           $dataku="yoyok, saiful, 432456 \n";
           $fp=fopen($namafile,"a");
           fputs($fp,$dataku);
           fclose($fp);
           echo "berhasil membuat file $namafile";
           ?>

     penambahan \n pada variabel $dataku agar data disimpan perbaris pada saat menuliskan ke dlm file.




create by aris3t – 7/11/2004                                                                        18
                                                                                   Modul Praktek PHP



7.   file_exists
     Digunakan untuk memeriksa keberadaan suatu file apakah sudah ada apa belum.
     Sintaksnya :
                             $hasil=file_exists(“namafile”);
     Misalnya :
     Nama file : file_exists.php
            <?
            $namafile="nama.txt";
            if (file_exists($namafile))
                     {
                     echo "$namafile SUDAH ADA !";
                     }
                     else
                     {
                     echo "$namafile BELUM ADA !";
                     }
            ?>
     hasilnya :




MEMBUAT BUKU TAMU SEDERHANA

Untuk membuat buku tamu sederhana ini dibutuhkan 4 buah file yaitu :
 No Nama File              Fungsi
 1    form_buku.htm    : File ini berisi form masukan sebagai sarana input pengunjung untuk
                           memasukkan data.
 2    simpan_buku.php : File ini berfungsi memproses file form_buku.htm, yaitu memasukkan
                           variabel dari form ke file data_buku.txt.
 3    data_buku.txt    : File ini berisi data variabel yang telah dimasukkan dari form_buku.htm
 4    lihat_buku.php   : File ini berfungsi mengambil variabel pada file data_buku.txt dan
                           menampilkannya.

Nama File : form_buku.htm
     <html>
     <head>
     <title>::Buku Tamu::</title>
     </head>
     <body>
     <h2>Buku Tamu</h2>
     <hr>
     <form methode="post" action="simpan_buku.php">
     <pre>
        Nama Anda        :<input type="text" name="nama" size="25" maxlength="50">
        Email Address :<input type="text" name="email" size="25" maxlength="50">
        Komentar         :<textarea name="komentar" cols="40" rows="5"></textarea>
                          <input type="submit" value="kirim"><input type="reset"
     value="ulangi">
     </pre>
     </form>
     </body>
     </html>

hasilnya seperti berikut ini :




create by aris3t – 7/11/2004                                                                     19
                                                             Modul Praktek PHP




Nama File : simpan_buku.php
    <?
    $fp=fopen("data_buku.txt","a+");
    fputs($fp,$nama."|".$email."|".$komentar."\n");
    fclose($fp);
    echo "Terima kasih telah mengisi buku tamu kami...";
    echo ("<br><a href=\"form_buku.htm\">kembali</a>");
    ?>
Setelah form diisi maka hasilnya sebagai berikut :




Nama File : lihat_buku.php
       <?
       $fp=fopen("data_buku.txt","r");
       while(!feof($fp))
                  {
                  $baris=fgets($fp,80);
                  echo $baris;
                  }
       fclose($fp);
       echo ("<br><a href=\"form_buku.htm\">kembali</a>");
       ?>
hasilnya sebagai berikut :




create by aris3t – 7/11/2004                                               20
                                                                                    Modul Praktek PHP




CONTOH SCRIPT MEMBUAT FASILITAS UPLOAD SEDERHANA

Untuk mengcopy file digunakan fungsi copy(). Contohnya adalah penggunaan fasilitas up load dibawah ini
:
Nama File : upload.php
      <html>
      <body>
      <?
      if($submit)
        {
        copy($namafile,"".$namafile_name);
        echo("<br><center>UpLoad Sukses");
        echo ("<br><a href=\"upload.php\">kembali</a>");
        }
        else
        {
        echo("<form method=\"post\" action=\"$php_self\" enctype=\"multipart/form-
      data\">");
      ?>
      <center>
      <h1>Up Load File</h1>
      <p><input type="file" name="namafile" size=50>
      <p><input type="submit" name=submit value="Up Load">
      </form>
      <?
      }
      ?>
      </body>
      </html>

hasilnya seperti berikut :




Klik browse untuk memilih file yg akan di- upload shg muncul sbb :




Setelah itu klik Open sehingga akan muncul berikut :




create by aris3t – 7/11/2004                                                                       21
                                                                                         Modul Praktek PHP




Klik Up Load sehingga akan muncul berikut ini




File yang diupload akan tersimpan di direktori / folder tempat file upload.php ini berada.


MEMBUAT FASILITAS DOWNLOAD FILE

Untuk membuat fasilitas download digunakan fungsi readfile(). Tetapi terlebih dahulu tempatkan file yg
akan di-download satu direktori dengan file download.php.
Nama File : download.htm
    <html>
    <head>
    <title>Download</title>
    </head>
    <body>
    <center>
    <h1>Download Dokumen</h1>
    <a href="download.php?file=array.php">Array.php</a>&nbsp;&nbsp;
    <a href="download.php?file=for.php">For.php</a>&nbsp;&nbsp;
    <a href="download.php?file=array1.php">Array1.php</a>
    </body>
    </html>
Kemudian ketik skrip PHPnya yaitu :
    <?
    //download.php
    $total="C:/apache/htdocs/latihan/".$file;
    Header("Content-Type:application/zip");
    Header("Content-Length:".filesize($total));
    Header("Content-Disposition:attachment;filename=$file");
    Readfile($file);
    ?>

hasilnya sebagai berikut :




create by aris3t – 7/11/2004                                                                           22
                                                                                Modul Praktek PHP




Klik salah satu file (dari ketiga file tsb) sehingga muncul sebagai berikut :




Klik OK untuk menyimpannya lalu tentukan lokasi penyimpanannya




Setelah itu akan muncul proses downloadnya seperti berikut :




create by aris3t – 7/11/2004                                                                  23
                                                                                     Modul Praktek PHP




String Handling
String handling adalah kumpulan function PHP yang berguna untuk memanipulasi string. Ada banyak
kegunaan yang bisa didapat dengan menggunakan fungsi-fungsi ini, misalnya :
   Pencarian kata dalam website
   Pemeriksaan user input
   Memformat file untuk keperluan khusus (misalnya email), dll
Untuk dapat menggunakan fungsi-fungsi string handling dg baik, kita perlu menguasai teknik pembuatan
pola kalimat. Contoh pola kalimat misalnya, alamat email yang valid (misalnya aris@telsa.or.id) selalu
memiliki pola sebagai berikut :
         Satu atau lebih huruf/angka, diikuti tanda @ kemudian diikuti dengan satu atau lebih
         huruf/angka, dipisahkan oleh tanda titik, lalu diakhiri dengan satu atau lebih huruf/angka.
Pola tersebut, dapat dinyatakan dengan seperangkat kode sebagai berikut :
    Pola                                 Kode
    Harus diawal kata                    ^
    Huruf                                A-Za-z
    Angka                                0-9
    Huruf atau angka                     [A-Za-z0-9]
    Semua jenis karakter                 .
    Berjumlah satu atau lebih            + atau {1,}
    Berjumlah nol atau lebih             * atau {0,}
    Berjumlah tiga sampai sepuluh        {3,10}
    Diikuti dengan @                     @
    Tanda titik                          ¥.
    Harus berada di akhir kalimat        $

Pola alamat email diatas dapat dinyatakan dengan satu baris kode sebagai berikut :

        ^.+@.+\..+$

Atau kita dapat membatasi alamat email yang digunakan oleh user agar menerima domain com, net atau
edu dengan menggunakan pola berikut :

        ^.+@.+\.((com)|(edu)|(net))$

Contoh penggunaan regular expression
Untuk mendemonstasikan kemmapuan string handling, kita akan menggunakan input form yang akan
memvalidasi alamat email dan nomor telepon yang dimasukkan user.
Ketik file berikut simpan dg nama cek-input.htm:
       <h3>Pemeriksaan input </h3>
       <br>
       <form method=post action=cek.php>
       <table border=1>
       <tr><td>Masukkan alamat email anda</td>
       <td><input type=text name=email></td></tr>
       <tr><td></td>
       <td><input type=submit value=Periksa></td></tr>
       </table>
       </form>
Kemudian ketik file berikut



create by aris3t – 7/11/2004                                                                       24
                                                                                         Modul Praktek PHP



       <?php
       //validasi alamat email
       //simpan dg nama cek.php
       $polaEmail="^.+@.+\..+$";
       if(!eregi($polaEmail, $email))
         {
         echo("Penulisan email tidak valid, misal : aris@telsa.com");
         } else {
         echo("Alamat email anda valid yaitu $email");
         }
       ?>
Cek penulisan email dg mengeksekusi file cek_input.htm. Fungsi yang digunakan untuk memeriksa email
pada skrip diatas adalah eregi. Menerima input berupa pola yang diinginkan dan string yang akan
diperiksa. Fungsi ini akan menghasilkan nilai true bila polanya sesuai dan false bila pola yang dicari tidak
ada pada string input.




create by aris3t – 7/11/2004                                                                             25

								
To top