Docstoc

Laporan - Download as DOC

Document Sample
Laporan - Download as DOC Powered By Docstoc
					LAPORAN ADMINISTRASI JARINGAN LINUX

Di susun oleh: Mareta Dwi Andani Teknik Komputer Dan Jaringan

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Tarakan Tarakan 2008

1

DHCP Server
Langkah Kerja
Sebelum memulai setting DHCP (Dinamik Host Configuration Protokol), sebaiknya kita membuat dulu kabel jaringan dengan tipe Cross. Setelah selesai di buat. Kita akan mulai mensetting computer. Dimana satu computer di jadikan server DHCP, kemudian yang satunya di jadikan client. Adapun Distro yang digunakan adalah Linux Mandrake. Fungsi DHCP adalah membagikan kelas-kelas IP yang masing-masing mempunyai kapasitas jumlah IP yang berbeda-beda. Langkah-langkahnya dalam membuat DHCP sebagai berikut: 1. Mensetting Ip untuk eth0 dan eth1 Setelah Ethernet card telah terpasang, maka langkah selanjutnya adalah mensetting IP menggunakan perintah ifconfig di Konsol. Kita akan menentukan IP Ethernet Card adalah 192.168.15.8 #/sbin/ifconfig eth0 192.168.15.8 Kemudian setelah di setting, jalankan perintah ifconfig #/sbin/ifconfig Hingga muncul informasi sebagai berikut:
Eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:00:1C:07:01:22 Inet addr :192.168.15.8 BCast:192.168.3.255 Mask:255.255.255.0 UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:869146 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:1104 TX packets:871799 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 Collisions:44040 txqueuelen:100 Interrupt:5 Base address:0x300 Lo Link encap:Local Loopback Inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 UP LOOPBACK RUNNING MTU:3924 Metric:1 RX packets:109840 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:1104 TX packets:109840 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 Collisions:0 txqueuelen:0 Setelah itu kita coba untuk melakukan test koneksi dengan penggunakan perintah ping. #ping 192.168.15.8 Bila tidak ada masalah, maka akan tampil output seperti berikut:

2

PING 192.168.15.8 (192.168.15.8) from 192.168.15.8 : 56 (84) bytes of data. 64 bytes from 192.168.15.8: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.15.8: icmp_seq=1 ttl=128 time=0.354 ms 64 bytes from 192.168.15.8: icmp_seq=2 ttl=128 time=0.309 ms 64 bytes from 192.168.15.8: icmp_seq=3 ttl=128 time=0.318 ms 64 bytes from 192.168.15.8: icmp_seq=4 ttl=128 time=0.250 ms

Kemudian ulangi langkah selanjutnya untuk Ethernet Card yang lain (eth1). Jika sudah siap maka kita akan melanjutkan ke tahap selanjutnya.

2. Install Paket DHCPD Setelah mensetting IP, langkah selanjutnya adalah menginstallasi paket DHCP di Linux, baik di sisi Server maupun client. $ rpm -qa |grep dhcpd-server Untuk Server $ rpm -qa |grep dhcp Untuk Client

3. Mengkonfigurasi file dhcpd.conf Paket DHCPD telah terinstal. Maka hal yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah melakukan konfigurasi file dhcpd.conf file ini tersimpan di directori /etc/dhcpd.conf.

Setelah menemukan direktorinya maka kita mengkonfigurasi filenya. Inilah isinya:

default-lease-time 86400; max-lease-time 604800; authoritative;

3

subnet 192.168.15.0 netmask 255.255.255.0 { range 192.168.15.8 192.168.15.8; option subnet-mask 255.255.255.0; option broadcast-address 192.168.15.255; option routers 192.168.15.8; } Save dan close. 4. Restart Service dhcpd.conf File dhcpd.conf telah kita konfigurasi, maka kita harus me-restartnya untuk menjalankan service DHCP server. # service dhcpd restart Shutting down dhcpd: Starting dhcpd # [ OK ] [ OK ]

Maka dengan ini service DHCP siap digunakan. Tinggal hubungkan saja kabel ke client dan secara otomatis client tersebut menerima IP,Mask, dan DNS secara otomatis tanpa perlu menyetingnya.

Pertama-tama kita konfigurasi DHCPnya, terletak di file /etc/dhcpd.conf (file ini secara default tidak ada, jadi harus dibuat dulu), konfigurasi file ini dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.
[root@server home]# vi /etc/dhcpd.conf

ketikkan ini: # Sample configuration file for ISCD dhcpd # #jangka waktu penyewaan (kalo memang ada file yang disewakan) 4

default-lease-time 21600; max-lease-time 21600; ddns-update-style none; #mengijinkan boot via dhcp allow booting; allow bootp; #pakai internal network (LAN) option subnet-mask 255.255.255.0; option broadcast-address 192.168.15.255; option routers 192.168.15.8; option domain-name-servers 192.168.15.254; option netbios-name-servers 192.168.15.254; option domain-name "mareta.com"; option "192.168.15.254:/opt/mareta.com/i386"; option option-128 code 128 = string; option option-129 code 129 = text; #opsi ini hanya untuk 10 ip saja (lihat range ...) #ganti dengan kebutuhan anda shared-network CLIENTS { subnet 192.168.15.0 netmask 255.255.255.0 { range dynamic-bootp 192.168.3.20 192.168.3.20; use-host-decl-names on; option log-servers 192.168.15.254; #contoh #dgn di bawah ini dgn nama client cl001 hardware s/d cl003, (MAC silakan sesuaikan kebutuhan anda, termasuk ethernet address-nya). root-path

5

#filename client group {

adalah

boot-file

yang

akan

diambil

oleh

DHCP

use-host-decl-names on; option log-servers 192.168.15.254; host cl001 { hardware ethernet 00:0e:2e:00:8d:aa; fixed-address 192.168.15.8; filename "/tftpboot/vmlinuz"; }h ost cl002 { hardware ethernet 00:a1:b0:08:ce:76; fixed-address 192.168.15.8; filename "/tftpboot/vmlinuz"; }h ost cl003 { hardware ethernet 00:a1:b0:08:ce:00; fixed-address 192.168.15.8; filename "/tftpboot/vmlinuz"; } } } *file diatas hanya contoh saja, sebagai contoh, saya memasukkan 3 client (cl001-cl003), Anda dapat menyesuaikannya sesuai kebutuhan . Jika sudah diketik semua, simpan file tersebut. [root@server home]#

6

selanjutnya restart dhcpd dengan: [root@server home]# service dhcpd restart Shutting down dhcpd: Starting dhcpd [root@server home]# Jika keluar pesan error, sehingga dhcpd tidak dapat berfungsi, Anda dapat melihat contoh konfigurasinya di /usr/share/doc/dhcp-3.0pl1/dhcp.conf.sample lalu coba dibandingkan, apa ada letak parameter yang salah, kalo salah ya dikoreksi. Anda juga dapat mengeceknya dengan perintah testparm [config]. 5. SPESIFIKASI KOMPUTER ` [ OK ] [ OK ]

1. MAINBOARD 2. PROCESSOR 3. RAM 4. HDD 5. FDD 6. CD ROM 7. KEYBOARD 8. MOUSE 9. STAVOLT 10. POWER SUPLLY 11. CHIPSET 12. BIOS 13. CASSING

: Ps PE-VM : Intel Pentium 4 3,00 GHz : Kingston DDR 256 : Maxtor 40 Gb : Ada 1,44 Mb 3,5 IN : Samsung 52 x : Genius Ps 2 : Genius Ps 2 :: Sim –x 350 Watt : Intel : Ami Bios : Sim –x

7

DNS SERVER
1. Pengertian DNS Server
Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 192.168.15.8 Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host computer mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakan ke IP address. Jaringan internet atau TCP/IP merupakan suatu jaringan yang di bangun berdasarkan teknologi packet switching. Data yang akan dikirim kan dari satu host ke host lainnya di bagi menjadi paket-paket. Tiap paket akan memiliki header yang di dalamnya berisikan alamat tujuan paket tersebut. Layer IP Address ( alamat IP ). Setiap host yang ada pada jaringan TCP/IP akan di kenali berdasarkan alamat IP-nya. Setiap host memiliki alamat IP yang unik. Pada umumnya orang lebeh muda untuk mengenali suatu host dengan mengetahui nama host (hostname) tersebut. Misalnya seseorang lebih mudah mengingat host webku.or.id di banding mengingat 66.205.22.126 sebagai alamat IP dari www. yahoo.com. untuk mengkomodasi kepentingan manusia dan system computer

8

maka di perlukan pemetaan nama host (yang lebih muda diingat oleh manusia) menjadi alamat IP yang dapat di kenal oleh komputer. Dengan proses pemetaan ini maka apabila pengguna atau user akan berhubungan dengan remote host yang akan di hubungi. Selanjutnya fungsi pemetaan akan mencari alamat IP dari host tersebut. Secara gampang DNS Server memiliki fungsi untuk menerjemahkan alamat IP menjadi alamat Fully Qualifed Domain Name (FQDN) atau bisa di kenal dengan alamat www dan juga sebaliknya menerjemahkan kembali dari alamat www menjadi alamat IP (misal : 192.168.0.1 ~ www.webku.org)

STRUKTUR LEVEL DOMAIN DAN PENGATURAN Skema hierarki level domain di gambarkan berbentuk bertingkat satu node (titik) memiliki subnode, dan subnode ini memiliki beberapa subnode lagi, begitu seterusnya masing-masing node terdapat label, label ini disebut domain. Domain dapat berupa nama host, subdomain, atau Top Level Domain.

9

Rood

.

Arpa

Com

Edu

Net

Org

Gov

Or

Id

In. addr

Or

Secorid Level Domain

15

180

Third Level Domain
Webku

58

Admin 202

202.58.15.in-addr.arpa

www.admin.webku.or.id

Gambar 2.1 Level Domain

10

Level Domain tertinggi adalah Root Domain. Domain ini di tulis dalam bentuk titik (“.”). Top Level Domain terdiri atas semua node yang tepat berada dibawah root. Subdomain merupakan kumpulan keturunan Top Level Domain. Node yang berada tepat di bawah top level domain disebut Second Level Domain. Node di bawahnya lagi disebut Third Level Domain. Begitu seterusnya hingga node paling bawah. Misalnya pada “admin.webku.or-id”.      Tanda “.”, Menunjukan Root Domain Id, merupakan Top Level Domain Or merupakan, Second Level Domain Webku, merupakan Third Level Domain Admin, merupakan nama host / komputer yang bersangkutan.

Penulisan secara lengkap seperti di atas, mulai dari nama host hingga tanda titik yang melambangkan root di sebut sebagai Fully Qualitifed Domain Name. Top Level Domain di gunakan untuk menunjukan jenis perusahaanb, instansi, lembaga atau Negara tempat komputer berada. Top Level Domain di bagai menjadi : TLD Generik ( Generik Domain ) Jenis-jenis TLD generic antara lain:       Com, di gunakan oleh organisasi bersifat komersial Edu, di gunakan lembaga pendidikan Gov, di gunakan lembaga pemerintahan Amerika Serikat Int, di gunakan oleh Organisasi Intrernasional Mil, di gunakan bada kemiliteran Amerika Serikat Net, di gunakan penyediaan jaringan Internet

TLD Negara ( Country Domain ) Awalnya TLD di gunakan adalah TLD generic, tetapi dengan semakin banyak Negara yang terhubung ke Internet. Kemudian di putuskan untuk menggunakan standar pembagian geografis yang di tetapkan sesuai standar ISO 3166. pembagian ini disebut TLD Negara, berdasarkan konvensional di alokasikan Top Level Domain yang

11

merupaka pengenalan geografis dan terdiri atas 2 huruf yang unik. Fungsi DNS adalah menerjemahkan IP ke nama alamat dan sebaliknya dari nama alamat ke nomor IP.

DNS Server terdiri atas 2 jenis server, Yaitu :  

Primary Name Server ( PNS ) adalah DNS server yang bertanggung jawab atas resolusi domain dan subdomain yang dikelolahnya. Secondary Name Server (SNS) adalah DNS server yang secara hirarki setara dengan PNS namun data - data domain dan subdomain diperoleh dengan cara menyalin dari PNS

2.

Setting IP
Yaitu dengan cara :     Masuk ke K-Menu System Terminal Konsole

Kemudian ketik ifconfig eth0 IP yang digunakan. Contohnya : ifconfig eth0 192.168.15.8

Setelah setting IP, ketik ping untuk mengecek apakah IP yang kita setting telah berhasil atau tidak. Contohnya : ping 192.168.15.8 Jika berhasil akan muncul keterangan

12

3.

Mengatur DNS Server
Setelah kita setting IPnya, langkah selanjutnya adalah mengatur DNS servernya. Langkah – langkah yang harus diperhatikan dalam mengatur DNS server yaitu    

Yang pertama kita install packet BIND Setting named.conf File zone Setting resolve

A. Install Packet BIND ( Berkeley Internet Name Domain )
Sebelum masuk ke DNS server, terlebih dahulu kita harus menginstall packet BIND. Langkah yang harus dijalankan untuk menginstall packet BIND yaitu : Klik menu K-Menu      System Configuration Config Your Computer System Management Add Remove Program

-

Setelah itu ketikan BIND pada coloum search yang tersedia. Kemudian tekan ENTER. Lalu akan muncul packet – packet yang akan di install. Pilih atau Centang packet mana saja yang dibutuhkan atau yang akan di install. 13

-

-

Klik install untuk memulai penginstallan. Setelah itu, pada saat penginstallan program akan meminta cd linux (tergantung cd berapa yang di minta) untuk melanjutkan penginstallannya.

B. Setting Named.conf & file Zone
Setelah menginstall packet BIND, langkah selanjutnya yaitu setting named.conf. Langkah – langkah untuk setting named.conf yaitu :     Masuk ke K-Menu Home Setelah itu ketikkan /etc pada coloum Lalu cari named.conf Kemudian edit file zonenya. Contohnya : Membuat /etc/named.conf Options { Directory "/var/named";
}; Zone "." { Type hint; File "named.ca"; }; Zone "dendra.com" { Type master; File "db.mareta.com"; }; Zone "0.168.192.in-addr.arpa" { Type master; File "db.192.168.0 "; };

14

Membuat file zone untuk domain mareta.com diberi nama db.mareta.com @ IN SOA nsl.mareta.com. admin.mareta.com. { 200022700 ; Serial 28800 ; Refresh 14400 ; Retry 3600000 ; Expire 86400 ) ; Minimum IN NS nsl.mareta.com. NS ns2.mareta.com. MX 10 mail.mareta.com. A 192.168.15.8 IN A 192.168.15.8 A 192.168.15.8 IN A 192.168.15.8 IN A 192.168.15.8 IN A 192.168.15.8 IN CNAME 192.168.15.8

@ @ nsl ns2 www mail mp3 vhost ftp

IN IN IN IN

Membuat file zone untuk domain mareta.com diberi nama db.mareta.com @ IN SOA nsl.mareta.com. admin.mareta.com. { 200022700 ; Serial 28800 ; Refresh 14400 ; Retry 3600000 ; Expire 86400 ) ; Minimum IN NS nsl.mareta.com. NS ns2.mareta.com IN MX 10 mail.mareta.com. A 192.168.8.15 IN A 192.168.15.8 A 192.168.15.8 IN A 192.168.15.8 IN A 192.168.15.8 IN A 192.168.15.8 IN CNAME 192.168.15.8

@ @ nsl ns2 www mail mp3 vhost ftp

IN IN IN

15

Kemudian restart service BIND dengan perintah
[root@server named]# service named restart Shutting down named: Starting named: [root@server named]# [ OK ] [ OK ]

C.

Setting resolv
Membuat file zone reverse – lookup untuk network 192.168.0 diberi nama db.192.168.0 Contoh isi file zone :
@ IN SOA nsl.mareta.com. root.localhost. 200022700 ; Serial 28800 ; Refresh 14400 ; Retry 3600000 ; Expire 86400 ) ; Minimum NS ns1.mareta.com. NS ns2.mareta.com. PTR ns1.mareta.com. PTR ns2.mareta.com. PTR vhost.mareta.com.

1 2 3

IN IN IN IN IN

Tes hasil konfigurasi dengan cara mengaktifkan bind dengan perintah berikut :
[root@digital /root]# /etc/rc.d/named start

Lakukan pemeriksaan pada /var/log/messages
[root@digital /root]# cat /var/log/messages

Command : Serice DNS Restad

16

A. BIOS Setup
1. Nyalakan komputer, tekan tombol keyboard Delete/F2 (tergantung vendor dari BIOS). 2. Pada gambar, kita dapatkan informasi: 3. tipe CPU, kapasitas RAM (memori), dan lain-lain.

Gambar 1 4. Setiap BIOS Setup terkadang memiliki menu setting yang berbeda tergantung vendor-nya (perusahaan pembuat)

17

5. Perhatikan gambar berikut. Untuk melakukan settingan BIOS, lihat pada kolom kanan menu BIOS SETUP UTILITY

Gambar 2 6. Lakukan settinggan Jam dan Tanggal jika tidak sesuai dengan waktu setempat. 7. Pindah ke Tab Advanced. Pilih Ide Configuration ..

Gambar 3

18

8. Pada IDE Configuration tekan enter maka akan muncul informasi Harddisk dan CDROM . Untuk keluar menu tekan tombol “Esc”.

Gambar 4 9. Pada IDE Configuration tekan “enter” maka akan muncul informasi selanjutnya, pindah ke menu Floppy Configuration.

Gambar 5

19

10. Pastikan Floppy A .1.44 MB 3½” , kemudian tekan tombol Esc untuk keluar. 11. Pindah ke Tab Power. Pilih ACPI Aware US, pilih Yes.

Gambar 6 12. Pindah ke Tab Boot .Ide Configuration. Boot Device Priority.

Gambar 7 13. Instalasi Mandrake Linux 10.0 dilakukan lewat CD-ROM Drive, maka kita lakukan pemilihan booting.

20

14. Pada 1

st

Boot Device pilih “CD-ROM”.

Gambar 8 15. Pada 2
nd

Boot Device pilih “Hard Drive”.

Gambar 9

21

16. Pindah ke Tab Security Change Supervisor Password (bila perlu).

Gamabar 10 17. Enter New Password dan Confirm New Password. Isi dengan password yang sama.

Gambar 11

22

18. Password telah ter-install dengan benar.Pilih OK

Gambar 12 19. Pindah ke Tab Exit. Exit Saving Changes .tekan OK. atau F10 lalu Yes.

Gambar 13

23

B. Instalasi Mandrake Linux 10.0
1. Pastikan CD Mandrake Linux10.0 telah dimasukkan ke CD-ROM Drive dan Boot Sequence pada BIOS Setup CD-ROM Drive posisi First Drive. 2. Setelah komputer restrat, akan tampilan yang menawarkan press any key to boot from cd. Jika anda ingin meng-install tekan sembarang tombol, setelah itu akan tampil proses deteksi konfigurasi hardware komputer, tunggu beberapa saat………

Gambar 1

24

3. Lakukan Pemilihan Bahasa, pilih bahasa English (Amerika) untuk lebih memudahkan instalasi Mandrake Linux 10.0

Gambar 14

4. Lisensi Perjanjian, apabila setuju Klik Accept lalu Klik Next.

Gambar 15

25

5. Akan Muncul “Is this an install or an upgrade? Artinya komputer yang akan kita instalasi telah ter- install mandrake linux dalam hal ini pilih Install lalu Klik Next.

Gambar 16

6. Memilih jenis Keyboard yang akan kita gunakan, Biarkan tetap pada posisinya lalu Klik Next.

Gambar 17

26

7. Memilih tingkatan keamanan yang diinginkan, biarkan Security Levelnya pada posisi Standartd lalu Klik Next.

Gambar 18

8. Memilih ruang partisi, pilih Use existing partitions lalu Klik Next.

Gambar 19

27

9. Memilih jenis partisi yang akan digunakan, biarkan pada posisinya lalu Klik Next.

Gambar 20

10. Memilih Partisi yang akan di Format, Klik partisi yang ingin di Format lalu Klik Next.

Gambar 21

28

11. Silahkan tunggu, partisi yang dibuat sedang di format

Gambar 22

12. Silahkan tunggu, sedang mencari paket yang tersedia

Gambar 23

29

13. Memilih paket, dalam hal ini paket yang akan di install adalah paket buat komputer Workstation dan Server, tandai paket yang akan di install lalu Klik Next.

Gambar 24 14. Instalasi karnel seri 2.4, Klik Next.

Gambar 25

30

15. Paket telah di pilih dan akan di install, Klik Install untuk melanjutkan instalasi paket

Gambar 26 16. Instalasi karnel source, tandai karnel source yang akan di install lalu Klik Next.

Gambar 27

31

17. Menginstalasi Paket server, Klik Yes jika setuju lalu Klik Next.

Gambar 28

18. Mandrake Linux sedang melakukan Instalasi Sistem

Gambar 29

32

19. Menginstalasi Driver VGA/grafis

Gambar 30 21. Instalasi paket g-conf Editor

Gambar 29

33

22. Mengisi Password Root, dan ketik ulang Password Root lalu klik Next.

Gambar 30

23. Mengisi User Name/ pengguna,apabila telah selesai klik Next.

Gambar 31

34

24. Mandrake Linux akan log in/ log on secara otomatis dengan User Name yang dibuat, klik Next

Gambar 32 25. Instalasi Bootloader, pilih First sector of drive (MBR), lalu klik Next.

Gambar 32

35

26. Ringkasan fitur-fitur yang telah di configurasi dan yang ingin di configurasi, klik Next.

Gambar 33

27. Memilih negara sesuai dengan negara yang di tempati, klik Next.

Gambar 34

36

28. Instalasi driver sound, klik Next

Gambar 35

29. Instalasi driver TV Tuner, biarkan pada posisinya karena driver TV Tuner telah di temukan, klik Next untuk instalasi.

Gambar 36

37

30. Mengkonfigurasi resolusi tampilan, klik Next

Gambar 37

31. Mencoba konfigurasi, klik Yes lalu klik Next.

Gambar 38

38

32. Komputer akan mulai Login dengan konfigurasi resolusi yang telah di setting, klik Yes lalu klik Next.

Gambar 39

33. Memilih jenis Koneksi yang akan di konfigurasi, klik LAN connection lalu klik Next.

Gambar 40

39

34. Memilih Hardware LAN Card yang akan di konfigurasi, klik eth0 Realtek/RTL8139 lalu klik Next.

Gambar 41 35. Pemberitahuan bahwa LAN Card yang terpasang telah terkonfigurasi sebelumnya,jika setuju klik Yes lalu klik Next.

Gambar 42

40

36. men- setting IP secara otomatis atau manual dalam hal ini digunakan manual setting klik Manual Configuration lalu klik Next.

Gambar 44 37. Mengisi IP address dan Subnet Mask, setelah selesai klik Next

Gambar 45

41

38. Mengisi Host name, DNS Server dan Gateway, setelah selesai klik Next.

Gambar 46 39. Mengisi Zeroconf Host Name, klik Next

Gambar 47

42

40. Memulai konfigurasi koneksi setelah Booting, klik Yes lalu klik Next

Gambar 48

41. Konfigurasi Network Telah selesai, klik Finish

Gambar 49

43

42. Meng-install paket Service yang otomatis Jalan saat Booting, klik Install

Gambar 50

43. Pemberitahuan Bahwa Paket Network Terbaru Telah di Update apakah ingin di Install, klik No lalu Next.

Gambar 52

44

Or

44. Instalasi Mandrake Linux 10.0 telah selesai di lakukan, klik Reboot untuk MeRestart komputer. Dan dapat di gunakan.

Gambar 53

45


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:486
posted:11/15/2008
language:Indonesian
pages:45