Docstoc

LAPORAN - DOC

Document Sample
LAPORAN - DOC Powered By Docstoc
					LAPORAN

PRAKTIKUM LINUX MANDRIVA 2007

Oleh : Lia Hatriwi 06060088 TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

DINAS PENDIDIKAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 TARAKAN 2008

Laporan

Instalasi Linux Mandrake 2007
Adapun spesifikasi minimal untuk menginstal Linux Mandrake 2007
      

Prosessor: Semua tipe Prosesor RAM: minimal 512MB. Hard disk: Ruang kosong sekitar 2GB Graphics card: NVIDIA GeForce (Di atas 8800), ATI TM Radeon 7000 Diatas HD 3870, atau Intel® i845 Diatas x4500HD. Sound card: All Sound Blaster, AC97 dan semua kartu sound card yang kompatibel.. CD-ROM Drive. Interface SATA, IDE

Tahap Penginstalan 1. Setting BIOS a) Masuk ke menu BIOS Sebelum memulai Instalasi, sebaiknya kita memeriksa dulu setting BIOS. Untuk masuk dalam menu BIOS tekan DEL atau F2 , tergantung dari BIOS yang digunakan. Setelah itu masuk ke menu Boot, kemudian pilih Boot Device Priority

b) Lakukan Setting Boot Setelah masuk ke menu, setting Boot Priority-nya. Pilih CD-ROM sebagai 1st Boot Device, seperti yang terlihat pada gambar dibawah ini. Tekan F10 untuk menyimpan hasil setting sekaligus merestart komputer.

2. Tahap Penginstalan Linux a) Menu Boot Prompt Setting BIOS telah dilakukan, dan computer telah direstart. Segera masukkan CD1 Linux Mandriva 2007. tunggu beberapa saat hingga muncul pilihan boot sebagai berikut.

Pilih menu Install Mandriva Linux 2007 Spring on your system. setelah itu kita akan masuk ke pilihan Language.

Lakukan setting Language (bahasa) sesuai yang diperlukan. Kita pilih saja English (American) kemudian tekan Next.

b) Licence Agreement pada bagian ini, untuk mempersingkat waktu klik pada pilihan Accept untuk meneruskan proses instalasi.

c) Keyboard Layout Pilih saja Setting Keyboard yang kita gunakan. Untuk default pilih saja US keyboard (international). Tekan Next

d) Security Level Pada pilihan ini, kita memilih settingan standard saja. Agar lebih memudahkan dalam penginstalan nanti. Setelah itu tekan Next.

e) Partitioning Disini kita akan mempartisi Hardisk di Linux. Di situ terdapat beberapa pilihan yaitu Use Existing Partitions (menggunakan Pastisi yang sudah ada), Erase and Use Entire Disk (Hapus dan gunakan Disk yang ada) dan terakhir Costum disk partitioning ( mensetting sendiri partisi disk).

Karena kita ingin menggunakan Costum disk partitioning maka klik pilihan tersebut dan tekan Next. Selanjutnya akan terlihat gambar sebagai berikut:

Seperti yang terlihat digambar, bahwa ekstensi swap, kemudian Journalised FS (ext3) telah digunakan atau telah terpartisi. Namun masih menyisakan ruang kosong/ free space di harddisk tersebut. Kita akan menggunakannya untuk membuat satu partisi berekstensi ext3 (Journalised FS). Sekarang klik ruang kosong yang ingin kita partisi kemudian pilih Crate New Partition

Kemudian masukkan nilai maksimum di Size in MB. Pada pilihan Filesystem type, pilih Journalised FS ext3. setelah itu tekan OK. Maka akan terlihat seperti gambar berikut.

Partisi berhasil dibuat. Setelah Harddisk telah kita partisi, tekan Done dan akan muncul Dialog Box sebagai berikut

Pesan tersebut berisi “Partisi yang ada dalam haddisk akan di tulis/write di Disk” ini artinya saat mempartisi Linux akan me rewrite dan membagi/Partisi ulang harddisk sehingga bisa digunakan dan data yang ada didalamnya otomatis terhapus (kecuali yang ada dalam Windows). Jika sudah yakin dengan persiapan yang ada, tekan Ok. Akan muncul pilihan format partisi untuk Root.

Beri pilihan

centang pada yang ada kemudian tekan Next. Secara otomatis Harddisk akan di format untuk membuat partisi yang telah kita buat sebelumnya.

f) Instalasi Paket Setelah memformat Hardisk untuk di partisi, tahap selanjutnya dalam instalasi linux adalah Instalasi Paket atau Paket Software dalam linux.

Setelah muncul Dialog box seperti gambar diatas, tekan next. Kemudian kita akan diarahkan ke Package Group Selection. Disini kita bisa memilih paket apa saja yang perlu di install. Pada gambar di bawah ini adalah Package default dari instalasi Linux.

Pada contoh kali ini kita akan menginstal untuk keperluan Desktop computer, maka kita akan mengintal hampir dari semua paket yang ada kecuali dari Server. Lihat gambar berikut.

Tekan Next, selanjutnya ada menu Software Management. Berisi aplikasiaplikasi apa saja yang perlu kita install di Linux. Dan pada gambar terdapat 3 Kategori yaitu Workstation, Server, Graphical Environment.

Jika dirasa perlu mencek kembali software/paket yang akan diinstal silahkan di lihat dengan menekan tanda panah tersebut. Apabila dirasa sudah cukup, tekan Instal untuk memulai penginstalan paket.

Tunggu hingga semua paket telah di Intall dan kita akan berlanjut ke tahap selanjutnya g)Authentication Selesai dari tahap penginstalan, Linux akan meminta Autentifikasi dengan mengisi password Root (hak akes tertinggi) isi password sesuai keinginan. Usahakan password dibuat dengan kombinasi huruf dan angka agar sewaktuwaktu password tidak bisa di tebak orang lain.

Setelah mengisi password Root, tekan next untuk tahap selanjutnya. h)Add User Masukkan nama asli user, kemudian login name bersama password. Ini digunakan pada saat anda ingin menggunakan Linux.

Isi form tersebut. Jika sudah selesai tekan next untuk melanjutkan. i) Autologin Pada mandriva 2007, jika hanya memakai satu user saja maka fitur Autologin dapat dilakukan. Autologin sendiri adalah fitur dimana komputer secara otomatis akan ter-login di Linux tanpa harus mengisi password di menu login. Ini bisa mempermudah User tersebut. Jika anda tidak membutuhkannya, jangan beri tanda centang pada pilihan “Use This Fiture” kemudian tekan next untuk melanjutkan.

j) Bootloader

Bootloader adalah sebuah service yang hanya aktif jika dalam komputer tersebut terinstal 2 atau lebih system operasi. Dimana service bootloader ini berbentuk tampilan dan berisi pilihan ssstem operasi yang ingin di pakai. Linux akan meminta dimana tempat/direktori bootloader tersebut di install. Pilih salah satu kemudian tekan next untuk melanjutkan.

k) Summary Di menu ini merupakan review dari apa yang kita install sebelumnya. Termasuk konfigusari hardware. Ini berfungsi untuk mengecek kembali apa saja yang telah terinstal atau yang telah terkunfigurasi sebelumnya. Apakah sudah benar atau belum. Previewnya ada pada gambar berikut.

Kita akan mengkunfigurasi ulang pada bagian System > Country/Region untuk mengganti bagian Region. Sebagai contoh kita akan mengubah Settingan sebelumnya yang “United Kingdom” menjadi “Switzerland”

Setelah itu selanjutnya mengkonfigurasi Graphic Card pada Hardware > Graphical Interface – 1280x800bpp.

Selanjutnya adalah konfigurasi Network pada bagian Network & Internet > Network – Ethernet.

Kemudian pilih interface/kartu jaringan yang kita gunakan.

Tekan next, dan kita di haruskan untuk mengkonfigurasi Ethernet Card tersebut dengan mengisi IP,Netmask, dsb.

Selanjutnya mengaktifkan beberapa Opsi. Beri tanda centang saja pada bagian yang perlu. Kemudian tekan next

Computer meminta agar koneksi di jalankan. Pilih Yes kemudian tekan next.

Konfigurasi telah selesai dilakukan.

Jika dirasa sudah cukup atau sudah terkonfigurasi. Tekan next untuk tahap selanjutnya.

l) Update Sebelum tahap Instalasi Linux selesai, computer meminta apakah anda ingin menginstal Update paket terbaru dari Distro Linux.

Pilih No kemudian tekan Next untuk melanjutkan tahap terakhir dari instalasi. m) End Of Installation Akhirnya semua perangkat dan paket telah di install. Untuk mengakhiri tekan tombol Reboot dan Linux sudah siap digunakan.

Laporan

Membangun DNS Server Alat dan Bahan
2 buah Pc yang terinstal Linux. 2 buah Ethernet Card Kabel UTP RJ-45 Tang Krimping Tang Potong

Langkah Kerja
Sebelum memulai setting DNS, sebaiknya kita membuat dulu kabel jaringan dengan tipe Cross. Setelah selesai di buat. Kita akan mulai mensetting computer. Dimana satu computer di jadikan server DNS, kemudian yang satunya di jadikan client. Adapun Distro

yang digunakan adalah Linux Mandrake. Langkah-langkahnya dalam membuat DNS sebagai berikut: 1. Menggunakan Perintah nslookup Perintah ini dapat digunakan pada Windows dan Linux untuk mendapatkan ip address dari suatu domain, misalnya: [root@centos /]# nslookup sirutabc.co.id Server: 192.168.9.100 Address: 192.168.9.100#53 Name: sirutabc.co.id Address: 192.168.9.110

2. Installasi Paket BIND Paket installasi BIND pada RedHat, CentOS dan Fedora tersedia dalam format RPM. Paket file yang diinstall adalah: Å Å Å Å bind-9.2.4-2 bind-utils-9.2.4-2 bind-libs-9.2.4-2 bind-chroot-9.2.4-2

File bind-9.2.4-2 adalah paket server DNS itu sendiri, sedangkan beberapa file lain merupakan aplikasi pendukung atau utility yang digunakan dalam bekerja dengan DNS. Pada umumnya saat awal melakukan installasi server CentOS / Redhat paket-paket ini sudah terinstall secara default. Jika belum terinstall maka dapat dilakukan dengan cara: [root@centos /]# rpm –ivh bind-9.2.4-2 [root@centos /]# rpm –ivh bind-utils-9.2.4-2 [root@centos /]# rpm –ivh bind-libs-9.2.4-2 [root@centos /]# rpm –ivh bind-chroot-9.2.4-2 Sedangkan untuk Distro yang kita pakai yaitu Mandrake, kita menginstall BIND di Software Management pada Control Panel.

3. Menjalankan Service BIND Untuk men-start, stop me-restart BIND secara manual dapat dilakukan dengan cara: [root@centos /]# service named stop Stopping named: [root@centos /]# service named start Starting named: [root@centos /]# service named restart Stopping named: Starting named:

[ OK ] [ OK ] [ OK ] [ OK ]

Note: Setiap kali melakukan perubahan konfigurasi BIND, maka service ini perlu direstart.

4. File /etc/resolv.conf DNS client pada Linux menggunakan file ini sebagai informasi untuk menentukan DNS server. Dalam file ini terdapat record yang terdiri dari dua kolom. Kolom pertama merupakan keyword dan kolom kedua adalah nilai dari keyword tersebut. Keyword yang digunakan oleh adalah: Keyword nameserver domain search Value IP Address dari nameserver Local domain yang di-query secara default Nama domain yang akan di-query tanpa harus menyebutkan domainnya, cukup nama host.

Sebagai contoh isi dari file /etc/resolv.conf adalah: search lia.com nameserver 192.168.5.11 nameserver 192.168.5.11 Baris pertama dari file ini seharusnya adalah nama domain dari network yang anda miliki. 5. Konfigurasi Caching Nameserver

Secara default installasi DNS Server pada CentOS/RedHat merupakan Caching Nameserver. 6. File Konfigurasi BIND Secara normal, BIND menggunakan beberapa file sebagai konfigurasinya, antara lain /etc/named.conf, /var/named/*. Namun untuk alasan keamanan supaya Hacker tidak bisa masuk kedalam keseluruhan server, maka digunakan chroot jail. Dengan menentukan /var/named/chroot sebagai chroot jail bagi named, maka bind menganggap bahwa direktori tersebut (/var/named/chroot) merupakan root direktori. Untuk mengetahui apakah bind berjalan menggunakan chroot atau tidak dapat dilihat dari installasi add-on: [root@centos /]# rpm -q bind-chroot bind-chroot-9.2.4-2

Tabel letak file konfigurasi BIND pada CentOS / RedHat File named.conf mdc.key mdc.conf Zone files Purpose Konfigurasi utama dan deklarasi zone file. File authentifikasi named Database yang berisi mapping domain ke ip address, dan beberapa info lain. BIND chroot file /var/named/chroot/etc /var/named/chroot/etc Regular BIND File /etc /etc

/var/named/chroot/var/named /var/named

6. Mengkonfigurasikan Nameserver Regular Server DNS yang dibuat perlu direferensikan untuk menggunakan DNS service yang ada padanya sendiri dengan memodifikasi /etc/resolv.conf. Nameserver 127.0.0.1

7. Mengkonfigurasikan named.conf File /etc/named.conf atau /var/named/chroot/etc/named.conf berisi konfigurasi utama dari DNS Server, dan memberikan informasi kepada BIND dimana keberadaan zone file. Dalam hal ini kita mendefinisikan forward zone untuk sirutabc.co.id:

zone "lia.com" IN { type master; file "lia.com"; allow-query { any; }; }; Jika terdapat domain lain dapat juga disisipkan pada akhir baris, sebagai contoh: zone "lia.com" IN { type master; file "lia.com"; allow-query { any; }; }; Note: baris allow-query menyatakan bahwa seluruh network dapat melakukan query terhadap zone ini. Untuk membatasi query pada network tertentu dapat dilakukan dengan cara: allow-query { 192.168.9.0/255; };

Selanjutnya membuat konfigurasi untuk reserve zone. zone "5.168.192.in-addr-arpa" IN { type master; notify no; file “192-168-5.zone”; }; 8. Membuat Zone File Terdapat beberapa hal yang perlu diingat ketika melakukan konfigurasi DNS zone:    Setiap zone file dapat berisi komentar pada akhir baris dengan memberikan tanda semicolon (;). Secara default zone file terletak pada direktori /var/named atau /var/named/chroot/var/named. Setiap zone file terdiri dari beberapa record: SOA, NS, MX, A dan CNAME yang mempunyai area berbeda pada BIND.

9. Time to Live Entri pertama dari zone file adalah TTL (Time To Live), yang berisi waktu yang digunakan oleh caching nameserver untuk menyimpan informasi ini. Jika waktu yang diset adalah 3 hari, maka caching nameserver lain yang menyimpan record ini akan mempertahankan cache-nya selama waktu tersebut.

LAPORAN MEMBANGUN DHCP SERVER

1. Definisi DHCP DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Potocol, suatu perogram aplikasi yang memungkinkan pengaturan jaringan secara terpusat dari Server, sehingga PC client tidak perlu melakukan konfigurasi alamat IP. Karena semuanya sudah ditangani oleh PC Server. Keuntungan penggunaan DHCP dari sisi System Administrator, adalah kita tidak perlu melakukan pencatatan alamat IP pada masing-masing PC client. Mungkin untuk kebutuhan sampai dengan 10 atau 20 PC client masih bisa kita tangani, namun jika klien yang kita tangani sampai dengan 50 atau 100, bisa Anda bayangkan betapa rumit dan melelahkan pekerjaan yang harus kita tanganiKonfigurasi Dynamic Host 2. konfigurasi dhcp di linux Setting IP      Klik K- Menu Pilih Sistem Pilih Terminal Pilih Console Ketik Perintah       ? ? ? ? ? $ su # ifconfig # ifconfig eth0 192.168.0.11 # ping 192.168.0.11

Setting dhcpd.conf     Klik K- Menu Pilih Home Ketik //etc Cari file dhcpd.conf

ddns-update-style interim;

ignore client-updates; #definisi subnet subnet 192.1168.0.0 netmask 255.255.0.0{ option routers 192.168.0.11; option subnet-mask 255.255.0.0; option domain-name”asbeny.com” option domain-name-server 192.168.0.11 range dynamic-bootp 192.168.0.30 192.168.0.35; default-lease-time 21600; max-lease-time 43200;     Klik Pilih Pilih Pilih K- Menu Sistem Terminal Konsole

Ketik perintah Service dhcpd restart kalau ada muncul perintah YES berarti DHCP Server telah berhasil di install

3. Command ?$ ( user biasa ) ? SU ( mengubah dari user biasa menjadi root ) ? # ifconfig ( melihat seluruh net card ) ? # ifconfig eth0 xxx ( melihat perangkat satu ip ) ? # ping xxx ( mencoba, mengetes ip ) ? # clear all ( membersihkan layer ) ? # exit ( keluar dari console ) ? # service dhcp restart ( merestart dhcp server ) ? # halt ( shut down/ mematikan computer


				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:1746
posted:11/15/2008
language:Indonesian
pages:26