Documents
Resources
Learning Center
Upload
Plans & pricing Sign in
Sign Out

tugas pak edi

VIEWS: 872 PAGES: 10

									DHCP SERVER

1. Definisi DHCP

DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Potocol, suatu perogram aplikasi yang memungkinkan pengaturan jaringan secara terpusat dari Server, sehingga PC client tidak perlu melakukan konfigurasi alamat IP. Karena semuanya sudah ditangani oleh PC Server.

Keuntungan penggunaan DHCP dari sisi System Administrator, adalah kita tidak perlu melakukan pencatatan alamat IP pada masing-masing PC client. Mungkin untuk kebutuhan sampai dengan 10 atau 20 PC client masih bisa kita tangani, namun jika klien yang kita tangani sampai dengan 50 atau 100, bisa Anda bayangkan betapa rumit dan melelahkan pekerjaan yang harus kita tanganiKonfigurasi Dynamic

Host
Apa tugas dari DHCP? Tugas dari DHCP sangatlah besar dalam suatu jaringan komputer. DHCP digunakan agar komputer-komputer yang terdapat pada suatu jaringan komputer bisa mengambil konfigurasi (baik itu IP address, DNS address dan lain sebagainya) bagi mereka dari suatu server DHCP. Intinya dengan adanya DHCP maka akan mampu mengurangi pekerjaan dalam mengadministrasi suatu jaringan komputer berbasis IP yang besar. Bayangkan jika suatu jaringan komputer yang terdiri dari 1000 komputer dan Anda harus mengeset IP address pada masing-masing komputer secara manual.

2. konfigurasi dhcp di linux mandrake 10.0
Setting IP   Klik K- Menu Pilih Sistem

  

Pilih Terminal Pilih Console Ketikan Perintah      ? $ ? $ su ? # ifconfig ? # ifconfig eth0 202.134.0.155 <jika menggunakan 1 LANcard> ? # ping 202.134.0.155

Setting dhcpd.conf     Klik K- Menu Pilih Home Ketik //etc Cari file dhcpd.conf

ddns-update-style interim; ignore client-updates; #definisi subnet subnet 202.134.0.155 netmask 255.255.255.0{ option routers 202.134.0.155; option subnet-mask 255.255.255.0; option domain-name”aleks.com” option domain-name-server 202.134.0.155 range dynamic-bootp 202.134.0.30 193.163.1.35; default-leasetime 21600; max-lease-time 43200;

  

Klik K- Menu Pilih Sistem Pilih Terminal



Pilih Konsole service dhcpd restart

Ketik perintah

kalau ada muncul perintah YES berarti DHCP Server telah berhasil di install

3. Command
?$ ? $ su ? # ifconfig ( user biasa ) ( mengubah dari user biasa menjadi root ) ( melihat seluruh LAN card )

? # ifconfig eth0 xxx ( mengkonfigurasi alamat IP ) ? # ping xxx ? # clear all ? # exit ( mencoba, mengetes ip ) ( membersihkan layer ) ( keluar dari console )

? # service dhcpd restart ( merestart dhcp server) ?# halt ( shut down/ mematikan computer )

DNS SERVER
1. Pendahuluan Domain Name Server atau yang disingkat dengan DNS adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer. Dengan DNS, suatu alamat IP dapat dialamatkan ke dalam nama host dan nama domain yang lebih mudah diingat manusia. DNS ditemukan oleh Paul Mockapetris pada tahun 1983. Spesifi kasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifi kasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproporsikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS 2. Definisi DNS DNS (Domain Name System) adalah suatu system yang mengubah nama host ( seperti aleks.com ) menjadi alamat IP ( seperti 202.134.0.155 ) atas semua komputer yang terhubung langsung ke Internet. DNS juga dapat mengubah alamat IP menjadi nama host. DNS bekerja secara hirarki dan berbentuk seperti pohon (tree). Bagian atas adalah Top Level Domain(TLD) seperti COM, ORG, EDU, MIL dsb. Seperti pohon DNS mempunyai cabang-cabang yang dicari dari pangkal sampai ke ujung. Pada waktu kita mencari alamat misalnya aleks.com pertama-tama DNS bertanya pada TLD server tentang DNS Server yang melayani domain .uk misalnya dijawab ns1.uk, setelah itu dia bertanya pada ns1.uk tentang DNS Server yang bertanggung jawab atas .co.uk misalnya ns.co.uk kemudian dia bertanya pada ns.co.uk tentang aleks.com dan dijawab 202.134.0.155.

DNS Server terdiri dari 2 jenis server. Yaitu :   Primary Name Server ( PNS ) adalah DNS server yang bertanggung jawab atas resolusi domain dan subdomain yang dikelolahnya. Secondary Name Server ( SNS ) adalah DNS server yang secara hirarki setara dengan PNS namun data – data domain dan subdomain diperoleh dengan cara menyalin dari PNS.

2. Setting IP Yaitu dengan cara :  Masuk ke K-Menu  System  Terminal  Konsole Kemudian ketik perintah di bawah ini: ?$ su ?# ifconfig eth0 202.134.0.155 (tergantung ip yang ingin digunakan) Setelah setting IP, ketik ping 202.134.0.155 untuk mengecek apakah IP yang kita setting telah berhasil atau tidak. ?# ping 202.134.0.155 Jika berhasil akan muncul keterangan
64 bytes from 202.134.0.155: icmp_seq=1 ttl=64 time=0.366 ms 64 bytes from 202.134.0.155: icmp_seq=2 ttl=64 time=0.366 ms 64 bytes from 202.134.0.155: icmp_seq=3 ttl=64 time=0.366 ms 64 bytes from 202.134.0.155: icmp_seq=4 ttl=64 time=0.366 ms

4.

Mengatur DNS Server Setelah kita setting IPnya, langkah selanjutnya adalah mengatur DNS servernya. Langkah – langkah yang harus diperhatikan dalam mengatur DNS server yaitu  Yang pertama kita install packet BIND  Setting named.conf

 File zone  Setting resolve

A. Install Packet BIND ( Berkeley Internet Name Domain ) Sebelum masuk ke DNS server, terlebih dahulu kita harus menginstall packet BIND. Langkah yang harus dijalankan untuk menginstall packet BIND yaitu :       Klik menu K-Menu System Configuration Config Your Computer System Management Add Remove Program Setelah itu ketikan BIND pada coloum search yang tersedia. Kemudian tekan ENTER. Lalu akan muncul packet – packet yang akan di install. Pilih atau Centang packet mana saja yang dibutuhkan atau yang akan di install. Klik install untuk memulai penginstallan. Setelah itu, pada saat penginstallan program akan meminta cd linux (tergantung cd berapa yang di minta) untuk melanjutkan

penginstallannya. B. Setting Named.conf & file Zone Setelah menginstall packet BIND, langkah selanjutnya yaitu setting named.conf. Langkah – langkah untuk setting named.conf yaitu :     Masuk ke K-Menu Home Setelah itu ketikkan /etc pada coloum Lalu cari named.conf Kemudian edit file zonenya. Contohnya :

Membuat /etc/named.conf

Options { Directory "/var/named"; }; Zone "." { Type hint; File "named.ca"; }; Zone "aleks.com" { Type master; File "db.aleks.com"; }; Zone "0.134.202.in-addr.arpa" { Type master; File "db.202.134.0.155"; };



File zone aleks.com Membuat file zone untuk domain aleks.com diberi nama db.aleks.com

@

IN

SOA nsl.aleks.com. admin.aleks.com. { 200022700 ; Serial 28800 14400 3600000 86400 ) ; Refresh ; Retry ; Expire ; Minimum nsl.aleks.com.

@

IN

NS

@

IN

NS IN

ns2.aleks.com. MX 10 mail.aleks.com.

nsl ns2 www mail mp3 vhost ftp

IN

A

202.134.0.155 IN A 202.134.0.155

IN

A

202.134.0.155 IN IN IN IN A A A CNAME 202.134.0.155 202.134.0.155 202.134.0.155 202.134.0.155

 @

File Zone 202.134.0
IN SOA ns.aleks.com. root.aleks.com. (

; Zone file for reverse zone 0.134.202.in-addr.arpa(202.134.0.155) 2000072801 ; serial 28800 ; refresh 7200 ; retry 604800 ; expire 86400 ; default_ttl ) @ 100 155 IN IN IN NS PTR PTR aleks.com. aleks.com. aleks.com.



Setting resolve
zone "0.134.202.in-addr.arpa" { notify no; type master; file "aleks.com ";



Kemudian restart service BIND dengan perintah

[root@server named]# service named restart Shutting down named: Starting named: [root@server named]# [ OK ] [ OK ]



Memeriksa DNS  Klik K- Menu  Pilih Sistem  Pilih Terminal  Pilih Console Ketikan perintah ?$ su ? # nslookup www.aleks.com / nslookup 202.134.0.155

Tes hasil konfigurasi dengan cara mengaktifkan bind dengan perintah berikut :

[root@digital /root]# /etc/rc.d/named start

Lakukan pemeriksaan pada /var/log/messages [root@digital /root]# cat /var/log/messages


								
To top