Your Federal Quarterly Tax Payments are due April 15th Get Help Now >>

Manajemen Sekolah yang Efektif by oym20829

VIEWS: 2,981 PAGES: 6

									                                Manajemen Sekolah yang Efektif

                                                 Husaini Usman


      Abstract: The writing of this article is aimed at giving a concept of having effective school manage-
      ment. Effective school management is a management that is able to carry out management functions,
      in order to increase the school quality according to or above the stakeholders’ satisfaction. There are
      some ways to make the school management effective.


      Key Words: management, effective, principality of effective management



       Kepemimpinan kepala sekolah efektif dan se-            dikan, tokoh masyarakat termasuk tokoh Lembaga
kolah efektif sudah banyak dibicarakan, ditulis, dan          Swadaya Masyarakat (LSM), pengusaha, anggota
diteliti orang. Tetapi manajemen efektif menurut              profesi, dan alumni.
sepengetahuan penulis, belum pernah dibicarakan,                     Menurut Anonim (2006), minimal ada tiga
ditulis, bahkan diteliti orang. Padahal, menurut se-          prasyarat agar manajemen sekolah efektif yaitu: (1)
orang ahli manajemen, Juran (dalam Sallis, 2003)              didelegasikan dan diserahkannya tugas, wewenang,
menyatakan bahwa 85 persen masalah mutu dise-                 dan tanggung jawab untuk mengambil keputusan
babkan oleh tingkat efektivitas (effectiveness) ma-           secara proporsional di sekolah meliputi kurikulum,
najemennya. Banyak sekolah tutup dan perusahaan               teknologi, pengambilan keputusan taktis dan strate-
bangkut bukan disebabkan oleh kurangnya sumber                gis sekolah, penggunaan fasilitas belajar, usul pe-
daya 7M + I (man, money, material, machines, me-              ngadaan, pemanfaatan dan peningkatan SDM, bia-
thods, marketing, minutes, dan informations) tetapi           ya, dan waktu, (2) didukung oleh unsur input pen-
karena kesalahanan manajemennya (missmanage-                  didikan yang sesuai dengan tuntutan mutu pendidi-
ment).                                                        kan, dan (3) didukung oleh kemampuan profesio-
       Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk              nal pendidikan yang mumpuni untuk melaksanakan
memberikan sumbangan konsep pemikiran tentang                 tugas, wewenang, dan tanggung jawab pendidikan.
cara-cara melakukan manajemen sekolah yang                           Selanjutnya, menurut Anonim (2006), dalam
efektif sehingga sekolah mampu meningkatkan                   melaksanakan manajemen sekolah dapat digunakan
mutu pembelajaran di sekolah yang memuaskan                   konsep manajemen pendidikan modern dengan
segala pihak yang berkepentingan.                             prinsip desentralisasi yaitu konsep bimbingan yang
                                                              baik dan benar (good governance). Konsep bim-
MANAJEMEN                                                     bingan yang baik dan benar adalah: (1) akuntabili-
                                                              tas, (2) transparan, (3) partisipasi, (4) kemitraan,
      Manajemen sekolah efektif ialah perencana-              (5) responsif, (6) penataan hukum, (7) efisiensi, (8)
an, pelaksanaan, dan pengawasan sekolah yang                  visi strategis, (9) profesionalisme, (10) enterpre-
memuaskan stakeholder sekolah. Stakeholder ialah              neurship, (11) budaya organisasi, dan (12) kepedu-
orang yang peduli. Stakeholder ini meliputi stake-            lian pada visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebi-
holder internal sekolah yaitu siswa, guru, dan tena-          jakan, dan program sekolah yang sudah menjadi
ga kependidikan lainnya serta stakeholder ekster-             keputusan bersama.
nal sekolah yaitu wali murid, birokrat Dinas Pendi-                  Berdasarkan konsep di atas maka dapat di-

Husaini Usman adalah Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta

                                                          1
2   JURNAL PENDIDIKAN INOVATIF VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2007

simpulkan bahwa cara agar sekolah memiliki ma-            jutnya, komite sekolah diberi kesempatan secukup-
najemen sekolah yang efektif adalah dengan mene-          nya untuk mempelajari Laporan Kinerja Sekolah
rapkan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) de-               (Lakis) untuk diterima atau ditolak. Adanya prinsip
ngan prinsip: (1) otonomi, (2) akuntabilitas, (3) ja-     akuntabilitas dalam manajemen sekolah dapat me-
minan mutu, (4) transparan, (5) kemitraan, (6) par-       ngurangi bahkan menghindarkan kecurigaan bahwa
tisipasi, (7) efisien, (8) demokratis, (9) adil (terma-   di sekolah telah terjadi Korupsi, Kolusi, dan Ne-
suk proporsional dan profesional), (10) menjunjung        potisme (KKN). Sekolah mempertanggungjawab-
tinggi hak asasi manusia, (11) menjunjung tinggi          kan pelaksanaan program dan pendanaan kepada
nilai-nilai keagamaan, (12) menjunjung tinggi ni-         komite sekolah karena mereka sebagai penyandang
lai-nilai kultural, (13) menjunjung tinggi nilai-nilai    dana.
kemajemukan bangsa, (14) sistemik, (15) pember-
dayaan siswa, (16) keteladanan, dan (17) pember-          JAMINAN MUTU
dayaan semua komponen masyarakat.
                                                                 Jaminan mutu ialah kegiatan yang berupaya
OTONOMI                                                   mencapai standar mutu, memelihara, memperta-
                                                          hankannya, serta jika masih mungkin meningkat-
       Otonomi ialah kemandirian dalam mengatur           kannya. Sekolah wajib menerapkan prinsip jami-
diri sendiri secara merdeka (tidak tergantung pihak       nan mutu. Jaminan mutu di bidang pendidikan ber-
lain) (Depdiknas, 2004). Dengan otonomi yang le-          tujuan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidi-
bih besar, kepala sekolah mempunyai kewenangan            kan (SNP) yang meliputi standar isi, proses, kom-
yang lebih besar dalam mengelola sekolahnya. Me-          petensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan,
lalui otonominya, kepala sekolah lebih berdaya da-        sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan,
lam mengembangkan program-program sekolah se-             dan penilaian pendidikan.
suai dengan kebutuhan sekolah, masyarakat, dan                   Untuk menjamin mutu dan mengendalikan
potensi yang dimiliki. Manajemen dilakukan secara         mutu sekolah maka harus dilakukan evaluasi, akre-
otonomi mengandung arti bahwa warga sekolah               ditasi, dan sertifikasi sekolah. Mutu pembelajaran
mampu memutuskan sendiri masalah-masalah yang             di sekolah dapat dikembangkan dengan model ke-
muncul di sekolahnya dengan cara yang terbaik ka-         giatan pembelajaran yang mengacu pada standar
rena merekalah yang paling tahu yang terbaik bagi         proses, melibatkan peserta didik secara aktif, de-
sekolahnya.                                               mokratis, mendidik, memotivasi, mendorong krea-
       Otonomi harus didukung antara lain oleh ke-        tivitas, dan dialogis. Tujuannya agar peserta didik
mampuan merencanakan, mengorganisasikan, me-              mencapai pola pikir dan kebebasan berpikir se-
motivasi, memimpin, transformasional, memecah-            hingga dapat melaksanakan aktivitas intelektual
kan masalah, dan mengambil keputusan, berkomu-            yang berupa berpikir, beragumentasi, mengkaji,
nikasi, berkoordinasi secara sinerjis, dan melaku-        menemukan, dan memprediksi. Standar mutu di se-
kan perubahan organisasi (jujur, adil, demokratis,        kolah disempurnakan secara terencana, terarah,
transparan, adaptif, antisipatif, memberdayakan           bertahap, sistematis berkelanjutan sesuai dengan
sumber daya yang ada, dan memenuhi kebutuhan              tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan
sendiri).                                                 global dalam program penjaminan mutu di sekolah
                                                          yang memiliki target dan waktu yang jelas.
AKUNTABILITAS
                                                          TRANSPARAN
       Akuntabilitas ialah pertanggungjawaban ter-
tulis sekolah kepada stakeholdernya. Semua kegi-                Transparan ialah keterbukaan. Keterbukaan
atan manajemen sekolah yang sudah dilaksanakan            dalam manajemen dapat menghilangkan rasa saling
dilaporkan kepada stakeholder atau komite sekolah         curiga antara sekolah dengan stakeholdernya. Se-
dalam suatu rapat sekolah sebagai bentuk pertang-         kolah yang dicurigai tidak jujur akan ditinggalkan
gungjawaban pelaksanaan program sekolah. Selan-           stakeholdernya. Keterbukaan merupakan awal da-
                                                                    Usman, Manajemen Sekolah yang Efektif   3

ri kejujuran. Kejujuran terletak dalam hati nurani.     ingin memenuhi kebutuhan penghargaan (esteem
Sekarang banyak orang pintar tetapi sedikit orang       need) (Maslow,1954). Jika manusia dihargai maka
yang jujur. Ironisnya, sebagian besar koruptor ada-     dia akan merasa dilibatkan. Jika manusia dilibatkan
lah orang-orang yang pernah duduk di bangku se-         maka ia merasa bertanggung jawab dan berdedika-
kolah. Artinya, sekolah telah gagal menyiapkan          si. Jika manusia merasa bertanggung jawab dan
orang pintar juga jujur sehingga banyak orang tua       berdedikasi maka ia merasa memiliki. Jika manusia
menangis karena mereka susah payah membiayai            merasa memiliki maka ia akan memberi perhatian
sekolah anaknya, namun setelah lulus dan bekerja        kepada sekolah dan memeliharanya.
ternyata menjadi koruptor (Harefa, 2003). Tugas                Dalam melakukan partisipasi harus memper-
kepala sekolah dan guru adalah memberi dan men-         timbangkan kompetensi, tenaga, dana, dan waktu
jadi contoh sebagai orang yang jujur kepada siswa.      stakeholder sesuai dengan relevansinya. Stakehold-
       Keterbukaan dalam arti bersifat proporsional     er bekerja bahu membahu secara profesional seba-
yaitu tidak semua rahasia pribadi diungkapkan me-       gai tim kerja yang sinergis dan solid. Untuk mem-
lainkan keterbukaan dalam manajemen dan keu-            buat stakeholder yang terlibat dan merasa memiliki
angan sekolah. Keterbukaan hanya akan efektif ji-       terhadap sekolah maka diperlukan suasana yang
ka ada komunikasi yang efektif atau sebaliknya.         demokratis dan stakeholder terlibat dalam proses
                                                        pengambilan keputusan. Prinsip ini menuntut para
KEMITRAAN                                               orang tua dan guru mengerti segala kebutuhan
                                                        yang terbaik untuk peserta didiknya dan melalui
       Kemitraan ialah kerja sama saling mengun-        satu usaha yang kooperatif mereka dapat bahu
tungkan dalam hubungan setara dan interaktif, ak-       membahu meningkatkan program-program yang
tif, dan positif. Kepala sekolah memikirkan dengan      tepat sesuai kebutuhan peserta didik (Duhou,
siapa akan bermitra atau membentuk jaringan kerja       2002).
(networking) karena bekerja sendiri-sendiri hasil-
nya cenderung lebih kecil dibandingkan dengan be-       EFISIEN
kerja bersama-sama mitra. Kemitraan akan berjalan
efektif bila saling untung (profit), saling kebersa-           Efisien ialah suatu proses yang menghasilkan
maan (together), saling empati (emphaty), saling        sesuatu yang disyaratkan dengan pengorbanan
membantu (assist), saling dewasa (maturity), saling     sumber daya yang paling minimal (Anonim, 2006).
berkeinginan (willingness), saling teratur (organi-     Sumber daya terutama biaya, waktu, dan tenaga.
zation), saling menghormati (respect), dan saling       Dalam hal ini, proses-proses yang dilakukan selalu
berbaik hati (kindness) (Jalal & Supriyadi, 2006).      menghindari terjadinya pemborosan atau kerugian-
Kemitraan sekolah misalnya dalam bentuk Kelom-          kerugian percuma yang tidak perlu. Proses efisiensi
pok Kerja Kepala Sekolah (KKS), Musyawarah              diukur dengan perbandingan antara output yang di-
Kerja Kepala Sekolah (MKKS), dan Musyawarah             capai dengan biaya-biaya untuk menghasilkan out-
Guru Mata Pelajaran (MGMP).                             put yang diharapkan. Biaya-biaya ini lazimnya di-
       Dalam melakukan kemitraan, keluarga, ma-         nyatakan dalam bentuk satuan sumber biaya yang
syarakat, dan pemerintah melaksanakan fungsinya         telah dikeluarkan. Sedangkan yang dimaksud efisi-
masing-masing sesuai dengan perannya masing-            ensi ialah acuan terukur kinerja dari hasil yang di-
masing. Masing-masing mempunyai tugas dan               capai dibandingkan dengan biaya-biaya sumber da-
tanggung jawabnya terhadap pendidikan.                  ya yang telah dikeluarkan bagi pencapaian hasil
                                                        tersebut (Anonim, 2006).
PARTISIPASI                                                    Beda efektif dan efisien adalah sebagai beri-
                                                        kut. Efisien (daya guna) adalah proses penghemat-
      Partisipasi ialah keterlibatan aktif stakehold-   an 7M + I dengan cara melakukan pekerjaan de-
er secara langsung di sekolah. Partisipasi dilandasi    ngan benar (do things right), sedangkan efektif
keyakinan bahwa bila stakeholder diundang maka          (hasil guna) adalah tingkat keberhasilan pencapai-
mereka merasa dihargai. Manusia pada hakekatnya         an tujuan (outcomes) dengan cara melakukan pe-
4   JURNAL PENDIDIKAN INOVATIF VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2007

kerjaan yang benar (do the right things). Efektif        ran pada diri sendiri itulah yang dibutuhkan.
juga berarti mampu mencapai tujuan dengan baik.
Jika efisiensi lebih memfokuskan diri pada proses        MENJUNJUNG TINGGI HAK ASASI
penghematan, maka efektivitas lebih memfokuskan          MANUSIA (HAM)
diri pada output atau hasil yang diharapkan.
                                                                Menjunjung tinggi ialah menghargai harkat
DEMOKRATIS                                               dan martabat manusia atau memanusiakan manu-
                                                         sia, tidak melakukan kekerasan fisik dan psikis ter-
      Demokrasi pendidikan adalah kebebasan              hadap manusia, tidak menganggu keamanan dan
yang terlembaga melalui musyawarah dan mufakat           ketenteraman orang lain, dan memberi kesempatan
dengan menghargai perbedaan, hak asasi manusia,          yang sama kepada semua manusia untuk mengem-
serta kewajibannya dalam rangka meningkatkan             bangkan potensi. Penerapan prinsip menjunjung
kualitas pendidikan (Depdiknas, 2002). Penerapan         tinggi di sekolah dapat memberikan pelajaran bagi
prinsip demokratis di sekolah dapat memberikan           warga sekolah bahwa dalam belajar dan berusaha
pelajaran kepada warga sekolah bahwa dalam ber-          tidak boleh terjadi kekerasan fisik dan psikis, tidak
gaul, belajar, berdiskusi, bekerja, atau berusaha ha-    menganggu keamanan dan ketenteraman orang la-
rus menghargai pendapat orang lain, menganggap           in, dan memberi kesempatan yang sama kepada se-
perbedaan pendapat adalah hikmah, menghargai             mua manusia untuk mengembangkan potensinya,
perbedaan, tidak memaksakan kehendak, siap me-           dan memeras keringat orang dengan memberi upah
nerima kekalahan karena orang menang secara              yang sangat rendah. Inti dari menjunjung tinggi
sportif, dan tidak merasa dirinya sendiri yang pa-       hak asasi manusia ialah tidak sampai melanggar
ling benar.                                              HAM.

ADIL                                                     MENJUNJUNG TINGGI NILAI-NILAI
                                                         KEAGAMAAN
       Adil ialah memberlakukan aturan atau hu-
kum berlaku sama untuk semua orang, tidak pilih                 Menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan yai-
kasih, atau tidak tebang pilih. Adil juga berarti pro-   tu menjalankan ajaran-ajaran agama sesuai dengan
porsional artinya menempatkan orang sesuai de-           penganutnya masing-masing. Pihak manajemen se-
ngan keahlian atau kompetensinya (the right man          kolah saling menghargai agama yang dianut oleh
in the right place). Adil berarti menempatkan            warga sekolahnya. Tidak boleh ada penganut aga-
orang sesuai dengan keprofesionalannya. Adil juga        ma yang satu menghina ajaran agama penganut la-
berarti memberi nilai kepada siswa secara objektif.      innya. Penerapan prinsip menjunjung tinggi nilai-
Jika memang tidak bodoh maka nilainya rendah             nilai keagamaan di sekolah dapat memberikan pe-
dan jika memang pandai maka nilainya tinggi. Bu-         lajaran kepada warga sekolah antara lain adalah hi-
kan sebaliknya. Dalam hal penilaian, guru dituntut       dup harus jujur, hidup harus berbuat baik, belajar-
sebagai hakim yang adil.                                 lah sepanjang hayat, hidup harus berusaha, hidup
       Keadilan terletak di dalam hati nurani manu-      harus bekerja keras, dan hidup tidak boleh putus
sia. Hati nurani melihatnya, tetapi kadang-kadang        asa.
manusia tidak mampu melihatnya. Bertindak adil,
menghakimi secara adil adalah penghakiman hati           MENJUNJUNG TINGGI NILAI-NILAI
nurani yang melewati perenungan yang menda-              KULTURAL
lam. Jika manusia ingin bertindak adil maka ia ha-
rus cerdas intelektual, sosial, spritual, dan emosio-           Menjunjung tinggi nilai-nilai budaya ialah
nal. Ia bukan hanya terbuka bagi pengalaman em-          menjunjung kebiasaan-kebiasaan positif yang dimi-
piriknya tetapi juga pengalaman transedentalnya. Ia      liki bangsa. Budaya positif bangsa antara lain ada-
mampu melihat keadilan melampaui batas-batas             lah gotong goyong, empati, ramah tamah, sopan
kebenaran subjektif, personal, dan kolektif. Kejuju-     santun, suka menolong, menghargai orang yang
                                                                      Usman, Manajemen Sekolah yang Efektif   5

dituakan, tahan menderita, sabar, tidak individual-       ri budaya berlalu lintasnya. Inikah salah satu hasil
istis, tidak egois, tidak materialistis, dan silaturah-   pendidikan kita?
mi. Fungsi pendidikan ditinjau dari sudut budaya                Sistemik juga berarti bekerja harus memper-
adalah untuk mentransformasikan budaya, melesta-          hatikan input, proses, output, dan umpan balik.
rikan budaya, dan mengkritisi budaya. Ancaman             Manajemen akan efektif jika didukung oleh input
sekolah kita saat ini adalah siswa kita sebagian ada      yang memadai untuk berproses menghasilkan out-
yang tidak empati, sombong, tidak sopan, enggan           put yang bermutu. Penerapan prinsip sistemik di
menolong, kurang menghargai orang tua, mudah              sekolah dapat memberikan pelajaran bagi warga
berkeluh kesah, individualis, egois, materialistis,       sekolah bahwa dalam belajar ada langkah-langkah-
dan tidak suka bersilaturahmi karena sibuk dengan         nya. Dalam belajar yang diutamakan bukan hanya
urusannya sendiri-sendiri termasuk kebanyakan tu-         output berupa nilai rapor atau nilai ujian nasional
gas pekerjaan rumah dari sekolah.                         tetapi juga bagaimana proses mendapatkan nilai.
                                                          Untuk mendapatkan nilai hasil belajar yang tinggi
MENJUNJUNG TINGGI NILAI-NILAI                             perlu didukung input yang memadai.
KEMAJEMUKAN BANGSA
                                                          PEMBERDAYAAN SISWA
      Menjunjung tinggi nilai-nilai kemajemukan
bangsa ialah sikap menghargai keberagaman (plu-                  Pemberdayaan siswa ialah mengutamakan
ralisme) suku, agama, ras, dan antar golongan yang        pemanfaatan siswa. Fungsi utama keberadaan se-
ada di negara kita. Mengingat bangsa kita terdiri         kolah adalah untuk memberikan kesempatan kepa-
atas berbagai suku, agama, ras, dan antar golongan.       da siswa untuk mendapatkan pembelajaran yang
Lambang negara kita bertuliskan Bhineka Tunggal           aktif, inovatif, kreatif, efektif, menyenangkan, dan
Ika yang artinya berbeda-beda tetapi tetap bersatu.       bermakna (paikem-b) bagi siswa. Oleh sebab itu,
Penerapan prinsip menjunjung tinggi nilai-nilai           kegiatan manajemen mulai dari perencanaan sam-
kemajemukan bangsa di sekolah dapat memberikan            pai pengawasan mengutamakan untuk kepentingan
pelajaran bahwa dalam belajar dan berusaha tidak          dan memberdayakan siswa. Siswa lebih aktif di ke-
boleh bergaul dengan membeda-bedakan suku,                las. Guru bukanlah satu-satunya sumber belajar di
agama, ras, dan antar golongan. Tidak boleh me-           kelas. Siswa dapat belajar dari pengalaman siswa
rendahkan atau menghina suku, agama, ras, dan an-         lainnya melalui diskusi-diskusi. Fungsi guru dalam
tar golongan orang lain. KTSP di sekolah dikem-           hal ini cukup sebagai fasilitator saja.
bangkan sesuai dengan kondisi sekolah, potensi                   Pemahaman bahwa keterlibatan siswa secara
atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat       aktif dalam pembelajaran yang dilakukan dengan
setempat, dan peserta didik.                              sungguh-sungguh dan mendalam untuk mencapai
                                                          pemahaman konsep, tidak terbatas kepada materi
SISTEMIK                                                  yang diberikan oleh guru. Penerapan prinsip pem-
                                                          berdayaan siswa di sekolah dapat memberikan pe-
      Sistemik ialah bekerja secara berurutan sesu-       lajaran bagi warga sekolah bahwa dalam belajar,
ai dengan standar operasional prosedur. Dalam be-         guru bukanlah satu-satunya sumber belajar.
kerja ada urutannya. Ada yang harus didahulukan
dan ada yang harus dibelakangkan. Sebagai con-            KETELADANAN
toh, pekerjaan manajemen yang pertama-tama ada-
lah perencanaan dan yang terakhir adalah penga-                 Keteladanan ialah menjadi contoh yang baik
wasan. Siswa-siswa kita sudah kehilangan budaya           bagi orang lain. Memberi contoh mudah, menjadi
antrinya. Hal ini tampak dari mental menerabas sis-       contoh susah. Memberi contoh dapat dibuat-buat
wa-siswa kita di jalan raya. Siswa-siswa kita seba-       atau direkayasa dan seketika sifatnya, sedangkan
gian seenaknya memotong jalan orang lain tanpa            menjadi contoh bersifat permanen melekat pada di-
memperhatikan keselamatan dirinya dan orang la-           rinya. Budaya kita adalah budaya paternalistik atau
in. Padahal budaya bangsa paling mudah dilihat da-        menghargai orang yang dituakan. Oleh sebab itu,
6   JURNAL PENDIDIKAN INOVATIF VOLUME 3, NOMOR 1, SEPTEMBER 2007

keteladanan dari orang tua atau pemimpin sangat      mennya. Manajemen sekolah efektif ialah perenca-
diperlukan. Orang tua, guru, dan pemimpin jangan     naan, pelaksanaan, dan pengawasan sekolah yang
menyuruh siswa bersikap baik jika mereka sendiri     memuaskan stakeholder sekolah. Moto manaje-
belum menjadi contoh untuk bersikap baik. Lebih      men sekolah yang efektif adalah perencanaan yang
spesifik lagi, kepala sekolah dan guru jangan me-    mantap, pelaksanaan yang tepat, dan pengawasan
nyuruh siswa-siswanya berwirausaha, tetapi mere-     yang ketat. Cara untuk membuat manajemen seko-
ka sendiri belum mampu memberikan contoh seba-       lah menjadi efektif antara lain adalah menerapkan
gai wirausahawan yang sukses.                        MBS dengan prinsip otonomi, akuntabilitas, jami-
                                                     nan mutu, transparan, kemitraan, partisipasi, efisi-
PEMBERDAYAAN SEMUA KOMPONEN                          en, demokratis, adil, menjunjung tinggi hak asasi
MASYARAKAT                                           manusia, menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan,
                                                     menjunjung tinggi nilai-nilai kultural, menjunjung
      Pemberdayaan semua komponen masyarakat         tinggi nilai-nilai kemajemukan bangsa, sistemik,
ialah memanfaatkan semua potensi yang dimiliki       pemberdayaan siswa, keteladanan, dan pemberda-
masyarakat untuk mengembangkan mutu sekolah.         yaan semua komponen masyarakat.
Pendidikaan adalah tanggung jawab bersama an-
tara keluarga, masyarakat, dan sekolah (pemerin-     DAFTAR PUSTAKA
tah) karena itu masyarakat diberdayakan.
      Ketiganya bermitra secara sinergis dan sis-    Anonim. 2006. Naskah Akademik Standar Penge-
tematis untuk meningkatkan mutu pendidikan. Ke-           lolaan Pendidikan. Jakarta: Badan Standar
tiganya bekerja berdasarkan tugas dan tanggung ja-        Nasional Pendidikan
wabnya masing-masing (Usman, 2005). Penerapan        Depdiknas. 2004. Manajemen Peningkatan Mutu
prinsip pemberdayaan semua komponen masyara-              Berbasis Sekolah I. Jakarta: Depdiknas
kat dalam manajemen sekolah dapat memberikan         Jalal, F. & Supriadi, D. 2006. Reformasi Pendidik-
pelajaran bahwa dalam menyusun silabus dapat              an dalam Konteks Otonomi Daerah (Edisi Ke-
mengundang Kelompok Kerja Guru (KKG), Mu-                 dua). Jakarta: Adicita
syawarah Guru Mata Pelajaranan (MGMP), Lem-          Sallis, E. 2003. Total Quality Management in
baga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP).                     Education. London: Kogan Page Educational
                                                          Management Series
KESIMPULAN                                           Usman, H. 2005. Kemitraan Keluarga, Sekolah,
                                                          dan Masyarakat. Jurnal Pendidikan dan Kebu-
      Masalah mutu sekolah 85 persen disebabkan           dayaan, XI (52): 144-155
oleh manajemennya yang belum efektif. Banyak         Usman, H. 2007. Manajemen: Teori, Praktik, dan
sekolah tutup bukan karena fasiltas dan dananya           Hasil Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi
yang kurang tetapi karena kesalahanan manaje-             Aksara

								
To top