laporan saya by willy67

VIEWS: 741 PAGES: 36

									LAPORAN PRAKTIKUM MANDRAKE LINUX 10.0

Oleh :

WILLIAM BONGGA 06060105
TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN

DINAS PENDIDIKAN NASIONAL SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 TARAKAN
2008

PEMBAHASAN
Untuk menginstalasi Sistem Operasi Mandrake Linux Versi 10.0 harus melalui beberapa tahap dan langkah-langkah sebagai berikut :

A. Menyiapkan Alat  Obeng Plus dan Minus  CD Master Mandrake Linux 10.0  Driver Hardware B. Menyiapkan Bahan  1 unit komputer dengan spesifikasi sebagai berikut : 1. Processor pentium 4 kecepatan 2.4 Ghz 2. Memory RAM kapasitas 128 MB 3. Harddisk kapasitas 20 GB 4. CD ROM Drive 52 X 5. LAN Card 6. VGA Onboard C. BIOS SETUP
1. Nyalakan komputer, tekan tombol keyboard Delete/F2 (tergantung vendor dari BIOS). 2. Pada gambar, kita dapatkan informasi: 3. tipe CPU, kapasitas RAM (memori), dan lain-lain.

Gambar 1 Booting awal 4. Setiap BIOS Setup terkadang memiliki menu setting yang berbeda tergantung vendor-nya/ perusahaan pembuat 5. Perhatikan gambar berikut. Untuk melakukan settingan BIOS, lihat pada kolom kanan menu BIOS SETUP UTILITY

Gambar 2 Tampilan utama BIOS

6. Lakukan settinggan Jam dan Tanggal jika tidak sesuai dengan waktu setempat. 7. Pindah ke Tab Advanced. Pilih Ide Configuration ..

Gambar 3 Menu Advanced 8. Pada IDE Configuration tekan enter maka akan muncul informasi Harddisk dan CDROM . Untuk keluar menu tekan tombol “Esc”.

Gambar 4 Konfigurasi Booting 9. Pada IDE Configuration tekan “enter” maka akan muncul informasi selanjutnya, pindah ke menu Floppy Configuration.

Gambar 5 Floppy Configuration 10. Pastikan Floppy A .1.44 MB 3½” , kemudian tekan tombol Esc untuk keluar. 11. Pindah ke Tab Power. Pilih ACPI Aware US, pilih Yes.

Gambar 6 Menu Power

12. Pindah ke Tab Boot .Ide Configuration. Boot Device Priority.

Gambar 7 Boot Priority Configuration 13. Instalasi Mandrake Linux 10.0 dilakukan lewat CD-ROM Drive, maka kita lakukan pemilihan booting melalaui CD-ROM Drive . 14. Pada 1
st

Boot Device pilih “CD-ROM”.

Gambar 8 Frist Booting CD ROM

15. Pada 2 nd Boot Device pilih “Hard Drive”.

Gambar 9 Scondary booting 16. Pindah ke Tab Exit. Exit Saving Changes .tekan OK. atau F10 lalu Yes.

Gambar 10 Save Configuration

D. Instalasi Mandrake Linux 10.0

1. Pastikan CD Mandrake Linux10.0 telah dimasukkan ke CD-ROM Drive dan Boot Sequence pada BIOS Setup CD-ROM Drive posisi First Drive. 2. Setelah komputer restrat, akan tampil screen start instalation. Jika ingin menginstall tekan enter.

Gambar 11 Start Instalation 4. Lakukan Pemilihan Bahasa, pilih bahasa English (Amerika) untuk lebih memudahkan instalasi Mandrake Linux 10.0

Gambar 12 Pemilihan Bahasa

5. Lisensi Perjanjian, apabila setuju klik Accept lalu klik Next.

Gambar 13 Lecense Agreement

6. Akan Muncul “Is this an install or an upgrade?” Artinya komputer yang akan kita instalasi telah ter- install mandrake linux dalam hal ini pilih Install lalu klik Next.

Gambar 14 Install Linux

7. Memilih jenis Keyboard yang akan kita gunakan, Biarkan tetap pada posisinya lalu klik Next.

Gambar 15 Pemilihan Keyboard

8. Memilih tingkatan keamanan yang diinginkan, biarkan Security Levelnya pada posisi Standartd lalu Klik Next.

Gambar 16 Security Level

9. Memilih ruang partisi, pilih Use existing partitions lalu Klik Next.

Gambar 17 Partisi Harddisk

10. Memilih jenis partisi yang akan digunakan, biarkan pada posisinya lalu klik Next.

Gambar 18 Memilih jenis partisi

11. Memilih Partisi yang akan di Format, Klik partisi yang ingin di Format lalu Klik Next.

Gambar 19 Format Partisi

12. Silahkan tunggu, partisi yang dibuat sedang di format

Gambar 20 Formatting

13. Silahkan tunggu, sedang mencari paket yang tersedia

Gambar 21 Mencari Paket

14. Memilih paket, dalam hal ini paket yang akan di install adalah paket buat komputer Workstation dan Server, tandai paket yang akan di install lalu klik Next.

Gambar 22 Pemilihan Paket

15. Instalasi karnel seri 2.4, Klik Next.

Gambar 23 Install Karnel

16. Paket telah di pilih dan akan di install, klik Install untuk melanjutkan instalasi paket

Gambar 24 Install Paket

17. Instalasi karnel source, tandai karnel source yang akan di install lalu klik Next.

Gambar 25 Install Source

18. Menginstalasi Paket Server, klik Yes jika setuju lalu klik Next.

Gambar 26 Install Paket Server

19. Mandrake Linux sedang melakukan Instalasi Sistem

Gambar 27 Installing Sistem

20. Menginstalasi Driver VGA/grafis

Gambar 28 Install Driver Grafis

21. Instalasi paket g-conf Editor

Gambar 29 Install g-conf Editor

22. Mengisi Password Root, dan ketik ulang Password Root lalu klik Next.

Gambar 30 Add Password

23. Mengisi User Name/ pengguna,apabila telah selesai klik Next.

Gambar 31 Add User Name

24. Mandrake Linux akan log in/ log on secara otomatis dengan User Name yang dibuat, klik Next

Gambar 32 Perintah Log in otomatis

25. Instalasi Bootloader, pilih First sector of drive (MBR), lalu klik Next.

Gambar 32 Install Bootloader

26. Ringkasan fitur-fitur yang telah di konfigurasi dan yang ingin di konfigurasi, klik Next.

Gambar 33 Ringkasan Konfigurasi

27. Memilih negara sesuai dengan negara yang di tempati, klik Next.

Gambar 34 Pilihan Negara 28. Instalasi driver sound, klik Next

Gambar 35 Install Driver Sound

29. Instalasi driver TV Tuner, biarkan pada posisinya karena driver TV Tuner telah di temukan, klik Next untuk instalasi.

Gambar 36 Install Driver TV Tuner

30. Mengkonfigurasi resolusi tampilan, klik Next

Gambar 37 Konfigurasi Tampilan

31. Mencoba konfigurasi, klik Yes lalu klik Next.

Gambar 38 Test Configuration

32. Komputer akan mulai Login dengan konfigurasi resolusi yang telah di setting, klik Yes lalu klik Next.

Gambar 39 Konfigurasi Resolusi selesai

33. Memilih jenis Koneksi yang akan di konfigurasi, klik LAN connection lalu klik Next.

Gambar 40 Pemilihan Koneksi

34. Memilih Hardware LAN Card yang akan di konfigurasi, klik eth0 Realtek/RTL8139 lalu klik Next.

Gambar 41 Pemilihan LAN Card

35. Pemberitahuan bahwa LAN Card yang terpasang telah terkonfigurasi sebelumnya,jika setuju klik Yes lalu klik Next.

Gambar 42 Previous Configured

36. men- setting IP secara otomatis atau manual dalam hal ini digunakan manual setting klik Manual Configuration lalu klik Next.

Gambar 44 Setting IP Address

37. Mengisi IP address dan Subnet Mask, setelah selesai klik Next

Gambar 45 Add IP adress and Subnet mask

38. Mengisi Host name, DNS Server dan Gateway, setelah selesai klik Next.

Gambar 46 Add Host name,DNS and Gateway

39. Mengisi Zeroconf Host Name,setelah selesai klik Next

Gambar 47 Add Zeroconf Host Name

40. Memulai konfigurasi koneksi setelah Booting, klik Yes lalu klik Next

Gambar 48 Konfigurasi Koneksi

41. Konfigurasi Network Telah selesai, klik Finish

Gambar 49 Finish Konfigurasi

42. Meng-install paket Service yang otomatis Jalan saat Booting, klik Install

Gambar 50 Install Paket Sevice

43. Pemberitahuan Bahwa Paket Network Terbaru Telah di Update apakah ingin di Install, klik No lalu Next.

Gambar 52 Paket Update

44. Instalasi Mandrake Linux 10.0 telah selesai di lakukan, klik Reboot untuk MeRestart komputer. Dan dapat di gunakan.

Gambar 53. Installing Finish

E. KONFIGURASI DHCP SERVER 1. Definisi DHCP DHCP merupakan singkatan dari ( Dynamic Host Configuration Protocol ). Tugas dari DHCP sangatlah besar dalam suatu jaringan komputer Client-Server. DHCP digunakan agar Client-Client yang terdapat pada suatu jaringan/ WorkGroup dapat mengambil konfigurasi/ settingan baik itu IP address, DNS address dan lainlain secara otomatis. maka akan mengurangi pekerjaan dalam Mengkonfigurasi suatu jaringan komputer berbasis IP(Internet Protokol). Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Setting IP Langkah- langkahnya adalah sebagai berikut : a) b) c) d) e) Klik K- Menu Pilih Sistem Pilih Terminal Pilih Console Ketik Perintah
 ? $

   

? ? ? ?

su # ifconfig # ifconfig eth0 192.168.0.1 # ping 192.168.0.1

Jika setting IP berhasil akan Muncul keterangan
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms

Lalu tekan ctrl + c untuk menghentikan Ping

2. Setting dhcpd.conf     Klik K- Menu Pilih Home Ketik //etc Cari file dhcpd.conf

Lalu setting sesuai dengan Jumlah Client atau berapa komputer yang bisa terkoneksi
ddns-update-style interim; ignore client-updates; #definisi subnet subnet 192.168.0.1 netmask 255.255.255.0{ option routers 192.168.1.1; option subnet-mask 255.255.255.0;option domain-name”bongga.com” option domain-name-server 192.168.0.1 range dynamic-bootp 192.168.100 192.168.0.200; default-lease-time 21600; max-lease-time 43200;

lalu Save dan close. 3. Menjalankan Dhcpd a) Klik K- Menu b) Pilih Sistem c) Pilih Terminal d) Pilih Console Ketik perintah/command ? # service dhcpd restart Jika berhasil akan muncul keterangan seperti ini

[root@server named]# service dhcpd restart Shutting down dhcp: Starting dhcp: [root@server named]# [ OK ] [ OK ]

4. Command/ Perintah          ? $ ( user biasa ) ? $ su ( mengubah dari user biasa menjadi root ) ? # ifconfig ( melihat seluruh Lan card yang terpasang ) ? # ifconfig eth0 xxx.xxx.xxx.xxx ( melihat perangkat IP yang tersetting pada satu lan card ) ? # ping ( Mencoba IP ) ? # clear all ( membersihkan layar konsole ) ? # exit ( keluar dari console ) ? # service dhcp restart ( merestart dhcp server ) ? # halt ( shut down/ mematikan computer )

F. MENGKONFIGURASI DNS SERVER Konfigurasi yang akan dibicarakan di sini adalah BIND versi 8.0 yaitu cache, primary dan secondary. Secara umum file-file yang perlu dibuat adalah :  Named.conf File ini merupakan file konfigurasi utama dari named. Di file inilah akan dinyatakan file-file database yang akan digunakan untuk menterjemahkan IP address ke Hostname atau sebaliknya.  File database domain File ini berisikan nama-nama host dari sebuah domain yang di mapping ke ip addressnya .  File database reverse domain Kebalikan dari file database domain, file ini memuat daftar ip address yang dimapping ke host name dari domain tertentu.

Ketiga file ini mutlak dibutuhkan untuk membuat name server. Untuk DNS tipe cache, hanya file pertama yang dibutuhkan. Sedangkan file kedua dan ketiga diperlukan untuk primary dan secondary server. DNS Server terdiri atas 2 jenis server, Yaitu :   Primary Name Server ( PNS ) adalah DNS server yang bertanggung jawab atas resolusi domain dan subdomain yang dikelolahnya. Secondary Name Server (SNS) adalah DNS server yang secara hirarki setara dengan PNS namun data - data domain dan subdomain diperoleh dengan cara menyalin dari PNS

1. Setting IP Langkah- langkahnya adalah sebagai berikut : a) b) c) d) e) Klik K- Menu Pilih Sistem Pilih Terminal Pilih Console Ketik Perintah
 ? $

   

? ? ? ?

su # ifconfig # ifconfig eth0 192.168.0.1 # ping 192.168.0.1

Jika setting IP berhasil akan Muncul keterangan
64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.0.1: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms

Lalu tekan ctrl + c untuk menghentikan Ping

Setelah setting IP, langkah selanjutnya adalah Mengkonfigurasi DNS servernya. Langkah – langkah yang harus diperhatikan dalam mengatur DNS server yaitu :  install packet BIND  Setting named.conf  File zone  Setting resolve

2. Install Packet BIND ( Berkeley Internet Name Domain ) Sebelum masuk DNS server, terlebih dahulu harus install packet BIND. Langkahlangkah meng- instalasi paket BIND adalah sebagai berikut :  Klik menu K-Menu  System  Configuration  Config Your Computer  System Management  Add Remove Program ketikan BIND pada coloum search yang tersedia. Kemudian tekan ENTER. Lalu akan muncul paket-paket yang akan di install. tandai paket yang mana saja yang akan di install. Klik install untuk memulai instalasi. pada saat instalasi program akan meminta CD Linux (tergantung cd berapa yang di minta) untuk melanjutkan instalasi hingga selesai.

3. Setting file Named.conf Setelah menginstall paket BIND, langkah selanjutnya yaitu setting named.conf. Langkah – langkah adalah sebagai berikut :  Masuk ke K-Menu  Home  Setelah itu ketikkan /etc pada coloum tab konqueror  Lalu cari file named.conf  Kemudian edit filenya. Settingannya adalah sebagai berikut :
Options { Directory "/var/named"; }; Zone "." { Type hint; File "named.ca"; }; Zone "bongga.com" { Type master; File "db. bongga.com "; }; Zone "0.168.192.in-addr.arpa" { Type master; File "db.192.168.0.1"; };

4. Setting file zone  Membuat file zone untuk domain bongga.com dengan nama db.bongga.com
@ IN SOA nsl.dendra.com. admin. bongga.com. { 200022700 ; Serial 28800 ; Refresh 14400 ; Retry 3600000 ; Expire 86400 ) ; Minimum IN NS nsl. bongga.com. NS ns2. bongga.com. 10 mail. bongga.com. A 192.168.0.1 A 192.168.0.1 A 192.168.0.1 A 192.168.0.1

@ @ nsl ns2 www mail

IN IN IN IN IN IN

MX

mp3 vhost ftp

IN IN IN

A A CNAME

192.168.0.1 192.168.0.1 192.168.0.1

klik save lalu close.  Membuat file zone untuk network 192.168.0.1 dengan nama db.192.168.0.1
@ IN SOA ( 200022700 ; Serial 28800 14400 3600000 86400 IN IN 1 2 1 IN IN IN NS NS PTR PTR PTR ; Refresh ; Retry ; Expire ; Minimum ns1. bongga.com. ns2. bongga.com. ns1. bongga.com. ns2. bongga.com. vhost. bongga.com. ns1.bongga.com.

root.localhost.

Klik save lalu close

5. Setting file resolve  Masuk ke K-Menu  Home  Setelah itu ketikkan /etc pada tab konqueror  Lalu cari file resolve.conf  Kemudian edit filenya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : Search bongga.com Name server 192.168.0.1

6. Menjalankan DNS      Klik K- Menu Pilih Sistem Pilih Terminal Pilih Console Ketik Perintah

[root@server named]# service named restart

Apabila DNS berhasil dijalan akan muncul keterangan
Shutting down named: Starting named: [root@server named]# [ OK ] [ OK ]

Melihat domain yang telah dibuat dengan perintah
 [root@server named]#nslookup www.bongga.com  [root@server named]#nslookup 192.168.0.1  [root@server named]#nslookup mail.bongga.com


								
To top