LAPORAN
INSTALSI MANDRAKE LINUX 2007
Oleh : MUHAMMAD FAJAR.ALIMY NIS 06060092
DINAS PENDIDIKAN NASIONAL DEPARTEMEN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 TARAKAN TARAKAN 2008
Instalasi Mandrake linux 2007
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan instalasi Linux pada komputer anda antara lain : 1. Mengetahui spesikasi hardware
2. Alokasi ruang harddisk
3. Pemilihan paket software
4. Proses instalasi
Mengetahui spesifikasi hardware
Pada bagian ini, anda harus mengetahui dan mengerti spesifikasi teknis dari device yang terdapat pada komputer anda, hal ini mencakup : Nama device tersebut Nama chipset pada device tersebut Kegunaan dan jenis device tersebut Device yang biasanya terdapat pada komputer anda antara lain : Mouse Keyboard Graphic Card Sound Card Harddisk Monitor Network Card Modem
Lebih jelasnya, dari device-device di atas, anda harus mengetahui : Jenis konektor mouse, serial atau ps/2 Vendor mouse (Microsoft, Logitech, Generic) Jumlah key pada keyboard (biasanya standar 101 key) Chipset pada graphic card, berhubungan erat dengan vendor card tersebut Kapasitas memory graphic card Chipset pada sound card Kemungkinan anda akan ditanyakan juga IO, IRQ dan DMA dari sound card Kapasitas harddisk BUS data harddisk, tentukan apakah harddisk anda SCSI (Ultra-ATA, Fast-ATA) atau IDE (UDMA-33, UDMA-66) Jenis, refresh rate dan resolusi maksimum monitor BUS data network card, tentukan ISA atau PCI Chipset, IO port dan IRQ network card. Untuk jenis PCI biasanya PNP. Identifikasi network anda, mencakup nomor IP, subnet mask, gateway address, hostname, domain dan IP DNS Server Jenis modem, tentukan modem internal atau eksternal
Kebutuhan minimal komputer yang akan diinstal Linux adalah sebagai berikut : Kapasitas harddisk 3,2 GB. Namun Linux mampu untuk dijalankan pada harddisk tua Seagate 170 MB, dan bekerja baik sebagai router untuk jaringan dengan jumlah terminal 12 komputer Kapasitas memory (RAM) system 32 MB. Namun Linux dapat diinstal pada komputer dengan memory 4 MB, bekerja baik sebagai bridge untuk jaringan kampus. Processor minimal sekelas Pentium-233 MMX. Namun Linux bekerja sangat baik pada komputer 486DX2-66 sebagai router untuk jaringan warnet dan Small Office. Mouse, keyboard dan monitor. Bila Linux digunakan sebagai router atau bridge jaringan, setelah proses instalasi, mouse, keyboard dan monitor
dapat dilepas. Gunakan akses telnet dan ftp untuk remote maintenance tanpa butuh mouse, keyboard dan monitor.
A. BIOS Setup
1. Nyalakan komputer, tekan tombol keyboard Delete/F2 (tergantung vendor dari BIOS). 2. 3. Pada gambar, kita dapatkan informasi: Tipe CPU, kapasitas RAM (memori), dan lain-lain.
Gambar 1 4. Setiap BIOS Setup terkadang memiliki menu setting yang berbeda tergantung vendor-nya (perusahaan pembuat) 5. Perhatikan gambar berikut. Untuk melakukan setingan BIOS, lihat pada kolom kanan menu BIOS SETUP UTILITY.
Gambar 2
6. 7.
Lakukan pengaturan Jam dan Tanggal. Pindah ke Tab Advanced. Pilih Ide Configuration
Gambar 3 8. Pada IDE Configuration tekan enter maka akan muncul informasi Harddisk dan CDROOM. Untuk keluar menu tekan tombol Esc.
Gambar 4 9. Pada IDE Configuration tekan enter maka akan muncul informasi selanjutnya, pindah ke menu Floppy Configuration.
Gambar 5
10.
Pastikan Floppy A .1.44 MB 3½, kemudian tekan tombol Esc untuk keluar.
11.
Pindah ke Tab Power. Pilih ACPI Aware OS, pilih Yes.
Gambar 6
12.
Pindah ke Tab Boot .Ide Configuration. Boot Device Priority.
Gambar 7 13. Instalasi Linux Mandrake dilakukan lewat CD-ROM Drive, maka kita lakukan pemilihan boot. 14. Pada 1 st Boot Device pilih CDROM.
Gambar 8 15. Pada 2 nd Boot Device pilih Hard Drive.
Gambar 9
16.
Pindah ke Tab Exit. Exit Saving Changes .OK. atau F10 pilih Yes.
Gambar 10
B. Langkah-langkah menginstal Linux mandrake
Masukkan CD Linux mandrake yang pertama (CD-1) ke dalam CD-Room Drive. Setelah itu tekan tombol F10 lalu pilih YES di kotak dialog pada BIOS yang telah disetting agar boot pertama dari CD-Room. Komputer akan melakuakan booting ulang.
1. Langkah pertama prosedur instalasi adalah pemilihan bahasa pengantar. Pilihlah bahasa yang ingin digunakan selama proses instalasi. Pilihan ini juga akan membantu untuk menentukan layout keyboard dan Time Zone. Lalu klik tombol “next”.
Gambar 11
2. Untuk melanjutkan proses instalasi, centang/tandai pilihan “accept”, kemudian klik tombol “next”.
Gambar 12
3. Centang/tandai pilihan “install” untuk menginstal Linux Mandrake lalu klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 13
4. Gunakan mouse untuk memilih layout keyboard, “US keyboard (international)”. Pilihan ini akan menentukan penerjemahan tomboltombol keyboard. Klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 14
5. Pada kotak dialog “please choose the desired security level”, pilih pilihan Security Level dan klik “next”.
Gambar 15 6. Pada kotak dialog “Partitioning Wizard”, centang/tandai pilihan “Use existing partitions”. Kemudian klik “next”.
Gambar 16 7. Pada kotak dialog “Choose the mount points”, aturlah sesuai keinginan lalu klik “next”.
Gambar 17
8. Pada kotak dialog “Choose the partitions you want to format”, centang/tandai pilihan “hda5 (8Gb,/, Journalised FS: ext3)” lalu klik “next”
Gambar 18
9. Silakan tunggu beberapa menit karena sistem akan memformat harddisk.
Gambar 19
10. Silakan tunggu beberapa menit karena sistem akan mencari paket yang akan diinstal.
Gambar 20 11. Pada kotak dialog “Package Group Selection”, centang/tandai pilihan paket dari group yang diinginkan. Kemudian klik “next”.
Gambar 21
12. Klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 22
13. Klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 23
14. pada kotak dialog “Choose the packages you want to install”, centang/tandai paket yang ingin diinstal.
Gambar 24
15. Tampilan paket yang telah dipilih. Kemudian klik “install”.
Gambar 25
16. Centang/tandai pilihan “YES” kemudian klik “next”.
Gambar 26
17. Tunggu beberapa menit karena sistem akan memulai penginstalan.
Gambar 27
18. Tunggu beberapa menit karena sistem akan memulai penginstalan.
Gambar 28
19. Tampilan window sedang melakukan proses instalasi.
Gambar 29
20. Masukkan password root yang anda inginkan. Kemudian klik “next”
Gambar 30
21. Masukkan “real name, user name, password” yang diinginkan kemudian klik “next”.
Gambar 31
22. Klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 32
23. Pada kotak dialog “where do you want to install the bootloader?”, centang/tandai pilihan “First sectorof drive (MBR)”. Kemudian klik “next”.
Gambar 33
24. Kotak dialog Summary yang menampilkan rincian tentang sistem, hardware dan lain-lain. Klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 34
25. klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 35
26. Pada kotak dialog “Please choose your country”, pilihlah lokasi yang sedang ditempati yaitu Indonesia. Klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 36
27. Klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 37
28. Klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 38
29. Pilihlah resolusi desktop yang diinginkan, lalu klik “OK”.
Gambar 39
30. Klik “next” untuk melanjutkan .
Gambar 40
31. Klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 41
32. Pilihlah jenis koneksi yang diinginkan, lalu klik “next”.
Gambar 42
33. Pilih LAN Card yang akan dikonfigurasi, lalu klik “next”.
Gambar 43
34. Klik “next” untuk melanjutkan
Gambar 44 35. Pilihlah pilihan apakah ingin mengkonfigurasi IP secara otomatis atau manual. Klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 45
36. Isikan IP yang diinginkan pada kotak pengisian IP lalu klik “next”.
Gambar 46 37. Masukkan host name dan lain-lain lalu kllik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 47 38. Masukkan Host Name kemudian klik “next”.
Gambar 48
39. Pilih “YES” kemudian klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 49 40. Kotak dialog yang mengucapkan tahniah atas keberhasilannya
Gambar 50 41. Klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 51
42. centang pilihan “NO” agar tidak mengupdatenya sekarang. , lalu klik “next”.
Gambar 52 43. Klik “next” untuk melanjutkan.
Gambar 53 44. Klik “Reboot” untuk merestart komputer. Sampai di sini proses instalasi telah selesai.
Gambar 54
DHCP ( dynamic name configuration protocol )
1. Definisi DHCP
DHPC adalah memberikan IP secara otomatis ke pada client. Intinya dengan adanya DHCP maka akan mampu mengurangi pekerjaan dalam mengadministrasi suatu jaringan komputer berbasis IP yang besar. Bayangkan jika suatu jaringan komputer yang terdiri dari 1000 komputer dan Anda harus mengeset IP address pada masing-masing komputer secara manual.
2. Setting IP
Klik K- Menu Pilih Sistem Pilih Terminal Pilih Console Ketik Perintah ? ? ? ? ? $ su # ifconfig # ifconfig eth0 200.168.0.21 # ping 200.168.0.21
Setelah setting IP, ketik ping untuk mengecek apakah IP yang kita setting telah berhasil atau tidak. Contohnya : ping 192.168.0.21 Jika berhasil akan muncul keterangan
64 bytes from 192.168.3.3: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.3.3: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.3.3: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.3.3: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms
3. Setting dhcpd.conf
Klik K- Menu Pilih Home Ketik //etc Cari file dhcpd.conf
ddns-update-style interim; ignore client-updates; #definisi subnet subnet 193.163.1.0 netmask 255.255.255.0{ option routers 193.163.1.21; option subnet-mask 255.255.255.0; option domain-name”fajar” option domain-name-server 193.163.0.21 range dynamic-bootp 193.163.1.30 193.163.1.35; default-leasetime 21600; max-lease-time 43200;
Save dan close.
4. Restart Service dhcpd.conf (/etc/resolv.conf)
File dhcpd.conf telah kita konfigurasi, maka kita harus me-restartnya untuk menjalankan service DHCP server.
Klik K- Menu Pilih Sistem Pilih Terminal Pilih Console
Kemudian ketik perintah # service dhcpd restart Shutting down dhcpd: ] [ OK
Starting dhcpd ] #
[
OK
Maka dengan ini service DHCP siap digunakan. Tinggal hubungkan saja kabel ke client dan secara otomatis client tersebut menerima IP,Mask, dan DNS secara otomatis tanpa perlu menyetingnya.
5. Command
?$ ? su ? # ifconfig ? # ifconfig eth0 xxx ? # ping xxx ? # clear all ? # exit ? # service dhcp restart ? # halt ( user biasa ) ( mengubah dari user biasa menjadi root ) ( melihat seluruh net card ) ( melihat perangkat satu ip ) ( mencoba, mengetes ip ) ( membersihkan layer ) ( keluar dari console ) ( merestart dhcp server ) ( shut down/ mematikan computer )
DNS ( dynamic name server )
1. Pengertian DNS Server
DNS adalah : DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: fajar.com maka akan di petakan ke sebuah IP 192.168.5.
2.
Setting IP
Yaitu dengan cara : Masuk ke K-Menu System Terminal Konsole
Kemudian ketik ifconfig eth0 IP yang digunakan. Contohnya :
ifconfig eth0 193.163.1.5
Setelah setting IP, ketik ping untuk mengecek apakah IP yang kita setting telah berhasil atau tidak. Contohnya : ping 193.163.1.5 Jika berhasil akan muncul keterangan
64 bytes from 193.163.1.1: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 193.163.1.1: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 193.163.1.1: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 193.163.1.1: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms
3.
Mengatur DNS Server
Setelah kita setting IPnya, langkah selanjutnya adalah mengatur DNS servernya. Langkah – langkah yang harus diperhatikan dalam mengatur DNS server yaitu Yang pertama kita install packet BIND Setting named.conf dan File zone Setting resolve
A.
Install Packet BIND ( Berkeley Internet Name Domain )
Sebelum masuk ke DNS server, terlebih dahulu kita harus menginstall packet BIND. Langkah yang harus dijalankan untuk menginstall packet BIND yaitu :
Klik menu K-Menu System Configuration Config Your Computer System Management Add Remove Program
Setelah itu ketikan BIND pada coloum search yang tersedia. Kemudian tekan ENTER. Lalu akan muncul packet – packet yang akan di install. Pilih atau Centang packet mana saja yang dibutuhkan atau yang akan di install. Klik install untuk memulai penginstallan. Setelah itu, pada saat penginstallan program akan meminta cd linux (tergantung cd berapa yang di minta) untuk melanjutkan
penginstallannya.
B.
Setting Named.conf & file Zone
Setelah menginstall packet BIND, langkah selanjutnya yaitu setting named.conf. Langkah – langkah untuk setting named.conf yaitu : Masuk ke K-Menu Home Setelah itu ketikkan /etc pada coloum Lalu cari named.conf
Membuat /etc/named.conf Options { Directory "/var/named";
}; Zone "." { Type hint; File "named.ca"; }; Zone "hendri.co.id" { Type master; File "db.fajar.com"; }; Zone "1.163.193.in-addr.arpa" { Type master; File "db.193.163.1.5"; };
Membuat file zone untuk domain fajar.com diberi nama db.
fajar.com. @ IN SOA nsl. fajar.com. admin. fajar.com. { 200022700 ; Serial 28800 ; Refresh 14400 ; Retry 3600000 ; Expire 86400 ) ; Minimum IN NS nsl. fajar.com. NS ns2. fajar.com. MX 10 mail. fajar.com. A 193.163.1.1 IN A 193.163.1.1 A 193.163.1.1 IN A 193.163.1.5
@ @ nsl ns2 www mail
IN IN IN IN
mp3 vhost ftp
IN IN IN
A A CNAME
193.163.1.5 193.163.1.5 193.163.1.5
Membuat file zone reverse – lookup untuk network 192.168.5 diberi nama db.192.168.5 Contoh isi file zone :
@ IN SOA nsl.hendri.co.id. root.localhost. 200022700 ; Serial 28800 ; Refresh 14400 ; Retry 3600000 ; Expire 86400 ) ; Minimum NS ns1. fajar.com. NS ns2. fajar.com. PTR ns1. fajar.com. PTR ns2. fajar.com PTR vhost. fajar.com
5 2 5
IN IN IN IN IN
Kemudian restart service BIND dengan perintah
[root@server named]# service named restart Shutting down named: Starting named: [root@server named]# [ OK ] [ OK ]
C.
Setting resolv
[root@server home]# vi /etc/resolv.conf (kemudian u/ menulis/edit tekan tombol insert) # Samakan dengan dibawah ini,atau konfigurasi sesuai kebutuhan search 192.168.1.5 nameserver fajar.com Simpan file dengan menekan tombol escape/Esc kemudian ketik :wq kemudian tekan enter
[root@server home]#
Saatnya restart network
[root@server /]# /etc/init.d/network restart Shutting down interface eth0: Shutting down loopback interface: [ OK ] [ OK ]
Setting network parameters: Bringing up loopback interface: Bringing up interface eth0:
[ OK ] [ OK ] [ OK ]
[root@server /]# Apabila tidak ada pesan error, berarti sejauh ini berhasil. Untuk memastikan, ping ke 192.168.3.254
[root@server named]# ping 192.168.3.3 64 bytes from 192.168.3.3: icmp_seq=0 ttl=128 time=0.366 ms 64 bytes from 192.168.3.3: icmp_seq=1 ttl=128 time=0.354 ms 64 bytes from 192.168.3.3: icmp_seq=2 ttl=128 time=0.309 ms 64 bytes from 192.168.3.3: icmp_seq=3 ttl=128 time=0.318 ms 64 bytes from 192.168.3.3: icmp_seq=4 ttl=128 time=0.250 ms
--- 192.168.3.3 ping statistics --5 packets transmitted, 5 received, 0% 4044ms rtt min /avg/max/dev = 0.250/0.297/0.354/0.044 ms [root@server named]# packet loss, time
D
COMMAND
?$ ( user biasa ) ? SU ( mengubah dari user biasa menjadi root ) ? # ifconfig ( melihat seluruh net card ) ? # ifconfig eth0 xxx ( melihat perangkat satu ip ) ? # ping xxx ( mencoba, mengetes ip ) ? # clear all ( membersihkan layer ) ? # exit ( keluar dari console ) ? # service dhcp restart ( merestart dhcp server ) ? # halt ( shut down/ mematikan computer )