laporan linux mandrake

Description

laporan ini bisa didownload oleh siapa saja,,, yang penting tidak disalah gunakan dan dilarang menyebarluas file ini tanpa seinzin pemilik

Reviews
Shared by: ndy lias
Categories
Tags
Stats
views:
1248
rating:
not rated
reviews:
0
posted:
11/13/2008
language:
Indonesian
pages:
0
LAPORAN ADMINISTRASI LINUX MANDRAKE Oleh : ALIASMAN NIS 06060076 DINAS PENDIDIKAN NASIONAL DEPARTEMEN TEKNIK INFORMATIKA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 TARAKAN TARAKAN 2008 Sejarah Linux Linux pada awalnya dibuat oleh seorang mahasiswa Finlandia yang bernama Linus Torvalds. Dulunya Linux merupakan proyek hobi yang diinspirasikan dari Minix, yaitu sistem UNIX kecil yang dikembangkan oleh Andrew Tanenbaum. Linux versi 0.01 dikerjakan sekitar bulan Agustus 1991. Kemudian pada tanggal 5 Oktober 1991, Linus mengumumkan versi resmi Linux, yaitu versi 0.02 yang hanya dapat menjalankan shell bash (GNU Bourne Again Shell) dan gcc (GNU C Compiler). Saat ini Linux adalah sistem UNIX yang sangat lengkap, bisa digunakan untuk jaringan, pengembangan software dan bahkan untuk pekerjaan sehari-hari. Linux sekarang merupakan alternatif sistem operasi yang jauh lebih murah jika dibandingkan dengan sistem operasi komersial (misalnya Windows 9.x/NT/2000/ME). Linux mempunyai perkembangan yang sangat cepat. Hal ini dapat dimungkinkan karena Linux dikembangkan oleh beragam kelompok orang. Keragaman ini termasuk tingkat pengetahuan, pengalaman serta geografis. Agar kelompok ini dapat berkomunikasi dengan cepat dan efisien, internet menjadi pilihan yang sangat tepat. Karena kernel Linux dikembangkan dengan usaha yang independent, banyak aplikasi yang tersedia, sebagai contoh, C Compiler menggunakan gcc dari Free Software Foundation GNU’s Project. Compiler ini banyak digunakan pada lingkungan Hewlett-Packard dan Sun. Sekarang ini, banyak aplikasi Linux yang dapat digunakan untuk keperluan kantor seperti untuk spreadsheet, word processor, database dan program editor grafis yang memiliki fungsi dan tampilan seperti Microsoft Office, yaitu Star Office. Selain itu, juga sudah tersedia versi Corel untuk Linux dan aplikasi seperti Matlab yang pada Linux dikenal sebagai Scilab. Linux bisa didapatkan dalam berbagai distribusi (sering disebut Distro). Distro adalah bundel dari kernel Linux, beserta sistem dasar linux, program instalasi, tools basic, dan program-program lain yang bermanfaat sesuai dengan tujuan pembuatan distro. Ada banyak sekali distro Linux, diantaranya : 1. RedHat, distribusi yang paling populer, minimal di Indonesia. RedHat merupakan distribusi pertama yang instalasi dan pengoperasiannya mudah. 2. Debian, distribusi yang mengutamakan kestabilan dan kehandalan, meskipun mengorbankan aspek kemudahan dan kemutakhiran program. Debian menggunakan .deb dalam paket instalasi programnya. 3. Slackware, merupakan distribusi yang pernah merajai di dunia Linux. Hampir semua dokumentasi Linux disusun berdasarkan Slackware. Dua hal penting dari Slackware adalah bahwa semua isinya (kernel, library ataupun aplikasinya) adalah yang sudah teruji. Sehingga mungkin agak tua tapi yang pasti stabil. Yang kedua karena dia menganjurkan untuk menginstall dari source sehingga setiap program yang kita install teroptimasi dengan sistem kita. Ini alasannya dia tidak mau untuk menggunakan binary RPM dan sampai Slackware 4.0, ia tetap menggunakan libc5 bukan glibc2 seperti yang lain. 4. SuSE, distribusi yang sangat terkenal dengan YaST (Yet another Setup Tools) untuk mengkonfigurasi sistem. SuSE merupakan distribusi pertama dimana instalasinya dapat menggunakan bahasa Indonesia. 5. Mandrake, merupakan varian distro RedHat yang dioptimasi untuk pentium. Kalau komputer kita menggunakan pentium ke atas, umumnya Linux bisa jalan lebih cepat dengan Mandrake. 6. WinLinux, distro yang dirancang untuk diinstall di atas partisi DOS (WIndows). Jadi untuk menjalankannya bisa di-klik dari Windows. WinLinux dibuat seakan akan merupakan suatu program aplikasi under Windows. Dan masih banyak distro-distro lainnya yang telah tersedia maupun yang akan muncul. Instalasi Linux Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk melakukan instalasi Linux pada komputer anda antara lain : 1. Mengetahui spesikasi hardware 2. Alokasi ruang harddisk 3. Pemilihan paket software 4. Proses instalasi Mengetahui spesifikasi hardware Pada bagian ini, anda harus mengetahui dan mengerti spesifikasi teknis dari device yang terdapat pada komputer anda, hal ini mencakup :  Nama device tersebut  Nama chipset pada device tersebut  Kegunaan dan jenis device tersebut  Device yang biasanya terdapat pada komputer anda antara lain :  Mouse  Keyboard  Graphic Card  Sound Card  Harddisk  Monitor  Network Card  Modem Lebih jelasnya, dari device-device di atas, anda harus mengetahui :  Jenis konektor mouse, serial atau ps/2  Vendor mouse (Microsoft, Logitech, Generic)  Jumlah key pada keyboard (biasanya standar 101 key)  Chipset pada graphic card, berhubungan erat dengan vendor card tersebut  Kapasitas memory graphic card  Chipset pada sound card  Kemungkinan anda akan ditanyakan juga IO, IRQ dan DMA dari sound card Kapasitas harddisk  BUS data harddisk, tentukan apakah harddisk anda SCSI (Ultra-ATA, Fast-ATA) atau IDE (UDMA-33, UDMA-66)  Jenis, refresh rate dan resolusi maksimum monitor  BUS data network card, tentukan ISA atau PCI  Chipset, IO port dan IRQ network card. Untuk jenis PCI biasanya PNP.  Identifikasi network anda, mencakup nomor IP, subnet mask, gateway address, hostname, domain dan IP DNS Server  Jenis modem, tentukan modem internal atau eksternal Kebutuhan minimal komputer yang akan diinstal Linux adalah sebagai berikut :  Kapasitas harddisk 3,2 GB. Namun Linux mampu untuk dijalankan pada harddisk tua Seagate 170 MB, dan bekerja baik sebagai router untuk jaringan dengan jumlah terminal 12 komputer  Kapasitas memory (RAM) system 32 MB. Namun Linux dapat diinstal pada komputer dengan memory 4 MB, bekerja baik sebagai bridge untuk jaringan kampus.  Processor minimal sekelas Pentium-233 MMX. Namun Linux bekerja sangat baik pada komputer 486DX2-66 sebagai router untuk jaringan warnet dan Small Office.  Mouse, keyboard dan monitor. Bila Linux digunakan sebagai router atau bridge jaringan, setelah proses instalasi, mouse, keyboard dan monitor dapat dilepas. Gunakan akses telnet dan ftp untuk remote maintenance tanpa  butuh mouse, keyboard dan monitor. A. BIOS Setup 1. Nyalakan komputer, tekan tombol keyboard Delete/F2 (tergantung vendor dari BIOS). 2. 3. Pada gambar, kita dapatkan informasi: Tipe CPU, kapasitas RAM (memori), dan lain-lain. Gambar 1 4. Setiap BIOS Setup terkadang memiliki menu setting yang berbeda tergantung vendor-nya (perusahaan pembuat) 5. Perhatikan gambar berikut. Untuk melakukan setingan BIOS, lihat pada kolom kanan menu BIOS SETUP UTILITY. Gambar 2 6. 7. Lakukan pengaturan Jam dan Tanggal. Pindah ke Tab Advanced. Pilih Ide Configuration Gambar 3 8. Pada IDE Configuration tekan enter maka akan muncul informasi Harddisk dan CDROOM. Untuk keluar menu tekan tombol Esc. Gambar 4 9. Pada IDE Configuration tekan enter maka akan muncul informasi selanjutnya, pindah ke menu Floppy Configuration. Gambar 5 10. Pastikan Floppy A .1.44 MB 3½, kemudian tekan tombol Esc untuk keluar. 11. Pindah ke Tab Power. Pilih ACPI Aware OS, pilih Yes. Gambar 6 12. Pindah ke Tab Boot .Ide Configuration. Boot Device Priority. Gambar 7 13. Instalasi Linux Mandrake dilakukan lewat CD-ROM Drive, maka kita lakukan pemilihan boot. 14. Pada 1 st Boot Device pilih CDROM. Gambar 8 15. Pada 2 nd Boot Device pilih Hard Drive. Gambar 9 16. Pindah ke Tab Exit. Exit Saving Changes .OK. atau F10 pilih Yes. Gambar 10 B. Langkah-langkah menginstal Linux mandrake Masukkan CD Linux mandrake yang pertama (CD-1) ke dalam CD-Room Drive. Setelah itu tekan tombol F10 lalu pilih YES di kotak dialog pada BIOS yang telah disetting agar boot pertama dari CD-Room. Komputer akan melakuakan booting ulang. 1. Langkah pertama prosedur instalasi adalah pemilihan bahasa pengantar. Pilihlah bahasa yang ingin digunakan selama proses instalasi. Pilihan ini juga akan membantu untuk menentukan layout keyboard dan Time Zone. Lalu klik tombol “next”. Gambar 11 2. Untuk melanjutkan proses instalasi, centang/tandai pilihan “accept”, kemudian klik tombol “next”. Gambar 12 3. Centang/tandai pilihan “install” untuk menginstal Linux Mandrake lalu klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 13 4. Gunakan mouse untuk memilih layout keyboard, “US keyboard (international)”. Pilihan ini akan menentukan penerjemahan tomboltombol keyboard. Klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 14 5. Pada kotak dialog “please choose the desired security level”, pilih pilihan Security Level dan klik “next”. Gambar 15 6. Pada kotak dialog “Partitioning Wizard”, centang/tandai pilihan “Use existing partitions”. Kemudian klik “next”. Gambar 16 7. Pada kotak dialog “Choose the mount points”, aturlah sesuai keinginan lalu klik “next”. Gambar 17 8. Pada kotak dialog “Choose the partitions you want to format”, centang/tandai pilihan “hda5 (8Gb,/, Journalised FS: ext3)” lalu klik “next” Gambar 18 9. Silakan tunggu beberapa menit karena sistem akan memformat harddisk. Gambar 19 10. Silakan tunggu beberapa menit karena sistem akan mencari paket yang akan diinstal. Gambar 20 11. Pada kotak dialog “Package Group Selection”, centang/tandai pilihan paket dari group yang diinginkan. Kemudian klik “next”. Gambar 21 12. Klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 22 13. Klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 23 14. pada kotak dialog “Choose the packages you want to install”, centang/tandai paket yang ingin diinstal. Gambar 24 15. Tampilan paket yang telah dipilih. Kemudian klik “install”. Gambar 25 16. Centang/tandai pilihan “YES” kemudian klik “next”. Gambar 26 17. Tunggu beberapa menit karena sistem akan memulai penginstalan. Gambar 27 18. Tunggu beberapa menit karena sistem akan memulai penginstalan. Gambar 28 19. Tampilan window sedang melakukan proses instalasi. Gambar 29 20. Masukkan password root yang anda inginkan. Kemudian klik “next” Gambar 30 21. Masukkan “real name, user name, password” yang diinginkan kemudian klik “next”. Gambar 31 22. Klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 32 23. Pada kotak dialog “where do you want to install the bootloader?”, centang/tandai pilihan “First sectorof drive (MBR)”. Kemudian klik “next”. Gambar 33 24. Kotak dialog Summary yang menampilkan rincian tentang sistem, hardware dan lain-lain. Klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 34 25. klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 35 26. Pada kotak dialog “Please choose your country”, pilihlah lokasi yang sedang ditempati yaitu Indonesia. Klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 36 27. Klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 37 28. Klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 38 29. Pilihlah resolusi desktop yang diinginkan, lalu klik “OK”. Gambar 39 30. Klik “next” untuk melanjutkan . Gambar 40 31. Klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 41 32. Pilihlah jenis koneksi yang diinginkan, lalu klik “next”. Gambar 42 33. Pilih LAN Card yang akan dikonfigurasi, lalu klik “next”. Gambar 43 34. Klik “next” untuk melanjutkan Gambar 44 35. Pilihlah pilihan apakah ingin mengkonfigurasi IP secara otomatis atau manual. Klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 45 36. Isikan IP yang diinginkan pada kotak pengisian IP lalu klik “next”. Gambar 46 37. Masukkan host name dan lain-lain lalu kllik “next” untuk melanjutkan. Gambar 47 38. Masukkan Host Name kemudian klik “next”. Gambar 48 39. Pilih “YES” kemudian klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 49 40. Kotak dialog yang mengucapkan tahniah atas keberhasilannya Gambar 50 41. Klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 51 42. centang pilihan “NO” agar tidak mengupdatenya sekarang. , lalu klik “next”. Gambar 52 43. Klik “next” untuk melanjutkan. Gambar 53 44. Klik “Reboot” untuk merestart komputer. Sampai di sini proses instalasi telah selesai. Gambar 54 DHCP SERVER 1. Definisi DHCP DHCP merupakan singkatan dari Dynamic Host Configuration Potocol, suatu program aplikasi yang memungkinkan pengaturan jaringan secara terpusat dari Server, sehingga client tidak perlu melakukan konfigurasi alamat IP. Karena semuanya sudah ditangani oleh Server. Keuntungan penggunaan DHCP dari sisi Sistem Administrator, adalah kita tidak perlu melakukan pencatatan alamat IP pada masing-masing client. Mungkin untuk kebutuhan sampai dengan 10 atau 20 client masih bisa kita tangani, namun jika client yang kita tangani sampai dengan 50 atau 100, bisa Anda bayangkan betapa rumit dan melelahkan pekerjaan yang harus kita tangani Konfigurasi Dynamic Host Apa tugas dari DHCP? Tugas dari DHCP sangatlah besar dalam suatu jaringan komputer. DHCP digunakan agar komputer-komputer yang terdapat pada suatu jaringan komputer bisa mengambil konfigurasi (baik itu IP address, DNS address dan lain sebagainya) bagi mereka dari suatu server DHCP. Intinya dengan adanya DHCP maka akan mampu mengurangi pekerjaan dalam mengadministrasi suatu jaringan komputer berbasis IP yang besar. Bayangkan jika suatu jaringan komputer yang terdiri dari 1000 komputer dan Anda harus mengeset IP address pada masing-masing komputer secara manual. 2. konfigurasi dhcp di linux Setting IP      Klik K- Menu Pilih Sistem Pilih Terminal Pilih Console Ketikan Perintah      ? $ ? su ? # ifconfig ? # ifconfig eth0 202.134.1.10 ? # ping 202.134.1.10 Setting dhcpd.conf     Klik K- Menu Pilih Home Ketik //etc Cari file dhcpd.conf ignore client-updates; subnet 202.134.0.0 netmask option subnet-mask option domain-nameoption domain-name”alias” ddns-update-style interim; #definisi subnet 255.255.255.0; 255.255.255.0{ option routers 202.134.1.10; server 202.134.1.10 range dynamic-bootp 202.134.1.11 202.134.1.15 ; default-lease-time 21600; max-lease-time 43200;     Klik K- Menu Pilih Sistem Pilih Terminal Pilih Konsole service dhcpd restart Ketik perintah kalau ada muncul perintah YES berarti DHCP Server telah berhasil di install 3. Command ?$ ? su ? # ifconfig ? # ifconfig eth0 xxx ? # ping xxx ? # clear all ? # exit ( user biasa ) ( mengubah dari user biasa menjadi root ) ( melihat seluruh LAN card ) ( mengkonfigurasi alamat IP ) ( mencoba, mengetes ip ) ( membersihkan layer ) ( keluar dari console ) ? # service dhcpd restart ( merestart dhcpd server ) ? # halt ( shut down/ mematikan computer ) DNS SERVER 1. Definisi DNS DNS (Domain Name System) adalah suatu system yang mengubah nama host ( seperti alias.com ) menjadi alamat IP ( seperti 202.134.1.10 ) atas semua komputer yang terhubung langsung ke Internet. DNS juga dapat mengubah alamat IP menjadi nama host. DNS bekerja secara hirarki dan berbentuk seperti pohon (tree). Bagian atas adalah Top Level Domain(TLD) seperti COM, ORG, EDU, MIL dsb. Seperti pohon DNS mempunyai cabang-cabang yang dicari dari pangkal sampai ke ujung. Pada waktu kita mencari alamat misalnya alias.com pertama-tama DNS bertanya pada TLD server tentang DNS Server yang melayani domain .uk misalnya dijawab ns1.uk, setelah itu dia bertanya pada ns1.uk tentang DNS Server yang bertanggung jawab atas .co.uk misalnya ns.co.uk kemudian dia bertanya pada ns.co.uk tentang alias.com dan dijawab 202.134.1.10. DNS Server terdiri dari 2 jenis server. Yaitu :   Primary Name Server ( PNS ) adalah DNS server yang bertanggung jawab atas resolusi domain dan subdomain yang dikelolahnya. Secondary Name Server ( SNS ) adalah DNS server yang secara hirarki setara dengan PNS namun data – data domain dan subdomain diperoleh dengan cara menyalin dari PNS. 2. Setting IP ? # ifconfig eth0 202.134.1.10 ? # ping 202.134.1.10  File Named .conf Options { Directory "/var/named"; }; Zone "." { Type hint; File "named.ca"; }; Zone "alias.com" { Type master; File "db. alias.com "; }; Zone "1.134.202 in-addr.arpa" { Type master; File "db.202.134.1.10"; };  Membuat file “db.alias.com” zona untuk domain “alias.com” diberi nama @ IN SOA 200022700 28800 14400 3600000 86400 ) nsl.alias.com ; Serial ; Refresh ; Retry ; Expire ; Minimum nsl.alias.com. 10 admin.alias.com. ( @ @ ns1 ns2 www mail mp3 vhost ftp IN IN IN IN NS IN A IN A IN IN IN IN NS MX A A A A CNAME ns2.alias.com. mail.alias.com. 202.134.1.10 202.134.1.10 202.134.1.10 202.134.1.10 202.134.1.10 202.134.1.10 202.134.1.10  Setting resolv.conf  Masuk ke K-Menu  Home  Setelah itu ketikkan /etc pada tab konqueror  Lalu cari file resolve.conf  Kemudian edit filenya. Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : Search alias.com Name server 202.134.1.10  Membuat file zona reverse-lookup untuk network 202.134.1 diberi nama “db.202.134.1.10” @ IN SOA ns1.alias.com. root.localhost. 200022700 ; Serial 28800 14400 3600000 86400 ; Refresh ; Retry ; Expire ; Minimum ns1.alias.com. ns2.alias.com. ns1.alias.com. ns2.alias.com. vhost.alias.com. ( IN IN 1 2 10 IN IN IN NS NS PTR PTR PTR     Klik K- Menu Pilih Sistem Pilih Terminal Pilih Console Ketik perintah ? # nslookup www.alias.com / nslookup 202.134.1.10 3. Commamd ?$ ? su ? # ifconfig ? # ifconfig eth0 xxx ? # ping xxx ? # clear all ? # exit ? # service dhcp restart ? # halt ? # nslookup ( user biasa ) ( mengubah dari user biasa menjadi root ) ( melihat seluruh net card ) ( mengkonfigurasi almat ip LAN card pertama ) ( mencoba, mengetes ip ) ( membersihkan layer ) ( keluar dari console ) ( merestart dhcp server ) ( shut down/ mematikan computer ) ( melihat ip di domain atau sebaliknya )

Related docs
mandrake linux
Views: 1079  |  Downloads: 53
Linux Mandrake
Views: 1363  |  Downloads: 75
Laporan Mandrake
Views: 516  |  Downloads: 9
Laporan Mandrake Linux
Views: 302  |  Downloads: 16
laporan Yusuf
Views: 882  |  Downloads: 34
laporan Yusuf
Views: 657  |  Downloads: 32
Laporan
Views: 413  |  Downloads: 22
laporan saya
Views: 380  |  Downloads: 24
paulina
Views: 126  |  Downloads: 10
laporan Linux
Views: 418  |  Downloads: 15
laporan Linux Franciscus
Views: 196  |  Downloads: 2
LAPORAN
Views: 590  |  Downloads: 23
dahliaxtm
Views: 125  |  Downloads: 4
premium docs
Other docs by ndy lias
out
Views: 42  |  Downloads: 0
isi makalah sejarah
Views: 2342  |  Downloads: 0
INSTALASI LINUX_aliasman
Views: 299  |  Downloads: 37
modul
Views: 302  |  Downloads: 45
keamanan password
Views: 1138  |  Downloads: 106
Laporan
Views: 413  |  Downloads: 22