Docstoc

LUBANG JEPANG

Document Sample
LUBANG JEPANG Powered By Docstoc
					                          LOBANG JEPANG BUKITTINGGI


         Terletak di obyek wisata Panorama Atas Ngarai Sianok, pusat kota Bukittinggi. Obyek wisata ini
ramai dikunjungi wisata lokal maupun turis mancanegara terutama pada hari minggu dan hari libur
lainnya.

        Lobang ini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai terowongan (bunker) Jepang. Dibangun pada
tahun 1943 untuk kepentingan pertahanan tentara Jepang dalam perang Dunia II lobang ini dibuat atas
perintah Pemerintahan Militer Angkatan Darat Jepang (Tentara Keduapuluh Lima) untuk Sumatera ,
yang berkedudukan di Bukittinggi dengan Komandan Tentara Pertahanan Sumatera di bawah Jendral
Watanabe.

      Melihat topografi kota yang berbukit, lembah dan ngarai ini, maka jendral Watanabe
memerintahkan untuk membangun terowongan yang lebih popular dengan nama Lobang Jepang.

       Pembangunan itu dilakukan dengan tenaga manusia secara paksa (Romusha Kinsohoshi) untuk
kebutuhan militer. Semula secara sukarela, kemudian berubah benjadi kerja paksa (Romusha). Para
pekerjanya banyak didatangkan dari Jawa. Karena pekerjaannya harus diburukan, banyak para pekerja
yang meninggal di tempat kerja, ada karena lelah dan tidak diberi makan. Mereka yang membangkang
dicambuk atau ditembak mati secara tidak berprikemanusiaan.

        Terowongan yang dibuat adalah pada kedalaman 40-50m, dibawah tanah bercadas yang cukup
keras dengan garis tengan 2meter. Panjangnya 1470 meter, terbagi menjadi 20 kamar yang terdiri dari
kamar tidur, ruangan persembunyian, ruangan perawatan, ruangan dapur, ruangan penjara dan gudang
amunisi. Pembuatan ruangannya sengaja berliku-liku dengan sejumlah ruangan jebakan.

        Sewaktu dilakukan survey yaitu sebelum dilaksanakan renovasi oleh pemerinta daerah
Bukittinggi tahun 1970-an, masih ditemukan sejumlah peralatan yang sudah lapuk, termasuk pedang
samurai .

        Dua mulut terowongan yang saat ini dapat dilihat, satu mengarah pada penurunan ngarai Sianok
(Ruangan Tembus) dan yang satu lagi berupa pintu masuk pada tebing taman obyek wisata Panorama.
Fungsi dari mulut terowongan selain sebagai pintu masuk, juga sebagai ventilasi untuk mengawasi dunia
luar.

        Lobang Jepang ini oleh Pemda Kota Bukittinggi dijadikan salah satu obyek Wisata Gua. Setelah
dilakukan berbagai renovasi, dilengkapi lampu penerangan. Pada pintu masuk dibuat tangga menuju ke
dalam terowongan, yang dibagi menjadi dua bagian dan dibatasi dengan pipa besi; satu bagian untuk
arus masuk dan satu sisi lainnya untuk arus keluar. Sebagai pelengkap informasi mengenai keberadaan
terowongan tersebut,juga dilengkapi arphone yang setiap pengunjung dapat mendengar riwayat
terowongan tersebut .
        Sejak tahun 2004 terowongan ini oleh Pemerintah daerah Bukittingi lebih dibenahi lagi, pada
bagian tebing pintu masuk dibangun patung yang memperlihatkan tentang kekejaman tentara Jepang
dengan samurai terhunus, cambuk dan penembakan terhadap para Romusha dalam pembanguna
lobang ini

Dikutip dari : Buku Ensiklopedia Minangkabau (JIlid 1)

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Tags:
Stats:
views:781
posted:2/16/2010
language:Indonesian
pages:2
Description: menjelaskan tentang zaman penjajahan jepang di sumatera barat yaitu di bukittingi. mempekerja keras rakyat-rakyat pribumi dengan membuat lubang yang sangat besar sebagai tempat persembunyian tentara jepang. Lubang jepang kini menjadi daya tarik obyek wisata turis lokal dan mancanegara.