Docstoc

24866226-Panduan-Menjadi-Forex-Trader-Bab-2

Document Sample
24866226-Panduan-Menjadi-Forex-Trader-Bab-2 Powered By Docstoc
					          Panduan Menjadi Forex
                 Trader
                                   Daftar Isi
1 Mengenal Perdagangan Forex
2 Analisis Teknikal
3 Analisis Fundamental
4 Trading Strategy
5 Mindset, Manajemen Risiko, dan Manajemen Emosi
6 Trading dengan MetaTrader 4




                 2 Analisis Teknikal

Analisis teknikal merupakan metode untuk memprediksi pergerakan harga mata uang
berdasarkan grafik pergerakan harga yang sudah terjadi.
Mengapa analisis teknikal digunakan? Para trader meyakini asumsi di bawah ini
benar:
•   Market Action Discounts Everything
    Analisis teknikal mengasumsikan bahwa harga yang tercermin pada grafik telah
    menggambarkan semua faktor yang mempengaruhi pasar. Artinya, faktor politik,
    ekonomi, dan faktor fundamental lainnya yang mempengaruhi kekuatan
    penawaran maupun permintaan serta psikologi pelaku pasar dapat dibaca dan
    chart pergerakan harga di masa lalu.
•   Price Moves in Trends
    Analisa teknikal mengasumsikan bahwa harga tidak bergerak secara acak,
    melainkan berlangsung dalam satu pola (trend) tertentu. Pola akan terus
    berlangsung sampai ada tanda bahwa pola pergerakan berhenti dan akhirnya
    berubah. Dengan bantuan chart dan indikator teknikal, arah trend dapat dilihat dan
    diperkirakan ’ke mana’ (naik atau turun), dan ‘berapa lama’ (kapan pola berakhir).
•   History Repeat Itself
    Analisa teknikal mengasumsikan bahwa perilaku pelaku pasar di masa lalu adalah
    sama dengan masa kini dalam menyikapi berbagai informasi yang mempengaruhi
    pasar. Perilaku ini tercermin dan pergerakan harga. Dengan modal ini, maka
    pergerakan harga di masa mendatang dapat diperkirakan.
www.binsis.com                16
Trader yang pesimis dengan ketiga asumsi analisis teknikal tersebut cenderung akan
menggunakan analisis fundamental. Jika analisis teknikal melihat masa lalu untuk
memprediksi harga di masa depan, maka analisis fundamental meneliti faktor yang
dapat menjadi penyebab kenaikan/penurunan harga di masa datang.
Analisis teknikal pertama kali dipopulerkan oleh Charles H Dow (1851-1902),
seorang jurnalis sekaligus salah satu pendiri Dow Jones dan The Wall Street Journal.
Analisis teknikal terus berkembang seiring dengan ditemukannya teori dan indikator
teknikal baru. Dengan makin canggihnya komputer dan perangkat lunak, indikator
teknikal semakin populer di kalangan trader.

Tipe Grafik/Chart
Chart atau grafik mempresentasikan pergerakan harga pasangan mata uang. Chart
merupakan tool yang sangat penting dalam analisa teknikal. Satu-satunya objek dalam
analisis teknikal adalah pergerakan harga yang dapat dilihat pada chart. Terdapat tiga
jenis chart yang paling sering digunakan dalam analisis teknikal: line chart, bar chart,
dan candlesticks chart.
•   Line Chart atau Grafik Garis
    Line Chart merupakan jenis grafik paling sederhana. Line chart menggambarkan
    perubahan harga dan waktu dalam waktu dengan satu jenis data saja. Biasanya,
    data yang digunakan adalah close (harga penutupan) atau harga terakhir yang
    tercatat pada akhir sesi perdagangan.




•   OHLC (Open high Low Close)
    Grafik OHLC yang juga dikenal sebagai Bar Chart. Bar chart merupakan salah
    satu jenis chart yang banyak digunakan untuk analisis. Terdapat empat jenis data:
       •       Open: Harga pembukaan. Harga perdagangan pada periode waktu
       tertentu (Time Frame: TF)
       •       High: Harga tertinggi pada periode waktu tertentu.
       •       Low: Harga terendah pada periode waktu tertentu.
       •       Close: Harga penutupan pada periode waktu tertentu.


www.binsis.com                17
     Bentuk dan grafik ini dapat dilihat padi gambar berikut:

           High                   High




                  Close    Open




    Open                                 Close




            Low                   Low




•    Grafik Lilin (Candlestick)
     Grafik ini berasal dari Jepang pada abad ke-17. Awalnya candlesticks digunakan
     untuk menganalisis pergerakan harga beras di Jepang. Chart candlesticks
     mengandung data yang sama dengan grafik OHLC, yaitu data harga: Open, High,
     Low, dan Close. Hanya tampilannya saja yang berbeda:
             •            Naik atau turun ditentukan oleh warna bar.
             •            High/Low ditandai dengan titik paling tinggi/rendah
             •            Open/Close ditandai dengan posisi body paling rendah/tinggi.




Grafik jenis ini mempunyai tiga bagian utama:
•    Real Body, merupakan balok di antara dan Close
•    Upper Shadow, garis di atas Real Body
•    Lower Shadow, garis di bawah Real Body




www.binsis.com                                   18
                         Upper                        Upper
                        Shadow                       Shadow
                                 High                         High


                                 Close                        Open


            Real Body                    Real Body


                                 Open                         Close


                                 Low                          Low
                         Lower                        Lower
                        Shadow                       Shadow




Chart tipe Candlestick lebih banyak digunakan para trader. Selain pergerakan yang
dapat dibaca lebih mudah. Chart dengan kondisi bullish dan bearish lebih mudah
dibedakan secara visual karena digambarkan dengan warna yang berbeda.

Chart Pattern (Pola Grafik)
Grafik nilai tukar pasangan mata uang dapat dideteksi dengan dua pola utama:
trending dan konsolidasi (sideways).

Trend dan Konsolidasi
Pada dasarnya ada dua besar jenis pola yang sedang terjadi, yaitu: trending dan
konsolidasi:
•   Trending
    Pada saat terjadi tren, pola menunjukkan harga yang cenderung mengalami
    kenaikan atau penurunan. Tren dikatakan naik jika pola ditandai dengan higher
    high dan higher low. Sedangkan tren disebut turun jika terdapat pola lower high
    dan lower low.
    Pola trend pada harga lebih jelas lagi jika dibuatkan garis. Dalam prakteknya,
    garis tren (trend lines) dibuat dengan menggunakan software. Trend lines untuk
    downtrend (bearish) dibuat dengan menghubungkan titik-titik tertinggi.
    Sedangkan pada uptrend (bullish), garis tren dihubungkan dengan menggunakan
    titik-titik terendah.
•   Konsolidasi
    Konsolidasi ditandai dengan pola pergerakan osilasi di mana kekuatan permintaan
    dan penawaran sama kuat. Konsolidasi (sideways) ditandai dengan high dan low
    yang tidak naik ataupun turun, namun cenderung mendatar.




www.binsis.com                   19
          Downtrend
                                  Uptrend

                                                             Sideways




Analisis Teknikal Secara Manual
Dengan analisis teknikal secara manual, trader menggambar sendiri garis-garis yang
akan dijadikannya sebagai acuan untuk:
•   menentukan tren, support, dan resistance
•   menentukan level open/close position

Tahanan (Support dan Resistance)
Support dan resistance merupakan level kritis yang menggambarkan psikologi pelaku
pasar dalam mengambil keputusan. Jika garis support/resistance tertembus oleh
pergerakan harga, maka secara psikologis ada kecenderungan pelaku pasar untuk
terus menembus garis support/resistance tersebut. Artinya, setelah harga menembus
garis support/resistance, ada kecenderungan untuk terjadi breakout.
Support dan Resistance sama-sama tahanan. Bedanya hanya terletak pada posisinya.
Support berada di bawah chart, sedangkan resistance berada di atas chart. Artinya,
support merupakan tahanan psikologi yang membuat harga untuk sulit turun
menembus level support. Sedangkan resistance membuat harga sulit untuk naik
menebus level resistance tersebut.
Ada berbagai metode yang dapat digunakan untuk membuat garis support/resistance.
Cara manual adalah dengan memperhatikan pola grafik.
•   Pada tren naik, gambarkan garis tren (trend line) di bawah chart. Garis tersebut
    berfungsi sebagai support selama tren masih berlanjut.
•   Pada tren turun, gambarkan garis tren (trend line) di atas chart. Garis tersebut
    berfungsi sebagai resistance selama tren masih berlanjut.
•   Pada pola konsolidasi (sideways) mendatar, gambarkan garis support/resistance
    secara mendatar di bawah/atas grafik. Kedua garis tersebut berguna sebagai
    patokan apakah konsolidasi akan terus berlanjut atau terjadi breakout.

www.binsis.com               20
Mengolah grafik chart secara manual dapat memudahkan trader memonitor dan
memprediksi pergerakan harga. Karena manual, indikator ini harus dibuat sendiri oleh
trader dengan menggambarnya pada grafik melalui software.
    Tipe garis manual yang banyak dipakai, antara lain: trendline, channel, Fibonacci,
    Gann, dan Andrew’s Pitchfork.
•   Trendline
    Pada saat uptrend, garis tren (trend line) berfungsi sebagai support dan dibuat di
    bagian bawah grafik. Sedangkan pada saat downtrend, garis tren (trend line)
    berfungsi sebagai resisten dan dibuat di atas grafik.




    Mengapa pada saat uptrend tidak diajarkan untuk menggambar garis tren di atas
    chart? Atau mengapa tidak menggambar garis tren di bawah chart saat terjadi
    downtrend.
    Ini terjadi karena pada saat uptrend, trader dianjurkan untuk buy. Saat buy, titik
    yang optimal untuk mengeruk keuntungan adalah saat harga serendah mungkin,
    yaitu di sekitar trend line (support). Sedangkan saat harga bergerak dengan pola
    downtrend, trader dianjurkan untuk sell. Saat buy yang optimal untuk mengeruk
    keuntungan adalah saat harga semahal mungkin, yaitu di sekitar trend line
    (resistance).
•   Channel
    Selain menggunakan trendline untuk menggambarkan tren, Anda dapat
    menggunakan channel (kanal). Channel dapat digunakan jika pergerakan harga
    terhalang oleh level psikologis atas dan bawah: support dan resistance.
    Jika saat uptrend harga menyentuh garis channel di bagian atas (resistance), maka
    ada indikasi uptrend akan bergerak lebih cepat lagi. Sedangkan jika saat
    downtrend harga menyentuh garis channel di bagian bawah (support), maka ada
    indikasi downtrend akan bergerak lebih cepat lagi.


www.binsis.com                21
•   Triangle
    Triangle dapat digunakan untuk mendeteksi breakout. Triangle diindikasikan
    dengan garis support dan resistance yang makin menyempit. Artinya jika harga
    cukup jauh keluar dari garis resistance, lakukan buy. Sedangkan jika keluar dari
    garis support, lakukan sell.




Strategi Berdasarkan Indikator Manual
Menurut Penulis, strategi dasar yang paling andal untuk analisis teknikal hanya ada
dua: mengikuti trend atau mendeteksi breakout. Dikombinasikan dengan indikator
manual, Anda dapat menerapkan strategi tersebut dengan cara berikut:
•   Following Trend
www.binsis.com               22
   Kata kuncinya “The trend is your (best) friend”. Saat terjadi tren, maka Anda
   sangat dianjurkan untuk mengikuti tren. Caranya adalah dengan mengidentifikasi
   tren apakah sedang uptrend (bullish) ataukah sedang downtrend (bearish). Setelah
   itu, perhatikan apakah pergerakan harga berhasil menembus garis support atau
   tidak. Jika pergerakan harga tidak berhasil menembus support/resistance, berarti
   trend cenderung berlanjut. Anda dapat melakukan buy jika sebelumnya uptrend,
   atau sell jika sebelumnya downtrend.




                                   Trend
                                   berubah
                                   lebih
                                   tajam                             Terjadi
                                                                     breakout.
                                                                     Trend
                                                                     berubah




              Lakukan buy saat harga memantul pada garis trendline




www.binsis.com              23
                                     Trend
                                     berubah
                                     lebih
                                     landai



                                                                  Terjadi
                                                                  breakout.
                                                                  Trend
                                                                  berubah




               Lakukan sell saat harga memantul pada garis trendline
•   Breakout strategy (straddle trapping)
    Ketika chart menunjukkan konsolidasi (sideways), berarti sedang terjadi
    pertarungan yang cukup seimbang antara penjual dan pembeli. Artinya, trend
    bullish dan bearish sama-sama kuat dan harga hanya bergerak mendatar pada level
    itu saja.
    Kuncinya adalah sekali garis resistance/support tertembus, maka ada
    kecenderungan terjadi breakout dan pemenang pertarungan dapat ditentukan. Jika
    setelah konsolidasi harga menembus resistance, maka kemungkinan muncul pola
    trend bullish (uptrend). Namun jika yang tertembus adalah support, maka pola
    selanjutnya adalah bearish (downtrend).




www.binsis.com               24
    Anda dapat meraih keuntungan dari pergerakan ini dengan menggunakan limit
    order. Misalnya GU (GBP/USD) bergerak dengan pola konsolidasi di sekitar
    1.7000 dan 1.6030. Anda dapat meletakkan limit order buy pada 1.7030 sekaligus
    meletakkan limit order sell pada 1.6000. Jika didukung oleh aplikasi, sebaiknya
    Anda juga mengaktifkan Order Cancel Others. Artinya jika salah satu limit
    order aktif, maka limit order lainnya akan dibatalkan secara otomatis.
•   Ranging trading
    Strategi ini berlawanan dengan breakout strategy. Intinya, Anda berharap harga
    konsolidasi tetap berlanjut dan tidak akan terjadi breakout. Jika sideways range
    tidak terlalu besar, misalnya hanya berkisar 50 pips, sebaiknya Anda menunggu
    breakout saja.




www.binsis.com               25

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Tags:
Stats:
views:260
posted:2/16/2010
language:Indonesian
pages:10