METODOLOGI IPA-SD - PUSTAKA by edidoc

VIEWS: 4,196 PAGES: 8

									                          PUSTAKA RUJUKAN

A. Utama Untuk Bacaan Mahasiswa

Achmad A. Hinduan, dkk. (1991). Model-model Pembelajaran dalam IPA. Maka-
       lah pada Penataran Calon Penatar Dosen PGSD. Tidak dipublikasikan.

Asmawi, Z. dan Nasution, N. (1994). Penilaian Hasil Belajar. Jakarta: Dirjen
       Dikti Depdikbud.

Bola, J.I. & Pah, D.N. (1985). Keterampilan Bertanya Dasar dan Lanjut. Jakarta:
          C.V. Fortuna.

Conny Semiawan, dkk. (1986). Pendekatan Keterampilan Proses: Bagaimana
       Mengaktifkan Siswa. Jakarta: PT Gramedia.

Dahar, R. W. (1985). Kesiapan Guru Mengajarkan Sains di Sekolah Dasar Ditin-
        jau Dari Segi Pengembangan Keterampilan Proses Sains (Suatu Studi
        Iluminatif Tentang Proses Belajar Mengajar Sains di Kelas 4, 5 dan 6
        Sekolah Dasar). Disertasi Doktor FPS IKIP, IKIP Bandung: tidak diter-
        bitkan.

_____.(1988). “Konstruktivisme dalam Mengajar dan Belajar”. Teks Pidato pada
        Pengukuhan Jabatan Guru Besar Tetap pada FPMIPA, IKIP Bandung: ti-
        dak diterbitkan.

_____.(1991). Teori Teori Belajar. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Dahar, R. W. dkk.(1992). Dampak Pertanyaan dan Teknik Bertanya Guru Selama
        Proses Belajar Mengajar Ilmu Pengetahuan Alam Pada Berpikir Siswa.
        Laporan Penelitian, FPMIPA, IKIP Bandung: tidak diterbitkan.

Departemen Pendidikan Nasional. (2003). Kurikulum 2004 : Kompetensi Standar
        Mata Pelajaran Sains. Jakarta: DepdiknasRepublik Indonesia.

Departemen Pendidikan Nasional. (2002). Pedoman Pengembangan Silabus. Ja-
        karta: DepdiknasRepublik Indonesia.

______. (1994/1995). Metodik Khusus Pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam di
        Sekolah Dasar. Jakarta: Dirjen Dikdasmen Depdikbud.

Hendro Darmodjo & Jenny R.E. Kaligis. (1992/1993). Pendidikan IPA 2. (D II
       PGSD). Jakarta: Dirjendikti.

Jalaluddin Rakhmat. (1989). Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Karya
                                                                             224 
Kartini Kartono. (1995). Psikologi Anak (Psikologi Perkembangan). Bandung:
        Mandar Maju.

La Maronta Galib. (2005). Pendekatan Sains-Teknologi-Masyarakat dalam Pem-
       belajaran Sains Di Sekolah. http://www.depdiknas.go.id/Jurnal/34/ pen-
       dekatan_sains _tekno_ masyarakat.htm

La Maronta Galib. (1992). Studi Terhadap Kemampuan Berpikir Anak Usia Seko-
       lah Dasar Dalam Konservasi Kuantitas Dan Berat Pada Empat Sekolah
       Dasar Negeri Di Kota Administratif Kendari Dan Tiga Sekolah Dasar
       Negeri Di Pulau Siompu Kabupaten Buton Propinsi Sulawesi Tenggara.
       Tesis PPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan.

Liek Wilardjo. (1998). "Secercah Pandangan tentang Pengajaran Sains". Dalam
       Sumaji dkk: Pendidikan Sains yang Humanistis. Yogyakarta: Penerbit
       Kanisius.

Moh. Amien. (1987). Mengajarkan IPA dengan Metode Discovery dan In-
      quiry.Jakarta:Departemen Pendidikan Dan Kebudayan.

E. Mulyasa. (2003). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Rosada

Nasution, S. (1986). Didaktik Asas-asas Mengajar. Jemmars: Bandung

Nuryani Y. Rustaman. Dkk. (1992). “Pengembangan dan Validasi Alat Ukur Ke-
        terampilan Proses Sains Sebagai Persiapan Pelaksanaan Kurikulum 1994
        pada Pendidikan Dasar 9 Tahun”. Laporan Penelitian DIKTI. Bandung:
        FPMIPA IKIP Bandung.

Nuryani Y. Rustaman. (1990). Kemampuan Klasifikasi Logis Anak: Studi tentang
        Kemampuan Abstraksi dan Inferensi Anak Usia Sekolah Dasar pada
        Kelompok Budaya Sunda. Disertasi PPS IKIP Bandung: tidak diterbitkan.

R. Rohandi. (1998). "Memberdayakan Anak melalui Pendidikan Sains". Dalam
       Sumaji dkk: Pendidikan Sains yang Humanistis. Yogyakarta: Penerbit
       Kanisius.

Saifudin Azwar. (1996). Tes Prestasi : Fungsi dan Pengembangan Pengukuran
        Prestasi Belajar (Edisi II). Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Sriyono, dkk. (1992). Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Jakarta: Penerbit
        Rineka Cipta.

T Sarkim. (1998). "Humaniora dalam Pendidikan Sains". Dalam Sumaji dkk:
       Pendidikan Sains yang Humanistis. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
                                                                           225 
B. Penunjang Untuk Dosen Pengampu Mata Kuliah

Ahmad Nugraha, dkk. (1998). Penggunaan Performance Assessment untuk me-
      ningkatkan Efektivitas Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Laporan Pe-
      nelitian Tindakan Kelas di SD Kecamatan Singaparna Kabupaten Tasik-
      malaya. PGSD FIP IKIP Bandung.

Anna Poedjiadi. (1994). “Pendekatan Sains-Teknologi-Masyarakat dalam Pen-
       didikan sebagai Upaya Meningkatkan Literasi Sains dan Tek-nologi”.
       Makalah pada Seminar Nasional Hasil Penelitian Pendidikan MIPA III.
       Ujung Pandang.

Bell, B. F.(1993). Children’s Science, Constructivism and Learning in Science.
         Victoria: Deakin University.

Carin, A.A. & Sund, R.B. (1989). Teaching Science Through Discovery. Colum-
        bus: Merrill Publishing Company.

Cavendish, S. et al. (1990). Observing Activities: Assessing Science in the Prima-
        ry Classroom. London: Paul Chapman Publishing Ltd.

Chaerul Rokhman. (1994). "Keterampilan Proses". Tugas Makalah Perkuliahan
        Issu dan Kecenderungan dalam Pendidikan IPA. PPS IKIP Bandung: Ti-
        dak dipubikasikan.

Connor, J. V. (1990). “Naive Conceptions and the School Science Curriculum”,
        dalam Rowe, M. B. (Eds.) (1990). What Research Says to the Science
        Teacher: The Process of Knowing, 6, 5-18. Washington: National
        Science Teachers Association.

Cosgrove, M. & Osborne, R. (1985). “Lesson Frameworks for Changing Child-
       ren‟s Ideas”, dalam Osborn, R. & Freyberg, P. (1985). Learning in
       Science: The Implications of Children’s Science. Auckland: Hinemann.

Costa, A. L. et al. (1988). “Collaborative strategies”. dalam Developing Minds. A
        Resource Book for Teaching Thinking, (1988). Virginia: Association for
        Supervision and Curriculum Development, 177-178.

Dagher, Z.R. (1994).“Does the Use Analogies Contribute to Conceptual
        Change?”. Journal of Science Teacher Education, 78,(6),601-614.

Driver, R. (1989). The Construction of Science Knowledge Doing Science: Ima-
         ges of Science Education. New York: Falmer.
                                                                                226 
Driver, R. et al. (1991). “Children‟s Ideas and the Learning of Science”, dalam
        Driver, R. et al. (eds.) (1991). Children’s Ideas in Science. Philadelphia:
        Open University Press.

______. (1991). “Some Features of Children‟s Ideas and their Implications for
        Teaching”, dalam Driver, R. et al. (eds.) (1991). Children’s Ideas in
        Science. Philadelphia: Open University Press.

Driver, R. & Leach, J. (1993). “A constructivist view of learning: Children‟s con-
         ceptions and nature of science”, dalam What Research Says to the
         Science Teacher, 7, 103-112. Washington: National Science Teachers
         Association.

Dykstra, D. I. et al. (1992). “Studying Conceptual Change in Learning Physics”.
        Journal of Science Education, 76, (6), 615-652.

Eddy Sukmana, dkk. (1997). Pemanfaatan Barang-barang Bekas sebagai Alat Pe-
       raga IPA untuk meningkatkan Efektivitas Pembelajarn IPA di Sekolah
       Dasar. Laporan Penelitian Tindakan Kelas di SD Kecamatan Tawang
       Kabupaten Tasikmalaya. PGSD FIP IKIP Bandung.

Edi H. Mulyana. (1997). Pembelajaran IPA dengan Model Siklus Belajar untuk
       Mengubah Konsepsi Awal Siswa tentang Rangkaian Listrik Sederhana.
       Tesis PPS KIP Bandung: tidak diterbitkan.

Ella Yulaelawati, dkk. (1994). Penjelasan Kurikulum SD 1994, Jakarta: Departe-
        men Pendidikan Dan Kebudayaan.

Elstgeest, J. (1988). The right question at the the right time. In Harlen, Wynne.
         (ed). Primary Science: Taking The Plunge. Oxford: Heinemann Educa-
         tion Books.

E.T Ruseffendi. (1988). Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan
       Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk Meningkatkan
       CBSA. Bandung: Tarsito.

Fathurrohman. (1996). Pengaruh Penggunaan Media Tiga Dimensi dalam Penga-
        jarn Sub Pokok Bahasan Sintetis Protein terhadap Prestasi Belajar Sis-
        wa Kelas III SMU Korpri Unit IKIP Bandung. Skripsi FPMIFA IKIP
        Bandung, tidak diterbitkan.

Galton, M. & Harlen, W. (1990). Assessing Science in the Primary School: Writ-
        ten Task. London: Paul Chapman Publishing Ltd.
                                                                                 227 
Gilbert, J. et al. (1986). “Children‟s Science and It‟s Consequences for Teach-
         ing”, dalam Brown, J. et al. (1986). Exploring the Curriculum: Science in
         Schools. Philadelphia: Open University.

Glasson, G. E. & Lalik, R. V. (1993). “Reinterpreting the learning cycle from con-
        structivist social perspective : A qualitative study of teachers‟ beliefs and
        practices”. Journal of Research in Science Teaching,30,(2),187-207.

Good, R. G. (1977). How Children Learn Science. New York: Macmillan Publish-
        ing Co.

Harlen, W. (1993). Teaching and Learning Primary Science. London: Paul
        Chapman Publishing Ltd.

Harlen, W. & Galton, M. (Eds.) (1990). Observing Activities - Assessing Science
        in The Primary Classroom. London: Paul Chapman Publishing Ltd.

Harry. (1983). Pengaruh Taraf Perkembangan Intelektual terhadap Penguasaan
         Konsep-Konsep IPA Formal Siswa Kelas V Sekolah Dasar. Tesis PPS
         IKIP Bandung: tidak diterbitkan.

Hewson, M. G. A‟B. (1985). “The Role of Intellectual Environment in The Origin
       of Conceptions: an Exploratory Study”, dalam West, L.H.T. & Pines, A.
       L. (1985). Cognitive Structure and Conceptual Change. Orlando, Florida
       : Academic Press, Inc.

Holt, B. G. (1991). Science With Young Children. Washington: National Associa-
         tion for Education of Young Children.

Horsley, S. L. et al. (1990). Elementary School Science for the ‘90. Alexandria,
         Virginia: Association for Supervision and Curriculum Development.

Kamii. (1978). “Teaching for Thinking and Creativity: A Piagetian Point of
        View”, dalam 1980 Aets Year Book. (1980). Science Education Informa-
        tion Report. The Ohio State University.

Karplus, R. (1978). “Teaching for the development of reasoning”, dalam 1980
        Aets Yearbook. (1980). Science Education Information Report. The Ohio
        State University.

Krajcik, J. S. (1993). “Learning Science by Doing Science”, dalam What Research
         Says to the Science Teacher,7, 53-57. Washington: National Science
         Teachers Association.
                                                                                   228 
Labinowicz, ED. (1980). The Piaget Primer Thinking,Learning,Teaching. Cali-
       fornia: Addison Wesley Publishing Co.

McGlathery, G. (1978). Analyzing the questioning behaviors of Science teachers.
       In. Rowe, M.B. (ed). What Research Says to The Science Teacher. Wash-
       ington D.C.: National Science Teachers Association.

O‟Leary, P. W. & Dishon, D. (1988). “Cooperative learning”. dalam Developing
        Minds. A Resource Book for Teaching Thinking, (1988). Virginia: Asso-
        ciation for Supervision and Curriculum Development, 179-180.

Osborne, R. & Freyberg, P. (eds.) (1985). “Children‟s Science”, dalam Osborn, R.
        & Freyberg, P. (1985). Learning in Science: The Implications of Child-
        ren’s Science. Auckland: Hinemann.

Osborne, R. & Wittrock, M. (1985). “The Generative Learning Model and Its Im-
        plications for Science Education”, dalam Bell, B. F.(1993). Children’s
        Science, Constructivism and Learning in Science. Victoria: Deakin Uni-
        versity.

Penich, J.E. (1992). STS Instruction Enhance Studet Creativity. International
        Council of Association for Science Education Yearbook.

Pollard, A. & Tann, S. (1992). Reflective Teaching in the Primary School: A Hand
         Book for the Classroom. London: Casell Education Limited.

Ramsey, J.(1993). “Developing conceptual storylines with the learning cycle”.
       Journal of Elementary Science Education,5,(2),1-20.

_____.(1996). Characteristics of Constructivistic Instruction. Hand Out Perkulia-
        han untuk Program S2-IPA SD PPS, IKIP Bandung: tidak diterbitkan.

Rubin, R. L. & Norman, J. T. (1992). “Systematic modeling versus the learning
        cycle: comparative effects on integrated process skill achievment”. Jour-
        nal of the National Association for Research in Science Teaching,?, 715-
        727.

Rustaman, N. Y dan Ari Widodo. (1996). “Keterpaduan Kurikulum dan Pembela-
       jaran dalam Menyiapkan Guru IPA Sekolah Dasar: „Trend‟ dan Alterna-
       tif”. Majalah Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam: Khazanah Pengaja-
       ran IPA,1,(2),26-34. Bandung: PPS IKIP Bandung

Roth, W.M. & Roychoudury, A.(1993). “The development of science process
                                                                               229 
        skills in authentic contexts”. Journal of Research in Science Teach-
        ing,30,(2),127-152.

Rustaman, N. (1995). Mutu dan Keterpaduan Pendidikan IPA dan Matematika
       Sekolah Dasar di Propinsi Jawa Barat (Kasus Kotamadya dan Kabupa-
       ten Bandung). Bandung: FPMIPA IKIP Bandung.

Rutherford, F.J. & Ahlgren, A. (1990). Science for All Americans. New York:
        Oxpord University Press.

Shepardson, D. P. et al. (1994). “The impact of a science demonstration on child-
        ren‟s understanding of air pressure”. Journal of Research in Science
        Teaching,31,(3),243-258.

Skolnick, J. et al. (1982). How to Encourage Girls in Math & Science. New Jer-
        sey: Prentice-Hall, Inc.

Smith, E. L. et al. (1993). “Teaching Strategies Associated with Conceptual
        Change Learning in Science”. Journal of Research in Science Teach-
        ing,30, (2),111-126.

Strike, K.A. & Posner, G. J. (1985). “A Conceptual Change View of Learning and
         Understanding”, dalam West, L.H.T. & Pines, A. L. (1985). Cognitive
         Structure and Conceptual Change. Orlando, Florida : Academic Press,
         Inc.

Sund, R. B., and Carin, A. (1978). Creative Questioning and Sensitive Listening
        Techniques. Colombus: Charless E. Merril.

Syarif H. (1994). “Wajib Belajar Pendidikan Dasar 9 Tahun dan Pemerataan Pen-
        didikan dalam Upaya Memajukan Desa Tertinggal”. Makalah pada
        Seminar Nasional. IKIP Bandung.

Tasker, R.(1992). ”Effective teaching - what can a constructivist view of learning
        offer?”. The Australian Science Teachers Journal, 38,(1),25-34.

Tasker, R. & Osborne, R. (1985). “Science Teaching and Science Learning”, da-
        lam Osborn, R. & Freyberg, P. (1985). Learning in Science: The Implica-
        tions of Children’s Science. Auckland: Hinemann.

Trojack, D.A. (tanpa tahun). Science with Children.USA.

Trowbridge, L.W. & Bybee, R.W.(1990). Becoming a Secondary School Science
        Teacher. Ohio: Merril Publishing Company.
                                                                                230 
Tyler, R.W. (1949). Basic Principles of Curriculum and Instruction.Chicago: The
         University of Chicago Press.

Veronica, L.D. (1995). Model Mengajar Inkuiri. Jurnal Teknologi Pembelajaran
        Teori dan Penelitian, Tahun 3, Nomor 1-2, ), Oktober 1995. Bandung:
        Ikatan Profrsi Teknologi Pendidikan & PPS IKIP Bandung.

Wheatley, G.H. (1991). “Constructivist perspectives on science and mathema- tics
       learning”. Journal Science Education,75, (1), 9-21.

White, R. T. & Tisher, R. P. (1982). Research on Natural Science. In Wittrock,
        M.C. (ed). Handbook of Research on Teaching. New York: Macmillan
        Publishing Company.

Woodward, Catherine. (1992). Raising and Answering Questions in Primary
      Science: Some Consoderations. In Newton, Lynn D. (ed). Primary
      Science: The Challenge of the 1990s. Adelaide: Multilingual Matters
      LTD.

Woolfolk, A. E. & Nicolich, L. M. (1980). Educational Psychology for Teachers.
       New Jersey: Prentice Hall Inc.

Yager, Robert E. (1991). “The Constructivist Learning Model (Towards real
        reform in science education)”. Makalah untuk The National Science
        Teachers Association, North Washington: 3140 Arlington.

_____.(eds.)(1993). “Science/Technology/Society: A new effort for providing ap-
        propriate science for all”. Journal NSTA: What Research Says to the
        Science Teacher - The Science, Technology, Society Movement,7, 3 - 5.

_____.(1996). “Science-Technology-Society: Providing Useful and Appropriate
        Science for All”. Makalah pada Seminar Sains-Teknologi-Masyarakat,
        tanggal 10 Juni 1996, Bandung.




                                                                              231 

								
To top