Docstoc

Akhlak Tasawuf dalam Pembentukan Pribadi Manusia

Document Sample
Akhlak Tasawuf dalam Pembentukan Pribadi Manusia Powered By Docstoc
					      Tugas Take Home (UTS)
             TASAWWUF




      TUGAS MATA KULIAH TASAWUF
                    DOSEN
              Bpk. Ahmad Shodiq


           NAMA     : Mutia Kusuma Dewi
           NIM      : 107070002312
           Kelas    :V–A




            FAKULTAS PSIKOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

                    (UIN)

                   JAKARTA

                    2009
TUGAS UTS (TAKE HOME) TASAWUF


  1. Jelaskan proses pembentukan akhlak!
  2. Jelaskan perilaku Mahmudah dan Madzmumah!
     (Berupa gambar dan ada deskripsinya…)
  3. Jelaskan ragam bisikan atau khotir batin dan intensitasnya!
     (Beda bisikan malaikat dan bisikan setan…)
  4. Jelaskan penyakit ruhani menurut Ibnu ‘Ajibah Al-Hasany!



JAWABAN :

1. Proses Pembentukan Akhlak (Dinamika Perbuatan) menurut Al-Ghazali
   ialah :

                                          Niat
                                          Hasil dari perdebatan batin yang mempertimbangkan masukan
                                          berupa ilham dan was-was




                                                 Prilaku
                                                 Ekspresi niat dengan kesadaran dan pemikiran, bisanya
                                                 masih ada rasa keterpaksaa


                                                      Kebiasaan
                                                      Setelah prilaku dibiasakan maka ia menjadi ringan
                                                      untuk dilakukan, tidak ada rasa berat dalam
                                                      melakukan itu.


                                                           Akhlak
                                                           Jika kebiasaan itu diinternalisasikan lebih dalam maka
                                                           akan terbentuklah perbuatan yang muncul tanpa
                                                           pemikiran dan pertimbangan lagi. Pada level ini
                                                           pelaku akan selalu merasakan kenikmatan melakukan
                                                           akhlak terkait.
        Dari bagan diatas bisa tuliskan hal itu bermula dari sebuah wacana ke dekonstruksi
menuju rekronstruksi, dari sebuah niat ia lakukan sehingga menjadikan sebuah perilaku. perilaku
dilihan kuantitas masih lemah. Ketika kuantitasnya dinaikan maka hal itu akan menjadikan
sebuah kebiasaan. Walaupun kuantitas sudah baik namun secara kualitas belum. Maka ketika
kualitasnya dinaikan hal itu menjadi sebuah akhlak. Patokan ia sudah menjadi sebuah akhlak
adalah ketika ia sudah merasa nikmat menjalankan perintah Allah dan berat untuk
meninggalkannya.

       Proses pembentukan akhlak diawali dengan terbentuk nya niat di dalam diri kita. Niat
merupakan keinginan kuat didalam hati untuk melakukan sesuatu. Niat juga merupakan asas
segala perbuatan sehingga keduanya berkaitan dalam hal kebaikan dan keburukan, serta
kesempurnaan dan kerusakan.

        Menurut Al-Ghazali dalam teori Dinamika Perbuatan, niat merupakan hasil dari
perdebatan batin yang mempertimbangkan masukan berupa ilham dan was-was. Niat datang
karena adanya Ilham yang bersifat positif (datang nya dari Allah) dan was-was yang bersifat
Negatif (datang nya dari Syetan dan iblis). Ilham adalah pengaruh yang Allah berikan dalam jiwa
seseorang sehingga mendorongnya untuk mengerjakan atau meninggalkan sesuatu. Batin yang
menentukan Ilham untuk masuk kepada niat, maka niat itu akan menghasilkan niat yang baik.
Sebaliknya, Was-was merupakan bisikan halus dari setan yang mengajak seseorang untuk
berbuat maksiat dan dosa. Niat yang dimasuki oleh Was-was akan menghasilkan niat yang jelek
atau tercela, karena datang nya dari Iblis/Syetan. Niat termasuk perbuatan hati maka tempanya
adalah didalam hati, bahkan semua perbuatan yang hendak dilakukan oleh manusia, niatnya
secara otomatis tertanam didalam hatinya. Oleh karena itu, niat merupakan awal yang sangat
penting bagi pembentukan akhlak manusia. Karena, niat dapat dikatakan sebagai penentu
bagaimana perilaku, kebiasaan, dan akhlak kita nantinya.

       Pada proses pembentukan akhlak, tingkat kedua adalah perilaku. Perilaku dalam
Dinamika perbuatan Al-Ghazali merupakan Ekspresi niat dengan kesadaran dan pemikiran,
dalam perilaku biasanya masih ada unsur keterpaksaan. Dari niat yang kuat akan terbentuk suatu
perilaku. Perilaku dibentuk oleh niat dengan kesadaran dan pemikiran. Di sini peran akal
manusia berkembang. Dan menentukan perilaku yang akan ditampilkan. Bila niat yang ada di
dalam diri kita lemah, maka perilaku yang kita tampilkan akan nampak penuh keterpaksaan.
Karena, tidak adanya keselarasan. Namun, sebaliknya jika niat kita tinggi dan batin kita pun
menerimanya, maka perilaku yang akan kita tampilkan akan menjadi penuh ketulusan.

        Proses pembentukan akhlak yang selanjutnya, adalah kebiasaan. Kebiasaan terbentuk
karena adanya perilaku yang terus-menerus berulang atau dibiasakan, sehingga telah menjadi
rutinitas sehari-hari. Seseorang yang telah terbiasa dalam melakukan suatu hal, maka dalam
mengerjakan suatu hal tersebut tidak akan merasa berat atau terbebani. Contohnya, kebiasaan
bangun pagi-pagi di hari minggu untuk berolah raga.
        Yang terakhir ialah pembentukan akhlak. Niat, perilaku, dan kebiasaan yang kita lakukan
itu akan membentuk akhlak kita. Menurut Imam Al-Ghazali Akhlak adalah suatu sikap yang
mengakar dalam jiwa yang darinya lahir berbagai perbuatan dengan mudah dan gampang, tanpa
perlu kepada pikiran dan pertimbangan. Akhlak terbentuk jika kebiasaan itu diinternalisasikan
lebih dalam maka akan terbentuklah perbuatan yang muncul tanpa pemikiran dan pertimbangan
lagi.
        Akhlak terbentuk diawali dengan niat. Kita sudah membicarakan niat bermula dari
sebuah ide, yang kemudian menguat menjadikan sebuah Azam(tekat kuat) hingga ia menjadi
niat. dalam sebuah bagan menggambaekan sebuah niat menjadi sebuah akhlak.
Niat => Perilaku => Kebiasaan => Akhlak.
        Oleh karena itu, Akhlak seseorang itu bisa saja baik atau buruk, hal tersebut tergantung
pada niat seseorang dan proses-proses jalannya niat kepada perilaku, kebiasaan, dan menuju
kepada akhlak.



2. Perilaku Mahmudah dan Madzmumah :
   a. Perilaku Mahmudah :
               Perilaku adalah serangkaian hal yang dilakukan seseorang yang dipengaruhi oleh
       niat. Perilaku mahmudah adalah perilaku seseorang yang terpuji atau baik.

              Perilaku mahmudah diawali dengan niat yang merupakan masukan dari Ilham,
       yakni pengaruh yang Allah berikan dalam jiwa seseorang sehingga mendorongnya untuk
       mengerjakan yang baik dan meninggalkan sesuatu yang buruk.

              Allah memberikan Ilham kepada manusia melalui malaikat. Malaikat adalah
       makhluk Allah yang sifatnya terpuji. Malaikat memberikan bisikan-bisikan kebaikan
       kepada Batin, timbullah niat yang baik. Setelah itu, seseorang tersebut akan menampilkan
       perilaku mahmudah (Baik). Jika perilaku mahmudah tersebut terus-menerus berlangsung,
       maka akan berlanjut menjadi kebiasaan, dan terinternalisasikan menjadi Akhlak
       Mahmudah.

              Akhlak meliputi jangkauan yang sangat luas dalam segala aspek kehidupan.
       Akhlak meliputi hubungan hamba dengan Tuhannya (vertikal) dalam bentuk ritual
       keagamaan dan berbentuk pergaulan sesama manusia (horizontal) dan juga sifat serta
       sikap yang terpantul terhadap semua makhluk (alam semesta).

              Bagi seorang muslim, akhlak yang terbaik ialah seperti yang terdapat pada diri
       Nabi Muhammad SAW (Akhlak Mahmudah) karena sifat-sifat dan perangai yang
       terdapat pada dirinya adalah sifat-sifat yang terpuji dan merupakan uswatun hasanah
(contoh teladan) terbaik bagi seluruh kaum Muslimin. Akhlak yang mulia (Akhlak
Mahmudah), menurut Imam Ghazali ada 4 perkara; yaitu bijaksana, memelihara diri dari
sesuatu yang tidak baik, keberanian (menundukkan kekuatan hawa nafsu) dan bersifat
adil.

Hati diartikan secara halus, yaitu yang berkaitan dengan rabbaniyah (ketuhanan),
ruhaniyah (kerohanian). Hati dalam arti inilah yang disebut hakikat manusia. Hati ibarat
raja yang menuju kepada Allah SWT, dalam perjalanannya hati tidak akan selamat tanpa
dikawal/dijaga oleh para ‘tentara’nya, adalah Aql (ibarat sifat ilmu yang bertempat
didalam hati), dengan Aql ini dapat mendorong dan memberi anjuran agar mengambil
sesuatu yang bermanfaat, kemudian mendorong untuk meniadakaan sifat buruk seperti
kemarahan (nafsu amarah terjadi jika hati dan akal tunduk pada syahwat dan dorongan-
dorongan syetan), lalu mendorong untuk melakukan suatu perbuatan terpuji seperti
iradah (kehendak baik).
                                           ALLAH



                                         MALAIKAT




                                        AL-QALB
                                                           NIAT




                                                         AL-‘AQL


    SYAITAN

      IBLIS

                    X
                              AL-NAFS




   PERILAKU MAHMUDAH  KEBIASAAN  AKHLAK MAHMUDAH




b. Perilaku Madzmumah.
  Perilaku Madzmumah adalah perilaku yang tercela. Perilaku yang ditampilkan oleh
  seseorang yang tidak sesuai dengan nilai dan etika agama.
  Perilaku madzmumah muncul karena diawali dengan niat yang berupa masukan dari
  Was-was, yakni merupakan bisikan halus dari setan yang mengajak seseorang untuk
  berbuat maksiat dan dosa. Waswas merupakan bisikan halus dari setan yang mengajak
  seseorang untuk berbuat maksiat dan dosa yang pada akhirnya dapat merusak citra diri
(self-image) dan harga diri (self-esteem)-nya. Mengikuti waswas sama artinya dengan
melanggar fitrah asli manusia, sebab waswas berorientasi pada fitrah asli setan. Setan
adalah makhluk yang sesat, berusaha menyesatkan manusia, dan selalu melanggar
perintah Allah SWT. Manusia yang mengikuti bisikan setan boleh jadi dapat
menggairahkan hidup untuk sementara waktu, tetapi akan mengalami kehancuran di masa
yang akan datang.

Contoh dari Madzmumah adalah : kemarahan dan nafsu syahwat, yang kadang patuh
pada hati, namun terkadang membangkang sehingga menyimpang dan melampaui batas.
Keduanya berhubungan dengan nafsu syetan. Jika hati tidak meminta pertolongan pada
‘tentara’ ilmu, hikmah, dan pikiran, maka bisa saja tentara kemarahan dan nafsu syahwat
itu menguasai akal dan hatinya (yang seharusnya akal dan hati yang menguasai nafsu
syahwat). Sehingga muncullah dorongan untuk melakukan perbuatan-perbuatan tercela
(karena didasarkan pada dorongan syetan).
                ALLAH



               MALAIKAT




                 AL-QALB



Syaitan
& IBLIS                    X



                           AL-‘AQL




           AL-NAFS




            AKHLAK
          MADZMUMAH
3. Ragam Bisikan / Khotir Batin dan Intensitasnya!



                                             Hadits al-nafs (bisikan diri)
                             Sekedar bisikan tanpa adanya kecenderungan utnk melakukan

                                        Mail al-tabi’i (kecenderungan alamiah)
                                Sekedar kecenderungan alami yang tidak didukung oleh
                                            keinginanan untuk melakukan

                                                 I’tiqad (keyakinan)
                                Kecenderungan itu telah didukung oleh keinginan untuk
                                                     melakukan

                             Ham bi al-niyat wa al-qasd (Mantap dengan niat dan sengaja)
                            Kecenderungan yang didukung keinginan kuat telah menjadi niat
                                            bulat untuk lahirnya prilaku




Dilihat dari sumber bisikannya maka terdapat dua jenis bisikan yaitu bisikan malaikat dan
bisikan syetan. Tentunya terdapat perbedaan antara kedua bisikan tersebut. Bisikan atau suara
yang berasal dari malaikat selalu diawali dengan sesuatu yang benar karena bersumber dari Al-
Qur’an & al-Hadits serta diakhiri dengan baik juga. Sedangkan bisikan atau suara yang berasal
dari syetan pada awalnya terlihat positif. bisikan halus dari setan yang mengajak seseorang untuk
berbuat maksiat dan dosa yang pada akhirnya dapat merusak citra diri (self-image) dan harga diri
(self-esteem)-nya (dapat disebut dengan wa-was). Mengikuti waswas sama artinya dengan
melanggar fitrah asli manusia, sebab waswas berorientasi pada fitrah asli setan. Setan adalah
makhluk yang sesat, berusaha menyesatkan manusia, dan selalu melanggar perintah Allah SWT.
Manusia yang mengikuti bisikan setan boleh jadi dapat menggairahkan hidup untuk sementara
waktu, tetapi akan mengalami kehancuran di masa yang akan datang.

Bisikan yang mempunyai pengaruh bicara dalam kalbu hamba, membangkitkan perbuatan atau
meninggalkan perbuatan. Semuanya datang dari Allah Swt., karena Dia-lah Pencipta segalanya.
Dalam kaitan ini, bisikan ada empat macam:
   1. Suatu bisikan yang datang dari Allah Swt. dalam kalbu hamba, sebagai bisikan awal,
      sehingga disebut dengan al-khatir (bisikan).
   2. Bisikan yang relevan dengan watak naluri manusia, yang disebut an-nafs (nafsu).
   3. Bisikan-bisikan yang datang dari ajakan Setan yang disebut was-was.
   4. Bisikan yang juga datang dari Allah yang disebut ilham (inspirasi).

Al-Khatir, adalah bisikan yang datang dari Allah Swt. sebagai bisikan awal, terkadang
berdimensi kebaikan dan kemuliaan serta penetapan terhadap argumentasi. Kadang-kadang
bersifat buruk, yang berfungsi sebagai ujian. Al-Khatir yang datang dari pemberi ilham tidak
akan terjadi, kecuali mengandung kebajikan. Karena Dia adalah Maha Memberi nasehat dan
petunjuk. Sedangkan al-Khatir yang datang dari Setan, tidak datang kecuali dengan kejahatan.
Bisikan ini terkadang sepintas mengandung kebajikan,tetapi di balik itu ada makar dan
pemanjaan dari Setan.

Sementara bisikan yang tumbuh dari hawa nafsu tidak bisa luput dari kejahatannya. Sepintas
juga tampak baik, tidak dari segi substansinya.

       Bisikan Malaikat disebut dengan ilham. Ilham adalah bisikan malaikat yang diberikan
Allah SWT.

Intensitasnya:

       Bisikan malaikat:
       Allah  Malaikat  masuk ke dalam Qalb  muncul ilham  menimbulkan potensi-
       potensi positif
       Bisikan Syetan
       Allah  Malaikat  Aql  Nafs  timbul perasaan was-was  menimbulkan potensi-
       potensi negatif
                             Bisikan Syetan



   4. Penyakit ruhani menurut Ibnu ‘Ajibah Al-Hasany.


   Keterangan : Penyakit ruhani menurut Ibnu Hasani ada 3, yaitu:

   1. Penyakit nafs: penyakit yang berasal dari jasad / materi manusia. Penyakit ini biasanya
   bersumber dari perut ( hanya memikirkan makan), farj (kemaluan) dan dunia. Penyakit
   ruhani ini termasuk akhlak binatang yang menjadi lawan dari akhlak ruhani (seperti
   qona’ah).
2. Penyakit hati: penyakit yangdapat terjadi dikarenakan prestise dan prestasi yang dimiliki
seseorang. Yang temasuk penyakit ini seperti, takabur, hasad dan lain-lain. Penyakit hati
termasuk akhlak setan yang menjadi lawan dari akhlak mukmin (seperti, dermawan,
menyantuni fakir miskin, tawadhu dan lain-lain).

3. penyakit ruh: penyakit hanya mencari karomah, hanya mencari kemuliaan di depan
manusia (riya). Biasanya melaksanakan ibadah dengan niat agar mendapat pujian dari
manusia. Lawannya yaitu ‘Abd khalish, yairu beribadah kepada Allah dengan cara ikhlas
semata mengharapkan ridha Allah SWT.


                            penyakit                               Akhlak
                            NAFS             MATERI               Binatang
                            USU
                                           -Perut
                                                                     X
                                           - Farj
                                                                  Akhlak
 penyakit                                  -Dunia                 RUHANI
 RUHANI

                         penyakit
                                           Prestise
                                             dan                  Akhlak
                          HATI
                                           Prestasi               Setan


                                                                    X

                                                                 Akhlak
                                                                Mukmin /
                                                                Malaikat

                        penyakit
                                           Karomah,
                         RUH               Sorga, dll
                                                                     (?)

                                                                     X


                                                                   ‘Abd
                                                                  Khalish

				
DOCUMENT INFO
Shared By:
Categories:
Stats:
views:15978
posted:2/13/2010
language:Indonesian
pages:11
Description: Proses Pembentukan Akhlak (Dinamika Perbuatan) ragam bisikan atau khotir batin penyakit ruhani menurut Ibnu ‘Ajibah Al-Hasany perilaku Mahmudah dan Madzmumah